Tag: blockchain

  • Prediksi Kripto 2025: 5 Token RWA Teratas yang Perlu Diperhatikan

    Real-World Assets atau RWA semakin menarik perhatian tahun ini. Dengan meningkatnya adopsi institusional dan integrasi teknologi blockchain, tokenisasi aset berwujud seperti real estat dan obligasi telah memberikan dampak signifikan pada ekosistem kripto.

    Tren ini membawa likuiditas dan diversifikasi baru yang menjadi daya tarik bagi investor global. Berikut adalah lima token RWA teratas dan prediksi performa mereka untuk tahun 2025 seperti yang dilaporkan BeInCrypto:

    Analisis Harga OM. Sumber:  TradingView.

    Harga MANTRA (OM) mencatat lonjakan spektakuler sebesar 6.196% sepanjang tahun ini, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $4,63. Saat ini, OM tengah mengalami fase konsolidasi, dengan level support penting di $3,36. Selama harga bertahan di atas level ini, potensi reli tetap terbuka, meskipun risiko aksi ambil untung dapat mengancam prospek bullish.

    Jika OM turun di bawah $3,36, harga dapat terkoreksi ke $1,29, membatalkan peluang untuk mencapai ATH baru. Investor perlu memantau level support utama ini untuk memastikan kepercayaan pasar tetap terjaga.

    2. Chintai (CHEX)

    Analisis Harga CHEX. Sumber:  TradingView.

    Chintai Network (CHEX) mengalami pertumbuhan 192% tahun ini. Meskipun demikian, harga CHEX masih 53% di bawah ATH sebesar $0,87. Saat ini, token ini diperdagangkan di atas level support $0,55. Jika mampu menembus resistance di $0,87, potensi pembentukan ATH baru sangat memungkinkan, yang dapat memberikan keuntungan signifikan bagi investor.

    Namun, jika harga jatuh di bawah $0,55, risiko koreksi hingga $0,33 akan meningkat, sehingga menghapus prospek bullish yang ada. Stabilitas level support ini menjadi kunci untuk mempertahankan momentum positif.

    3. Reserve Rights Token (RSR)

    Analisis Harga RSR. Sumber:  TradingView.

    Reserve Rights Token (RSR) menunjukkan performa luar biasa dengan kenaikan 319% sepanjang tahun ini, meskipun masih di bawah ATH tahun 2024 sebesar $0,025. Saat ini, RSR diperdagangkan di $0,013, yang juga menjadi level support krusial. Jika mampu mempertahankan level ini, token berpeluang menuju ATH baru di awal 2025.

    Sebaliknya, kegagalan mempertahankan $0,013 dapat menyebabkan penurunan ke $0,009, yang akan menghapus sebagian besar kenaikan tahun ini. Investor harus memperhatikan tekanan jual yang dapat memengaruhi momentum pertumbuhan RSR.

    4. Hedera (HBAR)

    Analisis  Harga HBAR . Sumber: TradingView.

    HBAR mencatat pertumbuhan 219% pada tahun ini, terutama didorong oleh kinerja mengesankan di kuartal keempat 2024. Dengan harga saat ini di $0,275, target berikutnya adalah mencapai level tertinggi tahun 2024 di $0,392. Penembusan resistance ini menjadi penting untuk melanjutkan tren kenaikan.

    Namun, kegagalan mempertahankan support di $0,250 dapat memicu penurunan ke $0,182, yang akan menghapus sebagian besar keuntungan yang telah dicapai. Strategi pasar yang hati-hati diperlukan untuk mempertahankan momentum bullish.

    5. Ondo (ONDO)

    Analisis Harga ONDO. Sumber:  TradingView.

    Sebagai salah satu pemain terkemuka di pasar RWA, ONDO mencatat lonjakan luar biasa sebesar 545% tahun ini, mencapai ATH baru di $2,14. Saat ini, ONDO diperdagangkan di $1,43, sedikit di bawah level support kritisnya di $1,48. Jika berhasil mendapatkan kembali level support ini, ONDO memiliki peluang besar untuk mempertahankan tren positifnya pada tahun 2025.

    Namun, jika harga terus turun di bawah $1,48, risiko penurunan ke $1,01 menjadi nyata, yang akan membatalkan prospek bullish. Menjaga harga di atas $1,48 akan menjadi kunci untuk menarik minat investor dan mempertahankan momentum.

    Kesimpulan

    Kelima token RWA ini menunjukkan potensi pertumbuhan yang menjanjikan, tetapi juga menghadapi tantangan signifikan. Investor harus memantau level support dan resistance utama untuk setiap token dan memperhatikan volatilitas pasar yang dapat memengaruhi prospek jangka panjang. Dengan strategi yang tepat, RWA dapat menjadi peluang investasi menarik pada tahun 2025.

    Baca juga: Tren Bitcoin 27 Des 2024-3 Jan 2025: ATH lagi dan TP-TP By Hoteliercrypto


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Avalanche Comeback: Volume DeFi Melejit Rp17 Miliar!

    Setelah berbulan-bulan mengalami aktivitas yang relatif sepi, ekosistem keuangan terdesentralisasi (DeFi) di jaringan Avalanche (AVAX) kini kembali menunjukkan taringnya.

    Data terbaru menunjukkan bahwa pada bulan September, volume perdagangan di bursa terdesentralisasi (DEX) Avalanche mencapai $17,4 miliar, sebuah level yang belum pernah terlihat dalam tiga tahun terakhir.

    Lonjakan ini menandai kembalinya Avalanche sebagai salah satu pemain utama di ruang DeFi global, setelah sebelumnya sempat tersisih oleh jaringan lain akibat berkurangnya minat spekulatif dan ketidakpastian pasar kripto secara keseluruhan.

    Baca Juga: Avalanche Cetak Rekor Berkat MapleStory dan Kemitraan Strategis

    Faktor Pendorong Lonjakan Aktivitas DeFi di Avalanche

    Ada beberapa faktor utama yang mendorong kebangkitan Avalanche di sektor DeFi:

    1. Kecepatan dan Biaya Rendah
      Avalanche sejak awal dirancang untuk menawarkan kecepatan penyelesaian transaksi tinggi dan biaya gas rendah, dua elemen yang sangat penting dalam menarik likuiditas ke jaringan blockchain. Kombinasi ini kembali menjadi nilai tambah besar di tengah kondisi pasar yang mencari alternatif lebih efisien dibanding Ethereum yang sering mengalami kemacetan.
    2. Peluncuran Protokol Baru
      Beberapa proyek DeFi baru diluncurkan di Avalanche dalam beberapa bulan terakhir, membawa inovasi sekaligus memicu arus pengguna baru. Peluncuran ini diikuti oleh kampanye liquidity mining agresif, yang semakin menarik minat komunitas untuk aktif berpartisipasi.
    3. Perubahan Sentimen Pasar Global
      Lonjakan aktivitas DeFi di Avalanche juga dipengaruhi oleh pergeseran sentimen risiko global. Minat spekulatif yang kembali muncul dalam aset kripto membuat para trader mencari jaringan dengan ekosistem matang dan peluang imbal hasil tinggi. Avalanche, dengan infrastruktur yang terus berkembang, tampil sebagai salah satu pilihan menarik.

    Analisis Pasar: Avalanche Makin Kredibel Sebagai Alternatif Ethereum

    Banyak analis pasar menilai bahwa kebangkitan Avalanche bukanlah kebetulan semata. Angka perdagangan sebesar $17,4 miliar menjadi bukti nyata bahwa jaringan ini memiliki potensi besar untuk menjadi hub DeFi terkemuka di luar bayang-bayang Ethereum.

    Ethereum memang masih mendominasi ekosistem DeFi global, namun tingginya biaya transaksi serta kepadatan jaringan membuat sebagian pengguna dan pengembang mulai mencari alternatif.

    Dalam hal ini, Avalanche dengan konsensus Snowman yang unik menawarkan ekosistem lebih cepat, terukur, dan terjangkau.

    Selain itu, dukungan dari berbagai proyek lintas rantai dan integrasi dengan protokol besar semakin memperkuat posisi Avalanche sebagai pemain utama dalam pasar DeFi.

    Tantangan yang Masih Membayangi

    Meski pencapaian ini sangat impresif, Avalanche masih menghadapi sejumlah tantangan:

    • Ketidakpastian Regulasi: Regulasi yang terus berkembang di berbagai negara masih menjadi penghambat adopsi DeFi secara masif.
    • Volatilitas Makro Ekonomi: Pasar kripto secara keseluruhan masih sangat dipengaruhi oleh faktor makro, seperti suku bunga global, likuiditas dolar AS, hingga kebijakan bank sentral.
    • Persaingan Ketat: Avalanche tidak sendirian dalam memperebutkan dominasi DeFi. Jaringan seperti Solana, Arbitrum, dan Base juga agresif mengembangkan ekosistemnya.

    Namun, fakta bahwa Avalanche mampu mencapai volume tertinggi dalam tiga tahun menunjukkan bahwa jaringan ini masih memiliki daya tarik yang kuat, meskipun kompetisi semakin sengit.

    Apakah Avalanche Bisa Pertahankan Momentum?

    Dengan capaian September, Avalanche kembali masuk ke radar utama pelaku pasar kripto global.

    Jika tren ini berlanjut, tidak menutup kemungkinan Avalanche akan memperluas pangsa pasarnya di sektor DeFi dan menantang dominasi Ethereum lebih jauh.

    Investor dan analis memperkirakan bahwa keberhasilan Avalanche mempertahankan momentum akan sangat ditentukan oleh:

    • Keberhasilan protokol DeFi baru dalam menarik pengguna.
    • Kemampuan tim pengembang menjaga biaya rendah sekaligus meningkatkan skalabilitas.
    • Kesiapan jaringan menghadapi regulasi dan volatilitas pasar.

    Jika ketiga faktor tersebut bisa dijaga, Avalanche berpotensi bukan hanya sekadar “alternatif Ethereum”, tetapi menjadi pilar utama DeFi global.

    Baca Juga: Avalanche dan BNB Menguat: Apakah Siap Cetak ATH Baru di Q4?

    Kebangkitan Avalanche di bulan September dengan lonjakan volume perdagangan DeFi sebesar $17,4 miliar menjadi sinyal kuat bahwa jaringan ini kembali merebut panggung utama industri kripto.

    Dengan keunggulan berupa biaya rendah, kecepatan tinggi, serta dukungan proyek-proyek baru, Avalanche kini dipandang sebagai salah satu ekosistem paling ambisius di luar Ethereum.

    Meskipun tantangan regulasi dan kondisi makro masih membayangi, capaian terbaru ini membuktikan bahwa Avalanche bukan sekadar tren sesaat, melainkan pemain serius dalam peta DeFi global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Starknet Bikin Geger! Bitcoin Kini Bisa Staking di Jaringan Layer-2

    Starknet resmi membuka pintu baru bagi ekosistem kripto dengan menghadirkan fitur staking Bitcoin di jaringan Layer-2 (L2). Inovasi ini memungkinkan pengguna untuk mendelegasikan Bitcoin “terbungkus” seperti WBTC, LBTC, tBTC, hingga SolvBTC ke dalam jaringan Starknet guna berpartisipasi dalam validasi transaksi dan meraih imbalan.

    Dukungan Komunitas yang Luar Biasa

    Integrasi ini disahkan pada Agustus lalu lewat proposal MENGGUNTING-31, dengan 93,6% suara setuju. Sebelumnya, hanya token asli jaringan, STRK, yang bisa digunakan untuk staking. Kini, langkah ini dianggap sebagai sumber hasil asli dan berkelanjutan pertama bagi investor kripto di antara solusi rollup lainnya.

    Baca juga: Threshold Luncurkan tBTC di Starknet: Transaksi Bitcoin DeFi Cuma $0,01

    “Satoshi Akan Bangga”

    Dilaporkan Forklog, Pendiri sekaligus CEO StarkWare, Eli Ben-Sasson, menegaskan bahwa langkah ini akan mengungkap potensi sejati Bitcoin:

    “Ada keindahan sejati dalam gagasan bahwa koin dari blockchain terbesar kini membantu mengamankan jaringan terdesentralisasi lainnya. Saya yakin Satoshi akan bangga akan hal ini.”

    Dana Jumbo untuk Ekosistem BTCFi

    Tak hanya itu, Starknet Foundation juga mengumumkan alokasi 100 juta STRK (sekitar $12 juta) untuk mengembangkan ekosistem BTCFi. Dana ini akan dipakai sebagai insentif bagi model pinjaman dengan agunan berbasis Bitcoin.

    Ben-Sasson menambahkan:

    “Bitcoin adalah bentuk agunan terbaik. Semua orang—dari Michael Saylor hingga Wall Street—telah menyadari hal ini.”

    Produk Hasil Baru dari Re7 Capital

    Menyusul gebrakan Starknet, Re7 Capital akan meluncurkan produk hasil inovatif berbasis BTC di Oktober mendatang. Strateginya menggabungkan perdagangan derivatif OTC, strategi DeFi terkurasi, serta staking Bitcoin di Starknet. Produk ini akan hadir dalam format token, sehingga bisa diakses lebih luas oleh investor profesional.

    Dampak Besar bagi Bitcoin?

    Meski analis seperti Luke Gromen sebelumnya menyebut Bitcoin aman justru karena tidak menawarkan “hasil bawaan”, gebrakan Starknet berpotensi mengubah paradigma itu. Kini, Bitcoin tak hanya menjadi penyimpan nilai, tetapi juga bisa menghasilkan imbalan nyata di dunia DeFi.

    Baca juga: Token StarkNet (STRK) melonjak 10%, Rilis Roadmap Tahun 2024


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Swift dan Consensys Buka Pembayaran Internasional Berbasis Blockchain

    SWIFT, organisasi global yang selama ini menjadi tulang punggung infrastruktur komunikasi antarbank internasional, kini mengambil langkah strategis berani dengan menggandeng perusahaan perangkat lunak blockchain Consensys.

    Tujuannya untuk membangun prototipe sistem ledger berbasis digital bersama, yang memungkinkan pembayaran lintas batas secara real time, 24/7, dan mendukung nilai token yang teratur (regulated tokenized value).

    Kolaborasi ini bukanlah sekadar lip service. Swift bekerja bersama lebih dari 30 institusi keuangan global untuk merancang dan menguji sistem bersama yang diharapkan menjadi fondasi pembayaran lintas batas generasi berikutnya.

    Baca Juga: Sejarah Baru! Swift Beralih ke Blockchain, Linea Jadi Pemain Utama

    Latar Belakang & Motivasi Inovasi

    Sejak lama, mekanisme pembayaran lintas negara menghadapi berbagai hambatan: keterlambatan jam operasi bank, biaya tinggi, rantai korespondensi perbankan yang panjang, hingga isu transparansi dan pelacakan.

    Dengan munculnya teknologi blockchain, konsep “rel pembayaran digital”, jalur baru yang memungkinkan transaksi token ke token atau aset digital secara otomatis, mulai menjadi proyeksi masa depan keuangan global.

    Swift menyadari bahwa untuk tetap relevan di era transformasi digital, ia harus melangkah ke ranah keuangan digital.

    Dengan mengusung konsep ledger gabungan bersama Consensys, Swift berupaya mengubah posisinya dari sekadar platform komunikasi antarbank menjadi komponen inti dalam sistem infrastruktur keuangan digital.

    Menurut pernyataan Swift, prototipe ledger ini nantinya akan mencatat, menyusun urutan, dan memvalidasi transaksi, sekaligus menegakkan aturan melalui kontrak pintar (smart contracts).

    Dengan demikian, institusi keuangan bisa memindahkan nilai digital yang sudah diatur (regulated tokenized value) dengan keamanan, skalabilitas, dan keandalan khas Swift.

    Swift juga berencana agar sistem ini mendukung interoperabilitas antara sistem lama dan sistem baru, termasuk berbagai format token dan protokol yang mungkin muncul nantinya.

    Pihak yang Terlibat & Dukungan Institusi

    Kolaborasi ini melibatkan institusi-institusi besar dari berbagai belahan dunia sebagai mitra penguji / pemberi masukan.

    Beberapa yang disebutkan antara lain: DBS Bank, ANZ, Absa, Standard Chartered, Royal Bank of Canada, Deutsche Bank, Emirates NDB, Mizuho, Westpac, Commerzbank, JPMorgan Chase, Citi, BNP Paribas, BBVA, Bank of America, HSBC, Wells Fargo, dan lain-lain.

    Kehadiran institusi-institusi ini memberi bobot kredibilitas bahwa upaya Swift–Consensys bukan eksperimen kecil.

    Mereka mewakili bank global dan lembaga keuangan di berbagai wilayah, yang artinya kebutuhan terhadap infrastruktur pembayaran lintas negara masih sangat nyata dan mendesak.

    Javier Pérez-Tasso, CEO Swift, menyatakan bahwa Swift “sudah punya rel yang powerful dan efektif hari ini.”

    Namun organisasi ini ingin lebih cepat bergerak dengan komunitasnya untuk membangun tumpukan (stack) infrastruktur masa depan.

    Ia menyebut bahwa konsep ledger awal ini membuka jalan agar lembaga keuangan mampu membawa pengalaman pembayaran ke level selanjutnya, dengan platform tepercaya Swift berada di pusat transformasi digital industri.

    Manfaat Potensial & Dampak Industri

    Kolaborasi ini, jika berhasil, menjanjikan beberapa manfaat berikut:

    • Transaksi real time 24/7: no more tergantung jam kerja bank tradisional, dapat mentransfer nilai kapan pun dalam sehari.
    • Eksekusi otomatis dengan smart contract: aturan, validasi, dan eksekusi transaksi bisa otomatis dan transparan dalam ledger bersama.
    • Interoperabilitas: sistem baru ini diharapkan bisa berinteraksi dengan sistem perbankan tradisional serta format token digital yang berbeda, menjembatani dunia lama dan ekosistem blockchain.
    • Keamanan & keandalan: Swift membawa reputasi dalam hal keamanan dan stabilitas, yang menjadi fondasi untuk menggunakan aset digital secara regulatif dalam jaringan global.
    • Skalabilitas & efisiensi biaya: dengan jalur pembayaran lebih langsung dan protokol modern, biaya overhead bisa ditekan dibanding skema perbankan korespondensi konvensional.

    Bila inovasi ini sukses dan diadopsi luas, peran Swift bisa bergeser, dari “jaringan komunikasi antarbank” menjadi “jaringan rel aset digital global.”

    Tantangan & Risiko

    Meskipun prospeknya menarik, proyek ini menghadapi beberapa tantangan nyata:

    1. Regulasi & kepatuhan
      Nilai token teratur (regulated tokenized value) harus mematuhi regulasi lintas yuridiksi. Perbedaan regulasi antar negara bisa menjadi hambatan signifikan.
    2. Standarisasi teknis & interoperabilitas
      Menyatukan format token, protokol smart contract, dan sistem legacy bank yang sangat beragam akan membutuhkan standarisasi dan konsensus industri yang sulit diperoleh.
    3. Kepercayaan & adopsi institusional
      Bank dan lembaga keuangan besar cenderung berhati-hati dalam adopsi teknologi baru, terutama yang melibatkan integrasi blockchain dan token.
    4. Keamanan & risiko teknis
      Sistem ledger bersama harus dirancang sangat tangguh terhadap serangan, bug, dan kegagalan operasional. Jika gagal, dampaknya akan sangat luas.

    Baca Juga: Ethereum dan Polygon Kuasai Amerika Latin, Blockchain Baru Tersisih?

    Inisiatif Swift bekerja sama dengan Consensys untuk menghadirkan rel pembayaran berbasis blockchain pada transaksi lintas batas adalah langkah transformasional yang bisa mengubah wajah infrastruktur keuangan global.

    Dengan dukungan institusi besar dan pendekatan prototipe bersama, proyek ini punya peluang nyata untuk mewujudkan transfer nilai digital real time dan interoperabilitas token yang diatur.

    Namun, keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada tantangan regulasi, adopsi institusional, dan standarisasi teknis.

    Jika Swift berhasil menjalankan visi ini, maka peran mereka dalam dunia keuangan digital bisa menjadi sangat sentral, bukan sekadar sebagai “jaringan korespondensi perbankan,” melainkan sebagai tulang punggung ekosistem aset digital global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tonggak Sejarah Pi Network: Sudah Separuh Jalan Menuju Puncak

    Pi Network kembali menjadi sorotan komunitas kripto global setelah acara besar mereka resmi memasuki titik tengah.

    Event yang dirancang untuk mendorong pengembangan aplikasi berbasis Pi ini tidak hanya menarik perhatian para pengembang, tetapi juga memperkuat semangat para Pioneers (sebutan untuk anggota komunitas Pi) dalam membangun ekosistem yang lebih nyata.

    Dengan ribuan partisipan dari berbagai negara, acara ini telah menampilkan sejumlah terobosan dan ide inovatif yang berpotensi memperluas penggunaan Pi dalam kehidupan sehari-hari.

    Fakta bahwa acara ini baru setengah jalan membuat banyak pihak optimis akan hadirnya kejutan lebih besar di paruh kedua.

    Baca Juga: Harga Pi Network Jatuh Tertekan Aksi Whale, Potensi ke Depan?

    Pembaruan Penting bagi Para Pioneers

    Selama paruh pertama acara, Pi Network mengumumkan beberapa pembaruan kunci yang menjadi perhatian komunitas.

    Fokus utamanya adalah pada pengembangan aplikasi yang dapat memperkuat utilitas token Pi. Beberapa highlight di antaranya mencakup:

    • Kemajuan proyek hackathon yang menghadirkan berbagai aplikasi baru berbasis Pi.
    • Peningkatan keterlibatan komunitas, dengan ribuan Pioneers ikut berkontribusi dalam ide dan uji coba.
    • Peta jalan ke depan, yang menekankan pentingnya menciptakan ekosistem yang berkelanjutan menjelang peluncuran penuh di mainnet.

    Pembaruan ini dianggap vital karena menjadi jembatan antara visi Pi sebagai proyek inklusif dengan kenyataan praktis di pasar aset digital.

    Tantangan dan Harapan Komunitas

    Meskipun antusiasme tinggi, Pi Network tetap menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah isu terkait likuiditas dan keterbatasan listing token Pi di bursa kripto besar. Hal ini membuat adopsi Pi masih bergantung pada ekosistem internal dan kekuatan komunitas.

    Namun, para Pioneers menilai bahwa langkah Pi menggelar acara besar ini merupakan strategi cerdas untuk memperkuat fondasi sebelum melangkah lebih jauh.

    Dengan fokus pada aplikasi nyata dan kolaborasi global, Pi Network ingin memastikan bahwa token mereka tidak sekadar menjadi aset spekulatif, melainkan juga memiliki fungsi nyata.

    Prospek di Paruh Kedua Acara

    Paruh kedua acara besar Pi Network diprediksi akan menghadirkan lebih banyak proyek yang siap diimplementasikan.

    Harapan komunitas tertuju pada aplikasi yang bisa meningkatkan utilitas token Pi, mulai dari e-commerce, pembayaran digital, hingga integrasi layanan keuangan berbasis blockchain.

    Jika roadmap berjalan sesuai rencana, maka momentum ini bisa menjadi titik balik penting bagi Pi untuk memperkuat posisinya di industri kripto global.

    Dengan dukungan komunitas yang masif, Pi Network berpeluang menjadi salah satu proyek dengan adopsi terbesar di pasar emerging blockchain.

    Baca Juga: Pi Network Kian Tertekan, Waspadai Token Unlock Lanjutan!

    Acara besar Pi Network yang kini mencapai titik tengah memberikan sinyal positif bagi komunitas dan pengamat kripto.

    Dengan serangkaian pembaruan penting, partisipasi global, serta prospek inovasi yang menjanjikan, Pi Network memperlihatkan keseriusannya membangun ekosistem yang solid.

    Meski masih ada tantangan yang perlu dihadapi, optimisme Pioneers tetap tinggi. Semua mata kini tertuju pada paruh kedua acara, yang diyakini akan membawa lebih banyak terobosan untuk masa depan Pi Network.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sejarah Baru! Swift Beralih ke Blockchain, Linea Jadi Pemain Utama

    Swift telah memilih Linea yang dikembangkan oleh Consensys untuk menguji coba transisinya dari pengiriman pesan antarbank tradisional ke komunikasi berbasis blockchain, menurut laporan The Big Whale.

    Sebuah sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan konsorsium perbankan global memilih jaringan lapisan-2 Ethereum setelah berbulan-bulan negosiasi untuk menguji bagaimana pengiriman pesan on-chain antarbank dapat menggantikan infrastruktur terpusat saat ini.

    Lebih dari selusin bank akan berpartisipasi dalam uji coba ini, termasuk BNP Paribas dan BNY Mellon , dengan uji coba menguji transisi pengiriman pesan dan integrasi stablecoin.

    “Proyek ini akan memakan waktu beberapa bulan untuk terwujud, tetapi menjanjikan transformasi teknologi besar bagi industri pembayaran antarbank internasional,” kata seorang sumber di salah satu bank, sebagaimana dikutip dari Cryptoslate pada Minggu (28/9).

    Baca Juga: 5 Blockchain Layer 1 dengan Potensi Tinggi pada Agustus 2025

    Harga token asli Linea melonjak 10,6% dari $0,02544 menjadi $0,02814 dalam waktu satu jam setelah pengumuman. Saat berita ini ditulis, LINEA diperdagangkan pada harga $0,02806.

    Pemilihan ini menandai masuknya Swift ke teknologi blockchain, menyusul pengumuman inisiatif aset digital pada September 2024 .

    Pengumuman tersebut mengutip rencana untuk menguji transaksi Pengiriman – Pembayaran dan Pembayaran – Pembayaran multi-buku besar, yang menargetkan pasar aset token, yang diperkirakan akan mencapai $30 triliun pada tahun 2034.

    Alasan Pemilihan Jaringan

    Sumber itu mengatakan Swift memilih Linea secara khusus karena fitur kerahasiaan transaksinya, yang memanfaatkan bukti kriptografi canggih.

    Konsorsium perbankan membutuhkan solusi blockchain yang menjaga perlindungan data dan kepatuhan peraturan, sekaligus menawarkan kecepatan, transparansi, dan kemampuan pemrograman yang lebih baik daripada metode pemrosesan pembayaran tradisional.

    Dikembangkan oleh Consensys, Linea berfokus pada transaksi yang menjaga privasi melalui bukti tanpa pengetahuan, yang menjawab kebutuhan bank untuk menyelaraskan manfaat blockchain dengan kerangka kerja regulasi yang ada.

    Koneksi jaringan ke Ethereum menyediakan infrastruktur yang mapan sementara teknologi lapisan-2 mengurangi biaya transaksi.

    Swift menghubungkan lebih dari 11.000 lembaga keuangan di seluruh dunia melalui sistem pengiriman pesannya, memproses miliaran instruksi pembayaran setiap tahunnya.

    Baca Juga: The Fed Tegaskan Adopsi Blockchain Bukan Cuma Pilihan

    Fase Uji Coba

    Arsitektur saat ini bergantung pada beberapa relai dan infrastruktur terpusat, yang menciptakan ketergantungan operasional yang dapat disederhanakan oleh teknologi blockchain.

    Swift telah maju melalui berbagai eksperimen blockchain sejak mengumumkan strategi aset digitalnya.

    Organisasi ini telah meluncurkan uji coba aset digital langsung di Amerika Utara, Eropa, dan Asia pada Oktober 2024 dan menyelesaikan uji coba penyelesaian dana tokenisasi dengan UBS Asset Management dan Chainlink pada November tahun yang sama.

    Proyek percontohan Linea dibangun di atas upaya integrasi blockchain Swift yang lebih luas, yang mencakup partisipasi dalam Proyek Agora Bank for International Settlements dan kolaborasi dengan inisiatif mata uang digital bank sentral.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • MetaMask Gandeng Hyperliquid untuk Fitur Gila Ini

    Dunia DeFi kembali dikejutkan! MetaMask, dompet kripto paling populer di dunia, kini tengah bersiap meluncurkan fitur perdagangan kontrak perpetual langsung dari aplikasinya berkat integrasi dengan Hyperliquid, blockchain Layer-1 yang tengah naik daun.

    Dilaporkan Coincu, langkah strategis ini, yang terungkap melalui pembaruan di GitHub MetaMask, diprediksi akan diumumkan secara resmi di ajang Token2049 Singapura. Integrasi ini bukan sekadar pembaruan biasa, melainkan bisa menjadi titik balik besar dalam lanskap derivatif terdesentralisasi.

    MetaMask x Hyperliquid: Ancaman Baru bagi dYdX & GMX?

    Dengan integrasi Hyperliquid, pengguna MetaMask akan bisa berdagang kontrak perpetual tanpa meninggalkan dompet mereka. Hal ini diprediksi bakal memberi tekanan besar pada protokol derivatif DeFi yang sudah mapan, seperti dYdX dan GMX, yang selama ini menjadi pemain utama di sektor ini.

    Respons pasar sejauh ini masih hati-hati. Token HYPE milik Hyperliquid hanya mengalami volatilitas ringan, namun banyak analis melihat potensi dampak jangka panjang yang signifikan.

    Joseph Lubin, CEO ConsenSys (induk MetaMask), ikut memberi sinyal optimisme. Ia menyebut, “Token MASK akan segera hadir — mungkin lebih cepat dari yang Anda kira. ConsenSys mendukung ekosistem Ethereum untuk bergerak menuju desentralisasi bertahap melalui MetaMask, Infura, dan Linea.”

    Baca juga: RESMI! Token MASK Diumumkan, MetaMask Bakal Bikin Web3 Meledak!

    USDC Jadi Kunci, Pasar Tetap Stabil

    Menariknya, USDC diproyeksikan bakal memainkan peran penting dalam integrasi ini. Data terbaru menunjukkan USDC diperdagangkan di harga $0,99987 dengan kapitalisasi pasar $73,99 miliar, meski volume harian turun 20,32% menjadi $9,33 miliar.

    Stabilitas USDC diyakini bisa menjadi pondasi utama dalam mendorong adopsi fitur kontrak perpetual di MetaMask, sekaligus menjaga kepercayaan pengguna terhadap perdagangan derivatif berbasis stablecoin.

    Efek Domino: Perubahan Arah DeFi?

    Sejarah mencatat, integrasi MetaMask dengan Uniswap pada 2020 lalu berhasil mendorong lonjakan adopsi DeFi secara masif. Banyak pihak kini percaya, langkah terbaru dengan Hyperliquid bisa menimbulkan efek domino serupa — mempermudah akses ke derivatif, memperluas basis pengguna, dan bahkan menggeser arus volume perdagangan dari DEX yang sudah ada.

    Meski lanskap regulasi global masih penuh ketidakpastian, reputasi MetaMask dan Hyperliquid yang sudah mapan bisa menjadi katalis adopsi cepat di kalangan trader maupun institusi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Koreksi Tipis Buat Laju Ethereum Tersendat

    Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua di dunia setelah Bitcoin, kembali menjadi sorotan pasar keuangan global.

    Berdasarkan data terkini, harga Ethereum berada di level $4,663.64 per ETH, dengan kapitalisasi pasar mencapai $562.92 miliar USD.

    Meskipun mengalami penurunan -1.32% dalam 24 jam terakhir, ETH tetap menunjukkan fundamental pasar yang solid, dengan tren pertumbuhan signifikan dalam jangka menengah.

    Baca Juga: Ethereum Melesat di Jalur Cepat Menuju Rekor Harga Tertinggi

    Pergerakan Harga Terkini

    Dalam 24 jam terakhir, harga Ethereum sempat bergerak antara titik terendah $4,609.13 dan tertinggi $4,741.02.

    Angka ini menandakan volatilitas yang masih terjaga, meskipun tekanan jual mulai terasa setelah Ethereum sempat mendekati level psikologis $4,953.73, yang juga merupakan rekor tertingginya.

    Jika ditarik ke horizon waktu yang lebih panjang, ETH mencatat pertumbuhan impresif. Dalam 60 hari terakhir, harganya naik sebesar 47.43%, dan dalam 90 hari melonjak hingga 77.29%.

    Angka ini membuktikan bahwa Ethereum masih berada dalam tren bullish, meski saat ini harus menghadapi fase konsolidasi.

    Kapitalisasi Pasar dan Volume Perdagangan

    Dengan kapitalisasi pasar $562.92 miliar USD, Ethereum menguasai posisi kedua dalam peringkat global aset kripto.

    Volume perdagangan harian yang mencapai $28.33 miliar USD menunjukkan tingginya minat investor, baik dari kalangan ritel maupun institusional.

    Pasokan beredar saat ini mencapai 120.70 juta ETH, yang sepenuhnya menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan permintaan dan penawaran di pasar.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 14 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 14 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Harga

    Ada beberapa faktor utama yang membentuk dinamika harga Ethereum saat ini:

    1. Koreksi Alamiah Setelah Lonjakan
      Setelah mengalami kenaikan tajam dalam beberapa bulan terakhir, pasar kripto wajar mengalami koreksi teknis. Penurunan tipis ETH dalam 24 jam terakhir lebih merefleksikan aksi ambil untung (profit-taking) dari para trader.
    2. Momentum DeFi dan NFT
      Ethereum masih menjadi fondasi utama bagi ekosistem keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan non-fungible token (NFT). Pertumbuhan dua sektor ini terus memperkuat fundamental ETH sebagai aset digital yang memiliki utilitas nyata.
    3. Ekspektasi Terhadap Upgrade Teknologi
      Komunitas Ethereum menaruh harapan besar pada peningkatan jaringan (upgrade) yang berfokus pada skalabilitas, efisiensi biaya, dan keberlanjutan energi. Hal ini berpotensi menjadi pendorong harga di masa depan.
    4. Sentimen Pasar Global
      Sebagai aset kripto utama, Ethereum juga terpengaruh oleh kondisi makroekonomi global. Isu suku bunga bank sentral, likuiditas pasar, hingga regulasi kripto menjadi variabel penting yang memengaruhi arah pergerakan ETH.

    Arah Prediksi dan Prospek

    Meskipun mengalami penurunan harian, tren jangka menengah Ethereum masih kuat.

    Beberapa analis memperkirakan ETH berpotensi kembali menguji level tertinggi sebelumnya di $4,953.73, bahkan menembus angka psikologis $5,000 jika momentum bullish global berlanjut.

    Namun, volatilitas tetap menjadi ciri khas pasar kripto. Koreksi jangka pendek bisa terjadi kapan saja, terutama jika ada aksi ambil untung secara masif atau perubahan sentimen makro.

    Oleh karena itu, investor disarankan untuk tetap waspada dan mengedepankan strategi diversifikasi.

    Ethereum di Era Web3

    Lebih dari sekadar aset investasi, Ethereum kini menjadi tulang punggung perkembangan Web3, sebuah ekosistem internet terdesentralisasi yang mengedepankan transparansi, keamanan, dan kemandirian pengguna.

    Posisi Ethereum sebagai “mesin” dari ribuan aplikasi terdesentralisasi menjadikannya tidak tergantikan, setidaknya untuk saat ini.

    Baca Juga: Ethereum dan Polygon Kuasai Amerika Latin, Blockchain Baru Tersisih?

    Ethereum kembali menunjukkan bahwa volatilitas jangka pendek tidak mampu mengaburkan tren besarnya.

    Dengan kapitalisasi pasar yang kokoh, dukungan komunitas global, serta perkembangan teknologi yang terus berlanjut, ETH masih memegang peran vital dalam ekosistem kripto.

    Meski koreksi sesaat hadir, Ethereum tetap berdiri sebagai aset digital yang penuh potensi menuju babak pertumbuhan berikutnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum dan Polygon Kuasai Amerika Latin, Blockchain Baru Tersisih?

    Sebuah laporan terbaru mengungkap tren mengejutkan: para pengembang blockchain di Amerika Latin ternyata lebih memilih Ethereum dan Polygon sebagai ekosistem utama mereka, dibanding membangun protokol lapisan dasar baru yang masih berisiko.

    Menurut riset dari konsultan Sherlock Communications, alasan utama dominasi ini terletak pada infrastruktur yang matang dan solusi nyata yang ditawarkan kedua jaringan tersebut. Ethereum dikenal dengan perangkat ramah pengembang, sementara Polygon unggul dalam fitur skalabilitasnya. Kombinasi ini membuat keduanya jadi magnet bagi talenta blockchain di kawasan tersebut.

    “Realitas saat ini adalah bahwa Amerika Latin akan menjadi pusat pengembangan dan adopsi dalam ekosistem yang ada,” ujar Luiz Eduardo Abreu Hadad, peneliti blockchain di Sherlock. Ia menambahkan bahwa meskipun pengembang di wilayah tersebut mampu merancang platform baru, mayoritas lebih memilih bekerja dengan kerangka yang sudah terbukti.

    Tren Pengembang Blockchain

    Ilustrasi Poltgon x Versify. Foto: Polygon.
    Ilustrasi Poltgon x Versify. Foto: Polygon.

    Baca juga: Bikin Panik Investor! Ethereum Cetak Rekor Baru, Bull Run Kian Dekat?

    DIlaporkan Coindoo, tren ini juga sejalan dengan pola global: komunitas pengembang kini cenderung memprioritaskan ekosistem dengan dokumentasi kuat, basis pengguna aktif, dan rekam jejak stabilitas, daripada menghabiskan sumber daya di rantai yang belum teruji.

    Selain Ethereum dan Polygon, beberapa jaringan lain seperti Arbitrum, Avalanche, Optimism, BNB Chain, dan Base juga mulai populer. Namun, keunggulan Ethereum dan Polygon sebagai pionir tetap tak tergoyahkan di Amerika Latin.

    Temuan ini semakin menegaskan bahwa masa depan adopsi kripto di kawasan tersebut akan banyak berpusat pada jaringan yang sudah mapan—mendorong inovasi lebih cepat dan lebih dekat ke dunia nyata.

    Baca juga: Volume Polygon Dekati $100 Miliar (Rp 1,6 Triliun), Apa Penyebabnya?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Perkasa di Atas $115.000, Sinyal Kuat Menuju Rekor Baru?

    Bitcoin (BTC), aset digital terbesar di dunia, kembali menunjukkan ketangguhan setelah bertengger di level $115.365,01 per BTC.

    Dengan kapitalisasi pasar raksasa mencapai $2,298,04 miliar USD dan volume perdagangan harian $51,08 miliar USD, Bitcoin semakin mengukuhkan dominasinya sebagai penggerak utama pasar kripto global.

    Performa Harga Bitcoin yang Konsisten

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di kisaran $113.453,84 hingga $116.317,21, menandakan volatilitas sehat yang tetap menarik bagi investor maupun trader.

    Meskipun belum menembus rekor tertinggi sepanjang masa di $124.457,12, tren jangka pendek dan menengah masih memperlihatkan momentum positif.

    Jika dilihat dari riwayat harga beberapa bulan terakhir:

    • Hari ini: naik +1% atau $1.141,20.
    • 30 hari: terkoreksi -3,54% atau $4.228,03.
    • 60 hari: melemah -4,6% atau $5.558,19.
    • 90 hari: melonjak +9,45% atau $9.962,23.

    Data tersebut menunjukkan meski ada tekanan jual dalam jangka 1–2 bulan terakhir, Bitcoin berhasil memulihkan momentum dalam 90 hari terakhir.

    Baca Juga: Crypto Fear & Greed Index Netral, Bitcoin Bidik $130.000!

    Faktor Pendorong Stabilitas Bitcoin

    1. Dominasi Pasar yang Tak Tergoyahkan

    Bitcoin masih menempati posisi #1 kripto dengan kapitalisasi pasar hampir $2,3 triliun, atau sekitar 45% dari total market cap kripto global.

    Dominasi ini menegaskan status BTC sebagai “emas digital” yang menjadi acuan utama investor institusional maupun ritel.

    2. Pasokan Terbatas, Permintaan Meningkat

    Dengan jumlah sirkulasi 19,92 juta BTC dari total maksimum 21 juta BTC, Bitcoin semakin mendekati batas kelangkaannya.

    Situasi ini mendorong sentimen scarcity, di mana permintaan tinggi terhadap aset langka cenderung mengangkat harga.

    3. Minat Institusional yang Menguat

    Investor besar, termasuk manajer aset global dan perusahaan publik, semakin agresif menambah kepemilikan BTC.

    Hal ini memberikan dukungan harga dan mengurangi tekanan jual dari investor jangka pendek.

    4. Dampak Halving dan Narasi “Safe Haven”

    Meski halving berikutnya baru akan datang dalam beberapa tahun, dampaknya mulai dirasakan dalam ekspektasi investor.

    Selain itu, ketidakpastian ekonomi global mendorong Bitcoin dilihat sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, mirip peran emas di pasar tradisional.

    Prediksi Harga Bitcoin ke Depan

    Bitcoin berada di persimpangan penting. Dari sisi teknikal maupun fundamental, ada dua kemungkinan besar:

    1. Skenario Bullish
      Jika Bitcoin mampu bertahan di atas level support $113.000 dan melanjutkan momentum bullish, BTC berpotensi menguji ulang rekor tertinggi $124.000 dalam beberapa minggu ke depan. Jika level ini berhasil ditembus, target jangka menengah bisa menuju kisaran $130.000–$135.000.
    2. Skenario Bearish
      Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat akibat aksi ambil untung atau faktor eksternal seperti regulasi ketat, BTC bisa kembali terkoreksi ke kisaran $110.000–$112.000. Namun, tren jangka panjang tetap positif selama BTC tidak jatuh di bawah $100.000.

    Posisi Bitcoin di Pasar Global

    Sebagai kripto pionir, Bitcoin tetap menjadi barometer utama bagi seluruh aset digital lainnya. Setiap pergerakan signifikan BTC hampir selalu diikuti oleh altcoin.

    Dengan kapitalisasi pasar yang sudah menembus $2,29 triliun USD, Bitcoin jelas berada di level yang tak tertandingi oleh aset digital lain.

    Yang menarik, meski volatilitas tetap tinggi, Bitcoin terus dilihat sebagai aset yang matang. Narasi ini diperkuat dengan tingginya aktivitas perdagangan harian dan meningkatnya keterlibatan institusi keuangan besar.

    Baca Juga: Bitcoin Makin Perkasa di Level $114.000, Ini Faktor Pendorongnya

    Bitcoin kini berdiri kokoh di atas $115.000 dengan tren jangka menengah yang menunjukkan sinyal positif.

    Dominasi pasar, kelangkaan pasokan, dan meningkatnya minat institusional menjadi bahan bakar utama kenaikannya.

    Jika momentum bullish berlanjut, Bitcoin memiliki peluang besar untuk menantang dan menembus rekor tertinggi sepanjang masa di $124.000.

    Meski koreksi jangka pendek bisa saja terjadi, arah besar BTC masih menuju penguatan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com