Tag: blockchain

  • Anak Purbaya Soroti Pentingnya Keamanan Aset Kripto, Apa yang Perlu Investor Tahu?

    Anak Menteri Purbaya, Yudo Sadewa kembali membuat menjadi sorotan komunitas kripto setelah menyoroti tentang penarikan aset milik nasabah dari exchange lokal melalui Instagram pribadinya.

    Yudo Sadewa sendiri diketahui adalah seorang investor kripto yang sukses. Kekayaannya sebagian besar berasal dari investasi di aset kripto, termasuk meme coin, dan ia sering berbagi pengalaman melalui Instagram, dan TikTok pribadi miliknya. Sebagai anak dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, pernyataannya sering menjadi perdebatan, meskipun ia menegaskan bahwa pandangannya bersifat pribadi.

    Yudo sadewa membagikan pentingnya self-custody melalui tiktok pribadinya @yudosadewa.

    Tentu, alasan anak Metri Purbaya ini bukan hanya karena iseng belaka, melainkan menekankan tentang pentingnya konsep self-custody dalam pengelolaan aset kripto. Menurutnya, “exchange sebaiknya hanya digunakan sebagai tempat jual beli, bukan untuk menyimpan aset.” selain itu ia juga menyampaikan bahwa sebagian besar aset kriptonya disimpan di cold wallet untuk meminimalisir risiko peretasan.

    Lalu apa saja yang perlu investor tahu mengenai pentingnya keamanan aset kripto? Simak lebih lengkap yuk!

    Mengenal Self-Custody, Konsep yang Digaungkan Anak Menteri Purbaya

    Self-custody adalah konsep penyimpanan aset kripto di mana kamu menyimpan sendiri aset kripto yang kamu miliki, beserta private-key dari dompet aset kripto tersebut.

    Yudo Sadewa menyoroti prinsip dasar “Not your keys, not your coins” yang artinya, jika kunci private-key dari aset kripto pribadi kamu masih berada di tangan exchange, aset tersebut bukan sepenuhnya milik kamu, karena tidak benar-benar dalam “genggaman” kamu saat itu juga.

    Biasanya aset kripto self-custody disimpan di dompet dalam bentuk fisik (cold wallet) maupun dompet kripto digital (hot wallet). Sehingga jika kamu menggunakan metode ini, maka kepemilikan aset benar-benar berada di tangan kamu, karena akses dan otorisasi transaksi hanya bisa dilakukan dengan private-key kamu kamu pegang sendiri–dan tidak bisa diretas, kecuali private-key tersebut dimiliki oleh orang lain.

    Baca juga: Dana Nasabah Crypto Aman atau Tidak? Ini Penjelasan Regulasi di Indonesia

    Kenapa Menyimpan Aset Kripto di Exchange Bukan Self-Custody?

    Menyimpan aset kripto di exchange bukanlah self-custody, sebab ketika kamu menyimpan kripto di exchange, kamu sebenarnya mempercayakan penyimpanan dan pengelolaan aset kepada platform tersebut–meskipun sebenarnya, di Indonesia sendiri, exchange resmi seperti Tokocrypto diwajibkan menyimpan aset nasabah di kustodian yang telah berizin OJK paling sedikit 70% dari aset nasabah.

    Baca juga: Dana Nasabah Crypto Disimpan di Mana? Skema Penyimpanan di Exchange Lokal

    Tips untuk Kamu yang Ingin Lakukan Self-Custody

    Tokocrypto sangat mendukung penuh kendali pengguna atas private-keys nasabah—maka dari itu proses penarikan di Tokocrypto dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. Berikut beberapa tips bagi kamu yang ingin melakukan self-custody:

    • Gunakan cold wallet (misalnya Ledger atau Trezor) untuk aset jangka panjang.
    • Selalu backup 12-24 kata seed phrase atau private-key di tempat aman, seperti safe deposit box–jangan disimpan secara digital untuk meminimalisir risiko peretasan.
    • Simpan sebagian kecil di hot wallet untuk jaga-jaga jika kamu ingin melakukan penjualan atau trading dalam jangka pendek.
    • Jangan bagikan seed phrase atau private-key kepada siapapun.
    • Ikuti tutorial tarik aset kripto ke wallet untuk self-custody di sini.

    Bagi kamu yang memilih untuk tetap menyimpan di exchange resmi, seperti Tokocrypto–berikut beberapa tips agar meminimalisir risiko yang tidak diinginkan:

    • Aktifkan metode autentikasi dua faktor (2FA).
    • Hindari menggunakan password yang sama dengan akun lain.
    • Jangan klik tautan mencurigakan, dan pastikan selalu mengakses website atau aplikasi resmi Tokocrypto.
    • Pastikan software, termasuk sistem operasi, aplikasi, dan antivirus, selalu diperbarui ke versi terbaru.
    • Hindari membagikan kode OTP atau data login ke siapa pun.
    • Aktifkan kode anti-phising.

    Baca juga: Perlindungan Dana Nasabah Crypto di Indonesia: Apa Peran Regulator?

    Pastikan kamu memilih exchange lokal resmi yang mengikuti prosedur yang berlaku seperti Tokocrypto, agar kamu bisa menikmati proses penarikan dana yang aman, transparan, dan cepat.

    Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

    Sumber: TikTok @yudosadewa



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kartu Stablecoin Diprediksi Meledak di 2026, Dana Rp4.000 Triliun Jadi Pemicu?

    Adopsi kartu berbasis stablecoin diprediksi akan menjadi salah satu tema terbesar industri kripto pada 2026. Prediksi ini disampaikan oleh Managing Partner Dragonfly, Haseeb Qureshi, menyusul pendanaan jumbo senilai US$250 juta yang diraih perusahaan fintech stablecoin, Rain.

    Dalam unggahan di platform X pada Jumat, Qureshi menyebut bahwa kripto semakin terintegrasi ke dalam sistem pembayaran global. Menurutnya, kartu stablecoin menjadi jembatan penting antara teknologi blockchain dan pengalaman pembayaran yang sudah akrab bagi konsumen.

    “Ini akan menjadi salah satu tema besar 2026: kripto semakin menyatu dengan alur pembayaran ekonomi global,” tulis Qureshi.

    Pendanaan terbaru tersebut mendorong valuasi Rain mendekati US$2 miliar. Sepanjang 2025, Rain mencatat pertumbuhan signifikan dengan peningkatan jumlah pengguna kartu aktif hingga 30 kali lipat dan lonjakan volume pembayaran tahunan hampir 40 kali lipat, menjadikannya salah satu perusahaan fintech dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

    Kartu stablecoin mungkin menghadapi keterbatasan

    Dilaporkan Cointelegraph, Rain mendukung berbagai stablecoin utama seperti USDT dan USDC, serta berjalan di sejumlah jaringan blockchain, termasuk Ethereum, Solana, Tron, dan Stellar. Model ini memungkinkan transaksi yang lebih cepat, biaya lebih rendah, dan jangkauan global yang luas tanpa mengubah pengalaman pengguna secara signifikan.

    Qureshi menilai keunggulan utama kartu stablecoin adalah sifatnya yang “tidak terasa seperti kripto” bagi pengguna. Konsumen tetap dapat bertransaksi dalam denominasi dolar, kapan saja dan di mana saja, tanpa perlu memahami teknologi blockchain di baliknya.

    Optimisme ini sejalan dengan proyeksi Bloomberg Intelligence yang memperkirakan arus pembayaran stablecoin akan tumbuh dengan CAGR 81% hingga mencapai US$56,6 triliun pada 2030.

    Meski demikian, tidak semua pelaku industri sepakat. General Partner Better Tomorrow Ventures, Sheel Mohnot, menilai adopsi kartu stablecoin di negara maju masih menghadapi hambatan, terutama karena kurangnya insentif kuat, eksklusivitas, dan basis pengguna yang “terkunci” seperti pada sistem pembayaran tradisional.

    Pandangan tersebut dibantah oleh investor Pantera Capital, Mason Nystrom, yang menyoroti keunggulan stablecoin bagi pedagang, seperti penyelesaian instan, pembayaran langsung, dan perlindungan dari chargeback. Ia menilai infrastruktur pembayaran berbasis stablecoin berpotensi menggantikan sebagian besar tumpukan fintech yang ada saat ini.

    Regulasi Stablecoin Terus Bergerak Maju

    Dari sisi regulasi, perkembangan juga menunjukkan sinyal positif. Pengesahan GENIUS Act di Amerika Serikat pada akhir tahun lalu dinilai memperkuat momentum regulasi stablecoin. Kanada dan Inggris pun disebut tengah mempersiapkan kerangka regulasi stablecoin yang ditargetkan berlaku pada 2026 atau dalam waktu dekat.

    Adopsi institusional turut meningkat. Western Union, misalnya, berencana meluncurkan sistem penyelesaian berbasis stablecoin di jaringan Solana pada paruh pertama 2026, sekaligus memperkenalkan kartu stablecoin untuk mendukung transaksi konsumen di pasar negara berkembang.

    Dengan kombinasi pertumbuhan pengguna, dukungan pendanaan besar, dan kemajuan regulasi, kartu stablecoin dinilai semakin siap memasuki arus utama sistem pembayaran global.

    Baca juga: Apa itu Stablecoin USAT? Stablecoin Baru Tether yang Patuhi Regulasi AS


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Internet Iran Diputus Total, Warga Masih Bisa Pakai Kripto?

    Pemerintah Iran memutus akses internet nasional pada Kamis (waktu setempat) di tengah meluasnya aksi protes akibat memburuknya kondisi ekonomi dan anjloknya nilai tukar rial Iran ke level terendah sepanjang sejarah terhadap dolar AS. Pemadaman ini memunculkan pertanyaan besar: apakah warga Iran masih bisa menggunakan aset kripto tanpa internet?

    Berdasarkan data Statista, sekitar tujuh juta dari total 92 juta penduduk Iran diperkirakan merupakan pengguna kripto. Sementara itu, firma analitik blockchain TRM Labs mencatat aliran transaksi kripto di Iran mencapai sekitar 3,7 miliar dolar AS sepanjang Januari hingga Juli 2025.

    Aksi protes yang meluas dipicu tekanan ekonomi yang semakin berat, diperparah oleh pelemahan nilai mata uang nasional. Di tengah situasi tersebut, sejumlah pengamat global, termasuk CEO Bitwise Hunter Horsley, menyebut Bitcoin berpotensi menjadi penyimpan nilai (store of wealth) bagi masyarakat yang terdampak krisis.

    Opsi untuk Kripto Tanpa Internet

    Namun, pemutusan internet membuat transaksi kripto menjadi jauh lebih sulit. Meski demikian, sejumlah teknologi dinilai masih membuka celah bagi penggunaan kripto tanpa koneksi internet konvensional.

    Salah satu opsi yang mencuat adalah layanan internet satelit Starlink milik Elon Musk. Perangkat ini mampu menyediakan internet berkecepatan tinggi di wilayah yang sebelumnya tidak memiliki akses. Sejumlah pihak mendesak Musk untuk kembali mengaktifkan Starlink di Iran, seperti yang pernah dilakukan saat pemadaman internet pada Juni 2025. Meski demikian, laporan mengenai persetujuan tersebut masih belum terkonfirmasi secara resmi.

    DIlaporkan Cointelegraph, alternatif lain datang dari perusahaan infrastruktur Bitcoin, Blockstream. Melalui jaringan satelitnya, Blockstream dapat menyiarkan data Bitcoin ke seluruh dunia tanpa bergantung pada internet. Dengan cara ini, pengguna tetap dapat menerima informasi transaksi Bitcoin secara satu arah.

    Selain itu, sebagian pengguna memanfaatkan layanan pesan peer-to-peer terdesentralisasi bernama Bitchat, yang dikembangkan oleh Jack Dorsey. Aplikasi ini menggunakan jaringan mesh berbasis Bluetooth untuk mengirim pesan antarperangkat, termasuk data transaksi Bitcoin. Meski begitu, transaksi tetap memerlukan satu perangkat yang terhubung internet agar dapat dikonfirmasi di blockchain.

    Data Chromestats menunjukkan Bitchat telah diunduh lebih dari 1,4 juta kali sejak diluncurkan, dengan hampir 20 ribu unduhan dalam sehari terakhir dan lebih dari 460 ribu dalam sepekan terakhir.

    Penggunaan Kripto Secara Offline

    Digital payment.
    Digital payment.

    Di luar itu, sejumlah solusi kripto offline masih dalam tahap pengembangan. Salah satunya Darkwire, alat berbasis radio jarak jauh yang memungkinkan pengiriman data seperti transaksi Bitcoin melalui jaringan mesh terdesentralisasi tanpa internet. Proyek ini diperkenalkan pada Mei 2025 dan saat ini masih dalam tahap pengembangan ulang.

    Sebelumnya, pada 2022, pengembang perangkat lunak asal Afrika Selatan, Kgothatso Ngako, juga menciptakan solusi serupa bernama Machankura. Platform ini memungkinkan pengiriman dan penerimaan Bitcoin menggunakan ponsel tanpa koneksi internet, dengan memanfaatkan jaringan telekomunikasi seluler.

    Meski berbagai teknologi tersebut menawarkan alternatif, para ahli menegaskan bahwa pada akhirnya tetap dibutuhkan akses internet di salah satu titik jaringan agar transaksi dapat diverifikasi dan dicatat secara permanen di blockchain.

    Baca juga: Indonesia Blockchain Week 2025 Siap Digelar, Percepat Ekonomi Digital


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Perlindungan Dana Nasabah Crypto di Indonesia: Apa Peran Regulator?

    Banyak yang mengira bahwa exchange crypto di Indonesia menyimpan langsung dana dan aset nasabah secara penuh. Namun faktanya, sesuai ketentuan regulator Indonesia, aset nasabah ternyata tidak disimpan langsung oleh exchange lho! Melainkan disimpan di lembaga kliring dan kustodian yang terdaftar resmi.

    Terus apa sih peran regulator dalam perlindungan nasabah crypto di Indonesia? Simak lebih lengkapnya yuk!

    Baca juga: Dana Nasabah Crypto Disimpan di Mana? Skema Penyimpanan di Exchange Lokal

    Peran Regulator dalam Perlindungan Dana Nasabah Crypto di Indonesia

    Regulasi kripto di Indonesia diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak Januari 2025, yang mengambil alih pengawasan dari Bappebti berdasarkan UU P2SK, dengan OJK mengatur aset kripto sebagai Aset Keuangan Digital (AKD) melalui POJK, sementara Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mengatur aspek pajaknya.

    Adapun menurut Jurnal Kolaboratif Sains, meskipun tidak secara tegas menyebut aset kripto, berdasarkan regulasi UU P2SK, regulasi yang berlaku tetap memberikan landasan hukum bagi perlindungan pengguna layanan keuangan digital, selama layanan tersebut ditawarkan oleh exchange yang berada di bawah pengawasan OJK, seperti Tokocrypto.

    Peran tersebut mencakup: memastikan transparansi, menjamin mekanisme ganti rugi, memberikan sanksi peidana bagi penyelenggara yang melanggar, mewajibkan pemisahan antara dana operasional exchange dengan dana nasabah. Lebih lengkapnya sebagai berikut:

    Memastikan Transparansi

    Pasal 38 mengatur kewajiban OJK terkait tata kelola, pelaporan, dan transparansi keuangan. Meski tidak menyebut “cryptocurrency” secara eksplisit, aturan ini berimplikasi pada perlindungan hukum pengguna aset kripto pada exchange yang ada di bawah pengawasan OJK. 

    Mekanisme pelaporan dan akuntabilitas ini memastikan dana diawasi dengan tepat, sehingga setiap penyimpangan dapat segera terdeteksi dan konsumen di sektor keuangan digital mendapat perlindungan lebih kuat.

    Menjamin Mekanisme Ganti Rugi (Restorative Justice) 

    Pasal 48B menyediakan landasan bagi penyelesaian sengketa di mana OJK dapat menghitung nilai kerugian yang dialami konsumen akibat pelanggaran penyelenggara. 

    Jika permohonan penyelesaian disetujui, pihak penyelenggara wajib membayar ganti rugi kepada nasabah sebagai syarat penghentian penyidikan, sehingga hak finansial pengguna dapat dipulihkan secara langsung tanpa proses peradilan yang panjang .

    Memberikan Sanksi Pidana dan Denda Berat

    Sebagai langkah preventif, Pasal 53 dan Pasal 54 menetapkan sanksi pidana penjara (4 hingga 12 tahun) dan denda administratif (mencapai ratusan miliar rupiah) bagi pihak yang mengabaikan kewenangan atau perintah OJK.

    Sanksi tegas ini berfungsi untuk meminimalkan risiko penipuan dan memastikan penyedia layanan mematuhi aturan demi melindungi kepentingan dan dana pengguna.

    Mewajibkan Pemisahan Aset Nasabah

    Dalam aturan turunannya (POJK No. 27 Tahun 2024), OJK mewajibkan exchange untuk memisahkan dana milik pengguna dari kekayaan operasional perusahaan dan menyimpannya di lembaga keuangan yang disetujui. 

    Mekanisme ini bertujuan mencegah penyalahgunaan dana dan memastikan aset nasabah tetap aman serta dapat dikembalikan meskipun penyelenggara mengalami kebangkrutan.

    Baca juga: Dana Nasabah Crypto Aman atau Tidak? Ini Penjelasan Regulasi di Indonesia

    Kesimpulan

    Berdasarkan kerangka regulasi yang berlaku saat ini, dana maupun aset kripto nasabah diawasi secara ketat melalui aturan perundang-undangan yang berlaku.

    Sehingga diharapkan mampu mengurangi risiko seperti yang terjadi pada kasus FTX di mana dana nasabah dicampur dan disalahgunakan.

    Pastikan kamu memilih exchange lokal resmi yang mengikuti prosedur yang berlaku seperti Tokocrypto, agar kamu bisa menikmati proses penarikan dana yang aman, transparan, dan cepat.

    Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!

    Baca juga: Penarikan Dana dari Exchange Lokal Berapa Lama? Ini Gambaran Umumnya


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

    Sumber data: Peryanto, J., Napitupulu, D. R. W., & Saragi, P. (2025). Perlindungan hukum bagi pengguna cryptocurrency menurut UU No. 4 Tahun 2023 tentang P2SK. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(5), Mei 2025.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dana Nasabah Crypto Disimpan di Mana? Skema Penyimpanan di Exchange Lokal

    Kolaps FTX yang disebabkan oleh penyalahgunaan dana nasabah menjadi pelajaran pahit bagi industri kripto dan membuat para regulator beserta pelaku industri harus memperkuat tata kelola, transparansi, serta skema penyimpanan aset agar hal tersebut tidak terulang kembali.

    Dengan regulasi aset kripto di Indonesia yang semakin ketat, kira-kira bagaimana sih skema penyimpanan dana nasabah kripto di Indonesia? Apakah disimpan langsung oleh exchange atau melalui pihak lain? Simak penjelasannya!

    Dana Nasabah Crypto Disimpan di Mana?

    Dana nasabah crypto di Indonesia tidak langsung disimpan oleh exchange, melainkan disimpan secara penuh oleh lembaga yang ditunjuk negara.

    Hal ini dilakukan berdasarkan POJK No. 23 Tahun 2025 yang mengatur bahwa ekosistem aset kripto di Indonesia kini diatur melalui lembaga Self-Regulatory Organization (SRO) yang terdiri dari Bursa, Kliring, dan Kustodian.

    Sehingga exchange resmi yang ada di Indonesia, seperti Tokocrypto ​​hanya berperan sebagai fasilitator transaksi jual beli dan karena aset atau dana nasabah disimpan secara terpisah dari exchange, maka tidak dapat digunakan untuk kepentingan operasional perusahaan.

    Baca juga: Isu Penarikan Dana Mencuat, Tokocrypto Tegaskan Aset Nasabah Aman

    Skema Penyimpanan Dana Nasabah Crypto di Exchange

    Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sumber: MI/Despian.
    Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sumber: MI/Despian.

    Skema penyimpanan dana nasabah crypto di exchange lokal Indonesia telah mengalami transformasi signifikan sejak pengawasan beralih ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Januari 2025, berdasarkan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

    Skema ini mengadopsi model Self-Regulatory Organization (SRO) melalui Peraturan OJK (POJK) No. 23 Tahun 2025, yang merupakan perubahan atas POJK No. 27 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Perdagangan Aset Keuangan Digital Termasuk Aset Kripto.

    Tujuannya adalah memperkuat perlindungan konsumen dengan memisahkan aset nasabah dari operasional exchange, sehingga mengurangi risiko seperti yang terjadi pada kasus FTX di mana dana nasabah dicampur dan disalahgunakan.

    Adapun struktur penyimpanan dana nasabah crypto di Indonesia diatur sebagai berikut:

    Bursa

    PT Bursa Komoditi Nusantara, yang juga dikenal sebagai PT Central Finansial X (CFX), berfungsi sebagai penyelenggara dan penyedia sistem perdagangan aset kripto.

    CFX mengawasi transaksi perdagangan aset kripto sesuai hukum yang berlaku, serta melindungi investor dan industri secara menyeluruh untuk menjamin transaksi yang berintegritas.

    Kliring

    PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI), berfungsi sebagai tempat penyimpanan dana nasabah. Lembaga ini menangani penyelesaian transaksi dan memastikan dana fiat nasabah terpisah dari dana operasional exchange.

    Kustodian

    PT Kustodian Koin Indonesia (ICC), berfungsi sebagai tempat penyimpanan aset kripto nasabah. ICC telah resmi memperoleh izin OJK pada Desember 2025, menjadi kustodian pertama di Indonesia yang memegang mandat untuk menyimpan, memelihara, dan mengawasi aset kripto milik konsumen dengan protokol keamanan tinggi.

    Kustodian dalam hal ini ICC, berkewajiban menjaga paling sedikit 70% aset nasabah. Dengan adanya kustodian, nasabah bisa mendapatkan lapisan keamanan dan kepercayaan tambahan, karena aset kripto mereka tersimpan dan diawasi secara profesional sesuai dengan regulasi yang berlaku.

    Exchange atau Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD)

    PAKD atau lebih sering dikenal dengan exchange, termasuk Tokocrypto, berfungsi sebagai platform jual-beli aset kripto. Exchange hanya bertindak sebagai fasilitator jual-beli aset kripto, sebab dana atau aset nasabah sudah tersimpan di kliring dan kustodian.

    Baca juga: Penarikan Dana dari Exchange Lokal Berapa Lama? Ini Gambaran Umumnya

    Kesimpulan

    Berdasarkan kerangka regulasi yang berlaku saat ini, dana maupun aset kripto nasabah di Indonesia tidak disimpan langsung oleh exchange.

    Dana disimpan oleh kliring dan aset kripto nasabah disimpan oleh kustodian sekecil-kecilnya 70% dari total aset nasabah. 

    Sehingga karena aset kripto nasabah berada dalam mekanisme penyimpanan kliring dan kustodian yang terpisah dari operasional bisnis exchange, maka exchange hanya berfungsi sebagai platform perdagangan—dan diharapkan mampu mengurangi risiko seperti yang terjadi pada kasus FTX di mana dana nasabah dicampur dan disalahgunakan.

    Baca juga: Dana Nasabah Crypto Aman atau Tidak? Ini Penjelasan Regulasi di Indonesia

    Bagi nasabah yang ingin menyimpan menyimpan sendiri aset kripto-nya atau self custody baik dengan cold wallet atau hot wallet, Tokocrypto sangat mendukung penuh kendali pengguna atas private keys mereka—maka dari itu proses penarikan di Tokocrypto dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. Caranya kamu cukup mengikuti tutorial berikut: Cara Transfer Crypto Lewat Jaringan Blockchain di Tokocrypto.

    Pastikan kamu memilih exchange lokal resmi yang mengikuti prosedur yang berlaku seperti Tokocrypto, agar kamu bisa menikmati proses penarikan dana yang aman, transparan, dan cepat.

    Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Arena-Z (A2Z) Meledak 43% dalam Sehari, Tembus Rekor Tertinggi Baru

    Pasar kripto kembali dikejutkan oleh lonjakan spektakuler dari Arena-Z (A2Z), yang mencatat kenaikan harga harian lebih dari 43% dan berhasil menyentuh rekor tertinggi baru.

    Dalam 24 jam terakhir, harga A2Z melesat ke $0.007445, naik signifikan dari titik terendah harian di $0.005111 hingga mencapai puncaknya di $0.011334, yang sekaligus menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah token ini.

    Lonjakan Drastis yang Mengubah Peta Pasar

    Data terkini menunjukkan kapitalisasi pasar A2Z kini berada di angka $43.75 juta USD, dengan volume perdagangan yang mengejutkan, yakni $214.78 juta USD dalam 24 jam terakhir.

    Tokocrypto mencatat, lonjakan ini membuat A2Z berada di peringkat #621 aset kripto terpopuler berdasarkan kapitalisasi pasar.

    Menariknya, meskipun harga sudah melonjak tajam, volume perdagangan yang sangat tinggi mengindikasikan bahwa minat investor terhadap token ini tengah berada pada puncaknya.

    Ini bisa menjadi tanda masuknya pemain besar atau meningkatnya ekspektasi komunitas terhadap perkembangan ekosistem Arena-Z.

     Pergerakan harga Arena-Z (A2Z/USDT) pada Jumat, 8 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Arena-Z (A2Z/USDT) pada Jumat, 8 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca Juga: LOKA Melonjak 18% Seiring League of Kingdoms Jadi Arena-Z

    Performa yang Stabil dalam Jangka Panjang

    Jika melihat data 30, 60, hingga 90 hari terakhir, A2Z mengalami kenaikan konsisten sebesar 7.63%, yang berarti tren bullish ini tidak sepenuhnya mendadak, melainkan hasil dari akumulasi kenaikan bertahap yang kemudian dipercepat oleh lonjakan besar hari ini.

    Dalam sepekan terakhir saja, A2Z sudah mencatat kenaikan 48.38%, sebuah angka yang menunjukkan potensi breakout dan masuknya token ini dalam radar para trader spekulatif maupun investor jangka panjang.

    Potensi dan Tantangan

    Dengan jumlah sirkulasi 5.88 miliar A2Z dari total maksimum 10 miliar token, suplai yang masih tersedia untuk peredaran membuka peluang bagi dinamika harga yang lebih agresif.

    Kapitalisasi pasar yang masih relatif kecil dibandingkan proyek besar lainnya juga memberikan ruang pertumbuhan yang luas jika ekosistem Arena-Z mampu membangun adopsi nyata.

    Namun, investor tetap harus mewaspadai volatilitas tinggi yang terlihat dari pergerakan harga dalam satu jam terakhir, yang turun 23.66% meski secara harian tetap positif.

    Fluktuasi cepat ini umum terjadi pada altcoin dengan volume perdagangan yang tiba-tiba melonjak.

    Apa yang Mendorong Kenaikan Ini?

    Belum ada konfirmasi resmi dari tim pengembang terkait pemicu utama kenaikan harga, namun beberapa spekulasi di komunitas kripto mengaitkannya dengan:

    • Rumor kemitraan strategis yang akan diumumkan dalam waktu dekat.
    • Peningkatan volume pembelian dari investor besar (whale).
    • Aktivitas spekulasi di bursa, mengingat tingginya volume perdagangan harian yang tidak sebanding dengan rata-rata sebelumnya.

    Baca Juga: SXT Meroket 42%: Jadi Kekuatan Baru di Web3?

    Arena-Z kini menjadi salah satu token yang paling diperhatikan di pasar altcoin berkapitalisasi kecil-menengah.

    Lonjakan 43.21% dalam sehari bukan hanya mengangkat harganya ke level tertinggi baru, tetapi juga memicu perdebatan tentang apakah ini awal dari tren bullish yang panjang atau sekadar lonjakan sementara akibat euforia pasar.

    Bagi investor, langkah terbaik adalah mengamati perkembangan berita resmi dari pihak Arena-Z dan menganalisis tren harga dalam beberapa hari ke depan sebelum mengambil keputusan.

    Potensi keuntungan memang besar, tetapi volatilitas yang tinggi juga membuat risiko kerugian tak kalah signifikan.

    Jika tren positif ini berlanjut, A2Z bisa saja keluar dari bayang-bayang altcoin berkapitalisasi kecil dan mulai bersaing di papan tengah pasar kripto global. Namun untuk saat ini, kehati-hatian tetap menjadi kunci.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 2025 Wrapped: Ini Kejadian Penting di Pasar Kripto Sepanjang Tahun 2025

    Tak terasa kita telah memasuki tahun 2026, dan sepanjang 2025 pasar kripto penuh dengan kejutan—mulai dari kebijakan moneter global yang mengubah arah sentimen, rekor harga Bitcoin yang mencetak sejarah baru di $126.278, hingga wacana revisi UU P2SP yang memicu perdebatan di kalangan investor kripto Indonesia, semuanya menjadi catatan penting yang layak diingat.

    Kira-kira gimana aja sih perjalanan pasar kripto di tahun 2025? Berikut rangkumannya dari bulan Januari sampai dengan Desember.

    Januari: Euforia Kebijakan Trump dan Memecoin $TRUMP

    Bulan Januari menandai awal era pro-kripto di AS di bawah Presiden Trump. Pada 23 Januari, Trump menandatangani Executive Order “Strengthening American Leadership in Digital Financial Technology,” yang secara eksplisit melarang pengembangan Central Bank Digital Currency (CBDC) AS dan membentuk Working Group on Digital Assets untuk mempromosikan inovasi.

    Kebijakan ini langsung bikin pasar heboh, karena menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap blockchain dan aset digital. Kamu bisa bayangin, kan, gimana investor langsung optimis pada waktu itu? Harga Bitcoin dan altcoin naik tajam di awal bulan, meski masih ada skeptis soal implementasinya.

    Nggak ketinggalan, memecoin $TRUMP juga ikut naik daun. Token ini, jadi memecoin resmi yang diluncurkan oleh presiden Trump dan langsung narik likuiditas pasar—koinnya sendiri naik gila-gilaan sampe tembus ATH di $45.

    Baca juga: Dampak Donald Trump Luncurkan Meme Coin Terhadap Dunia Kripto

    Februari: $1.5 Miliar Ethereum Dicuri oleh Peretas Korea Utara

    Februari langsung bikin deg-degan dengan hack terbesar sepanjang sejarah. Pada 21 Februari, hacker dari Korea Utara mencuri sekitar $1.5 miliar Ethereum dari exchange Bybit. Ini jadi rekor baru, melebihi hack sebelumnya, dan menurut laporan FBI serta Chainalysis, ini bagian dari operasi negara untuk dana program nuklir mereka. 

    Setelah berita tersebut tersebar, pasar langsung terguncang, dan bikin harga ETH turun lebih dari 15%.

    Baca juga: Hacker Korea Utara Selesaikan Pencucian Dana $1,5 Miliar dari Bybit!

    Maret: Trump Resmikan Bitcoin Strategic Reserve

    Maret jadi momen bersejarah dengan pengumuman Strategic Bitcoin Reserve oleh Presiden Trump. Pada 6 Maret, Trump keluarkan Executive Order untuk mendirikan “Strategic Bitcoin Reserve”.

    Ini menunjukkan komitmen AS buat jadikan kripto sebagai cadangan strategis nasional, mirip emas digital. Pasar langsung respons positif, dengan Bitcoin naik sementara karena investor liat ini sebagai sinyal dukungan jangka panjang dari pemerintah.

    Efeknya? Ini bikin diskusi soal Bitcoin sebagai aset cadangan negara makin panas, dengan beberapa negara seperti Jepang ikut eksplor mining Bitcoin pakai dana publik.

    Baca juga: Trump Bitcoin Reserve Dorong Harga Bitcoin ke $106.648 Hari Ini

    April: Perang dagang Amerika Serikat Lewat Tarif Dagang Dimulai

    Pada bulan April, pemerintahan Amerika Serikat resmi memicu eskalasi perang dagang dengan menerapkan tarif impor baru terhadap sejumlah produk strategis. Langkah ini ditujukan sebagai upaya melindungi industri domestik, namun sekaligus memicu ketegangan dengan mitra dagang utama seperti Tiongkok, Kanada, dan Meksiko. Tarif yang dikenakan tidak hanya menyasar baja dan aluminium, tetapi juga meluas ke sektor teknologi dan pertanian.

    Momentum reli awal tahun menjadi terhenti akibat ketakutan inflasi dan perang dagang, meski Bitcoin sempat dilihat sebagai hedge terhadap dolar yang melemah.

    Pergerakan harga Mantra (OM/USDT) pada Senin, 14 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Mantra (OM/USDT) pada Senin, 14 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Selain itu, kejadian tak terduga seperti koin Mantra ($OM), yang anjlok 98% dalam waktu satu hari pada 13 April, dari dari $6.21 ke $0.50 membuat pasar semakin panik.

    Baca juga: Riset Kripto: Efek Domino Tarif Trump, Tekanan Global, Aksi Jual Lokal

    Mei: Upgrade Ethereum “Pectra” & Rekor Baru BTC $111.000

    Mei jadi bulan cerah dengan upgrade Ethereum “Pectra”, upgrade ini menaikkan limit staking dari 32 ETH ke 2.048 ETH per validator, tingkatkan kapasitas blok 33%, sehingga membuat Ethereum lebih efisien untuk DeFi dan NFT. ETH pun akhirnya mampu menutup bulan Mei dengan kenaikan 40%.

    Di saat yang sama, Bitcoin tembus rekor baru $111.000 pada 23 Mei, didorong inflow ETF dan sentimen positif pasca-tarif. Kombinasi faktor teknikal dan sentimen positif membuat pasar kembali optimistis, terutama di sektor aset utama seperti Ethereum dan Bitcoin.

    Baca juga: Upgrade Pectra Ethereum Berhasil, Kapan Harga ETH Bereaksi?

    Juni: Mastercard dan Chainlink Resmi Bermitra untuk Pembelian Kripto dengan Fiat

    Pada 24 Juni, Mastercard dan Chainlink umumkan partnership resmi, memungkinkan 3.5 miliar pemegang kartu beli kripto langsung on-chain dengan fiat. Ini integrasikan teknologi oracle Chainlink buat konversi aman, buka pintu DeFi buat massa. Harga LINK naik 30%, dan ini dilihat sebagai langkah besar menuju adopsi mainstream.

    Baca juga: Enam Alasan Harga Chainlink Bisa di Atas $20 – Tokocrypto News

    Juli: GENIUS Act Disahkan Kongres Amerika Serikat

    Juli ditandai dengan disahkannya GENIUS Act (Guiding and Establishing National Innovation for U.S. Stablecoins) pada 18 Juli. Undang-undang ini ciptakan kerangka regulasi stablecoin, dan dukung inovasi. Aturannya mencakup:

    • Kewajiban cadangan 1:1
    • Standar transparansi yang lebih ketat
    • Perlindungan konsumen

    Alih-alih menekan pasar, regulasi ini justru memberi kepastian hukum yang selama ini ditunggu investor institusional dan Trump sebut ini “historic” untuk posisi AS di aset digital.

    Efeknya? Stablecoin seperti USDC dan USDT lebih aman, dengan pertumbuhan diprediksi double. Tapi, ada kritik soal potensi sentralisasi.

    Baca juga: Menatap Masa Depan Stablecoin: Partisipasi Publik Dalam GENIUS Act

    Agustus: Perang SEC vs Ripple Resmi Berakhir

    Agustus jadi bulan yang paling ditunggu-tunggu oleh holder XPR, pasalnya kasus SEC vs Ripple akhirnya dapat selesai setelah hampir lima tahun. Kedua pihak cabut banding, Ripple bayar denda $125 juta, dan XRP dinyatakan bukan sekuritas untuk penjualan institusional. 

    Baca juga: Ripple Menang Lawan SEC

    September: FED Memangkas Suku Bunga Pertama di 2025

    Pada bulan September 2025, Federal Reserve akhirnya mengambil langkah bersejarah dengan memangkas suku bunga untuk pertama kalinya tahun itu. Pemangkasan sebesar 25 basis poin menurunkan suku bunga federal funds ke kisaran 3,75%–4,0%, menandai dimulainya siklus pelonggaran moneter setelah periode panjang suku bunga tinggi.

    Gambar grafik historis pemotongan suku bunga AS. Sumber: Trading Economics.

    Keputusan ini diambil di tengah tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja dan inflasi yang mulai terkendali. Pasar keuangan global langsung merespons, dengan indeks saham menguat dan harga aset berisiko, termasuk kripto, mengalami lonjakan singkat.

    September menjadi titik balik penting yang membuka ekspektasi pemangkasan lanjutan di bulan-bulan berikutnya.

    Baca juga: Momen Langka! The Fed Pangkas Suku Bunga, Pesta Cuan Dimulai?

    Oktober: Bitcoin Tembus All-Time High $126.278 Disusul Likuidasi Massal Terbesar Sepanjang Sejarah

    Oktober 2025 menjadi bulan bersejarah bagi pasar kripto. Bitcoin mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level $126.278, melampaui ekspektasi banyak analis dan investor. Lonjakan harga ini dipicu oleh kombinasi faktor makroekonomi, termasuk pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve, masuknya arus modal institusional, serta meningkatnya optimisme terhadap adopsi kripto secara global.

    Namun, euforia tersebut segera diikuti oleh likuidasi massal terbesar dalam sejarah pasar kripto. Likuidasi massal dipicu oleh pengumuman tarif 100% AS terhadap impor China, menyebabkan likuidasi mencapai $19.37 miliar, dengan 1.6 juta akun trader terdampak dalam 24 jam.

    Total market cap rontok lebih dari $400 miliar dalam sehari, dan sentimen beralih dari “Extreme Greed” ke “Extreme Fear”.

    Baca juga: $300 Juta Lenyap dalam 15 Menit! Pasar Kripto Kena Badai Likuidasi

    November: Debut ETF XRP & Bitcoin Dump ke $81.000

    Pada 13 November, Canary Capital luncurkan spot XRP ETF pertama di AS, tarik $1 miliar inflows dalam seminggu. 

    Tapi, Bitcoin dump ke $81.000 karena outflow ETF $1.3 miliar dan tekanan tarif. XRP tahan di $1.85, meski turun 45% dari puncak Juli.

    Baca juga: Bukan Bitcoin atau Ethereum! Ini Alasan ETF XRP Jadi Rebutan Investor

    Desember: Isu Revisi UU P2PK Mencuat

    Menjelang akhir 2025, sorotan publik tertuju pada Rancangan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (RUU P2SK) yang sedang digodok DPR RI. Revisi ini dimaksudkan untuk menyesuaikan putusan Mahkamah Konstitusi dan memperkuat independensi lembaga keuangan seperti BI, OJK, dan LPS.

    Namun, pasal-pasal yang mengatur industri kripto menuai kritik keras. Draft revisi menempatkan aset kripto sebagai bagian dari Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) di bawah pengawasan OJK. Beberapa pasal kunci, seperti Pasal 215A, 215C, dan 312A, dianggap berpotensi:

    • Memusatkan seluruh perdagangan kripto hanya lewat bursa resmi.
    • Menghilangkan peran exchange lokal (PAKD) sehingga memicu risiko PHK massal.
    • Menciptakan single point of failure karena semua aset digital terkonsentrasi pada satu sistem.

    Sentimen publik di media sosial pun mayoritas negatif, dengan sekitar 76% komentar menolak rancangan ini. Pelaku industri, termasuk Asosiasi Blockchain Indonesia dan Tokocrypto, menekankan pentingnya dialog terbuka agar regulasi tetap mendorong inovasi tanpa mematikan ekosistem kripto lokal.

    Per Desember 2025, status RUU P2SK masih dalam tahap harmonisasi, sehingga aturan final belum ditetapkan.

    Baca lebih lengkap di sini: RUU P2SK Ancam Industri Kripto Lokal, Apa Isinya?

    Tertarik untuk investasi aset kripto? Di Tokocrypto kamu bisa beli dengan deposit hanya mulai dari Rp50.000 lho! Dapatkan juga potongan biaya trading sampai dengan 20% dengan memasukkan kode TEMUTOKO registrasi. Download dan daftar aplikasinya di sini!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa itu Quantum Computing yang Dianggap Acaman Bagi Bitcoin?

    Quantum computing sering disebut sebagai revolusi teknologi berikutnya yang bisa mengubah dunia, termasuk sektor keuangan digital seperti Bitcoin. Tidak seperti komputer biasa yang menggunakan bit (0 atau 1), quantum computer menggunakan qubit yang bisa berada di banyak keadaan sekaligus berkat prinsip superposition. Ini memungkinkan pemrosesan data yang sangat cepat untuk tugas-tugas kompleks.

    Sebagai aset kripto terbesar di dunia, Bitcoin (dalam konteks aset digital) sering menjadi tolok ukur keamanan blockchain. Jika sekelas Bitcoin saja dapat dibobol, tentunya dampak hal tersebut bisa menjalar ke seluruh ekosistem kripto. Tapi apakah quantum computing benar-benar menjadi ancaman bagi Bitcoin?

    Apa Itu Quantum Computing?

    Gambar quantum computer milik Google. Sumber: Quantum AI

    Quantum computing adalah jenis komputasi yang memanfaatkan prinsip mekanika kuantum, seperti (multiple kemungkinan sekaligus) dan entanglement (keterkaitan antar qubit), untuk memproses informasi. 

    Dari kedua prinsip ini lahirlah qubit (quantum bit), yaitu unit informasi kuantum. Berbeda dengan bit klasik yang hanya bernilai 0 atau 1, qubit dapat berada dalam kombinasi keduanya sekaligus (superposisi), dan dapat saling terhubung secara kuat dengan qubit lain melalui entanglement.

    Kemampuan inilah yang membuat quantum computing secara teori mampu menyelesaikan perhitungan kompleks jauh lebih cepat dibanding komputer klasik (yang dipakai di zaman modern sekarang). Sehingga masalah tertentu yang akan memakan waktu ribuan tahun bagi superkomputer klasik dapat diselesaikan jauh lebih cepat oleh algoritma kuantum.

    Secara sederhana, bayangkan kamu sedang bermain catur dan ingin mencari langkah terbaik.

    Dalam memilih langkah yang terbaik, komputer klasik akan mencoba satu per satu kemungkinan langkah, lalu menghitung konsekuensinya. Proses ini seperti menelusuri cabang pohon langkah catur secara berurutan. Semakin banyak langkah ke depan yang dihitung, semakin lama waktunya.

    Sedangkan dengan quantum computing, komputer kuantum bisa langsung memikirkan akhir dari banyak langkah sekaligus.

    Baca juga: Solana Bersiap Hadapi Komputer Kuantum, Transaksi Anti-Retas Diuji

    Mengapa Dianggap Ancaman bagi Bitcoin?

    Dikutip dari deloitte, Bitcoin bekerja dengan menggunakan kriptografi elliptic curve digital signature algorithm (ECDSA) untuk mengamankan private key dan transaksi. 

    Algoritma Shor pada quantum computing di sisi lain, digadang-gadang mampu memfaktorkan bilangan besar dengan cepat, sehingga dapat mengekstrak private key dari public key yang terekspos di blockchain. Ini berpotensi memungkinkan pencurian dana dari wallet Bitcoin.

    Selain itu, Grover’s algorithm bisa mempercepat serangan terhadap fungsi hash seperti SHA-256. Hasil analisis deloitte, menunjukkan bahwa alamat lama jenis P2PK dan alamat P2PKH yang belum migrasi ke wallet terbaru adalah yang paling rentan.

    Sederhananya:

    • P2PK (Pay-to-Public-Key) adalah format alamat Bitcoin paling awal yang digunakan dari 2009–2010, di mana koin dikirim langsung ke public key penerima.
    • P2PKH (Pay-to-Public-Key-Hash) adalah format yang lebih aman dan umum digunakan, di mana koin dikirim ke hash dari public key, bukan public key langsung.
    Jumlah Bitcoin yang terancam oleh quantum computing. Sumber: Deloitte

    P2PK hingga kini masih menyimpan sekitar 2 juta BTC yang belum pernah dipindahkan. Sementara itu, penggunaan P2PKH meningkat pesat sejak 2010, dengan sekitar 2,5 juta BTC tersimpan di alamat yang pernah digunakan kembali. 

    Secara total, ada lebih dari 4 juta BTC atau sekitar 25% dari seluruh Bitcoin yang berpotensi dicuri jika komputer kuantum mampu menjalankan serangan ini.

    Harga Bitcoin (BTC/USDT) pada tanggal 28 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto

    Dengan harga saat ini, nilai yang terancam mencapai lebih dari $395,35 miliar USD atau senilai Rp6,62 kuadriliun, lebih besar dari dari APBN Indonesia 2025 yang sekitar Rp3.3 kuadriliun, menjadikan quantum computing ancaman serius bagi keamanan ekosistem Bitcoin.

    Baca juga: Fidelity Outlook 2026: Siklus 4 Tahunan Bitcoin Mungkin Tidak Ada Lagi!

    Bagaimana Quantum Computing Bisa Membobol Bitcoin?

    Ilustrasi bagaimana quantum computer bisa membobol Bitcoin.

    Menurut ABA Banking Journal, quantum computing hanya memerlukan 6 tahap untuk melancarkan serangan terhadap Bitcoin atau aset kripto.

    1. Pengguna mengirim transaksi kripto tapi memakai ulang alamat wallet lama. Akibatnya, public key sudah terlihat di blockchain sebelum transaksi benar-benar selesai.
    2. Komputer kuantum menangkap public key tersebut saat transaksi sedang diproses.
    3. Penyerang menjalankan algoritma Shor untuk menghitung private key dari public key yang terbuka.
    4. Private key berhasil diperoleh.
    5. Penyerang langsung membuat transaksi palsu dengan tanda tangan digital yang tampak sah. Transaksi palsu ini bisa diproses lebih cepat daripada transaksi asli.
    6. Dana akhirnya dialihkan ke wallet penyerang, karena sistem blockchain gagal membedakan mana pemilik asli dan mana yang palsu.

    Status Perkembangan Quantum Computing Saat Ini

    Quantum computing telah mengalami kemajuan pesat sepanjang 2025, menjadi topik yang semakin menonjol di kalangan peneliti, investor, dan komunitas kripto. Meskipun perusahaan seperti IBM dan Google menunjukan adanya perkembangan signifikan, dikutip Chainalysis, teknologi ini masih jauh dari kemampuan untuk memecahkan kriptografi Bitcoin secara efektif.

    Selain itu, untuk menjalankan hacking pada sistem Bitcoin, quantum computer diperkirakan memerlukan ribuan logical qubits fault-tolerant, yang setara dengan jutaan physical qubits setelah memperhitungkan error correction, sementara sistem saat ini hanya memiliki ratusan hingga ribuan qubits dengan error tinggi.

    Pakar memperkirakan cryptographically relevant quantum computers (CRQC) mungkin baru akan muncul pada pertengahan 2030-an atau lebih lambat, memberikan waktu bagi Bitcoin untuk beradaptasi, dan melakukan persiapan diperlukan seperti upgrade jaringan atau transisi bertahap ke alamat yang tahan terhadap quantum.

    Quantum computing saat ini memang diagadang-gadang menjadi ancaman bagi Bitcoin, namun dengan ancaman nyata quantum computing yang diprediksi baru akan muncul di pertengahan tahun 2030, dan sistem keamanan Bitcoin yang masih bisa diperbaharui untuk menghadapi serangan quantum computing, saat ini Bitcoin masih terbukti aman dan tetap menjadi opsi investasi aset kripto nomor 1. Jika kamu tertarik membeli Bitcoin, kamu bisa menggunakan exchange resmi dan terpercaya seperti Tokocrypto — mulai dengan deposit Rp50.000! Ayo daftar di sini dan dapatkan potongan biaya trading 20% dengan kode TEMUTOKO!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

    Sumber:

    Quantum computers and the Bitcoin blockchain | Deloitte

    Quantum Computing and Cryptocurrency – Chainalysis

    Why quantum matters now for blockchain – News & insight – Cambridge Judge Business School

    Quantum computing and blockchains: Matching urgency to actual threats – a16z crypto



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Natal Berdarah Pengguna Trust Wallet, Dana Kripto Menguap US$7 Juta

    Pengguna Trust Wallet mengalami kerugian sekitar US$7 juta atau setara lebih dari Rp100 miliar akibat peretasan yang terjadi pada Hari Natal. Insiden ini menargetkan ekstensi browser Trust Wallet versi 2.68 dan berdampak pada pengguna desktop. Pendiri Binance sekaligus pemilik Trust Wallet, Changpeng Zhao (CZ), memastikan bahwa seluruh dana yang hilang akan diganti.

    Dalam pernyataan resmi melalui platform X pada Kamis, Trust Wallet mengungkapkan bahwa ekstensi browser mereka telah dikompromikan akibat insiden keamanan. Perusahaan meminta pengguna segera memperbarui ke versi 2.89 untuk mencegah risiko lebih lanjut.

    Dilaporkan Cointelegraph, sehari kemudian, CZ menegaskan melalui unggahan di X bahwa kerugian pengguna akibat peretasan tersebut akan ditanggung sepenuhnya oleh Trust Wallet. Trust Wallet sendiri mengklaim melayani sekitar 220 juta pengguna di seluruh dunia.

    Hacker Serang Trust Wallet

    Perusahaan keamanan siber SlowMist mengungkapkan bahwa serangan ini telah direncanakan sejak awal Desember. Menurut salah satu pendirinya, Yu Xian, pelaku mulai mempersiapkan serangan sejak 8 Desember, menanamkan backdoor pada 22 Desember, lalu mulai memindahkan dana pada 25 Desember hingga akhirnya terdeteksi.

    Tidak hanya mencuri aset kripto, kode backdoor tersebut juga dilaporkan mengambil dan mengirimkan data pribadi pengguna ke server milik penyerang. Temuan ini memicu kekhawatiran serius terkait keamanan data pengguna Trust Wallet.

    Detektif on-chain ZachXBT menyebutkan bahwa ratusan pengguna terdampak oleh insiden ini. Sejumlah pengamat industri kripto bahkan menilai terdapat indikasi kuat keterlibatan orang dalam, mengingat penyerang mampu mengunggah versi baru ekstensi Trust Wallet ke situs resmi.

    Penasihat blockchain antar-pemerintah Anndy Lian menyatakan bahwa serangan semacam ini “tidak wajar” dan peluang keterlibatan insider “sangat tinggi”. CZ pun mengakui bahwa peretasan tersebut “kemungkinan besar” melibatkan orang dalam.

    Para pengamat industri kripto menyuarakan kekhawatiran internal 

    SlowMist juga menyoroti bahwa pelaku terlihat sangat memahami kode sumber ekstensi Trust Wallet, sehingga mampu menyisipkan backdoor secara efektif untuk mengakses informasi sensitif pengguna.

    Meski menimbulkan kerugian besar, insiden Trust Wallet ini masih tergolong kecil dibandingkan peretasan dompet kripto lain. Pada Februari 2024, salah satu pendiri Axie Infinity, Jeff Zirlin, kehilangan US$9,7 juta Ether akibat dugaan eksploitasi dompet pribadi.

    Namun demikian, data Chainalysis menunjukkan bahwa peretasan dompet pribadi semakin menjadi ancaman serius. Pada 2025, 37% dari total nilai kripto yang dicuri berasal dari kompromi dompet pribadi, jika peretasan besar Bybit senilai US$1,4 miliar dikecualikan.

    Kasus Trust Wallet kembali menegaskan meningkatnya risiko keamanan di industri kripto, sekaligus memicu sorotan tajam terhadap keamanan internal penyedia layanan dompet digital.

    Baca juga: Cara Transfer Aset Kripto dari Trust Wallet ke Tokocrypto


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Penghubung Data Dunia Nyata ke Blockchain

    Blockchain pada dasarnya adalah sistem tertutup. Artinya, ia tidak dapat mengambil data dari luar jaringan secara langsung. Padahal, banyak aplikasi blockchain—seperti DeFi, NFT, dan AI—sangat bergantung pada data dunia nyata, mulai dari harga aset, nilai tukar, hingga informasi pasar.

    Di sinilah peran oracle menjadi krusial. Oracle bertindak sebagai penghubung antara blockchain dan dunia luar. Namun, oracle terpusat memiliki risiko besar: manipulasi data dan kegagalan sistem. Karena itu, oracle terdesentralisasi dibutuhkan agar data yang masuk ke blockchain lebih aman, transparan, dan dapat dipercaya karena divalidasi dari banyak sumber.

    Apa Itu APRO?

    APRO adalah jaringan oracle terdesentralisasi yang dirancang untuk menyediakan data dunia nyata secara akurat dan real-time ke berbagai blockchain. Dengan data yang valid dan tepercaya, smart contract dapat berjalan sesuai kondisi sebenarnya, bukan asumsi.

    Keunggulan utama APRO terletak pada penggunaan AI dan multi-sumber data. Teknologi ini memungkinkan APRO untuk menyaring, memverifikasi, dan memvalidasi informasi sebelum dicatat ke blockchain, sehingga risiko manipulasi data dapat ditekan seminimal mungkin.

    Teknologi di Balik Oracle APRO

    APRO dibangun dengan pendekatan teknologi yang modern dan efisien, di antaranya:

    • Arsitektur hybrid (off-chain & on-chain)
      Data diproses terlebih dahulu di luar blockchain agar lebih cepat dan hemat biaya, lalu dikirim ke blockchain dalam bentuk data yang sudah diverifikasi dan aman.
    • Multi-sumber data & node terdesentralisasi
      Informasi yang dikirim berasal dari berbagai sumber dan diverifikasi oleh banyak node, sehingga hasilnya lebih stabil dan sulit dimanipulasi.
    • AI Oracle & verifikasi berlapis
      AI mengolah data mentah—termasuk data Real World Assets (RWA), lalu jaringan melakukan validasi bersama sebelum data tersebut dicatat permanen di blockchain.

    Tokenomik APRO

    Dari sisi ekonomi token, APRO dirancang dengan struktur yang berorientasi jangka panjang:

    • Total suplai dibatasi maksimal 1 miliar token AT, menciptakan kelangkaan seiring waktu.
    • Saat ini, sekitar 230 juta AT sudah beredar, sementara sisanya dilepas secara bertahap.
    • Distribusi token difokuskan pada pengembangan ekosistem dan staking, guna mendorong partisipasi komunitas, keberlanjutan jaringan, serta likuiditas pasar yang sehat.

    Ekosistem APRO yang Terus Berkembang

    APRO tidak hanya berfungsi sebagai penyedia data harga, tetapi juga mendukung berbagai jenis oracle, seperti:

    • RWA Oracle
    • VRF (Verifiable Random Function)
    • AI Oracle

    Selain itu, APRO telah terintegrasi dengan berbagai blockchain dan proyek Web3, termasuk Ethereum, BNB Chain, Solana, serta berbagai aplikasi DeFi dan AI.

    Melalui APRO Alliance, APRO membangun ekosistem kolaboratif yang menggabungkan DeFi dan AI, sehingga pengembang dapat memanfaatkan data terdesentralisasi secara lebih luas, fleksibel, dan efisien.

    Kegunaan APRO dalam Dunia Blockchain

    APRO memiliki peran penting dalam berbagai use case Web3, antara lain:

    • Penyedia data real-time untuk DeFi
      Melalui sistem push dan pull, smart contract dapat mengakses harga dan data penting secara cepat dan akurat.
    • AI Oracle
      APRO memastikan sistem AI menggunakan data nyata dan tervalidasi, sehingga mengurangi risiko AI menghasilkan informasi keliru atau menyesatkan.
    • Tokenisasi aset dunia nyata (RWA)
      Dengan dukungan AI dan verifikasi terdesentralisasi, APRO memungkinkan konversi data aset kompleks menjadi data blockchain yang valid dan tepercaya.

    APRO vs Oracle Tradisional: Apa Bedanya?

    Sumber Data
    APRO menggabungkan berbagai jenis data—mulai dari harga aset, data on-chain, sentimen pasar, berita, hingga data aplikasi. Oracle tradisional umumnya hanya berfokus pada satu jenis data, seperti harga token.

    Fitur Utama
    APRO menyediakan data yang tidak hanya real-time dan aman, tetapi juga relevan secara konteks dan tersimpan secara terdesentralisasi. Oracle tradisional biasanya hanya menawarkan akurasi dan keamanan dasar.

    Mekanisme Verifikasi
    Data APRO diverifikasi oleh banyak node menggunakan konsensus, tanda tangan kriptografi, dan transmisi terenkripsi. Oracle tradisional cenderung mengumpulkan data off-chain lalu langsung mencatatkannya ke blockchain.

    Kegunaan
    APRO digunakan untuk AI agents, DAO governance, trading otomatis, peluncuran memecoin, hingga gaming. Oracle tradisional lebih banyak dipakai untuk kebutuhan DeFi dasar seperti likuidasi dan derivatif.

    Fleksibilitas & Inovasi
    Dengan dukungan AI, APRO mampu memproses data kompleks dan kontekstual, sementara oracle tradisional terbatas pada data sederhana dan terstruktur.

    Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Harga APRO

    Katalis Positif

    • Meningkatnya adopsi APRO oleh proyek DeFi, AI, dan RWA.
    • Kerja sama strategis atau integrasi dengan blockchain dan protokol besar.
    • Pertumbuhan tren AI Oracle dan tokenisasi aset dunia nyata.

    Risiko Tekanan Harga

    • Adopsi yang rendah meskipun teknologinya sudah tersedia.
    • Tekanan jual dari jadwal unlock atau vesting token.
    • Persaingan ketat antar oracle dan melemahnya sentimen pasar kripto secara umum.

    Kesimpulan

    APRO hadir sebagai oracle terdesentralisasi generasi baru yang menggabungkan multi-sumber data, AI Oracle, serta arsitektur hybrid off-chain dan on-chain. Solusi ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan DeFi, AI, dan tokenisasi aset dunia nyata (RWA) di era Web3.

    Dengan tokenomik yang terstruktur dan ekosistem yang terus berkembang, APRO memiliki potensi menjadi infrastruktur data penting dalam dunia blockchain. Namun, keberhasilan jangka panjangnya tetap sangat bergantung pada tingkat adopsi nyata, daya saing teknologi, dan kondisi pasar kripto secara keseluruhan.

    Baca juga: Linea: Kuda Hitam Layer-2 Ethereum Siap Geser Arbitrum dan zkSync!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com