Tag Archives: bitcoin

Cadangan Bitcoin Binance Tembus Level Tertinggi Sejak 2024

Cadangan Bitcoin (BTC) di Binance melonjak ke level tertinggi sejak 2024, memicu perhatian pelaku pasar. Data terbaru menunjukkan reserve BTC di platform tersebut mencapai sekitar 676.860 BTC, bertepatan dengan harga Bitcoin yang diperdagangkan di kisaran US$67.000.

Dikutip Crypto Quant, lonjakan ini menandakan peningkatan aktivitas deposit dibandingkan beberapa bulan sebelumnya, ketika level cadangan relatif lebih rendah.

Apa Arti Kenaikan Cadangan Bitcoin?

Indikator cadangan Bitcoin di bursa mencerminkan jumlah BTC yang tersimpan di platform dan secara tidak langsung menunjukkan perilaku investor. Kenaikan cadangan biasanya berarti lebih banyak Bitcoin masuk ke bursa, sementara penurunan mengindikasikan arus keluar ke dompet pribadi atau penyimpanan jangka panjang.

Secara historis, periode dengan cadangan tinggi sering dikaitkan dengan peningkatan pasokan yang siap diperdagangkan. Kondisi ini dapat memperbesar potensi tekanan jual jangka pendek, terutama jika momentum harga sedang melemah.

Dengan cadangan yang besar, likuiditas untuk menjual atau memindahkan posisi menjadi lebih mudah diakses.

Baca juga: Abu Dhabi Borong ETF Bitcoin, Nilainya Kini US$803 Juta

Tidak Selalu Berarti Tekanan Jual

Meski kerap diasosiasikan dengan potensi distribusi, kenaikan cadangan tidak selalu menjadi sinyal negatif. Dalam beberapa kasus, Bitcoin dipindahkan ke bursa untuk digunakan sebagai jaminan (collateral) dalam perdagangan derivatif atau untuk reposisi strategi, bukan untuk langsung dijual.

Kembalinya cadangan ke level tinggi setelah periode penurunan juga dapat mencerminkan fase penyeimbangan pasar (market rebalancing) pasca aksi jual besar sebelumnya.

Level Sensitif Jelang Pergerakan Besar

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 23 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 23 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Cadangan BTC Binance saat ini mendekati level yang terakhir terlihat pada 2024, periode yang ditandai volatilitas tinggi dan pembentukan dasar harga sebelum pergerakan besar berikutnya.

Karena itu, level ini dipandang sebagai area sensitif yang berpotensi memainkan peran penting dalam menentukan arah pasar selanjutnya. Jika cadangan terus meningkat di tengah lemahnya harga, risiko tekanan jual dapat bertambah. Sebaliknya, stabilisasi atau penurunan cadangan bisa mengindikasikan berkurangnya suplai siap jual di pasar spot.

Menurut Tim Research Tokocrypto, level cadangan yang mendekati rekor 2024 ini menandakan bursa Binance memiliki likuiditas siap jual yang sangat besar, yang secara historis meningkatkan volatilitas.

“Namun, jika ini digunakan sebagai collateral, maka market sedang menyiapkan panggung untuk pergerakan terarah (directional move) yang besar. Area ini adalah zona sensitif yang akan menentukan arah tren Bitcoin selanjutnya,” analisanya.

Baca Juga: Pasokan Ethereum di Binance Langka, Sinyal Harga Bakal Meroket?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Tekanan Jual Bitcoin Anjlok 4,75% ke $64.735

Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami tekanan signifikan dalam 24 jam terakhir.

Dalam catatan Tokocrypto pada Senin (23/2), BTC turun 4,75% ke level $64.735,20, memperpanjang tren koreksi yang sudah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.

Kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1,29 triliun, dengan volume perdagangan harian melonjak menjadi $29,47 miliar.

Peningkatan volume di tengah penurunan harga mengindikasikan adanya tekanan jual yang cukup agresif dari pelaku pasar.

Baca Juga: Jepang Siapkan Bursa Kripto, Pajak Bitcoin Dipangkas Jadi 20%

Pergerakan Harga 24 Jam Terakhir

Dalam rentang perdagangan harian, BTC sempat menyentuh level tertinggi di $68.235,23 sebelum akhirnya tertekan hingga titik terendah $64.350,41.

Volatilitas ini mencerminkan tingginya aktivitas pasar di tengah sentimen yang cenderung negatif.

Secara mingguan, harga BTC sudah turun sekitar 5,79%. Bahkan dalam 30 hari terakhir, Bitcoin telah terkoreksi hingga 27,72%.

Tren penurunan juga terlihat dalam periode 60 dan 90 hari, dengan koreksi lebih dari 26%.

Meski begitu, suplai beredar Bitcoin saat ini berada di angka 19,99 juta BTC atau sekitar 95,21% dari total maksimum 21 juta BTC.

Struktur suplai yang terbatas tetap menjadi fondasi fundamental jangka panjang.

Tekanan Jual Dominan

Kenaikan volume perdagangan yang signifikan di tengah penurunan harga biasanya menjadi sinyal bahwa aksi distribusi atau panic selling sedang berlangsung.

Investor jangka pendek kemungkinan melakukan realisasi kerugian atau pengamanan profit setelah volatilitas meningkat.

Dalam kondisi seperti ini, sentimen pasar cenderung dipengaruhi oleh faktor makro, arus modal institusi, serta pergerakan pasar derivatif.

Ketika tekanan jual mendominasi, level support teknikal menjadi sangat krusial.

Analisis Teknikal: Area Support dan Resistance

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 23 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 23 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dari sisi teknikal jangka pendek, terdapat beberapa level penting yang perlu diperhatikan:

  • Support terdekat: $64.000
  • Support berikutnya: $62.500
  • Resistance terdekat: $68.000
  • Resistance kuat: $70.000

Jika BTC gagal bertahan di atas area $64.000, potensi penurunan menuju $62.500 semakin terbuka. Break di bawah level tersebut bisa memicu tekanan lanjutan ke area psikologis $60.000.

Sebaliknya, untuk memulihkan momentum bullish, BTC perlu kembali menembus $68.000 dengan dukungan volume yang solid.

Tanpa konfirmasi volume, kenaikan berisiko menjadi technical rebound sementara.

Jarak dari Rekor Tertinggi

Bitcoin masih cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07. Artinya, harga saat ini berada hampir 50% di bawah puncaknya.

Namun dalam siklus kripto, koreksi 20–30% bukanlah hal yang tidak biasa, terutama setelah periode reli panjang.

Pasalnya, investor jangka panjang biasanya melihat fase koreksi sebagai bagian dari siklus volatilitas alami pasar kripto.

Outlook Jangka Pendek

Dalam jangka pendek, arah pergerakan BTC sangat bergantung pada respons pasar terhadap level support saat ini.

Jika tekanan jual mulai mereda dan volume berangsur stabil, potensi konsolidasi di kisaran $64.000–$68.000 dapat terjadi.

Namun, apabila volume tetap tinggi dengan dominasi order jual, risiko breakdown ke bawah masih terbuka.

Sentimen global, arus dana ETF, serta dinamika pasar derivatif juga akan menjadi faktor penentu dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Bertahan di $67.822, Rebound Tipis

Harga Bitcoin hari ini menunjukkan tekanan bearish yang cukup kuat dengan penurunan 4,75% dalam 24 jam terakhir. Lonjakan volume mempertegas dominasi aksi jual di pasar.

Level $64.000 menjadi titik krusial yang harus dipertahankan untuk menghindari koreksi lebih dalam. Sementara itu, pemulihan di atas $68.000 diperlukan untuk membuka peluang rebound yang lebih meyakinkan.

Dalam kondisi volatil seperti ini, manajemen risiko dan disiplin strategi menjadi kunci bagi investor dan trader.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Abu Dhabi Borong ETF Bitcoin, Nilainya Kini US$803 Juta

Dana yang didukung pemerintah Abu Dhabi tercatat memiliki lebih dari US$1 miliar di ETF spot Bitcoin milik BlackRock pada akhir 2025. Namun, pelemahan harga Bitcoin sepanjang tahun ini membuat nilai kepemilikan tersebut turun menjadi sekitar US$803 juta.

Berdasarkan dokumen terbaru yang diajukan ke SEC, Mubadala Investment Company dan Al Warda Investments, yang terafiliasi dengan Abu Dhabi Investment Council, secara kolektif memegang hampir 21 juta saham iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock hingga akhir 2025.

Mubadala dan Al Warda Perbesar Kepemilikan

Pada saat pelaporan, posisi Mubadala di IBIT bernilai sekitar US$630 juta, sementara Al Warda memegang saham senilai sekitar US$408 juta. Total eksposur keduanya melampaui US$1 miliar.

Dilaporkan News Bitcoin, kuartal keempat 2025 menjadi periode ekspansi signifikan. Mubadala meningkatkan kepemilikannya dari sekitar 8,7 juta saham pada kuartal ketiga menjadi sekitar 12,7 juta saham di akhir tahun, atau bertambah hampir 4 juta saham. Al Warda juga menambah posisi dari 7,96 juta saham menjadi lebih dari 8,2 juta saham.

Langkah ini menegaskan komitmen jangka panjang dana kekayaan negara tersebut terhadap eksposur Bitcoin melalui instrumen ETF teregulasi.

Tim Research Tokocrypto melihat pencapaian angka ,1 miliar ini mengukuhkan kawasan Timur Tengah sebagai pilar likuiditas institusional utama bagi Bitcoin.

“Pengalihan modal dari sektor energi (minyak) ke aset digital strategis oleh dana kedaulatan negara memberikan jaminan fundamental yang sangat kuat terhadap eksistensi Bitcoin di pasar modal global,” ungkapnya.

Baca juga: ETF Ethereum Kembali Catat Inflow, Harga ETH Siap Bangkit?

Nilai Tergerus Seiring Koreksi Bitcoin

Meski akumulasi berlanjut, kondisi pasar berubah. IBIT tercatat turun sekitar 22,5% sejak awal tahun, seiring koreksi harga Bitcoin. Dengan harga saham terbaru di kisaran US$38,44, nilai gabungan kepemilikan Mubadala dan Al Warda kini menyusut menjadi sekitar US$803 juta.

Mubadala sendiri pertama kali menambahkan IBIT ke portofolionya pada kuartal keempat 2024, dengan eksposur awal minimal US$436 juta. Laporan terbaru menunjukkan keyakinan terhadap aset ini tetap bertahan meski volatilitas meningkat.

ETF Bitcoin AS Juga Alami Penurunan AUM

Penurunan nilai kepemilikan Abu Dhabi terjadi di tengah tekanan yang lebih luas pada ETF spot Bitcoin di Amerika Serikat. Secara kolektif, aset kelolaan (AUM) ETF spot Bitcoin AS turun lebih dari US$31 miliar tahun ini, dari US$116,7 miliar menjadi sekitar US$85,5 miliar.

Bagi investor institusional jangka panjang seperti dana kekayaan negara, fluktuasi harga jangka pendek kerap dianggap bagian dari dinamika pasar. Namun, koreksi ini menyoroti ketegangan antara narasi adopsi institusional dan volatilitas tinggi yang masih melekat pada pasar kripto.

Baca Juga: Pasokan Ethereum di Binance Langka, Sinyal Harga Bakal Meroket?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Whale Serbu Binance US$8,3 Miliar, Sinyal Jual Bitcoin Besar-Besaran?

Arus masuk (inflow) Bitcoin dari wallet whale ke Binance melonjak tajam dan mencapai level tertinggi sejak 2024. Data terbaru menunjukkan rata-rata pergerakan 30 hari whale ke platform tersebut kini menyentuh sekitar US$8,3 miliar, menandai perubahan signifikan dalam perilaku pemegang besar BTC.

Dilaporkan Crypto Quant, lonjakan ini terjadi saat harga Bitcoin berada di kisaran US$66.400, masih jauh di bawah level tertingginya sebelumnya. Kondisi tersebut memunculkan spekulasi bahwa peningkatan inflow dapat berkaitan dengan potensi tekanan jual di pasar.

Rata-Rata 30 Hari Sentuh Rekor Tertinggi Sejak 2024

Kenaikan tajam dalam rata-rata 30 hari inflow whale ke Binance sering diartikan sebagai indikasi kesiapan untuk menjual atau melakukan realokasi aset. Secara historis, lonjakan serupa kerap muncul pada fase transisi pasar atau periode volatilitas tinggi.

Sebelumnya, arus whale relatif stabil dalam beberapa pekan terakhir. Perubahan mendadak ini memperkuat dugaan adanya pergeseran sentimen dari investor besar.

Jika tren inflow terus meningkat, maka suplai Bitcoin yang tersedia di bursa akan bertambah, yang berpotensi memberikan tekanan turun pada harga dalam jangka pendek.

Menurut Tim Research Tokocrypto, inflow whale sebesar ,3 miliar ke Binance adalah sinyal tekanan jual potensial yang sangat masif. Meskipun bisa berarti manajemen likuiditas derivatif atau reposisi strategis, secara historis lonjakan seperti ini mendahului periode volatilitas tinggi.

“Selama arus ini terus meningkat, harga Bitcoin akan menghadapi tekanan ke bawah yang signifikan dalam jangka pendek,” analisanya.

Baca juga: UEA Diam-Diam Tambang Bitcoin Rp7 Triliun, Kantongi Profit Berapa?

Tidak Selalu Berarti Aksi Jual Massal

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 22 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 22 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meski demikian, peningkatan inflow tidak selalu berarti aksi jual langsung. Dalam beberapa kasus, whale memindahkan aset ke bursa untuk kebutuhan manajemen likuiditas, penggunaan di pasar derivatif, atau reposisi strategi menjelang pergerakan besar.

Namun, secara historis, lonjakan signifikan dalam rata-rata inflow 30 hari sering kali beriringan dengan periode volatilitas yang meningkat atau perubahan struktur pasar.

Arah Selanjutnya Bergantung pada Tren Inflow

Apabila arus masuk whale mulai menurun kembali, hal tersebut bisa menjadi sinyal berakhirnya fase distribusi dan kembalinya kepercayaan pasar secara bertahap.

Sebaliknya, jika inflow terus bertambah, tekanan suplai di pasar spot dapat meningkat dan memperbesar risiko koreksi harga dalam waktu dekat.

Pergerakan whale ke Binance saat ini menjadi indikator penting yang dipantau pelaku pasar, terutama di tengah harga Bitcoin yang masih bergerak di bawah level puncaknya.

Baca juga: Hashrate Bitcoin Anjlok! Apakah Ini Pertanda Bear Market?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

UEA Diam-Diam Tambang Bitcoin Rp7 Triliun, Kantongi Profit Berapa?

Uni Emirat Arab (UEA) tercatat telah menambang Bitcoin (BTC) senilai sekitar US$454 juta atau setara lebih dari Rp7 triliun melalui mitranya, Citadel Mining. Data on-chain terbaru menunjukkan operasi tersebut kini mengantongi estimasi keuntungan belum terealisasi (unrealized profit) sekitar US$344 juta.

Berdasarkan data dari Arkham Intelligence, Royal Group, konglomerasi yang berbasis di Abu Dhabi, telah menambang total 6.782 BTC sejak Maret 2022. Pada harga saat ini, kepemilikan tersebut bernilai sekitar US$453,6 juta.

Akumulasi dari Mining, Bukan Sitaan

Dilaporkan Coin Edition, berbeda dengan sejumlah negara yang memperoleh Bitcoin dari hasil penyitaan, kepemilikan UEA sepenuhnya berasal dari aktivitas penambangan. Operasi ini dijalankan oleh Citadel Mining, yang didukung Royal Group dan diketuai oleh Sheikh Tahnoon bin Zayed Al Nahyan.

Data blockchain menunjukkan aliran masuk BTC secara konsisten dari pool mining seperti Foundry Digital. Tidak ada penjualan besar yang tercatat sejak ekspansi penambangan pada akhir 2025. Arus keluar terakhir yang signifikan terjadi sekitar empat bulan lalu, mengindikasikan strategi penyimpanan jangka panjang.

Fasilitas Citadel di Abu Dhabi, yang dikembangkan bersama Phoenix Group pada 2022, memanfaatkan biaya energi yang relatif rendah untuk menambang ribuan Bitcoin.

Meski Royal Group memiliki kedekatan dengan keluarga penguasa Abu Dhabi, kepemilikan Bitcoin tersebut tidak secara resmi tercatat sebagai bagian dari sovereign wealth fund seperti Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) atau ADQ. Namun, keterkaitan tersebut membuat sejumlah analis menilai eksposur ini sebagai selaras dengan kepentingan negara.

Baca juga: Miner Jual Bitcoin Habis-Habisan: 90.000 BTC Masuk Exchange, Jadi Peluang Beli?

Eksposur Institusional Makin Besar

Selain dari aktivitas mining, UEA juga memperluas eksposur institusional terhadap Bitcoin. Mubadala Investment Company dilaporkan meningkatkan kepemilikan ETF spot Bitcoin sebesar 45%, sehingga total alokasinya mencapai sekitar US$630 juta.

Langkah ini sejalan dengan ambisi UEA untuk menjadikan Dubai dan Abu Dhabi sebagai pusat kripto yang teregulasi dan ramah inovasi. Kerangka regulasi yang terstruktur serta pembangunan infrastruktur aktif terus menarik pelaku industri blockchain global.

36.000 BTC Keluar dari Bursa, Pasokan Kian Ketat

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 22 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 22 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Strategi penahanan jangka panjang oleh UEA terjadi di tengah tren pengetatan pasokan Bitcoin di pasar. Data CryptoQuant menunjukkan lebih dari 36.000 BTC telah ditarik dari bursa sejak awal Februari. Dari jumlah tersebut, lebih dari 12.000 BTC keluar dari Binance.

Penarikan besar seperti ini biasanya dipindahkan ke cold storage, sehingga mengurangi jumlah Bitcoin yang tersedia untuk dijual dalam waktu dekat. Dalam satu hari saja, lebih dari 6.000 BTC tercatat keluar dari bursa—menjadi arus keluar harian terbesar sejak November.

Selain itu, pemegang jangka panjang juga menambah lebih dari 380.000 BTC dalam 30 hari terakhir, menunjukkan permintaan yang tetap kuat.

Konteks Pasar

Bitcoin terakhir diperdagangkan di kisaran US$66.450, turun sekitar 1,5% dalam 24 jam terakhir. Awal bulan ini, harga sempat menyentuh area US$60.000 di tengah volatilitas pasar yang lebih luas.

Dengan negara kaya energi seperti UEA memilih menambang dan menahan Bitcoin alih-alih menjualnya di bursa, serta tren penarikan BTC oleh miner dan pemegang jangka panjang, pasokan yang beredar di pasar spot berpotensi semakin terbatas. Kondisi ini dinilai dapat memperkuat posisi Bitcoin dalam ekosistem ekonomi digital global.

Menurut Tim Research Tokocrypto, UEA muncul sebagai akumulator Bitcoin strategis tingkat negara yang mengandalkan keunggulan energi murah, bukan sekadar sitaan hukum.

“Manuver ini, bersamaan dengan penarikan 36.000 BTC dari bursa global baru-baru ini, mempercepat fenomena supply shock di pasar. UEA secara sadar membangun cadangan digital sebagai bagian dari diversifikasi ekonomi pasca-minyak,” ungkapnya.

Baca juga: Hashrate Bitcoin Anjlok! Apakah Ini Pertanda Bear Market?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Naik ke $68.048, Rebound Tipis

Harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat di level $68.048,60 per BTC, naik sekitar 0,62% dalam 24 jam terakhir menurut laporan Tokocrypto pada Minggu (23/2).

Penguatan ini menunjukkan adanya upaya rebound jangka pendek, meskipun dalam timeframe mingguan dan bulanan Bitcoin masih berada dalam tekanan korektif.

Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini mencapai sekitar $1,36 triliun, mempertahankan posisinya sebagai aset kripto paling dominan di dunia dengan peringkat pertama berdasarkan market cap.

Volume perdagangan 24 jam tercatat sebesar $17,78 miliar, menunjukkan likuiditas yang tetap solid meski tidak setinggi fase volatilitas ekstrem.

Baca Juga: Miner Jual Bitcoin Habis-Habisan: 90.000 BTC Masuk Exchange, Jadi Peluang Beli?

Pergerakan Harga 24 Jam Terakhir

Dalam 24 jam terakhir, BTC bergerak dalam rentang harga terendah $67.582,99 dan tertinggi di level $68.657,70.

Kenaikan harian sebesar $418,13 mencerminkan tekanan beli moderat setelah sebelumnya harga sempat melemah.

Perubahan harga dalam satu jam terakhir tercatat +0,17%, mengindikasikan momentum intraday yang relatif stabil.

Level $67.500 kini menjadi support jangka pendek yang cukup krusial.

Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, potensi uji ulang resistance di kisaran $69.000 tetap terbuka.

Tekanan dalam 7–90 Hari

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 22 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 22 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meskipun mencatat penguatan harian, performa BTC dalam jangka menengah masih menunjukkan koreksi signifikan:

  • 7 hari: -3,19%
  • 30 hari: -24,30%
  • 60 hari: -22,07%
  • 90 hari: -21,57%

Dalam 30 hari terakhir saja, Bitcoin telah terkoreksi lebih dari $21.800.

Koreksi ini mencerminkan fase konsolidasi besar setelah reli sebelumnya yang membawa harga mendekati rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $126.198,07.

Namun dalam siklus historis Bitcoin, koreksi 20–30% bukanlah hal yang jarang terjadi, terutama setelah fase kenaikan agresif.

Suplai Hampir Maksimal, Narasi Kelangkaan Tetap Kuat

Saat ini suplai beredar Bitcoin mencapai 19,99 juta BTC, atau sekitar 95,20% dari total suplai maksimum 21 juta BTC. Artinya, ruang penerbitan koin baru semakin terbatas.

Kelangkaan ini menjadi salah satu fondasi utama narasi jangka panjang Bitcoin sebagai “digital gold”.

Dengan suplai tetap dan permintaan yang berpotensi meningkat seiring adopsi global, banyak analis melihat koreksi saat ini sebagai bagian dari dinamika siklus pasar, bukan perubahan fundamental.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (fully diluted valuation) Bitcoin saat ini berada di kisaran $1,42 triliun, mencerminkan valuasi maksimal jika seluruh suplai telah beredar.

Analisis Teknikal: Level Kunci yang Perlu Dipantau

Beberapa level penting yang menjadi perhatian trader dalam waktu dekat:

  • Support kuat: $67.500
  • Support psikologis berikutnya: $65.000
  • Resistance terdekat: $69.000
  • Resistance menengah: $72.000

Jika BTC mampu menembus $69.000 dengan volume meningkat, peluang pemulihan ke area $72.000 semakin terbuka.

Sebaliknya, kegagalan mempertahankan support dapat membuka ruang koreksi menuju $65.000.

Struktur harga saat ini menunjukkan fase konsolidasi dengan kecenderungan netral hingga sedikit bullish dalam jangka sangat pendek.

Outlook Jangka Pendek

Kenaikan 0,62% dalam 24 jam terakhir menunjukkan adanya minat beli setelah tekanan mingguan.

Namun volume perdagangan yang lebih rendah dibanding periode volatilitas tinggi mengindikasikan pasar masih menunggu katalis baru.

Faktor makroekonomi global, arus dana institusional, serta sentimen terhadap ETF dan regulasi tetap menjadi variabel penting yang dapat mempengaruhi pergerakan BTC selanjutnya.

Untuk saat ini, Bitcoin tampak berada dalam fase stabilisasi setelah koreksi tajam bulanan.

Investor jangka panjang kemungkinan lebih fokus pada fundamental suplai tetap dan posisi BTC sebagai aset lindung nilai digital.

Baca Juga: Analisa harga BTC hari ini: Bitcoin Menguat ke $67.237, Sinyal Rebound?

Harga Bitcoin hari ini di $68.048 mencerminkan rebound ringan setelah tekanan koreksi bulanan.

Dengan kapitalisasi pasar tetap di atas $1,3 triliun dan suplai yang hampir mencapai batas maksimal, narasi kelangkaan tetap menjadi pilar utama jangka panjang.

Arah berikutnya akan sangat bergantung pada kemampuan BTC menembus resistance $69.000 atau mempertahankan support $67.500 dalam beberapa sesi perdagangan ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin US$21 Juta Kembali ke Pemerintah Korsel, Hacker Panik

Otoritas Korea Selatan berhasil memulihkan sekitar US$21 juta dalam bentuk Bitcoin (BTC) setelah peretas yang sebelumnya mencuri dana dari dompet milik pemerintah mengembalikan aset tersebut. Pengembalian ini terjadi tanpa penangkapan tersangka maupun penyitaan private key oleh aparat.

Dilaporkan Coin Edition, Jaksa penuntut mengonfirmasi bahwa dana yang sempat dicuri tersebut tiba-tiba kembali ke dompet yang masih berada di bawah kendali pihak kejaksaan. Kasus ini menjadi sorotan di tengah rangkaian insiden kelalaian pengelolaan aset kripto oleh aparat penegak hukum di negara tersebut.

Dana Dikembalikan Setelah Jalur Keluar Diblokir

Menurut otoritas setempat, para pelaku diduga mengembalikan dana karena semua jalur pencairan telah diblokir. Aparat sebelumnya telah meminta bursa kripto domestik maupun internasional untuk membekukan setiap upaya transfer dari alamat yang terindikasi terkait peretasan.

Langkah tersebut membuat peretas kesulitan mengonversi Bitcoin hasil curian menjadi uang tunai. Transparansi blockchain juga memudahkan pelacakan pergerakan dana, sehingga ruang gerak pelaku semakin terbatas.

Setelah dana kembali masuk ke dompet resmi, otoritas segera memindahkannya ke dompet aman di Upbit, salah satu bursa kripto terbesar di Korea Selatan, guna mencegah potensi pencurian ulang.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kejadian ini menyoroti transparansi blockchain sebagai alat investigasi yang sangat kuat, namun sekaligus mempermalukan standar keamanan kustodi aparat Korea Selatan yang sempat terkena phishing.

“Pengembalian dana oleh peretas menunjukkan bahwa jika jalur likuiditas diputus secara total, nilai curian menjadi tidak berguna, memaksa pelaku untuk menyerah guna meringankan sanksi hukum,” analisisnya.

Pelaku Belum Ditangkap, Investigasi Berlanjut

Meski dana telah dipulihkan, aparat belum menangkap tersangka maupun menguasai kunci privat yang sebelumnya digunakan dalam peretasan. Penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap identitas pelaku dan motif di balik pengembalian dana tersebut.

Seorang pejabat menyatakan bahwa pihak berwenang tetap berkomitmen untuk menangkap pelaku dan mengusut tuntas insiden ini, meskipun aset telah kembali.

Dalam sejumlah kasus sebelumnya, peretas diketahui mengembalikan dana karena meningkatnya risiko hukum, sulitnya memindahkan aset yang telah ditandai, atau sebagai upaya meringankan potensi hukuman.

Rangkaian Masalah Keamanan Kripto

Insiden ini menambah daftar panjang masalah pengamanan aset kripto oleh aparat di Korea Selatan. Dalam kasus terbaru ini, Kepolisian Gangnam kehilangan Bitcoin senilai US$21 juta akibat serangan phishing yang membuat staf memberikan informasi login dompet.

Sebelumnya, jaksa di Gwangju juga kehilangan 22 Bitcoin senilai sekitar US$1,5 juta dari perangkat cold wallet berbentuk USB, meski perangkat tersebut tetap berada dalam penguasaan polisi. Kehilangan tersebut baru terungkap bertahun-tahun kemudian melalui audit nasional atas aset kripto sitaan.

Kasus terbaru ini kembali menyoroti pentingnya pengelolaan dan pengamanan aset digital secara ketat, terutama ketika berada dalam pengawasan institusi negara.

Baca juga: Bhutan Resmi Tokenisasi Cadangan Emas Negara di Blockchain Solana


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Bertahan di $67.822, Rebound Tipis

Harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat berada di level $67.822,84 per BTC, mencatat kenaikan sekitar +0,93% dalam 24 jam terakhir.

Meski menunjukkan penguatan harian, BTC masih berada dalam tekanan jika melihat performa jangka menengah, terutama dalam periode 30 hingga 90 hari terakhir.

Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini mencapai $1.356 miliar (sekitar $1,35 triliun), dengan volume perdagangan 24 jam sebesar $46,32 miliar, menurut laporan Tokocrypto pada Sabtu (21/2).

Jumlah suplai beredar tercatat sebanyak 19,99 juta BTC, mendekati batas maksimum suplai tetap sebesar 21 juta BTC.

Baca Juga: Analisa harga BTC hari ini: Bitcoin Menguat ke $67.237, Sinyal Rebound?

Pergerakan Harga 24 Jam Terakhir

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang harga terendah di level $66.452,48 dan tertinggi di level $68.269,03.

Sementara itu, kenaikan intraday sebesar $625,05 mencerminkan adanya minat beli di area support psikologis $66.000.

Secara teknikal, level $68.000 kini menjadi resistance jangka pendek yang perlu ditembus untuk membuka peluang penguatan lanjutan.

Perubahan harga 1 jam terakhir tercatat +0,3%, menunjukkan momentum jangka sangat pendek masih cenderung stabil.

Tekanan dalam 30–90 Hari

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meskipun mengalami rebound harian, performa BTC dalam jangka menengah masih menunjukkan koreksi signifikan:

  • 30 hari: -24,57%
  • 60 hari: -22,81%
  • 90 hari: -21,40%

Dalam 30 hari terakhir saja, harga BTC terkoreksi lebih dari $22.000. Koreksi ini menunjukkan adanya fase konsolidasi besar setelah reli sebelumnya.

Namun demikian, koreksi dalam kisaran 20–25% bukanlah hal yang tidak biasa dalam siklus historis Bitcoin. Volatilitas tetap menjadi karakter utama aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia ini.

Posisi Bitcoin di Peringkat Global

Bitcoin masih kokoh di posisi pertama aset kripto paling populer berdasarkan kapitalisasi pasar.

Dengan kapitalisasi pasar terdilusi penuh (Fully Diluted Valuation) sebesar $1,42 triliun, BTC tetap menjadi tolok ukur utama sentimen pasar kripto global.

Dominasi suplai juga semakin mendekati batas maksimum. Dari total suplai maksimal 21 juta BTC, sebanyak 19,99 juta BTC atau sekitar 95,20% sudah beredar di pasar.

Artinya, ruang penerbitan baru semakin terbatas, memperkuat narasi kelangkaan jangka panjang.

Analisis Fundamental: Narasi Kelangkaan Tetap Kuat

Salah satu faktor utama yang menopang nilai jangka panjang Bitcoin adalah mekanisme suplai tetap 21 juta koin.

Berbeda dengan aset tradisional yang dapat mengalami ekspansi moneter, Bitcoin memiliki kebijakan moneter yang terprogram secara algoritmik.

Rekor harga tertinggi sepanjang masa (ATH) Bitcoin tercatat di level $126.198,07. Jika dibandingkan dengan harga saat ini di kisaran $67.800, BTC masih berada jauh di bawah puncaknya, membuka ruang spekulasi potensi pemulihan dalam siklus berikutnya.

Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

Beberapa level teknikal penting yang menjadi perhatian trader:

  • Support kuat: $66.000
  • Support psikologis berikutnya: $60.000
  • Resistance jangka pendek: $68.000
  • Resistance menengah: $72.000

Apabila BTC mampu menembus $68.000 dengan volume kuat, potensi uji resistance berikutnya semakin terbuka.

Sebaliknya, jika tekanan jual kembali meningkat, area $66.000 akan menjadi penopang krusial.

Baca Juga: Short Bitcoin Paling Ekstrem! Sinyal Reversal Besar Kembali Muncul?

Outlook Jangka Pendek

Kenaikan tipis +0,93% dalam 24 jam terakhir menunjukkan adanya upaya rebound setelah tekanan mingguan (-1,46%). Namun, pasar masih dalam fase penyesuaian setelah koreksi besar 30 hari terakhir.

Dengan volume perdagangan harian yang tetap tinggi di atas $46 miliar, likuiditas Bitcoin masih tergolong solid.

Investor kini menunggu katalis baru untuk menentukan arah pergerakan berikutnya — apakah melanjutkan pemulihan atau kembali memasuki fase konsolidasi.

Dalam jangka panjang, kombinasi suplai terbatas, adopsi institusional, serta peran Bitcoin sebagai “digital gold” tetap menjadi fondasi utama nilai aset ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Menguat ke $67.237, Sinyal Rebound?

Harga Bitcoin (BTC) hari ini menunjukkan penguatan tipis di tengah tekanan jangka menengah yang masih membayangi pasar.

Di Tokocrypto, hari ini BTC diperdagangkan di level $67.237,02 per koin, naik sekitar +0,52% dalam 24 jam terakhir.

Kapitalisasi pasar aset kripto terbesar ini kini berada di kisaran $1,34 triliun, dengan volume perdagangan harian mencapai $31,36 miliar.

Meskipun kenaikan ini memberikan sentimen positif jangka pendek, data historis menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase koreksi jika dilihat dari performa bulanan hingga kuartalan.

Baca Juga: Analisa harga BTC Hari Ini: Bitcoin Lemah ke $66.838, Tekanan Dominan

Pergerakan Harga 24 Jam: Konsolidasi di Area $65K–$67K

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin mencatatkan harga terendah di $65.637,43 dan tertinggi di $67.456,87. Rentang pergerakan ini menunjukkan adanya konsolidasi di area psikologis $66.000–$67.000.

Secara intraday, pergerakan relatif stabil dengan perubahan harga 1 jam terakhir hanya -0,05%. Hal ini menandakan pasar sedang berada dalam fase penentuan arah setelah volatilitas tinggi sebelumnya.

Kenaikan 7 hari terakhir sebesar +1,04% juga mengindikasikan adanya upaya pemulihan bertahap setelah tekanan jual yang cukup dalam pada bulan sebelumnya.

Tekanan Jangka Menengah Masih Terlihat

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 20 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 20 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika melihat data historis, tekanan jangka menengah masih cukup signifikan:

  • 30 hari: -24,56%
  • 60 hari: -24,14%
  • 90 hari: -20,40%

Penurunan lebih dari 20% dalam periode 1–3 bulan menunjukkan bahwa tren besar masih cenderung bearish atau setidaknya dalam fase koreksi panjang.

Sebagai perbandingan, rekor tertinggi Bitcoin tercatat di $126.198,07, yang berarti harga saat ini masih terkoreksi hampir 47% dari puncaknya.

Struktur Pasokan dan Kapitalisasi Pasar

Saat ini, jumlah sirkulasi Bitcoin berada di 19,99 juta BTC, atau sekitar 95,20% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

Dengan kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) mencapai $1,41 triliun, struktur pasokan Bitcoin tetap menunjukkan karakteristik kelangkaan yang menjadi fondasi utama narasi jangka panjangnya.

Tingginya persentase suplai yang telah beredar juga berarti tekanan inflasi pasokan relatif kecil dibandingkan fase awal Bitcoin.

Apakah Ini Tanda Rebound?

Kenaikan 24 jam terakhir bisa dilihat sebagai sinyal awal stabilisasi, namun belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren.

Beberapa faktor yang perlu diperhatikan:

  1. Volume Perdagangan
    Volume $31,36 miliar tergolong solid, namun belum menunjukkan lonjakan signifikan yang biasanya mengiringi breakout besar.
  2. Level Psikologis $65.000
    Selama BTC mampu bertahan di atas area ini, struktur jangka pendek cenderung netral hingga sedikit bullish.
  3. Area Resistensi $68.000–$70.000
    Jika Bitcoin mampu menembus dan bertahan di atas zona ini, peluang reli lanjutan akan terbuka lebih lebar.

Sebaliknya, jika harga kembali turun di bawah $65.000, potensi retest area support lebih rendah bisa kembali terjadi.

Sentimen Pasar: Hati-Hati Tapi Stabil

Dengan posisi Bitcoin sebagai aset kripto paling populer, pergerakan BTC tetap menjadi acuan utama bagi altcoin dan keseluruhan kapitalisasi pasar kripto global.

Kenaikan tipis hari ini bisa diartikan sebagai relief rally setelah tekanan jual agresif sebelumnya.

Namun, investor institusional dan trader ritel masih cenderung berhati-hati mengingat performa bulanan yang masih negatif.

Dalam konteks makro, pasar tampaknya sedang mencari keseimbangan baru sebelum menentukan arah berikutnya.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $67.447, Melemah 1,6%

Stabilisasi Awal, Belum Konfirmasi Bullish

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan adanya penguatan moderat yang membantu Bitcoin bertahan di atas $67.000.

Meskipun demikian, tren jangka menengah masih menunjukkan koreksi signifikan dibandingkan periode 30–90 hari terakhir.

Dengan kapitalisasi pasar $1,34 triliun dan suplai yang hampir mencapai batas maksimalnya, fundamental jangka panjang Bitcoin tetap kuat.

Namun, untuk mengonfirmasi fase bullish baru, BTC perlu menembus level resistensi penting dengan dukungan volume yang lebih besar.

Untuk saat ini, pasar berada dalam fase konsolidasi agar dapat memberikan ruang bagi investor untuk menilai apakah kenaikan ini merupakan awal pemulihan yang berkelanjutan atau sekadar jeda sebelum volatilitas berikutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kembali Tertekan Risalah The Fed

Pasar kripto hari ini, Kamis (19/2) bergerak fluktuatif pasca risalah The Fed yang dinilai mengejutkan pelaku pasar. Bitcoin sempat tertekan ke area $66.000 setelah bank sentral AS memutuskan menahan suku bunga, dengan opsi kenaikan kembali jika inflasi tetap tinggi.

Meski demikian, sejumlah altcoin justru mencatat penguatan. AWE memimpin kenaikan dengan lonjakan 21% ke $0,10386 pada Kamis (19/2), diikuti WLFI yang naik 10% ke $0,119126 dan SKY yang menguat 8% ke $0,066413. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Daftar Altcoin Potensial Hari Ini Pasca Risalah FED

  • AWE meroket 21% ke level $0.10386 hari ini, Kamis (19/2).
  • WLFI naik 10%, kini diperdagangkan $0,119126.
  • SKY melesat 8% hingga menyentuh $0,066413.

Risalah Fed Kejutan, Bitcoin Turun ke $66.000

  • Fed Tahan Suku Bunga; Opsi Naik Jika Inflasi Tinggi.
  • Suku Bunga Tetap 10-2; Dua Pejabat Ingin Turun.
  • Bitcoin <$66.500 Akibat Isu Fed & Konflik AS-Iran.

Deposit Panen Reward dengan VA BCA di Tokocrypto

Staking ETH Tembus 50%, BitMine Borong 20.000 ETH

  • BitMine beli 20.000 ETH dari BitGo demi target 5% kepemilikan.
  • Mayoritas pasokan ETH (50%+) kini terkunci di staking.
  • Harga ETH dekati $1.972, likuiditas terkonsentrasi picu risiko.

Pola Langka PEPE Sinyalkan Lonjakan 150%

  • Grafik harian PEPE bentuk pola double-bottom raksasa.
  • Potensi reli 150% menuju target $0,00001080.
  • Minat terbuka & volume futures PEPE stabil pekan ini.

Baca juga: Riset Kripto 9-13 Feb 2026: Bitcoin Berdarah, AI Berpesta!!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com