Tag: bercinta

  • 3 Variasi Bercinta Tepat Sasaran G-Spot, Bikin Orgasme Lebih Intens

    Jakarta

    G-spot merupakan area pada wanita yang sangat sensitif saat berhubungan intim. Karenanya, mengetahui letak dan bermain dengan G-Spot adalah kunci penting memuaskan pasangan.

    Dikutip dari Women’s Health, letak G-spot cenderung cukup dangkal di dalam vagina. Dalam tekstur dan kepadatan, G-spot biasanya terasa berbeda dari bagian liang vagina di sekitarnya. G-spot biasanya sedikit lebih lembut atau kenyal daripada jaringan di sekitarnya, terutama, saat sedang terangsang.

    Sama seperti jaringan genital lainnya, G-spot akan terisi dengan darah saat terangsang yang mengubah kepadatannya.


    “Ketika area itu ditekan (saat masturbasi atau bercinta), terasa enak karena terhubung dengan anatomi internal klitoris dan organ sekitarnya,” kata Shannon Chavez Qureshiz, PsyD, CST, psikolog berlisensi dan terapis seks asal Beverly Hills.

    Berikut 3 posisi seks yang dapat menstimulasi G-spot. Di antaranya:

    1. Rider on top

    “Posisi ini sempurna untuk stimulasi G-spot,” kata Shannon Chavez Qureshiz, PsyD, CST, seorang psikolog berlisensi dan terapis seks yang berbasis di Beverly Hills. Hal ini dikarenakan wanita dapat mengontrol ke dalaman dan sudut, sehingga memungkinkannya untuk mendapatkan titik G-spot.

    2. Reverse rider

    Selain memberikan rasa ‘enak’, posisi ini juga membantu wanita dapat menemukan titik G-spot. Dalam melakukan posisi ini, wanita berada di atas pasangan dengan posisi menghadap ke arah penis. Kemudian sedikit membungkuk ke depan, penis yang dimasukkan akan menggosok dinding perutnya.

    “Jika Anda memiringkan tangan ke depan, penis yang dimasukkan akan dapat bergesekan dengan dinding perut Anda. Dan apa yang ada di dinding perutmu? G-spot Anda!” katanya.

    3. Doggy style

    Posisi doggy style juga bisa dicoba. Posisi merangkak di tempat tidur dengan punggung agak melengkung dan siku menopang badan akan membantu penis mencapai titik G-spot.

    “Memasukkan rangsangan klitoris eksternal, yang mungkin termasuk menggunakan vibrator untuk bantuan, dapat membantu,” katanya.

    (suc/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 3 Hal yang Terjadi pada Miss V Jika Berhenti Bercinta, Nomor 3 Kerap Dialami

    Jakarta

    Bercinta memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh, baik secara fisik maupun mental. Mulai dari memperbaiki kualitas tidur hingga meningkatkan mood, bisa didapatkan dengan melakukan hubungan seks.

    Karenanya, jika seseorang memutuskan beristirahat dalam beberapa waktu untuk tak melakukan hubungan intim, terdapat sejumlah perubahan yang terjadi pada fisik. Salah satunya vagina. Dikutip dari Women Health, berikut penjelasannya.

    1. Elastisitas vagina berkurang

    “Vagina memiliki sifat yang elastis,” ungkap Dr Salena Zanotti, seorang Obstetri-Ginekolog di Avon Pointe Family Health Center di Avon, Ohio. Jika tidak digunakan dalam waktu yang lama, vagina mungkin menjadi sedikit lebih sempit.


    Akan tetapi, vagina akan kembali ke elastisitas aslinya pada wanita yang masih dalam usia pra menopause. Kondisi ini terjadi dikarenakan adanya hormon estrogen yang berperan penting dalam menjaga elastisitas dan pelumasan vagina.

    Wanita pra-menopause masih memproduksi estrogen dalam jumlah yang cukup, sehingga wanita tidak perlu khawatir mengalami kehilangan elastisitas secara permanen meskipun setelah jangka waktu yang lama tanpa berhubungan seks.

    Ketika seorang wanita berhenti melakukan hubungan seks, produksi pelumas alami pada vaginanya akan berkurang. Kondisi ini mengakibatkan vagina menjadi lebih kering dan akan memunculkan rasa tidak nyaman ketika melakukan aktivitas seksual.

    Hal ini dapat diatasi dengan menggunakan pelumas pribadi, karena dapat membantu mengatasi masalah kekeringan vagina dan meningkatkan rasa nyaman saat berhubungan seksual.

    3. Penetrasi terasa kurang nyaman

    Setelah jeda berhubungan seks, kala berikutnya mungkin akan terasa kurang nyaman saat penetrasi.

    Dipercaya situasi ini terjadi karena faktor psikis, seperti rasa cemas dan tidak percaya diri. Maka dari itu, pastikan memiliki cukup waktu untuk foreplay sebelum penetrasi.

    (suc/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Biar Hubungan Makin Lengket, Perlu Berapa Kali ‘Jatah’ Bercinta Dalam Seminggu?


    Jakarta

    Sudah menjadi rahasia umum, aktivitas bercinta yang lancar adalah kunci untuk membangun hubungan yang rekat antara suami-istri. Lantas yang paling ideal, berapa kali sebaiknya pasangan bercinta dalam seminggu?

    Pada dasarnya, setiap pasangan bisa memiliki frekuensi seks yang berbeda. Misalnya dipengaruhi oleh kesibukan, atau sesimpel karena selera.

    Namun sebuah studi pada 2017 yang diterbitkan dalam Archives of Sexual Behavior mempelajari perilaku seksual lebih dari 26.000 orang dari tahun 1989 hingga 2014. Ditemukan bahwa rata-rata orang dewasa berhubungan seks 54 kali setahun, atau rata-rata seminggu sekali.


    Dalam hal ini, ‘seks’ dipahami sebagai istilah luas yang mencakup banyak tindakan seksual. Oleh karena itu, definisi dapat bervariasi dari orang ke orang.

    Meski hasil studi mengatakan seks umum dilakukan seminggu sekali, tetapi itu tidak berarti sebagai jumlah seks yang ideal untuk semua hubungan.

    “Meskipun mungkin ada seks ‘terlalu sedikit’ atau ‘terlalu banyak’, itu benar-benar subyektif dan bergantung pada pasangan,” ucap Christene Lozano, terapis seks.

    Ia mengatakan beberapa orang akan tetap merasa puas meski tidak berhubungan seks selama berbulan-bulan.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Cepat Loyo saat Bercinta? Begini 10 Cara Bikin Gairah di Ranjang ‘On Fire’


    Jakarta

    Libido menurun mungkin menjadi perkara bagi sebagian pasangan. Ada beberapa kemungkinan alasan dibaliknya, mulai dari masalah hubungan, stres, kelelahan, hingga masalah medis.

    Jika menurunnya libido mengganggu kehidupan seksual, cara tercepat untuk menaikkannya adalah melalui dengan tidur, menjaga pola makan, dan olahraga. Selain itu, sepuluh cara berikut juga bisa membantu mengembalikan hasrat seksual.

    1. Mengonsumsi zinc


    Jika merasa libido menurun, cobalah konsumsi makanan dengan kandungan zinc. Dikutip dari Men’s Health, menurut Dr Sara Brewer, penulis Better Sex, kekurangan zinc dapat berdampak pada produksi testosteron tubuh sehingga membuat seseorang tidak bersemangat. Makanan kaya zinc termasuk makanan laut, sereal, dan kacang-kacangan.

    2. Kurangi konsumsi alkohol

    Batasi konsumsi alkohol. Pasalnya, studi dari Universitas Newcastle menunjukkan bahwa asupan alkohol berlebih menghancurkan sel-sel testis yang memproduksi testosteron.

    3. Tingkatkan mood dan semangat

    Jika kondisi sekitar membuat seseorang sedih, tingkatkan suasana hati. Lingkungan dalam hal ini dapat berarti banyak hal, mulai dari suasana hingga cuaca. Bagi mereka yang mengidap depresi, hal ini dapat mempengaruhi libido. Sekitar 30 persen kasus hilangnya libido disebabkan oleh depresi dan gangguan afektif musiman.

    4. Santai sejenak

    Stres adalah salah satu penyebab menurunnya libido. Jadi, luangkan sedikit waktu untuk mengatasi kekhawatiran yang ada di pikiran. Seseorang bisa meminta pasangannya untuk memijat dirinya sebelum tidur. Jika dilakukan dengan benar, pijatan ini bisa membawa pasangan menuju kenikmatan seksual.

    5. Luangkan waktu bersama pasangan

    Siapkan waktu untuk berduaan bersama pasangan. Untuk meningkatkan keintiman dan libido, pasangan tak melulu harus berhubungan seksual. Berpelukan atau cuddling juga bisa membantu meningkatkan libido.

    6. Berolahraga

    Stamina dibutuhkan untuk malam-malam liar bersama pasangan. Karenanya, diperlukan daya tahan sebelum bermain di ranjang. Cara terbaik untuk meningkatka stamina adalah dengan aerobik. Lakukan ini tiga sesi seminggu masing-masing 20 sampai 30 menit. Gabungkan pula lari, berenang, dan menaiki tangga.

    7. Coba kontrol ejakulasi

    Kendalikan ejakulasi dengan melakukan masturbasi hanya sampai merasa akan klimaks. Berhenti hingga rasa ingin ‘keluar’ menurun, kemudian lanjutkan kembali. Dengan begini, maka seseorang akan dapat mengontrol ejakulasi mereka.

    8. Cukup tidur

    Banyak studi yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Sleep Medicine menemukan bahwa pria dengan sleep apnea mengalami tingkat testosteron yang lebih rendah yang pada gilirannya menyebabkan penurunan aktivitas seksual dan libido. Studi lebih lanjut telah menghasilkan hasil yang serupa, menunjukkan mereka yang hanya tidur selama lima jam semalam mengalami penurunan kadar testosteron hingga 15 persen.

    9. Berhenti merokok

    Penelitian telah menemukan bahwa merokok berdampak negatif pada produksi dan pergerakan sperma. Sebuah studi tahun 2022 juga menunjukkan dampak merokok terhadap disfungsi ereksi. Meneliti 6.755 pria yang merupakan perokok, mantan perokok, atau bukan perokok, para peneliti menemukan bahwa perokok saat ini dilaporkan mengalami disfungsi ereksi lebih sering daripada bukan perokok, masing-masing 31 persen berbanding 26 persen.

    10. Tingkatkan rasa percaya diri

    Sangat penting untuk mencintai diri sendiri. Memandang diri secara negatif, kurang berolahraga, dan pola makan yang tidak sehat dapat membuat seseorang enggan untuk melakukan dan menikmati seks.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 6 Posisi Seks Ini Terinsipirasi Pose Yoga, Pernah Cobain Lotus?


    Jakarta

    Yoga merupakan salah satu olahraga yang melatih mental, fisik, dan spiritual. Olahraga ini memberikan banyak manfaat bagi tubuh dan pikiran. Beberapa orang juga percaya bahwa yoga bisa meningkatkan kehidupan seksual seseorang. Bahkan beberapa pose yoga juga digunakan sebagai posisi seks.

    Memanfaatkan pose yoga sebagai posisi seks adalah cara yang sangat seksi untuk menambah keseruan permainan ranjang. Seseorang akan meregangkan tubuh dan membuat darah mengalir sambil mengalami kenikmatan seksual.

    Dikutip dari Insider, berikut adalah enam pose yoga yang bisa dicoba saat berhubungan intim:


    1. Downward dog

    Posisi yoga klasik ini memungkinkan multitasking di ranjang. Ini dapat diadaptasi untuk seks oral, seks vaginal, dan seks anal. Posisi ini juga bisa membuat tubuh menerima penetrasi yang dalam sekaligus merangsang G-spot.

    Cara melakukan posisi ini:

    • Pasangan perempuan akan merangkak, dengan tangan selebar bahu dan kaki selebar pinggul.
    • Selanjutnya, mereka akan mengangkat lututnya, mendorong pinggulnya ke atas dan ke belakang sampai kaki dan lengannya lurus sehingga tubuhnya dalam bentuk “V” terbalik.
    • Pasangan yang akan mempenetrasi berdiri di belakang dan masuk, memegang pinggul pasangannya untuk mendapat dukungan.

    2. Happy baby

    Dengan kaki terbuka lebar dan banyak permukaan alat kelamin terbuka, happy baby bisa menjadi posisi seks yang menyenangkan.

    Dalam pose ini, pasangan penetrasi memiliki akses mudah untuk merangsang klitoris pasangannya. Ini merupakan hal yang bagus karena sebuah studi tahun 2017 menemukan bahwa 36,6 persen wanita mengatakan bahwa mereka perlu rangsangan klitoris untuk mencapai orgasme selama penetrasi seks.

    Selain itu, pasangan penerima dapat menyesuaikan pose sesuai untuk menemukan apa yang terbaik bagi mereka.

    Cara melakukan posisi ini:

    • Pasangan perempuan berbaring telentang dan membawa lutut ke dada sehingga mereka dapat memegang bagian luar kaki mereka dengan masing-masing tangan.
    • Selanjutnya, mereka akan merentangkan kaki yang tertekuk terbuka lebar sambil menjaga tangan tetap di atas kaki.
    • Pasangan pria masuk di antara kaki pasangannya dan melakukan penetrasi.

    3. Legs up the wall

    Pose seperti ini dimaksudkan untuk membantu tubuh dan pikiran rileks, yang tentunya bisa membantu saat berhubungan seks. Sebuah studi tahun 2009 menemukan bahwa kadar hormon stres kortisol yang lebih rendah berkaitan dengan gairah dan kepuasan seksual yang lebih besar.

    Pada yoga, posisi ini mengharuskan seseorang telentang ke lantai dengan bokong menempel pada dinding dan kaki lurus ke atas. Tetapi pada seks, dada pasangan menjadi pengganti dinding. Artinya, kaki pasangan yang di bawah akan menempel ke dada pasangan.

    Cara melakukan posisi ini:

    • Pasangan penerima berbaring telentang di tempat tidur atau di lantai di atas matras yoga. Mereka juga dapat meletakkan bantal atau guling di bawah pinggul mereka, membuatnya lebih nyaman dan memberikan kemudahan masuk yang lebih baik kepada pasangan mereka.
    • Selanjutnya, mereka akan mengangkat kakinya ke atas sehingga tegak lurus dengan tanah.
    • Pasangan yang melakukan penetrasi berlutut menghadap pasangannya dan masuk. Kepala mereka berada di antara masing-masing kaki pasangannya sementara kaki pasangannya bersandar di dadanya.

    NEXT: Posisi lotus

    4. Lotus

    Untuk seks yang super sensual dan intim, cobalah posisi lotus dengan pasangan.

    Cara melakukan posisi ini:

    • Pasangan mempenetrasi duduk bersila.
    • Pasangan penerima naik ke atas, menghadap pasangannya, melingkarkan kaki mereka di punggung pasangannya.

    5. Reclined butterfly

    Untuk menambahkan sensasi misionaris, minta pasangan penerima berbaring dalam posisi ini. Selain memberikan sensasi yang mantap, pose ini meningkatkan aliran darah ke daerah panggul, yang secara langsung terkait dengan peningkatan gairah.

    Faktanya, sebuah studi tahun 2010 menemukan bahwa latihan yoga secara teratur dapat meningkatkan fungsi seksual, termasuk gairah, pelumasan, dan orgasme.

    Cara melakukan posisi ini:

    • Pasangan penerima berbaring telentang, atau berbaring di atas bantal atau guling. Ini juga bisa dilakukan di tempat tidur atau di atas matras yoga.
    • Selanjutnya, mereka akan menyatukan telapak kaki, membentuk bentuk berlian dengan kaki mereka.
    • Pasangan yang mempenetrasi berada di atas dan masuk seperti halnya saat melakukan misionaris.

    6. Wheel pose

    Mereka yang sudah terbiasa melakukan yoga mungkin akan menyukai posisi ini. Pasalnya, posisi ini memungkinkan sudut masuk yang unik dan pertemuan panggul yang memungkinkan rangsangan klitoris sehingga meningkatkan kemungkinan orgasme.

    Cara melakukan posisi ini:

    • Pasangan penerima berbaring telentang dengan kaki di lantai, selebar pinggul dan dekat dengan bokongnya.
    • Selanjutnya, mereka akan membawa lengan mereka ke atas, menekuknya sehingga tangan mereka rata di lantai.
    • Perlahan dan dengan kontrol, pasangan penerima mengangkat pinggul dan bahu mereka dari tanah, sebelum sepenuhnya mengulurkan tangan dan kaki mereka untuk menekuk tubuh mereka ke dalam roda atau bentuk U terbalik, membiarkan kepala mereka menggantung dan rileks.
    • Pasangan yang mempenetrasi berdiri di antara kaki pasangannya, menyelaraskan panggulnya, dan masuk.

    (suc/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 7 Titik Rangsang Wanita Paling Sensitif, Disentuh Dikit Bisa Bikin ‘Klepek-klepek’


    Jakarta

    Tak sedikit wanita yang susah untuk terangsang saat melakukan hubungan seksual. Bahkan, mereka membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai puncak orgasme. Padahal, orgasme memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh yakni menghilangkan stres, membuat kulit lebih bercahaya, dan memperbaiki kualitas tidur.

    Salah satu cara mencapai orgasme adalah dengan mengenali titik g-spot. Namun, kebanyakan pria tidak mengetahui letak titik rangsangan yang membuat wanita bisa bergairah saat melakukan hubungan seksual.

    Setiap wanita mempunyai titik rangsangannya sendiri, maka dari itu pria harus mencari tahu dengan mengeksplorasi saat berhubungan intim. Semakin sering pria bermain di titik rangsangan, semakin cepat wanita mencapai orgasme.


    Dikutip dari Women’s Health, berikut titik rangsangan pada tubuh wanita:

    1. Mulut

    Berciuman saat melakukan hubungan seksual merupakan pengalaman yang sulit dilupakan bagi wanita. Berdasarkan penelitian di Archives of Sexual Behavior, mulut dan bibir termasuk titik rangsangan yang bisa membangkitkan gairah di otak dan meningkatkan orgasme menjadi lebih cepat. Mulailah dengan ciuman yang lembut saat melakukan penetrasi.

    2. Leher

    Menurut Cordeau, area leher mempunyai konsentrasi receptor sentuhan ringan yang tinggi sehingga wanita bisa terangsang saat leher diberikan ciuman atau jilatan yang lembut. Pria bisa menggosok, menggaruk, atau menghisap bagian belakang leher dengan lembut tepat di bawah garis rambut. Memanjakan area leher wanita dapat membantu mereka mendapatkan orgasme saat melakukan hubungan seksual.

    3. Puting

    Memainkan bagian puting payudara wanita bisa membuatnya merasakan rangsangan yang hebat. Pria bisa memberikan belaian, ciuman, sentuhan, ataupun isapan agar wanita bisa mencapai orgasme dengan cepat. Bagian ini menjadi titik terbaik yang bisa membuat wanita terangsang dengan cepat.

    4. Klitoris

    Klistoris dikenal sebagai salah satu pusat titik rangsang pada wanita. Terdapat 8.000 saraf sensitif yang ada di klistoris. Pria bisa memvariasikan tekanan dan sentuhan pada klistoris untuk menimbulkan berbagai variasi rangsangan. Mulailah dengan merangsang area klistoris menggunakan jari dengan gerakan yang lambat dan tekanan ringan. Rangsangan ini menjadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan peluang orgasme pada wanita.

    5. Telinga

    Melakukan rangsangan berupa bisikan di telinga bisa menjadi salah satu cara meningkatkan gairah wanita. Namun, hal ini sering diabaikan oleh pria. Padahal, telinga memiliki reseptor sensorik yang membuatnya menjadi area sangat sensitif terutama pada sentuhan dan bisikan. Wanita menyukai sentuhan atau kecupan di area daun telinga.

    6. Paha bagian dalam

    Sebelum melakukan hubungan seksual, pria bisa memulai untuk memberikan rangsangan di area paha bagian dalam. Kulit yang berada di bagian paha tersebut sangat sensitif. Maka dari itu, memberikan rangsangan seperti belaian, kecupan, dan sentuhan bisa membangkitkan gairah wanita.

    7. Perut

    Perut menjadi salah satu titik rangsangan yang sensitif bagi wanita. Selain memberikan sentuhan dengan tangan, kecupan di area ini juga disukai oleh wanita. Namun, tidak semua wanita menyukai hal ini. Terlebih lagi bagi wanita yang sudah pernah hamil dan melahirkan.

    (suc/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Selain Mr P, 5 Bagian Sensitif Ini Juga Bikin Pria ‘Klepek-klepek’ saat Bercinta


    Jakarta

    Ketika sedang ‘bermain’ di ranjang, ada beberapa titik yang jika dirangsang bisa membuat pasangan semakin ganas. Tak melulu mr p, ada beberapa titik lain yang bisa dimainkan agar si dia semakin menikmati bercinta. Apa saja?

    1. Bibir

    Mencium dan menggigit bibir bisa menjadi sangat sensual sekaligus menjadi cara yang bagus untuk membangkitkan gairah pria. Menggigit atau menghisap bibir bawah dengan lembut juga dapat menambah kenikmatan.

    2. Leher dan cuping

    Leher adalah area yang sangat sensitif terhadap rangsangan. Berikan ciuman ringan atau ‘gigit-gigit manja’ kepada pasangan untuk membuatnya ‘turn-on’. Selain itu, berbisik dan menggigit lembut di cuping telinga juga dapat membangkitkan gairah pria.


    3. Puting

    Sama halnya dengan wanita, puting juga menjadi zona sensitif seksual pria. Dengan menjilat, mencium, atau mencubit lembut bagian ini bisa membangkitkan gairah seksualnya.

    4. Paha dalam dan perineum

    Paha bagian dalam adalah zona sensitif yang seringkali terabaikan. Cobalah untuk membelai atau mencium dengan lembut paha dalam dekat dengan mr p untuk memberikan rangsangan maksimal.

    Selain itu, perineum, yakni area antara skrotum dan anus, juga sangatlah sensitif. Memberikan tekanan lembut atau menggunakan gerakan melingkar dengan jari bisa membuatnya semakin terangsang.

    5. Testis

    Penis dan testis sangatlah sensitif. Ketika memberikan oral, jangan lupakan untuk memberi belaian, pijatan, atau jilatan pada testis sehingga bisa memberikan kenikmatan lebih kepada pasangan. Bereksperimenlah menggunakan berbagai teknik, seperti tangan, mulut, atau kombinasi keduanya.

    (suc/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Ternyata Segini Kalori Terbakar saat Bercinta, Hampir Setara Olahraga


    Jakarta

    Ketika berpikir mengenai aktivitas pembakar kalori, olahraga mungkin menjadi hal yang muncul di pikiran. Tapi, coba pikirkan ulang, adakah aktivitas lain yang membuat tubuh berkeringat sekaligus napas terengah-engah?

    Berhubungan seks adalah jawabannya. Kemungkinan besar, ketika pasangan bercinta mereka akan berkeringat dan benar-benar kelelahan seolah-olah baru saja selesai berolahraga. Faktanya, seks memang dapat membakar beberapa kalori.

    Meskipun penelitian menemukan bahwa tidak ada tindakan seks yang benar-benar membakar banyak kalori, namun aktivitas ini terbukti memiliki manfaat kesehatan. Seks dengan pasangan sangat efektif untuk membuat darah bersirkulasi dan endorfin mengalir. Namun, dalam hal pembakaran kalori, ini benar-benar tergantung pada berat badan dan berapa lama pasangan melakukannya.


    Semakin banyak akrobatik yang dilakukan dan semakin lama melakukannya, maka kalori akan semakin banyak terbakar.

    Masing-masing tahap dalam seks memiliki jumlah kalori terbakar yang berbeda. Menurut American Journal of Medicine, berciuman membakar antara 5 sampai 26 kalori per menit, tergantung berapa lama dan seberapa intens melakukannya. Berciuman melibatkan sebanyak 34 otot di wajah dan 112 otot di seluruh tubuh.

    Untuk foreplay, memberikan hand job kepada pasangan dapat membakar hingga 100 kalori per jam. Sementara itu, saat melakukan penetrasi, wanita dapat membakar 69 kalori per sesi (termasuk foreplay).

    Meski begitu, perlu diingat bahwa rata-rata pasangan bercinta hanya sekitar 6 menit sehingga rata-rata pembakaran kalori mungkin hanya sekitar 21 kali dalam angka tersebut. Angka ini juga lebih merujuk kepada laki-laki, sementara untuk perempuan, kalori yang terbakar saat penetrasi adalah 14 kalori.

    Bagi perempuan, jika ingin membakar lebih banyak kalori, lakukan posisi woman-on-top karena membutuhkan lebih banyak gerakan sehingga meningkatkan pembakaran kalori.

    (suc/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 4 Posisi Bercinta Terbaik Saat Nyeri Punggung Menyerang, Nomor 2 Paling Favorit


    Jakarta

    Permasalahan tulang belakang tidak hanya mengganggu dalam menjalani kegiatan sehari-hari, tetapi juga bisa mengganggu aktivitas seksual.

    Permasalahan tulang belakang seringkali menimbulkan rasa sakit dan nyeri yang bisa sangat menusuk. Tentu, rasa sakit ini bisa sangat mengganggu kala bercinta.

    Bahkan, nyeri tulang belakang ini banyak menjadi alasan yang membuat orang menghindari aktivitas bercinta, dikutip dari Times of India.


    Tak perlu khawatir, sejumlah studi menunjukkan bahwa posisi-posisi seks tertentu bisa membantu permasalahan tulang belakang yang dialami. Berikut adalah 4 posisi seks yang cocok untuk orang dengan keluhan nyeri tulang belakang.

    1. Doggy style

    Meski tergolong sebagai posisi yang menantang untuk dilakukan, posisi doggy style ini sangat cocok bagi pria yang memiliki permasalahan tulang belakang. Pasalnya, dalam melakukan posisi ini, pria tidak harus membungkuk atau membengkokkan tulang belakangnya sehingga bisa menghindari hal-hal yang memicu timbulnya rasa sakit pada tulang belakang.

    2. Misionaris (dengan bantal)

    Posisi misionaris adalah posisi klasik yang seringkali diterapkan. Namun, ternyata posisi ini bisa dimodifikasi bagi mereka yang memiliki permasalahan tulang belakang. Caranya adalah dengan menambahkan bantal untuk memberikan dukungan dan menjadi tumpuan bagi punggung wanita yang berada di posisi bawah. Hal ini bisa membantu menghindari adanya tekanan berlebih pada area tulang belakang.

    3. Reverse missionary

    Jika permasalahan tulang belakang ini dialami oleh pria, posisi reverse missionary bisa menjadi solusinya. Seperti namanya, yang berarti misionaris ‘terbalik’, posisi ini menempatkan wanita di posisi atas dan pria di posisi berbaring.

    Posisi ini akan membantu mencegah pria melakukan banyak gerakan yang bisa memicu timbulnya rasa nyeri dan sakit pada pinggang. Sama seperti posisi sebelumnya, tumpuan bantal juga bisa digunakan untuk menghindari pemberian tekanan yang terlalu besar pada tulang belakang.

    4. Spooning

    Spooning adalah posisi yang sangat baik untuk wanita dengan permasalahan tulang belakang, terutama jika merasakan nyeri atau rasa sakit saat membungkuk ke depan. Posisi spooning ini tidak memberikan tekanan pada area tulang belakang wanita dan memungkinkan wanita untuk menggunakan lengan serta sikutnya untuk menopang tubuhnya.

    Namun, perlu menjadi catatan bahwa posisi ini kurang cocok bagi pria yang memiliki permasalahan tulang belakang karena gerakan ini akan memberikan sejumlah tekanan pada area tulang belakang pria.

    (suc/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Bukan karena Nggak Sayang, Ternyata Ini Alasan Pasangan Ogah Bercinta


    Jakarta

    Pasangan mendadak ogah bercinta mungkin bikin uring-uringan. Tapi tenang dulu. Ada sejumlah kemungkinan penyebab seseorang kehilangan hasrat untuk bermesraan. Seperti apa penjelasannya?

    Edukator kesehatan seksual asal Toronto, Sonya Barnett mengungkapkan beberapa alasan pasangan tidak ingin bercinta. Berikut adalah alasannya, dikutip dari Best Health:

    1. Stres

    Pekerjaan, masalah keluarga, dan masalah keuangan dapat menyebabkan stres. Pandemi juga meningkatkan stres banyak orang. Saat kita kewalahan, kortisol yang merupakan hormon stres utama memengaruhi gairah seseorang. Ini berlaku untuk semua jenis kelamin, tetapi pada pria, stres kronis memengaruhi produksi testosteron dan menyebabkan disfungsi ereksi.


    “Sangat sulit meluangkan waktu untuk mengkhawatirkan seksualitas kita sendiri saat kita mengkhawatirkan hal lain,” kata Barnett.

    2. Kesehatan mental

    Sama seperti stres, masalah kesehatan mental yang seperti kecemasan dan depresi dapat memengaruhi gairah seks. Tanda-tanda depresi adalah hilangnya minat atau kesenangan dalam melakukan hal-hal yang pernah dinikmati, termasuk seks.

    Antidepresan juga dapat menurunkan gairah, membuat lebih sulit untuk terangsang, dan mencapai orgasme.

    Kecemasan memengaruhi tubuh dan pikiran dalam banyak cara. Saat seseorang menghadapi gangguan kecemasan, mereka mungkin tidak mendapatkan mood bercinta atau cemas tentang performa di tempat tidur.

    Pikiran cemas ini menyebabkan tubuh tegang secara fisik yang dapat menghalangi pasangan untuk bersantai dan menikmati seks.

    3. Fase hubungan

    Suatu hubungan dapat melewati beberapa fase. Seringkali di awal hubungan romantis, keintiman fisik itu baru dan mengasyikkan. Namun, Barnett menilai hubungan yang terjalin bertahun-tahun membuat gairah turun dan itu adalah normal.

    Jika suami atau istri sedang stres, minat pada seks bisa berkurang. Jika anak-anak lahir dan pasutri lelah merawat bayinya, satu sama lain lebih membutuhkan dukungan emosional daripada keinginan untuk bercinta.

    “Kami selalu diberitahu bahwa jika tidak berhubungan seks, hubungan Anda berakhir. Itu tidak benar. Seks adalah salah satu aspek dari suatu hubungan dan terkadang hubungan tidak membutuhkan itu. Jika kita memiliki persahabatan yang mungkin cukup baik,” papar Barnett.

    4. Kelelahan

    Rasa lelah dapat menurunkan gairah. Faktor gaya hidup seperti pekerjaan, keluarga, dan stres semuanya memengaruhi tingkat stamina. Jika pasangan menolak seks setelah hari yang melelahkan, cobalah untuk tidak tersinggung.

    “Mungkin mereka terlalu lelah, terutama jika memiliki anak yang lebih kecil,” kata Barnett.

    “Terkadang Anda tidak memiliki ruang kepala emosional untuk berurusan dengan orang lain di penghujung hari,” sambungnya.

    5. Rendahnya gairah seks

    Tidak semua orang memiliki dorongan seks yang tinggi. Barnett mengatakan masyarakat mungkin memiliki stigma bahwa pria harus selalu tertarik pada seks jika tidak ada yang ‘salah’ dengan mereka. Hal Ini tidak benar dan dapat membuat orang merasa tidak nyaman ketika dorongan seks mereka tidak sama dengan orang lain.

    Dorongan seks juga berubah seiring bertambahnya usia. Perimenopause, transisi bertahun-tahun menuju menopause menyebabkan kadar estrogen turun yang bisa membuat wanita kurang tertarik pada seks. Kadar testosteron dan gairah juga mulai menurun pada pria seiring bertambahnya usia.

    “Pada titik tertentu, Anda mungkin menginginkan seks lebih sedikit atau lebih banyak dari pasangan. Itu adalah ‘pasang surut’ alami,” pungkasnya.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy