Tag: blockchain

  • iPhone 17 Punya Fitur Anti-Hack Baru, Bitcoin Hodler Wajib Punya!

    Apple mengguncang dunia dengan peluncuran iPhone 17. Bukan hanya desain dan performa yang disegarkan, tetapi juga fitur keamanan baru yang digadang-gadang bisa menjadi tameng kuat bagi aset kripto.

    Menurut laporan Crypto Potato, ponsel terbaru ini memperkenalkan teknologi Memory Integrity Enforcement (MIE), sebuah mekanisme keamanan yang mampu mendeteksi dan memblokir kerentanan berbasis memori, seperti buffer overflows dan use-after-free yang kerap dimanfaatkan peretas untuk membobol dompet digital.

    MIE: Tameng Baru Kripto di iPhone 17

    Pendiri Cobo, DiscusFish, menegaskan bahwa MIE adalah lompatan besar dalam perlindungan dompet digital. Sistem ini tidak hanya melibatkan perangkat lunak, tetapi juga menggabungkan perlindungan perangkat keras untuk memblokir serangan memori tingkat lanjut selama proses penandatanganan dompet kripto—momen yang paling rawan dieksploitasi peretas.

    Apple menjelaskan dalam blog resminya (9 September) bahwa MIE ditenagai chip A19 dan dilengkapi Enhanced Memory Tagging Extension (EMTE) yang melakukan pemeriksaan memori real-time. Mekanisme ini langsung menghentikan eksploitasi umum sebelum sempat menembus sistem.

    Fakta penting: 70% kerentanan perangkat lunak berasal dari kelemahan memori. Inilah pintu masuk favorit malware untuk mencuri data saat dompet digital digunakan. Dengan MIE, serangan-serangan tersebut dipatahkan di tingkat perangkat keras, bahkan sebelum sempat menimbulkan kerusakan.

    Lebih Aman, Lebih Mudah, Tanpa Ribet

    iPhone 17
    Ilustrasi iPhone 17. Sumber: Apple.

    Baca juga: 8 Tahun Lalu 1 Bitcoin Bisa Beli iPhone 17, Sekarang Bisa Dapat Berapa?

    Salah satu keunggulan utama MIE adalah perlindungan selalu aktif. Pengguna tidak perlu melakukan pengaturan tambahan—semuanya berjalan otomatis.

    DiscusFish menyebut fitur ini sebagai “kemenangan besar bagi pengguna kripto dengan kekayaan bersih tinggi dan penanda tangan yang sering”. Artinya, pemilik aset besar kini bisa lebih percaya diri menggunakan iPhone sebagai dompet digital tanpa ketergantungan berlebihan pada hardware wallet eksternal.

    Apple juga melengkapi MIE dengan Tag Confidentiality Enforcement (TCE), yang mencegah penyerang mengekspos data memori melalui teknik eksekusi spekulatif. Dengan kombinasi ini, jalur serangan favorit para peretas pun semakin sempit.

    Tim keamanan Apple mengonfirmasi bahwa MIE telah diuji terhadap rantai eksploitasi nyata, dan mayoritas serangan berhasil dihentikan di tahap awal. Bahkan, pengembang aplikasi kripto di luar ekosistem Apple dapat memanfaatkan perlindungan ini melalui Enhanced Security Settings di Xcode.

    Ancaman Nyata: $2,1 Miliar Hilang Tahun Ini

    Mengapa semua ini penting? Laporan terbaru CertiK mencatat lebih dari $2,1 miliar telah hilang akibat serangan terkait kripto sepanjang 2025. Dari jumlah itu, $1,6 miliar berasal dari aplikasi dompet digital yang disusupi. Fakta ini menjadikan aplikasi sebagai vektor serangan paling merusak dalam ekosistem Web3.

    Kehadiran MIE di iPhone 17 jelas bukan sekadar gimmick, melainkan respon nyata terhadap eskalasi ancaman dunia maya yang makin kompleks.

    iPhone 17 Makin Murah Kalau Dibeli Pakai Kripto

    Meski harga dolar AS untuk iPhone 17 tetap stabil di $799, kenyataannya perangkat ini terasa lebih murah bagi pemegang Bitcoin dan Ethereum.

    Data CoinGecko mencatat:

    • iPhone 16 tahun lalu seharga 0,0140 BTC,
    • iPhone 17 sekarang cukup 0,0072 BTC saja!

    Dalam ETH, harganya juga anjlok dari 0,3386 ETH (iPhone 16) menjadi 0,1866 ETH untuk iPhone 17.

    Artinya, apresiasi harga kripto membuat iPhone 17 jadi jauh lebih “terjangkau”. Sebuah paradoks: harga perangkat keras tetap datar dalam USD, tetapi nilai kripto yang meroket menjadikannya semakin murah di mata pemegang aset digital.

    Standar Baru Keamanan Dompet Kripto

    Dengan kombinasi MIE, EMTE, dan TCE, Apple menempatkan iPhone 17 sebagai standar baru untuk keamanan dompet digital.

    Bagi komunitas kripto, ini bukan sekadar ponsel, tetapi sebuah dompet kripto super aman yang terintegrasi dengan perangkat sehari-hari. Jika tren ini berlanjut, smartphone bisa benar-benar menggantikan peran hardware wallet dalam transaksi harian.

    Jadi, apakah iPhone 17 akan menjadi ponsel wajib para hodler kripto? Atau justru membuka babak baru persaingan smartphone sebagai “dompet digital super aman”?

    Satu hal yang pasti: di era Bitcoin melesat, iPhone semakin terasa murah dan lebih sulit dibobol.

    Baca juga: iPhone 17 Resmi Dirilis: Warna Baru Bitcoin Orange dan Jadwal Pre-Order


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Breaking! Vietnam Izinkan Perdagangan Kripto, Siap Saingi Indonesia

    Vietnam akhirnya mengambil langkah besar dalam dunia aset digital dengan menyetujui uji coba perdagangan Bitcoin dan kripto selama lima tahun. Keputusan ini menandai era baru bagi regulasi aset digital di Asia Tenggara, di mana negara tersebut mulai menyeimbangkan inovasi dan perlindungan konsumen.

    Vietnam Resmi Luncurkan Uji Coba Perdagangan Kripto

    Dilaporkan Bloomberg pada 9 September, pemerintah Vietnam memberi lampu hijau bagi program percontohan perdagangan kripto yang akan berlangsung selama lima tahun. Program ini memungkinkan pemegang kripto Vietnam dan investor asing untuk berdagang, namun hanya melalui platform berlisensi.

    Uniknya, hanya perusahaan Vietnam yang boleh menerbitkan kripto dan menawarkan layanan perdagangan, dengan transaksi dilakukan dalam dong Vietnam. Investor ritel maupun institusional pun dibatasi hanya boleh menggunakan satu bursa kripto. Aturan ketat ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengawasi pasar aset digital sekaligus memantau potensi permintaan di dalam negeri.

    Payung Hukum Baru: Undang-Undang Aset Digital

    Keputusan ini lahir setelah Majelis Nasional Vietnam mengesahkan Undang-Undang Industri Teknologi Digital pada Juni 2025. Undang-undang tersebut secara resmi mengakui aset kripto, meski tidak mencakup representasi digital mata uang fiat, surat berharga, maupun instrumen keuangan lain.

    Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi Vietnam untuk keluar dari daftar abu-abu FATF (Financial Action Task Force), di mana pemantauan ketat terhadap aset digital menjadi syarat penting.

    Tak hanya itu, Vietnam juga memperkenalkan blockchain nasional bernama NDAChain untuk mendukung identitas digital, kontrak pintar, hingga pencatatan dokumen pemerintah.

    Adopsi Kripto di Vietnam Melesat

    Posisi Indonesia turun dalam laporan Chainalysis' 2025 Global Crypto Adoption Index.
    Posisi Indonesia turun dalam laporan Chainalysis’ 2025 Global Crypto Adoption Index.

    Baca juga: Sah! Vietnam Resmi Legalkan Aset Kripto

    Menurut Indeks Adopsi Kripto Global 2025 dari Chainalysis, Vietnam kini berada di peringkat keempat dunia setelah India, AS, dan Pakistan. Kawasan Asia-Pasifik sendiri tercatat menyumbang 69% pertumbuhan tahunan transaksi kripto on-chain, menjadikan wilayah ini pusat pertumbuhan kripto global.

    Bahkan, Vietnam mulai menarik pemain besar. Pada Agustus lalu, Dunamu (operator Upbit asal Korea Selatan) bekerja sama dengan MB Bank Vietnam untuk meluncurkan bursa kripto domestik pertama di negara tersebut.

    Proyek Blockchain Made in Vietnam

    Vietnam tidak hanya menjadi pasar potensial, tapi juga pusat inovasi kripto global. Sejumlah proyek besar lahir dari para developer lokal, seperti:

    • Axie Infinity (Sky Mavis), game blockchain yang sempat mendunia.
    • Kyber Network (KNC), platform likuiditas on-chain.
    • Pendle (PENDLE), protokol DeFi populer untuk yield trading.

    Menariknya, harga token asal Vietnam ini juga menunjukkan pergerakan:

    • AXS naik hampir 2% ke $2,51 dengan lonjakan volume 158% dalam 24 jam.
    • PENDLE diperdagangkan di $4,85, turun tipis 1%.
    • KNC melonjak 1,5% ke $0,379 dengan volume perdagangan naik 50%.

    Vietnam Jadi Pusat Kripto Asia Berikutnya?

    Dengan regulasi yang jelas, dukungan blockchain nasional, dan tingkat adopsi tinggi, Vietnam berpotensi menjadi hub kripto terbesar di Asia Tenggara. Langkah strategis ini juga bisa membuka jalan bagi investasi asing yang lebih besar, terutama di sektor DeFi, NFT, hingga game blockchain.

    Baca juga: Thailand dan Vietnam Berlomba Jadi Pusat Aset Kripto, Indonesia?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Terjaga di Level $111 Ribu: Pasar Mulai Mengatur Nafas

    Bitcoin (BTC), sang raja aset kripto, kembali mencuri perhatian dengan pergerakan harga yang relatif stabil di kisaran $111,455.19 per BTC pada perdagangan terkini.

    Meski sempat turun tipis -0.13% dalam 24 jam terakhir, posisi Bitcoin di atas $111 ribu menunjukkan ketahanan pasar meskipun tekanan jual masih membayangi.

    Dengan kapitalisasi pasar mencapai $2.22 triliun USD dan volume perdagangan 24 jam sebesar $47.09 miliar USD, Bitcoin tetap menjadi pusat gravitasi bagi seluruh pasar kripto global.

    Baca Juga: 8 Tahun Lalu 1 Bitcoin Bisa Beli iPhone 17, Sekarang Bisa Dapat Berapa?

    Stabil Namun Rawan Fluktuasi

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin diperdagangkan di rentang $110,776.70 (terendah) hingga $113,225.44 (tertinggi).

    Angka ini menunjukkan volatilitas harian yang relatif wajar bagi BTC, apalagi jika dibandingkan dengan riwayat harga jangka menengah:

    • 30 hari terakhir: turun signifikan -8.42% atau sekitar $10,242.
    • 60 hari terakhir: melemah -5.38% atau $6,338.
    • 90 hari terakhir: justru menguat +3.24%, menambah optimisme investor jangka panjang.

    Sementara itu, harga rekor tertinggi (ATH) $124,457.12 masih menjadi magnet psikologis, seolah menjadi target utama yang akan diuji kembali apabila momentum bullish berhasil dikonsolidasikan.

    Antara Konsolidasi dan Potensi Rebound

    Pergerakan Bitcoin saat ini dapat dikategorikan sebagai fase konsolidasi.

    Investor besar (whales) terlihat lebih berhati-hati, menunggu kepastian dari sentimen makroekonomi global, termasuk arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat dan arus masuk modal institusional melalui ETF Bitcoin spot.

    Meskipun harga 30 hari terakhir mencatat koreksi cukup dalam, tren 90 harian yang positif menunjukkan bahwa pasar masih menyimpan momentum jangka menengah. Konsolidasi di atas $110 ribu bisa menjadi fondasi untuk kenaikan berikutnya.

    Di sisi lain, jumlah pasokan beredar mencapai 19.92 juta BTC, atau sekitar 94.85% dari total maksimum 21 juta BTC.

    Fakta bahwa Bitcoin mendekati batas pasokannya menambah daya tarik sebagai aset langka, mendukung narasi “digital gold” yang semakin kuat di kalangan investor institusional.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 10 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 10 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Faktor Pendorong dan Penahan Harga

    1. Dukungan Sentimen ETF Spot
      Masuknya dana institusional melalui produk ETF terus memberi “bantalan” bagi harga Bitcoin. Investor besar tampaknya tidak terburu-buru melepas aset mereka, menjaga stabilitas pasar.
    2. Tekanan dari Koreksi Global
      Pasar saham global yang bergejolak dan ketidakpastian kebijakan moneter masih membatasi pergerakan harga BTC. Korelasi Bitcoin dengan indeks saham masih cukup tinggi, membuat BTC rentan terhadap berita makro.
    3. Psikologis Pasar di Area $110 ribu
      Level $110 ribu kini menjadi support penting. Jika mampu bertahan, harga berpotensi rebound menuju $115 ribu–$118 ribu. Namun bila tembus ke bawah, pasar bisa kembali menguji area $105 ribu.

    Menanti Aksi Besar

    Investor tampaknya tengah “menahan napas” menunggu katalis baru. Dua kemungkinan yang bisa menggerakkan harga besar-besaran adalah:

    • Kabar positif dari adopsi institusional → dapat memicu reli menuju ATH.
    • Kejutan makroekonomi global → bisa menekan harga ke bawah $110 ribu.

    Namun, tren fundamental Bitcoin tetap kuat. Dengan kapitalisasi pasar terdilusi penuh $2.34 triliun USD, BTC masih memimpin sebagai aset kripto nomor satu, sekaligus barometer utama arah pasar kripto global.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Turun Drastis Setelah Capai Rekor, Ada Apa Sebenarnya?

    Bitcoin saat ini sedang berada dalam fase kritis. Meski mengalami koreksi dalam sebulan terakhir, stabilitas harga di atas $111 ribu menunjukkan pasar sedang mengatur ritme.

    Investor jangka panjang melihat fase ini sebagai konsolidasi sehat, sementara trader harian menanti breakout berikutnya.

    Pasar kripto global pun seolah bersepakat: selama Bitcoin bertahan di atas $110 ribu, peluang menuju rekor tertinggi baru tetap terbuka lebar.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Stablecoin Lokal Pertama Kanada Siap Meluncur 2026!

    Kanada bersiap memasuki babak baru dalam dunia keuangan digital, terutama stablecoin. Tetra Digital Group baru saja mengamankan $10 juta pendanaan dari jajaran bank besar dan perusahaan fintech papan atas untuk meluncurkan stablecoin pertama yang didukung penuh oleh dolar Kanada (CAD).

    Investor yang terlibat dalam putaran ini bukan sembarangan. Ada Wealthsimple dari Toronto, Purpose Unlimited, Shakepay di Montreal, ATB Financial di Edmonton, National Bank, raksasa e-commerce Shopify di Ottawa, hingga Urbana, perusahaan publik yang berfokus pada layanan keuangan inovatif.

    “Hari ini menandai momen penting bagi inovasi keuangan Kanada,” ujar Didier Lavallée, CEO Tetra Digital Group.
    Menurutnya, stablecoin ini bukan sekadar aset digital, melainkan solusi lokal untuk menjaga kedaulatan ekonomi Kanada.

    Target 2026: Stablecoin Made in Canada

    Tetra menargetkan stablecoin ini siap meluncur pada 2026, menjadikannya yang pertama di Kanada. Koin digital ini akan didukung 1:1 oleh cadangan dolar Kanada, menggunakan infrastruktur penyimpanan tingkat institusional milik Tetra.

    Dengan dukungan regulasi dan keamanan, stablecoin ini diharapkan menjadi alat pembayaran digital stabil, aman, dan patuh hukum, baik untuk bisnis maupun konsumen.

    Baca juga: Siapkan Dompet! Bank of China Hong Kong Tancap Gas Menuju Stablecoin

    Dukungan dari Raksasa Keuangan & Teknologi

    Blair Wiley, Chief Legal Officer Wealthsimple, menilai proyek ini sebagai momen penentu bagi ekonomi digital Kanada.

    “Tetra berhasil memicu antusiasme nasional dari bank berusia seabad, pemimpin teknologi, hingga pelopor inovasi keuangan,” ujarnya.

    Som Seif, CEO Purpose Unlimited, menyebut inisiatif ini sebagai “masa depan keuangan Kanada”, sementara Daniel Ordibehesht dari ATB Financial menekankan pentingnya stablecoin teregulasi untuk membuka peluang baru dalam pembayaran dan perdagangan digital.

    Fondasi Kuat di Dunia Kripto

    Didirikan pada 2019, Tetra sebelumnya dikenal sebagai perusahaan perwalian pertama di Kanada dengan lisensi untuk menyimpan aset digital. Mereka juga pernah bermitra dengan nama besar seperti Coinbase, Coinsquare, dan Figment. Tahun ini, Tetra Trust sudah menjalin kerja sama dengan Wealthsimple sebagai kustodian aset digital pertama di Kanada.

    Langkah Tetra ini bisa menjadi game changer yang mempercepat adopsi kripto dan memperkuat posisi Kanada di panggung keuangan global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ekosistem BNB Tembus $100 Miliar! FORM dan FLOKI Jadi Kuda Hitam

    Ekosistem BNB Chain menunjukkan ketahanan luar biasa di tengah gejolak pasar kripto global. Kapitalisasi pasarnya kini menembus $100,24 miliar (+1,02%), dengan volume perdagangan harian mencapai $3,44 miliar, meskipun mengalami koreksi 12,65%.

    Dilaporkan Binance, kekuatan BNB Chain terletak pada sifatnya yang komunitas-driven sekaligus menjadi rumah bagi proyek-proyek inovatif, mulai dari token utilitas besar seperti BNB, hingga aset spekulatif seperti FLOKI.

    Token Utama di Ekosistem BNB

    • BNB (Build and Build):
      Harga $871,35 (+1,35%), kapitalisasi pasar $119,20 miliar. Sebagai native token, BNB tetap jadi jangkar ekosistem dan penyumbang likuiditas terbesar.
    • Injective (INJ):
      Harga INJ $13,07 (+1,16%), market cap $1,27 miliar. Menarik karena fokus pada protokol DeFi lintas chain yang semakin relevan di tengah tren interoperabilitas blockchain.
    • Four (FORM):
      Harga $3,81 (+4,78%), market cap $1,26 miliar. Lonjakan FORM menunjukkan minat investor terhadap token baru yang menawarkan use case berbeda di ranah utilitas dan aplikasi terdesentralisasi.
    • FLOKI (FLOKI):
      Harga FLOKI $0,00009159 (+2,16%), market cap $857,61 juta. Meme coin satu ini kembali membuktikan bahwa narasi komunitas dan hype masih menjadi faktor penting dalam mendorong nilai di pasar kripto.
    • PancakeSwap (CAKE):
      Harga $2,41 (+0,46%), market cap $839,19 juta. Sebagai salah satu DEX terbesar di BNB Chain, CAKE mencerminkan keberlanjutan DeFi di tengah persaingan ketat dengan Uniswap dan ekosistem Ethereum.

    Insight: Pergeseran Fokus di Ekosistem BNB

    1. Dominasi BNB tetap kuat, tapi pertumbuhan terbesar justru datang dari token komunitas seperti FLOKI dan token utilitas baru seperti FORM.
    2. DeFi masih relevan, terlihat dari keberadaan CAKE dan INJ yang konsisten menarik volume.
    3. Investor tampak melakukan diversifikasi, tidak hanya pada token utama (BNB), melainkan juga proyek eksperimental yang bisa memberikan potensi high return.

    Apa yang Harus Dicermati Investor?

    • FORM dan FLOKI bisa jadi “wild card” bagi trader spekulatif, meskipun risikonya tinggi.
    • BNB tetap jadi aset inti bagi mereka yang ingin eksposur jangka panjang ke ekosistem Binance.
    • CAKE dan INJ memperlihatkan bahwa DeFi di BNB Chain belum kehilangan momentum meskipun banyak proyek baru bermunculan di Ethereum dan layer-2 lain.

    Dengan kombinasi stabilitas BNB dan potensi pertumbuhan token komunitas, ekosistem BNB Chain tampaknya masih jadi salah satu yang paling menarik di pasar altcoin 2025.

    Baca juga: BNB Mendekati $900, Analis Prediksi Menuju Level Empat Digit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Chainbase Bangkit dari Kubur! Kenaikan Token C Jadi Tanda Bull Run?

    Dalam beberapa hari terakhir, pasar kripto kembali diramaikan oleh pergerakan harga Chainbase (C) yang menunjukkan tren positif.

    Token utilitas dari platform infrastruktur data blockchain ini berhasil mencatatkan kenaikan harian sebesar +11,18%, diperdagangkan pada kisaran $0,247593 per C/USD dengan kapitalisasi pasar mencapai $39,61 juta USD.

    Angka ini menandai titik balik penting bagi Chainbase setelah sempat mengalami tekanan pada bulan sebelumnya.

    Baca Juga: Riset Kripto 25-29 Agustus 2025: Altcoin Mengungguli Kenaikan Bitcoin

    Lonjakan Harga yang Signifikan

    Data pasar memperlihatkan bahwa harga Chainbase hari ini naik $0,02505 dari hari sebelumnya, sebuah lonjakan yang cukup signifikan di tengah kondisi pasar kripto global yang masih penuh ketidakpastian.

    Dalam 7 hari terakhir, token ini juga mencatatkan pertumbuhan +10,92%, menunjukkan adanya sentimen positif yang berlanjut.

    Jika ditarik lebih jauh, dalam 60 hingga 90 hari terakhir, harga Chainbase naik sekitar +19,17%, memperlihatkan bahwa momentum bullish token ini bukan hanya sesaat, melainkan bagian dari tren menengah yang solid.

    Faktor Pendorong Kenaikan Harga

    Ada beberapa faktor yang diduga kuat menjadi katalis utama lonjakan harga Chainbase:

    1. Permintaan Infrastruktur Data Blockchain
      Chainbase menempati ceruk penting dalam ekosistem Web3, yakni sebagai penyedia infrastruktur data yang memungkinkan developer mengakses, mengelola, dan menganalisis data blockchain dengan lebih efisien. Seiring meningkatnya jumlah aplikasi berbasis blockchain, permintaan akan solusi data seperti yang ditawarkan Chainbase semakin melonjak.
    2. Volume Perdagangan Tinggi
      Dalam 24 jam terakhir, volume perdagangan Chainbase tercatat $51,13 juta USD, angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata sebelumnya. Lonjakan volume ini menjadi sinyal kuat bahwa minat investor dan trader terhadap token C sedang meningkat.
    3. Optimisme Pasar Kripto Global
      Meskipun Bitcoin dan Ethereum cenderung stagnan, altcoin dengan use case jelas seperti Chainbase mendapat perhatian lebih dari investor. Hal ini karena banyak pihak mulai mencari aset kripto yang memiliki fungsi nyata dalam infrastruktur blockchain ketimbang hanya sekadar token spekulatif.
    4. Potensi Adopsi Jangka Panjang
      Chainbase masih memiliki pasokan maksimum sebesar 1 miliar token, dengan pasokan beredar baru mencapai 160 juta token (16%). Artinya, masih ada ruang pertumbuhan yang sangat besar, terutama jika proyek ini terus memperluas adopsi dan kemitraannya.
    Pergerakan harga Chainbase (C/USDT) pada Minggu, 7 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Chainbase (C/USDT) pada Minggu, 7 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Sentimen Pasar dan Prospek Chainbase

    Kenaikan harga Chainbase juga didukung oleh narasi besar mengenai transformasi data di dunia Web3.

    Semakin banyak perusahaan rintisan, proyek DeFi, hingga NFT marketplace yang membutuhkan analitik data blockchain secara real-time, membuat posisi Chainbase semakin strategis.

    Namun, tentu saja pasar kripto masih penuh volatilitas. Meskipun token C berhasil mencatatkan kenaikan tajam dalam 30 hari terakhir, masih ada catatan bahwa harga sempat mengalami koreksi sebesar -2,87% dalam rentang waktu yang sama.

    Hal ini mengingatkan investor untuk tetap berhati-hati dalam mengambil posisi.

    Menuju Rekor Baru?

    Sekadar informasi, rekor harga tertinggi Chainbase tercatat di level $0,544546.

    Dengan harga saat ini yang masih berada di kisaran $0,25, artinya ada peluang hampir 2 kali lipat jika Chainbase berhasil kembali ke level all-time high (ATH). Faktor fundamental seperti peningkatan adopsi platform, kerja sama strategis, dan konsistensi volume perdagangan akan menjadi kunci apakah token ini bisa mendekati atau bahkan melampaui ATH tersebut.

    Baca Juga: Chainbase Bangkit: Lonjakan Harga Token C Pertanda Kebangkitan Ekosistem Data Blockchain

    Kenaikan harga Chainbase dalam beberapa hari terakhir menjadi sinyal positif bagi investor yang percaya pada potensi infrastruktur data blockchain.

    Dengan lonjakan +11,18% dalam 24 jam dan tren pertumbuhan jangka menengah yang masih sehat, Chainbase berpotensi menjadi salah satu altcoin yang mencuri perhatian di kuartal mendatang.

    Namun, mengingat sifat pasar kripto yang sangat fluktuatif, para investor disarankan untuk tetap mengedepankan strategi manajemen risiko.

    Jika Chainbase mampu mempertahankan momentum dan memperluas adopsinya, token ini bisa menjadi salah satu bintang baru di sektor infrastruktur blockchain.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Turun Lagi, Apa Benar Ini Cuma Konsolidasi?

    Meski sempat merangkak naik beberapa saat, harga Bitcoin (BTC) terpaksa kembali bergerak di zona hati-hati.

    Setelah sempat menyentuh rekor tertinggi di level $124,457.12, kini BTC berada di kisaran $110,882.52 per keping dalam pantauan Tokocrypto pada Sabtu (6/9).

    Aset kripto terbesar ini mengalami koreksi sebesar -0.51% dalam 24 jam terakhir, meski stabilitasnya masih terjaga di atas level psikologis $110 ribu.

    Dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,208.43 miliar USD dan volume perdagangan harian sekitar $57.81 miliar USD, Bitcoin tetap menjadi jangkar utama industri kripto global.

    Namun, koreksi harga BTC belakangan ini menyisakan pertanyaan besar: apa yang sebenarnya mendorong penurunan harga Bitcoin?

    Baca Juga: 1 Juta Bitcoin Dikuasai Perusahaan Publik, Apa Artinya?

    Tekanan Global: Faktor Eksternal yang Membayangi

    Salah satu faktor utama turunnya harga Bitcoin adalah kondisi makroekonomi global.

    Ketidakpastian arah kebijakan suku bunga bank sentral, inflasi yang belum sepenuhnya terkendali, hingga fluktuasi nilai dolar AS, semuanya memengaruhi sentimen investor.

    Bitcoin sering dianggap sebagai “emas digital” yang bisa menjadi lindung nilai terhadap inflasi. Namun, kenyataannya, ketika ketidakpastian ekonomi meningkat, sebagian investor lebih memilih aset tradisional seperti obligasi pemerintah AS yang dianggap lebih aman.

    Di sisi lain, pergerakan pasar saham global juga ikut memengaruhi selera risiko (risk appetite) investor. Ketika saham melemah, Bitcoin kerap mengikuti tren serupa karena dianggap sebagai aset berisiko tinggi.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 6 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 6 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Riwayat Pergerakan: Naik, Turun, dan Menguat Lagi

    Dalam beberapa bulan terakhir, Bitcoin menunjukkan pola fluktuasi yang dinamis:

    • Hari ini: turun $542.41 (-0.49%).
    • 30 hari terakhir: turun $3,414.32 (-2.99%).
    • 60 hari terakhir: naik $2,896.03 (+2.68%).
    • 90 hari terakhir: naik $5,244.92 (+4.96%).

    Tren ini memperlihatkan bahwa meski ada koreksi bulanan, performa kuartalan Bitcoin masih positif. Artinya, penurunan ini bisa saja hanya fase konsolidasi sehat setelah reli panjang.

    Likuiditas Masih Tinggi

    Meski harga terkoreksi, volume perdagangan yang mencapai hampir $58 miliar USD menunjukkan likuiditas pasar tetap kuat.

    Sirkulasi pasokan kini berada di angka 19.92 juta BTC, atau sekitar 94.84% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

    Dengan ketersediaan Bitcoin yang semakin terbatas, potensi kenaikan harga BTC dalam jangka panjang masih terjaga.

    Kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya bahkan diperkirakan mencapai $2,328.85 miliar USD.

    Angka ini menunjukkan potensi nilai yang masih bisa digapai, terlebih jika arus modal institusional semakin deras lewat instrumen seperti ETF Bitcoin spot.

    Faktor Teknis: Koreksi Setelah Rekor

    Ditinjau dari perspektif teknikal, penurunan harga BTC saat ini terbilang wajar setelah Bitcoin mencatatkan rekor tertinggi.

    Investor yang lebih dulu masuk ke pasar cenderung melakukan aksi ambil untung (profit taking), yang kemudian menekan harga.

    Level $110 ribu juga menjadi support penting. Jika bertahan, Bitcoin berpotensi kembali menguat. Namun, jika menembus ke bawah, pasar bisa masuk ke fase konsolidasi lebih dalam.

    Minat Investor: Menunggu Momentum Baru

    Bagi trader jangka pendek, volatilitas tipis harian bisa menjadi peluang spekulasi.

    Sementara bagi investor jangka panjang, kondisi saat ini lebih dianggap sebagai masa “menunggu” untuk momentum besar berikutnya.

    Menanggapi kondisi ini, sejumlah analis percaya bahwa penurunan ini hanya jeda sebelum Bitcoin kembali melanjutkan tren bullish.

    Apalagi, dengan jumlah pasokan yang semakin mendekati batas maksimum, tekanan suplai bisa menjadi pemicu kenaikan harga jangka panjang.

    Baca Juga: Bitcoin Meledak ke $111 Ribu, Pasar Kripto Semakin Panas!

    Bitcoin memang tengah terkoreksi, namun koreksi ini lebih menyerupai fase konsolidasi alami dibanding sinyal pelemahan serius.

    Tekanan makroekonomi global, aksi profit taking, serta sentimen investor menjadi faktor utama turunnya harga.

    Meski begitu, stabilitas harga Bitcoin yang masih berada di atas level $110 ribu menunjukkan kekuatan pasar yang masih solid.

    Dengan fundamental pasokan yang terbatas, likuiditas tinggi, dan potensi adopsi institusional yang semakin besar, Bitcoin tetap berdiri sebagai raja kripto yang siap bangkit kapan saja.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • GoPlus Security Naik Gila-gilaan, Apakah Bakal Jadi Tren Berikutnya?

    Pasar kripto kembali dimeriahkan oleh kabar positif dari GoPlus Security (GPS), token yang berfokus pada solusi keamanan blockchain.

    Dalam 24 jam terakhir, harga GPS naik +19.09%, menempatkannya di level $0.012079 per token dengan kapitalisasi pasar sekitar $32 juta USD.

    Meski masih berada di luar jajaran 100 besar aset kripto, pergerakan GPS belakangan ini menjadi sorotan karena membawa narasi berbeda: keamanan sebagai fondasi utama ekosistem Web3.

    Baca Juga: GoPlus Security (GPS): Harga Naik, Perkuat Perlindungan Web3

    Performa GPS: Dari Tekanan ke Momentum Positif

    Riwayat harga GPS menunjukkan perjalanan yang penuh gejolak:

    • Hari ini: naik $0.001943 (+19.09%).
    • 7 hari terakhir: naik +6.94%.
    • 30 hari terakhir: turun $0.004656 (-27.75%).
    • 60 hari terakhir: turun $0.011117 (-47.84%).
    • 90 hari terakhir: turun $0.013264 (-52.25%).

    Data ini memperlihatkan bahwa meski dalam tiga bulan terakhir GPS masih mengalami koreksi tajam, momentum harian dan mingguan memberi sinyal potensi pembalikan tren.

    Faktor Pendorong Kenaikan GPS

    1. Narasi Keamanan Blockchain Semakin Relevan
      Di tengah maraknya kasus penipuan, eksploitasi smart contract, hingga pencurian aset digital, kebutuhan akan platform keamanan seperti GoPlus semakin meningkat. GPS menjadi representasi dari tren ini, yang membuat investor melihat potensi jangka panjang.
    2. Lonjakan Volume Perdagangan
      Volume perdagangan GPS dalam 24 jam terakhir mencapai $37.20 juta USD, lebih besar dari kapitalisasi pasarnya sendiri. Likuiditas tinggi ini menunjukkan antusiasme pelaku pasar untuk masuk, terutama trader yang memanfaatkan momentum reli singkat.
    3. Pasokan yang Masih Luas
      Saat ini ada 2.65 miliar GPS yang beredar, atau baru 26.46% dari total pasokan maksimum 10 miliar GPS. Masih besarnya ruang sirkulasi membuka peluang bagi pergerakan harga yang lebih eksplosif jika permintaan terus tumbuh.
    4. Kebangkitan Altcoin Niche
      Investor mulai melirik altcoin dengan utilitas spesifik. GoPlus menawarkan value proposition yang jelas: meningkatkan keamanan di dunia kripto. Narasi ini sangat relevan dan mendukung kenaikan harga meski pasar kripto secara umum masih berfluktuasi.

    Indikator Pasar: Risiko Tinggi, Potensi Tinggi

    Meski naik signifikan, harga GPS masih jauh dari titik stabil. Rekor harga tertinggi (all-time high) belum tercatat resmi, sementara pergerakan dalam 1 jam terakhir juga memperlihatkan volatilitas (+2.13%).

    Kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya diperkirakan mencapai $121.22 juta USD jika semua token beredar.

    Ini menjadi gambaran ruang pertumbuhan sekaligus tantangan karena suplai besar dapat menekan harga jika tidak diimbangi permintaan.

    Pergerakan harga GoPlus Security (GPS/USDT) pada Sabtu, 6 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga GoPlus Security (GPS/USDT) pada Sabtu, 6 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Perspektif Investor

    Trader jangka pendek bisa saja melihat GoPlus Security sebagai peluang spekulatif dengan volatilitas harian tinggi.

    Sementara itu, investor jangka panjang menilai proyek ini bisa mendapat momentum kuat jika semakin banyak protokol blockchain mengintegrasikan solusi keamanan GoPlus.

    Dengan posisi saat ini di peringkat #721, GPS masih berstatus “pendatang baru” dalam peta besar kripto. Namun, ruang untuk naik peringkat terbuka jika volume perdagangan konsisten tinggi.

    Baca Juga: Solusi Keamanan Blockchain Dapat Atensi, GoPlus Security Amankan Cuan 19% Dalam Sehari

    Token Niche dengan Narasi Kuat

    Kenaikan harga +19% dalam sehari menandai kembalinya minat investor terhadap GoPlus Security. Meski dalam jangka menengah GPS masih menunjukkan tren penurunan, reli singkat ini bisa menjadi titik balik.

    Dengan utilitas yang jelas di sektor keamanan blockchain, GoPlus memiliki narasi kuat untuk menarik dukungan komunitas dan investor.

    Risiko volatilitas tentu tetap ada, namun potensi pertumbuhan jangka panjangnya membuat GPS layak dipantau sebagai salah satu altcoin niche yang sedang naik daun.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • SEC Menyerah? Regulasi Kripto Tak Lagi Keras

    Langkah baru tengah diambil oleh Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat.

    Di bawah kepemimpinan Paul S. Atkins, SEC memperkenalkan agenda regulasi kripto ambisius yang siap merevolusi sistem keuangan: dari klarifikasi hukum hingga kerangka akses yang lebih luas bagi inovator digital.

    Baca Juga: Menanti Upaya SEC Membuka Pintu Besar untuk Revolusi Kripto

    Fase Baru: Regulasi yang Mendukung, Bukan Membatasi

    Dalam Regulatory Flex Agenda musim semi 2025, SEC menegaskan perubahan khusus: meninggalkan pendekatan keras era sebelumnya untuk lebih mendukung inovasi finansial, pembentukan modal, efisiensi pasar, dan perlindungan investor.

    Fokus utama kini adalah menghasilkan “jalan yang jelas” untuk issuance, custody, dan perdagangan aset kripto, sekaligus menyisihkan aturan baku yang memberatkan tanpa arah jelas.

    Agenda ini mencakup proposal penting seperti safe harbors bagi penawaran aset kripto, integrasi token digital ke dalam bursa efek nasional dan sistem perdagangan alternatif, serta penyederhanaan aturan broker-dealer agar ruang investasi digital bisa lebih mudah diakses.

    Project Crypto: SEC Bawa Pasar ke Era On-Chain

    Lebih jauh, SEC memperkenalkan Project Crypto, rencana strategis yang menyasar integrasi blockchain ke dunia modal tradisional.

    Langkah ini mencakup klasifikasi aset digital secara jelas antara security dan non-security, serta mendorong pengembangan “super-app”: platform terpadu yang menggabungkan trading, staking, dan lending dalam satu izin legal.

    Tujuannya pun sangat jelas, yakni untuk memudahkan tokenisasi aset tradisional dan mempercepat adopsi teknologi on-chain.

    Harmonisasi Regulasi: SEC dan CFTC Bersatu

    SEC juga bersinergi dengan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) untuk menyelaraskan regulasi di pasar digital.

    Rencana diskusi bersama pada akhir September akan membahas pengaturan trading 24 jam, pasar prediksi (event betting), DeFi peer-to-peer, hingga margin portofolio dan derivatif kripto.

    Ini bisa menjadi sinyal bahwa pemerintah mulai membentuk ekosistem regulasi terintegrasi untuk inovasi fintech.

    Ringkasan Agenda Penting SEC

    1. Safe harbor dan pengecualian untuk penawaran token—memudahkan startup kripto masuk pasar.
    2. Integrasi bursa: kripto bisa diperdagangkan di bursa saham nasional dan ATS.
    3. Broker-dealer modernisasi: aturan baru agar lembaga keuangan lebih mudah memfasilitasi aset digital.
    4. Simplifikasi proses pengumpulan modal: termasuk modal ventura dan perusahaan swasta.
    5. Kolaborasi lintas-regulator: CFTC dan SEC menyinkronkan kebijakan.
    6. Project Crypto: memformalkan ekosistem blockchain dalam hukum keuangan AS.

    Potensi Dampak dan Tantangan

    Agenda ini berpotensi mengubah lanskap kripto—dengan menciptakan kepastian hukum, menumbuhkan partisipasi institusional, dan memperkuat likuiditas pasar.

    Investor kini dapat mempertimbangkan kripto sebagai bagian dari portofolio formal, bukan hanya aset spekulatif.

    Namun, tantangan tetap ada. Konsistensi dalam implementasi, kesiapan industri menghadapi regulasi baru, serta pengawasan risiko seperti pencucian uang dan manipulasi pasar tetap menjadi sorotan penting.

    Jadi, meski momentum positif terasa, jalan ke depan memerlukan kewaspadaan dan dialog berkelanjutan antar pemangku kepentingan.

    Baca Juga: Ripple dan SEC Ajukan Petisi Bersama untuk Revisi Putusan XRP

    Dengan agenda ini, SEC tampak siap membuka era baru di mana kripto tidak lagi dianggap ancaman, melainkan mitra inovasi keuangan.

    Proposal seperti Project Crypto dan safe harbors menunjukkan bahwa regulasi pro-inovasi bukan sekadar retorika.

    SEC kini memasuki babak baru: bukan sebagai polisi yang mengurung, tetapi sebagai fasilitator yang membuka potensi keuangan digital—dengan aturan yang lebih cerdas, tepat sasaran, dan berkelanjutan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Indonesia Turun ke Peringkat 7 dalam Indeks Adopsi Kripto Global 2025

    Laporan Chainalysis Global Crypto Adoption Index 2025 menempatkan Indonesia di posisi ke-7 dunia untuk adopsi kripto berbasis akar rumput (grassroots adoption). Pencapaian ini masih tergolong tinggi, namun menunjukkan penurunan dibanding tahun lalu ketika Indonesia berhasil menembus lima besar.

    Di peringkat atas, India memimpin dengan kokoh, disusul Amerika Serikat, Pakistan, dan Vietnam. Sementara itu, Brasil dan Nigeria berada sedikit di depan Indonesia. Kondisi ini menandakan bahwa persaingan adopsi kripto antarnegara semakin ketat, khususnya di kawasan Asia-Pasifik (APAC).

    APAC Jadi Episentrum Pertumbuhan Kripto

    Chainalysis mencatat, kawasan APAC tetap menjadi motor utama pertumbuhan adopsi kripto global dengan lonjakan volume transaksi on-chain hingga 69% sepanjang Juni 2024 – Juni 2025. Namun, pendorong utamanya datang dari India, Pakistan, dan Vietnam yang masif memanfaatkan kripto, baik untuk transaksi ritel maupun layanan DeFi.

    Indonesia memang masih kuat di sektor ritel, tetapi perubahan metodologi dalam laporan tahun ini memberi pengaruh besar pada peringkat.

    Posisi Indonesia turun dalam laporan Chainalysis' 2025 Global Crypto Adoption Index.
    Posisi Indonesia turun dalam laporan Chainalysis’ 2025 Global Crypto Adoption Index.

    Baca juga: Kripto Indonesia Cetak Rekor Rp52 Triliun, Optimisme Tetap Kuat!

    Dampak Perubahan Metodologi

    Chainalysis 2025 menambahkan sub-indeks aktivitas institusional, yakni transaksi bernilai lebih dari US$1 juta. Indikator baru ini membuat negara-negara dengan ekosistem keuangan mapan, seperti Amerika Serikat, India, dan Brasil, mendapat keuntungan besar karena partisipasi institusi mereka tinggi, termasuk lewat produk ETF Bitcoin spot.

    Sebaliknya, sub-indeks DeFi ritel yang sebelumnya menjadi keunggulan Indonesia justru dihapus. Menurut Chainalysis, DeFi dianggap sebagai aktivitas “niche” yang tidak mewakili adopsi akar rumput secara umum.

    Langkah ini menuai kritik. Pengamat Kripto, Vinsensius Sitepu menilai, penghapusan indikator DeFi membuat potret adopsi menjadi timpang. “Di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia, DeFi justru pintu masuk utama jutaan pengguna ritel. Menyebutnya tidak relevan sama saja menutup mata terhadap pola adopsi kripto paling nyata di lapangan,” ujarnya dikutip Suara.

    Menurut Vinsensius, perubahan metodologi ini cenderung menguntungkan negara dengan basis institusi besar, sementara Indonesia yang unggul di ritel dan DeFi tampak kehilangan daya saing.

    Jalan yang Harus Ditempuh Indonesia

    Meski begitu, Vinsensius menilai Indonesia tetap bisa mengimbangi dengan memperkuat dua sektor utama. Pertama, mendorong peningkatan jumlah dan aktivitas akun institusional di pasar spot lokal agar volume transaksi bernilai jumbo tercatat resmi. Kedua, membuka peluang hadirnya ETF kripto di bursa Indonesia agar investor institusional punya jalur yang aman dan legal.

    “Kalau dua hal ini bisa diwujudkan, kekuatan ritel Indonesia yang sudah mapan akan semakin kokoh dengan dukungan institusional yang solid,” tambahnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com