Tag: bitcoin

  • Pakar Investasi: Harga Bitcoin Akan Jadi Nol

    Bukan kali ini saja harga Bitcoin disebut akan menjadi nol. Yang terbaru adalah ucapan investor kawakan, Jim Rogers.

    Dalam wawancara dengan AERA dot (bagian dari media massa Asahi Shimbun, Jepang) pada Jumat (19 Juni 2020), Rogers mengatakan semua harga aset kripto, termasuk Bitcoin akan menurun dan semuanya akan menuju nol.

    “Orang yang memakai aset kripto berpikir mereka lebih pintar dari pemerintah, dan memang benar,” katanya.

    Tetapi, kata Rogers, pemerintah memiliki sesuatu yang tidak dimiliki kripto, yaitu persenjataan. Rogers mengira aset kripto akan hilang, sebab nilai asetnya tidak berdasarkan kekuatan senjata pemerintah.

    Baca Juga: Kepemilikan Bitcoin, Mungkinkah Trump Akan Larang

    Belakangan ini tampak ada keterkaitan antara pergerakan harga aset kripto dengan kebijakan pemerintah yang semakin otoriter. Ketika Presiden Donald Trump memerintahkan pembubaran massa protes damai di wilayah White House pada 1 Juni silam, harga Bitcoin melonjak lebih dari 8 persen.

    Pada November 2017, Rogers sempat menyebut Bitcoin terlihat sebagai gelembung (bubble). Sebulan kemudian, harga aset kripto tersebut mencapai all-time high pada kisaran US$20 ribu.

    “Aset kripto baru muncul beberapa tahun lalu, tetapi mendadak menjadi 100 hingga 1.000 kali lipat berharga. Ini jelas adalah gelembung dan saya tidak tahu harga sebenarnya. aset kripto bukanlah target investasi, melainkan hanya judi,” jelas Rogers. [cointelegraph.com/ed]

    Baca Juga: Apa itu Bitcoin Forks? Panduan untuk Pemula



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mungkinkah Bitcoin Jadi Mata Uang Nasional AS?

    Seperti yang ramai menjadi pemberitaan belakang ini, Microstrategy menginvestasikan cadangan kas mereka menjadi Bitcoin dalam jumlah yang tak tanggung-tanggung, total senilai $ 425 juta dalam BTC.

    Langkah perusahaan yang berbasis di AS ini bertujuan untuk berlindung dari inflasi dan meyakini Bitcoin sebagai lindung nilai yang andal, bahkan lebih dari pada emas yang sudah menjadi favorit industri selama beberapa dekade terakhir.

    Secara lebih dalam, keterlibatan cryptocurrency dengan ekonomi AS menggema sejak salah satu pendiri Morgan Creek Digital, Jason Williams, memposting pendapatnya di Twitter.

    “Amerika Serikat akan menjadi negara pertama yang mengadopsi #Bitcoin sebagai mata uang nasionalnya,” tweet Jason Williams dilansir dari zycrypto.

    Namun, hampir semua balasan tweet ini tidak setuju dengan pernyataan tersebut.

    Baca Juga: Harga Bitcoin di Level Ini Harus Dijaga, Akankah Bears Menembusnya?

    Lantas, mungkinkah Bitcoin menjadi mata uang nasional AS?

    Sampai saat ini, tidak ada negara di dunia yang menjadikan Bitcoin sebagai mata uang nasional. Bahkan, AS pun masih dalam tahap awal memberlakukan pedoman peraturan.

    Tapi, sudah ada jalur alternatif yang membuat Bitcoin jadi dominan dan menjadi mata uang negara, yaitu dengan cara adopsi eksternal dari investor institusi dan perusahaan teknologi tradisional terkemuka.

    Investor tumbuh 2x lebih besar menjelang pergantian tahun 2019 ke tahun 2020, sehingga tahun 2020 ini membuktikan Bitcoin sebagai penyimpanan nilai yang lebih baik.

    Investor berlomba mengunci aset mereka menjadi bentuk penyimpanan yang paling aman, sejak fase awal kekakuan politik antara AS dan pemerintah China – jauh sebelum pandemi melanda secara global.

    Saat pemilihan presiden AS, USD berada di titik terlemahnya. Hal ini menjadi salah satu faktor alami yang mendorong investor memilih emas, perak, dan aset di pasar saham.

    Selain itu, pencetakan dolar berulang untuk stimulus ekonomi juga membuat investor yang ingin memerangi inflasi dengan mengamankan aset keras dan nilai mata uang digital mulai menjadi tren pilihan.

    Secara mengejutkan, kinerja Bitcoin sebagai mata uang kripto yang dominan memiliki kinerja YTD sebesar 64%, sementara emas mencapai puncaknya pada 28%, dan perak pada 49%.

    Kemudian Microstrategy menjadi perusahaan yang merealisasikan cadangan Bitcoin yang besar tetapi bukan untuk dijual. Termasuk institusi yang berpusat pada kripto seperti Grayscale juga mengalami peningkatan investasi.

    Kesimpulan

    Untuk saat ini mungkin tidak karena negara tidak bisa mengontrol Bitcoin. Sebuah pemerintahan tidak suka dengan namanya terdesentralisasi, mereka harus mengontrol. Ini adalah sifat sebuah negara.

    Bitcoin jadi mata uang nasional di negara mana pun di dunia adalah hal yang mungkin terjadi di masa depan. Tanpa adopsi nasional, Bitcoin masih berharga secara inheren.

    Baca Juga: 4 Alasan Kenapa Kamu Harus Upgrade ke Tokocrypto 2.0



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum, Blockchain Pertama dengan Transaksi $1 Triliun Setahun

    Munculnya ruang keuangan terdesentralisasi (DeFi) di industri crypto mengakibatkan jaringan Ethereum (ETH), jaringan dasar DeFi, memproses lebih dari dua kali volume transaksi harian Bitcoin (BTC).

    Baca Juga: Kapitalisasi Pasar USDC Tumbuh Lebih Cepat Dibandingkan Tether

    Menurut data dari platform aggregator pasar crypto Messari, transaksi rata-rata harian selama 30 hari terakhir pada jaringan Ethereum berada di kisaran $7 miliar. Jika tren ini terus berlanjut, Messari memprediksi Ethereum akan menjadi blockchain publik pertama yang memecahkan rekor transaksi sebesar $1 triliun hanya dalam satu tahun.

    Ryan Watkins, salah satu petinggi di Messari, mengatakan lonjakan besar volume transaksi Ethereum berkaitan juga dengan peningkatan volume stablecoin ERC-20. Ditambah juga transaksi Tether (USDT) yang sekarang ada di jaringan Ethereum.

    Watkins juga menambahkan booming-nya platform likuiditas on-chain dari Decentralized Exchange (DEX) seperti Uniswap dan Curve menghasilkan lebih dari $20 miliar volume gabungan hanya pada bulan September.

    Baca Juga: Hal yang Harus Disiapkan untuk Menambang Bitcoin dengan PC

    Jika angka tersebut terus bertambah, bukan tidak mungkin Ethereum akan mencatatkan rekor baru dengan transaksi lebih dari $1 triliun hanya dalam satu tahun.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pakar: Bitcoin Siap Menutup Bulan Dengan $14.000

    Saat ini Bitcoin diperdagangkan dengan harga $ 13.000, naik 7,3% sejak harga $ 12.000 pada 21 Oktober. Aset digital ini membentuk tren naik, sehingga beberapa analis menyatakan jika cryptocurrency terbaik ini bisa mencapai ATH lagi dalam waktu dekat.

    “Bitcoin – JIKA kenaikan saat ini bertahan hingga akhir Oktober – bersiap untuk penutupan bulanan tertinggi kedua yang pernah ada $ BTC. Institusi semakin terlibat dalam kepemilikan Bitcoin. Lembaga menandai nilai aset mereka setiap bulan,” tweet Peter Brandt.

    Brandt merupakan seorang trader Bitcoin yang terkenal mempercayai Bitcoin siap menutup bulan Oktober dengan nilai tertinggi kedua kalinya. Dia menyebutkan, minat institusi seperti Grayscale dan Stone Ridge terhadap Bitcoin.

    Baca Juga: Inilah Keuntungan Investasi Bitcoin daripada Uang Fiat

    Ada satu metrik yang sering terlewatkan yaitu jumalh alamat BTC yang memiliki 0,01 koin. Meski biasanya angka tersebut menurun, tapi ada periode di mana angkanya naik seperti di sekitar tahun 2018. Menurut Glassnode, itulah yang dapat mencapai ATH terbaru.

    Sama halnya dengan investor yang memegang antara 1-10 BTC. Pada tanggal 14 September, jumlahnya sekitar 671.350 dan kemudian turun menjadi 653.000 pada 18 September. Tapi belakangan telihat mulai pulih hingga berjumlah 664.870.

    Grafik mingguan benar-benar menunjukkan bullish setelah Bitcoin akhirnya menginjak titik tinggi selama enam bulan terakhir. level resistensinya berikutnya menjadi $ 13.764, yang pernah tercatat sebagai nilai tertinggi di 24 Juni.

    Crypto Michael percaya bahwa Bitcoin akan berada di sekitar $13.500-$14.000 untuk harga tertinggi tahun ini.

    Josh Rager, seorang analis crypto, juga menunjukkan grafik yang menunjukkan harga BTC kemungkinan besar akan melewati harga 2 tahun terakhir, bukan ATH.

    Perlu dicatat bahwa harga tertinggi dalam 2 tahun terakhir berada di $14.000-an.

    Menurut tim Cryptoharian, harga Bitcoin sangat mungkin melewati $13.650 atau Rp 200 juta, jika tidak ada isu yang membuat crypto turun. Dengan momentum seperti ini, harga bahkan bisa mencapai $14.000 sebelum retracement terjadi.

    Baca Juga: Penguatan Bitcoin Dorong Para Trader ke Perdagangan Berjangka untuk Meraih Uang Besar

    Jika retracement terjadi, harga mungkin akan turun ke $11.500-$12.000 untuk jangka pendek.

    Bulls tidak hanya melihat Bitcoin memecahkan $ 13.764 saja, tetapi juga menutup nilai di atasnya bulan ini atau bulan berikutnya agar tidak terjadi pullback. Melihat tren bullish saat ini, apakah membuat Anda yakin bahwa Bitcoin akan bisa menembus $ 20.000 pada akhir tahun 2020?

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Melonjak Menyusul Bertambahnya Pasokan USDT (Tether) US$300 Juta

    Harga Bitcoin (BTC) melonjak 7,16 persen dalam 24 jam terakhir di kisaran US$6.691. Penguatan itu menyusul bertambahnya pasokan USDT (Tether) US$300 juta ke dalam pasar aset kripto secara global pada pekan lalu. Menurut Whale Alerts, pada hari kemarin saja, sekitar US$60 juta USDT sudah diterbitkan.
    Bitcoin naik lebih dari 7 persen dalam 24 jam terakhir. Sumber: Cryptocompare.

    Pasokan besar sebelumnya terjadi pada pekan lalu. Pada 30 Maret 2020, US$120 juta USDT diterbitkan, mengikuti US$120 juta pada 26 Maret 2020. Secara total, US$300 juta USDT diterbitkan dalam seminggu terakhir.

    Penerbitan USDT oleh perusahaan Tether yang lebih banyak ke dalam pasar adalah respons semakin banyak permintaan terhadap stablecoin bernilai dolar AS itu.

    Decrypt sebelumnya telah melaporkan tentang hubung kait antara pergerakan harga Bitcoin dengan pasokan USDT yang bertambah.

    Menurut Digital Assets Data kala itu, bahwa pasokan USDT yang lebih sedikit justru berdampak lebih besar terhadap pasar, daripada yang sebaliknya.

    “Penambahan pasokan USDT pada prinsipnya berdampak nyata pada dinamika pasar aset kripto, khususnya Bitcoin. Tetapi berikutnya mungkin berbeda atau tidak seperti yang kami harapkan sebelumnya,” kata Ryan Alfred, Presiden Digital Assets Data.

    Perusahaan swasta Tether bukanlah satu-satunya pihak yang membanjiri pasar dengan stablecoin bernilai dolar. Dolar sesungguhnya juga digelontorkan dalam jumlah masif oleh Bank Sentral AS alias The Fed, yakni US$1 juta per detik. Para pengamat berpendapat, itu sangat baik bagi Bitcoin karena bisa mendorong permintaan terhadap Raja Aset Kripto itu. [Decrypt/red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kode Sumber Bitcoin Akan Disimpan di Kutub Utara, Demi Cucu dan Cicit Kita

    Perusahaan GitHub, milik raksasa Microsoft, berencana menyimpan cadangan kode sumber (source code) Bitcoin di bawah gunung es di kepulauan Svalbard, Norwegia di Samudera Arktik, Kutub Utara. Kode itu dijamin aman hingga 1000 tahun lamanya untuk anak cucu dan cicit kita. Proyek dimulai akhir April 2020.

    Langkah itu adalah bagian dari GitHub Archive Program, di mana semua “snapshot” kode sumber yang tersimpan di servermilik GitHub sejak 2 Februari 2020 akan dibuatkan cadangannya. Semua disimpan ke gulungan film sepanjang 1 kilometer, secara berkala.

    Untuk memuluskan proyek itu, GitHub berkerjasama dengan Software Heritage Foundation, Arctic World Archive dan Oxford University’s Bodleian Library. Penyimpanan kode dibantu secara khusus oleh perusahaan asal Norwegia, Piql.

    Gulungan film akan disimpan di sebuah wadah baja, kemudian diletakkan di bawah tanah sedalam 250 meter.

    Kebetulan di Svalbard itu terdapat sebuah bekas tambang batubara. Posisinya pun tak jauh dari Global Seed Vault, yang merupakan tempat penyimpanan cadangan ribuan jenis bibit tanaman.

    Proyek ambisius GitHub dan Global Seed Vault kurang lebih serupa, yakni demi mengantisipasi manakala bumi terjadi perang nuklir yang maha kacau atau mungkin asteroid yang mengancam kehidupan manusia.

    Global Seed Vault di kepulauan Svalbard, Norwegia di Samudera Arktik, Kutub Utara.

    Bagi GitHub, sumber kode Bitcoin penting dibuatkan cadangannya, karena skenario terburuk terhadap Bumi di masa depan, bisa memusnahkan kode sumber Bitcoin yang tersimpan secara elektronis di ribuan komputer di dunia saat ini, termasuk di GitHub.

    Selain kode sumber Bitcoin, kode sumber protokol Lightning Network juga akan disimpan di tempat yang sama, selain kode sumber Dogecoin dan Ethereum. Yayasan Internet Archive dan Yayasan Long Now mendukung upaya itu, termasuk sejumlah ilmuwan dan sejarawan.

    Ratusan kode sumber yang disertakan dalam GitHub Archive Program.

    “Saya pikir ada kemungkinan bahwa di masa depan, catatan elektronis [file kode sumber Bitcoin-Red] akan hilang. Jelas sangat rapuh. Melestarikan beberapa hal ke dalam bentuk hard copy, pasti sangat membantu,” kata Wladimir van der Laan, lead developer Bitcoin.

    Sejumlah batasan
    Namun demikian ada sejumlah batasan yang mungkin ditemui atas langkah itu. Kata Van der Laan, dari sudut pandang programer di masa depan, katakanlah lebih dari 100 tahun dari sekarang, kode sumber seperti itu mungkin tak cukup istimewa, karena perlu konteks khusus.

    Jason Teutsch Pendiri Ethereum Truebit berpendapat serupa. Menurutnya, harus disertakan pula penjelasan dan konteks atas kode sumber itu, yakni meliputi catatan sosial, ekonomi, peraturan dan beraneka penelitian yang menggambarkan motivasi dan sumber daya.

    “Pun pada akhirnya pengembangan terhadap sumber kode, akhirnya menjadi lebih penting daripada kode itu sendiri,” katanya. [Coindesk/Bitcoinnews/Cointelegraph/red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Menguat, Mulai Bull di $8.000

    Bitcoin menutup pekan ini dengan naik 15,4% pada $6.775, mengawali hari dengan 6% dan terus bergerak meningkat menembus angka $7.000 hingga mencapai harga tertinggi $7.300Melihat kinerja ini dibandingkan dengan rekan-rekan Bitcoin, seperti Ether (ETH) dan EOS, mereka membubukan peningkatan sebanyak 16% selama 24 jam terakhir. Akibatnya dominasi Bitcoin turun 1.5% menjadi 65%.

    Total kapitalisasi pasar cryptocurrency menembus level $200 Miliar, menembus resistensi diagonal sejak Febuari ketika nilai total pasar secara singkat menyentuh $300 Miliar.

    Pasar cryptocurrency secara keseluruhan naik 86% dari posisi terendahnya, sedikit di atas $100 Miliar tetapi masih turun 30% dari nilai tertinggi tahun 2020. Hal ini menyoroti volatilitas di pasar selama beberapa minggu terakhir.

    Grafik Mingguan Bitcoin

    Bitcoin menutup minggu kemarin dengan bullish candle yang besar, hal itu terjadi setelah muncul minat beli pada Moving Average Mingguan ke 200. Moving Average Mingguan ke 100 berhenti melaju di $7.000 tetapi indeks osilator Schoastic yang relatif kuat berhasil melewati bullish dan memperlihatkan momentum yang masih mendukung adanya bull.

    Walau volume perdagangan terus menurun, tetapi jumlahnya masih lebih tinggi dari rata-rata biasanya. Pada konteks tersebut, dapat terlihat bahwa minat beli minggu lalu serupa dengan yang terlihat pada Oktober 2019 ketika Bitcoin melambung dari $7.200 menjadi $10.400. Hal ini menunjukan bahwa masih ada minat beli yang kuat di pasar.

    Penggunaan di atas Moving Average Mingguan ke 100 adalah sekelompok resistensi, bersamaan dengan itu, Moving Average Mingguan ke 20 biasanya yang menentukan apakah Bitcoin berada dalam pasar bullish atau bearish. Selain itu, rata-rata pergerakan 100 dan 200 minggu berada di area ini. Keduanya telah memainkan peran penting sebagai resistensi di masa lalu.

    Di antara pergerakan rata-rata terdapat titik pivot tahunan pada $8.100, jadi jika bull mereka baru bisa melanjutkan pergerakan melalui pergerakan rata-rata 100 minggu, dan hanya ada sedikit resistensi di atas $7.000.

    Baca juga: Harga Bitcoin Rebound ke $6.000, Trader Incar Gap di Pasar Berjangka

    Grafik Harian Bitcoin

    Seperti yang ditunjukkan pada grafik harian, Bitcoin menembus level rangetertinggi perdagangan sebelumnya. Serta, Moving Average Mingguan ke 100 mencapai titik kontrol pada $6.600. Indikator MACD menunjukkan kelanjutan tren yang terlihat jelas menuju ke sisi atas dan hampir melewati garis nol yang berarti Exponential Moving Average (EMA) ke-12 dan 26 ada pada harga yang akan menembus bullish pada grafik harian.

    Jika Bitcoin dapat menutup hari pada $7.200, hal itu sangat jelas menandakan bahwa akan ada bulls yang keberadaanya dalam kendali penuh setelah adanya penentu posisi dengan niali yang lebih tinggi dan diberpengaruh kesuksesan mencapai posisi terendah yang nialinya juga lebih tinggi. Hal ini mengisyaratkan perjalanan yang jelas hingga resitensi berada di sekitar $8.000.

    Grafik 4-Jam Bitcoin

    Grafik 4 jam menunjukan harga Bitcoin saat ini melintas di Moving AverageMingguan ke-100 yang telah memberikan perlawanan di puncak rangeperdagangan. Volume Profile Visible Range (VPVR) juga menunjukan ada sangat sedikit volume yang diperdagangkan di zona $7.850 di mana Moving Everage Mingguan ke 20 berada.

    Indikator MACD berhasil melewati bullish dan mencetak nilai tertinggi yang lebih tinggi lagi pada histogramnya yang mengindikasikan momentum harga tetap sebelum terjadinya bullish.

    Selain itu, indikator Aliran Uang Chaikin (CMF) yang mengamati jumlah volume Aliran Uang selama 20 periode terakhir menunjukkan bahwa ada perbedaan bullish dalam volume yang mengindikasikan tekanan beli yang cukup relatif.

    Melihat Kedepan

    Terlihat jelas price action saat ini berada pada sedikit minat jual-beli masih memegang kendali. Trader yang telah untung berada pada posisi jual jangka pendek atau posisi mengecilkan range perdagangan dan tampaknya mereka melihat hanya ada sedikit pasokan pada harga atas.

    CME Commitment of Traders melaporkan pada tanggal 3 April lalu, trader berukuran institusional mengurangi posisi jual bersih mereka di pasar.

    Sementara pasar ekonomi global terus menghadapi ketidakpastian yang belum pernah terjadi sebelumnya terkait dengan kebijakan moneter, Bitcoin dapat membuktikan diri sebagai kendaraan untuk melindungi dari risiko inflasi dan counterparty yang hadir dalam waktu yang lama. $8.000 adalah level kunci yang perlu dipertimbangkan untuk diposisikan kembali ketika melakukan bull agar pasar dapat kembali ke posisi bull market.

    Meski sebentar lagi, pasar akan menghadapi halving dan sedikitnya penjualan pada harga saat ini, Bitcoin terus memperlihatkan peran sebagai resistensi utama. Walau begitu pemulihan cepat dari posisi $4.000, kondisi pasar akan tetap goyah untuk masuk kembali pada bull.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Naik ke $7.200, Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?

    Mayoritas trader tampaknya yakin harga Bitcoin kemungkinan akan mencapai harga retest di $7.700 dalam waktu dekat.

    BTC saat ini menunggu harga seperti harga pembukaan tahunannya lalu dan kenaikan harga ke $7.700. Hal tersebut nantinya memungkinkan dominasi cryptocurrency untuk menguji reversal point yang krusial dalam memicu rally ke $10.500 seperti awal tahun ini.

    Ketika Bitcoin menggambarkan pola head and shoulders yang tidak jelas pada bulan Desember 2019 lalu, level $7.700 menjadi neckline dari seluruh formasi. Dan pada akhirnya, Bitcoin naik hingga $10.500 pada 13 Febuari dalam rally yang diperpanjang.

    Salah satu trader yang beroperasi di bawah nama alias Thrillmex mengatakan celah CME ada pada $8.400 dan merupakan area yang sama yang ditandai oleh analis teknis terkenal PentarhUdi pada awal Maret kemarin.Di tanggal 20 Maret, ketika harga Bitcoin masih diperdagangkan pada kisaran $5.200, PentarhUdi memperkirakan BTC akan pulih hingga $8.500. Level tersebut adalah level moving average mingguan sederhana dengan signifikansi historisnya.Baca juga: Harga Bitcoin Menguat, Mulai Bull di $8.000

    PentarhUdi sebelumnya berkata:

    “Harga ini harus naik dari Simple Moving Average(SMA) 200 Minggu ($5.200) hingga SMA 200 Hari ($8.500). Putusnya garis tren atas mengingatkan pada hasil hipotesis bearish dari ide-ide yang dikemukakan sebelumnya.”

    Perbedaan dalam pemulihan Bitcoin yang terjadi baru-baru ini di luar harga $7.100 adalah momentum kenaikan harga yang didukung juga dengan kenaikan volume. Rally sebelumnya mengindikasikan penurunan volume, yang biasanya menunjukkan breakout palsu.

    Dalam pergerakan jangka pendek, trader dapat mempertimbangkan empat skenario berikut:

    • Bitcoin berkisar antara $7.300 hingga $7.700 sebelum mogok di level Fibonacci $5.300
    • Bitcoin menembus harga hingga $8.200 mengikuti tren naik saat ini
    • Bitcoin menolak area resistensi di $7.700 hingga $7.900 untuk retest titik dukungan yang lebih rendah dalam kisaran $4.000 hingga $5.000
    • Bitcoin mencapai nilai tertingginya $8.400 hingga $9.000 menutup celah CME dan level kunci Moving Average Mingguan Sederhana

    Bear dan Bull Akan Bertempur Selama Seminggu Kedepan

    Skenario bearish BTC jangka pendek berada pada posisi time frame candleyang lebih tinggi, seperti candle mingguan, ditutup pada posisi di bawah $6.900 dan cenderung melanjutkan tren ke arah penurunan.

    Trader Cryptocurrency, Scoot Melker berkata:

     “Jika Anda bear, titik merah adalah tempat yang jelas untuk mengambil posisi jangka pendek. Jika Anda bull, tingkatkan kembali ke titik hijau, itu tampak seperti area masuk yang bagus.”

    Dengan pergerakan harga menuju posisi tutup candle mingguan di atas $7.000, pandangan umum pada perkembangan BTC setidaknya dalam jangka pendek, akan ada retest di $7.300 dan mungkin kenaikan yang diperpanjang hingga $7.700.

    Ketika harga Bitcoin didorong naik jauh lebih tinggi, lebih dari 10 altcoin terkemuka juga mengikuti kenaikan tersebut. Misalnya, Ether (ETH) menguat 4,41%, Bitcoin Cash (BCH) naik 4,57% dan Chainlink (LINK) bertambah menjadi 12,92%.Kapitalisasi pasar cryptocurrency keseluruhan sekarang mencapai $201,4 Miliar dan tingkat dominasi Bitcoin mencapai 64,2%.Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Dekati Bullish Cross yang Terakhir Capai $10Ribu

    Harga Bitcoin bulls menciptakan grafik candle mingguan berwarna hijau berturut-turut tetapi itu pun berkat harga di pasar biasa. Harga Bitcoin turun sekali lagi ke $7Ribu pada Senin ini.Harga Bitcoin ditutup pekan lalu di $7.126 dengan harga tertinggi di atas $7.306 dan terendah di bawah $7.472. Harga tersebut merepresentasikan kenaikan harga sebesar 3,16% dan tekanan pembelian lima minggu berturut-turut sejak penurunan tajam ke $3.000, yang dengan cepat ditolak.

    Bitcoin memulai minggu ini dengan aksi jual, dengan harga terdorong menjadi di bawah $7.000, mengikuti pasar biasa yang juga turun sekitar 2% pada Senin pagi.

    Ether (ETH), yang naik 14% pada minggu lalu dengan tertinggi mencapai harga $190 dan mengungguli Bitcoin, turun sebanyak 2,86% menjadi $175.

    EOS, yang minggu kemarin kuat bertahan di 4%, minggu ini lebih tahan lagi daripada Bitcoin dan Ether dan ada pada perdagangan flat pada $2,60.

    Dominasi Bitcoin turun sekitar 1,2% dari minggu lalu tepat di bawah 64%. Sebab hal ini dikarenakan keuntungan yang dicetak oleh ETH, EOS, Link, dan Tezos.

    Grafik 1-Minggu Bitcoin

    Grafik mingguan menunjukkan gambaran yang relatif jelas yang didefinisikan oleh kunci utama moving average.

    Grafik Moving average 200 dan 100-Minggu sebelumnya telah bertindak sebagai support dan resistence. Hal ini terlihat pada grafik moving average 100-Minggu yang berulang kali diuji selama lima minggu sebelumnya dan ditentukan oleh penutupan mingguan yang lebih tinggi, yang menggambarkan kurangnya minat jual.

    Berada di tempat yang lebih atas dari moving average 100-Minggu, bull telah mendorong harga sebanyak 50% kembali ke jalan harga tertinggi tahun 2020. Hal ini juga didukung dengan moving average 20-Minggu dan retracement 61,8% yang menjadi hambatan berikutnya untuk diatasi hanya jika harga berada di bawah $8.000 dan juga jika momentum ini dapat dipertahankan.

    Sementara itu, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) menunjukkan bulls hampir mencapai bullish cross, yang sebelumnya mendahului pergerakan bullish yang lebih besar, dengan dua contoh kejadian terakhir mengambil harga Bitcoin di $10.000.Selain itu juga, ada divergensi bullish yang belum dikonfirmasi pada grafik histogram. Kasus ini mendukung kejadian bearish tidak lagi dapat mengendalikan momentum. Juga, volume minggu lalu tetap relatif tinggi menunjukkan pembeli telah mengendalikan tindakan harga sekarang selama untuk lima minggu berturut-turut.

    Volume pembelian ini jelas ditunjukkan oleh indikator On Balance Volume (OBV), yang sistem volume kumulatifnya ditentukan oleh arah harga. Indikator khusus ini, menyoroti dampak pembelian volume tinggi yang berkelanjutan, mencetak nilai tertinggi dari yang tertinggi dan melampaui puncak tahun 2020. Selanjutnya, hal ini menggambarkan bulls bertahan dengan kuat dan berada pada kursi pengemudi dalam beberapa minggu terakhir.

    Nilai rendah minggu lalu di $6.500 menunjukkan bulls tertarik dalam membeli level $6.500 seperti kejadian bulan Desember 2019 silam, hal ini akhirnya menjadi penentu periode akumulasi menjelang perpindahan cepat ke $10.000.Bitcoin tampaknya telah kembali ke kisaran akumulasi ini sekali lagi dan diharapkan level $6.500 ini akan menjadi area minat beli jika terjadi retest.Namun, kenaikan juga perlu untuk mencapai nilai $7.000 agar bisa menunjukkan kekuatannya.

    Baca juga: Bitcoin naik ke $7.200, Apa yang akan terjadi selanjutnya?

    Grafik 1-Hari Bitcoin

    Paruh kedua minggu lalu menunjukan Bitcoin keluar dari moving average50-hari ke moving average 100-Minggu. Moving average 200 dan 100 hari berada di atas dan juga menggiring bagian atas rentang akumulasi sebelumnya yang ditentukan pada kuartil empat tahun 2019.

    Sedangkan, 6-mingguan diperlukan untuk bisa menembus di atas konsolidasi awal tahun ini. Hal ini menyiratkan masih ada pekerjaan signifikan bagi bulls untuk menembus dan membuat langkah menuju $10.000.

    Tanda-tanda positif awal akan datang dalam bentuk pemberian terus-menerus dan posisi terendah yang lebih tinggi, yang sebenarnya telah terjadi. Namun, Bitcoin masih tetap berada di kisaran 12% di bawah pengujian resistence yang lebih pasti.

    Bump dan Reversal

    Bitcoin juga bisa dibilang keluar dari level resistance bawah, yang padahal telah memimpin sejak Februari hingga penurunan kapitulasi. Pola grafik mirip dengan pola “Bump and Run Reversal”, yang jika berhasil ditembus dapat menyebabkan target harga setinggi awal yang telah memimpin sebelumnya. Hal ini juga akan mengisyaratkan target telah diukur sebelumnya untuk menjadi target tertinggi tahun 2020.

    Pola ini membutuhkan penembusan dengan volume tinggi yang mungkin telah hilang, walaupun sebenarnya belum dikonfirmasi, tetapi tentu hal tersebut sangat menarik.

    Korelasi Tetap Tinggi

    Bitcoin telah berkorelasi kuat dengan pasar biasa melalui aksi jual pandemi 2020 lalu. Ia berkorelasi dengan S&P 500 yang lebih dekat dengan emas yang hingga saat ini masih menjadi tempat perlindungan yang aman bagi para investor.

    Korelasi dengan S&P 500 mengisyaratkan Bitcoin masih dipandang sebagai aset berisiko dan mengobrak-abrik pasar biasa dapat menimbulkan masalah bagi harga Bitcoin. Hal ini telah menjadi peringatan, tetapi diabaikan pada Senin pagi kemarin dengan harga di bawah $7.000.

    Sentimen Pasar

    Sentimen keseluruhan masih berada pada harga Bitcoin yang tetap rendah. Hal ini mengingat indeks ketakutan dan keserakahan (fear and greed index) menunjukan pasar umumnya masih terbelenggu dengan ketakutan yang berlebihan. Pendanaan juga masih berada dalam posisi negatif atau mendekati nol serta kontrak berjangka juga diperdagangkan mundur di bawah spot.

    Secara historis, masa-masa ketakutan yang berlebihan seperti ini adalah periode kesempatan puncak untuk membeli Bitcoin, hal ini dikarenakan mayoritas terlalu takut untuk mengambil keuntungan dari harga yang rendah.

    Massa biasanya salah memprediksi pasar dan karena itu beberapa investor pelawan akan melihat hal ini sebagai sinyal untuk membeli.

    Bitcoin Fear and Greed Index. Source: Alternative.me

    Kedepannya

    Singkatnya, Bitcoin tetap terikat pada pasar biasa, yang masih dalam kondisi dengan gejolak dan ketidakpastian yang sama.

    Dengan blok rewards halving akan datang kurang lebih tiga minggu lagi, Bitcoin mungkin masih diperhitungkan dibandingkan harga yang diperdagangkan di awal tahun dalam mengatisipasi peristiwa halving ini.

    Hal ini terbukti dengan kisaran akumulasi yang sebelumnya di atas $6.500 tampaknya bertahan dalam jangka pendek.

    Saat ini kita memasuki minggu di mana kenaikan akan melihat $6.500 sebagai peluang pembelian, sedangkan jika bearish akan mempertahankan nilai $7.200. Penembusan bullish ke atas akan berarti target moving average20-Minggu harus di atas $7.000

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin: Menuju US$4 Ribu atau US$9 Ribu?

    Kuartal pertama 2020 sudah berakhir dan di minggu pertama kuartal kedua 2020 ini pasar aset kripto mulai menunjukkan gairahnya. Namun, akankah momentum bullishini bertahan lama? Mampukah Bitcoin menjadi US$9 Ribu?

    Oleh: Muhammad Kurnia Bijaksana
    Analis Teknikal Aset Kripto

    Kita dapat melihat bahwa tren harga Bitcoin menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan dari US$6 ribu hingga US$6.900 pada Minggu, 5 April 2020 dan masih mencoba menembus resistance di US$7 ribuan.

    Akankah di minggu kedua April kita melihat adanya kenaikan yang bisa membuat kita kembali ke harga di awal tahun? Atau kita akan kembali ke harga di awal Maret?

    Mendekati Golden Pocket
    Jika ditarik dari puncak harga di pertengahan Februari, saat harga Bitcoin masih di atas US$10 ribu, kita bisa melihat bahwa harga mengalami retracement atau pembalikan sementara dan sedang mendekati area “golden pocket” di level fibonacci.

    BERITA TERKAIT  PricewaterhouseCoopers (PwC) Terima Pembayaran Pakai Bitcoin

    Golden pocket adalah area di antara 0,5 dan 0,618 yang banyak digunakan tradersebagai titik tentu apakah sebuah tren akan berlanjut atau berbalik. Area Golden Pocket ada di antara US$7.130-7.900.

    Golden Pocket.

    Price action Bitcoin di sekitar area ini akan menentukan nasibnya. Golden pocket ini sekarang berlaku sebagai resistance.

    Jika Bitcoin gagal menembus area ini, kita bisa antisipasi penurunan sampai setidaknya titik terendah di bulan Maret lalu (sekitar US$3.800).

    Namun, jika Bitcoin berhasil menembus area ini, atau paling tidak bisa bertahan di dalamnya, maka kita bisa harapkan harga dapat kembali ke zona US$8.000 atau lebih.

    Bias Bearish Masih Kuat
    Namun, yang mengkhawatirkan adalah pola harga yang masih menunjukkan pertanda bearish. Dapat kita lihat bahwa tren naik yang terbentuk sejak akhir Maret kemarin hanyalah pola “rising wedge” di skala lebih besar.

    Rising wedge adalah pola yang menunjukkan retracement atau pembalikan sementara dari tren turun.

    Rising wedge.

    Jika pola ini terpenuhi, dan harga Bitcoin menjebol pola yang tergambar, maka harga Bitcoin dapat jatuh ke zona US$3.900.

    Antisipasi Puncak Volatilitas di Minggu Kedua April
    Di minggu kedua April, akan ada 2 event yang signifikan, yaitu Halving Bitcoin Cash dan Bitcoin Satoshi’s Vision. Kedua aset kripto yang merupakan hasil forking dari Bitcoin ini akan mengalami halving mereka untuk kali pertama.

    Walaupun belum ada data historis akan bagaimana pergerakan harganya menjelang dan sesudah halving, kita bisa persiapkan volatilitas harga: antara harga akan naik jauh, atau turun jauh dari sini.

    Hal ini mungkin akan berpengaruh pada harga halving kedua bagi aset kripto tersebut, yang dapat mempengaruhi sentimen pasar, terutama karena Bitcoin akan mengalami Halving di bulan berikutnya (Mei).

    Bagi para trader atau investor, price action dari Halving kedua aset ini dapat dijadikan pelajaran dan acuan untuk mengantisipasi bagaimana Bitcoin nanti saat Halving pada bulan depan. [kur]



    Sumber : news.tokocrypto.com