Tag: bitcoin

  • 7 Tips Investasi Bitcoin Saat Halving Oleh Pelaku Pasar

    Bitcoin hingga saat ini masih menjadi kripto dengan  kapitalisasi terbesar, mendekati halving popularitas aset ini juga semakin tinggi.  Dengan adanya halving pelaku pasar juga bersiap untuk melihat pergerakan harga Bitcoin. Lalu bagi pengguna aset kripto apakah ini saat yang tepat untuk melakukan investasi Bitcoin ?

    Sebelum Anda memutuskan untuk berinvestasi, Ada baiknya Anda memperhatikan tips-tips investasi Bitcoin di situasi halving yang diberikan oleh para pelaku pasar berikut ini.

    Jangan All-in, Masuk Bertahap

    Momen halving memang menggiurkan, pasar juga dikabarkan akan ramai karena trader akan memantau pergerakan harga. Jika Anda sudah merasa yakin masuk ke pasar di situasi halving.

    Menurut Jeth Soetoyo CEO Rupiah Token dan Pintu menyarankan bagi para trader untuk bersikap waspada dan jangan asal memasukkan semua uang dalam crypto, kalau pun ingin masuk lakukan secara bertahap.

    Hal ini bukan tanpa alasan, meski dalam situasi halving para pengguna aset kripto yang ingin melakukan trading tetap harus memperhatikan manajemen risiko yang ada agar trading bisa dilakukan dengan aman dan tenang.

    Baca Juga: “Paus” Bitcoin Tidak Berniat Menjual dengan Harga Saat Ini

    Salah satu cara manajemen risiko adalah membagi modal trading secara bertahap, istilahnya jika modal pertama gagal Anda masih memiliki modal untuk trading selanjutnya.

    Pilih Investasi Menengah dan Jangka Panjang

    Kenaikan harga Bitcoin karena halving baru bisa dilihat dalam waktu beberapa bulan atau bahkan tahun tergantung dari kondisi yang ada. Oleh karena itu, momen halving ini bisa dimanfaatkan oleh para trader  atau holder untuk membeli Bitcoin dan menyimpannya lebih dulu kemudian dijual kembali ketika harga naik.

    Investasi ke Altcoin

    Menurut Vincent Poon Vice President Bithumb Global,  memilih investasi altcoin saat halving bisa jadi pilihan yang tepat. Karena kapitalisasi pasarnya lebih kecil dan mudah dimanipulasi jika ada kabar baik. Walau Bitcoin memang lebih stabil, namun menurut Vincent saat halving pasokannya akan berkurang dan ini bisa menyebabkan BTC mengalami fluktuasi harga yang besar.

    Karena itu jika Anda memang belum memiliki teknik analisis yang baik. Ada baiknya saat halving ini menggunakan altcoin untuk berinvestasi sambil melihat arah pergerakan harga Bitcoin selama halving ini.

    Baca Juga: Perkembangan Teknologi Penambangan Bitcoin

    Convert Keuntungan ke Stablecoin

    Apabila Anda sudah mendapatkan keuntungan dengan memanfaatkan momentum ini, menurut Teguh Harmanda, COO Tokocrypto cara yang bisa dilakukan adalah konversikan keuntungan tersebut ke dalam stablecoin agar lebih efektif dan mudah jika Anda ingin trading tanpa harus melakukan withdraw

    Tetap Disiplin

    Saat trading pastikan Anda tetap disiplin, Douglas Tan Founder Bullwhales yang juga seorang trader mengimbau kepada pengguna kripto bahwa trading atau investasi di situasi halving tetap harus dilakukan dengan disiplin dan hati-hati.

    Jangan terburu-buru yang bisa mengakibatkan kerugian dibandingkan keuntungan. Banyak investasi waktu untuk belajar sentimen pasar global terutama Bitcoin. Kemudian, menurut Wicky Zeroski trader profesional trading pun  harus dilakukan dengan membuat range trading plan yang cukup besar antara risiko dan imbalan yang didapat.

    Lihat Keadaan Market Global

    Menurut CEO TRIV, Gabriel Rey investasi saat halving masih harus menunggu kepastian pasar yang saat ini sangat tidak menentu, dan belum ada kepastian jelas kapan pandemi Covid-19 akan berakhir.

    Namun untuk trader saya sarankan lakukan eksekusi setelah mendapat kepastian pada kondisi pasar. Tapi jika memilih long term investor cara terbaik adalah DCA per harinya dan tidak memperhatikan short-term market, karena dalam 5-10 tahun aset pasti akan naik.

    Trading Derivatif BTC

    Saat halving menurut Chris Tahir, trader dan pendiri dari Cryptowatch menyarankan untuk melakukan trading dengan trading derivatif BTC. Karena dengan trading derivatif mobilitas lebih mudah untuk jual atau beli, dikarenakan dengan melakukan derivatif, harga turun pun bisa mendapatkan keuntungan. Namun apabila ada prediksi harga akan naik, maka boleh dilakukan transaksinya di pasar fisik (spot).


    Itu dia beberapa tips yang diberikan oleh pelaku pasar baik dari exchange atau para trader profesional. Berbagai tips ini bisa Anda gunakan atau dijadikan bahan pertimbangan, namun yang paling penting adalah tetap berhati-hati selama trading meski sedang halving.

    Sebaiknya Anda memiliki manajemen risiko yang baik dan tidak serakah serta gegabah jika melihat harga Bitcoin turun, karena perlu diingat biasanya dalam waktu beberapa bulan harga BTC akan meroket naik.

    Ini adalah artikel seri terakhir dari Bitcoin Halving, seri sebelumnya bisa Anda lihat di sini

    Ingin mengetahui pendapat mereka soal Bitcoin Halving? Anda dapat melihatnya di video berikut ini.

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengapa Batas Pasokan Bitcoin Ditetapkan Diangka 21 Juta?

    Telah diketahui bahwa, Bitcoin (BTC) memang diciptakan hanya ada 21 Juta token saja untuk memenuhi prinsip suplai terbatas guna menjaga nilainya, yang didukung dengan skema Halving untuk mencegahnya terkena inflasi. Ini berarti ada batas atas yang ditetapkan untuk Bitcoin, dan juga crypto lainnya untuk alasan yang serupa.

    Dalam kasus Bitcoin, batasan yang ditetapkan oleh penciptanya, Satoshi Nakamoto, adalah tepat diangka 21 juta token, dimana dngan membatasi persediaan maksimumnya, dan memperlambat laju di mana Bitcoin baru muncul (Halving), Satoshi bermaksud agar setiap unit Bitcoin individu (dikenal sebagai satoshi) dapat menjaga nilainya dari waktu ke waktu yang akan terus bermanfaat bagi pemegangnya.

    Menurut email yang konon dibagikan antara Nakamoto dan kontributor Bitcoin Core, Mike Hearn, Satoshi beralasan bahwa jika 21 juta koin digunakan oleh sebagian kecil dari ekonomi dunia, 0,001 BTC (1 mBTC), itu dapat bernilai sekitar € 1.

    Prediksi ini terwujud kembali pada tahun 2013, ketika Bitcoin pertama kali menembus titik harga € 1.000; setiap mBTC saat itu bernilai mendekati € 8,25.

    Meskipun Satoshi condong membandingkan harga Bitcoin dengan Euro dalam emailnya, beberapa matematika sederhana menunjukkan bahwa ia mungkin memiliki visi yang lebih besar untuk Bitcoin dan dapat menjelaskan mengenai angka 21 juta yang dipilihnya.

    Pada saat penciptaan Bitcoin, jumlah uang beredar seluruh dunia mencapai kisaran $ 21 triliun.

    Angka ini, dikenal sebagai jumlah uang beredar M1, terdiri dari nilai total semua uang fisik di dunia, termasuk uang tunai, koin, cek perjalanan, dan banyak lagi.

    Jika Bitcoin tumbuh menjadi mata uang dunia tunggal menggantikan semua mata uang yang termasuk dalam angka M1 — maka setiap BTC akan bernilai $ 1 juta. Karena ada 100 juta satoshi di setiap Bitcoin, ini akan menempatkan nilai setiap satoshi di $ 0,01.

    Menilik kemiripan angkanya, ini seperti sebuah hal yang tidak biasa, dan untuk dibilang sebuah kebetulan, masih terlihat terlalu direncanakan ya.

    Selain itu, masih ada alasan lain yang cukup masuk akal yakni dengan melihat parameter yang digunakan untuk mengontrol pasokan Bitcoin, yang akan menjadi jelas bahwa angka 21 juta BTC dapat memungkinkan jaringan untuk memastikan bahwa blok ditambang dalam jangka waktu reguler (10 menit).

    Ini juga memastikan bahwa jumlah Bitcoin yang dibayarkan kepada penambang karena Halving, karena persediaan maksimum kian mendekati batasnya.

    Baca Juga: Staking, Cara Mudah Mendapatkan Passive Income dari Aset Kripto

    Ternyata, parameter yang Satoshi tetapkan untuk ini telah mengarah pada produksi maksimum 21 juta BTC yang didasarkan pada skema matematis.

    Pada akhirnya, apakah alasan yang sebenarnya dari angka 21 juta itu masihlah sebuah tanda tanya besar, apakah berasal dari sudut pandang kesamaan dengan uang beredar ditahun kelahiran BTC, atau berasal dari skema matematis diatas, hanya Satoshi sajalah yang tahu persis!

    sumber

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analis Ini Sebut 4 Alasan yang Membuat Harga Bitcoin $22.000!

    Harga Bitcoin berada di jalur untuk mencapai $22.000 setara dengan Rp312 juta. Analis ini mengutip empat faktor utama yang dapat meningkatkan momentumnya.

    Philip Swift, seorang analis Bitcoin (BTC) dan pencipta Lookintobitcoin.com, menguraikan empat alasan mengapa harga BTC menuju ke $22.000. Baik faktor fundamental dan teknis menunjukkan momentum cryptocurrency teratas sedang menguat.

    Baca Juga: Survei: Pandemi Covid-19 Tingkatkan Minat Beli Bitcoin

    Faktor tersebut adalah persentase HODL satu tahun, penurunan cadangan pertukaran Bitcoin, tingkat pendanaan netral, dan akumulasi institusional menuju reli BTC yang berkepanjangan.

    “1 thn HODL% masih sangat tinggi? Ya. Bitcoin dikeluarkan dari bursa? Ya. Pendanaan masih netral? Ya. Lembaga masih membeli? Ya. Keren, Sampai jumpa di $ 22K dalam beberapa minggu ketika harga mencapai 350dma x 2 Pengali Rasio Emas,” tulisnya.

    Berikut ini uraiannya.

    Alasan Harga Bitcoin $22.000

    Persentase HODL Menunjukkan Kepercayaan Investor

    Ruang Bitcoin mengacu pada pemegang BTC lama sebagai “HODLers.” Gelombang HODL Satu Tahun menunjukkan pertumbuhan jumlah investor yang memegang BTC selama lebih dari setahun.

    Sejak harga Bitcoin yang anjlok pada Maret, Gelombang HODL Satu Tahun naik dari 59% menjadi lebih dari 62%. Sekarang berada pada titik tertinggi sepanjang masa, menandakan tren akumulasi yang jelas.

    bitcoin bullishGelombang HODL Bitcoin Satu Tahun. Sumber: lookintobitcoin.comKetika jumlah HODLers meningkat, itu menunjukkan keinginan untuk membeli dan menahan Bitcoin untuk waktu yang lama. Tren yang sedang berlangsung mungkin menunjukkan bahwa investor mengharapkan reli Bitcoin yang lebih luas dalam jangka panjang.

    Tingkat Pendanaan Netral

    Selama siklus naik, tingkat pendanaan Bitcoin dapat melonjak secara signifikan karena pemegang atau pembeli lama membanjiri short sellers.

    Pasar berjangka Bitcoin menggunakan mekanisme tingkat pendanaan untuk memastikan keseimbangan di pasar. Jika ada lebih banyak long daripada short, tingkat pendanaan menjadi positif. Jika demikian, pembeli harus mengkompensasi penjual pendek dan sebaliknya.

    Tingkat pendanaan rata-rata dari kontrak berjangka abadi Bitcoin adalah sekitar 0,01%. Selama beberapa bulan terakhir, tingkat pendanaan tetap di sekitar 0,01% atau terkadang di bawahnya.

    Ini menunjukkan bahwa ada keseimbangan yang layak antara pembeli dan penjual, dan pasar belum terlalu bergejolak.

    Seperti yang dilaporkan Cointelegraph, sekitar 145.000 BTC telah keluar dari bursa selama sebulan terakhir. Arus keluar pertukaran Bitcoin bulanan $ 2,3 miliar menunjukkan niat investor untuk mempertahankan kepemilikan BTC mereka sepanjang jangka panjang.

    Investor harus menyetor BTC ke bursa untuk menjual kepemilikan mereka. Oleh karena itu, ketika arus keluar meningkat, ini biasanya mengindikasikan bahwa investor berencana untuk menahan BTC untuk periode yang lama.

    Baca juga: Kenapa sih Harga Bitcoin Bisa Mahal?

    Institusi Membeli Bitcoin

    Di Amerika Serikat, Grayscale tetap menjadi titik masuk yang disukai bagi investor institusional ke Bitcoin. Grayscale Bitcoin Trust adalah sarana investasi terdekat dengan dana yang diperdagangkan di bursa, karena diperdagangkan secara publik di AS.

    Menurut Grayscale, perusahaan tersebut sekarang memiliki lebih dari 500.000 BTC, yang pada titik harga $ 16.700, bernilai lebih dari $ 8,35 miliar.

    Institusi terus mengakumulasi Bitcoin karena mencatat pemulihan yang kuat sejak awal 2020. Ketahanan BTC, terutama karena secara konsisten mengungguli emas, telah membuat penyimpanan proposisi nilai lebih menarik bagi institusi sepanjang tahun.

    Baca juga: Harga Bitcoin Melambung Tinggi, Ini yang Mungkin Terjadi Selanjutnya

    Harga Bitcoin 2017 VS Harga Bitcoin 2020

    Beberapa bulls menyatakan bahwa reli dalam bitcoin ini berbeda dari yang terjadi tiga tahun lalu yang menghasilkan pemalsuan dan membuat harga jadi sangat jatuh lebih rendah.

    Seperti yang ditunjukkan grafik di bawah ini, dilansir dari marketwatch harga bitcoin jauh lebih tinggi daripada saat ini tiga tahun lalu, tulis Matthew Weller, kepala riset pasar di GAIN Capital dalam catatan penelitian.

    Bloomberg, Matthew Weller.Weller menyarankan bahwa ada sedikit sensasi dalam pergerakan bitcoin kali ini dan oleh karena itu, mungkin lebih berkelanjutan bahkan jika ada kemunduran dalam beberapa minggu mendatang.

    “Bitcoin jelas overbought di sebagian besar kerangka waktu jangka pendek dan menengah, jadi kemunduran / konsolidasi singkat kemungkinan akan segera terjadi, tetapi cryptocurrency ini itutup tepat tiga hari di atas harga saat ini di dekat $18.000, jadi ada sedikit yang menghalangi resistensi overhead untuk mencegah tertinggi baru sepanjang masa tahun ini, ”tulisnya.

    Namun tyrader disarankan tetap berhati-hati dan memantau pergerakan Bitcoin, dan jika ingin melakukan perdagangan harap tetap perhatikan risiko yang ada. Sebab, Bitcoin hingga saat ini masih jadi aset yang fluktuatif jadi jangan serakah dan gegabah dalam menjual atau membeli Bitcoin.

    sumber.

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Catat! Sekarang Bitcoin Sering Diperdagangkan Selama Jam-Jam Berikut Ini

    Ditahun 2020, rupanya para pedagang Bitcoin (BTC) telah merubah kebiasaan mereka dalam bertransaksi, yakni pada sisi jam berdagang, meskipun pasar saham New York masih menjadi waktu yang mendominasi dari sisi volatilitas.

    Menurut data yang saat ini beredar di media sosial, volatilitas dari mata uang digital pertama di dunia ini sangat berkorelasi dengan pembukaan pasar Amerika Serikat, sehingga volatilitas sering ditemukan disini.

    Sebagai perbandingan, pembukaan pasar saham London dan Asia memiliki dampak yang jauh lebih kecil terhadap volatilitas harga Bitcoin, dibandingkan pasar saham AS.

    Mengunggah temuannya yang berhubungan dengan korelasi ini beberapa hari lalu di Coinbase, pedagang Hsaka mengatakan di Twitter:

    “Bisakah kita menghentikan perdagangan $ BTC selama jam-jam Asia + Euro.”

    Selain itu, data lebih lanjut dari analis on-chain Skew juga telah mengkonfirmasi trend jam perdagangan ini. Saat ini, sekitar jam 23.00 WIB, itu menandai waktu awal yang paling intens untuk perdagangan Bitcoin.

    Baca Juga: Seorang Pria Didenda Rp 1 Miliar karena Mempromosikan Skema MLM Crypto

    Dengan memantau data pada Coinbase, dan juga Binance, Skew menemukan bahwa pertengahan minggu juga lebih intens daripada awal atau akhir minggu kerja.

    Sementara diakhir pekan, seperti yang sering dilaporkan, masih menjadi sebuah pasar yang lebih tenang untuk Bitcoin.

    Sebagai contoh, selama 30 hari terakhir, Coinbase melihat volume rata-rata $ 6,5 juta antara jam 22.00 dan 23.00 WIB. Jam paling sunyi ialah pada jam 16.00 WIB, yang hanya menampilkan voluem rata-rata diangka $ 2 juta.

    Waktu itu sesuai dengan sekitar 23.00 WIB, atau 2,5 jam setelah pasar New York resmi dibuka.

    Ini-lah kenapa banyak trader pemula tidak bisa mengambil untung karena jam tidur kita adalah jam dimana perdagangan lagi ‘hot’, dan biasanya, kebanyakan trader pemula tidak menggunakan stop loss dan money management.

    Data tersebut mungkin telah menemukan kecenderungan yang berubah di antara para pedagang Bitcoin, mungkin karena meningkatnya prevalensi institusi di pasar sehingga volatilitas condong kewaktu dimana mereka mulai melakukan kegiatan, sehingga ini bisa menjadi momentum bagi Anda yang menyukai transaksi volatilitas seperti trading.

    Baca Juga: Analis: Bagaimana Pergerakan Harga Bitcoin Untuk Bulan Juli 2020?

     





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Koin DeFi Kalahkan Bitcoin – Tokocrypto News

    Korelasi negatif di pasar crypto antara koin kapitalisasi kecil dan kapitalisasi besar terlihat masih berlanjut akibat koin Decentralized Finance (DeFi) yang naik saat Bitcoin turun.

    Beberapa koin DeFi terlihat mengalami apresiasi yang signifikan bersama dengan turunnya Bitcoin ke bawah daerah $33.000.

    Korelasi Negatif Berlanjut Saat Bitcoin Jatuh

    Kemarin, Bitcoin menghadapi tekanan jual yang cukup signifikan sehingga membawa harganya untuk jatuh ke bawah $33.000. Akibat koreksi ini, mayoritas Altcoins mengalami koreksi sekitar 3% hingga 5%.

    Walau terdapat sentimen positif dari BlackRock, perusahaan pengelola aset terbesar di dunia, Bitcoin masih ragu-ragu untuk naik. Saat ini BlackRock telah mendapat persetujuan untuk memasukkan kontrak futures Bitcoin ke dalam pilihan aset dua dana kelolaannya.

    Baca juga:Harga Bitcoin Jatuh 15% dalam Satu Hari, Akibat Kesalahan Teknis

    Di saat yang bersamaan, sektor DeFi terus mengalami apresiasi dengan koin Venus (VXS) dan Fantom (FTM) yang naik sekitar 23% dalam satu malam. Selain itu jumlah dana yang terkunci di protokol DeFi juga naik tinggi menjadi $25,77 Miliar.

    Mengikuti kabar bahwa Janet Yellen akan resmi menjadi Menteri Keuangan Amerika, peraturan mengenai pemantauan pasar crypto terlihat dibahas kembali. Kabar baiknya, publik memiliki 60 hari untuk mengomentari peraturan ini sebagai bahan diskusi pemerintah sebelum penetapan.

    Mayoritas Pasar Keuangan Tertekan

    Tekanan jual nampaknya tidak hanya terbatas pada pasar crypto dengan pasar keuangan global yang juga tertekan. Pergerakan ini terjadi bersama kabar dana stimulus dari Joe Biden yang nampaknya akan lebih kecil dari rencana sebelumnya.

    Indeks saham Amerika, S&P 500 dan Dow Jones dan IHSG terlihat tertekan dengan penutupan lebih rendah kemarin sekitar 0.15%, 0.07%, dan 1,89%. Indeks saham Nasdaq menjadi salah satu indeks yang mengalami apresiasi setelah tertutup hanya 0,05% lebih tinggi.

    Emas juga terlihat masih terus tertekan akibat beberapa faktor yang membawa koreksinya hingga pembukaan hari ini hampir 1%. Salah satunya aset yang terlihat masih naik adalah koin DeFi yang memperkuat pulihnya korelasi negatif di pasar crypto antara koin kapitalisasi kecil dan besar yang terjadi sebelum pandemi.

    Baca Juga: Tips-tips Memilih Exchange Aset Kripto yang Tepat

    Koin DeFi Mempimpin

    Walau terdapat tekanan jual yang kuat pada koin besar seperti Bitcoin dan Ethereum, koin-koin DeFi terlihat mengalami apresiasi yang signifikan. Beberapa contohnya adalah koin UNI, LUNA, FTM, dan ALPHA.

    Uniswap (UNI) mengalami apresiasi dalam volume menjadi $6 Miliar pada 26 Januari 2021 yang mengangkat harganya ke harga tertinggi baru di sekitar $13,67. Terra (LUNA) juga naik sekitar 37% dan sedang berada di sekitar $1,20.

    Fantom (FTM) dan Alpha Finance (ALPHA) juga terlihat mengalami dorongan beli yang kuat dalam 24 Jam terakhir. Pergerakan ini didukung fakta bahwa harganya naik sekitar 22% dan 35% masing-masing.

    Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar crypto berada di $947,6 Miliar yang nampaknya terus naik akibat dorongan dari sektor DeFi. Dorongan ini terjadi akibat banyaknya inovasi terutama dalam jaringan ETH 2.0, yang menekan dominasi Bitcoin di pasar crypto menjadi 62,9%.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bank of Singapore: Bitcoin Bisa Gantikan Emas, Fiat Tetap Bertahan

    Bank of Singapore (BOS), yang terafiliasi dengan Bank OCBC dari ING Group mengatakan, Bitcoin (BTC) bisa menggantikan peran emas sebagai store-of-value. Sedangkan uang fiat tetap bertahan.

    “Bitcoin bisa menggantikan emas sebagai store-of-value setelah rintangan utama, seperti kepercayaan, volatilitas, penerimaan peraturan dan risiko reputasi bisa diatasi,” kata BOS dalam kajian terbarunya, dilansir dari TheNationalNews, Minggu (24/1/2021).

    Namun bank besar itu dengan tegas menyatakan, bahwa uang fiat yang diterbitkan oleh negara tidak bisa tergantikan oleh Bitcoin sebagai alat pembayaran.

    “Setelah kerugian rintang itu bisa diatasi, maka Bitcoin juga dapat digunakan dalam portofolio investor sebagai aset safe-haven potensial dan untuk diversifikasi aset,” sebut BOS lagi.

    Menurut BOS, investor memerlukan lembaga keuangan yang benar-benar terpercaya untuk dapat menyimpan Bitcoin secara aman.

    “Hal lainnya, likuiditas perlu ditingkatkan secara signifikan untuk mengurangi volatilitas ke tingkat yang dapat dikelola,” kata Mansoor Mohi-uddin, Kepala Ekonom Bank of Singapore.

    Terkiat volatilitas alias naik turunya harga dalam tempo yang sangat cepat, diakibatkan karena adanya konsentrasi kepemilikan Bitcoin dan volume pasar yang tipis.

    Ini merupakan salah satu hambatan terbesar untuk adopsi besar Bitcoin dalam transaksi dunia nyata, menurut Swiss Lombard Odier belum lama ini.

    “Bitcoin terkenal sangat tidak stabil karena reli selama setahun terakhir dari US$4.000 (Maret 2020) menjadi lebih dari US$40.000 (awal Januari 2021) dan kemudian kembali ke US$30.000,” kata Mohi-uddin.

    Bagai Mohi-uddin Bitcoin juga berkorelasi dengan pasar saham dan aset berisiko lainnya. Dalam krisis keuangan, aset kripto, khususnya Bitcoin lebih mungkin dijual oleh investor selama krisis pasar, seperti yang terjadi pada awal pandemi pada Maret 2020.

    Namun peningkatan partisipasi oleh investor institusional seperti manajer aset dengan cakrawala waktu jangka panjang, daripada pembeli ritel atau dana lindung nilai dapat membantu meningkatkan likuiditas, menurunkan volatilitas dan menyebabkan aksi harga lebih didorong oleh fundamental daripada spekulasi, menurut BOS.

    Baca Juga: CEO MicroStrategy: Regulasi Meningkatkan Investasi Bitcoin

    “Daya tarik mata Bitcoin di kalangan anak muda sebagian karena adanya nuansa kenyamanan. Bitcoin dan aset kripto lainnya juga mudah disimpan di dompet digital. Ini berbeda dengan logam mulia yang seringkali perlu disimpan di lokasi fisik yang aman dan tidak dapat digunakan dengan mudah untuk transaksi sehari-hari,” tambahnya.

    Sisi lain dari ini, adalah, mereka lebih mudah untuk dicuri oleh penipu. Ada juga risiko reputasi karena aset kripto telah banyak digunakan oleh penjahat, pencucian uang, dan pihak lain yang ingin memanfaatkan anonimitas mereka.

    Kerugian potensial lainnya adalah bahwa kendati pasokan logam mulia relatif terbatas, peluncuran aset kripto baru di masa depan berpotensi dapat mendevaluasi aset kripto lain yang ada saat ini.

    Volatilitas aset kripto, katanya tidak memungkinkan aset kripto digunakan dalam transaksi sehari-hari.

    Pasokan aset kripto, seperti Bitocin yang terbatas membuatnya tidak dapat memfasilitasi pertumbuhan aktivitas ekonomi. Bahkan pemerintah saat ini cenderung tidak mentolerir tantangan langsung terhadap kedaulatan moneter. Itulah sebabnya beberapa bank sentral telah mengembangkan mata uang digital mereka sendiri menggunakan teknologi blockchain.

    “Pemerintah sangat waspada terhadap teknologi apa pun yang berpotensi menggantikan mata uang nasional. Ini akan mengurangi kemampuan pembuat kebijakan untuk menerbitkan uang baru selama krisis ekonomi,” pungkas Mohi-uddin.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • CEO MicroStrategy: Regulasi Meningkatkan Investasi Bitcoin

    CEO dan pendiri dari MicroStrategy, Michael Saylor baru saja membuat pernyataan yang menarik perhatian pelaku pasar crypto. Ia mengatakan bahwa dengan meningkatnya regulasi dari pemerintah mengenai pasar crypto, ketertarikan terhadap investasi Bitcoin akan meningkat.

    Asumsinya adalah bahwa dengan adanya regulasi baru, aliran dana dari aset lain ke Bitcoin akan semakin tinggi. Asumsi ini membuat bingung akibat menyeleweng dari prinsip dasar Bitcoin dan crypto yaitu desentralisasi.

    Baca Juga: Cara Daftar Wallet Bitcoin dan Pentingnya Memiliki Wallet

    Regulasi Meningkatkan Investasi Bitcoin

    Dalam wawancara dengan Salt Talks, Saylor menyatakan pendapatnya mengenai pernyataan Calon Menteri Keuangan baru dari Kabinet Joe Biden, Janet Yellen.

    Yallen baru saja mengekspresikan kekhawatirannya mengenai penyalahgunaan mata uang crypto yang juga menjadi salah satu sentimen negatif untuk crypto pekan lalu.

    Saylor menyatakan bahwa kekhawatiran tersebut justru baik untuk Bitcoin dan pasar crypto. Hal ini disebabkan dengan kekhawatiran tersebut, akan tercipta regulasi baru yang mendorong investasi pada Bitcoin secara aman.

    Baca juga: Regulasi Crypto Dapat Mencegah Krisis Keuangan

    “Dengan sudah adanya regulasi yang mengatur institusi terhadap pasar crypto, regulasi lebih lanjut hanya akan meningkatkan pertumbuhan aliran dana dari aset lain menuju Bitcoin.” ujar Saylor

    Mayoritas institusi sudah melakukan pembelian Bitcoin melalui bursa yang teregulasi dengan kewajiban verifikasi KYC (know your costumer) dan implementasi AML (anti money laundering).

    Bukti Kepemimpinan Biden Bersahabat dengan Crypto

    Saylor menyatakan peningkatan dalam regulasi menandakan adanya apresiasi dalam kesadaran pemerintah terhadap permintaan investor. Sehingga tekanan dari pemerintah justru akan memberikan manfaat untuk Bitcoin dan pasar crypto.

    Tekanan yang sebelumnya terlihat negatif pada pekan lalu saat ini telah berubah menjadi positif. Hal ini disebabkan adanya pernyataan tambahan dari Janet Yellen.

    Penyataan tersebut menandakan bahwa pemerintah akan lebih peduli terhadap Bitcoin dan crypto secara menyeluruh dan bukan menekan pertumbuhannya. Pernyataan tersebut tidak disampaikan secara resmi namun adalah kesimpulan yang diambil pasar.

    Sebagai Calon Menteri Keuangan dalam kabinet Joe Biden, Yallen akan memiliki tanggung jawab yang besar serta hubungan yang erat dengan pasar keuangan.

    Melihat persepsinya yang masih positif terhadap pasar crypto, dapat disimpulkan bahwa ada bukti bahwa cabinet Joe Biden akan bersahabat dengan crypto.

    Desentralisasi Tapi Teregulasi?

    Walau terlihat akan aman di bawah kepemimpinan Joe Biden, Bitcoin dan pasar crypto mulai keluar dari sifat dasarnya sebagai aset terdesentralisasi. Hal ini disebabkan sebuah aset desentralisasi dibentuk untuk bergerak secara independen dan tidak terikat regulasi pemerintah.

    Michael Saylor menyatakan bahwa Bitcoin tidak harus bergerak tanpa regulasi untuk tumbuh sebagai aset desentralisasi. Namun pernyataan ini membuat pertanyaan, apakah Bitcoin akan menjadi aset yang hilang dari sifat nyatanya.

    Baca juga5 Kekeliruan Tentang Bitcoin dalam Sistem Keuangan Modern

    Hal ini disebabkan Satoshi Nakamoto menciptakan Bitcoin sebagai aset yang memberikan kebebasan tanpa terikat oleh pemerintah dan pihak ketiga. Tetapi dengan adanya perkembangan saat ini, kemungkinan independensi tersebut akan mulai luntur.

    Namun ada kemungkinan bahwa independensi tersebut dapat datang kembali. Masa tersebut kemungkinan akan datang jika Bitcoin sudah mulai diterima oleh masyarakat secara besar dan sudah mulai dipercaya sebagai alat transaksi.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Hedge Fund: Harga Bitcoin Rp1,6 Miliar di Agustus 2021

    Analis mengatakan dominasi Bitcoin dan Ethereum yang berkembang di pasar crypto adalah sinyal pasar bullish sangat berbeda dari sebelumnya. Data terbaru dari Pantera Capital, perusahaan investasi dan hedge fund, menunjukkan pergerakan harga Bitcoin (BTC) mengikuti lintasan model saham.

    Akibatnya, analis perusahaan tersebut percaya bahwa BTC akan mencapai $115.212 pada 1 Agustus 2021. Angka tersebut membuat Bitcoin mencapai harga tertinggi barunya yang setara dengan Rp1,6 Miliar.

    Bitcoin Diprediksi Mencapai Rp1,6 Miliar

    Apresiasi parabola Bitcoin mungkin telah menempatkan harga sedikit di depan proyeksi model. Namun koreksi 28% minggu ini membuat stagnasi sementara akibat koreksi tajam dan konsolidasi merupakan karakteristik dari pasar bullish.

    prediksi bitcoin

    Model ini berfokus pada dampak harga dari peristiwa halving Bitcoin. Menurut model tersebut, dampak dari penurunan pasokan Bitcoin muncul sekitar 6 bulan setelah halving.

    Sebelumnya, harga Bitcoin turun pada 11 Mei 2020 menuju $8.000 dan 6 bulan kemudian naik ke $15.000. Akibatnya, Bitcoin sedang diambang memasuki reli parabola ke level tertinggi baru sepanjang masa.

    prediksi bitcoin

    Grafik di atas menunjukkan kemajuan harga Bitcoin di hari-hari setelah halving terjadi. Pola serupa berkembang selama dua halving terakhir, hanya saja dengan rentang waktu yang berbeda.

    Kinerja BTC saat ini tampaknya berada dengan siklus pasar 2012-2016. Sehingga terdapat potensi harga Bitcoin dapat naik menuju $300.000 bahkan $400.000 sekitar 450 hari setelah halving 4 Agustus nanti.

    Tanda-tanda Siklus Pasar dari Bitcoin dan Ethereum

    Perbedaan signifikan lainnya antara apresiasi saat ini dengan 2017 adalah komposisi pasar secara keseluruhan dan nilainya. Mayoritas pasar saat ini berkonsolidasi di sekitar Bitcoin dan Ethereum (ETH).

    Hal ini disebabkan oleh investor institusional yang sejauh ini memilih blockchain paling aman untuk terjun mata uang crypto.

    “Apresiasi ini berbeda. Aliran dana besar-besaran dari token spekulatif tinggi yang tidak berfungsi pada tahun 2017 menuju #Bitcoin dan #Ethereum, menjadi penyebabnya, menurut Pantera Capital,” tulis Andy Yee, Direktur Kebijakan Publik untuk Visa di Tiongkok di akun twitternya.

    prediksi bitcoin

    Seperti yang ditunjukkan pada grafik di atas, Bitcoin dan Ethereum memiliki 86% kapitalisasi pasar dan 5.000 koin lainnya memiliki 14%. Sementara BTC mencapai puncaknya pada akhir tahun 2017, dua koin teratas memiliki total 52% dari kapitalisasi pasar.

    Hal ini menunjukkan bahwa BTC dan ETH telah mengkonsolidasikan pangsa pasar mereka selama tiga tahun terakhir. Akibatnya terdapat beberapa alasan yang memungkinan perpindahan dana menjadi lebih kuat.

    Baca juga: Dana Stimulus dan Harga Bitcoin, Terikat Tapi Tidak Erat

    Potensi alasan perpindahan dana ini adalah uang investor institusional yang berfokus pada Bitcoin sebagai titik masuk ke pasar cryptocurrency. Hal ini disebabkan keamanan jaringan dan infrastruktur penambangannya yang luas, serta ekosistem keuangan terdesentralisasi yang sedang berkembang.

    Sebagian besar jaringan tersebut dibangun di jaringan Ethereum. Seperti yang diketahui jaringan Ethereum telah bertanggung jawab juga atas pertumbuhan sektor DeFi.

    Baca juga: Ethereum Tembus $1.000, Diduga Cerminan dari Bitcoin

    Karena ekosistem DeFi terus berkembang, ia juga akan menarik perhatian institusional, yang selanjutnya meningkatkan harga Ethereum. Hal ini disebabkan interaksi dengan kontrak pintar dan platform DeFi di jaringan Ethereum.

    Data dari DefiPulse menunjukkan bahwa total nilai yang terkunci di DeFi sekarang mencapai $29,98 Miliar. Angka ini mendekati level tertinggi sepanjang masa sebesar $23,166 Miliar.

    Arus Dana Institusi Memicu Musim Altcoins

    Bitcoin dan Ethereum saat ini memegang 86% dari kapitalisasi pasar crypto. Jika mengacu pada siklus pasar sebelumnya, ada kemungkinan terjadi aliran dana dari mata uang kripto teratas menuju proyek baru yang menjanjikan.

    Dinamika ini telah membuat analis seperti Raoul Pal membuat pernyataan mengenai aliran dana. Ia memprediksi bahwa setelah Bitcoin dan Ethereum naik, perhatian berikutnya akan tertuju pada altcoins yang berisiko lebih tinggi.

    Baca Juga: Ethereum Mengirim Sinyal Bullish Masif saat Bulls Mengambil Alih

    Media juga melaporkan bahwa Goldman Sachs dikabarkan akan bersiap untuk menawarkan layanan penyimpanan crypto. Sehingga mereka juga dapat mempengaruhi siklus harga berikutnya untuk Bitcoin.

    Arus dana masuk yang berkelanjutan dari investor institusional dapat menjadi katalisator yang mengangkat harga Bitcoin. Selain itu, aliran dana ini juga akan menjaganya untuk tetap sejalan dengan proyeksi model stock-to-flow.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Alasan Anda Harus Memulai Investasi Bitcoin di Tokocrypto!

    Tahukah Anda selama pandemi Covid-19 beberapa aset kripto menunjukkan peningkatan harga yang terbilang signifikan? Hal ini tentu membawa angin segar bagi para trader maupun investor aset kripto karena sudah dipastikan akan mendapat keuntungan di tengah situasi perekonomian yang sulit. Jika Anda ingin memulai investasi bitcoin, simak artikel berikut!

    DeFi, Tren Masa Kini

    DeFi singkatan dari Decentralized Finance merupakan upaya mendesentralisasikan aktivitas yang berkaitan dengan keuangan dan transaksi seperti investasi, perdagangan, pinjaman, pembayaran serta asuransi dalam teknologi blockchain.

    Secara umum tujuan utama DeFi adalah memberi kemudahan kepada masyarakat untuk mengakses layanan perbankan atau keuangan lainnya. Dengan teknologi DeFi, biaya yang dibutuhkan dapat diminimalisir dan tidak memerlukan pihak ketiga sebagai perantara.

    Salah satu investasi yang menggunakan teknologi DeFi adalah investasi aset kripto, termasuk bitcoin. 

    Investasi Bitcoin

    Walaupun harga bitcoin menunjukkan kenaikan pada akhir tahun 2020, namun pergerakan yang fluktuatif pasti kerap terjadi. Meskipun begitu, permintaan bitcoin terus mengalami kenaikan. Sehingga jumlah bitcoin yang terbatas hanya 21 juta koin akan semakin menipis dan membuat bitcoin mengalami peningkatan nilai.

    Sistem keamanan dengan teknologi blockchain juga menjadi daya tarik kebanyakan masyarakat untuk memulai investasi bitcoin. Hal tersebut dikarenakan blockchain merupakan sistem peer to peer yang terdesentralisasi di mana memiliki tingkat keamanan tinggi. Sehingga risiko untuk terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dapat diminimalisir.

    Baca Juga: Ini Alasannya Kalian Harus Masukkan Bitcoin Sebagai Investasi di 2021

    5 Alasan Anda Harus Bergabung Sekarang dengan Tokocrypto

    1. Platform Exchange Official

      Alasan pertama Anda harus memulai investasi bitcoin dan bergabung dengan Tokocrypto adalah karena Tokocrypto merupakan platform exchange pertama di Indonesia yang telah terdaftar secara legal dan resmi di BAPPEBTI, Kominfo dan tersertifikasi ISO 27001 tentang Sistem Keamanan Informasi. 

      Kini Anda tidak perlu ragu untuk memulai investasi bitcoin atau trading aset kripto lainnya di Tokocrypto, karena telah diawasi oleh pihak berwenang.

    2. Minimum Depost yang Terjangkau

      Untuk memulai investasi, Anda harus mengeluarkan modal terlebih dahulu, kan? Besaran modal yang dikeluarkan pun berbeda dan tergantung jenis instrumen investasi. Apabila Anda sebagai pemula dan ingin memulai investasi, Anda bisa mencobanya di Tokocrypto dengan minimal deposit Rp. 50.000 saja!

    3. Gabung Tokocrypto Secara Online

      Tokocrypto berkomitmen untuk memberikan kemudahan dan kepercayaan kepada calon nasabahnya. Gak pakai ribet, Anda bisa daftar di Tokocrypto dari rumah aja! Mulai dari proses registrasi, Know Your Customer (KYC), dan deposit semuanya bisa dilakukan dari rumah. Praktis, kan?

    4. User-Friendly Platform

      Tokocrypto didesain khusus dengan user interface yang mudah dipahami. Sehingga para investor dan trader pemula tidak kebingungan untuk menggunakannya.

      Selain itu, Tokocrypto merupakan platform exchange pertama yang peduli dengan edukasi publik. Sehingga siapapun bisa mencari informasi terkait aset kripto bagi pemula sampai berita terkini.

    5. Fitur yang Mendukung

      Tokocrypto memiliki fitur yang mendukung pengguna baik investor maupun trader. Jika Anda bertujuan untuk trading bitcoin dan aset kripto lainnya, Anda bisa menggunakan fitur order book.

      Order book adalah fitur yang berfungsi untuk melakukan penawaran harga jual atau beli aset kripto pada harga yang telah Anda tentukan sebelumnya. Melalui fitur ini, transaksinya hanya akan terjadi ketika menyentuh angka yang telah ditentukan tersebut, sehingga Anda tidak harus selalu memantau kondisi harga terus-menerus.

    Gimana, sudah tidak ragu lagi, kan, untuk bergabung dan memulai investasi bitcoin bersama Tokocrypto? Temukan berbagai macam artikel khusus pemula maupun berita terkini di website News Tokocrypto dan akun media sosial kami @Tokocrypto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah Tips Jual Beli Ethereum yang Menguntungkan

    Apakah Anda pernah mendengar kata Ethereum atau Ether? Jika belum, Anda mungkin bisa mulai “berkenalan” karena Ethereum bisa menjadi sesuatu yang potensial di masa mendatang. Ethereum adalah sebuah platform perangkat lunak yang bertujuan untuk membuat internet dan aplikasi yang terdesentralisasi.

    Dalam sistem ini terdapat mata uang yang diperlukan untuk menjalankan aplikasi tersebut, disebut Ether. Layaknya mata uang virtual lainnya, Ether tidak memerlukan pihak ketiga untuk proses transaksi.

    Di antara cryptocurrency atau mata uang virtual lainnya, Ether menempati posisi kedua sebagai mata uang paling bernilai setelah Bitcoin. Sebelum mengenal lebih jauh tentang Ethereum, mari kita simak dulu asal mula Ethereum.

    Asal Mula Ethereum

    Vitalik Buterin adalah pemilik ide Ethereum. Ia pertama kali mengusulkan ide Ethereum pada tahun 2013. Sebelumnya Buterin memang sudah tertarik dengan dunia cryptocurrency, terutama Bitcoin. Ia juga aktif di forum Bitcoin. Ketertarikannya dimulai saat ayahnya mengenalkan produk tersebut.

    Di usianya yang masih muda Buterin kemudian memutuskan untuk keluar dari University of Waterloo dan menghabiskan waktunya untuk berkeliling dunia mengunjungi sosok-sosok hebat yang bekerja pada Bitcoin. Kemudian ia mulai dibayar untuk menulis artikel tentang Bitcoin.

    Seiring berjalannya waktu Buterin merasa Bitcoin membutuhkan cara bagi pengembang untuk membuat aplikasi mereka sendiri di Blockchain. Namun ide tersebut ditolak oleh pengembang Bitcoin. Tak habis akal, Buterin akhirnya membentuk timnya sendiri untuk mengembangkan Ethereum yang terdiri dari: Mihai Alisie, Anthony Di Lorio, Gavin Wood, Joe Lubin dan Charles Hoskinson.

    Pada awal 2014 Ethereum mulai dikembangkan, kemudian pada rentang bulan Juli hingga Agustus 2014 tim tersebut mendanai dan mulai meluncurkannya ke publik secara online. Sejak saat itu, tim Ethereum telah banyak berkembang dan membuat banyak perbaikan.

    Investasi Ethereum dari Waktu ke Waktu

    Banyak orang sepakat bahwa berinvestasi di Ethereum adalah keputusan yang tepat. Pada tahun 2016 lalu harga Ethereum masih berada pada angka Rp. 80.000 hingga Rp. 90.000 per 1 Ethereum. Pada bulan Maret 2017, harga satu Ethereum menjadi $30. Selanjutnya, pada bulan Maret 2018 harganya naik menjadi $750. Dalam satu tahun, nilai Ethereum naik sebesar 2500% atau 25 kali. Kenaikan yang cukup fantastis.

    Pada Maret 2020, harga Ethereum senilai Rp. 2,7 juta. Lalu pada pekan pertama September 2020 harga Ethereum mencapai Rp. 7,13 juta. Artinya kenaikan harga Ethereum mencapai hampir 200% jika dilihat dari Maret 2020. Harga tersebut dinyatakan sebagai harga tertinggi Ethereum dalam dua tahun terakhir.

    Menurut analisis pakar cryptocurrency, Cryptowolf, ada kemungkinan pertumbuhan harga Ethereum akan meningkat hingga mencapai ribuan persen di akhir tahun 2020 bahkan lebih. Tentu saja ini adalah berita baik bagi Anda yang ingin berinvestasi di Ethereum.

    Tips Jual Beli Ethereum

    1. Temukan Exchange yang Tepat

      Langkah pertama yang krusial saat Anda ingin jual beli Ethereum adalah temukan bursa yang memiliki reputasi baik. Pilih bursa dengan sistem keamanan memadai sehingga Anda terhindar dari cyber attack. Dewasa ini, banyak bursa menawarkan akun demo dan simulasi sehingga Anda dapat berlatih dan menguji ulang strategi perdagangan Ethereum sebelum benar-benar mengaplikasikannya.

    2. Cek Harga Jual Beli

      Tentunya dalam jual beli Ethereum Anda mengharapkan profit yang banyak, bukan? Untuk itu sebelum membeli cermati terlebih dahulu harga jual beli Ethereum. Beli di harga terendah dan jual di harga tertinggi.

    3. Lakukan Perdagangan Arbitrase

      Pada dasarnya, arbitrase adalah pembelian dan penjualan barang yang sama di dalam dua pasar atau lebih dengan dengan harapan memperoleh laba dari perbedaan harganya. Jadi agar Anda mendapatkan profit yang maksimal lakukan komparasi harga jual beli terbaik di bursa-bursa pilihan Anda.

    Setelah menyimak ulasan di atas kini Anda telah memiliki gambaran tips jual beli Ethereum. Jadi tunggu apa lagi? Temukan bursa yang tepat dan investasikan Ethereum Anda. Kunjungi Tokocrypto dan rasakan sensasi bertransaksi dengan nyaman dan aman. Salam to the moon!



    Sumber : news.tokocrypto.com