Tag: blockchain

  • MYX Anjlok 95% dalam Sebulan, Bisakah Whale Menyelamatkan Harga?

    Token MYX Finance mengalami salah satu penurunan paling tajam di pasar kripto dalam beberapa waktu terakhir. Dalam sebulan terakhir, harga MYX tercatat anjlok sekitar 95%, mencerminkan tekanan jual yang terus mendominasi pasar.

    Saat ini MYX diperdagangkan di kisaran US$0,30. Penurunan drastis tersebut terjadi di tengah melemahnya kepercayaan investor dan minimnya katalis positif yang mampu mendorong pemulihan harga.

    Tekanan Jual Masih Mendominasi

    Dilaporkan BeInCrypto, indikator Chaikin Money Flow (CMF) menunjukkan kondisi yang masih negatif untuk MYX. Selama sebulan terakhir, indikator ini berada jauh di bawah garis nol, menandakan arus keluar dana yang terus berlanjut.

    Posisi CMF di wilayah negatif menunjukkan lebih banyak modal keluar dari aset dibandingkan yang masuk. Kondisi ini menegaskan bahwa sentimen pasar terhadap MYX masih didominasi oleh sikap pesimistis.

    Tekanan jual yang konsisten tersebut membuat peluang pemulihan harga dalam jangka pendek terlihat terbatas tanpa perubahan besar dalam sentimen investor.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, sentimen negatif di pasar futures semakin memperburuk situasi dengan risiko likuidasi besar jika harga menembus ke bawah $0,45.

    “Pemulihan signifikan hanya mungkin terjadi jika bursa mampu membalikkan level $0,399 menjadi support untuk menargetkan kembali angka psikologis $1,” jelasnya.

    Baca juga: MYX Finance Anjlok 70% dan Masuk Zona Oversold, Koreksi Berlanjut?

    Risiko Likuidasi di Pasar Derivatif

    Selain tekanan dari pasar spot, data dari pasar derivatif juga menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut. Peta likuidasi menunjukkan bahwa trader bearish bersiap menghadapi kemungkinan penurunan harga tambahan.

    Jika harga MYX turun di bawah level US$0,45, likuidasi sekitar US$2,6 juta dapat terjadi di pasar futures. Kondisi ini menunjukkan banyak trader memposisikan diri untuk penurunan harga lebih lanjut.

    Dominasi posisi bearish tersebut memperkuat pandangan bahwa pasar masih memperkirakan tekanan turun pada harga MYX.

    Whale Mulai Akumulasi

    Di tengah kondisi pasar yang lemah, investor besar atau whale mulai meningkatkan kepemilikan mereka. Data menunjukkan alamat yang memegang lebih dari US$1 juta dalam MYX telah meningkatkan kepemilikannya sekitar 24%.

    Saat ini kelompok investor tersebut memegang lebih dari 253.013 token MYX. Meski langkah ini dapat menunjukkan kepercayaan sebagian investor besar, akumulasi tersebut sejauh ini belum mampu membalikkan tren penurunan harga.

    Analis menilai bahwa tanpa perubahan sentimen pasar secara luas, pembelian oleh whale saja kemungkinan belum cukup untuk menghentikan tekanan jual.

    Level Harga Penting MYX

    Dari sisi teknikal, MYX masih menghadapi risiko penurunan lebih lanjut. Jika harga turun di bawah support US$0,209, aset ini berpotensi jatuh ke level sekitar US$0,138 bahkan hingga US$0,091.

    Namun skenario tersebut dapat berubah jika pasar kripto secara keseluruhan mengalami pemulihan. Jika MYX mampu menembus dan mempertahankan level US$0,399 sebagai support, harga berpotensi naik menuju resistance di sekitar US$1,005.

    Untuk saat ini, MYX masih berada dalam tekanan kuat, dengan arah harga ke depan sangat bergantung pada perubahan sentimen pasar serta potensi katalis baru yang dapat mengembalikan kepercayaan investor.

    Baca Juga: 5 Token IDO Teratas di Binance Wallet: MYX Finance Meroket 66%


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • GameFi Bangkit! Shrapnel Resmi Hadir, Sinyal Hijau Proyek Blockchain?

    Industri GameFi kembali mendapatkan sorotan setelah proyek game blockchain Shrapnel resmi membuka Early Access untuk fase “Stockpile” pada 5 Maret 2026 melalui platform distribusi game populer Steam.

    Dilaporkan Coinmarketcal, peluncuran ini menjadi tonggak penting bagi proyek tersebut karena memungkinkan para pemain awal untuk merasakan langsung gameplay first-person shooter (FPS) kelas AAA yang terintegrasi dengan ekonomi berbasis blockchain.

    Fase Early Access ini dirancang sebagai tahap uji coba publik bagi mekanisme gameplay, sistem ekonomi, serta interaksi pemain dengan aset digital berbasis blockchain sebelum peluncuran penuh di masa mendatang.

    Baca Juga: Harga AXS Terkapar di $2,07, Prospek GameFi Masih Bisa Bangkit?

    Tonggak Baru untuk GameFi

    Sebagai salah satu proyek GameFi yang cukup dinantikan, Shrapnel mengusung konsep permainan FPS kompetitif dengan integrasi ekonomi on-chain, yang memungkinkan aset dalam game memiliki nilai nyata di ekosistem blockchain.

    Dalam fase Stockpile, pemain dapat mulai menjelajahi mekanisme dasar permainan, termasuk sistem loot, pengumpulan aset, serta interaksi ekonomi digital yang menjadi fondasi ekosistem Shrapnel.

    Pendekatan ini menandai evolusi baru dalam industri game berbasis blockchain.

    Jika sebelumnya GameFi identik dengan game kasual atau berbasis strategi sederhana, Shrapnel berupaya menghadirkan kualitas produksi AAA yang biasanya hanya ditemukan pada game dari studio besar.

    Dengan membuka akses melalui Steam, proyek ini juga mencoba menjangkau basis pemain yang lebih luas, termasuk gamer tradisional yang belum terbiasa dengan teknologi blockchain.

    Integrasi Ekonomi Blockchain dalam Gameplay

    Salah satu fitur utama yang membedakan Shrapnel dari game FPS konvensional adalah integrasi ekonomi berbasis blockchain yang memungkinkan pemain memiliki dan memperdagangkan aset digital dalam ekosistem game.

    Aset seperti item, perlengkapan, atau hasil loot dapat memiliki nilai ekonomi yang tercatat secara on-chain. Konsep ini membuka peluang baru bagi pemain untuk memperoleh nilai dari aktivitas bermain game.

    Model ekonomi seperti ini merupakan bagian dari tren yang berkembang dalam sektor GameFi, di mana kepemilikan digital dan interoperabilitas aset menjadi komponen utama ekosistem.

    Namun, implementasi ekonomi blockchain dalam game AAA juga menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga keseimbangan antara gameplay yang menarik dan sistem ekonomi yang berkelanjutan.

    Potensi Katalis bagi Token SHRAP

    Peluncuran Early Access ini juga dipandang sebagai salah satu katalis penting bagi ekosistem token proyek tersebut, yaitu Shrapnel (SHRAP).

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa milestone produk nyata seperti ini dapat memperkuat narasi GameFi yang saat ini sedang kembali mendapat perhatian di pasar kripto.

    “Peluncuran ini merupakan katalis produk nyata dalam narasi GameFi yang sedang populer, namun volatilitas ‘sell-the-news’ tetap mengintai pasca event. Kesuksesan jangka panjang SHRAP akan sangat bergantung pada retensi pengguna dan kekuatan sink ekonomi di dalam game tersebut,” tutur Tim Research Tokocrypto.

    Istilah sell-the-news merujuk pada fenomena di mana harga aset sering kali mengalami kenaikan menjelang suatu peristiwa penting, namun kemudian mengalami koreksi setelah peristiwa tersebut benar-benar terjadi.

    Tantangan Retensi Pemain

    Meskipun peluncuran Early Access merupakan langkah penting, keberhasilan jangka panjang Shrapnel tidak hanya bergantung pada teknologi blockchain atau ekonomi digital semata.

    Faktor yang lebih krusial adalah kemampuan game tersebut untuk mempertahankan pemain dalam jangka panjang.

    Dalam industri game modern, retensi pengguna sering menjadi indikator utama kesuksesan sebuah judul game.

    Gameplay yang kompetitif, pembaruan konten yang konsisten, serta sistem ekonomi yang seimbang akan menjadi elemen penting untuk memastikan ekosistem game tetap aktif.

    Jika Shrapnel berhasil membangun komunitas pemain yang kuat sekaligus mempertahankan keseimbangan ekonomi dalam game, proyek ini berpotensi menjadi salah satu contoh sukses integrasi blockchain dalam game AAA.

    Baca Juga: Tokocrypto dan Avalanche Kupas Tuntas Update Terbaru di 2024

    Masa Depan Game Blockchain

    Peluncuran Early Access Shrapnel mencerminkan perkembangan baru dalam industri GameFi yang semakin berupaya mendekati kualitas game mainstream.

    Dengan semakin banyak proyek yang mencoba menghadirkan pengalaman bermain yang setara dengan game tradisional, sektor ini berpotensi menarik lebih banyak pemain dari komunitas gaming global.

    Namun, keberhasilan jangka panjang tetap akan ditentukan oleh kualitas gameplay, stabilitas ekonomi digital, serta kemampuan proyek untuk mempertahankan basis pengguna aktif.

    Bagi industri kripto secara keseluruhan, langkah Shrapnel membuka Early Access di Steam dapat menjadi indikator penting bagaimana teknologi blockchain mulai terintegrasi ke dalam ekosistem game yang lebih luas.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Aztec Rampungkan Teknologi Smart Contract Privat di Ethereum

    Proyek privasi blockchain Aztec Network mengumumkan perkembangan penting dalam ekosistemnya melalui sesi Roadmap Update Call yang membahas arah strategis proyek setelah hampir delapan tahun pengembangan teknologi.

    Dalam pembaruan tersebut, tim pengembang mengonfirmasi bahwa seluruh kode inti untuk membangun smart contract dengan fitur privasi kini telah selesai dikembangkan di atas jaringan Ethereum.

    Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi Aztec dalam upayanya menghadirkan aplikasi blockchain yang menggabungkan transparansi jaringan publik dengan perlindungan data pengguna.

    Roadmap update ini juga bertujuan memberikan transparansi kepada komunitas mengenai progres teknologi, rencana pengembangan selanjutnya, serta kemungkinan jadwal peluncuran jaringan yang lebih luas.

    Baca Juga: Pasokan Ethereum di Bursa Menyusut Drastis, Apa Dampaknya ke Harga?

    Privasi Jadi Fokus Inovasi Blockchain

    Salah satu tantangan utama blockchain publik adalah keterbukaan data transaksi.

    Di satu sisi, transparansi menjadi elemen penting untuk keamanan dan verifikasi jaringan. Namun di sisi lain, banyak penggunaan yang membutuhkan kerahasiaan informasi, terutama untuk sektor keuangan atau aplikasi bisnis.

    Menurut laporan Coinmarketcal, Aztec berupaya menjawab masalah tersebut dengan mengembangkan teknologi privacy-preserving smart contracts, yaitu kontrak pintar yang dapat menjalankan logika aplikasi tanpa membuka seluruh detail transaksi ke publik.

    Teknologi ini memanfaatkan pendekatan zero-knowledge proof, yang memungkinkan sebuah transaksi diverifikasi valid tanpa harus mengungkapkan data di baliknya.

    Jika berhasil diimplementasikan secara luas, teknologi ini dapat membuka berbagai use case baru di blockchain, seperti:

    • transaksi finansial dengan privasi tinggi
    • perlindungan strategi trading dalam aplikasi DeFi
    • sistem identitas digital yang lebih aman
    • aplikasi enterprise berbasis blockchain

    Dengan selesainya kode inti pengembangan, Aztec kini berada pada tahap yang lebih dekat menuju implementasi penuh teknologi privasi tersebut.

    Delapan Tahun Riset Teknologi ZK

    Pengembangan teknologi privasi dalam blockchain dikenal sebagai salah satu bidang paling kompleks dalam industri kripto.

    Aztec telah menghabiskan hampir satu dekade untuk membangun sistem yang mampu menjaga privasi pengguna tanpa mengorbankan keamanan jaringan.

    Dalam proses tersebut, tim pengembang harus memastikan bahwa teknologi yang mereka bangun tetap kompatibel dengan ekosistem Ethereum sekaligus mampu mempertahankan efisiensi transaksi.

    Keberhasilan menyelesaikan kode untuk smart contract privat menjadi langkah penting karena hal tersebut membuka peluang bagi pengembang untuk mulai membangun aplikasi berbasis privasi di jaringan Aztec.

    Selain itu, perkembangan ini juga memperkuat posisi Aztec dalam narasi ZK-privacy, sebuah tren teknologi yang semakin mendapat perhatian di dunia blockchain.

    Potensi Dampak bagi Ekosistem Ethereum

    Privasi menjadi salah satu topik yang semakin relevan dalam ekosistem blockchain, terutama dengan meningkatnya minat institusi terhadap teknologi ini.

    Banyak perusahaan yang tertarik memanfaatkan blockchain untuk efisiensi transaksi dan transparansi sistem, namun tetap membutuhkan kontrol terhadap data sensitif. Solusi seperti yang dikembangkan Aztec berpotensi menjembatani kebutuhan tersebut.

    Jika teknologi Aztec dapat diadopsi secara luas oleh pengembang, maka jaringan Ethereum berpotensi memiliki ekosistem aplikasi baru yang mengutamakan privasi tanpa meninggalkan karakteristik jaringan publik.

    Namun demikian, dampak ekonomi dari perkembangan teknologi ini tidak selalu terjadi secara instan di pasar kripto.

    Sentimen Pasar Masih Dipengaruhi Spekulasi

    Menurut Tim Research dari Tokocrypto, perkembangan teknologi Aztec memang menarik perhatian komunitas, tetapi pergerakan pasar saat ini masih banyak dipengaruhi spekulasi menjelang pengumuman resmi proyek.

    “Fokus pada narasi ZK-privacy menempatkan Aztec di posisi strategis dalam ekosistem Ethereum, namun pergerakan harga saat ini masih didominasi oleh spekulasi pra-acara. Dampak berkelanjutan akan sangat bergantung pada kejelasan jadwal peluncuran mainnet dan pengumuman insentif bagi pengguna awal yang mungkin dibahas dalam panggilan tersebut,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Hal ini menunjukkan bahwa investor dan komunitas masih menunggu perkembangan konkret seperti peluncuran mainnet atau program insentif ekosistem.

    Baca Juga: Arus Dana ETF Ethereum Berbalik Positif, Harga Berpeluang Naik 10%?

    Menunggu Tahap Implementasi Selanjutnya

    Setelah pengembangan kode inti selesai, perhatian komunitas kini tertuju pada langkah selanjutnya dari Aztec.

    Beberapa faktor yang akan menjadi penentu keberhasilan proyek antara lain:

    • jadwal peluncuran jaringan utama (mainnet)
    • dukungan pengembang untuk membangun aplikasi
    • insentif bagi pengguna awal
    • integrasi dengan ekosistem Ethereum yang lebih luas

    Jika semua elemen tersebut berjalan sesuai rencana, Aztec berpotensi menjadi salah satu infrastruktur penting dalam evolusi teknologi privasi di blockchain.

    Dengan meningkatnya perhatian terhadap perlindungan data digital, inovasi seperti yang dikembangkan Aztec dapat menjadi bagian penting dari masa depan aplikasi blockchain berbasis Ethereum.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Teknologi Baru di Dunia Kripto? Zama Bikin Smart Contract Jadi Privat

    Perkembangan teknologi blockchain terus melahirkan inovasi baru untuk menjawab berbagai tantangan di ekosistem kripto, seperti Zama. Salah satu isu yang semakin banyak dibahas adalah tingkat transparansi blockchain yang terlalu tinggi, di mana transaksi dan data smart contract dapat dilihat secara publik. Kondisi ini memicu sejumlah risiko seperti Maximal Extractable Value (MEV) dan dinilai kurang ideal bagi institusi yang membutuhkan kerahasiaan data.

    Tim Research Tokocrypto menilai kebutuhan terhadap infrastruktur smart contract yang lebih privat mulai menjadi perhatian di industri. Salah satu proyek yang mencoba menjawab tantangan tersebut adalah Zama, sebuah protokol yang mengembangkan teknologi smart contract berbasis Fully Homomorphic Encryption (FHE).

    “Blockchain pada dasarnya dirancang transparan, namun transparansi yang terlalu tinggi juga menimbulkan tantangan baru, terutama bagi use case yang membutuhkan kerahasiaan data. Di sinilah teknologi seperti FHE mulai menarik perhatian sebagai solusi potensial,” tulis Tim Research Tokocrypto dalam analisisnya.

    Apa itu Zama?

    Zama merupakan protokol infrastruktur yang berfokus pada pengembangan confidential smart contract berbasis Fully Homomorphic Encryption (FHE). Teknologi ini memungkinkan komputasi dilakukan pada data yang tetap dalam keadaan terenkripsi di blockchain, tanpa perlu membuka atau mendekripsi data tersebut selama proses berlangsung.

    Melalui pendekatan ini, Zama memosisikan diri sebagai infrastruktur komputasi privat yang dapat diintegrasikan ke berbagai jaringan blockchain Layer 1 maupun Layer 2. Fokus utamanya adalah mendukung berbagai aplikasi DeFi yang membutuhkan tingkat privasi lebih tinggi.

    “Konsep confidential smart contract yang dibawa Zama berupaya menjaga data tetap terenkripsi selama proses komputasi berlangsung, sehingga privasi pengguna dapat terjaga tanpa harus mengorbankan transparansi sistem blockchain secara keseluruhan,” jelas Tim Research Tokocrypto.

    Teknologi inti: Fully Homomorphic Encryption (FHE)

    Teknologi utama yang digunakan Zama adalah Fully Homomorphic Encryption (FHE), sebuah metode kriptografi yang memungkinkan komputasi dilakukan langsung pada data terenkripsi. Dengan pendekatan ini, hasil komputasi tetap valid meskipun data tidak pernah didekripsi selama proses berlangsung.

    Dalam implementasinya, Zama memanfaatkan komponen seperti fhEVM dan coprocessor untuk memproses komputasi terenkripsi di luar chain. Sistem tersebut kemudian tetap terhubung dengan jaringan blockchain melalui relayer dan gateway, sementara Key Management System (KMS) berperan mengelola kunci enkripsi untuk menjaga keamanan sistem.

    Pendekatan ini memungkinkan berbagai aplikasi berbasis blockchain tetap berjalan dengan tingkat privasi yang lebih tinggi tanpa harus mengubah arsitektur dasar jaringan Layer 1 atau Layer 2.

    Potensi use case di ekosistem kripto

    Jika teknologi ini dapat diimplementasikan secara luas, sejumlah use case baru berpotensi muncul di ekosistem blockchain. Salah satunya adalah Confidential DeFi, di mana aktivitas seperti swap, lending, hingga strategi yield farming dapat dilakukan tanpa membuka data transaksi atau strategi pengguna secara publik.

    Selain itu, teknologi ini juga dapat digunakan untuk layanan keuangan berbasis blockchain seperti private payments atau transfer stablecoin secara privat. Use case lainnya termasuk voting DAO secara rahasia, distribusi token seperti vesting dan airdrop, hingga mekanisme lelang privat (sealed-bid auction) pada tokenisasi aset dunia nyata atau real world assets (RWA).

    Namun demikian, Tim Research Tokocrypto menilai bahwa keberhasilan teknologi ini masih bergantung pada beberapa faktor penting.

    “Zama memiliki potensi menjadi infrastruktur komputasi privat bagi ekosistem DeFi dan institusi. Namun keberhasilannya akan sangat bergantung pada skalabilitas teknologi serta seberapa cepat developer dan ekosistem blockchain mengadopsinya,” tulis tim riset Tokocrypto.

    Baca juga: Sentient Bisa Jadi Game Changer AI Crypto? Ini Bedah Lengkapnya!

    Model token dan dukungan pendanaan

    Dari sisi tokenomics, proyek ini menggunakan token $ZAMA dengan beberapa fungsi utama, seperti membayar biaya protokol, staking bagi operator jaringan, serta governance. Distribusi tokennya mencakup 30 persen untuk komunitas dan ekosistem, 25 persen untuk investor dengan skema vesting dua hingga tiga tahun, 20 persen untuk tim dengan vesting empat tahun, 10 persen untuk treasury, dan 15 persen untuk auction serta advisor.

    Model ekonominya menggunakan mekanisme burn-and-mint, di mana sebagian token dibakar sebagai biaya aktivitas jaringan, sementara token baru dicetak sebagai insentif bagi operator dan partisipan ekosistem.

    Proyek ini juga didukung oleh tim riset kriptografi yang cukup kuat. Zama didirikan oleh Dr. Pascal Paillier, pencipta Paillier Cryptosystem, bersama Dr. Rand Hindi yang memiliki latar belakang di bidang kecerdasan buatan dan keuangan. Saat ini tim Zama terdiri dari hampir 100 anggota dari berbagai negara, dengan puluhan peneliti bergelar PhD.

    Selain itu, proyek ini telah mengumpulkan pendanaan sekitar US$130 juta dari beberapa putaran investasi, yang menunjukkan minat investor terhadap potensi teknologi FHE dalam pengembangan blockchain.

    Solusi baru atau sekadar narasi?

    Meski membawa pendekatan baru dalam sektor privasi blockchain, Tim Research Tokocrypto menilai perjalanan Zama masih berada pada tahap awal dan menghadapi persaingan yang ketat dari berbagai teknologi privasi lain seperti Zero-Knowledge Proof (ZK), Multi-Party Computation (MPC), maupun Trusted Execution Environment (TEE).

    Adopsi teknologi, aktivitas jaringan, serta integrasi dengan blockchain besar akan menjadi faktor penting yang dapat mendorong pertumbuhan proyek ini. Di sisi lain, risiko seperti lambatnya adopsi teknologi, tekanan dari distribusi token, serta munculnya solusi privasi lain yang lebih cepat berkembang juga perlu diperhatikan oleh pelaku pasar.

    “Zama menawarkan pendekatan baru melalui teknologi FHE untuk menghadirkan smart contract privat tanpa mengorbankan keamanan dan desentralisasi. Namun seperti banyak inovasi blockchain lainnya, potensi jangka panjangnya akan sangat bergantung pada perkembangan ekosistem dan tingkat adopsi teknologi di masa depan,” tutup Tim Research Tokocrypto.

    Baca juga: Linea: Kuda Hitam Layer-2 Ethereum Siap Geser Arbitrum dan zkSync!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Teknologi Meteora di Solana: DEX, Dynamic Liquidity, dan Likuiditas

    Meteora adalah decentralized exchange (DEX) dan protokol likuiditas yang dibangun di atas blockchain Solana. Proyek ini berawal dari Mercurial Finance, yang kemudian direstrukturisasi oleh tim inti pada awal 2023 untuk mengembalikan kepercayaan komunitas sekaligus memodernisasi infrastruktur likuiditas di ekosistem Solana.

    Platform ini memperkenalkan model Dynamic Liquidity Market Maker (DLMM), menggantikan sistem pool statis Mercurial dengan mekanisme likuiditas adaptif berbasis rentang harga. Dengan DLMM, penyedia likuiditas dapat menempatkan aset dalam price bins tertentu sehingga tercipta pasar yang lebih dalam, efisien, dan stabil, terutama saat kondisi volatil.

    Saat ini, Meteora telah terintegrasi dengan protokol besar seperti Jupiter dan Raydium, yang membuat Meteora menjadi salah satu protokol lapisan likuiditas terbesar di jaringan Solana.

    Baca juga: Apa Itu Meteora Crypto? Panduan Lengkap untuk Pemula

    Meteora DEX

    Fitur DEX Meteora. Sumber: Meteora.ag

    Selain berfungsi sebagai protokol likuiditas yang memungkinkan berbagai Decentralized Exchange (DEX) lain melakukan swap aset secara efisien, pengguna juga bisa melakukan swap secara langsung di liquidity pool (LP) Meteora, sesuai dengan price bin liquidity.

    Teknologi DEX di Meteora (termasuk protokol likuiditasnya) beroperasi dengan kerangka kerja automated market-making adaptif yang secara dinamis mengoptimalkan distribusi likuiditas, perilaku harga, dan biaya transaksi secara real-time. Sistem ini dirancang untuk menciptakan pasar yang lebih efisien, stabil, dan ramah bagi penyedia likuiditas maupun trader di ekosistem Solana.

    Fungsionalitas Meteora dapat dipahami melalui beberapa mekanisme inti berikut:

    • Dynamic Liquidity Market Maker (DLMM): Menggunakan price bins untuk mengaktifkan likuiditas dalam rentang harga tertentu, menjaga kedalaman pasar tetap efisien sesuai kondisi harga terkini.
    • Volatility-Based Fee Adjustment: Memantau fluktuasi harga secara berkelanjutan dan menyesuaikan biaya swap guna melindungi penyedia likuiditas saat terjadi pergerakan pasar yang cepat.
    • Swap Execution Process: Memecah transaksi menjadi bagian-bagian kecil yang melewati beberapa bins, dengan perhitungan biaya per bin untuk memastikan harga adil dan slippage rendah.
    • Composable Pool Architecture: Memungkinkan berbagai jenis pool berjalan berdampingan, mendukung strategi khusus untuk aset stabil, pasangan volatil, maupun peluncuran token baru.
    • Auto-Rebalancing Mechanism: Secara berkala menggeser likuiditas yang tidak aktif ke trading bins agar spread tetap ketat dan kedalaman pasar konsisten.
    • Onchain Integration Layer: Terhubung langsung dengan protokol Solana seperti Jupiter, untuk meningkatkan efisiensi routing serta pemanfaatan likuiditas lintas platform.

    Dynamic Liquidity

    Dynamic Liquidity Market Maker (DLMM) Meteora adalah sistem yang memungkinkan penyedia likuiditas (LP) mendapatkan keuntungan lebih optimal. Mekanisme ini bekerja dengan menyesuaikan biaya transaksi (dynamic fees) dan konsentrasi likuiditas secara otomatis sesuai kondisi pasar yang berubah-ubah. Dengan begitu, LP memiliki fleksibilitas lebih besar untuk memaksimalkan pendapatan.

    Contoh distribusi likuditas dalam bentuk price bins. Sumber: Meteora.ag

    DLMM terinspirasi dari konsep Liquidity Book milik Trader Joe. Dimana likuiditas dari suatu pasangan aset dibagi ke dalam beberapa “price bins” atau kotak harga. Setiap bin memiliki harga tertentu, dan token yang ditempatkan di dalamnya bisa ditukar pada harga tersebut. Selama transaksi masih berlangsung di dalam bin yang sama, tidak akan terjadi slippage (selisih harga). Harga pasar akhirnya terbentuk dari gabungan seluruh bin yang aktif.

    Melalui DLMM, LP bisa memperoleh keuntungan dari beberapa sumber sekaligus: biaya transaksi reguler, dynamic fees yang meningkat saat pasar volatil, serta insentif tambahan dari program Liquidity Mining (LM) bila tersedia.

    Suplai Likuiditas

    Meteora sebagai penyuplai likuiditas bekerja melalui sistem Dynamic Vaults yang memungkinkan aset seperti USDC atau SOL disimpan dan dialokasikan secara otomatis ke berbagai protokol lending di ekosistem Solana. 

    Dengan dukungan keeper off-chain bernama Hermes, Meteora terus memantau tingkat APY, utilisasi pool, dan likuiditas cadangan untuk memastikan dana LP (Liquidity Providers) ditempatkan di posisi paling optimal.

    Mekanisme ini membuat likuiditas yang disetor tidak hanya diam di pool, tetapi aktif menghasilkan yield tambahan dari berbagai platform seperti Solend, Mango, Port Finance, dan lainnya.

    Cara kerja likuiditas Meteora. Sumber: Meteora.ag

    Selain itu, Meteora menjaga keamanan dana dengan sistem risk monitoring yang akan menarik likuiditas jika utilisasi pool melebihi ambang batas (misalnya 80%), sehingga aset tetap aman dan dapat ditarik kapan saja.

    Melalui integrasi API Meteora, likuiditas dari AMM maupun wallet dapat langsung masuk ke vault Meteora, lalu hasilnya didistribusikan kembali ke penyedia likuiditas. 

    Bagaimana Cara Membeli Aset Kripto MET?

    Kamu bisa membeli Avantis melalui bursa kripto seperti Tokocrypto dengan langkah-langkah sederhana: masuk ke akun Tokocrypto, cari pasangan perdagangan MET/IDR, lalu tempatkan order pembelian sesuai kebutuhan.

    Baca juga: Tokenomics Meteora (MET): Supply, Distribusi, dan Mekanisme Ekosistem 


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

    Sumber:

    Aryan khanwani. “Deep Dive on Meteora’s Dynamic Vaults” Diakses November 2025

    Data Wallet.Meteora Explained: Solana DEX, Liquidity Pools & MET Token” Diakses November 2025



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Prediksi Harga Meteora (MET) 2025-2026: Peluang dan Risiko

    Meteora (MET) muncul sebagai salah satu inovator di ekosistem DeFi Solana pada akhir 2025, dengan protokol liquidity yang dinamis dan efisien. Proyek ini menjanjikan perdagangan yang lebih aman, yield yang optimal, dan peluncuran token yang adil, menarik trader dan liquidity provider.

    Kira-kira bagaimana prediksi token Meteora (MET) di tahun 2025-2026 dan apa saja risikonya?

    Sekilas Mengenai Meteora

    Meteora adalah platform liquidity desentralisasi yang dibangun di atas blockchain Solana, bertujuan untuk merevolusi cara liquidity dikelola di DeFi. Protokol ini memperkenalkan Dynamic Liquidity Market Maker (DLMM), yang memungkinkan pool liquidity menyesuaikan secara otomatis berdasarkan kondisi pasar, sehingga meningkatkan efisiensi modal dan mengurangi slippage. Selain itu, Meteora menyediakan vault untuk yield optimization, aggregator DEX, dan mekanisme fair launch untuk token baru.

    Token MET akan berfungsi sebagai utility dan governance, dengan total pasokan 1 miliar. Pada Token Generation Event (TGE) 23 Oktober 2025,dengan alokasi tim dan reserve vesting selama enam tahun untuk mencegah dump

    Proyek ini didukung oleh komunitas Solana yang kuat, dengan fitur seperti LP Stimulus Plan untuk insentif liquidity provider. Lihat harga token Meteora (MET) terbaru di Tokocrypto: Beli dan Trading Bitcoin & Crypto di Indonesia.

    Baca juga: Apa Itu Meteora Crypto? Panduan Lengkap untuk Pemula

    Peluang

    Meteora menawarkan beberapa peluang menarik bagi investor, terutama di tengah boom ekosistem Solana:

    1. Adopsi Solana yang Terus Meningkat: Solana dikenal dengan kecepatan tinggi dan biaya rendah, membuat Meteora ideal untuk DeFi. Jika TVL Meteora terus naik, harga MET bisa mengikuti, sama halnya seperti proyek Solana lainnya seperti JUP atau RAY.
    2. Fitur Inovatif: DLMM dan vault yield memungkinkan yield farming yang lebih tinggi dibanding DEX tradisional. Integrasi dengan protokol lain seperti Jupiter juga bisa meningkatkan likuiditas dan adopsi.
    3. Insentif Komunitas: Program airdrop dan stimulus LP menarik lebih banyak pengguna, potensial menciptakan efek jaringan. 

    Risiko

    Meskipun menjanjikan, MET menghadapi risiko signifikan:

    1. Tekanan Jual Pasca-TGE: Dengan adanya sistem airdrop, ada potensi dump dari holder awal, bisa memberikan tekanan harga jangka pendek.
    2. Inflasi: Token masih belum 100% di-unlock dan butuh 6 tahun untuk unlock sepenuhnya, sehingga ada potensi inflasi.
    3. Volatilitas Pasar DeFi: Kompetisi dari DEX seperti Orca atau Raydium, ditambah regulasi crypto yang ketat, bisa menghambat pertumbuhan

    Prediksi Harga Meteora (MET) 2025–2026

    Prediksi harga MET bervariasi berdasarkan analisis teknis dan fundamental dari sumber terpercaya seperti BeInCrypto dan Blockworks. Secara keseluruhan, sentimen bullish untuk jangka menengah, tapi bearish jangka pendek karena volatilitas post-launch.

    Untuk 2025, harga diprediksi stabil dengan potensi naik jika adopsi meningkat. BeInCrypto memperkirakan range $0.329–$0.552, dengan rata-rata $0.432, didasarkan pada MA dan MACD yang netral. Faktor pengaruh: Peningkatan TVL dan breakout resistance di $0.33. 

    Perkriaan valuasi MET sesuai dengan revenue tahunannya jika dibandingkan dengan ORCA dan RAY. Sumber: Blockworks Research

    Sedangkan secara fundamental, hasil dari riset Blockworks dalam analisis pra-TGE, memperkirakan nilai wajar circulating market cap $450 juta–$1,1 miliar berdasarkan rasio P/S 6x–10x dibandingkan dengan Raydium dan Orca, yang menyiratkan harga potensial $0.94–$2.30 per token dengan circulating supply ~478 juta (meskipun harga saat ini lebih rendah karena kondisi pasar pasca-launch).

    Untuk 2026, Blockworks tidak memberikan prediksi spesifik untuk 2026, tapi menekankan potensi overvaluation jika market cap melebihi $2 miliar tanpa peningkatan revenue. Sedangkan BeinCrypto memberikan prediksi lebih optimis di harga $0.362–$0.607 (rata-rata $0.475) yang mungkin bisa dicapai, dan jika Solana terus dominan, harga bisa saja lebih tinggi.

    Bagaimana Cara Membeli Aset Kripto MET?

    Kamu bisa membeli Avantis melalui bursa kripto seperti Tokocrypto dengan langkah-langkah sederhana: masuk ke akun Tokocrypto, cari pasangan perdagangan MET/IDR, lalu tempatkan order pembelian sesuai kebutuhan.

    Baca juga: Tokenomics Meteora (MET): Supply, Distribusi, dan Mekanisme Ekosistem 


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

    Sumber:

    Blockworks. “Meteora’s TGE: What is fair value for MET?” Diakses November 2025

    BeInCrypto. “Meteora (MET) Price Prediction & Forecast 2025 – 2029” Diakses November 2025



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Riset Terkini Ekosistem Blockchain Layer-1 di Tahun 2025

    Tim Research Tokocrypto kini membahas Layer 1 (L1) yang menjadi tulang punggung berbagai aktivitas on-chain, termasuk smart contract, DeFi, NFT, hingga infrastruktur teknis yang memungkinkan ribuan aplikasi berjalan secara terdesentralisasi.

    Dalam pembahasan ini, tim menyoroti bagaimana teknologi L1 mengalami evolusi cepat, didorong oleh kebutuhan akan kecepatan lebih tinggi, biaya yang lebih rendah, serta skalabilitas yang mampu mengakomodasi pengguna global.

    Layer 1 (L1) adalah pondasi utama dari seluruh ekosistem blockchain. Ibarat mesin inti sebuah kota digital, L1 mengatur transaksi, keamanan, hingga desentralisasi. Semua proses paling krusial, mulai dari penyimpanan data, eksekusi transaksi, sampai konsensus—terjadi di sini. Karena itu, L1 adalah “rumah” bagi smart contract, dApps, DeFi, hingga segala aktivitas on-chain modern.

    Namun, dunia L1 tidak lagi sesederhana dulu. Persaingan semakin brutal—blockchain lama mulai ditinggalkan, sementara pendatang baru naik pamor dengan kecepatan yang mengejutkan.

    Di balik setiap blockchain L1, terdapat struktur teknologi besar yang bekerja tanpa henti. Inilah komponennya:

    Architecture Function
    Network Nodes Menjaga jaringan tetap sinkron dan tahan gangguan.
    Consensus Layer Mengatur cara node memvalidasi transaksi (PoW/PoS).
    Data Layer Mencatat, memverifikasi, dan mengamankan data transaksi.
    Transaction Layer Menjalankan transaksi on-chain dengan aman.
    Application Layer Tempat dApps dan DeFi berjalan.
    Native Tokens Energi ekosistem untuk transaksi, insentif, dan governance.

    Setiap Layer 1 yang sukses harus berjalan tanpa celah keterlambatan kecil saja dapat menimbulkan kerugian besar.

    1. Bitcoin

    Blockchain pertama yang menjadi sistem pembayaran peer-to-peer, menggunakan Proof of Work demi keamanan maksimum.

    2. Ethereum

    Pelopor smart contract yang menjadi pusat DeFi dan NFT, kini menggunakan Proof of Stake untuk efisiensi.

    3. BNB Chain

    Layer 1 berbiaya rendah dan berkecepatan tinggi, didorong oleh token BNB untuk transaksi dan governance.

    4. Solana

    Dirancang untuk throughput tinggi dengan kombinasi Proof of Stake dan Proof of History, sangat cocok untuk aplikasi berkecepatan tinggi.

    Sector Layer 1 Layer 2
    Fungsi Blockchain dasar Dibangun di atas L1
    Keamanan Finalitas di L1 Bergantung pada L1
    Biaya & Kecepatan Lebih mahal dan lambat Lebih murah dan cepat

    Layer 2 memperbaiki kecepatan, tetapi keamanan tetap berada di Layer 1. Keduanya bukan pesaing, melainkan saling melengkapi.

    1. BTC dan ETH tetap menjadi jangkar pasar dengan stabilitas tertinggi.
    2. L1 generasi baru seperti SUI dan APT melonjak tajam dan mengungguli rata-rata pasar.
    3. L1 generasi lama seperti ADA dan ATOM mengalami stagnasi atau penurunan, menandakan rotasi investor menuju teknologi yang lebih cepat.

    Solana Unggul dalam Jumlah Transaksi

    Mencatat sekitar 800 juta transaksi dalam 1 tahun, mengungguli hampir seluruh chain lainnya.

    Ethereum Tetap Raja TVL

    Mendekati 100 miliar dolar, menunjukkan bahwa banyak aset tersimpan meski transaksi tidak sebanyak Solana.

    • Biaya transaksi Solana dan Ethereum sempat menembus 90 juta dolar, namun kini turun di bawah 20 juta.
    • Revenue Solana sempat mencetak rekor mendekati 200 juta dolar, namun kini pasar bergerak datar di bawah 25 juta dolar.

    Dari sini terlihat adanya penurunan aktivitas on-chain meskipun ekosistem semakin berkembang.

    • Solana unggul dalam transaksi, sementara Ethereum tetap memimpin TVL.
    • Modal investor mengalir meninggalkan L1 lama menuju teknologi generasi baru.
    • Revenue dan fees yang menurun mencerminkan penurunan aktivitas on-chain.
    • Tidak akan ada satu chain yang menguasai semuanya.
    • Ethereum tetap memimpin keamanan aset, sementara Solana unggul dalam DeFi cepat dan murah.
    • L1 yang tidak cepat dan berbiaya rendah akan ditinggalkan.
    • Nilai L1 masa depan akan sangat dipengaruhi pengguna aktif dan integrasi dunia nyata.

    Layer 1 tidak hanya menjadi fondasi blockchain, tetapi juga akan menjadi ekosistem ekonomi digital. Di masa depan, hanya L1 yang cepat, murah, aman, dan memiliki pengguna nyata yang akan bertahan.

    Baca juga: Linea: Kuda Hitam Layer-2 Ethereum Siap Geser Arbitrum dan zkSync!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Potensi Transaksi Lintas Negara Sentuh Triliunan Dolar, Blockchain Jadi Infrastruktur Masa Depan

    Jakarta, 19 November 2025 – Permintaan transaksi lintas negara (cross-border payment) terus meningkat seiring pertumbuhan perdagangan internasional, pariwisata, remitansi, dan ekspansi ekonomi digital global. Di tengah dorongan kuat untuk menghadirkan pembayaran yang lebih cepat, murah, dan transparan, teknologi blockchain mulai muncul sebagai fondasi baru bagi sistem transaksi internasional di era digital.

    Cross-border payment mencakup seluruh arus transaksi dari satu negara ke negara lain, baik untuk kebutuhan perusahaan, konsumen, hingga remitansi pekerja migran. Menurut data Statista, nilai total transaksi global diperkirakan mencapai US$194,6 triliun pada 2024 dan berpotensi melonjak hingga US$320 triliun pada 2032. Dengan skala ekonomi sebesar itu, peningkatan efisiensi sekecil apa pun akan memberikan dampak besar bagi pelaku usaha maupun konsumen.

    Namun, sistem pembayaran lintas negara tradisional masih terbebani berbagai persoalan seperti biaya tinggi, proses yang lambat, keterbatasan transparansi status transaksi, kompleksitas regulasi lintas yurisdiksi, hingga volatilitas nilai tukar. Laporan Financial Stability Board (FSB) bahkan menilai target G20 untuk menurunkan biaya pembayaran ritel lintas negara menjadi 1 persen pada 2027 kemungkinan besar tidak tercapai jika infrastruktur saat ini tidak diperbarui.

    Blockchain Muncul sebagai Rel Baru Transaksi Global

    Teknologi blockchain menawarkan karakteristik transaksi real-time, transparansi tinggi, keamanan kuat, serta ketersediaan layanan 24 jam. Sejumlah inisiatif global menunjukkan bagaimana teknologi ini mulai menjadi rel baru bagi transaksi lintas negara.

    Ripple, misalnya, memanfaatkan aset digital XRP untuk menghadirkan transaksi lintas negara yang jauh lebih cepat dibanding jaringan koresponden bank. Di Asia, proyek multi-CBDC mBridge memungkinkan pembayaran dan penyelesaian valas secara peer-to-peer hanya dalam hitungan detik. Pilot berskala besar telah dilakukan dengan transaksi bernilai riil, melibatkan 22 peserta sektor swasta dalam skenario perdagangan, remitansi, hingga pembiayaan rantai pasok.

    Logo Swift terlihat dalam ilustrasi ini, diambil di Bosnia dan Herzegovina, 25 Februari 2022. REUTERS/Dado Ruvic.
    Logo Swift. Sumber: REUTERS/Dado Ruvic.

    Di tingkat internasional, SWIFT dan Visa turut mengembangkan solusi berbasis blockchain, tokenisasi, dan stablecoin. SWIFT tengah menguji kemampuan jaringannya memproses aset tokenisasi bekerja sama dengan konsorsium bank dan Consensys. Sementara Visa sedang menguji pemanfaatan stablecoin untuk mempercepat cross-border settlement sekaligus mengurangi kebutuhan pelaku usaha menyimpan saldo di banyak mata uang.

    Meski menjanjikan, adopsi blockchain juga menghadapi tantangan strategis: kepastian regulasi aset digital, kebutuhan interoperabilitas antar platform, risiko siber, hingga kesiapan infrastruktur lembaga keuangan. Bank for International Settlements (BIS) menekankan bahwa tata kelola lintas yurisdiksi harus diperjelas sebelum ekosistem pembayaran berbasis multi-CBDC dapat diterapkan secara luas.

    Instrumen Strategis untuk Stabilitas dan Kesejahteraan Era Digital

    Dalam lanskap pembayaran modern, inovasi digital, termasuk instrumen cross-border, tidak hanya berfungsi meningkatkan efisiensi transaksi. Ia juga merupakan instrumen strategis untuk memperkuat stabilitas keuangan, memastikan relevansi sistem pembayaran, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas di era digital.

    Pemanfaatan teknologi seperti blockchain, stablecoin, dan CBDC harus diiringi dengan sinergi, kehati-hatian, serta tata kelola kuat agar mampu menciptakan manfaat luas yang berkelanjutan, tidak hanya bagi sistem keuangan tetapi juga kesejahteraan masyarakat.

    Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).
    Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).

    Lonjakan volume pembayaran lintas negara membuka peluang bisnis yang sangat besar bagi sektor perbankan, teknologi finansial, dan penyedia infrastruktur digital. Segmen B2B diperkirakan mendominasi lebih dari US$31,6 triliun transaksi pada 2024. Sementara total pendapatan industri cross-border payment diprediksi mencapai US$320 miliar pada 2030.

    Blockchain, stablecoin, dan CBDC kini tidak lagi sekadar eksperimen teknologi. Dalam banyak model bisnis dan kebijakan moneter modern, ketiganya mulai diposisikan sebagai kandidat utama untuk membangun pondasi transaksi internasional yang mampu mengakomodasi skala triliunan dolar per tahun.

    Jika tantangan interoperabilitas dan regulasi dapat diatasi, dunia akan memasuki fase baru di mana pembayaran lintas negara berlangsung secepat mengirim pesan, dengan biaya rendah, risiko minimal, dan akses yang lebih luas. Pada akhirnya, inovasi ini tidak hanya mereformasi infrastruktur pembayaran global, tetapi juga memperkuat stabilitas ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di era digital.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokenomics Meteora (MET): Supply, Distribusi, dan Mekanisme Ekosistem

    Meteora, salah satu protol likuiditas terbesar di jaringan Solana baru saja merilis token asli miliknya (MET) melalui Token Generation Event (TGE) dengan total suplai 1 miliar token.

    Seiring DeFi yang terus berkembang, bisakah token Meteora (MET) merebut perhatian para investor kripto? Simak lebih lengkap mengenai suplai, distribusi, hingga utilitas dari token MET.

    Apa Itu Meteora (MET)?

    Token $MET, merupakan native token dari Meteora, sebuah protokol likuiditas terdesentralisasi yang berbasis pada jaringan Solana. Token MET diluncurkan sebagai bagian dari strategi baru dalam melakukan pendekatan berbasis komunitas.

    Token ini nantinya akan berfungsi sebagai “mesin” yang akan menggerakkan seluruh ekosistem. Secara resmi Meteora sendiri belum mengumumkan bagaimana utilitas dari token ini kedepannya, namun MET sudah mulai digunakan sebagai aset yang dapat di-stake pada platform Meteora untuk memperoleh fee dengan potensi hasil di atas rata-rata.

    Pelajari lebih lengkap: Apa Itu Meteora Crypto? Panduan Lengkap untuk Pemula

    Jadwal vesting dan token unlock MET. Sumber: Tokenomics.ai

    MET memiliki total supply maksimal sebanyak 1 miliar token (1.000.000.000 MET).

    Dikutip dari data Tokenomics, Per November 2025, MET memiliki 437.222.222 token yang telah di unlock (43,72%) dan beredar di pasar. Namun rilis resmi Meteora mengklaim token unlock saat TGE mencapai 48%.

    Total token yang masih terkunci dan total token yang masih terkunci sampai dengan 2031 adalah sebesar 562.777.778 atau sekitar 56,28% dari total suplai. Sedangkan rilis resmi dari Meteora mengklaim 52%.

    Lebih lengkap kamu bisa pelajari alokasi token dan distribusi token MET di bawah ini.

    Alokasi Distribusi Token

    Meteora memperkenalkan Phoenix Rising Plan sebagai strategi distribusi token $MET yang transparan dan berorientasi komunitas. Berikut rincian lebih lengkapnya:

    Tokenomics MET. Sumber: Meteora

    Sirkulasi Awal (48%)

    • 20% MET dialokasikan untuk Mercurial Stakeholders, sesuai dengan Meteora Plan, terbagi menjadi 15% dan 5% sebagaimana dijelaskan dalam Artikel Zen.
    • 15% MET dialokasikan untuk para pengguna Meteora melalui LP Stimulus Plan.
    • 3% MET dialokasikan untuk ekosistem Launchpads & Launchpool.
    • 2% MET dialokasikan untuk Off-Chain Contributors, yaitu pihak-pihak yang berkontribusi terhadap pertumbuhan Meteora.
    • 3% MET dialokasikan untuk Jupiter Stakers Stimulus Package, dengan tujuan memperbesar LP Army hingga 10 kali lipat, berasal dari cadangan TGE.
    • 3% MET dialokasikan untuk Centralized Exchanges, Market-Makers, dan pihak terkait lainnya, sebagai bagian dari sisa cadangan TGE.
    • 2% MET dialokasikan untuk M3M3 Stakeholders Package.

    Token yang Dikunci / Non-Sirkulasi (52%)

    • 18% MET ditujukan untuk tim, dengan vesting linear selama 6 tahun.
    • 34% MET ditujukan untuk Meteora Reserve, juga dengan vesting linear selama 6 tahun.
    Jadwal rilis resmi dari token MET. Sumber: Meteora

    Dengan distribusi suplai yang beredar di TGE yang mencapai 48%, Meteora mengklaim bahwa total suplai langsung beredar MET lebih tinggi dibandingkan standar proyek lain seperti $JUP (13,5%) dan HYPE (33,4%).

    Strategi ini mematahkan pola lama low-float/high-FDV yang sering muncul di dunia kripto, sehingga memastikan MET menjadi token yang layak dipegang tanpa bayang-bayang unlock berkepanjangan.

    Dengan distribusi awal yang besar, komunitas dan investor mendapatkan kepastian likuiditas serta peluang kepemilikan yang lebih sehat untuk jangka panjang.

    Utilitas MET dan Mekanisme Ekosistem Meteora

    Pasca Token Generation Event (TGE), Token MET sampai saat ini masih belum memiliki utilitas resmi, namun rilis resmi dari Meteora menyebutkan MET akan menjadi bagian sentral dari ekosistem Meteora. 

    Sedangkan beberapa utilitas yang diketahui sudah dan akan datang adalah sebagai berikut:

    • Insentif bagi penyedia likuiditas (LP) melalui pool likuiditas dinamis yang dibangun di jaringan Solana.
    • Insentif untuk staking dan penyedia likuiditas yang lebih tinggi dari rata-rata.
    • Alokasi reward (airdrop) untuk pengguna awal dan komunitas, untuk meningkatkan keterlibatan dan kepemilikan.
    • Fungsi governance yang belum secara resmi diumumkan dan menjadi bagian dari utilitas token MET namun digadang-gadang akan segera hadir.

    Penutup

    Sebagai salah satu penyedia layanan likuiditas terdesentralisasi terbesar di jaringan Solana, Meteora memberikan potensi menarik bagi para investor yang ingin mendapatkan keuntungan dengan menjadi liquidity provider atau staking.

    Token MET yang dirilis pada saat TGE dengan total suplai yang terkunci mencapai 48% memposisikan MET sebagai token yang ramah komunitas, terlebih lagi dibarengi dengan airdrop. Namun investor masih perlu waspada terhadap perilisan token dalam jangka waktu 6 tahun yang bisa membuat suplai beredar naik 2x.

    Terlepas dari itu, strategi distribusi Meteora melalui Phoenix Rising Plan tetap menunjukkan komitmen kuat terhadap transparansi dan keberlanjutan ekosistem.

    Nantikan listing resmi dari token Meteora (MET) di Tokocrypto dan dapatkan potongan biaya trading 20% dengan memasukkan kode TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli 

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa Itu Meteora Crypto? Panduan Lengkap untuk Pemula

    Kamu pasti pernah mendengar platform Decentralized Exchange (DEX), bukan? Ternyata di balik DEX ada fondasi penting yang membuat seluruh ekosistem DeFi bisa berjalan lancar, yakni liquidity pools

    Tanpa likuiditas, transaksi di dunia kripto tidak akan terasa smooth dan mungkin kamu akan mendapatkan rentang harga yang berjauhan (spread tinggi), dan inilah alasan mengapa kamu perlu tau tentang platform Meteora.

    Sebagai salah satu inovasi di ekosistem Solana, Meteora menawarkan rangkaian produk inti seperti DLMM, DAMM v1, DAMM v2, dan DBC yang dirancang untuk mengelola likuiditas secara dinamis, aman, dan menguntungkan.

    Apa Itu Meteora?

    Meteora merupakan protokol DeFi di blockchain Solana yang berfokus pada penyediaan likuiditas. Fitur utamanya mencakup DLMM (Dynamic Liquidity Management Module), dynamic pools, dynamic vaults, multitoken stable pools, non-pegged stable pools, hingga fitur minting memecoin dengan likuiditas terkunci secara terintegrasi.

    Secara sederna, Meteora memungkinkan pengguna mendapatkan keuntungan tanpa harus melakukan trading dengan menaruh aset seperti USDC atau SOL di dalam pool sebagai sumber likuiditas yang nantinya akan dipakai banyak aplikasi DeFi di Solana, sehingga pengguna mendapatkan keuntungan dari fee yang dihasilkan.

    Produk Meteora

    Meteora memiliki banyak produk yang ditawarkan kepada penggunanya, mulai dari DLMM sampai dengan Stake2Earn.

    DLMM (Dynamic Liquidity Market Maker)

    Meteora’s Dynamic Liquidity Market Maker (DLMM) pada dasarnya memberi penyedia likuiditas akses ke dynamic fees dan liquidity concentration yang terus menyesuaikan kondisi pasar secara real-time. Sistem ini dibuat agar LP (Liquidity Pool) punya fleksibilitas lebih besar dan bisa memaksimalkan pendapatan dari biaya transaksi.

    Contoh distribusi likuditas dalam bentuk price bins. Sumber: Meteora

    DLMM terinspirasi dari Liquidity Book milik Trader Joe, lalu di Meteora likuiditas sebuah pasangan aset dibagi menjadi beberapa price bins. Setiap bin punya harga tertentu, dan token yang disimpan di dalamnya tersedia untuk ditukar pada harga itu. Selama swap masih terjadi di dalam bin yang sama, tidak ada slippage. Harga pasar kemudian terbentuk dari gabungan seluruh bin tersebut.

    LP di DLMM bisa mendapatkan fee dari penyediaan likuiditas, dynamic fees saat volatilitas meningkat, serta Liquidity Mining (LM) jika tersedia.

    Presale Vault [Beta]

    Presale Vault adalah mekanisme yang memungkinkan pengguna berpartisipasi dalam presale menggunakan token Solana apa pun. Setelah periode presale berakhir, pengguna bisa mengklaim token presale yang menjadi jatah mereka.

    Program Meteora Presale sendiri dirancang untuk sangat fleksibel, sehingga kreator bisa memilih berbagai mode partisipasi, mengatur siapa saja yang boleh ikut, serta menambahkan sistem vesting langsung dari awal. Ini membuat peluncuran token baik memecoin, utility token, maupun token Solana lainnya menjadi lebih aman dan sesuai strategi peluncuran yang diinginkan.

    Cara kerjanya: selama presale berlangsung, peserta menyetor token seperti SOL atau USDC, dan Jika presale berhasil, mereka dapat mengklaim token sesuai mode presale yang dipilih dan jadwal vesting yang ditetapkan.

    Alpha Vault

    Alpha Vault adalah mekanisme tambahan yang bekerja bersama Launch Pool untuk melindungi peluncuran token dari serangan sniper bot

    Dengan Alpha Vault, para genuine supporters bisa mendapatkan akses awal untuk deposit dan membeli token sebelum pool dibuka untuk trading publik. Karena membeli lebih awal, mereka bisa memperoleh token di harga paling awal sambil membantu menjaga peluncuran token tetap bersih dari aktivitas bot.

    Proses launch pool di Alpha Vault Meteora. Sumber: Meteora

    Proses Alpha Vault berlangsung dalam empat tahap setelah vault dibuat, sesuai alur pada gambar. Pertama, deposit period dibuka sebelum token diluncurkan, sehingga pengguna vault menjadi pihak paling awal yang bisa mengamankan token. Pada fase ini, pengguna bebas menyetor atau menarik USDC. 

    Setelah periode deposit ditutup, vault menggunakan seluruh dana yang terkumpul untuk membeli token sebelum pool mulai diperdagangkan publik. Begitu pembelian selesai, pool resmi aktif dan semua orang bisa mulai trading maupun menyediakan likuiditas. 

    Setelah itu, token dalam vault mulai di-unlock dan jadwal vesting langsung berjalan hingga akhirnya seluruh token dapat diklaim sepenuhnya.

    Stake2Earn

    Fitur Stake2Earn untuk memecoin. Sumber: Meteora

    Stake2Earn adalah fitur yang memungkinkan pemilik memecoin mendapatkan bagian dari trading fees yang dihasilkan oleh pool DAMM v1, khususnya bagi para top stakers.

    Bagi pemegang memecoin yang di staking, semua fee yang dikumpulkan dari pool akan masuk ke Stake2Earn fee vault, lalu dibagikan kepada top stakers sebagai bentuk reward.

    Sistem ini menawarkan cara baru untuk mendapatkan keuntungan dari memecoin, dimana bukan lagi siapa yang paling cepat menjual (race to dump), tetapi siapa yang paling banyak dan paling konsisten staking. 

    Metiks Protocol Meteora (Combined)

    Metriks protokol Meteora dan harga token $MET. Sumber DeFiLlama

    Secara metrik dari laman DefiLlama, Meteora menunjukkan pertumbuhan yang sangat kuat sebagai salah satu pusat likuiditas terbesar di Solana. TVL yang mencapai $701 juta memperlihatkan bahwa banyak aset pengguna terkunci di ekosistemnya, menandakan kepercayaan dan penggunaan yang tinggi. 

    Aktivitas trading juga sangat intens, terlihat dari fee tahunan yang diproyeksikan lebih dari $1 miliar, dengan $85 juta fee hanya dalam 30 hari terakhir dan $1,14 juta dalam 24 jam terakhir yang menunjukkan likuiditas Meteora benar-benar aktif digunakan. 

    Dalam 30 hari terakhir, volume trading di pool Meteora mencapai $29 miliar, mempertegas posisinya sebagai liquidity layer utama di Solana. 

    Sementara itu native token dari Meteora (MET) berada di harga $0,41 dengan market cap $198 juta dan FDV $414 juta.

    Token Meteora ($MET)

    Token MET merupakan token native dari ekosistem Meteora yang baru saja melewati fase Token Generation Event (TGE) pada tanggal 23 Oktober 2025. Dengan alokasi tokenimcs sebagai berikut:

    Alokasi token $MET. Sumber: Meteora

    Walaupun utilitas resminya belum diumumkan, namun Meteora mengklaim jika MET nantinya akan menjadi “mesin” yang akan menggerakkan seluruh ekosistem. Meskipun begitu token MET sudah mulai digunakan sebagai aset yang dapat di-stake pada platform Meteora untuk memperoleh fee dengan potensi hasil di atas rata-rata. Membuat MET tetap menawarkan nilai fungsional bagi pengguna sambil menunggu fitur utilitas resmi dirilis nantinya.

    Pengguna juga masih dapat melakukan klaim airdrop sampai dengan 23 April 2026 melalui laman berikut: Meteora TGE – Airdrop.

    Tertarik untuk memulai investasi kripto? Yuk mulai perjalanan investasi dan trading kripto yang aman dan mudah di Tokocrypto, bursa kripto terpercaya dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan dan nikmati biaya trading 0% dengan fitur beli atau jual!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli 

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

    Sumber:

    Meteora Docs. Diakses 17 November 2025

    CoinGecko. What Is Meteora DEX? Solana’s Fastest-Growing Liquidity Hub. Diakses 17 November 2025

    Gambar: X @MeteoraAG



    Sumber : news.tokocrypto.com