Tag Archives: btc

Pengamat: Bitcoin Bisa Kembali Sentuh $20,000 Awal Tahun Depan

Sejumlah pengamat aset kripto sepakat, bahwa penguatan hebat Bitcoin selama beberapa pekan terakhir akan diikuti oleh penguatan lebih hebat di masa mendatang. Pengamat lain malah meramalkan Bitcoin bisa kembali sentuh US$20 ribu pada tahun ini atau awal tahun 2021.

“Pada dasarnya, Bitcoin saat ini jauh lebih kuat daripada tiga tahun lalu, karena sejumlah faktor. Misalnya halving , peningkatan adopsi institusi, penggunaan dalam transaksi barang dan jasa, termasuk perusahaan publik AS yang berinvestasi di Bitcoin, kemudian PayPal yang menyediakan layanan jual-beli aset kripto,”kata Nicholas Pelecanos dari NEM, dilansir dari Forbes, 7 November 2020.

Kata Pelecanos lagi, secara historis, Bitcoin berkinerja sangat baik pada akhir dan awal tahun. Jadi, dia tidak akan terkejut jika Bitcoin bisa harga tertinggi sepanjang massa, [yakni US$20 ribu] pada tahun ini atau di awal 2021.

Pengamat lain, yakni Glen Goodman, menyoroti data terbaru dari Google Trends yang mencerminkan minat pencarian terhadap Bitcoin yang sedang melonjak, dibandingkan jauh beberapa pekan yang lalu.

Dalam rentang 90 hari yang terakhir secara global, sejak 8 Agustus 2020 hingga 17 Oktober 2020, tren minat cenderung menurun, dari skor 74 menjadi 45. Namun, setelah medio Oktober 2020 itu, minat naik drastis, menjadi 100, sebagai skor tertinggi pada data Google Trends.

Bagi Goodman, data itu mencerminkan arus minat pengguna Bitcoin dari kalangan retail. Bahkan ia mengakui itu sangat bagus bagi pasar Bitcoin, daripada lebih banyak dari kalangan institusi atau arus utama.

“Orang yang terlambat datang ini adalah ‘tangan lemah’ yang cenderung panik dan menjual saat tanda bahaya pertama. Ini adalah fenomena yang sama yang kita lihat di semua pasar aset, bukan hanya aset kripto. Perkembangan Bitcoin dan aset kripto lain yang lambat dan stabil justru akan menghasilkan kenaikan harga yang lebih berkelanjutan,” pungkasnya.

Baca Juga: Tokocrypto Resmi Luncurkan Aplikasi Perdagangan Aset Kripto

Sebelumnya, nada prediksi serupa datang dari Mike McGlone, Analis di Bloomberg Intelligence pada 5 November 2020 lalu, melalui satu kajian khusus dan mendalam.

Ia memrediksi bahwa harga Bitcoin bisa mencapai lebih dari US$35 ribu per BTC pada tahun 2021, berbanding harga 3 November 2020, US$13.700 per BTC.

“Pasokan tahunan Bitcoin akan turun menjadi kurang dari 2 persen pada tahun depan. Jika Bitcoin Halving sebelumnya berfungsi sebagai penunjuk arah, maka pada tahun 2021 akan menjadi tahun naik yang kuat. Jika Bitcoin naik hanya seperempat dari sekitar 1.375 persen pada tahun 2017, tahun setelah pasokan harian Bitcoin baru turun menjadi 1.800 BTC, maka harga Bitcoin akan melebihi US$35.000 pada tahun 2021 berbanding sekitar US$13.700 per BTC pada 3 November 2020,” tegas McGlone, 4 November 2020.

Volatilitas Rendah Berdampak Positif
McGlone juga menyoroti pengaruh volatilitas Bitcoin yang rendah terhadap apresiasi harga Bitcoin yang tinggi.

bitcoin kembali sentuh $20,000
Tingkat volatilitas harga Bitcoin yang semakin rendah, sejak tahun 2010. Sumber: Bitinfocharts.com.

Volatilitas Bitcoin yang menurun yang berbanding terbalik dengan aset lain menunjukkan bahwa Bitcoin semakin unggul dan lebih cenderung terapresiasi jika pola masa lalu adalah panduannya. Grafik kami menggambarkan volatilitas Bitcoin 180 hari turun mendekati titik terdalam 2015, di sekitar 36 persen. Dan untuk pertama kalinya jatuh di bawah Indeks Saham Nasdaq 100. Dari Oktober 2015, ketika volatilitas mencapai titik terendah 2017, Bitcoin meningkat sekitar 8.000 persen,” tulis McGlone menyiratkan penguatan harga Bitcoin yang terus menerus.



Sumber : news.tokocrypto.com

PewDiePie Promosikan Game Crypto serupa Pokemon-Go

Gamer dan YouTuber PewDiePie dalam salah satu videonya mempromosikan sebuah game mirip Pokemon-Go yang bisa memberikan crypto ke para pemainnya.

PewDiePie telah mendemonstrasikan game berbasis Augmented-Reality baru bernama Wallem yang memungkinkan pemain untuk mengumpulkan crypto.
Game ini memiliki fitur dompet cryptocurrency dan pemain dapat mengumpulkan Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan cryptocurrency lainnya.

Baca Juga: Ketahui Perbedaan Trading Binary dan Trading Aset Kripto

Sebelumnya YouTuber ini juga pernah mempromosikan sebuah platform live streaming berbasis blockchain bernama DLive, meski setelah itu ia kembali lagi ke habitat YouTube nya.

Pewdiepie menunjukkan game berburu harta karun berbasis blockchain ini kepada para subscribers di channel YouTube nya. Game Wallem menggunakan peta 3D dan teknologi augmented reality (AR), untuk menempatkan objek virtual di dunia nyata.

Dalam game ini terdapat dompet cryptocurrency dan memungkinkan penggunanya untuk menemukan dan mengumpulkan Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH) dan cryptocurrency lainnya, yang dapat ditransfer ke dompet eksternal dan kemudian dijual di bursa.

“Anda bisa berjalan-jalan di luar dan mendapatkan token. Berdasarkan tempat tinggal Anda, mereka akan muncul di sekitar Anda,” jelas PewDiePie dalam video tersebut.

Game Wallem, yang tersedia di iOS dan Android, memberi penghargaan kepada pemain dengan token ERC-20 berbasis Ethereum yang disebut Pteria (PTE,) dan menampilkan acara khusus dengan hadiah dari merek-merek besar termasuk Armani dan Motta.

Tidak hanya itu, game ini juga masih dalam tahap pengembangan lebih lanjut. Penemunya, Andrea Bempensante, mengatakan bahwa versi game yang akan datang akan memungkinkan pemain untuk mencuri token dari pemain lainnya.

Baca Juga: Hindari Sanksi AS, Iran Gunakan Bitcoin untuk Impor

Selain itu, Game ini juga memungkinkan penggunanya untuk mengumpulkan NFT atau non-fungible token dalam bentuk skin. PewDiePie pun menjual ” PewDiePie skin” miliknya sendiri sebagai token non-fungible (NFT).

NFT dan dunia virtual berbasis blockchain saat ini sedang ramai nih. Hanya dalam seminggu terakhir, hampir $ 1,5 juta telah dihabiskan untuk penjualan NFT.

Pada bulan Mei, L’Atelier, sebuah perusahaan riset yang merupakan bagian dari grup perbankan internasional Prancis BNP Paribas, mengidentifikasi pasar platform game senilai $ 100 miliar seperti Fortnite dan Minecraft, dan dunia virtual seperti Decentraland. Dan sekarang, bahkan para YouTuber arus utama pun ikut-ikutan.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Mark Cuban: Apakah Bitcoin Layak Sebagai Sarana Transaksi?

Di saat Bitcoin (BTC) dianggap sebagai emas digital oleh sebagian investor, yang juga sebagai lindung nilai dari inflasi. Seorang investor dan milyarder tech ini justru tidak berpandangan seperti itu.

Belum lama ini, Pemilik Dallas Mavericks, Mark Cuban, berpendapat bahwa crypto utama ini tidak dapat dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Dia sekali lagi berpendapat bahwa Dogecoin (DOGE) lebih cocok untuk menjadi alat pembayaran daripada Bitcoin.

Selama beberapa tahun terakhir, miliarder Amerika Mark Cuban telah menunjukkan sikap kontroversial terhadap Bitcoin. Pada awal 2020, dia jelas bukan pendukung Bitcoin, dengan mengatakan lebih mudah untuk berdagang pisang daripada BTC.

Kemudian, dia mulai berganti pandangannya, dan tahun lalu dia menggambarkannya sebagai “kepercayaan” keuangan, yang lebih baik daripada emas.

Baca JugaPergerakan Harga Mingguan SOL, MANA dan DOT

Bertentangan dengan komentar negatif sebelumnya, ia kemudian menyoroti aset tersebut sebagai aset yang mudah untuk diperdagangkan, disimpan dan dibuat.

Kemarin, bentrokan verbal baru-baru ini dengan tokoh YouTube Preston Pysh di Twitter, dimana Pysh mengatakan Dogecoin sudah turun 80% setelah Mark tweet pada tahun 2021.

Belum lama ini, tim NBA-nya mulai menerima Bitcoin dan pembayaran crypto lainnya untuk tiket permainan dan barang dagangan di toko online-nya.

Namun, pemilik klub menjelaskan bahwa para penggemar tidak tertarik untuk membelanjakan Bitcoin mereka. Karena mereka lebih memilih untuk memegang aset dalam jangka panjang, mengharapkan harganya meningkat seiring waktu.

Di sisi lain, banyak yang menggunakan Dogecoin untuk pembelian karena mereka memiliki sikap yang sama sekali berbeda terhadap token meme tersebut.

“Kami menjual ribuan dan ribuan dolar per bulan selama musim sepi, dan begitu musim dimulai, saya berharap itu terjadi per minggu di Dogecoin – dan itu benar-benar karena mudah dibelanjakan, itu tidak begitu dihargai orang-orang tidak ingin memegangnya selamanya.”

Baca juga6 Kripto Ini Bisa Kalahkan Dogecoin (DOGE) di Tahun 2022?

Dia menekankan bahwa Dogecoin adalah cara untuk memahami bagaimana aset digital berfungsi, bukan alat investasi yang sukses.

Sebelum itu, Mark Cuban juga pernah kena rug-pul pada koin Titan tahun lalu.

Tentu saja, Bitcoin mungkin lebih dipandang sebagai aset investasi. Alih-alih sebagai alat transaksi karena potensi bertumbuhnya yang masih dipandang sangat besar. Kita lihat saja!



Sumber : news.tokocrypto.com

Indonesia Resmi Resesi, Bagaimana Nasib Bitcoin?

Pandemi membuat banyak perekonomian dunia merosot tajam. Pada 5 November 2020, pemerintah Indonesia mengumumkan masuk ke jurang resesi secara resmi.

Resesi ekonomi ini disebabkan penurunan pertumbuhan ekonomi suatu negara berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB). Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka pertumbuhan ekonomi kuartal III yang berada dalam level kontraksi di minus 3 persen secara tahunan. Jika melihat kembali kuartal II/2020, itu artinya pertumbuhan negatif ekonomi sudah mencapai 5,32 persen secara tahunan.

Baca Juga: Pahami Perbedaan investasi Antara Saham dan Bitcoin

Indonesia Resesi, Adakah Efek Bagi Bitcoin?

Secara fundamental, Bitcoin berada di dalam jaringan blockchain terdesentralisasi. Itu artinya, tidak ada entitas pengendali utama. Namun, jika menilik kembali sejarah mata uang crypto, ada beberapa keterkaitan antara pasar crypto dan juga pasar tradisional biasa yang berada di Amerika Serikat dan bukan Indonesia.

Misalnya saja, Bitcoin pernah mengalami anjloknya harga lebih dari 50% hanya dalam beberapa waktu pada Maret 2020 lalu ketika Pembatasan Sosial di seluruh dunia khususnya Amerika Serikat mulai diberlakukan seperti yang terlihat pada grafik di bawah ini.

indonesia resesi nasib bitcoinBeberapa analis juga pernah mengkorelasikan Bitcoin dan pasar saham AS, tetapi hal itu hanya pernah Bitcoin lakukan beberapa kali saja dan kemudian Bitcoin tidak terlihat lagi memiliki korelasi dengan aset lain. Ini mengacu kembali pada sistem Bitcoin yang terdesentralisasi dan mendunia.Berbeda dari Indonesia yang mengalami penurunan ekonomi, justru Bitcoin saat ini sedang mengalami pasar bullish dan kondisi pasar yang sangat baik. Hal ini bertepatan juga dengan momen pemilihan presiden di Amerika Serikat.

Baca juga: Menanti Hasil Pemilu AS, Bitcoin Tembus $14.000!

Pada saat penulisan Bitcoin berhasil menembus Rp209 Juta dan diprediksi akan terus melonjak hingga Rp215 juta di masa mendatang.

Baca juga: Analis Prediksi Harga Bitcoin Bisa Capai Rp215 Juta Segera!

BitcoinIDR

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Trump atau Biden Sama Saja, Posisi Bitcoin Tetap Diuntungkan

Sangat sulit menakar pasti bagaimana kaitan antara pemilihan presiden AS dengan pasar aset kripto, terlebih-lebih Bitcoin. Namun, pelaku pasar melihatnya justru dipertimbangkan, bahwa Trump atau Biden yang menang, hasilnya sama saja, dolar bertambah banyak, menguatkan harga Bitcoin.

“Sejauh ini baik-baik saja, pasar aset kripto tampak bagus, walau sulit mengatakan penyebab jelas Bitcoin mencapai US$14 ribu per BTC. Namun, pilpres AS tampaknya memainkan peran penting bagi sentimen pasar,” jelas Jason Deane, Analis di Quantum, dilansir dari Forbes, 3 November 2020

Baca Juga: Beginilah Cara Pelaku Institusi Membantu Industri Penambangan Bitcoin Bertumbuh

Deane juga menyoroti soal sentimen awal bahwa kemenangan Biden berdasarkan hasil hitung cepat saat ini, menandai stimulus oleh AS akan terus berlangsung dan jumlah kasus COVID-19 pulih dengan cepat.

“Dalam skenario itu, Bitcoin sedikit banyak ‘menumpang’ yang menguatkan harganya, daripada faktor fundamental,” kata Deane.

Sementara itu, Cory Klippsten dari Swan Bitcoin mengatakan, siapapun nanti presidennya, pelonggaran kuantitatif dan stimulus (menambahkan pasokan uang ke ekonomi-Red) oleh AS justru menguntungkan posisi Bitcoin.

“Semua faktor makro adalah peluang bagi kenaikan harga Bitcoin,” katanya.

Klippsten mengakui sentimen pasar terhadap Bitcoin masih sangat besar, karena penurunan sekecil apapun aset kripto itu, selalu saja ada yang membeli.

Pernyataan Klippsten itu merujuk pada aksi perusahaan publik Square dan MicroStrategy yang berinvestasi di Bitcoin, belum lama ini.



Sumber : news.tokocrypto.com

Beginilah Cara Pelaku Institusi Membantu Industri Penambangan Bitcoin Bertumbuh

Pelaku institusi kini telah memasuki industri penambangan aset crypto, mendorong terciptanya solusi tingkat perusahaan, tetapi juga menawarkan solusi baru untuk tantangan yang ada, menurut Igor Runets, pendiri dan CEO BitRiver, penyedia layanan penambangan yang berbasis di Rusia.

Sempat hampir bangkrut di tahun 2016, Runets pun menghadapi dua pilihan yaitu menyatakan kebangkrutan pada data pusat yang didedikasikan untuk perangkat tersebut, atau membelinya dan mengubahnya menjadi bisnis colocation.

Baca Juga: Hot Wallet dan Cold Wallet, Mana yang Lebih Aman?

Dia pun memilih opsi kedua sehingga membentuk BitRiver. Ia mengatakan:

“Segera setelah pusat data mulai menghasilkan keuntungan, saya mengumpulkan uang dari investor internasional.”

Ia mengklaim bahwa mereka saat ini adalah “pusat data terbesar yang menawarkan layanan colocation penambangan Bitcoin di Rusia dan Asia Tengah, dan beroperasi secara menguntungkan.”

Runets, bagaimanapun, telah memperhatikan beberapa trend yang menjadi lebih menonjol akhir-akhir ini, mengatakan bahwa:

“Salah satu tren utama dalam industri pertambangan adalah masuknya pelaku institusi dan, sebagai hasilnya, pengenalan layanan tingkat perusahaan baru untuk industri pertambangan.”

Adapun, masuknya institusi keranah ini dapat memberikan kemungkinan solusi seperti yang diungkapkan oleh Runets:

“Saat penambangan menjadi lebih dilembagakan, pelaku institusional juga menawarkan solusi baru untuk tantangan yang ada di industri pertambangan.”

Ia menambahkan dengan memberikan contoh kemitraan yang baru-baru ini diumumkan antara Foundry dan MicroBT, produsen perangkat keras penambangan crypto utama yang berbasis di China, sebagai yang terakhir bertujuan untuk meningkatkan pangsa pasarnya di Amerika Utara dan meningkatkan efisiensi rantai pasokan bagi pembeli mesin pertambangan di Amerika Utara.

Baca Juga: Bitcoin Sudah Turun, Bagaimana Prediksi Selanjutnya?

Sejalan dengan hal tersebut, dalam waktu dekat, BitRiver berencana untuk meningkatkan penawaran produknya kepada investor institusional secara global, khususnya mereka yang belum mengenal penambangan cryptocurrency. Pendiri BitRiver pun mengatakan:

“Produk-produk ini memberi investor pengalaman produk investasi tradisional tanpa perlu masuk ke seluk-beluk ekonomi penambangan Bitcoin.”

Untuk dampaknya, tentu ini akan meningkatkan kepercayaan masyarakat luas kepada crypto disaat banyak pemain bermodal besar yang terjun kedalamnya, termasuk keranah penambangan crypto, yang akan mendongkrak angka persentase dari adopsi masal dan juga sentimen positif untuk Bitcoin agar dapat terus bertumbuh ke target optimisme, level $ 20.000 yang merupakan level tertinggi sepanjang masanya, dan mungkin akan menembusnya ke level yang lebih tinggi yang belum bisa Anda bayangkan. Kita lihat saja!

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

2 Tokoh Ini Percaya Bitcoin Lebih Baik dari Emas!

Lagi, perdebatan sengit antara Bitcoin dan emas kembali mencuat. Mengingat Bitcoin baru-baru ini rally meninggalkan posisi terendahnya dan diharapkan akan bergerak melaju ke tingkat yang lebih tinggi lagi.

Menurut beberapa laporan, bahkan analis JP Morgan, Nikolaos Panigirtzoglou menjelaskan bahwa di masa mendatang Bitcoin akan bisa menyaingi emas sebagai aset. Ia juga percaya mata uang crypto nantinya akan lebih berharga dibandingkan dengan hanya dijadikan sebagai penyimpan nilai.

Baca juga: 4 Persamaan Bitcoin dan Emas Sebagai Alat Investasi Masa Kini

Pendapat analis ini juga didasari dengan fakta bahwa Bitcoin memiliki kapitalisasi pasar cukup besar untuk disandingkan dengan jumlah keseluruhan Exchange-Trade FundsEmas dan juga total emas dalam bentuk batangan dan koin yang ada.

Meskipun Bitcoin masih dalam perjalanan panjang untuk bisa benar-benar menyaingi emas, dengan adanya beberapa investor besar dan pengadopsian mata uang crypto, ini cukup untuk mendorong Bitcoin berjalan lebih jauh lagi.

Baca juga: Seberapa Profit Bitcoin Dibandingkan Emas dalam 10 Tahun?

Selain, Nikolaos Panigirtzoglou, Michael Saylor sebagai CEO MicroStrategy juga mengemukakan pendapat bahwa Bitcoin jauh lebih baik dari pada emas.

Dilansir dari wawancara bersama media seputar berita finansial, Real Vision, jutawan tersebut membeberkan bahwa Bitcoin lebih baik daripada emas. Ia juga mengatakan bahwa perusahaannya MicroStrategy akan menyimpan Bitcoin bahkan hingga 100 tahun.

Baca Juga: Yuan Digitan Ampuh Tebas Dominasi Dollar?

Tidak hanya disandingkan dengan emas, CEO ini juga percaya bahwa Bitcoin merupakan sebuah aset jangka panjang dan dapat menjadi penyelamat banyak negara dengan keadaan ekonomi dan mata uang yang sedang runtuh.



Sumber : news.tokocrypto.com

South Park Memprediksi Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran Masa Depan

Meski pasar crypto secara keseluruhan telah bertumbuh dengan baik, terutama beberapa aset yang menjadi alat pembayaran. Namun ada pandangan yang menarik yang khusus dilayangkan kepada Bitcoin (BTC).

Belum lama ini, crypto utama ini telah menjadi cameo di acara populer South Park setelah lebih dari satu dekade dan perasaan terpecah atas episode tersebut. Ini memprediksi masa depan untuk Bitcoin tetapi menyebut kelas aset sebagai skema Ponzi dengan gaya satir yang khas.

Dalam sebuah episode di musim ke-24 pertunjukan. Bitcoin dan crypto yang dipilih adalah satu-satunya cara bertransaksi yang dapat diterima di masa depan. Episode berjudul “Pasca COVID” berlatar 40 tahun ke depan saat dunia mencapai tahap akhir pandemi dan manusia membayar barang dengan kartu Bitcoin melalui kode QR.

Baca jugaPompliano: Bitcoin $100.000 Sudah Dekat

Dalam episode tersebut, protagonis Stan Marsh memasuki sebuah motel bernama Super 12 Motel Plus mencari akomodasi untuk malam itu. Di dunia baru, nama merek memiliki kata “super” dan “plus” yang melekat padanya dan tanda di meja bertuliskan “ONLY Bitcoin.”

“Ini masa depan – kita semua telah memutuskan bahwa perbankan terpusat dicurangi sehingga kami lebih percaya pada skema Ponzi terbang-demi-malam,” ujar resepsionis motel memberi tahu Stan.

Referensi Bitcoin sebagai skema Ponzi diambil telah membuat produser acara dikecam oleh beberapa maksimalis Bitcoin. Namun, yang lain melihat humor dalam episode yang sejalan dengan sifat satir South Park dan mengambil hikmah bahwa aset tersebut akan diadopsi secara luas di masa depan.

Baca jugaKenalkan Penyimpanan Terdesentralisasi, Crust Bermitra dengan BSC

Pada tahun 2009, acara tersebut melemparkan ejekan pada lembaga keuangan tradisional setelah krisis keuangan global.

Episode berjudul “Margaritaville” mengikuti ayah Stan yang membawanya ke bank untuk belajar tentang pentingnya tabungan dan meminta dia untuk menyetor $100. Stan dengan ragu-ragu mendekati bankir dan menyerahkan uang kepadanya, sementara bankir memberi tahu dia tentang peluang investasi.

“Kita bisa menaruh cek itu di reksa dana pasar uang, lalu kita akan menginvestasikan kembali pendapatannya ke rekening mata uang asing dengan bunga majemuk aaa dan itu hilang,” kata bankir itu kepada Stan yang bingung.

Tidak hanya South Park, banyak kartun lainnya seperi The Simpson mengatakan bahwa BTC menjadi pembayaran.

Pada intinya, apa yang dulu meragukan Bitcoin kini sudah sangat optimis terhadapnya. Fundamental dan dukungan kuat dari banyak institusi telah membuat BTC menjelma menjadi sebuah mata uang digital yang kuat untuk bersaing di era ekonomi digital.  Sehingga, apa yang diramalkan di acara tersebut kemungkinan akan benar terjadi. Kita lihat saja!

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Transaksi Bitcoin Terbesar Baru Saja Terpecahkan, Berapa Ya Nilainya?

Dengan harga Bitcoin yang terus mendekati $13.000, salah satu dompet crypto dikabarkan baru saja melakukan transaksi Bitcoin dengan memindahkan uang sebesar lebih dari $1 miliar.

Menurut data on-chain, pemegang dompet BTC tersebut memindahkan lebih dari 88.857 BTC atau bernilai $1,15 miliar – dengan biaya pengiriman hanya 0,00027847 BTC, atau setara $3,58 pada saat berita ini dipublikasikan. Koin-koin tersebut dikonfirmasi di blok 654.364 pada 26 Oktober.

Baca Juga: Perusahaan Besar Dukung Bitcoin, Sebentar Lagi Giliran Bank

Data dari platform analitik CrystalBlockchain, tampaknya menunjukkan bahwa pengguna mengirim koin dari alamat dompet yang diberi label sebagai dompet Xapo Bitcoin. Pada 2019 lalu, Coinbase Custody mengakuisisi bisnis institusional Xapo, ada kemungkinan bahwa $1,15 miliar dalam bentuk Bitcoin berasal dari bursa yang berbada di Amerika Serikat.

Transaksi ini adalah pergerakan terbesar dari semua cryptocurrency berdasarkan nilai mata uang fiat, sebelumnya Bitfinex mencatat rekor sebagai pemegang transaksi Bitcoin terbesar pada bulan April lalu. Saat itu, mentransfer 161.500 BTC – $1,1 miliar – dengan biaya hanya $0,68.

Walaupun sebenarnya, transaksi Bitcoin ini masih kalah banyak dibanding Mt. Gox, sebuah cryptocurrency exchange yang berbasis di Tokyo, Jepang. Yang memindahkan sebanyak 500.000 BTC atau kala itu bernilai $1,32 juta pada 16 November 2011 silam. Namun bila dikonversikan pada harga BTC/USD hari ini, transaksi yang terjadi pada 2011 silam tersebut bernilai $7 miliar.

Baca Juga: Bank DBS Singapura Hadirkan Layanan Aset Digital

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Satu Faktor Utama Yang Perlu Bitcoin Atasi Sebelum Tembus $ 20.000

Tahun 2020 menjadi tahun yang berat bagi saham tradisional, tapi Bitcoin mulai menunjukkan bullish. Bitcoin tembus $13.725, berdasarkan Binance, hal ini akan mempermudah lonjakan Bitcoin untuk tembus $ 20.000.

Namun, harga Bitcoin sangat cepat turun ke $13.100 dan ranging pada saat ini.

Baca Juga: Bersiap! Ethereum 2.0 Akan “Segera” Rilis

Tapi, para ahli pasar mengatakan ada satu faktor yang perlu Bitcoin atasi sebelum tembus $ 20.000. Mereka mengharapkan resistensi di zona $ 13.500 dan $ 14.250. Artinya jika pergerakan lebih lanjut ingin dicapai, Bitcoin harus menembus level resistensi $ 14.250 terlebih dahulu.

Ahli pasar optimis bahwa Bitcoin pada akhirnya mampu melewati rintangan ini, karena Bitcoin sebelumnya sudah mampu menembus $ 12.000 – yang menjadi penghalang resistensi selama berminggu-minggu lamanya.

Para ahli mengatakan, dengan ‘membereskan’ satu level resistensi utama ini, maka Bitcoin akan dengan mudah untuk menembus $ 20.000. Para ahli berasumsi Bitcoin mungkin saja tidak menembusnya dalam satu kesempatan, sebaliknya, Bitcoin mungkin perlu mencobanya beberapa kali.

Menguji ulang level tersebut tidak selalu berarti bearish, karena pemimpin pasar telah mengatakan bahwa pengujian lebel dukunganresistensi adalah hal yang normal sebelum tren naik.

Selain itu, dolar AS yang terus terdepresiasi, juga menunjukkan bahwa harga Bitcoin akan melonjak lebih tinggi – menyiratkan kemungkinan besar Bitcoin mampu menaklukan level $ 14.250.

Berita Terkait: Inilah 3 Alasan Mengapa harga Bitcoin yang Turun Bukanlah Tanda Bearish

Kelangkaan Bitcoin membuat para investor ritel dan institusional berbondong-bondong mengadopsi Bitcoin sebagai aset safe haven yang andal. Mike Novogratz baru-baru ini menggembar-gemborkan cryptocurrency. Selain itu, CEO Galaxy Gdigital juga menyuarakan hal serupa.

“Berdasarkan penyesuaian risiko, $ BTC adalah taruhan yang lebih mudah pada hari ini dari pada sebelumnya. Bitcoin dipertaruhkan setiap hari,” katanya melalui Twitter.

Terlepas dari semua bencana pandemi global Covid-19, tahun 2020 nampaknya benar-benar tahunnya Bitcoin. Survey Grayscale Investments, semakin banyak investor dolar AS yang tertarik dengan Bitcoin di tahun ini.

“Lebih dari setengah invetor AS tertarik untuk berinvestasi di Bitcoin pada tahun 2020, lebih dari setengah (55%) responden survei menyatakan minatnya pada Bitcoin,” laporan resmi Grayscale Investments.

Menurut Crypto Michael, analis crypto di Twitter, Bitcoin harus mampu menahan di $13.250-$13.325, jika tidak, harga akan kembali ke $12.700.

Namun, jika dilihat dari grafik mingguan, BTC masih berada di trend bullish.

sumber.





Sumber : news.tokocrypto.com