Tag: bitcoin

  • Whale Bitcoin: Strategi Sederhana Yang Membuat Anda Kaya

    Seorang Whale Bitcoin yang dikenal karena telah membuat pendapatnya bisa dibaca oleh publik, telah mempromosikan strategi investasi yang menurutnya telah diabaikan oleh sebagian besar trader crypto.

    Trader pseudonim yang dikenal sebagai ‘Joe007’ mengatakan bahwa trader pintar perlu memantau pergerakan harga jangka panjang Bitcoin, menjual posisi mereka ketika BTC telah meningkat 10x dan membeli ketika Bitcoin telah turun 5x dari puncaknya.

    Baca Juga: Cara Staking Aset Crypto untuk Mendapatkan Passive Income

    Joe007, yang dikenal karena menempatkan taruhan besar di bursa Bitfinex, menyebut metode ini sebagai “strategi investasi sederhana dan efektif yang memungkinkan siapa pun menjadi Whale dalam jangka waktu yang wajar.”

    Meskipun hasil yang berkurang pada akhirnya akan menendang dan menghilangkan kelangsungan strategi tersebut.

    Joe percaya aturan 10x / 5x akan bertahan setidaknya untuk beberapa siklus berikutnya. Ia pun yakin kalau saat ini harga masih terlalu tidak stabil untuk mengambil pendekatan “beli dan jangan pernah jual.”

    Joe mengatakan, gelombang High dan Low yang berulang cocok dengan desas-desus yang ada tentang BTC.

    “Beli BTC ketika turun, semua orang akan menggonggong tentang bagaimana itu akan segera nol, dan jual ketika naik dan tetangga boomer akan meminta Anda untuk tips bagaimana masuk ke ‘Bitcoin berikutnya’.”

    Ia pun juga mengatakan kalau halving Bitcoin akan mulai mengurangi masalah siklus-ke-siklus.

    “Halving mungkin telah menjadi pendorong utama ketidakseimbangan penawaran / permintaan pada siklus awal, tetapi seiring waktu perubahan di sisi permintaan akan memainkan peran yang jauh lebih besar.”

    Dalam hal portofolio pribadinya, ia mengatakan bahwa selain Bitcoin, ia menyimpan sejumlah uang di Tether (USDT) untuk melindungi nilai dari “kegagalan sistem perbankan.”

    Baca Juga: Apakah Dorian Nakamoto Adalah Satoshi Nakamoto?

    Bisa dikatakan, untuk jangka panjang, Joe007 menganut sebuah sistem gelombang (mirip Elliot Wave) yang sistematis untuk meraih keuntungan dipasar Bitcoin, dimana penurunan 5x bisa disebut sebagai Corrective Wave (Koreksi), dan kenaikan 10x bisa disebut sebagai Motive Wave (kelanjutan trend), sehingga ia akan cenderung mengabaikan hal-hal diluar ini dengan memilih untuk menunggu dan mengamati saja (wait and see). Bagaimana menurut Anda?

    artikel ini dapat dibaca kembali disini.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Naik Usai Ketua SEC Tegaskan Tidak Melarang Crypto

    Dominasi Bitcoin naik karena harganya melonjak menjadi $51.500. Kenaikan tersebut bertepatan dengan komentar Gary Gensler, Ketua SEC yang mengkonfirmasi bahwa Amerika Serikat tidak memiliki rencana untuk melarang crypto.

    Tak berjarak jauh dengan itu, salah satu Bank terbesar di Amerika Serikat juga mengungkapkan akan meluncurkan solusi penyimpanan crypto yang didukung oleh NYDIG

    Sayangnya, untuk saat ini solusi tersebut hanya akan menawarkan Bitcoin, dengan maksud untuk mendukung koin tambahan dari waktu ke waktu.

    Baca JugaGubernur The Fed Tegaskan Mereka Tidak Melarang Crypto!

    “Bulan ini semua mata tertuju pada persetujuan potensial SEC atas Bitcoin ETF. Semua itu akan lebih relevan mengingat dua perkembangan terakhir pada konferensi minggu lalu”.  Ungkap Gary Gensler menyinggung preferensinya untuk Bitcoin ETF.

    Selain tidak berniat melarang cryptocurrency, Gensler juga mencatat jika masalah stabilitas keuangan akan dapat terangkat oleh stablecoin sebagai prioritas agensi.

    Perwakilan anggota DPR Amerika Serikat. Patrick McHenry kemudian membidik tindakan dan sikap yang diambil oleh SEC mengenai aset digital di bawah kepemimpinan Gensler selama persidangan.

    McHenry menuduh kepala SEC gagal bertindak sesuai dengan praktik lama yang dipegang oleh agensi untuk memperhatikan komentar tentang pembuatan peraturan dan prosedur.

    “Beberapa komentar yang dibuat telah menimbulkan pertanyaan di pasar dan membuat segalanya menjadi kurang jelas. Orang-orang seharusnya membuat pernyataan yang tampaknya tidak masuk akal lebih dulu tanpa mengabaikan pembuatan aturan dengan mengeluarkan pernyataan tanpa proses yang semestinya. Lagipula, pada dasarnya orang-orang tersebut telah bertindak kasar terhadap investor Amerika.” Gensler memberi konfirmasi bahwasanya SEC mengikuti tindakan prosedur administratif.

    McHenry juga mengutip komentar yang dibuat oleh Gensler kepada Komite pada tahun 2019 ketika ia mengajar di MIT dan mengkritik keputusan sebelumnya dari SEC yang mengklasifikasikan BTC dan ETH sebagai komoditas.

    Baca jugaDC Comics Akan Meluncurkan NFT Batman dan Superman

    Ketika ditanya tentang pandangannya saat ini tentang masalah terkait masalah tersebut, Gensler menyatakan,

    “Saya tidak akan masuk ke satu token pun, tetapi saya pikir undang-undang sekuritas cukup jelas dan jika mereka mengumpulkan uang kemudian investasi publik dan memiliki ekspektasi keuntungan yang wajar berdasarkan upaya orang lain, itu telah sesuai dengan undang-undang sekuritas.”

    Sementara itu, sidang dilakukan pada hari yang sama ketika McHenry mengusulkan Clarity for Digital Tokens Act of 2021, yang sangat mengacu pada proposal safe harbour yang diajukan oleh Komisaris SEC pro-crypto, Hester Peirce, pada Februari 2020.

    Selama persidangan, McHenry menekan Gensler apakah dia telah meluangkan waktu untuk meninjau proposal Peirce.

    “Komisaris Peirce dan saya telah membicarakan pemikirannya tentang potensi pelabuhan yang aman. Saya pikir tantangan bagi publik Amerika adalah jika kita tidak mengawasi ini dan membawa perlindungan investor, orang akan dirugikan.”

    Gensler pun mengelak dan menjawab apakah dia telah meninjau proposal Peirce secara khusus.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Merosot Gara-Gara Trump Tunda Stimulus Covid-19 Kedua

    Donald Trump tunda paket stimulus Covid-19 kedua hingga pemilu AS 2020 rampung digelar. Pengumuman ini datang di saat genting, yaitu jelang pemilu AS yang ditetapkan akan terlaksana pada 3 November mendatang.

    Trump yang sedang dalam masa pemulihan ini memposting sebuah tweet :

    “Kami membuat tawaran yang sangat murah hati sebesar $ 1,6 Triliun dolar dan, seperti biasa, dia (Nancy Pelosi) tidak bernegosiasi dengan itikad baik.”

    Tweet Trump lebih lanjut, “Saya telah menginstruksikan perwakilan saya untuk berhenti bernegosiasi sampai setelah pemilihan ketika segera setelah saya menang, kami akan mengesahkan RUU Stimulus utama yang berfokus pada pekerja keras Amerika dan Bisnis Kecil.”

    Menurut CNBC, Trump nampak bertentangan dengan dirinya sendiri, setelah mendesak partai Democratic dan Republican menyepakati paket stimulus pada 3 hari lalu.

    Negosiasi stimulus Covid-19 telah berlangsung selama berbulan-bulan di AS, karena ekonomi AS yang memburuk dan jutaan warga AS jadi pengangguran dampak dari pandemi virus corona.

    Baca Juga: Mengapa Bitcoin Bisa Bernilai?

    Meski Nancy Pelosi sebagai Ketua DPR AS dan Steven Mnuchin sebagai Menteri Keuangan AS telah berbulan-bulan mendiskusikan hal ini, tapi dilaporkan bahwa Trump belum juga terlibat dalam hal ini.

    Tak lama setelah tweet presiden AS tersebut, tren pasar saham terpancing dengan Dow Jones Industrial Average yang turun sebesar 1,3%.

    Sementara pasar crypto juga bergejolak dimana harga Bitcoin turun hingga 1,4% dalam 7 hari terakhir. Dan, harga semua altcoin turun, termasuk DeFi YFI, turun lebih dari 55% dalam 30 hari terakhir.

    Hal tersebut membuktikan bahwa ruang crypto masih berkorelasi dengan pasar saham. Beberapa analis berspekulasi kalau crypto butuh waktu beberapa tahun untuk memisahkan diri dari pasar saham tradisional. Tetapi fiat khususnya dolar AS masih jadi patokan dan referensi nilai cryptocurrency.

    Trader mengantisipasi kesepakatan stimulus ekonomi kedua ini, karena banyak bisnis yang berjuang untuk bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19.

    Sayangnya, stimulus nampaknya telah mengeringkan likuiditas yang mendukung pasar. Bagaimana menurut Anda? Apakah keputusan Trump menunda stimulus kedua ini sudah tepat?

    Baca Juga: Begini Prediksi Pengaruh Pemilu AS Terhadap Bitcoin

    artikel ini dapat dibavca kembali disini.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bagaimanakah Prospek Bitcoin Ditengah Krisis Ekonomi?

    Dalam sebuah wawancara, John Vaz, ekonom dan akademis di Monash University menegaskan prospek Bitcoin (BTC) dan cryptocurrency bergantung pada respon pemerintah terhadap krisis ekonomi saat ini.Vaz juga menekankan pentingnya adopsi dan penerimaan terhadap cryptocurrency yang lebih luas lagi. Vaz menyamakan peran Bitcoin sebagai komoditas uang dalam konteks krisis ekonomi yang semakin memburuk dengan keberadaan rokok di dalam penjara.

    Bitcoin Jangka Pendek dan Pasar Utama

    Dalam trading jangka pendek, Vaz tidak terlalu terkejut ketika harga Bitcoin turun, ia juga menambahkan Bitcoin telah menderita dalam krisis likuiditas yang sama seperti kebanyakan pasar lain. “Ketika terjadi kekacauan, orang-orang akan membuangnya”, ujarnya.

    Ekonom ini menekankan bahwa “saat ini, semua hal sedang mengalami penurunan” dan mencatat hanya segelintir “tipe aset komoditas” seperti emas yang dianggap sebagai ‘safe havens’ yang tidak megalami penurunan harga yang sama cepatnya.

    Vaz menggambarkan persepsi terhadap USD sebagai “safe haven” adalah hal yang sangat mengherankan. Hal itu ia sampaikan dengan alasan bahwa mata uang Amerika Serikat tersebut merupakan aset yang paling buruk untuk dikelola.

    “Yang lebih mengherankan lagi, USD dipandang sebagai tempat yang aman, padahal mungkin USD adalah aset yang paling tidak bisa dikelola dengan baik […] mengingat beberapa pengeluaran yang terjadi di AS, seperti pemotongan pajak dengan jumlah besar dibebankan kepada sektor perusahaan dan semacamnya, pengeluaran untuk keamanan yang besar, dan sekarang bahkan pengeluaran yang lebih besar lagi untuk menstimulasi ekonomi. Jadi bagaimana hal itu dapa tertangani dengan baik?”

    Baca juga: Trading Bitcoin Tetap Kuat Meskipun Kondisi Global Terpuruk

    Bitcoin sebagai Alternatif

    Di tengah maraknya pengelolaan ekonomi yang semrawut, Vaz mengidentifikasi “peluang” untuk aset crypto muncul sebagai “mata uang alternatif dengan beberapa stabilitas dan perlindungan dari ruang mata uang lain.”

    Ia berpendapat, kebijakan ekonomi “dalam memotivasi awal terciptanya Bitcoin dan cryptocurrency” sama dengan “kebijakan stimulus yang akan dijalankan pasca-krisis”.

    Dia juga menegaskan, beberapa negara akan memiliki situasi di mana “mereka ingin melindungi mata uang mereka dari devaluasi dan menerapkan kontrol mata uang”. Sebaliknya “cryptocurrency bisa menjadi sangat menarik bagi banyak pasar sebagai cara untuk menumbangkan kontrol mata uang tersebut.”

    Vaz menambahkan, cryptocurrency lebih adil daripada mata uang kertas, “tidak akan ada bank atau pemerintahan yang membajak kerugian dan memprivatisasi keuntungan. Untuk melakukan hal semacam itu, cryptocurrency menawarkan peluang tersebut dan membuatnya berpotensi dalam membentuk uang alternatif.”

    Bitcoin sebagai “Rokok dalam Penjara” di Tengah Krisis Ekonomi

    Keberhasilan Bitcoin bergantung pada apakah cryptocurrency akan segera dapat diadopsi lebih luas lagi, khususnya pada wilayah institusi dan kelembagaan.

    “Secara historis, uang memiliki nilai karena orang menggunakannya dan percaya bahwa uang layak untuk digunakan. Dengan itu, rokok yang punya ciri sebagai ‘uang’ di penjara, tidak ada yang benar-benar menganggapnya sebagai uang tetapi Anda bisa membuat seseorang dipukuli, dibunuh, atau hal jahat apapun hanya untuk sebungkus rokok. Sekarang, nilainya mungkin tidak lebih dari rokok, tetapi jika melihatnya dengan perumpamaan tersebut, Bitcoin mungkin memiliki nilai yang sama baiknya dengan emas.”

    Diakhir wawancara, Vaz menyimpulkan “bagaimana pemerintah dan bagaimana ekonomi dikelola akan menjadi sangat penting di dunia Barat saat ini, dan (dapat) menciptakan peluang untuk cryptocurrency.”

    Bagi dirinya, apakah crypto akan berhasil atau tidak, itu “sepenuhnya bergantung pada berapa banyak tahanan yang mau mengambil rokok tersebut”.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah Strategi Veteran Bitcoin Yang Menghasilkan Keuntungan $ 10 Miliar

    Investor Bitcoin legendaris, Chamath Palihapitiya telah menerbitkan rahasianya menghasilkan keuntungan $ 10 miliar dalam Bitcoin. Ia memulai pertaruhannya pada tahun 2012 dan 2013 dan memperoleh 1 juta BTC dengan harga $ 80 saat itu.

    Strateginya adalah bisa membedakan kapan suatu investasi menghasilkan keuntungan dan mengetahui bagaimana mengelola risiko.

    Investasi 101: Jangan bingung membedakan presentase slugging dengan pukulan rata-rata. Palihapitiya menjelaskan bahwa investasi adalah tentang mengetahui produk yang Anda investasikan, meskipun produk tersebut tidak diketahui. Dalam hal ini, indikator MOIC (Multiple of Invested Capital) menjadi alat yang sangat diperlukan untuk mengetahui nilai total investasi atau portfolio.

    Baca Juga: Industri Cryptocurrency dan Blockchain di Indonesia Alami Pertumbuhan Besar-besaran

    Menurutnya, investor hebat fokus pada presentase slugging, yaitu mereka mengetahui investasi mereka dan dapat menambahkan lebih banyak uang untuk investasi tersebut. Mereka tahu bagaimana memanfaatkan atau mengambil risiko serta ‘menunggangi pemenang’.

    Kesimpulannya, investor hebat tahu bahwa memiliki investasi yang baik itu lebih penting, dari pada memiliki banyak bagian dari yang tidak relevan dari banyak pemenang.

    Palihapitiya menambahkan: Luangkan waktu untuk memahami apa yang Anda miliki sehingga Anda bisa menjadi ‘semua’ jika perlu. Seharusnya tidak pernah terjadi tetapi jika Anda memiliki tingkat keyakinan seperti ini, Anda akan mengukur dan menambahkan dengan tepat dan membiarkan persentase slugging Anda yang berbicara.

    Ketika Whitepaper Bitcoin diterbitkan oleh Satoshi Nakamoto pada tahun 2009, mantan eksekutif senior Facebook ini diperkirakan telah memiliki kekayaan $ 1 miliar.

    Melalui perusahaannya, Social Capital, dia telah berinvestasi di Digital Currency Group, sebuah perusahaan yang bertujuan untuk mempercepat pengembangan sistem keuangan yang lebih baik dengan mendukung perusahaan Bitcoin dan blockchain dengan akses ke modal.

    Bisa dikatakan bahwa sang investor tersebut melihat crypto baru yang berpotensial dan HODL, tidak melakukan perdagangan.

    Menurut para analis, selama Bitcoin masih diatas $10.000, trend masih terlihat bullish. Namun, masih ada CME Gap di $9.600 menghantui BTC. Pada saat pers, harga Bitcoin berada di $10.634 menurut Binance.

    Menurut Whalemap, aktivitas whale Bitcoin menunjukkan dukungan yang kuat di level $ 10.407 dan $ 10.570. ini berarti, whale Bitcoin telah mengumpulkan jumlah yang signifikan di level itu menjadi dukungan yang kuat. Whalemap menyatakan harga Bitcoin harus tetap di atasnya agar pasar tetap bullish.

    Baca Juga: Analisa Teknikal 7 Oktober: Bitcoin dan Ethereum

    artikel ini dapat dibaca kembali disini.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengapa Bitcoin Bisa Bernilai? – Tokocrypto News

    Sebagai kelas aset baru, Bitcoin seringkali disalahpahami sebagai aset yang tidak bernilai. Padahal ada banyak aspek fundamental yang membentuknya.

    Salah satu kesalahpahaman soal Bitcoin (BTC) adalah aset kripto itu tidak bernilai, sebab tidak didukung oleh aset fisik. Pemahaman itu disebarkan oleh tokoh-tokoh besar seperti Presiden AS Donald Trump dan investor miliarder Warren Buffett.

    Tetapi, BTC kini merupakan “mata uang keenam” terbesar di dunia, sehingga pastilah ada sesuatu yang membuatnya bernilai, sehingga bisa diperdagangkan dengan harga yang sangat tinggi.

    Sejarah Singkat Uang
    Dahulu kala, uang kertas dan koin logam dapat ditebus untuk emas fisik asli. Negara-negara maju memakai sistem standar emas, di mana mata uang nasional dipatok terhadap emas.

    Baca Juga: Bitcoin vs Emas, Mana yang Lebih Profit?

    Tetapi setelah era Depresi Besar, kebijakan ini diubah agar pemerintah dapat dengan bebas menambah suplai uang dan menstimulasi ekonomi.

    Amerika Serikat meninggalkan standar emas sepenuhnya pada tahun 1971 dan berubah menjadi standar uang fiat, di mana mata uang nasional tidak didukung oleh emas, tetapi oleh hukum permintaan dan penawaran serta kekuatan pemerintah dan politik.

    Selain itu, pajak harus dibayar dalam uang fiat, dan penghindaran pajak adalah tindak kriminal, sehingga hal ini mendorong kegunaan fiat untuk urusan perpajakan.

    Warga negara percaya kepada uang fiat, sebab dapat dipakai untuk membeli barang dan jasa. Tetapi hal ini belum tentu di masa depan, sebab tanpa didukung komoditas seperti emas, uang fiat dapat kehilangan nilainya seiring waktu seperti yang sudah terjadi di masa lalu.

    Bitcoin juga tidak didukung oleh komoditas apa-apa, tetapi Bitcoin bernilai melalui cara lain. BTC saat ini diperdagangkan di harga US$10 ribu dengan total kapitalisasi pasar senilai US$190 miliar. Hal ini menunjukkan Bitcoin bernilai bagi sekelompok besar orang.

    Basis nilai Bitcoin adalah karena ia didukung oleh algoritma matematika yang menjadi landasan teknologi blockchain dan mengendalikan suplainya.

    Algoritma ini menjamin suplai Bitcoin terbatas dan juga tidak bisa disensor.

    Anthony Pompliano berkata, “Bila Anda tidak percaya Bitcoin, berarti Anda tidak percaya kriptografi.” Pompliano berpendapat teknologi kriptografi blockchain itulah yang memberi nilai intrinsik terhadap Bitcoin.

    Bitcoin juga bernilai, sebab merupakan sistem moneter pertama yang berhasil berjalan tanpa badan pusat yang mengendalikan operasinya dan berada di luar struktur pemerintahan negara manapun, seperti emas.

    Suplainya juga tidak bisa dimanipulasi semena-mena, tidak bisa disita seperti halnya emas pada tahun 1930 di Amerika Serikat, dan menawarkan kebebasan finansial yang tidak bisa dilakukan menggunakan uang fiat manapun.

    Bitcoin juga berguna sebagai alat tukar, di mana ribuan pedagang saat ini menerima BTC sebagai alat pembayaran bagi barang dan jasa mereka.

    Bitcoin dipandang tidak selalu terkorelasi dengan pasar saham, sehingga dapat menjadi aset pelindung nilai di saat tren pasar menurun.

    Keyakinan terhadap mata uang terindikasi dari kegunaannya di dunia. Dolar AS merupakan uang fiat yang dapat dibelanjakan hampir di mana saja, sehingga konsumen cukup yakin terhadap dolar.

    Di sisi lain, Bitcoin masih jauh dari mainstream. Sudah lama sejak transaksi Bitcoin pertama untuk membeli pizza, tetapi adopsi massal belum terjadi.

    Keyakinan terhadap Bitcoin tidak akan tinggi sebelum adopsi massal terjadi dan Bitcoin digunakan sebagai alat bayar seperti uang fiat.

    Kendati berbeda, baik uang fiat maupun Bitcoin sama-sama didukung oleh keyakinan konsumen. Seiring bertumbuhnya sektor kripto, bertumbuh pula keyakinan akan Bitcoin.

    Karena nilai pasar Bitcoin merupakan fluktuasi suplai dan permintaan, maka harganya bisa meningkat pesat saat masa-masa sejahtera dan juga menurun tajam saat masa-masa sulit.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Adopsi Kripto Meningkat, Kini Ada Lebih dari 28.000 ATM Bitcoin di Dunia

    Kepopuleran dan tingkat adopsi Bitcoin yang makin tinggi membuat ATM Bitcoin pun ikut bertambah.

    ATM Bitcoin adalah tempat untuk membeli Bitcoin dengan menggunakan mesin sebagai perantara, pembeliannya semudah mengambil uang di rekening bank pada umumnya.

    Jumlah ATM kripto di seluruh dunia yang memungkinkan pelanggan untuk menukar fiat dengan kripto telah tumbuh secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

    Baca Juga5 Crypto dengan Kabar Potensial di Bulan Oktober: HBAR, IOTX, ONE, CRO, FIRO

    Menurut data dari CoinATMRadar menunjukkan ada sekitar 28.000 ATM kripto di 75 negara, dari Kazakhstan hingga Australia. Mayoritas  lebih dari 20.000 berada di Amerika Serikat.

    CoinATMRadar
    CoinATMRadar

    Salah satu negara yang menunjukan peningkatan signifikan terkait mesin tersebut adalah Amerika Utara.

    Di sana jaringan ATM cryptocurrency  dari Bitcoin Depot tercatat telah melebihi 5.000 unit sejak pertama kalinya. 

    Jumlah unit itu meningkat tiga kali lipat dalam enam bulan terakhir yang memberi lebih banyak pengguna akses ke transaksi cryptocurrency tanpa memerlukan bank atau penyedia layanan keuangan pihak ketiga lainnya.

    Baca jugaIMF Berencana Buat Aturan untuk Pasar Kripto

    Kemitraan Bitcoin Depot dan Circle K Jadi Salah Satu Faktor

    Kemitraan Bitcoin Depot dengan toko serba ada Circle K telah menjadi sumber utama pertumbuhan untuk kios kripto mereka.

    Seperti yang dilaporkan Cointelegraph, kedua perusahaan mengumumkan pada bulan Juli bahwa jaringan toko tersebut akan menjadi rumah bagi ribuan mesin ATM Bitcoin.

    Bitcoin Depot mengklaim memiliki lebih dari 3.500 ATM kripto yang beroperasi di seluruh AS dan Kanada yang memungkinkan pelanggan untuk membeli lebih dari 30 jenis kripto yang berbeda termasuk Bitcoin (BTC), Litecoin (LTC), dan Ether (ETH).

    Alimentation Couche-Tard, operator Circle K yang berbasis di Kanada, melaporkan bahwa mereknya mengoperasikan sekitar 7.150 toko di AS dan 2.111 di Kanada.

    Pertumbuhan kios kripto dipandang oleh banyak orang sebagai proksi untuk adopsi ritel Bitcoin (BTC) dan aset digital lainnya. Instalasi ATM Crypto telah melonjak di El Salvador.

    Di mana Bitcoin baru-baru ini menjadi alat pembayaran yang sah, memberi orang cara yang lebih mudah untuk bertransaksi di BTC atau mengubahnya menjadi fiat.

    Orang-orang Salvador juga menggunakan dompet cryptocurrency Chivo yang didukung pemerintah. Menurut Presiden Nayib Bukele, lebih dari sepertiga penduduk negara itu “aktif” menggunakan Chivo.

    Namun demikian, pertumbuhan ATM Bitcoin bukan tanpa risiko. Kraken Security Labs, memperingatkan awal pekan ini bahwa mesin tersebut rentan diretas karena administrator tidak pernah mengubah kode QR admin default.

    Tim keamanan mengatakan bahwa jika peretas dapat memperoleh kode admin, mereka pada dasarnya dapat menyusupi ATM.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mantan Eksekutif Facebook: Bitcoin Telah Menggantikan Emas untuk Melawan Inflasi

    Mantan Eksekutif Facebook, Chamath Palihapitiya, yang juga CEO Social Capital berpendapat bahwa Bitcoin (BTC) secara efektif telah menggantikan emas sebagai aset bernilai tinggi untuk melawan inflasi fiat money.

    Hal itu ia sampaikan kepada CNBC di ajang Konferensi Delivering Alpha, Kamis (30/9/2021).

    “Saya yakin, bahwa Bitcoin telah menggantikan emas dan itu akan terus berlanjut,” katanya.

    Bitcoin dan Inflasi

    Sejak tahun 2019, Palihapitiya, memang dikenal sebagai pembela kripto, khususnya Bitcoin. Baginya aset kripto itu terus akan menggantikan emas sebagai kelas aset untuk melawan inflasi.

    Namun demikian, di acara itu ia enggan berspekulasi berapa harga Bitcoin di masa depan, sehingga bisa menegaskan pendapatnya itu.

    Pada Januari 2021, Palihapitiya meramalkan harga Bitcoin bisa mencapai US$200 ribu per BTC. Rentang waktu untuk bisa mencapai harga itu, baginya, bisa hingga 10 tahun mendatang.

    Pandangan positifnya terhadap Bitcoin berpangkal dari keprihatinan dirinya terhadap dampak buruk inflasi.

    Baginya, Bitcoin yang saat ini menjadi bagian terpadu di neraca keuangan besar, seperti Tesla dan MicroStrategy, justru akan menyelamatkan nilai bisnis perusahaan, karena tidak bergantung pada aset lain seperti dolar AS ataupun emas.

    “Bitcoin bisa menjadi sangat besar di masa depan. Kita harus terus memperhatikannya,” tegas Palihapitiya.

    Baca jugaPerusahaan Besar Yakin Kripto Terus Cerah

    Support Level Bitcoin Kuat di US$40 Ribu

    Ketika artikel ini ditulis, Kamis (30/9/2021) malam, harga Bitcoin melonjak di kisaran US$43.200 per BTC. Lonjakan itu berkat support level yang kuat di US$40 ribu-41 ribu per BTC pada beberapa hari sebelumnya.

    Support ini bisa jadi buah dari konsolidasi sebelumnya, yang disampaikan oleh Mike Novogratz dari Galaxy Digital pada 26 September 2021, terkait penegasan larangan Tiongkok terhadap kripto.

    “Tekanan hari ini memang berdampak keras terhadap pasar kripto. Namun, saat ini sejatinya BTC dan ETH sedang terkonsolidasi,” katanya. Ketika itu harga Bitcoin ambruk hingga di bawah US$41 ribu dalam tempo sesaat saja.

    Baca jugaTrading Kripto Anti FOMO dengan CryptoHero

    Bitcoin Didukung Paypal

    Momen terbaik bagi Bitcoin datang pada Oktober 2020 silam, ketika PayPal memutuskan mendukung perdagangan Bitcoin dan kripto lainnya di aplikasi PayPal.

    Hal itu ditanggapi positif oleh Palihapitiya. Katanya, langkah itu kelak akan diikuti oleh perusahaan bank.

    Dan ucapan Palihapitiya terbukti. Pada Juni 2021 misalnya,  New York Digital Investment Group (NYIG) anak perusahaan investasi Stone Ridge bekerjasama dengan perusahaan penyedia jasa keuangan, National Cash Register (NCR).

    Kerjasama itu memungkinkan 650 bank di Amerika Serikat yang menggunakan layanan NCR bisa memberikan layanan jual-beli Bitcoin kepada jutaan nasabahnya.

    Ini kelak bisa menghalangi arus uang masuk dan keluar nasabah dari dan ke bursa kripto Coinbase di AS.

    sumber. 





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Visa Kembangkan Konsep Transfer Mata Uang Digital Aman

    Jika kamu membeli satu porsi sushi atau minuman jelly kesukaanmu, apakah kamu akan membayarnya menggunakan mata uang rupiah atau memilih scan melalui QR?

    Mungkin sebagian dari kita, penikmat teknologi zaman sekarang, akan memilih langsung scan menggunakan QR. Selain lebih praktis, scan QR juga dinilai lebih higienis. Dan mata uang crypto, sebenarnya sesederhana itu konsepnya.

    Lalu, bagaimana kamu mendapatkan mata uang digital yang berbeda, dengan mengandalkan tumpukan teknologi dan protokol yang berbeda, agar bisa lebih mudah menikmati teknologi seperti analogi di atas?

    Standar kepatuhan dan persyaratan pasar pun nantinya akan berbeda ketika berbicara satu sama lain dalam jaringan nilai yang lebih luas.

    Dan saat ini, tim riset dan produk Visa telah mengembangkan konsep baru untuk mendiskusikan dan menemukan solusi atas pertanyaan di atas.

    Tim riset Visa kemudian menyebutnya Saluran Pembayaran Universal (UPC) yang berfungsi untuk menghubungkan beberapa jaringan Blockchain dan memungkinkan transfer mata uang digital yang aman.

    Anggap saja sebagai ‘adaptor universal’ di antara Blockchain, yang memungkinkan bank sentral, bisnis, dan konsumen untuk bertukar nilai dengan mulus, tidak melihat apapun faktor bentuk mata uangnya.

    Visa dengan senang hati membagikan mekanisme UPC dalam makalah penelitiannya.

    Makalah tersebut dirangkum dalam panduan kebijakan untuk bank sentral dan regulator tentang implikasi penelitian dari Institut Pemberdayaan Ekonomi Visa.

    Baca jugaPolygon Meroket 330% Dalam Waktu Singkat!

    Alasan Interoperabilitas Lintas-Rantai Penting Bagi CBDC

    Meskipun mata uang digital mungkin tidak menjadi bagian dari kehidupan keuangan harian kamu hari ini, kemungkinan mata uang tersebut akan memainkan peran penting di masa depan.

    Selama dua tahun terakhir, bank sentral di seluruh dunia telah menjabarkan data jika minat terlihat terus meningkat untuk mengeksplorasi CBDC yang dapat digunakan oleh semua khalayak.

    Di tahun-tahun mendatang, banyak bank sentral kemungkinan akan menerapkan beberapa bentuk buku besar versi digital.

    Bank sentral di masa depan kemudian memilih tumpukan teknologi dan protokol desain yang paling masuk akal bagi konstituen mereka.

    Langkah selanjutnya hanya perlu mempertimbangkan faktor-faktor seperti tata kelola, persyaratan pasar, penyedia teknologi, standar kepatuhan, dan prioritas khusus negara.

    Ketika jumlah jaringan mata uang digital meningkat, maka masing-masing karakteristik desain yang unik. Seperti kemungkinan konsumen, bisnis, dan pedagang yang bertransaksi di jaringan yang sama, akan mengurangi penggunaan jenis mata uang yang sama.

    Tim Visa ungkap bahwa mereka percaya jika ingin CBDC berhasil, mereka harus memiliki dua unsur penting. Yaitu pengalaman konsumen yang hebat dan penerimaan pedagang yang luas.

    Ini berarti, harus ada kemampuan hebat untuk melakukan dan menerima pembayaran, terlepas dari apa mata uangnya, apa salurannya, atau faktor bentuk fisiknya. Dan disitulah mekanisme saluran pembayaran universal Visa masuk.

    Baca jugaTrading Kripto Anti FOMO dengan CryptoHero

    Konsep Dibalik UPC Milik Visa

    Konsep UPC akan menghubungkan jaringan Blockchain yang berbeda dengan membangun saluran pembayaran khusus.

    Dan Blockchain baru yang terpercaya akan dapat dengan mudah ditambahkan ke jaringan-jaringan tersebut dengan membuat saluran pembayaran yang baru.

    Lebih dari memajukan visi untuk interoperabilitas, UPC juga memiliki implikasi untuk mempercepat transaksi dalam mata uang digital.

    Nantinya, jaringan pembayaran modern saat ini dapat menangani puluhan ribu transaksi per-detik. Sedangkan beberapa jaringan Blockchain terbesar yang ada saat ini hanya dapat menangani sebagian kecil dari volume tersebut.

    UPC juga nantinya akan dibuat dari Blockchain dan memanfaatkan smart contract untuk mengkomunikasikan kembali dengan berbagai jaringan Blockchain.

    Kemudian, saluran tersebut akan memberikan throughput transaksi yang tinggi dengan aman serta meningkatkan kecepatan secara keseluruhan.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Penulis Rich Dad Poor Dad: Bitcoin Bisa Membuatmu Kaya dan Pintar

    Penulis buku terkenal Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki kembali memberikan pandangannya soal Bitcoin. Menurut Kiyosaki, Bitcoin bisa membuat investor lebih pintar dan lebih kaya.

    ” BITCOIN mendidik anak muda. Bitcoin memberi tahu generasi baru tentang mengapa orang tua menyukai emas. Orang tua tidak suka FED yang Korup. Kemudian Investor muda anti-Fed. Dengan emas, perak & Bitcoin membuat orang lebih kaya, lebih kuat melawan Fed,“ cuitnya.

    Minat Terhadap Bitcoin

    Minat Kiyosaki pada Bitcoin semakin meningkat awal tahun ini ketika bitcoin mengalami tekanan pasokan, yang dikenal sebagai halving. Sama seperti Federal Reserve AS dan bank sentral lainnya di seluruh dunia meningkatkan pencetakan uang untuk menopang perekonomian yang yang labil karena Covid-19. Ia justru melihat kalau Bitcoin dan cryptocurrency lainnya sekarang sedang menantang dominasi dolar AS dan fiat lainnya.

    “ Bank-bank sentral, mereka menciptakan ‘uang palsu’ dan meminjamkannya kepada pemerintah. Bitcoin dii sisi lain, sepenuhnya terdesentralisasi yang berarti bahwa tidak ada yang dapat memanipulasi pasar, “  ungkap pria berusia 63 tahun ini.

    Baca Juga: Laporan Terbaru Tunjukkan Investor Mulai Berburu Bitcoin

    Popularitas Bitcoin Meningkat

    Popularitas Bitcoin terus meningkat, dilansir dari survey yang dilakukan oleh Adamant Capital pada 2019 lalu. Responden yang memiliki pandangan positif tentang Bitcoin sebagai inovasi baru dal am teknologi keuangan naik dari 34% menjadi 43%. Persentase orang yang mengindikasikan bahwa mereka kemungkinan akan membeli Bitcoin dalam 5 tahun ke depan naik dari 19% menjadi 27%.

    Bukan hanya namanya yang makin beken, Bitcoin pun berhasil membuktikan kalau dia bukan investasi abal-abal. Soalnya harga aset ini sudah mulai mengalami perbaikan meski harus hancur saat Maret lalu. Tapi di bulan Juli harga Bitcoin cukup baik dan stabil, bahkan diakhir bulan harganya berhasil tembus ke angka $11.000-an atau jika di rupiahkan setara Rp160 juta.

    Baca juga: Harga Bitcoin Rally 13% Menembus $11.000

    Perbaikan harga BTC yang sangat cepat dibandingkan aset lain ini pun membangkitkan minat investor untuk mulai membeli Bitcoin. Ketenaran dan ketahanan Bitcoin ini pun turut dirasakan oleh investor tradisional yang dulu mengalokasikan dananya ke saham, emas atau properti.

    Hal ini makin dirasakan di tengah kondisi global yang masih tidak stabil. Apalagi mulai banyak negara yang masuk jurang resesi dan bank sentral mengambil langkah sangat drastis untuk meminimalisir kerusakan ekonomi karena pandemi.

    Penulis buku terkenal Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki  pun telah memperingatkan investasi yang dulunya populer yakni “real estate dan emas sedang dihapuskan dan akan digantikan oleh Bitcoin yang akan timbul ke permukaan.

    “Saya pikir ini penting, terutama bagi orang-orang tua seperti saya, untuk memahami dunia crypto. Karena dunia itulah yang mulai terlihat saat ini dan real estat serta emas sedang dihapuskan dan Bitcoin yang akan terlihat oleh dunia,” ujar Kiyosaki mengatakan kepada pendengar acara radionya, dilansir dari Forbes.

    Prediksi Bitcoin $75.000

    Kiyosaki pun juga sempat memprediksi jika lewat tweet16 Mei lalu jika harga BTC bisa menyentuh $75.000 dalam tiga tahun, atau setara dengan 1 Milyar Rupiah.

    Ia juga berbagi ketakutannya terhadap ekonomi yang sekarat telah membuatnya membeli lebih dari tiga aset yang ia anggap berharga di luar sistem keuangan tradisional: Emas, Perak, dan Bitcoin (BTC).

    Secara angka, prediksi ini mencerminkan peningkatan tahunan yang diperkirakan masing-masing sekitar 76%, 19%, dan 97% untuk emas, perak, dan Bitcoin. Ini menunjukkan bahwa, setidaknya berdasarkan perhitungan Kiyosaki, Bitcoin memiliki potensi keuntungan paling besar dari tiga aset itu.

    Baca juga: Seberapa Profit Bitcoin Dibandingkan Emas Dalam 10 Tahun?

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com