Tag: bitcoin

  • Twitter Luncurkan Fitur Tip dengan Bitcoin

    Salah satu platform media sosial terbesar di dunia. Twitter, baru saja meresmikan rencana mengenai pemberian tip untuk para pencipta konten.

    Fitur pemberian tip atau Tip Jar ini dapat membuat pencipta konten di Twitter menghasilkan keuntungan.

    Kabar spesialnya adalah Tip Jar ini akan memberikan kemudahan untuk memberi dan menerima tip dalam bentuk crypto yaitu Bitcoin.

    Pengumuman ini baru saja diresmikan pada Kamis, 23 September 2021, melalui pernyataan resmi di blog Twitter.

    Twitter Resmikan Fitur Tip Jar

    Dalam beberapa bulan terakhir, Twitter telah mengujicoba fitur Tip Jar ini dan juga memberikan beberapa publikasi untuk menarik perhatian publik.

    Pada Kamis, 23 September 2021, Twitter telah resmi mengumumkan bahwa fitur ini dapat resmi digunakan, namun baru untuk pengguna iOS.

    Selain menggunakan Bitcoin, Twitter juga menyatakan bahwa fitur ini dapat dilakukan melalui uang fiat dengan bantuan sembilan perusahaan keuangan lain.

    Perlu diketahui bahwa seluruh fitur ini tidak dijalankan oleh Twitter sendirian, karena ada kerja sama dengan jaringan dan beberapa perusahaan.

    Untuk fitur tip dengan Bitcoin sendiri, Twitter melakukan kerja sama dengan Strike, sebuah perusahaan aplikasi wallet Bitcoin.

    Strike bergerak pada Lightning Network, atau jaringan sampingan dari Blockchain Bitcoin, sehingga kecepatannya lebih tinggi dan biaya lebih rendah.

    Salah satu alasan Twitter menggunakan Strike sebagai rekan dalam fitur tip ini adalah juga akibat luasnya penggunaan Strike di beberapa negara termasuk El Salvador.

    Akibat kerja sama ini, nantinya jika ada donasi atau tip dengan Bitcoin, pengguna akan diberikan pemberitahuan melalui Strike.

    Jadi selain adanya tombol yang mempermudah donasi atau tip, para pengguna atau pencipta konten Twitter juga dapat menuliskan alamat wallet Strike di halaman pribadi atau Bio.

    Selain itu, nantinya Twitter juga akan membuat riwayat transaksi untuk penerima tip atau donasi.

    Tujuannya adalah untuk mempermudah perekapan dan juga untuk mempermudah  penerima untuk mengucapkan terima kasih kepada pemberi tip atau donasi.

    Baca JugaMilyuner Ini Prediksi ADA Tembus $4 Tahun Ini

    Terdapat Potensi Fitur NFT Baru

    Selain adanya fitur Tip Jar ini, Twitter juga mengumumkan adanya potensi penambahan fitur terkait Non Fungible Token (NFT).

    Dikabarkan bahwa Twitter akan meluncurkan fitur untuk mempermudah pengguna untuk melakukan publikasi NFT dan menjaga keasliannya.

    Nantinya Twitter akan mempermudah penerapan fitur ini dengan menyambungkan akun Twitter pengguna dengan wallet crypto pribadi yang memiliki NFT tersebut. Juru bicara Twitter mengatakan,

    “Autentikasi NFT akan diterapkan dalam bentuk logo atau lencana yang akan ditampilkan pada profil pengguna yang akan ditampilkan di foto profil, untuk menjaga keaslian NFT yang dipublikasi di Twitter.”

    Hingga saat ini masih belum ada publikasi jelas apakah NFT yang dimaksud hanya untuk publikasi di foto profil atau di halaman cuitan atau tweet pribadi.

    Namun nampaknya telah banyak pihak yang antusiasi mendengar kabar ini, akibat akan memiliki ruang publikasi untuk karyanya secara lebih luas dan tetap menjaga dari duplikasi.

    Baca JugaLark Davis: Ethereum di Atas $10.000 Akan Terjadi

    Percakapan NFT ini nampaknya juga dimulai dari beberapa seniman yang berbincang di Twitter untuk mengajukan fitur baru.

    Salah satu seniman tersebut adalah 3LAU yang merupakan seorang musisi. Ia membuat cuitan langsung kepada Jack Dorsey untuk mengadopsi NFT di Twitter.

    Pada saat itu, 3LAU meminta Twitter untuk membentuk fitur yang dapat menjaga keaslian dari NFT yang dipublikasi penggunanya.

    Kemudian pihak Twitter langsung menanggapi pernyataan tersebut dan kabar mulai beredar mengenai fitur baru NFT saat ini.

    Untuk kepastiannya masih belum dapat diketahui, namun sudah dapat dipastikan bahwa Twitter mulai terbuka terhadap adopsi crypto secara luas.

    sumber.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Jack Dorsey: Blockchain dan Bitcoin (BTC) adalah Masa Depan Twitter

    Jack Dorsey, CEO Twitter mengatakan bahwa teknologi blockchain dan Bitcoin (BTC) adalah masa depan untuk Twitter. Tegasnya, Twitter sekarang berada di bisnis inovasi, dalam diskusi virtual “Oslo Freedom Forum 2020”, Jumat (25 September 2020).

    “Blockchain dan Bitcoin (BTC) mengarah ke masa depan. Mereka mengarah ke dunia, di mana konten akan eksis selamanya. Saat ini kami tidak lagi dalam bisnis hosting konten, tetapi kami berada dalam bisnis inovasi,” katanya.

    Untuk mewujudkan itu Dorsey mengharapkan organisasi nirlaba, Blue Sky untuk membuat protokol Twitter lebih terbuka, di mana pengguna dapat berkontribusi dan mengakses data. Kelak Twitter menjadi lebih desentralistik dan melibatkan partisipasi pengguna.

    “Blue Sky adalah organisasi nirlaba yang benar-benar terpisah dari perusahaan Twitter. Kami akan fokus menjadi kliennya, sehingga kami dapat membangun layanan dan bisnis yang menarik. Siapa pun dapat mengakses dan siapa pun dapat berkontribusi,” tegasnya.

    Dia menambahkan, lembaga nonprofit tersebut masih mencari setidaknya lima peran, yang ditugaskan untuk membuat platform blockchain publik khusus untuk Twitter.

    “Karakter itu adalah yang paling mendasar di Blockchain dan Bitcoin. Kuncinya adalah akan semakin banyak keterlibatan individu di Twitter,” ujar Dorsey.

    Blue Sky kali pertama diumumkan oleh Dorsey pada akhir tahun 2019 silam. Ia menyebut peran organisasi itu sebagai “Open, Decentralized Standard for Social Media“, sebagai sebuah standar baru bagi media sosial yang memanfaatkan teknologi blockchain untuk menyimpan data, sekaligus sebagai sistem imbalan kepada penggunanya.

     

    “Akhirnya, teknologi baru telah muncul untuk membuat pendekatan desentralisasi lebih memungkinkan. Blockchain adalah solusi hosting yang desentralistik, terbuka dan tahan lama. Unik dari segi tata kelola, dan bahkan monetisasi. Banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, tetapi fundamentalnya ada di sana,” kata Dorsey kala itu.

    Baca Juga: Mengapa Bitcoin Bisa Bernilai?



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Milyuner Ini Prediksi ADA Tembus $4 Tahun Ini

    Cardano (ADA) terpantau memiliki kinerja yang patut diperhitungan. ADA mencatat lonjakan 1,027% dan berhasil diperdagangkan dengan normal di level $2,15. Dengan pencapaian tersebut, milyuner optimis ADA akan tembus $4 pada akhir tahun ini.

    Meskipun Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) adalah 2 cryptocurrency terbesar dan terkenal saat ini. Tetapi ADA perlahan-lahan menyusul sampai tiga besar setelah kenaikan spektakuler tahun ini.

    Narasi Bullish Akan Dimulai

    Milyuner yang disebutkan tadi adalah CEO dari salah satu perusahaan konsultan keuangan terbesar di dunia, Nigel Green dari deVere Group.

    Ia berbicara dengan Business Insider dan mengungkapkan pandangan optimisnya untuk Alt yang sedang tren ini.

    “Cardano akan menetapkan harga tertinggi baru berkat reli crypto yang lebih luas. Terutama karena peningkatan teknologi baru-baru ini. Hal ini bisa membuka jalan Cardano untuk mencapai harga tertinggi baru bahkan sampai $4 pada akhir tahun 2021.” Ungkap Green dalam sebuah wawancara.

    Baca JugaPlatform DeFi dan DEX Layer 2 Alami Lonjakan Luar Biasa

    Green menambahkan jika Cardano telah berada pada lintasan yang jelas dan tidak ada alasan untuk berpikir bahwa ini akan berhenti dalam waktu dekat.

    Menurut Green, jika orang-orang mengatakan ADA adalah token yang datang ‘entah dari mana’ kemudian berhasil ‘sukses dalam semalam’, sebenarnya bukan itu poinnya.

    Karena ADA sendiri dibuat oleh salah satu pendiri Ethereum, Charles Hoskinson yang kemudian diluncurkan pada tahun 2017 silam.

    Tidak hanya Hoskinson, para ahli juga ikut membantu penelitian ADA secara serius. Dan token ADA baru bisa menarik perhatian publik setelah lebih dari 18 bulan terombang ambing, dan itu bukan lah waktu yang singkat.

    Sementara itu, bulan lalu Green juga memprediksi Cardano akan mencapai $3. Prediksi itu pun terbukti akurat.

    Altcoin berhasil memuncak di angka $3,10 pada 2 September. Namun, harganya memang sedikit runtuh pada saat hari penulisan.

    Terlepas dari itu, Green tetap yakin bahwa Cardano akan bangkit kembali bersama dengan cryptocurrency teratas lainnya sambil mendapatkan keuntungan dari  green cred.

    Baca JugaNFT Proyek Cardano Diprediksi Memiliki Masa Depan Terbaik!

    Pendapat Green Tentang Penggemar Cardano Jangka Panjang

    Menurut Green, ADA sebenarnya sudah lama alami bullish jika dibandingkan dengan token cryptocurrency lainnya.

    Fakta menarik untuk dicatat, Cardano telah ditambahkan ke deVere Crypto sesuai dengan blog resminya.

    Dengan itu, Cardano berhasil bergabung dengan mata uang digital utama lainnya termasuk Bitcoin, Ethereum, Dash, Bitcoin Cash, XRP, dan Dogecoin.

    Kesimpulannya, tidak ada yang perlu di khawatirkan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Wow! Kartu Debit Ini Bisa Simpan Bitcoin

    Kartu debit rupiah itu sudah biasa. Tapi, kartu debit buatan Binance dan Visa ini bisa menyimpan Bitcoin (BTC) dan Binance Coin (BNB). Diluncurkan perdana di Asia Tenggara, tak lama lagi Anda bisa mencicipinya.

    “Bursa aset kripto Binance hari ini memperkenalkan Binnce Card untuk menjembatani kesenjangan antara aset kripto dengan barang dan jasa. Binance Card adalah bagian dari upaya Binance untuk memperluas adopsi aset kripto secara global,” Josh Goodbody, nmedia.id/wow-kartu-debit-ini-bisa-simpan-bitcoin/card.binance.comDirektur Growth Binance kepada Blockchainmedia.id.

    Didukung oleh Visa, Binance Card memungkinkan semua pengguna Binance yang memenuhi syarat untuk melakukan beragam pembelian dan pembayaran dengan Bitcoin dan Binance Coin, baik secara online ataupun offline.

    “Binance Card akan diluncurkan perdana di wilayah Asia Tenggara dalam beberapa pekan mendatang dan dilanjutkan di negara-negara lain. Kartu ini sudah bisa mulai dipesan sekarang. Selayaknya kartu debit biasa, Anda tidak akan dibebankan biaya rutin. Cukup pembayaran satu kali sebesar US$15 untuk setiap pemesan kartu baru,” jelas Josh. [red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisis Fractal: Harga Bitcoin Setara Rp5 Milyar Tahun Ini

    Bitcoin (BTC) dan pasar kripto yang saat ini sedang mengalami tekanan karena dampak global dari prospek keruntuhan Evergrande rupanya masih menyimpan dasar teknikal yang percaya diri.

    Berdasarkan analisis Fractal, kripto utama ini dilihat akan melesat hingga US$250.000 di tahun 2021.

    Apa Itu Fractal?

    Fractal secara umum adalah struktur geometris yang padanannya kita temukan di alam yang berupa bentuk berulang.

    Sedangkan, fractal dari sisi analisis teknikal adalah indikator yang berguna dalam perdagangan yang efektif. Fractal yang dimaksud adalah fragmen dari grafik harga aset, yang strukturnya berulang dalam periode yang berbeda.

    Berkat kesamaan dari fragmen tersebut, analisis dapat dilakukan untuk memprediksi perilaku harga atau indikatornya di masa depan.

    Baca JugaSemakin Keren, Cardano (ADA) Akan Terapkan Jaringan Layer-2

    Prediksi pada Harga Bitcoin 

    Fractal biasanya digunakan pada grafik jangka panjang Bitcoin karena kemiripannya sendiri tampaknya berasal dari siklus halving-nya.

    Menurut grafik yang diterbitkan oleh analis kripto Bit Harington, harga BTC berpotensi mencapai kisaran US$250-350rb pada akhir tahun 2021.

    Fractal Bitcoin, Sumber: Twitter Bitharington
    Fractal Bitcoin, Sumber: Twitter Bit Harington

    Cukup sederhana, gambar ini menjelaskan adanya satu garis resitance (R) dan support (S) muncul. Pertama kali garis ini muncul adalah di sekitar US$200 pada siklus 2012-2015, dan kemudian kita melihatnya lagi di sekitar US$3.000 pada siklus 2016-2019.

    Dan yang terbaru, analis menyarankan bahwa garis R/S yang sama akan ada di sekitar US$60.000.

    Dalam dua siklus sebelumnya, penembusan pada resistance menyebabkan kenaikan 6 kali lipat pada harga BTC. Ini adalah kenaikan parabola yang cepat.

    Menurutnya, menembus resistance terbaru saat ini dapat membawa harga ke kisaran US$250-350 ribu pada akhir tahun 2021.

    Baca JugaNFT Proyek Cardano Diprediksi Memiliki Masa Depan Terbaik!

    Meroket Setelah Halving 

    Tidak diragukan, halving adalah momen jangka panjang yang telah mendongkrak harga hingga ke level ATH baru dengan skala pertumbuhan yang cepat.

    Sekadar informasi, halving adalah momen saat hadiah penambangan BTC dikurangi setengahnya.

    Dengan melihat dua momen halving sebelumnya, harga telah mengalami peningkatan nilai sekitar 12.000 – 13.000-an persen.

    Berpegang pada fakta tersebut, analis Rekt Capital mengungkapkan dalam tweetnya bahwa halving ketiga BTC akan mengalami pertumbuhan serupa dan membawanya ke US$385.000-US$400.000.

    Tentu saja, halving ketiga sudah dimulai pada Mei 2020 lalu, sehingga harga saat ini hanya tinggal menjalankan prosesnya untuk mencetak ketinggian baru. Tetapi pertama-tama, harga perlu menemukan pijakan dari keterpurukannya saat ini. Mari kita saksikan.

    sumber





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Riset: 4 Peluang Mendorong Kapitalisasi Bitcoin Jadi $ 3 Triliun Di 2025

    Fakta bahwa cryptocurrency adalah non-sovereign, artinya tidak ada orang yang mengatur. Ini menunjukkan kekayaan pengguna tidak dapat disita oleh pemerintah atau melalui inflasi fiat.

    “Jika probabilitas itu rata-rata 5% secara global, kapitalisasi pasar Bitcoin, atau nilai jaringan, dapat melonjak lebih dari 10 kali lipat dari $ 200 miliar menjadi $ 2,5 triliun,” jelas analis.

    Bitcoin sebagai emas digital adalah pendapat lain dari analis Ark Invest. Namun, penggemar crypto menilai Bitcoin lebih dari pada emas karena portable dan dapat diversifikasi – sifat yang tentu berbeda dengan logam mulia.

    Bitcoin yang hanya menangkap 10% dari pangsa pasar emas saja, dapat mendorong nilainya menjadi $ 1 triliun – meningkat 5x lipat dari saat ini $ 200 miliar.

    4.Bitcoin Sebagai Lindung Nilai Terhadap Devaluasi Mata Uang

    Pendapat terakhir yaitu nilai Bitcoin berpotensi meningkat signifikan dalam 5 tahun ke depan, sehingga mampu bertindak sebagai lindung nilai terhadap fiat yang melemah. Bitcoin hadir sebagai sarana penyelamat yang layak bagi warga yang telah tidak percaya lagi dengan fiat karena inflasi dan hiperinflasi dalam beberapa kasus.

    Jika Bitcoin dapat meraih 5% dari basis moneter global, selain dolar AS, yen, yuan, dan euro, maka kapitalisasi pasar kripto dapat mencapai $ 1,2 triliun.

    Kesimpulannya, “Bitcoin menawarkan salah satu profil risiko-penghargaan yang paling menarik di antara aset, karena analisis kami menunjukkan bahwa Bitcoin harus berskala dari sekitar $ 200 miliar hari ini untuk menjadi $ 1-5 triliun kapitalisasi jaringan selama 5 – 10 tahun ke depan.”

    Baca Juga: Pelajari Strategi Day Trading Agar Lebih Untung

    Saat ini Bitcoin diperdagangkan pada $ 10.676,53 dengan kapitalisasi pasar $ 197 miliar. Menurut ARK Invest, kapitalisasi pasar $ 3 triliun pada tahun 2025 Berarti bitcoin akan dihargai lebih dari $ 140.000.

    Apakah ini mungkin terjadi? Sangat mungkin, karena Bitcoin sudah dilirik oleh investor institusi. Beberapa minggu lalu, perusahaan Microstrategy membeli total $420 juta dalam Bitcoin. Dan bisa dipastikan, akan ada perusahaan lainnya yang mengikuti gaya ini.

    artikel ini bisa anda baca kembali disini.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 4 Persamaan Bitcoin dan Emas Sebagai Alat Investasi Masa Kini

    Dulu menabung rasanya tidak jauh dari emas, uang, atau ikutan deposito di bank. Tapi seiring berjalannya waktu, menabung atau investasi itu banyak caranya, yang paling baru sih ada Bitcoin!Bitcoin dikenalkan pada 2009 oleh Satoshi Nakamoto, seorang anonim yang menghadirkan Bitcoin atau aset digital ini sebagai “protes” terhadap kondisi ekonomi saat itu. Jika menghitung usia aset ini yang baru menginjak 11 tahun masih terbilang sangat muda dan baru dibandingkan emas yang sudah ada sejak zaman dulu.

    Lalu apa itu Bitcoin?

    Bitcoin adalah mata uang digital yang menggunakan kriptografi rumit dan bekerja di jaringan canggih bernama blockchain. Bitcoin dapat digunakan sebagai alat pembayaran di tempat yang sudah menyediakan pembayaran dengan menggunakan Bitcoin. Aset ini juga bisa didapatkan dengan membelinya di bursa cryptocurrency tanpa perlu ke bank konvensional.

    Jika Bitcoin dapat disebut sebagai mata uang, pertanyaan selanjutnya adalah berapa nilai Bitcoin?

    Nilai Bitcoin selalu berubah seiring waktu, saat pertama kali dikenalkan ia bahkan tidak bernilai. Tapi seiring berjalannya waktu Bitcoin memiliki nilai hingga ribuan dolar. Harga Bitcoin tertinggi terjadi di tahun 2017, yakni menyentuh $20.000 setara dengan 2 Milyar. Kemudian, di tahun 2020 ini, 1 Bitcoin dihargai dikisaran harga $9.000 atau jika dirupiahkan adalah Rp130 jutaan.

    Karena harga Bitcoin yang berada di ribuan dollar, aset ini pun bisa dijadikan pertimbangan sebagai alat investasi.

    Bitcoin dan Emas

    Bitcoin sebagai alat investasi juga kerap kali dibandingkan oleh emas, karena sejauh ini emas memang memiliki nilai yang cukup stabil dan sudah bertahan sejak lama. Tapi daripada dibandingkan ternyata Bitcoin dan emas itu punya kesamaan. Apa saja kesamaan mereka ?

    Simak artikel ini sampai habis, dan dapatkan jawaban untuk memilih investasi emas atau Bitcoin.

    Jumlah terbatas

    Persamaan pertama dari Bitcoin dan emas adalah jumlah mereka yang terbatas. Bitcoin hanya memiliki suplai sebanyak 21 juta koin saja dan hingga saat ini sudah ada 80% Bitcoin yang ditambang dan diperkirakan mata uang kripto paling populer itu akan habis di tahun 2140.

    Kemudian dilansir dari Gold.org per 2019 diperkirakan jumlah emas yang berhasil ditambang adalah 197,576 ton. Jumlah tersebut jika disetarakan kurang lebih akan muat di tiga kolam renang berstandar Olimpiade. Masih diambil dari sumber yang sama, saat ini jumlah emas tanah diperkirakan ada sisa 54.000 ton saja, dan ini diprediksi akan habis kurang dari 20 tahun lagi.

    Karena keduanya memiliki jumlah terbatas, maka saat persediaannya habis, keberadaan mereka akan sangat langka, dan ini akan menjadi keuntungan bagi orang-orang yang sudah memiliki aset tersebut.

    Apa keuntungannya? 

    Tentu saja harganya akan semakin mahal! Karena Anda akan memiliki barang yang sudah sangat langka di dunia. Bahkan Bitcoin di tahun-tahun mendatang memiliki prediksi hingga ratusan dolar. Salah satu penyebabnya adalah karena ia makin langka dan susah didapatkan.

    Jadi, ketika Anda memiliki aset yang jumlahnya terbatas ini, Anda bisa memanfaatkannya untuk jadi kaya raya dengan menyimpannya dan menjualnya saat harganya meroket.

    Safe Haven Asset 

    Emas selalu jadi tempat yang aman dan pilihan pertama ketika orang-orang mau berinvestasi untuk berjaga-jaga di tengah krisis. Hal ini dikarenakan harga emas yang cenderung stabil dan naik ketika krisis terjadi, sehingga bisa dijadikan semacam “pengaman” ketika ekonomi sedang buruk. Namun, di zaman sekarang ada lagi Bitcoin yang bisa dijadikan pilihan sebagai aset masa kini yang bisa dijadikan investasi saat krisis melanda.

    Contoh terbaru adalah ketika WHO menetapkan pandemi Covid-19. Saat itu Bitcoin memang harus anjlok dan buat para pemiliknya khawatir. Namun tidak butuh waktu lama kini Bitcoin cukup stabil berada di $9.000-an ketika pandemi masih berlangsung dan krisis ekonomi global semakin mengancam. Oleh karena itu aset kripto tertua ini mulai dipandang sebagai aset yang cukup aman ketika ada kesulitan keuangan.

    Tidak Dikontrol Pemerintah

    Bitcoin bekerja di jaringan blockchain yang bebas campur tangan pemerintah dan sulit untuk diretas. Pemerintah tidak mengatur bagaimana Bitcoin diciptakan atau di distribusi. Semua sudah diatur oleh Satoshi Nakamoto, seseorang/sekelompok yang menciptakan Bitcoin. Pemerintah pun akhirnya tidak memiliki kontrol langsung atas Bitcoin.

    Hal ini pun dialami oleh emas, pemerintah tidak bisa menentukan harga emas sesuka hati karena harga aset ini dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran. Mengingat jumlah emas yang terbatas, makin sedikit maka harganya bisa terdorong naik. Kemudian pemerintah tidak bisa menambah pasokan Bitcoin dan emas ketika aset ini habis.

    Aset Pribadi tanpa Bank 

    Bitcoin dan emas sama-sama bisa menjadi aset pribadi  tanpa harus kita laporkan ke pihak lain atau membelinya melalui bank konvensional. Anda dapat membeli Bitcoin di bursa dan emas di toko emas atau tempat lainnya dan tidak perlu melaporkannya kepada pemerintah. Anda dapat mengontrol penuh kedua aset ini.

    Baca Juga: S&P 500 Akan Melonjak Menuju ATH Baru: Akankah Bitcoin Mengikuti?

    Investasi Bitcoin atau Emas ?

    Hingga saat ini Bitcoin masih menjadi aset yang cukup spekulatif dibandingkan dengan emas. Sebetulnya hal ini wajar, karena emas sudah ada sejak lama dan berhasil melewati banyak krisis dan ujian selama ada digunakan sebagai alat pembayaran atau investasi. Sedangkan Bitcoin masih terbilang baru dan masih butuh waktu untuk dikenalkan dan diadopsi di berbagai aspek kehidupan.

    Karena itu Bitcoin bisa sangat mengungguli emas karena ada teknologi canggih dibaliknya, yakni Blockchain. Kemudian, Bitcoin juga akan mengalami adopsi massal ke masyarakat dunia, sehingga akan makin banyak orang yang mengenal dan menggunakan Bitcoin. Jika hal ini terwujud maka kapitalisasi pasar aset ini akan semakin besar dan kesempatannya untuk menyaingi emas yang terbuka lebar.

    Menurut analis Bloomberg Intelligence Morgan Barna mengatakan, daripada membandingkan Bitcoin dan emas sebagai aset yang berlawanan. Mereka berdua ini dapat dijadikan aset investasi yang saling melengkapi sebuah portofolio investasi.

    “Emas memiliki sifat investasi yang lebih baik dalam beberapa kasus dibandingkan dengan bitcoin, tetapi bitcoin pun demikian terhadap emas,” ujar Morgan dilansir dari Bloomberg pada 2019 lalu.

    Ia juga mengatakan jika Bitcoin di sisi lain memiliki potensi untuk memberikan nilai lebih besar bagi investor dibandingkan dengan emas.

    Jadi, apa pilihan aset investasimu di masa depan ? Bitcoin, emas atau mau mencoba keduanya?



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin VS Properti, Mana Investasi yang Lebih Untung ?

    Zaman sekarang ini investasi bukan merupakan hal yang asing lagi, apalagi di tengah kondisi global yang tidak bisa diprediksi, kemudian mata uang yang selalu inflasi membuat investasi atau menabung sebuah aset menjadi hal yang patut diperhatikan demi hidup nyaman di masa depan.Salah satu investasi yang selalu memiliki peminat dari waktu ke waktu adalah properti, investasi ini biasanya dikaitkan dengan kepemilikan tanah, apartemen, rumah atau apapun yang berkaitan dengan bangunan. Hal ini wajar, karena pada realitanya harga properti dari tahun ke tahun bisa naik berkali-kali lipat, apalagi kalau kamu memilih lokasi yang strategis.Investasi properti masih jadi favorit bagi generasi baby boomer atau yang lahir tahun 60an, tapi dilansir dari Fintech Magazine, bagi kalangan milenial  (1991-1996)  dan GenZ yang lahir sesudah era itu justru memilih Bitcoin sebagai alat investasi.Apa itu Bitcoin? Jawabannya dapat kamu temukan di sini

    Lalu apa keuntungan investasi Bitcoin dibandingkan dengan properti dan bagaimana perbandingan keuntungannya?

    Jawaban Bitcoin vs Properti dapat kamu temukan di artikel berikut ini.

    Keuntungan Investasi di Bitcoin

    Cryptocurrency, yang paling populer di antaranya adalah Bitcoin. Ini adalah salah satu opsi investasi terbaru yang tersedia. Mata uang digital ini bertindak sebagai alat tukar global sebagai alternatif uang. Bitcoin didukung oleh teknologi blockchain.

    Jumlah Terbatas

    Salah satu manfaat besar dari investasi bitcoin adalah mata uang ini  terbatas hanya berjumlah 21 juta saja. Jadi ketika suplai ini habis, maka Bitcoin tidak akan diproduksi lagi. Harga Bitcoin akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya kelangkaan Bitcoin.

    Modal Kecil

    Untuk memulai investasi ini pun tidak perlu modal besar seperti properti, karena kamu tidak perlu membeli 1 BTC untuk bisa investasi, bisa dimulai dari Rp50.000 atau Rp100.000 kamu sudah bisa memiliki sejumlah kecil BTC dan bisa terus ditambah seperti menabung. Dengan begitu investasi ini pun termasuk terjangkau oleh berbagai kalangan, termasuk mahasiswa.

    Terhindar dari Inflasi

    Karena Bitcoin tidak diatur oleh suatu negara atau lembaga tertentu, Bitcoin terhindari dari inflasi. Pergerakan harganya berkaitan dengan hukum supply dan demand. Selain itu, Bitcoin tidak perlu perawatan bulanan seperti properti.

    Namun, sama besarnya dengan semua fasilitas ini, ada beberapa kekurangan dari aset ini.  Bitcoin adalah aset tidak berwujud, ada sedikit ruang untuk kesalahan dalam pertukaran. Mata uangnya sepenuhnya digital, yang membuatnya terbuka untuk serangan cyber terutama jika kamu menyimpannya di exchange yang sepenuhnya terhubung di internet.

    Tetapi jika kamu menyimpannya di cold wallet ini keamanan akan cukup terjaga.  Juga, meskipun hanya ada sedikit jumlah Bitcoin, ada banyak jenis cryptocurrency lain yang tersedia yang dapat meningkatkan pasar

    Keuntungan Investasi di Properti

    Properti juga merupakan investasi nyata, kamu bisa  menarik uang darinya dan mengembalikan nilainya. Dengan pembelian atau penjualan yang tepat, kamu bisa mendatangkan uang sambil memberi nilai pada aset yang dapat dijual. Keuntungan dari investasi ini antara lain:

    Aset Berwujud

    Properti adalah aset yang bisa kamu lihat dan rawat secara langsung, kamu juga akan mengetahui jika aset kamu mengalami kerusakan dan bisa meminta perbaikan dengan klaim asuransi

    Investasi Serbaguna

    Kamu bisa menyewakannya sehingga mendapatkan pendapatan tambahan setiap bulan dari biaya  yang diberikan orang lain.

    Harga Naik

    Properti sejauh ini selalu memiliki harga dengan tren positif setiap tahun harganya naik karena faktor inflasi dan kekuatan pasar. Bahakn diasumsikan properti bisa mengalami kenaikan 20% setiap tahunnya, sehingga harga properti akan makin mahal setiap tahun apalagi jika lokasi yang dipilih strategis.

    Tapi, ada kekurangan untuk investasi properti yakni beban perawatan yang besar, investasi padat modal yang artinya makin besar modal yang dimiliki maka semakin besar pula keuntungan yang bisa didapat. Selanjutnya, investasi properti tidak begitu terjangkau karena kamu harus menyediakan tabungan yang cukup banyak untuk membeli sebuah properti.

    Selain itu kamu masih akan dibebankan dengan pajak seperti PPH dan BPHTB. Besarnya pajak PPH adalah 5% yang dikenakan bagi penjual dan untuk BPHTB sebesar 5% dikenakan bagi pembeli, sehingga pengeluaran tiap bulan atau tahun bisa bertambah.

    Perbandingan Keuntungan Investasi dalam 10 Tahun

    Setelah mengetahui keuntungan hingga kekurangan dua aset ini, maka kini saatnya untuk membandingkan keuntungan yang bisa di dapatkan jika kita berinvestasi Bitcoin ys properti.

    Di tahun 2019, dilansir dari Kompas.com harga properti satu unit rumah berada di kisaran harga Rp500 juta.  Kita akan membeli rumah tersebut dengan menggunakan kredit kepemilikan rumah (KPR), dilansir dari data Bank Indonesia di triwulan ke tiga 2019 jumlah pembelian rumah menggunakan KPR mencapai 76,02%.

    kpr10 tahun
    Simulasi perhitungan cicilan rumah dalam 10 tahun

    Di sini ada contoh perhitungan sistem KPR menggunakan Bank BTN. Kami akan mengambil properti dengan harga 500 Juta tanpa subsidi. Sehingga uang muka awal adalah Rp75.000.000. Dengan jenis suku bunga flat, dan suku bunga tahunan 8.99%

    Setelah dihitung secara umum menggunakan simulasi yang diberikan oleh Bank BTN, kami harus mengeluarkan uang hingga Rp112.975.600 di pembayaran pertama. Ini termasuk biaya di muka, notaris, asuransi, dan lainnya. Kemudian cicilan selama 10 tahun akan dibayarkan dengan nominal Rp6.725.600 dalam 120 bulan dan rumah itu baru jadi milik pribadi sepenuhnya.

    Jika disederhanakan, maka paling tidak kamu harus memiliki modal minimal  Rp113 juta, dengan gaji yang stabil di kisaran Rp12.000.0000-Rp15.000.000 agar cicilan dan kebutuhan lain tetap terpenuhi. Modal yang terbilang sangat besar, dengan pengembalian yang tidak terlalu cepat. Karena jika kamu ingin menjualnya kembali, paling tidak harus menunggu hingga 10 tahun lagi.

    Sedangkan, mari kita ambil perbandingan harga Bitcoin tertinggi di 2019 yg berharga $7.335.29 setara dengan Rp108 jutaan. Jadi, dengan modal yang sama kamu bisa mendapatkan 1 BTC tanpa harus mencicilnya.  Kemudian, tinggal disimpan hingga menunggu harganya naik. Di 2020 ini harga BTC berada di kisaran $9.000 setara dengan Rp133.000.000.

    Artinya, dalam satu tahun kamu sudah mendapatkan keuntungan Rp25 juta jika menjual BTC yang kamu beli tahun lalu dan dijual tahun 2020. Tetapi jika kamu membeli properti, maka kamu justru harus mengeluarkan uang untuk cicilan hingga 10 tahun ke depan.

    Kesimpulannya, Bitcoin vs Properti dari segi modal akan lebih untung jika investasi di BTC daripada properti. Karena kamu sudah dapat membeli 1 BTC, sedangkan di properti kamu baru melakukan pembayaran awal, dan dalam satu tahun pun belum terlihat keuntungan berarti ditambah lagi akan ada biaya tambahan untuk merawat rumah, sedangkan BTC dalam satu tahun itu berhasil naik dan tanpa uang tambahan apapun.

    Tabel BTC dan Properti Siapa yg Lebih Untung 2

    Keuntungan dalam 10 tahun jika diasumsikan properti akan naik 20%/tahun dan kamu akan lunas mencicil KPR per Januari 2030.

    Menurut laporan dari Crypto Research Team harga BTC di 2030 diprediksi akan menyentuh $397.277, jika di rupiahkan di kurs saat ini maka nilainya adalah 5.8 Milyar Rupiah. 

    Dalam kata lain dari segi modal dan pengembalian keuntungan,  maka Bitcoin vs Properti lebih menguntungkan BTC dibandingkan properti, dan kamu masih tetap bisa beli properti dengan keuntungan yang kamu dapatkan dari Bitcoin.

    Disclaimer

    Artikel ini adalah artikel perbandingan antara investasi Bitcoin vs Properti yang dirangkum dari berbagai sumber untuk memberikan informasi dan perkiraan investasi mana yang lebih menguntungkan. Artikel ini bukan merupakan anjuran atau saran dalam berinvestasi, karena investasi apapun harus atas kesadaran dan kemampuan pribadi tanpa ada unsur paksaan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Alasan Bitcoin Bisa Wujudkan Kebebasan Finansial

    Bitcoin adalah alat investasi masa kini, dengan menggunakan Bitcoin kita bisa meraih kebebasan finansial. Karena dengan modal minim mulai dari Rp100.000 saja kita bisa mendapatkan return yang berkali-kali lipat. Hal ini dikarenakan Bitcoin fluktuatif sehingga harganya bisa naik dengan sangat cepat.

    Baca Juga: Apa itu Bitcoin ? Panduan Lengkap untuk Pemula

    Berinvestasi dengan aset ini bisa mendatangkan keuntungan yang cukup besar dan cepat, sehingga kebebasan finansial bisa mudah didapat.

    Lalu apa sih itu kebebasan finansial?

    Kebebasan finansial adalah ketika kamu bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, punya tabungan yang cukup, ada pendapatan tambahan yang jumlahnya menyamai pendapatan bulanan, bebas hutang dan cicilan serta memiliki kebebasan untuk menabung tanpa ada halangan.

    Terus bagaimana caranya untuk bebas finansial?

    Cara bebas finansial yang bisa kita lakukan adalah dengan menabung atau investasi dengan menggunakan Bitcoin.

    Baca Juga: Cara Beli Bitcoin Mudah untuk Pemula

    Berikut ini beberapa alasan Bitcoin yang bisa membantumu meraih kebebasan finansial

    Mulai 100 Ribu Aja

    Bahkan untuk yang penghasilannya minim tetap bisa untuk menabung dengan Bitcoin. Karena Bitcoin itu bisa dibagi, jadi meski harga 1 Bitcoin adalah 100 juta misalnya, kamu tetap bisa punya Bitcoin dengan harga Rp100.000, dengan  mendapatkan 0 koma sekian persen BTC.

    Karena itu dengan nabung Bitcoin mulai Rp100.000 aja dan dilakukan dengan rutin lama-lama kamu akan mendapatkan  satu Bitcoin dan bisa dapat untung.

    Nah, kalau nabungnya 100 ribu perbulan, terus untungnya gimana?

    Di sini letak kerennya Bitcoin, mulai Rp100.000 bisa untung satu juta! Soalnya Bitcoin punya volatilitas yang besar di mana harga naik dan turunnya itu cepat. Misal, hari ini kamu beli 0 koma sekian persen BTC cuma Rp100.000 kemudian minggu depan harga BTC meroket dua kali lipat dan kamu jual BTC itu.

    Artinya kamu udah dapat untung Rp100.000 lagi. Ini kan kalau kamu punya 0 koma sepersekian BTC, kalau kamu punya satu BTC tentu aja untungnya akan lebih banyak bahkan bisa lebih dari pendapatanmu dalam setahun.

    Di sini kamu akan mendapatkan pendapatan berlipat ganda, yang bisa membuat tabungan jadi banyak dan membuatmu jadi bebas secara finansial.

    Baca Juga: Daftar Platform Trading Bitcoin Legal di Indonesia

    Tidak Memiliki Syarat dan Aturan yang Rumit

    Buat sebagian orang halangan dalam menabung adalah aturan dan syaratnya yang rumit, terutama jika mau menabung di saham atau deposito bank. Tapi syarat yang susah ini tidak ditemukan di Bitcoin.

    Kamu bisa memiliki Bitcoin tanpa pusing dengan banyak berkas. Cukup download aplikasi bursa yang sudah legal, kemudian isi data diri, upload dokumen seperti KTP dan lainnya kemudian deposit dan beli Bitcoin. Ini bisa kamu lakukan di mana saja bahkan sambil rebahan pun gak masalah.

    Pemerintah Gak Ikut Campur

    Buat negara demokrasi seperti Indonesia mungkin ini gak terlalu berasa efeknya. Tapi buat negara yang cukup otoriter. Bitcoin itu bagaikan penyelamat karena pemerintah gak bisa mencampuri warganya untuk investasi di Bitcoin, karena jaringan Bitcoin berdiri sendiri di jaringan canggih dan tidak bisa diatur oleh sembarang orang yang bernama blockchain.

    Karena ini warga negara pun bisa bebas investasi tanpa takut dihalang-halangi pemerintah, sehingga warga bisa merasakan kebebasan finansial karena bisa menabung dan mendapatkan pendapatan tambahan dari Bitcoin.

    Tanpa Pajak

    Jika investasi di properti akan ada pajak yang dibebankan setiap tahunnya, tapi di Bitcoin? Gak ada pajak yang dibebankan oleh pemerintah kepada pemilik aset ini. Sehingga keuntungan yang didapatkan pengguna Bitcoin tidak berkurang karena pajak.

    Hal ini tentu menguntungkan karena berinvestasi di sini berarti kamu bisa mendapatkan penghasilan yang murni tanpa dikenakan pajak yang besar,dan  akan membantumu untuk menabung demi meraih kebebasan finansial

    Alat Lindung Nilai

    Alasan Bitcoin kelima adalah aset ini terhindar dari inflasi, maka berinvestasi di sini bisa membuat nilai asetmu cukup aman. Karena ketika krisis melanda, Bitcoin bisa membantumu untuk dijadikan alat investasi. Ini  terbukti dari harganya saat krisis global  justru membaik, bahkan di Juli sempat menyentuh harga Rp160 jutaan. Ini tentu saja sangat menguntungkan buatmu yang ingin meraih kebebasan finansial meski sedang krisis sekalipun.

    Baca Juga: Seberapa Profit Bitcoin Dibandingkan Emas Dalam 10 Tahun?


    Kebebasan finansial tentu jadi harapan semua orang, cara untuk mendapatkannya adalah menabung atau investasi. Bitcoin bisa dijadikan alat investasi dengan modal minim dan bisa membantu banyak orang meraih kebebasan finansial.

    Jadi, sudah siap investasi Bitcoin demi kebebasan finansial di masa depan ?

    Bitcoin aset masa kini yang bisa membuatmu kaya di masa depan



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Terbukti Menang Melawan Saham, Emas, Minyak dan Dolar AS

    Sejak awal tahun 2020 hingga hari ini (year to date/ytd), Bitcoin mampu mengalahkan kinerja saham, emas, minyak dan indeks dolar AS. Ini mencerminkan sentimen positif terhadap Bitcoin sebagai kelas aset baru.

    Berdasarkan pantauan di MarketWatch siang hari ini, Bitcoin melejit hingga 50,63 persen sejak awal tahun (US$7.229 menjadi lebih dari US$10.800). Sedangkan Index Saham S&P 500 hanya mampu melaju di kisaran 2 persen. Sedangkan dalam tempo 30 hari masih minus 5,97 persen.

    Kinerja Bitcoin (BTC). Sumber: MarketWatch.
    Kinerja Indeks Saham S&P 500. Sumber: MarketWatch.

    Sementara itu indeks saham teknologi Nasdaq di rentang waktu serupa, cukup senang di 21 persen, dengan raihan minus 6,69 persen dalam 30 hari.

    Bagaimana dengan emas sendiri? Kendati emas mencetak imbal hasil bagus dalam setahun terakhir, yakni 24,01 persen, namun secara year to date, miring di 22,65 persen, sebagai akibat akumulasi koreksi cukup dalam setelah awal September 2020. Dalam 1 bulan saja emas terkoreksi hingga minus 5,49 persen.

    Kinerja Emas. Sumber: MarketWatch.

    Pasar minyak mentah tergolong sangat parah. Sejak awal tahun malah -34 persen. Minyak hanya tampak hijau dalam 3 bulan terakhir, yakni 4,93 persen.

    Dolar AS yang terbukti menguat selama beberapa pekan terakhir malah minus 1,88 persen sejak awal tahun. Dalam setahun saja minus 4,5 persen. Hal itu tercermin dari Indeks Dolar AS (DXY).

    Kinerja Dolar AS. Sumber: MarketWatch.

    Indeks itu mengukur kekuatan dolar AS berbanding mata uang negara lain, yakni Euro (EUR), Yen (JPY), Poundsterling (GBP), Canadian dollar (CAD), Krona (SEK) dan Swiss Franc (CHF).

    Bitcoin Kalah Telak Berbanding Ether (ETH)
    Bitcoin memang cukup senang dengan capaian itu dibandingkan dengan aset tradisional lain. Namun di ranah aset kripto sendiri, kinerja Bitcoin (BTC) kalah telak dengan rivalnya, Ether (ETH), walaupun BTC masih terbaik dari segi kapitalisasi pasarnya yang masih nomor wahid.

    Ether sangat kuat hingga 181,91 persen sejak awal tahun (naik dari US$131,52 menjadi US$362,11). Dalam tiga bulan saja Ether terbang 57,25 persen dan selama setahun mencapai 111,79 persen!

    Pengguna Bitcoin Cs Bertambah
    Cambridge Centre for Alternative Finance di Universitas Cambridge, Inggris menyebutkan bahwa pengguna Bitcoin Cs (aset kripto) secara global saat ini mencapai 101 juta. Angka itu naik 189 persen berbanding tahun 2018, yakni 35 juta “unique users”. Pengguna dari kalangan institusi masih kecil.

    Hal itu tertuang dalam laporan hasil survei “3rd Global Cryptoasset Benchmarking Study” sepanjang 71 halaman. Survei digelar pada Maret-Mei 2020 dan laporan diterbitkan beberapa hari yang lalu. Mayoritas responden adalah dari kawasan Asia Pasifik dan Eropa.

    “Pada tahun 2018, berdasarkan survei edisi pertama jumlah pengguna aset kripto sekitar secara global mencapai 35 juta. Jumlah itu berdasarkan identitas pengguna yang terverifikasi di sejumlah bursa aset kripto dan penyedia layanan sejenis. Sedangkan pada survei ke-3 ini pengguna mencapai 101 juta di 191 juta akun,” sebut Cambridge dalam laporan itu.

    Menurut mereka, peningkatan pengguna sebesar 189 persen itu berdasarkan peningkatan jumlah akun (yang meningkat 37 persen), serta bagian akun yang lebih besar
    dikaitkan secara sistematis dengan identitas individu.

    Baca Juga: Mengenal Smart Contract



    Sumber : news.tokocrypto.com