Tag: blockchain

  • Cara Mengetahui Narasi Pasar Kripto dengan Dexu.ai, Wajib Coba!

    Mengetahui arah pasar kripto tidak cukup hanya dengan membaca grafik harga atau mengikuti berita. Pasar kripto digerakkan oleh sesuatu yang jauh lebih kuat dan komunal, yakni narasi. Narasi adalah tema besar yang dapat mempengaruhi minat investor, mengarahkan arus modal, dan menentukan sektor mana yang sedang layak jadi atensi.

    Dexu.ai hadir sebagai solusi berbasis kecerdasan buatan yang mampu mengidentifikasi, menganalisis, dan memvisualisasikan narasi secara cepat, komprehensif, serta mudah digunakan oleh pemula.

    Panduan ini akan membantu kamu memahami cara mengetahui narasi pasar kripto dengan Dexu.ai, tapi sebelum itu pastikan kamu telah menggunakan exchange kripto yang terdaftar resmi seperti Tokocrypto agar pengalaman trading kamu tetap aman! Dapatkan juga potongan gratis biaya trading dengan fitur beli/jual ⤵️

    Apa itu Dexu.ai?

    Dexu.ai adalah platform Web3 data analytics yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menganalisis pasar kripto secara menyeluruh sehingga dapat memberikan gambaran holistik tentang kondisi pasar kripto agar trader, investor, maupun analis bisa mengambil keputusan lebih cerdas.

    Dexu.ai dirancang untuk memberikan insight mendalam tentang pasar kripto, termasuk data teknikal, sosial, dan fundamental menggabungkan data dari berbagai sumber seperti CoinMarketCap, Binance, Twitter, dan Defillama lalu menggabungkan data dari banyak sumber dan memperbaikinya setiap 5 menit, sehingga pengguna selalu mendapatkan informasi real-time.

    Dengan fitur yang tersedia di Dexu.ai pengguna dapat mempelajari insight pasar kripto lebih detail, seperti korelasi harga, funding rate, hingga mengetahui pergeseran dari narasi pasar kripto yang sedang terjadi.

    Baca juga: Gemini 3 Sekarang Bisa Langsung Gambar Teknikal Analisis, Begini Tutorialnya!

    Ada 8 fitur utama di Dexu.ai  yang bisa kamu gunakan untuk mengetahui narasi pasar kripto, mulai dari Narratives, Project, KOLs, Ecosystems, Socials, AI Alpha, Screener, dan Market Signal. Berikut penjelasan lebih lengkapnya:

    • Narratives → Fitur ini menyediakan gambaran umum tentang narasi kripto seperti AI, DeFi, atau Memecoins. Top Narratives menampilkan performa harga rata-rata (mean) dalam timeframe seperti 1H hingga YTD, dengan basis USD, BTC, ETH, atau SOL. Explore a Narrative mencakup mindshare sosial, grafik historis, korelasi, dan filter untuk penyesuaian. Data diperbarui setiap 5 menit dari CoinMarketCap.
    • Projects → Projects memungkinkan analisis aset individu. Top Projects memeringkat berdasarkan market cap atau performa. Explore a Project memiliki tab Social (mindshare, tweet terkait), Market (harga, volume), Technical (on-chain seperti TVL, sebagian besar WIP), dan KOLs (influencer yang menyebutkan). Pengguna dapat menavigasi dari narasi ke proyek spesifik.
    • KOLs → Fitur KOLs melacak key opinion leaders. Top KOLs memeringkat berdasarkan keterlibatan atau dampak. Explore a KOL menunjukkan proyek yang disebutkan (misalnya top 4 seperti $HYPE, $WIF), volume tweet, tweet viral, dan overlay tweet pada grafik harga untuk melihat pola perilaku selama tren naik atau turun.
    • Ecosystems  →  Ecosystems membandingkan jaringan blockchain seperti Ethereum atau Solana. Top Ecosystems menampilkan performa token asli dalam timeframe 1H hingga YTD. Explore an Ecosystem mencakup TVL, market cap, volume, mindshare, dan maxis, dengan visualisasi TreeMap atau Bar. Beberapa data ditandai TBC atau memerlukan plan Advanced.
    • Socials → Socials mengintegrasikan X (Twitter) untuk tren real-time, word cloud per kohort (VCs, founders, degens), tweet viral, dan pencarian dengan grafik perhatian. YouTube mungkin terintegrasi untuk konten media lebih luas, meskipun fokus utama pada Twitter. Fitur ini termasuk deteksi ticker baru berdasarkan engagement.
    • AI Alpha → AI Alpha memindai Twitter kripto untuk kata kunci, menghasilkan ringkasan TLDR tentang opini, berita, dan pandangan utama. Pengguna dapat memilih jendela waktu 1D, 2D, atau 7D. Tersedia di plan Advanced dengan kredit bulanan terbatas; ringkasan mungkin memiliki ketidakakuratan sesekali.
    • Screener → Screener menyaring token berdasarkan market cap (misalnya >$10B hingga $10M-$100M). Menampilkan metrik seperti perubahan harga 24H hingga YTD, volume, TVL, rasio market cap/FDV, pengikut pintar, dan jarak ke ATH. Termasuk ringkasan mean/median, dengan opsi filter dan sort.
    • Market Signal → Market Signal memantau indikator agregat seperti total volume 24H top 1000 aset (opsi exclude bluechips seperti BTC/ETH/SOL) dan funding rate rata-rata dari Binance perpetuals. Data diperbarui setiap 5 menit dari CoinMarketCap dan Binance.

    Cara Mengetahui Narasi Pasar Kripto dengan Dexu.ai

    Untuk mengetahui narasi apa yang ada di pasar kripto, kamu hanya perlu menggunakan fitur “Narrative” dan akan Dexu.ai akan menampilkan dengan jelas performa narasi pasar kripto sesuai dengan jangka waktu yang kamu inginkan, mulai dari satu jam, hari, bulan, hingga satu tahun.

    Tampilan data narasi pasar kripto secara keluruhan. Sumber: Dexu.ai

    Kamu bisa langsung melihat narasi apa saja yang sedang mengalami kenaikan dan penurunan, seperti gambar di atas.

    Selain itu, kamu juga bisa mengetahui lebih detail perihal aset apa yang sedang perform pada kategori narasi tersebut dengan langsung meng-klik batang infografis seperti di bawah ini:

    Data dari Dexu.ai akan menampilkan lebih lengkap daftar performa aset dalam kategori tersebut, lengkap dengan volume hingga performa tracking secara historis.

    Tampilan data berdasarkan kenaikan harga aset kripto sesuai narasinya. Sumber: Dexu.ai

    Selain dari pergerakan harga, kamu juga bisa mencari tahu mengenai narasi yang sedang terjadi di pasar kripto dari aspek sosial dengan memindahkan tab “market” ke tab “social”. Contohnya, seperti gambar di bawah ini:

    Tampilan tab social untuk mengetahui aset apa yang sedang diperbincangkan di media sosial. Sumber: Dexu.ai

    Tak berhenti sampai di situ, banyak fitur Dexu.ai yang juga bisa kamu gunakan untuk mengetahui narasi yang mungkin akan terjadi, seperti memanfaatkan fitur Fitur KOLs yang membantu melacak influencer dan spesialisasi mereka, sementara Socials mampu memfilter tweet viral untuk sinyal awal.

    Coba langsung Dexu.ai dengan kunjungi laman https://dexu.ai/narratives atau klik di sini.

    Penutup

    Secara keseluruhan, fitur Dexu.ai menjadi solusi bagi trader yang menggunakan strategi trading dengan memanfaatkan momentum, seperti narasi atau narrative. Dengan pendekatan top-down yang menggabungkan data pasar, sosial, dan on-chain, platform ini mampu menyaring kebisingan informasi dan menampilkan sinyal yang relevan secara real-time. 

    Hal ini menjadikan Dexu.ai bukan hanya sekadar dashboard analitik, melainkan alat berbasis AI yang membantu trader mendeteksi tren lebih awal, memahami sentimen komunitas, serta mengidentifikasi peluang narasi pasar kripto selanjutnya di 2026 nanti.

    Baca juga: Trading dengan Pair IDR vs USD, Mana yang Cocok Buat Kamu?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ⁠⁠Crypto AI Bubble Pecah? Ini Harga Koin-Koinnya Sekarang!

    Di tengah AI yang meledak sejak 2023-2024, sektor cryptocurrency dengan narasi AI (crypto AI) menjadi salah satu yang paling menarik perhatian investor. 

    Namun, memasuki akhir 2025, kira-kira bagaimana performa koin-koin ini sekarang? Simak lebih lengkap!

    Apa Itu Crypto AI Bubble?

    Crypto AI menggabungkan teknologi blockchain dengan kecerdasan buatan, menciptakan ekosistem di mana AI bisa beroperasi secara desentralisasi. Proyek seperti Bittensor (TAO) memungkinkan kolaborasi model machine learning global, sementara Render (RENDER) fokus pada rendering GPU yang mendukung aplikasi machine learning untuk AI. 

    Didorong oleh kemajuan ChatGPT, narasi crypto AI sempat meledak di tahun 2024 dan membuat integrasi AI di blockchain semakin marak, yang mendorong market cap sektor ini melonjak hingga $69.92 miliar.

    Istilah “bubble” sendiri muncul karena harga aset crypto dalam sektor AI sempat naik tidak wajar, seolah-olah “menggelembung” jauh di atas nilai intrinsiknya, dan bisa pecah tiba-tiba pecah kapan saja seperti balon.

    Grafik saham Nvida. Sumber: Google

    Sementara AI di pasar saham masih menunjukkan kekuatan yang solid, seperti Nvidia yang tetap kokoh dengan harga saham yang tidak jauh dari harga tertingginya di 2025, penjualan chip mencapai $57 miliar dan posisi dominan di infrastruktur AI, sektor AI di crypto justru mulai mulai menunjukkan tanda-tanda keruntuhan.

    Banyak proyek dianggap hanya hype, aspek crypto yang hanya dianggap formalitas karena fitur masih bisa diakses tanpa blockchain, atau sekedar join the tren sebagai meme coin. Membuat janji inovasi desentralisasi sering kali tidak sebanding dengan realisasi pendapatan atau adopsi. 

    Total kapitalisasi pasar aset crypto dengan narasi AI. Sumber: CoinMarketCap

    Dari data CoinMarketCap, kapitalisasi pasar sektor AI di crypto kini berada di level yang sama dengan awal 2024, setelah sebelumnya sempat menyentuh kapitalisasi pasar tertinggi di tahun 2025, yakni di  $69.92 miliar.

    Penurunan dari level kapitalisasi pasar tertinggi di 2025 ke level hari ini tersebut mencatatkan penurunan sebesar 71.5%, maka tak heran banyak banyak koin AI turun 50-90% dari ATH mereka di awal 2025.

    Baca juga: Trading dengan Pair IDR vs USD, Mana yang Cocok Buat Kamu?

    Harga Proyek Crypto AI yang Pernah Booming Sekarang

    Berikut daftar koin dari proyek crypto AI yang sempat populer dan viral. Untuk harga terbaru, kamu bisa kunjungi Tokocrypto.com atau download aplikasi Tokocrypto dan masukkan kode: TEMUTOKO untuk dapatkan potongan biaya trading 20% — Download di sini!

    Nama Koin Ticker Harga Saat Ini (USD) % Penurunan dari ATH 2024-2025 Keterangan
    Chainlink LINK 13.89 -55.0% (ATH $30.81, 2024) Oracle desentralisasi untuk data AI large language models (LLMs) on chain.Meskipun mengalami penurunan yang cukup signifikan, LINK masih kokoh jadi salah satu proyek AI terbaik di crypto.
    Bittensor TAO 297.72 -60.8% (ATH $757.60, Apr 2024) Jaringan blockchain desentralisasi untuk kolaborasi AI dan model machine learning peer-to-peer.Meskipun dengan penurunan lebih dari 60% TAO masih kokoh masuk 100 aset crypto terbesar.
    NEAR Protocol NEAR 1.76 -80.5% (ATH $9.00, Mar 2024) platform blockchain modular dan scalable untuk aplikasi AI native serta agen otonom.
    Render RENDER 1.61 -88.1% (ATH $13.53, Mar 2024) Jaringan rendering GPU desentralisasi untuk konten digital, serta mendukung LLM.
    Artificial Superintelligence Alliance FET 0.2389 -93.1% (ATH $3.45, Mar 2024) Sempat hype karena merger Fetch.ai, SingularityNET, dan Ocean Protocol, FET kini turun lebih dari 90% dari harga tertingginya.
    Virtuals Protocol VIRTUAL 0.8404 -83.5% (ATH $5.07, Jan 2025) Protokol infrastruktur untuk agen AI otonom.
    The Graph GRT 0.0466 -90% ($0.48, ATH 2024) Database blockchain untuk indexing dan querying data AI melalui GraphQL.
    Eliza ELIZA 0.0001917 -99.7% (ATH $0.0767, Nov 2024) Framework agen AI open-source dari ai16z untuk operasi crypto dan AI yang sempat naik tinggi karena hype AI dan Pump.Fun.
    ChainGPT CGPT $0.037179 90% (ATH $0.36, Feb 2025) Platform berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang khusus untuk mendukung ekosistem Web3, Blockchain, dan Crypto. 
    Act I : The AI Prophecy ACT $0.0212 95% (ATH $0.67 Desember 204) Meme coin yang diterbitkan oleh salah satu user Pump.Fun dengan narasi AI yang sempat hype.
    Sumber: Harga terbaru dari Tokocrypto.com

    Dari data tersebut, terlihat bahwa hampir semua koin AI mengalami penurunan lebih dari 50%, membuat crypto dengan narasi AI seperti mengalami proses gelembung yang sekarang sudah pecah.

    Bagi investor, penting untuk memahami bahwa strategi jangka panjang lebih efektif dibanding sekadar mengejar momentum. Salah satu cara yang terbukti membantu menghadapi fluktuasi harga adalah dengan menerapkan Dollar-Cost Averaging (DCA), yaitu membeli aset kripto secara rutin untuk mendapatkan harga rata-rata yang lebih stabil di tengah fluktuasi.

    Daftar dan coba fitur DCA di Tokocrypto, DI SINI!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Indonesia Blockchain Week 2024: Sukses Digelar dan Cetak Sejarah Baru

    Indonesia Blockchain Week (IBW) 2024 sukses diselenggarakan pada 19 November 2024 di The Ritz-Carlton Pacific Place Jakarta. Setelah dua tahun absen, konferensi blockchain terbesar di Indonesia ini bertujuan menjadi ajang pertemuan transformatif bagi pelaku industri, komunitas, dan pemangku kebijakan untuk memperdalam pemahaman dan kolaborasi dalam dunia blockchain di Indonesia dan Asia.

    IBW 2024 digagas melalui kolaborasi antara D3 Labs, Tokocrypto, Confiction Labs, dan Saison Capital, mencerminkan semangat inovasi teknologi blockchain di berbagai sektor. Acara ini menjadi wadah bagi profesional global yang mengembangkan solusi blockchain inovatif dan memperkuat kerja sama regional, menarik pemimpin industri, investor, pengembang, regulator, hingga komunitas blockchain dari dalam dan luar negeri.

    Mengangkat tiga fokus utama: Ekosistem blockchain, tren industri aset kripto, dan gaming, IBW 2024 memberikan ruang bagi peserta untuk mengeksplorasi topik yang relevan dengan perkembangan teknologi blockchain. Acara ini menyuguhkan sesi diskusi panel, exhibition, dan networking yang dapat memperdalam pemahaman mengenai tren terkini, inovasi, dan regulasi di sektor blockchain.

    Kolaborasi Kuatkan Ekosistem Blockchain

    Indonesia Blockchain Week 2024

    CEO D3 Labs, Chung Ying, menyatakan, “IBW 2024 adalah titik balik penting bagi ekosistem blockchain di Indonesia. Setelah absen selama dua tahun, kami dengan bangga mengumumkan kembalinya IBW dengan semangat yang baru dan komitmen untuk memajukan industri blockchain.” Menyambut peserta dari seluruh kalangan, IBW 2024 bertujuan untuk menciptakan pengalaman imersif yang memfasilitasi pembelajaran, inspirasi, dan kesempatan berjejaring bagi para penggiat blockchain.

    CEO Confiction Labs, Arief Widhiyasa, menambahkan, “Kembalinya Indonesia Blockchain Week 2024 adalah sebuah tonggak penting bagi industri blockchain di Asia Tenggara. Kami mengundang semua pemangku kepentingan untuk bergabung dalam perjalanan ini demi membangun masa depan yang lebih cerah untuk teknologi blockchain.”

    Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dengan populasi lebih dari 270 juta orang, Indonesia memiliki potensi pasar yang besar untuk teknologi blockchain. Dalam beberapa tahun terakhir, dukungan pemerintah terhadap pengembangan teknologi ini semakin kuat. Kebijakan ini memperlihatkan komitmen Indonesia terhadap transformasi digital di sektor keuangan, menjadikannya lokasi ideal untuk diskusi dan eksplorasi teknologi blockchain.

    Dengan tema “Bridging Existing Excellence with Future Innovation,” IBW 2024 berkomitmen untuk membangun kolaborasi antara potensi yang ada dengan inovasi masa depan di ekosistem blockchain.

    Dorong Pertumbuhan Industri

    Indonesia Blockchain Week 2024

    Yudhono Rawis, CEO Tokocrypto, menyatakan antusiasmenya, “Kami bersemangat untuk menghadirkan IBW 2024 dengan penyelenggaraan terbesar yang pernah ada, menawarkan pengalaman yang mendalam dan beragam bagi para peserta dari seluruh dunia.” Acara ini diharapkan dapat menjadi katalisator pertumbuhan industri blockchain di Indonesia dengan menghubungkan para pemangku kepentingan kunci, memamerkan proyek-proyek inovatif, dan mendorong adopsi teknologi blockchain secara lebih luas.

    Looi Qin En, Partner Saison Capital, juga menyampaikan antusiasmenya terhadap gelaran ini, “Indonesia Blockchain Week adalah momentum penting untuk menggarap potensi besar yang dimiliki Indonesia dalam adopsi teknologi blockchain. Dengan pasar yang besar dan semakin meningkatnya dukungan dari pemerintah, ini adalah waktu yang tepat untuk mendorong solusi inovatif dan kemitraan lintas sektoral yang dapat mendorong perkembangan industri ini,” ujarnya.

    Dalam menyukseskan IBW 2024, sejumlah tokoh kunci dari berbagai sektor turut hadir, termasuk Irene Umar (Wakil Menteri Ekonomi Kreatif), Tirta Karma Senjaya (Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi), Djoko Kurnijanto (Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi OJK), Richard Teng (CEO Binance), Budi Gandasoebrata (Sekretaris Jenderal AFTECH), Novi Maryaningsih (Deputy Director, Bank Indonesia), Roberthus Y. De Deo, SIK, SH, MM, CFE (Kasubdit 3/TPPU, Bareskrim POLRI), Walter Lee (Business Development BNB Chain Innovation) serta tokoh-tokoh lain yang memiliki pandangan yang beragam mengenai masa depan blockchain. Diskusi yang melibatkan para ahli dari berbagai latar belakang ini diharapkan dapat menghasilkan ide-ide inovatif dan solusi yang komprehensif untuk mengatasi tantangan dan peluang yang dihadapi oleh industri blockchain di Indonesia.

    IBW 2024 disponsori oleh sejumlah perusahaan dan lembaga yang berperan penting dalam mendukung perkembangan industri blockchain, termasuk Tether, XAI, Bitget Wallet, TOKI, Manta, Creo Engine, GSR, UOB Venture Management, Huawei Cloud, dan Cryptonary. Dengan dukungan ini, IBW 2024 siap memberikan dampak positif dalam mempercepat adopsi blockchain dan memperkuat kolaborasi regional serta internasional.

    IBW 2024 diharapkan menjadi pendorong utama adopsi teknologi blockchain yang lebih luas. Konferensi ini menandai tonggak baru dalam perjalanan menuju masa depan keuangan digital yang inklusif dan transparan, selaras dengan ambisi Indonesia sebagai pusat inovasi teknologi blockchain di Asia Tenggara.

    Baca juga: Tokocrypto dan OCBC Luncurkan Kartu Global Debit Spesial


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Black Swan: Peristiwa Tak Terduga yang Picu Crypto Bear Market!

    Black Swan, sebuah istilah yang sering kali membuat para investor panik. Bukan tanpa sebab, melainkan karena dalam hitungan singkat, uang yang ada di pasar bisa raib ditarik keluar dan mengakibatkan penurunan signifikan.

    Sebut saja peristiwa black swan seperti peretasan Mt. Gox, COVID-19 Crash, dan runtuhnya Terra LUNA. Semua peristiwa ini berhasil membuat pasar crypto yang diwakili oleh Bitcoin mengalami penurunan lebih dari 50% dalam waktu singkat.

    Lalu apa itu black swan? Simak penjelasannya yuk!

    Apa Itu Black Swan?

    Black Swan adalah istilah untuk menggambarkan peristiwa langka yang sebelumnya tidak terprediksi, namun memiliki dampak besar terhadap kondisi pasar secara keseluruhan.

    Dalam konteks pasar crypto, selama beberapa siklus bear market terakhir, peristiwa Black Swan selalu menjadi salah satu faktor utama yang memicu penurunan panjang dan drastis.

    Hal ini diakibatkan oleh kepanikan para investor, dan likuiditas mengering, dan harga aset mengalami koreksi ekstrem yang berujung pada berubahnya arah pasar crypto menuju bear market.

    Asal-Usul Black Swan

    Secara historis, istilah “Black Swan” berasal dari pepatah Latin kuno yang menyatakan bahwa “angsa hitam” adalah sesuatu yang mustahil, karena semua angsa yang dikenal saat itu berwarna putih. 

    Namun, pada 1697, penjelajah Belanda Willem de Vlamingh menemukan angsa hitam di Australia Barat, membalikkan asumsi tersebut.

    Istilah ini kemudian digunakan oleh Nassim Nicholas Taleb, seorang penulis, peneliti, sekaligus ahli decision theory, risk dan probability yang menggunakan metafora ini untuk menggambarkan peristiwa yang:

    • Berada di luar prediksi berdasarkan data historis, 
    • Memiliki dampak ekstrem, dan 
    • Dijelaskan secara hindsight sebagai sesuatu yang seharusnya bisa diprediksi.

    Ciri-Ciri Peristiwa Black Swan

    Ada tiga atribut kunci yang membedakan Black Swan dari peristiwa biasa:

    • Outlier dan Tak Terduga: Tidak ada bukti masa lalu yang menunjukkan kemungkinannya. Misalnya, model statistik gagal memprediksi karena events ini berada di luar sampel data yang ada.
    • Dampak Ekstrem: Bisa positif (seperti penemuan vaksin) atau negatif (seperti krisis finansial), tapi yang negatif seringkali memicu bear market terutama di pasar crypto.
    • Retrospektif yang Menipu: Setelah terjadi, orang menciptakan narasi yang membuatnya tampak bisa diprediksi, padahal sebenarnya tidak. Ini disebabkan oleh bias psikologis seperti hindsight bias.

    Contoh Black Swan yang Memicu Bear Market di Pasar Crypto

    Dari data historis, Black Swan sering kali menyebabkan bear market di pasar crypto. Berikut adalah beberapa contohnya:

    pERsentase penurunan yang diakibatkan Black Swan di pasar crypto (Bitcoin).
    1. Peretasan Mt. Gox

    Pada tahun 2014, ekosistem pasar crypto masih sangat muda dan bergantung pada satu bursa besar bernama Mt. Gox. Ketika bursa tersebut diretas, pasar merespons dengan ketakutan luar biasa karena hilangnya ratusan ribu Bitcoin yang mengakibatkan harga turun hingga -80%.

    1. COVID-19 Crash

    Crash pasar crypto akibat COVID-19 terjadi pada Maret 2020. Hal ini terjadi karena kepanikan global atas pandemi yang membuat investor berbondong-bondong menjual aset berisiko seperti saham dan crypto.

    Kejatuhan ini dipicu oleh kombinasi faktor, seperti pengumuman pandemi oleh WHO, lockdown massal di berbagai negara, serta perang harga minyak antara Rusia dan Arab Saudi yang memperburuk ketidakpastian ekonomi dunia. Membuat Bitcoin turun lebih dari 60% dalam waktu singkat.

    1. Runtuhnya Terra LUNA

    Terra Luna merupakan proyek algoritmik stablecoin yang dikembangkan oleh Terraform Labs, dengan dua token utama, yakni TerraUSD (UST) sebagai stablecoin algoritmik dan LUNA sebagai token pendukungnya.

    UST dirancang untuk selalu bernilai $1 melalui mekanisme arbitrase dengan LUNA dan ketika harga UST turun, sistem mencetak lebih banyak LUNA untuk menstabilkan nilainya, dan sebaliknya.

    Namun, pada Mei 2022, mekanisme algoritmik Terra gagal mempertahankan peg UST terhadap dolar AS dan memicu “Death Spiral” dimana algoritma Terra secara otomatis mencetak triliunan LUNA baru untuk menstabilkan UST, yang justru menyebabkan hiperinflasi masif. Akibatnya, harga LUNA jatuh dari kisaran $100 menjadi hampir $0 hanya dalam beberapa hari. Membuat pasar Bitcoin turun lebih dari 60%.

    1. Bangkrutnya FTX

    FTX merupakan salah satu exchange crypto terbesar di dunia yang menjadi pesaing Binance. Krisis ini bermula dari laporan bahwa FTX dan perusahaan afiliasinya, Alameda Research, menggunakan dana nasabah untuk menutup kerugian investasi. Ketika Binance mengumumkan akan menjual seluruh kepemilikan token FTT, kepercayaan pasar runtuh dan terjadi bank run besar-besaran. Membuat pasar crypto semakin panik di tengah penurunan akibat peristiwa Terra LUNA.

    Strategi Menghadapi Black Swan

    Peristiwa black swan memang tidak bisa diprediksi secara pasti kapan akan terjadi. Namun, kamu bisa menyiapkan strategi jika kejadian yang tidak diinginkan ini seandainya terjadi dengan beberapa cara:

    • Diversifikasi Portofolio: Jangan taruh semua telur dalam satu keranjang; campur aset seperti crypto, saham, obligasi, dan komoditas untuk mengurangi risiko.
    • Hindari Leverage: Melakukan trading dengan leverage bisa memperbesar kerugian saat bear market datang.
    • Sesuaikan Profil Risiko: Selalu pastikan investasi yang kamu lakukan sesuai dengan profil risiko yang kamu miliki.
    • Pantau Pasar: Selalu pantau pasar agar kamu tetap mendapatkan informasi terbaru, sehingga bisa melihat potensi apa yang mungkin terjadi kedepannya.
    • Gunakan Dollar Cost Averaging (DCA): Gunakan fitur DCA yang ada di Tokocrypto untuk menyebar rentang harga pembelian, sehingga saat crash terjadi rata-rata harga beli lebih murah dibanding satu pembelian langsung secara sekaligus.

    Kesimpulan

    Peristiwa black swan dalam dunia crypto adalah kejadian langka, tak terduga, dan berdampak besar yang mampu mengubah arah pasar secara drastis menuju bear market.

    Meski tidak bisa diprediksi, investor dapat meminimalisir risiko dengan strategi seperti diversifikasi portofolio, menghindari leverage berlebihan, menyesuaikan profil risiko, memantau pasar secara rutin, serta memanfaatkan fitur Dollar Cost Averaging (DCA) di Tokocrypto untuk menjaga konsistensi investasi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Gemini 3 Sekarang Bisa Langsung Gambar Teknikal Analisis, Begini Tutorialnya!

    Google kembali menghadirkan gebrakan di dunia AI  dengan merilis pembaruan besar pada Gemini 3. Salah satu kemampuan dari update ini yang belum banyak diketahui oleh para trader adalah kemampuannya menggambar grafik teknikal analisis secara otomatis hanya melalui instruksi teks (prompt).

    Kemampuan Gemini 3 dalam menganalisa chart dan menuangkannya secara otomatis dalam bentuk gambar ini dapat menjadi solusi bagi para trader, hingga investor pemula yang ingin menganalisis pergerakan harga secara visual dengan lebih praktis.

    Siap untuk belajar cara menggunakannya? Sebelum itu pastikan kamu telah menggunakan exchange kripto yang terdaftar resmi seperti Tokocrypto agar pengalaman trading kamu tetap aman ya! Dapatkan juga potongan gratis biaya trading dengan fitur beli/jual ⤵️

    Gambar Teknikal Analisis Otomatis dengan Gemini 3 Nano Banana

    Fitur terbaru Nano Banana dari Gemini memungkinkan pengguna untuk melakukan analisa teknikal secara otomatis dan menerapkannya dalam gambar yang sebelumnya diunggah.

    Kamu hanya perlu melakukan screenshot dari trading chart, lalu mengunggahnya di Gemini beserta prompt tertentu untuk mendapatkan analisa yang disajikan langsung dalam bentuk gambar.

    Berikut contoh analisa yang dihasilkan oleh Gemini:

    Gambar teknikal analisis hasil dari Gemini 3

    Analisa dari chart di atas, sepenuhnya dilakukan oleh Gemini hanya dengan perintah dalam bentuk prompt seperti ini:

    Perintah dalam bentuk prompt yang diberikan

    Meskipun hasil analisa atau gambar yang diberikan tidak sepenuhnya akurat, fitur ini akan sangat berguna baik untuk pemula yang belum familiar dengan tools teknikal, maupun trader berpengalaman yang ingin mendapatkan perspektif lain saat trading.

    Baca juga: Intip 4 Strategi AI Trading Crypto yang Bisa Dicoba!

    Cara Menggunakan Gemini 3 untuk Analisa Teknikal 

    Sama seperti prompting gambar saat menggunakan Gemini, di Gemini 3 terbaru dari Google ini kamu hanya perlu menggunakan fitur Nano Banana agar hasil analisa bisa tertuang langsung dalam bentuk gambar. Berikut tutorial lengkapnya:

    1. Masuk ke laman https://gemini.google.com
    1. Pilih “Alat” lalu klik “Buat Gambar” dengan logo pisang (Nano Banana)
    1. Selanjutnya, pastikan kamu menggunakan “Mode Penalaran dengan 3 Pro” agar chart yang kamu berikan mampu dianalisis dan dituangkan dalam bentuk gambar nantinya.
    1. Setelah itu kamu hanya perlu mengunggah gambar chart sesuai time frame yang kamu inginkan, dengan prompt yang bisa kamu gunakan di bawah ini.

    Contoh Prompt untuk Gambar Teknikal Analisis di Gemini 3

    Prompt Analisa Support & Resistance

    “Identifikasi level support dan resistance utama pada chart dengan mempertimbangkan: 

    – Area yang sering menjadi titik sentuh harga  

    – Puncak dan lembah signifikan  

    – Zona pembalikan harga yang kuat  

    Visualisasikan area tersebut dalam bentuk persegi panjang horizontal:  

    – **Support Zone** → gunakan warna hijau muda transparan, sertakan label teks “Support”. Pilih hanya beberapa area support yang paling penting agar tampilan tetap bersih.  

    – **Resistance Zone** → gunakan warna merah muda transparan, sertakan label teks “Resistance”. Fokuskan pada resistance yang paling relevan dengan kondisi harga saat ini.  

    Pastikan zona digambar menyelimuti rentang harga (bukan sekadar garis tipis), dengan tampilan tipis, semi-transparan, dan rapi sehingga chart asli tetap jelas terlihat.

    Prompt untuk Fibonacci, S&R, SND, Struktur Pasar, dan Konfluensi

    “Terapkan overlay analisis teknikal berikut secara lengkap dan presisi pada gambar tanpa mengubah elemen asli: 

    1. Fibonacci Retracement & Extension  

    2. Support & Resistance (S&R)  

    3. Supply and Demand (SND) / Order Block  

    4. Market Structure (Struktur Pasar) & Projection  

    5. Confluence (Konfluensi)  

    Pastikan semua analisis ditampilkan dengan garis semi-transparan, rapi, dan tidak menutupi candlestick/price. Jangan ada satupun analisis yang tertinggal.

    Prompt untuk Analisa Pergerakan Harga Pasar Lengkap

    Lakukan analisis pergerakan harga dan struktur pasar pada chart di dalam gambar ini, meliputi: 

    – Trend utama  

    – Swing high – swing low  

    – Area reaksi harga  

    – Impuls – koreksi  

    Setelah analisis selesai, overlay lima analisis teknikal berikut secara profesional, fungsional, dan rapi di atas gambar tanpa mengubah, menghapus, atau merusak elemen asli:  

    1. Fibonacci Retracement & Extension  

    2. Support & Resistance (S&R)  

    3. Supply and Demand (SND) / Order Block  

    4. Market Structure & Projection  

    5. Confluence  

    Gunakan garis semi-transparan, label jelas, dan penempatan presisi agar candlestick/price tetap terlihat. Pastikan semua analisis ditampilkan lengkap tanpa ada yang tertinggal.

    Prompt Analisa Area Demand dengan Pergerakan Harga

    Identifikasi dan tandai area confluence pada chart, yaitu titik di mana beberapa faktor teknikal saling bertemu. Contoh kombinasi yang dapat membentuk confluence antara lain:  

    – Level Fibonacci yang berimpit dengan zona Support/Resistance  

    – Supply/Demand (Order Block) yang berhubungan dengan struktur HH/HL/LH/LL  

    – Atau gabungan dari tiga faktor teknikal atau lebih  

    Sorot hanya area confluence yang paling relevan dengan kondisi harga saat ini (maksimal 1–3 area penting). Gunakan lingkaran, highlight, atau persegi panjang tipis sebagai penanda visual, dengan label teks “Confluence”.  

    Pastikan penanda tidak menutupi candlestick maupun teks lain pada chart. Semua tambahan visual (Fibonacci, zona, label, panah, highlight) harus dibuat semi-transparan, rapi, dan tidak terlalu tebal agar informasi utama tetap jelas.  

    Jaga konsistensi dengan menampilkan kelima analisis teknikal utama (Fibonacci, Support & Resistance, Supply & Demand / Order Block, Market Structure & Projection, serta Confluence) secara lengkap, saling melengkapi, dan tidak ada yang terlewat.

    Cara Membuat Prompt Sendiri Sesuai Kebutuhan

    Kamu juga bisa membuat prompt sendiri sesuai kebutuhan dengan memanfaatkan platform AI lain seperti ChatGPT, Grok, atau DeepSeek untuk membuat prompt.

    1. Tentukan Fokus Analisa

    • Sebutkan apa yang mau dianalisis: trend utama, swing high–low, area reaksi harga, impuls–koreksi.
    • Contoh: “Analisis pergerakan harga dan struktur pasar pada chart ini.”

    2. Daftar Analisis Teknis yang Wajib Ditampilkan

    • Tuliskan indikator/analisis secara eksplisit agar tidak ada yang tertinggal:
      1. Fibonacci Retracement & Extension
      2. Support & Resistance (S&R)
      3. Supply and Demand (SND) / Order Block
      4. Market Structure & Projection
      5. Confluence (zona pertemuan faktor teknikal)

    3. Aturan Visualisasi

    • Gunakan instruksi detail agar hasil gambar rapi:
      • Warna & Transparansi → hijau muda untuk support, merah muda untuk resistance, semi-transparan.
      • Bentuk → persegi panjang horizontal untuk zona, lingkaran/persegi panjang tipis untuk confluence.
      • Label teks → “Support”, “Resistance”, “Confluence”.
      • Layering → jangan menutupi candlestick, indikator, atau teks asli.

    4. Batasi & Prioritaskan

    • Jangan terlalu banyak area → pilih maksimal 2–3 zona support/resistance, dan 1–3 area confluence.
    • Fokus pada area yang paling relevan dengan harga saat ini.

    5. Perjelas Hasil yang Diinginkan

    Gunakan kata kerja “Overlay” atau “Timpa” → ini yang memberi tahu sistem bahwa analisis harus ditampilkan di atas gambar/chart, bukan hanya dijelaskan dengan teks.

    Penutup

    Bagi pemula, fitur ini sangat berguna untuk mempelajari dasar-dasar trading sederhana, seperti mengidentifikasi area support dan resistance, melihat pola candlestick, hingga memahami indikator populer. 

    Sementara bagi trader berpengalaman, ini bisa menjadi alat tambahan untuk mendapatkan sudut pandang baru, mempercepat validasi ide, atau menyederhanakan proses analisis visual.

    Perlu diingat, meskipun fitur teknikal analisis di Gemini 3 memberikan visualisasi yang cepat dan praktis, hasil yang ditampilkan tidak selalu 100% akurat atau presisi. Oleh karena itu, selalu lakukan verifikasi ulang sebelum mengambil keputusan investasi atau trading. Gunakan fitur ini sebagai alat bantu dan belajar, bukan satu-satunya acuan ya!

    Baca juga: Cara Analisis Sentimen Crypto untuk Pemula atau gabung Telegram Official Tokocrypto untuk diskusi analisa sinyal harian bersama trader lain.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

    Referensi: Abel Ishar (facebook), Gemini AI.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • $400 Juta Menguap! MegaETH Tersandung Kesalahan Multisig Fatal!

    MegaETH, proyek Layer-2 berbasis Ethereum, resmi mengumumkan akan mengembalikan lebih dari $400 juta dana pengguna setelah peluncuran stablecoin barunya, USDm, berakhir kacau. Keputusan pengembalian dana ini diambil setelah serangkaian kesalahan teknis, miskomunikasi internal, serta kekacauan operasional yang memicu melonjaknya setoran jauh di atas target awal.

    Bridge Gagal, Dana Melonjak Tak Terkontrol

    Dilaporkan Coinlaw, Pre-Deposit Bridge USDm awalnya dirancang mengumpulkan hingga $250 juta untuk mempersiapkan likuiditas menjelang peluncuran stablecoin tersebut. Namun rencana itu langsung tergelincir setelah terjadi:

    • Gangguan teknis pada penyedia bridge pihak ketiga yang membuat layanan tidak dapat diakses selama hampir satu jam.
    • Kesalahan SaleUUID dalam kontrak yang membuat transaksi gagal dan memaksa tim melakukan perbaikan lewat 4-of-6 multisig.
    • Pembatasan KYC oleh Sonar, yang membatasi lalu lintas dan membuat banyak pengguna tidak bisa ikut serta.

    Setelah masalah pulih, deposit membanjir dan melampaui batas dalam hitungan menit. MegaETH sempat berusaha menaikkan batas hingga $1 miliar, namun situasi justru makin kacau.

    Kesalahan Multisig Picu Pembukaan Bridge Lebih Awal

    Saat mencoba menaikkan batas deposit, tim MegaETH melakukan kesalahan fatal: konfigurasi multisig yang keliru. Alih-alih 3-of-4, transaksi justru membutuhkan empat tanda tangan penuh, membuatnya dapat dieksekusi oleh siapa saja setelah lengkap.

    Hasilnya, seseorang dari luar mengeksekusi transaksi 34 menit lebih awal, membuka kembali bridge sebelum waktunya dan membuat deposit meroket menembus $400 juta.

    Upaya MegaETH untuk membatasi deposit ke $400 juta, lalu $500 juta, hingga membatalkan rencana ke $1 miliar, tidak bisa membendung kekacauan yang terjadi. Sebagian pengguna bisa masuk cepat, sementara yang mengandalkan informasi resmi justru tertinggal.

    MegaETH Akui Kesalahan, Refund Siap Dimulai

    MegaETH akhirnya mengakui adanya “sloppy execution” dan ketidaksinkronan antara tim internal dan publik. Meski menegaskan bahwa dana pengguna tidak pernah berada dalam risiko, mereka mengakui proses ini tidak adil.

    Saat ini, kontrak pengembalian dana tengah diaudit, dan refund akan mulai diberikan setelah proses tersebut selesai. Meski tidak memberi tanggal pasti, MegaETH memastikan pengembalian akan dilakukan secepat mungkin.

    Langkah Selanjutnya: Bridge Baru, Fokus ke Frontier Mainnet

    Setelah insiden ini, MegaETH berjanji meluncurkan ulang bridge USDC ke USDm dengan pengawasan operasional yang lebih ketat sebelum memasuki fase beta Frontier mainnet.

    MegaETH tetap menekankan visinya sebagai jaringan Layer-2 berperforma tinggi dengan:

    • hingga 100.000 TPS,
    • latensi sub-milidetik,
    • biaya transaksi di bawah $0.01,
    • serta model proof-of-stake dengan sistem insentif berbasis performa.

    Fitur staking dan tata kelola DAO rencananya hadir 12–18 bulan setelah peluncuran mainnet.

    Analisis Singkat

    Pengamat industri menilai, keputusan MegaETH untuk melakukan refund penuh patut diapresiasi, meski peluncuran ini dinilai menjadi indikator bahwa tim perlu meningkatkan kesiapan operasional. Frontier mainnet menjadi kesempatan penting bagi MegaETH untuk mengembalikan kepercayaan komunitas.

    Baca juga: Lonjakan Harga MBL 53% Dorong MovieBloc Masuk Radar Investor


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Visa Mulai Pakai Stablecoin untuk Settlement Global

    Visa resmi menjadikan stablecoin sebagai bagian inti dari sistem penyelesaian transaksi internasional. Langkah besar ini diterapkan di kawasan Central and Eastern Europe, Middle East, dan Africa (CEMEA), menjadikannya salah satu implementasi blockchain paling agresif dari Visa hingga kini.

    Dilaporkan Coindoo, perusahaan menggunakan USDC sebagai alat settlement melalui kerja sama dengan perusahaan infrastruktur kripto Aquanow.

    Fokus di Balik Layar Sistem Perbankan

    Alih-alih menyasar pengguna ritel atau kartu Web3, Visa menargetkan area yang tidak terlihat oleh konsumen: mekanisme backend yang menentukan seberapa cepat uang bergerak antarbank.
    Dengan stablecoin, transaksi lintas negara bisa diselesaikan kapan saja, termasuk di luar jam kerja bank, akhir pekan, dan hari libur.

    Mengapa Visa Melakukannya Sekarang

    Bank dan penyedia pembayaran di kawasan CEMEA menuntut settlement lebih cepat, terutama untuk jalur transaksi ber-volume tinggi. Sistem lama masih bergantung pada rantai bank koresponden yang panjang.
    Melalui USDC, institusi kini bisa:

    • memindahkan dana internasional tanpa menunggu jam operasional bank
    • menekan biaya settlement terkait FX dan perantara
    • menyelesaikan transaksi langsung di blockchain, bukan jaringan lama

    Visa menegaskan langkah ini adalah modernisasi, bukan disrupsi.

    Stablecoin
    Stablecoin

    Tren Global: Stablecoin Tinggalkan Dunia Kripto

    Stablecoin semakin berkembang menjadi alat likuiditas institusional di luar ekosistem kripto.
    Deutsche Börse mengumumkan rencana integrasi stablecoin EURAU untuk layanan custody dan settlement. Sebelumnya, mereka bekerja sama dengan Circle (EURC) dan Société Générale-Forge (EURCV).
    Jika ekspansi ini meluas, stablecoin berpeluang lebih cepat masuk ke sistem keuangan arus utama dibanding CBDC.

    Langkah Visa ini juga memicu diskusi regulasi baru. Komite Basel meninjau ulang bobot risiko 1.250% untuk eksposur aset kripto, sementara Bank of England menyatakan kemungkinan Inggris akan selaras dengan regulasi stablecoin Amerika Serikat.

    Dampak Jangka Panjang

    Penerapan stablecoin di CEMEA menjadi sinyal kuat bahwa pergeseran dari infrastruktur pembayaran lama menuju settlement berbasis blockchain sedang berlangsung.

    Dampak potensialnya meliputi:

    • settlement global 24/7 untuk bank dan fintech
    • berkurangnya ketergantungan pada SWIFT
    • sistem keuangan hybrid antara fiat dan blockchain

    Visa sendiri tidak membongkar sistem lamanya. Perusahaan justru membangun infrastruktur paralel yang mampu menangani kecepatan dan reliabilitas yang tak bisa dipenuhi jaringan tradisional.

    Baca juga: ETF Jadi Penentu, Akankah Solana Oktober Ini Reli 30%?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa Itu McRib Market Indicator? Menu McDonald yang Jadi Sinyal Pasar

    Beberapa minggu terakhir, komunitas kripto ramai membahas istilah unik “McRibs Market Indicator” setelah restoran cepat saji McDonald’s mengumumkan kembalinya menu musiman mereka McRib.

    Lalu kenapa menu McRib dikaitkan dengan indikator market, bahkan digadang-gadang sebagai tanda bull market kembali? Simak lebih lengkap alasan dan penjelasannya dalam artikel ini yuk!

    Apa Itu McRibs Market Indicator?

    McRibs Market Indicator adalah sebuah guyonan yang digunakan untuk menggambarkan korelasi antara perilisan menu McRib dari McDonald’s dan kondisi pasar finansial, seperti pasar saham dan kripto yang cenderung naik ketika menu McRib tersedia.

    Indikator ini bukan alat analisis teknikal, bukan juga indikator makro, dan tidak memiliki landasan matematis, tetapi muncul sebagai observasi historis yang bersifat satir.

    Alasannya sederhana, sebab setiap McDonald’s kembali menghadirkan McRib, pasar saham dan kripto sering kali mengalami kenaikan.

    Asal-Usul McRibs Indicator

    Asal mula McRibs Market Indicator bisa ditelusuri dari analisis data oleh Nick Maggiulli, COO dari Ritholtz Wealth Management, pada 2018. Dalam artikelnya berjudul “The McRib Effect”.

    Data yang memperlihatkan korelasi kenaikan S&P saat tersedianya menu McRib. Sumber: Nick Maggiulli

    Menurut Nick Maggiulli, antara tahun 2010 hingga 2023, pasar saham Amerika (S&P 500) mencatat rata-rata imbal hasil harian sebesar 0,1% ketika McRib tersedia, dibandingkan dengan 0,04% pada hari-hari ketika menu tersebut tidak tersedia.

    Namun, Maggiulli juga menekankan bahwa ini bukan bukti kausalitas. Dalam tes statistik yang dilakukan olehnya, ia juga menjabarkan bahwa dari hasil tes tersebut menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan secara statistik perihal perbandingan imbal hasil pasar antara ketika McRib tersedia dan tidak.

    Baca juga: Berkenalan dengan 50 EMA, Indikator yang Jadi Pertanda Bull Market Bitcoin

    Reaksi Komunitas Kripto dan Rilisnya Menu McRib

    Kembalinya McRib pada November 2025 telah memicu reaksi beragam di komunitas kripto, dengan banyak yang menghubungkannya ke “McRib Indicator” sebagai sinyal potensial untuk rebound pasar.

    Chart yang beredar memperlihatkan bahwa periode ketersediaan McRib sering bertepatan dengan fase bullish di pasar kripto. Walaupun korelasi ini belum terbukti secara ilmiah sebagai penyebab langsung, beberapa orang melihatnya sebagai sinyal psikologis yang memperkuat optimisme investor, yang membuat McRib bukan sekadar sandwich musiman, melainkan simbol yang dianggap mampu memicu market sentiment positif.

    Namun, alih-alih merespon dengan serius tentunya para trader kripto juga percaya bahwa indikator ini hanyalah guyonan belaka, dan banyak yang membalasnya dengan meme.

    Respons semacam ini menunjukkan budaya khas komunitas kripto yang sering menggabungkan humor dengan analisis pasar. Meme menjadi cara mereka menyalurkan skeptisisme sekaligus menjaga semangat kolektif di tengah volatilitas harga.

    Sumber gambar: X @Krakenpro

    Banyak juga yang menempelkan gambar McRib dan logo McDonald’s yang merepresentasikan double top pattern pada chart indikator sebagai bentuk guyonan bahwa pasar akan mengalami kenaikan setelah McRib dirilis dan mengalami koreksi setealahnya.

    Tentu saja para trader sadar bahwa tidak indikator ini tidak memiliki korelasi nyata, namun humor seperti ini sangat melekat dalam komunitas trader dan crypto enthusiast.

    Apakah Indikator McRibs Bisa Dipercaya?

    Selalu ingat, bahwa correlation is not causation. Hanya karena dua hal terjadi bersamaan, bukan berarti salah satunya menjadi penyebab.

    Dalam kasus “McRib Indicator”, meskipun ada data yang menunjukkan pasar saham atau kripto cenderung naik ketika McRib kembali dirilis. Namun, itu tidak otomatis berarti McRib adalah faktor yang mendorong kenaikan tersebut.

    Pada akhirnya, McRibs Market hanyalah menjadi indikator satir atau lelucon dalam bentuk meme.

    Investor sangat disarankan untuk  fokus pada data dan menghindari noise seperti ini dalam menentukan langkah trading atau investasi.

    Jangan lupa juga, untuk trading dan investasi kripto menggunakan platform resmi seperti Tokocrypto yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan. Daftar sekarang dan dapatkan potongan biaya trading 20% dengan kode TEMUTOKO!

    Meski demikian, popularitas McRib menunjukkan bagaimana budaya pop dan keuangan bisa saling bersinggungan dan menciptakan diskusi yang menghibur.

    Baca juga: 7 Indikator Trading Chart di Aplikasi Tokocrypto dan Cara Menggunakannya


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

    Sumber:

    Nick Maggiulli.The McRib Effect

    Investopedia.Can the Return of the McRib Really Boost Stocks?

    gambar: X @HuinGuillaume



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Monad Resmi Meluncurkan Mainnet dan Airdrop Token MON

    Blockchain layer-1 terbaru, Monad, resmi meluncurkan mainnet pada awal pekan ini, menjadi salah satu rilis paling dinantikan dalam sektor infrastruktur kripto.

    Bersamaan dengan peluncuran ini, tim juga mendistribusikan airdrop MON, token native jaringan yang kini resmi beredar di pasar.

    Monad dipromosikan sebagai blockchain berkinerja tinggi yang dirancang untuk mendukung berbagai vertikal industri, mulai dari DeFi, pembayaran dan stablecoin, hingga kebutuhan institusi keuangan berfrekuensi tinggi (high-frequency finance).

    Dengan pendekatan arsitektur yang modern, Monad berupaya menjawab tantangan skalabilitas yang selama ini menjadi hambatan utama ekosistem Ethereum dan blockchain lain.

    Baca Juga: BNB Gelontorkan Airdrop Rp700 Miliar, Hidupkan Demam Meme Coin!

    Kompatibilitas EVM dan Skala Besar: Fokus Utama Monad

    Salah satu nilai jual utama Monad adalah kompatibilitas penuh dengan Ethereum Virtual Machine (EVM).

    Artinya, developer dapat memigrasikan atau membangun aplikasi dengan tool dan bahasa pemrograman yang sudah mereka kuasai—tanpa kurva belajar baru atau penulisan ulang kode.

    Tim Monad menjelaskan bahwa blockchain ini dirancang untuk menskalakan performa EVM ke tahap pertumbuhan berikutnya, dengan menggabungkan kecepatan, keamanan, dan utilitas sekaligus.

    “Pengembang tidak boleh dipaksa memilih antara kecepatan, keamanan, dan kemudahan penggunaan. Dengan Monad, kami menghadirkan ketiganya tanpa meminta mereka meninggalkan tools yang sudah mereka kenal,” ujar Keone Hon, Co-founder Monad, seperti dikutip dari Coindesk pada Selasa (25/11)

    Hon juga menambahkan bahwa peluncuran mainnet publik ini adalah langkah besar menuju adopsi blockchain yang lebih luas, baik oleh pengguna umum maupun institusi besar.

    Detail Tokenomics MON: Airdrop, Public Sale, dan Distribusi Kontroversial

    Token native jaringan, MON, memiliki suplai total 100 miliar token. Dari jumlah tersebut, 10,8% kini sudah beredar, terdiri dari dua sumber utama:

    • 7,5% dilepas melalui public sale di Coinbase Token Platform dalam sepekan terakhir dengan harga $0,025 per token.
    • 3,3% dialokasikan untuk airdrop, yang kini sudah mulai terdistribusi kepada komunitas.

    Adapun pasokan sisanya dialokasikan sebagai berikut:

    • 27% untuk tim Monad
    • 19,7% untuk investor
    • 4% untuk Labs Treasury
    • 38,5% untuk pengembangan ekosistem

    Meski skema tokenomics ini bertujuan mempercepat adopsi dan pembangunan ekosistem, sebagian anggota komunitas di platform X (Twitter) menyuarakan kekhawatiran.

    Mereka menilai bahwa alokasi 27% untuk tim dianggap lebih tinggi dibandingkan standar industri, sehingga menimbulkan perdebatan mengenai potensi sentralisasi kepemilikan.

    Namun bagi proyek seperti Monad yang menargetkan inovasi infrastruktur besar dan membangun teknologi baru dari nol, alokasi signifikan untuk tim dianggap oleh sebagian pihak sebagai sesuatu yang dapat dimaklumi.

    Airdrop Jadi Pusat Perhatian: Likuiditas Awal dan Aktivitas Pengguna Meningkat

    Airdrop MON yang menjadi bagian dari model distribusi awal memberikan likuiditas penting bagi jaringan baru.

    Dengan 3,3% token beredar sebagai airdrop, banyak pengguna baru kini memiliki akses langsung ke token MON dan siap berpartisipasi dalam aktivitas di jaringan.

    Airdrop ini juga berfungsi sebagai katalis awal yang mendorong peningkatan aktivitas on-chain, meningkatkan jumlah dompet baru, serta membuka peluang bagi pengembang untuk meluncurkan aplikasi dengan basis pengguna yang sudah terbentuk sejak hari pertama.

    Baca Juga: Altcoin-Update-5-Monad-Source-by-Theblock

    Monad Siap Masuki Persaingan Layer-1 Dengan Performa Tinggi

    Peluncuran mainnet Monad menandai masuknya pemain baru dalam persaingan layer-1 yang semakin kompetitif.

    Dengan fokus pada performansi tinggi, kompatibilitas EVM, dan tokenomics ekosistem besar, jaringan ini berpotensi menarik minat pengembang dan institusi yang mencari solusi blockchain modern.

    Meski distribusi token memicu perdebatan, momentum peluncuran mainnet dan airdrop MON memberi dorongan kuat bagi adopsi awal.

    Apabila Monad mampu menjaga konsistensi performa dan memperluas ekosistemnya, proyek ini bisa menjadi salah satu pilar penting dalam infrastruktur blockchain generasi berikutnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Era Baru Internet Saat AI Bisa Bertindak Sendiri

    Perkembangan teknologi internet terus mengalami evolusi dari generasi ke generasi. Setelah melalui fase Web1, Web2, dan Web3, kini mulai muncul konsep baru yang disebut Web4, yakni era internet yang memungkinkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) bertindak sebagai pengguna aktif di ekosistem digital.

    Research Analyst Tokocrypto dalam risetnya pada 10 Maret 2026 menjelaskan bahwa evolusi internet tidak hanya berkaitan dengan perubahan teknologi, tetapi juga transformasi dalam cara manusia berinteraksi dengan dunia digital.

    Pada tahap awal, internet dikenal melalui Web1 pada era 1990-an yang bersifat statis dan satu arah. Pada fase ini, pengguna umumnya hanya dapat membaca informasi dari situs web tanpa adanya interaksi yang signifikan.

    Memasuki era 2000-an, internet berkembang menjadi Web2 yang lebih dinamis dan interaktif. Dalam fase ini, pengguna mulai dapat membuat dan membagikan konten melalui berbagai platform digital seperti media sosial, blog, forum, dan layanan berbasis komunitas. Platform seperti Facebook, YouTube, Twitter/X, hingga Wikipedia menjadi contoh utama implementasi Web2.

    Selanjutnya, pada era 2020-an muncul konsep Web3 yang menekankan desentralisasi dan kepemilikan digital melalui teknologi blockchain. Dalam fase ini, pengguna dapat memiliki aset digital secara langsung melalui wallet kripto dan memanfaatkan teknologi seperti smart contract, decentralized finance (DeFi), non-fungible token (NFT), hingga decentralized autonomous organization (DAO).

    Apa Itu Web4?

    Konsep Web4 muncul sebagai fase lanjutan dari evolusi internet yang mengarah pada terciptanya ekosistem digital yang lebih otonom, cerdas, dan saling terhubung. Web4 menggabungkan berbagai teknologi seperti AI, machine learning, Internet of Things (IoT), serta sistem terdesentralisasi.

    Jika Web3 menitikberatkan pada kepemilikan aset digital dan desentralisasi, Web4 menambahkan dimensi baru berupa autonomous intelligence. Dalam konsep ini, AI, aplikasi, dan perangkat digital tidak hanya menerima perintah, tetapi juga mampu berinteraksi, menganalisis, dan mengambil keputusan secara lebih aktif di dalam ekosistem internet.

    Karakteristik Utama Web4

    Web4 memiliki sejumlah karakteristik utama yang membedakannya dari generasi internet sebelumnya. Salah satunya adalah kemampuan sistem digital yang lebih cerdas dan adaptif melalui integrasi AI dan machine learning, sehingga dapat memahami konteks serta kebutuhan pengguna secara lebih mendalam.

    Selain itu, Web4 juga mengarah pada sistem digital yang lebih otonom dan responsif. Dalam ekosistem ini, teknologi tidak lagi hanya menunggu perintah dari pengguna, tetapi mampu menjalankan berbagai interaksi secara mandiri.

    Karakteristik lainnya adalah konektivitas yang lebih seamless atau tanpa hambatan. Web4 menghubungkan pengguna, aplikasi, perangkat, serta berbagai layanan digital secara lebih terintegrasi, real-time, dan minim friksi.

    Baca juga: Teknologi Baru di Dunia Kripto? Zama Bikin Smart Contract Jadi Privat

    Peran Blockchain dalam Web4

    Meski Web4 membawa integrasi teknologi baru seperti AI dan IoT, blockchain diperkirakan tetap memainkan peran penting dalam ekosistem internet masa depan.

    Blockchain menghadirkan elemen desentralisasi, transparansi, keamanan, serta kepemilikan digital yang telah dibangun sejak era Web3. Ketika Web4 semakin mengintegrasikan AI dan perangkat pintar, blockchain dapat berfungsi sebagai lapisan kepercayaan untuk memastikan keamanan data, transaksi, dan interaksi digital.

    Dengan demikian, blockchain dapat membantu menjaga ekosistem internet tetap terbuka, aman, dan dapat diverifikasi, meskipun semakin kompleks dan terhubung.

    Contoh Implementasi Web4

    Dalam praktiknya, Web4 berpotensi menghadirkan berbagai layanan digital yang lebih personal dan kontekstual. AI dapat memahami preferensi pengguna dan memberikan rekomendasi yang lebih relevan secara real-time.

    Selain itu, Web4 juga membuka peluang integrasi antara internet dan perangkat pintar. Teknologi ini dapat menghubungkan aplikasi, sensor, serta perangkat IoT untuk menciptakan sistem yang lebih responsif serta mampu menjembatani aktivitas di dunia digital dan dunia fisik.

    Konsep lain yang muncul dalam Web4 adalah interaksi digital yang lebih otonom, di mana AI agents berpotensi menjalankan tugas, mengambil tindakan, dan berinteraksi dengan berbagai layanan online secara mandiri.

    Kelebihan dan Risiko Web4

    Web4 dinilai memiliki sejumlah keunggulan dibanding generasi internet sebelumnya. Teknologi ini berpotensi menciptakan pengalaman digital yang lebih cerdas dan personal melalui pemanfaatan AI dan machine learning.

    Selain itu, Web4 juga memungkinkan ekosistem digital yang lebih terhubung dan interaktif karena integrasinya dengan IoT. Jika digabungkan dengan konsep desentralisasi dan blockchain, Web4 juga berpotensi menghadirkan sistem digital yang lebih aman dan transparan.

    Namun, perkembangan tersebut juga membawa sejumlah tantangan. Kompleksitas teknologi yang semakin tinggi membuat Web4 bergantung pada berbagai sistem canggih seperti AI dan IoT.

    Risiko terkait privasi data juga meningkat karena sistem yang lebih cerdas memerlukan pemrosesan data dalam jumlah besar. Selain itu, semakin banyaknya perangkat dan sistem yang saling terhubung berpotensi memperluas risiko serangan siber.

    Proyeksi Masa Depan Web4

    Ke depan, Web4 diproyeksikan menjadi internet yang lebih cerdas, personal, dan otonom melalui integrasi teknologi AI, machine learning, dan IoT.

    Dalam fase ini, AI agents berpotensi menjadi partisipan aktif dalam ekosistem digital. Teknologi tersebut dapat menjalankan berbagai tugas secara mandiri serta berinteraksi dengan sistem dan layanan digital lainnya.

    Meski demikian, perkembangan Web4 juga memunculkan tantangan baru terkait privasi data, keamanan siber, hingga isu etika dan kontrol terhadap sistem yang semakin otomatis.

    Kesimpulan

    Web4 dipandang sebagai fase lanjutan dalam evolusi internet yang menggabungkan kecerdasan buatan, konektivitas perangkat, dan konsep desentralisasi. Jika Web3 menitikberatkan pada kepemilikan digital melalui blockchain, maka Web4 mulai mengarah pada peran AI sebagai pelaku aktif dalam ekosistem internet.

    Di tengah perkembangan tersebut, blockchain tetap dinilai relevan sebagai fondasi kepercayaan yang membantu menjaga transparansi, keamanan, serta validitas interaksi digital di masa depan.

    Baca juga: Linea: Kuda Hitam Layer-2 Ethereum Siap Geser Arbitrum dan zkSync!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com