Tag: btc

  • Kabar PayPal Dukung Crypto, Buat Bitcoin Melambung ke $13.000!

    Berita PayPal yang akan mendukung mata uang crypto, membuat harga Bitcoin (BTC) melonjak naik dan sempat menginjakan kaki di harga $13.000 semalam. Sayangnya, konsolidasi terkait harga tertinggi BTC itu belum tuntas. Saat penulisan artikel, harga BTC berada di kisaran $12.765.

    Baca Juga: Hal yang Harus Disiapkan untuk Menambang Bitcoin dengan PC

    Harga BTC Dekati Nilai Tertinggi 2019

    Beberapa laporan dari Cointelegraph Markets, Coin360, dan TradingView menunjukan hari-hari terbaik sedang dialami Bitcoin. Pasalnya, Bitcoin melonjak lebih dari 7% hanya dalam 24 jam terakhir.

    Saat ini, BTC sedang dalam tahap konsolidasi dan mencari nilai resistance di bawah $13.000.

    PayPal Dukung Mata Uang Crypto

    Kenaikan harga Bitcoin ini digadang-gadang terkait dengan keputusan PayPal dalam mendukung mata uang crypto, seperti Bitcoin (BTC), Ether (ETH), Litecoin (LTC), dan Bitcoin Cash (BCH) tahun depan.

    Keputusan ini disambut beragam reaksi komunitas crypto. Beberapa ada yang mendukung keputusan PayPal. Namun, sebagian lainnya mengkritisi tujuan PayPal tersebut.

    Jika dilihat dari beberapa dokumen pernyataan terkait keputusan PayPal ini, perusahaan ini bertujuan untuk menjadi penyedia layanan penyimpanan mata uang crypto. Sayangnya, perusahaan ini akan membatasi cara/proses mata uang crypto tersebut keluar dan masuk platform PayPal.

    Meski begitu, sentimen pasar tetap positif terkait dengan kenaikan harga BTC. Koreksi harga diperkirakan akan terjadi dan banyak yang berharap BTC dapat menemukan level resistance dikisaran $12.500 ke atas.

    Baca Juga: Sukses Adakan Undian, Yuan Digital Sudah Ditransaksikan Senilai Rp19,2 Miliar!

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Koin DeFi Teratas Merosot, Meski Bitcoin Melaju ke $12.000

    Beberapa hari terakhir ini merupakan hari yang sulit bagi pasar DeFi. Pasalnya, meski kinerja Bitcoin (BTC) relatif kuat dalam beberapa waktu terakhir, koin-koin teratas dari platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) sepertinya sulit untuk melaju naik.

    Padahal, dalam tiga hari terakhir BTC bahkan sudah naik lebih dari 5% dari kisaran $11.300 ke nilai tertinggi baru-baru ini di $12.000. Peristiwa ini juga dirasa cukup unik, lantaran altcoin tidak ikut ke dalam aksi harga BTC yang kuat ini untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir. Analis memperkirakan, hal ini disebabkan terjadi pergeseran terhadap cara investor kripto mengalokasikan modal mereka ke pasaran.

    Baca Juga: 5 Tahun dari Sekarang, Bitcoin Diprediksi $1 juta/BTC

    Koin DeFi Turun Saat Bitcoin Naik

    Saat penulisan artikel, koin DeFi sedang mengalami tren turun meskipun Bitcoin melonjak naik dan berkonsolidasi untuk melaju ke angka $12.000 lebih.

    Sayangnya, bulls tersebut sepertinya hanya untuk BTC dan tidak pada altcoin DeFi lainnya. Menurut data dari Coinmarketcap, pasar DeFi sudah turun sebanyak 28,16% dalam sehari terakhir.

    Kinerja ini dirasa yang terburuk dalam beberapa bulan terkahir setelah kemunculan platform DeFi di dunia crypto.

    Fundamental DeFi Kuat

    Meski banyak yang khawatir akan keberlangsungan koin-koin DeFi ini, banyak dari para analis yang tetap percaya akan dasar dari ruang DeFi ini. Tentunya, beberapa peristiwa seperti pengguna aktif MetaMask yang terus bertambah dan peningkatan tren on-chainpengguna DeFi.

    Tidak hanya di luar negeri, di dalam negeri pun banyak pengiat DeFi yang terus melakukan inovasi. Misalnya saja baru-baru ini kerjasama antara Indodax dan Tokenomy mengeluarkan platform DeFi open source bernama Tadpole Finance beserta koinnya TAD.

    Baca juga: Tadpole Finance, DeFi dari Indonesia Ciptaan Indodax dan Tokenomy

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kabar Baik, Bitcoin Kembali Bangkit Ke 60.000 USD Setelah 6 Bulan Terpuruk

    Sejak bulan April 2021 harga bitcoin mencapai ATH nya di harga 64.895 US Dollar. Setelah ATH tersebut harga Bitcoin mengalami penurunan yang cukup signifikan dengan range harga sebesar 50 % dari 64.000 turun hingga 30.000 US Dollar pada tanggal 19 Juli 2021. Hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor seperti pelarangan penambangan Bitcoin di China, hancurnya harga token Titan serta faktor pengaruh lainnya. 

    Ada juga faktor lain yang sangat mempengaruhi jatuhnya harga Bitcoin antara lainnya yaitu seperti cuitan Elon Musk setelah acara SNL (Saturday Night Live) dan juga tentang penggunaan energi penambangan Bitcoin yang dikhawatirkan oleh Elon Musk. 

    Setelah tanggal 19 Juli 2021 harga Bitcoin mulai bangkit menuju ke harga 40.000 US Dollar pada akhir Juli 2021. Pada awal Agustus 2021 harga bitcoin hanya mengalami sedikit koreksi ke harga 37.500 US Dollar. 

    Setelah koreksi, harga mengalami trend kenaikan hingga harga 52.800 US Dollar pada tanggal 9 September 2021. Setelah mencapai harga 50.000 US Dollar harga Bitcoin mengalami koreksi sebesar 25 persen ke harga 39.500 an US Dollar dan setelah koreksi mengalami kenaikan mulai tanggal 29 September 2021 dari harga 40.000 US Dollar menuju ke harga 62.000 US Dollar pada tanggal 15 Oktober 2021 kemarin. 

    Faktor Kenaikan Harga BTC

    Banyak sekali faktor yang mempengaruhi kenaikan harga Bitcoin akhir-akhir ini, salah satunya yaitu ETF Bitcoin. ETF (Exchane-trade Fund) Bitcoin  merupakan sebuah sarana untuk investasi layaknya saham yang bergerak berdasarkan nilai aset dasar. ETF dapat membuat calon investor untuk masuk kedalam pasar tanpa ada resiko pada saat membeli aset tersebut. 

    Adanya ETF, dapat memungkinkan kenaikan harga yang cukup signifikan karena minimnya risiko saat melakukan investasi. ETF sendiri memiliki beberapa keunggulan antara lainnya yaitu kemudahan diversifikasi, lebih likuid dan fleksibel, dan pastinya lebih transparan. 

    Selain itu ada beberapa faktor lain seperti penerapan regulasi kripto di beberapa negara seperti Sri Lanka yang mulai membentuk komite untuk mengatur kebijakan keuangan digital, dan Ukraina yang telah mengesahkan kripto sebagai komoditas di Ukraina dan akhir-akhir ini Vladimir Putin (Presiden Rusia) mulai membicarakan tentang kripto. Pengaruh kebijakan suatu negara terhadap harga kripto sangatlah sensitif, hal ini karena kripto sendiri merupakan sebuah aset yang terdesentralisasi dan lebih transparan dalam hal transaksi dan juga termasuk mata uang digital yang aman dan cepat. 

    Selain regulasi kebijakan, faktor lain yang mempengaruhi kenaikan harga Bitcoin yaitu semakin bertambahnya penambang Bitcoin. El Salvador membeli 200 Bitcoin sehingga sangat berpengaruh terhadap sentimen positif tentang Bitcoin. Adopsi besar-besaran bitcoin di El Salvador menurut presiden El Salvador, Nayib Bukele bahwa penerapan mata uang kripto di negaranya sudah berhasil secara optimal. Hal ini dapat memungkinkan negara lain untuk mengadopsi kripto sebagai mata uang. 

    Tips Trading Kripto

    Setelah mengetahui kabar baik tentang Bitcoin, maka berikut ini adalah beberapa tips dari kami untuk kamu yang baru pertama kali trading kripto di Tokocrypto. 

    1. Siapkan Strategi Dagang

    Bagi kamu yang baru saja terjun ke dunia perdagangan kripto alangkah baiknya kamu mempersiapkan strategi yang matang sebelum mulai membeli dan menjual. Banyak strategi yang bisa kamu terapkan seperti Strategi Fibonacci, Strategi RSI dan Bollinger Band yang bisa kamu gunakan untuk menentukan peluang perdagangan kripto. 

    Banyak sekali fitur fitur yang bisa kamu manfaatkan di aplikasi Tokocrypto seperti indikator EMA, MA dan Bollinger Band. Selain itu ada juga fitur lainnya seperti MACD dan RSI untuk mengetahui tingkat fluktuasi dan volume perdagangan. 

    2. Mengelola Risiko

    Kamu juga harus bisa mengelola risiko saat melakukan pembelian kripto. Banyak sekali trader yang terjebak FOMO atau yang sering kita sebut beli di pucuk. Hal ini membuat kamu harus menunggu agar harga berada diatas harga waktu kamu beli atau banyak trader juga yang sering cutloss (jual rugi), tentunya hal ini sangat tidak diinginkan. 

    Maka dari itu dalam mengelola risiko kamu harus mengetahui terlebih dahulu karakteristik jenis koin atau token yang kamu beli. Dengan mengetahui karakteristik koin kamu dapat mengetahui peluang kedepannya. 

    3. Diversifikasi Portofolio Anda

    Tidak ada gunanya jika kamu berinvestasi ke banyak kripto, karena jika kamu berinvestasi ke banyak kripto maka risiko yang akan kamu tanggung juga semakin tinggi. Walaupun terkesan bagus dan menguntungkan tapi alangkah baiknya kamu berinvestasi pada kripto yang memiliki fundamental yang berkualitas. Kamu juga harus bisa mengelola keuangan kamu pada setiap kripto yang kamu investasikan. 

    4. Berinvestasi Jangka Panjang

    Jika kamu ingin mendapatkan keuntungan yang lebih besar, lebih baik kamu berinvestasi dalam kripto untuk jangka panjang. Kripto memiliki harga yang fluktuatif, akan tetapi jika kamu memilih berinvestasi pada kripto yang memiliki fundamental yang bagus lebih baik kamu berinvestasi secara jangka panjang dengan jangka waktu sekitar satu tahun hingga dua tahun. Seperti saat ini harga Bitcoin dari tahun 2019 hingga 2021 mengalami kenaikan harga yang sangat signifikan. Jadi jika kamu berinvestasi jangka panjang kamu bisa mendapatkan untung berkali-kali lipat.  

    5. Penggunaan Bot

    Buat kamu nih yang sering mengaami Fomo, alangkah baiknya kamu menggunakan bot untuk membantu kamu dalam menjalankan perdagangan kripto. Tokocrypto saat ini juga sudah bekerjasama dengan CryptoHero, yang mana CryptoHero merupakan aplikasi bot yang dapat mempermudah trading kripto. 

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Jadi Aset Wajib Dimiliki oleh Investor di 2025

    Sebagai aset digital yang digadang-gadang akan menggantikan emas fisik, Bitcoin diprediksi akan menjadi salah satu aset yang menjadi bagian dari portofolio investasi setiap investor pada 2025 mendatang. Apakah kamu percaya akan hal itu?

    Mungkin saat ini Bitcoin memang mendapatkan perlakukan khusus dari investor di luar sana, lantaran menjadi salah satu aset investasi paling cuan sepanjang tahun 2020. Namun, potensi Bitcoin hanya sebatas sebagai jenis instrumen investasi alternatif saja. Ketika instrumen investasi lainnya sedang mengalami tekanan gegara adanya faktor pasar.

    Di sisi lain, indikator bahwa Bitcoin bisa menjadi emas digital di masa depan bisa dilihat dari volatilitas Bitcoin yang menurun beberapa waktu lalu. Di mana, volatilitas yang cukup rendah memang menjadi makanan empuk bagi paus “Bitcoin” yang lebih menyukai kondisi pasar seperti itu. Karena tidak terlalu fluktuatif sehingga berpotensi untuk menahan aset digital dalam jumlah besar dalam waktu yang cukup lama.

    Baca juga: 4 Persamaan Emas dan Bitcoin

    Jika benar-benar akan menjadi aset safe haven di masa depan tentunya Bitcoin akan menggantikan emas fisik sebagai aset investasi yang kebal inflasi, dimana hal ini sudah dibuktikan di tengah ketidakpastian ekonomi seperti sekarang, banyak investor yang mengalihkan dananya ke dalam Bitcoin karena dianggap lebih aman dibanding hanya menyimpan uang dalam bentuk uang tunai saja.

    Baca juga: Seberapa Profit Bitcoin Dibandingkan Emas dalam 10 Tahun?

    Menurut CEO Bitpanda, Eric Demuth, dalam waktu 5 tahun mendatang Bitcoin akan bertransformasi menjadi suatu hal yang mainstream atau umum. Karena akses langsung kepada Bitcoin akan lebih mudah, lantaran adanya perkembangan regulasi yang semakin jelas tentang keberadaan mata uang virtual Bitcoin dkk. Sehingga, baik itu investor kecil maupun investor besar akan menempatkan dananya di Bitcoin dalam portofolio investasi mereka pada 2025. Hal ini didorong oleh regulasi yang meningkatkan kredibilitas Bitcoin dkk di mata investor.

    Selain itu, pandemi menjadi momen kebangkitan dari  Bitcoin. Di mana, di saat pandemi permintaan akan cryptocurrency satu ini meningkat gegara banyak bisnis yang tutup akibat Covid-19, yang membuat pekerja harus bekerja dari rumah namun tidak melupakan pentingnya investasi dan Bitcoin menjadi salah satu opsinya.

    Baca Juga: Hal yang Harus Diketahui Sebelum Membeli Bitcoin atau Aset Kripto Pertamamu!

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Seiring Harganya yang Naik, Aktivitas Transaksi Blockchain Bitcoin Semakin Moncer

    Aktivitas transaksi harian Bitcoin mencapai titik tertinggi sepanjang masa sejak 6 Oktober. Total transaksi yang diselesaikan secara on-chain selama kurang lebih satu pekan di jaringan Bitcoin mencapai $31 miliar.

    Penyelesaian transaksi di jaringan Bitcoin ini menandai rekor peningkatan volume harian sekitar 40 kali sejak awal tahun 2020.

    Analis on-chain Willy Woo mengomentari peningkatan aktivitas dan nilai penyelesaian selama akhir pekan ini. Ia  membuat cuitan yang menyatakan bahwa volume uang yang bergerak di blockchain Bitcoin saat ini berada di atas jaringan pembayaran terpusat seperti Visa dan Mastercard di Amerika Serikat.

    Baca jugaShiba (SHIB) Naik Lebih dari 427 % Dalam Satu Bulan, Apa Pemicunya?

    “[Jaringan Bitcoin] saat ini menghasilkan ~$190rb per detik. Bandingkan ini dengan $130rb per detik oleh Visa untuk pelanggan AS dan $55rb per detik untuk Mastercard,” ujar Willy Woo, 9 Oktober 2021.

    Sementara itu, berdasarkan data Bitinfocharts , nilai rata-rata transaksi yang dieksekusi di jaringan Bitcoin pun terus meningkat selama tiga bulan terakhir menjadi $732.000 — meningkat 273% sejak awal Juli.

    Baca jugaKolaborasi Tokocrypto dan CryptoHero, Aplikasi Bot Crypto Untuk Mempermudah Trading Aset Kripto

    Bitcoin Masih di Jalur Banteng

    Di samping itu, pergerakan harga Bitcoin pun berada pada jalur bullish. Analis Portalkripto.com, Arly Fauzi mengatakan, saat ini BTC masih dalam area bullish channel.

    “Minor trend ngebentuk pola ascending wedge , mudah-mudahan confirm breakout,” katanya.

    Menurutnya, major resistance Bitcoin (BTC) saat ini berada pada harga $64,8k. Apabila pergerakan harga Bitcoin (BTC) mampu breakout major resistance-nya, maka target bullish pertama berdasarkan fibo.retracement nya berada pada area harga $73,117-85,058.

    Saat laporan ini ditulis, harga Bitcoin berada pada level $56,535, naik 1,6 dalam 24 jam terakhir. Harga BTC naik sekitar 18,52% selama sepekan terakhir. Sedangkan, kapitalisasi pasarnya masih berada di kisaran $ 1 triliun. Dominasi atas altcoin pun meningkat ke level 45,8%.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bisakah Bitcoin Tumbuh di Negara Berkembang?

    Bagi warga di negara maju, Bitcoin adalah rencana cadangan jika sistem keuangan konvensional saat ini runtuh atau jika perlu sebagai alat untuk menghindari pantauan pihak berwenang. Bagaiman dengan di negara di berkembang, apakah Bitcoin bisa tumbuh?

    Salah satu negara yang rusak parah adalah Turki. Mata uangnya, lira melemah sebesar 85 persen terhadap dolar AS sejak awal 2008.

    Bank sentral Turki melakukan intervensi, tetapi tidak berhasil menenangkan situasi. Laju depresiasi lira dapat dilawan dengan menaikkan tingkat suku bunga, tetapi dampaknya buruk bagi ekonomi.

    Libanon, yang berada dekat Turki malah bangkrut. Sebelum ledakan besar baru-baru ini yang terjadi di ibukota Beirut, negara tersebut sudah terjerat hutang besar.

    Pound Libanon telah kehilangan lebih dari separuh nilainya terhadap dolar AS, kendati dipatok satu banding satu terhadap mata uang itu.

    Lalu Nigeria yang disebut sebagai Silicon Valley-nya di benua Afrika, tetapi permasalahan inflasi melanda, di mana rakyat tidak pernah merasakan inflasi kurang dari 5 persen sejak 1972.

    Hal serupa dialami warga Kenya, dimana inflasi kurang dari 5 persen hanya terjadi empat kali sejak kurun waktu yang sama.

    Permasalahan ini nyata dihadapi warga negara-negara tersebut. Jika mereka membeli barang yang dijual dalam mata uang asing, sementara mata uang lokal melemah, maka pembelian menjadi serba mahal.

    Akses Kecil
    Bagaimana dengan Bitcoin? Jika seseorang yang membeli di harga puncak sekitar US$20 ribu per BTC tidak akan banyak terganggu oleh penurunan hingga sekitar US$10 ribu saat ini.

    Kendati warga AS merasakan penurunan aset sebesar 50 persen, warga Turki justru memiliki lira 15 persen lebih banyak. Hal ini tidak cukup untuk mempertahankan nilai tabungan warga Turki, tetapi jauh lebih baik dibanding jika tidak menyimpan Bitcoin.

    Bagi warga di negara-negara ini, membeli dolar AS lebih stabil, tetapi tidak semua orang punya akses untuk membelinya.

    Jika pun ada, harga dolar AS lebih mahal dibanding harga tukar resmi. Seperti di Suriah, melalui gabungan sanksi, virus corona, krisis Libanon dan perang, negara itu memasuki resesi parah, sampai-sampai warga Suriah rela menukar uang mereka untuk lira Turki.

    Jarang ada yang bersedia menjual Bitcoin untuk pound Suriah atau lira Turki, sebab itu sedikit sekali modal yang diubah ke Bitcoin atau logam mulia di negara di mana mata uangnya runtuh.

    Selain itu, warga yang semakin miskin tidak akan membeli Bitcoin dan juga masih sedikit yang sadar akan adanya aset kripto itu.

    Permasalahan sebaliknya terjadi di negara maju. Bank sentral gagal mencetak angka inflasi tinggi, seperti di benua Eropa yang mencapai inflasi rata-rata 1,26 persen dalam dua tahun bahkan setelah melakukan pencetakan uang dan suku bunga negatif. Mata uang negara maju relatif lebih stabil dibanding negara berkembang.

    Bagi warga negara maju, Bitcoin adalah eksperimen ekonomi yang inovatif dan membuka akses terhadap pasar modal yang sebelumnya hanya diakses segolongan tertentu.

    Kripto ini menjadi rencana cadangan bila sistem keuangan runtuh, sementara di negara lain hal itu sudah terjadi.

    Mata uang lemah pun mengalami masa-masa stabil. Kendati demikian, rencana cadangan menjadi penting saat kondisi mulai genting. Sebelumnya, rakyat mencari aman dalam bentuk logam mulia, tetapi hal itu kini berubah dimana dunia menjadi lebih digital, otomatis dan cepat.

    Bitcoin cocok sebagai aset masa kekinian, sebab dapat disimpan secara digital. Sebagian besar warga negara berkembang memiliki ponsel yang bisa dipakai untuk bertransaksi Bitcoin.

    Perubahan ini sudah mulai terjadi, dimana Nigeria menjadi negara yang paling banyak menelusuri istilah Bitcoin, disusul oleh Afrika Selatan dan Venezuela.

    Bukan hanya soal transaksi keuangan, Bitcoin membantu menyimpan tabungan yang sulit disita dan juga menjadi komoditas untuk diperdagangkan.

    Bitcoin juga demokratis dan siapapun bisa berpartisipasi. Kendati penipuan aset kripto masih marak terjadi, hanya soal waktu sebelum revolusi Bitcoin mulai merebak di negara berkembang yang membutuhkannya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin akan Capai $ 400.000 Dalam Siklus Bulls Berikutnya Jika Sejarah Berulang

    Banyak spekulasi sudah beredar mengenai level tertinggi baru sepanjang masa yang mungkin akan dicapai Bitcoin (BTC) disepanjang siklus Bullish barunya.

    Ya, tidaklah aneh jika memang spekulasi semacam ini telah selalu ada untuk menggambarkan betapa antusias kepercayaan komunitas terhadap crypto utama.

    Menurut pakar industri populer yang menggunakan akun Twitter Tytan Inc., Bitcoin tengah bersiap untuk mencatat keuntungan serupa seperti yang terjadi pada 2016-2017.

    Baca Juga: Whale Bitcoin: Strategi Sederhana Yang Membuat Anda Kaya

    Pada grafik pertama yang dia bagikan, dia menguraikan bahwa harga telah melalui pola yang sama dan berada di ambang breakout.

    Dia juga menunjukkan persentase kenaikan BTC secara keseluruhan sejak peristiwa tersebut berlangsung hingga level tertinggi sepanjang masa sebelumnya di sekitar $ 20.000 dari Desember 2017. Saat itu, harga melonjak total 3.415%.

    Mengingat bahwa BTC saat ini diperdagangkan sekitar $ 11.300, kenaikan serupa berarti harganya akan mencapai $ 400.000. Ini juga akan membuat total kapitalisasi pasar Bitcoin sekitar $ 7,3 triliun.

    Ia juga menguraikan bahwa Bitcoin keluar dari Bullish Pennant sekitar September 2016, dan itu hanya akan mengarah ke potensi Bullish terbaru!

    Menurut ahli, ketika pola ini ditembus pada tahun 2016, butuh waktu sekitar satu tahun dan tiga bulan untuk harga naik hignga 3.415%.

    Jika sejarah berulang, Bitcoin akan mencapai harga $ 400.000 pada akhir 2021 atau pada awal 2022.

    Ini bukan pertama kalinya seseorang menjadi begitu Bullish di BTC. Sebelumnya, analis terkemuka lainnya yang condong ke Bulls mengatakan bahwa cryptocurrency ini mungkin akan terbang tinggi ke level $ 430.000 pada akhir 2021.

    Apakah Mungkin Ini Terjadi?

    Menurut tim Cryptoharian, harga BTC tidak mungkin ke $400.000-an. Paling tinggi di $20.000-an, atau paling realistis di $14.000-$15.000. Dan, ini-pun harus melihat apakah BTC bisa menjadikan $12.000 support kuat (saat ini masih key resistance).

    Dan yang perlu dicatat ialah, ini mendasarkan penilaiannya pada sejarah grafik, dengan mempertimbangkan kinerja BTC pada 2013 dan pertengahan 2016, dimana sikap global dan adopsi massal kemungkinan akan menjadi peran utama untuk skema Bullish ini yang tentu patut dijadikan bahan pertimbangan investasi. Bagaimana menurut Anda?

    Baca Juga: Bank Sentral Menginginkan CBDC Karena Mereka Takut pada Bitcoin

    artikel ini dapat dibaca kembali disini.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Selamat Datang di Bulan Bitcoin, Altcoin Minggir Dulu

    Bitcoin menginjak harga tertinggi selama 5 bulan terakhir. Pada perdagangan Rabu, 6 Oktober 2021, Bitcoin menginjak harga $ 55 ribu.

    Kenaikan harga ini pun diikuti oleh menanjaknya Bitcoin dominan yang meneyntuh level 44,9%. Level ini pun menjadi titik tertinggi dominasi Bitcoin terhadap alts selama 4 bulan terakhir.

    Berdasarkan analisa tim analis Portalkripto, secara teknikal pergerakan Bitcoin saat ini berada di jalur banteng. Atas analisa teknikal tersebut,, target resistensi Bitcoin terdekat berada di harga $58,9.

    Baca jugaTezos (XTZ) dan Kebebasan Bersuara dalam Blockchain

    Kenaikan harga BItcoin di bulan ini sudah diprediksi oleh sejumlah analis. Oktober akan menjadi tonggak kenaikan harga Bitcoin ke depannya.

    Baca jugaBank of America: Bitcoin dan Industri Kripto Tak Bisa Diabaikan

    Altcoin Minggir dulu

    Berdasarkan indikator ​​blockchaincenter.net, bulan ini menunjukan bahwa Bitcoin akan menguasai pasar. Sedangkan, altcoin akan terpinggirkan untuk sementara waktu hingga pergerakan BTC sideways.

    Seperti pada pergerakan pasar kripto pada umumnya, ketika Bitcoin dominan dan harga BTC sama-sama naik menandakan bahwa altcoin akan cenderung bearish. Altcoin akan kembali pumping ketika harga Bitcoin dominan turun tapi harga BTC terus naik.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah GAP CME Bitcoin yang Baru Dibentuk yang Kemungkinan akan Segera Terisi

    Prospek teknis Bitcoin telah sangat meningkat selama beberapa hari terakhir, dengan kemampuan Bulls untuk mendorong crypto utama ini dari posisi terendah $ 10.600 dan melewati level Resistance $ 11.200 yang memberikan struktur pasarnya dengan dorongan yang serius.

    Di mana trend selanjutnya kemungkinan besar akan bergantung pada reaksinya terhadap level Resistance kunci berikutnya di $ 11.600, dimana level ini terlihat cukup signifikan dan dapat menyebabkan kerugian penting jika kenaikan tidak dapat berlanjut diatasnya!

    Naiknya BTC, juga membawa altcoin naik melambung tinggi.

    Baca Juga: Apakah Altseason Akan Kembali Datang untuk Mencerahkan Altcoin Utama?

    Penting untuk diingat bahwa momentum cryptocurrency saat ini berakar pada perkembangan berita Bullish seputar keputusan Square untuk membeli BTC senilai $ 50 juta untuk disimpan sebagai aset cadangannya.

    Banyak investor percaya bahwa lebih banyak perusahaan akan mengikuti, menciptakan krisis likuiditas sisi jual yang berpotensi mendorong Bitcoin lebih tinggi secara signifikan.

    Ada satu GAP di CME yang baru terbentuk yang mungkin harus diisi oleh BTC sebelum dapat melihat momentum lebih lanjut.

    Seorang trader menunjuk ke level ini sebagai target mundurnya jangka pendek, mencatat bahwa rebound di sini dapat mengkatalisasi kenaikan serius yang mendorong Bitcoin melewati Resistance yang saat ini sedang diusahakan untuk ditembus.

    Saat berbicara tentang potensi trend Bitcoin dalam waktu dekat, seorang analis mencatat bahwa dia mengarahkan pandangannya pada penurunan menuju GAP pada CME yang baru-baru ini terbentuk di level $ 11.110.

    Dia mencatat bahwa penurunan di sini akan memberikan probabilitas tinggi bahwa kenaikan lebih lanjut akan segera terjadi karena Support kuat yang berada tepat di bawahnya.

    “Telah menempatkan beberapa tawaran di sekitar GAP pada CME di 11.110. Berharap mereka mengisi tutup mingguan atau Senin pagi. Kemungkinan besar yang kami lakukan itu bisa menjadi perdagangan yang mudah (saya harap).”

    Meski GAP biasanya dianggap sebagai peluang yang jelas, nyata, dan mudah, tentu saja sentimen keseluruhan pasar masih perlu dipertimbangkan untuk mengantisipasi seberapa jauh harga akan mencoba turun, bisa dari aksi penutupan GAP dan juga aksi Taking Profit yang perlu diwaspadai juga.

    Baca Juga: Whale Bitcoin: Strategi Sederhana Yang Membuat Anda Kaya

    artikel ini dapat dibaca kembali disini.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bank of America: Bitcoin dan Industri Kripto Tak Bisa Diabaikan

    Bank of America (BoA) menegaskan lagi sikap positifnya terhadap Bitcoin. Kali ini, salah satu bank terbesar di Amerika Serikat itu mengatakan, bahwa Bitcoin dan industri kripto tidak bisa diabaikan.

    Hal itu dituangkan melalui sebuah artikel berjudul Digital Assets Primer: Only the first inningArtikel ditulis atas nama Alkesh Shah, Kepala Divisi Global Cryptocurrency and Digital Asset Strategy BoA.

    Alkesh juga memberikan analisis mendalam tentang keadaan industri blockchain saat ini dari kripto hingga DeFi dan NFT (Non-Fungible Token) yang digemari oleh banyak pesohor, termasuk VISA dan Mastercard.

    Baca jugaMain Game Kripto Axie Infinity? Pasang Ronin Wallet Dulu

    Bank of America Kian Yakin dengan Keunggulan Bitcoin

    Inti dari artikel itu adalah, bahwa industri kripto dan layanan keuangan terdesentralisasi telah berkembang. Sehingga, bagi BoA terlalu besar untuk diabaikan.

    Berdasarkan kajian bank itu, hampir 221 juta pengguna menukar kripto menggunakan layanan DeFi (decentralized finance), dengan pertumbuhan yang stabil. DeFi berseberangan dengan entitas bursa kripto sentralistik. DeFi menitikberatkan pada keamanan akses menggunakan akun yang dikendalikan penuh oleh penggunanya.

    Demikian pula, peningkatan partisipasi investor institusional, merupakan indikasi yang jelas bahwa kripto lebih dari sekadar fenomena pendek yang didorong oleh kaum retail alias pemain kecil.

    Sektor DeFi Tumbuh Besar

    BoA  menyoroti bahwa selama paruh pertama tahun 2021 ekosistem DeFi menerima hampir US$17 miyar dalam pendanaan dari investor institusional.

    Dibandingkan tahun lalu, hanya U$5,5 milyar yang tercatat selama tahun 2020. Demikian pula, merger dan akuisisi di industri kripto meningkat dari US$940 juta pada tahun 2020. 2020 menjadi US$4,2 miliar pada 2021.

    Walaupun tetap mendukung keunggulan Bitcoin sebagai kripto pertama di dunia, bank itu meramalkan keungggulan kripto lain di atas Bitcoin.

    “Bitcoin itu penting, tetapi ekosistem aset kripto saat ini jauh lebih penting. Penelitian kami menunjukkan, bahwa semakin banyak  mengeksplorasi implikasi di seluruh industri termasuk keuangan, teknologi, rantai pasokan, media sosial dan game,” sebut Alkesh.

    Hal lainnya diramalkan akan datang di dunia blockchain dan industri kripto secara umum adalah masyaraakt bisa menggunakan teknologi blockchain untuk membuka kunci ponsel, membeli saham, rumah, menerima dividen, meminjam, meminjamkan atau menyimpan uang, atau bahkan membayar bensin atau pizza.

    Hal itu menggambarkan bahwa teknologi blockchain sudah menjadi mainstream dan digunakan luas lintas sektor dan bisnis.

    Bank of America juga menyoroti bahwa pertumbuhan NFT merupakan kejutan bagi semua orang. Para peneliti menekankan ketakutan mereka bahwa penilaian besar dari beberapa bagian NFT seperti karya seni yang difraksinasi atau NFT dari permainan crypto. Loot bisa menjadi gelembung yang mempengaruhi banyak investor yang tidak mengetahui risiko yang mereka hadapi.

    Baca jugaBitcoin Naik Usai Ketua SEC Tegaskan Tidak Melarang Crypto

    Beda Waktu, Beda Sikap

    Bisnis perbankan perlu penelitian yang mendalam, melihat dan menguji secara langsung sektor yang bisa menguntungkan dirinya.

    Itulah sebabnya pernyataan kali sangat kontras dengan pernyataan beberapa tahun sebelumnya. Bank of America pernah berpendapat Bitcoin terlalu volatil dan tidak praktis sebagai aset store-of-value.

    Bahkan pada pada Maret 20201 bank itu merilis sebuah laporan yang memastikan bahwa kenaikan Bitcoin menjadi US$60.000 pada dasarnya didorong oleh spekulasi dan bukan oleh keunggulan yang melekat pada kripto.

    Namun, setelah lonjakan besar pada April 2021 lalu itu. Bank ini justru mendirikan divisi penelitian khusus tentang kripto, mengikuti langkah bank besar lainnya.

    Bahkan pada Juli 2021 lalu, BoA mengatakan berencana akan menerbitkan produk Bitcoin berjangka, yang debutnya dimulai oleh CME pada Desember 2017 silam.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com