Tag: blockchain

  • Indiana Usulkan Dana Pensiun Negara Pakai Investasi Kripto

    Adopsi kripto di Amerika Serikat kembali mencatat tonggak penting.

    Menurut laporan Cointelegraph, Komite Senat di negara bagian Indiana resmi memajukan Rancangan Undang-Undang HB1042 yang membuka jalan bagi dana pensiun negara untuk berinvestasi dalam aset kripto.

    Jika disahkan penuh, kebijakan ini akan memungkinkan dana pensiun yang mencakup pegawai publik dan guru untuk mendapatkan eksposur terhadap aset digital secara legal dan terstruktur.

    Perkembangan ini langsung menjadi perhatian pelaku industri global, mengingat potensi dampaknya terhadap arus modal institusional ke pasar kripto.

    Baca Juga: Brasil Siap Jadi Raja Bitcoin? Kongres Bahas RUU 1 Juta BTC

    Apa Itu RUU HB1042?

    RUU HB1042 merupakan rancangan kebijakan di negara bagian Indiana yang mengizinkan pengelola dana pensiun negara untuk mempertimbangkan investasi pada aset digital, termasuk mata uang kripto.

    Langkah ini menandai perubahan signifikan dalam pendekatan investasi dana publik di AS.

    Selama ini, banyak dana pensiun negara cenderung fokus pada instrumen konvensional seperti obligasi, saham, dan real estat.

    Dengan dimajukannya RUU ini oleh Komite Senat, Indiana berpotensi menjadi salah satu negara bagian yang secara resmi membuka pintu investasi kripto dalam portofolio dana pensiun publik.

    Validasi Kuat Adopsi Institusional

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa langkah ini sebagai sinyal yang sangat kuat bagi industri kripto di Negeri Paman Sam.

    “Langkah ini adalah validasi adopsi institusional tingkat negara bagian yang sangat kuat di AS, memberikan akses eksposur kripto ke jutaan pekerja publik secara legal dan terstruktur,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan tersebut menyoroti dampak luas kebijakan ini. Dana pensiun pegawai publik dan guru mencakup jutaan pekerja di berbagai negara bagian. Jika model Indiana diikuti wilayah lain, potensi aliran dana ke pasar kripto bisa meningkat signifikan.

    Dampak Terhadap Pasar Kripto Global

    Adopsi oleh dana pensiun negara memiliki implikasi besar:

    1. Legitimasi Regulasi
      Investasi dana publik dalam kripto menunjukkan bahwa aset digital semakin diterima dalam kerangka regulasi formal.
    2. Arus Modal Jangka Panjang
      Dana pensiun biasanya berorientasi jangka panjang. Ini berarti potensi stabilisasi volatilitas karena investasi dilakukan dengan horizon waktu yang lebih panjang dibanding investor ritel.
    3. Standarisasi Tata Kelola
      Investasi dana publik akan mendorong peningkatan standar manajemen risiko, audit, dan transparansi dalam ekosistem kripto.

    Dalam konteks ini, langkah Indiana dapat mempercepat transisi kripto dari aset spekulatif menjadi kelas aset alternatif yang diakui secara institusional.

    Tren Negara Bagian AS dan Kripto

    Indiana bukan satu-satunya negara bagian yang mulai mengeksplorasi kebijakan pro-kripto.

    Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah negara bagian AS telah mengusulkan regulasi ramah blockchain, termasuk kebijakan pajak dan kerangka kustodian aset digital.

    Namun, izin langsung bagi dana pensiun negara untuk berinvestasi kripto merupakan langkah yang relatif progresif dibanding pendekatan sebelumnya.

    Jika RUU HB1042 disahkan secara final, Indiana berpotensi menjadi model bagi negara bagian lain dalam mengintegrasikan kripto ke dalam sistem keuangan publik.

    Tantangan dan Risiko

    Meski dinilai positif, kebijakan ini tetap memiliki tantangan:

    • Volatilitas Tinggi: Aset kripto dikenal memiliki fluktuasi harga signifikan.
    • Risiko Regulasi Federal: Perubahan kebijakan di tingkat federal dapat memengaruhi implementasi.
    • Manajemen Risiko Portofolio: Alokasi harus dilakukan secara proporsional agar tidak membahayakan stabilitas dana pensiun.

    Karena itu, kemungkinan besar eksposur kripto dalam dana pensiun akan dibatasi dalam persentase kecil dari total portofolio, guna menjaga keseimbangan risiko.

    Potensi Efek Domino

    Langkah Indiana bisa menciptakan efek domino di AS. Ketika satu negara bagian berhasil mengimplementasikan kebijakan investasi kripto secara aman dan terukur, negara bagian lain mungkin terdorong untuk mengikuti.

    Hal ini berpotensi meningkatkan permintaan terhadap aset digital utama seperti Bitcoin dan Ethereum, sekaligus memperkuat posisi kripto sebagai bagian dari strategi diversifikasi aset global.

    Baca Juga: Trump Siap Teken RUU Kripto, Regulasi Digital Baru AS Dimulai

    Dimajukannya RUU HB1042 oleh Komite Senat Indiana menjadi momentum penting bagi adopsi kripto di level institusional negara bagian di AS.

    Kebijakan ini membuka peluang dana pensiun pegawai publik dan guru untuk mendapatkan eksposur terhadap aset digital secara resmi dan terstruktur.

    Jika disahkan, langkah ini tidak hanya berdampak pada pasar kripto domestik AS, tetapi juga memperkuat legitimasi kripto secara global sebagai kelas aset alternatif.

    Bagi pelaku pasar, perkembangan ini menjadi sinyal bahwa integrasi kripto ke sistem keuangan arus utama semakin nyata, bukan lagi sekadar wacana.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • AAVE Naik 5% Usai Semua Revenue Dialihkan ke DAO Treasury

    Protokol decentralized finance (DeFi) Aave mengumumkan langkah strategis baru dengan mengalihkan seluruh pendapatan produk langsung ke treasury Aave DAO. Keputusan ini menandai pergeseran besar menuju tata kelola berbasis komunitas, sekaligus memperkuat posisi DAO sebagai pusat keuangan utama dalam ekosistem Aave.

    Kabar tersebut langsung memicu respons positif pasar. Harga token AAVE dilaporkan melonjak sekitar 5% tak lama setelah pengumuman, mencerminkan meningkatnya optimisme investor terhadap arah baru Aave.

    Seluruh Pendapatan Produk Dialihkan ke Treasury DAO

    Dalam pernyataan resminya, Aave menyebut kebijakan ini sebagai bagian dari “Aave Will Win Framework”, sebuah kerangka baru yang menekankan model token-centric dengan tujuan memperkuat pendapatan komunitas.

    Dikutip Coin Turk, Aave menyatakan bahwa 100% pendapatan dari berbagai lini produk, termasuk aplikasi mobile Aave, kartu debit, serta tiga produk unggulan lainnya, akan disalurkan langsung ke treasury DAO. Langkah ini diyakini dapat meningkatkan fleksibilitas keuangan DAO dalam mendanai inovasi, memperkuat keberlanjutan protokol, dan memberikan ruang lebih besar untuk pengembangan ekosistem jangka panjang.

    Baca juga: Aave Resmi Tinggalkan Brand Avara, Fokus Kembali Garap DeFi

    Aave V4 Jadi Pilar Monetisasi Baru

    Selain pendapatan dari sisi produk, Aave juga menyoroti potensi peningkatan revenue dari sisi protokol melalui pengembangan Aave V4. Dalam proposal tersebut, Aave menjelaskan bahwa V4 akan membawa fitur monetisasi baru yang diposisikan sebagai pilar strategis bagi pendapatan DAO di masa depan.

    Aave juga meminta dukungan pendanaan DAO untuk mempercepat pengembangan di Aave Labs, sekaligus mengusulkan pembentukan entitas khusus untuk mengelola dan melindungi brand Aave agar tetap selaras dengan kepentingan komunitas.

    Aave Perkuat Dominasi di Pasar Lending DeFi

    Aave saat ini disebut menguasai sekitar 60% pangsa pasar decentralized lending. Protokol ini menilai penguatan treasury DAO akan menjadi fondasi penting untuk mempertahankan dominasi di sektor pinjaman, sekaligus membuka jalan ekspansi ke sektor lain seperti tokenisasi aset.

    Dengan mengarahkan seluruh aliran pendapatan ke DAO, Aave menegaskan strategi bahwa kekuatan finansial dan keputusan strategis harus berada di tangan pemegang token serta partisipan institusi yang aktif dalam tata kelola.

    Harga AAVE Bertahan di Atas $112

    Pergerakan harga Aave (AAVE/USDT) pada Jumat, 13 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Aave (AAVE/USDT) pada Jumat, 13 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Pasca pengumuman, token AAVE diperdagangkan di kisaran $112, dengan kenaikan harian sekitar 2–3%. Kapitalisasi pasar AAVE tercatat berada di sekitar $1,73 miliar, sementara volume perdagangan 24 jam mencapai lebih dari $468 juta.

    Pergerakan ini memperlihatkan bahwa pasar merespons positif perubahan struktur revenue Aave, terutama karena kebijakan tersebut dinilai dapat memperkuat value capture untuk DAO dan mendukung inovasi protokol dalam jangka panjang.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, langkah ini menandai evolusi signifikan dalam tokenomics Aave, yang secara efektif menyelaraskan kesuksesan ekonomi protokol langsung dengan kekuatan finansial DAO dan kegunaan token AAVE.

    “Hal ini memperkuat keberlanjutan jangka panjang dan menciptakan narasi ‘real yield’ yang menguntungkan pemegang token,” jelasnya.

    Baca juga: Ubah Peta Industri Kripto, Aave Umumkan Rencana Buyback $50 Juta!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Era Baru Cross-Chain DEX Dimulai

    SushiSwap, salah satu protokol decentralized exchange (DEX) di ekosistem DeFi, secara resmi mengumumkan peluncuran versi terintegrasi di jaringan Solana.

    Kolaborasi dengan Jupiter Exchange ini aktif mulai 9 Februari 2026, dan merupakan langkah strategis yang memperluas kemampuan SushiSwap di luar jaringan Ethereum Virtual Machine (EVM) tradisional.

    Sebagaimana dilansir dari Coinmarketcal pada Selasa (10/2), langkah ini bukan sekadar pembaruan teknis biasa, tetapi juga menandai fase ekspansi penting bagi SushiSwap untuk menjadi multi-chain DEX yang dapat melayani pengguna lintas jaringan dengan lebih cepat, murah, dan efisien.

    Baca Juga: Uniswap V3 Kalahkan SushiSwap, Raih Gelar Ini

    Peluncuran SushiSwap di Solana: Apa Artinya?

    Solana dikenal sebagai blockchain dengan throughput tinggi dan biaya transaksi rendah, seni teknologi yang semakin menarik bagi platform DeFi besar untuk memperluas jangkauan mereka.

    SushiSwap di Solana akan memungkinkan pengguna melakukan swap aset secara langsung, memanfaatkan kecepatan jaringan Solana sekaligus tetap terhubung dengan aset dari EVM seperti Ethereum.

    Kolaborasi dengan Jupiter yang merupakan agregator likuiditas terbesar di Solana, akan membantu SushiSwap mengakses likuiditas yang lebih luas, memudahkan transaksi lintas jaringan, dan memberikan pengalaman trading tanpa batas bagi pengguna DeFi.

    Selain itu, peluncuran ini membuka peluang bagi pertukaran berbagai jenis token, termasuk meme tokens, aset tokenized, hingga token real-world assets (RWA), yang semakin populer di pasar kripto global.

    Strategi Multi-Chain: Langkah Besar SushiSwap

    SushiSwap selama ini dikenal sebagai protokol DEX multichain, beroperasi di lebih dari 40 jaringan blockchain dan menyediakan liquidity pool serta fitur swap yang terdesentralisasi.

    Namun, integrasi resmi di Solana membawa ekspansi ini ke level yang lebih luas, terutama dengan dukungan lintas rantai (cross-chain) yang lebih efisien tanpa harus bergantung pada infrastruktur pihak ketiga yang lebih kompleks.

    Integrasi ini juga sejalan dengan rencana besar SushiSwap untuk tahun-tahun mendatang, termasuk tujuan platform untuk menawarkan solusi DeFi yang lebih canggih melalui produk seperti Susa (order-book DEX on-chain) dan Kubo (alat peluncuran pasar dengan strategi delta-neutral), serta Blade, solusi automated market maker generasi baru.

    Dengan memperluas ke Solana, SushiSwap tidak hanya memperluas pasar likuiditasnya tetapi juga menciptakan peluang bagi pengguna untuk berinteraksi dengan aset yang sebelumnya terbatas hanya pada jaringan tertentu.

    Dampak untuk Pengguna dan Trader

    Peluncuran SushiSwap di Solana diperkirakan akan meningkatkan jumlah pengguna aktif, terutama bagi mereka yang mencari biaya transaksi rendah dan eksekusi cepat.

    Solana telah menjadi magnet bagi aplikasi DeFi dan NFT berkat throughput jaringan yang tinggi, sebuah keunggulan kompetitif dibandingkan jaringan Ethereum yang sering mengalami biaya gas tinggi ketika volume aktivitas meningkat.

    Trader juga bisa memanfaatkan fitur lintas jaringan yang lebih lancar, seperti swap otomatis dari aset Solana ke aset berbasis EVM dan sebaliknya.

    Dengan ini, SushiSwap berpotensi menarik lebih banyak modal, terutama dari pengguna yang sebelumnya menghindari biaya tinggi atau kemacetan jaringan.

    Meski masih dini, langkah ini bisa memicu volatilitas harga jangka pendek untuk token SUSHI maupun JUP (token dari Jupiter Exchange), karena trader mungkin akan melakukan spekulasi seputar likuiditas, volume perdagangan lintas jaringan, serta aktivitas pengguna baru setelah peluncuran.

    Perspektif Industri: DeFi yang Semakin Multichain

    Integrasi SushiSwap di Solana mencerminkan tren yang lebih luas di dunia kripto: DeFi menuju interoperabilitas yang sebenarnya.

    Protokol besar kini tidak lagi terbatas pada satu ekosistem blockchain, tetapi membangun jembatan antar jaringan untuk menghadirkan layanan DeFi yang lebih inklusif dan efisien.

    Solana, sebagai salah satu jaringan dengan pertumbuhan aktivitas signifikan, menjadi pilihan strategis.

    Pendukungnya melihat potensi besar bagi protokol DeFi seperti SushiSwap untuk meraih pangsa pasar lebih luas berkat biaya rendah dan kecepatan tinggi.

    Risiko dan Tantangan

    Walaupun langkah ini memunculkan banyak potensi positif, Tim Research Tokocrypto menilai tetap ada tantangan dan risiko yang perlu diwaspadai.

    “Pivot penting bagi SushiSwap yang selama ini EVM-centric. Masuk ke Solana (chain dengan volume DEX tertinggi saat ini) lewat Jupiter adalah cara cerdas untuk langsung dapat flow tanpa harus bootstrap likuiditas dari nol sendirian. Potensi re-rating jika volume yang diroute signifikan, ” tutur Tim research Tokocrypto.

    Interoperabilitas lintas chain membawa kompleksitas teknis dan potensi risiko keamanan yang unik, seperti smart contract exploit atau manipulasi likuiditas jika tidak dikunci dengan baik.

    Begitu pula, volatilitas jangka pendek setelah peluncuran bisa menjadi sangat tinggi karena sentimen pasar, spekulasi, serta fluktuasi permintaan atas token SUSHI dan JUP, terutama di hari-hari pertama setelah integrasi resmi diumumkan.

    Baca Juga: Sushiswap Terbitkan Kontrak di 5 Blockchain, Apa Saja?

    Era Baru SushiSwap di Ekosistem Solana

    Peluncuran SushiSwap di jaringan Solana menandai tonggak penting dalam evolusi DEX multichain.

    Dengan dukungan Jupiter Exchange, protokol ini siap menghadirkan pengalaman swap yang lebih cepat, murah, dan lintas jaringan bagi pengguna global.

    Bagi pelaku pasar DeFi, event ini bukan hanya sekadar integrasi teknis, tetapi sinyal bahwa masa depan DeFi adalah interoperabilitas tanpa batas antara berbagai jaringan blockchain.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sandiaga Uno: Blockchain Adalah Kunci Ekonomi 2026

    Industri kripto dan blockchain Indonesia mulai memasuki fase baru. Jika sebelumnya kripto kerap dipersepsikan sebatas aset digital dan instrumen investasi, kini fokusnya bergeser ke peran yang lebih strategis dalam mendukung efisiensi ekonomi nasional. Arah perubahan ini disampaikan langsung oleh Sandiaga Uno dalam pemaparan Indonesia Crypto Outlook 2026.

    Dalam pembukaan penyampaiannya, Sandiaga menempatkan kripto dalam konteks besar dinamika pasar keuangan global yang sedang bergejolak. Ia menyinggung koreksi pasar saham hingga ketidakpastian global sebagai tantangan yang tidak bisa dihindari oleh seluruh instrumen keuangan.

    “Ini adalah tantangan yang selalu dihadapi di pasar keuangan, baik itu produknya saham maupun juga produk-produk lainnya,” ujar Sandiaga, menegaskan bahwa kripto pun tidak terlepas dari dinamika tersebut.

    Basis Investor Kripto Jadi Modal Strategis

    Data presentasi Sandiaga Uno di acara Indonesia Crypto Outlook 2026 pada 29 Januari 2026 di Jakarta. Sumber: Tokocrypto.

    Sandiaga kemudian menyoroti kekuatan utama ekosistem kripto Indonesia, yaitu basis penggunanya. Hingga 2025, jumlah investor kripto di Indonesia telah mencapai sekitar 19 juta orang, angka yang dinilainya sangat meningkat signifikan jika dibandingkan dengan instrumen keuangan konvensional, menimbang pasar kripto yang masih baru dan hampir bisa menyalip total investor pasar modal.

    “Jumlah investor di kripto di Indonesia ini sudah mencapai 19 juta orang. Sementara produk-produk lain yang lebih konvensional ini memakan waktu yang begitu lama untuk mencapai angka seperti yang dicapai oleh kripto,” jelasnya.

    Menurut Sandiaga, capaian ini menunjukkan tingginya daya tarik kripto di masyarakat yang tercermin dari nilai transaksi kripto nasional yang telah mendekati Rp500 triliun sepanjang 2025. Namun, besarnya basis investor juga berarti ekosistem kripto harus dikelola dengan lebih bertanggung jawab agar pertumbuhan tersebut tidak rapuh.

    “Total nilai transaksi kripto yang sudah mencapai hampir 500 triliun rupiah ini harus bisa terjaga, dan kuncinya adalah kepercayaan pasar,” lanjut Sandiaga.

    Baca juga: Ternyata Ini Sektor Kripto yang Paling Mendominasi Percakapan Warganet di 2025

    Regulasi sebagai Penopang Trust, Bukan Penghambat

    Menurut pandangan Sandiaga Uno, regulasi memegang peran sentral dalam menjaga kepercayaan tersebut. Ia menegaskan bahwa regulasi tidak boleh menjadi faktor yang justru melemahkan industri; “Regulasi harus bisa memfasilitasi. Jangan sampai regulasi ini justru menggoyang pondasi untuk membangun trust, membangun governance, dan keberlanjutan industri,” ujarnya.

    Sandiaga juga menjelaskan bahwa regulasi kripto bukan sekadar respons terhadap munculnya instrumen investasi baru, melainkan bagian dari strategi besar untuk memposisikan aset digital sebagai pendukung pembangunan ekonomi digital Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

    Kripto Menuju Quality Growth di 2026

    Data presentasi Sandiaga Uno di acara Indonesia Crypto Outlook 2026 pada 29 Januari 2026 di Jakarta. Sumber: Tokocrypto.

    Memasuki pembahasan outlook 2026, Sandiaga menyampaikan perlu adanya pergeseran fokus industri kripto, dimana pertumbuhan tetap penting, tetapi tidak lagi cukup jika berdiri sendiri.

    “Di 2026 ini kita bergeser dari hanya growth, for the sake of growth, menuju ke quality growth,” ujarnya.

    Ia kemudian menjelaskan bahwa quality growth berarti kripto harus memberikan dampak nyata bagi perekonomian. “Crypto ini harus menghadirkan jobs, harus menghadirkan literasi, harus menghadirkan juga solusi-solusi yang dibutuhkan oleh ekonomi kita.”

    Penjelasan ini menunjukkan bahwa ukuran keberhasilan kripto ke depan tidak lagi sebatas volume transaksi, tetapi kontribusinya terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat.

    Selanjutnya, Sandiaga juga menegaskan perubahan cara pandang terhadap teknologi blockchain dan menolak pendekatan yang melihat blockchain hanya sebagai fondasi aset kripto, tapi juga sebagai pendukung efisiensi lintas sektor.

    Data presentasi Sandiaga Uno di acara Indonesia Crypto Outlook 2026 pada 29 Januari 2026 di Jakarta. Sumber: Tokocrypto.

    Ia kemudian memberi contoh konkret melalui isu affordability, yaitu bagaimana teknologi dapat membantu menurunkan biaya dan membuat layanan lebih terjangkau.

    How to make a product more affordable. How to create a system that service is become more affordable,” ujar Sandiaga yang terinspirasi setelah bertemu tim ekonom Zohran Mamdani di New York.

    Penjelasan ini memperlihatkan bahwa blockchain diposisikan sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi sistem ekonomi, bukan sekadar teknologi finansial. Namun, efisiensi tidak akan berarti tanpa adopsi yang merata, maka dari itu Sandiaga menekankan pentingnya inklusivitas.

    “Kunci adopsinya adalah inclusivity. Tidak ada yang boleh tertinggal. Semuanya harus menjadi bagian daripada kemajuan tersebut.” Ujar sandiaga sembari menegaskan bahwa arah pertumbuhan kripto Indonesia harus bersifat adil dan bukan hanya quality growth, tapi growth with equity.

    Data presentasi Sandiaga Uno di acara Indonesia Crypto Outlook 2026 pada 29 Januari 2026 di Jakarta. Sumber: Tokocrypto.

    Transformasi digital melalui kripto harus membuka peluang seluas mungkin, bukan menciptakan kesenjangan baru, dan visi besar ini hanya bisa tercapai melalui kolaborasi lintas sektor. Sandiaga percaya bahwa peran penting misalnya seperti regulator, tidak bisa berdiri sendiri, tapi harus melibatkan pelaku industri, serta harus juga melibatkan komunitas guna mencapai visi besar tersebut.

    Selain insight dari Sandiaga Uno, dalam rangkaian acara Indonesia’s Crypto Outlook 2026 juga memuat beragam insight lain dari para pelaku industri kripto dan ahli lain, termasuk ke mana arah pasar kripto Indonesia di 2026 serta bagaimana tren adopsi kripto di Asia terus berkembang seiring meningkatnya regulasi dan partisipasi institusional.

    Kalau kamu ingin melihat riset dan insight kripto Indonesia yang lebih lengkap dan mendalam, kamu bisa dapatkan materi riset resminya secara gratis di sini: Riset & Materi Indonesia Crypto Outlook 2026 – Tokocrypto

    Baca juga: Ternyata Ini 3 Hal Paling Dicari Investor Kripto Indonesia!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • AI Agent yang Bisa Trading, Monitoring, dan Jalan Sendiri

    Artikel ini dibuat oleh Tim Research Tokocrypto sebagai bagian dari kajian terhadap Openclaw sesuai dengan perkembangan teknologi AI agent yang mulai memasuki fase baru, tidak lagi sekadar menjadi alat bantu percakapan, tetapi juga mampu mengeksekusi tugas nyata secara mandiri.

    Pendahuluan: Dari Chatbot Pasif ke AI Agent Aktif

    Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan kecerdasan buatan didominasi oleh kemunculan chatbot yang mampu menjawab pertanyaan, merangkum informasi, hingga membantu analisis data. Meski terlihat canggih, sebagian besar AI tersebut masih bersifat pasif. AI hanya memberikan respons, sementara keputusan dan eksekusi tetap harus dilakukan secara manual oleh pengguna. OpenClaw hadir membawa pendekatan berbeda. Ia bukan hanya menjawab, tetapi bertindak. OpenClaw dirancang sebagai AI agent yang mampu menjalankan tugas nyata seperti mengelola jadwal, email, hingga aktivitas digital lainnya secara langsung tanpa perlu berpindah platform.

    Apa Itu OpenClaw?

    OpenClaw merupakan AI agent open-source yang dapat diakses langsung melalui aplikasi chat yang sudah digunakan sehari-hari, seperti WhatsApp dan Telegram. Pengguna tidak perlu mempelajari platform baru atau dashboard tambahan untuk mulai menggunakannya.

    Mengapa OpenClaw Berbeda dari AI Asisten Lain

    Berbeda dengan AI asisten berbasis SaaS, OpenClaw memberikan kontrol penuh kepada pengguna atas infrastruktur, data, dan kunci akses. Seluruh proses dan percakapan tetap berada di bawah kendali pengguna, bukan disimpan di server pihak ketiga. Pendekatan ini menjadikan OpenClaw lebih unggul dari sisi privasi, transparansi, dan fleksibilitas penggunaan.

    Sejarah Singkat Lahirnya OpenClaw

    OpenClaw berawal dari eksperimen bernama Clawd pada November 2025. Nama ini merupakan gabungan dari “Claude” dan capit lobster, namun harus ditinggalkan karena pertimbangan legalitas. Nama Moltbot sempat muncul sebagai alternatif, terinspirasi dari proses pergantian cangkang lobster, tetapi dinilai kurang praktis untuk adopsi jangka panjang.

    Seiring kematangan proyek dari sisi teknis dan merek, nama OpenClaw dipilih sebagai identitas final yang mencerminkan sifat open-source, kesiapan teknis, serta pengembangan berbasis komunitas.

    Cara Kerja OpenClaw: AI di Cloud, Eksekusi di Tangan Pengguna

    Secara arsitektur, OpenClaw menggunakan model AI sebagai “otak” yang berjalan di cloud, sementara seluruh eksekusi tugas dilakukan langsung di hardware milik pengguna. Antarmuka utamanya adalah aplikasi chat, sehingga interaksi terasa natural dan minim hambatan teknis.

    OpenClaw juga memiliki memori permanen untuk menyimpan konteks dan preferensi pengguna, serta akses langsung ke sistem nyata seperti file, browser, dan perintah terminal. Dengan kemampuan ini, OpenClaw tidak hanya memberi rekomendasi, tetapi benar-benar melakukan tindakan.

    OpenClaw dalam Aktivitas Sehari-hari

    Dalam penggunaan praktis, OpenClaw dapat membantu penjadwalan, pengingat, dan riset secara mandiri. Ia mampu menjalankan perintah terminal, mengelola file, memantau proses sistem, serta mengotomasi tugas-tugas berulang. Bahkan, OpenClaw dapat menjalankan workflow berkelanjutan selama berhari-hari sambil memberikan update dan notifikasi saat dibutuhkan.

    Instalasi dan Pengaturan OpenClaw

    Untuk mulai menggunakan OpenClaw, pengguna cukup membuka terminal atau PowerShell di Windows dan menjalankan perintah instalasi. Proses ini bersifat otomatis dan menyesuaikan dengan sistem pengguna. Setelah terpasang, OpenClaw menyediakan panduan langkah demi langkah untuk memilih mode penggunaan, mengatur akses model AI, serta menghubungkan aplikasi chat seperti Telegram atau WhatsApp. Setelahnya, OpenClaw dapat dijalankan di latar belakang untuk berbagai use case.

    OpenClaw untuk Trading dan Aktivitas Crypto

    OpenClaw juga dapat dimanfaatkan dalam aktivitas trading dan pemantauan pasar crypto. AI agent ini mampu memantau harga, volume, dan data on-chain secara real-time, lalu mengirimkan alert langsung ke aplikasi chat. OpenClaw juga memungkinkan trading otomatis di DEX dan CEX berdasarkan aturan yang telah ditentukan, serta mendeteksi peluang arbitrase antar exchange atau protokol DeFi untuk dieksekusi secara mandiri.

    Ekosistem OpenClaw di Dunia Web3

    Dalam ekosistem crypto, OpenClaw mulai berperan sebagai agent otonom. Di sisi infrastruktur, OpenClaw dapat memiliki identitas finansial dan beroperasi langsung di blockchain seperti Bankr dan XMTP. Dalam aspek ekonomi agent, OpenClaw dapat bekerja, menawarkan jasa, dan memperoleh imbalan secara on-chain melalui konsep seperti OpenWork. Sementara di sisi trading dan strategi pasar, OpenClaw dapat berinteraksi langsung dengan protokol seperti DefinitiveFi dan ClawdX.

    Kelebihan dan Tantangan Menggunakan OpenClaw

    OpenClaw memiliki sejumlah kelebihan, antara lain eksekusi yang cepat dan otomatis, kontrol lokal dengan privasi yang lebih baik, serta fleksibilitas tinggi karena bersifat open-source. Namun, di sisi lain, OpenClaw relatif sulit digunakan oleh pengguna awam, minim antarmuka visual, dan memiliki risiko kesalahan teknis yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna.

    Kesimpulan: OpenClaw dan Masa Depan AI Agent Otonom

    Berdasarkan keseluruhan riset, OpenClaw merepresentasikan pergeseran penting dari AI chatbot pasif menuju AI agent aktif yang mampu mengeksekusi tugas nyata secara mandiri. Dengan pendekatan open-source, OpenClaw membuka peluang baru dalam produktivitas, otomasi sistem, hingga aktivitas crypto.

    Meski demikian, fleksibilitas dan kekuatannya menuntut tingkat pemahaman teknis yang lebih tinggi. Untuk saat ini, OpenClaw lebih cocok digunakan oleh pengguna menengah hingga advanced yang siap mengelola risiko operasional dan keamanan secara mandiri. Secara keseluruhan, OpenClaw layak dipandang sebagai fondasi awal ekosistem AI agent otonom, khususnya di persimpangan antara AI, Web3, dan crypto.

    Baca juga: Linea: Kuda Hitam Layer-2 Ethereum Siap Geser Arbitrum dan zkSync!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Aave Resmi Tinggalkan Brand Avara, Fokus Kembali Garap DeFi

    Aave Labs resmi menghentikan penggunaan brand payung Avara dan menutup produk Family wallet sebagai bagian dari langkah strategis untuk kembali memfokuskan bisnis pada sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi). Keputusan ini diumumkan di tengah dinamika hubungan yang memanas antara Aave Labs dan Aave DAO terkait kendali atas protokol Aave.

    Avara sebelumnya berfungsi sebagai brand induk bagi sejumlah proyek Web3 yang dikembangkan Aave Labs, termasuk protokol media sosial terdesentralisasi Lens dan dompet kripto Family. Namun, Aave Labs menyatakan seluruh produk saat ini dan ke depan — seperti Aave Mobile App, Aave Pro, dan Aave Kit — akan sepenuhnya berada di bawah nama Aave Labs.

    “Perubahan ini menyederhanakan struktur brand kami dan memungkinkan fokus penuh pada pembangunan Aave serta pengenalan DeFi kepada jutaan pengguna di seluruh dunia,” tulis Avara melalui akun resmi di platform X.

    Fokus AAVE

    Baca juga: Aave Terima Otorisasi MiCA untuk Layanan Pembayaran Fiat

    Langkah tersebut menandai pergeseran arah Aave Labs yang sebelumnya, melalui rebrand Avara pada 2023, ingin berekspansi ke berbagai vertikal Web3 di luar DeFi. Kini, perusahaan kembali memusatkan perhatian pada protokol pinjam-meminjam Aave, yang saat ini menjadi sistem kredit on-chain terbesar di jaringan Ethereum.

    Keputusan ini juga muncul di tengah perdebatan berkepanjangan antara Aave Labs sebagai entitas pengembang awal dan Aave DAO yang dikelola oleh pemegang token AAVE. DAO selama ini mengendalikan kontrak pintar, parameter risiko, serta pendapatan protokol, sementara Aave Labs menguasai aspek off-chain seperti antarmuka resmi aave.com, merek dagang, domain, dan produk yang berhadapan langsung dengan pengguna.

    Dilaporkan The Block, ketegangan meningkat pada Desember lalu ketika Aave Labs mengintegrasikan CoW Swap ke situs resmi Aave dan mengalihkan biaya swap yang sebelumnya masuk ke kas DAO ke dompet privat milik Aave Labs. Peristiwa tersebut memicu perdebatan soal siapa yang sebenarnya memiliki dan mengendalikan Aave.

    Upaya komunitas DAO untuk mengambil alih kekayaan intelektual dan aset Aave Labs melalui proposal yang dikenal sebagai “poison pill” gagal disahkan dalam voting tata kelola. Meski demikian, pendiri Aave Stani Kulechov kemudian menyatakan keterbukaan untuk membagikan pendapatan non-protokol kepada pemegang token AAVE serta meninjau ulang isu kepemilikan IP dan brand.

    Perjalanan Penting AAVE

    Pergerakan harga Aave (AAVE/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Aave (AAVE/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Pada Januari lalu, Aave Labs juga mengumumkan penjualan protokol Lens dan rencana penghentian seluruh proyek terkait Family wallet. “Brand Avara tidak lagi dibutuhkan saat kami total membawa Aave ke masyarakat luas,” ujar Kulechov di X.

    Sebelumnya, Aave memperkenalkan versi terbaru aplikasi Aave yang menawarkan produk tabungan dengan imbal hasil hingga 9% serta perlindungan simpanan hingga US$1 juta. Aave juga menyatakan ambisi jangka panjang untuk mendorong aktivitas keuangan on-chain hingga skala triliunan dolar, setelah berakhirnya investigasi regulator AS terhadap perusahaan tersebut.

    Di sisi lain, laporan Bloomberg pada Selasa menyebut Kulechov membeli rumah mewah senilai £22 juta di kawasan Notting Hill, London, yang memicu kritik dari sebagian komunitas kripto.

    Baca juga: Ubah Peta Industri Kripto, Aave Umumkan Rencana Buyback $50 Juta!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Anjlok Lagi! Investor Panik, Apa yang Terjadi?

    Bitcoin kembali mengalami penurunan harga yang signifikan, membuat banyak investor merasa was-was dan panik. Harga Bitcoin turun ke kisaran $88.000 hingga akhirnya tembus ke $74.500, dengan indikator Fear & Greed Index yang leluncur ke angka 17, menandakan suasana ketakutan di pasar. 

    Dalam artikel riset crypto dari tim Research Tokocrypto sebelumnya Riset Kripto 26-30 Jan 2026: Bitcoin Makin Turun! Saatnya Goodbye?!, dijelaskan bahwa ada dorongan faktor makroekonomi seperti data ekonomi AS terbaru yang mengurangi harapan pemangkasan suku bunga oleh The Fed, hingga aktivitas paus yang memindahkan aset ke bursa untuk dijual yang membuat investor tertekan.

    Apa sebenarnya yang sedang terjadi? Mari kita bahas

    Inflow Whale ke Exchange yang Semakin Besar

    Salah satu pemicu utama penurunan Bitcoin adalah aktivitas whale, yaitu investor besar yang memegang aset dalam jumlah masif. Data menunjukkan adanya arus masuk (inflow) signifikan sebesar 2.000 BTC ke bursa Binance. 

    Ini berarti whale sedang memindahkan aset mereka ke platform trading, kemungkinan besar untuk dijual atau didistribusikan, sebab jika para whale ini tidak berniat menjual bisanya mereka akan lebih memilih menyimpan Bitcoin mereka di cold wallet atau hot wallet.

    Menurut analisis Tokocrypto Research Team, inflow ini menandakan distribusi aset oleh whale, yang memperburuk sentimen pasar secara keseluruhan. Pasar jadi rawan koreksi lebih lanjut, apalagi dikombinasikan dengan sinyal overheating di jaringan lain seperti Solana, di mana biaya transaksi harian mencapai $37,5 juta, mirip pola sebelum koreksi tajam di bulan Oktober yang secara historis menjadi sinyal puncak pasar dengan penurunan hingga 27%. 

    Hal ini banyak membuat para investor semakin was-was, karena jika whale terus menjual, harga bisa terus merosot.

    Bitcoin Risk Index

    Indeks ini mengukur seberapa rawan pasar terhadap volatilitas, dan kenaikannya menunjukkan bahwa risiko koreksi semakin tinggi. Sempat melonjak ke level 55.58, menunjukkan bahwa risiko koreksi semakin tinggi.

    Sebelumnya, tim research Tokocrypto menyebutkan bahwa Bitcoin sedang dalam fase “lampu kuning” ketika berada di level harga $88.000 sementara arus uang global mulai beralih ke aset komoditas seperti emas. Analisis memproyeksikan jika level ini jebol, pasar berisiko mengalami koreksi tajam menuju $74.000 dan per 2 Februari 2026, Bitcoin telah menyentuh level yang sebelumnya di antisipasi.

    Insight dari Tokocrypto Research Team menyoroti bahwa penurunan ini juga didorong oleh arus uang yang beralih ke aset aman seperti emas yang memperburuk situasi, karena investor mencari perlindungan dari gejolak kripto.

    Analisa Penyebab Turunnya Harga Bitcoin Menurut Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur

    Menurut trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, jika dilihat berdasarkan data Bitcoin monthly return, kita bisa melihat bahwa bulan Januari secara historis memiliki karakter yang cukup unik dimana secara rata-rata, Januarimencatatkan kenaikan sekitar +2,81%, yang sekilas terlihat positif.

    Namun, penting untuk digaris bawahi bahwa Januari juga termasuk bulan dengan volatilitas tinggi. Dalam banyak periode, pergerakan harga Bitcoin di awal tahun sering kali menunjukkan fluktuasi ekstrem, baik dalam bentuk reli kuat maupun koreksi tajam. Hal ini membuat Januari kerap berbeda dibanding bulan-bulan lain yang cenderung lebih stabil.

    Pada Januari 2026 misalnya, Bitcoin justru menutup bulan dengan kinerja negatif di kisaran -10,17%, yang menunjukkan bahwa meskipun secara historis rata-rata Januari positif, outcome aktualnya sangat bergantung pada kondisi siklus dan sentimen pasar saat itu.

    Dengan kata lain, Januari bukan bulan yang bisa disimpulkan secara sederhana sebagai bullish atau bearish. Justru, bulan ini sering menjadi fase penyesuaian awal tahun, di mana pasar melakukan rebalancing, profit taking, atau bahkan distribusi sebelum menentukan arah tren berikutnya.

    Untuk memahami lebih jauh apa yang sebenarnya terjadi di Januari 2026, serta apakah penurunan ini bersifat sementara atau bagian dari struktur tren yang lebih besar, kita akan lanjutkan pembahasannya di gambar selanjutnya.

    Volatilitas pasar risk-assets & likuidasi besar

    Pasar kripto sedang mengalami gelombang volatilitas tinggi, dengan miliaran dolar dalam posisi Bitcoin dilikuidasi di awal Februari karena risk-off sentiment global. Investor banyak menjual aset berisiko termasuk kripto karena kekhawatiran pasar lebih luas.

    Jika kita menambahkan faktor pertama, yaitu volatilitas pasar, risk-off sentiment, dan likuidasi besar, maka penurunan Bitcoin di Januari menjadi lebih kontekstual. Dalam waktu kurang dari satu minggu, Bitcoin turun lebih dari 16,7%, dan penurunan ini terjadi secara menyeluruh di pasar kripto. Total kapitalisasi pasar kripto terkoreksi sekitar USD 500 miliar, dari kisaran USD 3 triliun turun hingga mendekati USD 2,5 triliun. Dengan skala market cap sebesar ini, proses pemulihan tentu membutuhkan waktu dan aliran dana yang tidak kecil. Artinya, dampak dari likuidasi massal dan keluarnya likuiditas akibat risk-off sentiment berpotensi masih akan terasa dalam jangka pendek hingga menengah ke depan.

    Sentimen terkait Federal Reserve & Kebijakan Moneter AS

    Penurunan harga Bitcoin banyak dihubungkan dengan spekulasi tentang penggantian Ketua The Fed, yang mempengaruhi persepsi pasar terhadap likuiditas dan suku bunga. Kevin Warsh menjadi ketua berikutnya dipandang sebagai kandidat yang lebih hawkish (mengurangi likuiditas/menaikkan suku bunga), yang cenderung menekan aset berisiko seperti kripto.

    Geopolitik Venezuela 

    Ada laporan bahwa presiden Venezuela ditangkap oleh militer AS pada 3 Januari 2026, dan terjadi intervensi besar di negara tersebut. Ini adalah peristiwa nyata yang menambah ketidakpastian geopolitik global. Namun, dari sisi pasar kripto, reaksi terhadap konflik ini bersifat lebih ke sentimen jangka pendek dan tidak selalu konsisten secara langsung menekan harga secara terukur (misalnya Bitcoin sempat naik ketika berita muncul). Ada juga isu tentang kemungkinan AS menyita aset Bitcoin milik Venezuela, tetapi aturan atau keputusan resminya belum jelas dan belum terjadi secara nyata. 

    US Government Shutdown:

    Ancaman government shutdown di Amerika Serikat cenderung memicu aksi jual jangka pendek pada aset berisiko, termasuk kripto, karena investor masuk ke mode risk-off. Dalam kondisi ketidakpastian kebijakan dan ekonomi seperti ini, arus modal global lebih memilih aset safe haven seperti emas, sementara kripto mengalami tekanan akibat berkurangnya partisipasi institusional. Meskipun shutdown tidak berdampak langsung pada fundamental Bitcoin atau aktivitas on-chain, sentimen negatif dan kehati-hatian investor seperti mengurangi leverage menyebabkan terjadinya capital outflow, yang tercermin dari penurunan total market cap kripto sekitar USD 500 miliar dalam sepekan terakhir.

    Crypto Fear and Greed Index (Extreme Fear)

    Saat ini Crypto Fear and Greed Index berada di level 17, yang masuk kategori extreme fear, menandakan dominasi ketakutan di pasar kripto. Kondisi ini mencerminkan tekanan sentimen yang kuat, di mana investor cenderung defensif dan menghindari penambahan risiko. Beberapa analis bahkan memperkirakan potensi penurunan lanjutan Bitcoin ke area USD 72.000, yang merupakan all-time high siklus sebelumnya, hingga skenario ekstrem ke kisaran USD 50.000 jika sentimen negatif berlanjut. Dengan indikator sentimen berada di zona ekstrem, bias pasar saat ini masih cenderung negatif, terutama dalam jangka pendek, sembari menunggu kepastian makro dan stabilisasi emosi pasar.

    Jika melihat data Bitcoin ETF, arus dana menunjukkan sinyal yang masih campuran. Dalam satu bulan terakhir, ETF Bitcoin masih mencatatkan inflow sekitar USD 471 juta, yang menandakan minat institusional belum sepenuhnya hilang meskipun pasar sedang tertekan. Namun, jika ditarik ke tiga bulan terakhir, arus dana justru masih net outflow sekitar USD 5,66 miliar, yang mencerminkan sikap hati-hati institusi dalam kondisi ketidakpastian makro. Tekanan terbesar terjadi pada November 2025, ketika terjadi outflow sekitar USD 3,5 miliar, menunjukkan fase distribusi dan pengurangan eksposur risiko. Artinya, meskipun inflow jangka pendek mulai muncul, secara struktural institusional masih cenderung defensif terhadap aset kripto.

    Intinya menurut Fyqieh Fachrur, penurunan Bitcoin sekitar ±16% ini bukan disebabkan oleh satu faktor saja, tapi hasil dari kombinasi enam faktor besar yang saling berkaitan. Mulai dari geopolitik global, kebijakan moneter The Fed, kebijakan fiskal era Trump, hingga sikap investor institusi yang mulai outflow dari pasar kripto.

    Kondisi ini tercermin jelas dari turunnya total market cap kripto dan meningkatnya sentimen risk-off. Di saat yang sama, arus dana justru mengalir ke aset safe haven seperti emas, yang bahkan sudah mencetak all-time high baru di kisaran USD 4.500. Jadi wajar kalau saat ini pasar cenderung defensif, dengan money flow lebih memilih aset aman di tengah geopolitik dan ketidakpastian ekonomi yang masih belum membaik.

    Lebih lengkap mengenai insight terbaru dan alasan kenapa Bitcoin bisa turun ke level sekarang, bisa kamu baca di: Riset Kripto 26-30 Jan 2026: Bitcoin Makin Turun! Saatnya Goodbye?!

    Mulai perjalanan kriptomu dengan pastikan membeli token kripto terdaftar di resmi di Indonesia melalui exchange lokal resmi yang mengikuti prosedur yang berlaku seperti Tokocrypto.

    Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XDC Network Aktifkan Upgrade Cancun, Fokus Perkuat Stabilitas

    XDC Network resmi mengaktifkan upgrade Cancun V2.6.8 pada Block 98.800.200, menandai langkah lanjutan dalam upaya meningkatkan stabilitas dan keandalan jaringan.

    Menurut catatan Coinmarketcal pada Sabtu (31/1), Upgrade ini dikategorikan sebagai hard fork bersifat maintenance, dengan fokus utama pada pembaruan node serta optimalisasi operasional jaringan, bukan pada penambahan fitur aplikasi baru atau perubahan tokenomics.

    Berbeda dengan hard fork besar yang biasanya membawa fitur inovatif atau narasi baru bagi pengguna ritel, Cancun V2.6.8 lebih diarahkan untuk memastikan fondasi teknis XDC Network tetap kuat dan stabil dalam jangka panjang.

    Baca Juga: ⁠5 Aset Kripto yang Jadi Sponsor Klub Sepak Bola Top Dunia

    Apa Itu Upgrade Cancun V2.6.8?

    Upgrade Cancun V2.6.8 merupakan pembaruan protokol yang mengharuskan validator dan operator node XDC untuk melakukan penyesuaian versi perangkat lunak mereka.

    Tujuan utamanya adalah meningkatkan stabilitas jaringan, kompatibilitas node, serta efisiensi operasional di level infrastruktur.

    Hard fork jenis ini umumnya dilakukan secara berkala oleh blockchain Layer-1 untuk menjaga performa jaringan tetap optimal, meminimalkan bug, dan memastikan sinkronisasi antar node berjalan lancar.

    Meski jarang menarik perhatian publik luas, upgrade semacam ini krusial bagi keberlangsungan ekosistem blockchain.

    Fokus Teknis, Bukan Katalis Spekulatif

    Tim Research Tokocrypto menegaskan bahwa upgrade Cancun V2.6.8 tidak dirancang sebagai pemicu hype pasar.

    Dalam keterangannya, mereka menilai bahwa dampak upgrade ini terhadap sentimen ritel dan aktivitas trading kemungkinan terbatas.

    “Hard fork ini bersifat teknis dan ditujukan untuk validator, bukan fitur aplikasi baru atau perubahan tokenomics. Retail awareness dan hype spekulatif kemungkinan terbatas. Ini terutama operasional, bukan katalis trading yang kuat,” jelas Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan ini menempatkan upgrade Cancun V2.6.8 sebagai langkah defensif dan preventif, bukan ofensif dalam menarik perhatian pasar.

    Mengapa Upgrade Maintenance Tetap Penting?

    Meskipun tidak membawa fitur baru yang langsung dirasakan pengguna, upgrade maintenance memiliki peran vital dalam menjaga keamanan dan keandalan jaringan.

    Blockchain yang mengabaikan pembaruan teknis berisiko menghadapi masalah seperti downtime, ketidaksinkronan node, atau kerentanan keamanan.

    Bagi XDC Network, yang memposisikan diri sebagai blockchain enterprise-ready dengan fokus pada use case institusional dan trade finance, stabilitas jaringan merupakan faktor krusial. Klien enterprise dan mitra institusional cenderung mengutamakan reliabilitas dibandingkan inovasi spekulatif jangka pendek.

    Dampak terhadap Validator dan Ekosistem

    Bagi validator, upgrade Cancun V2.6.8 menuntut kesiapan operasional untuk memastikan node mereka tetap kompatibel dan berfungsi optimal setelah hard fork. Validator yang gagal memperbarui sistem berisiko mengalami gangguan partisipasi dalam konsensus jaringan.

    Sementara itu, bagi developer dan pengguna aplikasi di atas XDC Network, upgrade ini diharapkan berjalan mulus tanpa gangguan berarti. Hard fork maintenance umumnya dirancang agar tidak mengganggu aktivitas aplikasi yang sudah berjalan, selama seluruh infrastruktur pendukung telah diperbarui dengan benar.

    Implikasi terhadap Harga Token XDC

    Dari sisi pasar, upgrade ini diperkirakan tidak memberikan dampak signifikan terhadap harga token XDC dalam jangka pendek.

    Tanpa perubahan tokenomics, insentif baru, atau fitur yang meningkatkan permintaan jaringan secara langsung, pergerakan harga cenderung mengikuti sentimen pasar kripto secara umum.

    Namun, dalam perspektif jangka panjang, konsistensi dalam melakukan upgrade teknis dapat memperkuat fundamental jaringan.

    Blockchain yang stabil dan terawat dengan baik memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan dan menarik mitra strategis.

    Baca Juga: Alasan Mengapa Upgrade Dencun Ethereum Sangat Penting

    Aktivasi upgrade Cancun V2.6.8 menegaskan komitmen XDC Network dalam menjaga stabilitas dan keandalan infrastruktur blockchain-nya.

    Meski tidak membawa fitur baru atau katalis spekulatif yang besar, langkah ini penting untuk memastikan jaringan tetap aman, efisien, dan siap mendukung use case enterprise.

    Bagi investor, upgrade ini lebih relevan sebagai indikator kesehatan teknis jaringan ketimbang peluang trading jangka pendek.

    Sementara bagi validator dan pelaku ekosistem, Cancun V2.6.8 menjadi pengingat bahwa fondasi teknis yang kuat tetap menjadi kunci keberlanjutan blockchain dalam jangka panjang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum Kenalkan ERC-8004, Fondasi Baru untuk AI di Blockchain

    Ethereum kembali melangkah ke fase penting berikutnya dalam integrasi teknologi blockchain dan kecerdasan buatan (AI).

    Ethereum Foundation resmi mengumumkan bahwa standar ERC-8004, yang dirancang untuk mengatur discovery dan portable reputation bagi agen AI, akan segera go live di mainnet Ethereum.

    Pengumuman ini disampaikan melalui akun resmi Ethereum di platform X, dan langsung menarik perhatian komunitas kripto global karena potensi standar ini dalam menciptakan ekosistem AI terdesentralisasi tanpa gatekeeper terpusat.

    Baca Juga: Di Balik Harga yang Stabil, Whale Ethereum Mulai Bergerak

    Apa Itu ERC-8004 dan Mengapa Penting?

    ERC-8004 adalah sebuah standar Ethereum Improvement Proposal (EIP) yang ditujukan untuk menjadi trust infrastructure bagi agen AI yang berjalan di blockchain. Standar ini memungkinkan agen AI dapat:

    • Ditemukan (discovery) oleh agen lain atau aplikasi yang ingin berinteraksi dengannya;
    • Memiliki reputasi portabel (portable reputation) yang bisa dibawa lintas jaringan dan aplikasi tanpa bergantung pada platform sentral tertentu.

    Intinya, ERC-8004 bertujuan menjawab dua tantangan besar dalam ekonomi AI modern: bagaimana agen AI dapat saling menemukan dan berinteraksi tanpa bergantung pada sistem terpusat, serta bagaimana kredibilitas dan rekam jejak mereka dapat diverifikasi secara publik dan permanen.

    Standar ini dibangun sebagai pemerluasan dari protokol Agent-to-Agent (A2A), tetapi ERC-8004 menambahkan lapisan trust yang sebelumnya tidak tersedia secara native di jaringan blockchain.

    Arsitektur Teknologi: Identity, Reputation, & Validation

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Teknologi inti ERC-8004 terdiri dari tiga on-chain registries yang bekerja bersama untuk menciptakan kerangka kerja yang transparan dan dapat diverifikasi:

    1. Identity Registry – Memberikan setiap agen AI sebuah ID unik di jaringan berbasis standar ERC-721 (NFT). Identitas ini menyertakan metadata yang dapat melingkupi kemampuan agen, alamat jaringan, dan endpoint komunikasi.
    2. Reputation Registry – Menyimpan riwayat feedback dan kredibilitas agen yang dikumpulkan dari interaksi nyata, yang dapat diverifikasi oleh pihak ketiga. Data reputasi ini bersifat portable, sehingga dapat digunakan di berbagai aplikasi atau jaringan lain.
    3. Validation Registry – Menyediakan mekanisme independen untuk memverifikasi hasil pekerjaan atau layanan yang dijalankan oleh agen AI, termasuk melalui bukti kriptografis atau mekanisme stake.

    Pendekatan ini menciptakan “infrastruktur kepercayaan” (trust infrastructure) tanpa perlu bergantung pada platform terpusat atau gatekeeper, sehingga agen AI dapat beroperasi secara otonom dan saling berinteraksi di berbagai lingkungan aplikasi blockchain.

    Dampak terhadap Ekonomi AI dan Blockchain

    Peluncuran ERC-8004 dipandang oleh banyak analis sebagai langkah penting menuju apa yang sering disebut sebagai ekonomi agen AI terdesentralisasi (agent economy).

    Menurut pengumuman resmi Ethereum yang dimuat via X (Twitter), standar ini akan memungkinkan agen AI untuk berinteraksi lintas organisasi tanpa perlu pre-existing trust (kepercayaan awal) yang biasanya dimediasi oleh platform atau otoritas terpusat.

    Tim Research Tokocrypto menyatakan bahwa langkah ini bukan hanya teknis, tetapi strategis dalam memperkuat posisi Ethereum sebagai settlement layer utama untuk ekonomi AI blockchain.

    “Ini langkah strategis Ethereum menjadi settlement layer utama bagi ekonomi AI. ERC-8004 memverifikasi kredibilitas agen AI on-chain, membuka pasar global layanan AI terdesentralisasi. Memperkuat narasi blockchain sebagai infrastruktur trust bagi AI.”

    Dengan standar ini, Ethereum tidak hanya menjadi jaringan tempat token dan kontrak pintar beroperasi, tetapi juga menjadi trust backbone yang dapat memfasilitasi perdagangan, kolaborasi, serta eksekusi layanan AI secara otomatis dan aman.

    Mengapa Ini Menjadi Momen Penting?

    Integrasi AI dan blockchain semakin menjadi fokus utama industri teknologi. Saat ini, banyak sistem AI bersifat silo terpusat.

    Artinya, mulai dari data, reputasi, dan mekanisme validasi mereka berada di platform tertutup yang tidak transparan.

    Hal ini menciptakan hambatan bagi interoperabilitas dan kolaborasi antar agen dari berbagai ekosistem.

    ERC-8004 berupaya mengatasi batasan tersebut dengan memindahkan komponen kritikal seperti identitas dan reputasi ke level trustless di jaringan publik.

    Selain itu, fasilitas portable reputation dapat membuka peluang baru bagi model bisnis yang berbasis layanan AI yang dapat diperdagangkan atau diakses secara bebas di seluruh dunia tanpa gatekeeper.

    Tantangan & Potensi Pengembangan

    Walaupun standar ini menghadirkan landasan yang kuat, masih terdapat tantangan seperti risiko spam reputasi atau manipulasi data yang memerlukan mitigasi tambahan dari komunitas pengembang.

    Namun, integrasi dengan standar lain seperti protokol pembayaran x402 dan mekanisme verifikasi kriptografis menunjukkan arah ekosistem yang semakin matang dan lengkap. (eco.com)

    Baca Juga: Harga Ethereum Jebol $2.8K, Whale Diam-Diam Borong Rp3,7 Triliun ETH

    Secara keseluruhan, peluncuran ERC-8004 di mainnet Ethereum menandai momen bersejarah dalam evolusi teknologi blockchain dan kecerdasan buatan.

    Dengan menyediakan discovery, portable reputation, dan verifikasi pada agen AI, Ethereum membuka pasar global layanan AI yang lebih terbuka, aman, dan interoperabel.

    Standardisasi ini tidak hanya teknis, tetapi juga strategis—mendorong narasi bahwa blockchain dapat menjadi trust layer universal bagi masa depan ekonomi mesin otonom.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Skill 70 Manusia vs 30 AI Diuji di AI Trading Showdown Season 2 Aster DEX

    Aster DEX, platform decentralized perpetual exchange (perp DEX) generasi baru yang didukung oleh YZi Labs, kembali menyita perhatian dengan meluncurkan Season 2 dari Human vs AI Trading Showdown atau yang dikenal sebagai AI Trading Battle.

    Kompetisi ini berlangsung di Aster Chain testnet selama 7 hari penuh (22–29 Januari 2026), mempertemukan 70 trader manusia melawan 30 agen AI dalam arena trading on-chain yang transparan.

    Total prize pool mencapai $150.000 dan menjadi $200.000 jika Tim Manusia berhasil mengalahkan Tim AI berdasarkan ROI tim secara agregat.

    AI Trading Showdown Season 2 Aster DEX

    Kompetisi Human vs AI Season 2 diluncurkan untuk menguji jaringan Aster Chain Testnet, sekaligus menguji strategi, intuisi, dan disiplin antara manusia dan AI.

    Setiap peserta, baik 70 trader manusia maupun 30 agen AI akan diberi modal virtual 10,000 USDT + 10,000 $ASTER untuk diperdagangkan pada pair populer seperti BTC/USDT, ETH/USDT, SOL/USDT, XRP/USDT, dan ASTER/USDT.

    Dalam pertandingan ini, AI yang bertanding merupakan agen canggih yang dibekali dengan situation awareness real-time, diperkuat model terbaru seperti GPT-5, Gemini, DeepSeek, dan Grok. Sementara itu, trader manusia dipilih ketat berdasarkan performa 60 hari terakhir, termasuk mereka yang dikenal agresif dalam memanfaatkan momentum pasar.

    Di Season 1 kemarin, manusia mendominasi leaderboard individu dengan PNL spektakuler dan rotasi cepat ke aset spekulatif seperti ENA, XPL, atau PUMP. Namun secara keseluruhan, AI menang telak dengan ROI lebih stabil dengan AI -4.48% dan manusia -32.22%, zero liquidation dibanding dengan 43% pada manusia, dan preservasi modal jauh lebih baik.

    Baca juga: DeepSeek Buat Porto Naik 2x di Alpha Arena, Trader Manual Tumbang di Hadapan AI?!

    Detail Hadiah AI Trading Showdown Season 2 Aster DEX

    Total prize pool kompetisi ini mencapai $150.000 dan akan meningkat menjadi $200.000 jika Tim Manusia berhasil mengalahkan Tim AI berdasarkan ROI tim secara agregat. 

    Hadiahnya sendiri dibagi dalam beberapa kategori: Top Human PnL Champion berhak atas $30.000, sementara tim dengan ROI tertinggi akan berbagi $50.000, atau $100.000 jika kemenangan diraih oleh manusia. 

    Sementara tim yang kalah tetap memperoleh $20.000 sebagai bentuk apresiasi partisipasi. Distribusi hadiah dilakukan secara proporsional sesuai kontribusi PnL positif masing-masing peserta, sehingga setiap trader yang mencetak keuntungan akan mendapatkan bagian sesuai performanya.

    Baca juga: Bisakah AI Trading Crypto Dimulai dengan Modal Kecil?

    Update Klasemen

    Hingga tanggal 28 Januari, sehari sebelum penutupan dari pertandingan ini, baik Manusia maupun AI secara total mengalami kerugian, dengan detail sebagai berikut:

    • Manusia mencatat ROI -22.02% dengan total kerugian sekitar -$250K.
    • AI lebih stabil dengan ROI -10.25% dan kerugian jauh lebih kecil, sekitar -$49K.

    Meskipun secara keseluruhan kedua kubu Maunusia dan AI mengalami kerugian, beberapa di antaranya berhasil meraih keuntungan:

    • Trader manusia seperti @coupon_ichigo, @Crypto_He, dan @SkylineETH berhasil mencetak total PNL positif di kisaran $16K–$18K.
    • Dari sisi AI, @nofA_ai dan @MoneyLord menonjol dengan PNL positif $15K–$15.5K.

    Selain digunakan untuk mencoba Aster Chain testnet, dan lihainya Manusia vs Ai dalam melakukan trading, ternyata pertandingan ini juga semakin interaktif dan accessible bagi komunitas luas dengan dukungan seperti:

    • Prediction markets: terbuka di Polymarket, Opinion Labs, dan 0xProbable, para spkulator bisa bisa bertaruh siapa pemenangnya.
    • Copy-trading AI: via Hyperbot, SOON SVM, Echosync, dan SIANEXX, trader biasa bisa melakukan mirror strategi AI yang tengah bertanding, sehingga membuka peluang bagi pemula untuk mencoba memanfaatkan AI.
    • Leaderboard real-time dan replay trade tersedia di situs resmi Aster DEX testnet, memberikan transparansi penuh.

    Baca juga: Bagaimana Volatilitas Crypto Mempengaruhi Performa AI Trading?

    Penutup

    Pergerakan harga Aster (ASTER/USDT) pada Rabu, 28 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Sejauh ini ujicoba dari testnet Aster DEX melalui AI Trading Showdown Season 2 dianggap sukses karena mampu berjalan lancar, menghadirkan engagement baru, dan menyediakan data nyata untuk riset lanjutan di ekosistem DeFi. Bersamaan dengan itu, harga Aster juga naik sekitar 15% dalam 7 hari terakhir.

    Bagi kamu yang ingin mencoba berinteraksi langsung dengan ekosistem Aster, tokennya juga sudah tersedia di berbagai platform exchange lokal seperti Tokocrypto, dapatkan potongan biaya trading 20% untuk setiap trade dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!

    Dengan tinggal beberapa hari tersisa, kira-kira apakah manusia bisa comeback ataukah AI kembali membuktikan superioritasnya di market? Pantau terus update terbarunya di Tokonews atau kunjungi langsung Aster DEX testnet untuk update terbaru.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com