Tag: btc

  • Investor Optimis Harga Bitcoin Naik di Bulan Mendatang

    Bitcoin telah mengalami reli yang cukup kuat sejak posisi terendahnya pada dua minggu lalu. Raja mata uang crypto saat penulisan ini ditulis berada dikisaran Rp192,7 juta, jauh di atas posisi terendahnya selama koreksi pada September lalu di Rp155 juta. Banyak investor yang berharap, Bitcoin terus melaju ke arah yang lebih tinggi lagi di bulan-bulan mendatang.

    Baca Juga: ConsenSys dan Protocol Labs Integrasikan Filecoin Jadi Alat Pengembangan Ethereum

    Harapan ini juga didukung dengan beberapa indikator yang ada, seperti Indikator Satu Hari dari Fisher Transform. Indikator tersebut menunjukan Bitcoin berada di level tertinggi jangka menengah sejak Mei-Agustus tahun lalu, dan Februari tahun ini.

    Analis: Harga Bitcoin Bisa Lebih Tinggi di Bulan Mendatang

    Terlepas dari pergerakan harga di atas, beberapa analis memperkirakan Bitcoin akan menuju ke harga yang lebih tinggi lagi dalam beberapa bulan ke depan.

    Real Vision, outlet media keuangan terkemuka, beberapa waktu lalu mengeluarkan hasil Survei Bursa Real Vision terbaru. Dalam laporan tersebut, sebagian besar investor sangat optimis Bitcoin akan reli lebih tinggi lagi di bulan mendatang.

    Dengan melihat ekuitas dan mata uang seperti USD, EUR, AUD, dan lainnya yang mengarah lebih rendah, imbal hasil obligasi di Amerika akan turun, emas yang diprediksi akan meningkat tetapi sedikit, serta reli Bitcoin baru-baru ini, membuat sentimen positif terhadap pasar Bitcoin semakin kuat.

    Bill Barhydt, CEO Abra juga memunjukan sentimen positifnya terhadap Bitcoin. Bahkan, hingga saat ini portofolio mata uang crypto tersebut terus bertambah dan mencapai 50% dari portofolio keseluruhan.

    Baca Juga: Ethereum, Blockchain Pertama dengan Transaksi $1 Triliun Setahun

    “Ada 3 alasan saya percaya… Fundamental, Teknis, dan Sentimen.”

    Banyak investor yang berharap, stimulus fiskal di Amerika nanti akan berpotensi mendorong BTC ke harga yang lebih tinggi lagi. Termasuk faktor, adanya devaluasi dolar AS yang membuat kenaikan Bitcoin di bulan-bulan mendatang semakin mungkin terjadi.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tren Macro kemungkinan Akan Pengaruhi Harga Bitcoin Di Tahun 2020 Ini

    Jelajahcoin.com – Sepanjang beberapa bulan terakhir, Bitcoin telah diperdagangkan dengan latar belakang macro ketidakpastian ekonomi untuk pertama kalinya dalam sejarah yang berdurasi pendek. Meskipun crypto belum mampu menyamai keuntungan yang dilihat oleh bentuk lain dari uang keras seperti emas selama beberapa minggu terakhir.-

    Bitcoin telah bertahan dengan sangat baik, mengingat ukuran pasar yang relatif kecil. Penting untuk diingat bahwa ada beberapa tren termasuk macro yang berkembang dengan cepat yang dapat mempengaruhi arah Bitcoin di tahun 2020 ini. Termasuk pengurangan inflasi yang akan segera terjadi.

    Sifat yang belum pernah terjadi sebelumnya dari situasi ekonomi global saat ini telah meninggalkan bull (Pasar Banteng) dan bear (Pasar Beruang). Dengan metrik kekuatan ekonomi utama seperti belanja konsumen dan pengangguran keduanya bersatu sementara pasar saham tetap stabil.

    Baca Juga: Ayo Bitcoin Halving, Tunjukkan Taringmu!

    Orang akan berharap bahwa metrik data ini akan dikaitkan dengan kinerja pasar. Tetapi tampaknya upaya The Fed untuk mengekang kerusakan ekonomi yang dilakukan oleh pandemi Coronavirus bekerja. Kurangnya arahan dalam pasar tradisional telah mempengaruhi pasar outlier yang lebih kecil seperti crypto.

    Dengan Bitcoin melihat aksi harga yang kurang bergairah sekitar $7.000 selama seminggu terakhir. Sementara volatilitasnya menurun bersamaan dengan sebagian besar pasar lainnya. Sambil melihat grafik di bawah dari Skew. Jelas bahwa volatilitas yang terlihat oleh S&P 500, emas, dan Bitcoin semuanya turun secara bersamaan sepanjang bulan lalu.

    Baca Juga: Bitcoin Kembali Bergerak Ke Atas $8.000 Karena Optimisme Halving

    Ini menunjukkan bahwa nasib Bitcoin dalam waktu dekat masih tetap tergantung pada pasar warisan global. Dan bagaimana trennya jika ekonomi terus melemah mungkin sangat tergantung pada apakah itu membentuk korelasi jangka panjang dengan emas atau dengan tolok ukur. indeks.

    Inflasi global mendukung Bitcoin

    Mata uang Fiat hampir semuanya melihat tingkat inflasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam waktu belakangan ini. Terutama karena pencetakan uang yang tak henti-hentinya diperlukan untuk mendanai paket stimulus ekonomi pemerintah.

    Devaluasi mata uang ini datang hanya beberapa minggu sebelum peristiwa separuh Bitcoin. Yang menurunkan tingkat inflasi cryptocurrency lebih dari 50% dan menampilkan properti deflasi cryptocurrency.

    Waktu ironis dari acara ini pada akhirnya dapat meningkatkan narasi “safe haven digital” dan membantu Bitcoin membentuk korelasi yang lebih dekat dengan emas. Meningkatkan aksi harga jika ekonomi melemah karena sebagian besar negara menghadapi kuncian yang tersebar luas.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apakah Kita Siap Untuk Pialang Terdesentralisasi?

    Tether secara langsung membekukan 13 juta USDT terkait dengan peretasan dan memblokir sementara alamat dengan 20 juta sebagai tindakan pencegahan.

    Pertukaran lain berkomitmen untuk melacak dana, dan Silent Notary mengatakan mereka akan membakar semua token SNTR yang dirampok dan menggantinya dengan yang baru.

    Secara tidak langsung, ini telah menunjukkan masih pentingnya memiliki tingkat sentralisasi tertentu dalam sebuah protokol, sesuatu yang sangat krusial bagi keamanan dana crypto.

    Sentralisasi memang membawa risiko penyensoran, tetapi pengguna memiliki ketenangan pikiran bahwa suatu entitas akan menjaga kepentingannya. Padahal, jika terjadi masalah, dalam hal ini, korban bisa ke pengadilan untuk menuntut ganti rugi.

    Sama halnya beberapa minggu lalu, dimana orang salah mentransfer BNB dan meminta bantuan ke CEO Binance untuk mengembalikan koin tersebut.

    Jika benar-benar terdesentralisasi, orang atau investor yang menyimpan koin di Kucoin akan hilang, sama seperti orang yang mentransfer BNB. Dan, tidak ada orang yang mengurus hal ini.

    Baca Juga: Singapura Memiliki Uang Digital, Indonesia Kapan?

    Inilah sebabnya mengapa banyak yang menganggap persetujuan ETF Bitcoin dan pembuatan layanan bagi investor institusional menjadi penting untuk seluruh ekosistem crypto.

    Bukan karena uang yang akan masuk, tetapi karena kepercayaan investor akan mengetahui bahwa uang mereka aman yang tentu saja menjadi alasan utama.

    Apakah hal dalam crypto yang masih muda ini memang memerlukan sentralisasi untuk keamanan yang lebih baik, mengingat banyaknya peretasan yang sulit diselesaikan karena sifat desentralisasi? Bagaimana menurut Anda?

    artikel ini dapat dibaca kembali disini.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum, Blockchain Pertama dengan Transaksi $1 Triliun Setahun

    Munculnya ruang keuangan terdesentralisasi (DeFi) di industri crypto mengakibatkan jaringan Ethereum (ETH), jaringan dasar DeFi, memproses lebih dari dua kali volume transaksi harian Bitcoin (BTC).

    Baca Juga: Kapitalisasi Pasar USDC Tumbuh Lebih Cepat Dibandingkan Tether

    Menurut data dari platform aggregator pasar crypto Messari, transaksi rata-rata harian selama 30 hari terakhir pada jaringan Ethereum berada di kisaran $7 miliar. Jika tren ini terus berlanjut, Messari memprediksi Ethereum akan menjadi blockchain publik pertama yang memecahkan rekor transaksi sebesar $1 triliun hanya dalam satu tahun.

    Ryan Watkins, salah satu petinggi di Messari, mengatakan lonjakan besar volume transaksi Ethereum berkaitan juga dengan peningkatan volume stablecoin ERC-20. Ditambah juga transaksi Tether (USDT) yang sekarang ada di jaringan Ethereum.

    Watkins juga menambahkan booming-nya platform likuiditas on-chain dari Decentralized Exchange (DEX) seperti Uniswap dan Curve menghasilkan lebih dari $20 miliar volume gabungan hanya pada bulan September.

    Baca Juga: Hal yang Harus Disiapkan untuk Menambang Bitcoin dengan PC

    Jika angka tersebut terus bertambah, bukan tidak mungkin Ethereum akan mencatatkan rekor baru dengan transaksi lebih dari $1 triliun hanya dalam satu tahun.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pakar: Bitcoin Siap Menutup Bulan Dengan $14.000

    Saat ini Bitcoin diperdagangkan dengan harga $ 13.000, naik 7,3% sejak harga $ 12.000 pada 21 Oktober. Aset digital ini membentuk tren naik, sehingga beberapa analis menyatakan jika cryptocurrency terbaik ini bisa mencapai ATH lagi dalam waktu dekat.

    “Bitcoin – JIKA kenaikan saat ini bertahan hingga akhir Oktober – bersiap untuk penutupan bulanan tertinggi kedua yang pernah ada $ BTC. Institusi semakin terlibat dalam kepemilikan Bitcoin. Lembaga menandai nilai aset mereka setiap bulan,” tweet Peter Brandt.

    Brandt merupakan seorang trader Bitcoin yang terkenal mempercayai Bitcoin siap menutup bulan Oktober dengan nilai tertinggi kedua kalinya. Dia menyebutkan, minat institusi seperti Grayscale dan Stone Ridge terhadap Bitcoin.

    Baca Juga: Inilah Keuntungan Investasi Bitcoin daripada Uang Fiat

    Ada satu metrik yang sering terlewatkan yaitu jumalh alamat BTC yang memiliki 0,01 koin. Meski biasanya angka tersebut menurun, tapi ada periode di mana angkanya naik seperti di sekitar tahun 2018. Menurut Glassnode, itulah yang dapat mencapai ATH terbaru.

    Sama halnya dengan investor yang memegang antara 1-10 BTC. Pada tanggal 14 September, jumlahnya sekitar 671.350 dan kemudian turun menjadi 653.000 pada 18 September. Tapi belakangan telihat mulai pulih hingga berjumlah 664.870.

    Grafik mingguan benar-benar menunjukkan bullish setelah Bitcoin akhirnya menginjak titik tinggi selama enam bulan terakhir. level resistensinya berikutnya menjadi $ 13.764, yang pernah tercatat sebagai nilai tertinggi di 24 Juni.

    Crypto Michael percaya bahwa Bitcoin akan berada di sekitar $13.500-$14.000 untuk harga tertinggi tahun ini.

    Josh Rager, seorang analis crypto, juga menunjukkan grafik yang menunjukkan harga BTC kemungkinan besar akan melewati harga 2 tahun terakhir, bukan ATH.

    Perlu dicatat bahwa harga tertinggi dalam 2 tahun terakhir berada di $14.000-an.

    Menurut tim Cryptoharian, harga Bitcoin sangat mungkin melewati $13.650 atau Rp 200 juta, jika tidak ada isu yang membuat crypto turun. Dengan momentum seperti ini, harga bahkan bisa mencapai $14.000 sebelum retracement terjadi.

    Baca Juga: Penguatan Bitcoin Dorong Para Trader ke Perdagangan Berjangka untuk Meraih Uang Besar

    Jika retracement terjadi, harga mungkin akan turun ke $11.500-$12.000 untuk jangka pendek.

    Bulls tidak hanya melihat Bitcoin memecahkan $ 13.764 saja, tetapi juga menutup nilai di atasnya bulan ini atau bulan berikutnya agar tidak terjadi pullback. Melihat tren bullish saat ini, apakah membuat Anda yakin bahwa Bitcoin akan bisa menembus $ 20.000 pada akhir tahun 2020?

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Naik ke $7.200, Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?

    Mayoritas trader tampaknya yakin harga Bitcoin kemungkinan akan mencapai harga retest di $7.700 dalam waktu dekat.

    BTC saat ini menunggu harga seperti harga pembukaan tahunannya lalu dan kenaikan harga ke $7.700. Hal tersebut nantinya memungkinkan dominasi cryptocurrency untuk menguji reversal point yang krusial dalam memicu rally ke $10.500 seperti awal tahun ini.

    Ketika Bitcoin menggambarkan pola head and shoulders yang tidak jelas pada bulan Desember 2019 lalu, level $7.700 menjadi neckline dari seluruh formasi. Dan pada akhirnya, Bitcoin naik hingga $10.500 pada 13 Febuari dalam rally yang diperpanjang.

    Salah satu trader yang beroperasi di bawah nama alias Thrillmex mengatakan celah CME ada pada $8.400 dan merupakan area yang sama yang ditandai oleh analis teknis terkenal PentarhUdi pada awal Maret kemarin.Di tanggal 20 Maret, ketika harga Bitcoin masih diperdagangkan pada kisaran $5.200, PentarhUdi memperkirakan BTC akan pulih hingga $8.500. Level tersebut adalah level moving average mingguan sederhana dengan signifikansi historisnya.Baca juga: Harga Bitcoin Menguat, Mulai Bull di $8.000

    PentarhUdi sebelumnya berkata:

    “Harga ini harus naik dari Simple Moving Average(SMA) 200 Minggu ($5.200) hingga SMA 200 Hari ($8.500). Putusnya garis tren atas mengingatkan pada hasil hipotesis bearish dari ide-ide yang dikemukakan sebelumnya.”

    Perbedaan dalam pemulihan Bitcoin yang terjadi baru-baru ini di luar harga $7.100 adalah momentum kenaikan harga yang didukung juga dengan kenaikan volume. Rally sebelumnya mengindikasikan penurunan volume, yang biasanya menunjukkan breakout palsu.

    Dalam pergerakan jangka pendek, trader dapat mempertimbangkan empat skenario berikut:

    • Bitcoin berkisar antara $7.300 hingga $7.700 sebelum mogok di level Fibonacci $5.300
    • Bitcoin menembus harga hingga $8.200 mengikuti tren naik saat ini
    • Bitcoin menolak area resistensi di $7.700 hingga $7.900 untuk retest titik dukungan yang lebih rendah dalam kisaran $4.000 hingga $5.000
    • Bitcoin mencapai nilai tertingginya $8.400 hingga $9.000 menutup celah CME dan level kunci Moving Average Mingguan Sederhana

    Bear dan Bull Akan Bertempur Selama Seminggu Kedepan

    Skenario bearish BTC jangka pendek berada pada posisi time frame candleyang lebih tinggi, seperti candle mingguan, ditutup pada posisi di bawah $6.900 dan cenderung melanjutkan tren ke arah penurunan.

    Trader Cryptocurrency, Scoot Melker berkata:

     “Jika Anda bear, titik merah adalah tempat yang jelas untuk mengambil posisi jangka pendek. Jika Anda bull, tingkatkan kembali ke titik hijau, itu tampak seperti area masuk yang bagus.”

    Dengan pergerakan harga menuju posisi tutup candle mingguan di atas $7.000, pandangan umum pada perkembangan BTC setidaknya dalam jangka pendek, akan ada retest di $7.300 dan mungkin kenaikan yang diperpanjang hingga $7.700.

    Ketika harga Bitcoin didorong naik jauh lebih tinggi, lebih dari 10 altcoin terkemuka juga mengikuti kenaikan tersebut. Misalnya, Ether (ETH) menguat 4,41%, Bitcoin Cash (BCH) naik 4,57% dan Chainlink (LINK) bertambah menjadi 12,92%.Kapitalisasi pasar cryptocurrency keseluruhan sekarang mencapai $201,4 Miliar dan tingkat dominasi Bitcoin mencapai 64,2%.Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin: Menuju US$4 Ribu atau US$9 Ribu?

    Kuartal pertama 2020 sudah berakhir dan di minggu pertama kuartal kedua 2020 ini pasar aset kripto mulai menunjukkan gairahnya. Namun, akankah momentum bullishini bertahan lama? Mampukah Bitcoin menjadi US$9 Ribu?

    Oleh: Muhammad Kurnia Bijaksana
    Analis Teknikal Aset Kripto

    Kita dapat melihat bahwa tren harga Bitcoin menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan dari US$6 ribu hingga US$6.900 pada Minggu, 5 April 2020 dan masih mencoba menembus resistance di US$7 ribuan.

    Akankah di minggu kedua April kita melihat adanya kenaikan yang bisa membuat kita kembali ke harga di awal tahun? Atau kita akan kembali ke harga di awal Maret?

    Mendekati Golden Pocket
    Jika ditarik dari puncak harga di pertengahan Februari, saat harga Bitcoin masih di atas US$10 ribu, kita bisa melihat bahwa harga mengalami retracement atau pembalikan sementara dan sedang mendekati area “golden pocket” di level fibonacci.

    BERITA TERKAIT  PricewaterhouseCoopers (PwC) Terima Pembayaran Pakai Bitcoin

    Golden pocket adalah area di antara 0,5 dan 0,618 yang banyak digunakan tradersebagai titik tentu apakah sebuah tren akan berlanjut atau berbalik. Area Golden Pocket ada di antara US$7.130-7.900.

    Golden Pocket.

    Price action Bitcoin di sekitar area ini akan menentukan nasibnya. Golden pocket ini sekarang berlaku sebagai resistance.

    Jika Bitcoin gagal menembus area ini, kita bisa antisipasi penurunan sampai setidaknya titik terendah di bulan Maret lalu (sekitar US$3.800).

    Namun, jika Bitcoin berhasil menembus area ini, atau paling tidak bisa bertahan di dalamnya, maka kita bisa harapkan harga dapat kembali ke zona US$8.000 atau lebih.

    Bias Bearish Masih Kuat
    Namun, yang mengkhawatirkan adalah pola harga yang masih menunjukkan pertanda bearish. Dapat kita lihat bahwa tren naik yang terbentuk sejak akhir Maret kemarin hanyalah pola “rising wedge” di skala lebih besar.

    Rising wedge adalah pola yang menunjukkan retracement atau pembalikan sementara dari tren turun.

    Rising wedge.

    Jika pola ini terpenuhi, dan harga Bitcoin menjebol pola yang tergambar, maka harga Bitcoin dapat jatuh ke zona US$3.900.

    Antisipasi Puncak Volatilitas di Minggu Kedua April
    Di minggu kedua April, akan ada 2 event yang signifikan, yaitu Halving Bitcoin Cash dan Bitcoin Satoshi’s Vision. Kedua aset kripto yang merupakan hasil forking dari Bitcoin ini akan mengalami halving mereka untuk kali pertama.

    Walaupun belum ada data historis akan bagaimana pergerakan harganya menjelang dan sesudah halving, kita bisa persiapkan volatilitas harga: antara harga akan naik jauh, atau turun jauh dari sini.

    Hal ini mungkin akan berpengaruh pada harga halving kedua bagi aset kripto tersebut, yang dapat mempengaruhi sentimen pasar, terutama karena Bitcoin akan mengalami Halving di bulan berikutnya (Mei).

    Bagi para trader atau investor, price action dari Halving kedua aset ini dapat dijadikan pelajaran dan acuan untuk mengantisipasi bagaimana Bitcoin nanti saat Halving pada bulan depan. [kur]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 6 Aset Kripto Terbaik Di Bulan Oktober 2021

    Akhir-akhir ini harga Bitcoin sudah mencapai lebih dari 900 juta rupiah. Bagi kamu yang berinvestasi di BTC (BitCoin) pastinya sudah profit banyak sekali bukan? Ada banyak sekali kripto yang mengalami kenaikan harga lebih dari seratus persen akhir-akhir ini seperti Solana dan Polkadot. Tapi apakah kamu tahu kripto terbaik di Bulan Oktober 2021 ini? Jika kamu baru mengenal kripto alangkah baiknya kamu juga harus mengenal kripto dengan kapitalisasi pasar terbaik. Yuk simak ulasan lengkap tentang 6 Aset Kripto terbaik bulan Oktober 2021 berikut ini. 

    1. Bitcoin ($BTC)

    Kripto terbaik pertama yaitu Bitcoin, dibuat pada tahun 2009 oleh seorang dengan nama anonym Satoshi Nakamoto, Bitcoin (BTC) merupakan cryptocurrency asli dan pertama di dunia. Seperti Kripto yang lainnya BTC (Bitcoin) berjalan di atas blockchain atau transaksi catatan buku yang besar dan terdistribusi di jaringan ribuan computer di seluruh dunia. Karena penambahan ke dalam buku besar yang terdistribusi harus diverifikasi dengan memecahkan teka-teki kriptografi. Hal ini menajdikan Bitcoin menjadi sebuah kripto yang aman digunakan. 

    Pada saat lima tahun yang lalu kamu bisa membeli Bitcoin dengan harga sekitar 500 US Dollar. Pada 30 September kemarin harga satu Bitcoin sudah mencapai 43000 US Dollar (mengalami pertumbuhan 8.600%) dan pada 21 Oktober 2021 Harga Bitcoin mencapai lebih dari 60.000 USD Dollar (meningkat lebih dari 12.000 % sejak 500 US Dollar). Jika kamu berminat untuk membeli kripto Bitcoin kamu bisa membelinya di Pasar Kripto Indonesia yakni Tokocrypto. Kamu juga bisa melihat kapitalisasi pasar Bitcoin di Tokocrypto

    Baik dari segi platform cryptocurrency maupun blockchain Ethereum merupakan yang favorit di kalangan para developer program karena Ethereum memiliki aplikasi yang potensial seperti Smart Contract yang secara otomatis dijalankan pada saat kondisi dan syarat terpenuhi serta berbagai token non fungible (NFT). 

    Ethereum juga sudah mengalami kenaikan harga yang sangat luar biasa. Hanya dalam lima tahun saja harganya naik dari 11 US Dollar hingga menjadi 4.000 US Dollar pada tanggal 21 Oktober 2021. Jika kamu berminat untuk memiliki ETH (Ethereum) kamu bisa melakukan pembelian secara langsung di Tokocrypto. 

    3. Binance Coin ($BNB)

    Binance Coin merupakan salah satu Kripto yang dapat kamu gunakan untuk berdagang dan untuk pembayaran di aplikasi Binance maupun Tokocrypto. Binance merupakan platform Exchange Kripto terbesar di dunia

    Sejak diluncurkan pada tahun 2017, Binance mulai berkembang dengan memfasilitasi perdangangan kripto di Platformnya. Untuk sekarang platform Binance sudah dapat digunakan untuk perdagangan, proses pembayaran dan juga bisa untuk pemesanan traveling. Harganya pada tahun 2017 hanya 0,10 US Dollar dan pada tanggal 20 Oktober 2021 sudah meningkat menjadi 500 US Dollar. 

    4. Cardano ($ADA)

    Cardano merupakan salah satu kripto yang diluncurkan pada September 2017. Cardano mengalami pertumbuhan yang sangat baik karena memiliki potensi pasar yang tinggi. Selain itu transaksi Cardano juga termasuk cepat dan efektif sehingga dapat mengurangi penggunaan energi. Cardano juga memiliki Cardano Smart Contract seperti Binance dan Ethereum, selain itu juga memiliki aplikasi terdesentralisasi (dApps). 

    Perkembangan Harga Cardano relative stabil dengan harga awal pada tahun 2017 seharga 0,02 US Dollar dan memiliki ATH di harga 3,1 US Dollar pada tanggal 2 September 2021 walaupun mengalami koreksi akan tetapi harga Cardano tetap berada di 1,8 US Dollar. Pada tanggal 21 Oktober 2021 harga Cardano sebesar 2,2 US Dollar. 

    5. Ripple ($XRP)

    XRP merupakan salah satu kripto yang dibuat oleh beberapa pendiri dari Ripple. XRP merupakan sebuah teknologi digital dengan tujuan untuk memproses pembayaran. XRP dapat digunakan di jaringan untuk memfasilitasi pertukaran berbagai jenis mata uang termasuk mata uang FIAT maupun mata uang kripto yang lainnya. 

    Pada awal tahun 2017, harga XRP adalah $0,006. Pada tanggal 14 April 2021 XRP mencapai ATH nya di harga 1,96 US Dollar. Sedangkan pada tanggal 21 Oktober 2021 harga XRP berada di 1,16 US Dollar. Ini membuktikan bahwa XRP mengalami kenaikan harga yang sangat signifikan sejak 2017 hingga saat ini. 

    6. Solana ($SOL)

    Solana dikembangkan untuk mendukung penggunaan DeFi (keuangan terdentralisasi), dApps (apilikasi terdesentralisasi) dan Smart Contract. Solana berjalan pada sistem blockchain dengan mekanisme bukti kepemilikan dan bukti Riwayat yang unik yang membuatnya dapat memproses transaksi dengan cepat dan aman. 

    Solana atau SOL mulai diluncurkan pada tahun 2020 dengan harga awal 0,77 US Dollar dan pada tahun ini tepatnya pada tanggal 21 Oktober 2021 harga Solana sudah mencapai 194,21. Peningkatan harga yang begitu cepat pada kripto ini karena dipengaruhi beberapa faktor seperti berhasil meluncurkan project Wormhole dan terjun ke dalam NFT. 

    Nah itulah 6 Kripto terbaik di bulan Oktober 2021 ini. Jika kamu baru mengenal kripto ataupun blockchain kamu dapat memulainya dengan Tokocrypto yang menyediakan begitu banyak pasar kripto yang bisa kamu beli dan jual di Tokocrypto. Di Tokocrypto terdapat banyak fitur yang bisa kamu gunakan seperti CryptoHero, Tokoscape, Toko NFT dan ada juga edukasi kripto untuk kamu yang baru belajar.   

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bloomberg: Kapan Bitcoin Mencapai $100.000?

    Menurut indikator permintaan Bloomberg, Bitcoin bisa memakan waktu lima tahun atau lebih untuk mencapai level harga $ 100.000.

    Bitcoin (BTC) telah memiliki sejarah menambahkan nol pada harganya ketika Bitcoin pertama kali diperdagangkan pada $ 1.000, butuh 4 tahun untuk menambahkan nol lagi, untuk mencapai $ 10.000.

    Bloomberg memperkirakan agar Bitcoin menambahkan nol lagi, mencapai $ 100.000, itu akan terjadi sekitar tahun 2025, dengan mempertimbangkan pematangan alami. Laporan crypto terbaru Bloomberg berbunyi:

    “Sekitar empat tahun setelah awalnya mencapai $ 1.000, itu menambahkan nol. Mempertimbangkan pematangan normal, sekitar dua kali lipat kerangka waktu dari $ 1.000 menjadi $ 10.000 akan datang sekitar tahun 2025, agar Bitcoin berpotensi menambah nol lagi.”

    Grafik Bloomberg juga menunjukkan bahwa ukuran tahunan volatilitas 260 hari sedang menuju ke bawah, dengan sebagian besar permintaan dan langkah-langkah adopsi menunjukkan fakta bahwa Bitcoin akan tetap berada di jalur Bullish.

     

    Baca Juga: 30 Cara Mendapatkan Uang Dari Internet Tanpa Modal Di Tahun 2020

    Baca Juga: 27 Aplikasi Penghasil Pulsa dan Penghasil Uang Gratis Di 2020

    Indikator permintaan Bloomberg menunjukkan bahwa harga Bitcoin berada di jalur menuju Resistance Bitcoin di level $ 14.000.

    Dengan pasokan terbatas Bitcoin yang unik, pasokan crypto utama ini tidak dapat dipengaruhi oleh harga. Oleh karena itu, adopsi cryptocurrency terbesar di dunia adalah metrik penilaian utama untuk Bitcoin. Pasokan Bitcoin juga menurun berdasarkan persentase tahunan, yang juga dapat meningkatkan harga dan permintaannya.

    Selain itu, Bloomberg menekankan lagi bahwa Bitcoin semakin menjadi seperti emas, karena korelasi Bitcoin-ke-emas telah mencapai titik tertinggi baru sejak 2010.

    Karena permintaan untuk Bitcoin akan meningkat, seperti emas versi digital, Tether dapat melampaui Ethereum dalam hal kapitalisasi pasar.

    Baca Juga: Cara Mengamankan Akun Bitcoin Anda di Platform Exchange

    Dan dalam laporan Bloomberg juga dinyatakan, karena adopsi stablecoin meningkat, mata uang digital bank sentral (CBDC) akan terjadi. Laporan itu menambahkan:

    “Perlu sesuatu yang signifikan untuk menghentikan peningkatan adopsi Tether, stablecoin teratas, yang berada dalam kecepatan untuk menyamai kapitalisasi Ethereum dalam waktu kurang dari setahun, berdasarkan trend regresi sejak awal 2019.”

    Kebutuhan akan BTC adalah katalis utama menurut pandangan Bloomberg, sehingga tingkat adopsi yang mulai terus bertumbuh bisa menjadi sinyal positif untuk potensi harga jangka menengah dan panjang bagi sang crypto utama ini.

    artikel ini dapat dibaca kembali disini.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga BTC Turun Rp 8 Juta

    Bitcoin (BTC) telah melihat beberapa sikap Bullish luar biasa selama beberapa hari terakhir, dengan kenaikan yang sangat signifikan dari Rp 111 juta-an menjadi Rp 140 juta-an.

    Kenaikan tersebut telah menutup trend bearish yang terjadi di pertengahan bulan Maret yang membuat harga menjadi Rp 65 juta-an. Banyak yang meyakinkan bahwa harga tersebut adalah bottom ( harga terendah) dalam trend bearish.

    Ditengah bencana ekonomi saat ini, Bitcoin (BTC) adalah aset yang berkinerja paling baik.

    Pada saat pers, harga Bitcoin turun 4% dalam 24 jam, dari Rp 140 juta menjadi Rp 128 juta.

    Baca Juga: QCP Quick Market Update 30 April 2020

    Level tertinggi ini ditetapkan semalam ketika Bulls mendorong setinggi mungkin. Tetapi, dorongan ini kehilangan momentum dengan cepat, yang membuat harga turun.

    Kemampuan Bitcoin untuk bertahan kuat di wilayah atas Rp 120 juta merupakan tanda Bullish yang kuat, karena level ini menunjukkan bahwa para Bulls mulai membangun beberapa Support penting dalam area ini.

    Namun, ada beberapa analis tidak percaya dengan trend bullish tersebut.

    Baca Juga: 15 Tips Trading Forex atau Cryptocurrency Untuk Pemula 2020

    Josh Rager, co-founder Blockroots.com, memprediksi jika BTC tidak bisa menutup $9.300 (Rp 142 juta) dalam grafik 4 jam, ada kemungkinan bahwa BTC akan melakukan pullback. Disisi lain, harga masih terlihat bullish untuk low time frame.

    Baca Juga: 16 Hari Sebelum Halving, Apakah Anda Siap Menjadi OKB?

    Mr.Anderson, analis populer lainnya di Twitter, men-Tweet:

    Bulls harus memegang $8.528 (Rp 130 juta) dan kehilangan $7.885 (Rp 120 juta) akan membuat BTC ke $6.600 (Rp 100 juta).

    Ahli makroekonomi dan trader Henrik Zeberg baru saja memperingatkan para follower di Twitter bahwa fase likuidasi akan masuk ke pasar utama, termasuk juga Bitcoin.

    Dia menegaskan bahwa Dolar A.S masih menjadi raja selama pandemik Covid-19 dan akan banyak orang melikuidasi aset mereka.

    Dalam masa ini, cash is the king, uang cash adalah raja.

    Namun, momen halving masih ditunggu-tunggu oleh pemegang Bitcoin, mengharapkan harga akan melambung lebih tinggi. Secara historis, momen halving membuat harga BTC naik dalam 6-12 bulan. Kita lihat saja.





    Sumber : news.tokocrypto.com