Tag Archives: bitcoin

Tren Bitcoin 10-14 Februari 2025: Tetap Fokus Balik Modal By Hoteliercrypto

Artikel analisa tren Bitcoin (BTC) ini hasil kolaborasi Tokocrypto dengan Hoteliercrypto.

Artikel kita minggu lalu meleset saat Tiongkok masih bermain-main dengan stimulus. Tiongkok masih me-withdraw Liquiditynya via Medium Long Term Fund yang mengakibatkan stimulus yang saya harapkan ditebar saat Imlek, Zonk.

Keadaan itu diperparah dengan jatuhnya Nasdaq akibat ancaman Deepseek AI yang mampu secara open source menyediakan kemampuan AI lebih terjangkau daripada ChatGPT, sehingga

Secara garis masih ada kesempatan naik, berikut penampakan tren minggu lalu. 

NFP yang kita prediksi jatuh minggu lalu tepat, dan akurat juga termasuk PMI, Jolts, ADP dan Claim data.

NFP yang jatuh memastikan bahwa Fed kehabisan amunisi dan tak mungkin untuk hawkish karena berisiko lebih banyak lagi jutaan pekerjaan menghilang akibat keringnya liquidity. Karena alasan itu Fed akan memotong suku bunga lebih dari 2x dan itu adalah bensin Bitcoin.

NFP turun dan pengangguran turun adalah sesuatu yang tidak masuk akal. Pengangguran turun bukan berarti mereka bekerja, tetapi mereka dideportasi, buktinya NFP turun. Jika NFP turun, Fed tidak bisa hawkish, karena jika Fed hawkish maka NFP semakin turun. NFP adalah jumlah total pegawai baru yang bekerja.

NFP turun artinya Inflasi pasti naik, Jika sampai inflasi turun, itu bukanlah inflasi riil yang turun tetapi liquidity dollar yang turun sehingga Bitcoin tetap akan naik.

Emas adalah kunci, Emas berpesan inflasi akan membumbung tinggi, itilah sebabnya Emas ATH. Trump dan Tarif hanyalah bumbu, semua inflation hedge naik, Yield, DXY, Emas, hanya menunggu giliran Bitcoin naik.

Data Minggu Depan

Mari kita bedah data minggu depan.

Senin, 10 Februari 2025

14:00 WITA: M1 SUPPLY TIONGKOK

Kunci dari keadaan ekonomi Tiongkok yang membaik adalah dimulainya M1 yang naik. M1 sudah naik tetapi belum signifikan, sekali naik maka M1 akan naik terus. Maka jika M1 naik, Bitcoin semakin naik. Kenapa? Karena M1 adalah jumlah uang tunai dan deposito jangka pendek yang beredar. M2 supply naik namun jika M1 tidak naik maka jumlah edar uang Yuan belum naik.

– Senin AS Tidak ada Data.

Kira-kira begini candlenya, tetapi Ingat, candle ini sesuai jika penerbitan data M1 tidak ditunda, saya capek sama Tiongkok, sering tak tepat waktu.

Selasa, 11 Februari 2025

– Tidak ada data tetapi ada Powell pidato disini, saya ngga tahu jam berapa.

Tiongkok menunda stimulus karena tidak mau liquiditynya di sedot AS, AS menerapkan tariff karena liquiditynya tidak mau disedot Tiongkok. Sekarang perhatikan, tembok penghadang stimulus sudah dipasang, maka apalagi halangam stimulus dicairkan?

Kira-kira candlenya begini hari selasa, Gambar saya turun, tetapi maksud saya ada wick, sehingga itu artinya sama dengan sabtu.

Rabu, 12 Februari 2025

06:50 WITA: M3 Supply Jepang

Jika M3 Supply Jepang naik, Inflasi Jepang naik, dan itu segaria dengan harapan Jepang yang ekonominya dilanda deflasi, Jepang juga maunya Inflasi kembali ke 2%. Jepang mengatakan akan invest ke AS 1 Trilyun dollar, itu adalah kepastian bahwa kepemilikan UST Jepang akan naik, sehingga DXY naik. Jika Jepang invest di AS, maka AS rela stimulusnya disedot Jepang, kenapa?

Karena Jepang adalah jajahan AS, dengan kepemilikan UST terbesar oleh Jepang, AS dapat menyedotnya kapan saja, sehingga Jepang adalah exit liquidity AS. Jepang tak punya kewenangan melawan seperti Tiongkok. Jika Yen naik maka Bitcoin naik, alasannya inflasi adalah kunci dari bensin Bitcoin.

20:30 WITA: CPI AS

Belanja pabrik naik (PMI), padahal pesanan pabrik turun (Factory order) ditambah belanja masyarakat turun (Durable Good Order), lebih parah lagi jumlah lowongan turun (Jolts), magic bukan sihir, Jumlah karyawan swasta naik (ADP) tetapi NFP ambles sehingga prediksi Unmich melejit ke 4.3% inflasi.

Inflasi akan dilaporkan naik, dan Bitcoin naik. NFP turun adalah kunci dari inflasi, NFP adalah hodler dollar, jika turun lalu siapa yang menanggu inflasi AS saat ekonominya jatuh begini? NFP membuktikan data ADP adalah sampah.

Begini kira-kira Candle hari Rabu.

Kamis, 13 Februari 2025

20:30 WITA: PPI AS

Ingat, Fed preferred index adalah PPI bukan CPI, tetapi jika CPI naik maka PPI Naik, kenaikan PPI adalah tanda ekonomi masih jalan, namun kenaikan yang terlalu besar, membuat Fed harus segera bertindak mengetatkan kebijakan moneter, apakah bisa ketika suku bunga masih di 4.5%? No.

CPI adalah inflasi dari sisi pembeli, sedangkan PPI adalah inflasi dari sisi penjual.

Kira kira begini Candle hari Kamis:

Garis saya turun bukan berarti koreksi dalam tetapi berarti wicky, yaitu membuat sumbu, nge-wick.

Jumat, 14 Februari 2025

20:30 WITA – Retail Sales

Nah, untuk mengetahui inflasi bulan Februari yang dilaporkan Maret, maka langkah pertama adalah mengetahui Retail sales. Retail sales adalah data belanja masyarakat di AS jika retail sales naik artinya ekonomi baik sehingga DXY naik. Di AS retail sales dibagi dua, 60% kartu dan 40% tunai, yang tunai lupaka, karena ga bisa dilacak, yang kartu dianalisa bank. 

Retail sales adalah rentetan awal saya untuk prediksi inflasi. 

Saya prediksi Retail sales turun, alasannya inflasi naik, Jumlah Total pegawai turun (NFP), Jumlah lowongan turun (Jolts) Pesanan Pabrik Turun (Factory order) dan belanja barang tahan lama masyarakat juga turun (Durable Good Order). Jika retail sales sampai naik, darimana masyarakat dapat duit? 

Maka itu sebabnya Retail sales naik DXY turun, jika Retail sales Turun DXY naik, maka kenaikan DXY bukan dari naiknya ekonomi tetapi dari segi kekhawatiran pasar bahwa inflasi akan naik sehingga pasar berlindung pada Yield (surat utang).

Kira-kira begini candel hari Jum’at

Terimakasih sudah membaca artikel saya. Ingat, membeli dan menjual adalah keputusan Pribadi, menyalahkan analisa saya tidak akan mengembalikan uang investasi yang hilang, sehingga menjadikan saya acuan adalah salah. Berkali-kali analisa saya salah adalah bukti bahwa posisi saya sama dengan Trada yaitu meraba-raba.

Jika analisa saya benar, maka itu hanya kebetulan, jika analisa saya salah, sudah sewajarnya begitu. Tetaplah melakukan analisa sendiri, dan tetaplah jangan percaya analisa sendiri, karena analisa bukanlah nasehat keuangan tetapi hanya semata-mata hiburan. 😀😀

Baca juga: Analis Prediksi Harga Bitcoin, Ethereum, dan Solana pada 2025


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Berjuang di Bawah $100.000: Apa Target Berikutnya?

Bitcoin kembali mengalami volatilitas tinggi dalam 24 jam terakhir. Setelah sempat menembus angka psikologis $100.000, harga aset kripto terbesar ini kembali mengalami penurunan. Pergerakan ini mencerminkan ketidakpastian yang masih melingkupi pasar kripto, dengan investor dan pedagang terus bereaksi terhadap perubahan harga jangka pendek.

Meskipun demikian, ada indikasi bahwa stabilitas jangka panjang mulai terbentuk. Para investor berpengalaman tampaknya tetap mempertahankan posisi mereka, yang dapat berkontribusi pada ketahanan pasar di tengah gejolak saat ini.

Bitcoin Mengambil Pendekatan yang Berbeda

Menurut laporan BeInCrypto, Indikator Realized HODL (RHODL) menunjukkan bahwa rasio sejak Bitcoin mencapai titik tertinggi sepanjang masa (ATH) berada di angka 23%. Hal ini menandakan bahwa permintaan baru dalam siklus ini tetap tinggi, tetapi jumlah Bitcoin yang disimpan lebih dari tiga bulan lebih rendah dibandingkan siklus sebelumnya. Dengan kata lain, arus masuk permintaan baru terjadi dalam lonjakan singkat daripada pola pertumbuhan yang berkelanjutan.

Siklus pasar Bitcoin saat ini juga menunjukkan karakteristik unik dibandingkan dengan periode sebelumnya. Biasanya, siklus bullish berakhir sekitar satu tahun setelah Bitcoin mencapai ATH pertama dalam siklus tersebut. Namun, kali ini Bitcoin telah mencetak ATH baru pada Maret 2024, tetapi permintaan pasar belum mencapai level yang sama seperti reli sebelumnya. Pola ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana siklus pasar saat ini akan berlanjut.

Selain itu, volatilitas yang terealisasi dalam tiga bulan terakhir tetap di bawah 50%. Sebagai perbandingan, reli harga sebelumnya sering kali disertai volatilitas di atas 80% hingga 100%. Penurunan volatilitas ini menandakan bahwa pergerakan harga Bitcoin semakin terstruktur, dengan dukungan dari investor berpengalaman yang lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Bitcoin mengalami volatilitas. Sumber:  Glassnode.
Bitcoin mengalami volatilitas. Sumber: Glassnode.

Tren Bullish yang Lebih Stabil

Siklus 2023-2025 menunjukkan pola kenaikan harga yang lebih terkendali dibandingkan dengan siklus sebelumnya. Jika di masa lalu Bitcoin mengalami lonjakan harga ekstrem diikuti oleh koreksi tajam, tren saat ini menunjukkan kenaikan harga yang lebih bertahap. Hal ini bisa menjadi indikasi pasar bullish yang lebih stabil, yang mengurangi risiko kejatuhan harga yang drastis.

Namun, ketidakpastian tetap ada. Jika Bitcoin kehilangan level support penting di $95.869, harga bisa turun lebih dalam ke kisaran $93.625. Sejauh ini, para pemegang Bitcoin masih enggan melakukan aksi ambil untung dalam jumlah besar. Akan tetapi, jika tekanan jual meningkat, pasar bisa mengalami koreksi yang lebih signifikan.

Di sisi lain, jika Bitcoin mampu bertahan di atas $95.869 dan kembali menembus $100.000, sentimen pasar bisa berubah lebih positif. Keberhasilan menembus batas psikologis ini akan membatalkan prospek bearish dan membuka peluang untuk tren naik yang lebih kuat.

Kesimpulan

Pergerakan harga Bitcoin saat ini menunjukkan dinamika pasar yang lebih kompleks dibandingkan siklus sebelumnya. Dengan volatilitas yang lebih rendah dan pola kenaikan harga yang lebih stabil, pasar tampaknya bergerak ke arah bullish yang lebih terkendali.

Namun, ketidakpastian tetap ada, terutama terkait dengan level support utama. Jika Bitcoin mampu bertahan dan kembali melampaui $100.000, momentum bullish bisa terus berlanjut. Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat, koreksi lebih dalam bisa terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

Baca juga: Tren Bitcoin 10-14 Februari 2025: Tetap Fokus Balik Modal By Hoteliercrypto


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Standard Chartered: Bitcoin Diprediksi Sentuh $500.000 di 2028

Bitcoin terus menjadi perbincangan hangat di dunia keuangan, terutama setelah Geoffrey Kendrick, Kepala Riset Aset Digital Global di Standard Chartered, mengungkapkan prediksi ambisiusnya. Kendrick memperkirakan bahwa harga Bitcoin akan mencapai $500.000 pada tahun 2028, didorong oleh dua faktor utama: meningkatnya akses investor dan berkurangnya volatilitas pasar.

Akses Investor yang Semakin Luas

Menurut Kendrick, akses investor terhadap Bitcoin mengalami peningkatan pesat sejak peluncuran ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat pada Januari 2024. Produk investasi ini memungkinkan lebih banyak institusi dan individu untuk berinvestasi dalam Bitcoin dengan cara yang lebih aman dan terstruktur. Sejauh ini, ETF Bitcoin spot telah menarik arus masuk bersih sebesar $39 miliar.

Selain itu, Kendrick menyoroti bahwa potensi pencabutan aturan akuntansi SAB 121 di bawah pemerintahan Donald Trump dapat semakin meningkatkan akses institusional terhadap aset digital. Jika regulasi ini dihapus, perusahaan yang memegang Bitcoin tidak akan lagi mengalami hambatan dalam pelaporan keuangan mereka, yang pada akhirnya dapat mendorong lebih banyak institusi untuk mengalokasikan dana ke Bitcoin.

Volatilitas Bitcoin yang Menurun

Ilustrasi pergerakan harga Bitcoin (BTC) di website Tokocrypto. Sumber: Tokocrypto.
Ilustrasi pergerakan harga Bitcoin (BTC) di website Tokocrypto. Sumber: Tokocrypto.

Seiring dengan semakin matangnya pasar ETF Bitcoin, Kendrick memperkirakan volatilitas aset ini akan terus menurun. Faktor lain yang berkontribusi terhadap stabilitas harga adalah ekspansi pasar opsi Bitcoin serta partisipasi institusional yang semakin besar.

Kendrick juga membandingkan perkembangan Bitcoin dengan emas. Ia mencatat bahwa harga emas melonjak 4,3 kali setelah Exchange-Traded Product (ETP) diperkenalkan pada tahun 2004. Jika tren yang sama terjadi pada Bitcoin, kenaikan harga yang signifikan dapat terlihat dalam dua tahun ke depan, bukan tujuh tahun seperti yang terjadi pada emas.

Proyeksi Harga Bitcoin hingga 2029

Berdasarkan analisisnya, Kendrick memproyeksikan bahwa Bitcoin akan mencapai $200.000 pada akhir 2025, kemudian naik menjadi $300.000 pada akhir 2026, $400.000 pada akhir 2027, dan akhirnya menembus $500.000 pada tahun 2028. Ia juga meyakini bahwa harga tersebut akan bertahan hingga akhir 2029.

Selain dukungan dari ETF Bitcoin dan regulasi yang lebih ramah, Kendrick menilai bahwa perintah eksekutif Trump untuk mengevaluasi persediaan aset digital nasional dapat mendorong bank sentral untuk mempertimbangkan investasi dalam Bitcoin. Jika hal ini terjadi, lonjakan permintaan institusional akan semakin mempercepat apresiasi harga Bitcoin dalam beberapa tahun ke depan.

Prediksi Standard Chartered tentang kenaikan harga Bitcoin hingga $500.000 pada tahun 2028 didasarkan pada fundamental yang kuat, termasuk peningkatan akses investor, regulasi yang lebih mendukung, serta stabilitas pasar yang semakin membaik. Jika proyeksi ini terbukti benar, Bitcoin akan semakin mengukuhkan posisinya sebagai aset digital utama dalam portofolio investasi global.

Baca juga: Tren Bitcoin 3-7 Februari 2025: Akhirnya By Hoteliercrypto


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Naik Lagi ke $101k, Apa Penyebabnya?

Hari ini (4/2) Bitcoin kembali menunjukkan tren positif setelah mencapai angka $101.000 di tengah perkembangan ekonomi global.

Bitcoin Naik ke $101k, Volume Perdagangan Melonjak

Bitcoin mengalami lonjakan signifikan dengan volume perdagangan yang meningkat tajam.

Grafik Harga Bitcoin Hari Ini 4 Febuari 2025
Grafik Harga Bitcoin IDR Hari Ini 4 Febuari 2025. Sumber: Tokocrypto
  • Harga mencapai $101k: Bitcoin mengalami kenaikan pesat yang dipicu oleh meningkatnya permintaan dari investor global.
  • Volume perdagangan mencapai $113 miliar: Aktivitas perdagangan Bitcoin mengalami lonjakan besar, menandakan minat yang tinggi dari pasar.

AS, Meksiko, dan Kanada Sepakat Menunda Tarif Trump

Mengutip dari Reuters, Trump menunda kebijakan tarif untuk Meksiko dan Kanada. Penundaan kebijakan tarif ini menjadi faktor utama dalam pergerakan pasar kripto.

  • Pengurangan ketidakpastian ekonomi: Kesepakatan ini membantu meredakan ketegangan perdagangan, memberikan dorongan bagi aset-aset berisiko seperti Bitcoin.
  • Peningkatan kepercayaan investor: Keputusan ini menciptakan sentimen positif di pasar, membuat Bitcoin naik lagi sebagai aset lindung nilai.

Saham Global Turun, S&P 500 Anjlok 1,5%

Di sisi lain, pasar saham mengalami tekanan akibat ketidakpastian ekonomi global.

  • S&P 500 turun 1,5%: Saham-saham utama mengalami penurunan, menunjukkan pergeseran likuiditas ke aset digital.
  • Investor mencari alternatif: Ketidakpastian di pasar saham membuat Bitcoin menjadi pilihan menarik bagi investor.

Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli. 



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Kripto Turun Hari Ini. Perang Dagang Jadi Penyebab?

Pada hari ini (3/2), industri kripto diguncang oleh penurunan harga yang cukup drastis. Pasar kripto mengalami penurunan tajam setelah berbagai faktor global memicu ketidakpastian di kalangan investor.

Bitcoin Anjlok Akibat Data Inflasi PCE AS

Bitcoin mengalami koreksi besar setelah laporan inflasi PCE AS menciptakan kekhawatiran di pasar.

Harga Bitcoin Hari Ini 3 Febuari 2025
Harga Bitcoin Hari Ini 3 Febuari 2025. Sumber: Tokocrypto
  • Data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan: Laporan inflasi PCE menunjukkan angka lebih tinggi, memicu spekulasi bahwa The Fed mungkin akan tetap mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
  • Investor beralih ke aset aman: Ketidakpastian ekonomi membuat investor beralih ke instrumen investasi yang lebih stabil seperti obligasi.

Kebijakan Tarif Impor Trump Guncang Pasar Kripto

Pernyataan terbaru dari Trump tentang kebijakan tarif baru terhadap beberapa negara memengaruhi sentimen pasar kripto. Melalui akun Trust Social-nya, ia menyatakan,”Hari ini, saya telah menerapkan Tarif sebesar 25% untuk Impor dari Meksiko dan Kanada (10% untuk Energi Kanada), dan Tarif tambahan sebesar 10% untuk Tiongkok.”

Pernyataan Presiden Trump tentang Tarif Impor di Truth Social.
Pernyataan Presiden Trump tentang Tarif Impor di Truth Social.
  • Kekhawatiran perang dagang: Tarif impor yang lebih tinggi dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi global, berdampak pada pasar investasi termasuk kripto.
  • Penurunan minat risiko: Investor lebih berhati-hati dalam menempatkan dana mereka di aset berisiko seperti kripto, menyebabkan tekanan jual yang lebih besar.

Altcoin Mengalami Likuidasi Kripto Lebih Dari $700 Juta

Altcoin mengalami tekanan jual besar-besaran, menyebabkan likuidasi lebih dari $700 juta di pasar kripto.

Harga Kripto Hari Ini 3 Febuari 2025
Harga Kripto Hari Ini 3 Febuari 2025. Sumber: Tokocrypto
  • Koreksi besar pada Ethereum dan XRP: Ethereum turun lebih dari 20%, sementara XRP anjlok hingga 25%, menunjukkan tekanan jual yang kuat.
  • Likuidasi paksa dari leverage tinggi: Banyak trader yang menggunakan leverage tinggi mengalami likuidasi, mempercepat penurunan harga di berbagai altcoin.

Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tren Bitcoin 3-7 Februari 2025: Akhirnya By Hoteliercrypto

Artikel analisa tren Bitcoin (BTC) ini hasil kolaborasi Tokocrypto dengan Hoteliercrypto.

Secara garis besar, prediksi garis saya benar, Bitcoin koreksi, secara garis kecil/harian, Stimulus Bazooka yang saya harapkan dari Tiongkok tak datang, Media yang koar-koar ekonomi Tiongkok free fall, setidaknya tidak dipandang Free Fall oleh Pemerintah Tiongkok, alasannya belum terlihat kepanikan dan overreaction yang memicu sesuatu yang wow. 

Itu sebabnya prediksi saya Senin jatuh, dan benar jatuh. Saya juga manusia, engga bisa wechat-an sama Pan Gosheng, saya juga sering meragu.

New Home sales yang naik itu benar sesuai prediksi dan Bitcoin mengikuti kemana arah uang pergi, New Home sales naik tetapi pengembang perumahan tidak naik artinya ada keraguan, tetapi yang pasti M2 Supply naik dengan bukti New Home sales naik. 

Saya ngga paham, kalau masih ada yang pesimis Bitcoin rungkad, data yang saya lihat tidak mengatakan begitu. 

Prediksi FOMC pause benar , hal ini sudah saya prediksi jauh-jauh hari di 11 Januari 2025 dan kebetulan benar:

Bayangkan, FOMC Pause Bitcoin ga jatuh, kemana Bitcoin saat FOMC potong suku bunga? Kalau ada yang pesimis, tinggalin ajah.

FOMC adalah puncak data, keseluruhan 4 P yang selalu saya bahas, berakhirnya di FOMC. PCE memang index favorit Fed, tapi kalau FOMC sudah keluar, garangnya PCE sudah ditakar, maka PCE besok akan naik, tapi tak akan terlalu mengoreksi Bitcoin, Berikut bocorannya:

  • BOFA 2.6% Core 2.8%
  • Barclays 2.6% Core 2.8%
  • BNP Paribas 2.5% Core 2.8%
  • Goldman Sacsh 2.5% Core 2.8%
  • Jefferies 2.6% Core 2.8%
  • JP Morgan 2.5% Core 2.8%
  • Morgan 2.6% Core 2.8%
  • Nomura 2.6% Core 2.8%
  • UBS 2.6% Core 2.8%

Cluenya disini, selama Core PCE tidak naik yaitu sama di 2.8% maka Fed tak bisa Hawkish, dan DXY belum akan naik.

Claim data hari ini akan naik, GDP akan naik dan Pending Home Sales juga naik, tentu Bitcoin akan naik, itu adalah kombinasi sempurna inflasi naik. 🤣🤣🤣 Sistem ekonomi devil ini. 😆😆😆

Bitcoin sudah koreksi, dan sekarang waktunya alt meroket. Cara baca artikel saya adalah   

– Selalu terlambat 1 Minggu jika efeknya positif yaitu Bitcoin naik –

– Selalu Kecepatan 1 Minggu jika efeknya negatif yaitu Bitcoin turun

Maka Alt coin menurut saya akan naik minggu depan. Alasannya Sentimen positif Bitcoin sudah mereda dan hanya menyisakan Bitcoin reserve, sehingga pasar akan fokus ke Ethereum yang telah ditahan 8 Bulan. Ini adalah isi subs:

Data Minggu Depan

Mari kita bahas data minggu depan:

Senin, 3 Februari 2025

08:45 WITA: Caixin Manufacturing PMI Tiongkok

Selalu saya ungkapkan, Dunia ini satu, Buminya satu, maka client-nya satu, customernya satu, Dunia ini secara ekonomi hanya milik AS dan Tiongkok sisanya nebeng, jika Caixin manufacturing PMI Tiongkok naik, maka PMI Manufacturing AS turun. Kita lihat produsen Otomotif dunia dikuasai Tiongkok 39%, jika Mobil made in China apalagi Peniti. 

Jadi saya prediksi Caixin PMI Tiongkok naik sehingga DXY tidak naik. 

22:00 WITA: ISM Manufacturing PMI 

Ini sama ya, jika Pabrik Tiongkok naik maka Pabrik AS turun.

Kira-kira begini candle hari Senin.

Selasa, 4 Februari 2025

22:00 WITA: Factory Order

Factory Order adalah data Inden belanja masyarakat AS, kuncinya disini adalah Mobil. Cek saham Tesla kemaren 

Jadi prediksi saya Factory order engga baik. 

Dulu saya selalu inverse data saat kepresidenan Biden, setiap minggu claim data diedit, kebiasaan itu harus saya kurangi. 😂😂😂, karena setelah 2x claim data, tak ada editan, jadi saya kira Trump mulai serius membangun ekonomi yang baik. 

– Jumlah Lowongan (Jolts) 

Jadi 4P itu adalah Perumahan, Pekerjaan, Pengangguran dan Percetakan. Data Jolts masuk ke data pengangguran, kita dapati claim data mingguan naik, maka saya pikir Jumlah lowongan masih harus turun. Ini kan Jolts November masih masa Biden. Jika Jolts turun DXY turun. 

Secara data seharusnya Bitcoin koreksi, tetapi karena ini adalah hari pertama PBOC kerja, pasti akan ada suntikan RRP dll untuk mempertahankan belanja masyarakat yang meningkat akibat Imlek.

Kira-kira Candle hari Selasa Begini:

Rabu, 5 Februari 2025

20:30 WITA: Jumlah Karyawan swasta (ADP)

Kita dapati claim data mingguan naik. Dan Jumlah lowongan turun. 😂😂😂 Secara logika, logika manusia, maka Jumlah Karyawan swasta harusnya turun. Saya ingin sekali berkata begitu, tetapi ADP kan data garbage, minggu lalu kita kegocek dan datanya tidak diedit. Saya prediksi ADP akan naik akibat deportasi Imigran ke Columbia, maka jika ADP naik DXY naik. Menurut saya candlenya kira-kira begini:

Kamis, 6 Februari 2025

Saya tadi malam kan dengerin Powell, pengen ketawa saya, Powell bilang tak akan komentarin Trump:

Semenjak Presiden Trump dilantik, Claim data sudah 2x tak diubah. Naik-naik ajah gitu. Jadi saya pikir kita sudah harus merubah mindset bahwa data selalu diubah, menjadi Good news is good news and bad news is bad news. Claim data yang naik is bad news buat DXY tetapi good news buat Bitcoin. Darimana Trump dapat duit mengatasi pengangguran?

Kira-kira begini candle hari Kamis:

Jum’at 7 Februari 2025

22:00 WITA: Jumlah total pegawai – NFP

Ujung data Pekerjaan berlabuh di NFP, yaitu Jumlah total pegawai, kita dapati:

Prediksi belanja pabrik turun (PMI AS), diikuti  Prediksi Jumlah pesanan Inden turun (Factory Order) serta Jumlah lowongan yang turun (Jolts) namun prediksi Jumlah Karyawan Swasta naik (ADP) , maka secara logika, Prediksi Jumlah total pegawai haruslah turun (NFP). 🤣🤣🤣🤣🤣

Perhatikan Imigran sedang dideportasi, DOGE membatalkan 420 juta dollar kontrak kerja, Suku bunga di pause, dan perang masih jalan, darimana Trump dapat duit ketika Plafon utang belum naik?

Selain itu Trump menegaskan akan menaikan Tariff, memangnya AS itu punya apa selain punya duit? Sebagian besar Impor, dan wacananya memotong pajak, surgawi banget kan. Untuk menekan agar duit keluar, menurut saya NFP harus turun. Jadi drama-drama dulu maka duit keluar kalau pengangguran meningkat. 

Begini kira-kira candle hari Jum’at:

Begitulah kira-kira karangan prediksi saya kemana arah Bitcoin minggu depan. Ingat, menjadikan saya acuan adalah salah, dan pasti rugi, tetapi Undang-Undang Dasar memberikan saya kebebasan berpendapat, maka jadikanlah saya hanya sebagai salah satu pertimbangan. 

Pada dasarnya ada kebiasaan yang saya lawan, yaitu Bitcoin 2x naik 1x turun, setelah Powell Pidato Bank sudah sempurna untuk jualan Kripto.

Terimakasih sudah membaca, Saya bukanlah penasihat keuangan, tidaklah sekolah ekonomi, tidak mengerti perbankan, bukan punya akses khusus, atau sesuatu yang memperbolehkan Trada menitipkan nasib masa depan, adalah salah menjual dan membeli aset berlandaskan analisa saya, dan salah tersebut sangatlah signifikan. 

Janji saya hanyalah menemani bukan menalangi, selalu lakukan analisa sendiri dan gunakan uang yang tidak menurunkan derajat hidup, karena biasa makan Salmon ganti pindang itu gatel.

Baca juga: Analis Prediksi Harga Bitcoin, Ethereum, dan Solana pada 2025


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

Mengapa Altcoin dan Bitcoin Koreksi Hari Ini?

Bitcoin dan altcoin mengalami koreksi harga meskipun sentimen pasar menunjukkan tren yang mendukung.

Koreksi Bitcoin dan Altcoin Meski Trump Pro-Kripto

Meskipun kebijakan pro-kripto dari Trump menciptakan harapan baru, harga Bitcoin dan altcoin justru mengalami koreksi.

  • Efek kebijakan pro-kripto: Presiden Trump menunjukkan dukungan terhadap cryptocurrency, menciptakan optimisme di kalangan investor.
  • Tekanan profit-taking: Setelah kenaikan tajam sebelumnya, beberapa investor memutuskan untuk menjual aset mereka, menyebabkan koreksi harga.

Prediksi Suku Bunga Bank Jepang

Jepang Bakal Uji Coba CBDC Yen Digital di Tahun 2023.
Jepang Bakal Uji Coba CBDC Yen Digital di Tahun 2023.

Kabar tentang kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Bank Jepang turut memengaruhi pasar kripto.

  • Kenaikan suku bunga 0,25%: Bank Jepang diprediksi akan menaikkan suku bunga pada Jumat ini, yang dapat memengaruhi arus investasi global.
  • Investor beralih ke aset aman: Dengan ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi, beberapa investor mulai beralih dari aset berisiko seperti kripto ke instrumen yang lebih stabil.

Menunggu Keputusan Suku Bunga The Fed

Pasar juga sedang menantikan keputusan suku bunga dari Federal Reserve pekan depan.

  • Ketidakpastian kebijakan moneter: The Fed kemungkinan akan memberikan petunjuk baru tentang arah kebijakan moneternya, yang sangat berpengaruh terhadap pasar kripto.
  • Pengaruh dolar AS: Perubahan suku bunga dapat memperkuat dolar, yang sering kali menekan harga Bitcoin dan altcoin.

Analisa Grafik Harga Bitcoin

Berdasarkan grafik terbaru, pergerakan harga Bitcoin menunjukkan pola yang menarik untuk diamati.

Grafik Harga Bitcoin 24 Januari 2025. Sumber: Tokocrypto.com
Grafik Harga Bitcoin Rupiah 24 Januari 2025. Sumber: Tokocrypto.com
  • Penurunan dari level tertinggi: Grafik menunjukkan bahwa Bitcoin sempat menyentuh harga Rp1.740.000.000 sebelum mengalami koreksi ke Rp1.680.697.955.
  • Volume perdagangan stabil: Meskipun harga terkoreksi, volume perdagangan tetap tinggi, menunjukkan minat pasar yang masih kuat.

Analisa Altcoin Hari Ini

Berdasarkan grafik altcoin di bawah ini, ada pola menarik yang dapat dilihat pada beberapa aset digital utama.

Koreksi Harga Altcoin Sumber Cryptobubbles
Koreksi Harga Altcoin. Sumber: Cryptobubbles
  • Token SPELL naik 20,4%: Salah satu altcoin yang mencatatkan kenaikan signifikan hari ini adalah SPELL, didorong oleh volume perdagangan yang meningkat.
  • Koreksi besar pada ANIME dan VTHO: ANIME mengalami penurunan terbesar sebesar -48,8%, sementara VTHO terkoreksi hingga -25,4% akibat tekanan jual yang tinggi.
  • Sentimen bercampur di pasar: Beberapa altcoin lain seperti AMP dan VIC mencatatkan kenaikan masing-masing 12% dan 13,1%, mencerminkan kondisi pasar yang tidak seragam.
  • Siklus pasar normal: Koreksi yang dialami sebagian besar altcoin dapat dianggap sebagai bagian dari siklus pasar normal, di mana aksi ambil untung, ketidakpastian ekonomi global, dan sentimen pasar yang tidak merata berkontribusi pada pergerakan ini. Namun, beberapa altcoin yang memiliki fundamental kuat tetap bertahan dan bahkan mencatatkan kenaikan, mencerminkan minat selektif dari investor.

Baca juga: Tren Bitcoin 27-31 Januari 2025: Bitcoin Koreksi tapi Alt Meroket


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tren Bitcoin 27-31 Januari 2025: Bitcoin Koreksi tapi Alt Meroket

Artikel analisa tren Bitcoin (BTC) ini hasil kolaborasi Tokocrypto dengan Hoteliercrypto.

Judulnya bagus, Bitcoin koreksi dan alt meroket. Kita bedah dulu data minggu ini:

Pada Senin 20 Januari 2025, prediksi kita benar, Bitcoin tembus ATH lagi bukan karrna pelantikan Trump tetapi karena Stimulus Tiongkok yang memberikan subsidi untuk membeli HP sebesar 500 Yuan per HP sehingga harga Iphone turun, juga subsidi elektronik lain dan Mobil sebesar 2000 Yuan. Kenapa Stimulus Tiongkok menaikan Bitcoin? Apa karena dibuat beli Bitcoin? Salah. Berikut jawabannya:

Hari Selasa tak ada data, Namun Bitcoin hijau akibat AM belanja besar dan Pengumuman Investasi oleh Trump yang pasti menambah Jumlah edar uang, walaupun plafon utang belum dinaikkan.

Nah, saya punya hutang, minggu lalu garisnya tak bisa digambar, berikut alurnya:

Hari Kamis Claim data naik dan BoJ Dump and Pump

Data Minggu Depan

Kira-kira begitu candle hari Kamis dan Jumat, Mari kita bedah data minggu depan.

Senin, 27 Januari 2025

08.30 WITA: PMI Manufacturing Tiongkok

Jika Pabrik AS sepi maka Pabrik Tiongkok rame. Saya prediksi PMI Tiongkok naik. Jika PMI Tiongkok naik maka liquidity dollar jatuh, sehingga seharusnya DXY jatuh. Saya mencoba mengembalikan lagi logika data di masa Trump, di masa yang sebelumnya Utang bisa naik, karena plafon utang belum disetujui, maka Trump belum bisa nambah hutang. 

22.00 WITA: New Home Sales 

New Home Sales adalah penjualan rumah baru, ingat data saya selalu berkutat pada Pekerjaan, Pengangguran, Perumahan dan  Percetakan. New home sales naik artinya DXY naik, namun kenaikan DXY seharusnya karena ekonomi naik. Jika DXY naik, Ekonomi naik dan penjualan rumah benar naik, maka Bitcoin koreksi. Kira kira begini candlenya:

Selasa, 28 Februari 2025

20.30 WITA: Durable Good Order

Durable Good Order adalah data belanja masyarakat, ditengah tumbuhnya expor Tiongkok dan masuknya investasi di AS, Durable Good Order seharusnya membaik. Subsidi HP di Tiongkok yg menurunkan harga Iphone akan berpengaruh ke AS karena investasi AS ke Tiongkok masih banyak, inilah yang sedari dulu saya ungkapkan bahwa AS menyedot liquidity Tiongkok lewat investasi, karena stimulusnya sudah keluar, maka seharusnya ekonomi AS membaik dan belanja masyarakat naik. Tetapi belum signifikan, karena baru mulai.

21.00 WITA: House Price Index

Ekonomi yang membaik diikuti dengan harga rumah yang naik. Maka jika Housing Price Index naik, Bitcoin juga naik, karena itulah asal muasal inflasi. 

22.00 WITA: CB Consumer Confidence Index

Ekonomi Tiongkok yang distimulus akan menggeliat, sayangnya ekonomi Tiongkok adalah Ekonomi dunia, dan penikmat pertamanya adalah AS alasannya investasi AS di Tiongkok banyak. Saya juga heran, katanya membela demokrasi, kenapa Investasinya di Tiongkok? Kok ga di Indonesia?

Alasannya pasti karena negara komunis buruhnya ga demo, nurut-nurut yang penting makmur, sehingga dibayar murah pun ngga keberatan, karena kebutuhan dasar hidupnya tercukupi. Orang Tiongkok kan banyak yang sederhana hidupnya, men engken, semua barang made in China. 😄

Ekonomi Tiongkok yang dirangsang stimulus akan dinikmati AS juga sehingga saya prediksi Consumer Confidence juga akan naik. Jika Consumer Confidence naik maka DXY naik karena ekonominya naik.

2 hal itu memang negatif untuk Bitcoin yaitu Consumer Confidence dan Durable Good Order tetapi Housing Price Index yang naik memastikan inflasi AS masih akan naik bukan turun, karena untuk menggerakkan ekonomi AS harus menambah jumlah edar uang.

Kira-kira begini Candle hari selasa: 

Rabu, 29 Januari 2025

FOMC

FOMC ini adalah inti kedua setelah liburan Imlek, saya prediksi FOMC akan Jeda suku bunga/Pause. Bocoran asset management ada di subs.

Begini kira kira candle FOMC:

Kamis, 30 Januari 2025

20.30 WITA: GDP

GDP AS akan kembali dilaporkan naik, alasannya Investasi mulai berdatangan. Jika GDP naik maka Inflasi naik. Sehingga ada ruang bernafas buat Bitcoin.

22.00 WITA: Pending Home Sales

Pending Home Sales adalah rumah yang sudah terjual tapi baru tanda tangan, belum bayar DP, saya prediksi pending home sales akan naik, sehingga hutang masyarakat naik karena KPR yang berarti harga emas naik. Bitcoin ikut naik. Kira-kira begini candle hari Kamis.

Jum’at, 31 Januari 2025

20.30 WITA: PCE INDEX

Personal Consumption Expenditure adalah index favorit Fed. Jika harga barang naik itu inflasi CPI, jika pabrik menaikan harga barang itu Inflasi PPI, seberapa besar pengaruh harga barang menguras penghasilan saya itu adalah inflasi PCE. Fed tak pusing harga barang naik, Tapi Fed pusing jika masyarakatnya mengurangi belanja, jika harga barang naik tapi masyarakat tetep belanja, itu artinya buat Fed adalah bagus.

Suku bunga yang di jeda adalah kepercayaan diri Fed akan ekonomi AS yang masih baik, berikut bocoran PCE Index:

  • BOFA 0.24% Core 0.14%
  • Barclays 0.27% Core 0.18%
  • BNP Paribas 0.25% Core 0.15%
  • Goldman 0.25% Core 0.15%
  • UBS 0.26% Core 0.16%

PCE Index yang naik artinya DXY naik dan Fed tambah hawkish karena terbukti walau inflasi naik masyarakat masih belanja.

Begini kira-kira Candle Hari Jumat:

Terimakasih sudah membaca, saya ingatkan sekali lagi, ini semua hanyalah cocoklogi, belum tentu Bitcoin koreksi Alt Rungkad, bisa jadi bener sekali. Menjadikan saya acuan adalah salah dan pasti rugi, maka jangan percaya siapa-siapa apalagi diri sendiri.

Tetaplah analisa walau salah, kalau analisa saja salah apalagi enggak, saya juga begitu. Semua ini hanyalah hiburan karena janji saya hanyalah menemani bukan menalangi. 

Baca juga: Analis Prediksi Harga Bitcoin, Ethereum, dan Solana pada 2025


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Potensi di Kisaran $100K–$110K hingga Pertemuan FOMC

Analis pasar memprediksi bahwa harga Bitcoin kemungkinan akan bergerak dalam kisaran $100.000 hingga $110.000 hingga pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 28-29 Januari mendatang.

Sementara itu, ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve yang tidak akan mengubah suku bunga memberikan peluang bagi Bitcoin untuk memanfaatkan sentimen pasar jika ada sinyal pelonggaran kuantitatif (QE).

Konsolidasi Harga Bitcoin

Setelah lonjakan harga sebesar 3,78% pada 21 Januari, Bitcoin menunjukkan pola konsolidasi dalam 24 jam terakhir. Dengan volatilitas yang menurun, seorang analis pasar bernama Krillin memprediksi bahwa pergerakan menyamping dapat terus berlanjut hingga akhir bulan. Krillin menyatakan, “Dengan asumsi tidak ada kejutan dari Bank of Japan, Bitcoin kemungkinan akan tetap dalam kisaran $100.000 hingga $110.000 hingga pertemuan FOMC.”

Sementara itu, CME FedWatch Tool menunjukkan peluang sebesar 99,5% bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga di level 4,25% hingga 4,5% pada pertemuan mendatang. Namun, konferensi pers dengan nada dovish atau indikasi pelonggaran kuantitatif dapat menjadi katalis positif bagi aset berisiko, termasuk Bitcoin.

Grafik perubahan posisi bersih kapitalisasi pasar Bitcoin. Sumber: Glassnode,
Grafik perubahan posisi bersih kapitalisasi pasar Bitcoin. Sumber: Glassnode,

Pengaruh Kebijakan QE terhadap Bitcoin

Utang nasional AS telah mencapai $36,21 triliun per 22 Januari, melebihi alokasi batas utang sebesar $36,1 triliun. Sejarah menunjukkan bahwa Kongres telah menyesuaikan batas utang sebanyak 78 kali sejak 1960, sehingga kemungkinan besar pemerintah akan kembali menaikkannya. Dalam skenario seperti ini, Federal Reserve berpotensi melakukan QE melalui pembelian aset berskala besar, yang akan menyuntikkan likuiditas ke pasar.

Sebagai indikator utama, tren neraca Federal Reserve telah mencerminkan dampak pengetatan kuantitatif (QT) sejak April 2022, dengan penurunan dari $9 triliun menjadi $6,8 triliun per 15 Januari 2025. Pembalikan tren ini akan menjadi sinyal penting untuk memprediksi langkah selanjutnya bagi Bitcoin.

Kapitalisasi Pasar Bitcoin Menghadapi Tantangan

Meski Bitcoin berhasil menembus $100.000, data dari Glassnode menunjukkan adanya penurunan dalam perubahan posisi bersih kapitalisasi pasar. Sejak November 2024, perubahan posisi bersih BTC yang terealisasi turun dari 12,5% menjadi di bawah 5%. Pendapatan bersih yang terealisasi juga merosot dari $4,5 miliar pada Desember 2024 menjadi $316,7 juta pada Januari 2025 — penurunan signifikan sebesar 93%.

Bitcoindata21, platform analisis data kripto, menyebutkan bahwa total kapitalisasi pasar kripto masih memiliki potensi untuk berlipat ganda dalam enam hingga delapan minggu mendatang. Berdasarkan analisis teknikal mingguan, ada kemungkinan harga Bitcoin mencapai $150.000 jika Relative Strength Index (RSI) mingguan tetap berada dalam saluran tren. Analis menekankan bahwa pola ini serupa dengan yang terjadi pada Maret 2017 dan September 2020.

Meskipun pergerakan harga Bitcoin saat ini terlihat stagnan, potensi pelonggaran kuantitatif dari Federal Reserve dapat menjadi katalis positif untuk mendorong harga lebih tinggi. Namun, jalan menuju reli berikutnya masih dipenuhi spekulasi hingga hasil FOMC pada akhir Januari. Investor diharapkan untuk terus memantau perkembangan kebijakan makroekonomi, termasuk perubahan dalam tren neraca Federal Reserve dan keputusan terkait batas utang.

Baca juga: Tren Bitcoin 13-17 Januari 2025: Kapan TP? By Hoteliercrypto


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Fokus Terarah pada Bitcoin Saat Indeks Dolar AS Capai Titik Terendah

Perhatian dunia finansial tertuju pada Bitcoin (BTC) yang baru saja mencapai harga $61.000 setelah rilis risalah Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC). Kenaikan harga ini memicu minat baru terhadap mata uang kripto, terutama karena korelasinya yang kuat dengan likuiditas global.

Korelasi ini juga membawa perhatian pada indeks dolar AS (DXY), karena perubahan dalam DXY dapat mempengaruhi pergerakan harga Bitcoin. Biasanya, ketika dolar AS melemah, Bitcoin cenderung menguat karena investor mencari alternatif investasi yang lebih menarik.

Indeks Dolar AS (DXY) Mencatat Rekor Terendah Tahun 2024

Grafik DXY dan Pasokan Uang. Sumber: TradingView.
Grafik DXY dan Pasokan Uang. Sumber: TradingView.

DXY terus melemah sejak Juni dan baru-baru ini mencapai titik terendah di tahun 2024. Setelah menembus level terendah pada 1 Januari sebesar $101,340, DXY turun lebih jauh hingga menyentuh $100,923 pada hari Rabu. Saat artikel ini ditulis, DXY berada di angka $101,311. Penurunan ini dianggap positif untuk aset berisiko seperti Bitcoin dan kripto lainnya.

Di sisi lain, likuiditas global (M2) menunjukkan peningkatan. M2 adalah ukuran total uang yang beredar dalam perekonomian, termasuk rekening giro, tabungan, dan aset likuid lainnya. Peningkatan M2 sering kali dikaitkan dengan naiknya harga aset berisiko seperti Bitcoin, karena menunjukkan kebijakan moneter yang longgar dan pasokan uang yang melimpah.

Menurut analis dari Cryptonary, “BTC adalah aset yang paling sensitif terhadap likuiditas. Secara historis, peningkatan likuiditas global sebesar 10% telah menyebabkan kenaikan harga Bitcoin sebesar 40%.”

Federal Reserve dan Prospek Kebijakan Moneter

Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.
Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.

Baca juga: Harga Bitcoin (BTC) Menuju $80.000 Terhambat oleh Tren Makro

Risalah FOMC yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan kemungkinan Federal Reserve akan melonggarkan kebijakan moneternya dalam pertemuan mendatang, tergantung pada data ekonomi yang sesuai dengan ekspektasi. Beberapa pembuat kebijakan bahkan menyarankan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada pertemuan Juli. Namun, Fed akhirnya memutuskan untuk mempertahankan suku bunga.

Menurut CME FedWatch Tool, kemungkinan penurunan suku bunga sebesar 50 bps pada bulan September meningkat menjadi 30,5%, mencerminkan sentimen pasar yang optimis terhadap pelonggaran kebijakan.

Namun, Ketua Fed Jerome Powell terus menekankan pentingnya berhati-hati dalam menurunkan suku bunga. Meskipun demikian, risalah FOMC tetap memberikan wawasan berharga mengenai pandangan pembuat kebijakan yang mungkin berubah.

Pasar Menantikan Pidato Powell di Simposium Jackson Hole

Pidato Powell yang akan datang di simposium Jackson Hole pada hari Jumat menjadi sorotan pasar, karena diharapkan dapat memberikan petunjuk lebih lanjut tentang arah kebijakan Fed. Komentar Powell berpotensi memicu volatilitas pasar, terutama pada aset berisiko seperti Bitcoin.

Prospek suku bunga yang lebih rendah biasanya menguntungkan aset berisiko, yang sejalan dengan kenaikan Bitcoin baru-baru ini di atas $61.000. Meski harga telah menembus pola segitiga simetris, konfirmasi lebih lanjut masih diperlukan.

Analisis Harga Bitcoin

Grafik 1D BTC/USDT. Sumber: TradingView.
Grafik 1D BTC/USDT. Sumber: TradingView.

Penutupan candlestick yang stabil di atas $60.000, didukung oleh Indeks Kekuatan Relatif (RSI) yang tetap di atas 50, akan mengonfirmasi kelanjutan tren naik Bitcoin. Untuk melanjutkan kenaikan, Bitcoin perlu menembus zona resistensi antara $65.777 dan $68.424. Jika zona ini berubah menjadi support, ini bisa membuka jalan menuju rekor harga tertinggi baru.

Namun, jika Bitcoin gagal mempertahankan posisi di atas $60.000 dan turun di bawah garis tren segitiga simetris, harga bisa terus merosot. Jika tekanan jual terus berlanjut, Bitcoin bisa jatuh ke zona permintaan antara $53.485 dan $57.050. Kegagalan mempertahankan level support ini dapat menyebabkan penurunan harga lebih lanjut, hingga mencapai likuiditas di bawah $52.398, yang menandai potensi pembalikan tren.


Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



Sumber : news.tokocrypto.com