Tag Archives: bitcoin koreksi

Bitcoin Koreksi Lebih Dalam! Menurut Analis Masih Sehat dan Wajar

Bitcoin dikabarkan telah koreksi dalam, kemarin malam pukul 23.00 WIB ke sekitar $30.200 bersama kapitalisasi pasarnya yang jatuh $200 Miliar. Koreksi ini membuat mayoritas pasar crypto turun karena terimbas efek sentimen depresiasi.

Walaupun koreksi terjadi sangat dalam, mayoritas analis menyatakan bahwa koreksi ini adalah pergerakan yang sehat dan wajar. Tetapi banyak pihak yang bertanya jika terus turun apakah pergerakan tersebut akan menghilangkan potensi apresiasi dari pergerakan beberapa pekan terakhir.

Bitcoin Koreksi Lebih Dalam

Mayoritas altcoins terlihat jatuh bersama Bitcoin kemarin pada 11 Januari 2021. Setelah berada di atas $41.500 Bitcoin mengalami koreksi yang cukup dalam yang membawanya turun ke sekitar $30.200 kemarin.

Koreksi ini berdampak pada beberapa pasar lain yang salah satunya adalah pasar future dimana sekitar $2,7 Miliar kontrak future atau berjangka terlihat dilikuidasikan. Likuidasi ini terlihat jelas terjadi bersamaan akibat pergerakan grafik candlestick yang terjadi bersamaan antara kedua pasar.

Baca juga: Dolar Menguat, Rp34,07 Triliun Crypto Dijual Hari Ini!

Koreksi ini telah membuat beberapa analis dan tokoh keuangan membuka suara untuk menyatakan pandangan mereka ke depannya. Salah satu pihak yang terlihat membuka suara adalah Mark Cuban, salah satu tokoh terkenal di dunia keuangan.

Beberapa Tokoh Buka Suara

Mark Cuban menyatakan bahwa koreksi yang terjadi saat ini mirip dengan apa yang terjadi pada saham di 1990 dimana terjadi internet stock bubble. Kejadian ini adalah kejadian dimana pasar saham naik secara signifikan sebelum turun akibat fenomena terbukanya internet pertama kali kepada masyarakat.

Fenomena tersebut adalah salah satu fenomena yang membuat Mark Cuban menjadi Miliuner saat ini, sehingga beliau sangat memahaminya. Beliau saat ini melihat bahwa kondisi crypto sedang sangat mirip dengan kejadian 1990 tersebut.

Baca juga:CEO ShapeShift Prediksi Kapitalisasi Pasar Crypto $2 Triliun

Namun, beliau melihat perbedaan dimana Bitcoin, Ethereum, dan beberapa lainnya akan sama seperti saham Amazon dan eBay, dimana mereka akan naik setelah koreksi ini. Pernyataan ini juga didukung oleh salah satu tokoh di dunia keuangan yaitu CEO dari Celsius, Alex Mashinsky.

Alex menyatakan bahwa beliau melihat koreksi ini sebagai pergerakan yang sehat dan wajar. Beliau menyatakan bahwa terdapat kemungkinan koreksi mencapai $16.000 sebelum harga naik kembali, dan menurutnya hal tersebut sangat wajar.

Mayoritas Analis Mendukung

Mengingat Bitcoin naik dari $17.000 ke $41.000 hanya dalam kurang dari satu bulan, David Lifchitz, CIO dari ExoAlpha melihat bahwa koreksi ini adalah koreksi sehat. Beliau melihat bahwa koreksi ini terjadi akibat institusi yang membeli di sekitar $20.000 dan $30.000.

Beliau merasa bahwa koreksi ini masih wajar akibat volume dari perdagangan yang terlihat terus naik dari hari ke hari. Sehingga dengan naiknya volume perdagangan maka volatilitas juga akan naik yang membuat koreksi ini terjadi semakin dalam.

Baca Juga:Mendalami Hubungan Pasar Future dan Spot Bitcoin

David juga melihat pergerakan ini sangat dipengaruhi oleh Twitter, dimana terjadi korelasi antara pergerakan harga dan cuitan mengenai Bitcoin di Twitter. Penemuan ini membuat beliau percaya bahwa harga Bitcoin masih dapat terus naik sehingga koreksi ini hanya sementara.

Hal ini disebabkan dengan naiknya cuitan maka umumnya harga akan ikut naik, dan saat ini cuitan masih terlihat terus naik. Sehingga setelah koreksi ini masih ada potensi yang sangat besar untuk Bitcoin dan keseluruhan pasar crypto untuk naik kembali.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Gabriel Rey, CEO Triv: Bitcoin Bakal Alami Koreksi

Gabriel Rey, CEO bursa aset kripto Triv, mengungkapkan bahwa harga Bitcoin bakal alami koreksi dalam beberapa pekan mendatang. Waspadai “MtGox Effect” bernilai Rp37,9 triliun.

“Harga Bitcoin kemungkinan besar mengalami tekanan dalam beberapa pekan mendatang. Per 10 Desember 2020 misanya, data on-chain menunjukkan outflowterbesar sejak tahun 2018 oleh sejumlah penambang Bitcoin. Ini adalah aksi jual oleh pemasok Bitcoin baru itu,” tegas Rey dihubungi melalui Telegram hari ini.

Baca Juga: Tanda-tanda Ini Tunjukkan Potensi Ethereum Bullish Semakin Kuat!

Selain itu, tambah Rey, banyak holder lama yang mulai menjual Bitcoin-nya untuk take profit. Data itu terlihat jelas berdasarkan data dari Glassnode.

Sejumlah data senada terkait “MtGox liquidation” menunjukkan akan mencairkan Bitcoin kepada para nasabah MtGox paling lambat 15 Desember 2020 ini.

“Jumlahnya mungkin cukup signifikan, yakni 150.000 BTC atau setara dengan Rp37,9 triliun dengan kurs hari ini,” sebutnya.

Rey menyoroti, bahwa selama lebih dari 4 tahun, bulan Januari selalu merupakan masa Bitcoin mengalami koreksi, belum lagi terkait Chinese New Year dan tax calendar di AS.

Baca Juga: CEO Citigroup: Kami Bantu Banyak Negara Rancang Uang Digital

“Menurut saya tidak pernah salah untuk mengambil profit, karena tidak mungkin untuk memprediksi harga tinggi dari sebuah market. Namun secara struktural saya meyakini tahun 2021 merupakan siklus 4 tahunan yang bullish bagi Bitcoin, sehingga dip yang nanti terjadi bisa dijadikan waktu untuk membeli Bitcoin,” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan Redaksi, harga Bitcoin terkoreksi sangat dalam sejak 1 Desember 2020, sekitar 24 jam setelah mencetak rekor tertinggi baru sepanjang masa. Kala itu sempat memuncak di US$19.900 per BTC.



Sumber : news.tokocrypto.com