Tag: blockchain

  • Token Ekosistem BNB Chain Catat Kapitalisasi Pasar Rp3.766 Triliun

    BNB Chain, salah satu jaringan blockchain terbesar di dunia, saat ini menampung 2.634 aset kripto dengan total kapitalisasi pasar mencapai Rp3.766,39 triliun dan rata-rata kenaikan harga harian sebesar +3,14%.

    Sekilas Tentang BNB Chain

    BNB Chain pertama kali diluncurkan pada September 2020 dengan nama Binance Smart Chain oleh Binance, sebelum berganti nama menjadi BNB Chain pada Februari 2022. Mengadopsi model Proof-of-Staked-Authority (PoSA), jaringan ini terkenal dengan biaya transaksi rendah dan kecepatan tinggi, jauh lebih efisien dibanding Ethereum yang sering memungut biaya hingga ratusan dolar untuk beberapa transaksi.

    BNB Chain juga mengusung format token BEP-20, mirip dengan ERC-20 di Ethereum, namun dengan pembayaran biaya gas menggunakan token native BNB.

    Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Selasa, 12 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Selasa, 12 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Binance Gandeng Bank BBVA Spanyol, BNB Melonjak ke Arah $900

    Token-Token Menarik di Ekosistem BNB Chain

    Meskipun banyak token yang memiliki kapitalisasi pasar nol atau belum terdata, pergerakan harga tetap menarik perhatian, khususnya dari sektor utility token, game, hingga meme coin.

    Beberapa token yang menonjol di ekosistem BNB Chain antara lain:

    • POTENT (PTT) – Harga Rp1,6, turun -2,38% dalam 24 jam, namun naik +6,44% dalam sepekan.
    • Utility Web3Shot (UW3S) – Harga Rp954,08, melemah -8,58% harian dan -15,81% mingguan.
    • YEL.Finance (YEL) – Rp16,72, koreksi tipis -0,69% namun naik +3,24% dalam 7 hari.
    • Luffy (LUFFY) – Rp0,5649, stabil di harian namun melonjak +14,87% dalam seminggu.
    • Sheesha Finance [BEP20] (SHEESHA) – Rp93.317,84, dengan kenaikan +8,67% dalam 7 hari.
    • Stella Fantasy (SFTY) – Rp9,95, turun -9,17% harian. Volume perdagangan tercatat Rp344,34 juta.
    • Frog Ceo (FROGCEO) – Rp0.0000002064, turun -0,92% dalam sehari.
    • CyberHarbor (CHT) – Rp75,98, melemah -2,75% harian dan -6,73% mingguan.

    Performa ekosistem BNB Chain menunjukkan bahwa meskipun ada fluktuasi tajam di beberapa token, rata-rata pasar tetap berada di zona positif. Dengan biaya transaksi yang rendah, kompatibilitas dengan smart contract, serta dukungan ekosistem yang luas, BNB Chain masih menjadi salah satu pilihan utama pengembang dan investor kripto.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tembus $118 Ribu, Harga Bitcoin Dekati Puncak Tertinggi

    Bitcoin (BTC) kembali mencetak performa mengesankan di pasar kripto, menembus harga $118.421,64 atau sekitar Rp 1,88 miliar per koin (kurs Rp15.900/USD).

    Dengan kenaikan 1,67% dalam 24 jam terakhir, raja aset digital ini semakin dekat dengan rekor tertingginya di $123.091,61.

    Kenaikan ini membuat kapitalisasi pasar Bitcoin melesat ke $2,35 triliun, mempertegas dominasinya sebagai aset kripto nomor satu dunia.

    Volume perdagangan 24 jam tercatat mencapai $60,91 miliar, menandakan minat investor yang masih sangat tinggi.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 10 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 10 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Sentuh $116.737,50: Tanda Kembali ke Jalur Bullish?

    Performa Harga yang Konsisten

    Jika melihat tren harga Bitcoin dalam beberapa periode terakhir, data menunjukkan momentum bullish yang cukup solid:

    • Hari ini: naik $2.101,22 (+1,8%)
    • 30 hari terakhir: naik $1.647,09 (+1,41%)
    • 60 hari terakhir: naik $8.930,42 (+8,15%)
    • 90 hari terakhir: naik $14.525,82 (+13,97%)

    Kenaikan ini menunjukkan stabilitas tren positif yang konsisten, berbeda dengan pola volatilitas tajam yang sering terjadi di pasar kripto.

    Bahkan dalam 7 hari terakhir, BTC masih mencatatkan kenaikan 4,54%, mengindikasikan bahwa tekanan jual tidak terlalu signifikan.

    Mendekati Rekor Tertinggi

    Dengan harga tertinggi harian di $118.754,01, Bitcoin kini hanya terpaut sekitar 3,77% dari rekor all-time high (ATH) di $123.091,61.

    Banyak analis melihat ini sebagai peluang besar bagi BTC untuk segera menembus rekor tersebut, terutama jika sentimen pasar global tetap positif.

    Faktor pendorong utama kenaikan ini antara lain:

    1. Likuiditas tinggi – Volume perdagangan BTC yang mencapai puluhan miliar dolar per hari menjaga kestabilan harga.
    2. Penawaran terbatas – Dengan sirkulasi 19,90 juta BTC (94,78% dari total 21 juta BTC yang akan pernah ada), kelangkaan semakin mendukung apresiasi harga.
    3. Minat institusional – Adopsi Bitcoin oleh lembaga keuangan besar dan peluncuran produk ETF berbasis BTC turut meningkatkan permintaan.

    Analisis Teknis: Momentum Bullish Masih Terjaga

    Secara teknikal, Bitcoin kini berada di jalur bullish yang kuat. Kenaikan harga dalam jangka menengah (60–90 hari terakhir) menunjukkan tren uptrend sehat dengan koreksi yang terkendali.

    Level support terdekat berada di kisaran $116.410, sementara resistance kuat berada tepat di bawah ATH di kisaran $122.000 – $123.000.

    Jika breakout di atas $123.000 terjadi dengan volume tinggi, analis memprediksi target harga selanjutnya bisa mengarah ke $130.000 dalam jangka pendek.

    Sebaliknya, jika koreksi terjadi, BTC kemungkinan akan bertahan di area $115.000 – $116.000 sebelum memantul kembali.

    Optimisme Pasar & Narasi Makro

    Kenaikan Bitcoin juga didorong oleh sentimen positif dari kondisi makroekonomi global. Beberapa faktor yang memberi angin segar pada pasar antara lain:

    • Ekspektasi penurunan suku bunga oleh bank sentral utama yang mendorong investor mencari aset lindung nilai.
    • Krisis likuiditas mata uang fiat di beberapa negara, yang membuat BTC menjadi alternatif penyimpan nilai.
    • Adopsi regulasi positif di sejumlah wilayah, terutama terkait pengakuan aset kripto sebagai instrumen investasi resmi.

    Selain itu, momentum menjelang Bitcoin Halving berikutnya (diperkirakan April 2028) mulai menjadi perbincangan.

    Secara historis, halving sering memicu lonjakan harga signifikan dalam 12–18 bulan setelahnya karena pasokan baru BTC yang berkurang.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Stabil di Atas $116.000, Pasar Menanti Pemicu Kenaikan

    Dengan posisi harga yang semakin dekat ke rekor tertinggi dan fundamental yang kuat, Bitcoin kembali membuktikan statusnya sebagai aset kripto paling tangguh di pasar.

    Keterbatasan pasokan, minat institusional, serta sentimen positif dari kondisi ekonomi global menjadi kombinasi yang mendorong BTC menuju potensi kenaikan lebih lanjut.

    Bagi investor, fase ini menjadi momen penting untuk mengamati pergerakan harga secara cermat. Jika BTC berhasil menembus ATH, potensi rally ke $130.000 bahkan lebih tinggi terbuka lebar.

    Namun, volatilitas tetap menjadi karakter utama pasar kripto, sehingga manajemen risiko harus tetap menjadi prioritas.

    Bitcoin saat ini bukan hanya sekadar aset digital, melainkan telah menjadi simbol dari perubahan paradigma finansial global.

    Dengan tren yang ada, cerita perjalanannya tampaknya baru saja memasuki babak baru.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pembayaran Stablecoin Tembus $5 Triliun, Tantangan Biaya Valuta Asing

    Transaksi stablecoin global mencapai tonggak sejarah baru sebesar $5 triliun pada 2025, melonjak 47% sejak kemenangan Donald Trump pada Pemilu AS November 2024.

    Lonjakan ini didorong oleh sentimen positif investor, regulasi yang lebih jelas, serta meningkatnya adopsi oleh perusahaan. Namun, di balik perkembangan pesat ini, biaya valuta asing (FX) masih menjadi hambatan utama untuk efisiensi pembayaran lintas batas.

    Stablecoin: Janji Lama yang Kini Terwujud

    Laporan Visa dan firma analisis blockchain Allium mencatat lebih dari satu miliar pembayaran stablecoin terjadi tahun ini, dengan nilai gabungan pasar stablecoin kini mencapai $255 miliar. Teknologi ini mulai membuktikan manfaatnya: pengiriman dana yang dulunya memakan waktu berhari-hari kini dapat diselesaikan dalam hitungan menit. Dampaknya sangat terasa di negara-negara yang kurang terlayani sistem keuangan tradisional, membuka akses baru bagi konsumen dan bisnis.

    Namun, biaya konversi mata uang tetap menjadi masalah besar.
    Mike Robertson, CEO AbbeyCross, mengingatkan bahwa meskipun teknologi blockchain efisien, setiap mata uang memiliki dinamika unik. Spread, biaya perantara, dan slippage tetap terjadi, terutama saat uang berpindah dari blockchain ke rekening bank (on-ramp dan off-ramp). Ia menilai asumsi bahwa teknologi dapat menghapus seluruh hambatan FX adalah pandangan yang terlalu optimistis.

    Ilustrasi stablecoin USDC. Sumber: Shawanoleader.com.
    Ilustrasi stablecoin USDC. Sumber: Shawanoleader.com.

    Baca juga: UU GENIUS Picu Lonjakan Stablecoin: Pasar Kripto Menuju $300 Miliar?

    Startup Membidik Jalur “Eksotis”

    Sejumlah startup mulai fokus pada rute pembayaran lintas negara yang jarang tersentuh pemain besar.
    BVNK, perusahaan pembayaran asal London, menggarap jalur seperti Sri Lanka–Kamboja, yang biasanya mahal dan lambat karena melibatkan banyak perantara. Menurut Sagar Sarbhai, Managing Director BVNK Asia Pasifik, stablecoin memang belum murah, tetapi jauh lebih cepat dan efisien dari sisi modal. BVNK memproses sekitar $15 miliar transaksi per tahun.

    Pemain lain seperti Thunes (Singapura) dan Aquanow (Kanada) membangun koneksi antara perdagangan blockchain dan “last mile” pembayaran ke mata uang lokal, bekerja sama dengan penerbit stablecoin maupun perusahaan besar.

    Regulasi Dorong Pertumbuhan Institusional

    Perkembangan besar datang dari regulasi. Undang-Undang GENIUS yang disahkan di AS pada 18 Juli 2025 mewajibkan stablecoin didukung penuh 1:1 dengan aset berkualitas tinggi, diaudit secara berkala, dan transparan. Bank of America memperkirakan aturan ini dapat menambah pasokan stablecoin hingga $75 miliar.

    Visa juga sedang menguji konsep “sandwich stablecoin”, yaitu menggunakan stablecoin sebagai jembatan antar mata uang fiat untuk menghindari jaringan SWIFT, dengan penyelesaian hanya dalam hitungan menit. Fitur ini melengkapi platform tokenisasi Visa yang diluncurkan Oktober 2024.

    Industri pun mulai bergerak cepat:

    • Ripple mengakuisisi platform pembayaran stablecoin Rail senilai $200 juta.
    • Thunes mengamankan pendanaan $150 juta pada April 2025 untuk memperluas integrasi dengan jaringan stablecoin.

    Menurut Sagar Sarbhai, fase pertumbuhan pesat ini baru awal. “Butuh lima tahun membangun fondasinya, tapi pertumbuhan dramatis bisa terjadi hanya dalam 12 bulan ke depan,” ujarnya.

    Baca juga: China Siap Luncurkan Stablecoin Yuan, Tantang Dominasi Dolar AS


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Sentuh $116.737,50: Tanda Kembali ke Jalur Bullish?

    Bitcoin (BTC), raja mata uang kripto, kembali menunjukkan dominasinya di pasar dengan harga terbaru yang menyentuh $116.737,50 per BTC, atau mencatat kenaikan +1,88% dalam 24 jam terakhir.

    Dengan kapitalisasi pasar yang menembus $2,32 triliun USD dan volume perdagangan harian mencapai $66,25 miliar USD, BTC tetap kokoh di puncak sebagai aset digital nomor satu di dunia.

    Kinerja Jangka Pendek hingga Panjang: Stabilitas yang Kian Percaya Diri

    Dalam satu hari terakhir, BTC menguat $2.157,61 atau +1,88%, mengindikasikan sentimen pasar yang mulai positif kembali.

    Dalam 30 hari terakhir, harga melonjak +7,67%, diikuti tren menguat +10,40% dalam 60 hari, dan bahkan +13,14% dalam 90 hari terakhir.

    Meski dalam hitungan jam sempat turun tipis -0,02%, data ini menunjukkan pergerakan harga yang sehat dan konsisten, berbeda dengan fluktuasi ekstrem yang kerap terjadi di pasar kripto pada tahun-tahun sebelumnya.

     Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 8 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 8 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 8 Agustus 2025: Bitcoin Kembali Naik Karena Trump

    Rentang Harga & Posisi Terhadap Rekor Tertinggi

    Dalam 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat bahwa harga Bitcoin bergerak di kisaran $114.279,71 hingga $117.689,20.

    Angka ini masih berada di bawah rekor tertinggi sepanjang masa $123.091,61, namun tren penguatan yang stabil membuka peluang bagi BTC untuk kembali menguji level tersebut.

    Dengan sirkulasi pasokan 19,90 juta BTC atau 94,78% dari total maksimum 21 juta BTC, kelangkaan pasokan menjadi faktor fundamental yang memperkuat narasi bullish jangka panjang.

    Faktor Pendorong Kenaikan BTC

    Beberapa faktor utama yang mempengaruhi kenaikan harga BTC kali ini antara lain:

    1. Sentimen Pasar Positif – Optimisme terhadap ekonomi global dan pelonggaran kebijakan moneter di beberapa negara mulai mendorong investor kembali masuk ke aset berisiko.
    2. Minat Institusional – Laporan terbaru menunjukkan meningkatnya permintaan BTC dari perusahaan investasi dan pengelola dana besar, terutama terkait potensi adopsi ETF spot Bitcoin di lebih banyak wilayah.
    3. Kelangkaan Pasokan – Dengan hampir seluruh BTC telah beredar, tekanan jual semakin terbatas, sementara permintaan terus meningkat.
    4. Halving yang Mendekat – Meski belum terjadi, halving berikutnya menjadi katalis jangka menengah yang mulai diperhitungkan oleh pasar.

    Kapitalisasi & Likuiditas Tinggi

    Nilai kapitalisasi pasar BTC kini mencapai $2,32 triliun, hampir menyamai nilai perusahaan-perusahaan raksasa global di sektor teknologi.

    Sementara itu, volume perdagangan yang tinggi menunjukkan tingginya likuiditas, sehingga memudahkan investor untuk keluar-masuk pasar tanpa perbedaan harga yang signifikan.

    Prospek Ke Depan: Potensi Menembus ATH

    Jika tren positif ini berlanjut, BTC berpeluang menguji kembali level $120.000 dalam waktu dekat, sebelum akhirnya mencoba menembus ATH di $123.091,61.

    Namun, analis mengingatkan adanya “resistance kuat” di kisaran $118.000 – $120.000, yang bisa memicu aksi ambil untung sementara.

    Bagi investor jangka panjang, kondisi ini bisa menjadi momentum akumulasi sebelum potensi reli besar di akhir tahun.

    Baca Juga: Bitcoin Kembali Menguat di Atas $114k, Awal dari Bull Run Selanjutnya?

    Dengan semua indikator fundamental dan teknikal yang mengarah positif, Bitcoin sekali lagi membuktikan dirinya bukan sekadar tren sesaat, melainkan aset digital dengan daya tarik jangka panjang yang solid.

    Jika level resistance berhasil ditembus, kita bisa saja menyaksikan sejarah baru di pasar kripto dalam waktu dekat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tanda Bullish Menguat, Ethereum Menuju $4.400

    Ethereum kembali menarik sorotan pasar setelah sejumlah indikator teknikal menunjukkan sinyal bullish yang kuat.

    Para analis memperingatkan bahwa jika ETH berhasil menembus zona harga kritis, momentum bisa melonjak dengan cepat menuju target ambisius hingga $4.400.

    Zona Breakout Krusial

    Menurut laporan terbaru dari Blocknews pada Sabtu (9/8), “zona breakout kritis” merupakan titik penting untuk Ethereum.

    Jika harga mampu menutup di atas level tersebut, yang diperkirakan berada sekitar $4.000–$4.100, maka jalur menuju $4.400 terbuka lebar.

    Analis lain, seperti @rovercrc, menyatakan bahwa Ethereum telah memasuki Phase 2 dari siklus pasar dan bahwa menembus $4.000 akan memicu Phase 3 dan 4 berikutnya, sesuai pola siklus yang sudah “diprogram” sejak dini.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 9 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 9 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca Juga: Selamat! Transaksi Ethereum Capai Rekor Tertinggi

    Apa yang Menopang Rally Ini?

    Beberapa faktor teknikal dan fundamental yang memperkuat peluang breakout:

    • Breakout $3.000–$3.550: Ethereum telah melewati rentang resistensi penting, membentuk fondasi kuat menuju harga lebih tinggi.
    • Volume dan Open Interest Meningkat: Keberadaan likuiditas tinggi dan minat investor, termasuk akumulasi oleh whale, mendukung pergerakan naik.
    • Support di $3.600–$3.700: Zona ini menjadi area strategis bagi investor untuk masuk sambil mengantisipasi rebound lanjutan.

    Target Harga dan Skenario Potensial

    Jika ETH berhasil bertahan di atas $4.000, analis memperkirakan kenaikan menuju $4.400 bahkan $4.800, dengan beberapa skenario optimis membidik level $5.000–$6.000.

    Sementara itu, ada skenario bull jangka panjang yang memproyeksikan ETH menuju $4.200–$4.500 dalam momentum kuat, dan bahkan menuju $5.000–$8.000 sebelum akhir tahun jika tren berlanjut.

    Risiko & Hal yang Perlu Dipantau

    • Zona Overbought atau False Breakout: Beberapa analis menyorot kemungkinan false breakout di $4.000–$4.100, sehingga perlu diperhatikan konfirmasi penutupan kuat.
    • Breakdown Potensial: Jika Ethereum gagal menjaga level support (sekitar $3.500–$3.700), harga bisa kembali tertekan menuju $3.200 atau lebih rendah.

    Baca Juga: Rocket Pool Naik 21%, Alternatif Staking Ethereum Kembali Panas

    Rangkaian sinyal teknikal saat ini menunjukkan bahwa Ethereum sedang berada di ambang breakout serius.

    Mempertahankan harga di atas $4.000 bisa menjadi pemicu reli besar menuju $4.400 atau lebih tinggi.

    Namun, seperti biasa dalam on-chain dan teknikal trading: disiplin dan manajemen risiko tetap menjadi kunci.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Selamat! Transaksi Ethereum Capai Rekor Tertinggi

    Meski belum bisa melewati Bitcoin, Ethereum terus menunjukkan kekuatan yang mengesankan di paruh ketiga 2025.

    Aktivitas on-chain melonjak signifikan dengan volume transaksi harian mendekati rekor baru, menandakan fase pemulihan yang berpotensi menyiapkan lahan untuk level harga tertinggi sepanjang masa (ATH).

    Rekor Aktivitas Transaksi Harian

    Pada 5 Agustus lalu, Ethereum mencatat rata-rata harian (7-DMA) sebesar 1,74 juta transaksi, melampaui rekor dari bull run 2021.

    Menurut data dari Etherscan dan sumber lainnya, jumlah transaksi mendekati angka 1,87 juta per hari—membuat ATH sebelumnya di 1,96 juta pada Januari 2024 sangat dekat.

    Lonjakan ini datang di tengah ekosistem yang semakin tinggi adopsinya. Aktivitas DeFi melonjak, token stablecoin seperti USDC dan USDT menjadi pendorong utama, sementara volume transaksi bulanan mencapai $238 miliar pada Juli, tertinggi sejak 2021.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 8 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 8 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca Juga: Ssst, SharpLink Diam-Diam Borong 300 Juta USD Ethereum

    Infrastruktur Ethereum Meningkat

    Upgrade seperti EIP-4844 (Proto-Danksharding) dan Dencun mendongkrak efisiensi dan kapasitas jaringan membawa throughput lebih tinggi dan menekan biaya gas.

    Hal ini tercermin dari aktivitas spot tinggi di layer-2 seperti Uniswap dan platform DeFi besar.

    Institusi Mulai Masuk

    Minat institusional terhadap Ethereum semakin nyata. Juli lalu, penguasaan ETH oleh perusahaan meningkat tajam, naik 127.7% menjadi lebih dari 2,7 juta ETH, hampir setengah dari seluruh ETH yang dimiliki oleh ETF.

    Di sisi lain, ETF Ethereum mengalami outflow sebesar $465 juta, menjadi pengingat bahwa sentimen bisa berfluktuasi.

    Harga Meningkat di Tengah Tekanan Musiman

    Ethereum rebound sekitar +8% minggu ini, menembus $3.900 setelah sempat menyentuh puncak lokal di $3.941.

    Momen rebound ini datang pasca penurunan pasar yang menghapus kontrak leveraged dan melenyapkan “weak hands”—menandakan base terbentuk sebelum potensi breakout baru.

    Meskipun Agustus secara historis adalah bulan lemah bagi Ethereum (60% dalam sepuluh tahun terakhir tutup merah), 2025 justru membalik tren, dengan Juli yang biasanya bearish justru bullish.

    Momentum ATH Kembali Terbuka

    Dengan metrik on-chain yang kuat, transaksi harian melejit, efisiensi jaringan meningkat, dan institusi mengakumulasi, Ethereum kini memiliki momentum fundamental yang solid.

    Jika tren ini terus berlanjut, ETH bisa kembali menguji ATH-nya, dengan harga $4.000 dan $4.100 menjadi target jangka pendek.

    Baca Juga: Ethereum Mendekati $3.700! Pertanda Menuju Rekor Tertinggi Baru?

    Namun, investor juga perlu tetap waspada. Volume leveraged positions dan tekanan musiman bisa menghadirkan volatilitas, membuat konsolidasi atau koreksi tidak dapat diabaikan.

    Ethereum tampak menembus batas sebelumnya—tapi apakah dia benar-benar siap untuk terbang tinggi lagi?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 3 Strategi Buy the Dip Bitcoin yang Bisa Dicoba Saat Pasar Lesu

    Pasar kripto sedang lesu? Justru ini saatnya buy the dip. Dalam kondisi sideways dan minim volatilitas, strategi seperti DCA, analisis RSI oversold, dan pantauan data on-chain bisa jadi senjata ampuh untuk menangkap peluang akumulasi Bitcoin.

    Yuk, simak langsung 3 strateginya yang bisa kamu terapkan!

    Mengapa Momen Pasar Lesu Jadi Peluang Buy the Dip?

    Kondisi pasar yang lesu sering kali dianggap tidak menyenangkan bagi para trader karena pergerakan harganya yang stagnan—hanya memantul antara level support dan level resistance. 

    Tapi dengan memanfaatkan momentum seperti saat harga turun mencapai level support, kamu bisa melakukan buy the dip untuk membeli dan menjualnya saat harga kembali mengunjungi level resistance.

    Baca juga: Apa itu swing Trading dan Bagaimana Cara Swing Trading Crypto?

    Buy the Dip dengan Dollar Cost Averaging (DCA)

    Saat harga lesu dan cenderung sideways, kamu bisa memanfaatkan momen ketika harga mengunjungi level support untuk melakukan pembelian. 

    Alih-alih melakukan pembelian secara serampangan tanpa melihat level support dan resistance, akan lebih baik jika kamu membeli dengan metode DCA (Dollar Cost Averaging) ketika harga menyentuh level support dan jika harga kembali menguji level support berikutnya dalam tren yang masih valid, kamu dapat melakukan buy the dip kembali—contohnya seperti gambar di bawah ini:

    Contoh buy the dip dengan support dan resistance.

    Memanfaatkan level support dan resistance seperti gambar di atas adalah salah satu cara sederhana untuk melakukan buy the dip di saat harga lesu dan sideways. 

    Namun, penting untuk diingat bahwa identifikasi level entry saja tidak cukup. Kamu juga perlu menerapkan manajemen risiko yang disiplin, seperti penggunaan stop-loss di bawah area support, guna melindungi modal dari potensi breakdown.

    Baca juga: Apa Itu Buy the Dip dalam Trading Bitcoin? Panduan untuk Pemula

    Buy the Dip di Area RSI Oversold

    Kamu bisa menggunakan indikator seperti RSI (Relative Strength Index) untuk mencari kondisi jenuh jual (oversold)

    Caranya dengan memperhatikan indikator RSI, jika RSI berada di bawah 30 dan harga mendekati level support historis, itu bisa jadi momen tepat untuk mulai beli bertahap.

    Contoh RSI sebagai indikator buy the dip.

    Nah terlihat dari gambar di atas, setiap RSI kurang lebih menyentuh angka 30 dan bertepatan dengan level support—harga cenderung memantul dari ‘dip’-nya.

    Jadi jika kamu sebelumnya hanya memanfaatkan level support dan resistance untuk membeli, kamu juga bisa tambahkan indikator RSI sebagai pendukung. Jika kamu menggunakan aplikasi Tokocrypto, cara untuk aktifkannya sangat mudah:

    1. Buka aplikasi Tokocrypto dan masuk menu ‘Pasar’
    2. Cari aset kripto — contoh: BTC/USDT
    3. Pilih ‘RSI’ pada bagian bawah chart harga
    4. Amati saat RSI turun ke bawah angka 30 yang menandakan kondisi oversold
    5. Tunggu konfirmasi pembalikan arah

    Baca juga: Apakah Itu Stochastic RSI?

    Buy the Dip Berdasarkan Data On-Chain

    Whale, sebutan untuk pemilik aset kripto dengan jumlah besar—seringkali membeli dalam jumlah besar saat pasar lesu. Salah satu cara untuk mengetahuinya adalah dengan melihat pergerakan transfer dari exchange ke dompet pribadi.

    Karena kripto bersifat transparan, kamu dapat melihat dengan jelas transaksi pengiriman Bitcoin dari exchange ke dompet pribadi (outflow). Jika banyak Bitcoin yang keluar dari exchange ke dompet pribadi, itu tanda bahwa investor mulai mengakumulasi karena mereka percaya dengan pergerakan harga ke depannya.

    Namun jika banyak transaksi yang menunjukkan banyak Bitcoin yang dikirimkan ke exchange (inflow), bisa jadi tekanan jual akan meningkat. 

    Berikut contoh indikator untuk mengetahui banyaknya Bitcoin yang keluar dari exchange ke dompet pribadi (outflow):

    Data Bitcoin outfolow. Sumber data: CryptoQuant.

    Terlihat beberapa spike outflow dari exchange ke dompet pribadi ketika harga mengalami penurunan saat sideways dan diikuti oleh kenaikan harga setelahnya.

    Baca juga: Tips Deteksi Pergerakan Whale Lewat Volume dan Aktivitas Dompet

    Tips: Gunakan Fitur 0% Biaya Trading Ketika Buy the Dip

    Setelah kamu mengetahui strategi untuk buy the dip, agar makin untung kamu bisa gunakan fitur Beli/Jual yang ada di aplikasi Tokocrypto untuk pembelian yang cepat dengan 0% biaya trading.

    Cara untuk gunakan fiturnya gampang:

    1. Buka aplikasi Tokocrypto dan login ke akun Tokocrypto kamu dan lakukan deposit dengan minimal Rp50.000.
    2. Kemudian pilih menu “0 Fee”.
    3. Pada halaman Beli/Jual, pilih Dari dengan “IDR” dan Ke dengan “Bitcoin”.
    4. Masukkan jumlah pembelian.
    5. Klik “Pratinjau Konversi”.

    Nah, gampang banget bukan? Jangan lupa buat gabung juga di Telegram Official Tokocrypto untuk diskusi analisa sinyal harian bersama trader lain.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Kembali Menguat di Atas $114k, Awal dari Bull Run Selanjutnya?

    Bitcoin (BTC), raja aset kripto, kembali menunjukkan kekuatannya di pasar dengan mencatat harga $114,494.00 per BTC, mengalami kenaikan sebesar +0.79% dalam 24 jam terakhir.

    Dengan kapitalisasi pasar sebesar $2.27 triliun USD, Bitcoin tetap menjadi aset digital nomor satu dan menjadi tolok ukur dominan untuk seluruh pasar kripto.

    Kinerja harian ini memperlihatkan bahwa, meski pasar kripto masih fluktuatif, Bitcoin tetap menjadi pilihan utama para investor institusional dan ritel dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 7 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 7 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca Juga: Koreksi Tipis, Harga Bitcoin Tertahan di $113 Ribu

    Performa BTC dalam 90 Hari Terakhir

    Selama tiga bulan terakhir, Bitcoin terus menunjukkan pertumbuhan stabil:

    • 30 hari terakhir: +6.2% (kenaikan $6.679,69)
    • 60 hari terakhir: +8.54% (kenaikan $9.007,26)
    • 90 hari terakhir: +11.53% (kenaikan $11.832,66)

    Kenaikan ini terjadi meskipun sempat ada koreksi minor, seperti yang terlihat dalam data 7 hari terakhir yang menunjukkan penurunan -3.33%. Namun, tren umum tetap menunjukkan pemulihan dan akumulasi.

    Dinamika Harga Harian

    Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin bergerak dalam kisaran yang cukup stabil:

    • Tertinggi: $115,737.83
    • Terendah: $113,372.25

    Harga saat ini juga hanya berjarak sekitar $8.600 dari rekor tertinggi sepanjang masa di level $123,091.61, yang dicapai pada awal tahun ini.

    Hal ini menunjukkan bahwa pasar bisa jadi sedang dalam fase konsolidasi sebelum mendorong harga lebih tinggi lagi.

    Data Pasar Bitcoin

    • Kapitalisasi pasar: $2.27 triliun
    • Volume perdagangan 24 jam: $55.99 miliar
    • Jumlah BTC beredar: 19.90 juta dari total maksimal 21 juta (sekitar 94.78% sudah ditambang)
    • Kapitalisasi pasar terdilusi penuh: $2.40 triliun

    Dominasi Bitcoin di pasar tetap tak tertandingi. Fakta bahwa hampir seluruh pasokan maksimal telah ditambang menunjukkan kelangkaan semakin tinggi, yang dapat mendorong harga dalam jangka panjang seiring meningkatnya permintaan.

    Faktor-Faktor Pendukung Kenaikan BTC

    1. Institusionalisasi Pasar

    Semakin banyak perusahaan publik dan institusi keuangan besar mulai menyimpan Bitcoin dalam neraca mereka sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan volatilitas mata uang fiat.

    2. Minat Terhadap ETF Bitcoin

    Setelah disahkannya beberapa ETF Bitcoin spot di berbagai negara, minat terhadap aset ini semakin luas. Aksesibilitas menjadi lebih mudah, bahkan untuk investor konvensional.

    3. Pasokan Terbatas & Halving

    Dengan semakin mendekatnya Bitcoin halving berikutnya (diperkirakan terjadi pada April 2026), antisipasi pasar terhadap pengurangan pasokan menyebabkan banyak pihak mulai melakukan akumulasi sejak dini.

    Apakah Saatnya FOMO atau Tetap Waspada?

    Meski banyak analis percaya bahwa Bitcoin masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar menuju akhir tahun, investor disarankan untuk tetap berhati-hati.

    Koreksi harga dalam jangka pendek sangat mungkin terjadi, terutama mengingat volatilitas pasar yang tinggi dan pengaruh makroekonomi global.

    Namun demikian, tren jangka menengah hingga panjang tetap bullish. Selama Bitcoin dapat mempertahankan posisi di atas level psikologis $110.000, potensi untuk menembus ATH (All-Time High) kembali sangat terbuka.

    Baca Juga: Apa Itu Buy the Dip dalam Trading Bitcoin? Panduan untuk Pemula

    Kinerja Bitcoin saat ini menunjukkan kekuatan fundamental yang solid. Dengan harga saat ini di kisaran $114.494, Bitcoin bukan hanya bertahan dari tekanan pasar, melainkan juga menunjukkan tanda-tanda awal fase bullish baru.

    Para investor, baik ritel maupun institusi, tampaknya melihat ini sebagai sinyal positif bahwa Bitcoin tetap menjadi aset digital paling menjanjikan untuk masa depan.

    Apakah ini awal dari reli besar selanjutnya? Hanya waktu dan arus modal yang akan menjawabnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • UU GENIUS Picu Lonjakan Stablecoin: Pasar Kripto Menuju $300 Miliar?

    Disahkannya Undang-Undang GENIUS pada Juli lalu telah mengubah lanskap stablecoin secara drastis. Regulasi baru yang melarang penerbit menawarkan imbal hasil secara langsung justru memicu lonjakan permintaan terhadap stablecoin berbasis staking, yakni stablecoin yang menawarkan imbal hasil secara tidak langsung melalui protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi).

    USDe dan USDS Catat Pertumbuhan Pesat

    Dilaporkan Tradersunion, salah satu dampak paling mencolok terlihat dari performa stablecoin berbasis Ethereum, USDe, yang melonjak hingga 70% menjadi $9,49 miliar dalam kapitalisasi pasar. Ini menjadikannya stablecoin terbesar ketiga di dunia. Sementara itu, USDS milik Sky juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 23%, dengan total suplai mencapai $4,81 miliar, naik ke posisi keempat dalam peringkat stablecoin global.

    Lonjakan ini tidak hanya menggarisbawahi daya tarik imbal hasil staking, tapi juga memicu reli pada token tata kelola protokol terkait seperti ENA, yang mencatatkan kenaikan harga hampir 60% sejak pertengahan Juli.

    Baca juga: Aturan Stablecoin GENIUS: Maju, Penerbit Asing Buram

    Investor Beralih ke Imbal Hasil dari Protokol Staking

    Dengan larangan atas penawaran hasil langsung, investor kini mencari alternatif melalui protokol DeFi yang memungkinkan staking stablecoin untuk mendapatkan return. Dua aset yang kini paling menonjol adalah sUSDe dan sUSDS, yang masing-masing menawarkan APY sebesar 10,86% dan 4,75%. Setelah disesuaikan dengan inflasi AS, tingkat pengembalian riilnya mencapai 8,16% dan 2,05%.

    Julio Moreno dari CryptoQuant menjelaskan bahwa pendekatan ini menghindari pelanggaran hukum karena imbal hasil diberikan langsung dari dalam protokol, bukan oleh penerbit stablecoin. Perusahaan analitik Artemis bahkan menyebut stablecoin staking ini sebagai “pemenang mengejutkan” dari era pasca-UU GENIUS.

    Stablecoin Bisa Capai $300 Miliar di Akhir 2025

    Menurut data DefiLlama, total kapitalisasi pasar stablecoin telah naik dari $205 miliar di awal tahun menjadi $268 miliar saat ini—kenaikan 23,5%. Dengan tren ini, proyeksi pasar bisa menembus angka $300 miliar sebelum akhir 2025.

    Namun, tidak tanpa tantangan. Sektor keuangan tradisional juga mulai bergerak cepat, dengan tokenisasi dana pasar uang yang kini mulai menyaingi stablecoin dalam hal utilitas—dengan kejelasan regulasi yang lebih tinggi.

    Meski begitu, permintaan terhadap produk imbal hasil terdesentralisasi tetap tinggi, terutama karena hasil yang ditawarkan jauh mengungguli laju inflasi. Sebuah laporan terbaru menyebutkan bahwa lingkungan regulasi yang dinamis justru memperkuat adopsi aplikasi DeFi, khususnya di jaringan Ethereum.

    Asia Bergerak Cepat: Korea Selatan Jadi Contoh

    Menanggapi dinamika global, lembaga keuangan terkemuka di Korea Selatan disebut telah bergerak agresif untuk memanfaatkan peluang di sektor stablecoin dan kripto. Mereka bersiap menghadapi potensi reformasi legislatif yang lebih ramah terhadap aset digital—sebuah langkah strategis untuk tetap kompetitif di tengah inovasi teknologi finansial global.

    Baca juga: Larangan Imbal Hasil Stablecoin: UU GENIUS, Alternatif Tokenisasi TradFi


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ICO: Jalan Cepat Proyek Kripto dan Yang Perlu Diperhatikan Investor

    Initial Coin Offering (ICO) adalah metode pengumpulan dana yang digunakan oleh proyek-proyek blockchain untuk mendapatkan pendanaan awal. Dalam ICO, perusahaan atau pengembang menawarkan token digital kepada investor sebagai imbalan atas cryptocurrency, seperti Bitcoin atau Ethereum.

    ICO sering disebut sebagai “IPO versi crypto” karena mirip dengan Initial Public Offering (IPO) di dunia saham, namun dengan aset digital. Investor membeli token dengan harapan bahwa nilai proyek akan meningkat seiring waktu, memberikan potensi keuntungan.

    Mengapa ICO Dilakukan?

    ICO memberikan solusi pembiayaan alternatif yang efisien, khususnya untuk startup blockchain yang ingin membangun produk atau layanan tanpa bergantung pada modal ventura tradisional atau pinjaman dari lembaga keuangan.

    Manfaat ICO:

    • Akses cepat ke modal global.
    • Peluang bagi investor awal untuk mendapatkan keuntungan signifikan jika proyek berhasil.
    • Distribusi token yang luas untuk membangun komunitas dan meningkatkan adopsi.

    Risiko ICO:

    • Potensi penipuan: Banyak proyek palsu atau tidak jelas yang menghilang setelah penggalangan dana.
    • Kurangnya regulasi: Memberi risiko tinggi bagi investor karena minimnya perlindungan hukum.
    • Volatilitas tinggi: Nilai token sangat fluktuatif dan bisa anjlok sewaktu-waktu.

    Insight: ICO membuka peluang besar, tetapi harus disertai dengan riset dan kehati-hatian dari investor.

    Sejarah ICO: Dari Mastercoin hingga Regulasi Ketat

    • 2013: ICO pertama oleh Mastercoin (sekarang Omni), mengumpulkan lebih dari 5.000 BTC.
    • 2014: Peluncuran Ethereum memperkenalkan smart contract yang mempermudah distribusi token.
    • 2017: Tahun keemasan ICO – proyek seperti Filecoin dan Tezos berhasil mengumpulkan miliaran dolar.
    • 2018: Penurunan drastis akibat meningkatnya penipuan dan tekanan regulasi global.

    Bagaimana Proses ICO Berjalan?

    🔧 Untuk Proyek/Perusahaan:

    1. Memahami dasar-dasar ICO dan regulasinya.
    2. Menentukan audiens dan tujuan yang jelas.
    3. Menyusun roadmap dan strategi ICO.
    4. Membangun tim kuat dan kemitraan strategis.
    5. Menyusun whitepaper yang transparan dan meyakinkan.
    6. Melakukan kampanye pemasaran yang terarah.
    7. Memastikan kepatuhan hukum dan keamanan platform.
    8. Mengelola dana dan pertumbuhan pasca-ICO.

    👥 Untuk Investor/User:

    1. Mengevaluasi tim dan rekam jejak proyek.
    2. Menilai teknologi dan inovasi yang ditawarkan.
    3. Membaca whitepaper secara menyeluruh.
    4. Meninjau roadmap dan kelayakannya.
    5. Memastikan ada komunitas aktif yang mendukung proyek.
    6. Memeriksa kemitraan yang telah terbentuk.
    7. Memahami ekonomi token dan penggunaannya.
    8. Memastikan proyek patuh terhadap hukum dan regulasi yang berlaku.

    Regulasi ICO di Berbagai Negara

    Lanskap regulasi ICO sangat beragam secara global:

    • Thailand: Melembagakan regulasi ICO dengan penyesuaian wajib setiap dua tahun, menjadi pemimpin di Asia Tenggara.
    • Swiss dan Malta: Mendukung pengembangan ICO dan startup blockchain dengan regulasi ramah inovasi.
    • China dan Korea Selatan: Melarang ICO karena kekhawatiran terhadap penipuan dan risiko terhadap investor.

    Bagaimana Regulasi ICO di Indonesia?

    Status ICO di Indonesia masih berada di area abu-abu:

    • Saat ini belum ada regulasi khusus yang mengatur ICO secara menyeluruh.
    • Namun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang menyusun kerangka regulasi yang diharapkan dapat segera diterbitkan.
    • Tujuannya adalah menciptakan ekosistem ICO yang legal, transparan, dan aman — baik bagi investor maupun penerbit token.

    Kesimpulan

    ICO merupakan salah satu inovasi penting dalam dunia crypto yang memungkinkan pendanaan proyek dilakukan secara global, cepat, dan langsung dari komunitas.

    Namun, potensi besar ini juga disertai dengan risiko tinggi, terutama dari sisi regulasi dan keamanan. Regulasi yang jelas seperti yang sudah diterapkan di Thailand dan Swiss, serta yang sedang disiapkan di Indonesia, akan menjadi kunci untuk menciptakan pasar ICO yang sehat dan berkelanjutan.

    Seiring perkembangan teknologi dan regulasi, ICO tetap menjadi instrumen penting yang perlu terus dipantau, dipahami, dan dijalankan secara hati-hati.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com