Tag Archives: bitcoin

Bhutan Jual Bitcoin Lagi! Cadangan Ratusan Juta Dolar Masih Tersisa

Pemerintah Bhutan kembali menjual Bitcoin dari cadangannya untuk pekan ketiga berturut-turut. Berdasarkan data analis on-chain Arkham, penjualan terbaru sebanyak 100 BTC menghasilkan sekitar $6,8 juta.

Sejak September lalu, kerajaan tersebut tercatat telah menjual Bitcoin senilai sedikitnya $100 juta. Meski demikian, sekitar 5.600 BTC atau setara kurang lebih $372 juta masih tersimpan di wallet yang diidentifikasi terkait dengan Bhutan.

Cadangan Berasal dari Aktivitas Mining

Menurut Arkham, sumber utama akumulasi Bitcoin Bhutan berasal dari aktivitas penambangan (mining) yang dijalankan pemerintah. Pada puncaknya, cadangan Bitcoin negara tersebut sempat melampaui 13.000 BTC.

Lonjakan produksi mining terjadi pada awal 2023. Namun, aktivitas tersebut mengalami penurunan signifikan setelah peristiwa halving keempat Bitcoin pada April 2024, yang memangkas reward blok dari 6,25 BTC menjadi 3,125 BTC.

Dilaporkan Forklog, Bhutan sebelumnya menjalin kemitraan dengan perusahaan mining Bitdeer untuk mengembangkan kapasitas hingga 600 MW. Data center Gedu mulai beroperasi pada Agustus 2023. Meski begitu, target hashrate sebesar 20 EH/s dilaporkan mengalami keterlambatan signifikan.

Baca juga: Standard Chartered Peringatkan Bitcoin Bisa Anjlok ke $50.000!

Tekanan Industri Mining Global

Paruh kedua 2024 disebut sebagai periode krisis profitabilitas terburuk bagi industri mining. Pada awal 2025, ketika harga Bitcoin melemah, banyak model mesin mining mendekati ambang batas profitabilitas.

Penurunan harga Bitcoin, kenaikan tarif energi, serta gangguan cuaca ekstrem di Amerika Serikat memicu penghentian operasional massal oleh sejumlah perusahaan mining akibat kerugian besar. Dampaknya, hashrate jaringan turut mengalami penurunan.

Pada 7 Februari lalu, tingkat kesulitan mining Bitcoin tercatat turun 11%, menjadi penurunan terbesar sejak larangan mining di China pada 2021.

Strategi Manajemen Cadangan

Meski terus melakukan penjualan dalam beberapa pekan terakhir, Bhutan masih memegang cadangan Bitcoin dalam jumlah signifikan. Langkah likuidasi ini dinilai sebagai bagian dari strategi manajemen cadangan negara di tengah dinamika harga dan tekanan industri mining global.

Pasar kini mencermati apakah tren penjualan tersebut akan berlanjut atau hanya bersifat taktis dalam jangka pendek.

Menurut Tim Research Tokocrypto, aktivitas penjualan oleh pemerintah seringkali memicu sentimen waspada di pasar. Meskipun jumlahnya relatif kecil dibanding cadangan total mereka, konsistensi Bhutan dalam melakukan ‘take profit’ menunjukkan strategi manajemen aset yang aktif di tingkat negara.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini Naik ke $68.937, Sinyal Rebound Menguat?

Harga Bitcoin (BTC) hari ini menunjukkan penguatan signifikan.

Dalam catatan Tokocrypto pada Sabtu (14/2), BTC diperdagangkan di level $68.937,95, naik sekitar +3,47% dalam 24 jam terakhir, setelah sebelumnya sempat tertekan dalam tren penurunan bulanan.

Kenaikan ini menambah kapitalisasi pasar Bitcoin menjadi sekitar $1,37 triliun, dengan volume perdagangan harian mencapai $37,74 miliar.

Meski reli jangka pendek mulai terlihat, pertanyaan utama pelaku pasar adalah: apakah ini awal pembalikan tren atau sekadar relief rally dalam struktur bearish yang lebih besar?

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $66.569, Koreksi Dalam?

Pergerakan Harga 24 Jam: Momentum Positif Muncul

Dalam 24 jam terakhir, BTC bergerak di rentang harga terendah di level $65.959,95 dan tertinggi di level $69.382,83.

Kenaikan harian sebesar sekitar $2.271 menunjukkan adanya tekanan beli yang cukup solid setelah harga sempat mendekati area support kuat di bawah $66.000.

Secara intraday, volatilitas masih terjaga, tetapi pergerakan harga menunjukkan pola higher low jangka pendek—indikasi awal bahwa buyer mulai kembali masuk ke pasar.

Namun, secara mingguan BTC masih mencatatkan penurunan sekitar -2,54%, mengindikasikan tren jangka pendek belum sepenuhnya berbalik bullish.

Tekanan Jangka Menengah Masih Terlihat

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 14 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 14 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meski kenaikan harian cukup impresif, data performa historis menunjukkan tekanan jangka menengah masih dominan:

  • 30 hari: -28,12%
  • 60 hari: -19,63%
  • 90 hari: -28,01%

Penurunan hampir 30% dalam sebulan terakhir menempatkan BTC dalam fase koreksi signifikan dari level yang jauh lebih tinggi.

Sebagai catatan, rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) Bitcoin berada di $126.198,07, sehingga harga saat ini masih berada jauh di bawah puncak tersebut.

Koreksi tajam ini biasanya memicu dua kemungkinan: fase akumulasi oleh investor jangka panjang atau konsolidasi sebelum penurunan lanjutan.

Maka dari itu, pergerakan beberapa hari ke depan akan sangat menentukan narasi dominan.

Struktur Pasar dan Kapitalisasi

Bitcoin tetap menjadi aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, menduduki peringkat #1 secara global. Beberapa data kunci pasar:

  • Kapitalisasi pasar: $1,37 triliun
  • Volume 24 jam: $37,82 miliar
  • Sirkulasi suplai: 19,99 juta BTC
  • Maksimum suplai: 21 juta BTC
  • Fully Diluted Valuation (FDV): $1,44 triliun

Dengan suplai yang sudah beredar mencapai sekitar 95,19% dari total maksimum, tekanan inflasi Bitcoin relatif rendah dibandingkan banyak altcoin.

Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa BTC sering dianggap sebagai aset lindung nilai digital dalam jangka panjang.

Level Teknis Penting yang Perlu Diperhatikan

Secara teknikal, beberapa level krusial saat ini adalah:

Support kuat:

  • Area $65.000
  • Area psikologis $60.000

Resistance terdekat:

  • $69.500
  • $70.000 (level psikologis penting)

Jika BTC mampu menembus dan bertahan di atas $70.000 dengan volume tinggi, peluang menuju fase recovery yang lebih luas akan terbuka.

Sebaliknya, kegagalan menembus resistance dan penurunan kembali di bawah $66.000 dapat mengindikasikan bahwa reli hari ini hanya bersifat sementara.

Apakah Ini Awal Pembalikan Tren?

Kenaikan +3,47% memang memberi angin segar setelah tekanan panjang dalam 30 hari terakhir. Namun, secara struktur makro, BTC masih berada dalam fase konsolidasi pasca koreksi besar.

Beberapa faktor yang biasanya memicu pembalikan tren kuat meliputi lonjakan volume signifikan berkelanjutan, arus masuk institusional, perbaikan sentimen pasar global, hingga breakout teknikal dari resistance kunci.

Saat ini, volume harian masih berada di kisaran moderat, belum menunjukkan lonjakan ekstrem yang biasanya menyertai breakout besar.

Baca Juga: Thailand Resmi Legalkan Bitcoin untuk Pasar Derivatif

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan sinyal rebound jangka pendek dengan kenaikan +3,47% ke level $68.937. Momentum beli mulai terlihat setelah tekanan koreksi hampir 30% dalam 30 hari terakhir.

Namun, struktur jangka menengah masih perlu dikonfirmasi. Level $70.000 menjadi resistance kunci yang akan menentukan apakah Bitcoin siap memulai fase pemulihan baru atau masih berada dalam pola konsolidasi.

Bagi investor dan trader, disiplin manajemen risiko tetap menjadi kunci di tengah volatilitas yang masih tinggi. Pergerakan beberapa hari ke depan akan sangat krusial dalam menentukan arah tren Bitcoin selanjutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Thailand Resmi Legalkan Bitcoin untuk Pasar Derivatif

Pemerintah Thailand secara resmi menyetujui proposal Kementerian Keuangan untuk mengizinkan aset digital digunakan sebagai underlying asset di pasar derivatif dan pasar modal negara tersebut. Keputusan ini diumumkan pada Selasa dan dinilai sebagai langkah besar dalam modernisasi sistem keuangan Thailand.

Kebijakan baru ini bertujuan menyelaraskan pasar derivatif Thailand dengan standar internasional, memperkuat pengawasan regulasi dan perlindungan investor, serta memposisikan Thailand sebagai pusat perdagangan kripto institusional di kawasan Asia Tenggara.

Bitcoin dan Aset Digital Resmi Diakui di Pasar Derivatif

Komisi Sekuritas dan Bursa Thailand (SEC) akan merevisi Undang-Undang Derivatif untuk memungkinkan aset digital, termasuk Bitcoin (BTC) dan kredit karbon, digunakan sebagai aset dasar dalam instrumen derivatif.

CEO Binance Thailand, Nirun Fuwattananukul, menyebut keputusan ini sebagai momen penting bagi pasar modal Thailand. Ia mengatakan pengakuan resmi terhadap aset digital menunjukkan bahwa kripto tidak lagi dipandang sekadar instrumen spekulatif, melainkan sebagai kelas aset yang berpotensi membentuk ulang fondasi pasar modal.

Langkah ini juga disebut mengirimkan sinyal kuat bahwa Thailand ingin menjadi pemimpin ekonomi digital yang progresif di Asia Tenggara.

Baca juga: Standard Chartered Peringatkan Bitcoin Bisa Anjlok ke $50.000!

Target Investor Institusi dan Produk Bitcoin Futures

Dilaporkan Trading VIew, Thailand diketahui tengah membidik investor institusional dan investor kaya dalam ekspansi ambisi kriptonya. Kebijakan ini sejalan dengan rencana Bursa Efek Thailand yang akan memperkenalkan Bitcoin futures dan produk berbasis exchange-traded pada 2026.

Sekretaris Jenderal SEC Thailand, Pornanong Budsaratragoon, mengatakan kebijakan ini akan memperkuat pengakuan kripto sebagai kelas aset, mendorong inklusivitas pasar, meningkatkan diversifikasi portofolio, serta memperbaiki manajemen risiko bagi investor.

Pembayaran Kripto Masih Dibatasi

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 13 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 13 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meski pengakuan terhadap kripto di pasar derivatif semakin kuat, Thailand masih melarang penggunaan kripto sebagai alat pembayaran. Bank sentral tetap membatasi transaksi pembayaran berbasis kripto, termasuk penggunaan stablecoin untuk konsumsi ritel.

Pada Agustus lalu, pemerintah meluncurkan aplikasi khusus bagi wisatawan jangka pendek untuk mengonversi kripto menjadi mata uang lokal. Namun, pengguna harus melalui proses Know Your Customer (KYC) yang ketat dan hanya dapat bertransaksi di outlet yang disetujui pemerintah.

Selain itu, pada Januari 2026, Thailand juga meluncurkan kampanye penertiban terhadap praktik “gray money”, di mana aset kripto turut menjadi bagian dari pengawasan dalam upaya pencegahan pencucian uang.

Dengan kebijakan terbaru ini, Thailand semakin mempertegas langkahnya dalam mengintegrasikan kripto ke dalam sistem keuangan formal, meskipun penggunaan sebagai alat pembayaran masih dibatasi.

Menurut Tim Reserach Tokocrypto, langkah ini menunjukkan sikap pro-kripto Thailand yang semakin matang. Dengan diakuinya kripto sebagai aset derivatif, institusi keuangan lokal kini memiliki payung hukum yang jelas untuk mengembangkan produk investasi berbasis kripto yang lebih kompleks.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Standard Chartered Peringatkan Bitcoin Bisa Anjlok ke $50.000!

Harga Bitcoin kembali berada di bawah tekanan setelah laporan terbaru dari Standard Chartered memproyeksikan potensi penurunan hingga ke level $50.000. Prediksi ini muncul di tengah volatilitas pasar yang tinggi dan sentimen investor yang memburuk dalam beberapa pekan terakhir.

Meski Bitcoin sempat naik sekitar 2,49% dalam 24 jam terakhir ke kisaran $67.865, harga aset kripto terbesar ini masih terkoreksi sekitar 27% dari level tertingginya di sekitar $90.000 bulan lalu. Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa tekanan jual belum sepenuhnya berakhir.

Standard Chartered Turunkan Target, BTC Bisa Sentuh $50.000

prediksi bitcoin Standard Chartered

Dilaporkan Coingape, Geoffrey Kendrick, Head of Digital Assets Research di Standard Chartered, menyebut bahwa lingkungan makroekonomi saat ini belum memberikan dukungan kuat bagi aset kripto dalam jangka pendek. Ia memperkirakan Bitcoin berpotensi turun ke sekitar $50.000 dalam beberapa bulan ke depan jika tren penurunan berlanjut.

Selain Bitcoin, Ethereum juga diproyeksikan dapat turun ke level $1.400 sebelum potensi pemulihan terjadi. Meski demikian, Kendrick menilai level-level tersebut dapat menjadi peluang akumulasi sebelum reli lanjutan pada paruh kedua 2026.

Bank tersebut juga merevisi target akhir tahun untuk Bitcoin menjadi $100.000, turun dari proyeksi sebelumnya sebesar $150.000. Sementara itu, target Ethereum dipangkas menjadi $4.000 dari sebelumnya $7.500. Revisi ini mengikuti penyesuaian sebelumnya pada Desember ketika proyeksi Bitcoin diturunkan dari hampir $300.000.

Indeks Fear & Greed Sentuh Level Ekstrem

Sentimen pasar semakin memburuk setelah Crypto Fear and Greed Index turun ke angka 8, yang menunjukkan kondisi “extreme fear”. Bahkan pada 6 Februari 2026, indeks sempat menyentuh angka 5, salah satu level terendah dalam sejarah.

Nilai indeks tersebut mencerminkan meningkatnya kepanikan dan ketidakpastian di kalangan investor akibat volatilitas pasar yang tinggi serta tekanan makroekonomi global.

Baca juga: Bitcoin Makin Langka di Bursa, Sinyal Bull Run Baru Muncul?

Bitcoin Bertahan di Atas $65.000, Tapi Tekanan Masih Kuat

Pada saat laporan ini ditulis, harga Bitcoin berada di sekitar $66.277, turun sekitar 1,15% dalam 24 jam terakhir. Dari sisi teknikal, indikator Relative Strength Index (RSI) berada di level 38,62, di bawah ambang 50 yang menandakan momentum masih condong bearish.

Sementara itu, indikator MACD juga menunjukkan momentum negatif, dengan garis MACD berada di bawah garis sinyal, mengindikasikan tekanan jual yang masih mendominasi.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 13 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 13 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika Bitcoin gagal menembus resistance di $70.000, harga berpotensi kembali menguji support di sekitar $65.000. Penurunan di bawah level tersebut dapat membuka peluang koreksi lanjutan menuju $60.000, bahkan mendekati proyeksi $50.000 seperti yang disebutkan dalam laporan Standard Chartered.

Sebaliknya, jika terjadi pembalikan arah dan tekanan beli menguat, area $70.000 menjadi resistance utama yang harus ditembus sebelum potensi kenaikan lebih lanjut.

Dengan kondisi pasar yang masih rapuh dan sentimen investor yang berada di zona ketakutan ekstrem, proyeksi penurunan ke $50.000 kini menjadi salah satu skenario yang diperhatikan pelaku pasar dalam jangka menengah.

Menurut Tim Research Tokocrypto, revisi turun mencerminkan sentimen hati-hati karena penundaan pemangkasan suku bunga Fed. Investor perlu waspada terhadap downside risk sebelum pasar menemukan pijakan pemulihan.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $66.569, Koreksi Dalam?

Harga Bitcoin (BTC) hari ini berada di level $66.569,68 per BTC, mencatatkan penurunan sekitar -0,92% dalam 24 jam terakhir.

Dalam catatan Tokocrypto pada Jumat (13/2), kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1,33 triliun, dengan volume perdagangan harian mencapai $44,79 miliar.

Meski tekanan jual masih terasa dalam jangka pendek, BTC menunjukkan sedikit pemulihan intraday setelah sempat menyentuh level terendah $65.092,11 dan tertinggi harian di $68.339,49.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Lemah $67.072, Tekanan Menghantui

Koreksi Dalam Sebulan Tembus 30%

Jika melihat performa dalam jangka menengah, tekanan terhadap BTC terlihat cukup signifikan.

Dalam 30 hari terakhir, harga Bitcoin telah turun sekitar -30,12%, atau setara dengan koreksi hampir $28.748 dari level sebelumnya.

Dalam rentang 60 hari, BTC juga masih mencatat pelemahan sebesar -25,33%, sementara dalam 90 hari terakhir koreksi mencapai -30,76%.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase konsolidasi besar setelah sebelumnya mencatatkan reli panjang.

Sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar dan peringkat 1 secara global, pergerakan Bitcoin sering kali menjadi penentu arah pasar altcoin.

Pergerakan Jangka Pendek: Stabilisasi atau Dead Cat Bounce?

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 13 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 13 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dalam 7 hari terakhir, BTC justru mencatatkan kenaikan tipis sebesar +3,04%, menandakan adanya potensi stabilisasi jangka pendek.

Sementara itu, perubahan harga 1 jam terakhir menunjukkan kenaikan +0,32%, mengindikasikan adanya pembelian di area bawah.

Namun demikian, secara struktur tren, BTC masih bergerak dalam tekanan setelah gagal kembali ke area resistance kuat di atas $70.000.

Beberapa level penting yang kini menjadi perhatian pasar antara lain:

  • Support kuat: $65.000
  • Support lanjutan: $62.000–$60.000
  • Resistance terdekat: $68.300–$70.000
  • Resistance psikologis utama: $75.000

Jika BTC mampu bertahan di atas $65.000, potensi rebound teknikal tetap terbuka.

Sebaliknya, jika level tersebut ditembus, risiko koreksi lanjutan bisa meningkat.

Kapitalisasi Pasar dan Likuiditas Tetap Besar

Dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,33 triliun, Bitcoin masih mendominasi hampir seluruh lanskap kripto global.

Dari total suplai maksimum 21 juta BTC, saat ini sudah beredar sekitar 19,99 juta BTC atau sekitar 95,18% dari total suplai.

Fakta bahwa sebagian besar suplai sudah beredar membuat dinamika harga BTC semakin sensitif terhadap perubahan permintaan.

Dengan suplai yang semakin terbatas dan minat institusional yang tetap ada, struktur jangka panjang Bitcoin masih dianggap solid oleh banyak analis.

Volume perdagangan 24 jam sebesar hampir $45 miliar juga menunjukkan bahwa likuiditas BTC tetap tinggi meski pasar sedang mengalami tekanan.

Apakah BTC Siap Rebound?

Secara historis, koreksi 25–35% bukanlah hal baru dalam siklus Bitcoin. Fase ini sering kali menjadi periode akumulasi sebelum pergerakan besar berikutnya.

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi arah BTC selanjutnya, seperti sentimen makro global (suku bunga & likuiditas); arus dana institusional; pergerakan ETF Bitcoin; atau sentimen pasar derivatif dan likuidasi.

Jika momentum beli kembali meningkat dan BTC mampu menembus area $70.000 dengan volume besar, maka peluang menuju zona $75.000 terbuka.

Namun selama masih tertahan di bawah resistance, fase konsolidasi kemungkinan berlanjut.

Baca Juga: Whale Borong $4 Miliar BTC, Tapi Ini Bisa Jadi Sinyal Bullish?

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin masih berada dalam tekanan jangka menengah dengan koreksi lebih dari 30% dalam 30 hari terakhir.

Meski demikian, stabilisasi di atas $65.000 menjadi sinyal penting bahwa pasar belum sepenuhnya kehilangan daya tahan.

Dengan kapitalisasi pasar di atas $1,3 triliun dan suplai yang semakin terbatas, BTC tetap menjadi barometer utama industri kripto.

Investor kini mencermati apakah level support saat ini mampu bertahan atau justru menjadi pintu menuju koreksi yang lebih dalam.

Pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada kombinasi sentimen pasar, arus likuiditas, dan respons pembeli di zona support krusial.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 13 Februari 2026: Tekanan Jelang Akhir Pekan?

Menjelang akhir pekan, pasar kripto hari ini, Jumat (13/2) menunjukkan pergerakan campuran dengan sejumlah altcoin mencatat lonjakan signifikan. ME meroket 30% ke $0,1847 pada Jumat (13/2), diikuti MOODENG yang naik 21% ke $0,052154, serta 0G yang menguat 15% hingga $0,645. Kenaikan ini mencerminkan rotasi modal ke altcoin berisiko tinggi di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif.

Dari sisi sentimen global, laporan dari Standard Chartered memproyeksikan Bitcoin berpotensi turun ke $50.000 sebelum menemukan titik akumulasi ideal. Di saat yang sama, Ether dan XRP tengah menguji level support krusial. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Daftar Altcoin Potensial Hari Ini Jelang Akhir Pekan

  • ME meroket 30% ke level $0,1847 hari ini, Jumat (13/2).
  • MOODENG naik 21%, kini diperdagangkan $0,052154.
  • 0G melesat 15% hingga menyentuh $0,645.

Standard Chartered: BTC Bisa Turun ke $50.000, Waktunya Beli

  • Standard Chartered sebut Bitcoin berpotensi turun ke $50.000.
  • Ether dan XRP uji support penting di tengah volatilitas.
  • Indeks Fear & Greed capai level ketakutan ekstrem dan panik.

Deposit Panen Reward dengan VA BCA di Tokocrypto

XRP Dekati Titik Terendah Saat RLUSD Capai Rekor

  • XRP masuki tren bearish dalam beberapa bulan terakhir.
  • Pasokan stablecoin Ripple (RLUSD) tembus $1,5 Miliar.
  • XRP oversold dan bentuk pola falling wedge.

Efek Tokenisasi Citi $2,6 Triliun terhadap Prediksi Harga Solana

  • Harga Solana turun pasca ekspansi jaringan Citigroup.
  • Ekspansi solana pesat, alamat aktif tembus 118 juta.
  • Pola head and shoulders Solana berpotensi turun ke $50.

Baca juga: Riset Kripto 2-6 Feb 2026: Bitcoin Menurun, Altcoin Ada Harapan?!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Whale Borong $4 Miliar BTC, Tapi Ini Bisa Jadi Sinyal Bullish?

Bitcoin kembali mendapat dukungan dari para pemegang besar setelah tekanan jual tajam dalam beberapa pekan terakhir. Namun, meski aksi beli whale meningkat, permintaan dari investor lain masih terlihat lemah sehingga pemulihan harga dinilai belum sepenuhnya solid.

Berdasarkan data Glassnode, wallet yang menyimpan lebih dari 1.000 BTC tercatat mengakumulasi sekitar 53.000 Bitcoin dalam sepekan terakhir. Ini menjadi gelombang pembelian whale terbesar sejak November, dengan nilai pembelian diperkirakan melampaui $4 miliar pada harga saat ini.

Meski begitu, data juga menunjukkan bahwa sejak pertengahan Desember, whale masih mencatat arus keluar lebih dari 170.000 BTC atau sekitar $11 miliar. Hal ini mengindikasikan bahwa tren de-risking oleh pemegang besar sebenarnya masih mendominasi dalam beberapa bulan terakhir.

Harga Pulih ke $69.100, Tapi Keyakinan Pasar Masih Dipertanyakan

Pergerakan harga Bitcoin mencerminkan dukungan yang belum merata. Setelah sempat turun ke sekitar $60.000 pekan lalu, Bitcoin kembali naik mendekati $70.000 seiring meningkatnya akumulasi whale. Pada Rabu pagi waktu Asia, BTC diperdagangkan di kisaran $69.100.

Meski aksi beli whale membantu menahan penurunan, reli ini belum berhasil menarik partisipasi luas dari investor ritel maupun institusi. Banyak pelaku pasar masih bersikap hati-hati, sehingga rebound yang terjadi lebih terlihat sebagai fase stabilisasi dibanding awal reli besar.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 12 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 12 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Harga Bitcoin saat ini juga masih berada sekitar 40% di bawah puncaknya pada Oktober, menandakan bahwa tekanan koreksi masih cukup dalam dan pasar membutuhkan katalis tambahan untuk memulihkan momentum.

Baca juga: Whale Borong ETH Rp30 Triliun! Cadangan Cetak Rekor, Harga Naik?

Investor ETF dan Korporasi Masih Menahan Diri

Dilaporkan Equiti, permintaan dari US spot Bitcoin ETF juga mulai melambat. Banyak investor ETF kini berada dalam posisi rugi secara unrealized (paper losses), sehingga minat untuk melakukan pembelian agresif saat harga turun dinilai menurun, terutama di tengah kondisi makro yang masih penuh ketidakpastian.

Selain itu, pembelian dari perusahaan-perusahaan yang sebelumnya menambah Bitcoin sebagai strategi treasury juga disebut ikut melambat. Tekanan valuasi saham dan kondisi pendanaan yang semakin ketat membuat sebagian korporasi menahan ekspansi eksposur kripto.

Dengan belum adanya sumber arus modal baru yang kuat, aksi akumulasi whale saat ini dinilai berpotensi hanya bersifat taktis, bukan perubahan struktural sentimen pasar.

Risiko Konsentrasi Masih Jadi Sorotan

Glassnode menekankan bahwa data whale yang digunakan merupakan pemetaan berdasarkan klaster wallet, bukan individu secara langsung. Aktivitas whale dapat mencakup investor kaya, akun kustodian, maupun entitas yang terhubung institusi.

Secara historis, bull market yang berkelanjutan biasanya tidak hanya ditopang oleh akumulasi whale, tetapi juga membutuhkan peningkatan partisipasi dari berbagai kelompok investor. Saat ini, dukungan luas tersebut masih belum terlihat.

Pasar kini menunggu apakah pembelian whale mampu memulihkan kepercayaan dan memicu arus masuk baru, atau hanya menjadi bantalan sementara untuk mengurangi volatilitas. Hingga kondisi likuiditas membaik dan minat risiko kembali meningkat, pemulihan Bitcoin masih dinilai rapuh dan belum sepenuhnya meyakinkan.

Menurut Tim Research Tokocrypto, agresivitas para whale dalam menyerap pasokan pasar di harga saat ini mengindikasikan keyakinan kuat bahwa fase konsolidasi akan segera berakhir menuju penembusan harga baru.

“Hal ini memberikan sinyal psikologis penting bagi investor ritel bahwa pemain besar masih melihat nilai intrinsik yang belum terefleksi sepenuhnya di harga pasar saat ini,” tulisnya.

Baca Juga: Harga Ethereum Jebol $2.8K, Whale Diam-Diam Borong Rp3,7 Triliun ETH


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Lemah $67.072, Tekanan Menghantui

Harga BTC hari ini tercatat di level $67.072,31 per BTC, mengalami koreksi sebesar -0,57% dalam 24 jam terakhir.

Meski pelemahannya relatif tipis secara harian, tekanan dalam jangka menengah masih terlihat signifikan jika melihat performa 30 hingga 90 hari terakhir.

Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Kamis (11/2), kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1,34 triliun, dengan volume perdagangan 24 jam mencapai $49,65 miliar.

Bitcoin tetap menjadi aset kripto paling dominan di pasar dengan peringkat pertama dan suplai beredar sebesar 19,99 juta BTC, atau sekitar 95,18% dari total maksimum 21 juta BTC.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $68.448, Tekanan Menguat

Pergerakan Harga BTC 24 Jam Terakhir

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin sempat menyentuh level tertinggi $68.650,85 dan level terendah $65.757,30.

Rentang pergerakan ini menunjukkan volatilitas moderat, dengan tekanan jual yang sempat mendorong harga ke bawah $66.000 sebelum kembali stabil di area $67.000.

Secara intraday, perubahan harga 1 jam terakhir tercatat di -0,14%, menandakan pasar relatif sideways dalam jangka sangat pendek.

Tekanan Jangka Menengah Masih Berat

Meskipun penurunan harian hanya 0,57%, tren jangka menengah menunjukkan tekanan yang lebih dalam:

  • 30 hari: -26,95%
  • 60 hari: -25,74%
  • 90 hari: -31,12%

Dalam 30 hari terakhir saja, Bitcoin telah terkoreksi sekitar $24.719.

Penurunan ini memperlihatkan bahwa pasar masih berada dalam fase konsolidasi atau koreksi besar setelah periode reli sebelumnya.

Jika dibandingkan dengan rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $126.198,07, harga saat ini masih terpaut cukup jauh, menandakan Bitcoin belum kembali ke fase bullish penuh.

Analisis Volume dan Likuiditas

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 12 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 12 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Volume perdagangan 24 jam sebesar hampir $50 miliar menunjukkan bahwa minat pasar terhadap Bitcoin masih tinggi.

Likuiditas yang besar ini menjadi faktor penting karena menunjukkan partisipasi aktif investor dan memungkinkan eksekusi transaksi besar tanpa slippage ekstrem, serta mengurangi risiko volatilitas berlebihan akibat pasar tipis.

Namun, volume tinggi dalam kondisi harga melemah sering kali mengindikasikan adanya distribusi atau aksi ambil untung oleh pelaku pasar besar.

Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

Berdasarkan data harga terbaru, beberapa level penting yang patut dicermati trader dan investor:

Support terdekat:

  • Area $65.700 (low 24 jam)
  • Area psikologis $65.000

Jika support ini ditembus, tekanan jual bisa meningkat menuju area $63.000–$60.000.

Resistance terdekat:

  • $68.650 (high 24 jam)
  • Area $70.000 sebagai resistance psikologis

Penembusan konsisten di atas $70.000 dapat membuka peluang pemulihan jangka pendek.

Sentimen Pasar Bitcoin Saat Ini

Dengan kapitalisasi pasar terdilusi penuh (Fully Diluted Valuation) di $1,407 triliun, Bitcoin masih mempertahankan dominasinya sebagai aset kripto utama.

Namun, koreksi 7 hari sebesar -4,89% menunjukkan bahwa sentimen jangka pendek masih cenderung hati-hati.

Beberapa faktor yang biasanya memengaruhi pergerakan BTC antara lain arus dana institusional, pergerakan indeks dolar AS, kebijakan suku bunga global, arus masuk dan keluar ETF Bitcoin, serta kondisi pasar kripto secara keseluruhan.

Tanpa katalis positif yang kuat, Bitcoin kemungkinan masih bergerak dalam pola konsolidasi.

Prospek Harga BTC Selanjutnya

Dalam jangka pendek, BTC tampak mencoba mempertahankan area $65.000–$67.000 sebagai zona keseimbangan baru.

Jika tekanan jual mereda dan volume beli meningkat, peluang rebound teknikal tetap terbuka.

Namun, tren 30–90 hari yang masih negatif menunjukkan bahwa pasar belum sepenuhnya pulih. Investor jangka panjang cenderung menunggu konfirmasi pembalikan tren sebelum meningkatkan eksposur.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Terkoreksi $69.658, Tekanan Dominan

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin berada di fase konsolidasi dengan tekanan jangka menengah yang masih terasa.

Harga saat ini di $67.072 mencerminkan pelemahan moderat secara harian, namun koreksi bulanan yang dalam menandakan pasar masih dalam fase penyesuaian.

Level support $65.000 menjadi kunci penting dalam waktu dekat. Jika mampu bertahan, Bitcoin berpotensi membangun momentum pemulihan. Sebaliknya, jika ditembus, tekanan lanjutan bisa kembali muncul.

Pelaku pasar disarankan tetap memperhatikan manajemen risiko di tengah volatilitas yang masih tinggi di pasar kripto global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Makin Langka di Bursa, Sinyal Bull Run Baru Muncul?

Data on-chain terbaru menunjukkan cadangan Bitcoin di exchange terus mengalami penurunan tajam dan kini menyentuh level terendah dalam beberapa tahun terakhir. Total Bitcoin Exchange Reserves saat ini tercatat berada di sekitar 2,74 juta BTC, memunculkan spekulasi bahwa pasar sedang menuju kondisi “supply shock” yang berpotensi mendorong reli harga.

Penurunan cadangan BTC di exchange sering dianggap sebagai sinyal bullish karena menandakan berkurangnya suplai likuid yang siap dijual. Jika permintaan tetap stabil atau meningkat, kondisi tersebut dapat mempercepat kenaikan harga akibat ketidakseimbangan antara suplai dan demand.

Pola 2020: Penurunan Reserve Jadi Awal Bull Run 2021

Dilaporkan Crypto Quant, secara historis, penurunan besar cadangan Bitcoin di exchange kerap menjadi pemicu pergerakan harga yang kuat. Pada periode Maret hingga November 2020, exchange reserves turun dari 3,27 juta BTC menjadi 2,9 juta BTC. Penurunan tersebut mengurangi likuiditas sisi jual, yang kemudian menjadi salah satu faktor pendorong bull run besar pada 2021.

Dengan semakin sedikit BTC yang tersedia di bursa, tekanan jual menurun dan harga lebih mudah terdorong naik ketika arus permintaan masuk.

November 2022: Drop Parabolik Jadi Sinyal Bottom Siklus

Contoh lain terjadi pada November 2022 ketika cadangan BTC di exchange turun secara parabolik dari 3,52 juta BTC menjadi sekitar 3 juta BTC hanya dalam hitungan hari. Penurunan ekstrem tersebut terjadi bersamaan dengan fase capitulation dan dinilai menjadi penanda terbentuknya bottom siklus pasar.

Setelah periode itu, Bitcoin mulai memasuki fase pemulihan harga secara bertahap.

Tren Saat Ini: Cadangan BTC Terus Terkuras Selama Dua Tahun

Saat ini, tren penurunan exchange reserves kembali terlihat secara konsisten dalam skala makro. Dalam dua tahun terakhir, cadangan Bitcoin di exchange telah turun dari sekitar 3,2 juta BTC menjadi 2,74 juta BTC.

Penurunan ini menunjukkan bahwa investor semakin banyak memindahkan Bitcoin mereka ke cold storage atau wallet pribadi, sehingga mengurangi suplai yang dapat diperdagangkan di pasar terbuka.

Potensi Supply Shock Menguat Jika Permintaan Tetap Stabil

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 11 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 11 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dengan cadangan Bitcoin di exchange berada di level rendah, analis menilai pasar berpotensi memasuki fase supply shock. Supply shock terjadi ketika suplai likuid di pasar menipis, sehingga setiap kenaikan permintaan dapat mendorong harga naik lebih cepat dari biasanya.

Kesimpulan dari tren ini menunjukkan bahwa investor tampaknya memilih menahan aset dalam jangka panjang, bukan menyiapkan untuk dijual. Jika pola historis kembali terulang, penurunan besar exchange reserves dapat menjadi fondasi bullish yang kuat untuk pergerakan harga Bitcoin berikutnya, terutama jika permintaan tetap bertahan atau mulai meningkat.

Menurut Tim Research Tokocrypto, historisnya, penurunan besar supply di exchange sering mendahului fase bullish (contoh 2020: 3.27M→2.9M; Nov 2022: 3.52M→~3.0M).

“Setup ini bisa membentuk “supply shock” yang mendukung reli—namun hanya terjadi bila demand tetap stabil/naik; kalau demand melemah, dampaknya bisa tertahan oleh sentimen risk-off,” analisanya.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Turun ke $68.448, Tekanan Menguat

Pergerakan harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali berada di bawah tekanan setelah gagal mempertahankan area psikologis $70.000.

Berdasarkan data pasar terbaru, Bitcoin diperdagangkan di level $68.448,09 per BTC, mencatatkan penurunan 1,97% dalam 24 jam terakhir.

Koreksi ini memperpanjang tren pelemahan yang telah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir, sekaligus menegaskan bahwa sentimen pasar masih berada dalam fase risk-off.

Dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,368 triliun dalam catatan Tokocrypto pada Rabu (11/2), Bitcoin tetap menjadi aset kripto terbesar di dunia.

Namun, performa jangka pendek menunjukkan investor masih cenderung defensif di tengah volatilitas pasar dan tekanan jual yang belum mereda.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Terkoreksi $69.658, Tekanan Dominan

Pergerakan Harga BTC: Gagal Bertahan di Atas $70.000

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di rentang $67.913 hingga $69.954. Area $70.000 kembali terbukti menjadi resistance kuat, di mana tekanan jual muncul setiap kali harga mencoba menembus ke atas.

Penurunan harian sebesar $1.374 memperlihatkan bahwa seller masih mendominasi pergerakan jangka pendek.

Secara mingguan, harga BTC telah turun 10,38%, sementara dalam 30 hari terakhir koreksi mencapai 25,81%.

Tren penurunan ini juga terlihat dalam periode yang lebih panjang, dengan penurunan 24,21% dalam 60 hari dan 32,39% dalam 90 hari terakhir.

Data tersebut mengindikasikan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase koreksi menengah setelah reli besar sebelumnya.

Jika dibandingkan dengan rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198, harga BTC saat ini telah terkoreksi lebih dari 45%, mencerminkan perubahan signifikan dalam struktur pasar dari fase euforia ke fase konsolidasi dan distribusi.

Volume Perdagangan dan Aktivitas Pasar

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 11 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 11 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meski harga melemah, volume perdagangan 24 jam Bitcoin tercatat sebesar $40,49 miliar, menunjukkan bahwa aktivitas pasar masih relatif tinggi.

Volume yang tetap besar di tengah tren turun sering kali mencerminkan adanya rotasi posisi, baik dari investor jangka pendek maupun pelaku institusional yang melakukan rebalancing portofolio.

Bitcoin saat ini memiliki pasokan beredar 19,99 juta BTC, setara dengan 95,18% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

Faktor kelangkaan ini tetap menjadi fondasi nilai jangka panjang Bitcoin, meskipun dalam jangka pendek belum cukup kuat untuk menahan tekanan jual.

Sementara itu, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) tercatat di kisaran $1,437 triliun, yang menunjukkan bahwa mayoritas suplai Bitcoin sudah berada di pasar, sehingga fluktuasi harga lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen dan arus likuiditas.

Tekanan Jangka Pendek Masih Dominan

Penurunan harga BTC sebesar 0,7% dalam satu jam terakhir mengindikasikan tekanan jual yang masih aktif dalam jangka sangat pendek.

Hal ini menunjukkan bahwa pasar belum menemukan titik keseimbangan yang jelas, dan potensi volatilitas tetap tinggi.

Kondisi ini biasanya dipengaruhi oleh kombinasi faktor teknikal dan sentimen makro, termasuk kehati-hatian investor terhadap aset berisiko.

Dalam situasi seperti ini, Bitcoin cenderung bergerak mengikuti arah pasar global dan psikologi pelaku pasar.

Level Support dan Resistance yang Perlu Diperhatikan

Dari perspektif teknikal, area $67.500–$68.000 menjadi support penting dalam jangka pendek.

Jika level ini ditembus secara meyakinkan, potensi penurunan lanjutan menuju area support berikutnya bisa terbuka.

Sebaliknya, untuk mengubah bias jangka pendek menjadi lebih netral, Bitcoin perlu kembali menembus dan bertahan di atas $70.000, yang saat ini berfungsi sebagai resistance utama.

Tanpa reclaim level tersebut, reli yang terjadi berisiko bersifat terbatas dan rawan koreksi ulang.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih

Bitcoin Masih dalam Fase Konsolidasi Bearish

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam tekanan bearish dengan volatilitas tinggi.

Penurunan hampir 2% dalam 24 jam menegaskan bahwa pasar belum sepenuhnya pulih dari koreksi beberapa bulan terakhir.

Meski fundamental jangka panjang Bitcoin tetap kuat, pergerakan harga jangka pendek masih sangat dipengaruhi oleh sentimen dan dinamika teknikal.

Bagi investor dan trader, fokus utama saat ini adalah memantau area support di sekitar $68.000 dan reaksi harga di level tersebut.

Selama Bitcoin belum mampu merebut kembali resistance kunci, pendekatan manajemen risiko dan kehati-hatian tetap menjadi strategi utama dalam menghadapi kondisi pasar saat ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com