Tag: bitcoin

  • Daftar Bukti Nyata Manfaat Positif dari Aset Kripto

    Ketenaran aset kripto di berbagai negara masih banyak mengundang pro-kontra, termasuk di Indonesia. Namun, dibalik itu ternyata ada banyak manfaat dari investasi aset kripto yang bisa dirasakan oleh banyak orang. Ingin tahu apa saja sisi positif yang sangat bermanfaat itu? Yuk simak ulasan yang sudah kami rangkum berikut ini.

    1. Pembangunan 10 Masjid dari Keuntungan Investasi Aset Kripto

    Salah satu investor aset kripto bernama Eko Wahyanto mendapatkan banyak sekali untung dari hasil trading yang dilakukannya. Eko bercerita pengenalan awal dengan investasi kripto dimulai pada tahun 2012. Dia ingat bahwa periode ini adalah masa yang sulit baginya. 

    Krisis keuangan keluarga setelah ayahnya berhenti bekerja di sebuah perusahaan BUMN memaksanya meninggalkan kampung halaman di Cilacap, Jawa Tengah dan pergi ke Bandung demi belajar menjahit. Dia kemudian merasakan yang namanya PHK, sehingga mulai memikirkan bagaimana cara mendapatkan uang. 

    Ilustrasi investasi aset kripto

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 2 Februari 2022: Apa Saja Kripto yang Bullish Minggu Ini?

    Setelah menjelajah di internet, ia terus bekerja di berbagai profesi. Dari keanggotaan MLM hingga penawaran produk asuransi. Saat itu, ia sering mendapat masalah dengan teman atau tetangga karena tawaran asuransi yang ia buat tidak mudah. Kemudian dia mulai berkenalan dengan investasi aset kripto.

    Eko dan komunitasnya telah sepakat untuk berkomitmen memberikan 20% keuntungan dari investasi aset kripto dalam bentuk donasi yang dapat digunakan untuk membangun masjid dan musala.

    Sesudah mengalami untung besar karena nilai investasi kripto yang meroket antara akhir tahun 2020 hingga awal tahun 2021, komunitas yang mereka namakan Kebun Online ini kemudian membantu membangun 10 masjid di beberapa daerah.

    2. Penanangan Covid India Atas Penjualan Token Shiba

    Salah satu pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, telah membakar 90% kepemilikan koin Shiba Inu (SHIB) miliknya, senilai 6,7 miliar dolar AS. Buterin memberikan 50 triliun token SHIB (senilai sekitar $1,2 miliar pada saat itu) ke dana bantuan COVID-19 India yang didirikan oleh pendiri Polygon yaitu Sandeep Nailwal. Buterin juga mengatakan dalam catatannya bahwa dia lebih suka pembuat kripto memberikannya kepada badan amal dan bukan kepadanya.

    Buterin mentransfer 500 Ethereum dan 50 triliun koin meme shiba inu ke dalam dana tersebut. Selain Buterin, pemain kriket Australia Brett Lee juga ikut serta melalui jalur kripto. Pacer menyumbangkan satu bitcoin ke dana bantuan kripto covid India pada 28 April 2021. 

    Selain Ethereum, Shiba inu, dan Bitcoin, dana tersebut menerima sumbangan dalam mata uang kripto lainnya termasuk Ripple, Dogecoin, dan Tron. Dalam upaya untuk menjaga dana tetap akuntabel dan transparan, Nailwal telah membuat Google Form untuk menyimpan catatan mereka yang menyumbangkan kripto.

    kripto yang diterima oleh dana tersebut dikonversi ke Rupee India untuk membeli oksigen, makanan, vaksin, dan peralatan medis lainnya untuk yang membutuhkan. Dalam mengubah aset kripto ini menjadi mata uang domestik, Nailwal telah menggandeng bursa terbesar di India seperti WazirX, CoinDCX, dan Bitbns.

    Ilustrasi Shiba Inu.

    Ilustrasi Shiba Inu.

    Baca juga: Menebak Sikap Presiden AS Joe Biden Terkait Cryptocurrency

    3. Donasi Kemanusiaan Menggunakan Kripto

    Dikarenakan ketenaran cryptocurrency, saat ini banyak sekali organisasi seperti LSM dan yayasan di dunia yang menerima kripto untuk donasi. Pada tahun 2019, Untuk pertama kalinya bagi organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNICEF juga menggunakan cryptocurrency untuk mendanai teknologi open source yang bermanfaat bagi anak-anak dan remaja di seluruh dunia.

    Kontribusi pertama untuk Dana Cryptocurrency UNICEF akan diterima dari Yayasan Ethereum dan akan menguntungkan tiga penerima hibah Dana Inovasi UNICEF dan sebuah proyek yang dikoordinasikan oleh inisiatif GIGA untuk menghubungkan sekolah-sekolah di seluruh dunia ke internet.

    Peluncuran Dana Cryptocurrency UNICEF adalah bagian dari pekerjaan berkelanjutan UNICEF dengan teknologi blockchain. UNICEF memimpin Jaringan Inovasi PBB dengan WFP. Jaringan yang bertanggung jawab untuk meneliti potensi dan perangkap blockchain dan teknologi baru lainnya. 

    4. Donasi untuk Anak-anak dan Kemiskinan

    Selain UNICEF, organisasi lain seperti Children International (Children.org) juga menerima donasi untuk organisasinya dalam bentuk cryptocurrency. IRS mengklasifikasikan sumbangan cryptocurrency sebagai properti, yang berarti tidak dikenakan pajak capital gain dan dapat dikurangkan dari pajak.

    Cryptocurrency adalah aset yang menarik untuk disumbangkan karena memungkinkan donasi untuk melewati pajak capital gain. Donasi akan dikenakan pajak itu jika mereka mengubah mata uang virtual menjadi uang tunai sebelum memberikannya, yang berarti lebih sedikit uang yang dapat digunakan untuk donasi mereka. Bonus lainnya adalah pengurangan pajak penghasilan.

    Maka dari itu banyak sekali orang yang lebih memilih menyumbangkan donasi mereka melalui cryptocurrency karena dapat terbebas dari pajak sehingga nilai donasi tidak berkurang. 

    Selain Children International banyak juga organisasi-organisasi lain yang menerima donasi berupa cryptocurrency seperti Care.org, Peduli Anak Foundation, The Water Project dan masih banyak lagi. 

    Ilustrasi UNICEF.

    Ilustrasi UNICEF.

    Baca juga: Nasib Tether Usai Didenda 41 Juta Dolar AS oleh CFTC

    5. Masjid di London Menerima Sumbangan Kripto untuk Ramadhan

    Pada bulan Mei tahun 2018, Sebuah masjid Inggris yang dikenal sebagai Masjid Shacklewell Lane di Dalston East London, telah melawan arus untuk menjadi yang pertama di Inggris yang menerima sumbangan cryptocurrency untuk periode Ramadhan.

    Masjid telah bermitra dengan startup blockchain bernama Combo Innovation untuk membuat akun Bitcoin dan Ethereum yang terbuka untuk kontribusi dari masyarakat yang mengambil bagian dalam donasi tersebut. 

    Selama Ramadhan, umat Islam yang aman secara finansial diharapkan untuk menyumbangkan setidaknya 2,5% dari penghasilan mereka. Donasi tersebut diterima melalui website masjid melalui kode QR. Sumbangan kemudian akan dikirim secara elektronik ke dompet cryptocurrency masjid.

    Banyak sekali sisi positif yang bisa didapatkan di cryptocurrency, jadi jangan takut investasi kripto. Karena dengan investasi kripto sebenarnya anda sudah memberikan berbagai manfaat yang banyak bagi orang-orang yang membutuhkan diluar sana. Bagi kamu yang baru mengenal kripto jangan lupa untuk belajar terlebih dahulu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 10 Prediksi Bitcoin Tahun 2021

    2020 merupakan tahun yang sulit, tetapi sekaligus menguntungkan bagi teknologi keuangan dan aset kripto, termasuk Bitcoin. Henri Arslanian, Global Crypto Leader di PwC dan Profesor dari Universitas Hong Kong, memberikan sejumlah prediksi tentang Bitcoin pada tahun 2021.

    Pertama, Tiongkok akan memimpin perlombaan terkait mata uang digital bank sentral (CBDC). Pada tahun 2020, 80 persen bank sentral aktif mengembangkan CBDC. Arslanian berpendapat bank sentral akan fokus ke sektor CBDC ritel. Tiongkok akan menjadi pusat perhatian yuan digital dalam sistem DC/EP, di mana lebih dari 2 milyar RMB (US$300 juta) telah ditransaksikan dalam tahap uji coba.

    Kedua, lembaga keuangan tradisional akan terus melirik Bitcoin. Tahun ini, sejumlah pemain institusi memasuki sektor kripto, termasuk bank besar seperti JPMorgan dan Standard Chartered. Tren ini akan berlanjut dan mendorong investor institusi lain membeli aset kripto besar itu melalui perantara sebagai ketentuan regulasi.

    Ketiga, telah ada kejelasan perpajakan kripto. Tahun ini terjadi terobosan soal aturan perpajakan aset kripto. Laporan oleh PwC menunjukkan, otoritas pajak di beragam negara mulai memberikan panduan perpajakan aset kripto yang meliputi keuntungan pembelian dan penghasilan penambangan. Kejelasan aturan ini sangat penting bagi investor besar.

    Baca Juga: Si Kembar Winklevoss: Bitcoin Akan Kalahkan Emas

    Keempat, merger dan akuisisi unicorn menjadi decacorn. Total merger dan akuisisi yang terjadi di sektor kripto melampaui nilai tahun sebelumnya, dengan transaksi rata-rata bernilai US$45,9 juta. Tren ini akan berlanjut, hingga terbentuk proyek-proyek kripto besar, dimana mayoritas aktivitas ini terjadi di benua Asia, Eropa dan Afrika.

    Kelima, investor ritel bisa membeli Bitcoin dengan mudah. Investor ritel kini semakin berminat terhadap Bitcoin sebab proses membelinya menjadi semakin gampang. Pemain besar, seperti PayPal dan Square, turut membantu proses membeli dan menjual aset kripto. Faktor makroekonomi, seperti pencetakan uang dan pembatasan transaksi, membuat warga dunia semakin melirik Bitcoin.

    Keenam, hedge fund dan family office memburu kripto. Di tahun 2020, hedge fundbesar secara serius mulai memasuki sektor kripto. Sosok hedge fund seperti Paul Tudor Jones dan Stanley Druckenmiller secara publik menyatakan telah membeli Bitcoin. Tren ini akan berlanjut berkat produk-produk yang membantu investor besar membeli aset kripto sehingga berpotensi membuat nilai kripto meroket.

    Ketujuh, bursa derivatif aset kripto semakin matang. Volume bursa derivatif aset tradisional berkali lipat lebih besar dibanding pasar spot. Tetapi di kripto tidak demikian sebab banyak bursa derivatif tidak diregulasi sehingga tidak dipakai investor besar. Tahun depan, volume tersebut akan bertambah jika kebutuhan investor institusi bisa dipuaskan.

    Kedelapan, sektor kripto semakin diisi oleh profesional. Generasi pertama pegiat kripto terdiri dari sosok yang pintar teknologi. Dengan adanya banyak lembaga yang memasuki sektor kripto, banyak pula individu berlatarbelakang bisnis untuk menjalankan usaha di bidang ini. Bedanya, sektor aset kripto hidup 24 jam sehari, sehingga sosok yang tidak mampu beradaptasi akan cepat tertinggal.

    Kesembilan, regulasi baru mendorong orang ke DeFi. Tahun ini, DeFi meledak pesat dan total modal yang ditanamkan mencapai lebih dari US$15 milyar. Tahun depan, terobosan-terobosan baru akan ditemukan dalam sektor ini, dan layanan keuangan akan direvolusi. Bila kebijakan keuangan semakin ketat, warga dunia akan semakin terdorong untuk beralih cepat ke DeFi.

    Kesepuluh, peran stablecoin semakin besar. Momentum stablecoin akan terus meningkat, dari nilai US$5 milyar pada awal tahun 2020 menjadi US$25 milyar di akhir tahun. Stablecoin banyak dipakai dalam perdagangan aset kripto, tetapi ke depannya stablecoin juga dapat mengurangi biaya transfer antar negara dan remitansi, seperti di Amerika Latin dan Asia Tenggara.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bank Sentral Rusia Belum Siap Izinkan Perdagangan ETF Bitcoin

    Bank Sentral Rusia belum siap untuk menerima dana dari hasil diperdagangkan ETF (exchange-traded fund) Bitcoin di bursa. Gubernur Bank Sentral Rusia, Elvira Nabiullina menegaskan kembali sikap tegas institusinya terhadap cryptocurrency.

    Pernyataan sikap Nabiulina itu keluar ketika menjawab pertanyaan tentang apakah regulator kebijakan moneter Rusia akan mengikuti contoh Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mengizinkan pencatatan ETF Bitcoin. Dana investasi pertama dari Proshares Bitcoin Strategy ETF, sendiri diluncurkan di New York Stock Exchange (NYSE) pada 19 Oktober lalu.

    Setelah menyetujui Bitcoin ETF pertama, regulator keuangan di Amerika Serikat terus menekan negara lain untuk mempertimbangkan berbagai produk kripto. Namun, Rusia tidak terpengaruh keputusan AS karena regulator Elvira Nabiullina baru-baru ini menyatakan bahwa Bank Sentral Rusia tidak siap untuk menerima ETF Bitcoin dari pasar.

    Ilustrasi cryptocurrency.

    Ilustrasi cryptocurrency.

    Baca juga: Apa itu Mining Pool dan Bagaimana Cara Kerjanya?

    Rusia Tolak Ikut Kebijakan Kripto Amerika Serikat

    Pernyataan Nabiullina sejalan dengan sikap konservatif CBR (Central Bank of Russia) yang sudah lama ada pada mata uang digital terdesentralisasi dan produk investasi berbasis kripto. Pada bulan Juli 2021, bank menyarankan bursa Rusia untuk menghindari perdagangan instrumen keuangan yang terkait dengan aset kripto. 

    Undang-Undang Aset Keuangan Digital, yang mulai berlaku awal tahun 2021, sebagian mengatur tentang cryptocurrency, akan tetapi para pejabat telah mencatat bahwa aturan tambahan sangat diperlukan untuk memastikan regulasi komprehensif terhadap ruang aset kripto di Rusia. Bank Sentral Rusia menentang legalisasi peredaran, seperti Bitcoin, dan menganggap cryptocurrency sebagai pengganti mata uang ilegal.

    Tidak mengherankan, jika Rusia tidak ingin mengikuti jejak AS karena bukanlah penggemar cryptocurrency. Gagasan untuk meluncurkan produk berjangka berbasis kripto tampak seperti mimpi yang masih jauh mengingat pandangan negara Rusia saat ini.

    Ilustrasi cryptocurrency.

    Ilustrasi cryptocurrency.

    Baca juga: Tips Aman Investasi Aset Kripto yang Bisa Kamu Ikuti

    Putin Pertimbangkan Cryptocurrency Bisa untuk Pembayaran

    Menanggapi situasi ini, Presiden Rusia, Vladimir Putin juga menyatakan optimismenya tentang cryptocurrency. Dalam sebuah wawancara dengan media CNBC, ia memperingatkan bahwa kebijakan AS pasti akan merugikan, karena lebih banyak negara menggunakan mata uang lain sebagai cadangan mereka.

    Ketika ditanya apakah Rusia sedang mempertimbangkan untuk menggunakan cryptocurrency sebagai cara untuk menyelesaikan kontrak pasokan minyak, Putin mencatat bahwa kemungkinan itu ada di masa depan. Dia menambahkan bahwa kelas aset kripto bisa ada sebagai bentuk pembayaran, tetapi terlalu dini untuk menggunakannya dalam transaksi kontrak minyak.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pergerakan Grafik Bitcoin Bulan Juli 2020

    Bitcoin (BTC) dan pasar crypto hingga saat ini masih kesulitan untuk mengumpulkan momentum untuk keluar perdagangan sideways.

    Harga BTC yang ‘membosankan’ dikisaran level-level 9.000-an menjadi dasar analisa para pedagang yang menjadi salah satu pembentukan trend yang mampu menjadi penentu potensi trend.

    Lower High terbaru terbentuk saat harga masih kesulitan untuk melewati level Resistance $ 9.200 sehingga terus menekan harga untuk bergerak dibawah level ini, yang menggambarkan sikap Bears meski untuk trend jangka pendek masih belum bisa terkonfirmasi dengan baik.

     

    Baca Juga: Tokocrypto dan Binance Gelar Kompetisi Trading Aset Kripto, Total Hadiah 151Juta BIDR

     

    Pada saat pers, harga Bitcoin masih diperdagangkan sideways, Rp 130 juta- Rp 133 juta-an di Indodax. Harga di pialang luar seperti Binance, $9.000- $9.128 untuk beberapa minggu terakhir.

    Seorang analis menyoroti terbentuknya sebuah “Death Cross” (sinyal untuk Bearish) dalam grafik 4 jam Bitcoin yang bisa Anda lihat dibawah ini:

    Gambar

    Berdasarkan skema analisa pada grafik diatas, ini bisa menyiratkan pasar bisa mengakhiri bulan Juni dengan sentimen rendah, yang berpotensi menciptakan trend penurunan sepanjang bulan Juli!

    Analis Bill Charison di Trading View menunjukkan sebuah chart. Dia mengatakan bahwa key level yang berada di $9.175 sudah ditembus, namun, BTC tidak bisa menembus ke harga lebih tinggi dan harga jatuh.

    Target pertama adalah $9.065 dan $8.925 dan bagus untuk mengambil posisi long dengan target $9.300.

    Josh Rager, co-founder Blockroots.com, mempunyai pendapat berbeda.

    Untuk jangka pendek, BTC masih bullish dan mungkin bisa mencapai $9.285 (key level).

    Jika dalam timeframe 4 jam bisa menutup diharga tersebut, kemungkinan besar bisa mencapai $9.500.

    Namun, harga tetap harus mencapai $9.700 untuk Bitcoin keluar dari trend bearish secara keseluruhan.

    Tidak bisa menutup diatas atau dekat di $9.285, harga akan turun di kisaran $9.000-an.

    Selain sisi teknikal diatas, faktor pada kondisi global juga perlu diperhatikan karena ini bagaimanapun akan memberi dampak besar pada pasar besar seperti saham, yang dinilai telah berkorelasi cukup baik dengan BTC, yang tentu juga akan menggerakan cara fikir para investor global, termasuk investor crypto.

    Note: Artikel diatas bukan nasihat keuangan, lakukan trading anda dengan menanggung resiko sendiri.

    Baca Juga: Faktor Ini Menyiratkan Bitcoin Sudah Berada dalam Downtrend Yang Kuat Untuk Jangka Pendek

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • CTO Glassnode: Harga Bitcoin Bisa Naik 10 Kali Lipat

    Rafael Schultze-Kraft, CTO Glassnode, perusahaan penghimpun data pasar aset kripto, memberikan sejumlah indikator Bitcoin yang mengisyaratkan pergerakan harga bullish. Ia memrediksi harga Bitcoin bisa meningkat hingga 10 kali lipat, yakni menjadi US$286 ribu per BTC.

    Pada Selasa (09/12/2020), Schultze-Kraft mencuit data yang menjadi basis prediksi tersebut. Ada enam indikator on-chain yang saat ini berada di tingkat yang mirip dengan kondisi awal tahun 2017.

    Baca Juga: Si Kembar Winklevoss: Bitcoin Akan Kalahkan Emas

    Masing-masing perkiraan harga yang diberikan indikator tersebut berada di angka ratusan ribu dolar per Bitcoin. Hampir semuanya menargetkan harga Bitcoin akan melampaui US$200 ribu.

    Bagi setiap indikator, Schultze-Kraft mengukur keuntungan yang diraih ketika indikator itu bergerak dari posisi yang mirip di tahun 2017 hingga mencapai titik tertinggi. Ia kemudian mengalikan harga Bitcoin saat ini dengan peningkatan persentase yang sama.

    harga bitcoin

    Schultze-Kraft menyoroti Net Unrealized Profit/Loss atau NUPL Bitcoin, yaitu perbedaan antara untung dan rugi belum final berdasarkan pergerakan terakhir, telah meningkat kembali ke 78 persen titik tertinggi tahun 2017.

    Harga Bitcoin melonjak 1.400 persen ke puncaknya, saat NUPL meroket dari kisaran yang mirip hari ini pada awal 2017. Bila skenario yang sama terjadi, Kraft mengestimasi Bitcoin bisa mencapai US$286 ribu per BTC.

    harga bitcoin

    Rasio kapitalisasi pasar Bitcoin terhadap thermocap, yang mengukur harga Bitcoin relatif terhadap pengeluaran penambang, sedang berada di posisi seperempat titik tertinggi 2017. Di tahun 2017, harga Bitcoin naik 625 persen saat indikator ini melambung ke titik tertinggi, sehingga Bitcoin bisa mencapai US$138 ribu di masa depan.

    Baca Juga: Ray Dalio: Bitcoin Menarik Selain Emas

    MVRV Z-Score Bitcoin, yang mengidentifikasi apakah Bitcoin dinilai berlebih atau kurang menurut nilai adilnya, saat ini berada di angka 34 persen tahun 2017. Pada tahun itu, indikator ini disertai peningkatan harga 1.150 persen. Jika  Bitcoin reli dengan kekuatan yang sama, Schultze-Kraft mengestimasi harganya bisa mencapai US$240 ribu.

    Indikator yang mengukur perilaku jangka panjang memberikan target harga yang lebih tinggi.

    harga bitcoin

    Long-Term Holder MVRV, yang merupakan rata-rata untung atau rugi semua Bitcoin yang beredar, dan Long-Term Holder SOPR, yang mengukur untung dan rugi menurut pergerakan terakhir koin, masing-masing berada di angka 13 persen dari titik tertinggi. Dengan riwayat peningkatan 1.340 persen dan 1.620 persen, Bitcoin bisa mencapai US$274 ribu atau US$328 ribu di masa depan.

    Reverse risk, yang mengukur keyakinan penyimpan Bitcoin terhadap harganya, mengindikasikan harga US$240 ribu. Indikator ini berada di tingkat 11 persen dari tertingginya.

    Kendati demikian, Schultze-Kraft mengingatkan agar angka-angka ini tidak ditelan bulat-bulat. Ia hanya menegaskan Bitcoin masih jauh dari titik puncak pasarnya.

    Data Glassnode menunjukkan Bitcoin akan menurun sebelum melanjutkan reli ke harga tertinggi baru. Kendati ada peringatan tekanan menjual dari spekulan jangka pendek, laporan Glassnode menyoroti pergerakan jangka panjang Bitcoin adalah tren meningkat.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ini Dia Berbagai Keunggulan Bitcoin yang Wajib Kamu Tahu

    Bitcoin telah menjadi hal yang sangat dikagumi sejak adanya penemuan internet. Selama lebih dari 25 tahun, para kriptografer dan inovator telah mencoba untuk menghasilkan mata uang digital terdesentralisasi yang aman, tetapi tidak ada yang berhasil sampai ditemukannya Bitcoin

    Ada banyak alasan mengenai hal ini, tetapi tahukah kamu apa manfaat dari mata uang Bitcoin? Berikut adalah beberapa di antaranya untuk memberi gambaran yang lebih baik tentang apa yang dibawa Bitcoin ke dunia.

    Bitcoin Tanpa Izin

    Mata uang tradisional, seperti Rupiah memerlukan izin untuk digunakan, mulai dari bank, lembaga keuangan hingga pemerintah. Bitcoin tidak memerlukan izin dari siapa pun dan gratis serta terbuka untuk digunakan secara global.

    Bitcoin Kebal terhadap Penyitaan

    Tidak ada yang bisa menyita Bitcoin seseorang sejak melakukan pembelian. Kenapa? Itu karena Bitcoin tidak ditempatkan di bank sentral atau perusahaan mana pun. Kamu bisa berperan menjadi bank sendiri dengan Bitcoin.

    Ilustrasi mata uang digital, Bitcoin.

    Ilustrasi mata uang digital, Bitcoin.

    Baca Juga: Minat Aset Kripto Melonjak, PM Thailand Ingatkan Cerdas Berinvestasi

    Bitcoin Tahan terhadap Sensor

    Menggunakan algoritma komputasi yang disebut proof-of-work (PoW), tidak ada yang dapat memblokir atau menyensor transaksi Bitcoin. Mata uang digital ini menganut konsep desentralisasi, sementara mata uang tradisional diatur dan diawasi oleh lembaga tertentu. Ini yang menjadi perbedaan utamanya. 

    Bitcoin Terdesentralisasi

    Jaringan didistribusikan secara global di antara ribuan node (komputer) dan jutaan pengguna di mana pemiliki Bitcoin tidak harus bergantung pada pihak ketiga yang tepercaya.

    Bitcoin memiliki persediaan terbatas: Hanya ada 21 juta Bitcoin yang dibuat, dan dihasilkan dari pertambangan pada tingkat yang dapat diprediksi. Artinya Bitcoin bisa langka dan deflasi.

    Bitcoin Lebih Terbuka dan mudah digunakan

    Siapa pun dapat berkontribusi untuk mengembangkan Bitcoin di berbagai bidang, termasuk membuat software atau infrastruktur berdasarkan sistem mata uang digital ini. Transaksi Bitcoin termasuk instan dan cepat, karena merupakan mata uang digital peer-to-peer sebagaimana diuraikan dalam whitepaper asli Satoshi Nakamoto. Selain itu juga persen biaya transaksinya sangat murah, daripada jaringan pembayaran pusat seperti PayPal, Visa, atau Mastercard.

    Bitcoin Satu Arah

    Transaksi Bitcoin tidak ada risiko tagihan balik karena setelah ia dikirim, transaksi tidak dapat dibatalkan. Bitcoin mirip dengan uang tunai, begitu kamu memberi seseorang uang tunai, tidak bisa mendapatkannya kembali (kecuali mereka mengembalikannya).

    Bitcoin Uang Digital

    Bitcoin digunakan di seluruh dunia untuk membayar hal-hal seperti kopi, makanan, elektronik, perjalanan, dan banyak lagi. Beberapa bahkan suka menyebutnya uang internet ajaib, karena semua sifatnya yang menakjubkan, dan kemampuannya untuk tidak dibelanjakan secara ganda.

    Ilustrasi mata uang digital, Bitcoin.

    Ilustrasi mata uang digital, Bitcoin.

    Baca Juga: Apa itu Teknologi Quantum Computer yang Jadi Ancaman Cryptocurrency?

    Bitcoin Memberikan Anonimitas

    Jika digunakan dengan benar, Bitcoin dapat digunakan sebagai mata uang anonim yang bebas. Saat kamu menggunakan Bitcoin, tidak perlu memberikan email, nama, nomor jaminan sosial, atau informasi identitas lainnya saat melakukan transaksi peer-to-peer.

    Bitcoin hanyalah angka, 1 dan 0, dan transaksi menggunakan jaringan internet serta alamat wallet. Jika tidak digunakan dengan benar, Bitcoin bisa menjadi pseudo-anonim yang memberi orang lebih banyak privasi daripada menggunakan mata uang tradisional.

    Hanya Butuh Jaringan Internet

    Kamu dapat membeli dan menjual Bitcoin dari smartphone atau komputer. Tidak hanya itu, bisa juga dapat menggunakannya untuk membayar barang langsung dari dompet Bitcoin di perusahaan yang menerimanya sebagai bentuk pembayaran.

    Orang lain yang tidak dapat mengakses sistem perbankan tradisional dapat menggunakan Bitcoin sebagai gantinya. Mereka hanya membutuhkan perangkat yang dapat terhubung ke internet.

    Bitcoin Sangat Transparan

    Semua informasi mengenai pasokan uang Bitcoin tersedia bagi siapa saja. Setiap transaksi yang dilakukan dengan Bitcoin juga tersedia untuk dilihat siapa pun. Meskipun, informasi pribadi disembunyikan, kamu dan orang lain dapat melihatnya di situs blockchain.com.

    Bitcoin Ciptakan Kebebasan Finansial

    Bitcoin bisa memberi kamu kebebasan finansial untuk bertransaksi secara global menggunakan semua properti yang disebutkan di atas. Dengan demikian, Bitcoin memberikan stabilitas ekonomi dan kebebasan baru bagi dunia.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Si Kembar Winklevoss: Bitcoin Akan Kalahkan Emas

    Si Kembar Winklevoss, Cameron dan Tyler mengatakan, kelak kapitalisasi pasar Bitcoin akan mengalahkan emas, ketika harga Raja Aset Kripto itu US$500 ribu per BTC.

    Baca Juga: Ekspatriat Nigeria Pakai Bitcoin untuk Hindari Mahalnya Transfer Uang via Bank

    Menurut pemilik bursa aset kripto Gemini asal AS itu, kalahnya kapitalisasi pasar emas ketika kelak harga Bitcoin mencapai US$500.000 per BTC.

    Selayaknya sebuah ramalan penuh keyakinan, si kembar yang pernah jadi musuh Mark Zuckerberg soal konsep dasar Facebook itu mencatat, bahwa US$500.000 per BTC didasarkan pada asumsi bahwa kapitalisasi pasar Bitcoin akan meningkat 40 kali lipat untuk melampaui kapitalisasi pasar emas sekitar $ US$9 triliun.

    Cameron merujuk pada sejumlah fakta bahwa penambahan pasokan fiat money saat ini mengkhawatirkan banyak pihak soal inflasi yang buruk di masa depan. Menurut Cameron, inflasi ini akan terus mendorong masyarakat untuk membeli emas dan Bitcoin.

    Baca Juga: CEO BlackRock: Bitcoin Bisa Menjadi Aset Global

    “Jika orang ingin membeli Bitcoin dan ini memang masih sangat baru, maka perlu jembatan di antaranya, yakni perbankan,” kata Cameron Winklevoss, menyinggung perihal keterlibatan bank di masa depan soal aset kripto itu.

    Cameron menyatakan bahwa Bitcoin menawarkan keunggulan yang signifikan dibandingkan emas sebagai komoditas moneter, seperti kemudahan transfer dan kekebalannya terhadap kekuatan eksternal yang memengaruhi laju produksinya.

    “Perhatikanlah Bitcoin dan aset kripto dan didiklah diri Anda sendiri, karena ini adalah uang terbesar dan revolusi teknologi sejak Internet itu sendiri. Ini bukan lagi main-main dan akan bertahan. Dan sekarang itu sedang dimulai,” sebut Cameron yakin.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • CEO BlackRock: Bitcoin Bisa Menjadi Aset Global

    Larry Fink, CEO Blackrock, perusahaan manajemen aset terbesar di dunia, mengatakan bahwa Bitcoin bisa tumbuh menjadi aset bernilai berskala global. Sebelumnya, jelang akhir November 2020, hal senada disampaikan oleh CIO Blackrock, yakni Rick Rieder.

    Lagi-lagi perusahaan raksasa memberikan sentimen positif terhadap Bitcoin, yang sejak 30 November 2020 lalu sudah menembus rekor harga tertinggi sepanjang masa.

    Apresiasi positif itu datang dari Larry Fink, CEO Blackrock. Dilansir dari CNBC belum lama ini, menurutnya, Bitcoin jelas-jelasa menarik perhatian banyak orang, kendati pasar aset kripto masih relatif kecil dibandingkan pasar jenis aset lain.

    Baca Juga: Analis Prediksi Bitcoin Segera Menuju $20.000 dan Melampauinya

    Blackrock diketahui sebagai salah satu pemegang saham terbesar di perusahaan publik MicroStrategy yang sebelumnya mengumumkan berinvestasi di Bitcoin senilai triliunan rupiah.

    Pernyataan CEO itu disampaikan ketika ia berbincang dengan Mark Carney, Gubernur Bank Sentral Inggris di Council on Foreign Relations. Dewan itu adalah organisasi nirlaba yang menerbitkan dan melakukan penelitian tentang kebijakan politik luar negeri Amerika Serikat. Dewan didirikan pada 1921 dan bermarkas di New York City.

    Kata Fink, kelas aset yang masih baru itu, [Bitcoin] bisa tumbuh menjadi aset berskala global.

    “Bitcoin memikat perhatian dan imajinasi banyak pihak. Pasar memang masih belum teruji dan masih kecil jika dibandingkan dengan pasar kelas aset lain. Sejumlah investor besar dari kalangan perusahaan berinvestasi ke Bitcoin. Apakah Bitcoin bisa tumbuh dalam pasar berskala global? Ya, mungkin saja,” kata Larry Fink.

    CNBC melansir pernyataan Fink, bahwa kepemilikan Bitcoin dan beberapa jenis aset kripto lainnya berdampak kepada pemegang dolar AS khususnya di luar Negeri Paman Sam. Itulah yang berdampak pada kurang relevannya sejumlah aset lain yang bernilai dolar.

    Fink bahkan mempertanyakan, apakah aset kripto, termasuk Bitcoin yang sedang tumbuh ini kelak bisa mengubah kebutuhan dolar AS sebagai mata uang cadangan global?

    Sebelum Fink ada pernyataan bullish lainnya milyarder pengelola hedge fund Stanley Druckenmiller dan Paul Tudor Jones II yang telah mengalokasikan sebagian aset mereka ke Bitcoin.

    BlackRock adalah pengelola aset terbesar di dunia dengan total aset dikelola mencapai US$7,4 trilyun.

    Blackrock di Indonesia

    Blackrock juga punya andil besar di pasara Indonesia. Dilansir dari Bisnis.com, perusahaan itu mengempit kepemilikan di saham berkapitalisasi pasar jumbo atau big caps RI.

    Emiten yang masuk dalam koleksi manajer investasi kenamaan asal Amerika Serikat itu bisa menjadi cetak biru bagi pelaku pasar dalam menyusun portofolio.

    Jelang akhir November 2020, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan melakukan kunjungan ke Amerika Serikat (AS). Salah satu pihak yang akan ditemui yakni Blackrock untuk membahas kelanjutan sovereign wealth fund (SWF).

    Baca Juga: Bank DBS: Adopsi Bitcoin oleh Perusahaan Meningkat

    Luhut memproyeksi SWF atau lembaga pengelola investasi (LPI) dapat menghimpun dana hingga US$100 milyar atau sekitar Rp1.400 triliun dalam 1 tahun hingga 2 tahun ke depan. Peraturan Pemerintah (PP) pembentukan badan itu kini tengah dalam finalisasi.

    Sejalan dengan misi itu, Luhut membidik sejumlah investor mulai dari The Blackstone Group dan Blackrock yang akan ditemui di sela kunjungan kerjanya di AS. Tujuannya, untuk menanamkan modal di SWF Indonesia.

    Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis.com melalui Bloomberg, Blackrock saat ini mengempit kepemilikan di saham-saham berkapitalisasi pasar jumbo atau big caps. Portofolio mereka tersebar setidaknya di sembilan saham dengan kapitalisasi terbesar saat ini.

    Untuk PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) misalnya, Blackrock tercatat mengempit kepemilikan 2,95 miliar lembar pada kuartal III/2020. Selanjutnya, kepemilikan di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mencapai 1,53 miliar lembar.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Daftar 10 Perusahaan Tambang Kripto yang Wajib Kamu Tahu

    Penambangan kriptografi merupakan cari lain untuk mendapatkan keuntungan dari cryptocurrency, selain dari investasi. Menurut penelitian industri, dengan CAGR 16,8%, pasar penambangan kripto global dapat tumbuh hingga hampir $ 2,6 miliar pada tahun 2026.

    Beberapa nama baru telah muncul di bidang pertambangan kripto, karena bisnis ini memanfaatkan pembangkit listrik untuk mengatasi masalah lingkungan yang sering dikaitkan dengan pemborosan energi. Dalam hal ini, mari kita lihat 10 nama industri pertambangan cryptocurrency yang terpopuler di dunia dan sahamnya ada di Nasdaq. 

    1. HIVE Blockchain Technologies (NASDAQ: HIVE)

    Berkantor pusat di Vancouver, Kanada, HIVE adalah perusahaan pertambangan cryptocurrency publik terkemuka yang terdaftar di Toronto Venture Exchange pada tahun 2017, tetapi sekarang memiliki daftar ganda di Nasdaq. Perusahaan ini juga memiliki pusat operasional tambang kripto di Islandia dan Swedia yang digunakan untuk menjalankan operasi penambangan cryptocurrency, termasuk Bitcoin dan Ethereum

    HIVE memilih lokasi di sana untuk mencapai suhu yang lebih dingin dan mengakses energi terbarukan yang bernilai rendah dan mudah dimanfaatkan sepenuhnya untuk pertambangan. Pada kuartal Juni lalu, HIVE mencatat $ 37,2 juta dalam penjualan dokumen dan $ 18,6 juta dalam pendapatan Internet, sambil meningkatkan penambangannya.

    Ilustrasi perusahaan penambang kripto

    Ilustrasi perusahaan penambang kripto.

    2. Stronghold Digital Mining (NASDAQ: SDIG)

    Stronghold Digital Mining memposisikan diri sebagai salah satu perusahaan penambangan cryptocurrency pertama yang terintegrasi secara vertikal dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Stronghold mengubah limbah batubara yang tersisa dari penambangan menjadi energi untuk operasi penambangan. 

    Perusahaan juga menawarkan insentif pajak dan kredit energi terbarukan. Mereka saat ini mengoperasikan 3.000 penambang yang didukung oleh pembangkit listrik yang beroperasi di Pennsylvania.

    Setelah mengamankan $ 100 juta dalam pendanaan baru, Stronghold berharap dapat mengembangkan pembangkit listrik lain yang berfokus pada lingkungan, serta dapat meningkatkan total hashrate dari 185 petahash per detik (PH/s) menjadi 2.100 PH/s pada bulan Desember 2021.

    Baca Juga Strategi Jitu agar Selalu Cuan di Investasi Aset Kripto

    3. Marathon Digital (NASDAQ: MARA)

    Pendapatan Digital Marathon meroket lebih dari 1000% pada tahun 2020, karena harga kripto melonjak. Perusahaan yang berbasis di Las Vegas ini, ingin membangun operasi penambangan terbesar di Amerika Utara dengan salah satu biaya rendah, berkat akses ke energi yang murah. 

    Perusahaan juga sudah menempatkan “pusat data penambangan Bitcoin” di Hardin Power Station, dengan pembangkit listrik 105 MW di Montana. Perusahaan ini memiliki kapasitas hingga 30.000 rig penambangan Kripto yang akan menghasilkan 3.320 PH/s.

    Marathon Digital mengembangkan kapasitas penambangan yang disebut MaraPool, yang merupakan pool gabungan penambang kripto dengan sumber daya komputasi mereka, melalui jaringan untuk meningkatkan prospek kinerja tambang dalam menemukan blok dan menambang kripto. MaraPool sepenuhnya diaudit oleh pihak ketiga, dan telah dirancang untuk menawarkan transparansi yang lebih besar kepada anggotanya.

    Ilustrasi penambang kripto

    Ilustrasi penambang kripto.

    4. Canaan (NASDAQ: CAN)

    Tidak seperti beberapa nama lain dalam daftar ini, Canaan menawarkan paparan perangkat keras superkomputer yang digunakan untuk penambangan kripto. Perusahaan China ini, sedang mengikuti segmen yang sedang booming, karena semakin banyak pemain pertambangan kripto yang berinvestasi dalam peralatan untuk mendorong operasi mereka. 

    Didirikan pada tahun 2013, Canaan yang berbasis di Beijing fokus dalam server blockchain dan solusi mikroprosesor sirkuit terpadu (ASIC) khusus aplikasi. Perusahaan baru-baru ini melaporkan penjualan kuartalan tertinggi dalam sejarahnya, dengan total penjualan bersih tumbuh lebih dari 500% pada kuartal Juni 2021, sementara daya komputasi untuk total penjualan meroket karena permintaan mesin penambangan bitcoin melonjak.

    5. Riot Blockchain (NASDAQ: RIOT)

    Berkantor pusat di Colorado, AS dan dengan operasional di New York, Riot Blockchain adalah salah satu penambang Bitcoin publik terbesar di Amerika. Perusahaan telah berinvestasi dalam operasi penambangan Bitcoin seiring dengan pertumbuhan skalanya. Fasilitasnya di New York diselenggarakan oleh Coinmint, basis data mata uang digital terbesar di dunia dimana energi diambil dari 88% nol emisi.

    Awal tahun ini, Riot mengumumkan rencana untuk mengakuisisi Whinstone US, pemilik dan operator fasilitas penambangan dan penyimpanan Bitcoin terbesar di Amerika Utara yang berbasis di Texas. Dalam beberapa hari terakhir, perusahaan mengumumkan pengembangan teknologi chiller 200 MW di fasilitas ini untuk meningkatkan produktivitas dan tingkat hash rate. Pada akhir tahun 2022, Riot mengharapkan untuk memiliki tim penambangan lebih dari 80.000 yang dikerahkan sepenuhnya.

    Baca Juga Mengenal Apa itu Golden Cross, Panduan Lengkap untuk Pemula

    6. BIT Mining (NYSE: BTCM)

    BIT Mining yang berbasis di Hong Kong adalah perusahaan penambangan cryptocurrency yang tidak hanya melakukan operasi penambangan, tetapi juga memiliki eksposur ke manufaktur mesin penambangan hingga operasi pusat data. Adapun yang terakhir, ia memiliki seluruh kumpulan penambangan dan aset terkait yang dioperasikan melalui BTC.com, salah satu nama paling populer di industri kripto.

    Bulan lalu, perusahaan menandatangani kesepakatan $ 12,1 juta dengan Viking Data Center untuk mengembangkan fasilitas penambangan kripto 85 MW di Ohio, AS, yang dijadwalkan selesai pada Februari 2022. Tindakan keras terhadap penambang cryptocurrency di China telah memprovokasi sejumlah penambang, termasuk BIT Mining yang mengancam akan keluar dari pasar China.

    7. BIT Digital (NASDAQ: BTBT)

    BIT Digital adalah generator aset digital skala besar yang berfokus pada ketahanan dan operasi penambangan global, dengan tingkat hash maksimum saat ini 1920 PH/S. Perusahaan penambangan kripto yang berbasis di New York ini, memiliki salah satu tim penambangan terbesar yang terdaftar di AS yang berjumlah 32.500, dengan mayoritas penambang menggunakan energi bebas karbon.

    Selama kuartal Juni tahun 2021 lalu, BIT Digital menambang hampir 563 Bitcoin. Perusahaan juga memindahkan operasinya dari pasar China dan menandatangani perjanjian pendanaan $80 juta dengan Blockfusion untuk meningkatkan hashrate-nya.

    Ilustrasi penambang kripto

    Ilustrasi penambang kripto.

    8. Bitfarms (NASDAQ: BITF)

    Bitfarms adalah perusahaan infrastruktur blockchain yang berbasis di Toronto dengan salah satu jaringan penambangan cryptocurrency terbesar di Amerika Utara. Lebih dari lima fasilitas di Quebec dan infrastruktur 82 MW yang dibangun, 99% operasi penambangan Bitcoin mereka didukung oleh pembangkit listrik tenaga air terbarukan, dengan biaya rata-rata hanya $0,04/kWh dan tingkat hash 1600 PH/S.

    Sebagai pembeda, Bitfarms adalah perusahaan yang terintegrasi secara vertikal melalui kontraktor listrik yang dimiliki sepenuhnya oleh Volta Electrique, dan jaringan kontraktor listriknya sendiri. Mengenai jaringan pipa, Bitfarms berencana untuk membangun tambahan 105 MW kapasitas infrastruktur selama beberapa bulan ke depan.

    9. Hut 8 Mining (NASDAQ: HUT)

    Hut 8 Mining fokus pada penambangan Bitcoin dan Ethereum dan berhasil menambang 326 BTC pada Agustus 2021, dengan nilai output rata-rata 10,5 BTC per hari.

    Untuk kuartal kedua tahun 2021 lalii, Hut 8 Mining membukukan penjualan 33,55 juta Dolar Kanada, 250% lebih tinggi dari pada periode yang sama pada tahun sebelumnya. Performa juga meningkat dengan jumlah yang sama. Sementara beberapa penambang Bitcoin menjual BTC yang mereka tambang, Hut 8 Mining mengambil pendekatan yang berbeda. Hut 8 Mining adalah pemilik pertama Bitcoin yang menambang sendiri di Amerika Utara dan meminjamkan BTC-nya untuk menghasilkan minat pada aset tersebut.

    Perusahaan sedang memperluas operasinya, dengan tingkat hash yang meningkat menjadi 1.370 PH/s, sementara diperkirakan akan mencapai di atas 2.500 PH/s pada akhir tahun 2022. Hut 8 Mining menargetkan operasinya bisa memakai tenaga listrik yang dihasilkan oleh campuran tenaga surya, angin dan energi gas alam. Hal tersebut membantu perusahaan mencapai biaya rig penambangan terendah, di antara penambang BTC yang diperdagangkan secara publik pada $0,022 per kWh.

    10. Greenidge Generation (NASDAQ: GREE)

    Greenidge Generation adalah perusahaan lain yang berbasis di New York yang aktif di ruang kripto. Perusahaan mengoperasikan fasilitas pembangkit listrik netral karbonnya sendiri yang merupakan jantung dari bisnis penambangan Bitcoin-nya. 

    Perusahaan ini menghasilkan sekitar 44 MW listrik untuk lebih dari 15.000 penambang, tetapi dengan pembangkit yang memiliki kapasitas 106 MW, itu juga memasok listrik berlebih ke jaringan negara. Dari Januari hingga Juni 2021, hampir 60% listrik yang dihasilkan perusahaan digunakan untuk penambangan Bitcoin.

    Pada September 2021 lalu, Greenidge dapat menambang 729 Bitcoin dengan hasil awal menunjukkan pendapatan sebesar $ 33 juta hingga $ 37 juta. Di waktu yang sama, perusahaan juga mengumumkan pembelian 10.000 alat penambang lagi untuk fasilitas baru yang direncanakan di Carolina Selatan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • El Salvador Borong 420 Bitcoin Lagi untuk Cadangan Negaranya

    Pemerintah El Salvador membeli lebih banyak Bitcoin lagi ketikaharga BTC yang diperdagangkan melemah di bawah 37.000 dolar AS. Presiden El Salvador, Nayve Bukele, mengkonfirmasi pada Sabtu (22/1) bahwa pembelian 410 BTC dilakukan dengan menggelontorkan dana 15 juta dolar AS, dengan harga sekitar 36.585 dolar AS per BTC.

    El Salvador mengadopsi BTC sebagai alat pembayaran yang sah pada 7 September 2021, sebagai sarana untuk mengatasi inflasi di tengah melemahnya daya beli negara itu. Setelah pengesahan sebagai alat pembayaran, El Salvador membeli 700 bitcoin. Negara ini juga membeli 420 BTC pada bulan Oktober, 100 BTC pada bulan November, dan 171 BTC pada bulan Desember. Dengan pembelian terakhir, El Salvador telah membeli 1.801 BTC secara keseluruhan.

    Pembelian terbaru ini merupakan akuisisi termurah dari pemerintah El Salvador sejak negara tersebut mengadopsi BTC sebagai alat pembayaran yang sah. Dalam tiga bulan berikutnya melihat penurunan tajam dari harga pasar karena investor mengalihkan keuntungan BTC untuk membeli token lain.

    Baca Juga 4 Aset Kripto yang Berpotensi untuk Investasi di Masa Pandemi

    Ilustrasi El Savador adopsi pembayaran dengan Bitcoin.

    Ilustrasi El Savador adopsi pembayaran dengan Bitcoin. Foto: Reuters

    Banyak Negara yang akan Tiru El Savador Adopsi Bitcoin

    Sebuah laporan baru dari Crypto.com memperkirakan bahwa pasar kripto global akan menampung satu miliar pengguna pada akhir tahun 2022 karena lebih banyak negara berkembang meniru langkah El Salvador untuk mengarusutamakan adopsi BTC.

    Laporan tersebut menyimpulkan bahwa kombinasi negara-negara berkembang yang mengikuti El Salvador dan “sikap ramah” terhadap industri kripto berarti bahwa “negara-negara tidak dapat lagi mengabaikan dorongan yang berkembang terhadap kripto oleh publik.”

    Awal bulan ini, Bukele membuat beberapa prediksi bullish untuk tahun 2022 tentang bitcoin. Selain mengharapkan harga bitcoin mencapai $100.000 tahun ini, presiden El Salvador tersebut memperkirakan dua negara lagi akan mengadopsi BTC sebagai alat pembayaran yang sah. Dia juga mengatakan bahwa Kota Bitcoin El Salvador akan memulai konstruksi selama tahun ini dan obligasi gunung berapi negara itu akan kelebihan permintaan.

    Baca Juga Bank of America: Bitcoin dan Industri Kripto Tak Bisa Diabaikan



    Sumber : news.tokocrypto.com