Tag Archives: bitcoin

12 Tahun Berinovasi, INDODAX Perkuat Komitmen Sosial Lewat CSR Ramadan di Jabodetabek

Jakarta, 23 Februari 2026 – Bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-12 dan bulan suci Ramadan 2026, INDODAX meluncurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk “Berkah Ramadan 2026: Rangkai Ramadan, Rajut Kebaikan Bersama Indodax.”. Rangkaian kegiatan ini berlangsung pada 21–27 Februari 2026 di sejumlah titik Jabodetabek dengan menyasar masyarakat lansia, kaum dhuafa, serta masjid yang membutuhkan dukungan.

Kegiatan sosial ini merupakan kolaborasi INDODAX bersama Ayobantu dan Sekolah Relawan. Seremoni pembukaan digelar pada Sabtu (21/02) di TBM Kolong Ciputat dan dihadiri oleh Antony Kusuma (Vice President INDODAX), Firza Daud (CGO Ayobantu), serta Rani Alfiani (Direktur Eksekutif Sekolah Relawan).

Pada kesempatan tersebut, diserahkan berbagai fasilitas pendukung belajar, berupa tas sekolah, rak buku, paket buku bacaan anak, meja belajar lipat, alas tempat duduk, dan papan tulis portabel. Selain itu, diserahkan pula 100 paket perlengkapan sekolah untuk mendukung akses edukasi dan literasi digital anak tidak sekolah.

Vice President INDODAX, Antony Kusuma, menyampaikan bahwa inisiatif ini menjadi momentum reflektif bagi perusahaan untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Ramadan selalu menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat berbagi dan berbuat kebaikan. Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan teknologi dan ekonomi digital juga membawa dampak nyata bagi masyarakat. Karena itu, melalui langkah sederhana ini kami ingin berbagi manfaat dengan mendukung akses pendidikan anak-anak yang membutuhkan serta membantu lansia dhuafa dalam memenuhi kebutuhan di bulan puasa. Semoga kehadiran kami dapat membawa kebahagiaan bagi mereka,” ujar Antony.

Rangkaian kegiatan ini juga mencakup penyaluran ratusan paket sembako dan takjil berbuka puasa bagi kaum lansia dhuafa di Kampung Pemulung Pinang Ranti dan Kemang, serta Kampung Nelayan Cilincing. Selain itu, diselenggarakan pula program ‘Belanja Bareng’ bersama anak yatim dan lansia di Pasar Jonggol untuk membantu pemenuhan kebutuhan pokok selama bulan puasa.

Selain bantuan kebutuhan pokok, dukungan fasilitas ibadah turut disalurkan ke sejumlah masjid di wilayah Depok, Pondok Rajeg, Setiabudi, dan Kebayoran Lama. Bantuan tersebut mencakup perlengkapan penunjang aktivitas ibadah selama Ramadan.

Antony menambahkan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendorong literasi, inklusi, serta kepedulian sosial yang berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

“Kami ingin kehadiran kami tidak hanya dirasakan melalui layanan digital, tetapi juga lewat aksi nyata yang terasa di kehidupan sehari-hari. Semoga langkah kecil ini dapat berjalan berkelanjutan, membawa manfaat yang nyata, dan menjadi bagian dari komitmen kami terhadap nilai-nilai kemanusiaan,” tutupnya.

Melalui inisiatif ini, INDODAX berharap semangat kolaborasi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh, sehingga kemajuan industri teknologi dan aset digital berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.

***

Tentang INDODAX

INDODAX merupakan perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital atau Crypto Exchange yang didirikan oleh dua pegiat kripto dan Blockchain di Indonesia yakni, Oscar Darmawan dan William Sutanto. Berdiri resmi sejak 15 Februari 2014 dan sudah melayani lebih dari 9,8 juta member, INDODAX memperdagangkan aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan memiliki lebih dari 450+ aset kripto dari seluruh dunia yang bisa diperjualbelikan dengan pergerakan harga selama 24 jam.

Sebagai crypto exchange pertama di Indonesia, INDODAX sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital Aset Kripto (AKD AK) yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi perusahaan crypto exchange pertama di Indonesia yang mendapatkan dua sertifikasi internasional sekaligus pada tahun 2019, yaitu 9001:-2015 & 27001:2013.

Sejak berdiri sebelas tahun lalu, INDODAX selalu berfokus kepada pelayanan dan terus aktif memberikan edukasi melalui kanal edukasi yang dapat diakses secara gratis, yakni INDODAX Academy, investor kripto dapat secara bebas mengakses dan mempelajari seluk beluk kripto dan blockchain.

Media Sosial INDODAX dapat ditemukan melalui website:

Telegram                               : https://t.me/indodaxroom

Instagram                              : https://www.instagram.com/indodax/

Tiktok                                     : https://www.tiktok.com/@indodax

Twitter                                    : https://twitter.com/Indodax

Youtube                                  : https://www.youtube.com/c/indodax

Facebook                               : https://www.facebook.com/indodax

INDODAXAcademy            : https://indodax.com/academy

INDODAXPress Release   https://blog.indodax.com/newsroom-press-release





Sumber : blog.indodax.com

Bitcoin Terkoreksi ke US$66.000, INDODAX Sebut Fase Konsolidasi Bitcoin Sebagai Siklus Wajar

Jakarta, 19 Februari 2026 – Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami tekanan dalam 24 jam terakhir menyusul rilis notulensi rapat Federal Open Market Committee (FOMC) terbaru yang menunjukkan adanya perbedaan pandangan para pejabat bank sentral AS. Berdasarkan data pasar pada Kamis (19/2), Bitcoin terkoreksi sebesar -1,25% ke kisaran US$66.450 (setara Rp1,11 miliar). Menurunnya harapan akan adanya pelonggaran suku bunga global dalam waktu dekat ini secara langsung mendorong indeks sentimen pasar kripto anjlok ke level “Extreme Fear”.

Notulensi FOMC terbaru menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan hampir sepakat untuk mempertahankan suku bunga di level saat ini. Namun, pasar merespons negatif adanya perbedaan pandangan terkait langkah The Fed selanjutnya. Sejumlah pejabat membuka peluang kenaikan suku bunga jika inflasi tetap persisten, sementara yang lain bersedia memangkasnya jika tekanan harga mereda.

Sikap higher for longer yang masih membayangi ini memberikan tekanan pada likuiditas global, tercermin dari penguatan Indeks Dolar AS (DXY) ke level 97,7 berdampak langsung pada terkoreksinya instrumen aset berisiko. Hal ini memicu aksi jual yang membuat total kapitalisasi pasar kripto ikut menyusut. Berdasarkan data FedWatch Tool CME Group, pelaku pasar kini bersikap pesimistis, dengan probabilitas kurang dari 50% untuk pemangkasan suku bunga minimal 25 basis poin sebelum pertemuan bulan Juni mendatang.

Menanggapi dinamika global ini, Vice President INDODAX, Antony Kusuma, mengungkapkan bahwa fondasi Bitcoin saat ini masih berada dalam kondisi yang sangat terjaga di tengah fase konsolidasi. 

“Koreksi harga yang terjadi pasca rilis FOMC ini adalah reaksi pasar yang sangat wajar dan bersifat sementara. Investor global saat ini hanya sedang melakukan penyesuaian terhadap timeline pemangkasan suku bunga The Fed. Meskipun Bitcoin saat ini berada di bawah US$67.000, pergerakan ini masih berada dalam rentang konsolidasi yang sehat. Area US$64.000 menjadi titik support yang kuat, dan secara historis, fase konsolidasi seperti ini justru sering menjadi fondasi yang baik sebelum pasar kembali menguat,” ujar Antony.

Lebih lanjut, Antony menyoroti kaitan kondisi global ini dengan kebijakan moneter dalam negeri. Keputusan Bank Indonesia (BI) terkait BI Rate yang saat ini berada di 4,75%, – 5,5% dinilai akan menentukan arah likuiditas investor domestik.

“Langkah Bank Indonesia ke depan dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah tentu memberikan kepastian bagi perekonomian domestik. Di tengah dinamika suku bunga dan isu geopolitik global yang masih dinamis, investor kripto tidak perlu panik. Justru, kondisi makroekonomi seperti ini kembali mengingatkan kita pada fungsi utama Bitcoin sebagai aset lindung nilai (hedge) jangka panjang yang tangguh. Kami melihat ini sebagai momentum yang baik bagi investor untuk merencanakan portofolio mereka secara lebih matang,” tambah Antony.

Sebagai platform crypto exchange terbesar di Indonesia, INDODAX terus mengedukasi member untuk tetap rasional di tengah kondisi volatilitas pasar dan mengimbau investor untuk selalu melakukan riset mandiri (Do Your Own Research) dan menjaga manajemen risiko yang ketat. Di saat pasar penuh tekanan makro seperti sekarang, strategi investasi bertahap atau Dollar Cost Averaging (DCA) tetap menjadi opsi paling bijak untuk memitigasi volatilitas.

***

Tentang INDODAX

INDODAX merupakan perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital atau Crypto Exchange yang didirikan oleh dua pegiat kripto dan Blockchain di Indonesia yakni, Oscar Darmawan dan William Sutanto. Berdiri resmi sejak 15 Februari 2014 dan sudah melayani lebih dari 9,8 juta member, INDODAX memperdagangkan aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan memiliki lebih dari 450+ aset kripto dari seluruh dunia yang bisa diperjualbelikan dengan pergerakan harga selama 24 jam.

Sebagai crypto exchange pertama di Indonesia, INDODAX sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital Aset Kripto (AKD AK) yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi perusahaan crypto exchange pertama di Indonesia yang mendapatkan dua sertifikasi internasional sekaligus pada tahun 2019, yaitu 9001:-2015 & 27001:2013.

Sejak berdiri sebelas tahun lalu, INDODAX selalu berfokus kepada pelayanan dan terus aktif memberikan edukasi melalui kanal edukasi yang dapat diakses secara gratis, yakni INDODAX Academy, investor kripto dapat secara bebas mengakses dan mempelajari seluk beluk kripto dan blockchain.

Media Sosial INDODAX dapat ditemukan melalui website:

Telegram                               : https://t.me/indodaxroom

Instagram                              : https://www.instagram.com/indodax/

Tiktok                                     : https://www.tiktok.com/@indodax

Twitter                                    : https://twitter.com/Indodax

Youtube                                  : https://www.youtube.com/c/indodax

Facebook                               : https://www.facebook.com/indodax

INDODAXAcademy            : https://indodax.com/academy

INDODAXPress Release   https://blog.indodax.com/newsroom-press-release





Sumber : blog.indodax.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Rebound ke $67.141, Bisa Bertahan?

Harga Bitcoin (BTC) hari ini menguat 2,18% dalam 24 jam terakhir ke level $67.141 per koin, menurut catatan Tokocrypto pada Minggu (1/3).

Kenaikan ini terjadi di tengah volume perdagangan yang melonjak ke $47,82 miliar, menunjukkan peningkatan aktivitas pasar setelah tekanan jual dalam beberapa pekan terakhir.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $1,34 triliun dan suplai beredar 20 juta BTC (sekitar 95,22% dari total maksimum 21 juta), Bitcoin tetap menjadi aset kripto paling dominan di pasar global.

Namun, apakah kenaikan ini menandai awal pembalikan tren, atau hanya relief rally dalam fase koreksi menengah?

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Terkoreksi ke $67.699, Tekanan Jual

Pergerakan Harga 24 Jam: Volatilitas Tinggi

Dalam perdagangan harian, BTC bergerak di rentang yang cukup lebar, yakni $63.062 (terendah) dan $68.162 (tertinggi).

Rentang lebih dari $5.000 ini mencerminkan volatilitas yang masih tinggi.

Meski harga saat ini berada dekat area atas rentang harian, indikator jangka sangat pendek menunjukkan fluktuasi masih aktif, dengan perubahan harga 1 jam terakhir tercatat -0,94%.

Sementara itu, dalam 7 hari terakhir, BTC masih turun 1,37%, menandakan pemulihan belum sepenuhnya menghapus tekanan sebelumnya.

Tren 30–90 Hari: Koreksi Masih Terlihat

Secara historis, Bitcoin masih berada dalam fase koreksi menengah:

  • 30 hari: turun 19,10%
  • 60 hari: turun 24,09%
  • 90 hari: turun 21,97%

Data ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi rebound harian, struktur tren jangka menengah masih belum sepenuhnya bullish.

Jika dibandingkan dengan rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198, harga saat ini masih terkoreksi sekitar 46–47%.

Namun, dalam siklus kripto, retracement 20–40% bukanlah hal yang tidak biasa sebelum tren naik berlanjut.

Likuiditas dan Struktur Pasar

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 1 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 1 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Volume perdagangan 24 jam yang mencapai hampir $48 miliar menandakan likuiditas pasar masih sangat kuat.

Lonjakan volume bersamaan dengan kenaikan harga biasanya menjadi indikasi partisipasi pasar yang lebih sehat dibanding kenaikan tipis dengan volume rendah.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (fully diluted market cap) tercatat di $1,40 triliun, mencerminkan valuasi maksimal jika seluruh suplai 21 juta BTC telah beredar.

Dengan dominasi pasar yang tetap tinggi, Bitcoin masih menjadi acuan utama arah pergerakan altcoin.

Analisis Teknikal: Level Kunci BTC

🔹 Support Penting

  • $63.000 – $64.000
    Area ini menjadi fondasi kuat dalam pergerakan 24 jam terakhir. Jika ditembus, potensi penurunan lanjutan ke $60.000 bisa terbuka.

🔹 Resistance Terdekat

  • $68.000 – $70.000
    Area psikologis krusial yang harus ditembus untuk mengonfirmasi momentum bullish jangka pendek.

Jika BTC mampu menembus $70.000 dengan volume tinggi dan bertahan di atasnya, potensi pembalikan tren jangka menengah akan semakin besar.

Sebaliknya, kegagalan mempertahankan area $67.000 dapat memicu tekanan jual ulang.

Sinyal Awal Bullish?

Rebound 2,18% dalam 24 jam bisa menjadi tanda awal akumulasi, terutama jika didukung oleh peningkatan volume dan sentimen risiko yang membaik di pasar global.

Namun, trader jangka pendek tetap perlu waspada karena volatilitas intraday masih tinggi. Pergerakan harga Bitcoin sering kali disertai koreksi cepat sebelum arah tren lebih jelas terbentuk.

Untuk investor jangka panjang, struktur suplai yang hampir mencapai batas maksimum tetap menjadi faktor fundamental kuat yang mendukung narasi kelangkaan (scarcity).

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melejit 4,28% ke $68.206

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan pemulihan jangka pendek dengan kenaikan 2,18% ke $67.141. Volume besar mendukung reli ini, namun tren 30–90 hari masih mencerminkan fase koreksi.

Outlook jangka pendek:

  • Bullish ringan selama bertahan di atas $64.000
  • Breakout di atas $70.000 diperlukan untuk konfirmasi tren naik
  • Waspadai volatilitas tinggi dalam beberapa sesi ke depan

Pasar kini menunggu apakah Bitcoin mampu mempertahankan momentum dan membangun basis harga baru di atas $67.000, atau kembali terseret dalam pola konsolidasi yang lebih dalam.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Turun ke $65.708, Tekanan Jual Berlanjut?

Harga Bitcoin (BTC) kembali berada dalam tekanan setelah turun sekitar 3,12% dalam 24 jam terakhir ke kisaran $65.708 per koin.

Koreksi ini memperpanjang tren pelemahan jangka menengah, di mana BTC tercatat turun lebih dari 25% dalam 30 hari terakhir.

Dengan kapitalisasi pasar sebesar $1,31 triliun dan volume perdagangan harian mencapai $36,58 miliar, Bitcoin masih menjadi aset kripto dengan dominasi tertinggi di pasar.

Namun, volatilitas tinggi dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan bahwa fase konsolidasi belum sepenuhnya stabil.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Masuki Zona Hijau, Bitcoin Naik ke $65.408

Harga Bitcoin Hari Ini: Tekanan Masih Terasa

Dalam perdagangan intraday dalam 24 jam terakhir, BTC bergerak di rentang harga terendah $64.946 dan menyentuh level tertinggi di $68.128.

Harga saat ini berada cukup dekat dengan area bawah rentang harian, menandakan tekanan jual masih dominan.

Secara persentase, BTC terkoreksi -0,12% (1 jam terakhir), -3,12% (24 jam terakhir), dan -3,17% (7 hari terakhir).

Pelemahan ini mempertegas sentimen hati-hati di kalangan pelaku pasar, terutama setelah BTC gagal mempertahankan momentum di atas level psikologis $70.000 dalam beberapa pekan terakhir.

Koreksi 30–90 Hari: Tren Menurun Masih Mendominasi

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 28 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 28 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika melihat data historis, laporan dari Tokocrypto mencatat:

  • 30 hari: turun 25,44% (-$22.405)
  • 60 hari: turun 24,63% (-$21.461)
  • 90 hari: turun 27,61% (-$25.047)

Data ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase koreksi menengah.

Meskipun demikian, secara fundamental, BTC tetap menjadi aset kripto nomor satu dengan peringkat 1 berdasarkan kapitalisasi pasar.

Sebagai perbandingan, rekor harga tertinggi (all-time high) BTC tercatat di $126.198. Dengan harga saat ini di sekitar $65 ribu, BTC masih terkoreksi hampir 48% dari puncaknya.

Struktur Pasar dan Fundamental Tetap Kuat

Dari sisi suplai, saat ini terdapat sekitar 20 juta BTC yang beredar dari total maksimum 21 juta BTC. Artinya, lebih dari 95% suplai telah beredar di pasar.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (fully diluted market cap) tercatat sebesar $1,37 triliun, mencerminkan valuasi maksimum jika seluruh suplai beredar.

Volume perdagangan 24 jam yang mencapai $36 miliar menunjukkan bahwa likuiditas Bitcoin masih sangat kuat dibandingkan aset kripto lainnya.

Ini menjadi salah satu faktor yang menjaga stabilitas relatif BTC meski volatilitas tinggi.

Analisis Teknikal: Area Kunci yang Perlu Dipantau

Secara teknikal, terdapat beberapa level penting:

Support Kuat

  • $64.900 – $65.000
    Jika level ini ditembus dengan volume tinggi, potensi penurunan menuju area $62.000 terbuka.

Resistance Terdekat

  • $68.000 – $70.000
    Area ini menjadi batas krusial untuk membalikkan sentimen jangka pendek menjadi bullish.

Apabila BTC mampu kembali menembus dan bertahan di atas $70.000 dengan volume solid, peluang rebound lebih besar bisa terjadi.

Namun selama masih bergerak di bawah area tersebut, pasar cenderung berada dalam mode konsolidasi bearish ringan.

Apakah Ini Peluang Akumulasi?

Bagi investor jangka panjang, koreksi dalam kisaran 20–30% bukanlah hal baru dalam siklus Bitcoin. Secara historis, BTC kerap mengalami retracement tajam sebelum melanjutkan tren naik dalam siklus yang lebih besar.

Namun untuk trader jangka pendek, volatilitas saat ini menuntut manajemen risiko ketat. Pergerakan harian 3–5% masih menjadi pola yang umum dalam kondisi pasar seperti sekarang.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melejit 4,28% ke $68.206

Bitcoin Masih dalam Fase Konsolidasi Bearish

Harga Bitcoin hari ini berada di kisaran $65.708 setelah turun lebih dari 3% dalam 24 jam terakhir. Tren pelemahan 30–90 hari menunjukkan tekanan jual belum sepenuhnya mereda.

Meski demikian, fundamental Bitcoin tetap solid dengan kapitalisasi pasar di atas $1,3 triliun dan suplai yang hampir mencapai batas maksimum.

Outlook jangka pendek:

  • Netral hingga bearish ringan selama di bawah $70.000
  • Support penting di $65.000
  • Resistance krusial di $68.000–$70.000

Investor disarankan memantau volume perdagangan dan reaksi harga di area support utama untuk menentukan arah selanjutnya.

Dalam pasar kripto yang volatil, disiplin strategi dan manajemen risiko tetap menjadi kunci utama.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Dipenuhi Posisi Short, Sinyal Rebound Mulai Terbentuk?

Data funding rate di berbagai bursa kripto kembali masuk ke wilayah negatif setelah gelombang sell-off terbaru. Perubahan ini mencerminkan meningkatnya posisi short dan pergeseran sentimen pasar ke arah lebih defensif.

Lonjakan funding negatif muncul saat harga Bitcoin mendekati area US$60.000, mengindikasikan banyak trader menambah eksposur bearish di pasar perpetual futures.

Negatif, Tapi Belum Ekstrem

Dilaporkan Crypto Quant, secara historis, funding rate negatif yang bertahan lama dapat menciptakan kondisi short squeeze jika harga mulai stabil dan berbalik naik. Dalam skenario tersebut, posisi short berleverage berpotensi dipaksa menutup posisi, sehingga memicu kenaikan yang lebih cepat.

Namun, pembacaan saat ini dinilai masih moderat—belum mencapai level ekstrem yang biasanya muncul pada fase kapitulasi. Artinya, bias bearish meningkat, tetapi pasar belum menunjukkan tanda “panic shorting” yang biasanya menjadi pemicu squeeze besar.

Baca Juga: Bitcoin Koreksi Dalam, Pola 2019 Terulang: Awal Reli Baru?

Harga di Dekat Support, Pasar Masuk Fase Keseimbangan Rapuh

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 27 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 27 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Kombinasi harga yang bertahan di dekat support US$60.000 dan funding yang tetap di bawah netral menciptakan keseimbangan yang rapuh. Jika Bitcoin mampu bertahan stabil di atas US$60.000, kepadatan posisi short dapat menjadi sumber dorongan untuk rebound korektif.

Sebaliknya, jika tekanan jual kembali meningkat dan harga turun lebih dalam, funding rate berpotensi makin negatif. Kondisi ini dapat memperkuat tren bearish lanjutan karena pasar derivatif menambah posisi short lebih agresif.

Menurut Tim Research Tokocrypto, pasar sedang dalam titik kesetimbangan yang rapuh (fragile equilibrium). Peningkatan bias short di pasar derivatif adalah pedang bermata dua: bisa memicu pantulan korektif yang tajam (short squeeze) jika support 0K bertahan, atau justru memperkuat kelanjutan bearish.

“Jika tekanan jual baru muncul. G-Protocol Filter: Market lagi ‘over-shorted’, potensi rebound teknikal karena squeeze makin besar,” analisanya.

Fokus Pasar: Support $60K dan Dinamika Funding

Saat ini Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi di bawah resistance utama, tetapi masih menahan support krusial di sekitar US$60.000. Dalam beberapa sesi ke depan, interaksi antara struktur harga dan dinamika funding rate diperkirakan akan menentukan pergerakan besar berikutnya.

Jika harga stabil sementara funding tetap negatif, peluang squeeze dan pantulan jangka pendek terbuka. Namun jika support jebol dan funding semakin negatif, pasar berisiko masuk ke fase penurunan lanjutan.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melejit 4,28% ke $68.206


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Terkoreksi ke $67.699, Tekanan Jual

Harga Bitcoin (BTC) hari ini menunjukkan pergerakan korektif setelah raja kripto ini melemah dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Jumat (27/2), harga Bitcoin (BTC) berada di level $67.699,29 per BTC/USD, turun sekitar 1,07% dalam sehari terakhir.

Pelemahan ini terjadi di tengah volume perdagangan 24 jam yang masih cukup tinggi, mencapai $41,60 miliar, menandakan aktivitas pasar tetap aktif meski sentimen jangka pendek cenderung hati-hati.

Baca Juga: Bitcoin Koreksi Dalam, Pola 2019 Terulang: Awal Reli Baru?

Tekanan Jual Masih Terlihat dalam 24 Jam

Dalam rentang 24 jam terakhir, Bitcoin mencatatkan level terendah di $66.523,74 dan tertinggi di $68.707,59.

Rentang volatilitas ini menunjukkan adanya tarik-menarik antara buyer dan seller di area psikologis $67.000.

Secara persentase, perubahan harga 24 jam tercatat sekitar -0,93% hingga -1,07%, sementara pergerakan 1 jam terakhir relatif stabil di kisaran -0,08%. Adapun kinerja 7 hari terakhir nyaris stagnan dengan perubahan mendekati 0%.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa BTC sedang berada dalam fase konsolidasi setelah tekanan jual dalam beberapa pekan terakhir.

Koreksi Dalam 30–90 Hari Masih Dalam

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 27 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 27 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika melihat data historis, tekanan jual jangka menengah masih cukup signifikan:

  • 30 hari: -23,98%
  • 60 hari: -24,60%
  • 90 hari: -25,37%

Dalam 30 hari terakhir saja, BTC telah terkoreksi lebih dari $21.363, mencerminkan adanya distribusi besar atau aksi ambil untung dari pelaku pasar.

Meski demikian, harga saat ini masih jauh di atas fase bear market sebelumnya, dan tetap menunjukkan struktur pasar yang lebih tinggi dibanding siklus terdahulu.

Kapitalisasi Pasar Tembus $1,35 Triliun

Dari sisi fundamental pasar, Bitcoin masih mempertahankan posisinya sebagai aset kripto nomor satu dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,35 triliun.

Beberapa data penting lainnya:

  • Volume (24 jam): $41,49–$41,60 miliar
  • Sirkulasi suplai: 20 juta BTC
  • Maksimum suplai: 21 juta BTC
  • Market dominance: 95,22% (data internal yang tersedia)
  • Fully Diluted Valuation (FDV): $1,42 triliun

Dengan suplai beredar sudah mencapai sekitar 95% dari total maksimum, dinamika harga BTC kini semakin dipengaruhi oleh permintaan pasar dibandingkan inflasi suplai baru.

Jarak dari Rekor Tertinggi

Bitcoin pernah mencatatkan rekor tertinggi (all-time high) di $126.198,07. Dengan harga saat ini di $67.699, BTC masih terkoreksi sekitar 46% dari puncaknya.

Level ini sering kali menjadi area evaluasi bagi investor jangka panjang, terutama yang mempertimbangkan strategi akumulasi bertahap (dollar cost averaging).

Level Teknis Penting BTC

Berdasarkan data harga terbaru, beberapa level kunci yang perlu diperhatikan:

  • Support kuat: $66.500
  • Support psikologis: $65.000
  • Resistance terdekat: $68.700
  • Resistance lanjutan: $70.000

Jika BTC mampu kembali menembus area $68.700 dengan volume besar, potensi rebound menuju $70.000 terbuka.

Namun, jika tekanan jual mendorong harga turun di bawah $66.500, maka risiko koreksi lanjutan menuju area $65.000 cukup terbuka.

Outlook Jangka Pendek: Konsolidasi atau Breakdown?

Pergerakan harga BTC saat ini menunjukkan fase penentuan arah (inflection point). Volatilitas relatif moderat, namun tren 30–90 hari masih menunjukkan tekanan bearish.

Faktor yang perlu dipantau investor antara lain volume breakout di atas $68.700, ketahanan support $66.500, hingga sentimen makro global dan arus masuk institusional.

Selama Bitcoin masih bertahan di atas area $65.000, struktur jangka panjang belum sepenuhnya berubah menjadi bearish ekstrem.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melejit 4,28% ke $68.206

Analisa harga BTC hari ini memperlihatkan Bitcoin berada di fase konsolidasi dengan tekanan jual ringan dalam 24 jam terakhir.

Harga saat ini di $67.699 mencerminkan koreksi jangka menengah yang masih berlangsung, meskipun kapitalisasi pasar tetap kokoh di atas $1,35 triliun.

Investor kini menanti konfirmasi arah selanjutnya: apakah BTC mampu membangun momentum untuk kembali ke $70.000, atau justru melanjutkan koreksi menuju support berikutnya.

Pergerakan beberapa hari ke depan akan menjadi kunci dalam menentukan struktur tren Bitcoin selanjutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Koreksi Dalam, Pola 2019 Terulang: Awal Reli Baru?

Investor Bitcoin berbasis on-chain saat ini mengalami tekanan terberat sepanjang siklus koreksi berjalan. Data menunjukkan trader $BTC mencatat realisasi kerugian terbesar dalam fase penurunan kali ini, seiring harga yang terus melemah dalam beberapa pekan terakhir.

Bitcoin diperdagangkan di kisaran $67.375 dengan penurunan sekitar 2,8% dalam 24 jam terakhir. Dalam 30 hari, harga telah terkoreksi hampir 25%, sementara dalam 90 hari terakhir turun lebih dari 26%. Kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di sekitar $1,34 triliun, dengan volume perdagangan harian mendekati $48 miliar.

Tekanan ini mendorong banyak investor ritel keluar dari pasar setelah mengalami kerugian signifikan.

Ritel Menyerah, Whale Justru Agresif Akumulasi

Di tengah meningkatnya kerugian, data menunjukkan investor ritel mulai meninggalkan pasar. Fenomena ini biasanya ditandai dengan menurunnya partisipasi alamat kecil serta meningkatnya realisasi kerugian jangka pendek.

Namun, kondisi tersebut justru berbanding terbalik dengan perilaku whale. Pemegang besar Bitcoin dilaporkan terus meningkatkan akumulasi, bahkan dengan intensitas yang lebih tinggi dibandingkan fase sebelumnya.

Perbedaan perilaku ini memperlihatkan kontras antara kepanikan ritel dan strategi jangka panjang investor besar yang memanfaatkan koreksi sebagai peluang akumulasi.

Koreksi, Bukan Bear Market?

Dilaporkan Crypto Quant, sejumlah analis menilai kondisi saat ini lebih mencerminkan fase koreksi dibandingkan awal bear market baru. Tingkat kerugian on-chain yang terjadi disebut-sebut mirip dengan situasi November 2019.

Pada periode tersebut, Bitcoin mengalami tekanan signifikan sebelum akhirnya memulai fase kenaikan besar pada tahun berikutnya. Pola historis ini menjadi dasar optimisme sebagian pelaku pasar bahwa fase saat ini bisa menjadi fondasi untuk pergerakan lebih tinggi.

Apa Selanjutnya untuk BTC?

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 26 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 26 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dengan suplai beredar sekitar 20 juta BTC dari total maksimum 21 juta, struktur fundamental Bitcoin tetap relatif terbatas. Namun dalam jangka pendek, volatilitas masih berpotensi berlanjut, terutama jika tekanan jual dari investor jangka pendek belum mereda sepenuhnya.

Jika pola historis terulang, fase kapitulasi ritel dan akumulasi whale dapat menjadi titik transisi menuju siklus pemulihan berikutnya. Meski demikian, arah harga selanjutnya akan sangat bergantung pada stabilitas sentimen pasar global dan arus likuiditas yang masuk kembali ke aset berisiko seperti kripto.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ini bukan Bear Market, tapi koreksi sehat yang ekstrem. Kapitulasi retail adalah bahan bakar buat kenaikan berikutnya.

“Whales yang terus akumulasi di tengah kerugian retail menunjukkan adanya perpindahan aset dari ‘tangan lemah’ ke ‘tangan kuat’. G-Protocol Filter: Retail nangis, paus kenyang. Sejarah 2019 bakal terulang kalau paus nggak berhenti makan,” jelasnya.

Baca juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melejit 4,28% ke $68.206


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melejit 4,28% ke $68.206

Harga BTC hari ini menunjukkan lonjakan signifikan setelah Bitcoin (BTC) menguat 4,28% dalam 24 jam terakhir ke level $68.206,06 per koin.

Kenaikan ini mempertegas momentum bullish jangka pendek, sekaligus membawa harga semakin dekat ke area psikologis $70.000.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $1,36 triliun dan volume perdagangan harian menyentuh $51,43 miliar, minat beli terlihat meningkat tajam dibandingkan sesi sebelumnya.

Lonjakan volume ini mengindikasikan partisipasi pasar yang kuat, baik dari trader ritel maupun institusional.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Masuki Zona Hijau, Bitcoin Naik ke $65.408

Pergerakan Harga 24 Jam: Volatil tapi Bullish

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di rentang harga terendah $64.767,21 dan tertinggi di level $69.953,53.

Harga sempat hampir menembus $70.000 sebelum mengalami sedikit koreksi tipis (-0,06% dalam 1 jam terakhir). Meski demikian, struktur pergerakan tetap menunjukkan dominasi buyer.

Kenaikan harian sebesar $2.983,33 (+4,57%) menjadi salah satu reli intraday terbesar dalam beberapa pekan terakhir.

Dalam 7 hari terakhir, BTC juga masih mencatatkan kenaikan +1,8%, mengindikasikan adanya pemulihan bertahap.

Namun, Tekanan Bulanan Masih Terasa

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 26 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 26 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meski reli jangka pendek cukup agresif, performa dalam 30 hingga 90 hari terakhir masih mencerminkan fase koreksi:

  • 30 Hari: -23,05%
  • 60 Hari: -22,19%
  • 90 Hari: -25,15%

Artinya, meskipun saat ini BTC bangkit, tren menengah masih dalam proses pemulihan dari tekanan signifikan.

Kenaikan ke atas $68.000 bisa menjadi sinyal awal pembalikan tren, tetapi konfirmasi lebih lanjut masih dibutuhkan.

Posisi Terhadap Rekor Tertinggi

Bitcoin masih berada jauh dari rekor tertingginya di $126.198,07.

Dengan suplai beredar mencapai 19,99 juta BTC atau sekitar 95,21% dari total maksimum 21 juta BTC, aspek kelangkaan tetap menjadi narasi fundamental jangka panjang.

Fully Diluted Valuation (FDV) kini berada di kisaran $1,43 triliun, mendekati kapitalisasi pasar saat ini.

Struktur suplai yang hampir maksimal ini membuat setiap lonjakan permintaan berpotensi berdampak signifikan pada harga.

Analisa Teknikal: Uji Area Psikologis $70.000

Dari sisi teknikal, Tokocrypto mencatat adanya beberapa level penting yang perlu diperhatikan oleh para investor:

  • Support terdekat: $65.000
  • Support kuat: $64.700
  • Resistance utama: $70.000
  • Resistance lanjutan: $72.000

Jika BTC mampu menembus dan bertahan di atas $70.000 dengan volume tinggi, potensi rally lanjutan menuju $72.000–$75.000 semakin terbuka.

Sebaliknya, jika terjadi penolakan kuat di area $69.900–$70.000, koreksi sehat menuju $65.000 bisa terjadi sebelum melanjutkan tren.

Lonjakan volume di atas $50 miliar menunjukkan bahwa pergerakan ini bukan sekadar pantulan teknikal kecil.

Namun, trader tetap perlu mengantisipasi volatilitas tinggi menjelang breakout area psikologis.

Faktor Sentimen Pasar

Sebagai aset kripto dengan peringkat pertama dan dominasi pasar terbesar, pergerakan Bitcoin sering menjadi penentu arah altcoin.

Reli kuat BTC biasanya diikuti arus dana masuk ke pasar kripto secara keseluruhan. Dengan kapitalisasi pasar menembus $1,36 triliun, sentimen global terhadap kripto tampak membaik.

Namun, faktor makro seperti kebijakan suku bunga, arus ETF, dan kondisi ekonomi global tetap menjadi katalis penting yang bisa mempercepat atau menghambat momentum ini.

Outlook Jangka Pendek

Dalam jangka pendek, momentum berada di sisi bullish. Breakout valid di atas $70.000 akan menjadi konfirmasi teknikal penting bagi kelanjutan tren naik.

Namun, mengingat koreksi 3 bulan terakhir masih cukup dalam (-25%), sebagian analis melihat reli ini sebagai fase pemulihan awal, bukan euforia penuh.

Manajemen risiko tetap menjadi kunci, terutama bagi trader leverage yang rentan terhadap likuidasi saat volatilitas meningkat.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin ke $63.647, Masukin Fase Uji Support

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan kekuatan signifikan dengan kenaikan 4,28% ke $68.206. Volume tinggi dan struktur harga yang mendekati $70.000 memberikan sinyal positif bagi kelanjutan tren.

Area $70.000 kini menjadi level krusial yang akan menentukan arah selanjutnya: apakah Bitcoin siap melanjutkan reli menuju $75.000, atau justru mengalami koreksi jangka pendek sebelum melanjutkan kenaikan?

Investor dan trader disarankan untuk memantau volume, sentimen pasar global, serta respons harga di area resistance psikologis tersebut dalam beberapa hari ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Masuki Zona Hijau, Bitcoin Naik ke $65.408

Harga BTC hari ini menunjukkan pergerakan positif setelah beberapa pekan berada dalam tekanan.

Dalam catatan Tokocrypto pada Rabu (25/2), harga Bitcoin (BTC) tercatat di level $65.408,60 per koin, menguat +2,93% dalam 24 jam terakhir.

Kenaikan ini mendorong optimisme jangka pendek di tengah koreksi tajam yang masih membayangi performa bulanan dan kuartalan aset kripto terbesar di dunia tersebut.

Secara fundamental, kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1,307 triliun, dengan volume perdagangan harian mencapai $41,97 miliar.

Angka ini menunjukkan likuiditas yang tetap tinggi dan minat pasar yang belum surut meski volatilitas meningkat.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Tekanan Jual Bitcoin Anjlok 4,75% ke $64.735

Pergerakan Harga 24 Jam Terakhir

Dalam rentang 24 jam, BTC bergerak di antara harga $62.553,19 (terendah) hingga $66.284,59 untuk level tertinggi.

Rentang volatilitas ini menegaskan adanya tekanan jual dan beli yang cukup seimbang. Walaupun dalam 1 jam terakhir harga sempat terkoreksi sekitar -0,8%, secara keseluruhan sentimen intraday masih cenderung bullish.

Kenaikan harian sebesar $1.812,27 (+2,85%) memberi sinyal adanya rebound teknikal setelah tekanan jual sebelumnya. Namun, jika melihat gambaran lebih luas, tren menengah masih menunjukkan pelemahan.

Tekanan dalam 30–90 Hari

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 25 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 25 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meski hari ini BTC menguat, performa dalam 30 hingga 90 hari terakhir masih negatif:

  • 30 Hari: -25,00%
  • 60 Hari: -25,22%
  • 90 Hari: -28,20%

Koreksi lebih dari 25% dalam tiga bulan menandakan pasar masih berada dalam fase konsolidasi besar atau bahkan tren turun menengah.

Hal ini membuat sebagian analis melihat kenaikan hari ini sebagai potensi relief rally, bukan pembalikan tren jangka panjang.

Posisi terhadap All-Time High

Bitcoin masih jauh dari rekor tertingginya di $126.198,07. Artinya, harga saat ini masih terkoreksi hampir 50% dari level puncak tersebut. Kondisi ini membuka dua skenario besar:

  1. Skenario Rebound Bertahap: Jika BTC mampu bertahan di atas $65.000 dan menembus resistance $66.500–$67.000, maka peluang menuju $70.000 kembali terbuka.
  2. Skenario Koreksi Lanjutan: Jika gagal mempertahankan support $62.500, tekanan jual dapat kembali membawa harga ke area psikologis $60.000.

Struktur Pasokan dan Dominasi Pasar

Saat ini, suplai beredar Bitcoin berada di angka 19,99 juta BTC, atau sekitar 95,21% dari total maksimum 21 juta BTC.

Artinya, suplai baru semakin terbatas, yang dalam jangka panjang menjadi faktor fundamental bullish karena kelangkaan aset.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (Fully Diluted Valuation/FDV) berada di $1,373 triliun, mencerminkan valuasi maksimal jika seluruh 21 juta BTC telah beredar.

Sebagai aset kripto dengan peringkat #1 berdasarkan kapitalisasi pasar, Bitcoin masih menjadi barometer utama arah pasar kripto global. Pergerakan BTC kerap menentukan sentimen altcoin dan keseluruhan industri blockchain.

Analisa Teknikal Sederhana

Secara teknikal, beberapa level penting yang perlu diperhatikan:

  • Support kuat: $62.500
  • Support psikologis: $60.000
  • Resistance terdekat: $66.500
  • Resistance berikutnya: $70.000

Volume perdagangan yang mendekati $42 miliar menunjukkan partisipasi pasar yang aktif. Jika volume tetap tinggi saat harga naik, ini bisa memperkuat validitas tren naik jangka pendek.

Namun, jika volume menurun saat harga mencoba menembus resistance, potensi penolakan (rejection) akan semakin besar.

Outlook Jangka Pendek

Dalam jangka pendek, Bitcoin menunjukkan tanda-tanda pemulihan teknikal setelah tekanan signifikan selama beberapa bulan terakhir.

Namun, dengan penurunan 7 hari masih berada di -3,21%, investor tetap perlu waspada terhadap volatilitas lanjutan.

Sentimen pasar global, arus dana institusional, serta faktor makroekonomi seperti kebijakan suku bunga dan inflasi masih menjadi katalis utama arah selanjutnya.

Baca Juga: Cadangan Bitcoin Binance Tembus Level Tertinggi Sejak 2024

Analisa harga BTC hari ini memperlihatkan sinyal rebound Bitcoin dengan kenaikan hampir 3% ke level $65.408.

Meski demikian, tren menengah masih dibayangi koreksi 25% dalam tiga bulan terakhir. Area $62.500 menjadi kunci pertahanan bullish, sementara $66.500–$70.000 menjadi zona uji kekuatan berikutnya.

Bagi trader jangka pendek, momentum saat ini membuka peluang spekulatif. Namun untuk investor jangka panjang, fase volatilitas ini bisa menjadi momen akumulasi bertahap dengan manajemen risiko yang disiplin.

Pergerakan selanjutnya akan sangat menentukan: apakah ini awal pembalikan tren, atau sekadar jeda sebelum koreksi berikutnya?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin ke $63.647, Masukin Fase Uji Support

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan tekanan jual masih membayangi pasar kripto.

Bitcoin (BTC) saat ini diperdagangkan di level $63.647,91 per BTC/USD, turun sekitar 1,89% dalam 24 jam terakhir.

Koreksi ini memperpanjang tren pelemahan mingguan yang tercatat minus 7,02%, sekaligus menegaskan fase konsolidasi bearish jangka pendek.

Kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1,27 triliun, mempertahankan posisinya sebagai aset kripto dengan peringkat 1 secara global.

Sementara itu, volume perdagangan 24 jam tercatat sebesar $44,40 miliar, mencerminkan aktivitas pasar yang masih relatif tinggi meski tekanan jual mendominasi.

Baca Juga: Cadangan Bitcoin Binance Tembus Level Tertinggi Sejak 2024

Pergerakan Harga dan Level Kunci

Dalam 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat bahwa harga BTC bergerak di rentang $63.561,78 – $66.592,02.

Level tertinggi harian di $66.592 menjadi resistance jangka pendek yang belum berhasil ditembus kembali setelah tekanan jual meningkat.

Secara teknikal, area $63.500 kini menjadi support terdekat yang sedang diuji. Jika level ini ditembus dengan volume besar, potensi penurunan lanjutan ke area psikologis $60.000 terbuka dalam waktu dekat.

Sebaliknya, jika buyer mampu mempertahankan zona ini, peluang rebound menuju resistance $66.500–$68.000 masih tersedia.

Dalam jangka lebih luas, BTC masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $126.198,07.

Artinya, harga saat ini masih berada sekitar 49% di bawah puncaknya, mencerminkan fase koreksi struktural yang cukup dalam dalam beberapa bulan terakhir.

Tekanan Bulanan Masih Signifikan

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 24 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 24 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Data historis menunjukkan tekanan jual tidak hanya terjadi dalam 24 jam terakhir. Dalam periode:

  • 30 hari: BTC turun 28,24%
  • 60 hari: turun 28,11%
  • 90 hari: turun 27,02%

Penurunan hampir 30% dalam tiga bulan terakhir mengindikasikan adanya fase distribusi atau koreksi besar setelah reli sebelumnya.

Kondisi ini biasanya dipengaruhi kombinasi faktor makroekonomi, sentimen pasar global, serta arus keluar modal dari aset berisiko.

Perubahan harga dalam 1 jam terakhir juga menunjukkan penurunan 0,74%, memperlihatkan volatilitas intraday masih aktif.

Struktur Pasokan dan Fundamental

Saat ini, jumlah Bitcoin yang beredar mencapai 19,99 juta BTC, atau sekitar 95,21% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

Artinya, mayoritas pasokan sudah berada di pasar, memperkuat narasi kelangkaan jangka panjang.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (Fully Diluted Market Cap) tercatat sekitar $1,33 triliun, relatif tidak jauh dari kapitalisasi saat ini.

Ini menunjukkan dampak suplai tambahan ke depan tidak terlalu signifikan, mengingat sisa BTC yang belum ditambang semakin terbatas.

Dari sisi fundamental, struktur pasokan yang hampir penuh sering menjadi faktor pendukung dalam siklus bullish jangka panjang.

Namun dalam jangka pendek, pergerakan harga tetap sangat dipengaruhi sentimen dan arus likuiditas global.

Sentimen Pasar dan Prospek Jangka Pendek

Dengan penurunan 7,02% dalam tujuh hari terakhir, pasar tampak berada dalam fase kehati-hatian. Trader jangka pendek cenderung menunggu konfirmasi pembalikan arah sebelum membuka posisi agresif.

Beberapa skenario yang perlu diperhatikan:

  1. Bullish scenario: Jika BTC mampu kembali menembus $66.500 dengan volume kuat, momentum rebound bisa membawa harga menuju $70.000.
  2. Bearish scenario: Break di bawah $63.500 berpotensi mempercepat koreksi ke $60.000 atau bahkan $58.000 sebagai support berikutnya.
  3. Sideways scenario: Konsolidasi di antara $63.000–$66.000 sebelum menentukan arah baru.

Secara umum, tren jangka pendek masih cenderung bearish, namun struktur jangka panjang Bitcoin tetap solid mengingat dominasi pasar dan fundamental suplai yang terbatas.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik ke $68.048, Rebound Tipis

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan tekanan jual masih membayangi dengan penurunan hampir 2% dalam 24 jam terakhir. Level $63.500 menjadi titik krusial yang menentukan arah pergerakan berikutnya.

Meski koreksi bulanan cukup dalam, fundamental Bitcoin sebagai aset kripto dengan kapitalisasi terbesar dunia tetap kuat.

Investor disarankan mencermati level support dan resistance kunci serta dinamika volume sebelum mengambil keputusan investasi.

Dengan volatilitas yang masih tinggi, manajemen risiko tetap menjadi faktor utama dalam menghadapi pergerakan harga Bitcoin saat ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com