Tag: bitcoin

  • Perusahaan Penasihat Keuangan Borong Bitcoin?

    Hasil survei yang diterbitkan belum lama ini oleh Bitwise, mengungkap jumlah perusahaan penasihat keuangan asal Amerika Serikat yang memborong Bitcoin melonjak 50 persen antara tahun 2019 dan 2020.

    Bitwise mensurvei hampir seribu perusahaan penasihat keuangan dan menemukan beberapa indikator yang menunjukkan industri penasihat keuangan lebih berminat terhadap aset kripto itu pada tahun 2020 dibanding tahun 2019.

    Baca Juga: Perencana Keuangan yang Investasi Crypto Dikabarkan Naik 50%

    “Adopsi dan minat bertumbuh, survei ini menegaskan jumlah penasihat yang membeli bisa berlipat ganda dalam setahun ke depan,” jelas Hougan dari Bitwise.

    Menurut Bitwise, ada peningkatan 50 persen dalam jumlah penasihat yang membeli kripto. Angka ini bertumbuh dari 6,3 persen menjadi 9,4 persen di tahun 2020.

    Selain itu, 17 persen penasihat keuangan mempertimbangkan untuk membeli kripto pertama kalinya tahun ini.

    Di antaranya, 2 persen pasti membeli kripto tahun ini, sedangkan 15 persen mungkin akan melakukannya.

    Bila 17 persen melakukannya, Bitwise mengklaim hal ini akan menggandakan jumlah penasihat yang memborong kripto, sehingga adopsi mencakup satu diantara lima penasihat.

    Ketika ditanya apa motivasi utamanya, 54 responden survei berkata mengincar imbal hasil. Menurut Bitwise, hasil ini sesuai dengan hasil survei tahun lalu.

    Baca Juga: Konsumsi Listrik Tambang Bitcoin Lampaui Belanda, Dekati Uni Emirat Arab

    Sebagai perbandingan, perlindungan terhadap inflasi adalah tanggapan yang mengalami peningkatan persentase paling besar antara 2020 dan 2019. Tahun 2020, perlindungan inflasi diprioritaskan oleh 25 persen penasihat dibanding 9 persen tahun lalu.

    Survei juga memperlihatkan 81 persen penasihat ditanya soal kripto oleh kelian mereka. Poin ini meningkat 76 persen dari tahun 2019.

    Penasihat keuangan juga semakin optimis soal harga Bitcoin. Menurut survei, 15 persen responden memrediksi harga Bitcoin akan melampaui US$100 ribu dalam lima tahun. Di tahun 2019, hanya 4 persen penasihat keuangan yang optimis.

    Selain itu, persentase penasihat keuangan yang menduga harga Bitcoin akan menjadi nol berkurang dari 8 persen menjadi 4 persen.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Mendapatkan Passive Income dari Investasi Kripto

    Menciptakan aliran pemasukan pasif dan terkelola dengan baik menjadi awal kemakmuran jangka panjang, apalagi di saat pandemi seperti sekarang. Ada banyak peluang yang bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan passive income. Hal yang menarik, Anda tidak perlu menguras banyak energi dan waktu, biarkan asetmu bekerja dengan sendirinya dan membawa ekstra cuan. Kalian sudah tahu belum, kalau passive income juga bisa didapatkan dengan cerdas lewat instrumen investasi kripto? Tak banyak memang yang menyadari bahwa passive income dari investasi juga sangat menjanjikan. Apalagi jika bisa mengelola investasi dengan bijak, kalian punya peluang untuk mendapatkan passive income secara maksimal.

    Tokocrypto sebagai platform pertukaran aset kripto yang pertama terdaftar di Bappebti, kembali mengadakan program inisiatif untuk mengajak orang disekitar kalian menjadi partner dalam membangun industri kripto Indonesia dan sekaligus memberikan kesempatan mendapatkan pendapatan pasif seumur hidup. Referral program yang baru saja diluncurkan di penghujung akhir tahun 2020 ini adalah pengganti program Referral TKO, yaitu program berbasis komisi dimana memungkinkan kalian mendapatkan pendapatan pasif hingga 50% dari orang yang kalian referensikan. 

    Tidak hanya itu, kalian juga dapat berbagi komisi dengan orang yang menggunakan referral kalian hingga 20%, dan kalian masih mendapatkan 30% dari biaya transaksi setiap mereka melakukan  jual beli aset kripto. Cara mendapatkan kode referral untuk kalian bagikan sangat mudah, yaitu dengan masuk ke laman referral, dan tentukan besaran komisi yang ingin kalian dapatkan dan bagikan. Pastikan kalian telah lolos KYC level 1 untuk dapat mulai membagikan kode referrral. 

    Kalian dapat menggunakan kode referral lama kalian dengan pengaturan komisi sebesar 20% untuk kalian saja. Dan kalian dapat membuat kode baru, dimana kalian dapat berbagi dengan orang yang kalian referensikan sebagai potongan komisi hingga 20%. Setelah kode baru dibikin, kalian dapat membagikannya dengan kode baru tersebut, melalui link yang ada, atau gambar dengan QR code yang dapat kalian bagikan kepada siapapun yang ingin menjadi bagian dari crypto space di Indonesia.

    Dan setelah orang tersebut mendaftar menggunakan kode referral yang dia dapatkan, maka kalian dapat memperolah pendapatan pasif selamanya setiap mereka melakukan transaksi, baik itu jual maupun beli, di aset kripto apapun. 

    Jadi, tunggu apa lagi? Daftar Tokocrypto sekarang, bagikan referral kalian dan dapatkan pendapatan pasif seumur hidup!

     

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mendalami Hubungan Pasar Future dan Spot Bitcoin

    Banyak investor awam yang belum mengetahui bagaimana hubungan antara pasar future dan juga pasar spot. Hal ini disebabkan banyak investor awam yang hanya terfokus pada pasar spot saat melakukan investasi atau trading.

    Baca Juga: Aset Kripto Ether (ETH) Tembus Daftar Top 100 Aset Dunia

    Pasar spot sendiri adalah pasar yang memberikan akses bagi trader dan investor untuk membeli komoditas atau aset dengan harga tunai dan langsung. Sedangkan pasar future adalah sebuah pasar derivatif yang merupakan pasar berjangka dimana dapat dilakukan transaksi seperti margin trading, hedging, dan short selling.

    Hubungan Pasar Future dan Pasar Spot

    Sayangnya banyak pihak yang meremehkan hubungan antara pasar spot dan pasar derivatif lainnya akibat juga masih sedikit pihak yang mempelajari. Kenyataannya, terkadang pasar derivatif terutama pasar future memiliki dampak signifikan pada pergerakan pasar spot.

    Hubungan ini sering kali terlihat saat terjadi cela atau gap pada pasar future yang umumnya mempengaruhi pergerakan pasar spot. Saat terjadi cela umumnya pasar spot akan turun atau naik menutup cela yang ada di pasar future.

    Baca juga: Apa Itu Bitcoin Futures, Perdagangan dengan Kontrak Berjangka?

    Namun hubungan ini tidak terjadi secara langsung akibat pada umumnya terjadi delay atau penundaan. Tetapi, sering kali saat terjadi, hubungan ini akan terlihat secara signifikan akibat juga merubah sentimen keseluruhan terhadap aset tersebut.

    Perlu diketahui bahwa hubungan ini tidak selalu terjadi, akibat cela pada pasar future tidak selalu ditutupi pada pasar spot. Tetapi sering kali hubungan ini jika terjadi, akan terlihat signifikan terutama terhadap pasar komoditas.

    Pelajaran dari Bitcoin

    Sehingga pengetahuan ini merupakan salah satu pengetahuan yang perlu diketahui. Kejadian yang baru saja membuktikan signifikansi dari hubungan ini adalah pergerakan Bitcoin, terutama pada hari Senin, 4 Januari 2021 kemarin.

    Kemarin Bitcoin jatuh sekitar 11% hanya dalam 1 jam yang membuat mayoritas pasar merasa khawatir. Hal ini disebabkan tidak adanya sentimen apa pun yang dapat membuat harga Bitcoin turun, terutama dari sisi fundamental.

    pasar future

    Namun, depresiasi tersebut selesai saat cela di pasar future juga tertutup bersama dengan pasar spot yang selesai turun. Dapat dilihat bahwa terdapat jeda dimana pada umumnya pasar future bergerak lebih dahulu.

    Baca juga: CME Bitcoin Futures Cetak Rekor $830 Juta, Tunjukkan Tren Bullish Masih Berlangsung!

    Hal ini disebabkan cela yang terdapat di pasar future adalah cela dengan jumlah yang kurang lebih sama walau lebih besar di future. Tetapi, setelah terjadi posisi jual yang menutup cela di pasar future, pasar spot ikut turun dan keduanya naik kembali.

    pasar spot

    Perlu diingat bahwa cela itu akan hanya terlihat jika menggunakan grafik candlestick akibat jika menggunakan grafik garis, cela tersebut tidak akan terlihat. Sehingga kejadian ini dapat menjadi pelajaran bahwa walau tidak ada sentimen apa pun, antara satu pasar dan pasar lain dapat saling mempengaruhi.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ini Alasannya Kalian Harus Masukkan Bitcoin Sebagai Investasi di 2021

    Akhir tahun 2020, menjadi puncak dari pencapaian Bitcoin yang berada di atas 28K. Sejumlah investor, yang terdiri dari hedge fund dan pengelola dana besar memprediksi harga aset kripto (cryptocurrency) Bitcoin bisa naik lima kali lipat hingga tembus US$100.000 atau Rp 1,4 miliar per koin (Rp 14.000/US$) dalam setahun. Prediksi ini bakal mengejutkan investor skeptis yang mempercayai bahwa aset kripto merupakan aset spekulatif tanpa nilai, tidak seperti emas. 

    Lalu mengapa Anda harus memasukkan Bitcoin dalam portofolio alternatif investasi Anda di 2021? Berikut 9 alasan kenapa Anda harus mulai berinvestasi di Bitcoin dan atau aset kripto lainnya: 

    Bitcoin akan menjadi lebih mahal

    Faktanya, sekarang bisa jadi kesempatan terakhir Anda untuk mendapatkan Bitcoin dengan harga ini. Setahun kedepan, Anda akan berpikir  bahwa “Wow, $28.000 itu murah!” saat akan investasi BTC. Dalam dua Survei Sentimen Crypto Kraken, yang sebagian besar respondennya terdiri dari pedagang dan investor, mayoritas menyerukan target harga bitcoin rata-rata $ 36.000 tahun depan. Bloomberg pun juga mengawasi pasar bitcoin dan dalam laporan BTC terbarunya mereka memproyeksikan Bitcoin dengan harga diatas $ 50.000 pada tahun 2021, mengutip bahwa “Pondasi BTC lebih kuat daripada tahun 2017.”

    Bukan judi; tapi sebuah alternatif investasi

    Sebelas tahun sejak awal kemunculannya, Bitcoin telah terbukti menjadi investasi yang menguntungkan. Sementara ketidakstabilan harga menyebabkan fluktuasi besar terutama di 2017 – 2018, namun secara keseluruhan perjalanan Bitcoin terus meningkat. Dengan kata lain, jika Anda menyimpannya cukup lama, peluang apresiasi nilai bisa lebih besar daripada kelas aset lainnya dalam 11 tahun terakhir.

    Digital Gold  lebih baik dari Gold

    Bitcoin = digital gold. Cryptocurrency tertua ini diberi istilah tersebut karena publik membutuhkan patokan. Tapi sekarang, sudah saatnya Bitcoin melampaui emas. Bitcoin merupakan  mata uang global yang tidak diatur oleh pemerintah atau badan mana pun, sulit untuk diekstraksi, dan ada dalam pasokan yang jika semakin menipis maka akan meningkatkan nilainya. Bitcoin tidak rentan terhadap inflasi dan penanganannya jauh lebih mudah daripada emas – yang Anda butuhkan hanyalah dompet virtual. Dalam banyak hal, bukan hanya harga, Bitcoin mengalahkan Emas yang selama ini dianggap sebagai safe heaven.

    Bitcoin tidak perlu pembuktian lagi

    Dilansir dari news.Bitcoin.com, menurut Paolo Ardoin CTO Bitfinex, “Kenaikan Bitcoin di atas US $ 20.000 adalah tonggak sejarah lain dalam tahun yang epik bagi kripto. Tapi cerita utamanya bukan tentang spekulasi atau perdagangan. Bitcoin mewakili peralihan teknologi yang monumental, yang konsekuensinya baru saja mulai terlihat.”

    Bitcoin tidak bergantung kepada sektor lain

    Saat bursa runtuh, Bitcoin tidak akan terpengaruh. Kami telah melihat Bitcoin terpisah dari S&P 500 beberapa kali pada tahun 2020. Fakta bahwa Bitcoin adalah solusi untuk crash-nya sendiri yang terjadi di 2018 menunjukkan bahwa itu juga yang akan menyelamatkan kita di masa depan.  Juga Bitcoin mampu untuk melakukan diversifikasi dari aset yang sepenuhnya bergantung pada bank.

    Bitcoin Anda adalah milik Anda

    Bitcoin merupakan aset yang tidak bisa disita. Tidak seperti tabungan atau aset apa pun yang dimiliki, pemerintah tidak dapat menyita atau membekukan Bitcoin. Pertanyaannya sekarang, berapa banyak investasi lain dalam portofolio Anda yang benar-benar dapat disebut milik Anda?

    Blockchain sedang naik daun

    Teknologi blockchain sedang dieksperimen oleh lebih banyak perusahaan terkenal, kepentingan global, dan bank. Siapa tahu, sebentar lagi Paypal mungkin menawarkan altcoin (seperti Ethereum)? Karena keunggulan teknologi blockchain melebihi kerugiannya, banyak bisnis seperti Visa, Fidelity, dan Square mulai memasukkan solusi aset kripto. Bitcoin akan menjadi pintu gerbang dan likuiditas Anda menuju peluang ini.

    Bitcoin lebih baik daripada menyimpan uang

    Tingkat inflasi sedang meningkat dan suku bunga tahunan menjadi lelucon yang berulang. Kita sekarang hidup di dunia di mana uang tunai membebani kita. Kalau dipikir-pikir, Anda tidak perlu lagi khawatir dengan antrian panjang di bank.

    Bitcoin bisa menjadi hal terbaik yang terjadi pada Anda

    Dengan sirkulasi yang lebih sedikit dan rekam jejak yang kuat untuk ditingkatkan, menjadikan Bitcoin sebagai resolusi 2021 Anda  merupakan langkah finansial yang baik, motivasional dan mencerahkan.  Awali tahun baru dengan mengarahkan pandangan Anda ke masa depan, lakukan penelitian yang diperlukan. Jika Anda belum memiliki Bitcoin, mulailah investasi dan temukan media exchange yang tepat membantu Anda. Mulailah lebih awal dalam merencanakan resolusi investasi Anda di 2021.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bidikan Harga Bitcoin US$100 Ribu per BTC, Masih Terlalu Kecil

    Willy Woo, Analis Bitcoin (BTC) mengatakan bahwa bidikan harga Bitcoin US$100 ribu per BTC, masih terlalu kecil. Woo meramalkan kenaikan lebih tinggi lagi. Waspadai pula banyak “whale” mulai masuk kembali ke bursa.

    Hal itu disampaikan Woo ketika Bitcoin pada 17 Desember 2020 lalu berhasil menyentuh capaian tertinggi baru lagi, yakni US$23.000 per BTC.

    Baca Juga: Surat kepada SEC: Yuan Digital Ancam Amerika Serikat (AS)

    “US$100 per BTC adalah sasaran yang sangat rendah pada lintasan saat ini. Sasaran berikutnya US$55 ribu. Ketika itu Bitcoin menjadi aset bernilai sekitar US$1 triliun,” kata Woo, dilansir dari Cointelegraph, 17 Desember 2020.

    Woo bersandar pada model ramalan Bitcoin “Bitcoin Top Cap“. Grafik model itu mengungkapkan bahwa sasaran menuju US$100.000 masih tergolong “konservatif”, yang mencerminkan penguatan lebih lanjut di atas itu.

    harga bitcoin

    Woo juga menekankan bahwa level US$55.000 sebagai harga tonggak penting bagi Bitcoin karena itu berarti aset kripto akan mencapai 10 persen dari kapitalisasi pasar emas.

    Saat ini, kapitaliasi  emas diperkirakan sekitar US$9 triliun. Di atas harga US$50.000, per BTC, maka Bitcoin akan mulai merambah sebagian besar kapitalisasi pasar emas, yang tetap menjadi aset safe-haven yang dominan.

    Order book dan tren volume perdagangan Bitcoin di sejumlah bursa juga menandakan adanya sentimen positif membidik US$30.000.

    Baca Juga: Grayscale: Permintaan Terhadap Ether (ETH) Meningkat Tajam

    Jika momentum pasar berjangka, options, dan spot dipertahankan selama beberapa hari mendatang, kemungkinan Bitcoin bisa mencapai US$30.000.

    harga bitcoin
    Potensi ancaman harga Bitcoin terkoreksi dalam, ketika sejumlah pemain besar Bitcoin masuk kembali ke sejumlah bursa aset kripto. Sumber: CryptoQuant.

    Namun, di masa mendatang, salah satu ancaman bagi Bitcoin adalah arus masuk “whale“. Data dari CryptoQuant menunjukkan arus masuk Bitcoin oleh Whale ke sejumlah bursa meningkat. Ini belum pernah terlihat sejak Maret 2020, ketika Bitcoin ambruk parah.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kasihan, Bursa Aset Kripto Korsel Merugi, Keuntungan Tertahan

    Kendati Bitcoin dan pasar aset kripto menguat sejak Kamis pekan lalu, setelah ambruk selama 6 hari lamanya, ternyata sejumlah bursa mencetak kerugian yang masif. Tanyalah itu kepada Upbit dan Bithumb asal Korea Selatan.

    Dua bursa aset kripto asal Korea Selatan, Upbit dan Bithumb mengalami penurunan penjualan masing-masing sebesar 70 persen dan 63 persen sejak 2018, karena permintaan pasar lokal untuk aset kripto telah anjlok dalam 24 bulan terakhir.

    Secara year-on-year keuntungan tahunan Dunamu, perusahaan induk Upbit, turun 93 persen menjadi US$7,4 juta, menurut sistem informasi elektronik Layanan Pengawas Keuangan (FSS) Korsel.

    Penurunan secara substansial itu dalam pendapatan kedua perusahaan ini terutama disebabkan oleh penurunan permintaan aset kripto di pasar kripto lokal selama 24 bulan terakhir.

    Selama bulan-bulan puncak 2017 dan 2018, Bithumb memproses sekitar 1,2 juta perdagangan Bitcoin per bulan, setara dengan sekitar US$7,2 miliar.

    Namun, selama bulan-bulan puncak 2019 dan 2020 dalam hal harga dan volatilitas, Bithumb memproses sekitar 300.000 perdagangan senilai Bitcoin. Itu menunjukkan penurunan 75 persen dalam volume perdagangan Bitcoin bulanan antara 2017 dan 2018.

    Demikian pula, UPbit juga melihat volume perdagangan Bitcoin bulanan turun dari 1,35 juta BTC pada 2017 menjadi sekitar 250.000 BTC pada tahun 2020. Selama dua tahun terakhir, UPbit mencatat volume bulanan rata-rata 200.000 BTC.

    Karena harga Bitcoin berjuang untuk mencapai rekor tertinggi US$20.000 sejak akhir 2017, volume semua pertukaran mata uang digital utama di negara ini, termasuk Korbit, Coinone dan Gopax, turun 60-80 persen.

    Seperti yang dilaporkan Decrypt pada Desember 2019, Bithumb ditampar dengan tagihan pajak US$67 juta, karena memfasilitasi perdagangan untuk pengguna asing. Upbit pun dituduh memalsukan volume perdagangan, namun disangkal keras. Kedua bursa juga pernah menghadapi serangan peretasan, dengan UPbit mengalami peretasan US$50 juta, empat bulan lalu.

    Harapan di ujung adalah melalui undang-undang baru yang diterbitkan pada bulan lalu yang kian melegalkan perdagangan Bitcoin di Negeri Ginseng itu. [Decrypt/Red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Langganan Streaming Spotify Akan Bisa Dibayar Dengan Bitcoin

    Bitcoin (BTC) terus meraih banyak popularitas yang tentu menjadi sebuah kabar baik lainnya untuk sang crypto utama ini.

    Spotify adalah ranah baru yang dikuasai oleh Bitcoin. Rupanya, layanan streaming audio tersenit saat ini sedang mempertimbangkan rencana untuk mulai menerima pembayaran menggunakan Bitcoin dari pelanggan.

    Baca Juga: Bitcoin Berhasil Lewati Rp330 Juta, Ini Dia Penyebabnya

    Rencana Spotify akan memperkenalkan 320 juta basis pelanggan yang kuat ke cryptocurrency, sesuatu yang akan sangat berarti bagi industri.

    Saat ini, laporan menyebutkan bahwa tim Pembayaran dan Inovasi perusahaan sedang mencari seorang Associate Director untuk memimpin pengembangan kerangka kerja baru untuk pembayaran crypto. Perusahaan memberikan banyak petunjuk tentang efek tersebut.

    Menurut Spotify, anggota tim baru tersebut akan ditugaskan untuk mencari peluang pembayaran baru dan memberikan solusi inovatif dalam hal itu. Pada dasarnya, dapat dikatakan bahwa inovasi terbaru dalam industri pembayaran adalah tentang teknologi crypto dan blockchain.

    Berdasarkan hal tersebut, Direktur akan membantu mengembangkan peluang dan inovasi dalam penggunaan blockchain, CBDC, crypto, stablecoin, di antara aset digital lainnya. Dengan persyaratan itu, jelas bahwa Spotify akan serba guna dengan crypto.

    Selain itu, Associate Director yang diharapkan perlu memiliki pengalaman yang baik dalam teknologi blockchain serta aset digital.

    Dengan ini, perusahaan ingin anggota tim baru dapat membantu perusahaan meluncurkan solusi pembayaran crypto dalam skala global. Khususnya, Bitcoin saat ini merupakan crypto paling populer yang telah menjangkau seluruh penjuru dunia.

    Spotify juga bergabung dengan Diem Facebook, tim pengembang yang sekarang berencana membuat sistem pembayaran untuk menampung berbagai stablecoin.

    Baca Juga: Analis Memprediksi Altseason akan Datang pada Awal Tahun Depan

    Cukup adil untuk berpendapat bahwa selain menerima pembayaran Bitcoin, Spotify kemungkinan juga dapat bekerja sama dengan Libra Association untuk memberikan lebih banyak opsi pembayaran kepada pelanggannya. Dan apapun pilihannya, itu semua akan berdampak positif untuk BTC.

    Kemungkinan, setelah Spotify, perusahaan-perusahaan lain yang berbasis layanan berlangganan berbayar akan mulai menggunakan Bitcoin juga karena hal seperti ini biasa terjadi karena selain mengejar ketertinggalan, mereka pun akhirnya akan mulai menyadari kalau BTC sudah memasuki lini keuangan masyarakat yang bisa dimanfaatkan untuk pilihan pembayaran yang lebih mudah dan variatif. Kita lihat saja!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Gabriel Rey, CEO Triv: Bitcoin Bakal Alami Koreksi

    Gabriel Rey, CEO bursa aset kripto Triv, mengungkapkan bahwa harga Bitcoin bakal alami koreksi dalam beberapa pekan mendatang. Waspadai “MtGox Effect” bernilai Rp37,9 triliun.

    “Harga Bitcoin kemungkinan besar mengalami tekanan dalam beberapa pekan mendatang. Per 10 Desember 2020 misanya, data on-chain menunjukkan outflowterbesar sejak tahun 2018 oleh sejumlah penambang Bitcoin. Ini adalah aksi jual oleh pemasok Bitcoin baru itu,” tegas Rey dihubungi melalui Telegram hari ini.

    Baca Juga: Tanda-tanda Ini Tunjukkan Potensi Ethereum Bullish Semakin Kuat!

    Selain itu, tambah Rey, banyak holder lama yang mulai menjual Bitcoin-nya untuk take profit. Data itu terlihat jelas berdasarkan data dari Glassnode.

    Sejumlah data senada terkait “MtGox liquidation” menunjukkan akan mencairkan Bitcoin kepada para nasabah MtGox paling lambat 15 Desember 2020 ini.

    “Jumlahnya mungkin cukup signifikan, yakni 150.000 BTC atau setara dengan Rp37,9 triliun dengan kurs hari ini,” sebutnya.

    Rey menyoroti, bahwa selama lebih dari 4 tahun, bulan Januari selalu merupakan masa Bitcoin mengalami koreksi, belum lagi terkait Chinese New Year dan tax calendar di AS.

    Baca Juga: CEO Citigroup: Kami Bantu Banyak Negara Rancang Uang Digital

    “Menurut saya tidak pernah salah untuk mengambil profit, karena tidak mungkin untuk memprediksi harga tinggi dari sebuah market. Namun secara struktural saya meyakini tahun 2021 merupakan siklus 4 tahunan yang bullish bagi Bitcoin, sehingga dip yang nanti terjadi bisa dijadikan waktu untuk membeli Bitcoin,” pungkasnya.

    Berdasarkan pantauan Redaksi, harga Bitcoin terkoreksi sangat dalam sejak 1 Desember 2020, sekitar 24 jam setelah mencetak rekor tertinggi baru sepanjang masa. Kala itu sempat memuncak di US$19.900 per BTC.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Daftar Film Tentang Bitcoin yang Wajib Kamu Tonton

    Berbicara mengenai Bitcoin yang akhir-akhir ini menjadi sorotan publik, kini banyak sekali produser film yang menayangkan film dokumenter terkait dengan mata uang digital itu. Era revolusi terhadap teknologi baru ini pun menyita banyak perhatian masyarakat tak terkecuali masyarakat Indonesia. 

    Berikut ini ada sejumlah film tentang Bitcoin yang bisa menambah pengetahuan kamu. Simak ulasan berikut ya.

    Ulterior States

    Ilustrasi film Ulterior States.

    Ilustrasi film Ulterior States.

    Film Bitcoin pertama yang harus kamu tonton ialah film berjudul I am Satoshi. Ia memiliki durasi waktu 52 menit dan pernah memenangkan nominasi “Video Paling Kreatif” dari Blockchain Award yang dilaksanakan pada tahun 2014. 

    Film buatan Tomer Kantor ini bisa memberikan sebuah pandangan tentang perbedaan dari mata uang konvensional dengan konsep cryptocurrency. Pendekatan yang dilakukan pada film ini menggunakan sebuah pendekatan investigasi, demi mengukur eksplorasi hubungan antara sistem keuangan dengan Bitcoin. 

    Bitcoin: The End of Money as We Know It

    Ilustrasi film Bitcoin: The End of Money as We Know It.

    Ilustrasi film Bitcoin: The End of Money as We Know It.

    Baca juga: Sri Lanka Bentuk Komite Rancang Kebijakan Mata Uang Kripto

    Pada daftar film yang wajib kamu tonton berikutnya adalah “Bitcoin: The End of Money As We Know It.” Film ini merupakan film dokumenter yang diproduksi oleh Torsten Hoffman dengan konsep membawa sejarah uang ke zaman Wall Street. 

    Melalui film berdurasi selama satu jam ini, Hoffman ingin mengabarkan kepada dunia bahwa Bitcoin sangat mengganggu sistem moneter secara global. Banyak pertanyaan yang kemudian muncul dari penonton, yaitu tentang kehadiran Bitcoin yang dianggap bisa menjadi masa depan uang atau sebenarnya hanyalah resep dari sebuah kehancuran atau bencana keuangan. 

    Banking on Bitcoin

    Ilustrasi film Banking on Bitcoin.

    Ilustrasi film Banking on Bitcoin.

    Film “Banking on Bitcoin” ini tentu sudah tidak asing lagi di telinga kamu. Ya, film ini merupakan salah satu film Bitcoin yang sangat populer. Ia memiliki durasi 83 menit dan membahas tentang bitcoin serta bagaimana ia bisa membentuk sebuah kehidupan baru bagi banyak orang. 

    Melalui film ini kita akan memahami tentang bagaimana uang bisa terlibat dalam sebuah sistem terpusat seperti bank. Selain itu, melalui film ini kita juga akan memahami tentang bagaimana sebuah uang bisa menjadi korup serta tidak efektif dan tak berfungsi lagi. Film Bitcoin yang satu ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada pemirsanya bahwa BTC adalah alternatif yang cukup baik untuk keuangan. 

    Life on Bitcoin

    Ilustrasi film Life on Bitcoin.

    Ilustrasi film Life on Bitcoin.

    Austin dan Beccy Craig tidak ingin ketinggalan untuk membuat sebuah film documenter tentang Bitcoin. Ia pun membuat sebuah film dokumenter yang berjudul “Life on Bitcoin.” Film ini bercerita tentang mereka yang menjalani 90 hari pertama setelah pernikahan dengan tidak menggunakan uang sama sekali. 

    Mereka hanya hidup dengan Bitcoin. Melalui film ini Craig ingin memberikan informasi, bahwa skeptis masyarakat tentang Bitcoin yang tidak bisa digunakan untuk bertransaksi kebutuhan hidup sehari-hari adalah sebuah pernyataan yang salah. 

    Baca juga: Game Duckie Land Tawarkan Cara Baru Bertani Virtual di Metaverse

    The Bitcoin Phenomenon

    Ilustrasi film The Bitcoin Phenomenon.

    Ilustrasi film The Bitcoin Phenomenon.

    Film Bitcoin berikutnya yang wajib kalian tonton adalah “The Bitcoin Phenomenon” yang berdurasi 44 menit dan dirilis pada tahun 2014 lalu. Pada film ini fokus yang ingin disampaikan ialah mengenai ideologi, sejarah serta konflik dari pengguna awal Bitcoin.

    Dalam film ini Gavin Andresen sebagai pemimpin gerakan Bitcoin membahas tentang interaksinya serta membantu Satoshi Nakamoto. Ia meyakini bahwa Bitcoin adalah uang masa depan yang kita butuhkan. Keyakinan itu muncul setelah ia membaca whitepaper. Bagi mereka yang ingin mengetahui tentang Satoshi Nakamoto serta awal mula Bitcoin, maka film ini adalah film yang sangat ideal ditonton. 

    The Bitcoin Gospel

    Ilustrasi film The Bitcoin Gospel.

    Ilustrasi film The Bitcoin Gospel.

    Selanjutnya film yang bisa dan wajib anda tonton adalah film “The Bitcoin Gospel.” Film ini berdurasi 48 menit dan di produksi oleh Indigenous Film di tahun 2015 lalu. Pada film ini kita akan mengetahui bagaimana tujuan memiliki Bitcoin, serta sejarah tentang krisis keuangan pada tahun 2008 silam. 

    Dalam film ini pula kita akan mengetahui seberapa dan mengapa bank sentral takut terhadap Bitcoin. Beberapa nama populer dari komunitas blockchain turut memainkan peran dalam film ini, seperti Andreas Antonopolous. Melalui film ini, kita akan mengetahui apakah ada kemungkinan orang-orang membuat uangnya sendiri serta bagaimana Bitcoin bisa menjadi alternatif sistem keuangan. 

    The Rise and Rise of Bitcoin

    Ilustrasi film The Rise and Rise of Bitcoin.

    Ilustrasi film The Rise and Rise of Bitcoin.

    Film selanjutnya yang bisa atau bahkan wajib anda tonton adalah film berjudul ”The Rise and Rise of Bitcoin.” Dalam film ini kita akan melihat bagaimana perjalanan dari Bitcoin untuk bisa menjadi mata uang digital. 

    Produser film ini adalah Daniel Mross bersama dengan Nicholas Mross serta Patrick Lope. Beberapa pengusaha pemula Bitcoin yang juga turut tampil dalam film ini adalah Brian Armstrong, Gavin Andresen serta Margaux Avedisian. 

    Baca juga: Daftar 5 Situs Mining Bitcoin Terpercaya yang Aman Digunakan

    Melalui film ini maka kita akan mengetahui tentang bagaimana dokumentasi pasang surut Bitcoin selama bertahun-tahun. Selain itu kita juga akan mengetahui peristiwa apa saja yang membuat cryptocurrency ini kini menjadi berita utama di tengah masyarakat. 

    The Rise and Rise of Bitcoin ini merupakan film documenter yang cocok untuk ditonton oleh pemula yang tertarik dengan bitcoin karena tidak adanya jargon teknis. 

    Itulah 7 daftar film tentang Bitcoin yang wajib anda ketahui dan wajib anda tonton. Ingin mengetahui informasi tentang Bitcoin dan cryptocurrency lainnya? Kunjungi kami hanya di Tokocrypto



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sri Lanka Bentuk Komite Rancang Kebijakan Mata Uang Kripto

    Pemerintah Sri Lanka telah mengumumkan pembentukan komite untuk merancang kebijakan mata uang digital, blockchain dan kripto di negaranya. Komite ini dibentuk untuk mempelajari bagaimana aturan dan kebijakan terkait mata uang digital di beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, Uni Eropa, Uni Emirat Arab dan Filipina. 

    Komite khusus ini pertama kali diusulkan oleh Namal Rajapaksa salah satu anggota kabinet Sri Lanka. Tugas komite juga akan memeriksa undang-undang dan peraturan yang berkaitan dengan anti pencucian uang, pendanaan terorisme, kegiatan kriminal, dan kebijakan yang berkaitan. 

    Anggota dari komite berasal dari lembaga fintech termasuk Sujeewa Mudalige dari PricewaterhouseCoopers (PwC) dan Sandun Hapugoda dari Mastercard serta perwakilan dari Bank Sentral Sri Lanka dan Bursa Efek Kolombo.

    Sri Lanka Tertinggal Soal Adopsi Kripto

    Menurut laporan terbaru dari perusahaan analisis blockchain, Chainalysis, wilayah Asia Tengah dan Tenggara telah muncul sebagai salah satu pengadopsi kripto tercepat di dunia. Sri Lanka, negara kepulauan di selatan India, telah tertinggal di belakang negara-negara Asia lainnya dalam hal adopsi cryptocurrency

    Ilustrasi cryptocurrency.

    Ilustrasi cryptocurrency.

    Baca juga: Game Duckie Land Tawarkan Cara Baru Bertani Virtual di Metaverse

    Untuk saat ini, Sri Lanka hanya memiliki satu perusahaan saja yang menerima cryptocurrency sebaga alat pembayaran, yaitu startup ecommerce, Kapruka.com. Banyak juga para ahli yang mewakili lembaga pemerintahan dan perusahaan swasta akan membantu Sri Lanka dalam menyusun kebijakan, aturan, dan peraturan agar lebih menarik investasi ke dalam sektor perbankan digital dan teknologi blockchain. Selain itu juga agar menciptakan kondisi untuk perusahaan pertambangan kripto di Negara Sri Lanka. 

    GemPay, Alat Pembayaran Bitcoin Pertama di Sri Lanka

    Setelah munculnya komite yang akan mengatur kebijakan terkait dengan cryptocurrency di Sri Lanka. Salah satu perusahaan di Sri Lanka, GemVault Fintech (PVT) Ltd. meluncurkan aplikasi bernama GemPay dengan tujuan agar pedagang dapat menerima Bitcoin dan kripto yang lain sebagai alat pembayaran toko online dan ritel para pedagang di Sri Lanka.  

    GemPay memungkinkan para pedagang untuk menerima pembayaran Bitcoin dan kripto yang lain dengan aman, tanpa harus mempelajari pengetahuan teknis di balik jaringan blockchain atau khawatir tentang fluktuasi harga yang cepat di pasar kripto. GemPay menangani seluruh transaksi dan hanya memasukkan pedagang dalam Rupee Sri Lanka (LKR) ke rekening bank lokal mereka seperti pembayaran kartu kredit/debit. 

    GemPay juga memiliki potensi untuk menarik wisatawan asing untuk berkunjung ke Sri Lanka. Pasar pariwisata global saat ini sudah sangat umum menggunakan kripto sebagai alat pembayaran liburan. Dalam fase uji coba, GemPay awalnya hanya menerima Bitcoin, Ethereum dan USDT (ERC-20), serta akan ada penambahan kripto lainnya dalam waktu dekat. 

    analisa teknikal

    Ilustrasi cryptocurrency.

    Baca juga: Daftar Bukti Nyata Manfaat Positif dari Aset Kripto

    Kondisi Perekonomian Sri Lanka

    Krisis COVID-19 memberikan dampak yang mendalam dan bertahan lama pada kesejahteraan di Sri Lanka. Ekonomi berkontraksi sebesar 3,6 persen pada 2020 di tengah kondisi saat negara berusaha mengendalikan penyebaran virus. Penerimaan yang rendah dikarenakan stimulus fiskal rendah berdampak terhadap kegiatan ekonomi dan peningkatan utang. 

    Perekonomian sudah menunjukkan tanda-tanda pelemahan sebelum pandemi COVID-19. Pertumbuhan rata-rata hanya 3,1 persen antara 2017 dan 2019. Reformasi struktural untuk menggeser model pertumbuhan menuju partisipasi sektor swasta yang lebih luas, orientasi ekspor, dan integrasi ke dalam rantai nilai global berjalan lambat. 

    Selain itu, aktivitas ekonomi juga terganggu oleh guncangan makro ekonomi yang sering terjadi, termasuk dari krisis politik pada 2018 dan serangan Minggu Paskah pada 2019. Sri Lanka sangat rentan terhadap sentimen pasar keuangan global karena profil pembayaran utangnya membutuhkan akses yang sering ke pasar keuangan.

    Dengan mulainya perdagangan kripto di Sri Lanka diharapkan dapat mengubah pola ekonomi perdagangan lama yang berbasis otoritas negara menjadi otoritas pasar dan komunitas. Dapat menciptakan perdagangan produk digital. Selain itu transaksi berbasis blockchain juga termasuk transaksi yang aman dan cepat. Dengan hal ini maka perekonomian Sri Lanka diharapkan dapat tumbuh menjadi lebih baik.



    Sumber : news.tokocrypto.com