Tag: blockchain

  • 10 Meme Lucu Kripto Terbaru dengan Konteksnya

    Dunia kripto bukan cuma tentang grafik hijau, candle merah, dan pergerakan harga yang bikin deg-degan tapi juga tentang meme. Meme dan komunitas kripto sudah menjadi dua hal yang tidak bisa dipisahkan.

    Meme selalu menjadi salah satu pelipur lara ketika sesuai yang tidak diinginkan terjadi, dan membuat kita tetap bisa menanggapi hal serius dengan santai.

    Berikut 10 meme lucu tentang kripto dengan konteksnya, semoga bisa menghibur ya!

    Solusi Fluktuasi Pasar Kripto

    Fluktuasi pasar emang  sering bikin panik dan sulit ditebak. Nah, Dollar Cost Averaging (DCA)  bisa membantu investor tetap tenang karena dengan membeli secara berkala bisa bikin harga rata-rata pembelian lebih stabil.

    Tenang, di Tokocrypto kamu bisa beli secara berkala alias cicil mulai dari Rp20.000 aja lho!

    Lika-Liku Hodl Kripto

    Siapa bilang nge-hodl Bitcoin atau kripto itu gampang? Terlihat mudah memang ketika sampai pada bull market atau saat menembus ATH, tapi dibalik itu banyak perjuangan yang harus dilalui! Mulai dari koreksi sampai FUD yang katanya BTC bakal to zero!

    Di-Hold Tumbang, Dijual Terbang

    Pasti semua investor atau trader kripto pernah ngalamin momen kayak gini… yap, apa lagi kalau kegocek pasar! Sewaktu kita hodl, biasanya pergerakan harga ya kalau nggak sideways, turun… Giliran koin yang baru dimasukin wishlist naiknya bukan main 😅

    Nyesel Gak Jual di Harga Tinggi

    Ngeliat koin yang dibeli naik tinggi emang bikin senang, tapi… Jangan lupa kalau sudah sesuai dengan price target, take profit alias jual ya! Jangan sampai nyesel dan ngelamun gara-gara harganya turun lagi… hihi 😆

    Altcoin Season 2025, Emang Ada?

    Altcoin season emang menjadi momen yang paling ditunggu di setiap bull run pasar kripto… Tapi, banyak yang ngebandingin altcoin season 2025 ini dengan alt season sebelumnya, yahh memang banyak berpendapat beda jauh si Tokonauts! 🫠

    Baca juga: 7 Indikator Trading Chart di Aplikasi Tokocrypto dan Cara Menggunakannya

    Ini Bedanya Investor Saham vs Kripto

    Volatilitas di dunia kripto memang berbeda jika dibandingkan dengan pasar saham, kalau di saham ada sistem ARA atau ARB, di pasar kripto kamu bakal lihat koin berterbangan ratusan sampai ribuan persen dalam satu hari… ini yang bikin investor kripto santai aja ketika harga koin turun banyak, soalnya kalo koinnya memang punya fundamental naik ratusan persen dalam jangka waktu pendek juga bukan tidak mungkin 🤭

    Jerome Powell Ketika Mau FOMC

    Kira-kira begini situasi ketua The FED, Jerome Powell ketika mau mengumumkan dipangkas atau tidaknya suku bunga saat FOMC.

    POV: Pertama Kali Beli Altcoin

    Beli altcoin udah kayak koleksi pin pramuka, siapa lagi kalau bukan pendatang baru… haha! Tanang kamu gak sendirian, MinKo juga pernah kok… ya namanya juga penasan 😆 Nah, kalau dalam dunia investasi sih ini namanya overdiversifikasi, pernah di posisi ini?

    Baca juga: Altcoin Terbaik Saat Bitcoin Turun: Diversifikasi Saat Pasar Lesu

    Keinget Market Bikin Gagal Fokus

    Market emang selalu punya kejutan, sampe-sampe pengen terus pantengin pasar… Kurang lebih kayak gini kalau ibaratkan 😂 Sabar fokus kerja dulu ya baru liat chart 😆

    Beli Kripto Tanpa Analisa

    Yang namanya investasi atau trading tentu harus punya rencana dan analisa yang matang… jangan sampai hanya cap-cip-cup kayak main game yang satu ini haha! 😄

    Bonus: Pusing Mikirin Pasar? Cobain Staking!

    Nggak usah pusing lagi kalau pergerakan pasar lagi boring atau turun, kan ada fitur staking yang bisa bikin kamu dapetin imbal hasil meskipun pasar lagi turun.

    Cuss cobain di aplikasi Tokocrypto sekalian masukkan kode TEMUTOKO buat dapetin diskon trading 20%!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Aave Terima Otorisasi MiCA untuk Layanan Pembayaran Fiat

    Aave Labs resmi mendapatkan persetujuan di bawah kerangka aturan Markets in Crypto-Assets (MiCA) Uni Eropa untuk mengoperasikan layanan pembayaran fiat di seluruh kawasan. Dengan izin tersebut, Aave menjadi protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi) pertama yang dapat menyediakan konversi fiat-ke-stablecoin secara langsung dalam lingkungan yang sepenuhnya diawasi regulator.

    DIlaporkan Coindoo, persetujuan ini memungkinkan Aave meluncurkan Push, layanan on-ramp yang memungkinkan pengguna di Eropa mengonversi euro ke stablecoin dan sebaliknya tanpa melalui exchange, aplikasi fintech, atau entitas kustodian. Berbeda dari platform Web2, Push tidak memegang dana pengguna dan tidak melakukan intermediasi transaksi.

    Menghilangkan Ketergantungan pada Platform Tersentralisasi

    Inovasi utama dari Push adalah hilangnya kebutuhan pihak ketiga dalam proses masuk ke ekosistem DeFi. Selama ini, bank, startup fintech, dan exchange terpusat menjadi pintu utama pengguna untuk mengakses aset kripto. Dengan Push, pintu tersebut kini dapat diakses langsung melalui protokol DeFi di bawah pengawasan otoritas keuangan.

    Jika adopsi meningkat, model ini berpotensi mengurangi ketergantungan DeFi terhadap CeFi, mengubah exchange dari layanan wajib menjadi pilihan tambahan bagi pengguna.

    Irlandia Muncul sebagai Basis Regulasi DeFi

    Untuk meluncurkan layanan tersebut, Aave mendaftarkan operasinya di Irlandia dan berada di bawah pengawasan Central Bank of Ireland. Langkah ini mengikuti pola yang sama dengan Kraken, yang sebelumnya juga memilih Irlandia sebagai yurisdiksi MiCA.

    Irlandia dinilai berkembang sebagai basis regulasi bagi bisnis DeFi yang ingin beroperasi secara patuh dan transparan di bawah aturan Uni Eropa. Ini menjadi pertama kalinya protokol peminjaman dengan likuiditas bernilai miliaran dolar memperoleh jalur regulasi resmi di kawasan tersebut.

    Lonjakan Permintaan Stablecoin Jadi Faktor Pendorong

    Kenaikan permintaan stablecoin yang telah melampaui US$300 miliar pada tahun ini menjadi konteks penting di balik langkah Aave. Karena sebagian besar likuiditas DeFi berbasis aset fiat tokenized, penyedia on-ramp memegang peran strategis dalam menentukan akses ke pasar likuiditas global.

    Aave berupaya mengisi peran tersebut dengan menyediakan jembatan langsung antara sistem perbankan dan smart contract tanpa penguasaan dana pengguna.

    Dampak Potensial bagi Ekosistem Crypto

    Pergerakan harga Aave (AAVE/USDT) pada Sabtu, 15 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Aave (AAVE/USDT) pada Sabtu, 15 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Aave saat ini mencatat puluhan miliar dolar dalam outstanding debt dan ratusan juta dolar aktivitas harian. Jika sebagian pengguna beralih dari exchange ke Push, pola masuknya modal ke DeFi dapat berubah signifikan.

    Potensi dampaknya meliputi:

    • menurunnya dominasi exchange dalam akses fiat,
    • meningkatnya ketersediaan gateway compliant untuk pengembang,
    • serta bertambahnya posisi DeFi sebagai infrastruktur finansial, bukan sekadar sektor investasi.

    Dengan persetujuan ini, Aave memasuki kategori layanan yang sebelumnya hanya dapat dijalankan oleh lembaga keuangan tradisional, menandai fase baru dalam integrasi antara DeFi dan regulasi Eropa.

    Baca juga: Ubah Peta Industri Kripto, Aave Umumkan Rencana Buyback $50 Juta!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Reli Terus Berlanjut, Harga RESOLV Naik 30% Dalam Sehari ke $0,1538

    Resolv (RESOLV) kembali mencuri perhatian pasar crypto setelah mencatat lonjakan harga hampir 30% dalam 24 jam, diperdagangkan di $0,153818 pada pembaruan terbaru.

    Kenaikan ini menandai salah satu performa harian terbaik RESOLV sepanjang kuartal akhir 2025, didukung oleh volume perdagangan tinggi dan meningkatnya minat investor pada altcoin mid-cap.

    Dengan kapitalisasi pasar mencapai $48,88 juta dan volume perdagangan 24 jam yang menembus $179,55 juta, aktivitas transaksi RESOLV melonjak jauh di atas rata-rata harian sebelumnya.

    Kenaikan minat ini menjadi sinyal kuat bahwa momentum bullish tengah berkembang di ekosistem RESOLV.

    Baca Juga: Harga Token RESOLV Naik 62%, Perluasan Utilitas Pikat Investor

    Kinerja Harga dalam Berbagai Rentang Waktu

    Data historis menunjukkan bahwa kenaikan harian RESOLV bukan sekadar pergerakan sesaat.

    Dalam rentang 7 hari terakhir, RESOLV tercatat naik 121,38%, menjadikannya salah satu aset dengan performa paling agresif di segmen altcoin.

    Rentang Waktu Perubahan Harga % Perubahan
    Hari ini +$0.035377 +29.91%
    30 Hari +$0.081972 +114.34%
    60 Hari -$0.003505 -2.23%
    90 Hari -$0.0116 -7.02%

    Melihat pola ini, RESOLV sebenarnya mengalami fase konsolidasi cukup panjang sejak dua hingga tiga bulan terakhir, sebelum akhirnya memulai reli signifikan dalam beberapa minggu terakhir.

    Mencapai Level Penting: Apakah Momentum Masih Kuat?

    Dalam satu hari terakhir, harga RESOLV bergerak di kisaran:

    • Rendah: $0.116668
    • Tinggi: $0.17307

    Dengan pergerakan volatil seperti ini, terlihat bahwa minat beli meningkat tajam tetapi juga diikuti aksi profit taking jangka pendek.

    Hal ini terlihat dari penurunan kecil dalam timeframe 1 jam terakhir, yakni -2,41%, yang menunjukkan sebagian trader mulai mengamankan keuntungan.

    Meski begitu, tren jangka pendek masih bullish, dengan harga berada jauh di atas zona support 7 hari dan menunjukkan breakout dari pola tekanan jual di bulan sebelumnya.

    Potensi Menuju Rekor Tertinggi?

    Pergerakan harga Resolv Labs (RESOLV/USDT) pada Jumat, 14 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Resolv Labs (RESOLV/USDT) pada Jumat, 14 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

    RESOLV masih jauh dari rekor tertingginya sepanjang masa di $0.410795, yang berarti terdapat potensi upside lebih dari 165% apabila reli ini berlanjut.

    Kapitalisasi pasar yang baru mencapai $48 juta juga memberikan ruang pertumbuhan besar jika minat investor terus meningkat.

    Dilihat dari sudut lain, kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya (fully diluted) berada di $153,66 juta, menandakan bahwa ekspansi token pada masa depan tidak terlalu membebani struktur harga saat ini, selama permintaan tetap kuat.

    Fundamental Pasar: Likuiditas Tinggi dan Minat Investor Meningkat

    Dengan volume mencapai $179,6 juta, RESOLV menunjukkan likuiditas yang sangat sehat untuk ukuran altcoin ranking ke-484.

    Tingkat sirkulasi saat ini berada di 317,77 juta token, atau sekitar 31,78% dari total suplai maksimum 1 miliar token.

    Volume tinggi seperti ini biasanya menandakan masuknya investor baru, peningkatan aktivitas spekulatif, atau potensi kabar positif yang mendorong ekspektasi pasar.

    Meski belum ada pengumuman besar yang dikonfirmasi secara publik, lonjakan volume sering menjadi leading indicator bagi pergerakan harga selanjutnya.

    Baca Juga: Top Kripto AI Select: GIGGLE, XNO, dan RESOLV Naik Hingga 186%

    Apakah Saatnya Masuk atau Tunggu Koreksi?

    Kenaikan 30% dalam sehari dan reli lebih dari 120% dalam seminggu menunjukkan bahwa RESOLV berada dalam fase bullish kuat.

    Namun volatilitas juga meningkat, yang berarti risiko koreksi tetap ada, terutama setelah naik signifikan dalam waktu singkat.

    Level penting yang perlu diperhatikan:

    • Support terdekat: $0.135 – $0.140
    • Resistance utama: $0.173 – $0.180
    • Target jangka menengah: $0.200 – $0.250

    Jika volume tetap tinggi dan tekanan beli berlanjut, RESOLV berpotensi melanjutkan reli menuju $0,20 dalam waktu dekat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 7 Indikator Trading Chart di Aplikasi Tokocrypto dan Cara Menggunakannya

    Trading kripto tidak hanya bisa mengandalkan sekadar insting, tapi balik setiap keputusan beli atau jual, ada analisis teknikal yang membantu trader memahami arah pasar. 

    Nah, di aplikasi Tokocrypto, kamu bisa menemukan berbagai indikator bawaan yang biasa digunakan trader profesional untuk membaca momentum, tren, dan potensi pembalikan harga lho!

    Indikator seperti MA, EMA, BOLL, VOL, MACD, KDJ, dan RSI ini bisa kamu gunakan dengan mudah di aplikasi Tokocrypto hanya dengan sekali tap! 

    Yuk pelajari satu persatu indikator trading yang tersedia di aplikasi Tokocrypto beserta cara menggunakannya!

    1. MA (Moving Average)

    Moving Average (MA) adalah indikator paling dasar dan paling sering digunakan di dunia trading. MA menghitung rata-rata pergerakan harga dalam periode tertentu, misalnya jam, hari, atau minggu.

    Di Tokocrypto, kamu dapat menggunakan indikator Moving Average dengan menekan tombol MA pada bagian bawah chart harga, lalu indikator MA akan muncul dalam bentuk beberapa garis berbeda warna yang merepresentasikan periode MA.

    Kamu dapat menggunakan indikator MA sebagai alat bantu untuk mengidentifikasi tren, seperti:

    • Jika harga berada di atas garis MA → tren cenderung naik (bullish).
    • Jika harga berada di bawah garis MA → tren cenderung turun (bearish).

    Selain untuk membantu mengidentifikasi tren, perpotongan antara MA pendek dengan MA panjang juga bisa menjadi sinyal seperti golden cross (bullish) atau death cross (bearish).

    • Golden Cross → MA jangka pendek menembus ke atas MA jangka panjang.
    • Death Cross →  MA jangka pendek menembus ke bawah MA jangka panjang.

    2. EMA (Exponential Moving Average)

    EMA (Exponential Moving Average) adalah versi lebih sensitif dari MA. Indikator ini memberikan bobot lebih besar pada harga terbaru, sehingga lebih cepat menangkap perubahan tren pasar.

    Sama seperti MA di aplikasi Tokocrypto, kamu dapat menggunakan indikator Exponential Moving Average dengan menekan tombol EMA pada bagian bawah chart harga, lalu indikator EMA akan muncul dalam bentuk beberapa garis berbeda warna yang merepresentasikan periode EMA.

    Kamu dapat menggunakan indikator EMA sebagai alat bantu untuk mengidentifikasi tren, seperti:

    • Jika harga berada di atas garis EMA → tren cenderung naik (bullish).
    • Jika harga berada di bawah garis EMA → tren cenderung turun (bearish).

    Selain untuk membantu mengidentifikasi tren, perpotongan antara EMA pendek dengan EMA panjang juga bisa menjadi sinyal seperti golden cross (bullish) atau death cross (bearish).

    • Golden Cross → EMA jangka pendek menembus ke atas MA jangka panjang.
    • Death Cross →  EMA jangka pendek menembus ke bawah MA jangka panjang.

    Pelajari lebih lengkap: Apa Itu Moving Averages?

    3. BOLL (Bollinger Bands)

    Bollinger Bands adalah indikator volatilitas yang menunjukkan sebaran harga di sekitar nilai rata-rata. Indikator Bollinger Bands terdiri dari:

    • Upper band (batas atas)
    • Lower band (batas bawah)
    • Middle band (garis tengah atau pergerakan rata-rata)

    Upper band dan lower band akan bereaksi terhadap pergerakan harga, dengan melebar saat fluktuasi tinggi (meninggalkan middle band) dan menyempit saat fluktuasi rendah (menuju middle band).

    kamu dapat menggunakan indikator Bollinger Bands dengan menekan tombol BOLL pada bagian bawah chart harga, lalu indikator Bollinger Bands akan muncul dalam bentuk seperti saluran yang mengapit harga dalam upper band, lower band, dan middle band.

    Kamu dapat menggunakan indikator Bollinger Bands untuk menginterpretasikan pergerakan harga dengan sebagai berikut:

    • Ketika harga mendekati upper band, pasar dianggap overbought (harga sudah dianggap terlalu tinggi dari rata-rata).
    • Ketika harga mendekati lower band, pasar dianggap oversold (harga masuk ke level rendah dari rata-rata).
    • Ketika band atas dan bawah yang terus menyempit, menandakan pasar sedang tenang, sementara band yang melebar menunjukkan volatilitas tinggi.

    Bollinger Bands cocok digunakan untuk trader yang mencari peluang dari pergerakan harga jangka pendek.

    Pelajari lebih lengkap: Apa Itu Bollinger Band?

    4. VOL (Volume)

    Volume adalah indikator yang menampilkan jumlah transaksi (pembelian dan penjualan) pada periode waktu tertentu.

    Untuk menampilkan indikator trading volume, kamu hanya perlu menekan tombol VOL yang ada di bawah chart harga, lalu indikator dalam bentuk batang vertikal dengan warna merah dan hijau akan muncul di bagian bawah chart harga.

    • Hijau: volume beli lebih besar dari volume jual.
    • Merah: volume jual mendominasi.

    Semakin tinggi batangnya, semakin besar volume transaksi pada periode waktu tersebut. Volume dapat membantu kamu untuk memvalidasi momen breakout atau pembalikan tren (reversal) berdasarkan minat pasar.

    Pelajari lebih lengkap: Cara Membaca Volume Trading untuk Pemula

    5. MACD (Moving Average Convergence Divergence)

    MACD adalah indikator momentum yang digunakan untuk mengukur kekuatan momentum dan tren perubahan arah harga. Di aplikasi Tokocrypto, kamu dapat menekan tombol MACD di bawah grafik harga untuk memunculkan indikator tersebut.

    MACD terdiri dari dari tiga elemen yang bergerak di sekitar garis nol:

    • Garis MACD: Membantu menentukan momentum naik atau turun (tren pasar) dengan mengurangkan dua Exponential Moving Average (EMA).
    • Garis Sinyal: Sebuah EMA dari garis MACD (biasanya EMA 9-periode). Analisis kombinasi garis sinyal dengan garis MACD dapat membantu mengidentifikasi potensi pembalikan atau titik masuk dan keluar.
    • Histogram: Representasi grafis dari Divergence dan Convergence dari garis MACD. Dalam kata lain, histogram dihitung berdasarkan perbedaan antara dua garis.

    Kamu dapat menggunakan indikator MACD untuk menginterpretasikan pergerakan harga dengan sebagai berikut:

    • MACD di atas garis nol (0) → tren cenderung naik (bullish).
    • MACD di bawah garis nol (0) → tren cenderung turun (bearish).
    • Ketika garis MACD melintasi ke atas garis sinyal → peluang beli (bullish crossover).
    • Ketika garis MACD melintasi ke bawah garis sinyal → peluang jual (bearish crossover).
    • Histogram di atas nol (hijau) → momentum naik semakin kuat.
    • Histogram di bawah nol (merah → momentum turun semakin kuat.

    MACD menjadi favorit trader menengah hingga berpengalaman karena mampu memberikan konfirmasi tren yang lebih jelas dibandingkan indikator tunggal seperti MA.

    Baca lebih lengkap: Penjelasan Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD)

    6. KDJ (Stochastic Indicator)

    KDJ merupakan pengembangan dari Stochastic Oscillator, dengan tambahan komponen garis J yang membuatnya lebih sensitif terhadap perubahan harga.

    Indikator KDJ adalah alat analisis teknikal yang digunakan untuk mengukur momentum pasar dan mengidentifikasi peluang pembalikan harga. 

    Indikator ini memiliki tiga komponen utama dalam bentuk garis: K, D, dan J.

    • K line → menunjukkan tren jangka pendek.
    • D line → rata-rata dari K line, lebih halus.
    • J line → garis tambahan yang menunjukkan deviasi K dan D, membuat sinyal lebih tajam.

    Kamu dapat memunculkan indikator KDJ di aplikasi Tokocrypto dengan menekan tombol KDJ yang ada di bawah grafik harga.

    Cara Membacanya:

    • Jika garis J > 100 maka pasar berpotensi dalam kondisi overbought (potensi turun).
    • Jika garis J < 0 maka pasar berpotensi dalam kondisi oversold (potensi naik).
    • Sinyal beli: Garis K menembus ke atas garis D terutama ketika ada di area oversold (<20)
    • Sinyal jual: Garis K menembus ke bawah garis D terutama ketika ada di area overbould (>80)

    7. RSI (Relative Strength Index)

    RSI adalah indikator momentum yang digunakan untuk mengukur kekuatan tren harga dalam periode tertentu (biasanya 14 hari).

    Saat momentum meningkat (RSI naik), ini mengindikasikan bahwa aset sedang aktif dibeli di pasar. Sebaliknya, jika momentum menurun (RSI turun), ini adalah tanda bahwa minat pedagang dalam saham atau aset tersebut sedang berkurang.

    Singkatnya, RSI bisa membantu kamu dalam mengidentifikasi kondisi jenuh beli (overbought) atau jenuh jual (oversold).

    Di aplikasi Tokocrypto kamu hanya perlu menekan tombol RSI yang ada di bagian bawah chart harga untuk memunculkan indikator RSI.

    Cara menggunakannya cukup mudah:

    • RSI >80 → aset dianggap overbought, berpotensi koreksi turun.
    • RSI <20 → aset dianggap oversold, berpotensi rebound naik.

    RSI sangat populer karena mudah dipahami dan bisa digunakan untuk mengonfirmasi sinyal dari indikator lain, seperti EMA atau MACD.

    Pelajari lebih lengkap: Mengenal Lebih Dekat Indikator Relative Strength Index (RSI)


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini

    Bagi kamu, pemula yang baru saja ingin masuk ke dunia kripto, konsep kripto, blockchain, smart contract, dan lain sebagainya, mungkin terdengar rumit dan sukar untuk dimengerti.

    Tapi… Sebenarnya jika kamu mempelajari konsepnya terlebih dahulu secara seksama, konsep aset kripto dan blockchain tidak terlalu susah lho untuk dimengerti.

    Berikut adalah beberapa konsep dasar kripto yang bisa kamu baca dan pelajari terlebih dahulu dengan bahasa yang mudah dimengerti untuk orang awam.

    Oiya, untuk memudahkan kamu dalam belajar dan memahami, kamu juga bisa langsung membeli aset kripto dengan modal serendah Rp1.600 aja lho di Tokocrypto, lebih lengkap klik di sini ya!

    Mengenal Apa itu Kripto?

    Kripto atau dalam bahasa inggris sering disebut cryptocurrency, adalah aset digital yang beroperasi menggunakan teknologi blockchain.

    Teknologi blockchain ini berfungsi sebagai buku besar terdistribusi yang mencatat setiap transaksi secara transparan, aman, dan tidak dapat diubah—sehingga menjadikan kripto aman.

    Meskipun cryptocurrency sering disebut dengan mata uang kripto, di Indonesia sendiri kripto dikategorikan sebagai komoditas, bukan mata uang dan hanya dapat diperdagangkan melalui Pedagang Fisik Aset Kripto yang sah di Indonesia, terdaftar, dan diawasi oleh OJK seperti aplikasi Tokocrypto.

    Karena sifat digitalnya, aset kripto juga dapat dikirim kepada teman dan keluarga di mana pun mereka berada.

    Apa Bedanya Kripto dengan E-money?

    Sekilas mungkin kamu akan berfikir kalau aset kripto itu mirip seperti e-money atau PayPal, dan kamu tidak salah kok! 

    Keduanya sama-sama memungkinkan kita untuk melakukan pembayaran digital tanpa uang tunai. Namun, perbedaan besarnya terdapat pada proses transaksi.

    Jika e-wallet atau PayPal masih bergantung pada lembaga terpusat seperti bank atau perusahaan penyedia layanan untuk memverifikasi dan menyetujui setiap transaksi.

    Dalam sistem aset kripto, tidak ada entitas terpusat seperti bank atau perusahaan penyedia layanan.

    Tapi… kamu, teman, dan ribuan orang lain dapat bertindak layaknya bank sendiri dengan menjalankan perangkat lunak gratis dan menjadi node dari blockchain.

    Artinya, transaksi kripto tidak membutuhkan pihak ketiga sebagai perantara, melainkan divalidasi oleh jaringan komputer global melalui mekanisme kriptografi. 

    Jadi  untuk mengirim aset kripto kamu tidak harus melakukan verifikasi data seperti memberikan data diri, email, hingga kata sandi, kamu hanya butuh dompet kripto dan internet.

    Untuk lebih lengkap mari pelajari konsep blockchain!

    Mendengar istilahnya saja pasti kamu sudah terbayang bukan, apa itu blockchain? Seperti namanya blockchain adalah blok digital yang saling terhubung (seperti rantai) dan berfungsi sebagai buku besar terdistribusi. Supaya kamu lebih terbayang, coba perhatikan ilustrasi blockchain di bawah ini:

    Singkatnya, blockchain ini jadi database sederhana yang menyimpan data setiap transaksi, tapi memiliki karakteristik penyimpanan data unik, dimana data yang disimpan dalam block (kotak) akan membentuk rangkaian database seperti rantai.

    Karakteristik dari blockchain, kurang lebih seperti ini:

    1. Pertama, blockchain hanya bisa ditambahkan data, tidak bisa dihapus atau pun diubah. Jadi kamu tidak bisa mengubah atau menghapus data sesuka hati.
    2. Kedua, setiap entri atau blok di dalam database ini terhubung secara kriptografis ke blok sebelumnya.
    3. Untuk setiap entri data baru kamu harus memberikan sidik jari digital alias hash dari entri sebelumnya. Jadi kamu ingin merubah satu blok data, maka semua blok data yang saling terhubung tersebut juga harus diubah. Itulah kenapa hacker disebut tidak mungkin meretas dan mengubah data yang ada di blockchain.

    Karena kamu tidak bisa mengubah data yang sudah masuk ke dalam rangkaian blockchain, kamu harus berhati-hati ketika melakukan entri data, seperti ketika melakukan transaksi atau mengirim ke orang lain.

    Kurang lebih seperti itulah gambaran sederhana mengenai apa itu blockchain secara singkat, untuk lebih lengkapnya kamu bisa mempelajari lebih dalam melalui beberapa artikel di bawah ini:

    Apa itu Blockchain? Penjelasan Lengkap (pengertian, sejarah, cara kerja, serta kelebihan dan kekurangan teknologi blockchain sebagai fondasi kripto)

    Apa itu Web 3.0 dan Apa Manfaatnya? (generasi internet berbasis blockchain yang memberi kendali data lebih besar pada pengguna)

    Apa Bedanya Blockchain dengan Bitcoin? (perbedaan mendasar antara blockchain sebagai teknologi dan Bitcoin sebagai aset kripto yang berjalan di atasnya)

    Apa itu Proof of Work? (mekanisme konsensus blockchain yang digunakan untuk memvalidasi transaksi dan menjaga keamanan jaringan kripto seperti Bitcoin)

    Apa itu Proof of Stake? (mekanisme konsensus blockchain yang lebih hemat energi, menggunakan sistem staking untuk memverifikasi transaksi di blockchain terbaru)

    Mengenal Koin Kripto dan Token Kripto

    Koin kripto atau token kripto? Keduanya masih sama kok, sama-sama merupakan bentuk digital dari aset yang menggunakan teknologi blockchain.

    Tenang tidak usah bingung…. koin kripto atau token kripto, keduanya adalah aset yang bisa digunakan untuk alat tukar, dan dimanfaatkan untuk berbagai transaksi dan ekosistem blockchain.

    Perbedaannya, koin kripto berjalan di atas blockchain miliknya sendiri dan berfungsi sebagai “bahan bakar” utama jaringan.Sementara itu, token kripto dibangun di atas blockchain lain untuk untuk berbagai keperluan seperti stablecoin, governance, staking, hingga akses ke aplikasi terdesentralisasi (dApps).

    Beberapa contoh koin kripto: Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), BNB, dan Solana (SOL).

    Beberapa contoh token kripto: Tether (USDT), USDC, dan Toko Token (TKO).

    Lebih lengkap, kamu bisa pelajari koin/token besar terlebih dahulu dengan klik tautan di bawah ini:

    Belajar Apa itu Bitcoin (BTC)(aset kripto pertama di dunia yang diluncurkan pada 2009, berfungsi sebagai mata uang digital terdesentralisasi dan pionir teknologi blockchain)

    Belajar Apa itu Ethereum (ETH) (mata uang kripto terbesar kedua setelah Bitcoin, sekaligus platform blockchain yang mendukung smart contract dan aplikasi terdesentralisasi / dApps)

    Belajar Apa itu Token Tether (USDT) (stablecoin populer yang nilainya dipatok 1:1 terhadap dolar AS, digunakan untuk mengurangi volatilitas di pasar kripto dan mempermudah perdagangan)

    Belajar Apa itu Binance Coin (BNB)(aset kripto asli dari ekosistem Binance, digunakan untuk biaya transaksi, diskon trading, dan berbagai layanan di ekosistem Binance)

    Apa itu Trading dan Investasi Kripto?

    Setelah mempelajari secara singkat mengenai landasan penting dalam dunia kripto, seperti apa itu kripto, blockchain, dan koin/token kripto, kini kamu sudah semakin siap untuk mulai masuk ke dunia trading dan investasi kripto! Tapi… apa sih sebenarnya trading dan investasi kripto itu?

    Trading dan investasi kripto adalah salah satu cara untuk mendapatkan keuntungan dari dunia kripto.

    Investasi kripto lebih menekankan pada strategi jangka panjang.  Investor membeli aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, atau proyek blockchain potensial lainnya, lalu menyimpannya selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

    Tujuannya adalah mendapatkan keuntungan dari pertumbuhan nilai aset seiring adopsi teknologi blockchain dan meningkatnya permintaan pasar. 

    Sedangkan Trading kripto merupakan kegiatan membeli dan menjual koin atau token dalam periode tertentu, seperti menit, jam, hingga hari untuk meraih keuntungan dari selisih harga beli dan jual yang disebabkan oleh pergerakan harga.

    Tentunya bagi trader profesional aktivitas membeli dan menjual aset kripto ini tidak hanya berdasarkan spekulasi semata. Sama seperti perdagangan saham atau forex trader biasanya mempelajari analisa teknikal dan fundamental terlebih dahulu.

    Analis teknikal digunakan untuk menganalisis harga historis, grafik, dan data pasar lainnya untuk menemukan peluang yang berpotensi menghasilkan keuntungan. Sedangkan analisa fundamental lebih ke potensi dan perkembangan aset kripto itu sendiri ke depannya.

    Kamu bisa mempelajari beberapa artikel berikut untuk memahami lebih lanjut apa itu trading kripto:

    Cara Mudah Trading Crypto untuk Pemula (panduan langkah awal memahami exchange, aset kripto populer, serta tips dasar trading) 

    Panduan Lengkap Membuat Strategi Crypto untuk Pemula (strategi praktis menyusun rencana trading untuk pemula) 

    Cara Membaca Candlestick untuk Pemula (penjelasan dasar pola candlestick, cara membaca pergerakan harga, serta mengenali sinyal bullish dan bearish untuk mendukung keputusan trading)

    Kenapa Investasi Kripto Sering Dianggap Potensial?

    Pertama, investasi kripto menawarkan peluang pertumbuhan jangka panjang yang besar karena teknologi blockchain yang mendasarinya masih dalam tahap awal.

    Kedua, dengan berinvestasi dalam kripto, kita dapat melakukan diversifikasi portofolio investasi kita sehingga mengurangi risiko.

    Terakhir, investasi kripto memberikan akses ke inovasi dan peluang di sektor keuangan digital. Teknologi blockchain telah mengubah cara bertransaksi dan melakukan pembayaran, dan hal ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi ekonomi digital di masa depan.

    Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa investasi selalu melibatkan risiko, jadi lakukan riset dan kelola risiko dengan bijak sebelum berinvestasi.

    Lebih lengkap, kamu bisa bisa belajar investasi dengan membaca artikel-artikel berikut:

    Cara Berinvestasi Bitcoin (panduan praktis memahami langkah awal cara membeli Bitcoin, dan memilih bursa exchange terpercaya untuk pemula) 

    Cara Menghasilkan Passive Income dari Aset Kripto untuk Pemula (cara mendapatkan penghasilan pasif dari kripto, mulai dari staking, lending, hingga yield farming, lengkap dengan risikonya)

    Cara Membangun Portofolio Crypto (strategi menyusun portofolio aset kripto yang sesuai profil risiko)

    Penipuan Kripto yang Sering Terjadi dan Cara Menghindarinya (jenis scam kripto yang marak, ciri-ciri umum penipuan, serta tips aman agar terhindar dari kerugian di dunia aset digital)

    Apa yang Diperlukan untuk Mulai Trading atau Investasi Kripto?

    Sama seperti ketika kita ingin membeli barang, langkah pertama yang penting adalah memilih toko yang terpercaya.

    Sebab jika kamu sembarangan dalam memilih toko, bisa saja barang yang kamu dapatkan palsu, kualitasnya buruk, atau bahkan kita tertipu.

    Hal yang sama berlaku ketika ingin mulai trading atau investasi kripto. Kita perlu memastikan “toko” tempat kamu membeli aset digital (kripto) dalam hal ini exchange kripto, sudah resmi, aman, dan diawasi regulator, dengan begitu kamu bisa fokus investasi atau trading tanpa khawatir soal keamanan.

    Contohnya untuk memulai trading atau investasi kripto, kamu bisa menggunakan Tokocrypto yang terdaftar di Bappebti (sekarang pengawasan beralih ke OJK sejak 2025), dan selalu berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga keamanan data user. 

    Tokocrypto meraih sertifikasi ISO 27017 dan ISO 27001, yang merupakan standar internasional untuk manajemen keamanan informasi. Untuk memastikan keamanan dan transparansi, Tokocrypto juga merilis Proof of Reserves (PoR) atau Bukti Cadangan dengan mengimplementasikan audit Merkle Tree dan zk-SNARKs.

    Setelah memilih exchange, kamu perlu membuat akun dan melakukan Know Your Customer (KYC). Proses ini biasanya melibatkan unggah KTP, foto diri, dan data pribadi untuk memastikan keamanan transaksi.

    Jika sudah, tak usah khawatir soal modal… Soalnya di Tokocrypto, kamu bisa deposit hanya dengan modal minimal sebesar Rp50.000 dan pembelian mulai dari Rp1.700!

    Lebih lengkap kamu bisa mengikuti tutorial cara mendaftar dan verifikasi KYC melalui video di bawah ini: 

    Kenapa Harus Kripto?

    Banyak aset selain kripto yang bisa kamu pilih, tapi kenapa sih harus kripto?

    1. Desentralisasi

    Cryptocurrency beroperasi di atas teknologi blockchain yang memungkinkan transaksi terjadi secara desentralisasi. Ini berarti tidak ada otoritas tunggal yang mengendalikan atau mengatur mata uang tersebut. Ini dapat memberikan kebebasan dan kontrol lebih besar kepada individu dalam mengelola keuangan mereka.

    1. Keamanan

    Teknologi kriptografi yang mendasari cryptocurrency memberikan tingkat keamanan yang tinggi dalam transaksi dan penyimpanan. Transaksi yang dilakukan dengan cryptocurrency sulit dipalsukan dan sering kali dapat dilakukan secara anonim atau pseudonim.

    1. Transaksi Internasional

    Cryptocurrency dapat memfasilitasi transaksi lintas batas tanpa perlu melibatkan mata uang konvensional atau perantara keuangan seperti bank. Ini dapat mempermudah perdagangan internasional dan transfer uang antar negara.

    1. Biaya Rendah

    Beberapa cryptocurrency memiliki biaya transaksi yang lebih rendah daripada metode pembayaran tradisional seperti kartu kredit atau transfer bank. Ini bisa menguntungkan dalam transaksi kecil atau transaksi yang melibatkan mata uang asing.

    1. Akses Keuangan Global

    Cryptocurrency dapat memberikan akses ke layanan keuangan bagi mereka yang tidak memiliki akses tradisional ke perbankan. Orang-orang di daerah terpencil atau negara dengan infrastruktur keuangan yang terbatas dapat memanfaatkan cryptocurrency untuk menyimpan nilai dan melakukan transaksi.

    1. Inovasi Finansial

    Teknologi blockchain yang mendasari cryptocurrency telah memicu banyak inovasi di sektor keuangan. Ini termasuk konsep seperti DeFi (Decentralized Finance) yang berupaya menggantikan layanan keuangan tradisional dengan protokol desentralisasi.

    Istilah Pada Crypto Yang Harus Kamu Ketahui

    Jadi trader atau investor kripto belum afdol rasanya kalau kamu belum paham istilah-istilah yang sering digunakan oleh komunitas kripto.

    Supaya tidak bertanya-tanya saat berdiskusi atau mengikuti berita terbaru, yuk simak beberapa istilah yang perlu kamu tau!

    1.    Blockchain : Ini adalah dasar teknologi di balik cryptocurrency. Blockchain adalah buku besar digital terdesentralisasi yang merekam semua transaksi secara kronologis dan aman.

    2.    Cryptocurrency : Mata uang digital yang menggunakan kriptografi untuk keamanan. Contoh populer termasuk Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan banyak lainnya.

    3.    Bitcoin : Cryptocurrency pertama yang diperkenalkan oleh seseorang dengan nama samaran Satoshi Nakamoto pada tahun 2009. Bitcoin merupakan salah satu aset digital paling terkenal dan berharga.

    4.    Altcoin : Istilah untuk semua cryptocurrency selain Bitcoin. Contoh altcoin termasuk Ethereum, Ripple, Litecoin, dan banyak lainnya.

    5.    Wallet (Dompet) : Tempat di mana kamu dapat menyimpan, mengirim, dan menerima cryptocurrency. Wallet dapat berupa software (software wallet) atau perangkat keras fisik (hardware wallet).

    6.    Private Key (Kunci Pribadi) : Sebuah kode rahasia yang memungkinkan akses ke cryptocurrency yang disimpan dalam wallet kamu. Ini harus dijaga dengan sangat baik, karena siapa pun yang memiliki kunci pribadi dapat mengakses aset kamu.

    7.    Public Key (Kunci Publik) : Kode yang berkaitan dengan kunci pribadi dan digunakan untuk menerima cryptocurrency dari orang lain. Ini aman untuk dibagikan kepada orang lain.

    8.    Exchange : Platform di mana kamu dapat membeli, menjual, dan menukar cryptocurrency dengan mata uang tradisional atau cryptocurrency lainnya.

    9.    Mining (Penambangan) : Proses yang digunakan untuk memvalidasi dan mencatat transaksi dalam blockchain. Orang yang melakukan penambangan disebut “miner” dan mereka dihargai dengan cryptocurrency sebagai imbalan atas upaya mereka.

    10. Fork : Ketika sebuah blockchain terbagi menjadi dua cabang yang berbeda karena perubahan dalam perangkat lunak atau aturan protokol. Fork bisa bersifat “hard” (memisahkan sepenuhnya) atau “soft” (tidak memisahkan sepenuhnya).

    11. ICO (Initial Coin Offering) : Model pendanaan di mana proyek-proyek cryptocurrency baru menjual token mereka kepada investor untuk mengumpulkan dana dalam tahap awal.

    12. Token : Asset digital yang dapat mewakili berbagai hal, termasuk hak akses, kepemilikan, atau fungsi tertentu dalam ekosistem blockchain.

    13. Smart Contract : Protokol komputer yang secara otomatis mengeksekusi, mengontrol, atau memfasilitasi pemenuhan kontrak secara otomatis ketika kondisi tertentu terpenuhi.

    14. Decentralized Finance (DeFi) : Eksperimen keuangan yang berlangsung di atas blockchain yang bertujuan menggantikan layanan keuangan tradisional dengan protokol desentralisasi.

    15. Whale : Istilah yang merujuk pada individu atau entitas yang memegang jumlah besar cryptocurrency.

    16. Market Cap (Capitalization) : Nilai total semua token suatu cryptocurrency yang beredar, dihitung dengan mengalikan harga per token dengan total pasokan token.

    17. Halving (Bitcoin Halving) : Acara yang terjadi setiap empat tahun di jaringan Bitcoin, di mana hadiah bagi para miner baru dikurangi menjadi setengahnya. Halving dapat mempengaruhi pasokan dan harga Bitcoin.

    18. Whitepaper : Dokumen teknis yang merinci konsep, tujuan, dan mekanisme di balik proyek cryptocurrency.

    19. DYOR (Do Your Own Research) : Prinsip untuk selalu melakukan riset sendiri sebelum membuat keputusan investasi atau transaksi di dunia cryptocurrency.

    20. HODL : Sebuah typo yang menjadi populer dan mengacu pada strategi “hold” (menahan) cryptocurrency daripada menjualnya, bahkan saat harga turun.

    Selain istilah-istilah di atas, masih banyak lho istilah kripto terbaru yang harus kamu tau! Supaya tidak ketinggalan, yuk gabung komunitas Tokocrypto di telegram 👉 https://t.me/TokocryptoOfficial

    Day Trader, Swing Trader, dan Scapling — Apa Bedanya?

    Sekilas trading memang terlihat sederhana, membeli di harga rendah dan menjual di harga tinggi dalam kurun waktu tertentu. Tapi, trading juga memiliki beberapa jenis lho!

    1. Day Trader : Membeli dan menjual cryptocurrency dalam satu hari. Tujuannya adalah mengambil keuntungan dari pergerakan harga jangka pendek.
    2. Swing Trader : Memegang aset untuk beberapa hari hingga beberapa minggu untuk mengambil keuntungan dari tren harga yang lebih besar.
    3. Scalper : Mengambil keuntungan dari pergerakan harga sangat kecil dengan melakukan banyak transaksi dalam waktu singkat.

    Sudah Siap Masuk ke Dunia Kripto? Jangan Lupakan 5 Hal Ini!

    Baik trading maupun investasi cryptocurrency memerlukan pengetahuan yang kuat tentang pasar kripto. Risiko yang melekat dalam kedua pendekatan tersebut membutuhkan pendekatan yang hati-hati dan rencana keuangan yang baik.

    Berikut adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:

    1.    Pendidikan : Pelajari tentang analisis teknis, analisis fundamental, dan tren pasar. Pemahaman yang kuat akan membantu kamu membuat keputusan yang lebih cerdas.

    2.    Rencana Keuangan : Tentukan berapa banyak uang yang siap kamu investasikan atau risiko untuk trading. Jangan menginvestasikan lebih dari yang kamu mampu untuk kehilangan.

    3.    Diversifikasi : Jangan menginvestasikan semua dana kamu dalam satu aset. Diversifikasi portofolio dapat membantu mengurangi risiko.

    4.    Emosi dan Psikologi : Pasar kripto dapat sangat emosional. Penting untuk tetap tenang dan berpegang pada rencana kamu, terlepas dari fluktuasi harga.

    5.    Risiko dan Reward : Pahami risiko yang terkait dengan trading dan investasi. Setiap keputusan harus mempertimbangkan potensi imbalan dan risiko.

    Penutup

    Terdapat juga kerugian dan tantangan terkait dengan cryptocurrency, seperti volatilitas harga yang tinggi, potensi penyalahgunaan untuk aktivitas ilegal, dan kekhawatiran terkait regulasi dan perlindungan konsumen. Setiap individu harus memahami dengan baik apa yang mereka lakukan ketika terlibat dalam transaksi atau investasi dalam cryptocurrency.

    Agar membantu kamu terhindar dari kerugian, wajib hukumnya untuk mencari sumber informasi yang dapat diandalkan dan terus mendalami pengetahuan kamu tentang cryptocurrency seiring dengan perkembangan teknologi dan tren di industri ini.

    Tetaplah berhati-hati dan selalu lakukan riset kamu sendiri sebelum membuat keputusan trading atau investasi. Jika kamu tidak yakin, pertimbangkan untuk mencari saran dari profesional keuangan atau konsultan yang berpengalaman dalam pasar kripto.

    Baca berita terkini tentang aset kripto dan tren terbaru di Tokonews. kamu bisa mendaftar di aplikasi Tokocrypto atau follow sosial media Tokocrypto untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Layer 1 Crypto Meledak! Decred & Monero Pimpin Lonjakan Fantastis

    Pasar kripto kembali memanas! Token-token Layer 1, tulang punggung dari berbagai jaringan blockchain, tengah menunjukkan performa luar biasa. Beberapa koin bahkan mencatat lonjakan harga lebih dari 90% hanya dalam sepekan terakhir.

    Simak siapa saja yang jadi bintang di panggung Layer 1 hari ini, dikutip CoinMarketCap.

    1. Decred (DCR): Sang Penggerak Utama dengan Lonjakan 96%

    Ilustrasi aset kripto Decred (DCR).
    Ilustrasi aset kripto Decred (DCR).

    Decred memimpin daftar dengan performa luar biasa. Dalam tujuh hari terakhir, harga DCR naik 96,10%, menjadikannya salah satu token dengan kinerja terbaik di pasar Layer 1 saat ini.

    • Harga: $36.50
    • Kenaikan 24 jam: +50.84%
    • Market Cap: $624.79 juta
    • Volume harian: $75.47 juta

    Dengan sistem hybrid proof-of-work dan proof-of-stake, Decred menunjukkan bahwa model tata kelola komunitas masih sangat diminati investor kripto.

    2. Kava (KAVA): Comeback yang Tak Terduga

    Setelah sempat redup, Kava bangkit dengan kenaikan 30.71% dalam 24 jam dan total 22.12% dalam seminggu.

    • Harga: $0.1655
    • Market Cap: $179.23 juta
    • Volume harian: $153.39 juta

    Integrasi Kava dengan ekosistem Cosmos dan dukungan DeFi yang kuat tampaknya menjadi katalis besar bagi kebangkitan harga token ini.

    3. Nano (XNO): Si Cepat yang Mulai Diperhatikan Lagi

    Nano (XNO)
    Nano (XNO)

    Nano, yang dikenal karena transaksi tanpa biaya dan kecepatan super cepat, mulai menarik perhatian lagi dengan lonjakan 64.45% dalam seminggu.

    • Harga: $1.09
    • Kenaikan 24 jam: +20.76%
    • Market Cap: $145.62 juta

    Apakah ini sinyal kebangkitan teknologi ramah lingkungan berbasis blockchain yang sempat tenggelam?

    Baca juga: Top Layer 1 Tokens Hari Ini: SOL dan TRX Melesat, BTC Tembus $110K!

    4. Monero (XMR): Raja Privasi Tak Tergoyahkan

    Token privasi legendaris ini tetap menjadi favorit investor yang mendambakan anonimitas transaksi. Dalam seminggu terakhir, Monero naik 22.72%, angka yang solid untuk token besar dengan kapitalisasi pasar mencapai $8 miliar.

    • Harga: $434.51
    • Volume harian: $363 juta

    Monero membuktikan bahwa di tengah regulasi yang makin ketat, privasi tetap menjadi aset paling berharga di dunia kripto.

    5. Kite (KITE): Pendatang Baru yang Mulai Terbang

    Kite

    Dengan kenaikan 18.26% dalam 24 jam, KITE mulai menarik perhatian trader ritel.

    • Harga: $0.08424
    • Market Cap: $151.64 juta
    • Volume harian: $187.49 juta

    Meski belum sebesar proyek Layer 1 lain, volume perdagangan yang tinggi menunjukkan bahwa minat pasar terhadap KITE meningkat pesat.

    Momentum Layer 1 Kembali Menggila

    Lonjakan besar-besaran di sektor Layer 1 menunjukkan kembalinya kepercayaan investor terhadap proyek-proyek inti blockchain. Dari Decred yang melonjak hingga Monero yang tetap kokoh, pasar tampaknya mulai bergerak menuju fundamental yang kuat.

    Apakah ini awal dari bull run baru untuk Layer 1? Para analis memperkirakan bahwa jika tren ini berlanjut, token-token utama bisa mencetak rekor harga tertinggi baru dalam waktu dekat.

    Baca juga: Proyek Solana Teratas 2025: Token Ekosistem yang Patut Diperhatikan


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Polymarket dan Kalshi Resmi Masuk ke Google Search

    Siap-siap era baru pencarian finansial. Google kini tak hanya menjawab pertanyaan dengan tautan dan grafik, mulai November 2025, raksasa teknologi itu secara resmi menampilkan data pasar prediksi real-time dari Polymarket dan Kalshi langsung di hasil pencarian.

    Dilaporkan Coinspeaker, langkah ini menjadikan Google sebagai pintu utama menuju dunia “crowd-sourced finance”, di mana miliaran pengguna bisa melihat prediksi masa depan ekonomi, politik, hingga kripto—tanpa harus membuka situs lain.

    Dari “Search” ke “Forecast”: Google Finance Kini Bisa Meramal Masa Depan

    Dalam rilis pers pada 5 November 2025, Google mengumumkan bahwa Google Finance versi terbaru kini dilengkapi dengan:

    • Data pasar prediksi real-time dari Polymarket dan Kalshi
    • Deep Search untuk analisis mendalam berbasis AI
    • AI-powered technical analysis tools
    • Pelacakan kinerja perusahaan yang lebih interaktif

    Kini, jika pengguna mengetik pertanyaan seperti “Berapa pertumbuhan PDB 2025?” atau “Apakah suku bunga akan naik tahun depan?”, Google akan menampilkan kemungkinan hasil berdasarkan data dari pasar prediksi—bukan sekadar opini analis.

    Dengan kata lain, Google baru saja menggabungkan kecerdasan kolektif jutaan trader dengan kecerdasan buatan paling kuat di dunia.

    8,5 Miliar Pencarian per Hari = Exposure Masif untuk Pasar Prediksi

    Menurut laporan Desember 2024, Google menangani lebih dari 8,5 miliar pencarian per hari. Artinya, integrasi ini bisa menjadi momen paling signifikan dalam sejarah pasar prediksi: membuka akses ke data keuangan berbasis kerumunan (crowd data) untuk seluruh dunia.

    Langkah ini juga memperkuat posisi Google di ranah AI-driven finance, menghadirkan wawasan real-time yang sebelumnya hanya bisa diakses oleh trader profesional.

    Polymarket Pecahkan Rekor: 477.850 Pengguna Aktif, Valuasi 9 Miliar Dolar

    Polymarkets records all time high 477,850 active users in October 2025 | Source: TheBlock.
    Polymarkets records all time high 477,850 active users in October 2025 | Source: TheBlock.

    Popularitas Polymarket melonjak tajam sepanjang 2025. Menurut data The Block, pada Oktober 2025, Polymarket mencatat:

    • 477.850 pengguna aktif bulanan (rekor tertinggi sepanjang masa)
    • 38.270 pasar baru dibuat
    • Lonjakan spekulasi besar di aset seperti Bitcoin (124.500 dolar) dan emas (4.200 dolar)

    Minat institusional pun meningkat drastis. Intercontinental Exchange (ICE)—induk dari New York Stock Exchange—baru saja berinvestasi di Polymarket, memberi valuasi sekitar 9 miliar dolar.

    Sementara rival utamanya, Kalshi, juga tak mau kalah: mereka mengantongi pendanaan 300 juta dolar dengan valuasi 5 miliar dolar, menunjukkan hausnya investor terhadap pasar prediksi yang teregulasi.

    Langkah Strategis: Polymarket Masuk Pasar AS Secara Resmi

    Menjelang pengumuman kerja sama dengan Google, Polymarket memperkuat pijakannya di Amerika Serikat.

    Pada September 2025, platform ini mengakuisisi QCEX, bursa derivatif berlisensi CFTC, senilai 112 juta dolar. Langkah tersebut menjamin kepatuhan regulasi AS—membuka jalan bagi ekspansi masif ke pasar institusional.

    Masa Depan: Ramalan Kolektif Bertemu AI

    Integrasi Google dengan Polymarket dan Kalshi bukan sekadar fitur baru—ini bisa menjadi revolusi cara dunia memahami masa depan ekonomi.

    Dengan jutaan pengguna yang bertaruh pada hasil nyata dan AI yang mampu mengurai tren pasar global, ramalan keuangan kini menjadi lebih transparan, terukur, dan mudah diakses.

    Dari “Apakah Trump akan menang lagi?” hingga “Kapan Bitcoin tembus 150.000 dolar?”, jawabannya kini tinggal satu pencarian di Google.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • The FED Umumkan Quantitative Tightening (QT) Berakhir Desember, Apa Artinya bagi Pasar Kripto?

    Bersamaan dengan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%–4%, The Federal Reserve (FED) resmi mengumumkan bahwa program Quantitative Tightening (QT) akan berakhir pada 1 Desember 2025.

    QT sering dianggap sebagai sinyal bullish oleh para investor, karena karena tekanan pengetatan berkurang, sehingga modal bisa kembali mengalir ke aset berisiko.

    Tapi apa itu Quantitative Tightening (QT) dan apa aartinya bagi pasar kripto? Apakah ini jadi pertanda bullish? Simak uraiannya di bawah ini.

    Apa Itu Quantitative Tightening (QT)?

    QT adalah kebijakan moneter di mana bank sentral Amerika (FED) mengurangi ukuran neracanya dengan tidak membeli kembali aset yang jatuh tempo, seperti Treasury dan Mortgage-Backed Securities (MBS). Ini bertujuan untuk mengendalikan inflasi dengan mengurangi uang beredar di pasar. 

    Sejak dimulai pada 2022, QT telah mengurangi neraca FED dari puncak $9 triliun menjadi sekitar $6.6 triliun saat ini, yang berarti sekitar $1 triliun likuiditas telah ditarik dari sistem keuangan.

    Selain QT ada juga QE atau Quantitative Easing, QE adalah kebijakan lawan dari QT di mana bank sentral memperluas neracanya dengan membeli aset seperti Treasury dan Mortgage-Backed Securities (MBS) dari pasar.

    Tujuan utamanya adalah untuk menyuntikkan likuiditas ke dalam sistem keuangan, menekan suku bunga jangka panjang, dan merangsang aktivitas ekonomi.

    Baca juga: Siapa Itu Jerome Powell dan Kenapa Pidatonya Selalu Ditunggu?

    The FED Umumkan Quantitative Tightening (QT) Berakhir Desember

    Statement resmi FOMC dari laman The FED.

    Pada tanggal 29 Oktober 2025 kemarin, The FED baru saja mengumumkan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3.75%-4% dalam sabda FOMC.

    Dalam FOMC tersebut The FED juga mengumumkan bahwa pengurangan holding Treasury akan dihentikan mulai 1 Desember. Hal ini menjadi pertanda bahwa Quantitative Tightening (QT) yang telah berjalan dari Juni 2022 akibat tingginya angka inflasi  pasca-pandemi, akan berakhir di Desember mendatang.

    Dikutip dari Reuters, ketua FED Jerome Powell menekankan bahwa langkah diambil untuk menjaga likuiditas yang cukup guna mengendalikan suku bunga, di tengah tanda-tanda ketatnya pasar uang seperti kenaikan suku bunga jangka pendek dan penggunaan fasilitas repo FED.

    Powell juga menyatakan bahwa FED mungkin perlu menambah holding sebesar $20 miliar per bulan untuk menyesuaikan dengan pertumbuhan ekonomi.

    Korelasi Quantitative Tightening (QT) dengan Pasar Kripto

    Penghentian Quantitative Tightening (QT) sering dilihat sebagai sinyal bullish untuk aset kripto, karena The Fed mulai berhenti menarik likuiditas dari pasar sehingga kondisi finansial terasa lebih longgar.

    Berdasarkan data historis, penghentian Quantitative Tightening (QT) oleh The Fed tidak serta-merta menjadi katalis positif bagi pasar kripto.

    Misalnya, ketika QT berakhir pada Oktober 2019, alih-alih mengalami lonjakan harga, aset kripto justru terkoreksi cukup dalam dengan penurunan sekitar -42% yang menunjukkan bahwa sekadar berakhirnya kebijakan pengetatan likuiditas belum cukup untuk memicu arus modal masuk ke aset berisiko seperti kripto.

    Grafik harga total kapitalisasi pasar kripto setelah QT berakhir dan mulainya QE. Sumber: X @TedPillows

    Reli besar baru terjadi setelah Maret 2020, ketika The Fed kembali meluncurkan Quantitative Easing (QE) sebagai respons terhadap pandemi yang membuat likuiditas membanjiri pasar.

    Baca juga: Apa Itu FOMC Calendar? Panduan Investor Memahami Jadwal dan Pernyataan FOMC

    Siklus halving dan taking profit Bitcoin.

    Di Tengah siklus Halving Bitcoin yang tengah menuju masa akhir, QT seakan menjadi harapan para investor kripto untuk membuat sebuah keajaiban dimana siklus 4 tahunan ini bisa dipatahkan.

    Percakapan di sosial media, khususnya X ramai membahas tentang efek QT terhadap aset kripto dan menunjukkan spektrum opini yang beragam.

    Ada yang skeptis, menilai bahwa sekadar berhentinya QT tidak cukup kuat untuk mendorong reli besar tanpa adanya stimulus nyata seperti QE.

    Sebagian lain justru bullish, percaya bahwa berkurangnya tekanan likuiditas global akan membuka jalan bagi aliran dana baru ke aset berisiko, termasuk kripto. 

    Sementara itu, kubu bearish mengingatkan bahwa euforia semacam ini sering dimanfaatkan oleh pelaku besar (whales) untuk melakukan distribusi, sehingga potensi koreksi tetap terbuka.

    Periode QT dan QE disandingkan dengan dominasi Bitcoin (BTC.D). Sumber X @Brett_ETH

    Altcoin di sisi lain, jika dilihat dari data historis sebelumnya, dominasi Bitcoin (BTC.D) cenderung turun di tengah berakhirnya QT dan mulainya QE. Menandakan bahwa altcoin menerima rotasi likuiditas dari Bitcoin dan guyuran likuiditas baru yang masuk ke pasar. Tapi, data historis tentu tidak bisa dijadikan patokan pasti.

    Dengan demikian, efek QT terhadap pasar kripto masih sarat ketidakpastian karena, QT ≠ QE. Sebab jika QE berarti injeksi likuiditas baru yang langsung mendorong arus modal masuk ke aset berisiko, maka penghentian QT hanya sebatas menghentikan pengetatan—tidak serta-merta menambah suplai uang segar ke pasar.

    Inilah sebabnya, meskipun sebagian investor berharap akhir QT bisa menjadi katalis bullish, dihentikannya QT seperti pada periode sebelumnya membawa  respons pasar yang beragam, bahkan negatif dalam jangka pendek.

    Oleh karena itu, investor kripto perlu lebih cermat membaca dinamika makro global, termasuk arah kebijakan The Fed, kondisi likuiditas, dan sentimen pasar, sebelum mengambil keputusan investasi.

    Melihat peluang dan tertarik untuk melakukan investasi kripto di tengah QT yang akan segera berakhir? Download Tokocrypto untuk jelajahi ratusan aset kripto langsung dari IDR dengan biaya trading lebih murah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

    Sumber:

    Reuters: Fed winding down balance sheet contraction amid tightening money markets. Diakses 30 Oktober 2025

    Cmegroup: How the Fed Uses Quantitative Tightening to Address Inflation. Diakses 30 Oktober 2025

    Investopedia: Understanding Quantitative Tightening: How the Fed Reduces Market Liquidity. Diakses 30 Oktober 2025





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga JELLYJELLY Naik 43%, Pilihan Investor Jangka Pendek

    Harga Jelly-My-Jelly (JELLYJELLY) pada hari ini, 30 Oktober 2025, tercatat di $ 0,11845 per token, menurut platform Tokocrypto.

    Angka ini menunjukkan kenaikan harian sebesar +43,77%, menjadikannya salah satu altcoin dengan performa terbaik di pasar crypto minggu ini.

    Kapitalisasi pasar JELLYJELLY kini mencapai sekitar $118,63 juta, dengan volume perdagangan 24 jam sebesar $27,06 juta.

    Tingginya volume ini menandakan minat besar dari pelaku pasar terhadap proyek Jelly-My-Jelly, baik dari investor ritel maupun komunitas trader yang melihat potensi jangka pendek token ini.

    Dalam 24 jam terakhir, harga bergerak antara $0,08328 (terendah) hingga $0,11863 (tertinggi), menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi namun tetap dalam tren naik kuat.

    Pergerakan harga Jelly-My-Jelly (JELLY/USDT) pada Kamis, 30 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Jelly-My-Jelly (JELLY/USDT) pada Kamis, 30 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca Juga: Melonjak Nyaris 100%, Jelly-My-Jelly Bikin Altcoin Lain Terpukau

    Riwayat Kinerja yang Mengesankan

    Jika melihat data historis, JELLYJELLY telah mencetak performa luar biasa dalam beberapa periode terakhir:

    Periode Perubahan Harga Persentase
    Hari ini +US$ 0.0361 +43.77%
    30 hari +US$ 0.0695 +141.74%
    60 hari +US$ 0.1019 +612.43%
    90 hari +US$ 0.0968 +443.11%

    Hanya dalam dua bulan, harga token ini melonjak lebih dari 600%, mencerminkan antusiasme pasar terhadap proyek Jelly-My-Jelly.

    Rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) JELLYJELLY tercatat di $0,234802, dan dengan harga saat ini, altcoin ini masih memiliki ruang kenaikan sekitar +98% sebelum menyentuh kembali puncak tersebut.

    Apa Itu Jelly-My-Jelly (JELLYJELLY)?

    Jelly-My-Jelly adalah proyek crypto yang relatif baru namun tengah mendapatkan perhatian luas karena pendekatannya yang inovatif di sektor DeFi dan gamifikasi komunitas.

    Token ini digunakan dalam ekosistem sosial-reward dan staking, di mana pengguna bisa mendapatkan insentif dengan berpartisipasi dalam aktivitas ekosistem.

    Dengan sirkulasi token sebesar 1 miliar JELLYJELLY, dan belum ada batas total pasokan yang diumumkan secara resmi, proyek ini memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan supply-demand untuk menjaga stabilitas harga di masa depan.

    Analisis Pasar & Tren Investor

    Lonjakan harga harian lebih dari 43% sering kali menandakan adanya akumulasi besar-besaran oleh investor atau institusi tertentu, atau bisa juga dampak dari berita positif mengenai pengembangan proyek.

    Beberapa faktor yang kemungkinan mendukung reli harga ini antara lain:

    1. Peningkatan volume perdagangan di bursa menengah, menunjukkan listing baru atau promosi proyek.
    2. Sentimen positif komunitas, terutama di media sosial seperti X (Twitter) dan Telegram, yang memicu efek FOMO (Fear of Missing Out).
    3. Tren altcoin season, di mana banyak investor beralih dari Bitcoin ke token kecil yang memiliki potensi return lebih tinggi.

    Meski demikian, volatilitas ekstrem dalam 24 jam terakhir juga menjadi pengingat bagi investor bahwa kenaikan cepat seperti ini berisiko tinggi untuk koreksi jangka pendek.

    Outlook & Prediksi Harga JELLYJELLY

    Jika tren bullish ini berlanjut, resistance utama berada di kisaran $0,12–0,13, sementara support terdekat berada di sekitar $0,085.

    Apabila token mampu menembus level US$ 0,13 dengan volume kuat, maka peluang menuju target $0,15–0,18 cukup besar.

    Sebaliknya, bila tekanan jual meningkat, kemungkinan koreksi wajar menuju area $0,09 dapat terjadi sebelum melanjutkan tren naik berikutnya.

    Secara teknikal, RSI (Relative Strength Index) JELLYJELLY diperkirakan sudah mendekati zona overbought, menandakan potensi pullback jangka pendek namun belum mengubah arah tren menengah yang masih bullish.

    Baca Juga: Token JELLYJELLY Melejit Gila-gilaan, Investor Senyum Lebar

    Dengan kenaikan harga lebih dari 43% dalam 24 jam, Jelly-My-Jelly (JELLYJELLY) menjadi salah satu aset crypto paling menonjol di pasar altcoin minggu ini.

    Kapitalisasi pasar yang mencapai $ 118 juta, volume aktif, serta pertumbuhan harga hingga 600% dalam dua bulan menunjukkan momentum kuat yang tengah dibangun oleh komunitas dan investor proyek ini.

    Namun, investor tetap disarankan untuk melakukan analisis lanjutan dan manajemen risiko yang matang sebelum mengambil posisi, mengingat pergerakan harga yang sangat cepat dalam jangka pendek.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • DeepSeek Buat Porto Naik 2x di Alpha Arena, Trader Manual Tumbang di Hadapan AI?!

    Dunia kecerdasan buatan (AI) kini memasuki babak baru, dan bukan lagi sekadar menguji model lewat soal-soal statis atau benchmark akademis, tapi langsung mencobanya secara langsung ke medan paling dinamis alias dunia investasi dan trading— salah satunya pasar kripto. 

    Inilah yang sedang dilakukan oleh Alpha Arena, sebuah eksperimen unik dari nof1.ai. Alpha Arena menghadirkan sejumlah model AI besar seperti DeepSeek V3.1, Grok 4, GPT‑5, Gemini dan model AI lainnya, untuk berlomba di trading pasar kripto dengan sepenuhnya otomatis tanpa bantuan manusia.

    Yang mengejutkan, hanya dalam 11 hari, DeepSeek berhasil memperoleh profit sebesar 98%! Angka ini terpaut jauh jika dibandingkan dengan dua model AI populer seperti ChatGPT dan Gemini yang justru malah mendulang loss lebih dari 50%.

    Baca juga: Bisakah AI Trading Crypto Dimulai dengan Modal Kecil?

    Apa Itu Alpha Arena?

    Alpha Arena adalah sebuah benchmark yang dirancang untuk mengukur kemampuan AI dalam berinvestasi dan trading dalam skenario nyata. Dalam benchmark ini, setiap model AI diberi modal awal sebesar $10.000 untuk diperdagangkan di pasar kripto perpetuals melalui platform Hyperliquid.

    Tujuannya tidak lain untuk melihat model AI mana yang paling baik untuk digunakan trading. Benchmark ini sepenuhnya dilakukan otomatis, AI akan menentukan mulai dari porsi masuk maupun keluar pasar secara mandiri, tanpa campur tangan manusia.

    DeepSeek Unggul Jauh Dibanding Gemini, ChatGPT, dan Grok

    Klasemen terbaru dari Alpha Arena (29/10). Sumber: nof1.ai

    Hasil sementara di Alpha Arena menunjukkan jurang performa yang sangat lebar antar model. DeepSeek Chat V3.1 tampil sebagai bintang utama dengan nilai akun mencapai $19,812.88, atau naik hampir +98.13% dari modal awal. Angka ini menjadi bukti bahwa DeepSeek mampu membaca dinamika pasar kripto dengan presisi dibanding dengan AI pesaing lainnya, mulai dari timing entry/exit hingga manajemen risiko.

    Di posisi kedua, Qwen 3 Max juga menunjukkan performa solid dengan total profit $15,800 atau naik +58%. Meski tidak se-agresif DeepSeek, hasil ini tetap menandakan kemampuan adaptasi yang baik terhadap volatilitas pasar.

    Hal kontras terlihat pada pada GPT-5, model AI yang paling populer digunakan, justru terperosok hingga $3.690 atau minus 63%. 

    Jika dibandingkan dengan model lain seperti Gemini 2.5 Pro (-67%) maupun Grok 4 (-4%), dominasi DeepSeek semakin kentara. Sementara para pesaing masih berjuang mengembalikan modal awal, DeepSeek sudah melesat jauh meninggalkan mereka.

    Baca juga: AI Trading vs Manual Trading: Mana yang Lebih Efisien?

    DeepSeek Buat Uang Jadi 2x Hanya dalam 11 Hari

    Grafik portofolio DeekSeek yang hampir mencatat kenaikan 2x di Alpha Arena (29/10). Sumber: nof1.ai

    Dengan keuntungan yang hampir menyentuh 2x lipat, ternyata benchmark ini baru berjalan dari 18 Oktober hingga 29 Oktober, alias hanya baru berjalan selama 11 hari.

    Dalam kurun waktu sebelas hari saja, DeepSeek berhasil menorehkan kinerja yang mungkin bagi seorang trader manual membutuhkan berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, untuk mencapainya.

    Jika AI bisa menghasilkan performa secepat ini, mungkinkah era trader manual di pasar keuangan akan segera berakhir?

    Baca juga: Bagaimana Volatilitas Crypto Mempengaruhi Performa AI Trading?

    Dimana Bisa Pantau Leaderboard Alpha Arena Terbaru?

    Kamu bisa memantau leaderboard Alpha Arena langsung di situs resmi https://nof1.ai/.

    Setiap perubahan nilai akun, persentase keuntungan atau kerugian, hingga detail strategi yang dijalankan akan otomatis diperbarui. Dengan begitu kamu bisa mengikuti jalannya kompetisi layaknya menonton klasemen liga olahraga, hanya saja kali ini para “pemainnya” adalah model-model AI yang berhadapan langsung dengan pasar kripto.

    Selain bisa pantau leaderboard Alpha Arena, kamu juga bisa langsung praktik trading di Tokocrypto. Kamu bisa coba trading dengan IDR pairs yang biaya perdagangannya lebih murah, agar aktivitas trding kamu lebih efisien. Klik di sini untuk jelajahi ratusan aset kripto dalam IDR!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com