Tag: blockchain

  • Demo Lagu Penyanyi Lawas Whitney Houston Jadi NFT

    Warisan penyanyi lawas Whitney Houston mendapat kehormatan melalui debut koleksi NFT dari OneOf, platform NFT musik yang ramah lingkungan besutan produser musik Quincy Jones.

    Koleksi ini mencakup rekaman lagu yang belum pernah didengar sebelumnya yang direkam ketika Houston berusia 17 tahun.

    Demo rekaman tersebut akan dilelang pada bulan Desember dengan rincian yang diumumkan pada acara Pekan Seni Miami. OneOf akan menjadi tuan rumah bagi pagelaran dua hari yang mencakup seni, musik dan pengalaman NFT.

    Baca jugaShiba Inu (SHIB) Bakal Hadir di Bioskop Ternama di AS Ini

    Pemenang lelang akan mendapat akses rekaman melalui brankas OneOf termasuk video digital yang diciptakan oleh artis pendatang baru Diana Sinclair. Artis 17 tahun itu terpilih dalam daftar 50 orang paling berpengaruh di dunia NFT versi majalah Fortune.

    Sebagai NFT pertama di seri OneOf Iconic yang akan diungkap di OneOf.world saat Pekan Seni Miami, koleksi NFT Whitney Houston itu terdiri dari ribuan NFT dengan harga tetap yang murah.

    Tingkat Gold dan Platinum berisi arsip foto yang jarang terlihat dari awal karir Houston, dirancang dengan animasi yang hidup dan berwarna.

    Bagi tingkat Diamond, seni visual Sinclair akan berbasis lagu dan video musik bagi “The Greatest Love of All” dan “I Will Always Love You”, dua karya Houston yang paling populer.

    Menanggapi perilisan itu, Sinclair berkata, “Saya menghabiskan banyak waktu mendengarkan musik yang dinyanyikan Whitney dan juga visual terkait.”

    Sinclair menambahkan, ia melihat tema umum dari foto dan video musik Houston, yaitu tentang pemberdayaan wanita. Salah satu contoh favorit Sinclair terlihat dalam video musik “I’m Every Woman.”

    Baca juga4 Cara Menghasilkan dari Kripto Selain Trading

    Ia merasa diberdayakan dengan penggambaran positif wanita berkulit hitam dalam media serta kasih sayang ibu seperti dalam lagu “Greatest Love of All.”

    Pelaksana perwakilan Whitney Houston, Pat Houston, merasa senang melihat warisan Whitney meluas ke teknologi baru di era teknologi blockchain.

    Penggemar yang tertarik menjadi kolektor seri NFT ini dapat mendaftar untuk menjadi peserta lelang. Pra penjualan tingkat Gold sebanyak 300 token sedang berlangsung dengan harga US$17. Penjualan utama bagi tingkat Platinum, Diamond dan Gold akan dimulai pada 30 November.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Suka NFT? Mari Berkenalan Dulu dengan ERC-721, Standar Pendukungnya

    Anda pasti sudah sangat sering membaca dan mendengar tentang NFT (Non-Fungible Token) atau mungkin membelinya di toko NFT popular seperti OpenSea. Namun, Anda wajib memahami dasar teknologinya, yakni ERC-721.

    OLEH: Dimaz Ankaa Wijaya, Ph.D
    Peneliti Teknologi Blockchain di Universitas Deakin, Australia

    Dunia aset kripto memang sudah berkembang sangat pesat dibandingkan dengan saat pertama kali saya terjun ke industri ini pada tahun 2015.

    Saat itu, Bitcoin jadi topik yang paling banyak dibicarakan sebagai mata uang digital baru. Penggunaannya pun ya satu itu: sebagai alat bayar, yang memang jadi tujuan utama Satoshi menciptakan Bitcoin.

    Bitcoin punya fitur pemrograman, meski sederhana. Tak banyak yang bisa diciptakan dengan menggunakan model pemrograman sesederhana itu, meskipun ada Colored Coin yang cukup fenomenal, dan ternyata memantik pemikiran Vitalik Buterin untuk menciptakan sebuah aset kripto baru dengan fitur pemrograman yang lebih fleksibel.

    Beberapa tahun kemudian, Vitalik, Gavin Wood, dan beberapa orang lainnya meluncurkan Ethereum. Belakangan Gavin Wood menciptakan Polkadot yang juga tak kalah popular.

    Ethereum dan Pemrograman Blockchain

    Ethereum memberikan kebebasan bagi pemrogram blockchain untuk membuat banyak hal di atas blockchain. Tokenisasi memberikan kesempatan bagi pengembang perangkat lunak untuk menyusun sistem ekonomi baru di atas platform Ethereum.

    Standardisasi memberikan angin segar, tidak hanya mempermudah penulisan kode kontrak pintar (smart contract), namun juga memastikan kompatibilitas antarkontrak.

    Standar seperti ERC-20 diadopsi sangat luas, tidak hanya dalam lingkup Ethereum saja, melainkan juga platform blockchain berbasis kontrak pintar lain seperti Binance Smart Chain, Solana, NEAR, Polkadot, dan banyak lainnya, yang meski punya nama berbeda tetapi berorientasi pada desain ERC-20. ERC adalah singkatan dari Ethereum Request for Comments.

    Baca jugaMengenal Rentible, Marketplace Pertama untuk Properti Metaverse

    ERC-20 dan Fungible Token

    ERC-20 punya era keemasan di sekitar tahun 2016-2017, saat banyak sekali Initial Coin Offering (ICO) diadakan demi mengumpulkan dana publik.

    ERC-20, seperti koin Ether biasa, memiliki karakteristik seperti uang. Token ERC-20 dapat dipertukarkan tanpa kehilangan nilai token tersebut.

    Sebuah token ERC-20 dapat ditukar dengan sebuah token ERC-20 lain. Itulah mengapa ERC-20 disebut dengan istilah fungible token (FT).

    NFT dan ERC-721

    Sementara itu, ada pula standar ERC lain yang karakteristiknya berkebalikan dengan ERC-20. Non-fungible Token atau NFT merupakan istilah yang diberikan pada standar token ERC-721.

    Setiap token pada NFT merepresentasikan “benda” unik. Setiap token memiliki kode unik yang disebut tokenID.

    TokenID ini dapat merepresentasikan apa saja, yang umumnya merupakan benda digital (meskipun tidak selalu demikian). Misalnya, gambar digital dan dokumen multimedia lain seperti gambar ataupun video.

    FT dan NFT

    FT dan NFT, keduanya merupakan token yang dapat berpindah kepemilikan. Catatan atas histori kepemilikan pun dapat dilacak di dalam blockchain, begitu juga informasi pemilik termutakhir.

    Namun, FT lebih fokus pada informasi tentang jumlah token. Sementara itu, NFT lebih menitikberatkan pada manajemen tokenID yang unik di setiap token.

    Operasi NFT sebenarnya tidak jauh berbeda dibandingkan FT. Fungsi-fungsi standar seperti transfer, approvemint dan burn, tersedia pada standar ERC-721.

    Namun tentu saja, yang ditransaksikan adalah tokenID dan bukan jumlah token. Berikut adalah potongan kode ERC-721 yang diambil dari library milik 0xcert.

    /**
    * @notice Does NO checks.
    * @dev Actually performs the transfer.
    * @param _to Address of a new owner.
    * @param _tokenId The NFT that is being transferred.
    */
    function _transfer(address _to,uint256 _tokenId) internal {
    address from = idToOwner[_tokenId];
    _clearApproval(_tokenId);
    _removeNFToken(from, _tokenId);
    _addNFToken(_to, _tokenId);
    emit Transfer(from, _to, _tokenId);
    }

    Fungsi _transfer di atas memindahkan kepemilikan _tokenId kepada pemilik baru yang alamatnya ada pada variabel _to.

    Bandingkan misalnya, potongan kode ERC-20 di bawah yang diambil dari sini.

    function transfer(address to, uint tokens) public returns (bool success) {
    balances[msg.sender] = safeSub(balances[msg.sender], tokens);
    balances[to] = safeAdd(balances[to], tokens);
    emit Transfer(msg.sender, to, tokens);
    return true;
    }
    
    

    Terlihat bagaimana fungsi di atas mentransaksikan sejumlah token (pada variabel tokens) kepada alamat yang teridentifikasi pada variabel to.

    Baca jugaIni Cara Elon Musk Bantu Luncurkan Satelit Dogecoin (DOGE)

    Seperti sudah dibahas sebelumnya, kontrak pintar ERC-20 mengorganisasikan saldo (jumlah token) dalam setiap alamat pemiliknya.

    Valuasi atas token tersebut umumnya didasarkan atas tokenomics atau utilitas yang ditawarkan oleh sistem eksternal yang menggunakan token tersebut.

    Artinya, harus ada aplikasi terdesentralisasi (Decentralised Application atau dApp) berbasis token tersebut yang memberikan nilai tambah atas token dan menggerakkan pengguna untuk bertransaksi menggunakan token tersebut.

    Sementara itu, ERC-721 yang lebih berfokus pada tokenisasi benda lain seperti gambar digital, memiliki satu fasilitas untuk menjaga konektivitas antara kode token dengan gambar digital tersebut, yakni tokenURI. Informasi di dalam tokenURI (URI merupakan Uniform Resource Identifier) bisa berupa tautan atau URL (Uniform Resource Locator), yang cara kerjanya identik dengan tautan pada sebuah laman situs web.

    Seorang pengguna harus menuju tautan tersebut untuk mengetahui detail benda apa yang direpresentasikan oleh sebuah token ERC-721 tersebut.

    Karena, pada dasarnya sebuah kontrak ERC-721 tidak punya fasilitas untuk menyimpan informasi lain atas gambar tersebut secara on-chain karena mahalnya ongkos penyimpanan di dalam blockchain.

    Seorang pengembang NFT bisa menyimpan benda digital yang di-NFT-kan di dalam peladen (server) independen, ataupun menggunakan perangkat alternatif seperti IPFS (Inter-Planetary File System) dan memastikan aksesibilitasnya menggunakan layanan seperti Pinata.

    Apabila valuasi FT bergantung pada valuasi terhadap tokenomics atau utilitas dApp, maka nilai atas NFT bergantung sepenuhnya pada persepsi orang terhadap benda digital yang di-NFT-kan.

    Pasar NFT jadi tidak jauh berbeda dengan pasar seni tradisional. Semakin terkenal artis pembuatnya, semakin mahal pula harga barang seni tersebut di pasaran.

    Pun, harga barang seni tidak dapat dijamin semakin naik apabila diperjual-belikan di pasar sekunder, karena selera pasar yang berubah-ubah.

    Dalam industri NFT saat ini, kompetisi yang ketat dan masifnya jumlah barang di pasaran juga tak menjamin sustainability harga NFT dalam jangka panjang.

    Banyak juga detail yang harus dipahami oleh pembeli NFT dari sisi teknologi. Token NFT berbasis ERC-721 memang bisa menjamin keunikan sebuah token.

    Namun, hal ini sama sekali tidak menjamin keunikan benda digital yang direpresentasikan token tersebut.

    Bisa jadi, sebuah tokenURI direpresentasikan oleh lebih dari satu token. Atau bahkan, sebuah tokenURI dipakai di banyak kontrak NFT.

    Kalau sudah begini, pengguna bisa dirugikan apabila tidak ada jaminan nilai dan due-diligence dari pihak terpercaya.

    Tulisan singkat ini mengulas sedikit tentang implementasi NFT yang menggunakan standar ERC-721, yang menjadi pondasi industri NFT di sistem blockchain seperti Ethereum.

    Terlihat bagaimana standar ERC-721 sendirian tidak dapat menjamin bahwa sebuah benda digital hanya dapat ditokenisasi ke dalam satu token unik, yang tentu harus menjadi bahan pertimbangan sebelum berbelanja NFT.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Token Chiliz Naik 170% Setelah Luncurkan NFT

    Peluncuran NFT dalam live game serta diimbangi dengan ekosistem yang tengah berkembang pesat, berhasil mendorong token Chiliz memamerkan harga memukau dengan kenaikan 170%.

    Chiliz (CHZ) sendiri merupakan aset kripto popular yang dibuat khusus untuk olahraga dan dunia hiburan.

    Menurut data yang dilansir oleh TradingView, sejak mencapai level terendah di harga $0,243 pada 29 September, harga CHZ berhasil keluar dari zona tersebut dan melonjak 170% ke level tertinggi harian dengan harga $0,527.

    Pada saat penulisan, token CHZ telah bernilai $0.573

    Grafik Harga Token Chiliz

    Lantas, mengapa token Chiliz bisa alami perkembangan pesat dan menyelamatkannya dari zona harga yang rendah? Berikut faktor meningkatnya fundamental CHZ.

    Meluncurkan NFT dalam Live Game

    Inovasi yang mempengaruhi harga Chiliz paling signifikan, dan membuatnya memulai reli saat ini adalah peluncuran NFT dalam live game pertamanya.

    NFT tersebut diluncurkan dalam platform yang berlangsung di pertandingan A.C. Milan melawan A.S. Roma.

    Cara kerjanya adalah, NFT baru akan dicetak ketika momen-momen penting sedang terjadi dalam pertandingan.

    Momen tersebut kemudian dimasukkan ke dalam wallet dari fan token holders yang melakukan prediksi pertandingan dengan benar.

    Setelah Chiliz mengumumkan bagaimana mereke mendistribusikan NFT dengan metode yang baru, pernyataan itu langsung disambut baik oleh pengguna.

    Token CHZ langsung alami lonjakan permintaan token yang tak henti-hentinya meningkat, bahkan hingga saat ini.

    Baca jugaBos Solana Labs Sebut Koin SOL bukan Ethereum Killer

    CHZ Bersama Dukungannya

    Alasan lain yang membantu momentum CHZ antara lain, penambahan daftar bursa baru bernama eToro, serta fan token yang berhasil dirilis untuk klub besar seperti São Paulo FC, AC Milan, hingga Manchester City.

    Selain itu, Binance juga memungkinkan penggemar mendapatkan token dari tim favorit mereka. Dengan syarat, mereka harus mempertaruhkan Binance Coin (BNB), Binance USD (BUSD), atau bisa juga dengan CH.

    Tak lama dari twet tersebut, OKEx mengumumkan bahwa mereka akan ikut mendukung token CHZ. OKEx tertarik dengan bursa eToro yang ada dalam ekosistem.

    Baca jugaSolana dan Reddit akan Kembangkan Proyek Media Sosial Terdesentralisasi

    Memperluas Ekosistem

    Perluasan ekosistem adalah faktor lainnya yang memperkuat fundamental CHZ.

    Belum lama ini, Chiliz bersama Socios juga meluncurkan kemitraan dengan Kraft Sports and Entertainment.

    Nantinya, National Football League (NFL) New England Patriots and Major League Soccer (MLS), serta New England Revolution akan bergabung dengan ekosistem.

    Kemitraan tersebut bertujuan agar protokol memiliki pandangan yang berbeda serta bisa mencakup semua liga olahraga utama.

    Menurut data VORTECS™ yang dilansir dari Cointelegraph Markets Pro, Token CHZ mulai mendeteksi prospek bullish sejak 28 Oktober, sebelum kenaikan harga baru-baru ini.

    Skor VORTECS™ tersebut sudah mencangkup perbandingan algoritma dari kondisi pasar historis, yang saat ini berasal dari kombinasi sentimen pasar, volume perdagangan, pergerakan harga terkini, serta aktivitas Twitter-nya.

    Seperti yang terlihat pada grafik, Skor VORTECS™ untuk CHZ mulai meningkat pada 27 Oktober dan mencapai tertingginya pada 28 Oktober, ketika harganya alami peningkatan sebesar 125% selama dua minggu berikutnya.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • AMD Gabung Blockchain Game Alliance Untuk Apa?

    Perusahaan manufaktur chipset asal Amerika Serikat, Advanced Micro Devices (AMD), telah bergabung dengan Blockchain Game Alliance (BGA) dan menjalin dua kemitraan baru untuk membantu pemanfaatan teknologi pada industri game.Berdasarkan siaran pers pada 12 Desember 2019, mengungkapkan bahwa perusahaan raksasa manufaktur chipset ini bermitra dengan penyedia layanan teknologi blockchain Robot Cache dan ULTRA – keduanya bekerja sama untuk mengembangkan dan mengoperasikan marketplace blockchain untuk online gaming. Marketplace baru ini dibangun dengan tujuan untuk mengamankan opsi pembelian dan juga sebagai saluran distribusi bagi penerbit game dan pengguna.

    Blockchain Game Alliance (BGA) adalah sebuah organisasi yang telah berkomitmen terhadap penggunaan teknologi blockchain pada gamingmelalui kegiatan promosi standar penciptaan bersama, memfasilitasi dan memperluas jaringan, berbagi pengetahuan dan mendorong perusahaan untuk mengimplemtasikan blockchain dengan cara terbaik.

    AMD dilaporkan menjadi perusahaan perangkat keras besar pertama yang bergabung dengan Blockchain Game Alliance (BGA), terhitung sejak Enjin dan pengembang blockchain game berpengalaman EverdreamSoft sebagai anggota.

    Kedua marketplace ini akan mengintegrasikan kartu grafik AMD dan teknologi processor untuk berbagai tujuan, termasuk server back-endmereka dan infrastruktur blockchain. Processor Ryzen AMD dan kartu grafik Radeon dilaporkan sudah didesain untuk memberikan kinerja komputasi kriptografik yang optimal.

    AMD mengklaim bahwa teknologi CPU dan GPU-nya memberikan mesin yang kuat untuk komputasi-intensif blockchain dan menanggung beban kerja ketika bermain game. Perusahaan manufaktur perangkat keras ini juga akan memberikan perlindungan keamanan untuk membantu melindungi konten digital dari berbagai serangan online.

    Awal tahun ini, AMD melampaui ekspektasi pasar, dengan peningkatan margin kotor yang signifikan dikarenakan produk-produk anyar mereka seperti processor Ryzen dan EPYC dan juga pendapatan dari perangkat pusat data GPU naik lebih dari dua kali lipat dari tahun ke tahun.

    Gaming sebagai pintu masuk ke Blockchain

    Di luar inisiatif seperti BGA, pihak-pihak yang terlibat dalam dunia game telah menandatangani sejumlah perjanjian lisensi dengan bisnis blockchain baru di industri game – terutama pengembang Tetris dan Pac Man, Atari, yang telah menandatangani kontrak dengan startup gaming blockchain, Animoca Brands.

    Pada Februari 2018, harga saham Atari meroket lebih dari 60% setelah mengumumkan bahwa mereka akan berinvestasi dalam mata uang kripto.

    Selain itu, penggunaan blockchain pada industri game juga dilakukan oleh Animoca melalui perjanjian lisensi global Maret ini, untuk pengembangan dari salah satu seri game F1, F1 Delta Time yang berbasis blockchain. Di mana pada November ini, melakukan lelang koleksi digital – NFT – tipe token spesial dengan merek mobil F1. Dan dilelang mulai dari harga 30 ETH.

    “NFT dan game merupakan area potensial sebagai daya tarik untuk memperluas jangkauan blockchain di luar aplikasi keuangan,” ungkap Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Game Blockchain Solana Siap-Siap Terima US$100 Juta

    Dana baru untuk sektor game blockchain telah diluncurkan oleh kelompok investor. Pendanaan ini bertujuan mendukung proposal game blockchain paling inovatif di Solana.

    Para pemodal tersebut adalah Solana Ventures cabang investasi blockchain Solana, bursa kripto FTX, serta pemodal ventura Lightspeed. Kelompok ini akan menggelontorkan US$100 juta demi mendorong gerakan pengembangan game blockchain di ekosistem Solana.

    Amy Wu, rekan di Lightspeed, mengutarakan semangat atas usaha gabungan ini serta tujuan yang ingin diraih melalui investasi tersebut.

    “Kami ingin mendukung tim-tim hebat, baik di industri kripto maupun industri gaming. Kami percaya game adalah salah satu peluang terkuat untuk menarik milyaran pengguna ke web3, dan salah satu kegunaan terbaik untuk NFT,” jelas Wu.

    Baca jugaAda Blankos, Game Kripto Pendatang Baru Bertenaga NFT

    Ia memuji laju pengembangan yang terjadi di blockchain Solana. Saat ini sudah ada lebih dari seribu tim pengembang aktif hanya dalam waktu dua tahun sejak meluncur.

    Bukan kaleng-kaleng, dana baru tersebut langsung bertindak menanam modal. Perusahaan game berbasis Solana, Faraway, menerima US$21 juta dalam putaran pendaan terbaru yang dipimpin dana baru ini.

    Putaran tersebut melengkapi investasi sebelumnya sebesar US$9 juta yang diterima Faraway dari investor awal tahun ini, termasuk Lightspeed. Pendanaan terbaru diikuti oleh a16z, Sequioa Capital, Pantera Capital, Jump Capital dan Solana.

    Faraway adalah salah satu perusahaan pertama yang membangun game berbasis blockchain dengan komponen multiplayer di atas Solana. Hal ini menjadikan Faraway sebagai peluang untuk mengukur tanggapan terhadap game blockchain di masa depan.

    Game pertama Faraway, berjudul Mini Royale: Nations, adalah first-person shooter atau game tembak-menembak dengan komponen ekonomi desentralistik.

    Game ini dapat dimainkan dengan peramban agar memudahkan akses bagi pengguna dengan komputasi terbatas.

    Baca jugaBull Run Ethereum Lampaui Bitcoin 2022

    Alex Paley, CEO Faraway, mengutarakan pendapatnya soal masa depan game blockchain dan usaha Faraway di bidang tersebut. Ia berkata teknologi blockchain akan membuka potensi bagi ekonomi yang terbuka dan didorong pemain serta membuka gelombang dunia virtual.

    “Tujuan kami adalah menciptakan game yang seru dan sosial dengan ekonomi terbuka, sehingga pemain mengendalikan kepemilikan sejati atas aset dalam game dan memiliki suara untuk perkembangan game di masa depan,” tandas Paley.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Perbedaan Mengoleksi Seni Konvensional dan Seni Digital NFT

    Pandemi COVID-19 tidak hanya mengubah sektor perekonomian, bidang kesenian pun mengalami perubahan dari segi profil penikmatnya. Dilansir dari Medcom, awalnya kolektor seni didominasi oleh masyarakat yang berusia 60 tahun ke atas. Sedangkan saat pandemi melanda, kolektor seni banyak datang dari kalangan berusia 40 tahun. Tidak hanya itu, pandemi juga memberi kesempatan bagi para kolektor melalui seni digital NFT.

    Beberapa Alasan Orang Mengoleksi Seni

    Pada umumnya, para kolektor memiliki kepentingan yang berbeda-beda dalam mengoleksi karya seni, beberapa di antaranya terangkum dalam dua poin berikut:

    Bisa dibilang poin pertama ini adalah alasan terbanyak dari para kolektor. Punya hobi dalam mengoleksi barang dan seni mampu memberikan kepuasan batin tersendiri. Semasa hidupnya, seseorang memiliki kebutuhan untuk mengekspresikan diri melalui berbagai hal yang disenanginya, salah satunya dengan mengoleksi karya seni dan barang unik.

    Dari segi psikologis dan emosional, kegiatan mengoleksi karya seni dan barang ini mampu memberikan rasa nyaman. Makanya, tidak heran kalau di luar sana banyak para kolektor yang mengoleksi berbagai hal unik, seperti action figure, miniatur, lukisan, hingga barang pecah belah.

    • Melatih Kemampuan Finansial

    Selain bertujuan untuk memberi kepuasan batin, mengoleksi barang dapat melatih kemampuan seseorang dalam mengalokasikan keuangannya.

    Kok bisa?

    Yep. Selain berlandaskan hobi, tidak jarang kolektor menjadikan barang kumpulan mereka sebagai alat investasi. Para kolektor percaya bahwa barang yang dikoleksinya memiliki prospek harga yang sangat baik di masa depan, terlebih untuk barang antik dan barang dengan edisi terbatas (limited edition).

    Sebelum pandemi COVID-19, banyak pameran karya seni yang dapat dikunjungi oleh masyarakat umum maupun kolektor. Akan tetapi, keadaan memaksa para seniman untuk mengubah cara dalam memamerkan karyanya. Salah satu terobosan dalam bidang seni yang menjadi angin segar bagi seniman maupun kolektor adalah hadirnya seni digital NFT.

    Perbedaan Mengoleksi Seni Konvensional dan NFT

    Ketika NFT hadir, banyak kolektor yang memanfaatkan momentum ini untuk menyalurkan hobinya dengan berselancar ke dalam sistem blockchain dan membeli karya seni digital NFT.

    Lantas, apa perbedaan dari mengoleksi karya seni konvensional dengan seni digital NFT?

    Nah, berikut jawaban yang sudah kami siapkan untuk Anda:

    Karya seni konvensional pada umumnya berkarakteristik 2 dimensi dan 3 dimensi. Bentuk fisik karya seni yang dapat digenggam, dibawa, dan diletakan bisa memengaruhi keamanan dan ketahanan karya seni itu sendiri.

    Karya seni konvensional memiliki risiko kerusakan fisik dan pencurian lebih tinggi, terlebih apabila karya seni tersebut memiliki nilai fantastis. 

    Hal ini berbeda dengan NFT, di mana semua karya seni digital NFT disimpan di dalam sistem blockchain yang memiliki standar keamanan tinggi karena setiap transaksi akan tercatat dan terverifikasi oleh semua pengguna dalam blockchain. Selain itu, seni digital pada NFT sudah secara otomatis dilengkapi oleh kode unik, sehingga terjaga keasliannya.

    Banyak kolektor di luar sana yang rela merogoh kocek untuk mengunjungi berbagai pameran seni di luar negeri. Belum lagi pameran seni sering diadakan saat peak season di mana turis banyak berdatangan membuat biaya akomodasi seperti pesawat dan penginapan semakin membengkak.

    Jika berbicara dari segi biaya, seni digital NFT mampu mengikis biaya tambahan seperti akomodasi. Ini dikarenakan Anda bisa membeli dan mengoleksi seni digital NFT yang tersedia dalam marketplace hanya dengan bermodalkan smartphone maupun laptop kesayangan. 

    Pada umumnya sebuah pameran seni berlangsung dengan periode waktu tertentu. Bagi kolektor yang memiliki kesibukan lain tentu menjadi penghambat, karena para kolektor bisa kehilangan kesempatan untuk memiliki karya seni yang bernilai.

    Tentu hal di atas dapat diminimalisir dengan kehadiran seni digital NFT, karena kolektor bisa mengakses marketplace NFT kapanpun dan di manapun selama 24/7. Hal ini bisa menjadi solusi bagi kolektor yang tidak ingin ketinggalan berbagai seni digital NFT yang potensial.

    Melihat beberapa poin di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kehadiran seni digital NFT tidak hanya dapat memberikan solusi bagi kolektor, tetapi juga bagi para seniman dan kreator yang terdampak karena pandemi COVID-19. 

    Bagi Anda yang ingin membeli seni digital NFT, kini Tokocrypto menghadirkan Tokomall yang dapat menjawab kebutuhan para kolektor. Kunjungi https://mall.tokoscape.com/ dan segera dapatkan seni digital NFT favorit Anda!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bagaimana Masa Depan Pertukaran Crypto Pasca Pandemi?

    Saat ini, pertukaran crypto telah menjadi debat terbaru dan terpanas di pasar keuangan. Dengan pertukaran DeFi peer-to-peer UNI dan saga SushiSwap, ranah ini menjadi arus utama yang menarik banyak trader harian dan investor institusional.

    Konstantin Anissimov, Direktur Eksekutif di CEX.IO percaya bahwa masa depan pertukaran crypto di dunia pasca pandemi Covid-19 tampaknya sangat cerah mengingat arus masuk investor saat ini.

    Baca Juga: Tokocrypto Resmi Perdagangkan Token SANDBOX (SAND)

    CEX.IO telah mengambil langkah selanjutnya menuju pertumbuhan di dunia crypto dengan mengintegrasikan klien khusus untuk institusi ke lini bisnisnya saat ini. Yang pertama di pasar yang menerapkan strategi ini, Konstantin Anissimov, Direktur Eksekutif, sangat yakin bahwa platform ini menarik lebih banyak investor institusional dan korporal.

    Alasan di balik pendekatan ini adalah untuk proporsional pertumbuhan berbagai perluasan kelembagaan dalam kurun waktu 3 tahun. Kompetensi pasar, jaminan harga, kepatuhan, dan kemanjuran adalah beberapa faktor yang dikerjakan secara luas sebelum peluncuran strategi ini sehingga memastikan portofolio yang stabil dan seimbang.

    Perspektif ahli Konstantin Anissimov tentang masa depan pertukaran crypto dan industri cukup positif untuk pertumbuhan. Dia menyatakan bahwa cryptocurrency akan sangat mempengaruhi industri investasi dan kemungkinan besar akan mengambil posisi sebagai aset yang sepenuhnya matang namun akan terus masuk dalam kategori berisiko tinggi sampai teknologi blockchain berfungsi penuh di seluruh dunia.

    Baca Juga: Akankah Bitcoin Meroket atau Jatuh?

    Masalah utama lainnya yang dia yakini membutuhkan pekerjaan konstan adalah mengatur industri blockchain karena regulasi adalah peran kunci dalam membangun keandalan dan mendapatkan kepercayaan konsumen di seluruh dewan klien dan akan berdampak besar pada relevansi industri di masa depan dalam sektor keuangan dan investasi.

    Dia lebih lanjut menyatakan karirnya yang menjanjikan, dalam jangka panjang, karena permintaan investor yang konstan untuk pengembalian investasi (ROI) yang semakin tinggi saat pasar konvensional sibuk berjuang untuk mengikuti keadaan yang sedang sulit ini.

    Dia pun menambahkan minatnya untuk mendigitalkan sistem pensiun. Mempromosikan keuangan mini untuk memasuki pasar crypto dan meningkatkan peluang untuk menyebarkan pendapatan ini ke dalam kriptografi.

    Tentu saja, jika memang pemikirannnya ini terwujud secara global, maka bukan hanya nasib pertukaran crypto, tetapi nasib crypto itu sendiri akan menjadi sangat cerah karena tingkat adopsi akan selalu mendongkrak optimisme investor terhadapnya yang akan menghidupkan segala sektor disekitarnya seperti pertukaran.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Hasil Pemilu AS Akan Dipublikasikan di Blockchain

    The Associated Press, sebuah organisasi berita global independen, bekerja sama dengan ensiklopedia berbasis blockchain Everipedia akan menerbitkan dan mendistribusikan hasil pemilu AS 2020 langsung ke dalam sebuah blockchain.

    Hasilnya akan dipublikasikan melalui Everipedia, yang berjalan pada EOS blockchain, dan akan menggunakan blockchain lain yang disebut Chainlink.

    “AP adalah standar emas dalam menghitung suara dan mengumumkan pemenang pemilu, dan kami senang bekerja sama dengan Everipedia untuk menggunakan panggilan lomba kami dengan cara yang inovatif,” kata Dwayne Desaulniers, direktur lisensi data AP dilansir dari Decrypt.

    Untuk melakukannya, AP akan menandatangani data secara kriptografis dan mempublikasikan kunci kriptografinya melalui oracle data bertenaga Chainlink milik Everipedia. Sebuah oracle menghubungkan data dunia nyata, seperti hasil pemilu, ke blockchain.

    Baca juga: KPMG Gunakan Blockchain untuk Melacak Emisi Gas Rumah Kaca

    AP telah bertanggung jawab untuk menghitung suara di setiap pemilu AS  termasuk nasional, negara bagian, dan lokal sejak 1848. Sekarang, organisasi bersejarah tersebut beralih ke blockchain dan datanya oracle untuk menambahkan transparansi dan kepercayaan lebih lanjut ke proses.

    “Platform ‘oracle-as-a-service’ ini akan ditawarkan kepada organisasi industri terkemuka untuk mempublikasikan data feed langsung di blockchain. Organisasi akan dapat memperoleh pendapatan untuk mempublikasikan data terkemuka tentang berbagai topik termasuk harga, hasil pemilu, statistik / skor olahraga, cuaca, dan berita,” tambahnya.

    Namun dengan menggunakan blockchain oracle ini ada risiko yang mengintai, yakni manipulasi dan diretas atau adanya bug software.

    Blockchain dan Pemilihan

    Karena penghitungan suara hanyalah satu langkah dari proses pemilihan, teknologi blockchain akan digunakan secara minimal dalam kasus ini. Proyek pemungutan suara lainnya menggunakan blockchain selama prosesnya. Beberapa negara bagian AS telah menguji coba Voatz, aplikasi pemungutan suara berbasis blockchain, sebagai cara menangani e-voting.

    Baca juga: Visa Gunakan Blockchain, Bantu Integrasi Mata Uang Digital Bank Sentral

    Sierra Leone, Rusia, dan Estonia juga telah menguji pemungutan suara berbasis blockchain. Dalam kasus tersebut, blockchain biasanya menangani pendaftaran pengguna dan pengiriman suara, bukan hanya hasil pemilu yang tersedia untuk umum.

    Meskipun demikian, skala yang dikerjakan Associated Press adalah hal yang sangat menarik. Fakta bahwa salah satu organisasi berita terbesar di Amerika Serikat telah memilih untuk bekerja dengan blockchain sangatlah penting  terutama pada masalah yang sensitif seperti hasil pemilu.

    Baca Juga: Venezuela Uji Coba Bursa Efek Bertenaga Blockchain

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Seiring Harganya yang Naik, Aktivitas Transaksi Blockchain Bitcoin Semakin Moncer

    Aktivitas transaksi harian Bitcoin mencapai titik tertinggi sepanjang masa sejak 6 Oktober. Total transaksi yang diselesaikan secara on-chain selama kurang lebih satu pekan di jaringan Bitcoin mencapai $31 miliar.

    Penyelesaian transaksi di jaringan Bitcoin ini menandai rekor peningkatan volume harian sekitar 40 kali sejak awal tahun 2020.

    Analis on-chain Willy Woo mengomentari peningkatan aktivitas dan nilai penyelesaian selama akhir pekan ini. Ia  membuat cuitan yang menyatakan bahwa volume uang yang bergerak di blockchain Bitcoin saat ini berada di atas jaringan pembayaran terpusat seperti Visa dan Mastercard di Amerika Serikat.

    Baca jugaShiba (SHIB) Naik Lebih dari 427 % Dalam Satu Bulan, Apa Pemicunya?

    “[Jaringan Bitcoin] saat ini menghasilkan ~$190rb per detik. Bandingkan ini dengan $130rb per detik oleh Visa untuk pelanggan AS dan $55rb per detik untuk Mastercard,” ujar Willy Woo, 9 Oktober 2021.

    Sementara itu, berdasarkan data Bitinfocharts , nilai rata-rata transaksi yang dieksekusi di jaringan Bitcoin pun terus meningkat selama tiga bulan terakhir menjadi $732.000 — meningkat 273% sejak awal Juli.

    Baca jugaKolaborasi Tokocrypto dan CryptoHero, Aplikasi Bot Crypto Untuk Mempermudah Trading Aset Kripto

    Bitcoin Masih di Jalur Banteng

    Di samping itu, pergerakan harga Bitcoin pun berada pada jalur bullish. Analis Portalkripto.com, Arly Fauzi mengatakan, saat ini BTC masih dalam area bullish channel.

    “Minor trend ngebentuk pola ascending wedge , mudah-mudahan confirm breakout,” katanya.

    Menurutnya, major resistance Bitcoin (BTC) saat ini berada pada harga $64,8k. Apabila pergerakan harga Bitcoin (BTC) mampu breakout major resistance-nya, maka target bullish pertama berdasarkan fibo.retracement nya berada pada area harga $73,117-85,058.

    Saat laporan ini ditulis, harga Bitcoin berada pada level $56,535, naik 1,6 dalam 24 jam terakhir. Harga BTC naik sekitar 18,52% selama sepekan terakhir. Sedangkan, kapitalisasi pasarnya masih berada di kisaran $ 1 triliun. Dominasi atas altcoin pun meningkat ke level 45,8%.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • SEC Setujui Revolusi Industri Kripto, Begini Dampaknya

    Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) telah setujui Revolusi Industri Kripto Volt dan ETF Teknologi. Hal ini memberi dampak positif serta kemudahan akses antara perusahaan dan eksposur signifikan terhadap Bitcoin (BTC).

    Dana yang diperdagangkan di bursa akan mendefinisikan sebagai entitas yang memegang mayoritas aset bersih mereka pada BTC.

    Atau jika tidak, menurut pengajuan dari SEC, mereka akan memperoleh sebagian besar pendapatan mereka dari Bitcoin, termasuk menambang, meminjamkan, serta bertransaksi.

    Kabarnya, 80% dari kepemilikan dana tersebut akan dialokasikan ke perusahaan-perusahaan yang sudah di sepakati.

    ETF sendiri baru akan muncul sebagai daftar New York Stock Exchange Arca di bawah simbol ticker BTCR.

    Sementara itu, regulator SEC memang telah mempertimbangkan wacana ini selama bertahun-tahun. Dan Jumat lalu, SEC mengumumkan akan menunda keputusan pada 4 Bitcoin EFT pertama yang didiskusikan selama 45 hari.

    Baca JugaBitcoin Naik Usai Ketua SEC Tegaskan Tidak Melarang Crypto

    SEC kemudian memundurkan timelinenya pada Global X Bitcoin Trust, Valkyrie XBTO Bitcoin Futures Fund, WisdomTree Bitcoin Trust, dan Kryptoin Bitcoin ETF pada masing-masing 21 November, 8, 11, dan 24 Desember.

    Tidak seperti proposal lain untuk Bitcoin ETF yang didukung secara fisik, dana Volt Equity langsung disetujui bahkan tanpa melacak harga Bitcoin atau menahan aset terlebih dahulu.

    Sebaliknya, Volt Equity mencari eksposur ke perusahaan yang menghasilkan sebagian besar bisnis mereka dari aktivitas yang berkaitan dengan Bitcoin.

    Dengan demikian, Volt Equity adalah jalan terdekat yang dimiliki investor Amerika Serikat dengan Bitcoin EFT untuk saat ini. Banyak spekulasi yang merajalela seputar tanda-tanda SEC yang semakin dekat akan menyetujui Bitcoin EFT.

    Namun nyatanya, menurut analis Bloomberg, Eric Balchunas, yang ia ungkap di laman Twitter pribadinya, regulator masih terus dalam proses mempertimbangkan dimana tempat terbaik untuk Bitcoin EFT dan Bitcoin futures untuk benar-benar disahkan.

    Optimisme seputar persetujuan potensial mungkin telah berkontribusi pada reli harga Bitcoin di awal minggu ini.

    Baca jugaApa yang Seru di Dunia Kripto Minggu Ini?

    Rasa aset kripto tersebut terpantau melonjak menjadi $ 55.000 pada hari Rabu karena total kapitalisasi pasar aset kembali ke $ 1 triliun. Hal itu juga menandai tonggak pertama dalam rentan waktu sekitar empat bulan.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com