Tag Archives: bitcoin

Bitcoin Lemah ke $66.838, Tekanan Dominan

Harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat di level $66.838,81 per BTC/USD, mengalami penurunan -1,12% dalam 24 jam terakhir, menurut laporan Tokocrypto pada Kamis (19/2).

Pelemahan ini memperpanjang tren koreksi jangka menengah, di tengah tekanan jual yang masih membayangi pasar kripto global.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar $1,336 triliun, Bitcoin tetap mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar di dunia.

Volume perdagangan 24 jam berada di kisaran $33,06 miliar, menunjukkan aktivitas pasar yang masih cukup tinggi meski momentum bullish belum kembali.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $67.447, Melemah 1,6%

Pergerakan Harga 24 Jam: Uji Support Baru

Dalam 24 jam terakhir, harga BTC bergerak di rentang antara $65.845,90 (terendah) dan level tertinggi $68.434,43.

Rentang ini menunjukkan volatilitas yang masih relatif terkendali dibandingkan periode koreksi tajam sebelumnya.

Namun, kegagalan bertahan di atas area $68.000 mempertegas bahwa tekanan jual masih dominan dalam jangka pendek.

Secara intraday, pergerakan 1 jam terakhir tercatat turun tipis -0,12%, menandakan pasar masih berada dalam fase konsolidasi setelah pelemahan harian.

Koreksi Bulanan Masih Dalam

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 19 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 19 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika melihat data historis:

  • 30 hari: -27,48%
  • 60 hari: -24,13%
  • 90 hari: -22,03%

Penurunan hampir 27% dalam sebulan terakhir menegaskan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase koreksi signifikan dari puncak harga sebelumnya.

Sebagai perbandingan, rekor harga tertinggi sepanjang masa (ATH) Bitcoin berada di $126.198,07, yang berarti harga saat ini masih terpaut cukup jauh dari level tersebut.

Kapitalisasi dan Struktur Pasokan

Bitcoin memiliki suplai beredar sekitar 19,99 juta BTC, atau sekitar 95,20% dari total maksimum 21 juta BTC.

Struktur suplai yang terbatas ini menjadi salah satu fondasi utama narasi “digital gold” yang sering dikaitkan dengan Bitcoin.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (Fully Diluted Valuation/FDV) saat ini berada di kisaran $1,403 triliun, mencerminkan valuasi jika seluruh suplai maksimum telah beredar.

Dengan dominasi pasar yang masih tinggi, pergerakan Bitcoin tetap menjadi penentu utama arah pasar kripto secara keseluruhan.

Analisa Teknikal: Area Kritis yang Perlu Diperhatikan

Secara teknikal, beberapa level penting yang patut dicermati:

🔹 Support Kunci

  • Area $65.800 menjadi support terdekat berdasarkan low 24 jam.
  • Jika level ini ditembus, potensi penurunan dapat berlanjut menuju area psikologis $65.000 atau bahkan $63.000.

🔹 Resistance Terdekat

  • Resistance berada di sekitar $68.400 (high 24 jam).
  • Breakout di atas $68.500 berpotensi membuka ruang kenaikan kembali menuju $70.000.

Selama BTC masih bergerak di bawah area $70.000, bias jangka pendek cenderung netral hingga bearish ringan.

Sentimen Pasar: Konsolidasi atau Awal Tekanan Baru?

Volume perdagangan yang tetap di atas $33 miliar menunjukkan minat pasar belum surut sepenuhnya.

Namun, belum terlihat lonjakan volume signifikan yang mengindikasikan pembalikan tren (trend reversal).

Investor jangka pendek kemungkinan masih berhati-hati, menunggu konfirmasi arah yang lebih jelas.

Sementara itu, investor jangka panjang cenderung memanfaatkan fase koreksi sebagai area akumulasi bertahap.

Koreksi 30 hari yang mendekati 30% juga bisa dibaca sebagai fase “cooling down” setelah reli sebelumnya, bukan semata tanda pembalikan tren makro.

Prospek Jangka Pendek

Dalam beberapa hari ke depan, skenario yang mungkin terjadi:

  1. Skenario Konsolidasi: BTC bergerak di rentang $65.800–$68.500 sebelum menentukan arah baru.
  2. Skenario Bearish Lanjutan: Breakdown di bawah $65.800 memicu tekanan jual tambahan.
  3. Skenario Rebound: Breakout di atas $68.500 membuka peluang uji $70.000 kembali.

Kunci utama ada pada respons harga terhadap area support $65.800.

Baca Juga: Short Bitcoin Paling Ekstrem! Sinyal Reversal Besar Kembali Muncul?

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan tekanan jual masih mendominasi dengan pelemahan 1,12% dalam 24 jam terakhir.

Meski demikian, volume perdagangan tetap solid dan struktur suplai terbatas Bitcoin tetap menjadi fondasi fundamental yang kuat.

Investor disarankan untuk memperhatikan level support dan resistance kunci sebelum mengambil keputusan.

Dalam kondisi pasar yang masih fluktuatif, manajemen risiko dan strategi bertahap menjadi pendekatan yang lebih bijak.

Bitcoin mungkin sedang terkoreksi, namun perannya sebagai aset kripto nomor satu dunia tetap tak tergoyahkan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tren RWA: Altcoin Utilitas Mulai Mandiri dari Bitcoin

Kapitalisasi pasar sektor Real World Assets (RWA) di blockchain tercatat melonjak empat kali lipat sejak Februari 2023, menurut laporan Coin-Turk pada Rabu (18/2).

Pertumbuhan agresif ini mempertegas bahwa integrasi antara keuangan tradisional dan teknologi blockchain bukan lagi sekadar eksperimen, melainkan transformasi struktural yang sedang berlangsung.

Lonjakan tersebut juga memicu spekulasi bahwa sejumlah altcoin utilitas mulai menunjukkan tanda-tanda decoupling atau pelepasan korelasi dari Bitcoin, yang selama ini menjadi barometer utama pergerakan pasar kripto.

“Divergensi pasar semakin nyata; altcoin dengan fundamental kuat seperti Ethereum, Solana, dan Chainlink mulai mengukir narasi sendiri di luar volatilitas Bitcoin,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Baca Juga: Stablecoin vs Altcoin Apa Bedanya? Pelajari Perbedaannya Sebelum Membeli

RWA Jadi Motor Pertumbuhan Baru

RWA merujuk pada tokenisasi aset dunia nyata, seperti obligasi pemerintah, surat utang korporasi, saham, komoditas, hingga instrumen pasar uang—ke dalam bentuk token di blockchain.

Model ini memungkinkan penyelesaian transaksi yang lebih cepat, transparan, dan efisien dibanding sistem tradisional.

Sejak awal 2023, sektor ini mengalami pertumbuhan eksponensial.

Beberapa pendorong utama antara lain masuknya institusi besar ke pasar tokenisasi obligasi; permintaan terhadap produk yield berbasis aset riil; efisiensi settlement lintas negara; dan regulasi yang semakin jelas di sejumlah yurisdiksi.

Pertumbuhan empat kali lipat ini menandakan bahwa blockchain mulai berfungsi sebagai lapisan infrastruktur finansial, bukan sekadar instrumen spekulatif.

Ethereum, Solana, dan Chainlink Memimpin

Dalam ekosistem RWA, sejumlah jaringan blockchain dan infrastruktur pendukung memainkan peran krusial.

Ethereum menjadi platform dominan untuk penerbitan token berbasis RWA berkat kematangan smart contract dan ekosistem DeFi yang luas.

Solana menawarkan kecepatan tinggi dan biaya transaksi rendah, menjadikannya alternatif menarik untuk tokenisasi skala besar.

Sementara itu, Chainlink menyediakan layanan oracle yang menghubungkan data dunia nyata dengan smart contract—elemen penting dalam memastikan validitas aset yang ditokenisasi.

Ketiganya mulai menunjukkan pola pergerakan harga yang tidak selalu mengikuti arah Bitcoin, terutama saat terjadi arus masuk modal spesifik ke sektor RWA.

Tanda-Tanda Decoupling dari Bitcoin

Selama bertahun-tahun, altcoin cenderung bergerak selaras dengan Bitcoin. Namun, pertumbuhan utilitas riil melalui RWA membuka kemungkinan perubahan struktur pasar.

Beberapa indikator yang mendukung perubahan arah pasar menuju decoupling dapat dilihat dari aktivitas on-chain yang meningkat di jaringan layer-1 non-Bitcoin.

Penanda lainnya dipertegas dengan TVL (Total Value Locked) sektor RWA yang terus bertumbuh; arus modal institusional lebih terfokus pada use-case spesifik; hingga diversifikasi produk keuangan berbasis blockchain.

Jika tren ini berlanjut, altcoin dengan fundamental kuat berpotensi memiliki katalis pertumbuhan independen, terlepas dari volatilitas jangka pendek Bitcoin.

Implikasi bagi Investor Kripto

Lonjakan RWA menunjukkan bahwa pasar kripto mulai memasuki fase yang lebih matang dan berbasis utilitas nyata.

Investor kini dihadapkan pada dua pendekatan utama, yakni menjadikan Bitcoin sebagai aset lindung nilai digital dan indikator makro pasar; atau mengalokasikan sebagian portofolio ke altcoin utilitas yang mendapat manfaat langsung dari adopsi institusional.

Meski demikian, penting dicatat bahwa dalam kondisi pasar ekstrem, Bitcoin masih sering menjadi penggerak sentimen global.

Decoupling bukan berarti pemisahan total, melainkan pengurangan ketergantungan struktural.

Awal Era Baru Pasar Kripto?

Pertumbuhan RWA yang konsisten memperlihatkan bahwa integrasi TradFi dan blockchain semakin meluas.

Jika tren ini berlanjut, pasar kripto berpotensi mengalami pergeseran dari siklus spekulatif menuju siklus berbasis fundamental dan adopsi nyata.

Divergensi antara Bitcoin dan altcoin utilitas bisa menjadi ciri khas fase baru ini, di mana performa proyek ditentukan oleh utilitas, inovasi, dan arus modal institusional, bukan semata-mata sentimen makro.

Baca Juga: 5 Altcoin Terbaik dengan Utilitas Nyata Berdasarkan Pendapatan Jaringan

Kapitalisasi pasar RWA yang melonjak empat kali lipat sejak Februari 2023 menandai babak baru dalam evolusi industri kripto. Ethereum, Solana, dan Chainlink berada di garis depan transformasi ini.

Potensi decoupling dari Bitcoin semakin terbuka, terutama jika adopsi institusional terus meningkat.

Namun, investor tetap perlu mencermati dinamika makro dan pergerakan BTC sebagai indikator sentimen global.

Apakah ini awal siklus kripto berbasis fundamental? Pasar tampaknya mulai bergerak ke arah tersebut.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $67.447, Melemah 1,6%

Harga Bitcoin (BTC) kembali berada di zona merah, menurut laporan Tokocrypto pada Rabu (18/2).

Berdasarkan data terbaru, harga Bitcoin hari ini tercatat di level $67.447,48 per BTC, turun sekitar 1,6% dalam 24 jam terakhir.

Koreksi ini memperpanjang tekanan jangka pendek yang masih membayangi aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia tersebut.

Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1,348 miliar dengan volume perdagangan 24 jam mencapai $33,67 miliar.

Sementara itu, jumlah suplai beredar tercatat sebesar 19,99 juta BTC, atau sekitar 95,20% dari total maksimum suplai 21 juta BTC.

Baca Juga: Short Bitcoin Paling Ekstrem! Sinyal Reversal Besar Kembali Muncul?

Pergerakan Harga 24 Jam: BTC Bergerak Fluktuatif

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin sempat menyentuh level tertinggi di $68.660,40 sebelum akhirnya terkoreksi ke area terendah harian di $66.615,28.

Saat ini, harga bergerak relatif stabil di kisaran $67 ribu setelah sempat mencatat kenaikan tipis 0,42% dalam satu jam terakhir.

Namun, secara keseluruhan tren jangka pendek masih menunjukkan tekanan bearish ringan.

Dalam tujuh hari terakhir, BTC turun sekitar 1,1%, mengindikasikan belum adanya momentum kuat untuk pembalikan arah secara signifikan.

Tekanan Bulanan Masih Signifikan

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 18 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 18 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika dilihat dalam perspektif yang lebih luas, performa Bitcoin dalam 30 hingga 90 hari terakhir menunjukkan koreksi yang cukup dalam:

  • 30 hari: turun 27,02%
  • 60 hari: turun 23,51%
  • 90 hari: turun 26,90%

Penurunan bulanan yang cukup besar ini menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase konsolidasi atau koreksi setelah reli besar sebelumnya.

Meskipun begitu, Bitcoin tetap mempertahankan statusnya sebagai aset kripto paling dominan dengan posisi peringkat #1 berdasarkan kapitalisasi pasar.

Kapitalisasi Pasar dan Likuiditas Masih Solid

Meski mengalami tekanan harga, fundamental pasar Bitcoin masih terbilang kuat dari sisi likuiditas. Volume perdagangan harian di atas $33 miliar menunjukkan aktivitas pasar tetap tinggi.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (Fully Diluted Valuation/FDV) saat ini berada di angka $1,417 triliun, mencerminkan potensi valuasi maksimal jika seluruh 21 juta BTC telah beredar.

Dengan suplai yang semakin mendekati batas maksimal, narasi kelangkaan (scarcity narrative) Bitcoin tetap menjadi salah satu faktor jangka panjang yang menopang optimisme investor institusional maupun ritel.

Analisa Teknikal: Area Kunci yang Perlu Dipantau

Secara teknikal, area $66.600 menjadi support jangka pendek yang krusial karena menjadi titik terendah dalam 24 jam terakhir.

Jika level ini berhasil dipertahankan, Bitcoin berpotensi kembali mencoba menembus resistance di area $68.600 hingga $70.000.

Namun, apabila tekanan jual berlanjut dan harga turun di bawah $66.600, maka potensi koreksi lebih dalam ke area psikologis $65.000 terbuka lebar.

Pergerakan 1 jam terakhir yang menunjukkan kenaikan tipis bisa menjadi sinyal awal stabilisasi, tetapi konfirmasi tren baru tetap membutuhkan peningkatan volume beli yang lebih signifikan.

Sentimen Pasar dan Outlook Jangka Pendek

Perlu diketahui, kondisi pasar kripto saat ini masih cenderung berhati-hati.

Investor tampak menunggu katalis baru, baik dari sisi makroekonomi global, kebijakan suku bunga, maupun arus dana institusional melalui ETF dan instrumen investasi lainnya.

Dalam jangka pendek, pergerakan Bitcoin kemungkinan masih akan bergerak sideways di rentang $66.000–$69.000 sambil mencari arah yang lebih jelas.

Bagi trader jangka pendek, volatilitas ini bisa menjadi peluang trading, sementara bagi investor jangka panjang, fase koreksi seperti ini sering dipandang sebagai periode akumulasi strategis.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun 2,3% ke $68.685, Ada Apa?

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin berada di level $67.447 dengan koreksi 1,6% dalam 24 jam terakhir.

Meski tekanan jangka pendek masih terasa, likuiditas pasar tetap kuat dan fundamental suplai terbatas terus menjadi daya tarik utama.

Level support di $66.600 dan resistance di sekitar $68.600–$70.000 menjadi area penting yang perlu dipantau.

Arah pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada sentimen pasar global dan arus modal ke sektor kripto.

Investor disarankan tetap mengelola risiko dengan bijak, mengingat volatilitas Bitcoin yang masih relatif tinggi dalam beberapa bulan terakhir.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Short Bitcoin Paling Ekstrem! Sinyal Reversal Besar Kembali Muncul?

Gelombang posisi short di pasar kripto saat ini tercatat sebagai yang paling ekstrem sejak Agustus 2024, menurut data agregat funding rate dari berbagai exchange. Periode tersebut sebelumnya menandai titik dasar (major bottom) Bitcoin sebelum reli besar terjadi.

Funding rate merupakan mekanisme dalam pasar perpetual futures yang menjaga harga kontrak tetap mendekati harga spot. Jika funding rate bernilai negatif, trader short membayar trader long. Sebaliknya, jika positif, trader long membayar short. Ketika funding rate agregat jatuh jauh ke zona negatif, hal itu menandakan pasar secara luas bertaruh pada penurunan harga lebih lanjut.

Data “Funding Rates Aggregated By Exchange” yang menggabungkan informasi dari sejumlah platform utama menunjukkan bahwa tekanan short saat ini terjadi secara luas, bukan hanya di satu exchange. Metrik ini merata-ratakan funding rate dari berbagai bursa untuk melihat apakah pasar secara keseluruhan condong ke posisi long atau short.

Situasi serupa pernah terjadi pada Agustus 2024. Saat itu, funding rate juga berada di zona negatif ekstrem karena mayoritas trader memperkirakan harga akan terus turun. Namun, pasar justru berbalik arah. Likuidasi besar-besaran posisi short yang terlalu padat memicu lonjakan harga, dan Bitcoin naik sekitar 83% dalam empat bulan berikutnya.

Pendalaman funding rate negatif biasanya mencerminkan crowded short trade. Banyak posisi short dibuka menggunakan leverage, sehingga jika harga bergerak naik, kerugian dapat membesar dengan cepat. Ketika kerugian mencapai ambang tertentu, sistem exchange secara otomatis menutup posisi tersebut. Penutupan paksa ini menciptakan efek short squeeze, di mana pembelian mendadak dari likuidasi mendorong harga naik lebih cepat.

Gelombang Likuidasi

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 17 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 17 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Kondisi ini juga mengingatkan pada peristiwa 10 Oktober 2025, ketika gelombang likuidasi long di Binance menekan harga Bitcoin. Setelah penurunan tajam tersebut, banyak trader beralih ke posisi short dengan keyakinan bahwa tren turun akan berlanjut. Ketidakseimbangan itu tercermin dalam funding rate dan menjadi sinyal potensi volatilitas lanjutan.

Meski demikian, funding rate negatif ekstrem tidak menjamin reli instan. Lingkungan pasar saat ini masih ditandai sentimen lemah dan kehati-hatian investor. Namun, posisi short yang sangat padat meningkatkan risiko terjadinya volatilitas ke atas jika harga mulai bergerak naik dan memicu likuidasi berantai.

Dengan tekanan posisi yang berat di satu sisi, pasar kini berada dalam fase berisiko tinggi, di mana perubahan arah harga dapat terjadi secara cepat. Pelaku pasar diimbau untuk tetap disiplin dan menghindari keputusan emosional di tengah kondisi volatil yang masih berlangsung.

Menurut Tim Research Tokocrypto, secara historis, funding rate yang sangat negatif sering kali menjadi indikator bottom lokal yang mendahului short squeeze masif.

“Kondisi ini menciptakan ‘bahan bakar’ untuk pembalikan harga yang cepat jika para short seller dipaksa menutup posisi mereka (liquidated). Investor disarankan tetap sabar dan menghindari keputusan emosional di tengah volatilitas ini,” analisisnya.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Rebound $70.300, Sinyal Pemulihan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Stabil, Konsolidasi di Tengah Tekanan

Analisa harga BTC hari ini memperlihatkan pergerakan yang relatif stabil meski tekanan jangka menengah masih membayangi pasar.

Harga Bitcoin (BTC) di Tokocrypto saat ini berada di level $68.476,46 per koin dengan penurunan tipis -0,05% dalam 24 jam terakhir.

Kapitalisasi pasar tercatat sebesar $1,37 triliun, menempatkannya tetap kokoh sebagai aset kripto paling bernilai di dunia.

Meski pergerakan harian terlihat datar, data historis menunjukkan tekanan signifikan dalam 30 hingga 90 hari terakhir.

Lalu, apakah BTC sedang memasuki fase konsolidasi sebelum rebound, atau justru bersiap menghadapi koreksi lanjutan?

Baca Juga: Miner Jual Bitcoin Habis-Habisan: 90.000 BTC Masuk Exchange, Jadi Peluang Beli?

Pergerakan Harga 24 Jam: Sideways dengan Volatilitas Terjaga

Dalam rentang 24 jam terakhir, BTC bergerak di antara rentang harga $67.301,58 (terendah) dan $70.067,24 (tertinggi).

Rentang volatilitas sekitar $2.700 menunjukkan adanya aktivitas trading yang cukup aktif, dengan volume perdagangan harian mencapai $33,35 miliar.

Meski terjadi fluktuasi intraday, perubahan harga harian Bitcoin hanya turun tipis 0,05% atau sekitar -$36,06.

Hal ini menggambarkan kondisi pasar yang sedang berada dalam fase konsolidasi setelah tekanan jual beberapa waktu terakhir.

Secara mingguan, BTC masih terkoreksi -1,67%, menandakan sentimen pasar belum sepenuhnya pulih.

Tekanan Bulanan Masih Dominan

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 17 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 17 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Data performa historis menunjukkan tekanan yang lebih signifikan dalam jangka menengah:

  • 30 hari: -27,90%
  • 60 hari: -21,36%
  • 90 hari: -25,23%

Penurunan hampir 28% dalam sebulan terakhir menandakan adanya aksi distribusi besar atau koreksi setelah reli panjang sebelumnya.

Jika dibandingkan dengan rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $126.198,07, harga saat ini masih terkoreksi cukup dalam.

Kondisi ini biasanya mencerminkan fase market reset, di mana investor jangka pendek keluar dan pelaku pasar jangka panjang mulai melakukan akumulasi bertahap.

Fundamental Tetap Kuat

Dari sisi fundamental, posisi Bitcoin masih sangat dominan:

  • Kapitalisasi pasar: $1,37 triliun
  • Sirkulasi suplai: 19,99 juta BTC
  • Maksimum suplai: 21 juta BTC
  • Persentase suplai beredar: 95,19%

Kondisi ini mengindikasikan bahwa sebagian besar suplai BTC sudah beredar di pasar.

Dengan suplai maksimal yang terbatas, faktor kelangkaan (scarcity) tetap menjadi daya tarik utama dalam jangka panjang.

Fully diluted market cap tercatat sebesar $1,44 triliun, mendekati kapitalisasi saat ini, yang menunjukkan struktur tokenomics relatif stabil tanpa risiko inflasi besar.

Analisis Teknikal: Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

Secara teknikal, ada beberapa level penting yang menjadi perhatian trader:

  • Support kuat: $67.000
  • Support psikologis lanjutan: $65.000
  • Resistance terdekat: $70.000
  • Resistance berikutnya: $72.500

Jika BTC mampu menembus dan bertahan di atas $70.000, momentum bullish jangka pendek berpotensi kembali terbentuk.

Namun, jika gagal mempertahankan support $67.000, koreksi dapat berlanjut menuju area $65.000.

Pergerakan saat ini lebih mencerminkan pola konsolidasi setelah fase distribusi, bukan panic selling ekstrem.

Sentimen Pasar: Netral Cenderung Wait and See

Dengan perubahan harga 1 jam sebesar -0,07% dan 24 jam -0,05%, pasar terlihat dalam kondisi netral.

Trader jangka pendek tampaknya menunggu konfirmasi arah selanjutnya sebelum mengambil posisi besar.

Volume yang tetap tinggi menunjukkan minat pasar belum surut. Namun, belum ada katalis kuat yang mendorong breakout signifikan.

Outlook Harga Bitcoin

Dalam jangka pendek, BTC berpotensi bergerak sideways di kisaran $67.000–$70.000. Breakout di salah satu sisi akan menentukan arah berikutnya.

  • Skenario bullish: Break di atas $70.000 membuka peluang ke $72.500–$75.000.
  • Skenario bearish: Penurunan di bawah $67.000 berisiko membawa harga ke area $65.000 atau lebih rendah.

Untuk jangka panjang, selama struktur fundamental dan dominasi pasar tetap kuat, Bitcoin masih mempertahankan statusnya sebagai aset kripto utama dengan potensi apresiasi ketika sentimen global membaik.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Rebound $70.300, Sinyal Pemulihan?

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan fase konsolidasi setelah tekanan bulanan signifikan.

Meski turun tipis 0,05% dalam 24 jam, struktur pasar masih relatif stabil dengan kapitalisasi di atas $1,3 triliun.

Kunci pergerakan selanjutnya ada pada area $67.000 sebagai support dan $70.000 sebagai resistance utama.

Investor disarankan mencermati volume dan sentimen global sebelum mengambil keputusan besar di tengah kondisi pasar yang masih sensitif.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Turun 2,3% ke $68.685, Ada Apa?

Harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat berada di level $68.685,59 per koin, melemah sekitar 2,3% dalam 24 jam terakhir.

Koreksi ini terjadi setelah BTC sempat menyentuh level tertinggi harian di $70.939,29 sebelum akhirnya mengalami tekanan jual dan turun ke level terendah intraday di $68.052,55.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $1,37 triliun, Bitcoin masih mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar di dunia.

Namun, tekanan jangka pendek kembali memicu pertanyaan: apakah ini awal koreksi lanjutan atau hanya fase konsolidasi sehat sebelum pergerakan berikutnya?

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Rebound $70.300, Sinyal Pemulihan?

Tekanan Jangka Pendek Masih Terlihat

Dalam 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat bahwa BTC mencatatkan penurunan sekitar $1.557,75 atau -2,22%.

Meski demikian, dalam time frame satu jam terakhir harga justru naik tipis 0,59%, mengindikasikan adanya upaya rebound jangka sangat pendek.

Jika melihat performa mingguan, BTC masih terkoreksi sekitar -3,26% dalam tujuh hari terakhir.

Sementara dalam 30 hari terakhir, penurunan mencapai hampir -27,94%, menunjukkan tekanan koreksi menengah yang cukup signifikan.

Pergerakan ini mengindikasikan bahwa pasar masih berada dalam fase pemulihan pasca tekanan besar beberapa pekan terakhir.

Volume Perdagangan Tetap Solid

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 16 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 16 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Volume perdagangan 24 jam tercatat sebesar $38,19 miliar, angka yang menunjukkan aktivitas pasar tetap tinggi.

Likuiditas yang kuat ini mengindikasikan bahwa pergerakan harga tidak terjadi dalam kondisi pasar tipis (thin market), melainkan didorong oleh partisipasi aktif pelaku pasar.

Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini berada di kisaran $1,37 triliun, dengan suplai beredar mencapai 19,99 juta BTC, atau sekitar 95,19% dari total suplai maksimum 21 juta koin.

Dengan semakin mendekatinya batas suplai maksimal, struktur fundamental Bitcoin secara jangka panjang tetap didukung oleh sifat kelangkaannya (scarcity).

Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

Dari sisi teknikal, beberapa level penting yang perlu dicermati antara lain:

  • Support terdekat: $68.000
  • Support kuat berikutnya: $65.000
  • Resistance psikologis: $70.000
  • Resistance lanjutan: $72.000

Kegagalan mempertahankan area $68.000 dapat membuka ruang koreksi lebih dalam menuju $65.000.

Sebaliknya, jika BTC mampu kembali menembus dan bertahan di atas $70.000, momentum bullish jangka pendek berpotensi kembali terbentuk.

Pergerakan intraday yang menunjukkan rebound tipis bisa menjadi indikasi adanya akumulasi di area bawah, namun konfirmasi lebih lanjut dibutuhkan melalui volume lanjutan dan struktur higher low.

Jarak dari Rekor Tertinggi Masih Lebar

Bitcoin saat ini masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07. Dengan harga sekarang di kisaran $68.000-an, BTC masih terkoreksi lebih dari 45% dari puncaknya.

Namun secara historis, Bitcoin dikenal memiliki volatilitas tinggi dengan siklus naik-turun yang tajam.

Koreksi dalam kisaran 20–30% dalam satu bulan bukan hal yang asing dalam dinamika pasar kripto yang fluktuatif.

Outlook Jangka Pendek

Secara keseluruhan, struktur harga saat ini menunjukkan fase konsolidasi dengan bias koreksi ringan.

Tidak ada lonjakan volume ekstrem yang mengindikasikan panic selling, namun juga belum terlihat katalis kuat yang mendorong reli lanjutan.

Faktor yang perlu dipantau ke depan meliputi:

  • Stabilitas di atas level $68.000
  • Breakout di atas $70.000
  • Pergerakan volume di atas rata-rata harian
  • Sentimen makro global dan arus dana institusional

Jika tekanan jual mereda dan BTC mampu mempertahankan area support kunci, peluang rebound menuju area $72.000 tetap terbuka.

Namun, jika support jebol, koreksi lanjutan ke area $65.000 menjadi skenario realistis.

Baca Juga: Thailand Resmi Legalkan Kripto! ETF Bitcoin Siap Meluncur

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi setelah tekanan signifikan dalam 30 hari terakhir.

Dengan harga di kisaran $68.685 dan kapitalisasi pasar $1,37 triliun, BTC tetap menjadi aset kripto dominan meski volatilitas jangka pendek masih tinggi.

Investor disarankan untuk memperhatikan level support-resistance utama dan menjaga manajemen risiko, mengingat pasar kripto tetap bergerak cepat dan sensitif terhadap sentimen global.

Apakah Bitcoin akan kembali ke atas $70.000 dalam waktu dekat? Jawabannya akan sangat ditentukan oleh kekuatan buyer mempertahankan area support saat ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Catat Kerugian $2,3 Miliar, Kapitulasi Terbesar Sejak 2021

Pasar Bitcoin baru saja mencatat salah satu peristiwa kapitulasi terbesar sepanjang sejarah, setelah realized losses mencapai sekitar $2,3 miliar. Lonjakan kerugian terealisasi ini disebut sebanding dengan beberapa momen paling menyakitkan di pasar kripto, termasuk crash 2021, runtuhnya Luna/FTX pada 2022, hingga koreksi besar pada pertengahan 2024.

Angka $2,3 miliar tersebut merujuk pada pembacaan rata-rata 7 hari dan menempatkan kondisi saat ini ke dalam jajaran 3–5 peristiwa kerugian terbesar yang pernah terekam dalam data on-chain Bitcoin.

Realized Loss $2,3 Miliar Jadi Indikasi Kapitulasi

Dilaporkan Crypto Quant, data ini didasarkan pada metrik Net Realized Profit/Loss, yang mengukur nilai dolar dari profit atau loss yang “terkunci” ketika Bitcoin berpindah secara on-chain. Ketika metrik menunjukkan bar merah besar, itu berarti banyak BTC dijual atau dipindahkan dengan harga lebih rendah dibanding harga beli sebelumnya—menandakan tekanan jual dan rasa panik yang kuat.

Dengan pembacaan $2,3 miliar (rata-rata 7 hari), metrik tersebut menunjukkan bahwa tekanan kerugian yang direalisasikan sedang berada pada level ekstrem.

Baca Juga: XRP Naik 390% di Thailand, Tinggalkan BTC dan Emas Jauh di Belakang

Penjual Utama Disebut dari Short-Term Holders

Menurut rangkuman data, kelompok yang paling banyak menjual dalam kondisi rugi adalah Short-Term Holders, yakni pemegang BTC dengan masa kepemilikan di bawah 155 hari. Kelompok ini disebut membeli BTC di kisaran $80.000 hingga $110.000, lalu kini melepas asetnya saat pasar turun, sehingga mengunci kerugian besar.

Sementara itu, Long-Term Holders tidak dianggap sebagai sumber utama lonjakan realized losses ini. Kelompok pemegang jangka panjang dinilai cenderung bertahan melewati fase drawdown, alih-alih panik menjual.

Harga BTC Sempat Rebound dari $60.000 ke $71.000

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Mingguu, 15 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 15 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meski tekanan kapitulasi besar terjadi, harga Bitcoin dilaporkan sempat memantul dari sekitar $60.000 ke $71.000 setelah gelombang kerugian tersebut. Pola ini dinilai selaras dengan sejarah pasar, di mana lonjakan kerugian ekstrem kerap diikuti rebound jangka pendek akibat meredanya tekanan jual atau munculnya pembelian saat harga “diskon.”

Namun, analis mengingatkan bahwa reli seperti ini belum tentu menjadi pembalikan tren. Dalam beberapa fase bear market sebelumnya, relief rally juga sering muncul sebelum pasar kembali melemah.

Pasar Masih Tunggu Konfirmasi Arah

Kesimpulan sementara dari data tersebut: realized losses $2,3 miliar memicu pantulan harga yang konsisten dengan pola kapitulasi historis. Tetapi risiko tetap ada bahwa pergerakan ini hanya relief rally di tengah fase distribusi yang lebih panjang, bukan awal tren naik baru.

Pelaku pasar kini memantau apakah Bitcoin mampu menunjukkan penguatan berkelanjutan, atau justru kembali melemah jika kondisi likuiditas dan sentimen memburuk lagi.

Menurut Tim Research Tokocrypto, secara historis, kapitulasi masif seperti ini adalah ‘pembersihan’ terakhir sebelum pasar menemukan bottom yang solid. Meskipun menyakitkan bagi yang tereksploitasi, ini adalah sinyal reset yang dibutuhkan untuk memulai siklus bullish baru.

Baca Juga: Thailand Resmi Legalkan Bitcoin untuk Pasar Derivatif


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Rebound $70.300, Sinyal Pemulihan?

Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan tanda pemulihan dalam 24 jam terakhir.

Saat ini, Tokocrypto memperdagangkan BTC di level $70.300,79, atau naik sekitar 2,1% dalam sehari terakhir.

Kenaikan ini mendorong kapitalisasi pasar Bitcoin kembali ke kisaran $1,40 triliun, dengan volume perdagangan 24 jam mencapai $39,30 miliar.

Pergerakan ini menjadi sinyal penting setelah periode koreksi dalam beberapa minggu terakhir.

Namun, apakah reli ini menandai pembalikan tren, atau hanya relief rally di tengah tekanan jangka menengah?

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik 9% ke $70.600, Mulai Berbalik?

Pergerakan 24 Jam: Momentum Mulai Menguat

Dalam 24 jam terakhir, BTC bergerak di rentang terendah $68.706,61 dan level tertinggi senilai $70.491,56.

Penembusan kembali area $70.000 menjadi level psikologis penting bagi pasar. Secara teknikal, level ini sebelumnya menjadi resistance minor yang beberapa kali gagal ditembus dalam sesi sebelumnya.

Kenaikan harian sebesar hampir 2% menunjukkan adanya minat beli yang kembali masuk, meskipun volume perdagangan relatif stabil di bawah $40 miliar, belum menunjukkan lonjakan ekstrem seperti saat breakout besar.

Perubahan harga 7 hari juga mulai positif di +1,42%, yang mengindikasikan adanya potensi stabilisasi jangka pendek.

Tekanan Jangka Menengah Masih Teras

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Mingguu, 15 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Mingguu, 15 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meski terjadi rebound harian, data historis menunjukkan tekanan masih membayangi:

  • 30 hari: -26,23%
  • 60 hari: -19,26%
  • 90 hari: -26,29%

Artinya, BTC masih berada dalam fase koreksi menengah sejak puncak sebelumnya. Harga juga masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07.

Penurunan lebih dari 26% dalam 30 hari terakhir mencerminkan fase distribusi dan aksi ambil untung yang cukup agresif.

Oleh karena itu, reli saat ini perlu dikonfirmasi oleh struktur harga yang lebih kuat sebelum dapat dianggap sebagai pembalikan tren penuh.

Struktur Pasar dan Level Kunci

Dengan suplai beredar sebesar 19,99 juta BTC (sekitar 95,19% dari total suplai maksimum 21 juta), struktur pasokan Bitcoin semakin ketat. Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) saat ini berada di sekitar $1,47 triliun.

Level penting yang perlu diperhatikan trader:

Support:

  • $68.700 (low 24 jam)
  • $67.000 (area konsolidasi sebelumnya)

Resistance:

  • $70.500 (high 24 jam)
  • $72.000–$73.000 (area distribusi sebelumnya)

Jika BTC mampu menutup harian di atas $70.500 dan mempertahankan momentum, maka potensi uji ke zona $72.000 terbuka.

Sebaliknya, kegagalan bertahan di atas $69.000 bisa memicu koreksi ulang menuju area $67.000.

Volume dan Sentimen Pasar

Volume perdagangan $39,30 miliar menunjukkan aktivitas pasar yang cukup solid, tetapi belum mengindikasikan euforia ekstrem.

Biasanya, pembalikan tren besar disertai lonjakan volume signifikan dan peningkatan open interest di pasar derivatif. Tanpa dukungan tersebut, reli saat ini masih bisa dikategorikan sebagai fase pemulihan teknikal.

Meski begitu, kenaikan harga disertai perbaikan struktur mingguan (+1,42%) dapat menjadi fondasi awal bagi stabilisasi lebih lanjut.

Apakah Ini Awal Bullish Reversal?

Secara keseluruhan, pergerakan Bitcoin saat ini menunjukkan:

  • Momentum jangka pendek mulai positif
  • Struktur jangka menengah masih dalam fase koreksi
  • Level psikologis $70.000 berhasil direbut kembali

Namun, untuk mengonfirmasi pembalikan tren bullish, BTC perlu bertahan di atas $70.000 dalam beberapa sesi, menembus resistance $72.000 yang disertai peningkatan volume yang lebih agresif

Tanpa tiga faktor tersebut, reli saat ini masih berisiko menjadi relief rally sebelum fase konsolidasi lanjutan.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini Naik ke $68.937, Sinyal Rebound Menguat?

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin berhasil rebound ke $70.300 dengan kenaikan sekitar 2% dalam 24 jam.

Kapitalisasi pasar kembali stabil di atas $1,4 triliun, sementara volume perdagangan tetap solid.

Meski sinyal jangka pendek terlihat membaik, tekanan 30 hari yang masih negatif mengindikasikan pasar belum sepenuhnya pulih. Level $70.500 dan $72.000 akan menjadi penentu arah selanjutnya.

Investor dan trader disarankan untuk memantau konfirmasi breakout serta menjaga manajemen risiko, mengingat volatilitas pasar kripto masih tinggi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Brasil Siap Jadi Raja Bitcoin? Kongres Bahas RUU 1 Juta BTC

Brasil kembali menggegerkan dunia kripto setelah rancangan undang-undang (RUU) yang memungkinkan negara tersebut mengakuisisi hingga 1 juta Bitcoin (BTC) resmi diperkenalkan kembali di Kongres. Jika disetujui, langkah ini berpotensi menjadikan Brasil sebagai salah satu negara dengan cadangan Bitcoin terbesar di dunia.

RUU tersebut merupakan versi revisi dari proposal sebelumnya mengenai pembentukan cadangan strategis Bitcoin nasional. Dokumen terbaru memperluas cakupan kebijakan dengan menetapkan target akumulasi minimal 1.000.000 BTC dalam waktu lima tahun.

Target 1 Juta BTC dalam 5 Tahun

Dalam draf terbaru, cadangan ini dinamakan “RESbit” atau Strategic Sovereign Bitcoin Reserve. Program tersebut mengatur akuisisi Bitcoin secara bertahap dan terencana sebagai aset cadangan strategis milik negara.

Dilaporkan News Bitcoin, jika dihitung berdasarkan harga saat ini, akumulasi 1 juta BTC diperkirakan membutuhkan dana hampir $68 miliar. Angka ini berpotensi menempatkan Brasil di atas Amerika Serikat dan China dalam hal kepemilikan Bitcoin negara.

Sebelumnya, proposal awal hanya mengusulkan penggunaan hingga 5% dari cadangan devisa Brasil untuk diversifikasi aset nasional, dengan pengelolaan oleh bank sentral sebagai bagian dari kas negara.

Baca juga: Bhutan Jual Bitcoin Lagi! Cadangan Ratusan Juta Dolar Masih Tersisa

Perluasan Kebijakan: Pajak dan Mining

Selain target akumulasi besar, RUU terbaru juga mengusulkan sejumlah perubahan kebijakan tambahan. Di antaranya adalah pelarangan penjualan Bitcoin hasil sitaan oleh otoritas peradilan, penerimaan Bitcoin sebagai metode pembayaran pajak federal, serta insentif bagi perusahaan yang melakukan penambangan dan menyimpan Bitcoin.

Anggota parlemen Luis Gastao menyatakan bahwa revisi ini mengadopsi pendekatan yang lebih komprehensif, tidak hanya berfokus pada pembentukan cadangan strategis, tetapi juga menjamin hak penggunaan dan kustodi aset digital.

Tantangan dari Regulasi Bank Sentral

Meski ambisius, RUU tersebut masih harus melalui proses persetujuan di berbagai komisi sebelum disahkan Kongres. Tantangan utama datang dari regulasi bank sentral Brasil yang saat ini belum mengakui Bitcoin sebagai aset cadangan resmi.

Sebelumnya, perwakilan bank sentral dalam sidang dengar pendapat publik menyampaikan keraguan terhadap implementasi cadangan Bitcoin strategis.

Jika akhirnya disetujui, Brasil berpotensi menjadi salah satu negara paling pro-Bitcoin di dunia, sekaligus mengubah peta geopolitik kepemilikan aset digital global.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ini adalah langkah ambisius yang menempatkan kedaulatan moneter di atas blockchain. Jika gol, Brazil akan menjadi pemegang Bitcoin kedaulatan terbesar di dunia, memicu persaingan akumulasi BTC antar negara (Sovereign FOMO).

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Sinyal Langka Muncul! Bitcoin Mendekati Undervalued Zone di $69.000

Bitcoin (BTC) disebut mulai mendekati zona undervalued setelah mengalami tren penurunan selama sekitar empat bulan sejak mencetak rekor tertinggi pada Oktober 2025. Indikator on-chain Market Value to Realized Value (MVRV) kini berada di kisaran 1,1, mendekati ambang batas yang secara historis dianggap sebagai area undervaluation.

Secara umum, Bitcoin dinilai undervalued ketika rasio MVRV turun di bawah angka 1. Saat ini, meski belum menembus level tersebut, posisi 1,1 menunjukkan bahwa harga pasar mulai mendekati nilai realisasi rata-rata pemegang BTC.

Koreksi 4 Bulan Sejak All-Time High

Dilaporkan Crypto Quant, sejak mencapai puncaknya pada Oktober 2025, Bitcoin bergerak dalam tren menurun dan terkoreksi signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Dalam 30 hari terakhir saja, harga BTC tercatat turun lebih dari 28%.

Saat artikel ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan di sekitar $69.400, naik sekitar 3% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar BTC berada di atas $1,38 triliun dengan volume perdagangan harian sekitar $41 miliar.

Baca juga: Bhutan Jual Bitcoin Lagi! Cadangan Ratusan Juta Dolar Masih Tersisa

Siklus Kali Ini Berbeda?

Berbeda dengan siklus sebelumnya, Bitcoin tidak sempat masuk ke zona overvalued yang ekstrem sebelum memulai fase koreksi terbaru. Pada siklus-siklus terdahulu, reli besar biasanya diikuti oleh lonjakan MVRV jauh di atas level normal sebelum akhirnya terjadi koreksi tajam.

Kali ini, absennya fase overvalued yang jelas menjadi perbedaan penting. Hal tersebut memunculkan kemungkinan bahwa pola penurunan dan pembentukan dasar harga juga dapat berbeda dari siklus sebelumnya.

Dekati Zona Akumulasi?

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 14 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 14 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Sejumlah analis menilai bahwa mendekatnya Bitcoin ke zona undervalued berpotensi menjadi fase persiapan bagi investor jangka panjang. Dalam aset yang memiliki tren naik jangka panjang, periode penurunan kerap dianggap sebagai momen untuk membangun posisi secara bertahap.

Meski demikian, kondisi pasar saat ini tetap memerlukan kehati-hatian. Dengan MVRV yang belum sepenuhnya menembus level 1, pasar masih berada di fase transisi antara koreksi dan potensi pembentukan dasar harga baru.

Investor kini mencermati apakah Bitcoin akan benar-benar memasuki zona undervalued secara teknis, atau justru melanjutkan konsolidasi sebelum menentukan arah berikutnya.

Menurut Tim Research Tokocrypto, berada di zona ini berarti risiko downside sudah terbatas dibandingkan potensi upside. Bagi investor dengan modal ‘uang dingin’, ini adalah fase ‘buy when others are fearful’ yang paling klasik.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com