Tag Archives: bitcoin

Bitcoin Menurun, Altcoin Ada Harapan?!

Laporan riset kripto yang disusun oleh tim Research Tokocrypto ini berfungsi sebagai referensi strategis bagi investor untuk memahami dinamika ekonomi global dan perkembangan industri aset digital. Melalui analisis mendalam yang mencakup data makroekonomi, fluktuasi harga, serta peristiwa penting dalam ekosistem blockchain, laporan ini membedah tren utama yang memengaruhi arah pasar.

Fokus utama dari riset ini adalah menyediakan wawasan yang tajam dan terpercaya bagi setiap pembaca. Dengan informasi yang tepat waktu, laporan ini diharapkan dapat menjadi kompas bagi Anda dalam menentukan strategi investasi yang cerdas di tengah dinamika industri aset digital yang sangat fluktuatif.

Fokus Utama

  1. Makroekonomi Global
    • Presiden China, Xi Jinping, menyatakan agar Yuan Tiongkok (RMB) diangkat menjadi mata uang global.
    • Presiden Trump resmi menandatangani undang-undang untuk mengakhiri penutupan pemerintah AS (government shutdown).
    • Presiden Trump mengumumkan kesepakatan dagang bersama India
  2. Makroekonomi Nasional
    • Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan Indonesia bisa keluar dari keanggotaan Dewan Perdamaian atau Board of Peace.
    • Moody’s Ratings menurunkan outlook peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif.
    • Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia sepanjang tahun 2025 mengalami surplus sebesar US$41,05 miliar
  3. Performa Pasar Kripto
    • Market Cap & Volume anjlok ke angka $2.46 Triliun (-18.46%), sejalan dengan CoinMarketCap 100 Index yang turun ke level $142.33 (-19.90%). Penurunan masif ini menghancurkan mental pelaku pasar; indikator Fear & Greed jatuh ke angka 11, menandakan pasar sedang berada di fase ‘Extreme Fear’ atau ketakutan ekstrem
    • Sementara itu, CMC Altcoin Season Index berada di skor 32/100. Angka ini menegaskan bahwa Bitcoin Season’ masih memegang kendali penuh. Di tengah sentimen panik, likuiditas pasar cenderung defensif dan belum ada keberanian signifikan untuk rotasi modal ke aset altcoin.
    • Sektor AI Agents (+205%) dan Communications & Social Media (+188%) mengambil alih narasi pasar dengan performa positif di tengah badai merah. Token WHITEWHALE naik sebesar (+47.69%), diikuti oleh SENT (+30.53%) dan EDU (+20.51%).
  4. Aksi Pasar & Proyeksi Mingguan
    • Bears mengambil alih Bitcoin
    • Berachain (BERA) → Risiko distribusi suplai ekstrem (~59.59%).
    • Bitcoin: True Market Mean Price → Bears mengambil alih kondisi market.

📌 Kesimpulan: Fokus ke sektor AI Agents dan Communications & Social Media yang saat ini menjadi narasi terkuat di tengah pasar yang sedang lesu. Jauhi keinginan untuk nekat membeli aset yang menghadapisuplai seperti Berachain (BERA) (~59.59%) dan Nereus Token (NRS) (~46.85%), karena risiko harga terbanting akibat tekanan jual sangat nyata. Sebaliknya, investor bisa memanfaatkan diskon pasar saat ini untuk akumulasi proyek fundamental dengan inflasi rendah seperti Aptos (APT) atau Arbitrum (ARB). Mengingat psikologi pasar sedang hancur lebur di level ‘Extreme Fear’ (11) dan dominasi Bitcoin Season (32), prioritas utama adalah pertahanan modal. Batasi spekulasi, ambil keuntungan jangka pendek (scalping), karena di kondisi seperti ini cash is king dan keamanan dana adalah segalanya.

Makroekonomi Global

Daftar aset kripto yang dilabeli 'koin China' sedang masuk fase bullish. Sumber: Getty Images.
Daftar aset kripto yang dilabeli ‘koin China’ sedang masuk fase bullish. Sumber: Getty Images.
  • Presiden China, Xi Jinping, menyatakan agar Yuan Tiongkok (RMB) diangkat menjadi mata uang global.
  • Presiden Trump mengumumkan cadangan mineral senilai $12 miliar untuk mengamankan pasokan logam langka bagi industri AS dan melawan dominasi China.
  • Presiden Trump resmi menandatangani undang-undang untuk mengakhiri penutupan pemerintah AS (government shutdown).
  • Presiden China, Xi Jinping mengatakan China tidak akan pernah membiarkan Taiwan terpisah.
  • Presiden Trump mengumumkan kesepakatan dagang bersama India dengan menghapus tarif impor produk AS ke 0% dan berhenti membeli minyak Rusia, beralih ke minyak AS. Sebagai imbalan, AS menurunkan tarif impor produk India menjadi 18%.

Makroekonomi Nasional

Presiden Prabowo
Presiden Prabowo
  • Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pandangan realistis mengenai politik luar negeri di tengah ancaman global, menekankan bahwa posisi non-blok murni berisiko membuat Indonesia tidak memiliki aliansi.
  • Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia sepanjang tahun 2025 mengalami surplus sebesar US$41,05 miliar, didorong ekspor non-migas ke AS dan India, meskipun sektor migas masih defisit.
  • Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan Indonesia bisa keluar dari keanggotaan Dewan Perdamaian atau Board of Peace. Jika tujuan untuk kemerdekaan Palestina tidak tercapai.
  • Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mencatatkan realisasi penerimaan negara per 31 Januari 2026 sebesar Rp172,7 triliun, yang mencerminkan pertumbuhan 9,8% secara tahunan (yoy).
  • Moody’s Ratings menurunkan outlook peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, khawatir terhadap stabilitas kebijakan fiskal dan utang BUMN di bawah pemerintahan Presiden Prabowo. 

Kalender Makroekonomi

Feb 02, 2026 U.S. ISM Manufacturing Purchasing Managers Index (PMI) U.S. ISM Manufacturing Purchasing Managers Index (PMI)
Actual: 52.6 
Forecast: 48.5
Previous: 47.9→ Sektor manufaktur AS secara mengejutkan bangkit ke zona ekspansi (di atas 50), melompat ke level 52.6 dan jauh melampaui prediksi pasar yang mengira akan tetap kontraksi.

Data ekonomi yang sangat kuat ini menjadi sentimen Bearish bagi kripto; bangkitnya aktivitas pabrik menandakan ekonomi AS masih “panas”, yang berisiko memicu inflasi kembali. Hal ini memberi alasan kuat bagi The Fed untuk menunda pemangkasan suku bunga, sehingga likuiditas Dolar AS akan tetap ketat dan menekan harga aset berisiko.

Feb 04, 2026 U.S. ISM Non-Manufacturing Purchasing Managers Index (PMI) U.S. ISM Non-Manufacturing Purchasing Managers Index (PMI)
Actual: 53.8 
Forecast: 53.5 
Previous: 53.8 → Aktivitas sektor jasa AS stabil di level ekspansi 53.8, sedikit lebih tinggi dari ekspektasi pasar namun sama persis dengan bulan sebelumnya.

Data ini cenderung Netral-ke-Bearish bagi kripto; stabilitas sektor jasa yang menyumbang porsi terbesar ekonomi AS ini menunjukkan ketahanan ekonomi yang solid, sehingga tidak ada desakan mendesak bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneter guna menyelamatkan pertumbuhan ekonomi.

Feb 05, 2026 U.S. Initial Jobless Claims U.S. Initial Jobless Claims
Actual: – (Akan dirilis hari ini) 
Forecast: 212K Previous: 209K → Klaim pengangguran mingguan AS diproyeksikan sedikit naik menjadi 212K. Data ini sangat krusial; jika angka Actual nanti dirilis lebih tinggi dari ekspektasi (misal di atas 220K), ini akan menjadi sentimen Bullish bagi kripto karena menandakan mulai retaknya pasar tenaga kerja (“bad news is good news”), yang mendesak The Fed untuk segera memangkas suku bunga.

Sebaliknya, jika angka di bawah ekspektasi, sentimen akan tetap Bearish karena menunjukkan pasar tenaga kerja masih terlalu kuat.

Feb 06, 2026 (Jan) U.S. Unemployment Rate U.S. Unemployment Rate 
Actual: – (Akan dirilis 6 Feb 2026) 
Forecast: 4.4% 
Previous: 4.4% → Tingkat pengangguran AS diproyeksikan stagnan di angka 4,4%. Data ini adalah indikator utama resesi; jika angka Actual nanti dirilis lebih tinggi dari ekspektasi (misal 4,5% atau lebih), ini akan menjadi sentimen Bullish kuat bagi kripto karena sinyal pelemahan ekonomi ini akan “memaksa” The Fed untuk segera memangkas suku bunga.

Sebaliknya, angka di bawah 4,4% akan dianggap Bearish karena menunjukkan pasar tenaga kerja yang masih terlalu ketat, memberi ruang bagi The Fed untuk menahan suku bunga tinggi lebih lama.

Kesimpulan Data ekonomi AS di awal minggu (ISM Manufacturing & Services PMI) menunjukkan kondisi ekonomi yang jauh lebih kuat dan ekspansif dari prediksi, menciptakan sentimen Bearish bagi pasar kripto karena mengurangi urgensi The Fed untuk memangkas suku bunga.

Saat ini, nasib pasar bergantung pada rilis data tenaga kerja (Klaim Pengangguran & Tingkat Pengangguran) di sisa minggu ini; jika data tenaga kerja juga terbukti kuat, tekanan jual pada aset berisiko berpotensi berlanjut karena likuiditas Dolar AS akan tetap diperketat.

Perkembangan Regulasi Kripto

Ilustrasi pajak aset kripto.
Ilustrasi pajak aset kripto. Foto: Shutterstock.
  • Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memperluas pertukaran data keuangan otomatis (AEOI-CRS) dengan 117 negara, mencakup pelaporan aset kripto sesuai PMK Nomor 108 Tahun 2025.
  • Justin Sun dituduh melakukan manipulasi pasar oleh mantan pasangannya, Ten Ten, mengklaim memiliki bukti bahwa Sun menggunakan identitas karyawan untuk membuat akun Binance guna melakukan wash trading TRX pada 2017-2018.
  • India mempertahankan pajak kripto sebesar 30%, dan menambahkan denda sebesar $545 untuk laporan yang tidak dilaporkan.
  • Regulator investasi Kanada (CIRO) meluncurkan kerangka kerja kustodi aset kripto baru dengan membatasi proporsi aset klien yang dapat dipegang berdasarkan modal dan asuransi maksimal 20%.
  • Regulator perjudian Nevada (Nevada Gaming Control Board) menyatakan gugatan perdata terhadap Coinbase, menuduh bursa kripto tersebut menawarkan taruhan olahraga ilegal melalui produk prediction market mereka. 

Adopsi Kripto oleh Institusi

Ilustrasi BBVA, salah satu bank terbesar di Spanyol yang akan tawarkan cryptocurrency.
Ilustrasi BBVA, salah satu bank terbesar di Spanyol yang akan tawarkan cryptocurrency. Foto: Shutterstock
  • CME sedang mempertimbangkan untuk meluncurkan “CME Coin” miliknya sendiri, yang akan diluncurkan pada jaringan terdesentralisasi
  • Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA) mengonfirmasi bahwa lisensi stablecoin pertama dijadwalkan akan diterbitkan pada Maret 2026. 
  • Bank Spanyol BBVA bergabung dengan konsorsium yang terdiri dari 11 lembaga keuangan besar Eropa untuk meluncurkan stablecoin yang dipatok ke euro pada paruh kedua tahun 2026.
  • ING Deutschland, bank terbesar di Jerman, kini memungkinkan nasabah ritel untuk memperdagangkan ETN Bitcoin, ETP Ethereum dan Solana langsung melalui rekening sekuritas biasa.
  • Raksasa perbankan Swiss dengan aset kelolaan $7 triliun, UBS, dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk menawarkan akses investasi mata uang kripto kepada klien individu mereka. 

Performa Pasar Kripto Mingguan

Minggu ini, pasar kripto menunjukkan perubahan tren yang drastis. Setelah sebelumnya didominasi oleh kegilaan meme, arus modal investor kini mulai berotasi kembali ke sektor teknologi dan utilitas nyata. Fokus pasar terlihat jelas beralih pada narasi kecerdasan buatan (AI) dan platform sosial terdesentralisasi, meninggalkan spekulasi buta demi mencari fundamental yang lebih kuat.

📈 Highlights:

  • Dominasi Kecerdasan Buatan (AI) & Sosial 🤖 Narasi teknologi kembali memimpin. Sektor AI Agents mencatatkan kinerja terbaik dengan pertumbuhan sebesar +205%. Tren ini diikuti oleh sektor Communications & Social Media yang naik signifikan sebesar +188%. Hal ini menandakan bahwa investor kembali optimis terhadap AI dan media sosial dalam ekosistem blockchain.
  • Spekulasi yang Lebih Terukur 🎲 Meskipun narasi meme mereda, selera spekulasi belum hilang sepenuhnya tetapilebih terarah. Sektor Chinese Meme masih mencatatkan kenaikan moderat sebesar +47.38%, sementara sektor Prediction Markets (Pasar Prediksi) tumbuh +29.96%. Ini menunjukkan bahwa pedagang mencari peluang di pasar yang spesifik daripada sekadar mengikuti tren viral umum.
  • Top Gainers (Stabilitas vs Volatilitas) ⚖️ Berbeda dengan minggu lalu yang mencetak ribuan persen, juara minggu ini bergerak lebih rasional. Token WHITEWHALE memimpin dengan kenaikan +47.69%, disusul oleh SENT di angka +30.53%, dan token edukasi EDU sebesar +20.51%. Angka persentase yang lebih “rasional” ini mengindikasikan bahwa pasar sedang dalam fase konsolidasi atau penenangan diri setelah volatilitas ekstrem sebelumnya.

Pergerakan Harga Bitcoin

Daily Chart Bitcoin – TradingView

ergerakan Harga Bitcoin-Dail Chart Bitcoin. Sumber: TradingView
Pergerakan Harga Bitcoin-Dail Chart Bitcoin. Sumber: TradingView

Pada minggu sebelumnya Bitcoin diprediksi tetap mengalami pelemahan dan menurun. Hal tersebut terbukti benar sampai penulis juga merugi, izinn 🫸. Lalu, gimana selanjutnya?

Pada timeframe daily, harga menunjukkan sangat melemah hingga hampir mencapai Fibonacci Extensionnya di 1.618 (69,944). Ini menjadi titik krusial karena bertepatan dengan support terkuat yang sebelumnya. Jadi, gampangnya, hal ini bisa mengindikasikan adanya pembalikan meski hanya membentuk Higher Low untuk terus melanjutkan penurunan. Apabila naik, kemungkinan ia hanya sampai pada titik Support Became Resistance di fibonacci retracement 0.786-0.886 (84,332-82,607) sebelumnya. Terus, gimana weeklynya?

Timeframe Weekly sangat disayangkan harus diakui bahwa pergerakan harga juga sangat melemah, adanya death cross pada garis MA 14 dan 50 sesuai prediksi minggu lalu terjadi, RSI semakin melemah, semakin menandakan bahwa kita sudah memasuki fase bear mengambil alih sangat kuat. Pun kalau naik, dia hanya untuk turun kembali. Jadi, apa yang harus dilakukan? Pastikan jaga ketat kapital yang dimiliki, akumulasi aset yang memang pasti naik seperti Bitcoin, hindari seperti token Manta yang diiming-iming sama raja Crypto itu.  Ingat, Bitcoin adalah the Godfather-nya crypto.

Daily:

  • Harga Bitcoin pada timeframe daily menunjukkan pelemahan yang sangat kuat dan sudah mencapai area support.

Weekly:

  • Harga Bitcoin pada timeframe weekly sudah death cross pada garis MA 14 dan 50

🔭 Short-Term Projection:

Bullish Case:

  • Meski harga melemah, ada kemungkinan naik pada Support Became Resistance di fibonacci retracement 0.786-0.886 (84,332-82,607) sebelumnya.

⚠️ Bearish Case:Bitcoin sangat melemah dan hampir mencapai Fibonacci Extensionnya di 1.618 (69,944).

Analisis Data On-Chain Bitcoin

Heatmap Liquidation Bitcoin 1 Week

Bitcoin sedang mengalami fase kapitulasi harga yang parah, merosot tajam hingga menyentuh level terendah baru di kisaran $69.300. Struktur pasar pada heatmap memperlihatkan dominasi total dari sisi penjual, di mana level-level pertahanan penting telah dihancurkan oleh tekanan jual yang masif.

  • Runtuhnya Pertahanan Utama ($85.000): Jejak garis kuning tebal yang sebelumnya terlihat kokoh di level $85.000 kini telah tertembus sepenuhnya dan ditinggalkan jauh di atas. Jebolnya benteng ini memicu likuidasi berantai (cascading liquidation) yang menyeret harga jatuh bebas.
  • Absennya Dinding Pembeli ($69.000): Di sisi bawah, grafik terlihat relatif gelap dan minim garis likuiditas tebal yang biasanya berfungsi sebagai bantalan penahan jatuh. Absennya konsentrasi pesanan beli (bid walls) yang signifikan di sekitar harga saat ini menandakan bahwa pasar masih sangat rapuh dan belum menemukan pijakan yang kuat untuk berhenti turun.

🔍 Insight:

  • Struktur pasar saat ini sangat bearish; hilangnya likuiditas pembeli dan tekanan jual yang tak terbendung mengindikasikan bahwa ‘lantai’ pasar belum ditemukan dan risiko penurunan lanjutan masih terbuka lebar.

BTC: Hash Rate

Bitcoin saat ini menghadapi tekanan jual yang cukup berat dengan potensi koreksi harga menuju $73.000. Grafik on-chain mengungkap adanya anomali jaringan yang signifikan, di mana terjadi penurunan aktivitas penambangan yang sangat tajam, menandakan tekanan finansial serius pada para miner.

  • Kapitulasi Miner Ekstrem (-16%): Grafik menunjukkan Hashrate Drawdown yang anjlok sedalam 16%, sebuah penurunan paling drastis sejak peristiwa pelarangan mining di China tahun 2021. Secara historis, fase menyerahnya para penambang ini sering kali menjadi indikator awal bahwa harga pasar sedang membentuk dasar (bottoming).
  • Absennya Sinyal Reversal Altcoin: Meskipun data penambang menunjukkan sinyal bottom, pasar Altcoin belum mengonfirmasi pembalikan arah. 

🔍 Insight: Drop hashrate 16% adalah sinyal klasik miner capitulation yang sering mendahului market bottom, tetapi rapuhnya struktur pasar altcoin menuntut kehati-hatian ekstra sebelum melakukan akumulasi.

Bitcoin: Miner to Exchange Flow

Aktivitas para penambang (miners) di bursa Binance menunjukkan peningkatan intensitas yang sangat tinggi sepanjang Januari 2026, di mana pergerakan aset ini berkorelasi langsung dengan tren penurunan harga Bitcoin yang kini menyentuh level $78.700.

  • Distribusi Masif (~175.000 BTC) Sepanjang bulan Januari, tercatat akumulasi transfer sekitar 175.000 BTC dari penambang ke bursa Binance, dengan lonjakan harian tertinggi terlihat mendekati angka 10.000 BTC pada akhir bulan. Tingginya batang hijau pada grafik mengindikasikan manajemen likuiditas yang agresif dari para miner di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.
  • Tekanan Jual & Biaya Operasional Peningkatan suplai secara mendadak di order book bursa ini menjadi faktor penekan harga jangka pendek, terutama ketika permintaan pasar sedang lemah. Hal ini mencerminkan respons penambang terhadap tekanan biaya operasional, yang memaksa mereka melikuidasi aset simpanannya untuk menjaga arus kas tetap stabil.

🔍 Insight:

  • Distribusi agresif 175.000 BTC oleh penambang ke bursa menciptakan ‘tembok suplai’ nyata, yang akan terus menahan laju pemulihan harga selama permintaan pasar belum cukup kuat untuk menyerap likuiditas sebesar ini.

Bitcoin: True Market Mean Price

Bitcoin baru saja menembus level psikologis yang sangat krusial. Grafik memperlihatkan harga pasar saat ini (garis hitam) telah jatuh menembus ke bawah garis indikator True Market Mean Price (garis biru) yang berada di kisaran $80.000.

  • Konfirmasi Sinyal Bearish: Penurunan harga di bawah level $80.000 ini memiliki sejarah yang kelam. Pada siklus sebelumnya (Mei 2022), penembusan serupa menjadi validasi resmi dimulainya bear market yang berlangsung selama 7 bulan. Garis merah vertikal pada ujung kanan grafik menandai momen kritis ini, memberi sinyal bahwa tren jangka panjang sedang terancam.
  • Kendali Jangka Menengah di Tangan Bears: Sinyal teknikal ini mengindikasikan bahwa para penjual (bears) mulai mengambil alih kendali pasar untuk jangka menengah. Investor kini perlu bersiap menghadapi fase konsolidasi atau penurunan bertahap (slow bleed) yang diprediksi bisa memakan waktu 3 hingga 6 bulan ke depan.

🔍 Insight: Hilangnya support di level True Market Mean Price adalah sinyal teknikal ‘lampu merah’, memperingatkan bahwa sedang memasuki fase ‘musim dingin’ sebelum tren positif bisa terbentuk kembali.

Altcoin Update

Perkembangan Proyek Altcoin

Agregator DEX Solana, Jupiter, mengumumkan integrasi dengan Polymarket untuk menghadirkan pasar prediksi ke ekosistem Solana. Bersamaan dengan itu, Jupiter mengamankan investasi strategis $35 juta dari ParaFi Capital untuk mempercepat infrastruktur keuangan on-chain.

Aster DEX mengumumkan kebijakan biaya baru yang agresif: 0% Maker Fees untuk semua pasar, efektif mulai 2 Februari. Kebijakan ini berlaku tanpa persyaratan volume minimum, memberikan insentif penuh bagi penyedia likuiditas.

SEC secara resmi menutup investigasi terhadap Ondo Finance tanpa mengajukan dakwaan apapun. Bersamaan dengan itu, Ondo mengumumkan akan merilis roadmap fase berikutnya pada 3 Februari di New York.

Axie Infinity memperkenalkan token aplikasi baru bernama ‘Bonded AXS’ (bAXS) dan fitur ‘Terrariums‘, disertai dengan pengumuman dua airdrop mendatang bagi partisipan ekosistem. Pengenalan bAXS adalah upaya mengubah tokenomics untuk menyerap inflasi AXS dan memberikan utilitas baru dalam game.

VitalikButerin menyatakan visi asli Layer2s dan peran mereka di Ethereum tidak lagi masuk akal dan kita membutuhkan jalan baru.

Analisis On Chain Altcoin

Dogecoin mengalami koreksi tajam 16% dalam empat hari. Meski demikian, data on-chain menunjukkan holder melakukan akumulasi agresif. Metrik MVRV saat ini berada di zona -17% hingga -25%, yang secara historis menandakan area ‘opportunity zone’ sebelum rebound.

Solana rebound 8% dari support $95.87. Data on-chain menunjukkan ‘Bullish Divergence’ pada CMF, mengindikasikan akumulasi institusional saat harga turun, meskipun trader jangka pendek meningkatkan volatilitas.

Meskipun harga PEPE turun tajam (-31% dalam sebulan), indikator on-chain MVRV Long/Short Difference mendekati zona positif. Ini menandakan perpindahan kepemilikan dari trader spekulatif jangka pendek ke holder jangka panjang (smart money).

Token HYPE melonjak 76% mendekati ATH $59 didorong oleh antisipasi peluncuran HIP-4 (pasar prediksi). Data on-chain derivatif menunjukkan dominasi posisi long ($3.86M) dibandingkan short ($93k). Momentum ini didukung inovasi produk fundamental. Rendahnya eksposur ritel menunjukkan potensi kenaikan, namun risiko likuidasi long meningkat jika harga terkoreksi.

Aktivitas on-chain XRP runtuh dengan jumlah alamat aktif harian menyentuh level terendah tahunan. Diperburuk dengan arus keluar bersih dari ETF XRP sepanjang Januari, memicu kekhawatiran tentang melemahnya permintaan ritel. Tanpa katalis penggunaan nyata, pergerakan harga XRP kemungkinan hanya akan didorong spekulasi jangka pendek.

Token Unlock

Token Unlock Memasuki pertengahan Februari 2026, pasar kripto akan menghadapi gelombang likuiditas baru yang cukup signifikan. Dalam 10 hari ke depan, investor harus meningkatkan kewaspadaan karena terdapat beberapa proyek yang akan membanjiri pasar dengan suplai token dalam jumlah masif. Fokus utama tertuju pada rasio unlock

🔍 Highlight Unlock

  • 🔺 Unlock Besar (>10% dari Kapitalisasi Pasar): Status “Siaga Satu” minggu ini jatuh pada Berachain (BERA). Proyek ini akan melepaskan token setara 59.59% dari kapitalisasi pasarnya hari ini. Ini adalah tingkat dilusi yang sangat ekstrem dan berisiko tinggi menghancurkan struktur harga jangka pendek. Selain itu, Nereus Token (NRS) juga berada di zona bahaya dengan rencana rilis 46.85% dalam 5 hari kedepan, serta INFINIT (IN) yang akan menambah suplai sebesar 31.45% besok.
  • 🟡 Unlock Menengah (5–10% dari Kapitalisasi Pasar): Di kategori risiko moderat, volatilitas mungkin terjadi pada WalletConnect (WCT) dan Baby Shark Universe (BSU) yang masing-masing akan melepas 9.82% dan 9.28% suplainya. Proyek lain yang perlu dipantau adalah ADI (ADI) dengan rilis 7.18% serta Moca Network (MOCA) sebesar 6.96%. Meskipun tidak seekstrem kategori pertama, penambahan suplai ini cukup besar untuk menggerakkan harga jika tidak ada volume beli yang kuat.
  • 🟢 Unlock Ringan (<5% dari Kapitalisasi Pasar): Kabar baik bagi pemegang token Layer-1 dan Layer-2 besar. Aptos (APT) hanya akan mengalami inflasi suplai sebesar 1.47%, sementara Arbitrum (ARB) dan StarkNet (STRK) masing-masing hanya melepas 1.61% dan 2.43%. Proyek Stable (STABLE) dan io.net (IO) juga berada di zona aman dengan rilis di bawah 4%. Angka kecil ini biasanya hanya dianggap sebagai “noise” pasar dan tidak merusak tren jangka panjang.

💡 Analisis untuk Investor/Trader:

  • Hindari “Tangkap Pisau” (BERA, NRS, IN): Sangat disarankan untuk wait and see pada token Berachain (BERA) dan Nereus (NRS). Dengan suplai yang mendadak bertambah 40-60%, tekanan jual dari investor awal atau tim proyek akan sangat masif. Masuk ke pasar saat unlock berlangsung sama dengan menantang arus deras; lebih bijak menunggu harga stabil pasca-distribusi.
  • Waspada Volatilitas Low Cap (WCT & BSU): Token seperti WalletConnect (WCT) memiliki kapitalisasi pasar yang sangat kecil ($12 Juta). Rilis token hampir 10% pada aset sekecil ini bisa memicu price action yang liar. Trader harian mungkin bisa memanfaatkan volatilitas ini, namun investor jangka panjang sebaiknya berhati-hati terhadap slippage yang tinggi.
  • Peluang Akumulasi (APT & ARB): Bagi investor fundamental, jadwal unlock pada raksasa seperti Aptos (APT) atau Arbitrum (ARB) seringkali menjadi peluang “diskon” sesaat. Karena persentase rilisnya sangat kecil (<2%), penurunan harga yang terjadi biasanya cepat diserap kembali oleh pasar (rebound), menjadikannya momentum yang baik untuk Dollar Cost Averaging (DCA).

Proyeksi & Analisis

Pasar kripto minggu ini mengalami koreksi yang sangat drastis. Market Cap & Volume ambruk drastis ke level $2.46 Triliun (-18.46%). Tren bearish ini juga terkonfirmasi oleh CoinMarketCap 100 Index yang jatuh ke $142.33 (-19.90%). Kejatuhan harga yang signifikan ini telah merusak psikologis investor secara masif. Indikator Fear & Greed terjun bebas ke angka 11 dan masuk ke zona ‘Extreme Fear’ (Ketakutan Ekstrem). Sementara itu, CMC Altcoin Season Index tercatat di skor 32/100. Meskipun angka ini sedikit naik dibanding minggu lalu, status pasar masih dalam fase ‘Bitcoin Season’. Di tengah badai pasar saat ini, arus modal masih sangat defensif dan belum ada tanda-tanda keberanian investor untuk melakukan rotasi dana ke aset altcoin.

🔮Outlook Minggu Depan:

✅Harga Bitcoin pada timeframe daily melemah dan sudah mencapai area support.

  • Bullish case: Meski harga melemah, ada kemungkinan naik pada Support Became Resistance di fibonacci retracement 0.786-0.886 (84,332-82,607) sebelumnya.
  • Bearish case: Bitcoin sangat melemah dan hampir mencapai Fibonacci Extensionnya di 1.618 (69,944).

Zona likuidasi & teknikal:

  • Zona $85.000 ➜ Menjadi resistance terkuat, support sebelumnya kini berbalik menjadi penghalang kenaikan harga.
  • Zona $69.000 – $70.000 ➜ Menjadi area support psikologis terakhir di tengah minimnya dinding pesanan beli.

Narrative utama:

  • Sektor AI Agents (+205%) dan Communications & Social Media (+188%) mengambil alih panggung utama, menggeser fokus pasar kembali ke narasi teknologi dan utilitas.
  • Token WHITEWHALE mencatat kenaikan tertinggi sebesar (+47.69%), diikuti oleh SENT (+30.53%) dan EDU (+20.51%).

On-chain Insight & Derivatif:

  • BTC: Hash Rate ➜ Sinyal kapitulasi penambang terbesar sejak 2021.
  • Bitcoin: Miner to Exchange Flow → Distribusi ~175.000 BTC ke Binance selama Januari.
  • Bitcoin: True Market Mean Price → Bears mengambil alih kondisi market.

Fokus ke sektor AI Agents dan Communications & Social Media yang saat ini menjadi narasi terkuat di tengah pasar yang sedang lesu. Jauhi keinginan untuk nekat membeli aset yang menghadapisuplai seperti Berachain (BERA) (~59.59%) dan Nereus Token (NRS) (~46.85%), karena risiko harga terbanting akibat tekanan jual sangat nyata. Sebaliknya, investor bisa memanfaatkan diskon pasar saat ini untuk akumulasi proyek fundamental dengan inflasi rendah seperti Aptos (APT) atau Arbitrum (ARB). Mengingat psikologi pasar sedang hancur lebur di level ‘Extreme Fear’ (11) dan dominasi Bitcoin Season (32), prioritas utama adalah pertahanan modal. Batasi spekulasi, ambil keuntungan jangka pendek (scalping), karena di kondisi seperti ini cash is king dan keamanan dana adalah segalanya.

Edukasi Kripto

Kenapa Vitalik Buterin Sebut Layer 2 Sekarang “Tidak Masuk Akal”?

Ilustrasi pendiri Ethereum, Vitalik Buterin.
Ilustrasi pendiri Ethereum, Vitalik Buterin.

Vitalik Buterin baru-baru ini memberikan kritik tajam terhadap arah perkembangan ekosistem Layer 2 (L2). Ia menegaskan bahwa proyek yang masih berlindung di balik label “Rollup” tetapi beroperasi secara tersentralisasi sudah tidak lagi relevan untuk masa depan Ethereum. Lantas, apa poin utama dari kritik tersebut? Berikut 3 sorotan utamanya:

1. Ultimatum “Stage 1” (Wajib Desentralisasi) Vitalik menegaskan bahwa era training wheels (masa percobaan) sudah habis. L2 tidak boleh lagi selamanya berada di “Stage 0”.

  • Anti-Multisig: Proyek L2 tidak boleh lagi hanya dikendalikan oleh kunci ganda (Multisig) milik tim pengembang. Keamanan harus beralih sepenuhnya ke kode otomatis (Smart Contract) agar aset pengguna benar-benar terlindungi tanpa campur tangan manusia.

2. Masalah Fragmentasi & User Experience Pertumbuhan jumlah L2 yang terlalu masif justru menciptakan kerumitan baru yang menghambat adopsi massal.

  • Likuiditas Terpecah: Uang dan pengguna kini tersebar di ratusan chain berbeda yang sulit saling berkomunikasi. Hal ini membuat penggunaan Ethereum menjadi rumit dan mahal dibandingkan kompetitor monolithic seperti Solana yang lebih simpel.

3. Standar Keamanan Mutlak Label “Aman setara Ethereum” tidak boleh digunakan sembarangan jika infrastruktur teknisnya belum siap.

  • Bukti Teknis: L2 wajib memiliki fitur keamanan aktif seperti Fraud Proofs atau Validity Proofs. Tanpa fitur ini, klaim keamanan hanyalah strategi pemasaran (marketing gimmick), karena aset pengguna sebenarnya masih bisa dibekukan oleh pihak pengembang.

💡 Kesimpulan: Vitalik sedang melakukan “seleksi alam”. Hanya proyek L2 yang serius mengimplementasikan teknologi desentralisasi nyata yang akan dianggap valid, sementara proyek yang hanya bermodal hype tanpa keamanan teknis akan ditinggalkan.

Pengumuman

Tokocrypto Sambut Bulan Puasa dengan Hadiah Jutaan Rupiah dan Promo Cashback OVO

Dalam rangka menyambut bulan puasa, Tokocrypto menghadirkan berbagai program menarik untuk para pengguna dan komunitasnya. Mulai dari event komunitas berhadiah jutaan rupiah hingga promo cashback transaksi menggunakan OVO, semua disiapkan agar Tokonauts bisa menikmati pengalaman yang lebih seru selama periode Ramadan.

Event Komunitas “Beduk Kemenangan” dengan Prize Pool Lebih dari Rp2,5 Juta

Tokocrypto mengajak seluruh anggota komunitas Telegram untuk meramaikan program Beduk Kemenangan, yaitu event yang memungkinkan peserta ikut menambah total prize pool hingga lebih dari Rp2.500.000. Menariknya, semakin banyak partisipasi, semakin besar pula hadiah yang dibagikan.

Ada tiga aktivitas utama yang bisa dilakukan peserta untuk menambah prize pool, masing-masing bernilai Rp5.000:

  1. Mengajak member baru bergabung ke grup Telegram Tokocrypto.
  2. Mengikuti sesi weekly check-in setiap minggu.
  3. Membuat UTAS (Ulasan Tuntas Seputar Kripto).

Program ini berlangsung selama 3 minggu, yaitu pada periode:

  • 3 – 8 Februari
  • 9 – 15 Februari
  • 16 – 22 Februari

Setiap minggu akan dipilih 2 pemenang melalui undian, dengan maksimal prize pool per minggu mencapai Rp850.000.

Jadi Member Paling Aktif dan Raih Hadiah Tambahan

Selain Beduk Kemenangan, Tokocrypto juga menyediakan event Member Paling Aktif, di mana peserta yang paling sering berinteraksi positif di grup Telegram berkesempatan menjadi pemenang. Sistem penilaian dilakukan otomatis berdasarkan data statistik chat mingguan, dengan periode yang sama seperti event Beduk Kemenangan.

Promo Cashback OVO Points Hingga Rp50.000

Tidak hanya dari sisi komunitas, Tokocrypto juga menghadirkan promo transaksi bagi pengguna yang melakukan pembayaran pertama menggunakan OVO. Melalui program #GampangDapatPromo, pengguna baru OVO NABUNG bisa mendapatkan cashback 3% dalam bentuk OVO Points hingga maksimal Rp50.000.

Promo ini berlaku pada periode:
1 Februari 2026 – 28 Februari 2026

Adapun syarat utamanya adalah minimal transaksi sebesar Rp1.000.000, dan cashback hanya bisa didapatkan 1 kali per pengguna selama periode promo. OVO Points akan diterima maksimal 3×24 jam setelah transaksi berhasil, selama kuota promo masih tersedia.

Baca juga: OpenClaw: AI Agent yang Bisa Trading, Monitoring, dan Jalan Sendiri


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Koreksi BTC di Bawah $65.000

Pasar kripto hari ini, Jumat (6/2) kembali tertekan setelah Bitcoin anjlok ke $65.000, level terendah tahun ini, yang memicu likuidasi besar hingga $1,4 miliar dan menghapus sekitar $2 triliun kapitalisasi pasar sejak puncak Oktober 2025.

Meski tekanan meluas, beberapa altcoin seperti C98, THE, dan PARTI justru mencatat kenaikan tajam, menandakan adanya pergerakan spekulatif jangka pendek di tengah volatilitas ekstrem. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Daftar Altcoin Potensial Saat Bitcoin Koreksi di Bawah $65K

  • C98 melonjak 31% hari ini, capai level harga $0,031
  • THE catat kenaikan signifikan 16% sentuh $0,243796.
  • PARTI tumbuh positif 12%, harga kini di level $0,084152.

Bitcoin Anjlok ke $65.000, Kapitalisasi Kripto Hilang $2 Triliun

  • Bitcoin Sentuh Rekor Terendah Tahunan di $65.000, Turun 23% (YTD).
  • Likuidasi Pasar Kripto Tembus $1,4 Miliar dalam 24 Jam.
  • Pasar Kripto Susut $2 Triliun dari Puncak Tertinggi Oktober 2025.

Ikut Absen Aplikasi Tokocrypto Dapat Hadiah Total Rp25 Juta*

Prediksi Harga Ethereum di Tengah Aksi Jual Vitalik Buterin

  • Harga ETH tertekan akibat aksi jual besar-besaran Vitalik Buterin.
  • Vitalik jual ETH senilai $6,6 juta saat pasar kripto anjlok.
  • Analisis Teknis: Pola inverse head-and-shoulders ETH gagal.

Prediksi Harga DOGE, SHIB, PEPE Saat Bitcoin di Bawah $70.000

  • Harga Koin Meme mengekor pergerakan Bitcoin dan sentimen pasar.
  • DOGE, SHIB, dan PEPE uji level support kunci.
  • Tren Meme coin bergantung pada kondisi pasar Kripto dan Bitcoin.

Baca juga: Riset Kripto 26-30 Jan 2026: Bitcoin Makin Turun! Saatnya Goodbye?!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Rungkad! Bitcoin Turun 9% ke $64.000

Harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali melemah tajam dan diperdagangkan di level $64.499,89 per BTC, mencatat penurunan -8,88% dalam 24 jam terakhir.

Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan jual yang masih kuat, dengan sentimen pasar kripto global berada dalam fase risk-off.

Berdasarkan catatan Tokocrypto pada Jumat (6/2), kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1.289 triliun, sementara volume perdagangan 24 jam melonjak ke $140,80 miliar, menandakan aktivitas jual-beli yang sangat intens.

Lonjakan volume ini sering kali mencerminkan kepanikan jangka pendek, sekaligus fase distribution setelah reli sebelumnya.

Baca Juga: Binance Mulai Borong Bitcoin Rp15 Triliun, Tahap Pertama Sudah Jalan!

Tekanan Harga BTC dalam Jangka Pendek

Dalam rentang 24 jam terakhir, BTC sempat menyentuh level terendah $60.074,20 sebelum mencoba rebound tipis, dengan harga tertinggi harian di $71.802,46.

Fluktuasi lebar ini menegaskan bahwa volatilitas masih sangat tinggi, dan pelaku pasar cenderung berhati-hati.

Secara mingguan, Bitcoin tercatat turun -22,05%, sementara dalam 30 hari terakhir koreksi mencapai -30,17%. Bahkan dalam horizon 90 hari, BTC sudah terkoreksi hampir -36,92% dari level sebelumnya.

Data ini menunjukkan bahwa tekanan jual bukan sekadar koreksi teknikal ringan, melainkan bagian dari fase pelemahan tren yang lebih luas.

Faktor yang Membebani Harga Bitcoin

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Penurunan tajam harga BTC hari ini tidak berdiri sendiri. Ada beberapa faktor utama yang membebani pergerakan Bitcoin:

  1. Sentimen Makro Global
    Ketidakpastian kondisi makroekonomi global, termasuk kebijakan suku bunga dan arus modal ke aset aman, masih menjadi faktor utama. Investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk kripto.
  2. Likuidasi Posisi Leverage
    Penurunan cepat memicu gelombang likuidasi posisi leverage di pasar derivatif. Hal ini mempercepat penurunan harga karena forced selling di bursa futures.
  3. Tekanan Teknis
    Secara teknikal, BTC telah menembus beberapa area support penting. Breakdown ini memicu aksi jual lanjutan dari trader jangka pendek yang mengandalkan level teknikal sebagai acuan.

Struktur Pasar dan Level Kunci BTC

Dari sisi struktur pasar, Bitcoin masih diperdagangkan jauh di bawah rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $126.198,07.

Jarak yang cukup dalam dari ATH ini menegaskan bahwa pasar masih berada dalam fase koreksi besar.

Level $60.000 kini menjadi area support psikologis yang sangat krusial.

Jika tekanan jual berlanjut dan BTC gagal bertahan di atas area ini, potensi penurunan lanjutan menuju zona support berikutnya terbuka lebar.

Di sisi lain, area $70.000–$72.000 berpotensi menjadi resistance awal.

Selama BTC belum mampu menembus dan bertahan di atas zona tersebut, setiap kenaikan harga berisiko hanya menjadi dead cat bounce.

Aktivitas Pasar dan Fundamental Jangka Panjang

Meski harga melemah, pasokan beredar Bitcoin tetap berada di 19,98 juta BTC, atau sekitar 95,17% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

Kelangkaan struktural Bitcoin tetap tidak berubah, dan faktor ini masih menjadi pilar fundamental jangka panjang bagi aset ini.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) Bitcoin saat ini berada di kisaran $1,358 triliun, menegaskan dominasi BTC sebagai aset kripto nomor satu di dunia.

Namun, dalam jangka pendek, faktor fundamental tersebut belum cukup kuat untuk melawan tekanan sentimen dan teknikal.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Anjlok 7%, Tekanan Jual Dominan

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase tekanan kuat dengan volatilitas tinggi.

Penurunan hampir 9% dalam sehari menandakan dominasi penjual masih signifikan, meski muncul upaya rebound kecil dalam time frame sangat pendek.

Bagi trader, kondisi ini menuntut manajemen risiko yang ketat dan kewaspadaan terhadap pergerakan ekstrem.

Sementara bagi investor jangka panjang, fase koreksi dalam sering kali dipandang sebagai periode akumulasi bertahap, namun tetap perlu mempertimbangkan kondisi makro dan konfirmasi stabilisasi harga.

Selama Bitcoin belum membentuk struktur pemulihan yang solid, pasar diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan bearish dalam jangka pendek.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tekanan Bikin BTC Turun Lagi!

Pasar kripto hari ini, Kamis (5/2) mengalami tekanan kuat hari ini, ditandai anjloknya Bitcoin ke level $72.000, level terendah tahun ini, akibat memanasnya tensi geopolitik AS–Iran yang memicu likuidasi lebih dari $800 juta dalam 24 jam.

Meski pasar terkoreksi, sejumlah altcoin seperti KOM, JELLYJELLY, dan ZKP justru mencatat penguatan, menunjukkan adanya spekulasi selektif di tengah volatilitas tinggi. Di sisi lain, Dogecoin diperkirakan belum mendapat dampak signifikan dari wacana misi SpaceX dan masih berisiko melemah di bawah support utama. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Daftar Altcoin Potensial Saat Koreksi Pasar Hari Ini

  • KOM melonjak 60% hari ini, capai level harga $0,000181.
  • JELLYJELLY catat kenaikan signifikan 13% sentuh $0,059884.
  • ZKP tumbuh positif 9%, harga kini di level $0,088.

Bitcoin Anjlok ke $72.000 Akibat Gagalnya Perundingan AS-Iran

  • Bitcoin menyentuh level terendah tahunan di angka $72.000.
  • Penurunan dipicu memanasnya tensi AS-Iran pasca negosiasi yang buntu.
  • Likuidasi pasar kripto tembus $800 juta dalam 24 jam.

Undang Teman Dapat Cuan Hadiah Rp50 Juta!

Prediksi Harga Dogecoin Pasca Misi SpaceX 2027

  • Misi SpaceX mungkin tak langsung dongkrak harga Dogecoin.
  • Support utama $0,10, potensi turun lebih lanjut.
  • Tren melemah seiring indikator teknis yang menurun.

Prediksi Ethereum ke $3.000 Usai Peringatan Vitalik Soal Layer-2

  • Harga Ethereum terus merosot pada Kamis (5/2) ini.
  • Vitalik Buterin menilai jaringan Layer-2 mulai usang.
  • Pola inverse head and shoulders sinyalkan pemulihan harga.

Baca juga: Riset Kripto 26-30 Jan 2026: Bitcoin Makin Turun! Saatnya Goodbye?!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Nyaris Koreksi 50%, Tapi Dana Stablecoin Masuk Gila-gilaan!

Arus masuk stablecoin ke bursa kripto tercatat meningkat tajam meski tekanan jual di pasar masih berlangsung kuat. Data terbaru menunjukkan inflow stablecoin kini hampir dua kali lipat, di tengah kondisi Bitcoin (BTC) yang perlahan mendekati potensi koreksi hingga 50% dari all time high (ATH) Oktober.

Kondisi ini memunculkan sinyal baru bahwa minat investor mulai kembali, meskipun pasar belum sepenuhnya pulih.

Berdasarkan data pergerakan inflow stablecoin, pada akhir Desember 2025 rata-rata mingguan arus masuk stablecoin ke exchange (menggunakan 7-day moving average) sempat turun ke level US$51 miliar. Angka tersebut dinilai mencerminkan lemahnya permintaan pasar yang telah terjadi selama beberapa bulan terakhir.

Namun, situasi berubah dalam beberapa pekan terakhir. Saat ini inflow stablecoin tercatat naik ke US$98 miliar, atau hampir dua kali lipat dibanding akhir Desember.

Level Modal Penting

Dilaporkan CryptoQuant, tidak hanya itu, angka tersebut juga telah menembus rata-rata 90 hari yang berada di level US$89 miliar, memperkuat indikasi bahwa modal baru mulai masuk kembali ke pasar kripto.

Analis menilai peningkatan inflow ini mengindikasikan percepatan penempatan modal (capital deployment) yang dibutuhkan pasar, terutama saat harga aset kripto mengalami tekanan.

Meski demikian, tekanan jual disebut masih terlalu besar untuk sepenuhnya diserap oleh arus dana masuk tersebut. Artinya, kenaikan inflow stablecoin belum cukup kuat untuk langsung membalikkan tren penurunan harga.

Walau begitu, peningkatan inflow tetap dipandang sebagai sinyal positif karena menunjukkan investor mulai tertarik kembali di level koreksi saat ini. Beberapa pelaku pasar bahkan disebut sudah mulai melakukan aksi beli, memanfaatkan momentum penurunan harga atau strategi buy the dip.

Pengamat menilai dinamika ini masih perlu menguat agar mampu mendorong pemulihan pasar secara lebih solid. Namun, peningkatan inflow stablecoin menjadi salah satu indikasi awal bahwa pasar mulai mendapatkan tambahan likuiditas di tengah tekanan koreksi yang berlanjut.

Sementara itu, menurut Tim Research Tokocrypto, lonjakan inflow stablecoin adalah indikator “smart money” yang sedang melakukan deployment modal (“buy the dip”). Ketersediaan likuiditas segar di bursa ini krusial untuk menyerap tekanan jual dan membentuk landasan harga (floor) yang solid.

Baca juga: Stablecoin vs Altcoin Apa Bedanya? Pelajari Perbedaannya Sebelum Membeli


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Anjlok 7%, Tekanan Jual Dominan

Harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali berada di bawah tekanan yang kuat.

Berdasarkan data pasar terbaru dari Tokocrypto pada Kamis (4/2), BTC diperdagangkan di level $71.267, melemah sekitar 7,08% dalam 24 jam terakhir.

Koreksi tajam ini memperpanjang tren bearish yang sudah berlangsung sejak beberapa pekan terakhir, sekaligus menekan sentimen investor kripto secara luas.

Dengan kapitalisasi pasar turun ke $1,425 triliun dan volume perdagangan 24 jam mencapai $71,86 miliar, volatilitas tinggi menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase distribusi dan reaksi panik jangka pendek.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Tergelincir ke $76.000, Risiko Koreksi?

Tekanan Jangka Pendek Masih Kuat

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin mencatatkan penurunan harian sebesar $5.364 atau 7,01%, menjadikannya salah satu sesi koreksi terdalam dalam beberapa minggu terakhir.

Sepanjang sebulan terakhir, BTC telah terkoreksi 24,03%, sementara dalam 90 hari terakhir total penurunan mencapai 30,16% dari level sebelumnya.

Secara teknikal, Bitcoin bergerak di rentang terendah harian $71.163 dan tertinggi $76.730, mengindikasikan tekanan jual agresif yang muncul setiap kali harga mencoba rebound ke area resistensi.

Level Support Kritis di Area US$71 Ribu

Area $71.000–$72.000 kini menjadi support psikologis penting. Penembusan bersih ke bawah zona ini berpotensi membuka ruang koreksi lanjutan menuju area $68.000–$65.000, yang secara historis menjadi zona konsolidasi sebelumnya.

Sebaliknya, untuk memulihkan momentum jangka pendek, Bitcoin perlu kembali bertahan di atas $76.000, yang kini berfungsi sebagai resistance utama pasca breakdown.

Tanpa volume beli yang kuat, reli jangka pendek berisiko hanya menjadi technical rebound sementara.

Tren Menengah Masih Bearish

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dalam perspektif mingguan, Bitcoin sudah terkoreksi 18,97% dalam 7 hari terakhir, menegaskan bahwa tekanan tidak hanya bersifat intraday, tetapi juga struktural.

Harga BTC saat ini berada jauh di bawah rekor tertingginya di $126.198, dengan koreksi lebih dari 40% dari puncak siklus.

Kondisi ini diperparah oleh melemahnya minat risiko di pasar global, di mana investor cenderung melakukan rotasi ke aset likuid dan defensif.

Volume perdagangan yang tinggi menunjukkan distribusi aktif, bukan akumulasi agresif.

Data Fundamental Tetap Solid, Namun Sentimen Rapuh

Meski harga melemah, fundamental jaringan Bitcoin relatif stabil.

Sirkulasi pasokan mencapai 19,98 juta BTC, atau sekitar 95,16% dari total maksimum 21 juta BTC, menegaskan kelangkaan struktural yang menjadi nilai inti Bitcoin.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) tercatat di $1,495 triliun, menandakan bahwa valuasi jangka panjang BTC masih besar, meski saat ini pasar menghadapi tekanan siklikal.

Namun dalam jangka pendek, faktor sentimen dan likuiditas tetap menjadi penentu utama pergerakan harga, terutama di tengah ketidakpastian makro dan aksi ambil untung dari pelaku pasar besar.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Anjlok ke $78.888, Tekanan Dominan

Outlook Harga BTC: Waspada Volatilitas

Dalam waktu dekat, pergerakan Bitcoin diperkirakan masih fluktuatif dengan bias bearish selama harga bertahan di bawah area resistensi utama.

Trader jangka pendek disarankan untuk mencermati reaksi harga di zona support $71 ribu, sementara investor jangka panjang cenderung menunggu stabilisasi sebelum kembali melakukan akumulasi.

Jika tekanan jual mulai mereda dan volume beli meningkat, peluang konsolidasi sehat bisa terbentuk. Namun tanpa katalis positif yang kuat, risiko penurunan lanjutan masih terbuka.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Tergelincir ke $76.000, Risiko Koreksi?

Harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali berada di bawah tekanan.

Berdasarkan data pasar terbaru dari Tokocrypto pada Rabu (4/2), BTC diperdagangkan di level $76.113,81, melemah sekitar 2,12% dalam 24 jam terakhir.

Penurunan ini memperpanjang tren koreksi yang telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir, seiring melemahnya sentimen pasar kripto global.

Secara kapitalisasi pasar, Bitcoin saat ini bernilai sekitar $1,77 triliun, masih kokoh di peringkat pertama aset kripto terbesar dunia.

Namun, tekanan jual yang konsisten membuat investor mulai bersikap lebih defensif, terutama di tengah volatilitas tinggi dan ketidakpastian makroekonomi.

Baca Juga: Bitcoin Anjlok Lagi! Investor Panik, Apa yang Terjadi?

Performa Harga BTC: Koreksi Masih Berlanjut

Dalam rentang 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di kisaran $72.897 sebagai level terendah dan $78.974 sebagai level tertinggi.

Meski sempat mencoba rebound, harga gagal mempertahankan momentum dan kembali terkoreksi menjelang penutupan harian.

Jika dilihat dari perspektif jangka menengah, performa BTC masih menunjukkan tren bearish. Dalam 7 hari terakhir, harga Bitcoin turun 14,95%, sementara dalam 30 hari anjlok 18,55%.

Bahkan dalam 90 hari, BTC telah terkoreksi lebih dari 26%, mencerminkan tekanan distribusi yang cukup kuat dari pelaku pasar.

Penurunan ini semakin kontras jika dibandingkan dengan rekor tertinggi sepanjang masa Bitcoin di level $126.198, yang kini berjarak lebih dari 39% dari harga saat ini.

Aktivitas Perdagangan dan Data Pasar

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Volume perdagangan 24 jam Bitcoin tercatat sekitar $35,57 miliar, menunjukkan aktivitas pasar yang masih tinggi meski didominasi oleh tekanan jual.

Rasio volume terhadap kapitalisasi pasar mengindikasikan bahwa pergerakan harga saat ini lebih dipengaruhi oleh aksi spekulatif jangka pendek ketimbang akumulasi jangka panjang.

Dari sisi suplai, jumlah Bitcoin yang beredar mencapai 19,98 juta BTC, atau sekitar 95,16% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

Dengan suplai yang semakin terbatas, volatilitas harga cenderung meningkat ketika sentimen pasar berubah drastis.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) Bitcoin berada di kisaran $1,59 triliun, mencerminkan valuasi maksimal jika seluruh suplai BTC telah beredar di pasar.

Analisa Teknikal: Area Support Kritis

Secara teknikal, tekanan jual masih mendominasi pergerakan harga BTC.

Penurunan harian sebesar -2,58% dan pelemahan -0,6% dalam satu jam terakhir menunjukkan bahwa momentum bearish belum sepenuhnya mereda.

Area $72.000–$73.000 kini menjadi zona support penting yang perlu diperhatikan.

Jika level ini ditembus secara meyakinkan, Bitcoin berpotensi melanjutkan koreksi ke area psikologis berikutnya di sekitar $70.000.

Sebaliknya, untuk memulai pemulihan jangka pendek, BTC perlu kembali menembus dan bertahan di atas resistance $79.000–$80.000.

Tanpa katalis positif yang kuat, setiap kenaikan berpotensi kembali dimanfaatkan sebagai peluang jual oleh trader.

Sentimen Pasar dan Outlook Jangka Pendek

Sentimen pasar kripto saat ini masih cenderung berhati-hati.

Tekanan dari pasar keuangan global, ketidakpastian kebijakan moneter, serta aksi ambil untung setelah reli panjang sebelumnya menjadi faktor yang membebani harga Bitcoin.

Meski demikian, secara fundamental Bitcoin masih dipandang kuat sebagai aset lindung nilai jangka panjang, terutama dengan suplai terbatas dan adopsi institusional yang terus berkembang.

Namun dalam jangka pendek, volatilitas tinggi masih menjadi risiko utama bagi trader dan investor.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah ke $75.000, Support Diuji

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase koreksi dengan tekanan jual yang dominan.

Meski posisi fundamental tetap solid, pasar membutuhkan katalis baru untuk membalikkan tren bearish yang sedang berlangsung.

Bagi investor, fase ini dapat menjadi momen untuk bersikap selektif dan disiplin dalam manajemen risiko.

Sementara bagi trader jangka pendek, pergerakan Bitcoin saat ini lebih cocok dimanfaatkan dengan strategi defensif, sembari menunggu konfirmasi arah pasar yang lebih jelas.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Binance Mulai Borong Bitcoin Rp15 Triliun, Tahap Pertama Sudah Jalan!

Binance resmi memulai rencana pembelian bitcoin senilai US$1 miliar atau sekitar Rp15 triliun sebagai bagian dari strategi penguatan dana perlindungan pengguna. Tahap pertama dari rencana tersebut telah selesai dengan konversi stablecoin senilai US$100 juta ke dalam bitcoin.

Melalui unggahan di platform X pada 2 Februari, Binance mengumumkan telah menyelesaikan batch pertama konversi dana Secure Asset Fund for Users (SAFU). Dana yang sebelumnya disimpan dalam bentuk stablecoin kini mulai dialihkan ke bitcoin.

“Binance telah menyelesaikan batch pertama konversi bitcoin untuk Dana SAFU, senilai US$100 juta dalam stablecoin,” tulis perusahaan dalam pernyataannya.

Baca juga: Top Gainers! 3 Altcoin Binance Wallet IDO Catat Lonjakan Dua Digit

Bukti Transaksi Bitcoin

Dilaporkan News Bitcoin, Binance juga menyertakan bukti transaksi on-chain yang telah dikonfirmasi. Data tersebut menunjukkan sekitar 1.350 BTC telah dikonversi, dengan nilai sekitar USD 107 juta pada saat transaksi dilakukan.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari surat terbuka yang dirilis Binance pada 29 Januari lalu. Dalam surat tersebut, Binance menguraikan serangkaian upaya untuk memperkuat perlindungan pengguna, meningkatkan kerja sama kepatuhan, transparansi, serta mendukung pengembangan industri kripto jangka panjang.

Binance menjelaskan bahwa dana SAFU yang sebelumnya disimpan dalam bentuk USDC senilai USD 1 miliar akan sepenuhnya dikonversi ke bitcoin dalam waktu 30 hari. Keputusan ini disebut sebagai langkah alokasi struktural yang berlandaskan pada daya tahan aset.

BTC Jadi Aset Penting

“Dengan keyakinan kami bahwa BTC merupakan aset inti dalam ekosistem kripto dan mewakili nilai jangka panjang, Binance akan terus berdiri bersama industri ini melewati berbagai siklus pasar dan ketidakpastian,” tulis perusahaan dalam surat tersebut.

Menurut Tim Research Tokocrypto, rotasi modal masif ini menciptakan tekanan beli spot yang signifikan. Ini juga merupakan vote of confidence institusional terbesar bahwa Bitcoin lebih aman sebagai aset cadangan jangka panjang dibandingkan dolar/stablecoin.

Setelah proses konversi selesai, Binance menyatakan akan terus memantau nilai pasar dana SAFU. Jika nilainya turun di bawah USD 800 juta, perusahaan akan melakukan penyeimbangan ulang untuk mengembalikannya ke level USD 1 miliar.

Langkah agresif ini menegaskan posisi Binance yang semakin menguatkan peran bitcoin sebagai aset utama dalam strategi perlindungan pengguna dan keberlanjutan ekosistem kripto.

Baca juga: 3 Altcoin Binance Alpha Airdrops Ini Meledak Berdasarkan Market Cap


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Naik 3,7%, Bitcoin Rebound ke Area $78.871

Harga Bitcoin (BTC) hari ini menunjukkan pergerakan yang cukup menarik setelah mencatatkan rebound signifikan dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Selasa (3/2), Bitcoin diperdagangkan di level $78.871 per BTC, menguat sekitar 3,7% dalam 24 jam.

Kenaikan ini terjadi setelah BTC sempat menyentuh area terendah harian di $74.844,86, sebelum kembali menguji resistance intraday di kisaran $79.258,61.

Meski demikian, penguatan jangka pendek ini belum sepenuhnya menghapus tekanan bearish yang masih membayangi pasar kripto secara keseluruhan.

Baca Juga: Bitcoin Anjlok Lagi! Investor Panik, Apa yang Terjadi?

Gambaran Pasar Bitcoin Saat Ini

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa 3 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa 3 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dari sisi fundamental pasar, kapitalisasi pasar Bitcoin tercatat berada di kisaran $1,77 triliun, menegaskan posisinya sebagai aset kripto dengan dominasi terbesar di industri.

Volume perdagangan 24 jam mencapai $35,57 miliar, mencerminkan peningkatan aktivitas transaksi seiring masuknya minat beli jangka pendek.

Sirkulasi pasokan BTC saat ini berada di angka 19,98 juta BTC, atau sekitar 95,16% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

Fakta ini kembali menegaskan karakter deflasioner Bitcoin, yang secara teori mendukung nilai jangka panjang meski volatilitas jangka pendek tetap tinggi.

Jangka Pendek Menguat, Tren Menengah Masih Tertekan

Secara historis, pergerakan harga Bitcoin masih menunjukkan tekanan dalam beberapa periode waktu:

  • Harian: naik +3,7% atau sekitar $2.817
  • 7 hari: turun -10,91%
  • 30 hari: turun -13,71%
  • 60 hari: turun -14,14%
  • 90 hari: terkoreksi tajam hingga -22,72%

Penurunan signifikan dalam 30 hingga 90 hari terakhir menunjukkan bahwa reli hari ini lebih bersifat teknikal rebound dibandingkan perubahan tren besar.

BTC juga masih berada jauh di bawah all-time high (ATH) di $126.198, dengan koreksi lebih dari 29% dari puncaknya.

Analisa Teknikal: Rebound atau Bull Trap?

Dari sudut pandang teknikal, lonjakan harga hari ini berpotensi dipicu oleh aksi short covering setelah tekanan jual yang intens dalam beberapa pekan terakhir.

Perubahan harga dalam satu jam terakhir yang masih positif (+0,54%) menandakan momentum jangka sangat pendek masih terjaga.

Namun, struktur tren menengah masih menunjukkan kecenderungan bearish.

Selama Bitcoin belum mampu kembali dan bertahan di atas area psikologis $90.000, potensi koreksi lanjutan masih terbuka.

Area support terdekat berada di kisaran $85.000–$82.000, sementara resistance kuat selanjutnya berada di area $92.000–$95.000.

Sentimen Pasar dan Faktor Eksternal

Dari sisi sentimen, pasar kripto global masih berada dalam fase kehati-hatian.

Volatilitas Bitcoin meningkat seiring ketidakpastian makroekonomi global, ekspektasi kebijakan suku bunga, serta rotasi modal ke aset berisiko rendah.

Meski Bitcoin tetap dipandang sebagai aset lindung nilai jangka panjang oleh investor institusi, pergerakan harga jangka pendek saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen dan likuiditas pasar.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah ke $75.000, Support Diuji

Apa yang Perlu Diperhatikan Investor?

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa penguatan ke area $78.871 memberikan napas segar bagi pasar, namun belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren.

Selama Bitcoin masih berada di bawah resistance kunci dan tren menengah tetap menurun, reli ini berisiko menjadi dead cat bounce.

Level kunci yang perlu dipantau:

  • Support: $85.000 dan $82.000
  • Resistance: $90.000 dan $95.000

Bagi trader jangka pendek, volatilitas saat ini membuka peluang trading berbasis momentum.

Sementara bagi investor jangka panjang, disiplin manajemen risiko dan strategi akumulasi bertahap tetap menjadi pendekatan paling rasional di tengah ketidakpastian pasar.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Klaim Triliunan Dibayar! Kreditur FTX Siap Terima Dana Jumbo Maret 2026

Para kreditur FTX bersiap menerima distribusi dana berikutnya yang dijadwalkan pada 31 Maret 2026, menyusul perkembangan signifikan dalam proses kepailitan bursa kripto tersebut. Total klaim yang telah direkonsiliasi mencapai sekitar US$9,6 miliar, menjadikannya salah satu proses pemulihan terbesar dalam sejarah industri kripto.

Informasi ini disampaikan oleh Sunil, perwakilan kreditur FTX, yang menyebutkan bahwa cadangan dana untuk klaim sengketa telah dikurangi sebesar US$2,2 miliar. Pengurangan tersebut membuka jalan bagi distribusi dana lanjutan, khususnya bagi kreditur dengan klaim di atas US$50.000, yang berpotensi menerima tambahan hingga US$1,7 miliar.

“Distribusi berikutnya dijadwalkan pada 31 Maret 2026 dengan total klaim yang telah direkonsiliasi sekitar US$9,6 miliar,” ujar Sunil dalam keterangannya.

Meski demikian, realisasi distribusi tetap bergantung pada keputusan pengadilan kepailitan, termasuk persetujuan akhir terkait penyesuaian dana cadangan sengketa dan mekanisme teknis penyaluran dana. Proses ini menegaskan bahwa jalannya pembayaran masih mengikuti prosedur hukum yang ketat.

Baca juga: Bitcoin Anjlok Lagi! Investor Panik, Apa yang Terjadi?

Optimisme yang Berhati-hati

Di tengah perkembangan tersebut, komunitas kreditur menunjukkan optimisme yang berhati-hati, sementara komentar dari pakar industri masih relatif terbatas. Pengamat menilai bahwa keberhasilan distribusi ini dapat mempercepat penyelesaian sengketa lanjutan serta meningkatkan realisasi aset yang tersisa.

Proses kepailitan FTX sendiri telah mencatatkan nilai klaim yang direkonsiliasi jauh melampaui klaim kecil, dengan perbandingan sekitar 12 kali lebih besar dibandingkan klaim senilai US$780 juta untuk kreditur berskala kecil. Hal ini dinilai menjadi preseden penting bagi penanganan kebangkrutan di sektor aset digital.

Di sisi lain, perkembangan FTX terjadi di tengah volatilitas pasar kripto global. Harga Bitcoin tercatat berada di kisaran US$78.135 pada 1 Februari 2026, dengan penurunan sekitar 11 persen dalam tujuh hari terakhir, menurut data CoinMarketCap.

Menurut Tim Research Tokocrypto, penetapan tanggal distribusi ini memberikan kepastian waktu bagi korban runtuhnya FTX. Namun, besarnya klaim yang masih harus dibayarkan ($9.6B) menunjukkan bahwa proses likuidasi aset masih akan menjadi overhang (tekanan jual potensial) bagi pasar kripto di pertengahan 2026.

Peneliti menilai bahwa penyelesaian kasus FTX berpotensi menjadi acuan baru dalam proses kepailitan kripto di masa depan, seiring meningkatnya likuiditas aset digital dan upaya memperkuat ketahanan sistem keuangan terdesentralisasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com