Tag: blockchain

  • Kapitalisasi Tokenized US Treasurys Naik Lebih dari $1 Miliar, Ada Apa?

    Pasar tokenized US Treasurys mencatat lonjakan signifikan sejak awal 2026. Kapitalisasi pasar instrumen surat utang pemerintah AS yang ditokenisasi naik dari sekitar $8,9 miliar pada 1 Januari menjadi lebih dari $10,8 miliar, atau bertambah lebih dari $1 miliar dalam waktu kurang dari dua bulan, berdasarkan data RWA.xyz.

    Tokenized US Treasurys merupakan surat utang pemerintah AS yang diterbitkan sebagai aset dunia nyata (real-world assets/RWA) dan direpresentasikan dalam bentuk token di blockchain. Instrumen ini memungkinkan investor mengakses eksposur obligasi pemerintah melalui infrastruktur kripto.

    Tumbuh 50 Kali Lipat Sejak 2024, Didukung Produk BlackRock

    Pertumbuhan pasar ini disebut telah melonjak sekitar 50 kali lipat sejak 2024, menurut data Token Terminal. Salah satu pendorong utama adalah peluncuran USD Institutional Digital Liquidity Fund (BUIDL) oleh BlackRock pada Maret 2024.

    Produk tersebut kini memiliki kapitalisasi pasar lebih dari $1,2 miliar dan menjadi salah satu contoh integrasi institusi ke dalam ekosistem tokenisasi aset berbasis blockchain.

    Menariknya, kenaikan pasar tokenized Treasurys terjadi di tengah tekanan luas di pasar kripto sejak Oktober 2025, meningkatnya utang pemerintah AS, serta ketidakpastian makroekonomi global. Indeks ketidakpastian global bahkan mencapai level tertinggi sepanjang masa pada 2025, berdasarkan data Federal Reserve Bank of St. Louis.

    Baca Juga: Stablecoin vs Altcoin Apa Bedanya? Pelajari Perbedaannya Sebelum Membeli

    DTCC Siap Luncurkan Layanan Tokenisasi Surat Utang

    Momentum ini juga diperkuat oleh rencana Depository Trust and Clearing Corporation (DTCC) untuk meluncurkan layanan tokenisasi aset, dimulai dari US Treasurys. Pengumuman tersebut disampaikan pada Desember 2025.

    DTCC, lembaga kliring terbesar di dunia yang menyelesaikan transaksi senilai $3,7 kuadriliun pada 2024, berencana memperluas layanan tersebut ke berbagai kelas aset lain, termasuk exchange-traded funds (ETF) dan saham.

    Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa tokenisasi aset tradisional semakin diterima dalam infrastruktur keuangan global.

    Surat Utang AS Jadi Fondasi, Blockchain Jadi Infrastruktur Baru

    Dilaporkan Cointelegraph, US Treasurys selama ini dianggap sebagai tulang punggung sistem keuangan global karena likuiditasnya yang tinggi. Banyak korporasi dan institusi menggunakan obligasi jangka pendek—berdurasi satu tahun atau kurang—sebagai pengganti kas fisik.

    Dengan tokenisasi, surat utang tersebut kini dapat diterbitkan dan diperdagangkan di jaringan blockchain. Pendukung teknologi ini menilai tren tersebut berpotensi membawa arus pendapatan baru bagi jaringan blockchain tempat aset tersebut diterbitkan.

    Lonjakan kapitalisasi tokenized US Treasurys menunjukkan bahwa di tengah volatilitas kripto dan ketidakpastian ekonomi global, investor tetap mencari instrumen yang dianggap aman—namun kini melalui jalur digital berbasis blockchain.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, RWA (Real World Assets) membuktikan diri sebagai sektor yang tahan banting (resilient). Kenaikan M dalam dua bulan di tengah pasar yang volatil menunjukkan bahwa institusi lebih memilih keamanan Treasury AS yang efisien secara on-chain. Ini adalah fondasi bagi integrasi triliunan dolar aset tradisional ke ekosistem blockchain.

    Baca juga: Tren RWA: Altcoin Utilitas Mulai Mandiri dari Bitcoin


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Nasib Pasar Prediksi Terpaku pada Hasil Uji Regulasi Polymarket

    Platform pasar prediksi berbasis kripto, Polymarket, tengah menghadapi pertarungan hukum krusial di Amerika Serikat yang dapat menentukan masa depan industri prediction market secara nasional.

    Sebagaimana dilansir dari Coincu, inti persoalan terletak pada konflik yurisdiksi antara hukum derivatif federal di bawah pengawasan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dan undang-undang perjudian di sejumlah negara bagian seperti Nevada dan Massachusetts.

    Beberapa otoritas negara bagian menilai kontrak berbasis peristiwa (event contracts) yang diperdagangkan di Polymarket sebagai bentuk taruhan ilegal.

    Di sisi lain, CFTC melihat kontrak tersebut sebagai instrumen derivatif yang berada dalam ranah regulasi federal.

    Baca Juga: DraftKings Ekspansi ke 38 Negara Bagian, Tantang Polymarket

    Derivatif atau Perjudian?

    Pasar prediksi memungkinkan pengguna berspekulasi terhadap hasil suatu peristiwa, mulai dari pemilu, data ekonomi, hingga keputusan kebijakan.

    Dalam model ini, kontrak dibeli berdasarkan probabilitas suatu kejadian terjadi, dan harga bergerak sesuai dinamika permintaan dan penawaran.

    Masalah muncul ketika regulator negara bagian mengkategorikan kontrak tersebut sebagai aktivitas perjudian, yang tunduk pada aturan ketat dan berbeda di setiap yurisdiksi.

    Jika diklasifikasikan sebagai taruhan, maka operasional platform dapat dibatasi atau bahkan dilarang di sejumlah negara bagian.

    Sebaliknya, jika diklasifikasikan sebagai derivatif finansial, maka pengawasan berada di bawah kerangka hukum federal melalui CFTC, sehingga memberikan standar regulasi yang lebih seragam secara nasional.

    Dampak terhadap Ekspansi Nasional

    Tim Research Tokocrypto menilai hasil sengketa ini sangat menentukan arah industri pasar prediksi di AS.

    “Hasil gugatan ini akan menentukan apakah pasar prediksi akan memiliki kerangka kerja tunggal yang seragam di seluruh AS atau terjebak dalam aturan yang terfragmentasi antar negara bagian. Kemenangan yurisdiksi federal sangat penting bagi platform untuk melakukan ekspansi nasional dan mengurangi biaya kepatuhan operasional,” papar Tim Research Tokocrypto.

    Menurut analisis tersebut, kemenangan yurisdiksi federal akan memberikan kepastian hukum yang lebih jelas bagi pelaku industri, termasuk investor dan pengguna ritel.

    Sebaliknya, jika negara bagian mempertahankan otoritasnya, maka Polymarket dan platform serupa harus menghadapi mosaik regulasi yang berbeda-beda di setiap wilayah.

    Implikasi bagi Industri Kripto

    Kasus ini tidak hanya berdampak pada Polymarket, tetapi juga pada industri kripto yang lebih luas.

    Banyak proyek blockchain mulai mengembangkan produk berbasis event contracts dan pasar prediksi terdesentralisasi.

    Jika pengadilan memutuskan bahwa kontrak acara tergolong perjudian, maka inovasi di sektor ini dapat terhambat oleh pembatasan hukum yang ketat.

    Namun, jika dikategorikan sebagai produk derivatif, maka akan tercipta preseden hukum penting bagi pengembangan instrumen keuangan berbasis blockchain di masa depan.

    Kepastian regulasi juga akan menentukan minat institusi terhadap sektor ini. Investor besar cenderung menghindari sektor dengan risiko hukum tinggi dan ketidakpastian yurisdiksi.

    Potensi Fragmentasi Regulasi

    Amerika Serikat dikenal memiliki sistem federalisme yang memberi kewenangan signifikan kepada negara bagian.

    Dalam konteks pasar prediksi, hal ini berpotensi menciptakan fragmentasi regulasi, di mana suatu platform legal di satu negara bagian namun ilegal di negara bagian lain.

    Fragmentasi tersebut meningkatkan biaya kepatuhan, memperumit ekspansi bisnis, dan membatasi likuiditas karena akses pengguna tidak merata secara nasional.

    Sebaliknya, pengakuan otoritas CFTC akan menciptakan standar tunggal yang memudahkan pengawasan, transparansi, dan perlindungan konsumen secara konsisten di seluruh wilayah AS.

    Baca Juga: Polymarket hingga Coinbase Dorong Lonjakan Pasar Prediksi Global

    Menuju Titik Penentu

    Pertarungan hukum ini dipandang sebagai momen penentu bagi masa depan prediction market di Amerika Serikat.

    Putusan pengadilan berpotensi menjadi preseden yang akan membentuk arah regulasi industri untuk bertahun-tahun ke depan.

    Bagi Polymarket, hasilnya bukan hanya soal legalitas operasional, tetapi juga tentang kemampuan untuk tumbuh secara nasional tanpa hambatan regulasi yang terpecah.

    Jika yurisdiksi federal menang, pasar prediksi dapat memasuki fase ekspansi yang lebih stabil dan terstruktur.

    Namun jika negara bagian mempertahankan kendali, maka lanskap industri akan tetap kompleks dan penuh tantangan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Phantom Bikin AI Bisa Swap Token Sendiri, Solana Makin Ngebut?

    Solana memperkuat ekosistem pengembangannya setelah Phantom meluncurkan MCP (Model Context Protocol) server yang memungkinkan agen AI melakukan penandatanganan transaksi, swap token, hingga transfer aset secara otonom. Fitur ini dirancang agar agen AI dapat berinteraksi langsung dengan fungsi wallet secara terprogram, tanpa perlu klik manual dari pengguna.

    Menurut pengumuman Phantom, implementasi ini berbasis Model Context Protocol (MCP), yang memungkinkan klien AI seperti Claude dan OpenClaw terhubung langsung ke wallet untuk menjalankan berbagai operasi on-chain. Dengan integrasi ini, agen AI dapat meminta kuotasi swap, menyiapkan transaksi, hingga mengajukan permintaan penandatanganan sesuai izin yang telah dikonfigurasi.

    AI Bisa Swap dan Transfer Tanpa Klik Manual

    Dalam praktiknya, agen AI dapat mengorkestrasi swap token, melakukan transfer, serta mengelola alamat wallet secara otomatis, selama berada dalam batas izin yang ditentukan. Integrasi ini juga membuka potensi pengembangan workflow lintas chain, tergantung bagaimana klien MCP menyusun rute dan layanan yang digunakan.

    Dilaporkan Coincu, langkah ini dinilai dapat menggeser sebagian aktivitas rutin wallet menjadi proses otomatis di latar belakang. Bagi institusi maupun pengembang, efisiensi operasional menjadi nilai tambah, meski tetap harus mempertimbangkan aspek manajemen kunci, pemantauan, dan kebijakan keamanan internal.

    Pada saat laporan ini disusun, harga Solana (SOL) berada di kisaran US$81 dengan volatilitas tinggi dan indikator RSI netral.

    Sorotan Keamanan dan Manajemen Risiko

    Kemampuan penandatanganan transaksi secara otonom meningkatkan urgensi pengaturan izin dan kontrol risiko. Penggunaan granular scopes atau pembatasan fungsi spesifik, batas nominal transaksi, serta checkpoint manual untuk transaksi sensitif menjadi elemen penting dalam mitigasi risiko.

    Laporan awal menyebutkan bahwa fitur ini memungkinkan agen AI untuk melakukan swap token, menandatangani transaksi, dan mengelola alamat on-chain yang didukung Phantom. Namun, detail teknis lengkap dan katalog kontrol keamanan resmi masih menunggu dokumentasi lebih lanjut.

    Dari perspektif tata kelola, pencatatan aktivitas (logging) yang jelas serta pemisahan tugas dapat membantu proses audit dan investigasi jika terjadi anomali. Pengembang juga disarankan untuk melakukan pengujian menggunakan wallet non-produksi dan menetapkan batas transaksi kecil selama tahap evaluasi awal.

    Peluncuran MCP server ini menandai fase baru dalam integrasi AI dan wallet kripto. Meski menawarkan efisiensi dan otomasi yang signifikan, implementasi luas akan sangat bergantung pada bagaimana pelaku industri menyeimbangkan inovasi dengan kontrol keamanan dan manajemen risiko yang ketat.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, peluncuran ini mempertegas posisi Solana sebagai jaringan pilihan bagi pengembangan AI on-chain karena kecepatan dan biaya rendahnya.

    “Meskipun memberikan efisiensi luar biasa bagi automasi, hal ini meningkatkan risiko keamanan yang membutuhkan pengelolaan izin (permissions) yang jauh lebih ketat bagi pengguna dompet digital,” jelasnya.

    Baca juga: Tokcer! Token GHOST Melonjak Usai Isyarat Integrasi Solana


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Coinbase Buka Era Agen AI Otonom Bertransaksi di Blockchain

    Industri kripto kembali memasuki babak baru setelah Coinbase melalui Coinbase Developer Platform resmi memperkenalkan fitur revolusioner bernama Agentic Wallets.

    Menurut laporan Cointelegraph, inovasi ini memungkinkan agen AI otonom memiliki dompet kripto sendiri, mengelola dana, serta melakukan transaksi onchain tanpa input langsung dari manusia.

    Langkah ini dinilai sebagai tonggak penting dalam konvergensi antara kecerdasan buatan (AI) dan teknologi blockchain, membuka jalan menuju ekonomi mesin-ke-mesin (machine-to-machine economy) yang sepenuhnya terdesentralisasi.

    Baca Juga: Polymarket hingga Coinbase Dorong Lonjakan Pasar Prediksi Global

    Mengenal Agentic Wallets

    Agentic Wallets adalah infrastruktur dompet kripto yang dirancang khusus untuk agen AI.

    Berbeda dengan dompet kripto tradisional yang memerlukan kontrol manual manusia, fitur ini memungkinkan sistem AI untuk melakukan berbagai tugas.

    Sebut saja mengirim dan menerima aset kripto; membayar layanan digital secara otomatis; melakukan perdagangan aset; mengelola portofolio secara mandiri; hingga berinteraksi langsung dengan smart contract.

    Dengan kata lain, AI kini tidak hanya mampu mengambil keputusan berbasis data, tetapi juga memiliki kemampuan finansial untuk mengeksekusi keputusan tersebut secara langsung di blockchain.

    Konsep ini sering disebut sebagai “AI with a wallet”, AI yang memiliki identitas finansial digital sendiri.

    Menuju Ekonomi Mesin-ke-Mesin

    Peluncuran Agentic Wallets berpotensi mempercepat lahirnya ekosistem machine-to-machine economy.

    Dalam skenario ini, agen digital dapat membayar API atau layanan komputasi, menyewa storage terdesentralisasi, membeli data untuk analisis, dan melakukan settlement otomatis antar sistem.

    Tim Research Tokocrypto menilai inovasi ini sebagai langkah signifikan.

    “Peluncuran ini menandai konvergensi nyata antara AI dan Crypto. Dengan memberi agen AI kemampuan finansial otonom (AI with a wallet), Coinbase memfasilitasi masa depan di mana agen digital dapat membayar layanan, berdagang, dan mengelola aset secara independen, menciptakan utilitas baru bagi infrastruktur blockchain,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Integrasi AI dan blockchain selama ini masih terbatas pada analitik atau otomatisasi trading berbasis algoritma. Namun dengan Agentic Wallets, AI kini menjadi entitas ekonomi aktif dalam jaringan kripto.

    Dampak bagi Ekosistem Blockchain

    Langkah Coinbase ini dapat membawa sejumlah implikasi besar bagi industri kripto:

    1. Peningkatan Aktivitas Onchain

    Jika agen AI mulai bertransaksi secara mandiri, volume transaksi onchain berpotensi meningkat signifikan. Aktivitas ini dapat mendorong pertumbuhan jaringan layer-1 maupun layer-2.

    2. Utilitas Baru untuk Smart Contract

    AI dapat berinteraksi langsung dengan protokol DeFi, NFT, atau DAO, menciptakan model penggunaan baru yang sebelumnya tidak terpikirkan.

    3. Transformasi Model Bisnis Digital

    Bayangkan agen AI yang mengelola kampanye pemasaran, membayar iklan secara otomatis, atau melakukan arbitrase harga lintas platform tanpa campur tangan manusia. Semua ini dapat berjalan 24/7 tanpa jeda.

    4. Tantangan Regulasi dan Keamanan

    Di sisi lain, muncul pertanyaan terkait tanggung jawab hukum dan keamanan. Siapa yang bertanggung jawab jika agen AI melakukan transaksi yang merugikan? Bagaimana mekanisme kontrol dan auditnya?

    Isu ini diperkirakan akan menjadi perhatian regulator di berbagai negara.

    Konvergensi AI dan Kripto Semakin Nyata

    Dalam beberapa tahun terakhir, tren penggabungan AI dan kripto semakin menguat.

    Berbagai proyek mencoba menghadirkan AI terdesentralisasi, marketplace data berbasis blockchain, hingga autonomous agents dalam ekosistem Web3.

    Namun langkah Coinbase memiliki bobot tersendiri karena perusahaan ini merupakan salah satu bursa kripto terbesar dan paling teregulasi di dunia.

    Dengan infrastruktur yang matang dan basis pengguna global, implementasi Agentic Wallets berpotensi mempercepat adopsi konsep ekonomi digital otonom.

    Inovasi ini juga dapat meningkatkan relevansi blockchain sebagai infrastruktur keuangan untuk sistem AI generatif, autonomous agents, dan robotika di masa depan.

    Masa Depan: AI sebagai Entitas Ekonomi Digital

    Jika adopsi berjalan sesuai rencana, kita mungkin akan memasuki AI-driven economy, di mana agen digital menghasilkan pendapatan, dan mengelola kas operasional.

    Selain itu, agen digital berbasis AI ini juga diberi kewenangan untuk membayar biaya komputasi, berinvestasi dalam protokol DeFi, atau bahkan berpartisipasi dalam governance DAO.

    Blockchain menyediakan transparansi dan finalitas transaksi, sementara AI menyediakan kecerdasan dan otonomi pengambilan keputusan.

    Kombinasi keduanya berpotensi menciptakan sistem ekonomi baru yang sepenuhnya otomatis.

    Baca Juga: Bos Coinbase: Pasar Boleh Guncang, Masa Depan Kripto Tetap Cerah

    Peluncuran Agentic Wallets oleh Coinbase menjadi sinyal kuat bahwa integrasi AI dan kripto bukan lagi sekadar narasi, melainkan realitas yang mulai diimplementasikan.

    Dengan memungkinkan agen AI memiliki dompet kripto dan bertransaksi secara mandiri, Coinbase membuka jalan menuju era baru ekonomi mesin-ke-mesin di blockchain. Jika berhasil diadopsi secara luas, inovasi ini dapat mengubah cara sistem digital berinteraksi, bertransaksi, dan menciptakan nilai di masa depan Web3.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inggris Tunjuk HSBC Kelola Pilot Obligasi Negara Digital (DIGIT)

    Pemerintah Inggris resmi mengambil langkah besar dalam transformasi keuangan digital.

    Sebagaimana dilansir dari Cointelegraph, Departemen Keuangan Inggris menunjuk HSBC melalui platform blockchain miliknya, Orion, untuk mengelola pilot obligasi negara digital pertama yang diberi nama DIGIT.

    Proyek ini bertujuan untuk mendigitalisasi obligasi pemerintah Inggris (gilt) tradisional dengan memanfaatkan teknologi buku besar terdistribusi (distributed ledger technology/DLT).

    Inisiatif ini menandai babak baru integrasi blockchain dalam infrastruktur pasar modal nasional di negara anggota G7 tersebut.

    Apa Itu Proyek DIGIT?

    DIGIT merupakan singkatan dari Digital Gilt Instrument Tokenisation, sebuah program percontohan untuk menerbitkan obligasi negara dalam format digital berbasis blockchain.

    Dengan menggunakan platform Orion milik HSBC, pemerintah Inggris ingin meningkatkan efisiensi dalam proses penerbitan obligasi, manajemen kepemilikan aset, penyelesaian transaksi (settlement), serta transparansi dan auditabilitas.

    Alih-alih menggunakan sistem konvensional yang melibatkan banyak perantara dan proses manual, model digital ini memungkinkan pencatatan kepemilikan secara real-time dan penyelesaian transaksi yang lebih cepat.

    Jika berhasil, proyek DIGIT berpotensi menjadi standar baru dalam penerbitan surat utang negara berbasis teknologi blockchain.

    Perkuat Ketahanan Ekonomi Digital

    Langkah ini bukan sekadar eksperimen laboratorium atau uji coba internal bank. Pemerintah Inggris secara resmi mengintegrasikan blockchain dalam instrumen keuangan publik.

    Tim Research Tokocrypto menilai kebijakan ini sebagai sinyal kuat pergeseran paradigma global.

    “Inisiatif ini menandai pergeseran krusial dari sekadar eksperimen internal menjadi adopsi infrastruktur keuangan publik yang nyata oleh negara anggota G7. Keberhasilan pilot ini akan menjadi tolok ukur global bagi negara lain dalam menerapkan teknologi buku besar terdistribusi untuk memperkuat ketahanan ekonomi digital mereka,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Sebagai salah satu ekonomi terbesar dunia, keputusan Inggris dapat memicu efek domino di negara lain, khususnya di Eropa dan Amerika Utara.

    Peran HSBC dan Platform Orion

    HSBC dipilih karena telah mengembangkan Orion, sebuah platform blockchain yang dirancang untuk mendukung penerbitan aset digital, termasuk obligasi dan instrumen pasar modal lainnya.

    Platform ini memungkinkan tokenisasi surat utang, settlement instan atau near real-time, integrasi dengan sistem keuangan tradisional, hingga kepatuhan terhadap regulasi pasar modal.

    Dengan reputasi global dan infrastruktur yang matang, HSBC dinilai mampu menjembatani kebutuhan antara inovasi teknologi dan kepastian hukum.

    Penunjukan ini juga mempertegas bahwa institusi keuangan tradisional semakin serius dalam memanfaatkan blockchain, bukan lagi sebagai tren eksperimental, tetapi sebagai fondasi sistem keuangan masa depan.

    Dampak terhadap Pasar Modal Inggris

    Digitalisasi gilt berpotensi membawa sejumlah manfaat strategis:

    1. Efisiensi Operasional

    Proses penerbitan dan settlement obligasi bisa dipangkas dari beberapa hari menjadi hampir instan, mengurangi biaya administrasi dan risiko operasional.

    2. Transparansi Lebih Tinggi

    DLT memungkinkan pencatatan transaksi yang immutable dan dapat diaudit secara real-time.

    3. Likuiditas yang Lebih Baik

    Dengan tokenisasi, obligasi dapat diperdagangkan secara lebih fleksibel dan berpotensi menjangkau basis investor yang lebih luas.

    4. Daya Saing Global

    Langkah ini memperkuat posisi London sebagai salah satu pusat keuangan global yang adaptif terhadap inovasi digital.

    Tren Global Tokenisasi Aset Negara

    Namun perlu diketahui, Inggris bukanlah satu-satunya negara di dunia yang mengeksplorasi tokenisasi aset publik.

    Sejumlah negara telah melakukan uji coba obligasi digital, namun skala dan legitimasi proyek DIGIT berbeda karena didukung langsung oleh pemerintah dan dikelola oleh bank global terkemuka.

    Tokenisasi aset dunia nyata (real-world assets/RWA) kini menjadi salah satu narasi terbesar di industri blockchain.

    Obligasi negara digital dipandang sebagai pintu masuk adopsi institusional berskala besar karena instrumen ini memiliki risiko relatif rendah, permintaan investor tinggi, dan kerangka regulasi sudah mapan.

    Jika pilot DIGIT sukses, bukan tidak mungkin obligasi negara digital akan menjadi standar baru dalam dekade mendatang.

    Tantangan yang Perlu Diperhatikan

    Meski menjanjikan, implementasi blockchain di pasar modal tetap menghadapi tantangan.

    Dimulai integrasi dengan sistem legacy, kepatuhan regulasi lintas yurisdiksi, keamanan siber, hingga edukasi investor dan pelaku pasar.

    Keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada koordinasi antara regulator, bank sentral, institusi keuangan, dan penyedia teknologi.

    Baca Juga: Penjelasan Tentang Merkle Tree dan Merkle Root

    Penunjukan HSBC untuk mengelola pilot obligasi negara digital DIGIT menandai langkah besar Inggris dalam mengadopsi blockchain sebagai infrastruktur keuangan publik.

    Ini bukan lagi sekadar wacana, melainkan implementasi nyata di pasar modal nasional. Jika proyek ini berhasil, Inggris berpotensi menjadi benchmark global dalam tokenisasi surat utang negara.

    Transformasi ini dapat mempercepat adopsi blockchain di sektor keuangan tradisional sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi digital di era baru teknologi terdistribusi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • CFTC Bentuk Komite Penasihat Inovasi, Digawangi 35 Tokoh Kripto

    Regulator pasar derivatif Amerika Serikat, Commodity Futures Trading Commission (CFTC), secara resmi mengumumkan pembentukan Komite Penasihat Inovasi (Innovation Advisory Committee) yang terdiri dari 35 anggota.

    Menurut laporan Cointelegraph, komite ini mencakup sejumlah tokoh terkemuka dari industri kripto dan teknologi finansial, termasuk pimpinan perusahaan besar seperti Coinbase, Ripple, Kraken, Polymarket, Robinhood, serta Chainlink Labs.

    Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa regulator AS mulai mengadopsi pendekatan yang lebih kolaboratif terhadap industri aset digital dan inovasi keuangan.

    Baca Juga: Pendiri Cardano Optimis! Selig Pimpin CFTC, Apakah Kripto Siap Naik?

    Komite Penasihat untuk Era Inovasi Digital

    Komite Penasihat Inovasi CFTC dirancang untuk memberikan masukan strategis terkait perkembangan teknologi baru di sektor keuangan.

    Beberapa masukan tersebut antara lain aset kripto dan derivatif digital, tokenisasi aset dunia nyata (RWA), stablecoin dan infrastruktur pembayaran digital, serta integrasi blockchain dalam pasar keuangan tradisional.

    Dengan melibatkan pelaku industri secara langsung, CFTC berupaya membangun dialog yang lebih konstruktif antara regulator dan inovator teknologi.

    Kehadiran para CEO dan eksekutif perusahaan kripto papan atas menunjukkan bahwa suara industri kini memiliki ruang formal dalam proses konsultasi kebijakan.

    Sinyal Pergeseran Regulasi di AS

    Dalam beberapa tahun terakhir, industri kripto di Amerika Serikat menghadapi ketidakpastian regulasi dan berbagai tindakan penegakan hukum dari sejumlah lembaga.

    Namun pembentukan komite ini mengindikasikan perubahan pendekatan.

    Tim Research Tokocrypto menilai inisiatif ini sebagai langkah strategis menuju regulasi yang lebih seimbang.

    “Keikutsertaan tokoh-tokoh kunci industri dalam komite penasihat pemerintah ini menandakan pergeseran besar menuju lingkungan regulasi yang lebih kolaboratif di AS. Langkah ini menunjukkan kesediaan regulator untuk berdialog guna mendorong inovasi yang bertanggung jawab sambil tetap menangani kekhawatiran regulasi,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Pendekatan kolaboratif ini dapat mengurangi gesekan antara regulator dan perusahaan kripto, sekaligus mempercepat lahirnya kebijakan yang lebih jelas dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

    Dampak bagi Industri Kripto

    Pembentukan komite ini berpotensi membawa sejumlah dampak signifikan:

    1. Kepastian Regulasi Lebih Baik

    Keterlibatan pelaku industri dalam diskusi kebijakan memungkinkan regulator memahami model bisnis dan risiko teknologi secara lebih mendalam.

    2. Inovasi Lebih Terarah

    Dengan dialog yang terbuka, inovasi dapat berkembang dalam kerangka hukum yang lebih jelas, mengurangi risiko tindakan penegakan hukum mendadak.

    3. Peningkatan Kepercayaan Investor

    Kolaborasi regulator dan industri dapat meningkatkan kepercayaan institusional terhadap pasar kripto AS.

    4. Standar Global Baru

    Sebagai salah satu ekonomi terbesar dunia, kebijakan AS sering menjadi referensi global. Jika model kolaboratif ini sukses, negara lain berpotensi mengadopsi pendekatan serupa.

    Siapa Saja yang Terlibat?

    Komite ini diisi oleh kombinasi regulator, akademisi, dan pelaku industri.

    Kehadiran pimpinan dari bursa kripto besar, perusahaan blockchain, hingga platform prediksi menunjukkan bahwa spektrum diskusi akan mencakup berbagai aspek ekosistem Web3.

    Partisipasi eksekutif dari perusahaan seperti Coinbase dan Kraken mencerminkan peran sentral bursa dalam ekosistem derivatif kripto.

    Sementara keterlibatan Ripple dan Chainlink Labs menandakan fokus pada infrastruktur blockchain dan interoperabilitas data.

    Di sisi lain, kehadiran Robinhood dan Polymarket menunjukkan perhatian terhadap model bisnis ritel dan pasar prediksi yang semakin berkembang.

    Tantangan yang Masih Mengemuka

    Meski menjadi langkah positif, pembentukan komite tidak serta-merta menyelesaikan seluruh persoalan regulasi kripto di AS.

    Beberapa isu krusial tetap menjadi perdebatan, seperti klasifikasi token sebagai sekuritas atau komoditas, regulasi stablecoin, pengawasan platform DeFi, hingga perlindungan konsumen dan manajemen risiko.

    Keberhasilan komite ini akan sangat bergantung pada efektivitas dialog dan sejauh mana rekomendasinya diimplementasikan dalam kebijakan nyata.

    Baca Juga: Tether Didenda 41 US Dollar Oleh CFTC

    Pembentukan Komite Penasihat Inovasi oleh CFTC menjadi tonggak penting dalam evolusi regulasi kripto di Amerika Serikat.

    Dengan melibatkan 35 tokoh industri papan atas, regulator menunjukkan komitmen untuk membangun ekosistem yang lebih transparan, kolaboratif, dan inovatif.

    Bagi industri kripto, ini adalah peluang untuk berkontribusi langsung dalam pembentukan kebijakan yang akan menentukan masa depan pasar aset digital di AS.

    Jika sinergi ini berjalan efektif, bukan tidak mungkin Amerika Serikat kembali menjadi pusat inovasi kripto global dengan kerangka regulasi yang lebih jelas dan kompetitif.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • DraftKings Ekspansi ke 38 Negara Bagian, Tantang Polymarket

    Raksasa taruhan olahraga asal Amerika Serikat, DraftKings, dikabarkan tengah bersiap memperluas platform pasar prediksinya, DraftKings Predictions, ke 38 negara bagian AS.

    Seperti diwartakan Coinbureau, ekspansi ini mencakup sejumlah wilayah yang selama ini melarang taruhan olahraga tradisional, membuka peluang penetrasi pasar yang jauh lebih luas.

    Langkah agresif ini dinilai sebagai manuver strategis untuk merebut pangsa pasar prediksi global yang selama ini mulai diisi oleh platform berbasis blockchain seperti Polymarket.

    Baca Juga: Polymarket hingga Coinbase Dorong Lonjakan Pasar Prediksi Global

    Strategi Ekspansi di Tengah Regulasi Ketat

    DraftKings dikenal sebagai salah satu pemain dominan dalam industri taruhan olahraga legal di Amerika Serikat.

    Namun, regulasi yang berbeda-beda di tiap negara bagian membuat ekspansi taruhan olahraga konvensional tidak selalu mudah.

    Dengan menghadirkan platform prediksi berbasis event (event-based prediction markets), DraftKings mencoba memanfaatkan celah regulasi yang berbeda dari taruhan olahraga tradisional.

    Produk prediksi peristiwa biasanya dikategorikan secara berbeda dalam kerangka hukum, sehingga dapat beroperasi di wilayah yang tidak mengizinkan sportsbook konvensional.

    Jika rencana ekspansi ke 38 negara bagian terealisasi, DraftKings berpotensi menjangkau jutaan pengguna baru yang sebelumnya tidak memiliki akses legal terhadap layanan taruhan atau prediksi.

    Tantangan Langsung terhadap Platform Blockchain

    Ekspansi DraftKings ini memiliki implikasi besar bagi ekosistem pasar prediksi berbasis kripto.

    Dalam beberapa tahun terakhir, platform seperti Polymarket mendapatkan popularitas global berkat model desentralisasi, transparansi on-chain, dan akses tanpa batas geografis.

    Namun, kehadiran pemain institusional besar seperti DraftKings membawa keunggulan berbeda, seperti basis pengguna besar yang loyal, infrastruktur teknologi mapan, kepatuhan regulasi tingkat tinggi, dan integrasi pembayaran fiat yang lebih mudah.

    Tim riset dari Tokocrypto menilai langkah ini sebagai potensi pemicu kompetisi yang semakin sengit.

    “Ekspansi ini menantang dominasi platform prediksi berbasis blockchain seperti Polymarket. Persaingan antara pemain institusional tradisional dan platform terdesentralisasi akan semakin sengit dalam memperebutkan pasar prediksi global,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    TradFi vs DeFi: Arena Baru Pasar Prediksi

    Persaingan antara DraftKings dan platform blockchain mencerminkan dinamika yang lebih luas antara keuangan tradisional (TradFi) dan keuangan terdesentralisasi (DeFi).

    Platform terdesentralisasi menawarkan keunggulan seperti transparansi data on-chain, akses global tanpa perantara, juga minim sensor dan pembatasan geografis.

    Namun, mereka juga menghadapi tantangan seperti ketidakpastian regulasi, risiko pembatasan akses oleh otoritas, hingga hambatan adopsi massal akibat kompleksitas teknologi.

    Sementara itu, pemain TradFi seperti DraftKings memiliki kekuatan dari sisi kepatuhan hukum dan integrasi sistem pembayaran yang lebih mudah diakses masyarakat umum.

    Potensi Dampak terhadap Pasar Global

    Jika DraftKings berhasil memperluas jangkauan ke 38 negara bagian, model prediksi berbasis institusi bisa menjadi arus utama (mainstream).

    Hal ini berpotensi mengurangi dominasi platform blockchain di pasar AS, mendorong inovasi produk prediksi berbasis regulasi, sekaligus memicu kolaborasi atau konsolidasi antara pemain TradFi dan kripto.

    Di sisi lain, platform blockchain kemungkinan akan merespons dengan meningkatkan fitur, insentif likuiditas, atau memperluas ekspansi global di luar AS.

    Perebutan Likuiditas dan Pengguna

    Kunci utama dalam industri pasar prediksi adalah likuiditas dan kepercayaan pengguna. Siapa pun yang mampu menyediakan pasar paling likuid dengan spread sempit dan penyelesaian cepat akan unggul.

    DraftKings memiliki keunggulan dari sisi brand recognition dan basis pengguna jutaan orang.

    Namun, Polymarket dan platform sejenis unggul dalam hal transparansi dan model non-kustodian yang sesuai dengan filosofi kripto.

    Persaingan ini dapat menciptakan standar baru dalam industri prediksi global, di mana batas antara platform terpusat dan terdesentralisasi semakin kabur.

    Baca Juga: CEO Bank of America: Bunga Stablecoin Bisa Bikin $6 miliar Keluar Sistem Perbankan!

    Rencana ekspansi DraftKings Predictions ke 38 negara bagian AS menjadi babak baru dalam kompetisi pasar prediksi.

    Langkah ini tidak hanya memperluas cakupan bisnis DraftKings, tetapi juga secara langsung menantang posisi platform berbasis blockchain seperti Polymarket.

    Dengan jutaan pengguna potensial dan dukungan infrastruktur institusional, DraftKings memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya.

    Namun, platform terdesentralisasi tetap memiliki daya tarik unik yang sulit ditiru.

    Persaingan TradFi vs DeFi di sektor pasar prediksi kini memasuki fase baru dan pemenangnya kemungkinan adalah pihak yang mampu menggabungkan regulasi, teknologi, dan likuiditas secara optimal.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Santient AI Siap Saingi ChatGPT? Gini Cara Cobanya

    Insight Tim Research Tokocrypto pada artikel riset terbaru menyoroti Sentient sebagai platform AI open-source yang berpotensi mengubah lanskap AI dan kripto.

    Proyek ini menekankan pendekatan terdesentralisasi untuk mengembangkan Artificial General Intelligence (AGI), yang merupakan kecerdasan buatan tingkat lanjut mampu menangani tugas kompleks layaknya manusia. Berbeda dengan model AI yang sering dipakai masyarakt umum, seperti ChatGPT yang dikendalikan oleh satu entitas, Sentient mendorong kolaborasi komunitas melalui integrasi blockchain, sehingga selaras dengan prinsip kripto yang transparan. 

    Lebih lengkap mari kita pelajari tentang fitur Santient dan cara mencobanya secara langsung!

    Apa Itu Sentient AI?

    Sentient merupakan platform AI open-source yang bertujuan membangun sistem AI tingkat lanjut menuju Artificial General Intelligence (AGI). Pengembangan Sentient ini melibatkan komunitas, sehingga proses pengembangan, logika reasoning, hingga pengambilan keputusan tidak dikendalikan oleh satu entitas.

    Santient AI menjadi solusi di tengah dominasi model tertutup, yang sering kali membatasi akses dan inovasi dengan membangun teknologi inti yang bersifat open-source sehingga developer dapat menciptakan AI agent secara permissionless dan mengintegrasikannya langsung ke dalam ekosistem kripto.

    Lebih lengkap bisa kamu baca di sini: Sentient Bisa Jadi Game Changer AI Crypto? Ini Bedah Lengkapnya!

    Fitur Sentient AI

    • Sentient Chat: produk utama yang menghubungkan pengguna dengan jaringan GRID melalui antarmuka chat. Memanfaatkan SERA‑Crypto untuk riset kripto, mendukung lebih dari 290k pengguna unik dan 22 juta kueri hingga akhir 2025.
    • Open-source ecosystem (GRID): Semua framework, model, agen, dan alat reasoning dikonsolidasikan dalam ekosistem terbuka bernama GRID, tempat berbagi histori, evaluasi, dan reasoning traces.
    • Multi-agent reasoning system: Sentient membangun sistem dengan banyak agen khusus seperti planner, searcher, verifier, executor, dan critic yang bekerja sama dengan tujuan meniru cara kerja kecerdasan manusia dengan pembagian peran kognitif.
    • Reasoning traces sebagai feedback: Setiap proses penalaran menghasilkan jejak yang panjang, jejak ini kemudian dipakai sebagai bahan evaluasi kolektif untuk menemukan pola kegagalan dan memperbaiki sistem.
    • Persistent memory & failure signals: Sistem menyimpan sinyal kegagalan antar-run, sehingga bisa belajar dari kesalahan sebelumnya dan memperbaiki strategi di masa depan.
    • Community-driven improvement: Sentient mengundang peneliti dan builder AI untuk berkontribusi, dengan misi membangun AGI melalui proses kolaboratif jangka panjang, bukan model tunggal yang tertutup.

    Potensi Saingan dengan ChatGPT

    Sentient berpotensi menyaingi ChatGPT melalui pendekatan open-source yang memungkinkan inovasi komunitas, berbeda dari model tertutup milik OpenAI. 

    Penyebabnya adalah tren AI agen yang semakin terintegrasi dengan kripto, di mana Sentient menawarkan utilitas lebih luas seperti pembayaran layanan AI dan governance melalui token $SENT. 

    Insight Tim Research Tokocrypto menyebut bahwa Sentient memposisikan diri dengan pendekatan full-stack open-source AGI melalui GRID, yang mengkoordinasikan proses AI dari end-to-end

    Hal ini punya potensi bisa mengurangi ketergantungan pada sistem sentralisasi, meskipun ChatGPT unggul dalam berbagai sisi untuk saat ini, dan bukan menjadi saingan langsung, fitur unik Sentient memiliki potensi menarik pengguna yang mencari transparansi, terutama di sektor kripto di mana AI.

    Cara Mencoba Sentient AI

    Saat ini Santient AI masih dalam tahap demo, namun kamu dapat mencoba Sentient AI dengan mengaksesnya melalui website https://www.sentient.xyz/ sebagai berikut:

    1. Pilih Try Demo dengan mengakses laman https://www.sentient.xyz/
    1. Pilih opsi login; kamu bisa login menggunakan akun Google atau menggunakan dompet kripto yang kamu miliki.
    1. Jika kamu memilih opsi untuk login menggunakan dompet kripto, ada 413 dompet kripto yang sudah didukung, jadi cukup cari dan klik di bagian logo.
    1. Selanjutnya, tautkan dompet kripto yang kamu miliki dengan klik ‘Connect’
    1. Setelah berhasil login, kamu bisa langsung memasukkan prompt chat seperti AI ada umumnya, atau kamu juga bisa akses Community Agents, Asset Reports, sampai News.
    1. Contohnya, ketika kamu memilih Asset Reports—kamu bisa mengakses lebih dari 121 aset kripto terkait perkembangan terbarunya.
    1. Kamu bisa menanyakan ringkasan ringkas pasar hingga set-up trading menurut analisa AI Santient.

    Penutup

    Melihat dari potensinya, menurut Tim Riset Tokocrypto dalam jangka panjang token SENT sangat bergantung pada kemampuan proyek ini mendorong adopsi GRID oleh developer dan pengguna, terutama di tengah persaingan yang semakin ketat di sektor AI crypto.

    Jika kamu tertarik dengan potensi token SENT, token SENT telah tersedia untuk dibeli di beberapa bursa kripto besar seperti Tokocrypto. Pembelian SENT bisa dilakukan di Tokocrypto dengan langkah-langkah yang sederhana seperti masuk ke akun Tokocrypto, mencari pasangan perdagangan SENT, lalu menempatkan order pembelian sesuai kebutuhan.

    Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Miner Jual Bitcoin Habis-Habisan: 90.000 BTC Masuk Exchange, Jadi Peluang Beli?

    Insight Tim Research Tokocrypto menunjukkan bahwa tekanan pasar kripto pekan ini tidak hanya dipicu oleh faktor makro global, tetapi juga oleh distribusi masif dari para miner Bitcoin. Data on-chain mencatat sekitar 90.000 BTC mengalir ke exchange sejak awal Februari, angka yang jauh melampaui rata-rata harian sebelumnya dan menjadi salah satu yang tertinggi sejak 2024.

    Namun, sebelum membahas aksi miner, penting juga untuk memahami konteks secara makro. Dari insight Tim Research Tokocrypto, data tenaga kerja AS, Nonfarm Payrolls (NFP) yang jauh lebih kuat dari ekspektasi menyentuh 130.00k dari prediksi 66.00K dan tingkat pengangguran turun ke 4,3% membuat ekspektasi pemangkasan suku bunga kembali tertunda. Dalam kondisi seperti ini, dolar AS cenderung menguat dan likuiditas global mengetat.

    Dengan latar belakang ini, distribusi dari miner menjadi faktor yang semakin krusial karena ketika likuiditas global menyempit dan sentimen masuk ke fase Extreme Fear, tambahan suplai besar berpotensi memperbesar tekanan harga ditengah krisis permintaan yang juga sempat dibahas di data riset tersebut.

    Penurunan Bitcoin dan Aliran Miner ke Exchange

    Aliran miner to exchange flow, yang merupakan transfer Bitcoin dari dompet penambang ke platform perdagangan, mencapai puncak baru dengan akumulasi sekitar 90.000 BTC sejak awal Februari. Angka ini menandakan adanya supply shock, di mana pasar harus menyerap tambahan likuiditas dalam jumlah besar.

    Dikutip dari insight Team Research Tokocrypto, pemindahan 90.000 BTC ke exchange secara besar-besaran ini disebabkan oleh dua hal, yakni:

    • Biaya Operasional (OpEx): Miner membutuhkan likuiditas untuk menutup biaya listrik, perangkat keras, dan operasional.
    • Profit Taking: Saat harga masih relatif tinggi dibanding biaya produksi, sebagian miner memilih mengunci keuntungan.

    Akhirnya, karena tekanan suplai yang membanjiri pasar ini, membuat pasar membutuhkan waktu untuk menyerap likuiditas sebesar ini sebelum tren bullish dapat kembali terbentuk secara organik.

    Baca juga: Hashrate Bitcoin Anjlok! Apakah Ini Pertanda Bear Market? – Tokocrypto News

    Tak Hanya Miner, Long-Term Holder Juga Mulai Jual BTC!

    Tekanan jual tidak hanya datang dari miner. Data menunjukkan Long-Term Holder Spending juga meningkat. Menurut Tim Riset Tokocrypto, distribusi Long-Term Holder Spending yang ditunjukkan dengan data LTH Spending dengan warna garis biru dalam grafik menunjukkan lonjakan tajam, di mana cumulative outflow 30-hari dari pemegang jangka panjang mendekati level tertinggi siklusnya.

    Hal tersebut mengonfirmasi bahwa investor senior sedang gencar mencairkan keuntungan (profit taking) secara masif.

    Di saat yang sama, grafik data mencatat lonjakan tajam pada 7-day annualized volatility (garis oranye) yang mencapai angka 1.51, level tertinggi sejak periode kelam tahun 2022. Melampaui volatilitas 30-hari (0.81) dan 90-hari (0.56), mengonfirmasi bahwa pasar sedang dilanda kepanikan jangka pendek yang luar biasa.

    Bagi yang belum tahu, volatilitas sendiri adalah ukuran seberapa besar harga bergerak dalam periode tertentu. Semakin tinggi angkanya, semakin besar potensi naik-turun harga dalam waktu singkat.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, lonjakan volatilitas mingguan merupakan sinyal bagi para spekulan, bahwa pasar sedang dikuasai emosi ketakutan ekstrem yang sering kali memicu pergerakan harga irasional sebelum stabilitas kembali ditemukan.

    Jadi, Apakah Ini Peluang Beli?

    Untuk menjawabnya, perlu melihat struktur pasar secara utuh. Saat ini:

    • Indikator Fear & Greed berada di level Extreme Fear.
    • Rekor Volatilitas Tertinggi.
    • Permintaan baru belum menunjukkan lonjakan signifikan.
    • Ketidakpastian makro ekonomi global. 

    Dalam kondisi seperti ini, peluang memang bisa muncul, tetapi tidak serta-merta berarti pembalikan tren sudah terjadi.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, jika dilihat dari Timeframe Weekly sangat disayangkan menandakan bahwa pasar memang sedang berada di fase bear market, sehingga hal yang perlu dilakukan adalah menjaga ketat modal yang dimiliki saat ini.

    Namun kamu tertarik membeli di level harga sekarang, pendekatan seperti Dollar Cost Averaging (DCA) atau mencicil dengan pembelian secara berkala mulai dari Rp20.000 di aplikasi Tokocrypto, akan lebih relevan dibandingkan masuk sekaligus. Karena strategi ini dapat membantu memperkecil risiko volatilitas dan menghindari keputusan emosional saat pasar masih mencari titik keseimbangan.

    Lebih lengkap mengenai insight terbaru tentang pergerakan harga Bitcoin dan pergerakan para miner Bitcoin, bisa kamu baca di: Riset Kripto 9-13 Feb 2026: Bitcoin Berdarah, AI Berpesta!!

    Mulai perjalanan kriptomu dengan pastikan membeli token kripto terdaftar di resmi di Indonesia melalui exchange lokal resmi yang mengikuti prosedur yang berlaku seperti Tokocrypto.

    Dapatkan potongan 20% biaya trading dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Rekor Baru! Dana Tokenisasi Tembus $17 Miliar, RWA Jadi Perhatian

    Pasar tokenized funds mencetak rekor baru setelah total nilai dana on-chain melampaui $17 miliar, menandai all-time high (ATH) terbaru untuk sektor tersebut. Kenaikan ini mencerminkan percepatan adopsi tokenisasi real-world assets (RWA), di mana produk keuangan tradisional seperti money market funds dan instrumen treasury mulai diterbitkan serta diselesaikan transaksinya lewat infrastruktur blockchain.

    Pencapaian ini memperkuat sinyal bahwa tokenisasi tidak lagi sekadar uji coba, melainkan mulai menjadi bagian dari arsitektur pasar keuangan modern yang terukur.

    Perpindahan Modal dari Eksperimen ke Produk On-Chain yang Terstruktur

    Pertumbuhan nilai tokenized funds dinilai menggambarkan pergeseran perilaku pasar. Modal yang sebelumnya banyak bergerak pada eksperimen kripto berbasis spekulasi, kini semakin mengarah ke produk on-chain yang lebih terstruktur dan memiliki dasar utilitas jelas, terutama instrumen yang bersifat yield-bearing dan berada dalam kerangka yang lebih regulatif.

    Seiring bertambahnya volume dan nilai dana yang ditokenisasi, fokus pasar juga mulai bergeser dari narasi hype ke indikator adopsi nyata, termasuk jumlah aset yang benar-benar diterbitkan dan dipakai dalam aktivitas keuangan.

    Institusi Makin Nyaman dengan Settlement Berbasis Blockchain

    Baca Juga: 3 Altcoin RWA yang Siap Bikin Kejutan Besar September Ini!

    Lonjakan kapitalisasi tokenized funds juga menunjukkan meningkatnya kenyamanan institusi terhadap settlement berbasis blockchain. Tokenisasi memungkinkan penerbitan dan pencatatan kepemilikan dilakukan lebih transparan, dengan proses yang bisa berjalan lebih efisien dibanding sistem tradisional, sekaligus membuka akses perdagangan yang lebih fleksibel.

    Sektor ini dinilai menarik karena menawarkan kombinasi antara instrumen keuangan yang sudah dikenal pasar tradisional dengan keunggulan infrastruktur blockchain.

    Likuiditas, Transparansi, dan Akses 24/7 Jadi Daya Tarik

    Tokenisasi disebut membawa beberapa manfaat utama: meningkatkan likuiditas, memperkuat transparansi, dan memberikan akses 24/7 terhadap produk keuangan yang sebelumnya terbatas jam operasional pasar. Dengan model on-chain, produk seperti dana pasar uang atau surat utang negara dapat diakses dan dipantau dengan lebih cepat melalui sistem blockchain.

    Berbeda dari siklus kripto sebelumnya yang banyak dipicu spekulasi harga, ekspansi tokenized funds kali ini dinilai lebih terkait dengan instrumen yang memiliki arus imbal hasil dan utilitas finansial yang lebih jelas.

    Tokenisasi Mulai Jadi Infrastruktur, Bukan Sekadar Narasi

    Dengan nilai pasar yang menembus $17 miliar, tokenized funds semakin menegaskan posisi tokenisasi RWA sebagai bagian dari infrastruktur keuangan yang berkembang. Kenaikan ini memperlihatkan bahwa tokenisasi mulai bergerak dari sekadar wacana menjadi implementasi yang bisa diukur, seiring semakin banyaknya modal yang bermigrasi ke ekosistem on-chain.

    Dalam beberapa bulan ke depan, pasar diperkirakan akan terus memantau apakah tren ini berlanjut, termasuk sejauh mana produk tokenisasi mampu menarik lebih banyak partisipasi institusional dan memperluas penggunaan di dunia keuangan nyata.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, Lonjakan ini, khususnya penggunaan RWA sebagai jaminan di pasar peminjaman (lending markets), menandakan kematangan integrasi aset tradisional ke dalam DeFi. Likuiditas institusional kini memiliki jembatan nyata ke ekosistem on-chain.

    Baca Juga: Ekosistem DeFi Avantis: Perdagangan Leverage, RWA, hingga Forex


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com