Tag: blockchain

  • Badai Pasti Berlalu! Bitcoin Terkoreksi, Waktunya Serok?

    Durasi pemulihan harga Bitcoin (BTC) rupanya hanya berlangsung singkat. Setelah sempat naik tipis, raja dari seluruh aset kripto itu kembali menunjukkan volatilitasnya.

    Pada perdagangan terbaru, harga BTC tercatat berada di level $107,323.60 per BTC, mengalami penurunan -1.39% dalam 24 jam terakhir.

    Kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di angka $2,137.29 miliar USD, dengan volume perdagangan harian yang relatif tinggi mencapai $51.23 miliar USD.

    Koreksi ini menempatkan Bitcoin masih jauh dari rekor tertingginya di $124,457.12, meskipun tetap bertahan sebagai aset kripto paling dominan di pasar global.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Merangkak Naik, Sinyal Baru di Tengah Tekanan Pasar Global

    Tren Pergerakan Harga BTC

    Jika ditarik dalam rentang waktu yang lebih panjang, pergerakan harga Bitcoin menunjukkan tren fluktuatif:

    • Hari ini: turun -1.39% atau -$1,515.21.
    • 30 hari terakhir: anjlok -5.87% atau sekitar -$6,689.97.
    • 60 hari terakhir: masih melemah tipis -1.49%.
    • 90 hari terakhir: justru mencatat kenaikan +1.9%, menandakan ada fase rebound di periode sebelumnya.

    Kendati harga sempat menguat di kuartal lalu, tekanan jual kembali membayangi BTC dalam beberapa minggu terakhir.

    Faktor Penyebab Penurunan Harga Bitcoin

    Ada sejumlah alasan yang mendorong koreksi harga Bitcoin saat ini:

    1. Tekanan Likuiditas Global
      Kenaikan suku bunga acuan dari bank sentral di beberapa negara besar membuat investor lebih berhati-hati. Likuiditas yang ketat mendorong investor melepas aset berisiko, termasuk Bitcoin.
    2. Tekanan Teknis Pasar
      Dengan harga yang sempat menyentuh level psikologis di atas $109,000, banyak trader jangka pendek memilih melakukan aksi ambil untung (profit taking). Hal ini menimbulkan tekanan jual yang cukup signifikan dalam 24 jam terakhir.
    3. Ketidakpastian Regulasi
      Pasar kripto masih dibayangi berbagai isu regulasi. Amerika Serikat, Eropa, hingga Asia terus memperketat aturan main industri kripto. Setiap kebijakan baru sering kali menimbulkan kepanikan sesaat di kalangan investor.
    4. Sentimen Negatif dari Altcoin
      Beberapa altcoin besar, termasuk Ethereum (ETH), juga mengalami penurunan. Efek domino ini ikut menarik Bitcoin ke bawah karena korelasi yang cukup erat di antara aset kripto papan atas.

    BTC Masih Perkasa

    Meski harga BTC terkoreksi, data pasar menunjukkan Bitcoin masih mendominasi:

    • Sirkulasi pasokan: 19.91 juta BTC, atau 94.83% dari total maksimum 21 juta BTC.
    • Kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya: mencapai $2,253.35 miliar USD.
    • Volume perdagangan 24 jam: tinggi, di kisaran $52 miliar USD, menunjukkan pasar masih aktif dan likuid.

    Angka-angka ini mengindikasikan bahwa meski harga terkoreksi, minat investor terhadap Bitcoin tetap kuat.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 31 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 31 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Prospek Jangka Pendek

    Jika harga tidak mampu bertahan di atas level support $107,000, Bitcoin berisiko melanjutkan penurunan ke kisaran $105,000–$103,000.

    Namun, jika mampu rebound dan menembus kembali resistance di $109,000, peluang untuk kembali menguji level psikologis $110,000 masih terbuka lebar.

    Baca Juga: Bitcoin Terperosok ke $108 Ribu, Market Cap Menyusut

    Koreksi Bitcoin kali ini mempertegas sifat volatilitas yang melekat pada aset kripto. Meskipun BTC tengah berada dalam fase penurunan, fundamentalnya tetap kuat sebagai aset digital paling langka dengan pasokan terbatas.

    Investor jangka panjang biasanya melihat koreksi seperti ini sebagai peluang akumulasi, sementara trader jangka pendek harus lebih waspada terhadap pergerakan harga yang cepat.

    Bitcoin masih menjadi pusat perhatian global, dan setiap pergerakannya selalu membawa dampak besar bagi seluruh ekosistem kripto.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Departemen Perdagangan AS Merilis Data Via Chainlink, Ada Apa?

    Dalam langkah bersejarah menuju era keuangan digital, Departemen Perdagangan Amerika Serikat (DOC) meletakkan sebuah fondasi besar.

    Bersama Chainlink dan Pyth Network, DOC menyalurkan data ekonomi makro resmi, seperti Real GDP, PCE Price Index, dan Real Final Sales, langsung di atas blockchain.

    Ini merupakan langkah monumental pertama pemerintah AS yang menerbitkan data resmi secara on-chain.

    Baca Juga: ETF Chainlink Pertama di AS, LINK Siap Meledak?

    Data Ekonomi AS Kini Tersedia di Blockchain

    Melalui Chainlink Data Feeds, enam indikator ekonomi utama kini telah tersedia secara on-chain di sepuluh jaringan blockchain, termasuk Ethereum, Arbitrum, Avalanche, Optimism, Base, Mantle, Linea, Sonic, ZKsync, dan Botanix.

    Data tersebut mencakup nilai absolut maupun perubahan tahunan real GDP, indeks harga konsumsi (PCE), hingga penjualan akhir nyata ke pembeli dalam negeri.

    Rencananya, pembaruan data akan dilakukan secara rutin sesuai dengan jadwal resmi dari DOC, yakni bulanan atau triwulanan.

    Sementara itu, Pyth Network juga diberi tugas untuk menyediakan data GDP kuartalan yang mencakup lima tahun terakhir, sebagai pelengkap inisiatif ini.

    Inovasi DeFi dan Transparansi yang Belum Pernah Ada

    Menjadikan data resmi pemerintah tersedia secara on-chain membuka beragam kemungkinan baru bagi ekosistem DeFi dan keuangan digital:

    • Protokol automated trading dapat memicu transaksi berdasarkan sinyal ekonomi (contoh: penyesuaian portofolio saat GDP turun).
    • Tokenized assets—seperti obligasi atau ekuitas—dapat dipautkan ke data makro untuk menjaga valuasi real-time.
    • Prediction markets dengan basis data pemerintah membawa transparansi dan kredibilitas lebih tinggi.
    • Dashboard publik bisa dibangun dengan data tak terubah, meningkatkan akuntabilitas dan keterbukaan informasi.

    Selain itu, oracles terpercaya seperti Chainlink dan Pyth ikut memperkuat DeFi dengan menyediakan data standar enterprise seperti real GDP, indeks inflasi, dan penjualan konsumsi yang sangat dibutuhkan aplikasi keuangan modern.

    Pergerakan harga Chainklink (LINK/USDT) pada Jumat, 29 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Chainklink (LINK/USDT) pada Jumat, 29 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Chainlink dan Pyth Merespon Permintaan Regulasi dan Teknologi

    Kerjasama ini tidak datang begitu saja. Chainlink telah aktif terlibat dengan regulator AS seperti SEC, terutama dalam menjembatani compliance untuk broker-dealer dan transfer agents lewat teknologi blockchain.

    Keterlibatan seperti dukungan terhadap GENIUS Act juga memposisikan Chainlink sebagai tokoh penting dalam pengembangan kebijakan stablecoin dan infrastruktur tokenized assets.(

    Pyth sendiri menjadi pelengkap jangkauan distribusi data kuartalan untuk membuktikan bahwa kini pemerintah serius membuka data publik melalui blockchain terdesentralisasi.

    Reaksi Pasar: Token Oracle Meroket

    Seiring pengumuman ini, token Pyth (PYTH) melonjak hampir +70%, sementara harga token Chainlink (LINK) turut naik lebih dari +5%.

    Lonjakan tersebut menunjukkan bahwa pasar menyambut baik sinyal adopsi blockchain resmi oleh institusi publik.

    Baca Juga: SBI dan Chainlink Bersinergi: Misi Tokenisasi Aset Riil

    Titik Balik Data Publik dan DeFi

    Dengan melansir statistik resmi ke blockchain, Departemen Perdagangan AS tidak hanya meningkatkan transparansi, tetapi juga membuka pintu menuju aplikasi DeFi yang sepenuhnya terintegrasi dengan realitas ekonomi. Dinamika ini memperkuat posisi:

    1. Oracle penyedia data seperti Chainlink dan Pyth sebagai infrastruktur vital DeFi.
    2. Blockchain sebagai platform terpercaya untuk publikasi data pemerintah.
    3. Komunitas developer dan lembaga keuangan kini mendapat akses langsung ke data resmi tanpa perlu perantara.

    Langkah ini menandai era blockchain yang tidak hanya soal spekulasi, tetapi sebagai kanal resmi data ekonomi: sebuah transformasi fundamental dalam hubungan antara pemerintah, teknologi, dan ekonomi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pyth Network Naik 78%, Ini Faktor Pendorongnya

    Pyth Network (PYTH), salah satu proyek blockchain terkemuka yang bergerak di bidang real-time market data oracle, tengah menjadi sorotan utama pasar kripto setelah mencatat lonjakan harga yang mencengangkan.

    Dalam 24 jam terakhir, harga PYTH naik hingga +78,75%, menjadikannya salah satu aset digital dengan performa terbaik dalam periode singkat.

    Harga Terkini dan Kapitalisasi Pasar

    Per hari ini, harga PYTH berada di level $0,208334 per token dengan kapitalisasi pasar mencapai $1,20 miliar USD.

    Volume perdagangan harian pun melonjak signifikan hingga $2,35 miliar USD, mencerminkan meningkatnya minat investor dan trader global terhadap proyek ini.

    Dengan total pasokan beredar sebesar 5,75 miliar token dari maksimum 10 miliar, PYTH menempati peringkat ke-69 dalam daftar aset kripto paling populer.

    Menariknya, kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya mencapai $2,12 miliar USD, menandakan adanya ruang pertumbuhan yang masih terbuka lebar bagi token ini.

    Baca Juga: Menjelajahi Pyth Network: Aset Kripto yang Mengubah Permainan Data

    Kinerja Harga dalam 90 Hari

    Jika ditarik dalam rentang waktu yang lebih panjang, PYTH menunjukkan tren bullish yang konsisten:

    • Hari ini: naik $0,093187 (+78,75%)
    • 30 Hari: naik $0,087822 (+71,00%)
    • 60 Hari: naik $0,105174 (+98,90%)
    • 90 Hari: naik $0,09901 (+88,01%)

    Kinerja tersebut menegaskan bahwa reli harga PYTH bukan sekadar momentum jangka pendek, melainkan bagian dari tren kenaikan yang berkelanjutan.

    Bahkan dalam sepekan terakhir, PYTH masih mencatat kenaikan +80,83%, meski volatilitas pasar kripto secara umum cukup tinggi.

    Faktor Pendorong Lonjakan PYTH

    Ada beberapa faktor yang diyakini mendorong performa luar biasa PYTH:

    1. Adopsi Oracle di Ekosistem DeFi
      Pyth Network dikenal sebagai penyedia data pasar real-time yang sangat dibutuhkan dalam ekosistem DeFi (Decentralized Finance). Dengan meningkatnya jumlah protokol yang mengintegrasikan data dari Pyth, permintaan token ini ikut terdorong.
    2. Lonjakan Volume Perdagangan
      Lonjakan volume harian hingga miliaran dolar menandakan besarnya minat spekulatif dan institusional terhadap PYTH. Volume yang tinggi ini memberi likuiditas sekaligus memperkuat posisi PYTH sebagai salah satu aset kripto yang layak diperhitungkan.
    3. Optimisme Pasar Kripto Global
      Meski Bitcoin dan altcoin utama lain mengalami fluktuasi, proyek-proyek dengan nilai guna spesifik seperti oracle mendapat kepercayaan lebih. Investor melihat PYTH sebagai bagian penting dari infrastruktur Web3, sehingga ekspektasi terhadap pertumbuhan jangka panjang semakin tinggi.
    Pergerakan harga Pyth Network (PYTH/USDT) pada Jumat, 29 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Pyth Network (PYTH/USDT) pada Jumat, 29 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Potensi dan Risiko

    Reli PYTH yang sangat tinggi tentu menjadi kabar baik bagi para pemegang token, namun di sisi lain juga menimbulkan risiko volatilitas.

    Kenaikan hampir 100% dalam waktu singkat bisa diikuti koreksi tajam apabila pasar mengambil keuntungan (profit-taking).

    Bagi investor jangka panjang, PYTH memiliki prospek menarik karena fungsinya yang fundamental dalam mendukung layanan keuangan terdesentralisasi.

    Namun, investor tetap disarankan memperhatikan fluktuasi harga dan melakukan manajemen risiko yang matang sebelum menambah portofolio.

    Baca Juga: Menjelajahi Pyth Network: Aset Kripto yang Mengubah Permainan Data

    Dengan performa spektakuler dalam beberapa minggu terakhir, Pyth Network semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu proyek kripto dengan potensi besar di sektor oracle.

    Kenaikan hampir +98,90% dalam 60 hari membuktikan bahwa PYTH tidak sekadar token spekulatif, melainkan aset digital dengan peran strategis dalam ekosistem blockchain modern.

    Ke depan, bagaimana keberhasilan Pyth Network menjaga momentum positifnya akan menjadi perhatian utama para investor dan pelaku pasar kripto global.

    Yang jelas, saat ini PYTH telah mencuri perhatian dengan menjadi salah satu bintang terang di tengah persaingan ketat aset digital dunia.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Google Bakal Kuasai Keuangan Global? Kenalan dengan Universal Ledger

    Google Cloud memperkenalkan Google Cloud Universal Ledger (GCUL), sebuah infrastruktur blockchain Layer-1 yang dirancang khusus sebagai solusi netral dan terintegrasi bagi lembaga keuangan global.

    Menurut laporan Cryptonews pada Rabu (27/8), GCUL saat ini berada di fase private testnet, sebagai hasil kerja sama awal dengan CME Group, yang telah menguji tokenisasi dan settlement berbasis blockchain secara wholesale.

    Rich Widmann, kepala strategi Web3 di Google, menjelaskan bahwa platform ini memfokuskan pada interoperabilitas, berbeda dengan upaya Stripe dan Circle yang lebih terikat dalam ekosistem tertentu.

    GCUL bersifat netral, memungkinkan lembaga mana pun untuk membangun tanpa terikat merek atau sistem korporat lain.

    Teknologi ini mendukung smart contract berbasis Python, memudahkan penggunaan bagi developer dan institusi yang familiar dengan bahasa pemrograman populer dalam data science dan AI.

    Baca Juga: 5 Blockchain Layer 1 dengan Potensi Tinggi pada Agustus 2025

    Mendobrak Hambatan Sistem Pembayaran Tradisional

    Dalam dunia yang didominasi sistem lama seperti ACH dan RTGS, GCUL membidik pasar pembayaran digital global senilai $3 triliun, dengan potensi efisiensi biaya sebesar 25%, penyelesaian 24/7, serta infrastruktur yang skalabel dan patuh regulasi.

    Sistem ini difokuskan pada pembayaran lintas batas, aset berbentuk token, serta settlement keuangan tanpa menggeser uang tradisional, melainkan memperbaharui fondasi transaksi global.

    ilustrasi blockhain di web3
    Ilustrasi blockhain di web3.

    Komparasi dengan Stripe dan Circle

    Penyedia Fokus Utama Keunggulan GCUL
    Stripe (Tempo) Pembayaran terintegrasi merchant Layanan netral untuk lembaga keuangan tanpa ikatan ekosistem
    Circle (Arc) USDC-centric settlement Infrastruktur terbuka bagi berbagai bank & penyedia pembayaran
    Google (GCUL) Pembayaran lintas institusi & tokenisasi Penyediaan platform netral + smart contract Python

    Strategi Jangka Panjang dan Skala Layanan

    Google membidik peluncuran penuh layanan pada tahun 2026, setelah menyelesaikan uji coba teknis dan integrasi dengan pemain institusional lebih luas.

    Platform ini dirancang sebagai pelayanan melalui satu API terpadu, memudahkan integrasi multi-aset dan mata uang tanpa klien perlu membangun infrastruktur sendiri.

    • Fokus utama: efisiensi operasional, keamanan, kepatuhan KYC, dan kemampuan settlement cepat, ccsemua dalam kerangka permissioned (berizin).

    Apa Arti GCUL untuk Masa Depan Keuangan?

    • Modernisasi Pasar Modal: Dengan settlement 24/7 dan tokenisasi aset, GCUL bisa mengubah cara lembaga finansial beroperasi.
    • Lawan Fragmentasi Infrastruktur: Sistem lama yang lambat dan mahal bisa tergantikan dengan fondasi modern berbasis blockchain.
    • Sinergi Cloud & Blockchain: Google memperkuat posisinya sebagai infrastruktur teknologi keuangan sambil masuk lebih dalam ke domain protokol blockchain.

    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Laju Bitcoin Tertahan di Level $114K, Dampak Kebijakan Baru The Fed?

    Bitcoin (BTC), aset kripto terbesar di dunia, kembali menunjukkan pergerakan yang cenderung melemah dalam 24 jam terakhir.

    Berdasarkan data pasar terbaru, harga Bitcoin saat ini berada di kisaran $114,849.67 per BTC, turun sekitar -0.8% dibandingkan sehari sebelumnya.

    Meski penurunan ini relatif tipis, tren koreksi jangka pendek masih cukup terasa di tengah dinamika global yang membebani aset berisiko.

    Kondisi Terkini Bitcoin: Stabil di Atas $114 Ribu

    Kapitalisasi pasar Bitcoin tercatat sebesar $2,286.74 miliar USD, menjadikannya tetap kokoh di posisi nomor satu sebagai aset kripto paling dominan.

    Volume perdagangan harian berada di kisaran $52,18 miliar USD, mencerminkan tingginya aktivitas transaksi meski harga sedang terkoreksi.

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin diperdagangkan pada rentang $114,536.11 sebagai level terendah dan $115,875.59 sebagai level tertinggi.

    Angka ini menunjukkan volatilitas tipis, menandakan investor masih cenderung menunggu arah pasar yang lebih jelas.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 24 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 24 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca Juga: Bitcoin Kembali Menguat: Harga Tembus $115.900

    Dari sisi historis, Bitcoin masih jauh dari rekor tertingginya di $124,457.12, tetapi harga saat ini tetap berada di atas rata-rata support kuat jangka menengah.

    Secara sirkulasi, sudah beredar 19,91 juta BTC, atau sekitar 94,81% dari total suplai maksimum 21 juta BTC, sehingga ketersediaan pasokan semakin terbatas dan menjadi salah satu faktor fundamental penguat nilai BTC dalam jangka panjang.

    Analisis Pergerakan Harga

    Jika dilihat dari data perbandingan waktu:

    • Hari ini: turun 0,68% atau sekitar $787,40
    • 30 hari terakhir: turun tipis -0,27%
    • 60 hari terakhir: naik +8,07% atau sekitar $8,588,07
    • 90 hari terakhir: naik +4,81% atau sekitar $5,272,45

    Data tersebut menunjukkan bahwa penurunan terbaru hanyalah bagian dari koreksi sehat setelah kenaikan signifikan dalam dua bulan terakhir.

    Meski tren jangka pendek melemah, Bitcoin masih dalam jalur pertumbuhan positif dalam horizon menengah.

    Selain itu, dalam rentang 7 hari terakhir, BTC mencatat penurunan -2,67%, sejalan dengan pola koreksi pasar kripto global.

    Hal ini turut dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti sikap kebijakan moneter Federal Reserve, volatilitas di pasar saham, serta arus keluar dari instrumen investasi berbasis kripto.

    Penyebab Penurunan Harga Bitcoin

    Ada beberapa faktor utama yang menjadi penyebab koreksi harga Bitcoin saat ini:

    1. Sinyal Kebijakan Federal Reserve
      Pernyataan dari pejabat Fed di simposium Jackson Hole pekan ini kembali menimbulkan ketidakpastian. Meskipun ada ekspektasi pemangkasan suku bunga pada kuartal mendatang, investor masih berhati-hati karena inflasi Amerika Serikat belum sepenuhnya terkendali. Sentimen ini membuat sebagian investor mengambil posisi wait and see, menekan permintaan aset kripto.
    2. Aksi Ambil Untung Investor
      Setelah lonjakan harga yang cukup tajam dalam dua bulan terakhir, sebagian investor cenderung melakukan profit-taking. Tekanan jual ini menahan laju kenaikan BTC, terutama ketika mendekati level resistance psikologis di sekitar $115–$116 ribu.
    3. Rotasi Modal ke Altcoin
      Dominasi pasar Bitcoin sempat menurun karena investor beralih ke altcoin, terutama Ethereum (ETH) yang mencatat arus masuk besar melalui ETF spot. Pergerakan modal ini mengurangi momentum bullish BTC dalam jangka pendek.
    4. Volatilitas Global dan Risiko Geopolitik
      Faktor eksternal seperti ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga minyak, dan tren pasar saham global juga berperan menekan selera risiko investor. Bitcoin sebagai aset berisiko sering kali terpengaruh oleh perubahan sentimen ini.

    Prospek ke Depan: Antara Konsolidasi dan Momentum Baru

    Meskipun harga saat ini menunjukkan tren koreksi, Bitcoin tetap memiliki prospek yang solid dalam jangka menengah dan panjang.

    Faktor kelangkaan pasokan, dengan hanya tersisa sekitar 1,09 juta BTC yang belum beredar, terus menjadi pendorong fundamental utama.

    Selain itu, semakin luasnya adopsi institusional melalui instrumen seperti ETF Bitcoin spot, serta penerimaan kripto oleh perusahaan besar, berpotensi menjadi katalis baru untuk reli harga di masa depan.

    Selama BTC mampu bertahan di atas support $112.000–$114.000, peluang untuk kembali menguji level $120.000 masih terbuka.

    Baca Juga: Bitcoin Turun ke Level $112.000, Pasar Masih Janjikan Optimisme

    Koreksi Bitcoin saat ini lebih mencerminkan fase konsolidasi sehat setelah reli kuat dalam beberapa bulan terakhir.

    Meski dipengaruhi faktor eksternal seperti kebijakan moneter Fed dan rotasi modal ke altcoin, fundamental BTC tetap kokoh.

    Dengan pasokan yang semakin terbatas dan arus adopsi yang terus berkembang, Bitcoin masih berpotensi menembus level tertinggi barunya dalam beberapa bulan mendatang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Blockchain Layer 1 dengan Potensi Tinggi pada Agustus 2025

    Pasar blockchain Layer 1 (L1) menunjukkan perkembangan signifikan pada bulan Agustus. Sejumlah proyek besar dinilai memiliki potensi tinggi untuk menarik perhatian investor seiring dengan peningkatan adopsi dan inovasi teknologi.

    Blockchain Layer 1 tetap menjadi fondasi utama ekosistem kripto, menyumbang lebih dari 70% kapitalisasi pasar global dengan valuasi mencapai $2,199 triliun. Selain Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), proyek seperti Solana, Sui, Toncoin, BNB, dan Cardano kini menjadi sorotan.

    Solana (SOL)

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 22 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 22 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Solana mencatat pertumbuhan +180% dalam setahun terakhir berkat kecepatan transaksi dan skalabilitas tinggi. Saat ini diperdagangkan di kisaran $126, dengan proyeksi mencapai $250–$500 pada 2025 dan berpotensi menembus $700 pada 2030.

    Sui (SUI)

    Pergerakan harga Sui Network (SUI/USDT) pada Minggu, 27 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Sui Network (SUI/USDT) pada Minggu, 27 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Sui mendapatkan perhatian setelah Canary Capital Group mengajukan ETF berbasis SUI ke SEC. Harga SUI saat ini berada di $2,31 dengan pertumbuhan +54% sepanjang tahun. Proyeksi harga tahun ini berada di kisaran $4–$6.

    Toncoin (TON)

    Pergerakan harga Toncoin (TON/USDT) pada Minggu, 27 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Toncoin (TON/USDT) pada Minggu, 27 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Sebagai token asli Telegram Open Network, Toncoin mencatat lonjakan +120% dalam setahun. Saat ini nilainya turun 56% dari ATH di $8,24, namun analis memperkirakan harga $7–$10 pada 2025, dengan potensi mencapai $15–$20 pada 2030.

    Baca juga: 5 Token Ekosistem Bitcoin Teratas di Pasar Kripto Tahun 2025

    BNB (BNB)

    Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Kamis, 21 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Kamis, 21 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Token BNB yang beroperasi di Binance Smart Chain menunjukkan performa stabil dengan kenaikan +15,57% dalam setahun. Harga saat ini berada di $617, dengan target $800–$1.000 pada 2025 jika tren positif berlanjut.

    Cardano (ADA)

    Pergerakan harga Cardano (ADA/USDT) pada Jumat, 15 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Cardano (ADA/USDT) pada Jumat, 15 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Cardano mempertahankan posisinya dengan pendekatan berbasis riset dan konsensus Proof of Stake. Harga ADA saat ini berada di kisaran $0,70, naik +11,66% dibanding tahun lalu. Proyeksi harga 2025 diperkirakan mencapai $1,50–$2.

    Agustus 2025 menegaskan kembali peran penting blockchain Layer 1 dalam ekosistem kripto. Dengan inovasi, skalabilitas, dan meningkatnya adopsi, lima proyek utama ini dipandang memiliki peluang besar untuk mencatat pertumbuhan signifikan di pasar aset digital.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Turun ke Level $112.000, Pasar Masih Janjikan Optimisme

    Bitcoin (BTC), aset kripto terbesar di dunia, kembali menjadi sorotan setelah harganya tercatat di $112,966.97 per BTC pada perdagangan hari ini.

    Meski mengalami koreksi tipis sebesar -0,77% dalam 24 jam terakhir, Bitcoin tetap mempertahankan posisinya sebagai kripto nomor satu dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,247.26 miliar USD.

    Data ini menunjukkan bahwa dominasi Bitcoin di pasar aset digital masih sangat kuat di tengah volatilitas global.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 21 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 23 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Bertahan di Atas $113 Ribu, Antara Bullish Dan Bearish

    Pergerakan Harga: Fluktuasi dalam Jangka Pendek

    Dalam kurun waktu harian, Bitcoin sempat bergerak pada kisaran terendah $111,986.23 hingga tertinggi $114,008.35.

    Angka ini menunjukkan rentang perdagangan yang relatif ketat, menandakan adanya konsolidasi pasar setelah reli panjang yang sempat mendorong harga menuju rekor tertinggi $124,457.12.

    Namun, dalam rentang waktu yang lebih luas, pergerakan Bitcoin memperlihatkan tren yang menarik.

    Dalam 30 hari terakhir, BTC masih mencatatkan pelemahan sebesar -5,03%, setara dengan penurunan sekitar $5,979.44.

    Meski begitu, jika ditarik ke periode 60 hari, harga Bitcoin justru meningkat tajam sebesar +11,17%, atau naik sekitar $11,337.83.

    Bahkan dalam 90 hari terakhir, BTC masih mampu tumbuh +4,25%, memperlihatkan kekuatan fundamental yang tidak bisa diabaikan.

    Volume Perdagangan Tinggi: Bukti Likuiditas Pasar

    Salah satu indikator yang mencerminkan sehatnya ekosistem Bitcoin adalah tingginya aktivitas perdagangan.

    Dalam 24 jam terakhir, volume transaksi BTC mencapai $58.81 miliar USD, angka yang hampir menyamai rata-rata volume harian pasar saham global untuk beberapa emiten besar.

    Hal ini menunjukkan bahwa minat investor terhadap BTC masih sangat kuat meski harga sedang terkoreksi.

    Dari sisi pasokan, Bitcoin semakin mendekati titik maksimalnya. Saat ini terdapat 19.91 juta BTC yang sudah beredar dari total maksimum 21 juta BTC.

    Artinya, lebih dari 94,8% pasokan Bitcoin telah ditambang, sehingga kelangkaan aset ini semakin nyata dan berpotensi mendorong harga lebih tinggi dalam jangka panjang.

    Optimisme Investor Masih Terjaga

    Meski pergerakan harga harian dan mingguan cenderung negatif, banyak analis menilai bahwa Bitcoin sedang berada dalam fase sehat untuk konsolidasi sebelum potensi reli berikutnya.

    Fakta bahwa BTC masih bertahan di atas level psikologis $110 ribu dianggap sebagai sinyal positif, apalagi jika dikaitkan dengan perkembangan adopsi institusional dan minat dari sektor tradisional keuangan (TradFi).

    Rekor tertinggi BTC di level $124,457.12 yang tercapai belum lama ini juga menjadi target psikologis yang masih relevan.

    Jika momentum beli kembali meningkat, bukan tidak mungkin Bitcoin dapat menguji kembali level tersebut dalam beberapa bulan ke depan.

    Baca Juga: 5 Token Ekosistem Bitcoin Teratas di Pasar Kripto Tahun 2025

    BTC Tetap Jadi Pemimpin Pasar Kripto

    Dengan kapitalisasi pasar raksasa, volume perdagangan tinggi, serta pasokan yang semakin terbatas, Bitcoin tetap menjadi aset utama yang diperhitungkan di dunia kripto.

    Meski harga saat ini berada sedikit di bawah performa bulanan, tren jangka menengah hingga panjang masih memberikan optimisme bagi investor.

    Koreksi kecil yang terjadi bisa jadi hanya jeda singkat sebelum reli berikutnya. Bagi para pelaku pasar, BTC tetap menjadi barometer utama arah industri kripto global dan aset yang paling banyak dilirik dalam setiap pergerakan pasar.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • The Fed Ingatkan Bank: Tolak Blockchain, Takluk di Era Digital

    Federal Reserve alias The Fed melalui Michelle Bowman selaku Wakil Ketua Pengawas, menegaskan dalam Wyoming Blockchain Symposium (19 Agustus 2025) bahwa bank-bank tradisional harus segera mengadopsi blockchain atau berisiko menjadi tidak relevan.

    Bowman menyampaikan bahwa kini bukan saatnya lagi para regulator dan institusi keuangan mengedepankan skeptisisme berlebihan.

    Dunia bergerak cepat, dan teknologi seperti blockchain bukan hanya tren, melainkan peluang yang mesti dirangkul agar bank tetap berada di jantung sistem keuangan.

    Baca Juga: The Fed Tegaskan Adopsi Blockchain Bukan Cuma Pilihan

    Tokenisasi: Praktik Segera dengan Manfaat Nyata

    Menurut laporan Crypyoslate pada Jumat (22/8), satu aplikasi paling mendesak dari blockchain adalah tokenisasi aset.

    Melalui teknologi ini, aset dapat ditransfer secara digital tanpa perantara tradisional untuk meniadakan proses manual yang memicu latensi dan meningkatkan risiko operasional.

    Bowman mendorong kebijakan regulasi yang mendukung masalah ini agar tokenisasi bisa lepas dari lintasan pilot project dan menjadi arus utama di sektor keuangan.

    cara transfer crypto di jaringan blockchain

    Blockchain: Kunci Anti-Kecurangan

    Bowman mengatakan, blockchain juga menyimpan potensi untuk mereduksi tindakan fraud, seperti pencurian identitas dan scam, karena sifatnya yang transparan

    Menurut Bowman, jika teknologi ini terbukti mencegah kejahatan finansial, regulator wajib mendukung implementasinya, bukan justru menghambat.

    Siapa Cepat, Dia yang Bertahan

    Selain itu, Bowman memperingatkan bahwa pilihan tidak lagi bersifat opsional.

    “Jika bank tidak bergerak, mereka bisa bypassed oleh teknologi baru dan kehilangan signifikansi di ekosistem keuangan,” tutur Bowman.

    Dengan dukungan terhadap tokenisasi, kebijakan antiperspektif kripto, dan penghilangan hambatan reputasional terhadap bank yang melayani industri digital asset, The Fed memperlihatkan arah baru: dari penanganan konservatif menuju adaptasi proaktif.

    Kebijakan Kunci

    Fokus Konten Singkat
    Mindset Regulator Dari skeptis menjadi kolaboratif terhadap teknologi baru.
    Tokenisasi Transfer aset digital lebih efisien tanpa perantara tradisional.
    Pencegahan Fraud Blockchain sebagai mekanisme proteksi finansial yang efektif.
    Regulasi Reputasi Reputational risk tidak lagi menjadi hambatan layanan bank ke industri kripto.

    Baca Juga: Ketua The Fed Dukung Keterlibatan Bank AS dalam Aktivitas Kripto

    Dengan demikian, apa yang dimulai sebagai sinyal samar di dalam pidato Bowman kini berubah menjadi dorongan formal untuk membuka jalan blockchain dan tokenisasi sebagai bagian penting masa depan institusi keuangan.

    Jika bank gagal adaptasi, kata Bowman, mereka berisiko digeser inovasi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Bertahan di Atas $113 Ribu, Antara Bullish Dan Bearish

    Bitcoin (BTC) kembali menjadi sorotan utama pasar kripto setelah harganya berhasil bertahan di kisaran $113.847,79 per BTC pada perdagangan terbaru.

    Dengan kapitalisasi pasar menembus $2,26 triliun dan volume perdagangan harian mencapai $65,95 miliar, aset digital terbesar di dunia ini tetap menunjukkan dominasinya sebagai instrumen investasi global.

    Namun, pertanyaannya: apakah Bitcoin sedang mempersiapkan momentum bullish baru atau justru memasuki fase konsolidasi yang lebih panjang?

    Pergerakan Harga: Stabil, Tapi Ada Tekanan

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 21 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 21 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca Juga: 5 Token Ekosistem Bitcoin Teratas di Pasar Kripto Tahun 2025

    Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin mengalami kenaikan tipis sebesar +0,26%, dengan rentang perdagangan antara $112.387,96 (terendah) hingga $114.802,65 (tertinggi).

    Angka ini menunjukkan volatilitas yang relatif terkendali, meski tren jangka pendek masih penuh ketidakpastian.

    Secara historis, Bitcoin mencatat rekor tertinggi di level $124.457,12, dan harga saat ini masih terpaut sekitar 9% dari level tersebut.

    Artinya, peluang bagi BTC untuk kembali menantang all-time high (ATH) masih terbuka, terutama jika didukung oleh sentimen positif pasar global.

    Riwayat Pergerakan 90 Hari: Fluktuasi dengan Tren Naik

    Melihat data harga dalam tiga bulan terakhir, Bitcoin menunjukkan dinamika yang cukup menarik:

    • 30 Hari terakhir: turun sebesar -2,45% atau setara $2.862,06.
    • 60 Hari terakhir: naik +11,12% atau $11.408,98.
    • 90 Hari terakhir: menguat +2,9% atau $3.213,45.

    Data ini memperlihatkan bahwa meskipun BTC sempat mengalami tekanan dalam sebulan terakhir, tren jangka menengah masih relatif positif.

    Investor jangka panjang bisa melihat kondisi ini sebagai fase konsolidasi sebelum potensi kenaikan berikutnya.

    Tekanan Mingguan: Sinyal Bearish Jangka Pendek

    Meski pergerakan harian menunjukkan kenaikan, grafik mingguan justru memperlihatkan penurunan yang cukup tajam.

    Dalam 7 hari terakhir, BTC terkoreksi 7,42%, menandakan adanya aksi ambil untung atau berkurangnya minat beli di level harga saat ini.

    Selain itu, perubahan harga dalam 1 jam terakhir yang menunjukkan penurunan -0,17% juga memperkuat sinyal adanya tekanan jual jangka pendek.

    Fundamental Pasar: Supply Semakin Terbatas

    Dari sisi pasokan, Bitcoin kini memiliki sirkulasi 19,91 juta BTC, atau 94,81% dari total maksimum 21 juta BTC.

    Dengan ketersediaan yang semakin menipis, teori dasar ekonomi supply-demand menegaskan bahwa harga BTC berpotensi terus naik dalam jangka panjang, selama permintaan tetap tinggi.

    Menariknya, kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya (fully diluted market cap) tercatat di level $2,39 triliun, menandakan potensi valuasi yang lebih besar jika seluruh BTC yang tersedia telah beredar di pasar.

    Prediksi Harga Bitcoin: Ke Mana Arah Selanjutnya?

    Berdasarkan data teknikal dan fundamental, ada beberapa skenario yang mungkin terjadi pada harga Bitcoin dalam waktu dekat:

    1. Bullish Scenario
      Jika BTC mampu bertahan di atas level support $112.000 dan menembus kembali resistance di $115.000, peluang menuju $120.000 bahkan mendekati ATH di $124.457 akan semakin terbuka. Sentimen positif dari adopsi institusi maupun regulasi yang mendukung bisa menjadi katalis kuat.
    2. Bearish Scenario
      Sebaliknya, jika tekanan jual terus berlanjut dan harga menembus di bawah $112.000, maka BTC berpotensi terkoreksi lebih dalam ke area $108.000–$110.000. Skenario ini bisa terjadi apabila kondisi makroekonomi global memburuk, misalnya akibat kebijakan suku bunga yang lebih ketat dari The Fed.
    3. Konsolidasi
      Skenario yang paling realistis saat ini adalah konsolidasi harga di kisaran $112.000–$115.000, sebelum pasar menentukan arah lebih jelas. Investor tampaknya masih menunggu pemicu baru, baik dari sisi geopolitik, kebijakan moneter, maupun perkembangan ekosistem kripto secara keseluruhan.

    Baca Juga: Bitcoin di Persimpangan: Turun Tipis, Tapi Momentum Masih Kuat

    Bitcoin saat ini berada dalam fase kritis: meski masih menunjukkan kekuatan di atas $113.000, tekanan jangka pendek tidak bisa diabaikan.

    Bagi investor jangka panjang, kondisi konsolidasi justru bisa menjadi peluang akumulasi sebelum terjadinya lonjakan berikutnya.

    Namun, volatilitas tetap menjadi ciri khas BTC. Oleh karena itu, disiplin dalam manajemen risiko dan strategi investasi yang matang menjadi kunci utama untuk menghadapi ketidakpastian harga Bitcoin dalam beberapa minggu ke depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • The Fed Tegaskan Adopsi Blockchain Bukan Cuma Pilihan

    Federal Reserve’s (The Fed) Vice Chair for Supervision, Michelle Bowman, memperingatkan bahwa perbankan tradisional berisiko kehilangan relevansi jika terus mengabaikan teknologi blockchain.

    Dalam acara Wyoming Blockchain Symposium pada 19 Agustus, Bowman menekankan perlunya “bahkan menghilangkan mindset terlalu hati-hati” dan merangkul inovasi seperti tokenisasi dan blockchain sebagai kebutuhan strategis.

    “Sangat penting bahwa bank dan regulator terbuka terhadap teknologi baru dan meninggalkan mindset terlalu hati-hati,” kata Bowman seperti dikutip dari Cryptoslate pada Kamis (21/8).

    Menurutnya, regulator harus memahami produk dan layanan baru serta mengenali utilitas dan kebutuhan untuk mengadopsi teknologi di sektor keuangan tradisional.

    Bowman menambahkan, memilih tidak bergerak berarti menyerahkan ruang tersebut kepada inovator baru berbasis teknologi.

    Ia juga memperingatkan, jika tak disikapi sekarang, bank-bank bisa berada di pinggiran sistem keuangan masa depan.

    Baca Juga: Ketua The Fed Dukung Keterlibatan Bank AS dalam Aktivitas Kripto

    Tokenisasi & Pencegahan Penipuan

    Bowman menyoroti tokenisasi sebagai kasus penggunaan blockchain dengan nilai aplikasi nyata yang memungkinkan transfer digital aset tanpa perantara, mempercepat proses, dan mengurangi risiko operasional.

    Lebih jauh, teknologi ini juga dapat meningkatkan sistem keamanan melalui pelacakan transaksi yang transparan dan sulit dimanipulasi.

    Bowman dan sejumlah pejabat The Fed ingin melihat pendekatan regulasi yang lebih adaptif, menghindari kerangka aturan yang membebani sektor inovasi.

    Dia berpendapat bahwa aturan yang jelas dan transparan justru tidak efektif jika terlalu rumit dan menghambat.

    Sebelumnya, komponen risiko reputasi telah dihapus dari panduan pengawasan perbankan, sebagai tanda upaya mengurangi hambatan subjektif terhadap implementasi teknologi baru.

    Progresif di Tengah Batas Tradisional

    Gerakan ini bukan berdiri sendiri. Ketua The Fed, Jerome Powell, pada Juni lalu menyatakan bahwa Fed tidak mempermasalahkan bank yang melayani perusahaan kripto, dengan beberapa catatan.

    Selama memenuhi standar perlindungan konsumen dan pengelolaan risiko, seraya menyingkirkan hambatan seperti “risiko reputasi” dalam pengawasan.

    Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump juga mendorong inisiatif eksekutif agar bank tidak lagi mendiskriminasi bisnis kripto dengan potensi denda terhadap institusi yang memblokir transaksi terkait kategori tersebut.

    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

    Risiko dan Tantangan

    Walaupun tokenisasi menawarkan efisiensi, tetap ada tantangan realistis:

    • Regulasi dan standar keamanan belum merata secara global.
    • Risiko systemic jika adopsi dilakukan terburu-buru tanpa uji coba matang.
    • Masih adanya skeptisisme soal skalabilitas dan interoperabilitas sistem blockchain dengan sistem perbankan tradisional.

    Baca Juga: Inflasi dan Belanja Melambat, The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga

    Persimpangan Sejarah untuk Industri Perbankan

    Secara keseluruhan, pernyataan The Fed menunjukkan era baru, bank tak bisa lagi berdiri tenang sementara dunia keuangan bergerak cepat.

    Tokenisasi, blockchain, dan stablecoin bukan opsi masa depan, mereka adalah alat vital yang harus diadopsi untuk mempertahankan relevansi dan kekuatan dalam ekonomi digital.

    Institusi yang berani membuka diri terhadap inovasi ini akan memiliki peluang besar untuk tetap memimpin. Sebaliknya, yang tertinggal, bisa saja berubah menjadi “relics” industri masa lalu.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com