Tag Archives: detikproperti

Cara Mudah Hilangkan Noda Cat Membandel di Kaca dan Lantai


Jakarta

Mengecat dinding rumah merupakan kegiatan yang perlu dilakukan secara hati-hati. Soalnya, proses pengecatan yang tidak benar bisa membuat cat menempel di dinding dan lantai sehingga menjadi noda.

Maka dari itu, penting untuk menggunakan alas dari plastik atau kertas bekas saat mengecat dinding rumah. Jangan sampai noda cat bikin kaca dan keramik lantai jadi jelek.

Namun, jika ditemukan noda cat yang menempel maka detikers perlu segera membersihkannya. Kalau telat, noda tersebut bisa menempel dan jadi sulit untuk dibersihkan.


Jika cat sudah mengering dan susah dibersihkan, jangan khawatir. Ada beberapa cara mudah untuk membersihkan noda cat di kaca jendela dan lantai rumah. Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Cara Mudah Hilangkan Noda Cat di Kaca dan Lantai

Ada berbagai cara untuk menghilangkan noda cat di kaca dan lantai. Dilansir situs Better Homes & Gardens dan Cleanpedia, Jumat (13/6/2025), berikut tipsnya:

Bersihkan Noda Cat di Kaca

Kamu bisa membersihkan noda cat di kaca dengan sejumlah bahan yang mudah ditemukan di rumah, yaitu:

1. Cuka

Selain digunakan sebagai bumbu masak, cuka bisa dipakai untuk menghilangkan noda cat di kaca. Caranya adalah dengan menuangkan cuka ke kain lap yang telah dibasahi dengan air, lalu gosok ke noda yang terdapat di kaca.

Jika sudah, bersihkan kaca dengan sabun cuci piring dan air. Jika noda sudah hilang, kamu bisa keringkan dengan kain lap microfiber.

2. Aseton

Kamu bisa menggunakan aseton, yakni cairan yang biasa digunakan untuk menghapus kuteks. Kandungan aseton diklaim ampuh untuk menghilangkan noda cat di kaca.

Cara pakainya adalah dengan mengoleskan aseton ke noda cat di kaca, lalu diamkan selama 10-15 menit agar bereaksi. Setelah itu, bersihkan cairan aseton dengan air bersih dan kain lap.

3. Tiner

Cara lain untuk membersihkan noda cat di kaca adalah menggunakan tiner. Kamu bisa mencelupkan kain bekas ke tiner, lalu bersihkan noda cat di kaca dengan cara digosok secara perlahan. Apabila noda cat sudah benar-benar hilang, bilas dengan air bersih dan keringkan pakai kain lap.

Bersihkan Noda Cat di Lantai

Jika ingin menghilangkan noda cat di lantai keramik, simak langkah-langkahnya di bawah ini:

1. Air Panas dan Sabun Cuci Piring

Cara ini disebut paling mudah dan ampuh membersihkan noda cat di keramik. Cukup dengan mencelupkan kain bersih ke dalam larutan yang berisi sabun cuci piring dan air, lalu gosok noda cat dengan lembut.

2. Cuka dan Soda Kue

Cuka dan soda kue bisa jadi opsi alternatif untuk membersihkan noda cat di keramik. Cara pakainya dengan mencampur cuka putih dan air hangat ke dalam botol semprot dengan perbandingan 50:50, setelah itu kocok hingga merata.

Kemudian, semprot cairan ke keramik yang terdapat noda cat dan diamkan selama 10-15 menit, lalu taburkan baking soda di atas noda cat. Setelah itu, gunakan sikat halus untuk menggosok noda dengan lembut sampai seluruh noda terangkat.

Apabila semua noda sudah terangkat, bilas lantai dengan air bersih dan keringkan pakai handuk atau kain pel.

Demikian cara mudah bersihkan noda cat yang menempel di kaca dan lantai keramik. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Teknik Mudah Cek Kualitas Lantai Keramik Cuma Pakai Kelereng



Jakarta

Pernah dengar anjuran untuk membawa kelereng saat survei rumah? Mainan satu ini ternyata bermanfaat buat menemukan masalah lantai di rumah, lho.

Trik kelereng bisa dilakukan pada rumah sudah jadi maupun dalam masa pembangunan. Dengan menemukan masalah tersebut, pemilik bisa segera mengatasinya.

Lalu, bagaimana cara mengecek lantai rumah pakai kelereng? Simak penjelasannya berikut ini.


Periksa Saluran Pembuangan Air

Saluran pembuangan air di kamar mandi berfungsi untuk membuang sisa air ketika mandi. Namun, pemasangan keramik yang kurang tepat justru menimbulkan genangan air.

Menurut Kontraktor Panggah Nuzhulrizky kelereng bisa digunakan untuk memastikan keramik sudah terpasang dengan benar. Jika sejumlah kelereng yang sudah disebar menggelinding menuju satu arah, yaitu pada floor drain, bisa dikatakan pemasangan lantai kamar mandi sudah benar.

“Sebar kelereng di lantai kamar mandi. Nantinya kelereng akan menuju arah floor drain. Jika semua kelereng menuju titik yang sama, dapat disimpulkan bahwa aliran air sudah sesuai menuju titik yang dituju dan pemasangan keramik bisa dikatakan sudah benar,” ujar Panggah saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

Apabila kelereng yang disebar tidak menuju ke titik floor drain, dipastikan pemasangan keramik tidak sesuai dan perlu perbaikan. Pemilik dapat mulai perbaikan dengan memeriksa leveling keramik.

“Pertama yang harus dilakukan adalah pengecekan leveling keramik menggunakan alat waterpass, leveling laser. Jika ada bagian yang tidak sesuai, area tersebut dapat dibongkar dan dipasang kembali dengan menyesuaikan kemiringan area yang sudah benar,” jelasnya.

Periksa Keramik Kopong

Selain itu, Panggah mengatakan kelereng berguna untuk mengetahui keramik sudah terisi dengan adukan semen atau masih kosong. Bagian bawah keramik yang kopong atau tidak terisi dengan merata berisiko untuk rusak.

“Tidak meratanya isian adukan di bawah keramik, hal ini dapat menyebabkan terjebaknya udara yang menimbulkan efek kopong dan dapat menimbulkan kerusakan pada keramik seperti pecah atau meledak yang biasa disebut popping,” tuturnya.

Cara mengecek kondisi lantai adalah dengan menjatuhkan kelereng di atas keramik tersebut. Bunyi yang timbul pada keramik yang kopong biasanya lebih nyaring dan ringan. Sebaliknya, suara kelereng yang dijatuhkan ke keramik yang terisi semen penuh lebih berat seperti bertabrakan dengan benda yang keras dan penuh.

Itulah beberapa trik kelereng untuk mengidentifikasi masalah pada keramik lantai. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Mudah! Ini Cara Cegah Lumut Tumbuh di Toren Air


Jakarta

Setiap rumah biasanya memiliki wadah penampung cadangan air bersih yang disebut toren air atau tangki air. Tangki ini berpotensi ditumbuhi lumut karena kondisinya yang lembap, padahal air perlu dijaga kebersihannya.

Bukan cuman lembap, lumut dapat tumbuh akibat paparan sinar matahari langsung ataupun air baku yang kotor. Toren air memang sebaiknya dirawat agar bebas dari lumut.

Lantas, bagaimana cara mencegah lumut tumbuh di toren air? Simak caranya berikut ini, dikutip dari catatan detikProperti.


Cara Cegah Lumut Tumbuh di Toren Air

Lakukan langkah-langkah berikut ini untuk mencegah toren air ditumbuhi lumut.

1. Rutin Kuras Toren Air

Penghuni rumah bisa menguras tangki air secara rutin untuk menghambat pertumbuhan lumut. Disarankan untuk menguras tangki air setidaknya 6 bulan sekali. Jika lumut tumbuh dengan cepat, penghuni dapat lebih sering melakukan pengurasan, misalnya 3-4 bulan sekali.

2. Buat Pelindung di Atas Toren Air

Sinar matahari dapat menembus bahan plastik berwarna cerah pada toren air, sehingga memicu pertumbuhan lumut. Hal ini bisa dihindari dengan memasang pelindung di atas tangki, seperti atap.

3. Cat Toren Air dengan Warna Gelap

Selain itu, eksterior toren air berbahan plastik juga bisa dicat dengan warna gelap. Lakukan pengecatan secara tebal dan merata untuk mencegah cahaya yang menembus dinding tangki.

4. Tutup Tangki dengan Rapat

Pastikan menutup toren air dengan rapat. Langkah ini penting buat mencegah sinar matahari yang masuk ke tangki.

Itulah beberapa cara untuk mencegah pertumbuhan lumut pada toren air di rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

3 Cara Bersihkan Noda Tinta pada Sofa Kain, Bisa Pakai Cuka


Jakarta

Noda tinta pada sofa kerap ditemukan. Noda tersebut bisa saja berasal dari pulpen yang yang bocor atau yang lainnya.

Namun jangan khawatir, karena noda tersebut masih bisa dibersihkan. Salah satu bahan yang dipakai adalah cuka.

Selain digunakan untuk masakan, cuka juga bisa dipakai untuk membersihkan noda tinta. Berikut ini caranya dilansir dari The Spruce.


Cara Membersihkan Noda Tinta Pakai Cuka

white vinegar on wood table topCuka. Foto: Getty Images/iStockphoto/May Lim

Cuka yang digunakan merupakan cuka putih ya detikers, bukan cuka apel. Berikut ini caranya.

– Bersihkan noda tinta dengan tisu bersih.

– Dalam mangkuk kecil, campurkan cuka putih dan air dengan perbandingan yang sama.

– Celupkan kain mikrofiber ke dalam campuran cuka dan air, lalu bersihkan noda tinta. Ulangi proses hingga noda hilang. Ingat, jangan menggosok noda agar tidak menyebar atau menempel.

– Ambil kain bersih lainnya, basahkan dengan air, lalu bersihkan noda untuk menghilangkan sisa cuka.

– Gunakan kain kering untuk hilangkan sisa air dan biarkan kain mengering sepenuhnya.

Pakai Sabun Cuci Piring

macro shot of dish soap being squeezed onto green sponge in aluminum sinkIlustrasi sabun cuci piring. Foto: iStock

Selain menggunakan cuka, bisa juga menghilangkan noda tinta pakai sabun cuci piring. Begini caranya.

– Gunakan tisu untuk menyerap tinta sebanyak mungkin. Tepuk-tepuk noda tinta dengan lembut, tetapi jangan digosok karena akan menyebabkan noda menjadi menyebar atau menempel.

– Ambil mangkuk kecil dan tambahkan sabun cuci piring cair secukupnya ke air hangat untuk menghasilkan busa saat kamu mengaduk campuran.

– Ambil kain mikrofiber bersih dan celupkan ke dalam air sabun hangat, lalu tepuk-tepuk noda. Ulangi proses hingga noda hilang.

– Ambil kain mikrofiber lain dan basahkan dengan air hangat, lalu tepuk-tepuk area yang terkena noda untuk menghilangkan sisa sabun.

– Jika area yang terkena noda terlalu basah, ambil kain mikrofiber kering dan tekan untuk menyerap kelebihan air dan biarkan kain mengering sepenuhnya sebelum duduk atau menaruh bantal di sofa.

Pakai Pembersih Kuteks

Bisa juga lho membersihkan noda tinta pakai aseton alias pembersih kuteks. Berikut ini caranya.

– Tepuk-tepuk noda dengan tisu untuk menghilangkan tinta.

– Celupkan kain mikrofiber yang bersih dan kering ke dalam aseton dan tepuk-tepuk noda. Ulangi hingga noda hilang.

– Ambil kain mikrofiber lain dan basahkan dengan air hangat lalu tepuk-tepuk area tersebut untuk menghilangkan sisa dan bau aseton.

– Hilangkan sisa kelembapan pada sofa kain dengan kain bersih dan kering lalu biarkan kain mengering sepenuhnya.

Itulah beberapa cara menghilangkan noda tinta pada sofa. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Catat! Lakukan Ini Saat Listrik Padam dan Cara Antisipasinya


Jakarta

Pernahkah mengalami listrik padam secara tiba-tiba di rumah? Masa-masa seperti itu memang merepotkan karena penghuni susah beraktivitas di dalam rumah.

Pemadaman listrik bisa terjadi kapan saja dengan waktu yang tidak dapat diperkirakan. Oleh karena itu, penghuni rumah mesti tahu apa yang perlu dilakukan sewaktu-waktu listrik padam.

Lantas, apa langkah-langkah menghadapi pemadaman listrik. Simak penjelasannya berikut ini, dikutip dari Better Homes & Gardens.


Persiapan Sebelum Pemadaman Listrik

Sebelum ada pemadaman listrik, berikut ini yang bisa dilakukan sebagai langkah antisipasi.

1. Persediaan Senter dan Baterai

Persiapkan senter agar penghuni tetap punya sumber cahaya di saat listrik padam. Penghuni bisa persiapkan lilin, tetapi akan lebih nyaman dan aman menggunakan senter daripada menyalakan api.

Ponsel juga punya senter bawaan. Namun, menyalakan senter di ponsel akan menguras baterainya.

2. Buat Rencana Tempat Mengungsi

Dalam beberapa kasus, pemadaman listrik bisa berlangsung lebih dari sehari. Hal ini akan membatasi aktivitas penghuni rumah.

Jadi, persiapkan tempat untuk mengisi daya ponsel atau bermalam. Dengan begitu, penghuni dapat meminimalisir kerepotan akibat pemadaman listrik.

Tips Hadapi Pemadaman Listrik

Kalau listrik tiba-tiba padam di rumah, penghuni bisa melakukan tips ini.

1. Cek Rumah Tetangga

Hal perlu yang dilakukan saat listrik padam adalah mengecek kalau tetangga mengalami hal yang sama. Caranya cukup dengan melihat ke luar jendela.

Jika di luar rumah kamu gelap, berarti terjadi pemadaman massal. Namun, kalau lingkungan terang, kemungkinan penghuni rumah perlu memeriksa saklar pemutus arus rumah.

2. Hubungi Perusahaan Utilitas

Setelah memastikan tetangga mengalami hal serupa, segera hubungi perusahaan listrik kamu untuk mencari tahun kapan listrik akan menyala kembali.

3. Cabut Perangkat Elektronik

Lonjakan daya dapat terjadi sesaat listrik kembali menyala. Lonjakan daya yang kuat bisa membuat peralatan menjadi terlalu panas, sehingga berpotensi timbul kerusakan atau kebakaran.

Nah, sebaiknya penghuni cabut perangkat elektronik besar dan perangkat lain yang tidak terhubung ke pelindung lonjakan arus.

4. Jangan Sering Buka Kulkas

Jangan sering membuka dan menutup pintu kulkas. Penghuni perlu menjaga udara dingin di dalam lemari es selama mungkin.

Buka lemari es dan freezer hanya saat benar-benar diperlukan. Lalu, ada baiknya punya persediaan makanan tahan lama yang dapat disiapkan tanpa listrik.

Itulah beberapa tips seputar pemadaman listrik di rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/abr)



Sumber : www.detik.com

Awas! 7 Pohon Ini Bisa Rusak Fondasi Kalau Ditanam Terlalu Dekat Rumah



Jakarta

Lingkungan rumah bisa lebih asri dan adem dengan menanam pohon di pekarangan. Meski bagus untuk lingkungan, sayangnya nggak semua pohon cocok di taman dekat rumah, lho.

Beberapa jenis pohon kalau berada dekat rumah justru menimbulkan kerugian. Rumah bisa kotor dan rusak kalau sewaktu-waktu dedaunan, batang, dan ranting berjatuhan.

Selain itu, akar pohon juga dapat merambat sampai ke rumah. Hal ini bisa gawat karena mengakibatkan fondasi rumah rusak.


Lalu, apa saja jenis pohon yang bisa merusak fondasi pohon? Simak penjelasan berikut ini dikutip dari catatan detikProperti.

Pohon yang Bisa Merusak Fondasi Rumah

1. Pohon Pepaya

Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon pepaya/Britanica (Wilfredo Rodriguez)

Pohon pepaya mempunyai akar yang menjalar sangat dalam ke bawah tanah. Hal ini bisa merusak fondasi dan mengancam ketahanan rumah secara keseluruhan.

Lalu, akar pohon pepaya membuat tanah di sekitarnya menjadi lebur, sehingga bisa menciptakan lubang. Jika dibiarkan, lubang tersebut dapat membuat rumah terlihat miring.

2. Pohon Jambu

Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon jambu/iStock (Satriady Utomo)

Pohon jambu memiliki akar yang besar dan keras. Kalau tidak dirawat, akar pohon jambu dapat merusak bagian bawah fondasi rumah atau pagar.

3. Pohon Mangga

Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon mangga/The Spruce (K Dave)

Akar pohon mangga akar dapat merusak fondasi rumah yang terbuat dari semen, batu, atau material lainnya. Perhatikan tinggi dan jarak tanam pohon ini agar tidak terlalu dekat dengan rumah.

4. Pohon Beringin

Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon yang bisa merusak fondasi rumah Foto: iStock/Sourav Mahata

Pohon beringin berukuran besar, sehingga bisa membuat rumah menjadi asri dan teduh. Namun, pohon ini lebih cocok ditanam di pekarangan yang luas agar tidak berdekatan dengan rumah.

5. Pohon Ketapang

Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon yang bisa merusak fondasi rumah Foto:Ketapang: saranakontraktor.com

Perhatikan tinggi dan jarak tanam pohon ketapang cukup jauh dari rumah. Dengan begitu, fondasi rumah bisa terhindar dari ancaman kerusakan.

6. Pohon Bidara

Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon yang bisa merusak fondasi rumah Foto: Bidara: Getty Images/Alisa Gabliya

Jika ingin menanam pohon bidara, pastikan jarak minimal dengan rumah 3 meter. Jarak tersebut memungkinkan pohon bidara hidup lama dan akarnya tidak merusak fondasi rumah. Hal ini juga membantu pohon mendapatkan nutrisi dengan baik dari dalam tanah.

7. Pohon Durian

Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon yang bisa merusak fondasi rumah Foto: Durian: iStock/montri13rd

Pohon durian cenderung tumbuh besar dan kokoh, serta akarnya menjalar. Oleh karena itu, pohon ini sebaiknya ditanam jauh dari rumah agar akarnya tidak merusak fondasi.

Selain berhati-hati memilih pohon, penghuni perlu memperhatikan jarak tanamnya dengan rumah.

Jarak Aman Menanam Pohon di Rumah

Dilansir dari Jimstrees.com, berikut jarak yang dianjurkan untuk menanam pohon di rumah berdasarkan ketinggiannya.

  • Tinggi pohon di bawah 8 meter jarak minimal 3 meter dari bangunan
  • Tinggi pohon 8-15 meter jarak minimal 4-6 meter dari bangunan
  • Tinggi pohon lebih dari 15 meter jarak minimal 10-15 meter dari bangunan

Itulah tips seputar pohon yang bisa merusak fondasi rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/abr)



Sumber : www.detik.com

Mudah! Bersihkan Noda Membandel di Kompor Bisa Pakai 3 Bahan Ini


Jakarta

Noda sisa-sisa makanan setelah memasak terkadang mengering dan menempel di kompor. Apalagi jika tidak langsung dibersihkan, bisa-bisa noda sulit dihilangkan.

Apabila sudah kejadian ada noda membandel di kompor, penghuni rumah tak perlu khawatir karena masih bisa membersihkannya. Bagaimana caranya?

Dilansir dari Homes & Gardens, berikut ini beberapa bahan yang bisa digunakan untuk membersihkan noda membandel di kompor.


1. Baking Soda

jar of baking soda and spoon on the white backgroundbaking soda. Foto: Istimewa

Soda kue atau baking soda biasa dipakai untuk membuat kue, tetapi kegunaannya juga bisa untuk membersihkan noda membandel hingga jamur. Caranya dengan campurkan soda kue dengan air untuk mengatasi noda membandel di meja dapur, wastafel, dan kompor. Cara lainnya adalah dengan menaburkan soda kue pada spons basah untuk membersihkan permukaan tanpa menggoresnya.

2. Air Perasan Lemon

khasiat sehat minum air lemonkhasiat sehat minum air lemon Foto: iStock

Air perasan lemon yang dicampur ke dalam air sudah dikenal sebagai senjata ampuh untuk membersihkan noda membandel. Hal ini dikarenakan dalam lemon terdapat kandungan bahan pembersih alami dengan tingkat keasamannya yang tinggi dan sifat antibakterinya.

Bukan hanya noda, bau tak sedap di dapur juga bisa dihilangkan dengan semprotan lemon. Caranya dengan meneteskan dua tetes minyak esensial lemon ke kapas. Lalu, letakkan di tempat di mana ditemukan bau tak sedap. Apabila muncul dari kulkas, letakkan di belakang kulkas agar baunya dapat terserap.

Selain minyak esensial lemon, kulit lemon juga bisa menghilangkan bau tak sedap pada tempat sampah. Caranya cukup membuang beberapa kulit lemon ke dalam tempat sampah.

Lemon juga memiliki efek pemutihan alami yang dapat membantu mencerahkan noda pada meja dapur dan permukaan lainnya. Namun, sebaiknya tidak menggunakan lemon pada meja dapur marmer atau beberapa meja dapur batu alam karena asamnya dapat mengikis batu atau meninggalkan noda.

cuka putihcuka putih Foto: iStock

Cuka putih merupakan pembersih alami yang ampuh karena keasamannya yang membantu melarutkan endapan mineral, minyak, dan kotoran. Cara untuk membuat bahan pembersih dari larutan cuka putih cukup dengan mencampurkan dengan air. Kemudian, semprotkan campuran cuka dan air ke permukaan kompor, biarkan selama sekitar 10 menit, lalu gosok dengan air sabun menggunakan sabut gosok non-abrasif.

Itulah beberapa cara menghilangkan noda membandel di kompor. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

5 Tips Membersihkan Keran Air agar Tak Mudah Berkarat-Berlumut


Jakarta

Keran air merupakan perangkat sanitasi yang penting di rumah. Keran perlu dirawat sama seperti perangkat lain agar dapat bertahan lama.

Beberapa masalah yang sering ditemui ketika menggunakan keran adalah debit air yang bisa tiba-tiba menciut, air berlumut, keran kotor, hingga sulit ditutup rapat. Ada banyak faktor penyebab keran air rusak. Salah satu penyebabnya adalah kualitas dari air di rumah. Air yang bersih pasti tidak akan merusak benda-benda yang dilaluinya. Berbeda dengan air berlumpur atau air sadah yang dapat menyebabkan penyumbatan dan korosi.

Untuk mencegah hal tersebut terjadi, dilansir Europe Enchanting berikut beberapa cara merawat keran air di rumah agar tidak cepat rusak dan tahan lama.


1. Hindari Pemakaian Spons Kawat

Spons kawat digunakan untuk menyikat noda membandel pada permukaan yang keras. Alat pembersih ini sebaiknya tidak digunakan untuk membersihkan keran air karena permukaan spons yang tajam justru dapat merusak lapisan keran air dan membuat banyak goresan. Lapisan terluar keran air fungsinya untuk melindungi dan mencegah material keran berkarat.

2. Hindari Pemakaian Bahan Kimia yang Keras

Bahan untuk membersihkan keran air sebenarnya tidak sulit dan mahal. Keran air bisa dibersihkan menggunakan perasan lemon, sabun cuci piring, atau cuka. Bahan kimia keras justru bisa membuat keran air meleleh hingga berkarat.

3. Bersihkan Aerator pada Keran Air

Aerator merupakan alat yang dipasang di ujung mulut keran. Bagian ini merupakan area penting pada keran air. Fungsinya untuk menghemat air, menghemat energi, dan mengurangi percikan air. Sebagai mulut keluarnya air, aerator harus dalam keadaan bersih dan tidak tersumbat.

Cara membersihkannya dengan mencopot aerator kemudian direndam di dalam air hangat yang dicampur dengan cuka putih. Kemudian sikat dengan sikat gigi bekas sampai bersih.

4. Bersihkan Kerak pada Keran Air

Selain aerator, bagian leher keran air juga perlu dibersihkan. Pasti kerak-kerak putih yang menempel. Apabila didiamkan, justru dapat merusak lapisan terluar keran air. Cara membersihkannya bisa dengan cuka, sabun pencuci piring, hingga baking soda.

5. Rendam Keran untuk Membersihkan Kotoran

Selain bagian luar, bagian dalam juga perlu dibersihkan karena pasti ditemukan lumut, lumpur, dan kotoran halus yang menempel pada leher keran air bagian dalam. Caranya dengan melepas dan merendam keran tersebut di air cuka semalaman sehingga kotoran yang membandel dapat larut dan keluar dari keran air. Setelah direndam, bilas dengan air bersih dan memasangnya kembali.

Itulah cara membersihkan keran agar tidak mudah berkarat dan berlumut. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

3 Trik Dekorasi Agar Ruangan Kecil Terasa Lega


Jakarta

Ruangan kecil di dalam rumah bisa dibuat terasa lebih lega. Penghuni rumah bisa melakukannya tanpa harus merombak bangunan.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membuat ruangan kecil terasa lega. Salah satu caranya adalah dengan pencahayaan.

Cahaya merupakan kunci untuk membantu ruangan terasa dan tampak lebih besar. Pemilik rumah bisa pertimbangkan untuk menggunakan lampu di plafon dengan lampu dinding atau lampu meja.


Jika di ruangan tersebut ada jendela, jangan pakai gorden yang tebal. Cukup pakai yang tipis agar memungkinkan banyak cahaya yang masuk.

Selain itu masih ada beberapa cara lainnya untuk membuat ruangan terasa lebih besar. Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.

Pertimbangkan Permukaan yang Memantulkan Cahaya

Agar ruangan kecil terasa luas bisa dengan memainkan peran cahaya. Kalau hanya ada jendela kecil di ruangan tersebut, penghuni rumah bisa mempertimbangkan permukaan yang memantulkan cahaya untuk menerangi ruangan, misalnya cermin.

Posisi cermin bisa digantung di dinding, ditaruh di lantai, dan posisikan menghadap jendela atau lampu agar efeknya lebih maksimal. Selain itu, bisa juga dengan mengecat dinding dan langit-langit ruangan dengan warna putih untuk membantu memantulkan cahaya.

Simpan Barang-barang

Penghuni rumah bisa menyimpan barang-barang agar tidak terlihat berantakan, misalnya ditaruh di kursi yang memiliki ruang penyimpanan atau di laci meja.

Pakai Perabotan yang Bisa Disimpan

Hal ini tentunya bisa menghemat ruang karena perabotan yang ada bisa disimpan untuk menghemat ruang. Misalnya pada sebuah ruangan, tempat tidur yang ada bisa dinaik-turunkan dari dinding. Jadi ketika ada tamu, pemilik rumah bisa langsung menurunkan kasur yang disandarkan ke dinding.

Bisa juga dengan menggunakan sofabed. Sofa bisa digunakan untuk duduk-duduk santai tapi bisa juga digunakan sebagai kasur apabila dibutuhkan.

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan agar ruangan kecil terasa lega. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Jangan Salah, 4 Kebiasaan Membersihkan Ini Bisa Bikin Dapur Makin Kotor


Jakarta

Dapur bisa menjadi sangat kotor apabila sehabis kegiatan memasak tidak langsung dibersihkan. Namun, membersihkan dapur juga tidak bisa sembarangan.

Membersihkan ruangan dengan cara yang tidak benar justru bisa membuatnya semakin kotor. Nah, ada beberapa kebiasaan yang justru bisa membuat dapur tetap atau bahkan semakin kotor.

Apa saja itu? Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


1. Tidak Membersihkan Tempat Sampah

In de zorgTempat sampah. Foto: Getty Images/iStockphoto/Anne van der Veer

Membersihkan tempat sampah tidak hanya membuang sampah dari tempat sampah ke tempat pembuangan. Mungkin banyak yang tidak sadar kalau membersihkan tempat sampah diperlukan agar tidak menimbulkan bau. Nah, untuk membersihkan tempat sampah bisa memakai bahan yang sederhana.

Caranya mengelap (bisa memakai spons) tempat sampah dengan air dan sabun cuci piring, bisa juga ditambahkan sedikit baking soda untuk menghilangkan bau tak sedap.

2. Membersihkan Lantai Dapur Lebih Dulu

One woman mopping the floor in her kitchen.Ilustrasi mengepel lantai dapur. Foto: iStock

Jika dapur di rumah kotor, sebaiknya bersihkan bagian lantainya belakangan. Sebab, jika dibersihkan terlebih dulu justru bisa kotor lagi.

“Kotoran, serpihan, dan bahkan tumpahan akan jatuh ke lantai saat Anda membersihkan dapur, jadi membersihkan lantai terlebih dahulu sering kali membuang-buang waktu,” kata ahli kebersihan dari Homeaglow’s resident, Sara Apracio, dikutip dari The Spruce.

4. Tidak Menggunakan Semprotan dengan Benar

Cleaning with spray detergent, rubber gloves and dish cloth on work surface concept for hygieneIlustrasi penggunaan semprotan pembersih. Foto: Getty Images/iStockphoto

Aparacio menyebutkan dua kesalahan umum yang dilakukan terkait semprotan pembersih, yang pertama adalah menyemprotkannya langsung ke permukaan yang perlu dibersihkan. Padahal lebih efektif untuk menyemprotkan larutan langsung ke kain atau handuk, karena ini dapat membantu mencegah timbulnya noda dan masalah lainnya.

Selain itu, jangan bersihkan permukaan terlalu cepat setelah disemprot. Hal itu karena bahan pembersih memerlukan sedikit waktu untuk menyelesaikan pekerjaannya.

5. Tidak Mengganti Spons

Spons pencuci piringSpons pencuci piring Foto: Shutterstock/

Banyak orang jarang mengganti spons cuci piring. Padahal seharusnya spons diganti setiap bulan dan bersihkan spons seminggu sekali dengan merendamnya di dalam cuka.

Selain itu, bisa juga membersihkan spons dengan cara merendamnya di dalam air dan taruh di dalam microwave selama semenit. Namun cara ini hanya bisa dilakukan apabila spons tidak mengandung unsur logam apapun.

Itulah beberapa kebiasaan yang bisa membuat dapur jadi semakin kotor. Semoga membantu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com