Pasar kripto hari ini, Rabu (11/2) kembali bergerak dalam fase konsolidasi, namun sejumlah altcoin mencuri perhatian dengan lonjakan signifikan. GHST memimpin reli dengan kenaikan tajam hingga 117% ke level $0,174, disusul DF yang menguat 71% ke $0,004843, serta ATM yang naik 38% menyentuh $1,257642. Pergerakan ini menunjukkan masih adanya minat spekulatif di tengah pasar yang belum menemukan arah jelas.
Di sisi makro, Bitcoin tetap berada dalam tekanan bearish setelah turun drastis dari puncak $126.300 ke area $68.300. Lihat lebih lengkap di bawah ini:
Daftar Altcoin Potensial Saat Pasar Kembali Konsolidasi
GHST melonjak 117% hari ini, capai level harga $0,174.
DF tumbuh positif 71%, harga kini di level $0,004843.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Insight Tim Research Tokocrypto pada Riset Kripto 2–6 Februari 2026 menyoroti satu sinyal yang sering dianggap sebagai fase bottoming dalam siklus Bitcoin, yakni anjloknya hashrate jaringan secara ekstrem. Penurunan ini memicu kekhawatiran baru di pasar, sekaligus memunculkan pertanyaan besar—apakah Bitcoin benar-benar sedang memasuki fase bear market?
Seperti yang kita tahu, Hashrate Bitcoin sendiri mencerminkan total kekuatan komputasi yang mengamankan jaringan, dan ketika indikator ini turun tajam, biasanya menjadi pertanda bahwa para penambang (miner) sedang menghadapi tekanan, baik dari sisi harga, biaya operasional, maupun profitabilitas.
Hashrate Drop 16%: Kapitulasi Miner Terbesar Sejak 2021
Data on-chain menunjukkan penurunan mencapai -16%, menjadi penurunan terdalam sejak larangan aktivitas mining di China pada 2021. Menandakan bahwa terjadi penurunan aktivitas penambangan Bitcoin yang sangat tajam, yang bisa disebabkan oleh tekanan finansial serius pada para miner.
Secara sederhana, hal ini terjadi karena sebagian besar penambang memilih menghentikan operasi karena tidak lagi dipandang menguntungkan untuk menjalankan mesin mining di tengah harga Bitcoin yang melemah.
Menurut Insight Tim Research Tokocrypto, penurunan hashrate sedalam -16% ini merupakan sinyal klasik miner capitulation, yang mana secara historis, fase ini sering muncul saat pasar berada di fase akhir tren turun (bottoming).
Apa itu Miner Capitulation?
Miner capitulation adalah kondisi ketika penambang Bitcoin menyerah karena biaya operasional, terutama listrik, lebih tinggi daripada nilai Bitcoin yang mereka hasilkan.
Situasi ini biasanya terjadi saat harga BTC turun tajam sehingga penambang yang kurang efisien tidak lagi mampu bertahan.
Akibatnya, sebagian dari mereka menjual cadangan Bitcoin yang sebelumnya disimpan, menambah tekanan jual di pasar dan berpotensi menurunkan harga lebih jauh.
Data terbaru dari Bitbo menunjukkan bahwa miner capitulation sering kali berada di fase bottoming ketika grafik menunjukan warna biru, yang mana secara historis, setiap kali grafik mencapai fase biru (bottoming), tren jangka panjang menunjukkan pemulihan hashrate dan kenaikan difficulty, menandakan jaringan menemukan keseimbangan baru.
Apakah Hashrate Anjlok Selalu Berarti Bear Market?
Secara historis, penurunan hashrate yang tajam sering beriringan dengan fase bearish atau transisi menuju bear market yang sering kali terjadi karena tekanan jual dari para miner yang harus menutupi kerugian akibat profitabilitas Bitcoin yang menurun.
Meskipun begitu, penurunan ini tidak secara langsung menjadi sinyal bear market namun sebagaimana dicatat oleh Tim Research Tokocrypto, yang jelas penurunan hashrate ini menandakan tekanan finansial serius pada para miner dan bagi yang ingin melakukan akumulasi perlu kehati-hatian ekstra sebelum memutuskan untuk benar-benar melakukan akumulasi.
Mulai perjalanan kriptomu dengan pastikan membeli token kripto terdaftar di resmi di Indonesia melalui exchange lokal resmi yang mengikuti prosedur yang berlaku seperti Tokocrypto.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali mengalami koreksi setelah gagal mempertahankan momentum penguatan.
Berdasarkan data pasar terbaru di Tokocrypto, Bitcoin diperdagangkan di level $69.658,46 per BTC, turun 1,65% dalam 24 jam terakhir.
Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan jual yang masih mendominasi pasar kripto secara keseluruhan, sekaligus menegaskan bahwa fase konsolidasi menuju tren yang lebih jelas masih berlangsung.
Dengan kapitalisasi pasar sebesar $1,392 triliun, Bitcoin tetap menjadi aset kripto terbesar di dunia.
Namun, performa jangka pendek menunjukkan bahwa sentimen investor masih cenderung berhati-hati, terutama setelah penurunan tajam dalam beberapa bulan terakhir.
Dalam rentang 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di kisaran $68.291 hingga $71.076.
Level ini mencerminkan volatilitas yang cukup tinggi, meskipun belum menunjukkan adanya breakout yang meyakinkan.
Penurunan harian sebesar $1.169,92 menambah daftar koreksi yang telah terjadi dalam beberapa periode waktu sebelumnya.
Secara mingguan, harga BTC telah turun 11,17%, sementara dalam 30 hari terakhir Bitcoin terkoreksi cukup dalam hingga 23,17%.
Jika ditarik lebih jauh, penurunan mencapai 24,50% dalam 60 hari dan bahkan 32,56% dalam 90 hari terakhir.
Data ini mengindikasikan bahwa tekanan bearish masih menjadi tema utama pergerakan Bitcoin dalam jangka menengah.
Koreksi ini juga membuat Bitcoin semakin jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198, menandakan perubahan signifikan dalam struktur pasar dibandingkan euforia sebelumnya.
Volume Perdagangan dan Aktivitas Pasar
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 10 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Meskipun harga melemah, volume perdagangan 24 jam Bitcoin tercatat cukup solid di $49,14 miliar.
Angka ini menunjukkan bahwa minat pasar terhadap BTC masih tinggi, baik dari sisi trader jangka pendek maupun pelaku institusional.
Volume yang besar di tengah penurunan harga sering kali mengindikasikan adanya distribusi atau reposisi portofolio, bukan sekadar pasar yang sepi aktivitas.
Bitcoin saat ini memiliki pasokan beredar 19,99 juta BTC, atau sekitar 95,18% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.
Dengan tingkat suplai yang semakin mendekati batas maksimum, faktor kelangkaan jangka panjang tetap menjadi narasi utama Bitcoin, meskipun belum cukup kuat untuk menahan tekanan harga dalam jangka pendek.
Analisis Sentimen dan Faktor Tekanan
Tekanan terhadap harga BTC tidak lepas dari kondisi pasar kripto global yang masih rapuh.
Ketidakpastian makroekonomi, ekspektasi kebijakan moneter, serta sikap risk-off investor turut memengaruhi pergerakan Bitcoin.
Dalam situasi seperti ini, investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk kripto.
Pergerakan harga BTC yang turun 0,1% dalam satu jam terakhir juga menunjukkan bahwa tekanan jual masih terjadi secara bertahap, bukan panic selling besar-besaran.
Ini mengindikasikan pasar sedang mencari keseimbangan baru sebelum menentukan arah selanjutnya.
Level Teknis yang Perlu Diperhatikan
Dari sisi teknikal, area $68.000 menjadi level support penting dalam jangka pendek.
Jika Bitcoin gagal bertahan di atas zona ini, potensi penurunan lanjutan menuju area support berikutnya bisa terbuka.
Sebaliknya, untuk mengembalikan sentimen positif, BTC perlu kembali menembus dan bertahan di atas $71.000, yang sebelumnya menjadi batas atas pergerakan harian.
Selama harga masih bergerak di bawah level resistance tersebut, reli yang terjadi berisiko bersifat sementara dan rawan berbalik arah.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Pasar kripto hari ini, Selasa (10/2) mencatat rebound tipis dengan sejumlah altcoin berkapitalisasi kecil memimpin penguatan. NKN melonjak tajam hingga 78% ke level $0,0091, diikuti GPS yang menguat 39% ke $0,0148, serta ZKP yang naik 41% menyentuh $0,1115. Lonjakan ini mencerminkan kembalinya minat spekulatif jangka pendek, meski secara keseluruhan struktur pasar masih belum sepenuhnya pulih.
Di sisi utama pasar, Bitcoin cenderung bergerak mendatar di area $70.000. Tekanan jual yang masih tinggi membatasi ruang kenaikan, sementara akumulasi agresif dari whale membantu menahan harga pasca koreksi tajam sebelumnya. Lihat lebih lengkap di bawah ini:
Daftar Altcoin Potensial Saat Pasar Rebound Tipis
NKN melonjak 78% hari ini, capai level harga $0,0091.
GPS tumbuh positif 39%, harga kini di level $0,0148.
ZKP catat kenaikan signifikan 41% sentuh $0,1115.
Bitcoin Stabil di $70.000: Akankah BTC Naik atau Turun?
BTC bertahan di $70.000, namun tekanan jual tinggi batasi kenaikan.
Akumulasi agresif para whale menopang harga pasca koreksi tajam.
ETF dan data on-chain menunjukkan pasar stagnan tanpa tren jelas.
Deposit & Trade $AT PART 2! Rebut Hadiah Rp400 JUTA*
Agenda Ekonomi AS Pekan Ini yang Bakal Gerakkan Bitcoin
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Otoritas pengawas keuangan Korea Selatan meningkatkan pengawasan terhadap industri kripto setelah insiden besar yang melibatkan exchange lokal Bithumb. Financial Supervisory Service (FSS) mengumumkan akan memperketat kontrol pasar aset digital beberapa hari setelah Bithumb secara keliru mengkreditkan sejumlah pengguna dengan bitcoin senilai miliaran dolar.
Dalam pernyataan resminya, FSS menyebut akan memulai investigasi terhadap praktik “berisiko tinggi” yang dapat merusak ketertiban pasar, termasuk manipulasi harga skala besar oleh whale, aktivitas trading yang berkaitan dengan penghentian deposit maupun penarikan, serta skema pump yang didorong informasi menyesatkan di media sosial.
FSS Siapkan Sistem AI Deteksi Pola Trading Mencurigakan Secara Real-Time
Ilustrasi NFT di Korea Selatan. Foto: RT Russia.
Dilaporkan Coindesk, FSS menyatakan pihaknya juga akan membangun alat pemantauan yang mampu mengekstrak pola perdagangan mencurigakan hingga level detik dan menit. Selain itu, regulator berencana menggunakan sistem analisis teks berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mengidentifikasi potensi manipulasi pasar secara real-time.
Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya risiko penyalahgunaan pasar kripto, termasuk praktik yang dinilai merugikan investor dan mengganggu stabilitas sistem keuangan digital.
Kesalahan Bithumb Diperkirakan Capai $44 Miliar, Bitcoin Sempat Drop 30%
Pengawasan ketat ini muncul setelah kesalahan sistem Bithumb pekan lalu menjadi sorotan publik. Dalam insiden tersebut, beberapa pengguna Bithumb secara tidak sengaja menerima setidaknya 2.000 BTC per orang, padahal seharusnya hanya menerima reward promosi dalam jumlah kecil. Kesalahan tersebut diperkirakan bernilai sekitar $44 miliar pada saat kejadian.
Akibat blunder itu, harga Bitcoin di Bithumb sempat anjlok hingga 30% di bawah rata-rata global ketika sejumlah penerima mencoba menjual aset yang masuk secara tiba-tiba. Bithumb dilaporkan langsung membatasi aktivitas trading dan penarikan untuk 695 pengguna terdampak dalam waktu 35 menit setelah distribusi keliru terjadi pada hari Jumat.
Pihak berwenang dijadwalkan akan melaporkan rincian lengkap insiden tersebut kepada Komite Urusan Politik Majelis Nasional Korea Selatan, menurut laporan media lokal.
Bithumb Bebaskan Fee dan Siapkan Program Kompensasi
A reported incident where a ₩2,000 deposit allegedly got credited as 2,000 BTC, and BTC on the exchange briefly crashed to $55,566.
What I’m trying to understand –
1) 249 users received 2,000 BTC each, that’s about 498,000 BTC. 2) But reports say about 620,000 BTC was… pic.twitter.com/MwybZ2nalv
Setelah insiden tersebut, Bithumb mengambil langkah pemulihan dengan membebaskan biaya transaksi selama satu minggu. Exchange tersebut juga menjalankan program kompensasi, termasuk pengembalian penuh serta tambahan 10% bagi pengguna yang menjual aset mereka karena panik saat harga Bitcoin jatuh drastis.
Regulator menyatakan insiden ini memperlihatkan adanya “kerentanan dan risiko” dalam aset virtual, sekaligus membuka peluang dilakukannya inspeksi langsung ke exchange apabila ditemukan kejanggalan pada sistem kontrol internal.
FSS juga menyoroti bahwa distribusi bitcoin yang salah tersebut melebihi total kepemilikan Bithumb hingga 10 kali lipat, sehingga memunculkan perhatian terkait aset yang tercatat di ledger namun tidak didukung cadangan nyata.
Korea Selatan Siapkan Denda IT dan Aturan Baru Aset Digital
Selain menarget manipulasi pasar, FSS menyatakan akan memperkenalkan denda yang lebih berat terhadap insiden teknologi informasi (IT) di sektor keuangan. Regulator juga akan meningkatkan tanggung jawab keamanan bagi CEO dan Chief Information Security Officer (CISO), kebijakan yang diperkirakan akan berdampak langsung terhadap exchange kripto.
FSS turut mengonfirmasi pembentukan tim persiapan untuk Basic Digital Asset Act, yang akan memperluas kerangka regulasi Korea Selatan melampaui fase awal aturan kripto yang telah berjalan.
Langkah pengetatan ini selaras dengan agenda Presiden Lee Jae-myung yang mendorong pemberantasan praktik keuangan yang dianggap merugikan masyarakat. Dalam agenda tersebut, FSS juga menyiapkan penguatan penegakan hukum terhadap fraud serta perluasan teknologi untuk memerangi kejahatan finansial seperti voice phishing.
Menurut Tim Research Tokocrypto, insiden ini berpotensi jadi katalis percepatan regulasi & audit kontrol internal exchange (termasuk inspeksi on-site dan sanksi atas insiden IT).
“Dalam jangka pendek, ini menambah headwind untuk exchange Korea (compliance cost naik) dan bisa memicu aturan lebih ketat untuk trading/withdrawal saat kejadian abnormal—relevan untuk risiko likuiditas pasar lokal,” jelasnya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin kembali bergerak di zona hijau setelah mencatatkan kenaikan signifikan dalam 24 jam terakhir.
Berdasarkan data pasar terbaru dari Tokocrypto pada Senin (9/2), harga Bitcoin (BTC) saat ini berada di level $70.682,42 per BTC, menguat sekitar +2,23% dibandingkan hari sebelumnya.
Kenaikan ini menjadi sinyal pemulihan jangka pendek di tengah tekanan koreksi yang masih membayangi pergerakan harga dalam beberapa bulan terakhir.
Secara fundamental, kapitalisasi pasar Bitcoin kini tercatat mencapai $1.412,69 miliar, menegaskan posisinya sebagai aset kripto dengan valuasi terbesar di dunia dan menempati peringkat pertama secara global.
Sementara itu, volume perdagangan harian BTC berada di kisaran $41,53 miliar, mencerminkan aktivitas pasar yang masih cukup tinggi serta minat investor yang tetap terjaga meski volatilitas belum sepenuhnya mereda.
Dalam rentang perdagangan 24 jam terakhir, harga Bitcoin bergerak di kisaran $68.932,31 hingga $72.206,91.
Level terendah harian ini sempat menjadi area uji kekuatan support sebelum akhirnya BTC berhasil rebound dan kembali menembus area psikologis $70.000.
Pergerakan ini mengindikasikan adanya aksi beli yang cukup solid di area bawah, terutama dari pelaku pasar jangka pendek.
Dari sisi perubahan harga intraday, Bitcoin mencatatkan kenaikan +0,57% dalam 1 jam terakhir, menandakan momentum positif yang masih berlanjut.
Namun, jika dilihat dalam perspektif mingguan, BTC masih mengalami koreksi sekitar -5,22% dalam 7 hari terakhir, menegaskan bahwa tren jangka menengah masih berada dalam fase konsolidasi.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Tekanan Koreksi Masih Terlihat dalam Jangka Menengah
Meskipun menguat hari ini, data historis menunjukkan Bitcoin masih berada dalam tekanan jika ditarik ke rentang waktu yang lebih panjang.
Dalam 30 hari terakhir, harga BTC tercatat turun sekitar $19.608,85 atau -21,67%.
Koreksi serupa juga terlihat pada periode 60 hari (-20,95%) dan 90 hari (-33,62%), mencerminkan fase penyesuaian harga yang cukup dalam setelah reli besar sebelumnya.
Sebagai perbandingan, rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) Bitcoin tercatat di level $126.198,07.
Dengan harga saat ini, BTC masih diperdagangkan jauh di bawah puncaknya, yang bagi sebagian investor justru dianggap sebagai peluang akumulasi jangka panjang, terutama bagi mereka yang memiliki toleransi risiko tinggi.
Data Pasokan dan Struktur Pasar Bitcoin
Dari sisi suplai, jumlah Bitcoin yang beredar saat ini mencapai 19,99 juta BTC, atau sekitar 95,17% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.
Keterbatasan suplai inilah yang selama ini menjadi salah satu fondasi utama nilai Bitcoin sebagai aset lindung nilai digital (digital store of value).
Kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya (Fully Diluted Market Cap) Bitcoin tercatat sebesar $1.488,80 miliar, mencerminkan valuasi BTC jika seluruh pasokan maksimum telah beredar di pasar.
Secara teknikal, penguatan harga BTC hari ini membuka peluang bagi Bitcoin untuk kembali menguji area resistance di sekitar $72.000–$73.000.
Jika level ini berhasil ditembus dengan volume yang kuat, potensi reli lanjutan ke area yang lebih tinggi bisa terbuka.
Namun sebaliknya, kegagalan bertahan di atas $70.000 dapat memicu tekanan jual lanjutan dan membawa BTC kembali menguji support di area $68.000.
Dengan volatilitas yang masih tinggi, investor dan trader disarankan tetap mencermati pergerakan volume, sentimen makro, serta faktor global yang berpotensi memengaruhi pasar kripto.
Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa meski pemulihan jangka pendek mulai terlihat, kehati-hatian tetap menjadi kunci dalam mengambil keputusan investasi.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Pasar kripto hari ini, Senin (9/2) mulai menunjukkan tanda pemulihan setelah aksi jual panik mereda, ditandai dengan Bitcoin yang kembali menembus level $70.000. Rebound ini turut diikuti altcoin berisiko tinggi, dengan DUSK melonjak 36% ke $0,128843, PYR menguat 20% ke $0,387177, dan ZIL naik 13% ke $0,00469.
Meski BTC, ETH, dan XRP berhasil bangkit, reli ini masih dinilai rapuh. XRP memang didorong akumulasi whale, namun struktur pasar secara keseluruhan masih sensitif terhadap tekanan jual lanjutan dan sentimen makro. Lihat lebih lengkap di bawah ini:
Daftar Altcoin Potensial Saat Bitcoin Kembali di Ats $70K
DUSK melonjak 36% hari ini, capai level harga $0,128843
PYR tumbuh positif 20%, harga kini di level $0,387177.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Bitcoin kembali memunculkan sinyal tekanan pasar yang dinilai cukup serius setelah data terbaru menunjukkan Long-Term Holders (LTH) atau pemegang jangka panjang mulai memasuki zona kerugian untuk pertama kalinya sejak 2022. Kondisi ini menjadi perhatian karena dalam siklus sebelumnya, pergeseran LTH ke fase rugi sering kali memicu percepatan penurunan harga dan meningkatkan tekanan jual di pasar.
Dilaporkan Crypto Quant, sata tersebut ditunjukkan melalui dua grafik utama yang membandingkan pola pergerakan LTH pada siklus sebelumnya dengan kondisi saat ini. Dalam analisis historis, fase rugi bagi investor jangka panjang dianggap sebagai salah satu indikator penting yang dapat mengubah sentimen pasar dari bertahan menjadi panik.
Pola 2021: Saat LTH Rugi, Tekanan Jual Bitcoin Makin Dalam
Grafik pertama memperlihatkan bahwa pada siklus 2021, ketika LTH memasuki zona rugi, momentum penurunan Bitcoin justru meningkat tajam. Kondisi tersebut menjadi awal dari tekanan jual yang lebih agresif, di mana investor yang sebelumnya cenderung bertahan mulai kehilangan keyakinan terhadap tren harga.
Pada periode itu, masuknya LTH ke zona rugi menandakan bahwa bahkan investor yang telah memegang Bitcoin dalam jangka panjang mulai terdampak koreksi harga. Hal tersebut memicu efek psikologis yang kuat, karena LTH biasanya dianggap sebagai kelompok yang paling tahan terhadap volatilitas pasar.
Grafik kedua menunjukkan bahwa situasi serupa kini kembali terjadi. Data terbaru mencatat bahwa per hari ini, Long-Term Holders kembali memasuki fase kerugian. Ini menjadi momen penting karena menandakan perubahan besar dalam struktur pasar, di mana tekanan harga sudah cukup dalam hingga menekan rata-rata biaya beli investor jangka panjang.
Masuknya LTH ke fase rugi juga sering dikaitkan dengan potensi munculnya panic selling, terutama jika tekanan turun terus berlanjut. Jika investor jangka panjang mulai melepas aset, maka tekanan jual dapat meningkat lebih cepat dibanding fase koreksi biasa.
Analis Ingatkan Risiko Bearish, Trader Diminta Tidak Terburu-buru Ambil Posisi
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 8 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Kesimpulan dari pola historis 2021 menunjukkan bahwa masuknya LTH ke zona rugi sering kali menjadi awal transisi pasar menuju fase bearish yang lebih panjang. Kondisi tersebut biasanya memicu gelombang aksi jual berbasis kepanikan, bukan sekadar koreksi teknikal.
Karena itu, analis menilai bahwa mengambil posisi terlalu cepat tanpa adanya konfirmasi tren yang jelas dapat meningkatkan risiko penurunan lebih dalam pada level harga saat ini. Dengan sinyal ini, pelaku pasar disarankan untuk lebih berhati-hati dan menunggu validasi arah tren sebelum melakukan positioning agresif.
Menurut Tim Research Tokocrypto, kapitulasi LTH adalah pedang bermata dua: di satu sisi memicu volatilitas downside ekstrem jangka pendek, namun di sisi lain diperlukan untuk membersihkan sisa supply overhang sebelum pasar bisa membentuk bottom yang valid.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Harga Bitcoin (BTC) hari ini di Tokocrypto tercatat berada di level $69.263,12 per BTC, mengalami koreksi 1,95% dalam 24 jam terakhir.
Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan pasar kripto yang masih berlanjut, dengan sentimen investor cenderung berhati-hati setelah volatilitas tinggi dalam beberapa pekan terakhir.
Berdasarkan data terbaru, kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1,384 triliun, sementara volume perdagangan 24 jam tercatat sebesar $57,03 miliar, mencerminkan aktivitas transaksi yang masih cukup aktif meski tekanan jual belum sepenuhnya mereda.
Dalam rentang 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di kisaran $67.364 hingga $71.135.
Area ini menunjukkan adanya pertarungan antara pembeli yang mencoba mempertahankan support dan penjual yang masih mendominasi sentimen jangka pendek.
Secara harian, BTC mengalami penurunan sekitar $1.549 atau 2,19%, menambah daftar koreksi yang cukup dalam pada beberapa horizon waktu:
7 hari: turun 12,08%
30 hari: turun 23,92%
60 hari: turun 25,23%
90 hari: turun 34,87%
Kondisi ini menegaskan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi bearish setelah gagal mempertahankan momentum kenaikan sebelumnya.
Tekanan Jangka Menengah Masih Terasa
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 8 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Meski harga Bitcoin saat ini masih jauh di atas level psikologis $60.000, tren jangka menengah menunjukkan tekanan yang cukup signifikan.
Dalam 90 hari terakhir, BTC telah terkoreksi lebih dari $37.000 dari level harga sebelumnya, meskipun masih berada di bawah rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $126.198.
Penurunan ini mencerminkan kombinasi beberapa faktor, termasuk:
Realisasi profit oleh investor besar
Berkurangnya minat risiko (risk-off sentiment) di pasar global
Ketidakpastian makroekonomi yang memengaruhi aset berisiko
Namun demikian, fundamental Bitcoin sebagai aset kripto terbesar masih tetap kuat, ditopang oleh pasokan maksimum terbatas 21 juta BTC dan tingkat adopsi yang terus berkembang.
Volume Perdagangan dan Struktur Pasar
Volume perdagangan harian BTC yang berada di kisaran $56–57 miliar menunjukkan bahwa likuiditas pasar masih terjaga.
Ini mengindikasikan bahwa meskipun harga melemah, pasar belum kehilangan minat sepenuhnya.
Dengan pasokan beredar sebesar 19,99 juta BTC atau sekitar 95,17% dari total suplai maksimum, tekanan inflasi Bitcoin relatif minimal dibandingkan aset kripto lainnya.
Faktor ini sering menjadi alasan mengapa koreksi harga BTC cenderung menarik minat akumulasi dari investor jangka panjang.
Level Teknis yang Perlu Diperhatikan
Dari sudut pandang teknikal, beberapa level penting yang patut diperhatikan investor dan trader antara lain:
Support utama: $67.000 – $65.000
Resistance terdekat: $71.000 – $72.000
Resistance lanjutan: $75.000
Selama BTC masih bergerak di bawah area resistance $71.000, potensi tekanan lanjutan masih terbuka.
Namun, jika Bitcoin mampu bertahan di atas support $67.000, peluang konsolidasi atau pantulan teknikal (relief rally) tetap ada.
Outlook Harga Bitcoin
Dalam jangka pendek, pergerakan Bitcoin masih cenderung sideways hingga bearish, mengikuti dinamika sentimen pasar global dan pergerakan aset berisiko lainnya.
Menghadapi situasi ini, investor disarankan untuk tetap mencermati perubahan volume perdagangan, reaksi harga di area support kunci, hingga sentimen makro dan aliran dana institusional.
Untuk jangka panjang, banyak analis masih memandang Bitcoin sebagai aset lindung nilai digital dengan potensi pertumbuhan berkelanjutan, meskipun volatilitas tetap menjadi karakter utama.
Harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase koreksi, dengan tekanan jangka pendek yang belum sepenuhnya mereda.
Meski demikian, struktur fundamental Bitcoin tetap solid, dan level harga saat ini berpotensi menjadi area akumulasi bagi investor dengan horizon jangka panjang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Harga Bitcoin (BTC) hari ini mencatat kenaikan signifikan, diperdagangkan di level $70.638,59 atau menguat sekitar 9,03% dalam 24 jam terakhir.
Lonjakan ini terjadi di tengah reli pasar kripto yang lebih luas, dengan volume perdagangan harian mencapai $91,36 miliar, menandakan peningkatan aktivitas pasar yang cukup agresif setelah periode tekanan panjang.
Meski demikian, Bitcoin masih berada dalam fase koreksi jika dilihat dari performa bulanan hingga kuartalan, sehingga pergerakan harga saat ini menjadi sorotan utama pelaku pasar: apakah ini awal pembalikan tren atau sekadar relief rally?
Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di rentang harga yang cukup lebar, dengan level terendah di $64.459,92 dan level tertinggi di $71.681,31.
Volatilitas tinggi ini menunjukkan adanya tarik-menarik kuat antara pembeli dan penjual.
Kenaikan harian sebesar $5.606,48 (+8,61%) menempatkan BTC sebagai salah satu aset kripto dengan performa terbaik hari ini, sekaligus memperkuat posisinya sebagai aset kripto nomor satu berdasarkan kapitalisasi pasar.
Namun, pada timeframe yang lebih pendek, perubahan harga 1 jam terakhir menunjukkan koreksi kecil sebesar -0,58%, mengindikasikan mulai munculnya aksi ambil untung setelah lonjakan cepat.
Kapitalisasi Pasar dan Fundamental Supply
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 7 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Di Tokocrypto, kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai sekitar $1.413 triliun, dengan pasokan beredar 19,99 juta BTC, atau sekitar 95,17% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.
Tingkat suplai yang semakin mendekati batas maksimum ini terus menjadi fondasi narasi kelangkaan Bitcoin dalam jangka panjang.
Sementara itu, Fully Diluted Market Cap tercatat di kisaran $1.485 triliun, mencerminkan valuasi penuh jika seluruh BTC telah beredar.
Volume perdagangan yang tinggi menunjukkan bahwa minat pasar kembali meningkat, meski sebagian besar masih didominasi oleh perdagangan jangka pendek dan spekulatif.
Tekanan Jangka Menengah Masih Terlihat
Meskipun performa harian terlihat impresif, data historis menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam tekanan jika dilihat dari timeframe yang lebih panjang:
30 hari: turun $20.282,17 (-22,28%)
60 hari: turun $19.162,63 (-21,32%)
90 hari: turun $31.006,99 (-30,48%)
Selain itu, performa mingguan masih mencatat penurunan 15,58%, menandakan bahwa reli hari ini belum sepenuhnya menghapus tren turun sebelumnya.
Kondisi ini menguatkan pandangan bahwa kenaikan harga BTC saat ini kemungkinan besar dipicu oleh sentimen pasar jangka pendek, bukan perubahan struktural yang solid.
Level Teknis Penting yang Perlu Diperhatikan
Dari sudut pandang analisis teknikal, terdapat beberapa area kunci yang menjadi fokus pelaku pasar:
Support terdekat: $64.000 – $65.000 Area ini menjadi dasar reli terbaru dan penting untuk dipertahankan agar momentum bullish tetap hidup.
Resistensi kuat: $71.500 – $72.000 Level ini berdekatan dengan puncak harian dan menjadi penghalang utama sebelum BTC berpotensi melanjutkan kenaikan.
Resistensi lanjutan: $75.000 Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas $72.000 dengan volume tinggi, peluang uji ke area ini akan terbuka.
Sementara itu, rekor tertinggi Bitcoin di $126.198,07 masih berada jauh di atas harga saat ini, menegaskan bahwa ruang pemulihan jangka panjang masih sangat besar, namun penuh tantangan.
Awal Reversal atau Sekadar Pantulan?
Lonjakan harga Bitcoin hari ini menunjukkan adanya pergeseran sentimen pasar dari ketakutan ekstrem menuju optimisme jangka pendek.
Namun, tanpa dukungan tren naik yang konsisten dan konfirmasi dari timeframe mingguan, reli ini masih berisiko bersifat sementara.
Investor dan trader disarankan untuk mencermati:
Konsistensi volume di atas $90 miliar
Kemampuan BTC bertahan di atas $68.000
Reaksi harga di zona $71.500–$72.000
Jika gagal menembus resistensi tersebut, Bitcoin berpotensi kembali bergerak konsolidatif atau bahkan terkoreksi.
Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin sedang mengalami reli kuat secara harian, namun masih berada dalam bayang-bayang tren turun jangka menengah.
Kenaikan 9% ini menjadi sinyal positif, tetapi belum cukup untuk mengonfirmasi pembalikan tren secara menyeluruh.
Pasar kini menunggu konfirmasi lanjutan: apakah Bitcoin mampu mempertahankan momentum dan menembus resistensi kunci, atau justru kembali tertekan oleh aksi ambil untung.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.