Tag: bitcoin

  • Bisakah Pemegang 0.28 BTC Termasuk 1% Orang Terkaya Di Dunia Suatu Hari Nanti?

    Nilai Bitcoin atau BTC sangat bergantung pada total ketersediaan koinnya yang terbatas, yaitu dipasok hanya 21 juta koin saja. Jika adopsi global terjadi secara massal, maka sebagian kecil nilai Bitcoin bisa menghasilkan kekayaan yang signifikan.

    Salah seorang trader Bitcoin bercuit, “hanya ada 0,0027 BTC untuk 7 miliar orang saat ini,” melalui Twitter dengan nama akun Davincij15 pada 22 September.

    Dia fokus terhadap kaitan antara total populasi di dunia dengan total pasokan Bitcoin. Pada awalnya, akun Davincij15 dikenal karena mengenang kembali masa-masa awal aset Bitcoin di tahun 2011 silam.

    Baca Juga: Mengenal Smart Contract

    “Jika Anda HODL 0,28 BTC, dan Bitcoin merupakan mata uang cadangan dunia, Anda akan menjadi 1% terkaya. Jadi HODLing 1 BTC berarti Anda mungkin memiliki 400x lebih banyak dari pada rata-rata orang lainnya (kasus terburuk).”

    Perhitungan matematis Davincij15 termasuk logis dan masuk akal sehat manusia, meskipun alur pemikirannya sangat bergantung pada beberapa faktor. Faktor utama adalah jika adopsi global Bitcoin terjadi secara massal.

    Saat ini, aset tersebut memiliki kapitalisasi pasar senilai $ 194 miliar. Di sisi lain, emas meiliki nilai kapitalisasi pasar $ 9 triliun. Artinya, Bitcoin masih membutuhkan pertumbuhan yang signifikan untuk bisa bersaing dengan emas – yang sudah dilihat dunia sebagai lindung nilai yang telah teruji dari masa ke masa.

    Sementara, dolar AS memegang pasokan yang beredar sebesar $ 1.98 triliun, berdasarkan data dari Federal Reserve AS. Namun, masih ada faktor-faktor lain di balik angka pasokan yang beredar tersebut. Sebenarnya, perbandingan angka yang tepat untuk dolar AS masih jauh lebih tinggi.

    Di tengah perbandingan pasokan aset-aset tersebut, kehadiran altcoin seakan menjadi cegukan yang berbeda. Jika sesorang berinvestasi dalam aset kripto lainnya, maka uang sudah dialihkan dari BTC, membuat aset tersebut lebih sulit untuk menjadi pilihan teratas dunia.

    Baca Juga: CEO MicroStrategy: Tidak Ada Rencana untuk Menjual Bitcoin dalam Waktu Dekat

    Namun, Bitcoin telah menjadi pusat perhatian dan membuat pertumbuhan yang baik pada tahun 2020. Termasuk terjadinya investasi dari perusahaan raksasa, MicroStrategy.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Narasi Bitcoin dan Panik Corona

    Apapun bentuk narasi Bitcoin yang Anda simpan dan Anda harapkan, tetap saja panik Corona menjadikannya tak pasti. Tak ada konstanta (nilai baku) di Bitcoin. Tetapi, bergaul dengan sejumlah penghayat Bitcoin, Anda akan menemukan narasi utama ini: saat-saat seperti itulah tujuan aset kripto itu dibuat.

    OLEH: Vinsensius Sitepu
    Pemimpin Redaksi Blockchainmedia.id

    Kalimat ini sangat bermakna: “kepanikan virus Corona tidak peduli dengan narasi Bitcoin Anda.” Ketika virus Corona di Tiongkok mereda, lalu menyebar masif di negara lain, termasuk Amerika Serikat (AS), masih ada yang berpendapat bahwa saham akan runtuh dan Bitcoin sebaliknya.

    Namun, yang terjadi tidak diduga, kedua instrumen bernilai itu sama-sama jatuh. Kita pun menghabiskan waktu dengan neraka pada 12-13 Maret 2020 lalu. Ambyar!

    Melihat sejumlah sinyal eksternal, beberapa jam sebelum harga Bitcoin jatuh, saya menulis tulisan ini: Bitcoin Undur Diri, Sekian dan Terima Gaji.

    Pun tepat ketika Bitcoin menyentuh kisaran Rp64.992.000 per Bitcoin, naluri spekulasi saya membuncah. Saya pun masuk membeli Bitcoin setara Rp747.757. Jadilah saya dapat Bitcoin di harga sangat murah 0,01150536 BTC. Asyik!

    Namun, situasi itu tak lama berlangsung, hingga Kamis, 19 Maret lalu. Indeks saham di AS terjepit menguat tipis, sedangkan Bitcoin melesat lebih dari 50 persen. Jadilah saya menjual Bitcoin itu di harga Rp93 juta per BTC pada 19 Maret 2020. Asyik! (lagi). Sejak itu, harga Bitcoin terus melambung di atas Rp100 juta.

    BERITA TERKAIT  Bitcoin Bisa sebagai Safe Haven Asalkan…

    Sekali lagi, ini tak diduga, tapi patut ditafsirkan, bahwa arus uang lebih banyak mengalir ke Bitcoin, sebagian ke emas dan sebagian lagi di saham.

    Tentu ini mengingatkan kita kembali ke pesan masa lalu oleh Satoshi Nakamoto, ketika ia menciptakan Bitcoin. Ketika itu di masa-masa krisis 2008-2009.

    Dia menulis pesan ini dalam blok transaksi perdana Bitcoin pada 4 Januari 2009: “The Times 03/Jan/2009 Chancellor on the brink of a second bailout for banks.” Pesan itu, mengutip judul berita utama (headline) surat kabar Inggris, The Times, ketika Bank Sentral Inggris memutuskan memberikan dana talangan kepada bank-bank yang sedang bangkrut.

    A Deep Dive Into Satoshi's 11-Year Old Bitcoin Genesis Block

    Image result for Chancellor on the brink

    Satoshi Nakamoto tidak pernah menjelaskan apa arti pesan ini. Namun, sulit untuk tidak melihat bahwa Bitcoin adalah reaksi terhadap krisis keuangan global di kala itu, yang dimulai pada September 2008.

    “Kita akan terkejut ketika Bitcoin turun di situasi seperti ini. Kita berharap sebaliknya,” kata Brian Armstrong, CEO Coinbase di Twitter pada 9 Maret 2020. Beberapa hari setelah itu, 12-13 Maret 2020, Bitcoin terbantai, kehilangan nilainya lebih dari 40 persen.

    Namun, kurang dari 7 hari, pada 19 Maret 2020 malam hari, Bitcoin terbang ke angkasa, naik lebih dari 50 persen. Impas!

    Dalam praktiknya, seperti kita ketahui bersama, Bitcoin terlalu lambat dan tidak efisien untuk bertindak seperti uang elektronik biasa, karena dia naik-turun lebih cepat daripada harga emas.

    Sebaliknya, banyak penggemar dan penghayatnya saat ini melihatnya sebagai bentuk “emas digital.” Emas asli telah lama dianggap sebagai penyimpan nilai yang andal, dan investor cenderung melihatnya sebagai bentuk asuransi terhadap penurunan ekonomi.

    Jadi, dalam usianya masih muda itu, Bitcoin telah berubah dari aset yang sangat tidak jelas, yang sebagian besar dimiliki oleh orang sangat percaya menjadi “sekadar aset keuangan lainnya.”

    Mengingat krisis keuangan global terbaru, Bitcoin mungkin tidak terlihat seperti tempat yang aman. Tetapi dalam konteks lain, seperti di negara-negara dengan inflasi tinggi, seperti Venezuela, Bitcoin adalah sebaliknya, setidaknya dibandingkan dengan mata uang nasional.

    Mari kita berandai-andai. Satu dekade dari sekarang, seberapa berbedakah Bitcoin akan terlihat sebagai aset? Akankah masih lebih seperti emas digital daripada uang digital?

    Siapa yang akan berinvestasi di dalamnya, dan mengapa? Apakah Bitcoin terikat untuk terus berubah bersama dengan faktor-faktor itu? Begitu juga gagasan tentang peran yang dapat dimainkannya bagi investor dan di masyarakat, “safe haven” atau tidak?

    Pun setelah Halving, masih banyak pertanyaan yang terus menghujam kita, karena Bitcoin belum pernah melalui masa-masa kritis absolut seperti ini. Sebuah pelajaran untuk masa depan. Dan semoga para penambang Bitcoin masih kuat mental dan kuat modal. [vins]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bloomberg: Bitcoin Menunjukkan Sinyal Beli Pertama Sejak Dimulainya Corona

    Bitcoin (BTC) telah mampu melanjutkan trend kenaikannya dalam beberapa hari terakhir dan dengan cepat telah berhasil berada di atas level penting di $ 11.000.

    Hal ini menunjukan, untuk pertama kalinya dalam 4 minggu, BTC telah kembali berada diatas level ini, yang tentu bisa dianggap sebagai sinyal positif bagi sang crypto utama.

    Pada saat pers, harga Bitcoin telah stabil di $ 10.900-an d. Kapitalisasi pasar masih $ 202 miliar dan dominasi Bitcoin berdiri di 57,5%.

    Menurut perusahaan berita dan media Bloomberg, Bitcoin menunjukkan sinyal beli pertama yang jelas sejak dimulainya pandemi corona pada bulan Maret. Ini adalah kesimpulan dari laporan baru yang mempertimbangkan GTI (Global Strength Indicator).

    Baca Juga: Cara Staking Aset Crypto untuk Mendapatkan Passive Income

    Indikator tersebut lebih lanjut juga menunjukkan bahwa Bitcoin dapat mencapai level tertinggi tahunan baru jika naik di atas $ 12.000.

    Nigel Green, Kepala Eksekutif dan pendiri deVere Group, menyatakan dalam pengertian ini bahwa Bitcoin memenuhi reputasinya sebagai emas digital:

    “Itu (BTC) sudah mendapatkan label ‘emas digital’ dan saya yakin statusnya dalam hal ini akan tumbuh secara eksponensial selama satu atau dua tahun ke depan.”

    Penggerak harga lainnya adalah masuk dan berkembangnya investor institusional. Misalnya, pada bulan Agustus, raksasa keuangan Fidelity Investments meluncurkan Bitcoin Fund institusional pertamanya, yang terus menarik minat kelas kakap di sektor keuangan.

    Steve Ehrlich, Chief Executive Officer dan salah satu pendiri Voyager Digital, juga sangat optimis dengan BTC, ia mengatakan:

    “Harga Bitcoin mencerminkan keyakinan bahwa Bitcoin adalah lindung nilai terhadap ekonomi global secara keseluruhan.”

    Secara teknikal memang, keberadaan harga diatas level $ 11.000, yang telah menjadi Resistance dan Support kunci di masa lalu, akan menjadi penentu psikologis bagi optimisme pasar, yang diiringi kekhawatiran global terhadap dolar AS, maupun ekonomi global di masa pandemi.

    Level $ 11.000 kini menjadi semacam Support kunci bagi BTC, yang akan menjadi ‘penjaga’ dari kekuatan Bullish yang sedang memegang kendali dalam optimisme investor dan trader. Kita lihat saja.

    Baca Juga: Jumlah ATM Bitcoin Lampaui 10.000 ATM di Seluruh Dunia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ingin Memprediksi Harga Bitcoin? Lihatlah Emas

    Data skala makro mengungkapkan bahwa korelasi antara komoditas emas dan Bitcoin telah melonjak pada tahun 2020, mencatatkan rekor tertinggi baru sepanjang masa yang tentu patut menjadi perhatian kita dalam menganalisa.

    Meskipun kedua aset berada dalam kondisi hijau sepanjang tahun, Bitcoin masih mengungguli emas, meskipun pada update terbarunya, BTC tengah mengalami penurunan harga.

    Baca Juga: A Glossary of All Crypto Terms You Need To Know!

    Pada saat pers, harga BTC sangat volatil dikisaran Rp 153 juta- Rp 155 juta.

    Menurut data dari perusahaan CoinMetrics, korelasi 60 hari antara Bitcoin dan emas telah mencapai titik tertinggi baru sepanjang masa di atas 0,5. Setelah metrik mencapai titik terendah di bawah -0,3 selama aksi jual pertengahan Maret ketika BTC anjlok ke $ 3.700, korelasi 60 hari telah meningkat secara bertahap.

     

    Dan perusahaan analitic Skew, menunjukkan bahwa korelasi rata-rata berada di 10.6% untuk satu tahun. Emas bisa menjadi salah satu alat bantu untuk memprediksi harga BTC.

     

    Korelasi positif melonjak tajam pada awal Maret-April ketika dolar AS mulai kehilangan sebagian besar nilainya. Dengan demikian, tampaknya selama masa ketidakpastian untuk mata uang cadangan global ini, investor beralih ke aset langka seperti emas dan Bitcoin.

    Seperti yang anda lihat gambar dibawah ini, pergerakan emas, hampir sama dengan Bitcoin.

    Sumber:Skew

    Pertukaran veteran yang berbasis di AS, Kraken, juga memeriksa korelasi antara kedua aset tersebut, tetapi dalam skala mikro. Laporan tersebut mengkonfirmasi bahwa itu meroket pada musim panas 2020 dan mencapai ‘hampir 1 tahun tertinggi 0,93 pada 31 Juli, dan naik ke ATH 0,97 pada 10 Agustus.

    Namun, skala yang lebih kecil yang diamati oleh Kraken menunjukkan bahwa Bitcoin telah terlepas dari tindakan emas dalam beberapa minggu terakhir.

    Kraken mengatakan bahwa Bitcoin mempunyai korelasi positif dengan S&P 500 dan emas, 0.84 dan 0.97 masing-masing. Korelasi tertinggi sepanjang waktu dengan emas mencapai 0.97 di 10 Agustus.

     

    Dalam pandangan kami, korelasi antara BTC dan emas ini telah dipengaruhi oleh kekhawatiran global dan pelemahan pada dolar AS, yang telah menjadi fokus para analis dalam waktu yang cukup lama karena akan mempengaruhi aset tradisional, dan juga BTC.

    Hal ini tentu meningkatkan minat pada aset safe haven, dimana beberapa investor tentu kembali ke metode lama, yakni membeli emas, sementara investor milenial / kekinian memilih Bitcoin sebagai aset lindung nilainya terhadap kekhawatiran yang melanda tersebut, sehingga korelasi antara keduanya tercipta disini. Bagaimana menurut Anda?

    Baca Juga: Inilah Mengapa Bitcoin Siap Melambung Setelah Turun $ 300



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Tembus US$ 50 Ribu, Lanjut Bullish atau Kembali Landai?

    Bitcoin kembali sentuh harga US$ 50 ribu pada perdagangan, Kamis, 2 September 2021. BTC selama 24 jam terakhir terapresiasi sebesar 5,96%. Dan pada perdagangan hari ini BTC kembali menginjakkan total volume tertingginya sejak juni 2021, sebesar US$ 40 juta.

    Baca Juga: 5 Crypto Potensial Bulan September dengan Potensi Positif Jangka Panjang

    Tren Bitcoin saat ini cukup mengejutkan. Sejumlah analis dan trader tidak banyak yang memprediksi BTC akan pumping seperti hari ini. Hal ini menjadikan pasar kembali bergairah dan sejumlah altcoin mulai berterbangan.

    Namun, dalam kondisi seperti ini, trader harus tetap bijak dan berhati-hati. Pola candle Bitcoin saat ini menunjukan pola double top. Artinya, dalam pola seperti ini pergerakan pasar mengarah ke dua kemungkinan: melanjutkan tren atau malah rejection atau kembali mantul ke bawah.

    Baca Juga: Indonesia Difavoritkan Menjadi Negara yang Melegalisasi Crypto Versi Coinmarketcap

    Analis portalkripto.com Arly Fauzi mengatakan, dalam pola candle BTC saat ini, pasar sedang wait and see. “Pumping BTC saat ini secara teknikal menunjukan double top, pada fase ini BTC bisa saja breakout dan melanjutkan bullish nya mungkin hingga ke harga 51,6k-53k, tetapi apabila ada rejection maka harga BTC akan terkoreksi hingga ke harga 47k-48k,” ujar Arly, Kamis, 2 September.

    Arly mengatakan, dalam fase seperti ini, trader malah harus lebih berhati-hati. Ia menyarankan agar trader melihat pergerakan candle hingga menunjukan pola yang bisa dibaca secara teknikal.

    “Saran untuk trader lebih baik wait n see dulu , menunggu konfirmasi dari arah pergerakan BTC. Jangan terlalu ter-fomo , selalu terapkan teknikal analisis dan money management yang baik,” ujarnya.

    Disclaimer:

    Perdagangan atau investasi digital asset atau mata uang kripto (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi. Sebelum memutuskan untuk mulai berinvestasi ketahui dulu resikonya. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.

    Kami tidak memaksa Anda untuk membeli atau menjual aset digital ini, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Pahami dulu lebih dalam sebelum memutuskan berinvestasi mata uang kripto.

    Semua informasi di artikel ini bukan bersifat financial advisor. Kami hanya mengiformasikan keadaan pasar atau keadaan ekonomi dan situasi global yang berkaitan dengan mata uang kripto beserta ekosistemnya.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Laporan Terbaru Tunjukkan Investor Mulai Berburu Bitcoin

    Lama vs baru, fisik vs digital. Ini adalah perdebatan hangat baru-baru ini terkait dengan aset mana yang dapat menyimpan nilai dengan lebih baik. Di sisi lain, usia dari para investor juga mendorong aksi pada strategi investasi saat ini.

    Menurut laporan JPMorgan Chase & Co yang dirilis minggu ini dan dikutip oleh Bloomberg, investor secara keseluruhan (berdasarkan umur) mencari aset alternatif selama pandemi dan ketidakpastian ekonomi seperti saat ini.

    Jika investor dengan usia yang lebih tua mencari rasa aman dari emas, sebuah penyimpan nilai klasik dan lindung nilai terhadap inflasi, investor muda justru melakukan hal yang sama, tetapi tidak pada emas melainkan pada Bitcoin.

    Baca Juga: 5 Alasan Bitcoin Bisa Wujudkan kebebasan Finansial

    Investor Secara Keseluruhan Mulai Melirik Bitcoin

    Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa di antara produk investasi tradisional, investor muda memilih saham teknologi sedangkan investor yang lebih tua memilih untuk menjual ekuitas.

    Ada indikasi akhir-akhir ini bahwa investor yang lebih tua mulai melihat Bitcoin dan mata uang crypto lainnya sebagai cara berinvestasi yang layak dipertimbangkan.

    Misalnya saja, aplikasi bernama Mode, baru-baru ini melaporkan peningkatan signifikan dalam pembelian Bitcoin bulanan dari pengguna Baby Boomers dan Gen X. jumlahnya hampir sama dengan jumlah peningkatan dari bulan ke bulan yang terlihat pada pengguna Milenial dan Gen Z.

    Baca Juga: Penulis Rich Dad Poor Dad: Bitcoin Bisa Membuatmu Kaya dan Pintar

    Meski begitu, investor yang lebih tua ternyata masih melihat lebih banyak nilai dalam aset yang telah teruji waktu seperti emas ini. Hal ini tidak lain karena emas memang selalu dijadikan sumber stabilitas di pasar selama beberapa waktu. Di sisi lain, Bitcoin masih dipandang sebagai aset baru dan asing, belum lagi karena volatilitasnya yang tinggi dianggap relatif tidak stabil.

    Lonjakan Harga Emas dan Bitcoin

    Namun, di luar itu semua, terdapat hal yang pasti, yaitu harga emas dan Bitcoin sedang melonjak akhir-akhir ini. Pada akhir bulan lalu saja, harga emas mencapai titik all-time-high baru, melampaui level tertinggi sebelumnya pada tahun 2011 silam. Pada hari Selasa, 4 Agustus, emas berhasil menembus $2.000 per troy ounce di New York untuk pertama kalinya.

    Baca Juga: Seberapa Profit Bitcoin Dibandingkan Emas Dalam 10 Tahun?

    Bitcoin tidak berada di dekat level tertinggi all-time-high di $20.089 pada 2017 silam, tetapi secara berkala terus melonjak dan melipatgandakan harga yang sempat menjadi terendah di $3.900 pada Black Thursday lalu.

    Saat penulisan ini, Bitcoin berada di kisaran $11.700 dan naik 28% dalam 30 hari terakhir. Hampir semua mata uang crypto juga ikut naik, dengan Ethereum berada di kisaran $400 naik 74% dalam 30 hari terakhir.

    Baca Juga:

    Informasi ini dapat dibaca kembali di sini



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analis Bloomberg: Ethereum Akan Melebihi Bitcoin

    Pembaruan Ethereum sepertinya terus memberikan sentimen positif untuk Altcoin utama Ether (ETH), sehingga sinyal-sinyal penguatan yang lebih besar selain untuk harga telah bermunculan.

    Menurut analis Bloomberg, Mike McGlone, jika Bitcoin ingin mengejar pencapaian Ethereum tahun ini, target harganya akan cenderung menuju $100.000.

    Jika #Bitcoin mengejar kinerja #Ethereum tahun ini, harga crypto No.1 akan mendekati $100.000. Meskipun kami melihat Bitcoin di jalur itu, tampaknya hanya sedikit yang dapat menghentikan proses pembalikan Ethereum.

    Ethereum adalah jaringan blockchain open-source di mana aplikasi terdesentralisasi dan kontrak pintar dibangun.

    Baca Juga: Kerjasama Strategis Tomochain dan Tokocrypto

    Adopsi luas dari blockchain untuk pengembangan berbagai protokol sebagian besar telah menyebabkan kemacetan di jaringan, menimbulkan beberapa masalah yang melekat, termasuk biaya jaringan yang tinggi.

    Untuk mengatasi tantangan ini, pengembang di balik protokol harus memperkenalkan beberapa perubahan yang disebut Ethereum Improvement Protocols (EIPs).

    Yang terbaru memiliki nomor 1559, atau “Hard Fork London”. Pembaruan khusus ini telah aktif minggu lalu, dan memperkenalkan struktur biaya yang akan membantu mengurangi fluktuasi tinggi.

    Peningkatan EIP 1559 juga memperkenalkan elemen deflasi ke dalam koin Ether yang beredar, dengan total sekitar 21.065 token yang terbakar sejauh ini.

    Bitcoin tidak diketahui mengimplementasikan peningkatan ini. Migrasi akhir dari jaringan Proof-of-Work (PoW) saat ini oleh Ethereum ke jaringan Proof-of-Stake (Ethereum 2.0) yang akhirnya akan mengantarkan jaringan yang skalabel dan unggul yang dapat mendukung pertumbuhan jaringan secara memadai.

    Menurut Rekt Capital, ETH kemungkinan akan mencapai ATH karena kemungkinan akan melakukan U-Shaped grafik teknikal.

    Meski terdengar muluk, tetapi ini bukanlah pernyataan tanpa dasar yang menjurus ke omong kosong belaka.

    Baca Juga: PlanB: Bitcoin di Harga Ini akan Mengkonfirmasi Dorongan Ke ATH

    Ether memang berpeluang membalikan Bitcoin jika pertumbuhan dalam jaringannya terus bertumbuh, mulai dari NFT, DeFi, ataupun pertukarann terdesentralisasi seperti Uniswap. Kita lihat saja!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Rally 13% Menembus $11.000

    Dalam beberapa jam terakhir harga Bitcoin (BTC) terdorong menembus level $11.000 dalam lonjakan volume tinggi dan mencapai hari tinggi baru di $11.394.

    Pada saat waktu rilis, harga mundur sedikit ke kisaran $11.150 tetapi volume pembelian terus meningkat dalam jangka waktu beberapa jam berikutnya. Hal ini menunjukkan bahwa aset digital peringkat teratas di CoinMarketCap ini mungkin memiliki keunggulan lain.

    Bitcoin Rally Menuju All-Time-High?

    Dilansir pada berita sebelum di Cointelegraph, aktivitas on-chain mencatat lonjakan signifikan dalam aliran masuk karena harga Bitcoin menguat di atas $10.000 dan analis Bloomberg sekarang memperkirakan harga Bitcoin akan naik di atas $12.000 tahun ini.

    Baca juga: Bitcoin Capai $10.000, Pertama Kali dalam Tujuh Minggu

    Harga Ether (ETH) juga melonjak di atas tinggi sebelumnya dengan berhasil menembus level $333,52, tetapi pada saat penulisan altcoin teratas ini kembali turun di bawah $ 330.

    Menurut CoinMarketCap, kapitalisasi pasar cryptocurrency keseluruhan sekarang mencapai $ 326,7 miliar, dengan Indeks dominansi Bitcoin saat ini berada di sekitar 63,1%.

    Informasi ini dapat dibaca kembali di sini

    Baca Juga: Bitcoin Adalah Alternatif Tambah Pendapatan di Masa Pandemi



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Capai $10.000, Pertama Kali dalam Tujuh Minggu

    Bitcoin, cryptocurrency terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, hari ini berhasil menembus $10.000. Namun, tidak berselang lama Bitcoin kembali turun ke harga $9.927.

    Menembusnya harga Bitcoin lebih dari $ 10.000 ini seakan mengisyaratkan mantra terkait “kering”nya Bitcoin telah hilang. Hal ini mengingat harga Bitcoin hampir tidak berubah selama hampir dua bulan terakhir dan baru sekarang mulai berubah.

    Terakhir kali harga Bitcoin melampaui $ 10.000 adalah pada 2 Juni lalu. Kemudian, harga Bitcoin mencapai tertinggi di $10.200, menurut data dari situs metrik CoinMarketCap. Namun, hal tersebut tidak bertahan lama dan Bitcoin melayang-layang pada kisaran $ 9.200 pada sepanjang sisa bulan Juni dan pertengahan Juli.

    Titik harga $ 10.000 sangat penting bagi Bitcoin. Harga ini adalah perkiraan Bitcoin sebelum hancurnya pasar yang disebabkan oleh pandemi awal tahun ini, yang secara virtual memangkas harga Bitcoin hingga dua kali lipat hanya dalam beberapa hari. Setelah itu Bitcoin berhasil kembali pulih, dan melampaui level $10.000 membuat Bitcoin pulih seutuhnya.

    Baca Juga: Analis: Volatilitas Bitcoin Saat Ini Sangat Rendah

    Spekulasi Terkait Peningkatan Harga Bitcoin

    Orang hanya dapat berspekulasi alasan dibalik peningkatan harga Bitcoin. Mungkin karena ada banyak minat dalam DeFi, atau keuangan terdesentralisasi saat ini. DeFi mengacu pada produk keuangan non-kustodian, yang sebagian besar hidup dalam jaringan Ethereum. Jika dilihat Ethereum sendiri telah mencapai puncak di $316, harga tertinggi sejak Juli 2019 lalu.

    Sebelum kenaikan harga hari ini, banyak Bitcoin datang dari perusahaan exchange, menurut laporan terbaru dari Glassnode. Untuk pertama kalinya sejak Januari, lebih banyak Bitcoin masuk bursa pada bulan ini daripada meninggalkannya.

    Hal lain yang mendukung adanya teori Bitcoin yang kehilangan dominasinya terhadap altcoin. Menurut CoinMarketCap, dominasi Bitcoin atas pasar cryptocurrency hanya berkisar di 62%, hal ini terendah sejak Juli lalu.

    Dilansir dari Decrypt, Pedro Febrero, seorang analis pasar di Quantum Economics mengatakan “Oleh karena itu, masuk akal jika aliran bersih bitcoin ke bursa mulai meningkat lagi, karena sebagian besar investor dan pedagang menggunakan pertukaran untuk mengalihkan BTC-nya (menjadi altcoin).”

    Baca Juga: Ajak Kawan Cuan Bareng di Tokocrypto dan Dapatkan Rewardnya!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • CEO Binance Yakin Bitcoin akan Mencapai $ 1 Juta, Kapan?

    CEO dan pendiri pertukaran crypto Binance, Changpeng Zhao, telah mengatakan dalam wawancaranya dengan Altcoin Daily bahwa Bitcoin (BTC) nanti akan mencapai $ 1 Juta.

    Namun, dia tidak mengatakan kapan dan bagaimana BTC bisa mencapai harga tersebut. Terlebih lagi, pihak Altcoin Daily hanya memberikan benar atau tidak.

    Ketika ditanya apakah 1 BTC akan mencapai $1 juta, Zhao sangat cepat mengatakan benar. (Menit 43:51)

    Yang lebih penting adalah, pandangan CEO Binance tentang prospek jangka panjang untuk pemimpin pasar. Berlawanan dengan prediksi harga jutaan dolarnya, ia juga percaya alternatif yang lebih besar dan lebih baik akan hadir untuk menggantikan Bitcoin di ‘beberapa titik.’

    Wawancara tersebut diketahui mencakup berbagai topik.

    Menariknya, dengan mempertimbangkan sifat masa lalu dan teknologi inti pada BTC, Zhao memiliki pandangan untuk jangka panjang Bitcoin seperti ini:

    “Sejujurnya, saya pikir dominasi Bitcoin dari waktu ke waktu akan berkurang, bukan meningkat. Ini dapat meningkat dalam jangka pendek … ada banyak inovasi yang dilakukan orang-orang yang dapat membawa kembali ke Bitcoin, seperti solusi lapisan kedua dll. Tetapi ketika teknologi sudah keluar dan diadopsi selama sepuluh tahun, ada ruang lingkup yang relatif terbatas yang dapat Anda perbarui.”

    Ia pun mengatakan, cepat atau lambat, setiap teknologi akhirnya akan digantikan oleh sesuatu yang lebih baik.

    Dia menggunakan contoh-contoh seperti bahasa pemrograman yang sudah ketinggalan zaman, media sosial yang bergantian dan juga search engine sudah berganti.

    Baca Juga: 4 Persamaan Bitcoin dan Emas Sebagai Alat Investasi Masa Kini

    Dalam pandangannya Zhao masih berpikir bahwa Bitcoin masih akan menjadi raja cryptocurrency dalam 10-15 tahun kedepan.

    Namun, cepat atau lambat sesuatu baru akan mengganti yang lama. Dia juga tidak tahu berapa lama mungkin 20 tahun atau 100 tahun kedepan.

    Dia juga percaya bahwa Bitcoin tidak akan musnah karena semua orang yang mau masuk ke pasar cryptocurrency akan belajar tentang Bitcoin.

    Zhao juga menambahkan untuk industri cryptocurrency untuk berhasil, Bitcoin harus berhasil.

    Disisi lain, DeFi adalah contoh nyata yang saat ini terlihat akan mengungguli rekan tradisionalnya disektor keuangan, meski ini masih membutuhkan waktu yang lebih lama.

    Dia mengatakan bahwa banyak proyek yang gagal dan hanya beberapa yang berhasil. Dan DeFi akan memperkuat adopsi cryptocurrency.

    Untuk wawancara yang full, pembaca bisa nonton di Youtube.



    Sumber : news.tokocrypto.com