Tag: bitcoin

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah ke $75.000, Support Diuji

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali berada di bawah tekanan setelah mengalami koreksi signifikan.

    Berdasarkan data pasar terbaru via Tokocrypto pada Senin (2/2), harga BTC hari ini berada di level $75.707,60, melemah sekitar 4,48% dalam 24 jam terakhir.

    Penurunan ini memperpanjang tren negatif yang telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir dan menempatkan Bitcoin dalam fase konsolidasi bearish.

    Secara keseluruhan, kondisi pasar kripto masih didominasi sentimen risk-off, dengan investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk aset digital utama seperti Bitcoin.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Anjlok ke $78.888, Tekanan Dominan

    Tekanan Jangka Pendek Masih Kuat

    Dalam rentang 24 jam terakhir, Bitcoin mencatatkan harga terendah di $74.551,33 dan tertinggi di $79.142,52.

    Fluktuasi ini menunjukkan volatilitas yang tetap tinggi, meskipun arah pergerakan masih condong ke bawah.

    Penurunan harian sebesar -$3.532,64 (-4,48%) menandakan bahwa tekanan jual belum sepenuhnya mereda. Bahkan, dalam skala waktu yang lebih luas, performa Bitcoin terlihat semakin tertekan.

    Kinerja BTC dalam Beberapa Periode Waktu

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin 2 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin 2 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika melihat data historis, pelemahan Bitcoin terlihat konsisten:

    • 7 hari terakhir: turun 13,74%
    • 30 hari: terkoreksi 16,45%
    • 60 hari: turun 19,37%
    • 90 hari: anjlok hingga 29,65%

    Angka-angka ini menunjukkan bahwa tren menengah hingga jangka panjang Bitcoin saat ini masih berada dalam fase bearish.

    Jarak yang cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07 menegaskan bahwa pasar masih dalam proses penyesuaian setelah fase euforia sebelumnya.

    Kapitalisasi Pasar dan Volume Perdagangan

    Seiring dengan penurunan harga, kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1,506 triliun, tetap menjadikannya aset kripto terbesar di dunia dengan peringkat pertama.

    Namun, kapitalisasi pasar yang terdilusi sepenuhnya (FDV) tercatat di $1,582 triliun, mencerminkan valuasi maksimal jika seluruh suplai beredar.

    Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi 24 jam mencapai $61,22 miliar.

    Volume yang relatif tinggi ini mengindikasikan bahwa minat pasar masih ada, namun sebagian besar aktivitas cenderung bersifat distribusi, bukan akumulasi agresif.

    Struktur Pasokan Bitcoin Tetap Solid

    Dari sisi fundamental suplai, jumlah Bitcoin yang beredar saat ini mencapai 19,98 juta BTC, atau sekitar 95,16% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

    Kelangkaan struktural ini tetap menjadi salah satu pilar utama nilai jangka panjang Bitcoin.

    Namun, dalam jangka pendek, faktor makro dan sentimen pasar masih lebih dominan dibandingkan narasi kelangkaan.

    Investor cenderung menunda akumulasi besar hingga muncul sinyal stabilisasi harga yang lebih jelas.

    Sentimen Pasar dan Level Teknis Penting

    Pergerakan harga BTC dalam 1 jam terakhir yang turun 0,93% menunjukkan tekanan jual masih aktif dalam timeframe rendah.

    Area $74.500–$75.000 kini menjadi zona support penting yang harus dipertahankan untuk mencegah penurunan lebih dalam.

    Jika level tersebut ditembus secara meyakinkan, potensi penurunan lanjutan ke area psikologis berikutnya dapat terbuka.

    Sebaliknya, jika Bitcoin mampu bertahan dan memantul dari zona ini, peluang technical rebound jangka pendek masih terbuka, meski dalam konteks tren bearish.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $84.121, Sinyal Rebound?

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase tekanan kuat, dengan koreksi signifikan dalam berbagai timeframe.

    Penurunan ke level $75.707 menegaskan dominasi seller di pasar, sementara volatilitas tetap tinggi.

    Meski fundamental jangka panjang Bitcoin tidak berubah, sentimen jangka pendek hingga menengah masih cenderung negatif.

    Investor dan trader disarankan untuk mencermati level support krusial serta perkembangan sentimen global sebelum mengambil keputusan, karena arah pergerakan Bitcoin selanjutnya akan sangat ditentukan oleh kemampuan harga bertahan di area saat ini.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Gagal Akuisisi Rp32 Triliun, Mastercard Kini Bidik Investasi Strategis Kripto

    Raksasa pembayaran global Mastercard dikabarkan tengah mempertimbangkan investasi strategis di perusahaan infrastruktur kripto Zerohash, setelah rencana akuisisi senilai hingga US$2 miliar atau sekitar Rp32 triliun batal terlaksana.

    Sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut mengatakan kepada CoinDesk bahwa sebelumnya Mastercard telah melakukan negosiasi lanjutan untuk mengakuisisi Zerohash pada akhir tahun lalu. Namun, perusahaan infrastruktur blockchain tersebut memilih untuk tetap independen dan menolak akuisisi penuh.

    Zerohash menyediakan layanan kustodian aset digital, penyelesaian transaksi, serta jalur masuk dan keluar fiat (on-ramp dan off-ramp), yang memungkinkan perusahaan fintech dan pialang menawarkan layanan aset kripto tanpa harus membangun infrastruktur sendiri.

    “Kami tidak mempertimbangkan akuisisi oleh Mastercard. Kami menghormati tim Mastercard dan menantikan pengembangan kemitraan komersial,” ujar juru bicara Zerohash, dikutip dari CoinDesk. Ia menambahkan bahwa keputusan tetap independen dinilai paling tepat untuk menjaga inovasi bagi para pelanggan.

    Akuisisi Tidak Berjalan

    Meski akuisisi tidak berlanjut, pembicaraan terkait investasi strategis masih berlangsung. Melalui skema ini, Mastercard berpotensi memperoleh eksposur terhadap teknologi dan basis klien Zerohash tanpa mengambil alih kendali penuh perusahaan. Mastercard sendiri menolak memberikan komentar terkait kabar tersebut.

    Langkah ini sejalan dengan tren meningkatnya aktivitas merger dan akuisisi di industri kripto, di mana investor mulai melirik perusahaan infrastruktur yang telah mapan dibandingkan aset kripto spekulatif. Sejumlah kesepakatan lain juga tengah berlangsung, termasuk eksplorasi penjualan CoinGecko dengan valuasi hingga US$500 juta.

    Zerohash saat ini memiliki posisi penting di ekosistem kripto global. Morgan Stanley diketahui telah menjalin kemitraan dengan perusahaan tersebut untuk mengakses infrastruktur pasar kripto, termasuk likuiditas, kustodian, dan layanan penyelesaian transaksi. Zerohash sendiri disebut telah mencapai valuasi sekitar US$1 miliar.

    Baca juga: Mastercard Guncang Timur Tengah, Stablecoin Resmi Dipakai di UEA!

    Potensi Akuisisi Kripto

    Di sisi lain, Mastercard juga dikaitkan dengan sejumlah potensi akuisisi di sektor aset digital, termasuk BVNK, platform pembayaran stablecoin berbasis di London. Pada April tahun lalu, Mastercard bahkan mengumumkan kemitraan besar dengan bursa kripto Kraken untuk memungkinkan pembayaran Bitcoin dan kripto secara luas di Inggris dan Eropa.

    Dilaporkan Bitcoin Maagazine, kolaborasi tersebut memungkinkan pengguna Kraken membelanjakan aset digital mereka di lebih dari 150 juta merchant yang menerima Mastercard, baik melalui kartu debit fisik maupun digital. Fitur terbaru Kraken, Kraken Pay, tercatat telah digunakan lebih dari 200.000 pengguna untuk transaksi lintas negara berbasis kripto dan fiat.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kegagalan akuisisi ini membuktikan bahwa penyedia infrastruktur kripto papan atas kini memiliki posisi tawar (leverage) yang sangat kuat terhadap raksasa TradFi, di mana mereka lebih memprioritaskan otonomi operasional jangka panjang dibandingkan likuiditas exit instan.

    Hingga kini, perwakilan dari Mastercard maupun Zerohash belum memberikan pernyataan resmi terkait kelanjutan pembicaraan investasi strategis tersebut.

    Baca juga: Visa Mulai Pakai Stablecoin untuk Settlement Global


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Yen Jepang Bergejolak, Sinyal Intervensi Fed Picu Spekulasi Bitcoin

    Pasar keuangan global tengah berada dalam kewaspadaan tinggi setelah yen Jepang mencatat pergerakan terbesar dalam enam bulan terakhir. Lonjakan ini memicu spekulasi bahwa pemerintah Jepang, berpotensi dengan dukungan Amerika Serikat melalui Federal Reserve (Fed), tengah menyiapkan langkah intervensi untuk menstabilkan mata uang tersebut.

    Pergerakan tajam yen terjadi setelah Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, memperingatkan adanya pergerakan nilai tukar yang dinilai “tidak normal”. Pernyataan itu mendorong pasangan dolar AS terhadap yen (USD/JPY) turun drastis dari hampir menyentuh level 160 ke sekitar 155,6 per dolar AS. Level tersebut menjadi penguatan harian terbesar yen sejak Agustus dan posisi terkuat sepanjang 2026.

    Sikap Pelaku Pasar Kripto

    Pelaku pasar mencatat bahwa posisi short terhadap yen saat ini berada di level tertinggi dalam satu dekade. Kondisi ini meningkatkan risiko gejolak pasar apabila yen kembali melemah. Pengamat pasar Walter Bloomberg menyebut bahwa dengan tekanan politik dan agenda pemilu yang mendekat, otoritas Jepang tampak semakin siap untuk bertindak.

    Spekulasi intervensi semakin menguat setelah muncul laporan bahwa New York Fed menghubungi sejumlah bank besar. Langkah tersebut secara historis kerap menjadi sinyal awal koordinasi aksi di pasar valuta asing antara Amerika Serikat dan Jepang.

    Baca juga: Trump Umumkan Calon Bos The Fed, Pasar Keuangan Dunia Panik

    Sejarah menunjukkan bahwa intervensi bersama kedua negara dapat berdampak signifikan. Kesepakatan Plaza Accord pada 1985 dan aksi bersama saat Krisis Keuangan Asia 1998 terbukti mampu menstabilkan yen, melemahkan dolar AS, serta mendorong reli aset global.

    Dilaporkan BeInCrypto, analis menilai, jika intervensi kembali dilakukan secara terkoordinasi, dampaknya bisa menyerupai kondisi pasca-krisis 2008, yakni peningkatan likuiditas global. CFA Michael Gayed menilai bahwa intervensi sepihak oleh Jepang berisiko memaksa Bank of Japan menjual obligasi pemerintah AS untuk memperoleh dolar, yang berpotensi mengguncang pasar utang global. Sebaliknya, kerja sama dengan Fed dapat menekan risiko tersebut dengan melemahkan dolar secara terkontrol.

    Pelemahan dolar dinilai akan meningkatkan likuiditas global dan menguntungkan berbagai kelas aset, termasuk saham, komoditas, dan kripto. Bitcoin disebut memiliki korelasi positif yang kuat dengan yen serta hubungan terbalik dengan dolar AS, sehingga berpotensi mengalami repricing signifikan jika dolar melemah.

    Analisis Pasar

    Namun, analis juga mengingatkan adanya risiko volatilitas jangka pendek. Penguatan yen berpotensi memicu pembongkaran posisi carry trade berbasis yen. Sebagai contoh, pada Agustus 2024, kenaikan suku bunga kecil oleh Bank of Japan sempat memperkuat yen dan memicu aksi jual kripto senilai sekitar US$15 miliar dalam enam hari, dengan harga Bitcoin anjlok dari US$64.000 ke US$49.000.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, jika AS dan Jepang melakukan intervensi bersama dengan menjual Dolar untuk membeli Yen, ini secara efektif membanjiri pasar dengan likuiditas Dolar dan melemahkan indeks Dolar (DXY). Dolar yang lemah dan likuiditas global yang melimpah adalah bahan bakar utama untuk bull market kripto dan saham.

    Selain kripto, risiko juga membayangi pasar obligasi. Tekanan pada pasar obligasi pemerintah Jepang dikhawatirkan dapat merembet ke US Treasury dan memengaruhi suku bunga global serta arus aset safe haven.

    Meski demikian, sejumlah analis melihat kondisi ini sebagai setup yang berisiko namun berpotensi bullish secara historis. Jika Fed dan Jepang benar-benar bertindak bersama, pasar global berpeluang mencatat reli luas dalam jangka menengah hingga panjang, meskipun fase penyesuaian jangka pendek diperkirakan tetap penuh gejolak.

    Perkembangan yen kini menjadi sorotan utama pelaku pasar dan pembuat kebijakan, karena dampaknya diyakini tidak hanya akan menentukan arah dolar dan yen, tetapi juga membentuk salah satu konfigurasi makroekonomi paling penting tahun ini.

    Baca juga: 8,4 Juta WLFI Gratis! Begini Cara Mendapatkannya Lewat Program USD1


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Galaxy Group Luncurkan Hedge Fund Kripto US$100 Juta Meluncur 2026

    Galaxy Group mengumumkan rencana peluncuran hedge fund kripto senilai US$100 juta pada kuartal pertama 2026. Langkah ini menandai ekspansi strategis perusahaan dalam memanfaatkan volatilitas pasar aset digital dan transformasi industri keuangan global.

    Hedge fund tersebut akan dipimpin oleh Joe Armao dan dirancang untuk berfokus pada peluang di tengah fluktuasi pasar. Sekitar 30% dana akan dialokasikan ke token kripto, sementara sisanya diinvestasikan pada saham sektor jasa keuangan yang terdampak oleh perkembangan teknologi aset digital.

    Dilaporkan Coincu, pendiri dan CEO Galaxy Group, Mike Novogratz, menyebut inisiatif ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam merespons perubahan lanskap keuangan global. Menurutnya, penguatan neraca keuangan menjadi kunci untuk mendorong ekspansi bisnis Galaxy, termasuk di sektor aset digital dan pusat data.

    “Memperkuat neraca keuangan sangat penting untuk meningkatkan skala bisnis pusat data kami secara efisien, sekaligus menjaga fleksibilitas finansial untuk mendukung pertumbuhan di masa depan,” ujar Novogratz.

    Volatilitas Pasar Kripto

    Grafik harian Bitcoin (BTC), tangkapan layar di CoinMarketCap pada pukul 05:07 UTC tanggal 21 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Grafik harian Bitcoin (BTC), tangkapan layar di CoinMarketCap pada pukul 05:07 UTC tanggal 21 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Galaxy Group menilai volatilitas pasar kripto sebagai peluang untuk mengidentifikasi “pemenang dan pecundang” dalam proses evolusi industri keuangan. Strategi ini mencerminkan pergeseran perusahaan ke arah inovasi digital yang lebih agresif, sekaligus menargetkan partisipasi family office dan investor institusional.

    Sebagai firma multi-strategi, Galaxy Digital sebelumnya belum pernah meluncurkan hedge fund dengan fokus ganda pada token kripto dan saham jasa keuangan, menjadikan produk ini sebagai pendekatan baru dalam adaptasi terhadap dinamika pasar.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, keputusan untuk memadukan eksposur token langsung dengan ekuitas perusahaan finansial mencerminkan strategi mitigasi risiko institusional yang cerdas, di mana volatilitas kripto diredam oleh stabilitas saham infrastruktur guna menarik modal konservatif masuk ke ekosistem aset digital.

    Sementara itu, kondisi pasar kripto masih menunjukkan volatilitas tinggi. Berdasarkan data CoinMarketCap per 21 Januari 2026, harga Bitcoin (BTC) tercatat di level US$89.360,14 dengan kapitalisasi pasar mencapai US$1,79 triliun. BTC mengalami penurunan 2,52% dalam 24 jam terakhir dan terkoreksi 17,83% dalam 90 hari.

    Riset Coincu menyebut meningkatnya pengaruh aset digital dan teknologi kecerdasan buatan berpotensi mendorong perubahan regulasi serta inovasi keuangan. Perkembangan ini dinilai dapat mengubah praktik manajemen aset dan strategi investasi tradisional secara fundamental.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Menguat ke $84.121, Sinyal Rebound?

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat berada di level $84.121,85, menguat sekitar +1,97% dibandingkan perdagangan sebelumnya.

    Kenaikan ini menjadi sinyal awal pemulihan setelah tekanan jual yang mendominasi pasar kripto dalam beberapa hari terakhir.

    Meski demikian, secara keseluruhan Bitcoin masih bergerak dalam fase konsolidasi, dengan pelaku pasar cenderung berhati-hati menunggu kepastian arah tren berikutnya.

    Menurut catatan Tokocrypto pada Sabtu (31/1), kapitalisasi pasar BTC saat ini berada di kisaran $1,67 triliun, menempatkannya tetap sebagai aset kripto terbesar nomor satu secara global.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Anjlok 6%, Tekanan Masih Dominan

    Pergerakan Harga Bitcoin Hari Ini

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak pada rentang harga terendah $81.765,07 dan tertinggi $84.466,36.

    Area ini menjadi zona penting yang mencerminkan tarik-menarik antara tekanan jual dan upaya pembalikan arah oleh pembeli.

    Secara intraday, BTC juga mencatatkan kenaikan +0,35% dalam 1 jam terakhir, menandakan adanya minat beli jangka pendek.

    Sementara itu, perubahan harga harian tercatat +2,14%, memperkuat narasi bahwa Bitcoin sedang mencoba membentuk rebound teknikal.

    Namun, dalam perspektif mingguan, Bitcoin masih mengalami penurunan -6,4%, yang menunjukkan bahwa tekanan jangka menengah belum sepenuhnya berakhir.

    Kinerja Historis BTC: Koreksi Masih Dominan

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 31 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 31 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika ditinjau dari data historis, performa Bitcoin dalam beberapa periode terakhir masih mencerminkan fase koreksi:

    • 30 hari terakhir: turun -4,26%
    • 60 hari terakhir: turun -2,64%
    • 90 hari terakhir: terkoreksi tajam -23,58%

    Penurunan signifikan dalam 90 hari terakhir ini membuat harga BTC masih cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $126.198,07.

    Kondisi tersebut mencerminkan sentimen risk-off yang masih membayangi pasar kripto secara keseluruhan.

    Likuiditas dan Aktivitas Pasar

    Volume perdagangan Bitcoin dalam 24 jam terakhir tercatat mencapai $58,77 miliar, menandakan likuiditas pasar masih relatif sehat.

    Tingginya volume ini menunjukkan bahwa meski harga berfluktuasi, minat transaksi terhadap Bitcoin tetap kuat.

    Pasokan beredar Bitcoin saat ini mencapai 19,98 juta BTC, atau sekitar 95,15% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

    Dengan tingkat suplai yang semakin mendekati batas maksimum, tekanan inflasi Bitcoin secara struktural tetap sangat rendah, menjadi salah satu daya tarik utama bagi investor jangka panjang.

    Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) Bitcoin berada di kisaran $1,76 triliun, selaras dengan kondisi suplai yang hampir sepenuhnya beredar.

    Analisa Sentimen dan Level Teknis Penting

    Dari sisi teknikal, area $81.000–$82.000 kini menjadi zona support penting yang berhasil dipertahankan. Selama Bitcoin mampu bertahan di atas area ini, potensi rebound lanjutan masih terbuka.

    Sementara itu, level $84.500–$85.000 menjadi resistance terdekat.

    Jika BTC mampu menembus dan bertahan di atas area tersebut, target berikutnya berada di kisaran $88.000–$90.000, yang juga merupakan level psikologis penting bagi pasar.

    Namun, kegagalan menembus resistance dapat membuat Bitcoin kembali bergerak sideways dengan volatilitas tinggi.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $88.944, Uji Area Support

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin mulai bangkit ke level $84.121, didukung oleh kenaikan harian hampir 2% dan volume perdagangan yang tetap solid.

    Meski masih berada dalam tren koreksi jangka menengah, sinyal rebound teknikal mulai terlihat.

    Bagi investor dan trader, fase ini menjadi momen krusial untuk mencermati pergerakan harga di area support dan resistance utama.

    Selama Bitcoin mampu mempertahankan momentum dan tidak kembali menembus support kunci, peluang pemulihan bertahap tetap terbuka—meski volatilitas diperkirakan masih akan mewarnai pergerakan harga BTC dalam waktu dekat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Aplikasi Bitchat Bisa Kirim Pesan dan Bitcoin Tanpa Internet, Gini Caranya!

    Jack Dorsey, pendiri Twitter dan CEO Block, Inc diketahui telah meluncurkan aplikasi Bitchat sejak 2025 lalu, Bitchat sendiri adalah sebuah platform pesan peer-to-peer yang memungkinkan pengiriman pesan terenkripsi tanpa internet. 

    Aplikasi ini dirancang untuk beroperasi melalui jaringan Bluetooth mesh, sehingga pengguna dapat berkomunikasi dan bertransaksi di area tanpa sinyal seluler atau Wi-Fi, seperti selama pemadaman listrik, bencana alam, atau di wilayah dengan pembatasan akses internet. 

    Baru baru ini banyak beredar video aplikasi Bitchat bisa mengirim Bitcoin langsung tanpa

    internet dengan metode peer-to-peer, lalu bagaimana caranya? Simak lebih lengkap yuk!

    Jack Dorsey dan Visi Bitchat

    Jack Dorsey, yang sering disebut sebagai visioner di dunia teknologi, telah lama menjadi pendukung setia Bitcoin. Setelah mundur dari posisi CEO Twitter pada 2021, Dorsey fokus pada pengembangan ekosistem Bitcoin melalui perusahaan Block (sebelumnya Square). Proyek-proyek seperti Bitkey, dompet Bitcoin self-custody, dan Spiral untuk pengembangan open-source Bitcoin, menunjukkan komitmennya terhadap desentralisasi dan kebebasan finansial.

    Bitchat lahir dari eksperimen akhir pekan Dorsey, terinspirasi dari protokol seperti Nostr dan IRC, yang menekankan komunikasi sederhana dan aman tanpa ketergantungan pada server pusat. Dorsey menyatakan bahwa Bitchat adalah eksperimen menuju komunikasi yang sepenuhnya bebas dan tidak bisa diblokir, mencerminkan gagasan tentang Bitcoin sebagai mata uang peer-to-peer elektronik yang dirancang untuk transaksi sehari-hari, seperti yang digagas oleh Satoshi Nakamoto.

    Fitur Bitchat Aplikasi Konvensional Seperti WhatsApp
    Koneksi Diperlukan Tidak perlu internet/seluler Memerlukan internet atau data seluler
    Keamanan Enkripsi E2E, mode panik Enkripsi E2E, tapi bergantung server
    Desentralisasi Penuh, P2P mesh Terpusat pada server perusahaan
    Transaksi Kripto Bitcoin offline (ujicoba) Tidak ada dukungan native
    Privasi Tanpa akun/nomor Memerlukan nomor telepon
    Jangkauan Terbatas pada proximity (200m+) Global, tapi bergantung koneksi

    Aplikasi ini tidak memerlukan nomor telepon, akun, atau koneksi internet, membuatnya ideal untuk situasi darurat. Di Nepal misalnya, dikutip Forbes, Bitchat telah berkembang pesat selama pemadaman internet akibat protes politik dan diblokirnya platform media sosial besar seperti Instagram dan X, sehingga banyak pengguna memanfaatkan Bitchat untuk melakukan koordinasi di tengah krisis.

    Melalui jangkauan hingga 300 meter antar perangkat, jaringan mesh Bluetooth memungkinkan pesan dan transaksi di-relay melalui beberapa hop (hingga 7 hop), memperluas jangkauan tanpa infrastruktur eksternal.

    Baca juga: Hyperliquid Donasikan $254.000 ke ZachXBT, Siapa ZachXBT? – Tokocrypto News

    Cara Kerja Bitchat untuk Kirim Bitcoin Tanpa Internet

    Baru baru ini banyak beredar video Bitchat yang bisa mengirim Bitcoin langsung tanpa internet dimana cara kerjanya pengguna dapat melakukan transaksi Bitcoin secara offline dengan cara pre-sign di dompet mereka. Transaksi yang sudah ditandatangani ini kemudian dikirim melalui jaringan Bluetooth mesh ke perangkat-perangkat terdekat.

    Transaksi tersebut disimpan sementara dan direlay antar perangkat dalam jaringan mesh dan pada prosesnya bisa melompati beberapa hop, sehingga jangkauan bisa melebihi 300 meter tergantung jumlah perangkat relay. 

    Ketika salah satu node/perangkat dalam jaringan akhirnya terhubung ke internet, misalnya saat sinyal kembali atau ada Wi-Fi, transaksi tersebut otomatis dibroadcast ke jaringan Bitcoin blockchain untuk konfirmasi final.

    Meskipun aplikasi ini tidak benar-benar membutuhkan internet, Bitchat tetap menjadi solusi inovatif untuk melakukan komunikasi atau transaksi kripto di wilayah terpencil, selama pemadaman internet, bencana alam, protes, atau situasi di mana koneksi tradisional terganggu.

    Baca juga: Contoh Nyata Manfaat Aset Kripto: Venezuela Andalkan USDT di Tengah Inflasi

    Cara Download Aplikasi Bitchat untuk Kirim Pesan dan Bitcoin Tanpa Internet

    Tampilan aplikasi Bitchat di iOS

    Meskipun versi rilis saat ini masih belum bisa memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi Bitcoin secara langsung, kamu bisa mencoba menggunakan aplikasi Bitchat di Android dan Apple Store.

    Cara menggunakannya:

    1. Download Bitchat di Android atau Apple Store.
    2. Berikan izin untuk menggunakan bluetooth di pengkatmu.
    3. Klik #Mesh yang ada di atas untuk kirim chat.
    4. Kamu akan melihat lokasi channel, mulai dari lingkup tetangga sampai negara.

    Manfaat dan Potensi Dampak

    Bitchat menawarkan banyak manfaat, terutama bagi komunitas yang sering mengalami pembatasan internet. Di negara-negara dengan regulasi ketat terhadap kripto atau media sosial, aplikasi ini bisa menjadi alat untuk kebebasan berekspresi dan transaksi finansial. 

    Bagi pengguna Bitcoin, fitur yang memunkinkan kirim Bitcoin tanpa internet tentunya akan memudahkan transfer di acara-acara seperti konferensi kripto atau di daerah pedesaan tanpa akses broadband.

    Kesimpulan

    Peluncuran Bitchat oleh Jack Dorsey menandai era baru dalam teknologi komunikasi dan finansial. Dengan rumor akan adanya fitur tambahan kirim Bitcoin tanpa internet, aplikasi ini tidak hanya akan meningkatkan aksesibilitas kripto, tetapi juga memperkuat prinsip kebebasan dan privasi di dunia digital.

    Bicara soal aksesibilitas, langkah paling nyata untuk ikut mendukung visi Satoshi Nakamoto seperti Jack Dorsey adalah dengan memiliki Bitcoin sendiri. Kamu bisa membeli Bitcoin lewat exchange berizin dan diawasi OJK, seperti Tokocrypto, dapatkan potongan 20% biaya trading tiap trade dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran—download aplikasinya dan registrasi di sini!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Anjlok ke $78.888, Tekanan Dominan

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali menunjukkan tekanan kuat setelah BTC tercatat turun 6,15% dalam 24 jam terakhir ke level $78.888,59, dipantau Tokocrypto pada Minggu (1/2).

    Penurunan ini memperpanjang tren bearish jangka menengah, di mana Bitcoin telah melemah 11,10% dalam 30 hari dan anjlok lebih dari 27% dalam 90 hari terakhir dari level puncaknya.

    Kondisi ini menandai salah satu fase koreksi terdalam Bitcoin sejak mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198, sekaligus menegaskan bahwa sentimen risk-off masih mendominasi pasar kripto secara global.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $84.121, Sinyal Rebound Mulai Terbentuk

    Tekanan Jangka Pendek Masih Kuat

    Dalam perdagangan 24 jam terakhir, Bitcoin sempat menyentuh level terendah $75.815, sebelum mencoba melakukan pemantulan teknikal hingga area $83.951.

    Namun, tekanan jual kembali muncul dan mendorong harga turun ke bawah $80.000. Secara intraday, pergerakan harga BTC juga masih rapuh.

    Dalam satu jam terakhir, harga tercatat melemah 0,29%, menunjukkan bahwa minat beli jangka pendek belum cukup kuat untuk membalikkan momentum.

    Volume perdagangan 24 jam Bitcoin tercatat sebesar $73,97 miliar, relatif tinggi dibandingkan hari-hari sebelumnya.

    Lonjakan volume ini mengindikasikan adanya distribusi agresif, bukan akumulasi, di tengah volatilitas pasar.

    Kapitalisasi Pasar Tergerus Signifikan

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Akibat penurunan harga tersebut, kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1,57 triliun, turun cukup signifikan dari level di atas $1,7 triliun sebelumnya.

    Dengan pasokan beredar 19,98 juta BTC, Bitcoin telah mencapai sekitar 95,16% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

    Meski pasokan yang semakin terbatas secara teori mendukung narasi kelangkaan jangka panjang, kondisi makro dan sentimen global saat ini masih menjadi faktor dominan yang menekan harga.

    Tekanan Jangka Menengah dan Panjang

    Jika dilihat dari perspektif yang lebih luas, performa Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan pelemahan struktural.

    Dalam 60 hari, BTC telah turun 15,66%, sementara dalam 90 hari, penurunan mencapai 27,03%.

    Kondisi ini menunjukkan bahwa koreksi yang terjadi bukan sekadar pullback ringan, melainkan fase penyesuaian pasar setelah reli panjang sebelumnya.

    Investor jangka menengah terlihat masih bersikap defensif, menunggu kepastian arah pasar sebelum kembali masuk secara agresif.

    Faktor Sentimen dan Psikologi Pasar

    Pelemahan Bitcoin hari ini tidak berdiri sendiri. Secara umum, pasar kripto global tengah berada dalam fase risk-off, di mana investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko tinggi.

    Ketidakpastian ekonomi global, tekanan likuiditas, serta sentimen kehati-hatian investor turut memperburuk kondisi.

    Dalam situasi seperti ini, Bitcoin yang selama ini dipandang sebagai aset lindung nilai alternatif justru ikut tertekan karena korelasinya yang masih kuat dengan aset berisiko lainnya.

    Level Teknis yang Perlu Diperhatikan

    Dari sisi teknikal, area $75.000–$76.000 kini menjadi support krusial. Jika level ini gagal dipertahankan, potensi penurunan lanjutan menuju area psikologis $70.000 terbuka lebar.

    Sementara itu, di sisi atas, area $83.000–$85.000 kini berperan sebagai resistance terdekat.

    Selama Bitcoin belum mampu kembali menembus dan bertahan di atas level tersebut, tren jangka pendek masih cenderung bearish.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Anjlok 6%, Tekanan Masih Dominan

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam tekanan kuat, dengan penurunan 6,15% dalam 24 jam terakhir dan pelemahan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

    Sentimen risk-off, tekanan teknikal, serta distribusi volume tinggi menjadi faktor utama yang menahan potensi pemulihan harga.

    Bagi pelaku pasar, fase ini menuntut kehati-hatian ekstra. Selama belum ada konfirmasi pembalikan tren atau katalis makro yang jelas, volatilitas Bitcoin diperkirakan masih akan tinggi dalam waktu dekat.

    Level support di area $75.000 menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya bagi aset kripto terbesar di dunia ini.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Anjlok 6%, Tekanan Masih Dominan

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat berada di level $88.944,46, melemah tajam sekitar 6,71% dalam 24 jam terakhir.

    Penurunan ini menempatkan Bitcoin sebagai salah satu aset kripto utama dengan performa tertekan, seiring memburuknya sentimen pasar secara keseluruhan.

    Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Jumat (30/1), kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1.641 miliar, dengan volume perdagangan 24 jam melonjak ke $74,27 miliar.

    Lonjakan volume ini mengindikasikan meningkatnya aktivitas jual beli, yang umumnya mencerminkan fase volatilitas tinggi dan distribusi aset oleh pelaku pasar.

    Tekanan Jangka Pendek Masih Kuat

    Dalam rentang 24 jam terakhir, BTC sempat bergerak di area terendah $81.071,47 dan tertinggi $88.330,04, sebelum akhirnya bertahan di kisaran USD 88 ribu.

    Meskipun terdapat pemulihan kecil secara intrajam dengan kenaikan 0,74% dalam satu jam terakhir, tekanan jangka pendek masih terlihat dominan.

    Secara mingguan, Bitcoin telah terkoreksi sekitar 8,54%, sementara dalam periode 30 hari terakhir turun 7,18%.

    Koreksi yang lebih dalam terlihat pada kerangka waktu lebih panjang, dengan penurunan 25,34% dalam 90 hari terakhir.

    Angka ini menandakan bahwa BTC masih berada dalam fase konsolidasi bearish setelah gagal mempertahankan momentum bullish sebelumnya.

    Jauh dari Rekor Tertinggi

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Bitcoin saat ini diperdagangkan jauh di bawah rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $126.198,07.

    Selisih yang cukup lebar ini memperkuat pandangan bahwa pasar masih membutuhkan katalis kuat untuk membalikkan tren turun yang sedang berlangsung.

    Meski demikian, dari sisi fundamental, suplai Bitcoin tetap relatif stabil. Sirkulasi pasokan berada di angka 19,98 juta BTC, atau sekitar 95,15% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

    Keterbatasan suplai ini secara historis menjadi salah satu faktor utama yang menopang nilai jangka panjang Bitcoin, terutama saat tekanan jual mulai mereda.

    Volume Tinggi, Tanda Distribusi atau Akumulasi?

    Lonjakan volume perdagangan ke atas $74 miliar menjadi salah satu sorotan utama hari ini.

    Dalam banyak kasus, volume besar yang menyertai penurunan harga dapat menandakan dua kemungkinan: fase distribusi lanjutan atau awal dari proses akumulasi oleh investor besar.

    Jika tekanan jual masih mendominasi, volume tinggi berpotensi mempercepat penurunan menuju level support berikutnya.

    Namun, jika volume ini diiringi dengan stabilisasi harga, ada peluang bahwa pasar mulai membentuk dasar (bottom) jangka pendek.

    Level Teknis yang Perlu Diperhatikan

    Dari sudut pandang teknikal, area $81.000–$83.000 menjadi zona support krusial yang perlu dijaga oleh Bitcoin.

    Penembusan bersih ke bawah area ini berpotensi membuka ruang koreksi lanjutan. Sebaliknya, untuk memulihkan sentimen bullish jangka pendek, BTC perlu kembali menembus dan bertahan di atas area $90.000.

    Pergerakan harga saat ini masih menunjukkan dominasi seller, namun volatilitas yang tinggi membuka peluang bagi trader jangka pendek untuk memanfaatkan pergerakan cepat, dengan tetap memperhatikan manajemen risiko.

    Sentimen Pasar dan Prospek ke Depan

    Secara umum, kondisi pasar kripto saat ini masih dibayangi ketidakpastian. Koreksi Bitcoin yang cukup dalam turut memengaruhi altcoin, yang umumnya mencatatkan penurunan lebih tajam.

    Dalam situasi seperti ini, pelaku pasar cenderung lebih berhati-hati dan menunggu konfirmasi arah tren berikutnya.

    Meski tekanan jangka pendek masih kuat, fundamental Bitcoin sebagai aset kripto terbesar dengan kapitalisasi pasar tertinggi tetap menjadi daya tarik utama bagi investor jangka panjang.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $88.944, Uji Area Support

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase tekanan, dengan penurunan harian, mingguan, hingga bulanan yang cukup signifikan.

    Volume perdagangan yang tinggi menandakan meningkatnya aktivitas pasar, namun arah pergerakan selanjutnya akan sangat ditentukan oleh kemampuan BTC mempertahankan level support kunci.

    Bagi investor, fase ini menjadi momentum untuk mencermati pergerakan harga dengan lebih disiplin, sementara trader jangka pendek perlu mewaspadai volatilitas yang masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $88.944, Uji Area Support

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin masih berada dalam tekanan ringan.

    Berdasarkan data terbaru Tokocrypto pada Kamis (29/1), harga Bitcoin tercatat di $88.944,46 per BTC, melemah sekitar 1,14% dalam 24 jam terakhir.

    Koreksi ini terjadi seiring meningkatnya volatilitas pasar kripto global, di mana pelaku pasar terlihat mulai lebih berhati-hati setelah reli panjang yang membawa BTC mendekati area psikologis $90.000.

    Dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,77 triliun, Bitcoin masih kokoh sebagai aset kripto terbesar di dunia.

    Namun, dinamika jangka pendek menunjukkan bahwa pasar sedang berada dalam fase konsolidasi yang sensitif, di mana setiap tekanan jual relatif kecil dapat memicu pergerakan harga yang cukup signifikan.

    Baca Juga: Citrea Luncurkan Mainnet untuk Skalabilitas Bitcoin

    Performa Harian: BTC Masih Bertahan di Atas $88.000

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Dalam 24 jam terakhir, BTC bergerak di rentang $87.612 – $90.439.

    Level ini menandakan bahwa area $87.000–$88.000 mulai berperan sebagai zona support jangka pendek, sementara area $90.000 masih menjadi resistensi kuat yang belum berhasil ditembus secara meyakinkan.

    Secara intraday, Bitcoin sempat mencatat perubahan harga satu jam sebesar +0,07%, menunjukkan adanya upaya pantulan kecil dari tekanan jual.

    Namun secara keseluruhan, tekanan masih mendominasi, tercermin dari penurunan harian sekitar -1,24%.

    Volume Perdagangan dan Aktivitas Pasar

    Volume perdagangan Bitcoin dalam 24 jam terakhir tercatat di kisaran $35,57 miliar hingga $43,92 miliar (bergantung pada agregator data), mencerminkan bahwa likuiditas pasar tetap tinggi.

    Tingginya volume di tengah penurunan harga sering kali mengindikasikan adanya distribusi aset, di mana sebagian investor memilih mengamankan profit atau mengurangi eksposur risiko.

    Dari sisi suplai, jumlah BTC yang beredar saat ini sekitar 19,98 juta koin, atau sekitar 95,15% dari total maksimum 21 juta BTC.

    Artinya, sebagian besar suplai Bitcoin sudah berada di pasar, dan laju inflasi tahunan BTC relatif sangat rendah dibanding aset kripto lain.

    Faktor ini masih menjadi salah satu fondasi utama narasi jangka panjang Bitcoin sebagai aset lindung nilai digital.

    Kinerja Jangka Menengah: Sinyal Campuran

    Melihat data historis, pergerakan BTC menunjukkan sinyal yang cukup beragam:

    • 30 hari: naik sekitar 0,91%
    • 60 hari: turun sekitar 3,03%
    • 90 hari: turun sekitar 19,54%

    Penurunan hampir 20% dalam 90 hari terakhir menegaskan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase koreksi menengah setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi di $126.198.

    Koreksi sedalam ini secara historis bukanlah hal asing bagi Bitcoin, bahkan sering dianggap sebagai bagian dari siklus pasar.

    Namun, data ini juga menunjukkan bahwa pemulihan jangka pendek masih rapuh.

    Kenaikan tipis dalam 30 hari terakhir belum cukup untuk mengubah struktur tren yang cenderung melemah dalam horizon waktu lebih panjang.

    Struktur Pasar dan Level Penting

    Dari sudut pandang pasar, ada beberapa level kunci yang kini menjadi perhatian trader dan investor:

    • Support terdekat: area $87.000–$88.000
    • Support lanjutan: area psikologis $85.000
    • Resistensi utama: $90.000
    • Resistensi lanjutan: $94.000–$95.000

    Selama BTC masih bertahan di atas area $87.000, peluang konsolidasi masih terbuka. Namun, jika level ini ditembus dengan volume besar, pasar berpotensi menguji support yang lebih rendah.

    Sebaliknya, untuk memulihkan sentimen jangka pendek, Bitcoin perlu kembali menembus dan bertahan di atas $90.000.

    Breakout yang valid di atas level ini dapat membuka ruang bagi penguatan lanjutan dan mengurangi tekanan psikologis di pasar.

    Sentimen Investor: Menunggu Katalis

    Pergerakan harga yang relatif datar dengan kecenderungan melemah menunjukkan bahwa pasar saat ini berada dalam fase menunggu katalis baru.

    Baik faktor makro, aliran dana institusional, maupun perkembangan regulasi global masih menjadi variabel utama yang dapat mengubah arah harga secara signifikan.

    Di sisi lain, fakta bahwa kapitalisasi pasar Bitcoin tetap berada di atas $1,7 triliun menunjukkan bahwa minat jangka panjang terhadap BTC belum memudar.

    Investor besar cenderung memandang koreksi sebagai bagian dari siklus, bukan akhir dari tren makro.

    Baca Juga: Analisa harga BTC hari ini: Bangkit! Bitcoin Menguat 1,63%

    Analisa harga BTC hari ini memperlihatkan Bitcoin masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah ringan.

    Harga di $88.944 menempatkan BTC tepat di area krusial antara support dan resistensi.

    Dalam jangka pendek, pasar akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan Bitcoin bertahan di atas $87.000 atau menembus kembali $90.000.

    Bagi investor, periode seperti ini sering kali menjadi momen untuk lebih fokus pada manajemen risiko dan pemantauan level teknikal utama, sambil menunggu arah pasar yang lebih tegas.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Citrea Luncurkan Mainnet untuk Skalabilitas Bitcoin

    Proyek Layer 2 Bitcoin berbasis teknologi Zero-Knowledge (ZK), Citrea, kini secara resmi telah meluncurkan mainnet-nya.

    Peluncuran ini sekaligus menandai tonggak penting dalam perkembangan teknologi scaling dan smart contract di jaringan Bitcoin.

    Menurut laporan The Block pada Rabu (28/1), pengumuman ini menghadirkan optimisme baru di komunitas kripto karena membawa kemampuan eksekusi aplikasi kompleks, termasuk potensi DeFi, ke Bitcoin tanpa mengorbankan keamanan on-chain yang sudah menjadi fondasi kuat jaringan ini.

    Baca Juga: Altcoin Season Melemah, DeFi Muncul Sebagai Penyelamat Harga

    Apa Itu Citrea dan Bagaimana Cara Kerjanya?

    Citrea merupakan solusi Layer 2 yang dibangun di atas Bitcoin dengan memanfaatkan teknologi Zero-Knowledge Rollups (ZK-Rollup).

    Secara teknis, Citrea memproses transaksi dan smart contract di luar jaringan Bitcoin (off-chain) menggunakan mesin virtual zkEVM, kemudian menghasilkan bukti kriptografis yang disimpan ke chain Bitcoin.

    Proses ini memungkinkan throughput transaksi yang jauh lebih tinggi, biaya lebih rendah, dan tetap mengandalkan keamanan jaringan Bitcoin sebagai anchor terakhir.

    Dibandingkan dengan beberapa solusi lain yang bergantung pada mekanisme eksternal atau multi-signature tradisional, Citrea menggunakan Bitcoin secara langsung untuk settlement dan data availability, yang berarti setiap aktivitas Layer 2 dapat diverifikasi melalui data yang tersedia di blockchain Bitcoin.

    ctUSD: Stablecoin yang Memperkuat Ekosistem

    Bersamaan dengan peluncuran mainnet, Citrea memperkenalkan stablecoin native bernama ctUSD.

    Stablecoin ini diterbitkan oleh MoonPay dan didukung infrastruktur oleh M0, dengan cadangan penuh berupa short-term U.S. Treasury bills dan kas.

    Keberadaan ctUSD ini berfungsi sebagai jembatan finansial antara aktivitas DeFi di Citrea dan sistem fiat di luar jaringan, memberikan likuiditas yang stabil tanpa harus bergantung pada BTC yang volatile untuk setiap transaksi.

    Dengan ctUSD, pengguna dapat melakukan lending, borrowing, maupun fungsi pasar modal lainnya dengan denominasi yang lebih stabil—suatu kebutuhan penting untuk adopsi DeFi yang lebih luas.

    Mendukung Aktivitas Finansial Lanjutan di Bitcoin

    Tim Research Tokocrypto menjelaskan, peluncuran mainnet Citrea membuka jalan bagi berbagai aplikasi Bitcoin-native seperti BTC-backed lending, structured products, dan aplikasi DeFi lain yang umumnya hanya tersedia di ekosistem lain seperti Ethereum.

    Ratusan bitcoin capital yang selama ini “tidur” karena keterbatasan jaringan dasar Bitcoin kini berpeluang dialirkan ke aplikasi produktif di atas Layer 2.

    “Peluncuran ini memperkuat narasi BTCFi (Bitcoin DeFi) yang sedang tren. Dengan membawa programabilitas (ZK-Rollup) ke Bitcoin, Citrea membuka jalan bagi aplikasi DeFi kompleks untuk dibangun di atas likuiditas aset terbesar di dunia (BTC), berpotensi menyaingi ekosistem L2 Ethereum,” papar Tim Research Tokocrypto.

    Selain itu, Citrea sudah bermitra dengan sejumlah pelaku DeFi dan pasar modal, termasuk Morpho, UltraYield, dan Keyrock, yang mengembangkan infrastruktur bagi produk-produk finansial canggih yang berjalan langsung di atas Bitcoin.

    Para pendukung juga melihat peluncuran Citrea sebagai penguat narasi BTCFi (Bitcoin DeFi), di mana Bitcoin tidak hanya berfungsi sebagai store of value (SOV) tetapi juga sebagai jaringan tempat modal dapat dikelola, dipinjamkan, dan diperdagangkan secara on-chain.

    Tantangan & Potensi Adopsi

    Meski potensi Citrea sangat besar, adopsi nyata masih menghadapi sejumlah tantangan.

    Pertama, kehati-hatian developer dan pengguna terhadap keamanan serta pengalaman pengguna sangat penting karena teknologi ZK masih relatif baru di jaringan Bitcoin.

    Sertifikasi dan audit sangat diperlukan agar jembatan seperti Clementine bridge serta sistem bukti ZK dapat beroperasi secara aman.

    Kedua, meskipun strukturalnya kuat, ekosistem DeFi yang hidup dan dinamis memerlukan network effect.

    Artinya, developer perlu terdorong untuk membangun aplikasi, dan pengguna harus merasa nyaman menggunakan sistem baru ini.

    Kebijakan jembatan likuiditas dan integrasi dengan dompet serta bursa juga memainkan peran penting dalam adopsi jangka panjang.

    Dengan peluncuran mainnet Citrea, Bitcoin mendapatkan momentum baru yang bergerak dari sekadar aset digital untuk disimpan, menuju sistem keuangan programmable yang dapat mendukung aplikasi kompleks secara native.

    Hal ini menjadikan Bitcoin bukan hanya digital gold tetapi juga programmable financial infrastructure, yang dapat bersaing di ruang DeFi yang sebelumnya didominasi oleh jaringan lain.

    Baca Juga: White Paper ⁠Bitcoin Mejeng di Bursa Efek New York

    Peluncuran mainnet Citrea merupakan milestone besar dalam evolusi teknologi Bitcoin.

    Dengan menghadirkan ZK-Rollup dan smart contract, serta stablecoin ctUSD, Citrea membuka jalan bagi era baru Bitcoin DeFi yang lebih fungsional dan terprogram tanpa meninggalkan keamanan jaringannya.

    Meski masih banyak tantangan, langkah ini menjadi bagian penting menuju masa depan di mana Bitcoin berperan lebih luas dalam sistem keuangan terdesentralisasi global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com