Tag: blockchain

  • UMA Naik 25% dalam Sehari, Altcoin Lawas Bangkit Lagi

    Pasar kripto kembali bergerak dinamis, kali ini giliran UMA (Universal Market Access) yang mencuri perhatian dengan lonjakan harga signifikan.

    Dalam 24 jam terakhir, harga UMA naik lebih dari +24,7%, membawa token ini diperdagangkan di kisaran $1.56 per UMA.

    Dengan kapitalisasi pasar sekitar $140 juta dan volume perdagangan harian mencapai $185 juta, UMA kembali masuk radar investor sebagai salah satu altcoin dengan potensi comeback di tengah pasar yang fluktuatif.

    Pergerakan harga UMA (UMA/USDT) pada Rabu, 20 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga UMA (UMA/USDT) pada Rabu, 20 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca Juga: Harga UMA Naik 110% Berkat Akuisisi Polymarket, Ini Alasannya

    Kondisi Harga UMA Saat Ini

    Berdasarkan data pasar terbaru:

    • Harga UMA saat ini: $1.567
    • Kapitalisasi pasar: $140 juta
    • Volume perdagangan 24 jam: $185 juta
    • Jumlah sirkulasi: 89,31 juta token

    Dalam 24 jam terakhir, UMA diperdagangkan pada kisaran rendah $1.23 dan mencapai level tertinggi $1.61.

    Jika melihat riwayat harga, UMA masih jauh tertinggal dari All-Time High (ATH) di $43.37. Artinya, meskipun reli saat ini terlihat besar, UMA masih memiliki ruang pertumbuhan yang sangat lebar jika sentimen bullish di pasar kripto kembali menguat.

    Performa Historis UMA

    Kinerja harga UMA dalam beberapa periode terakhir juga memberikan gambaran yang menarik:

    • Hari ini: +24,72%
    • 30 hari terakhir: +14,38%
    • 60 hari terakhir: +36,02%
    • 90 hari terakhir: +21,27%

    Kenaikan ini menunjukkan konsistensi tren positif UMA dalam jangka menengah, yang menandakan bahwa reli terbaru ini bukan sekadar “pump” sesaat, melainkan didukung momentum akumulasi investor.

    Analisis Teknikal UMA

    Tren Jangka Pendek

    Grafik harian menunjukkan UMA sedang berada dalam fase bullish rally dengan volume perdagangan tinggi yang mengonfirmasi reli ini.

    Harga saat ini telah berhasil menembus beberapa resistance minor, membuka peluang menuju level resistance berikutnya.

    • Support terdekat: $1.30
    • Support kuat: $1.10
    • Resistance kunci: $1.70 – $2.00

    Jika harga mampu bertahan di atas $1.30, UMA berpotensi melanjutkan reli ke area psikologis $2.00. Namun, jika gagal mempertahankan support, potensi koreksi ke $1.10 masih terbuka.

    Indikator Momentum

    • RSI (Relative Strength Index): Saat ini berada mendekati zona overbought, menandakan pasar cukup panas. Namun, RSI tinggi sering kali justru menunjukkan kekuatan tren, terutama jika volume perdagangan tetap tinggi.
    • MACD (Moving Average Convergence Divergence): Menunjukkan sinyal bullish dengan garis MACD berada di atas garis sinyal, mendukung potensi tren naik lanjutan.
    • Volume: Peningkatan volume lebih dari 150% dalam 24 jam terakhir menjadi indikasi bahwa minat investor terhadap UMA sedang naik signifikan.

    Prediksi Harga UMA

    1. Jangka Pendek (1 – 2 minggu)
      UMA berpotensi menguji resistance $1.70. Jika level ini ditembus dengan volume besar, target selanjutnya berada di $2.00 – $2.20. Namun, jika terjadi koreksi, harga kemungkinan turun ke $1.30 sebagai support utama.
    2. Jangka Menengah (1 – 3 bulan)
      Jika tren positif di pasar kripto berlanjut, UMA berpotensi bergerak menuju $3 – $4. Area ini bisa menjadi titik akumulasi sebelum melanjutkan tren lebih besar.
    3. Jangka Panjang (6 – 12 bulan)
      UMA masih jauh dari ATH $43. Jika proyek UMA mampu menjaga relevansi dan menarik kembali adopsi di sektor DeFi, potensi menuju $8 – $10 bukan hal yang mustahil, meskipun butuh sentimen pasar bullish besar secara keseluruhan.

    Baca Juga: 5 Altcoin Terbaik dengan Utilitas Nyata Berdasarkan Pendapatan Jaringan

    Reli UMA dalam 24 jam terakhir menunjukkan bahwa token ini belum kehilangan daya tariknya. Dengan kenaikan hampir 25% dalam sehari dan tren positif dalam 90 hari terakhir, UMA menjadi salah satu altcoin yang menarik untuk dipantau.

    Secara teknikal, UMA masih punya ruang untuk naik dengan resistance terdekat di $1.70 dan target psikologis di $2.00.

    Namun, investor tetap perlu waspada terhadap potensi koreksi karena indikator momentum sudah memasuki zona overbought.

    Bagi investor jangka panjang, UMA menawarkan potensi pertumbuhan yang menarik, apalagi harga saat ini masih jauh di bawah ATH.

    Momentum ini bisa menjadi sinyal awal kebangkitan kembali UMA di sektor DeFi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin di Persimpangan: Turun Tipis, Tapi Momentum Masih Kuat

    Bitcoin (BTC), aset kripto nomor satu dunia, kembali menjadi sorotan setelah mengalami koreksi harian meski tetap bertahan di atas level psikologis $110,000.

    Pergerakan harga terbaru menunjukkan volatilitas yang sehat, namun juga menimbulkan pertanyaan: apakah BTC sedang bersiap untuk konsolidasi lebih panjang, atau justru menuju reli berikutnya?

    Performa Harga Terkini

    • Harga saat ini: $113,625.45 per BTC
    • Kapitalisasi pasar: $2,262.15 miliar
    • Volume perdagangan 24 jam: $71.72 miliar
    • Sirkulasi: 19.91 juta BTC (94.8% dari total suplai maksimum 21 juta BTC)

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin turun -1.24%, dengan kisaran harga harian antara $112,578.67 hingga $115,906.09.

    Meski koreksi tipis, BTC masih mempertahankan kapitalisasi pasar di atas $2 triliun, menegaskan dominasinya sebagai aset digital paling likuid.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 20 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 20 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca Juga: Masuki Fase Konsolidasi Sehat, Bitcoin Terkoreksi di Level $115.010

    Riwayat Pergerakan Harga BTC (USD)

    • Harian: -1.20%
    • 30 Hari: -4.15%
    • 60 Hari: +9.83%
    • 90 Hari: +2.05%

    Artinya, dalam jangka menengah (60–90 hari), Bitcoin masih menunjukkan tren kenaikan meski sempat mengalami koreksi bulanan.

    Rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) masih bertahan di $124,457.12, sehingga harga saat ini sekitar 8.7% lebih rendah dari puncaknya.

    Analisis Teknis: Sinyal Jangka Pendek dan Panjang

    1. Support & Resistance
      • Support terdekat: $112,500 – terbukti menjadi titik pantul pada perdagangan terakhir.
      • Resistance terdekat: $116,000 – $118,000, yang perlu ditembus untuk membuka jalan menuju level ATH.
    2. Moving Average (MA)
      • BTC saat ini diperdagangkan sedikit di atas MA50 harian, sinyal netral ke bullish.
      • Selama BTC bertahan di atas $110,000, tren jangka menengah dianggap aman.
    3. Relative Strength Index (RSI)
      • RSI harian berada di zona 52–55, menunjukkan pasar dalam kondisi netral, tidak overbought maupun oversold.
      • Ini memberi ruang untuk kenaikan baru jika volume beli meningkat.
    4. Volume & Market Sentiment
      • Volume perdagangan harian $72 miliar menunjukkan likuiditas yang kuat.
      • Namun, dominasi BTC dalam market crypto sedikit tertekan karena sebagian dana mengalir ke altcoin besar seperti Ethereum dan Solana.

    Grafik teknikal Bitcoin (BTC/USD) menunjukkan level support $112,500, resistance $116,000, serta Moving Average (MA20 & MA50).

    Dari chart ini, tren jangka pendek masih sideways dengan tekanan bearish tipis. Jika BTC mampu bertahan di atas $112,500, peluang rebound menuju $116,000 – $118,000 terbuka. Namun, jika jebol support, koreksi bisa menguji area $110,000.

    Prediksi Harga: Konsolidasi Sebelum Aksi Besar

    Berdasarkan pola teknikal dan indikator fundamental, ada dua skenario utama dalam beberapa minggu ke depan:

    1. Skenario Bullish (probabilitas 60%)
      Jika BTC mampu menembus resistance $116,000 dengan volume tinggi, target kenaikan berikutnya adalah $120,000$122,500. Momentum ini bisa menguji kembali level ATH $124,457, bahkan membuka peluang reli ke $130,000 pada kuartal IV 2025.
    2. Skenario Bearish (probabilitas 40%)
      Jika tekanan jual berlanjut, BTC bisa terkoreksi ke support kuat di $110,000 atau bahkan $107,500. Namun, selama tidak turun di bawah $105,000, tren jangka panjang masih bullish.

    Faktor Fundamental yang Menggerakkan BTC

    1. Institusional Adoption – Semakin banyak perusahaan publik dan institusi keuangan menggunakan BTC sebagai aset cadangan.
    2. Regulasi Global – Perkembangan regulasi kripto di AS dan Eropa berpotensi meningkatkan kepercayaan investor.
    3. Halving Effect – Dengan suplai maksimum mendekati batas (94.8% sudah beredar), Bitcoin makin langka, yang secara historis mendukung kenaikan harga jangka panjang.

    Baca Juga: Naik Tipis, Harga Bitcoin Bertahan di Atas $118.000

    Meski turun tipis dalam 24 jam terakhir, Bitcoin masih berada dalam jalur bullish jangka panjang. Koreksi ini dapat dianggap sebagai fase konsolidasi sehat sebelum potensi reli menuju $120,000.

    Dengan kapitalisasi pasar yang tetap kokoh di atas $2 triliun, BTC menunjukkan dirinya bukan sekadar aset spekulatif, melainkan penyimpan nilai digital global.

    Investor jangka pendek sebaiknya memperhatikan level support $112,500 dan resistance $116,000, sementara investor jangka panjang masih bisa optimis menatap target $130,000 pada akhir tahun jika tren positif berlanjut.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Film Demon Slayer Ramai Dibajak, Bisakah Blockchain Jadi Solusi?

    Setelah penantian panjang dari para fans, Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba – Infinity Castle Arc Chapter 1 akhirnya mampir ke layar lebar Indonesia mulai 15 Agustus 2025. Film ini menandai babak awal dari trilogi penutup kisah Tanjiro dan para Hashira dalam menghadapi musuh terbesar mereka: Muzan Kibutsuji.

    Tayang perdana di Jepang dengan rekor box office yang mengesankan, Demon Slayer: Infinity Castle berhasil menjadi film terlaris ke-4 di Jepang. Dengan visual yang memukau dan alur cerita yang semakin menuju klimaks, film ini membawa hype tersendiri bagi kalangan pecinta anime.

    Tapi dibalik semua hype dan capaian yang diraih oleh Demon Slayer: Infinity Castle—membuka juga dejavu yang terus berulang di industri anime: pembajakan.

    Tak lama setelah tayang, potongan adegan beredar di internet, rekaman layar bioskop (CAMRip) muncul di situs ilegal, hingga link streaming bajakan tersebar melalui grup-grup di media sosial. 

    Versi Bajakan yang Telah Ditonton Lebih dari 10 Juta Fans Secara Ilegal

    Menurut laporan dari @Daily Dose of Anime, lebih dari 10 juta orang telah menonton Demon Slayer: Infinity Castle secara ilegal melalui situs bajakan dan media sosial. Jumlah yang sangat besar untuk film yang baru rilis satu bulan, jika kita estimasi menggunakan rata-rata harga tiket bioskop di Indonesia yang berkisar Rp40.000, 10 juta penonton ilegal berarti potensi kerugian mencapai Rp400 triliun bagi pihak studio dan kreator.

    Lebih mengejutkan lagi, hanya di platform Facebook saja, unggahan film bajakan ini sudah mencapai lebih dari 2 juta tampilan dan terus bertambah seiring waktu. Artinya, meskipun meskipun sebelumnya pihak studio telah mengumumkan ancaman hukuman hingga 10 tahun penjara bagi siapa pun yang tertangkap mengunggah versi bajakan, konten ini masih tersebar luas di hampir semua situs streaming anime ilegal dan media sosial.

    Masalah Klasik Pembajakan Intellectual Property (IP) dan Demon Slayer: Infinity Castle

    Fenomena pembajakan intellectual property (IP) alias hak kekayaan intelektual bukan hal baru, tapi kasus Demon Slayer: Infinity Castle menyoroti kembali betapa rapuhnya ekosistem distribusi digital ketika antusiasme global bertemu dengan keterbatasan akses. Ada tiga akar masalah utama yang saling berkaitan hal tersebut:

    Jeda Distribusi dan Antusiasme yang Tidak Bisa Menunggu

    Film ini memulai debutnya di Jepang dengan gemilang, memecahkan rekor box office dan memicu gelombang antusiasme internasional. Namun, rilis globalnya dilakukan secara bertahap dengan jeda satu bulan untuk pasar Indonesia, hingga dua bulan untuk wilayah seperti Amerika dan Eropa.

    Di era digital yang serba instan, penundaan seperti ini terasa seperti tidak adil bagi fans yang sudah siap menonton. Akibatnya, sebagian memilih jalur cepat dengan menonton versi bajakan.

    Kontrol Digital yang Sulit Dilacak

    Begitu satu file digital, entah rekaman bioskop atau rip dari platform streaming diunggah di internet, mencari sumbernya seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Sebab file digital tersebut bisa disalin ribuan kali dengan hasil salinan yang identik, sehingga sulit membedakan mana yang asli atau pertama kali diupload.

    Ekosistem Pembajakan jadi Ladang Cuan

    Situs bajakan bukan sekadar tempat berbagi file. Mereka telah menjadi ekosistem tersendiri, menghasilkan trafik tinggi, pendapatan iklan, bahkan donasi dari pengguna. Sementara itu, pihak yang seharusnya menerima imbal hasil seperti pihak studio, kreator, hingga distributor kehilangan potensi pendapatan. 

    Baca juga: Heboh Royalti Musik! Bisakah Kripto dan Blockchain Jadi Solusinya?

    Bagaimana Blockchain & Kripto Bisa Membantu Melindungi IP?

    Pembajakan dalam bentuk CAMRip atau rekaman film ilegal dari layar bioskop menggunakan kamera tidak sepenuhnya dicegah oleh blockchain, karena masalahnya terjadi di dunia fisik, bukan digital. 

    Tapi, meskipun blockchain tidak sepenuhnya bisa melindungi intellectual property (IP), blockchain bisa menjadi salah satu komponen yang dapat meminimalisir hal tersebut.

    Secara teori, jika IP dibangun di atas teknologi blockchain, penegak hukum dapat lebih mudah melacak sumber kebocoran atau pihak yang menyebarkan konten ilegal. Sebab, setiap media atau karya digital bisa diberi token unik atau watermark yang tercatat di blockchain dan dapat diakses melalui smart contract.

    Terkesan utopis, tetapi beberapa proyek berikut sudah mulai menerapkan hal tersebut lho!

    Proyek Kripto dengan Tujuan Melindungi IP

    Di tengah maraknya pembajakan digital, sejumlah proyek kripto hadir dengan misi khusus untuk melindungi Intellectual Property (IP) lewat teknologi blockchain. Setiap proyek menawarkan pendekatan berbeda, mulai dari manajemen hak cipta, distribusi konten, hingga insentif bagi kreator.

    Sekuya (SKYA)

    Sekuya (SKYA) merupakan proyek sebuah proyek berbasis komunitas yang mengusung Intellectual Property (IP) lokal Indonesia ke dalam dunia game dan metaverse terdesentralisasi. Kini, Sekuya telah bertransformasi menjadi ekosistem hiburan Web3 yang lengkap, dengan IP orisinal berupa karakter, webtoon, dan musik yang saling terhubung dalam satu universe terdesentralisasi.

    Baca juga: Sekuya dan Kebangkitan IP Lokal Indonesia di Jagat GameFi

    Pudgy Penguins (PENGU)

    Pudgy Penguins (PENGU)  awalnya berupa NFT di blockchain Ethereum yang telah meraih lebih dari 50 miliar tampilan di media sosial dan menempatkan mainannya di rak-rak Walmart dan Target. Dengan miliki NFT pengu secara tidak langsung setiap pemegang NFT mendapat hak penuh atas Intellectual Property (IP) dari karakter penguin yang mereka miliki.

    MovieBloc (MBL)

    MovieBloc (MBL) adalah sebuah proyek blockchain yang punya misi besar untuk mengatasi masalah dominasi industri film oleh bioskop besar dan layanan hiburan rumah. Dengan teknologi blockchain, pembuat film bisa mendapatkan pembagian pendapatan yang transparan. Sementara itu, penonton dapat mengakses berbagai film independen, sekaligus berkontribusi pada ekosistem dengan membuat subtitle, memberikan kurasi, hingga membantu promosi dengan imbalan token.

    Kesimpulan

    Kasus Demon Slayer: Infinity Castle membuktikan bahwa pembajakan masih jadi masalah serius. Lebih dari 10 juta penonton ilegal yang berpotensi memberikan kerugian ratusan miliar. Meski blockchain tidak bisa menghentikan pembajakan sepenuhnya, teknologi ini bisa membantu memperkuat perlindungan IP melalui lisensi digital, NFT tiket, dan watermark.

    Jika kamu ingin mendukung ekosistem blockchain yang melindungi karya kreator, kamu bisa menjelajahi dan investasi ke berbagai proyek blockchain yang berhubungan dengan IP secara legal melalui Tokocrypto dengan deposit mulai dari Rp50.000 disini.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Sumber gambar ©Koyoharu Gotoge : SHUEISHA, Aniplex, ufotable.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Buenos Aires Buka Opsi Bayar Pajak dengan Kripto via BA Cripto

    Buenos Aires baru saja mengambil langkah visioner dalam integrasi teknologi blockchain dengan sistem publik.

    Kini, warga dan perusahaan di Ibu Kota Argentina itu dapat membayar pajak dan berbagai layanan pemerintah dengan kripto hanya lewat scan QR.

    Pembayaran Pajak dan Layanan Publik dengan Kripto

    Dalam inisiatif bernama “BA Cripto”, pemerintah Kota Buenos Aires mengumumkan bahwa mulai sekarang, pajak seperti ABL (beban properti), patentes (izin usaha atau kendaraan), bahkan trámites no tributarios (retribusi lalu lintas) seperti lisensi mengemudi dan denda lalu lintas.

    Warga Buinos Aires bisa membayar pajak yang disebutkan secara langsung menggunakan kripto melalui kode QR dan berbagai dompet digital. Ini bukan hanya simbol perubahan, tetapi praktik langsung dengan hanya butuh ponsel untuk membayar.

    Baca Juga: Negara-Negara dengan Pajak Kripto Tertinggi

    Empat Langkah Revolusioner untuk Sektor Kripto

    Inovasi ini tidak berhenti di pembayaran kripto saja. Jorge Macri, Kepala Pemerintahan, memperkenalkan empat langkah strategis agar Buenos Aires menjadi destinasi utama bagi inovatif digital:

    • Nomenklator Fiskal Baru: Kategori khusus untuk transaksi kripto memudahkan perusahaan mengklasifikasikan aktivitas mereka secara tepat saat melapor pajak.
    • Pengecualian Recaudación Bancaria: Penyedia layanan kripto atau PSAV kini tidak perlu lagi menyetor retensi kepada pemerintah, mengurangi beban administratif dan mempermudah arus kas.
    • Basis Pengenaan Pajak Berdasarkan Keuntungan (Gain Only): Pajak hanya dikenakan pada selisih harga jual-beli, bukan keseluruhan volume transaksi—ini menjadikan perdagangan kripto sejajar dengan instrumen keuangan lain.
    • Pembayaran Pajak via QR dari Semua Wallet: Bukan hanya platform tertentu, pemerintah menghadirkan integrasi luas agar pembayaran UMA bisa dilakukan dari any dompet digital secara langsung.

    Buenos Aires: Saingan Serius Ekonomi Digital Regional

    Argentina punya kira-kira 10 juta akun kripto, sekitar 22% dari volume regional Latin Amerika. Di Kota Buenos Aires sendiri, sekitar 10.000 orang menerima penghasilan internasional lewat kripto atau PayPal.

    Dengan infrastruktur yang semakin responsif terhadap ekonomi digital, kota ini siap jadi magnet bagi fintech dan blockchain.

    “Tujuan kami adalah agar Kota ini menjadi pemimpin global dalam kripto. Kami sudah punya SDM unggul, sekarang membangun alat dan aturan yang mendukung,” ujar Jorge sebagaimana dikutip dari BeIncrypto pada Rabu (20/8).

    Ilustrasi pajak. Sumber: Pxhere.

    Dampak Ekosistem dan Regulasi

    Langkah ini membawa angin segar bagi ekosistem kripto:

    • Likuiditas & Transparansi Tinggi: Pembayaran instan via dompet digital mempercepat arus kas dan mempermudah pelaporan, berlawanan dengan birokrasi lama.
    • Regulasi yang Jelas dan Kondusif: Banyak perusahaan kripto kini mendapatkan kepastian hukum—sebuah sinyal penting bagi investor dan startup global.
    • Formalitas Industri Kripto: Kegiatan kripto masuk dalam sistem perpajakan formal, membantu negara memantau dan mengatur secara efektif.

    Representatif dari Binance, Bitso, Bitcoin Argentina, Ethereum Foundation, dan lainnya hadir mendukung transformasi ini, menandakan sinergi kuat antara pemerintah dan komunitas industri.

    Tantangan & Langkah Selanjutnya

    Meski inovatif, ada tantangan yang perlu diantisipasi:

    • Keamanan dan Perlindungan Konsumen: Pembayaran kripto harus dilengkapi custodian aman dan sistem anti-penipuan setara kepercayaan sistem tradisional.
    • Volatilitas Nilai Aset Digital: Kripto sangat volatil—bagaimana penyesuaian harga pajak dengan fluktuasi nilai aset?
    • Literasi Digital & Infrastruktur Digital: Perlu edukasi agar masyarakat dan pelaku bisnis siap memakai sistem digital secara masif.

    Baca Juga: Pekerja Lepas di Argentina Bisa Digaji Bitcoin dan Ethereum

    Buenos Aires Menuju “Kripto Smart City”

    Buenos Aires mengambil langkah strategis dengan membuka jalan menuju ekonomi digital inklusif, efisien, dan inovatif.

    Dengan memungkinkan pembayaran pajak via kripto dan menyederhanakan regulasi, ia tidak hanya memfasilitasi milenial dan pelaku teknologi, tapi juga meletakkan batu fondasi bagi ekonomi masa depan.

    Kota ini kini bukan hanya bicara kripto, tapi sudah menjalaninya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Merosot Tajam: Analisis Penyebab di Balik Penurunan ke $115 Ribu

    Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami tekanan signifikan setelah sempat mencatatkan reli positif dalam dua bulan terakhir.

    Berdasarkan data terbaru via Tokocrypto, Bitcoin diperdagangkan pada kisaran $115.226,24 per BTC, turun -2,43% dalam 24 jam terakhir.

    Kapitalisasi pasarnya kini berada di level $2,293,92 miliar, dengan volume perdagangan harian mencapai $55,49 miliar.

    Penurunan ini cukup mengejutkan karena terjadi setelah Bitcoin sempat stabil di atas level psikologis $118 ribu dan bahkan mencatatkan rekor tertinggi baru di $124.457,12 beberapa pekan lalu.

    Apa yang sebenarnya terjadi di balik penurunan harga aset digital terbesar di dunia ini?

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 17 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 18 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca Juga: Naik Tipis, Harga Bitcoin Bertahan di Atas $118.000

    Tekanan Jangka Pendek: Profit Taking Investor

    Salah satu faktor utama penurunan harga BTC adalah fenomena profit taking. Setelah Bitcoin mencapai harga puncak sepanjang masa di atas $124 ribu, banyak investor memilih merealisasikan keuntungan.

    Hal ini menekan harga secara signifikan dalam perdagangan jangka pendek, terutama karena sebagian besar trader ritel bereaksi cepat terhadap volatilitas harga.

    Data perdagangan menunjukkan bahwa dalam 24 jam terakhir, BTC sempat menyentuh level terendah $115.067,24 sebelum kembali bertahan di atas $115 ribu. Gerakan ini memperlihatkan adanya tekanan jual yang cukup besar di pasar.

    Koreksi Pasar Setelah Reli Panjang

    Dalam 60 hingga 90 hari terakhir, Bitcoin sebenarnya masih mencatatkan kinerja positif. Harga BTC mengalami kenaikan +9,63% dalam 60 hari dan +8,48% dalam 90 hari.

    Namun, dalam satu minggu terakhir, BTC justru terkoreksi -5,48%, menandakan adanya fase konsolidasi.

    Koreksi seperti ini lazim terjadi setelah reli panjang. Pasar kripto, yang dikenal sangat volatil, cenderung memasuki fase “pendinginan” setelah mencatatkan lonjakan signifikan.

    Dengan kapitalisasi pasar yang begitu besar, pergerakan harga dalam beberapa ribu dolar saja bisa berdampak pada sentimen global.

    Faktor Eksternal: Suku Bunga dan Regulasi

    Selain faktor internal pasar, penurunan harga BTC juga dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi global. Ketidakpastian terkait suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) masih menjadi salah satu momok bagi aset berisiko, termasuk kripto.

    Investor global masih berhati-hati karena adanya spekulasi bahwa The Fed bisa menunda pemangkasan suku bunga di tengah inflasi yang belum sepenuhnya terkendali.

    Situasi ini membuat dana institusional cenderung parkir pada aset yang lebih aman seperti obligasi atau emas, bukan Bitcoin.

    Selain itu, kabar mengenai regulasi ketat di beberapa negara juga turut menambah tekanan. Misalnya, beberapa otoritas keuangan kembali menyoroti aktivitas perdagangan derivatif kripto yang dianggap berisiko tinggi.

    Sentimen regulasi ini cenderung membuat investor besar cenderung wait and see.

    Psikologis Pasar: Level Support $115 Ribu

    Secara teknikal, level $115 ribu kini menjadi titik support penting bagi Bitcoin.

    Jika harga menembus ke bawah level ini, maka ada kemungkinan BTC akan melanjutkan penurunan hingga mendekati $112 ribu atau bahkan lebih rendah.

    Namun, jika BTC berhasil bertahan dan rebound dari area $115 ribu, investor bisa kembali melihat momentum bullish baru.

    Saat ini, sekitar 94,8% pasokan total Bitcoin telah beredar, dengan suplai sirkulasi mencapai 19,91 juta BTC dari maksimal 21 juta BTC.

    Keterbatasan suplai inilah yang masih menjadi daya tarik jangka panjang bagi investor.

    Apakah Saatnya Beli atau Tunggu?

    Bagi investor jangka panjang, koreksi harga seperti ini bisa dianggap sebagai peluang akumulasi.

    Selama fundamental Bitcoin tidak berubah dengan jumlah pasokan terbatas dan adopsi institusional yang terus meningkat, potensi pertumbuhan di masa depan masih besar.

    Namun, untuk trader jangka pendek, volatilitas tetap menjadi tantangan. Dengan perubahan harga -2,54% dalam sehari dan -5,48% dalam sepekan, strategi yang lebih hati-hati sangat diperlukan, terutama dengan manajemen risiko yang ketat.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Tertahan $117 Ribu: Tanda Kekuatan atau Awal Koreksi?

    Penurunan harga Bitcoin ke kisaran $115 ribu bukanlah tanda melemahnya fundamental aset digital ini, melainkan bagian dari dinamika pasar yang wajar setelah reli besar.

    Tekanan profit taking, ketidakpastian makroekonomi global, serta faktor regulasi menjadi pemicu utama koreksi kali ini.

    Meski demikian, dengan pasokan terbatas dan posisi dominan sebagai aset kripto nomor satu di dunia, Bitcoin masih dipandang sebagai instrumen investasi yang menjanjikan di jangka panjang.

    Investor disarankan tetap bijak membaca momentum, karena di balik setiap koreksi besar, selalu ada peluang yang bisa dimanfaatkan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Menuju ATH, Harga Ethereum Melesat ke Level $4.481

    Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua setelah Bitcoin, kembali menunjukkan performa yang mengesankan.

    Pada perdagangan hari ini, harga Ethereum di Tokocrypto pada Minggu (17/8) tercatat di $4,481.60 per ETH, dengan kapitalisasi pasar mencapai $540.96 miliar.

    Angka ini sekaligus memperkuat dominasi Ethereum sebagai motor penggerak ekosistem Web3, DeFi, dan NFT.

    Kenaikan ini sekaligus menandai momentum positif yang cukup stabil, dengan ETH mencatat kenaikan +1.18% dalam 24 jam terakhir.

    Tidak hanya itu, data historis harga dalam 90 hari terakhir juga menampilkan reli yang impresif. ETH sudah naik hampir +88.43%, sebuah pencapaian yang membuat banyak analis berspekulasi bahwa rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) akan segera dipecahkan.

    Pergerakan harga Pepe (PEPE/USDT) pada Minggu, 17 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Pepe (PEPE/USDT) pada Minggu, 17 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca Juga: Pecahkan Rekor, Arus Masuk ETF Ethereum Tembus Miliaran!

    Performa Harga Ethereum: Dari Konsolidasi ke Tren Bullish

    Dalam 24 jam terakhir, ETH bergerak di kisaran $4,379 $4,494. Pergerakan ini menunjukkan volatilitas yang relatif sehat dan stabil jika dibandingkan dengan altcoin lain yang cenderung lebih fluktuatif.

    Jika ditarik lebih jauh:

    • 30 Hari terakhir: ETH menguat +21.98% atau setara dengan kenaikan $806.34.
    • 60 Hari terakhir: ETH melesat +76.30% atau setara dengan kenaikan $1,936.68.
    • 90 Hari terakhir: ETH sukses menambahkan nilai sebesar $2,100.05, mencatat lonjakan +88.43%.

    Dengan tren kenaikan yang konsisten, Ethereum kini hanya terpaut sekitar $410 dari rekor tertingginya di $4,891.70.

    Jika momentum bullish ini terus berlanjut, tidak menutup kemungkinan ETH akan mencatatkan ATH baru dalam waktu dekat.

    Faktor Pendorong Kenaikan Ethereum

    Beberapa faktor utama diyakini menjadi pemicu menguatnya harga ETH, di antaranya:

    1. Adopsi DeFi & NFT yang Kembali Menguat
      Ekosistem decentralized finance (DeFi) dan non-fungible tokens (NFT) kembali menggeliat. Dengan Ethereum sebagai jaringan utama, lonjakan aktivitas transaksi turut meningkatkan permintaan ETH sebagai bahan bakar (gas fee).
    2. Peningkatan Staking ETH 2.0
      Beralihnya Ethereum ke mekanisme Proof-of-Stake (PoS) membuat banyak investor mengunci ETH mereka dalam staking. Hal ini secara langsung mengurangi suplai ETH yang beredar di pasar, mendorong harga naik akibat berkurangnya tekanan jual.
    3. Optimisme Pasar Kripto secara Umum
      Seiring dengan penguatan Bitcoin yang menembus level $118.000, altcoin besar seperti Ethereum mendapat limpahan arus modal dari investor institusi maupun ritel. ETH sebagai aset kripto “blue chip” menjadi pilihan utama kedua setelah BTC.

    Analisis Pasar: Potensi Bullish Masih Terbuka

    Dari perspektif teknikal, ETH menunjukkan tren bullish yang kuat:

    • Support terdekat: $4,350
    • Resistance utama: $4,500 – $4,600

    Jika harga mampu menembus resistance $4,600 dengan volume perdagangan tinggi, ETH berpotensi menuju rekor tertinggi di $4,891, bahkan menembus ke level psikologis baru di $5,000.

    Sebaliknya, jika gagal mempertahankan momentum, koreksi ke area support $4,200 – $4,300 bisa saja terjadi.

    Volume perdagangan 24 jam yang mencapai $27.65 miliar juga menandakan adanya minat besar dari pasar, sekaligus memberi sinyal kuat bahwa investor masih percaya pada reli Ethereum.

    Baca Juga: Menanti Ethereum Menembus $5.000

    ETH di Ambang Sejarah Baru

    Ethereum saat ini bukan hanya sekadar altcoin terbesar, melainkan fondasi utama dari inovasi blockchain modern.

    Kenaikan harga ETH hingga $4,481 hari ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap proyek ini semakin solid.

    Dengan performa yang stabil, fundamental yang kuat, dan ekosistem yang terus berkembang, peluang Ethereum untuk memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa semakin terbuka lebar.

    Bagi investor jangka panjang, ETH tetap menjadi aset yang menarik untuk diakumulasi. Namun, untuk trader jangka pendek, volatilitas tetap harus diwaspadai, terutama menjelang level resistance kritis di $4,500 – $4,600.

    Dengan tren positif ini, pertanyaan yang muncul adalah, apakah Ethereum akan menjadi aset kripto kedua setelah Bitcoin yang menembus kapitalisasi pasar $1 triliun?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Berkibar di Hari Kemerdekaan: Kripto Sebagai Simbol Semangat Digital Indonesia

    Sebagai bagian dari perayaan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia, pemerintah tengah menyelenggarakan rangkaian Bulan Kemerdekaan yang sarat makna.

    Dimulai dari Doa Kebangsaan pada 1 Agustus di Tugu Proklamasi, hingga Upacara Detik-detik Proklamasi, Pesta Rakyat, Karnaval Malam, dan Merdeka Run 8.0K, semua digelar untuk menggugah kebersamaan dan optimisme nasional.

    Namun di tengah riuhnya semangat kebangsaan, muncul pertanyaan menarik: bisakah gelombang patriotik ini juga menyentuh ranah “kripto merdeka”?

    Semangat Inklusif dalam Hari Kemerdekaan

    Dikutip Dari laman resmi Setneg pada Minggu (17/8), pemerintah tahun ini berfokus pada inklusivitas dalam peringatan nasional.

    8.000 masyarakat umum diajak hadir langsung ke Istana, dan 80 % kursi undangan diberikan kepada warga, dengan pendaftaran via aplikasi “Pandang Istana”.

    Semangat merdeka ini dimaknai sebagai milik semua, termasuk bisa direnungkan pula oleh komunitas kripto di tanah air:

    • Desentralisasi yang merata: seperti pembagian akses ke upacara, kripto bisa memperluas akses ke layanan keuangan tanpa diskriminasi.
    • Partisipasi luas: semangat pesta rakyat dan karnaval bisa diterjemahkan dalam penggunaan token komunitas dan voting terdesentralisasi di platform blockchain.

    Aksi Nasional yang Berdampak—Menjadi Katalis Kripto Lokal

    Beberapa program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Desa Merah Putih merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Bayangkan potensi sinerginya jika dikelola bersama teknologi kripto:

    • Token lokal sebagai voucher digital untuk layanan publik: terpadu dengan program pangan atau pendidikan gratis, token bisa berlaku sebagai alat tukar digital yang transparan.
    • Koperasi digital berbasis blockchain: maraknya koperasi desa bisa semakin kuat dengan sistem smart contract untuk distribusi bantuan dan pelaporan otomatis, mendorong akuntabilitas.

    Semangat Kolaborasi Generasi Muda & Kripto

    Kemensetneg mengajak generasi muda, termasuk mahasiswa UNJ dan kampus lainnya, untuk terlibat aktif dalam merayakan kemerdekaan dengan dialog dan kontribusi ide pembangunan nasional. Ini adalah momentum tepat untuk mengajak talenta muda:

    • Hackathon decentralisasi: kompetisi teknologi blockchain dalam tema kemerdekaan—seperti aplikasi voting digital, identitas digital warga, atau sistem amal transparan—bisa menghasilkan inovasi berkelanjutan.
    • Literasi kripto di kampus: melalui dialog interaktif, generasi muda bisa dilatih memahami ekonomi digital, termasuk kripto dan potensinya dalam inklusi keuangan.

    “Pesta Digital” di Bulan Kemerdekaan

    Pesta Rakyat di Monas, kuliner dari UMKM, dan karnaval malam merupakan simbol kebersamaan dan kreativitas warga nasional. Analoginya bisa diterapkan di dunia kripto:

    • NFT Peringatan Merdeka: Ciptakan karya seni digital interaktif bertema kemerdekaan sebagai NFT, dapat menjadi sumber pendanaan digital untuk warisan budaya.
    • ‘Crypto Merdeka Sale’ untuk UMKM: UMKM lokal bisa menjual produk lewat marketplace NFT dengan fiat-onramp kripto, mempromosikan ekonomi digital inklusif.

    Mengakhiri dengan “Kripto Berdaulat, Rakyat Digital Sejahtera”

    Semangat HUT ke-80 RI bukan sekadar simbol upacara. Ini adalah momentum refleksi, persatuan, dan kolaborasi.

    Ketika hari kemerdekaan dikaitkan dengan kripto, peluang menciptakan “kemerdekaan finansial digital” dan inklusi ekonomi menjadi nyata.

    Bayangkan negara yang memproklamirkan diri tidak hanya merdeka secara politik, tapi juga mandiri dalam ekonomi digital.

    “Kripto Merdeka”—tak hanya jargon, tapi visi untuk masa depan Indonesia digital yang bersatu, berdaulat, dan sejahtera.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pidato Presiden Bahas Transformasi Ekonomi, Akankah Kripto Masuk Strategi Digital Nasional?

    Pidato kenegaraan selalu jadi momentum strategis untuk menangkap arah kebijakan pemerintah.

    Dilaporkan Tirto, dalam pidato pertamanya sebagai Presiden di Sidang Tahunan MPR-DPR tanggal 15 Agustus 2025, Prabowo Subianto menyoroti sejumlah isu penting: efisiensi anggaran, perlindungan konsumen dari praktik kekerasan ekonomi (“serakahnomics”), serta reformasi anggaran APBN senilai Rp300 triliun untuk dialokasikan demi kesejahteraan rakyat.

    Namun di luar sorotan utama itu, ada satu sudut pandang yang belum disentuh secara eksplisit: peran aset kripto dalam mempercepat transformasi ekonomi digital Indonesia.

    Di tengah dunia mulai mengakui crypto sebagai instrumen investasi dan teknologi, apakah pidato Presiden bisa jadi momentum untuk membuka pintu bagi kebijakan aset digital?

    Baca Juga: Industri Kripto Indonesia Sambut Pemerintah Baru, Apa Harapannya?

    Momentum Kripto di Q2 2025: Peluang yang Tak Boleh Diabaikan

    Sementara itu, laporan Tokocrypto Q2 2025 menunjukkan bahwa dominasi Bitcoin terus menguat, didorong oleh akumulasi institusi dan minat kuat terhadap produk ETF Bitcoin.

    Selain itu, tren sektor RWA (real-world asset), lending, dan stablecoin diperkirakan tumbuh seiring regulasi yang lebih jelas dan partisipasi institusi meningkat.

    Lebih lanjut, data global dari CoinGecko menunjukkan lonjakan volume pada DEX dan perp trading seluruh pasar kripto, sementara Ethereum (ETH) mencatat kenaikan +36,4% selama Q2, meski belum balik ke level awal tahun.

    Potensi ekonomi digital ini tentu relevan memasuki fokus pemerintah soal efisiensi belanja dan inklusi keuangan: dua tema yang sempat menonjol dalam pidato Presiden.

    Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstocks.
    Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstocks.

    Dari Anggaran Efisien ke Inklusi Digital: Kenapa Kripto Bisa Relevan

    1. Efisiensi Anggaran APBN
      Presiden menyampaikan penghematan Rp300 triliun melalui reformasi birokrasi. Teknologi blockchain (basis dari kripto) dikenal mampu memangkas birokrasi dan mempercepat layanan publik melalui sistem digital terdesentralisasi. Ini bisa menjadi pendekatan inovatif menjawab mandat efisiensi pemerintah.
    2. Lindungi Rakyat dari “Serakahnomics”
      Prabowo menekankan perlindungan konsumen dari praktik curang dan penimbunan barang kebutuhan. Dengan transparansi ledger blockchain, risiko manipulasi distribusi atau harga barang penting bisa direduksi, kripto dan teknologi terkait bisa hadir sebagai sistem audit publik modern.
    3. Ekonomi Digital dan Inklusi Keuangan
      Dalam pidato, transformasi digital menjadi sorotan. Kripto memungkinkan inklusi finansial bagi masyarakat belum tersentuh bank konvensional: dari remittance hingga micro-financing berbasis DeFi. Laporan pasar menunjukkan stablecoin dan lending crypto semakin diminati sebagai alat finansial alternatif.

    Tantangan yang Perlu Diantisipasi

    Meskipun potensi positifnya besar, pemerintah harus meniti jalan hati-hati:

    • Regulasi belum matang untuk stablecoin, lending, atau penggunaan blockchain publik.
    • Volatilitas harga aset kripto bisa berimpak ke sektor keuangan ritel jika belum ada batasan risiko yang memadai.
    • Literasi dan infrastruktur masih perlu diperkuat agar teknologi kripto dan blockchain bisa diakses secara aman dan efektif oleh masyarakat luas.

    Baca Juga: Jangan Lewatkan! Aset Kripto Ini Berpotensi Guncang Pasar Pekan Ini

    Presiden Prabowo sudah membuka pintu lewat isu efisiensi anggaran dan transformasi digital dalam pidato kenegaraan.

    Kini, saatnya melihat apakah kripto dan blockchain bisa secara nyata diintegrasikan dalam kerangka kebijakan ekonomi digital nasional, sebagai alat efisiensi, transparansi, dan inklusi.

    Jika didukung regulasi yang progresif dan literasi memadai, kripto tak hanya jadi fenomena spekulatif, tetapi bisa menjadi bagian dari strategi ekonomi masa depan.

    Agenda pemerintah berikutnya mungkin menjawab apakah pidato kenegaraan ini akan diikuti langkah konkret di ranah digital.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Payment ID vs Transaksi Kripto: Sama-Sama Digital, Beda Fungsi

    Di era digital yang serba cepat, istilah seperti payment ID dan transaksi kripto semakin sering terdengar.

    Keduanya memang berhubungan dengan pembayaran digital, namun memiliki fungsi, peran, dan mekanisme yang berbeda.

    Banyak pengguna baru di dunia kripto yang mengira keduanya sama, padahal perbedaannya cukup signifikan.

    Nah, artikel ini akan mengupas secara tuntas apa itu payment ID, bagaimana kaitannya dengan transaksi kripto, serta kapan Anda memerlukannya.

    Baca Juga: Rekor Baru! Transaksi Kripto di Indonesia Capai Rp 301,75 Triliun

    Apa Itu Payment ID?

    Payment ID adalah identitas unik dalam bentuk rangkaian angka atau huruf yang digunakan untuk mengidentifikasi suatu pembayaran.

    Dalam sistem pembayaran digital, terutama di platform tertentu seperti e-wallet atau dompet kripto, payment ID berfungsi layaknya “nomor referensi” yang membantu penerima menghubungkan dana yang masuk dengan tujuan transaksi yang benar.

    Contoh sederhananya: jika Anda mentransfer uang ke rekening bank perusahaan, biasanya Anda akan diminta memasukkan kode unik atau nomor invoice.

    Nah, dalam dunia aset digital seperti Monero (XMR) atau beberapa exchange kripto, payment ID digunakan untuk tujuan serupa agar memastikan dana masuk ke akun yang tepat.

    Transaksi Kripto: Lebih dari Sekadar Payment ID

    Transaksi kripto adalah proses pengiriman aset digital dari satu alamat dompet ke alamat dompet lain menggunakan teknologi blockchain.

    Setiap transaksi kripto memiliki alamat pengirim, alamat penerima, jumlah koin/tokens, serta hash transaksi yang tercatat di blockchain.

    Berbeda dengan mekanisme payment ID, transaksi kripto tidak selalu memerlukan kode tambahan.

    Sebagian besar koin seperti Bitcoin (BTC) atau Ethereum (ETH) cukup menggunakan alamat wallet untuk mengirim dan menerima dana.

    Namun, beberapa koin privasi atau platform exchange mengharuskan penggunaan payment ID sebagai pelengkap.

    Kapan Payment ID Digunakan di Dunia Kripto?

    Tidak semua transaksi kripto memerlukan payment ID. Berikut beberapa situasi di mana payment ID dibutuhkan:

    1. Deposit ke Exchange
      Beberapa bursa kripto (terutama yang menggunakan dompet bersama untuk banyak pengguna) akan memberikan alamat wallet umum. Agar sistem bisa memisahkan dana setiap pengguna, payment ID digunakan sebagai tanda khusus.
    2. Transaksi Koin Privasi
      Koin seperti Monero sering menggunakan payment ID untuk mengidentifikasi transaksi tanpa mengungkapkan data pengguna secara publik di blockchain.
    3. Pembayaran Massal
      Dalam bisnis yang menerima pembayaran kripto dari banyak pelanggan di satu alamat wallet, payment ID membantu memilah pembayaran secara otomatis.

    Perbedaan Utama Payment ID vs Transaksi Kripto

    Aspek Payment ID Transaksi Kripto
    Fungsi Mengidentifikasi pembayaran spesifik Mengirimkan aset digital antar dompet di blockchain
    Ketersediaan Tidak selalu ada di setiap transaksi Selalu ada saat transfer aset di blockchain
    Pencatatan Tersimpan di sistem platform atau exchange Tercatat secara permanen di blockchain
    Kebutuhan Teknis Hanya digunakan jika platform memintanya Wajib untuk semua pengiriman kripto

    Risiko Jika Salah Menggunakan Payment ID

    Kesalahan dalam mencantumkan payment ID saat melakukan deposit ke exchange bisa fatal. Dana bisa:

    • Masuk ke alamat umum tanpa identifikasi, sehingga sulit dikreditkan ke akun Anda
    • Memerlukan proses klaim manual yang memakan waktu lama
    • Berisiko hilang permanen jika platform tidak mendukung recovery

    Itulah sebabnya, setiap kali Anda diminta untuk mengirim kripto dengan payment ID, pastikan menyalin dengan benar dan memeriksa ulang sebelum menekan tombol “kirim”.

    Tips Aman Bertransaksi

    1. Selalu Cek Instruksi Platform
      Jika exchange meminta payment ID, pastikan Anda menggunakannya persis seperti yang tertera.
    2. Gunakan Salin-Tempel
      Hindari mengetik manual kode panjang yang rawan salah.
    3. Simpan Bukti Transaksi
      Catat hash transaksi dan payment ID untuk keperluan konfirmasi jika terjadi kendala.
    4. Uji Coba dengan Jumlah Kecil
      Untuk transaksi pertama kali ke alamat tertentu, kirim jumlah kecil dulu sebagai tes.

    Baca Juga: Mastercard Luncurkan Layanan Transaksi Kripto untuk Pengguna

    Secara keseluruhan, Payment ID dan transaksi kripto sama-sama ada di ranah pembayaran digital, namun perannya berbeda.

    Payment ID adalah identifikasi tambahan untuk mengarahkan dana ke akun atau tujuan yang tepat, sementara transaksi kripto adalah proses pengiriman aset digital yang tercatat di blockchain.

    Bagi pengguna kripto, memahami kapan payment ID diperlukan sangat penting untuk menghindari kesalahan fatal yang bisa membuat dana tertahan atau hilang.

    Jadi, meskipun keduanya sama-sama berlabel “digital”, jangan samakan fungsi keduanya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    .



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Heboh Royalti Musik! Bisakah Kripto dan Blockchain Jadi Solusinya?

    Dalam beberapa tahun terakhir, isu royalti musik kembali menjadi sorotan, bahkan viral di berbagai platform media sosial.

    Banyak musisi, terutama yang berada di jalur independen, mengeluhkan transparansi dan pembagian yang tidak adil dari pendapatan karya mereka.

    Sistem konvensional yang mengandalkan label rekaman, publisher, dan platform streaming sering kali membuat aliran dana royalti menjadi rumit, dengan lapisan perantara yang banyak.

    Akibatnya, musisi kerap menerima pembayaran yang jauh di bawah ekspektasi, bahkan untuk karya yang populer.

    Namun di tengah keresahan tersebut, teknologi blockchain dan aset kripto mulai disebut-sebut sebagai potensi solusi.

    Dengan sifatnya yang transparan, aman, dan terdesentralisasi, blockchain menawarkan cara baru dalam pencatatan, distribusi, dan pelacakan royalti musik secara real-time.

    Baca Juga: Rihanna Rilis NFT Lagu Terpopulernya, Kolektor Bisa Dapat Royalti

    Masalah Utama Royalti di Sistem Konvensional

    Saat ini, proses penghitungan royalti melibatkan banyak pihak: label, publisher, collecting society, hingga platform streaming.

    Masing-masing mengambil persentase tertentu, dan data pemutaran sering kali tidak sepenuhnya transparan bagi pencipta lagu.

    Selain itu, pembayaran royalti biasanya tertunda berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Musisi independen yang bergantung pada penghasilan ini sering kali terjebak dalam arus kas yang tidak stabil.

    Tidak jarang pula terjadi sengketa karena data yang berbeda antara pihak-pihak terkait.

    Blockchain: Transparansi Tanpa Perantara

    Blockchain memungkinkan pencatatan setiap pemutaran lagu di jaringan publik yang tidak bisa dimanipulasi.

    Misalnya, setiap kali sebuah lagu diputar di platform berbasis blockchain, informasi itu langsung tercatat, lengkap dengan identitas pemutar, waktu, dan jumlah royalti yang harus dibayarkan.

    Keunggulannya:

    1. Transparansi Penuh – Semua pihak, termasuk musisi, label, dan pendengar, bisa melihat catatan pembayaran dan jumlah pemutaran.
    2. Pembayaran Instan – Menggunakan smart contract, royalti bisa langsung dikirim ke dompet kripto milik musisi setiap kali lagu diputar.
    3. Mengurangi Perantara – Proses yang biasanya melibatkan banyak pihak bisa dipangkas, sehingga musisi menerima persentase yang lebih besar dari pendapatan.

    Contoh Nyata: Platform Musik Berbasis Kripto

    Beberapa platform sudah mulai menerapkan konsep ini.

    • Audius: Platform streaming musik berbasis blockchain yang memungkinkan artis mengunggah karya mereka, lalu menerima pembayaran langsung dalam bentuk token kripto.
    • Opulous: Menggunakan NFT (Non-Fungible Token) untuk mengelola hak cipta musik, sehingga investor dan penggemar bisa membeli sebagian hak royalti lagu.
    • Emanate: Fokus pada distribusi musik real-time di blockchain EOS, dengan pembayaran instan per pemutaran.

    Dengan sistem seperti ini, jika sebuah lagu didengarkan 1.000 kali dalam sehari, musisi bisa langsung menerima pembayaran kriptonya pada hari yang sama, tanpa harus menunggu laporan bulanan.

    Royalti dalam Bentuk NFT

    NFT membuka peluang baru bagi musisi untuk menjual sebagian hak royalti kepada penggemar atau investor. Misalnya, seorang artis merilis 100 NFT, masing-masing merepresentasikan 1% hak royalti dari sebuah lagu.

    Pembeli NFT akan menerima pembayaran royalti secara proporsional setiap kali lagu tersebut menghasilkan pendapatan.

    Model ini mengubah hubungan antara musisi dan penggemar menjadi lebih kolaboratif, di mana penggemar tidak hanya menikmati musik, tetapi juga menjadi bagian dari kesuksesan finansial karya tersebut.

    Tantangan yang Perlu Diatasi

    Meski potensinya besar, ada beberapa tantangan yang harus diperhatikan:

    1. Adopsi Teknologi – Tidak semua musisi dan label paham cara kerja blockchain dan kripto.
    2. Regulasi – Pembayaran royalti dalam bentuk kripto masih memerlukan kejelasan hukum di banyak negara.
    3. Fluktuasi Nilai Kripto – Nilai kripto yang tidak stabil bisa membuat pendapatan musisi berfluktuasi.
    4. Kesepakatan Industri – Agar efektif, ekosistem musik global harus sepakat menggunakan standar data dan smart contract yang sama.

    Baca Juga: NFT untuk Sektor Musik, Apa Saja Manfaatnya?

    Dengan demikian, perpaduan antara royalti musik dan teknologi blockchain membuka peluang revolusioner dalam industri musik.

    Dengan transparansi, pembayaran instan, dan penghapusan perantara yang tidak perlu, musisi bisa mendapatkan pendapatan yang lebih adil dan cepat.

    Meski belum sempurna dan masih menghadapi tantangan regulasi serta adopsi, tren ini menunjukkan bahwa di masa depan, mungkin saja kita akan melihat industri musik global yang dikelola secara on-chain—di mana setiap putaran lagu, setiap pembayaran, dan setiap hak cipta tercatat secara permanen di blockchain.

    Jika revolusi ini benar-benar terjadi, bukan hanya musisi yang diuntungkan, tetapi juga penggemar dan investor yang ingin menjadi bagian dari perjalanan karya musik favorit mereka. Inilah era baru “royalti tanpa batas” di dunia digital.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com