Tag: btc

  • Riset: 4 Peluang Mendorong Kapitalisasi Bitcoin Jadi $ 3 Triliun Di 2025

    Fakta bahwa cryptocurrency adalah non-sovereign, artinya tidak ada orang yang mengatur. Ini menunjukkan kekayaan pengguna tidak dapat disita oleh pemerintah atau melalui inflasi fiat.

    “Jika probabilitas itu rata-rata 5% secara global, kapitalisasi pasar Bitcoin, atau nilai jaringan, dapat melonjak lebih dari 10 kali lipat dari $ 200 miliar menjadi $ 2,5 triliun,” jelas analis.

    Bitcoin sebagai emas digital adalah pendapat lain dari analis Ark Invest. Namun, penggemar crypto menilai Bitcoin lebih dari pada emas karena portable dan dapat diversifikasi – sifat yang tentu berbeda dengan logam mulia.

    Bitcoin yang hanya menangkap 10% dari pangsa pasar emas saja, dapat mendorong nilainya menjadi $ 1 triliun – meningkat 5x lipat dari saat ini $ 200 miliar.

    4.Bitcoin Sebagai Lindung Nilai Terhadap Devaluasi Mata Uang

    Pendapat terakhir yaitu nilai Bitcoin berpotensi meningkat signifikan dalam 5 tahun ke depan, sehingga mampu bertindak sebagai lindung nilai terhadap fiat yang melemah. Bitcoin hadir sebagai sarana penyelamat yang layak bagi warga yang telah tidak percaya lagi dengan fiat karena inflasi dan hiperinflasi dalam beberapa kasus.

    Jika Bitcoin dapat meraih 5% dari basis moneter global, selain dolar AS, yen, yuan, dan euro, maka kapitalisasi pasar kripto dapat mencapai $ 1,2 triliun.

    Kesimpulannya, “Bitcoin menawarkan salah satu profil risiko-penghargaan yang paling menarik di antara aset, karena analisis kami menunjukkan bahwa Bitcoin harus berskala dari sekitar $ 200 miliar hari ini untuk menjadi $ 1-5 triliun kapitalisasi jaringan selama 5 – 10 tahun ke depan.”

    Baca Juga: Pelajari Strategi Day Trading Agar Lebih Untung

    Saat ini Bitcoin diperdagangkan pada $ 10.676,53 dengan kapitalisasi pasar $ 197 miliar. Menurut ARK Invest, kapitalisasi pasar $ 3 triliun pada tahun 2025 Berarti bitcoin akan dihargai lebih dari $ 140.000.

    Apakah ini mungkin terjadi? Sangat mungkin, karena Bitcoin sudah dilirik oleh investor institusi. Beberapa minggu lalu, perusahaan Microstrategy membeli total $420 juta dalam Bitcoin. Dan bisa dipastikan, akan ada perusahaan lainnya yang mengikuti gaya ini.

    artikel ini bisa anda baca kembali disini.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bisakah Pemegang 0.28 BTC Termasuk 1% Orang Terkaya Di Dunia Suatu Hari Nanti?

    Nilai Bitcoin atau BTC sangat bergantung pada total ketersediaan koinnya yang terbatas, yaitu dipasok hanya 21 juta koin saja. Jika adopsi global terjadi secara massal, maka sebagian kecil nilai Bitcoin bisa menghasilkan kekayaan yang signifikan.

    Salah seorang trader Bitcoin bercuit, “hanya ada 0,0027 BTC untuk 7 miliar orang saat ini,” melalui Twitter dengan nama akun Davincij15 pada 22 September.

    Dia fokus terhadap kaitan antara total populasi di dunia dengan total pasokan Bitcoin. Pada awalnya, akun Davincij15 dikenal karena mengenang kembali masa-masa awal aset Bitcoin di tahun 2011 silam.

    Baca Juga: Mengenal Smart Contract

    “Jika Anda HODL 0,28 BTC, dan Bitcoin merupakan mata uang cadangan dunia, Anda akan menjadi 1% terkaya. Jadi HODLing 1 BTC berarti Anda mungkin memiliki 400x lebih banyak dari pada rata-rata orang lainnya (kasus terburuk).”

    Perhitungan matematis Davincij15 termasuk logis dan masuk akal sehat manusia, meskipun alur pemikirannya sangat bergantung pada beberapa faktor. Faktor utama adalah jika adopsi global Bitcoin terjadi secara massal.

    Saat ini, aset tersebut memiliki kapitalisasi pasar senilai $ 194 miliar. Di sisi lain, emas meiliki nilai kapitalisasi pasar $ 9 triliun. Artinya, Bitcoin masih membutuhkan pertumbuhan yang signifikan untuk bisa bersaing dengan emas – yang sudah dilihat dunia sebagai lindung nilai yang telah teruji dari masa ke masa.

    Sementara, dolar AS memegang pasokan yang beredar sebesar $ 1.98 triliun, berdasarkan data dari Federal Reserve AS. Namun, masih ada faktor-faktor lain di balik angka pasokan yang beredar tersebut. Sebenarnya, perbandingan angka yang tepat untuk dolar AS masih jauh lebih tinggi.

    Di tengah perbandingan pasokan aset-aset tersebut, kehadiran altcoin seakan menjadi cegukan yang berbeda. Jika sesorang berinvestasi dalam aset kripto lainnya, maka uang sudah dialihkan dari BTC, membuat aset tersebut lebih sulit untuk menjadi pilihan teratas dunia.

    Baca Juga: CEO MicroStrategy: Tidak Ada Rencana untuk Menjual Bitcoin dalam Waktu Dekat

    Namun, Bitcoin telah menjadi pusat perhatian dan membuat pertumbuhan yang baik pada tahun 2020. Termasuk terjadinya investasi dari perusahaan raksasa, MicroStrategy.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ingin Memprediksi Harga Bitcoin? Lihatlah Emas

    Data skala makro mengungkapkan bahwa korelasi antara komoditas emas dan Bitcoin telah melonjak pada tahun 2020, mencatatkan rekor tertinggi baru sepanjang masa yang tentu patut menjadi perhatian kita dalam menganalisa.

    Meskipun kedua aset berada dalam kondisi hijau sepanjang tahun, Bitcoin masih mengungguli emas, meskipun pada update terbarunya, BTC tengah mengalami penurunan harga.

    Baca Juga: A Glossary of All Crypto Terms You Need To Know!

    Pada saat pers, harga BTC sangat volatil dikisaran Rp 153 juta- Rp 155 juta.

    Menurut data dari perusahaan CoinMetrics, korelasi 60 hari antara Bitcoin dan emas telah mencapai titik tertinggi baru sepanjang masa di atas 0,5. Setelah metrik mencapai titik terendah di bawah -0,3 selama aksi jual pertengahan Maret ketika BTC anjlok ke $ 3.700, korelasi 60 hari telah meningkat secara bertahap.

     

    Dan perusahaan analitic Skew, menunjukkan bahwa korelasi rata-rata berada di 10.6% untuk satu tahun. Emas bisa menjadi salah satu alat bantu untuk memprediksi harga BTC.

     

    Korelasi positif melonjak tajam pada awal Maret-April ketika dolar AS mulai kehilangan sebagian besar nilainya. Dengan demikian, tampaknya selama masa ketidakpastian untuk mata uang cadangan global ini, investor beralih ke aset langka seperti emas dan Bitcoin.

    Seperti yang anda lihat gambar dibawah ini, pergerakan emas, hampir sama dengan Bitcoin.

    Sumber:Skew

    Pertukaran veteran yang berbasis di AS, Kraken, juga memeriksa korelasi antara kedua aset tersebut, tetapi dalam skala mikro. Laporan tersebut mengkonfirmasi bahwa itu meroket pada musim panas 2020 dan mencapai ‘hampir 1 tahun tertinggi 0,93 pada 31 Juli, dan naik ke ATH 0,97 pada 10 Agustus.

    Namun, skala yang lebih kecil yang diamati oleh Kraken menunjukkan bahwa Bitcoin telah terlepas dari tindakan emas dalam beberapa minggu terakhir.

    Kraken mengatakan bahwa Bitcoin mempunyai korelasi positif dengan S&P 500 dan emas, 0.84 dan 0.97 masing-masing. Korelasi tertinggi sepanjang waktu dengan emas mencapai 0.97 di 10 Agustus.

     

    Dalam pandangan kami, korelasi antara BTC dan emas ini telah dipengaruhi oleh kekhawatiran global dan pelemahan pada dolar AS, yang telah menjadi fokus para analis dalam waktu yang cukup lama karena akan mempengaruhi aset tradisional, dan juga BTC.

    Hal ini tentu meningkatkan minat pada aset safe haven, dimana beberapa investor tentu kembali ke metode lama, yakni membeli emas, sementara investor milenial / kekinian memilih Bitcoin sebagai aset lindung nilainya terhadap kekhawatiran yang melanda tersebut, sehingga korelasi antara keduanya tercipta disini. Bagaimana menurut Anda?

    Baca Juga: Inilah Mengapa Bitcoin Siap Melambung Setelah Turun $ 300



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Biaya Transaksi Bitcoin Melonjak Seiring Permintaan Jaringan Meningkat

    Permintaan di dalam jaringan Bitcoin terus meningkat. Hal ini terkait dengan kenaikan harga Bitcoin yang beberapa waktu lalu. Dampaknya mata uang digital ini juga mengalami lonjakan harga di dalam biaya transaksinya.

    Jika diamati, harga ini hampir mencapai level tertinggi tahunan yang ditetapkan setelah peristiwa halving pada bulan Mei lalu.

    Ditambah, tingkat hash Bitcoin juga belum turun dan masih berada di sekitar nilai all-time-high-nya. Hal ini membuat penambangan Bitcoin semakin untung, mengingat tingkat hash akan segera siap dalam menghadapi pertumbuhan lebih lanjut yang akan terjadi sebentar lagi.

    Kesehatan Jaringan Bitcoin Meningkat seiring Tingkat Hash dan Nilai Transaksi yang Tinggi

    Fase konsolidasi yang panjang dari Bitcoin, akhirnya membuahkan hasil dan dapat menembus level $11.400 pada Senin lalu. Sejak saat itu, BTC masih dalam ambang koreksi harga yang melayang-layang di antara $11.000 dan sedikit lebih rendah dari level tersebut.

    Baca juga: Harga Bitcoin Rally 13% Menembus Rp 164 Juta

    Hal ini juga menyebabkan banyak mata uang crypto membentuk struktur teknis bullish, dengan juga banyak analis yang mendukung pergerakan pasar ini dan memprediksi kenaikan harga lebih lanjut di minggu-minggu ke depan.

    Tidak hanya harga Bitcoin yang tampaknya akan terus menguat, tetapi juga dengan jaringannya. Saat ini saja, tingkat hash BTC berada tepat di bawah angka all-time-high-nya 126 juta terahash per detik (TH / s) yang ditetapkan beberapa minggu lalu.

    Angka ini lebih stabil dan kemungkinan akan mulai naik lebih tinggi dalam waktu dekat ini. Mengingat adanya peningkatan keuntungan dari penambangan crypto. Namun, pertumbuhan ini juga bisa melemah karena adanya penyesuaian kesulitan baru.

    Menurut data dari blockchain.com, transaksi senilai hampir $3 miliar bergerak dalam jaringan BTC pada tanggal 27 Juli 2020 lalu.

     

    Baca Juga: Mengenal Decentralized Finance (Part 1): Apa itu DeFi?

    Biaya Transaksi Bitcoin Capai Tertinggi Tahunan

    Salah satu hasil dari meningkatnya permintaan dalam ruang jaringan Bitcoin adalah biaya yang juga ikut meroket.

    Selama beberapa hari terakhir, biaya BTC mencapai level yang belum pernah dialami dalam kurun waktu setahun terakhir. Secara total, $ 2,06 juta biaya transaksi dibayarkan kepada para penambang pada tanggal 27 Juli 2020 lalu.

    Biaya tinggi terakhir kali terlihat setelah adanya rewards halving penambangan Bitcoin pada akhir Mei lalu. Di lain sisi, hal ini mengindikasikan bahwa permintaan di dalam jaringan meningkat karena dorongan kuat harga BTC itu sendiri dan merupakan hal yang sangat positif.

    Informasi ini dapat dibaca kembali di sini



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengekor Bitcoin, Ether (ETH) Menanjak 5,34 Persen

    Mengekor kenaikan harga Bitcoin (BTC), harga aset kripto Ether (ETH) pun menanjak hingga 5,34 persen dalam 24 jam terakhir. Petang ini, aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar kedua itu nongkrong di kisaran Rp5,2 juta.

    Sejumlah besar aset kripto berkapitalisasi besar mengekor kenaikan harga Bitcoin sejak pagi hari ini. Salah satunya adalah Ether (ETH), berdasarkan pantauan dari Coinmarketcap.

    Penguatan terakhir itu menambah porsi jumbo ETH sejak Maret 2020. Pada 16 Maret 2020, ETH masih condong di Rp1,6 jutaan. Dengan kenaikan baru hari ini, maka imbal hasilnya mencapai 225 persen.

    Kenaikan ETH itu juga didorong oleh akumulasi besar-besaran menyusul ujicoba versi awal jaringan blockchain Ethereum 2.0 yang kelak meninggalkan algoritma konsensus Proof-of-Work menjadi Proof-of-Stake.

    Hal lainnya adalah hype sangat tinggi di sektor Decentralized Finance (DeFi) yang saat ini mencapai US$4,06 miliar (lihat Defipulse.com). Maklumlah, ETH adalah aset kripto utama besar yang digunakan di beragam platform DeFi itu.

    Ambil contoh dalam rentang 90 hari terakhir, ETH yang ter-lock di beragam DeFi pada 11 Juni 2020 hanya US$2,5 juta. Ketika artikel ini ditulis nilainya bertambah menjadi US$4,27 juta.

    Pertambahan jumlah ETH di DeFi dalam kurun waktu 90 hari terakhir. Sumber: Defipulse.com.

    Peningkatan nilai ETH dan valuasi di DeFi juga terdampak pada naiknya kapitalisasi pasar sejumlah aset kripto lain yang terhubung dengan DeFi itu.

    Chainlink (LINK) misalnya menguasai kapitalisasi pasarnya mencapai 5,9 persen dalam 7 hari terakhir. Data terkakhir dari Coingecko, kapitalisasi pasar LINK sudah mencapai US$3 miliar. Di bawahnya menyusul Maker (MKR) sebesar US$509 juta di harga terakhir US$565 per MKR.

    Sedangkan Ampleforth (AMPL) dan SNX tidak terpaut jauh dengan MKR, demikian pula dengan Compound (COMP) dan Aave (LEND). [red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Teknikal 5 Agustus: Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH)

    Dalam beberapa hari lalu, Bitcoin (BTC) telah mencoba melampaui level $ 40.000, dimana harga saat ini tengah tertekan, yang masih bisa dianggap sebagai Pullback dengan berpegang pada analisa kali ini.

    Dan ETH, juga tengah membentuk pijakan yang lebih tinggi mengikuti pembaruan London yang sangat dinanti oleh para investor dan pengamat.

    Pada analisa ini, kita akan mencoba melihat peluang trend yang ada berdasarkan aksi harga di beberapa hari sebelumnya.

    Dan dalam artikel ini, kami akan berbagi pandangan kami dalam analisa teknikal untuk peluang trend BTC dan ETH untuk beberapa hari kedepan.

    BTCUSD

    Dalam analisa kami, pada time frame Daily, BTC yang sempat mencapai $ 42.000 kini kembali jatuh, yang kami lihat masih sebagai aksi harga yang normal, karena tentu ada beberapa aksi Take Profit yang coba dibentuk untuk mulai memberi sinyal trend.

    Dalam pandangan teknikal kali ini, harga perlu bertahan di atas level-level Support yang ada untuk mempertahankan prospek Bullish yang telah coba dibangun sejak beberapa minggu lalu, dimana level psikologis $ 40.000 adalah tujuan utama yang harus dilampaui untuk menjaga prospek rally.

    Baca Juga: PELUNCURAN MAINNET OLYMPIA DI JARINGAN RADIX SUDAH BERJALAN

    Indikator Teknis:

    MACD : MA mencoba menutup Zona Bullish. Ini dapat memberi dua sinyal. Pertama, harga akan membentuk sedikit Zona Bearish untuk kembali melonjak. Kedua, harga justru terperosok tajam yang akan tetap berpegang pada reaksi harga di level Support Kunci yang ada.

    RSI : Kini menjauh turun dari wilayah Overbought, sehingga saat di posisi Netral, aksi harga kemungkinan akan sangat penting karena berpegang pada MACD dan titik pemulihan.

    Level Resistance Utama : $ 40.000

    Level Support Utama : $ 35.000 dan $ 37.000

    ETHUSD

    Dalam analisa kami, pada time frame Daily, ETH masih terlihat on-Bullish sejak beberapa minggu lalu yang mendasari antusiasme pasar terhadap pembaruan London-nya di awal Agustus ini.

    Dalam struktur harga saat ini, geliat Bullish masih cenderung dominan, sehingga kami masih mengantisipasi adanya upaya-upaya perlawanan dari Buyer selama harga masih diatas level-level Support Kunci.

    Dalam analisa ini, tujuan optimisme pasar adalah melampaui level $ 2.700 yang menjadi dasar Resistance utama di analisa kami.

    Rejeksi atau breakout pada level ini adalah kunci utama prospek harga dalam beberapa hari ke depan.

    Baca Juga: Ketua SEC Akhirnya Buka Suara Bahas Regulasi Crypto!

    Indikator Teknis:

    MACD : MA hendak menutup Zona Bullish. Ini hampir mirip seperti skema MACD pada Bitcoin, sehingga dasar akan berpegang pada aksi harga yang dibentuk dari sini.

    RSI : Masih terlihat cukup percaya diri dipertengahan Overbought dan Netral, sehingga reaksi pada Resistance Kunci mungkin akan menjadi dasar analisa menggunakan RSI.

    Level Resistance Utama : $ 2.700

    Level Support Utama : $ 2.150 dan $ 2.300



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Dominance Bergerak Turun, Altcoins Season Diprediksi Terjadi

    Bitcoin Dominance seringkali dijadikan alat untuk memprediksi pergerakan mayoritas Altcoins, akibat berdasarkan data umumnya ada korelasi antar keduanya.

    Korelasi tersebut adalah saat Bitcoin Dominance turun, maka Altcoins relatif bergerak naik, namun kondisi ini umumnya terjadi saat harga Bitcoin mulai naik.

    Saat ini Bitcoin Dominance diprediksi akan turun lagi dan membuat mayoritas pasar memprediksi adanya pergerakan naik pada Altcoins.

    Namun masih banyak investor yang sulit untuk memahami apa sebenarnya Bitcoin Dominance itu dan bagaimana dampaknya ke pasar.

    Baca Juga: Siap-siap! Amazon Akan Segera Masuk ke Pasar Kripto

    Dampak Bitcoin Dominance untuk Altcoins

    Bitcoin Dominance akhir-akhir ini terlihat bergerak terus menurun dan sedang berada di daerah sekitar 48%.

    Angka tersebut berarti 48 % dana yang beredar di pasar crypto tersimpan pada Bitcoin, dan sisanya tersimpan pada Altcoins.

    Dalam kondisi tersebut, terdapat asumsi bahwa saat ini permintaan pasar terhadap Altcoins sedang lebih besar dibandingkan terhadap Bitcoin.

    Oleh karena itu sangat masuk akan jika mayoritas investor memprediksi pergerakan Atcoins berdasarkan Bitcoin Dominance akibat pernyataan tersebut.

    Umumnya kondisi positif untuk Altcoins terjadi saat Bitcoin Dominance mengalami penurunan setelah harga Bitcoin naik.

    Bisa dilihat bahwa saat hal yang sama terjadi, yang juga mencerminkan kondisi pada awal 2021 saat mayoritas crypto mengalami apresiasi.

    Saat kondisi ini terjadi, umumnya apresiasi harga akan dipimpin oleh Ethereum yang akan mendorong mayoritas Altcoins lain naik.

    Hal ini disebabkan Ethereum yang telah lama menjadi pemimpin untuk Altcoins akibat kapitalisasi pasarnya yang tinggi.

    Selain itu potensi apresiasi ini juga diperkuat dengan adanya London Hard Fork, pembaruan jaringan dari Blockchain Ethereum.

    Dengan adanya pembaruan ini, blockchain Ethereum dikabarkan akan lebih efisien dan lebih rendah dalam biaya.

    Salah satu hal penting lainnya adalah mekanisme burn dimana nantinya jumlah Ethereum yang beredar akan berkurang sekitar 1,4% per tahun.

    Mekanisme ini dilakukan dengan menghilangkan 70% dari biaya transaksi yang ada pada Ethereum setelah digunakan.

    Oleh karena itu ada kemungkinan Ethereum akan semakin langka yang dapat membuat harganya naik lebih tinggi jika permintaannya naik.

    Jika Ethereum naik, ada kemungkinan mayoritas Altcoins lainnya dapat naik lebih tinggi akibat adanya sentimen positif berdasarkan pergerakan sebelumnya.

    Baca Juga: CZ Lakukan Pertemuan dengan Regulator, Kabar Baik untuk Binance

    Dampak untuk Bitcoin

    Perlu diketahui bahwa Altcoins yang naik dalam dominasi pasar bukan berarti akan menurunkan harga dari Bitcoin.

    Hal ini disebabkan saat mayoritas harga Altcoins naik bersama permintaannya, tidak selalu berarti akan ada tekanan jual untuk Bitcoin.

    Bitcoin bisa jadi akan terus bergerak dalam konsolidasi jika Altcoins naik akibat umumnya kondisi tersebut yang terjadi saat pasar mulai positif.

    Dominasi Bitcoin yang turun juga merupakan hal yang wajar akibat bersama dengan perkembangan teknologi, sangat mungkin untuk muncul proyek baru.

    Proyek crypto baru ini dapat menciptakan ketertarikan tinggi yang membuat dominasi berpindah sedikit dari Bitcoin.

    Saat ketertarikan proyek tersebut naik maka ketertarikan Altcoins naik karena crypto selain Bitcoin disebut dengan Altcoins.

    Sehingga apresiasi dari Altcoins tidak akan menurunkan nilai Bitcoin, namun akan banyak investor yang menyebut Altcoin Season.

    Altcoin Season ini adalah istilah untuk masa dimana Altcoins naik lebih tinggi daripada Bitcoin yang mencerminkan ketertarikan lebih tinggi pada Altcoins.

    grafik btc.d
    Grafik Bitcoin Dominance (BTC.D)

    Untuk saat ini dapat dilihat bahwa Bitcoin Dominance sedang berada pada batas atasnya dan kemungkinan akan terus turun di daerah tersebut.

    Tujuan selanjutnya jika turun berada pada 46% yang dapat membuat adanya apresiasi dalam Altcoins jika harga Bitcoin tetap stagnan.

    Namun untuk saat ini pasar masih menunggu kedaluwarsa kontrak options Bitcoin yang kemungkinan dapat mempengaruhi sentimen pasar di Agustus.

    Hal ini disebabkan posisi terbukanya kontrak options dapat menjadi salah satu pandangan bagaimana Agustus akan terjadi.

    Sebab hubungan antara derivatif dan spot adalah hubungan yang dapat dijadikan sebagai alat bantu dalam menentukan arah pasar.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Popularitas Smart Contract Ethereum Bisa Salip Posisi Bitcoin Saat Ini

    Perusahaan investasi asal Amerika Serikat Goldman Sachs membuat sebuah catatan untuk nasabahnya yang mengatakan Ethereum bisa menjadi aset kripto yang paling dominan di masa depan mengalahkan Bitcoin.

    Dikutip dari Business Insider, Goldman memperkirakan total kapitalisasi pasar ether (ETH) bisa menyalip total kapitalisasi pasar Bitcoin (BTC) di tahun-tahun mendatang.

    Baca Juga: Ubah Recehan Jadi Cuan!

    “[Ether] saat ini terlihat seperti cryptocurrency dengan potensi penggunaan nyata tertinggi seperti Ethereum, platform yang menjadi mata uang digital asli, adalah platform pengembangan paling populer untuk aplikasi kontrak pintar.”

    Smart contract Ethereum saat ini memang mendominasi ekosistem keuangan desentralisasi (DeFI). Meski banyak yang menilai gas fee dan biaya transaksi di jarangina Ethereum dirasa sangat mahal, namun jaringan mereka masih lebih populer dibandingkan dengan jarinagn blockchain lain.

    Baca Juga: Titik Beli dan Jual Ethereum Sebelum London Hardfork Juli 2021

    Sejumlah analis mencatat bahwa Ethereum saat ini menjadi penggerak utama Bitcoin dan sejumlah proyek token dan coin kripto. Secara pertumbuhan, Ethereum pun kini mampu tumbuh lebih cepat daripada Bitcoin. Dalam 12 bulan terakhir nilai ETH tumbuh 865%, sedangkan Bitcoin hanya mengalami pertumbuhan sebanyak 261%.

    Kendati demikian, saat ini total kapitalisasi pasar Ethereum masih di bawah BTC. Bitcoin saat ini memiliki $651,110,414,182 total market cap. Sedangkan, ETH masih di bawah BTC dengan total market cap senilai $277,859,938,148.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Diprediksi Mencapai US$12 Ribu (Rp173 Juta) pada Bulan Depan

    Harga Bitcoin diprediksi mampu mencapai US$12 ribu (Rp173 juta) pada bulan depan, jika Bitcoin mampu bertahan di US$10.500 ataupun setelah terkonsolidasi sedikit di bawah level US$10 ribu.

    “Jika Bitcoin masuk ke wilayah itu, maka harga akan melejit setidaknya menjadi US$11 ribu dalam waktu 3 minggu dan mungkin US$12 ribu dalam waktu sebulan,” kata Benjamin Blunts, trader Bitcoin seperti yang dilansir dari Cointelegraph beberapa jam lalu.

    Berita Terkait: Harga Bitcoin Tak Akan Jatuh Lagi ke US$6 Ribu, Tapi Naik Menjadi US$100 Ribu

    Trader lainnya, Theta Seek, pun senada karena menurutnya Raja Aset Kripto kemungkinan kecil bertahan di bawah US$9 ribu untuk waktu yang lama.

    “Ada beragam sikap bearish di luar sana. Tetapi dalam 1-2 minggu terakhir ada banyak akumulasi di bawah harga US$9 ribu,” katanya.

    Namun Theta melihat ada penurunan harga hingga 20 persen, jikalau Bitcoin tak mampu bertahan di atas US$10.000-10.500. Itu pun bisa terjadi andaikata terjadi peningkatan likuiditas di pasar derivatif (options, futures).

    Yang pasti saat ini, Bitcoin sedang berada di wilayah yang sangat penting. Pergerakan harga selama 7 hari mendatang akan menentukan tren harga sepanjang kuartal ketiga tahun 2020 ini. [Cointelegraph/red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tesla Beli Bitcoin US$1,5 Milyar

    Perusahaan Tesla yang didirikan oleh Elon Musk akhirnya membeli Bitcoin (BTC) senilai US$1,5 milyar (setara Rp21 triliun). Harga Bitcoin langsung melejit ke lebih dari US$43 ribu (Rp603 juta), membentuk harga all time high (ATH) baru.

    Keraguan publik terhadap Elon Musk soal Bitcoin kini terjawab sudah, perusahaan Tesla yang didirikan oleh Musk akhirnya memutuskan membeli Bitcoin senilai US$1,5 milyar.

    Kabar itu tercantum pada laporan perusahaan publik itu kepada Komisi Bursa dan Sekuritas (SEC) Amerika Serikat yang diterbitkan hari ini.

    Baca Juga: Kisah Inspiratif 2 TKO Angels Setelah Investasi di Tokocrypto

    “Pada Januari 2021, kami memperbarui kebijakan investasi kami untuk memberi kami lebih banyak fleksibilitas untuk lebih mendiversifikasi dan memaksimalkan keuangan kami. Kami berinvestasi di Bitcoin senilai total US$1,5 milyar,” sebut perusahaan dalam dokumen itu.

    Selain itu, Tesla berencana menerima Bitcoin sebagai bentuk pembayaran untuk produk perusahaannya dalam waktu dekat.

    Elon Pendukung Bitcoin
    Pada 1 Februari 2021, Elon Musk menegaskan bahwa dirinya adalah pendukung Bitcoin.

    Elon Musk Pendiri dan CEO SpaceX tegas mengatakan bahwa dirinya adalah pendukung Bitcoin.

    “Saya adalah pendukung bitcoin. Saya memang terlambat menyambutnya, tetapi saya adalah seorang pendukung. Saya pikir Bitcoin saat ini berada di ambang penerimaan luas oleh orang-orang di keuangan tradisional. Dan saya pikir Bitcoin adalah hal yang baik,” kata Musk di ruang obrolan Clubhouse , 1 Februari 2021, dilansir dari Forbes dan Reuters.

    Musk juga mengatakan bahwa banyak orang mengajaknya masuk lebih dalam ke Bitcoin sejak tahun 2013, ketika harga Bitcoin masih di bawah US$100.

    Pernyataan Musk menyusul penyematan tanda pagar #bitcoin di profil Twitter-nya pada 29 Januari 2021 lalu.

    Setelah tagar itu,  tidak ada pernyataan terang benderang di Twitter-nya, apakah dia memang mendukung Bitcoin.

    Baca Juga: Pengamat: Langkah Tesla Beli Bitcoin Akan Ditiru Perusahaan Lain

    Heboh Tagar Bitcoin di Profil Twitter Elon Musk
    Apapun polah kata Elon Musk di Twitter mampu membuat warganet gempar. Hari ini Elon Musk mengubah bagian profil akun Twitter-nya dengan tagar #Bitcoin. Ini sekaligus mengingatkan kita terkait akunnya yang pernah diretas pada tahun lalu.

    Gara-gara tagar itu sontak dunia Twitter pun geger, khususnya para pecinta aset kripto nomor wahid itu.

    Entah terkait itu atau tidak, harga Bitcoin kala itu pun langsung terkerek ke US$38 ribu pada pukul 16:30 WIB hari ini dari US$32 ribuan pada pukul 15:30 WIB.





    Sumber : news.tokocrypto.com