Tag: bitcoin

  • Awal halving day, harga bitcoin masih bergerak wajar

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Memasuki periode awal halving day, pergerakan harga bitcoin diyakini masih akan stabil pada rentang US$ 8.500 per btc hingga US$ 10.000 per btc. Kondisi tersebut di perkirakan masih akan berlanjut sepanjang 2020.

    Sebagai informasi, halving day merupakan momentum pembatasan pasokan bitcoin yang terjadi setiap empat tahun sekali. Tahun ini, momentum tersebut jatuh di bulan Mei. Pada masa ini, supply bitcoin akan berkurang hingga 50% dan berpotensi mendongkrak harga naik.

    Banker dan Dosen Bina Nusantara (Binus) Hugo Prasetyo W mengungkapkan, pergerakan harga bitcoin sepanjang Mei 2020 masih bergerak wajar dan masih dalam tren kenaikan. Hal ini tercermin dari kenaikan harga bitcoin dalam beberapa waktu terakhir.

    Baca Juga: Belum melonjak signifikan di awal halving day, Bitcoin bisa diburu mulai sekarang

    Sepanjang Mei 2020 harga bitcoin diketahui sudah menanjak sebanyak 10,02% dari level US$ 8.624 per btc pada 30 April menjadi US$ 9.488 per btc. Sedangkan dalam sepekan terakhir, kenaikan harga bitcoin tercatat sebanyak10,31% dari level 11 Mei yakni US$ 8.601 per btc.

    Hugo menjelaskan, sepanjang halving harga bertahan di atas US$ 8.000 per btc. Angka tersebut sudah memenuhi biaya untuk menambang satu bitcoin, sehingga para penambang tidak merugi dan harga bitcoin diharapkan terus di atas itu.

    “Ini bukan berarti harganya lesu, karena harga sudah naik dari level US$ 7.000 per btc, dan sekarang stabil di US$ 8.500 per btc hingga US$ 10.000 per btc,” kata Hugo kepada Kontan, Minggu (17/5).

    Baca Juga: Tembus US$ 9.000, Pergerakan Bitcoin Sulit Diprediksi Jelang Halving Day

    Dengan tren harga tersebut, Hugo memperkirakan pergerakan bitcoin hingga akhir tahun bakal berada di kisaran US$ 14.000 per btc. Hanya saja, potensi tersebut sangat bergantung pada pasokan dan permintaan bitcoin ke depan. “Umumnya, butuh waktu 1 -1,5 tahun setelah halving day, harga bitcoin melonjak tinggi,” ujarnya.

    Adapun sentimen yang mempengaruhi pergerakan harga bitcoin yakni langkah China yang mulai menerapkan yuan digital berbasis crypto. Selain itu, upaya Libra (mata uang crypto) melanjutkan proyeknya untuk penetrasi crypto.

    Untuk itu, Hugo menilai belum terlambat bagi investor yang ingin berburu bitcoin saat ini. Adapun level support terkuat berada di US$ 8.500 per btc dan resistance kuat secara harian di US$ 10.000 per btc dan secara mingguan di level US$ 10.500 per btc.

    “Jika harga sudah menembus level resistance, maka level resistance selanjutnya bakal menuju level US$ 12.000 per btc,” tandasnya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Kripto Minggu Ketiga Mei: Apakah Bear Market akan segera tiba?

    Bulan Mei telah berlalu lebih dari setengahnya. Halving telah terjadi seminggu lalu. Bagaimana dengan pasar crypto? Apakah akan terus mengalami kenaikan? Atau malah bear market? Kita coba analisa bareng-bareng yuk!

    Fundamental: Hash rate menurun. HATI-HATI!

    Berdasarkan data dari blockchain.com, sejak 10 Mei 2020 atau menjelang halving Bitcoin, nilai hash rate bitcoin turun jauh dari 136 juta TH/s ke titik lokal terrendah di 91 juta TH/s di tanggal 14 Mei 2020 kemarin. Hal ini pun diikuti dengan melemahnya momentum bullish bagi bitcoin, diikuti dengan 2 kali “dump”. Pertama di 10 Mei 2020 ke sekitar 8100 USD dan pada 15 Mei 2020 dari USD 9800 ke USD 9300-an.

    Secara sederhana, hash rate adalah aktivitas dari jaringan blockchain bitcoin. Hash rate yang tinggi menunjukkan sehatnya jaringan bitcoin, begitu pula sebaliknya. Turunnya hash rate bisa jadi mengindikasikan banyaknya miners yang merasa harus mengurangi aktivitasnya, mungkin karena tidak seimbangnya pemasukannya akibat halving dari bitcoin.

    Baca Juga: Berharap pada Ethereum Sebelum Bitcoin Halving

    Bear-Market-tokocrypto

    Secara teknikal, kita dapat melihat adanya rejection dari garis tren di timeframe 1 minggu. Gagal menembus garis ini akan mengindikasikan bitcoin telah kehilangan momentum bullishnya dan kita perlu mengantisipasi adanya penurunan ke zona 8000-an USD.

    bear-market-bitcoin-tokocrypto

    Baca Juga: Ayo Bitcoin Halving, Tunjukkan Taringmu!

    Mengantisipasi Datangnya Golden Cross

    Selain itu, kita dapat juga mengantisipasi adanya indikator bullish golden cross, yaitu saat MA 50 berada di atas MA 200. Jika Bitcoin dapat menutup minggu ini dengan candlestick yang bullish, kita dapat mengharapkan hal tersebut terjadi. Namun, masih kurang tepat jika asal masuk sekarang, karena belum ada konfirmasi

    bear-market-bitcoin-tokocrypto



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Turun Drastis, Namun, Analis Ini Masih Bullish

    Bitcoin (BTC) kembali menjadi berita utama setelah aksi harga yang luar biasa yang telah dialami sebelum dan sesudah momen Halving terjadi.

    Cryptocurrency utama ini telah menembus level resistance utama di $10.100 pada tanggal 7 Mei. Ini sangat penting karena penembusan di level berikut bisa menjadi catalis untuk rally besar. Sangat disayangkan bahwa, bull tidak bisa menembus level lebih tinggi dan pullback terjadi ke Rp 130 juta-an.

    Beberapa jam setelah Halving terjadi, harga tertinggi ditutup pada Rp 144 juta-an. Dan, harga kembali mengalami retrace ke Rp 130 juta-an

    Harga tidak jatuh ke Rp 120 juta-an karena ada level support yang kuat di Rp 127 juta-an.

    Namun, beberapa menit lalu, trader di Bitmex melikuidasi $28 juta, yang menyebabkan harga terjun payung.

    Pada saat pers, harga BTC berada di Rp 141 juta-an.

    Baca Juga: Tokocrypto, Pedagang Aset Kripto Pertama yang Teregulasi di Indonesia, Berhasil Raih Pendanaan dari Binance

    Resistance Kuat

    Josh Rager, analis terkenal di Twitter, mengatakan bahwa ada level support di $9.550 (Rp 142 juta), namun, jika tidak bisa bertahan disini, harga akan kembali ke level rendah $9.000-an ($9.000-$9.300).

    Terlepas dari tingkat volatilitas yang tinggi, salah satu analis paling terkemuka di industri cryptocurrency memperkirakan bahwa Bitcoin siap untuk koreksi tajam sebelum melanjutkan langkah Bullish bersejarahnya.

    Baca Juga: Bitcoin Masih Ada Peluang Untuk Kembali Naik Ke Harga Ini

    Big Cheds, seorang analis populer di Twitter membicarakan hal ini dalam sebuah cuitan, menjelaskan bahwa Bitcoin terlihat “jelas untuk terbang.”

    “Bitcoin Heikin Ashi Mingguan terlihat jelas untuk lepas landas.”

    Ada kemungkinan kuat bahwa benchmark cryptocurrency akan segera menargetkan level tertinggi baru tahun ini karena kekuatan teknisnya mulai meningkat.

    Level tertinggi ini saat ini ditetapkan pada $ 10.500, dan ini terjadi pada level teknikal penting yang bertepatan erat dengan trend penurunan yang terbentuk sebagai akibat dari penurunan crypto dari level tertinggi $ 13.800 pada bulan-bulan musim panas 2019.

    Trader populer lainnya baru-baru ini menjelaskan bahwa ia mengharapkan BTC untuk menguji level kunci ini di hari-hari mendatang, dengan mengatakan:

    “Akses BTC diberikan untuk Bulls. Harga perdagangan di atas pemicu Bulls saya, mari kita lihat apakah itu bertahan. Di atas level S / R Bulanan + Mingguan serta rentang waktu yang rendah. Terus bertahan di atas $ 9.350 dan saya melihat kami memacu untuk $ 10.5ribu.”

    Di sisi fundamental, The Fed, bank central Amerika telah menambahkan stimulus sebanyak $2.6 triliun ke ekonomi mereka. Mungkin tidak berkorelasi langsung terhadap pasar cryptocurrency.

    Jika ekonomi pulih dengan lambat, maka banyak orang yang akan melirik ke ruang cryptocurrency untuk melawan inflasi. Perlu dicatat bahwa Bitcoin berkinerja lebih baik dari S&P 500.

    Namun, perlu diingat bahwa pullback akan segera terjadi cepat atau lambat. Jika anda mempunyai Bitcoin, menjual di harga saat ini sudah sangat menguntungkan.

    Note: ini bukan nasihat investasi





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pesan Rahasia Beberapa Menit Sebelum Bitcoin Halving

    Ternyata ada pesan rahasia yang disematkan di block ke-629.999, satu block menjelang block Halving (630.000). Pesan itu mengingatkan publik pada pesan tersembunyi di block perdana (genesis block), block ke-0 Bitcoin pada 3 Januari 2009 silam.

    Pesan yang disematkan di block ke-629.999 itu adalah: “NYTimes 09/Apr/2020 With $2.3T Injection, Fed’s Plan Far Exceeds 2008 Rescue”. Pesan itu mengacu pada berita di The New York Times pada 9 April 2020, soal rencana pengguliran dana tambahan oleh The Fed (Bank Sentral Amerika Serikat) untuk menyelamatkan ekonomi, yang besarannya melebihi pada krisis tahun 2008 lalu.

    F2Pool yang menambang BTC di blok tersebut memang sengaja menyematkan pesan itu, sebagai pengingat akan potensi bahaya inflasi akibat penerbitan uang dalam jumlah yang banyak ke dalam sistem ekonomi.

    Sedangkan mekanisme ekonomi di Bitcoin adalah sebaliknya, justru secara bertahap laju pasokan diturunkan menjadi separuh melalui Bitcoin Halving. Bitcoin Halving III, 12 Mei 2020 itu adalah Halving Ketiga, di mana imbalan terhadap penambang berkurang dari 12,5 BTC menjadi 6,25 BTC per block.

    Pesan itu mengingatkan publik pada pesan di Genesis Block tahun 2009 silam. Kala itu pesan yang disematkan oleh Pencipta Bitcoin, Satoshi Nakamoto adalah: “The Times 03/Jan/2009 Chancellor on brink of second bailout for banks”.

    Pesan itu mengacu pada judul utama surat kabar Inggris The Times, soal dana talangan tahap kedua oleh Bank Sentral Inggris kepada sejumlah bank, di kala krisis itu.

    Dengan kata lain, sejak 12 Mei 2020 pukul 02:23 WIB hingga 210.000 block (setara 4 tahun) berikutnya, maka jumlah Bitcoin kian langka, dari 1800 BTC per hari menjadi hanya 900 BTC per hari. Inflasi juga berkurang dari

    Berita Terkait: Waspada! Bearish Bitcoin Membayang-bayangi

    Ini yang membuat Brian Kelly, penulis buku The Bitcoin Big Bang mengatakan kepada CNCB, bahwa ketika Bank Sentral AS melakukan “pelonggaran kuantitatif” maka Bitcoin melakukan sebaliknya “pengetatan kuantitatif”. [red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • MicroStrategy Siap Kucurkan Setengah Miliar Dolar untuk Borong Bitcoin Lagi

    MicroStrategy, perusahaan perangkat lunak dan juga investor besar Bitcoin (BTC), dikabarkan tengah bersiap untuk menginvestasikan hampir setengah miliar dolar untuk membeli Bitcoin setelah penutupan penawarannya karena berkaitan dengan penjualan surat berharga senior.

    Baca Juga: Bitcoin Use Cases

    Awal bulan ini, perusahaan mengumumkan rencana untuk menjual dengan maksud untuk mendanai investasi tambahan dalam Bitcoin.

    Sementara banyak orang telah menjual kepemilikan mereka sebagai akibat dari banyak berita suram tentang aset dan masa depannya, dari tweet Elon Musk hingga pemerintah tertentu mengambil sikap. Ada sejumlah ahli, seperti Michael Saylor, CEO dari perusahaan ini, yang tetap bertahan sebagai pendukung kuat cryptocurrency .

    Awal pekan ini, Saylor turun ke Twitter untuk membagikan pengarsipan sekuritas yang merinci penutupan penjualan tersebut. Obligasi tersebut jatuh tempo pada tahun 2028 dan dikenakan tingkat bunga tahunan sebesar 6,125%.

    MicroStrategy mampu mengumpulkan $ 500 juta, menghasilkan perusahaan $ 488 juta untuk diinvestasikan setelah mereka mengurangi diskon pembeli awal dan biaya lainnya.

    MicroStrategy menegaskan bahwa hasil penjualan ini akan digunakan untuk memmborong Bitcoin lagi. Dalam siaran pers, perusahaan mengatakan:

    “MicroStrategy bermaksud menggunakan hasil bersih dari penjualan uang kertas untuk memperoleh Bitcoin tambahan.”

    Penjualan obligasi ketiga ini menandai maksud perusahaan untuk mengamankan Bitcoin dalam waktu kurang dari setahun. Perusahaan tersebut, tentu saja, telah menjadi investor lama dan pengumuman tersebut tampaknya telah memicu kenaikan harga.

    Crypto utama ini telah mencapai titik tertinggi dalam lebih dari dua minggu pada hari Senin ini, mencapai $ 41.046,77, naik 11% dari harga Jumat lalu.

    Baca Juga: Pembayaran Dengan BTC Mungkin Akan Hadir di Twitter

    Meltem Demirors, kepala strategi di CoinShares di London mengatakan:

    “[Penawaran MicroStrategy] itu akan menjadi katalis kenaikan harga besar-besaran karena $ 488 juta adalah banyak aliran masuk.. Pedagang akan memposisikan diri mereka di sekitar peristiwa itu karena mereka tahu akan ada volatilitas.”

    Selain dari pengaruh MicroStrategy ini, cuitan Elon Musk pun sepertinya juga menjadi salah satu penggerak kenaikan BTC untuk melewati level psikologis utama di $ 40.000, dimana kepercayaan investor kembali tumbuh saat ia mengatakan kalau Tesla akan kembali menerima BTC, asal sudah ditambang dengan energi yang terbarukan dan bebas emisi karbon. Kita tunggu saja!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Use Cases – Tokocrypto News

    Blockchain berhasil mendapatkan popularitas besar dalam dekade terakhir, berkat bitcoin. Namun, kasus penggunaan blockchain telah berkembang jauh melampaui aset kripto saat ini. 

    Teknologi blockchain muncul sebagai game-changer untuk berbagai industri, seperti industri kesehatan, real estate, logistik, IoT dan sebagainya. 

    Popularitas blockchain dan peningkatan aplikasi industri meroket karena kualitasnya bawaannya, yaitu sebagai buku besar yang terdesentralisasi dan terdistribusi, tidak dapat diubah dan sepenuhnya transparan. Tidak perlu otoritas terpusat untuk mengelola jaringan blockchain. Semua rekan di jaringan dapat memverifikasi informasi yang disimpan dalam buku besar blockchain. Sangat aman dan andal. 

    Baca Juga: Ingin Stop Loss? Gunakan Pola Candlestick Morning Star InI!

    Pada dasarnya, kualitas teknologi blockchain ini menjadikannya salah satu teknologi paling revolusioner. Teknologi blockchain menawarkan banyak kemungkinan kasus penggunaan untuk bisnis di semua industri. 

    Menurut data terbaru, Compound Annual Growth Rate (CAGR)  pasar blockchain global diproyeksikan tumbuh 67,3% mencapai nilai US$ 39,7 miliar antara tahun 2020 hingga 2025. 

    Berikut use case dari beberapa teknologi blockchain yang dikategorikan dalam industri tertentu:

     

     

    Kontrak berbasis blockchain yang diberlakukan secara real time. Dibuat sebagai kesepakatan antara kedua pihak atau lebih tanpa keterlibatan perantara. Smart contract dapat ditemui di seluruh jaringan blockchain yang terdistribusi dan terdesentralisasi. Saat ini smart contract menjadi pokok dalam industri kesehatan, real estate hingga lembaga pemerintah.

     

     

    Industri Internet of Things (IoT) berkembang pesat dengan berbagai perangkat yang terhubung. Jumlah ini akan terus bertambah sehingga akan meningkatkan peretas dapat dengan mudah menembus data anda melalui perangkat yang terhubung. Dengan mengintegrasikan teknologi blockchain di perangkat IoT, kemungkinan pelanggaran data dapat dikurangi secara signifikan.

     

    • Personal Identity Security

     

    Pencurian dan peretasan identitas pribadi adalah kejahatan yang sedang marak terjadi di dunia maya saat ini. Mulai dari meretas data pribadi hingga memalsukan data identitas. Blockchain dapat membantu memerangi kejahatan ini dengan menyimpan informasi pribadi yang penting (seperti nomor KTP, akte kelahiran, alamat, dsb) pada buku besar yang terdesentralisasi dan tidak dapat dirubah.

    Baca Juga: Tiga Koin Ini Melonjak Setelah Listing di Coinbase Pro

     

     

    Kurangnya komunikasi dan transparansi adalah masalah yang sering terjadi dalam dunia logistik. Hambatan ini menjadi nyata karena ribuan perusahaan beroperasi di domain ini. Disinilah transparansi data blockchain sangat berguna bagi industri ini. Teknologi blockchain dapat mengenali sumber data dan mengotomatisasi proses sehingga dapat membangun kepercayaan dan transparansi yang besar dalam dunia logistik.

     

     

    Perusahaan digital media dibebani dengan berbagai tantangan seperti privasi data, pembajakan, kekayaan intelektual, pembayaran royalti dan pelanggaran hak cipta. Dengan melibatkan blockchain dalam digital media, perusahaan dapat melindungi kekayaan intelektual mereka, menjaga integritas data, menargetkan pembayaran dengan tepat dan memastikan artis menerima royalti pada waktunya. 

    Pengaplikasian blockchain dalam berbagai sektor diharapkan dapat menjadi pendorong pertumbuhan di tahun-tahun mendatang. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah Sebabnya Kenapa Penjahat Lebih Suka Bitcoin Anonim Daripada Koin Privasi

    Jelajahcoin.com – Koin privasi telah mendapat banyak kecaman akhir-akhir ini, dan banyak koin dan token anonim terkemuka, seperti Bitcoin (BTC), zcash (ZEC), dan monero (XMR) mendapat kecaman dari para regulator. Yang mengklaim bahwa mereka adalah tanda pilihan bagi teroris, narkoba pedagang, dan pencuci uang.

    Banyak token ini telah dihapuskan dari platform utama di wilayah tertentu, seperti Jepang dan Korea Selatan baru-baru ini. Tetapi laporan baru (dibayar oleh operator koin anonimitas) menunjukkan bahwa penjahat tidak begitu tertarik pada token privasi.

    Laporan ini disponsori oleh Electric Coin Company (ECC), operator Zcash, dan dilakukan oleh RAND Europe. Sebuah lembaga nirlaba yang mengklaim bahwa publikasi tidak mencerminkan pendapat dari klien penelitian dan sponsornya. Dalam kedua kasus tersebut. Laporan membuat sejumlah klaim tentang cara para penjahat menggunakan (atau lebih tepatnya, tidak menggunakan) ZEC.

    Baca Juga: Penjualan Ripple (XRP) Turun tajam, ODL Mendapat Traksi

    Para penulis mengklaim bahwa hanya sejumlah kecil penjahat yang menunjukkan minat untuk menggunakan zcash. Salah satu alasan mengapa penjahat menjauh dari ZEC adalah fakta bahwa. Para penulis percaya, penjahat lebih suka bitcoin (BTC) karena anonim nya.

    Bitcoin lebih aman dalam jumlah daripada ZEC

    Transaksi ZEC yang lebih besar, mereka berpendapat, bisa terlalu mencolok – jadi untuk anonimitas sejati. Penjahat mungkin percaya ada keamanan dalam jumlah ketika bekerja di jaringan Bitcoin. Penulis itu menulis:

    “Volume transaksi yang tinggi pada blockchain dapat membantu mengaburkan pencucian uang dalam bitcoin. Sedangkan transfer nilai tunggal yang besar akan lebih menonjol (hanya berlaku untuk transaksi ZEC yang transparan, dan tidak terlindung) pada Zchain blockchain karena ada lebih sedikit keseluruhan transaksi saat ini.”

    Mereka juga mengklaim bahwa rata-rata penjahat tidak cukup pintar untuk menggunakan Zcash. Artinya sebagian besar dari mereka memilih untuk menjauh.

    “Penggunaan Zcash untuk tujuan ilegal atau kriminal sebagian terbatas karena kurangnya pemahaman tentang teknologi yang mendasari pada bagian dari penggunanya.”

    Ini, penulis menulis, didukung oleh bukti yang diperoleh dari wawancara yang menunjukkan “pengguna mungkin tidak memahami persyaratan membuat transaksi terlindung di zcash dan sebaliknya dapat menganggap bahwa semua transaksi zcash adalah anonim.”

    Klaim yang sama mengejutkannya adalah bahwa para penjahat khawatir bahwa zcash menampilkan terlalu banyak fitur kepatuhan – dan takut dengan “branding” token tersebut.

    Baca Juga: Tren Macro kemungkinan Akan Pengaruhi Harga Bitcoin Di Tahun 2020 Ini

    Para penulis menyatakan bahwa sementara koin privasi dapat dianggap oleh penjahat sebagai memastikan tingkat anonimitas yang serupa. Tata kelola Zcash dan brandingnya sesuai dengan Anti Pencucian Uang. Dan Melawan Pendanaan peraturan Terorisme dapat membuatnya kurang rentan terhadap eksploitasi untuk terlarang atau kriminal. tujuan.

    Alasan lain bagi para penjahat untuk menjauh adalah fakta bahwa para penjahat tidak percaya bahwa token sebenarnya sama anonimnya dengan yang dipecahkan. Dengan para penulis menyatakan bahwa “ada beberapa skeptis mengenai bagaimana anonim ZEC sebenarnya dan apakah masa depan penelitian akan mengidentifikasi kelemahan dalam fitur anonimitas ZEC. “

    “Gesekan yang relatif rendah dalam melakukan pembayaran internasional dengan hanya menggunakan nama samaran sebagai pengidentifikasi”. Adalah alasan lain mengapa bitcoin menjadi token bagi para penjahat, kata para penulis.

    Semua hal di atas, tutup penulis laporan, adalah alasan mengapa hanya 1% dari posting web gelap yang merujuk pada pembayaran kripto menyebutkan zcash, dan mengapa 0,15% dari dompet terkait web gelap adalah akun ZEC.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Halving Telah Usai. Lalu Sekarang Apa?

    Halving blok reward Bitcoin telah usai. Peristiwa yang terjadi setiap empat tahun sekali, telah terjadi pada Senin, 12 Mei 2020 lalu dan ini merupakan bagian dari protokol Bitcoin.

    Teori ekonomi menunjukan karena peristiwa ini mengurangi jumlah Bitcoin yang ada dalam jaringan, penambang hanya akan menerima dan menghasilkan jumlah Bitcoin baru setengah dari jumlah sebelum halving terjadi, sehingga hal ini akan berkaitan langsung terhadap pasokan Bitcoin baru dan diharapkan akan ada penambang baru yang terus bertambah. Asumsi ini membuat permintaan menjadi lebih konstan dan juga dapat memompa harga menjadi lebih tinggi.

    Beberapa hari menjelang halving kemarin, spekulasi terus meningkat. Harga Bitcoin naik dari kisaran $4.500 ke angka $10.000 atau naik sekitar 122%. Para trader mengantisipasi ledakan yang akan terjadi, apalagi dengan banyak pemberitaan utama mengenai “Breakout Bitcoin yang besar”.

    Namun, hal sebaliknya justru terjadi. Harga Bitcoin yang digadang-gadang menembus $10.000 kemudian turun dari $10.000 ke sekitar $8.600 hingga $8.700. Hal ini terjadi setelah jaringan Coinbase mengalami down dan “paus” menjual kepemilikan mereka.

    Baca Juga: Ingin Investasi Bitcoin Saat Halving? Simak Tips dari Pelaku Pasar Berikut Ini!

    Meskipun hype pada halving Bitcoin telah selesai, tidak ada yang benar-benar terjadi, meskipun sebenarnya terjadi penurunan pendapatan pertambangan dari $15 Juta menjadi sekitar $8 Juta hari ini. Harga juga sekarang terlihat berada di sekitar $8.900.

    Tidak Banyak yang Terjadi

    Sebelum halving, pada 8 Mei 2020, Pankaj Balani, CEO Delta Exchange, sangat bersemangat. Ia mengatakan “Trader akan sangat bullish menuju halving nanti dengan banyak yang berharap Bitcoin untuk menembus angka 11.000 setelah halving.”

    Setelah peristiwa halving terjadi, ia tetap optimis hal itu akan terjadi. “Halving terjadi sesuai yang diharapkan, lancar sehubungan dengan harga dan tingkat hash, dengan dampak yang sebenarnya akan muncul dalam beberapa minggu dan bulan ke depan.”

    Tingkat hash diprediksi juga akan naik, hal ini mengingat miners yang sudah “tua” akan menutup perangkatnya. Peristiwa ini juga terlihat dari naiknya tingkat hash dari 120.365m ke 121.038m.

    Viktor Bunin mengatakan, “Hal Paling menarik mengenai peristiwa (halving) ini adalah betapa antiklimaksnya peristiwa ini sendiri! Bayangkan jika Anda memberi tahu semua bankir (atau profesi apapun) di seluruh dunia bahwa gaji mereka akan dipotong setengah setiap 4 tahun? Akan ada kerusuhan!”

    Lebih lanjut ia menambahkan, “konsensus sosial tentang kebijakan moneter Bitcoin bertumbuh kuat dan fakta bahwa bahkan tidak ada ‘keluhan’ dari para penambang membuat peristiwa halving ini telah berhasil menunjukkan sistem ini berfungsi.”

    Baca juga:Pesan pada Halving Bitcoin Ketiga, Mengingatkan Alasan Bitcoin Tercipta

    Halving, Peristiwa Monumental

    Sinjin David Jung, direktur pelaksana Cadangan Moneter Blockchain Internasional, merasa peristiwa ini tetap menarik apapun yang terjadi. “Peristiwa halving adalah peristiwa yang benar-benar menarik, karena peristiwa ini tetap berlangsung walaupun dengan kondisi dan semua kekacauan yang terjadi di pasar. Ketidakstabilan finansial dan Quantitative Easing (QE) yang terjadi saat ini adalah bahan bakar untuk peluncuran “roket” Bitcoin yang tak terelakkan, Bitcoin akan melewati harga tertinggi masa lalu dalam tahun yang akan datang nanti.”

    Yang lain berpendapat halving itu sendiri adalah sebuah berita. Ray Youssef, CEO situs perdagangan peer-to-peer Paxful, mengatakan ia “menyoroti semangat dan persatuan komunitas Bitcoin. Bagian dari kemanusian ini lah yang akhirnya membawa saya dan salah satu pendiri Paxful kepada Bitcoin dan rasanya itu sangat menyenangkan untuk mengenangnya kembali.”

    Kedepannya, pasar mungkin perlu waktu untuk bereaksi terhadap peristiwa halving yang telah terjadi. “Pada titik ini saya sedang menunggu untuk melihat seberapa jauh peristiwa ini akan berjalan, khususnya menunggu koreksi pasar yang lebih luas dan juga kapitulalsi penambang. Selain itu, jangka menengah dan panjang pada Bitcoin terlihat menjanjikan,” jelas Evan Kuo, CEO Ampleforth.

    Dalam ketidakpastian ini, siapa yang akan mengira bahwa stabilitas Bitcoin akan menjadi penyelamat?

    Sumber





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Halving Bitcoin yang Ketiga Telah Usai!

    Peristiwa cryptocurrency paling ditunggu-tunggu tahun 2020, Halving Bitcoin (BTC), baru saja berlalu. Hanya terjadi setiap empat tahun sekali, blok reward penambangan Bitcoin yang baru-baru ini terjadi telah mengurangi blok reward Bitcoin dari 12.5 BTC ke 6.25 BTC.

    Peristiwa halving ketiga Bitcoin ini terjadi pada sekitar pukul 3:23 Malam EST atau 2:23 WIB . Menurut data dari Tradeblock.com. Setelah halving terjadi, Bitcoin diperdagangkan pada $8.500, dengan dominasi pasar sebesar 67% pada waktu rilis, menurut Coin360.

    Blok Reward Bitcoin ada di 50 BTC hingga 0,00000001 BTC

    Sejak blok Bitcoin pertama dibuat pada tahun 2009 silam, ada tiga peristiwa halving hingga saat ini. Berlangsung setiap 210.000 blok yang ditambang, atau kira-kira setiap empat tahun, halving blok reward Bitcoin saat ini sebesar 50%. Peristiwa halving pertama terjadi pada tahun 2012, memotong blok reward dari 50 BTC menjadi 25 BTC. Selanjutnya, peristiwa kedua terjadi pada tahun 2016 silam, dengan reward berkurang dari 25 BTC menjadi 12,5 BTC.

    Karena persediaan Bitcoin terbatas pada 21 juta koin, peristiwa halving Bitcoin akan terus berlangsung hingga tahun 2140, atau hingga BTC ke-21 Juta. Pada saat itu, blok reward harus mencapai 1 satoshi, atau unit terkecil Bitcoin di 0,00000001 BTC. Menurut Blockchain.com, pada saat publikasi, jumlah Bitcoin yang beredar berjumlah 18,37 juta.

    Baca juga: Melihat Dampak Bitcoin Halving bagi Exchange dan Trader

    Dampak Halving Bitcoin

    Karena dua peristiwa halving Bitcoin sebelumnya yang pada akhirnya berdampak pada harga Bitcoin secara positif, halving Bitcoin ketiga ini telah menjadi tema utama dengan beragam prediksi harga dan spekulasinya.

    Ada beberapa pemain crypto memprediksikan halving Bitcoin ketiga tidak akan berpengaruh pada harga Bitcoin, sebaliknya banyak juga yang menilai bahwa akan ada pengaruh dari peristiwa halving yang ketiga ini. Hal ini mengingat pasokan Bitcoin baru akan semakin berkurang.

    Lain hal dengan korelasi harga Bitcoin yang sebenarnya masih dipertanyakan, halving Bitcoin yang baru-baru ini terjadi memiliki dampak langsung pada miners. Sejumlah analis crypto memperkirakan halving akan segera memicu para penambang untuk berhenti menghasilkan Bitcoin baru karena sejumlah besar perangkat penambang akan menjadi usang.

    Baca Juga: Ingin Investasi Bitcoin Saat Halving? Simak Tips dari Pelaku Pasar Berikut Ini!

    Menurut wakil presiden Poolin Poole, Alejandro De La Torre, sejumlah penambang yang tidak mendapatkan keuntungan telah mulai mematikan peralatan mereka bahkan sebelum halving Bitcoin yang ketiga ini terjadi.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bukan Karena Elon, Harga Bitcoin Berpotensi Menjadi US$85 Ribu

    Setelah sempat menclok di US$31 ribu, harga Bitcoin hari ini naik lebih dari 11 persen dalam 24 jam di kisaran US$39 ribu. Jika mampu sentuh di atas US$40 ribu, sasaran berikutnya adalah US$85 ribu.

    Kemarin, Elon Musk pun memastikan Tesla akan menggunakan Bitcoin lagi sebagai alat pembayaran.

    Syaratnya hanya satu, yakni 50 persen tambang Bitcoin dunia harus menggunakan sumber listrik yang ramah lingkungan.

    Sesungguhnya faktor Elon Musk sangat bisa dikesampingkan, karena data harga lebih banyak bicara.

    Baca Juga: Prediksi Harga Bitcoin Menggunakan Moving Average

    Per 11 Juni 2021, Bitcoin masih berada di bawah tingkat moving average kunci, tetapi tanda-tanda pemulihan mulai tampak.

    Kajian oleh Decentrader menyoroti tiga indikator on-chain yang menandakan ada tren bullish akan berlanjut bagi Bitcoin terhadap dolar AS.

    Bitcoin telah menjalani satu bulan di bawah moving average 200-hari (200 DMA). Hal tersebut mencemaskan dan sejumlah faktor eksternal seperti sentimen geopolitik berpengaruh terhadap sentimen.

    Harga Bitcoin sempat berada di rentang antara support mingguan US$32 ribu dan resistance 200DMA di harga US$42 ribu.

    Ketidakjelasan setelah harga anjlok serta ketakutan terhadap pengumuman Presiden Biden pada pertemuan G7 terkait kebijakan AS terhadap aset kripto untuk saat ini menahan harga, jelas Decentrader.

    Kendati demikian, sejumlah tolok ukur on-chain menandakan kekuatan dan pemulihan dari fase bearish dalam bull market sedang berjalan.

    Tolok ukur tersebut termasuk sentimen alamat aktif, spent output profit ratio (SOPR) dan deviasi stock-to-flow.

    Baca Juga: Ingin Stop Loss? Gunakan Pola Candlestick Morning Star InI!

    Alamat aktif mengukur apakah Bitcoin terlampau dibeli atau terlampau dijual di harga tertentu relatif terhadap jumlah alamat aktif di blockchain Bitcoin.

    Indikator ini berada di posisi sama setelah bear market pada Desember 2018 dan anjlok pada Maret 2020. Jika pola tersebut berulang, maka harga Bitcoin dapat naik.

    Selain itu, garis proyeksi stock-to-flow turut menunjukkan reli belanjut.

    harga bitcoin

    Jika hal tersebut tidak terjadi, pencipta model ini PlanB berkata itu akan sangat mengejutkan.

    Di tengah harapan Bitcoin dapat menembus US$100 ribu tahun ini, Decentrader memrediksi hanya soal waktu sebelum Bitcoin kembali menguat.

    Kendati reli tidak terlalu kencang saat ini, secara fundamental tidak ada yang berubah dengan Bitcoin.

    “Kita hanya mengalami liputan media yang sangat negatif setelah mengalami reli kuat di awal tahun, sehingga harga dapat berlanjut meningkat ke garis stock-to-flowdi bulan-bulan mendatang. Hal ini berarti rekor baru bagi Bitcoin dapat dicapai sebelum akhir tahun, dimana garis stock-to-flow menandakan harga US$85 ribu” tandas Decentrader.



    Sumber : news.tokocrypto.com