Tag: btc

  • Whale Bitcoin: Strategi Sederhana Yang Membuat Anda Kaya

    Seorang Whale Bitcoin yang dikenal karena telah membuat pendapatnya bisa dibaca oleh publik, telah mempromosikan strategi investasi yang menurutnya telah diabaikan oleh sebagian besar trader crypto.

    Trader pseudonim yang dikenal sebagai ‘Joe007’ mengatakan bahwa trader pintar perlu memantau pergerakan harga jangka panjang Bitcoin, menjual posisi mereka ketika BTC telah meningkat 10x dan membeli ketika Bitcoin telah turun 5x dari puncaknya.

    Baca Juga: Cara Staking Aset Crypto untuk Mendapatkan Passive Income

    Joe007, yang dikenal karena menempatkan taruhan besar di bursa Bitfinex, menyebut metode ini sebagai “strategi investasi sederhana dan efektif yang memungkinkan siapa pun menjadi Whale dalam jangka waktu yang wajar.”

    Meskipun hasil yang berkurang pada akhirnya akan menendang dan menghilangkan kelangsungan strategi tersebut.

    Joe percaya aturan 10x / 5x akan bertahan setidaknya untuk beberapa siklus berikutnya. Ia pun yakin kalau saat ini harga masih terlalu tidak stabil untuk mengambil pendekatan “beli dan jangan pernah jual.”

    Joe mengatakan, gelombang High dan Low yang berulang cocok dengan desas-desus yang ada tentang BTC.

    “Beli BTC ketika turun, semua orang akan menggonggong tentang bagaimana itu akan segera nol, dan jual ketika naik dan tetangga boomer akan meminta Anda untuk tips bagaimana masuk ke ‘Bitcoin berikutnya’.”

    Ia pun juga mengatakan kalau halving Bitcoin akan mulai mengurangi masalah siklus-ke-siklus.

    “Halving mungkin telah menjadi pendorong utama ketidakseimbangan penawaran / permintaan pada siklus awal, tetapi seiring waktu perubahan di sisi permintaan akan memainkan peran yang jauh lebih besar.”

    Dalam hal portofolio pribadinya, ia mengatakan bahwa selain Bitcoin, ia menyimpan sejumlah uang di Tether (USDT) untuk melindungi nilai dari “kegagalan sistem perbankan.”

    Baca Juga: Apakah Dorian Nakamoto Adalah Satoshi Nakamoto?

    Bisa dikatakan, untuk jangka panjang, Joe007 menganut sebuah sistem gelombang (mirip Elliot Wave) yang sistematis untuk meraih keuntungan dipasar Bitcoin, dimana penurunan 5x bisa disebut sebagai Corrective Wave (Koreksi), dan kenaikan 10x bisa disebut sebagai Motive Wave (kelanjutan trend), sehingga ia akan cenderung mengabaikan hal-hal diluar ini dengan memilih untuk menunggu dan mengamati saja (wait and see). Bagaimana menurut Anda?

    artikel ini dapat dibaca kembali disini.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Naik Usai Ketua SEC Tegaskan Tidak Melarang Crypto

    Dominasi Bitcoin naik karena harganya melonjak menjadi $51.500. Kenaikan tersebut bertepatan dengan komentar Gary Gensler, Ketua SEC yang mengkonfirmasi bahwa Amerika Serikat tidak memiliki rencana untuk melarang crypto.

    Tak berjarak jauh dengan itu, salah satu Bank terbesar di Amerika Serikat juga mengungkapkan akan meluncurkan solusi penyimpanan crypto yang didukung oleh NYDIG

    Sayangnya, untuk saat ini solusi tersebut hanya akan menawarkan Bitcoin, dengan maksud untuk mendukung koin tambahan dari waktu ke waktu.

    Baca JugaGubernur The Fed Tegaskan Mereka Tidak Melarang Crypto!

    “Bulan ini semua mata tertuju pada persetujuan potensial SEC atas Bitcoin ETF. Semua itu akan lebih relevan mengingat dua perkembangan terakhir pada konferensi minggu lalu”.  Ungkap Gary Gensler menyinggung preferensinya untuk Bitcoin ETF.

    Selain tidak berniat melarang cryptocurrency, Gensler juga mencatat jika masalah stabilitas keuangan akan dapat terangkat oleh stablecoin sebagai prioritas agensi.

    Perwakilan anggota DPR Amerika Serikat. Patrick McHenry kemudian membidik tindakan dan sikap yang diambil oleh SEC mengenai aset digital di bawah kepemimpinan Gensler selama persidangan.

    McHenry menuduh kepala SEC gagal bertindak sesuai dengan praktik lama yang dipegang oleh agensi untuk memperhatikan komentar tentang pembuatan peraturan dan prosedur.

    “Beberapa komentar yang dibuat telah menimbulkan pertanyaan di pasar dan membuat segalanya menjadi kurang jelas. Orang-orang seharusnya membuat pernyataan yang tampaknya tidak masuk akal lebih dulu tanpa mengabaikan pembuatan aturan dengan mengeluarkan pernyataan tanpa proses yang semestinya. Lagipula, pada dasarnya orang-orang tersebut telah bertindak kasar terhadap investor Amerika.” Gensler memberi konfirmasi bahwasanya SEC mengikuti tindakan prosedur administratif.

    McHenry juga mengutip komentar yang dibuat oleh Gensler kepada Komite pada tahun 2019 ketika ia mengajar di MIT dan mengkritik keputusan sebelumnya dari SEC yang mengklasifikasikan BTC dan ETH sebagai komoditas.

    Baca jugaDC Comics Akan Meluncurkan NFT Batman dan Superman

    Ketika ditanya tentang pandangannya saat ini tentang masalah terkait masalah tersebut, Gensler menyatakan,

    “Saya tidak akan masuk ke satu token pun, tetapi saya pikir undang-undang sekuritas cukup jelas dan jika mereka mengumpulkan uang kemudian investasi publik dan memiliki ekspektasi keuntungan yang wajar berdasarkan upaya orang lain, itu telah sesuai dengan undang-undang sekuritas.”

    Sementara itu, sidang dilakukan pada hari yang sama ketika McHenry mengusulkan Clarity for Digital Tokens Act of 2021, yang sangat mengacu pada proposal safe harbour yang diajukan oleh Komisaris SEC pro-crypto, Hester Peirce, pada Februari 2020.

    Selama persidangan, McHenry menekan Gensler apakah dia telah meluangkan waktu untuk meninjau proposal Peirce.

    “Komisaris Peirce dan saya telah membicarakan pemikirannya tentang potensi pelabuhan yang aman. Saya pikir tantangan bagi publik Amerika adalah jika kita tidak mengawasi ini dan membawa perlindungan investor, orang akan dirugikan.”

    Gensler pun mengelak dan menjawab apakah dia telah meninjau proposal Peirce secara khusus.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Merosot Gara-Gara Trump Tunda Stimulus Covid-19 Kedua

    Donald Trump tunda paket stimulus Covid-19 kedua hingga pemilu AS 2020 rampung digelar. Pengumuman ini datang di saat genting, yaitu jelang pemilu AS yang ditetapkan akan terlaksana pada 3 November mendatang.

    Trump yang sedang dalam masa pemulihan ini memposting sebuah tweet :

    “Kami membuat tawaran yang sangat murah hati sebesar $ 1,6 Triliun dolar dan, seperti biasa, dia (Nancy Pelosi) tidak bernegosiasi dengan itikad baik.”

    Tweet Trump lebih lanjut, “Saya telah menginstruksikan perwakilan saya untuk berhenti bernegosiasi sampai setelah pemilihan ketika segera setelah saya menang, kami akan mengesahkan RUU Stimulus utama yang berfokus pada pekerja keras Amerika dan Bisnis Kecil.”

    Menurut CNBC, Trump nampak bertentangan dengan dirinya sendiri, setelah mendesak partai Democratic dan Republican menyepakati paket stimulus pada 3 hari lalu.

    Negosiasi stimulus Covid-19 telah berlangsung selama berbulan-bulan di AS, karena ekonomi AS yang memburuk dan jutaan warga AS jadi pengangguran dampak dari pandemi virus corona.

    Baca Juga: Mengapa Bitcoin Bisa Bernilai?

    Meski Nancy Pelosi sebagai Ketua DPR AS dan Steven Mnuchin sebagai Menteri Keuangan AS telah berbulan-bulan mendiskusikan hal ini, tapi dilaporkan bahwa Trump belum juga terlibat dalam hal ini.

    Tak lama setelah tweet presiden AS tersebut, tren pasar saham terpancing dengan Dow Jones Industrial Average yang turun sebesar 1,3%.

    Sementara pasar crypto juga bergejolak dimana harga Bitcoin turun hingga 1,4% dalam 7 hari terakhir. Dan, harga semua altcoin turun, termasuk DeFi YFI, turun lebih dari 55% dalam 30 hari terakhir.

    Hal tersebut membuktikan bahwa ruang crypto masih berkorelasi dengan pasar saham. Beberapa analis berspekulasi kalau crypto butuh waktu beberapa tahun untuk memisahkan diri dari pasar saham tradisional. Tetapi fiat khususnya dolar AS masih jadi patokan dan referensi nilai cryptocurrency.

    Trader mengantisipasi kesepakatan stimulus ekonomi kedua ini, karena banyak bisnis yang berjuang untuk bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19.

    Sayangnya, stimulus nampaknya telah mengeringkan likuiditas yang mendukung pasar. Bagaimana menurut Anda? Apakah keputusan Trump menunda stimulus kedua ini sudah tepat?

    Baca Juga: Begini Prediksi Pengaruh Pemilu AS Terhadap Bitcoin

    artikel ini dapat dibavca kembali disini.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah Strategi Veteran Bitcoin Yang Menghasilkan Keuntungan $ 10 Miliar

    Investor Bitcoin legendaris, Chamath Palihapitiya telah menerbitkan rahasianya menghasilkan keuntungan $ 10 miliar dalam Bitcoin. Ia memulai pertaruhannya pada tahun 2012 dan 2013 dan memperoleh 1 juta BTC dengan harga $ 80 saat itu.

    Strateginya adalah bisa membedakan kapan suatu investasi menghasilkan keuntungan dan mengetahui bagaimana mengelola risiko.

    Investasi 101: Jangan bingung membedakan presentase slugging dengan pukulan rata-rata. Palihapitiya menjelaskan bahwa investasi adalah tentang mengetahui produk yang Anda investasikan, meskipun produk tersebut tidak diketahui. Dalam hal ini, indikator MOIC (Multiple of Invested Capital) menjadi alat yang sangat diperlukan untuk mengetahui nilai total investasi atau portfolio.

    Baca Juga: Industri Cryptocurrency dan Blockchain di Indonesia Alami Pertumbuhan Besar-besaran

    Menurutnya, investor hebat fokus pada presentase slugging, yaitu mereka mengetahui investasi mereka dan dapat menambahkan lebih banyak uang untuk investasi tersebut. Mereka tahu bagaimana memanfaatkan atau mengambil risiko serta ‘menunggangi pemenang’.

    Kesimpulannya, investor hebat tahu bahwa memiliki investasi yang baik itu lebih penting, dari pada memiliki banyak bagian dari yang tidak relevan dari banyak pemenang.

    Palihapitiya menambahkan: Luangkan waktu untuk memahami apa yang Anda miliki sehingga Anda bisa menjadi ‘semua’ jika perlu. Seharusnya tidak pernah terjadi tetapi jika Anda memiliki tingkat keyakinan seperti ini, Anda akan mengukur dan menambahkan dengan tepat dan membiarkan persentase slugging Anda yang berbicara.

    Ketika Whitepaper Bitcoin diterbitkan oleh Satoshi Nakamoto pada tahun 2009, mantan eksekutif senior Facebook ini diperkirakan telah memiliki kekayaan $ 1 miliar.

    Melalui perusahaannya, Social Capital, dia telah berinvestasi di Digital Currency Group, sebuah perusahaan yang bertujuan untuk mempercepat pengembangan sistem keuangan yang lebih baik dengan mendukung perusahaan Bitcoin dan blockchain dengan akses ke modal.

    Bisa dikatakan bahwa sang investor tersebut melihat crypto baru yang berpotensial dan HODL, tidak melakukan perdagangan.

    Menurut para analis, selama Bitcoin masih diatas $10.000, trend masih terlihat bullish. Namun, masih ada CME Gap di $9.600 menghantui BTC. Pada saat pers, harga Bitcoin berada di $10.634 menurut Binance.

    Menurut Whalemap, aktivitas whale Bitcoin menunjukkan dukungan yang kuat di level $ 10.407 dan $ 10.570. ini berarti, whale Bitcoin telah mengumpulkan jumlah yang signifikan di level itu menjadi dukungan yang kuat. Whalemap menyatakan harga Bitcoin harus tetap di atasnya agar pasar tetap bullish.

    Baca Juga: Analisa Teknikal 7 Oktober: Bitcoin dan Ethereum

    artikel ini dapat dibaca kembali disini.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengapa Bitcoin Bisa Bernilai? – Tokocrypto News

    Sebagai kelas aset baru, Bitcoin seringkali disalahpahami sebagai aset yang tidak bernilai. Padahal ada banyak aspek fundamental yang membentuknya.

    Salah satu kesalahpahaman soal Bitcoin (BTC) adalah aset kripto itu tidak bernilai, sebab tidak didukung oleh aset fisik. Pemahaman itu disebarkan oleh tokoh-tokoh besar seperti Presiden AS Donald Trump dan investor miliarder Warren Buffett.

    Tetapi, BTC kini merupakan “mata uang keenam” terbesar di dunia, sehingga pastilah ada sesuatu yang membuatnya bernilai, sehingga bisa diperdagangkan dengan harga yang sangat tinggi.

    Sejarah Singkat Uang
    Dahulu kala, uang kertas dan koin logam dapat ditebus untuk emas fisik asli. Negara-negara maju memakai sistem standar emas, di mana mata uang nasional dipatok terhadap emas.

    Baca Juga: Bitcoin vs Emas, Mana yang Lebih Profit?

    Tetapi setelah era Depresi Besar, kebijakan ini diubah agar pemerintah dapat dengan bebas menambah suplai uang dan menstimulasi ekonomi.

    Amerika Serikat meninggalkan standar emas sepenuhnya pada tahun 1971 dan berubah menjadi standar uang fiat, di mana mata uang nasional tidak didukung oleh emas, tetapi oleh hukum permintaan dan penawaran serta kekuatan pemerintah dan politik.

    Selain itu, pajak harus dibayar dalam uang fiat, dan penghindaran pajak adalah tindak kriminal, sehingga hal ini mendorong kegunaan fiat untuk urusan perpajakan.

    Warga negara percaya kepada uang fiat, sebab dapat dipakai untuk membeli barang dan jasa. Tetapi hal ini belum tentu di masa depan, sebab tanpa didukung komoditas seperti emas, uang fiat dapat kehilangan nilainya seiring waktu seperti yang sudah terjadi di masa lalu.

    Bitcoin juga tidak didukung oleh komoditas apa-apa, tetapi Bitcoin bernilai melalui cara lain. BTC saat ini diperdagangkan di harga US$10 ribu dengan total kapitalisasi pasar senilai US$190 miliar. Hal ini menunjukkan Bitcoin bernilai bagi sekelompok besar orang.

    Basis nilai Bitcoin adalah karena ia didukung oleh algoritma matematika yang menjadi landasan teknologi blockchain dan mengendalikan suplainya.

    Algoritma ini menjamin suplai Bitcoin terbatas dan juga tidak bisa disensor.

    Anthony Pompliano berkata, “Bila Anda tidak percaya Bitcoin, berarti Anda tidak percaya kriptografi.” Pompliano berpendapat teknologi kriptografi blockchain itulah yang memberi nilai intrinsik terhadap Bitcoin.

    Bitcoin juga bernilai, sebab merupakan sistem moneter pertama yang berhasil berjalan tanpa badan pusat yang mengendalikan operasinya dan berada di luar struktur pemerintahan negara manapun, seperti emas.

    Suplainya juga tidak bisa dimanipulasi semena-mena, tidak bisa disita seperti halnya emas pada tahun 1930 di Amerika Serikat, dan menawarkan kebebasan finansial yang tidak bisa dilakukan menggunakan uang fiat manapun.

    Bitcoin juga berguna sebagai alat tukar, di mana ribuan pedagang saat ini menerima BTC sebagai alat pembayaran bagi barang dan jasa mereka.

    Bitcoin dipandang tidak selalu terkorelasi dengan pasar saham, sehingga dapat menjadi aset pelindung nilai di saat tren pasar menurun.

    Keyakinan terhadap mata uang terindikasi dari kegunaannya di dunia. Dolar AS merupakan uang fiat yang dapat dibelanjakan hampir di mana saja, sehingga konsumen cukup yakin terhadap dolar.

    Di sisi lain, Bitcoin masih jauh dari mainstream. Sudah lama sejak transaksi Bitcoin pertama untuk membeli pizza, tetapi adopsi massal belum terjadi.

    Keyakinan terhadap Bitcoin tidak akan tinggi sebelum adopsi massal terjadi dan Bitcoin digunakan sebagai alat bayar seperti uang fiat.

    Kendati berbeda, baik uang fiat maupun Bitcoin sama-sama didukung oleh keyakinan konsumen. Seiring bertumbuhnya sektor kripto, bertumbuh pula keyakinan akan Bitcoin.

    Karena nilai pasar Bitcoin merupakan fluktuasi suplai dan permintaan, maka harganya bisa meningkat pesat saat masa-masa sejahtera dan juga menurun tajam saat masa-masa sulit.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Takut Ketinggalan, Trader Cina Pindahkan BTC dan ETH ke DEX untuk Yield Farming

    Traders di Cina dilaporkan menarik kepemilikan ETH, USDT, dan crypto mereka serta berbondong-bondong beralih dari Centralized Exchange (CEX) menuju Decentralized Exchange (DEX) untuk melakukan yield farming.

    Menyusul masalah sulitnya penarikan koin pada 6 September lalu di Cina, sebuah sumber mengungkapkan terdapat beberapa kampanye terkait dengan gerakan memindahkan akun dari CEX ke DEX di Cina.

    Berita Terkait: Apa Sih Yield Farming Itu? Panduan Untuk Pemula!

    Breaking: pada 6 September lalu, banyak bursa di Cina mengalami kesulitan terkait dengan withdrawal koin ataupun tutup (operasionalnya). Komunitas di Cina meluncurkan ‘kampanye penarikan koin’. Kampanye ini menyerukan untuk menarik semua USDT dan crypto di bursa dan menghapus akun mereka.”

    Ada laporan bahwa DeFi di Cina “baru saja dimulai”. Menurut Kepala Pemasaran Hash Key Hub, beberapa pengguna menggunakan kumpulan dana untuk membuat dana “farming pool”.

    Dovey Wan, penasihat CoinDesk, menimpali hal ini dengan mengatakan, “Bitcoiners pragmatis menggunakan Bitcoin alpha untuk menghasilkan lebih banyak BTC.”

    Yield Farming, Sesuatu yang Tidak Dapat Ditolak

    DEX, atau sederhananya DeFi adalah topik yang saat ini sedang hangat diperbincangkan di industri crypto. Pasalnya, aktivitas ini mendorong peningkatan di jaringan Ethereum dan menjanjikan return yang sangat tinggi bagi para penggunanya.

    Tidak seperti CEX yang kendalinya masih dipegang oleh entitas pusat, Yield farmingatau yang disebut juga liquidity farming dalam DEX ini hanya melibatkan para traderyang memiliki kuasa penuh atas aset yang mereka miliki. Contoh DEX yang saat ini banyak diperbincangkan adalah Uniswap, Compound, dan masih banyak lagi.

    Terlebih, DEX ini biasanya menjanjikan return dan hasil yang lebih baik dari CEX, bahkan ada yang mencapai hingga 600 persen hanya dengan berkontribusi memasukan ETH yang dimiliki pengguna tersebut ke dalam jaringan.

    Baca Juga: Trading di Uniswap Lewat Twitter? Sekarang Bisa!

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Ethereum Kembali Pulih, Ini Pemicunya

    Harga Ethereum (ETH) kembali pulih pada hari Minggu kemarin. Hal ini dipicu oleh token asli Ethereum yang melakukan rebound pada hari yang sama.

    Aksi ini kemudian disusul kenaikan nilai tukar Ethereum di angka 3,63% dengan mencapai kisaran harga $3,030 dalam waktu 24 jam.

    Pekan lalu, harga Ethereum turun karena dipicu masalah yang timbul dari Cina.

    Para trader membuang aset crypto secara massal setelah gejolak di pasar properti Cina yang dililit hutang kemudian mendorong aksi jual di pasar saham global.

    Baca Juga : Twitter Luncurkan Fitur Tip dengan Bitcoin

    Langkah Yang Diambil Pihak Ethereum

    Karena aksi jual yang gila-gilaan tersebut, pihak ETH kemudian mengambil langkah rebound yang terjadi di akhir minggu.

    Aksi ini juga dipicu karena 2 hari sebelumnya, tepatnya di hari Jumat, Bank Rakyat China menegaskan kembali bahwa transaksi crypto adalah ilegal.

    Meskipun demikian, bulls Ethereum mempertahankan pijakannya dan mendorong harga kembali di atas $3.000.

    Sentimen serupa juga terjadi di beberapa aset crypto teratas, sebut saja Bitcoin yang mencapai rentan harga $43.767 di Coinbase setelah pergerakan naik 2,49%.

    Sementara itu, aset Uniswap (UNI) juga bernasib lebih baik dengan kenaikan lebih tinggi sebesar 19%. Kenaikan tersebut menjadikan UNI sebagai aset crypto dengan kinerja terbaik dalam 24 jam.

    Di saat bersamaan, rival utama Ethereum yaitu Cardano (ADA) dan Solana (SOL) dilaporkan berkinerja buruk.

    ADA turun lebih dari 5% sementara SOL kehilangan lebih dari 3% pada jangka waktu kurang dari 24 jam.

    Baca JugaTokoMall 101: Semua yang Perlu Kamu Tahu Soal “Kolektor”

    Permintaan Institusional

    Fenomena Ethereum yang pulih juga mengikuti laporan bullish dari JPMorgan & Chase.

    Studi tersebut mencatat bahwa investor institusional mulai meningkatkan eksposur mereka di pasar Ethereum.

    Mengutip data dari Chicago Mercantile Exchange (CME), tercatat sejak bulan Agustus rata-rata Ethereum Futures premium naik menjadi 1% di atas harga spot ETH setelah 21 hari.

    Dan pada saat pers, cadangan ETH bersih pada platform perdagangan telah turun menjadi 18,44 juta ETH, dibandingkan dengan 23,94 juta ETH tahun lalu.

    Analis independen PostyXBT juga mengantisipasi potensi rebound harga lebih lanjut di pasar Ethereum.

    Ia mencatat bahwa penurunan terbaru cryptocurrency telah mendorongnya ke dalam kisaran akumulasi klasik, seperti yang ditunjukkan pada grafik di bawah ini.

    “Penutupan mingguan sama pentingnya untuk ETH hari ini karena harga menguji kisaran tertinggi sebelumnya sebagai support.” Ungkap PostyXBT.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Berikut Penyebab Bitcoin Koreksi 20% Dalam Satu Hari

    Pasar crypto mengalami koreksi yang signifikan sekitar 20% hanya dalam satu hari. Koreksi ini terjadi sekitar pukul 21.00 WIB hingga 22.00 WIB untuk Bitcoin, yang pada akhirnya ikut menarik mayoritas Altcoins turun sekitar 30%.

    Banyak investor yang terkejut dan kebingungan karena penyebab penurunan masih belum pasti. Berikut ini adalah analisis mengapa Bitcoin koreksi dan bagaimana potensi pergerakan Bitcoin selanjutnya.

    Baca Juga: Oxygen for Indonesia Kumpulkan Donasi Sebesar 61 Miliar Rupiah

    Penyebab Bitcoin Koreksi 20% Satu Hari

    Dari kabar yang beredar, koreksi yang terjadi ini adalah tekanan jual dari mayoritas investor besar atau whale dan juga para penambang. Hal ini disebabkan karena El Salvador dikabarkan yang melakukan pembelian Bitcoin kemarin.

    Data Penjualan Miners

    Data menunjukkan bahwa mayoritas penambang melakukan penjualan Bitcoin setelah El Salvador mengumumkan pembeliannya.

    Kemudian, data ini juga terlihat selaras dengan data dari exchange inflow atau data Bitcoin yang masuk ke bursa untuk dijual.

    Data Bitcoin Masuk ke Bursa

    Kabar dari El Salvador ini pun menjadi kesempatan bagi mayoritas investor besar atau whale terlihat mengambil keuntungan dengan menjual di bursa.

    Meski terjadi penurunan, El Salvador menjadikan ini kesempatan dan kembali membeli Bitcoin. Saat ini jumlah Bitcoin milik negara tersebut berjumlah 550 Bitcoin.

    Penyebab koreksi lain yang dikaitkan dengan International Monetary Fund dan beberapa pihak lain yang mengkritik pembelian Bitcoin oleh El Salvador.

    Selain itu, terdapat sentimen negatif lain dari salah satu bursa terbesar di dunia yaitu Huobi di Thailand yang izin operasionalnya dicabut pemerintah setempat.

    Kondisi ini telah membuat mayoritas posisi terutama di pasar futures mengalami likuidasi atau pencairan secara otomatis.

    Likuidasi yang terjadi hanya dalam dua jam yaitu diantara 21.00 WIB hingga 22.00 WIB terlihat mencapai $2,7 Miliar atau Rp38,4 Triliun.

    Kondisi tersebut disinyalir karena trader mengalami perilaku FOMO karena membeli saat harga mayoritas crypto naik.

    Pergerakan tersebut tentu sangat bertolak belakang dengan pola pikir investor besar atau whale yang membeli saat harga turun dan menjual saat harga tinggi.

    Penyebab lainnya adalah banyak narasi bahwa tekanan jual kemarin terjadi akibat smart money atau investor yang memiliki pola pikir yang benar dalam pasar crypto.

    Baca Juga: Prediksi Pergerakan Crypto Bulan September Menurut Data Onchain

    Potensi Pergerakan Selanjutnya

    Untuk pergerakan ke depannya, kemungkinan besar koreksi saat ini sudah terlihat reda. Hal ini bisa terlihat di grafik di bawah bahwa harga tertahan pada batas bawah awal September 2021.

    Grafik Harian BTCUSD

    Narasi bahwa September akan membawa sideways atau konsolidasi nampaknya masih terjaga akibat koreksi saat ini.

    Narasi tersebut datang dari data onchain bull run sebelumnya tersebut, yang hingga saat ini masih terbukti benar.

    Kemungkinan besar, batas bawah yang kuat saat ini berada pada $46.000 atau Rp654 Juta hingga $44.000 atau Rp626 Juta.

    Jika ditembus kemungkinan besar batas bawah selanjutnya berada pada $40.000 atau Rp569 Juta yang kemungkinan akan menjadi batas bawah kuat di Bulan September ini.

    Batas atas konsolidasi nampaknya masih terlihat kuat pada $48.000 atau Rp683 Juta hingga $52.000 atau Rp739 Juta.

    September ini kemungkinan akan membawa konsolidasi yang cukup panjang di daerah tersebut setelah apresiasi harga Agustus kemarin.

    *Disclaimer

    Artikel merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan saran atau ajakan untuk investasi atau trading. Semua investasi harus dilakukan mandiri dan tanpa paksaan, semua keputusan ada di investor.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Yuk, Cari Tau Lebih Lengkap Tentang Bitcoin Gold Wallet

    Sebagai aset kripto pertama dan terbesar di dunia, Bitcoin telah mengalami hard fork beberapa kali. Salah satunya menghasilkan sebuah koin bernama Bitcoin Gold Wallet. Meskipun berhubungan, koin ini berbeda dengan Bitcoin, lho. Tertarik untuk membelinya? Eits, sebelum itu, ketahui informasi selengkapnya terlebih dahulu, yuk!

    Kenalan dengan Bitcoin Gold, Altcoin Hasil dari Hard Fork Bitcoin

    Bitcoin Gold merupakan aset kripto yang diluncurkan pada 24 Oktober 2017, sebagai altcoin dari hasil hard fork Bitcoin. Hard fork merupakan kegiatan pengembangan dan perubahan aset kripto yang sudah ada, dengan menciptakan sebuah produk turunan yang baru. 

    Umumnya, hard fork dilakukan untuk meningkatkan skala sebuah cryptocurrency seiring semakin bertumbuhnya para pelanggan. Namun, hard fork Bitcoin yang menghasilkan Bitcoin Gold ini dilakukan atas keinginan para pendirinya untuk membuat Bitcoin kembali terdesentralisasi.

    Jika membahas lebih dalam, pembentukan Bitcoin Gold ternyata tidak terlalu berkaitan dengan sistem yang terdesentralisasi. Alasannya justru berhubungan dengan proses mining. Para pengembang Bitcoin Gold ingin mengadopsi algoritma mining yang bisa memudahkan proses mining, sehingga dapat dilakukan dalam skala besar. Tak terkecuali para miner dengan perangkat komputer rumahan.

    Seiring perjalanannya, harga Bitcoin Gold mengalami perkembangan yang cukup besar. Dilansir dari Coindesk, harga satu koin Bitcoin Gold per tanggal 9 September 2021 mencapai 67.53 USD dengan volume trading sebesar 70.94 juta USD. Namun, layaknya aset kripto, tingkat volatilitas dari Bitcoin Gold tetap tidak dapat dihindari. Para investor tetap membutuhkan strategi khusus dalam menghadapi naik-turunnya harga koin ini.

    Dalam jangka panjang, Bitcoin Gold akan terus melakukan pengembangan yang berkaitan dengan smart contract dan Blockchain, seperti jaringan fiat-crypto yang terdesentralisasi. Area pengembangan lainnya juga termasuk dApps beserta infrastruktur dari ekosistem Bitcoin Gold itu sendiri.

    Perbedaan Mendasar antara Bitcoin dan Bitcoin Gold

    Walaupun Bitcoin Gold memiliki keterkaitan dengan Bitcoin, terdapat perbedaan mendasar yang dapat terlihat dari kedua koin kripto tersebut, yaitu:

    Sistem mining yang digunakan oleh Bitcoin adalah Proof of Work (PoW), sama halnya dengan yang digunakan oleh Bitcoin Gold. Perbedaannya terletak pada algoritma mining yang digunakan. Bitcoin menggunakan algoritma SHA256, sementara Bitcoin Gold menggunakan algoritma Equihash. Algoritma Equihash diciptakan dan dikembangkan oleh para pengembang Bitcoin Gold dalam mendukung aktivitas mining.

    Perbedaan lainnya terdapat pada perangkat keras yang digunakan untuk mining. Para penambang Bitcoin membutuhkan perangkat bernama Application-Specific Integrated Circuit (ASIC), yaitu sebuah sirkuit yang terintegrasi secara khusus dengan aplikasi. Meskipun sangat canggih, perangkat ini juga dikenal mahal dan boros.

    Sementara itu, para penambang Bitcoin Gold hanya memerlukan perangkat yang berbasis Graphics Processing Unit (GPU). Kehadiran Bitcoin Gold tentu membuka kesempatan bagi orang-orang dengan perangkat komputer rumahan untuk ikut serta dalam aktivitas mining.

    Cara Mendapatkan Bitcoin Gold

    Selain lewat mining, cara sederhana yang bisa dilakukan untuk memperoleh Bitcoin Gold adalah dengan membelinya. Bitcoin Gold bisa diperoleh melalui pembelian, layaknya cryptocurrency pada umumnya. Hingga kini, Bitcoin Gold sudah tersedia di berbagai exchange jual-beli aset kripto yang terpercaya dan sudah teregulasi Bappebti, salah satunya adalah Tokocrypto.

    Nah, lewat Tokocrypto, Anda sudah bisa mengantongi sejumlah Bitcoin Gold hanya dengan 4 langkah saja, yaitu:

    Pertama, Anda harus membuat akun di aplikasi Tokocrypto terlebih dahulu. Di tahap ini, Anda hanya perlu memasukkan nama lengkap, alamat email yang aktif, beserta password.

    • Lengkapi Data Diri dan Verifikasi

    Setelah berhasil, Anda masuk ke tahap yang disebut dengan Know Your Customer (KYC). Pada tahap ini, Anda dapat mengisi data diri sesuai dengan identitas yang Anda miliki. Jika data sudah lengkap, maka selanjutnya Anda akan diarahkan untuk melakukan verifikasi. Tujuannya adalah untuk memastikan data yang Anda input sudah benar dan sesuai.

    Selanjutnya, Anda bisa langsung deposit dana fiat dengan mentransfer ke wallet melalui transfer bank virtual account, dengan minimal deposit sebesar Rp50.000. Dana tersebut kemudian akan diubah secara otomatis oleh sistem Tokocrypto ke dalam bentuk BIDR. 

    Jika Anda sudah punya aset kripto dan ingin melakukan deposit kripto, Anda juga bisa mengirimkannya ke dalam wallet Tokocrypto. Jadi, Anda hanya tinggal memilih koin yang ingin didepositkan, lalu pilih juga jaringan yang akan digunakan. Pastikan koin dikirim ke alamat yang terdapat pada akun Tokocrypto Anda, ya.

    Di Tokocrypto, Bitcoin Gold (BTG) dapat diperdagangkan dengan BTC, BUSD, dan USDT. Dengan demikian, dana yang terdeposit harus dikonversikan menjadi satu dari ketiga koin pasangan BTG tersebut. Misalnya, Anda sudah memiliki sejumlah dana (BIDR) pada wallet Anda. Untuk membeli BTG, Anda harus konversi BIDR tersebut menjadi BTC, dengan cara membeli sejumlah BTC menggunakan BIDR. 

    Pembelian ini dilakukan pada menu “Buy/Sell”, lalu Anda perlu pilih BTC dan klik tombol “Buy”, kemudian isi nominal sesuai dengan keinginan Anda. Setelah Anda berhasil memiliki BTC, barulah Anda bisa membeli BTG menggunakan BTC tersebut dengan tata cara yang sama.

    Namun, jika Anda sudah memiliki sejumlah BTC sejak awal, maka Anda dapat langsung menggunakannya untuk membeli BTG dengan nominal yang Anda inginkan.

    Ternyata, Bitcoin Gold Wallet (BTG) bisa diperoleh dengan cara yang amat mudah, bukan? Sebelum berinvestasi, pastikan Anda sudah memiliki strategi yang tepat dan disertai dengan manajemen risiko yang baik, ya. Untuk informasi seputar BTG dan aset kripto lainnya, kunjungi situs www.tokocrypto.com dan media sosial Tokocrypto di Instagram dan Twitter.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisis Fractal: Harga Bitcoin Setara Rp5 Milyar Tahun Ini

    Bitcoin (BTC) dan pasar kripto yang saat ini sedang mengalami tekanan karena dampak global dari prospek keruntuhan Evergrande rupanya masih menyimpan dasar teknikal yang percaya diri.

    Berdasarkan analisis Fractal, kripto utama ini dilihat akan melesat hingga US$250.000 di tahun 2021.

    Apa Itu Fractal?

    Fractal secara umum adalah struktur geometris yang padanannya kita temukan di alam yang berupa bentuk berulang.

    Sedangkan, fractal dari sisi analisis teknikal adalah indikator yang berguna dalam perdagangan yang efektif. Fractal yang dimaksud adalah fragmen dari grafik harga aset, yang strukturnya berulang dalam periode yang berbeda.

    Berkat kesamaan dari fragmen tersebut, analisis dapat dilakukan untuk memprediksi perilaku harga atau indikatornya di masa depan.

    Baca JugaSemakin Keren, Cardano (ADA) Akan Terapkan Jaringan Layer-2

    Prediksi pada Harga Bitcoin 

    Fractal biasanya digunakan pada grafik jangka panjang Bitcoin karena kemiripannya sendiri tampaknya berasal dari siklus halving-nya.

    Menurut grafik yang diterbitkan oleh analis kripto Bit Harington, harga BTC berpotensi mencapai kisaran US$250-350rb pada akhir tahun 2021.

    Fractal Bitcoin, Sumber: Twitter Bitharington
    Fractal Bitcoin, Sumber: Twitter Bit Harington

    Cukup sederhana, gambar ini menjelaskan adanya satu garis resitance (R) dan support (S) muncul. Pertama kali garis ini muncul adalah di sekitar US$200 pada siklus 2012-2015, dan kemudian kita melihatnya lagi di sekitar US$3.000 pada siklus 2016-2019.

    Dan yang terbaru, analis menyarankan bahwa garis R/S yang sama akan ada di sekitar US$60.000.

    Dalam dua siklus sebelumnya, penembusan pada resistance menyebabkan kenaikan 6 kali lipat pada harga BTC. Ini adalah kenaikan parabola yang cepat.

    Menurutnya, menembus resistance terbaru saat ini dapat membawa harga ke kisaran US$250-350 ribu pada akhir tahun 2021.

    Baca JugaNFT Proyek Cardano Diprediksi Memiliki Masa Depan Terbaik!

    Meroket Setelah Halving 

    Tidak diragukan, halving adalah momen jangka panjang yang telah mendongkrak harga hingga ke level ATH baru dengan skala pertumbuhan yang cepat.

    Sekadar informasi, halving adalah momen saat hadiah penambangan BTC dikurangi setengahnya.

    Dengan melihat dua momen halving sebelumnya, harga telah mengalami peningkatan nilai sekitar 12.000 – 13.000-an persen.

    Berpegang pada fakta tersebut, analis Rekt Capital mengungkapkan dalam tweetnya bahwa halving ketiga BTC akan mengalami pertumbuhan serupa dan membawanya ke US$385.000-US$400.000.

    Tentu saja, halving ketiga sudah dimulai pada Mei 2020 lalu, sehingga harga saat ini hanya tinggal menjalankan prosesnya untuk mencetak ketinggian baru. Tetapi pertama-tama, harga perlu menemukan pijakan dari keterpurukannya saat ini. Mari kita saksikan.

    sumber





    Sumber : news.tokocrypto.com