Tag: blockchain

  • Kelola Aset US$4,7 Triliun, UBS Pertimbangkan Penawaran Kripto

    UBS Group AG berencana menyediakan layanan investasi kripto bagi sebagian klien perbankan swasta, menandai langkah signifikan bank tersebut dalam memperluas eksposur ke aset digital. Rencana ini menjadi bagian dari strategi ekspansi manajer kekayaan terbesar di dunia ke sektor kripto.

    Bank asal Swiss yang mengelola aset senilai sekitar US$4,7 triliun per 30 September itu saat ini tengah dalam proses memilih mitra untuk mendukung penawaran kripto, menurut sumber yang mengetahui pembahasan tersebut. Pembicaraan telah berlangsung selama beberapa bulan, namun UBS belum mengambil keputusan final. Para sumber meminta identitasnya dirahasiakan karena proses tersebut bersifat tertutup.

    UBS Incar Klien Terpilih

    Baca juga: Inflow ETF Solana Tembus US$11 Juta, Harga SOL Dijaga di Atas US$120

    Pada tahap awal, UBS disebut akan memungkinkan klien terpilih dari unit perbankan swasta di Swiss untuk membeli dan menjual aset kripto utama seperti Bitcoin dan Ether. Penawaran tersebut berpotensi diperluas ke wilayah lain, termasuk Asia-Pasifik dan Amerika Serikat.

    Langkah ini menandai perubahan pendekatan UBS yang selama ini cenderung berhati-hati terhadap token virtual. Tekanan untuk mengikuti tren juga meningkat seiring langkah pesaing asal Wall Street seperti JPMorgan Chase & Co. dan Morgan Stanley yang memperluas bisnis aset digital mereka setelah Donald Trump kembali menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat.

    Salah satu sumber menyebutkan, dorongan UBS untuk masuk lebih dalam ke kripto didorong oleh meningkatnya permintaan dari klien kaya terhadap aset digital.

    “Sebagai bagian dari strategi aset digital UBS, kami secara aktif memantau perkembangan dan menjajaki inisiatif yang mencerminkan kebutuhan klien, perkembangan regulasi, tren pasar, serta pengendalian risiko yang kuat,” ujar juru bicara UBS. Ia menambahkan bahwa UBS menyadari pentingnya teknologi ledger terdistribusi seperti blockchain yang menjadi fondasi aset digital.

    Pengembangan Infrastruktur

    Hingga saat ini, UBS lebih banyak berfokus pada pengembangan infrastruktur berbasis blockchain, termasuk untuk dana yang ditokenisasi dan sistem pembayaran. Seperti bank global lainnya, ekspansi ke perdagangan kripto terhambat oleh aturan permodalan ketat di bawah kerangka Basel III.

    Namun, peluang perubahan regulasi mulai terbuka. Komite Basel pada November lalu menyatakan akan mempercepat peninjauan sejumlah elemen aturan terkait kepemilikan kripto oleh bank, yang berpotensi membuka jalan bagi inisiatif baru di sektor perbankan.

    Keterlibatan institusional di pasar kripto juga terus meningkat. ETF kripto berbasis Amerika Serikat, yang dipimpin iShares Bitcoin Trust milik BlackRock Inc., kini mengelola hampir US$140 miliar aset sejak disetujui dua tahun lalu. Morgan Stanley bermitra dengan ZeroHash untuk memungkinkan klien E*Trade memperdagangkan Bitcoin, Ether, dan Solana mulai paruh pertama tahun ini. Sementara itu, JPMorgan juga tengah menjajaki perdagangan kripto untuk klien institusional.

    Di sisi lain, bisnis perdagangan kripto telah terbukti menguntungkan bagi sejumlah perusahaan. Robinhood Markets Inc. mencatat pendapatan sebesar US$626 juta dari perdagangan kripto sepanjang 2024, lebih dari tiga kali lipat pendapatan dari perdagangan saham.

    Sebelumnya, pada November 2023, UBS telah menyediakan perdagangan ETF terkait kripto bagi klien kaya di Hong Kong. Langkah tersebut kontras dengan pandangan mantan chairman UBS, Axel Weber, yang pada 2021 menyatakan skeptisisme terhadap kripto dan menilai konsep pembayaran anonim tidak akan bertahan.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Terbongkar! Bank Sentral Iran Kumpulkan Stablecoin Rp8 Triliun

    Perusahaan analisis blockchain Elliptic mengungkap bahwa Bank Sentral Iran (Central Bank of Iran/CBI) secara diam-diam membangun cadangan stablecoin senilai lebih dari 500 juta dolar AS atau sekitar Rp8 triliun.

    Dilaporkan Bitcoin.com, dana tersebut dikumpulkan dalam bentuk USDT, stablecoin yang didukung dolar AS, dan diduga digunakan untuk melewati sanksi internasional sekaligus menahan kejatuhan nilai tukar rial Iran.

    Dalam laporan terbarunya, Elliptic menyebut sedikitnya 507 juta dolar AS USDT dapat dikaitkan langsung dengan dompet blockchain milik CBI. Analisis ini dipimpin oleh pendiri sekaligus Chief Scientist Elliptic, Dr. Tom Robinson, yang memetakan jaringan dompet dengan tingkat keyakinan tinggi.

    Angka tersebut disebut sebagai batas minimum, karena hanya mencakup dompet yang dapat diidentifikasi secara konklusif. Dana USDT itu diketahui mengalir melalui Nobitex, bursa kripto terbesar di Iran, sebelum disimpan, diperdagangkan, atau dikonversi ke rial.

    Baca juga: Internet Iran Diputus Total, Warga Masih Bisa Pakai Kripto?

    Faktor Akumulasi Stablecoin

    Aktivitas akumulasi stablecoin ini meningkat seiring tekanan berat terhadap mata uang Iran, di mana nilai rial dilaporkan merosot hampir 50 persen dalam delapan bulan. Elliptic menilai CBI kemungkinan menggunakan stablecoin untuk menyuntikkan likuiditas dolar ke pasar domestik, menyerupai operasi pasar terbuka yang seharusnya terhalang oleh sanksi.

    Pada Juni 2025, setelah Nobitex diretas oleh kelompok pro-Israel, aliran dana bergeser ke jembatan lintas rantai dari Tron ke Ethereum, lalu diproses melalui bursa terdesentralisasi dan terpusat hingga akhir 2025.

    Elliptic menyebut strategi ini membentuk sistem “eurodollar digital di luar pembukuan,” yang memungkinkan Iran menyimpan dan memindahkan nilai dolar di luar sistem perbankan global. Meski demikian, perusahaan menegaskan bahwa aktivitas tersebut tetap dapat dilacak karena berjalan di atas blockchain publik.

    Elliptic juga mencatat bahwa Tether telah membekukan jutaan token USDT yang terkait dengan dompet CBI, menunjukkan bahwa penerbit stablecoin dan platform bursa masih memiliki kemampuan untuk menegakkan sanksi, meski menimbulkan perdebatan etis dan geopolitik yang kompleks.

    Baca juga: Indonesia Blockchain Week 2025 Siap Digelar, Percepat Ekonomi Digital


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • NYSE Siap Tokenisasi Saham, Sinyal Bullish Besar untuk Kripto

    Pendiri Binance Changpeng “CZ” Zhao menilai rencana New York Stock Exchange (NYSE) untuk meluncurkan platform sekuritas ter-tokenisasi sebagai kabar yang sangat bullish bagi industri kripto dan bursa aset digital. Pernyataan ini disampaikan menyusul pengumuman resmi NYSE terkait pengembangan platform perdagangan saham berbasis blockchain.

    Dalam unggahan di platform X, CZ menyebut bahwa langkah NYSE tersebut akan membawa dampak positif bagi ekosistem kripto secara keseluruhan, termasuk bagi crypto exchange. NYSE sebelumnya mengumumkan tengah membangun platform untuk perdagangan dan penyelesaian (settlement) sekuritas yang ditokenisasi secara on-chain, dengan tetap menunggu persetujuan regulator.

    Baca juga: Tak Main-main! Korea Selatan Siap Kuasai Pasar Tokenisasi Global

    NYSE Tokenisasi Saham

    Berdasarkan siaran pers NYSE, platform ini dirancang untuk memungkinkan perdagangan saham dan exchange-traded funds (ETF) selama 24 jam penuh, tujuh hari seminggu, dengan penyelesaian instan. Saham-saham terkait kripto, seperti Circle (CRCL), juga akan tersedia di platform tersebut. Selain itu, pendanaan berbasis stablecoin akan diintegrasikan sehingga investor dapat bertransaksi menggunakan stablecoin.

    Dilaporkan Coingape, NYSE juga membuka peluang kolaborasi multi-chain. Sistem pasca-perdagangan berbasis blockchain yang dikembangkan diklaim akan mendukung berbagai jaringan blockchain untuk kebutuhan settlement dan kustodi. Pengumuman ini muncul beberapa bulan setelah terungkap bahwa Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mempertimbangkan untuk mengizinkan perdagangan saham on-chain berdampingan dengan aset kripto.

    Sebelumnya, pada Desember lalu, SEC juga dikabarkan telah memajukan proses yang memungkinkan peluncuran perdagangan sekuritas ter-tokenisasi di Nasdaq. Langkah Nasdaq tersebut berpotensi menghadirkan perdagangan 24 jam untuk saham-saham kripto seperti Coinbase (COIN), Strategy (MSTR), dan Robinhood (HOOD).

    Selain CZ, analis pasar Adam Livingston turut menyebut pengumuman NYSE ini sebagai sentimen bullish. Ia menyatakan bahwa pembelian Bitcoin berpotensi meningkat secara signifikan sebagai dampak dari adopsi tokenisasi sekuritas oleh bursa tradisional.

    Langkah Positif Buat Pasar Kripto

    Dari sisi industri, eksekutif Ripple Reece Merrick menyebut rencana tokenisasi NYSE sebagai langkah “besar”. Ia menyoroti kemampuan platform tersebut dalam menghadirkan perdagangan saham dan ETF 24/7, perdagangan saham fraksional, serta penyelesaian instan melalui modal yang ditokenisasi.

    Pandangan serupa disampaikan Kepala Riset Galaxy Digital, Alex Thorn, yang menyebut langkah NYSE sebagai tahap penting bagi tokenisasi saham. Menurutnya, nilai utama tokenisasi terletak pada self-custody, penyelesaian berbasis blockchain, transfer peer-to-peer, serta akses langsung ke ekosistem decentralized finance (DeFi).

    Thorn menambahkan bahwa keterlibatan lembaga kliring dan bursa dalam interaksi dengan saham ter-tokenisasi merupakan bentuk “penutupan siklus” yang krusial bagi industri keuangan digital. Sejumlah bursa kripto besar, termasuk Coinbase, juga diketahui tengah mengembangkan layanan sekuritas ter-tokenisasi.

    Sementara itu, CEO Robinhood Vlad Tenev menyinggung bahwa token saham saat ini sudah tersedia bagi pengguna Robinhood di Uni Eropa, namun belum di Amerika Serikat. Ia pun menegaskan bahwa sudah saatnya AS memimpin dalam kebijakan kripto global.

    Baca juga: Bhutan Resmi Tokenisasi Cadangan Emas Negara di Blockchain Solana


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 3 Altcoin CMC Labs Ini Mendadak Naik, Ada yang Tumbuh Hampir 31%

    Pasar kripto kembali menunjukkan pergerakan menarik dari kategori CMC Labs Tokens. Sejumlah altcoin dalam ekosistem ini mencatatkan performa positif berdasarkan data kapitalisasi pasar dan pergerakan harga dalam 7 hari terakhir.

    Berikut rangkuman 3 top altcoin CMC Labs Tokens yang saat ini menempati posisi teratas berdasarkan market capitalization dikutip CoinMarketCap.

    1. THORWallet (TITN)

    THORWallet (TITN) menjadi token CMC Labs dengan kapitalisasi pasar terbesar saat ini. Berdasarkan data terbaru, harga TITN berada di level $0.3387 dengan kapitalisasi pasar mencapai $14,398,771.

    Dalam periode 7 hari, TITN mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 30.96%, menjadikannya salah satu token dengan performa terbaik di kategori ini. Volume perdagangan 24 jam tercatat sebesar $3,567,817, dengan suplai beredar sebanyak 10.53 juta TITN. Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya minat pasar terhadap proyek THORWallet.

    Baca juga: 3 Altcoin Perp DEX Ini Nomor 1 Naik 55% dalam 7 Hari

    2. Sogni AI (SOGNI)

    Di posisi kedua terdapat Sogni AI (SOGNI) dengan kapitalisasi pasar sebesar $3,863,333. Harga SOGNI saat ini berada di kisaran $0.003186.

    Token ini mencatatkan pertumbuhan 1.25% dalam 7 hari terakhir, dengan volume perdagangan harian mencapai $425,207. Total suplai beredar SOGNI tercatat sebanyak 133.42 juta token. Stabilitas pergerakan harga SOGNI menunjukkan konsistensi minat investor meski tanpa lonjakan ekstrem.

    3. Superp (SUP)

    Posisi ketiga ditempati oleh Superp (SUP) dengan kapitalisasi pasar sebesar $3,429,941. Harga SUP tercatat di level $0.01673.

    Dalam kurun 7 hari, SUP mengalami kenaikan harga sebesar 29.40%, mendekati performa mingguan TITN. Volume perdagangan 24 jam mencapai $1,157,022, dengan suplai beredar sebanyak 69.11 juta SUP. Kenaikan tajam ini menempatkan SUP sebagai salah satu token CMC Labs yang paling diperhatikan dalam sepekan terakhir.

    Kesimpulan

    Data terbaru menunjukkan bahwa sektor CMC Labs Tokens masih menyimpan potensi pergerakan harga yang menarik. THORWallet (TITN) memimpin dari sisi kapitalisasi pasar dan pertumbuhan mingguan, disusul Sogni AI (SOGNI) dan Superp (SUP) yang juga mencatatkan kinerja positif.

    Pergerakan ini menjadi sinyal penting bagi pelaku pasar untuk terus memantau perkembangan altcoin di kategori CMC Labs.

    Baca juga: 3 Altcoin Binance Alpha Airdrops Ini Meledak Berdasarkan Market Cap


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • CEO Bank of America: Bunga Stablecoin Bisa Bikin $6 miliar Keluar Sistem Perbankan!

    CEO Bank of America, Brian Moynihan, dalam Q4 2025 Bank of America Earnings Conference Call, memperingatkan bahwa jika stablecoin diizinkan membayar bunga (yield/interest) kepada pemegangnya, maka diperkirakan hingga $6 triliun deposito bank di Amerika Serikat berpotensi berpindah keluar dari sistem perbankan konvensional.

    Angka ini terbilang sangatlah besar, karena mencapai sekitar 30-35% dari total deposito bank komersial di AS. Dampaknya, jika ini ternjadi bisa mencakup bank yang kehilangan sumber dana murah dari deposit retail yang mengendap, hingga naiknya biaya pinjaman kredit.

    $6 miliar Bisa Keluar Sistem Perbankan Gara-Gara Stablecoin

    Menurut Moynihan, perkiraan tersebut didasarkan pada studi Departemen Keuangan AS (U.S. Treasury Department) dan menghubungkan potensi pergeseran dengan perdebatan legislatif yang sedang berlangsung mengenai stablecoin berbunga.

    Ia menjelaskan bahwa stablecoin yang membayar bunga akan berfungsi mirip seperti money market mutual fund, instrumen investasi yang menawarkan yield lebih tinggi dibandingkan rekening tabungan bank biasa.

    Jika stablecoin bisa memberikan yield sekitar 4%, sementara bank hanya memberikan bunga kecil, maka wajar jika masyarakat dan institusi lebih memilih memindahkan dana mereka ke stablecoin.

    Dalam surat yang ditulis oleh para pimpinan bank kepada Senat AS mengenai risiko besar jika stablecoin diizinkan membayar bunga atau imbal hasil, menyebutkan bahwa “jika miliaran dana tersingkir dari pinjaman bank komunitas, usaha kecil, para petani, pelajar, dan pembeli rumah di kota-kota seperti milik kita akan menderita.” seraya menambahkan bahwa perusahaan yang terkait dengan stablecoin tidak dapat menggantikan peran bank dalam menciptakan kredit dan tidak menawarkan asuransi FDIC.

    Dampak lainnya juga bisa berakibat seperti:

    • Bank kehilangan sumber dana murah (deposito ritel)
    • Bank terpaksa mencari dana dari sumber lain yang lebih mahal (wholesale funding)
    • Kapasitas kredit/lending bank menurun
    • Biaya pinjaman (suku bunga kredit) secara keseluruhan bisa naik

    Namun, banyak yang menganggap hal di atas hanyalah alasan belaka, untuk melindungi kepentingan dan margin keuntungan bank besar. Karena bank besar ini sebenarnya mampu menawarkan suku bunga yang lebih kompetitif pada deposito jika terpaksa bersaing secara terbuka.

    Gonjang-Ganjing Regulasi Stablecoin di AS

    Pernyataan Moynihan muncul di tengah perdebatan sengit di Kongres AS terkait rancangan undang-undang struktur pasar kripto terbaru (termasuk yang disebut sebagai bagian dari GENIUS Act atau draft terbaru dari Senator Tim Scott pada 9 Januari 2026).

    Draft tersebut secara eksplisit melarang penerbit stablecoin membayar bunga atau yield hanya karena pemegang memegang token tersebut (passive holding). Namun, reward masih diperbolehkan jika terkait aktivitas seperti staking, liquidity provision, atau penggunaan aktif lainnya.

    Bank-bank besar, termasuk Bank of America dan kelompok lobi perbankan sangat mendukung larangan ini, karena mereka ingin menutup celah agar stablecoin tidak menjadi pesaing langsung deposito bank.

    Di sisi lain, pelaku industri kripto seperti CEO Coinbase, Brian Armstrong dengan tegas menolak draft tersebut, menyebutnya sebagai upaya bank untuk membunuh reward pada stablecoin dan membatasi kompetisi.

    Amstrong beranggapan bahwa dengan stablecoin yang bisa memberikan yield berarti bunga dari yeild bisa masuk ke kantong keluarga Amerika. Menurutnya ini malah bagus, karena rakyat biasa dapat untung lebih banyak daripada simpan di bank yang bunganya rendah.

    Baca juga: Mendulang Cuan Tambahan dari Staking ETF Ethereum

    Membandingkan Rata-Rata Bunga Bank vs Stablecoin

    Terlepas dari stablecoin yang mulai dipandang sebagai ancaman baru oleh bank konvensional, mari kita bandingkan rata-rata yield atau bunga bank vs stablecoin.

    Di Indonesia, bunga deposito terbagi menjadi dua kategori, yakni Bank Besar dan Bank Digital.

    Bank Besar biasanya memberikan bunga rendah karena likuiditas mereka melimpah, sedangkan Bank Digital berani memberikan bunga tinggi untuk menarik nasabah.

    Bank Besar (BCA, Mandiri, BNI): Bunga berkisar 2.00% – 3.50% p.a.

    Bank Digital (Seabank, Bank Saqu, Krom, Neo): Bunga berkisar 5.00% – 8.75% p.a.

    Sedangkan untuk stablecoin, pengguna bisa menggunakan centralized exchange dan decentralized exchange untuk mendapatkan bunga. Bunganya sendiri bervariasi tergantung aktivitasnya, seperti earn, staking, atau landing.

    Data DeFiLlama, 20 Januari 2026. Sumber: DeFiLlama.

    Dikutip dari data DeFiLlama, rentang bunga stablecoin seperti USDT cukup bervariatif (diurutkan berdasar TVL) mulai dari 0.57% hingga 41.23% p.a dengan rata-rata 2-10% p.a namun bisa melonjak tinggi saat bull market sedang panas, karena banyak orang meminjam stablecoin untuk beli Bitcoin.

    Kesimpulan

    Bank mau tidak mau harus mulai beradaptasi dengan kemajuan teknologi, seperti kripto dan stablecoin. Jika bank terus melobi untuk membatasi yield stablecoin tanpa berinovasi, mereka berisiko kehilangan relevansi dalam era digital money, terlebih lagi adopsi stablecoin semakin meluas dengan pesat.

    Baca juga: Contoh Nyata Manfaat Aset Kripto: Venezuela Andalkan USDT di Tengah Inflasi

    Mulai perjalanan kriptomu dengan pastikan membeli token kripto terdaftar di resmi di Indonesia melalui exchange lokal resmi yang mengikuti prosedur yang berlaku seperti Tokocrypto.

    Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

    Sumber:

    Yahoo Finance: Bank of America CEO Warns $6T in Deposits Could Flow into Stablecoins

    Stockwits: White House Threatens To Pull Support For Crypto Market Structure Bill





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Venezuela Andalkan USDT di Tengah Inflasi

    Venezuela mengalami salah satu krisis ekonomi terparah dalam sejarah modern, ditandai dengan hiperinflasi yang mencapai puncak 80.000% pada 2018. Proyeksi International Monetary Fund memaparkan bahwa untuk 2026 inflasi berpotensi mencapai 682%.

    Akibat inflasi ini, nilai mata uang nasional Venezuela, Bolivar, telah kehilangan lebih dari 99% nilainya, membuatnya hampir tidak berguna untuk transaksi sehari-hari. Ditambah lagi dengan sanksi AS sejak 2020, yang membatasi akses ke dolar dan sistem perbankan global, membuat warga Venezuela harus pintar-pintar mencari alternatif lain, seperti stablecoin.

    Stablecoin menjadi pilihan utama karena menawarkan nilai stabil terpatok oleh nilai mata uang tertentu seperti dolar, membuatnya ideal sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan alat untuk transaksi. 

    Ya… bagaimana tidak, ditengah negara yang ‘kacau’ kripto memungkinkan penggunanya mengirim dana dari luar negeri ke dalam negeri, meski bank atau pemerintahan tutup.

    Ditengah inflasi ini, menurut laporan Chainalysis 2025, Venezuela bergerak menempati peringkat ke-18 secara global dalam indeks adopsi kripto.

    USDT Sebagai Solusi Hindari Sanksi Minyak AS

    Pemerintah Venezuela, di bawah kepemimpinan Nicolás Maduro hingga penangkapannya pada 3 Januari 2026, telah memanfaatkan USDT secara ekstensif untuk operasi ekonomi. Dikutip dari Yahoo Finance, perusahaan minyak negara Venezuela, Petróleos de Venezuela (PDVSA) diketahui menerima setidaknya 80% dari total pendapatan menggunakan pembayaran dalam bentuk USDT untuk menghindari sanksi Amerika Serikat.

    USDT dianggap sebagai alternatif pembayaran selain SWIFT yang lebih cepat dan murah. Namun, meski menguntungkan, USDT ternyata masih rentan terhadap intervensi regulasi. Contohnya, pada 11 Januari 2026 kemarin misalnya, Tether baru saja membekukan $182 juta di lima dompet Tron yang terkait dengan transaksi minyak Venezuela, menandai pembekuan terbesar dalam sehari. 

    Tindakan ini, yang diduga atas permintaan AS, menunjukkan kerentanan stablecoin terhadap intervensi eksternal, sekaligus memperlihatkan bagaimana stablecoin bisa menjadi perpanjangan sanksi AS.

    Baca juga: 600.000 Bitcoin Venezuela Akan Disita Trump, Apa Dampaknya?

    Adopsi Stablecoin Venezuela yang Terus Meningkat

    Bagi warga negara Venezuela, stablecoin kripto seperti USDT atau USDC telah menjadi penyelamat dari kehancuran mata uang bolivar yang nilainya telah turun 99,99% sejak tahun 2013 disebabkan oleh gejolak politik dalam negeri, korupsi, dan jatuhnya harga minyak.

    Setelah penangkapan Nicolás Maduro oleh AS, ketidakpastian politik membuat masyarakat Venezuela semakin bergantung pada kripto, khususnya stablecoin. Dikutip dari Bloomberg, total transaksi kripto Venezuela mencapai $44,6 miliar pada 2025, naik sekitar 19% dibanding 2022. Angka ini setara dengan Kolombia meski populasi Venezuela hanya separuhnya.

    “Venezuela adalah salah satu contoh paling menonjol dari negara di mana adopsi kripto menjadi sebuah kebutuhan ekonomi,” ujar Michal Moneta, Chief Operating Officer di Onchain Foundation.

    Meningkatnya tingkat adopsi ini bukan karena regulasi, namun karena masyarakat menilai bahwa mereka telah menemukan solusi atas masalah mereka melalui mata uang kripto.

    Michal Moneta, menerangkan bahwa permintaan terhadap stablecoin di Venezuela terus meningkat, setidaknya untuk saat ini, karena kondisi yang semakin tidak stabil.

    Dengan ketatnya kontrol pemerintah atas sistem perbankan, membuat bank di Venezuela tidak dapat menjual dolar sesuai harga pasar. Sebagai gambaran, jika sesuai kurs pemerintah resmi dibutuhkan sekitar 300 bolivar Venezuela untuk membeli $1, di pasar gelap nilainya bisa mendekati 500 bolivar.

    Ditambah lagi dengan sanksi internasional yang membuat bursa kripto besar enggan beroperasi di negara tersebut, masyarakat akhirnya beralih ke jalur informal untuk memenuhi kebutuhan finansial mereka.

    Baca juga: Anak Purbaya Soroti Pentingnya Keamanan Aset Kripto, Apa yang Perlu Investor Tahu?

    Masyarakat Venezuela kini mengandalkan peer-to-peer (tanpa perantara seperti exchange dan bank) untuk membeli stablecoin yang didukung dolar, seperti USDT milik Tether dan USDC milik Circle. Kedua kripto tersebut dianggap lebih aman karena nilainya relatif stabil sejak diluncurkan, meski tidak diakui sebagai mata uang resmi.

    Diaspora Venezuela, yang tersebar di seluruh dunia, bahkan bisa dengan mudah menggunakan USDT untuk mengirim uang kembali ke rumah dengan biaya lebih rendah dan cepat dibandingkan transfer bank tradisional. 

    Menurut PANews Lab, dengan jutaan warga Venezuela yang telah bermigrasi ke luar negeri, remitansi berbasis kripto semakin menjadi hal penting bagi keluarga yang ditinggalkan, data menunjukan 9% diantaranya disalurkan melalui kanal digital seperti kripto yang mencapai $5,4 miliar per tahun.

    Di sosial media seperti X, banyak investor kripto menyoroti semakin dalamnya penetrasi USDT ke kehidupan sehari-hari, terutama di negara-negara berkembang seperti Venezuela.

    Seorang pengguna X, @david_eng_mba misalnya, menyebutkan bahwa bahkan nenek berusia 71 tahun di Caracas kini membayar biaya HOA (semacam iuran lingkungan atau perumahan) menggunakan USDT, yang secara tidak langsung menggambarkan bagaimana kripto, khususnya stablecoin telah menjadi bagian integral dari transaksi harian, bukan sekadar alat spekulasi atau simpanan nilai.

    Terlepas dari Tether yang melakukan pembekuan dana USDT milik Venezuela, meningkatnya adopsi kripto di  Venezuela dapat menjadi contoh bagaimana aset kripto dapat bermanfaat bagi masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi.

    Mulai perjalanan kriptomu dengan pastikan membeli token kripto terdaftar di resmi di Indonesia melalui exchange lokal resmi yang mengikuti prosedur yang berlaku seperti Tokocrypto.

    Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Monero (XMR) Tembus ATH Baru, Imbas Developer Zcash (ZEC) Resign?!

    Pada 15 Januari 2026, Monero (XMR) berhasil menyentuh level $798.91 yang merupakan harga tertinggi baru (ATH) yang pernah dicatatkan. Ini menandai ATH baru setelah penantian delapan tahun lamanya. Yang menarik, kenaikan harga Monero ini ini terjadi di tengah pasar kripto secara garis besar mengalami penurunan.

    Banyak analis mengaitkan kenaikan Monero dengan masalah di Zcash, rival utamanya di sektor privasi coin. Sebelumnya Zcash mengalami penurunan harga hingga 28%, dipicu oleh kepergian tim Electric Coin Company (ECC) yang memutuskan membangun wallet sendiri, meninggalkan proyek utama.

    Baca juga: Tim Developer Zcash Bubar! Gimana Nasib Proyeknya?

    Kejadian tersebut menciptakan ketidakpastian governance, mendorong investor untuk beralih ke Monero yang dianggap lebih stabil dan memiliki privasi wajib melalui teknologi seperti ring signatures dan stealth addresses

    Banyak investor kripto di sosial media seperti X menyebut bahwa Monero kembali merebut tahta privacy coin dari Zcash, ditandai dengan kenaikan lebih dari 50% dalam delapan hari.

    Pergerakan harga Monero (XMR/USDT) pada Sabtu, 17 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Selain rotasi dari Zcash, kenaikan Monero didorong oleh narasi privasi yang semakin kuat akibat kekhawatiran atas pengawasan pemerintah, dan serangan wrench attacks dimana investor kripto dirampok untuk dipaksa menyerahkan akses ke wallet atau private keys mereka, membuat permintaan atas privacy coin meningkat.

    Dikutip DL News, mantan maintainer Monero, Riccardo Spagni, menyatakan bahwa masyarakat semakin sadar betapa pentingnya privasi keuangan di tengah “sistem dystopian” yang berkembang. Selain itu, prediksi dari analis seperti Peter Brandt membandingkan pola harga Monero dengan rally silver historis, menandakan potensi “god candle” lebih lanjut.

    Baca juga: Mantan Walikota New York Luncurkan Meme Coin, Gak Sampe 30 Menit Langsung Dump!

    Persaingan Monero (XMR) dan Zcash (ZEC)

    Monero dan Zcash sejak lama berada dalam satu arena yang sama yakni, privacy coin. Keduanya lahir dari kebutuhan akan transaksi kripto yang lebih privat dibanding Bitcoin. Namun, meski tujuan akhirnya serupa, pendekatan yang digunakan sangat berbeda, dan perbedaan inilah yang membentuk dinamika persaingan di antara keduanya hingga hari ini.

    Lalu apa saja perbedaan antara Monero (XMR) dan Zcash (ZEC)? Berikut perbandingan singkatnya:

    Fitur Monero (XMR) Zcash (ZEC)
    Mekanisme Privasi Ring Signatures + Stealth Addresses + RingCT (wajib) zk-SNARKs (Zero-Knowledge Proofs) (opsional)
    Fungibilitas Fungibilitas Sempurna (100%) Fungibilitas Terbatas (campuran)
    Jenis Transaksi Semua transaksi privat Transparent (t-addr) & Shielded (z-addr)
    Mekanisme Konsensus Proof-of-Work (RandomX) Proof-of-Work (Equihash)
    Kecepatan Transaksi 2–4 menit (standar) 2.5 menit (transparent), lebih lambat untuk shielded (variabel)
    Biaya Rata-rata $0.01 – $0.05 (rendah) $0.001 – $0.01 (sangat rendah)
    Auditabilitas Tidak ada audit eksternal (opaque) View Keys tersedia (selektif)
    Skalabilitas Ukuran blok dinamis (adaptif) Ukuran blok tetap (terbatas)
    Tim Pengembang Dipimpin komunitas (terdesentralisasi) Electric Coin Co. + Foundation (tersentralisasi)
    Model Pendanaan Donasi sukarela (komunitas) Founder’s Reward 20% (pendanaan kuat)
    Dukungan di Exchange Menurun karena regulasi (terbatas) Kepatuhan regulasi lebih baik (lebih luas)
    Pandangan Regulasi Risiko regulasi tinggi (menantang) Risiko regulasi sedang (lebih aman)
    Penggunaan Utama Privasi maksimal & fungibilitas Privasi selektif & kepatuhan
    Tahun Peluncuran 2014 2016

    Perbedaan Teknologi Utama

    Monero menggunakan privasi secara default melalui kombinasi ring signatures, stealth addresses, dan RingCT (confidential transactions). Artinya, setiap transaksi secara otomatis anonim tanpa opsi untuk transparansi. Pendekatan ini membuat Monero sangat sulit dilacak.

    Sebaliknya, Zcash mengadopsi zk-SNARKs (Zero-Knowledge Succinct Non-Interactive Argument of Knowledge) yang memungkinkan privasi opsional. Pengguna bisa memilih transaksi shielded (pribadi) atau transparent (terbuka). Fitur ini memberikan fleksibilitas lebih besar, termasuk kemudahan audit dan potensi compliance dengan regulasi.

    Baca juga: 600.000 Bitcoin Venezuela Akan Disita Trump, Apa Dampaknya?

    Keunggulan dan Kelemahan Masing-Masing

    Monero sering dipuji karena ketahanannya terhadap serangan regulasi dan delisting exchange. Meskipun sudah diblokir di lebih dari 75 platform, Monero tetap memiliki likuiditas tinggi melalui exchange offshore dan peer-to-peer. Privasi default-nya juga membuatnya lebih disukai di pasar darknet dan oleh para pengguna yang mengutamakan anonimitas.

    Zcash, di sisi lain, memiliki keunggulan dalam hal potensi adopsi institusional karena transparansi opsionalnya memungkinkan verifikasi oleh auditor atau regulator. Beberapa analis memprediksi Zcash bisa “flip” Monero di masa depan jika berhasil menyelesaikan isu governance dan menarik lebih banyak dukungan dari komunitas yang menginginkan keseimbangan antara privasi dan compliance.

    Penutup

    Kenaikan Monero bukan hanya reaksi terhadap Zcash, tapi bagian dari tren global yang mulai sadar terhadap privasi keuangan. 

    Kekhawatiran atas pengawasan pemerintah, seperti larangan privasi coin di Dubai, dan proposal Uni Eropa untuk melarang perdagangan ZEC dan XMR pada 2027, justru meningkatkan permintaan. 

    Riccardo Spagni dari Monero menyatakan, “Ada pergeseran global menuju pengakuan bahwa privasi merupakan hal yang penting dan penting bagi kita sebagai individu dan sebagai sebuah peradaban.” Selain itu, perampokan langsung di dunia nyata pada investor kripto untuk memaksa mereka menyerahkan akses ke wallet atau private keys, semakin mendorong adopsi aset anonim.

    Pastikan kamu membeli token kripto terdaftar di resmi di Indonesia di exchange lokal resmi yang mengikuti prosedur yang berlaku seperti Tokocrypto.

    Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

    Sumber:
    Yahoo Finance: Monero (XMR) Reaches New ATH of $657, Privacy Coins Valued at $21B

    BeinCrypto: XMR Price Up 56% In 7 Days — Can Monero Still Reach $880?

    Bankless: Monero’s XMR Token Surpasses $700



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tak Main-main! Korea Selatan Siap Kuasai Pasar Tokenisasi Global

    Parlemen Korea Selatan secara resmi menyetujui regulasi yang melegalkan penerbitan dan perdagangan tokenized securities, menandai langkah besar negara tersebut dalam pengembangan aset digital berbasis blockchain. Kebijakan ini digadang-gadang akan mempercepat pertumbuhan pasar keuangan digital dan memperkuat posisi Korea Selatan sebagai pemimpin inovasi finansial.

    Persetujuan tersebut diberikan oleh Majelis Nasional Korea Selatan melalui amandemen Capital Market Act dan Electronic Securities Act dalam sidang pleno pada Kamis lalu. Dengan aturan baru ini, penerbit yang memenuhi syarat dapat menerbitkan sekuritas digital menggunakan teknologi distributed ledger atau blockchain.

    Penggunaan Sekuritas Digital

    Melalui perubahan pada Electronic Securities Act, penggunaan sekuritas digital kini memiliki dasar hukum yang jelas. Sementara itu, amandemen Capital Market Act memungkinkan tokenized securities diperdagangkan melalui perusahaan pialang dan perantara keuangan sebagai kontrak investasi yang sah.

    Otoritas jasa keuangan Korea Selatan, Financial Services Commission (FSC), menegaskan bahwa kerangka regulasi ini tidak bertujuan menggantikan sistem pasar yang sudah ada, melainkan mengintegrasikan teknologi blockchain ke dalam ekosistem keuangan konvensional.

    FSC menyatakan bahwa penerapan tokenisasi akan memungkinkan pengelolaan akun sekuritas berbasis ledger terdistribusi serta meningkatkan pemanfaatan smart contract dalam proses penerbitan dan penyelesaian transaksi. Teknologi ini dinilai dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan keamanan sistem keuangan.

    Tokenized Securities

    “Tokenized securities diharapkan memungkinkan manajemen akun sekuritas berbasis blockchain serta mendorong penggunaan smart contract secara lebih luas,” ujar FSC dalam pernyataan resminya.

    Setelah disetujui parlemen, rancangan undang-undang ini akan diajukan ke State Council sebelum disahkan oleh presiden. Proses tersebut diperkirakan berjalan lancar. Regulasi ini dijadwalkan mulai berlaku pada Januari 2027.

    Langkah ini melanjutkan perubahan kebijakan besar sebelumnya, di mana FSC telah merampungkan aturan yang memungkinkan perusahaan dan investor institusional kembali berpartisipasi dalam perdagangan aset digital. Kebijakan tersebut mengakhiri hampir sembilan tahun pembatasan terhadap keterlibatan korporasi di pasar kripto.

    Secara global, minat terhadap tokenisasi aset terus meningkat. Regulator Amerika Serikat baru-baru ini mengeluarkan panduan untuk melonggarkan hambatan regulasi demi mendorong eksperimen institusional. Sejumlah lembaga keuangan besar pun mulai bergerak, termasuk JPMorgan yang meluncurkan dana pasar uang berbasis token di jaringan Ethereum.

    Laporan Boston Consulting Group memproyeksikan pasar tokenized securities Korea Selatan dapat mencapai USD 249 miliar pada akhir dekade ini. Sementara itu, Standard Chartered memperkirakan pasar tokenisasi global berpotensi tumbuh hingga USD 2 triliun pada 2028.

    Baca juga: Bhutan Resmi Tokenisasi Cadangan Emas Negara di Blockchain Solana


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Asal Mula Proof of Reserves (PoR) Dunia Kripto Ternyata Gara-Gara Ini!

    Proof of Reserves (PoR) telah menjadi salah satu inovasi krusial di dunia kripto, yang tidak hanya meningkatkan transparansi tapi juga melindungi investor dari risiko kebangkrutan exchange

    Dalam artikel ini, akan mengulas asal mula PoR, mulai dari akar masalahnya hingga kasus terbaru yang membuat PoR jadi standar baru di dunia kripto–mulai dari krisis Mt. Gox, hingga kejatuhan FTX.

    Munculnya Ide Proof of Reserves

    Industri kripto dimulai dengan janji desentralisasi dan kebebasan dari institusi tradisional, tapi realitasnya sering kali melibatkan exchange terpusat yang menyimpan aset pengguna. Pada awal 2010-an, exchange seperti Mt. Gox mendominasi pasar Bitcoin, tapi pada 2014, platform ini kolaps karena kehilangan sekitar 850.000 BTC akibat hack dan manajemen buruk.

    Kejadian ini membuat banyak investor kripto sadar, mengenai kurangnya bukti bahwa exchange benar-benar memegang aset yang diklaim ada dan aman di kantong mereka–sehingga mendorong lahirnya diskusi perihal transparansi.

    Paper yang berjudul Beware the Middleman: Empirical Analysis of Bitcoin-Exchange Risk  jadi salah satu dokumen pertama yang membahas Proof of Reserves (PoR) sebagai mekanisme transparansi di dunia kripto–fokusnya untuk membandingkan cadangan aset (assets) dengan liabilitas pengguna (liabilities) dengan kriptografis, sehingga exchange bisa membuktikan solvabilitas mereka.

    Baca juga: Perlindungan Dana Nasabah Crypto di Indonesia: Apa Peran Regulator?

    Penerapan Proof of Reserves Pertama

    Tahun 2014 menjadi momen bersejarah ketika Kraken, salah satu exchange kripto tertua, menjadi yang pertama menerapkan PoR secara praktis. 

    Audit dilakukan oleh Stefan Thomas menggunakan variasi metode Merkle Tree yang diusulkan oleh Greg Maxwell. Metode ini memungkinkan verifikasi individu tanpa memindahkan dana, sehingga mengurangi risiko. 

    Hasilnya, Kraken membuktikan bahwa cadangan Bitcoin mereka melebihi liabilitas pengguna, yang menjadi standar baru untuk transparansi.

    Alasan Kenapa Proof of Reserves Jadi Standar Exchange

    Sam Bankman-Fried, CEO FTX. Foto: FTX.
    Sam Bankman-Fried, CEO FTX. Foto: FTX.

    Proof of Reserves (PoR) benar-benar menjadi standar exchange di seluruh dunia setelah kolapsnya FTX pada 2022, di mana exchange FTX ternyata diam-diam menggunakan dana nasabah untuk menutup kerugian Alameda Research, membiayai investasi berisiko, membeli properti mewah di Bahama, serta donasi politik.

    Akibat penyalahgunaan ini, FTX mengalami kerugian miliaran dolar, banyak aset pengguna yang hilang dan FTX dinyatakan bangkrut. Founder FTX, Sam Bankman-Fried (SBF), pun dipenjara 25 tahun di Amerika Serikat setelah dinyatakan bersalah atas tujuh tuduhan penipuan dan konspirasi terkait runtuhnya FTX.

    Belajar dari pengalaman tersebut, Binance di bawah kepemimpinan CZ (Changpeng Zhao) mendorong seluruh exchange untuk mulai mengadopsi Proof of Reserves (PoR) berbasis Merkle Tree. Inovasi pun terus berkembang, termasuk penerapan zero-knowledge proofs (ZK proofs) yang menjaga privasi sekaligus memastikan bukti solvabilitas tanpa harus membuka detail penuh.

    Exchange lokal resmi seperti Tokocrypto pun sudah lama menerbitkan Proof of Reserves (PoR) miliknya yang bisa diakses langsung oleh publik. Tokocrypto menerapkan verifikasi berbasis Merkle Tree dan zk-SNARKs untuk memastikan audit cadangan aset lebih akurat sekaligus menjaga privasi.

    Menurut CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, fitur PoR yang dimiliki oleh Tokocrypto memungkinkan pengguna untuk melakukan self-verification untuk memastikan saldo mereka tercatat dalam perhitungan, dengan prinsip cakupan aset 1:1.

    Baca juga: Tokocrypto Publikasikan Proof of Reserves, Aset Pengguna Tumbuh 2x

    Apa Manfaat dari Proof of Reserves?

    • Tata Kelola yang Baik: Menunjukkan bahwa exchange memiliki tata kelola yang rapi dan transparan.
    • Mencegah Penyelewengan Dana: Membuat praktik fractional reserves (menyimpan cadangan kurang dari kewajiban) hampir mustahil disembunyikan. Ini melindungi industri dari skandal seperti FTX.
    • Sinyal Kepercayaan Publik: Memberikan bukti langsung kepada nasabah bahwa dana mereka benar-benar ada, bukan sekadar klaim.

    Jika kamu ingin mulai berinvestasi atau trading aset kripto, pastikan kamu memilih exchange lokal resmi yang mengikuti prosedur yang berlaku dan dilengkapi dengan Proof of Reserves (PoR) seperti Tokocrypto. 

    Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!

    Bagaimana Cara Melihat Proof of Reserves?

    Data PoR dapat diakses secara terbuka melalui laman resmi https://www.tokocrypto.com/id/proof-of-reserves, kamu juga bisa kunjungi laman Tutorial Cara Cek Proof Of Reserves Tokocrypto atau untuk tutorial lebih lengkap cara melakukan verifikasi data Merkle Tree simak video berikut:


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 600.000 Bitcoin Venezuela Akan Disita Trump, Apa Dampaknya?

    Beberapa pekan terakhir, dunia kripto diramaikan oleh rumor bahwa pemerintah AS di bawah Trump akan menyita cadangan Bitcoin milik Venezuela senilai puluhan miliar dolar, diperkirakan sekitar 600.000 BTC. Isu ini mencuat menyusul tindakan militer dan penahanan Presiden Nicolás Maduro oleh pasukan AS, serta spekulasi bahwa aset digital tersebut kini berada dalam kendali AS atau bisa segera disita.

    Menurut laporan dari MSN, proses akumulasi dimulai sejak 2018, dan melibatkan penukaran emas, dimana Venezuela dilaporkan menjual 73,2 ton emas senilai $2,7 miliar melalui perantara di Turki dan UEA, kemudian dikonversi menjadi BTC melalui mixer untuk menyembunyikan jejak.

    Tapi sampai saat ini tidak ada bukti on-chain yang ditemukan oleh firma seperti Arkham Intelligence, “Kami belum mengidentifikasi kepemilikan sebesar itu saat ini,” kata Matteo Colledan, Wakil Presiden Pengembangan Bisnis di perusahaan pengawasan blockchain Arkham.

    Secara historis, Venezuela terbilang memang aktif di dunia kripto, contohnya pada 2018, Venezuela meluncurkan Petro, mata uang digital berbasis minyak yang gagal karena kritik sebagai alat penghindaran sanksi. Adopsi kripto di kalangan rakyat juga tinggi karena hiperinflasi (500% pada 2025), tingginya adopsi ini terbukti dengan tercatatnya Venezuela sebagai peringkat 11 dalam adopsi aset digital global, menurut data dari TRM Labs.

    Baca juga: Apa itu Quantum Computing yang Dianggap Acaman Bagi Bitcoin?

    Venezuela Jadi Negara dengan Bitcoin Terbanyak

    Jika benar Venezuela berhasil mengumpulkan lebih dari 600.000 Bitcoin melalui skema “shadow reserve” sejak 2018, maka posisinya bukan hanya akan melampaui El Salvador yang saat ini memiliki sekitar 7.500 BTC, tetapi juga jauh di atas Amerika Serikat dengan cadangan hasil sitaan sekitar 325,293 BTC, serta China yang diperkirakan menyimpan 190.000 BTC.

    Di sisi korporasi, angka Venezuela bahkan mendekati kepemilikan MicroStrategy, perusahaan publik yang dikenal sebagai akumulator Bitcoin terbesar dengan lebih dari 672.497 BTC. Dengan estimasi nilai lebih dari 60 miliar dolar AS, Venezuela akan berdiri sebagai negara dengan cadangan Bitcoin terbesar di dunia, melampaui semua catatan resmi yang ada.

    Baca juga: 2025 Wrapped: Ini Kejadian Penting di Pasar Kripto Sepanjang Tahun 2025.

    Apa Jadinya Jika 600.000 Bitcoin Venezuela Benar-Benar Disita Trump?

    Meskipun belum ada data pasti yang menyebutkan bahwa Venezuela memiliki 600.000 Bitcoin, mari kita bayangkan jika 600.000 Bitcoin yang setara dengan 3% dari total suplai Bitcoin ini benar-benar nyata dan disita oleh Trump.

    Chart Bitcoin setelah Jerman mendjual Bitcoin. Sumber: Binance @TradingHeihgts

    Pasar kripto sebenarnya bukan pertama kali menghadapi isu penjualan aset strategis milik negara, contohnya pada 2024 Jerman menjual 50.000 BTC yang mereka miliki dan menyebabkan koreksi 15-20%.

    Sebagai perbandingan, jika kita kalkulasikan maka Bitcoin milik Venezuela adalah 12x lebih banyak dari Bitcoin yang di jual oleh Jerman pada 2024 kemarin.

    Tentunya hal ini akan memicu volatilitas pasar, karena ketakutan dan ketidakpastian.

    Namun melihat Amerika Serikat yang pro crypto dan telah mengesahkan Bitcoin strategic reserve, maka skenario Trump menyimpan Bitcoin hasil sitaan tersebut sebagai aset strategis AS untuk jangka panjang mungkin saja terjadi–sehingga bukan tidak mungkin pasar kembali bullish karena BTC sitaan ini berkurang secara tidak langsung dari sirkulasi karena disimpan untuk cadangan strategis AS, dan memperkuat narasi kelangkaan BTC.

    Jika kamu tertarik untuk membeli Bitcoin, pastikan kamu memilih exchange lokal resmi yang mengikuti prosedur yang berlaku seperti Tokocrypto, agar kamu bisa menikmati proses penarikan dana yang aman, transparan, dan cepat.

    Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

    Sumber: 

    Bitcoin’s price could be hit by Venezuela’s 3% BTC reserve: Here’s how – AMBCrypto

    Does Venezuela own a colossal Bitcoin hoard? Here’s everything we know – DL News





    Sumber : news.tokocrypto.com