Tag: etf

  • ETF Picu Kenaikan Litecoin Hingga 18%

    Litecoin (LTC) mengalami lonjakan hingga 18% dalam 24 jam terakhir, dipicu oleh ekspektasi bahwa aset ini akan segera mendapatkan persetujuan Exchange-Traded Fund (ETF).

    Thedefiant menyebutkan bahwa kenaikan ini terjadi meskipun pasar kripto secara keseluruhan mengalami penurunan, dengan Bitcoin (BTC) anjlok di bawah $84.000 dari hampir $96.000 pada 24 Februari.

    Sementara itu, analis Bloomberg, Eric Balchunas dan James Seyffart memperkirakan peluang persetujuan ETF Litecoin mencapai 90%.

    Prediksi ini mendorong LTC keluar dari tren penurunan dan mengungguli sebagian besar pasar kripto lainnya. Menurut mereka, Litecoin tetap memiliki peluang besar untuk mendapatkan ETF bahkan jika regulator anti-kripto masih berkuasa di SEC.

    Kenaikan Harga Litecoin Hanya Menutupi Kerugian Sebelumnya

    Meskipun mencatatkan kenaikan signifikan, lonjakan harga LTC sebenarnya hanya menutupi penurunan harga sehari sebelumnya.

    Saat artikel ini ditulis, LTC diperdagangkan di sekitar $130, masih di bawah level tertingginya dalam tujuh hari terakhir di $138 pada 21 Februari.

    Pergerakan harga Litecoin (LTC/USDT) pada Jumat, 28 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Litecoin (LTC/USDT) pada Jumat, 28 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Di sisi lain, Ben Yorke, kepala ekosistem di Woo Network, menilai skeptis bahwa ETF Litecoin akan membawa dampak positif yang berkelanjutan.

    Menurutnya, Litecoin hanya mendapat dorongan dari spekulasi dan tidak memiliki daya tarik jangka panjang bagi investor institusional karena kurangnya utilitas dan imbal hasil.

    Yorke berpendapat bahwa persetujuan ETF Litecoin justru bisa menjadi pemicu aksi jual besar-besaran. Investor kemungkinan akan menjual aset ini setelah berita ETF disahkan dan mengalihkan dana mereka ke aset kripto lain yang lebih menarik atau tren ETF berikutnya.

    Jauh Dari Harga Puncak

    Meskipun mengalami lonjakan harga dalam beberapa hari terakhir, Litecoin masih berada sekitar 70% di bawah harga tertingginya pada tahun 2021 yang mencapai sekitar $400.

    Hal ini menunjukkan bahwa prospek jangka panjang Litecoin masih belum menjanjikan dibandingkan aset kripto lainnya.

    Meskipun Litecoin berhasil naik 18% di tengah hype ETF, kenaikan ini lebih didorong oleh spekulasi daripada fundamental yang kuat.

    Jika ETF Litecoin benar-benar disetujui, ada kemungkinan besar bahwa investor akan segera menjual aset ini, yang dapat menghambat kenaikan lebih lanjut.

    Dengan prospek jangka panjang yang masih meragukan, penting bagi investor untuk tetap berhati-hati sebelum mengambil keputusan investasi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Grayscale Ajukan ETF Polkadot ke SEC, Apa Dampaknya?

    Grayscale Investments, perusahaan pengelola aset kripto, secara resmi mengajukan permohonan ke US Securities and Exchange Commission (SEC) untuk meluncurkan Polkadot Exchange-Traded Fund (ETF) di Nasdaq.

    Langkah ini menandai meningkatnya minat investor terhadap aset digital, terutama Polkadot (DOT).

    Tujuan Polkadot ETF

    ETF ini bertujuan untuk memberikan eksposur langsung kepada investor terhadap token asli Polkadot, DOT, dengan melacak pergerakan harganya.

    Jika disetujui, produk ini akan menjadi alternatif investasi bagi mereka yang ingin terlibat dalam ekosistem Polkadot tanpa harus membeli dan menyimpan aset kripto secara langsung.

    Detail Pengajuan ETF oleh Grayscale

    Menurut pengajuan yang diajukan pada 25 Februari 2025, Grayscale berencana mencatatkan ETF ini di bawah aturan Nasdaq 5711(d), yang mengatur produk berbasis komoditas.

    Investments Sponsors LLC akan menjadi sponsor utama, dengan CSC Delaware Trust Company sebagai wali amanat dan Coinbase Custody Trust Company, LLC sebagai kustodian.

    Grayscale Operating LLC dan Grayscale

    Selain itu, BNY Mellon Asset Servicing akan menangani administrasi dan transfer, sementara Foreside Fund Services, LLC akan mengelola distribusi serta pemasaran.

    Indeks harga Polkadot untuk ETF ini akan disediakan oleh CoinDesk Indices, Inc. Persaingan dengan ETF Polkadot LainnyaGrayscale bukan satu-satunya yang tertarik meluncurkan ETF Polkadot.

    Pergerakan harga Polkadot (DOT/USDT) pada Kamis, 27 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Polkadot (DOT/USDT) pada Kamis, 27 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Sebelumnya, pada 31 Januari 2025, perusahaan manajemen aset 21Shares juga mengajukan permohonan serupa ke SEC. 21Shares bahkan telah meluncurkan produk investasi berbasis Polkadot di Swiss pada 2021 melalui Swiss SIX Exchange.

    Tantangan dan Prospek Polkadot ETF

    Meskipun minat terhadap ETF kripto meningkat, namun beberapa analis masih skeptis terhadap keberhasilan ETF berbasis Polkadot.

    Bloomberg Intelligence Analyst James Seyffart menekankan bahwa keberhasilan produk ini sangat bergantung pada respons pasar.

    Jika minat investor rendah, ETF ini bisa saja ditutup dalam waktu singkat. Namun, optimisme tetap ada. Beberapa analis memprediksi bahwa SEC akan lebih terbuka dalam menyetujui ETF berbasis altcoin pada 2025.

    Dengan meningkatnya permintaan dan perkembangan regulasi, Polkadot ETF berpotensi menjadi pilihan investasi yang menarik.

    ETF Altcoin Semakin Populer

    Selain Polkadot, beberapa altcoin lain juga mulai menarik perhatian manajer aset untuk dijadikan ETF. Grayscale, misalnya, telah mengajukan ETF untuk XRP dan Cardano (ADA).

    Sementara itu, Franklin Templeton telah mengajukan ETF untuk Solana (SOL), dan CoinShares mengajukan ETF untuk XRP serta Litecoin (LTC).

    Dengan semakin banyaknya permohonan ETF altcoin, industri aset kripto terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Jika SEC menyetujui Polkadot ETF, ini bisa menjadi langkah besar dalam mengintegrasikan aset digital ke dalam pasar keuangan tradisional.

    Pengajuan Polkadot ETF oleh Grayscale mencerminkan tren meningkatnya minat investor terhadap produk investasi berbasis aset kripto.

    Meskipun masih ada tantangan regulasi dan skeptisisme pasar, potensi Polkadot ETF untuk menarik investor tetap besar. Jika disetujui, ETF ini bisa membuka peluang baru dalam dunia investasi kripto dan memperkuat posisi Polkadot di pasar global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Staking $621 Juta, ETF di Persimpangan

    Solana (SOL) menunjukkan ketangguhannya di tengah ketidakpastian regulasi terkait ETF (Exchange-Traded Fund) dengan mencatatkan lonjakan staking sebesar $621 juta dan peningkatan signifikan dalam aktivitas sosial media.

    Meskipun menghadapi penundaan dan pengawasan dari SEC terhadap ETF berbasis staking, Solana berhasil menarik perhatian investor dan komunitas kripto global.

    Lonjakan Staking yang Mengesankan

    Dalam beberapa minggu terakhir, Solana mencatatkan peningkatan staking sebesar $621 juta, menandakan kepercayaan yang kuat dari para investor terhadap jaringan ini.

    Staking, proses di mana pemilik token mengunci aset mereka untuk mendukung operasi jaringan dan menerima imbalan, menjadi indikator penting dari kesehatan dan kepercayaan terhadap ekosistem blockchain.

    Lonjakan ini menunjukkan bahwa, meskipun ada ketidakpastian regulasi, banyak investor melihat nilai jangka panjang dalam berpartisipasi aktif dalam jaringan Solana melalui staking.

    Aktivitas Sosial Media yang Meningkat

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 2 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 2 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Selain peningkatan staking, Solana juga mengalami lonjakan dalam aktivitas sosial media.

    Diskusi, mention, dan sentimen positif mengenai Solana meningkat di berbagai platform seperti Twitter, Reddit, dan Telegram.

    Peningkatan ini mencerminkan minat dan antusiasme komunitas terhadap perkembangan dan potensi Solana di masa depan.

    Buzz sosial yang meningkat ini juga berkontribusi pada visibilitas dan adopsi Solana, menarik lebih banyak pengguna dan pengembang ke ekosistemnya.

    Baca Juga: SEC Tinjau ETF Staking Solana dan Ethereum

    Tantangan Regulasi ETF

    Meskipun ada perkembangan positif, Solana tidak terlepas dari tantangan. Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) telah menunda keputusan terkait ETF berbasis staking untuk Ethereum dan Solana, menimbulkan ketidakpastian di pasar.

    Penundaan ini mencerminkan kehati-hatian regulator terhadap produk keuangan baru yang melibatkan aset kripto dan mekanisme staking.

    Namun, beberapa perusahaan investasi seperti REX Shares telah mengajukan struktur ETF inovatif yang menggabungkan staking, menunjukkan upaya industri untuk memenuhi persyaratan regulasi sambil menawarkan produk yang menarik bagi investor.

    ETF Staking Solana: Inovasi di Tengah Ketidakpastian

    Beberapa ETF berbasis Solana telah diluncurkan di pasar internasional, menawarkan investor eksposur terhadap aset ini beserta imbal hasil dari staking.

    Misalnya, 3iQ Corp. meluncurkan Solana Staking ETF (SOLQ) di Bursa Efek Toronto, memberikan investor cara yang aman dan efisien untuk berinvestasi di Solana sambil mendapatkan imbalan staking.

    Alhasil, ETF ini menarik perhatian dengan investasi awal sebesar $50 juta dari SkyBridge Capital.

    Selain itu, 21Shares meluncurkan Solana Staking ETP (ASOL) yang terdaftar di Eropa, menawarkan akses yang diatur dan transparan ke pertumbuhan Solana.

    Produk ini memungkinkan investor untuk mendapatkan imbal hasil staking tanpa harus mengelola aset secara langsung.

    Solana menunjukkan ketangguhan dan daya tarik yang kuat di tengah tantangan regulasi dan ketidakpastian pasar. Lonjakan staking sebesar $621 juta dan peningkatan aktivitas sosial media mencerminkan kepercayaan dan minat yang terus tumbuh terhadap jaringan ini.

    Baca Juga: Anomali Pasar, Tren Bullish Solana di Depan Mata?

    Meskipun menghadapi hambatan dalam peluncuran ETF berbasis staking, inovasi dan dukungan komunitas menunjukkan bahwa Solana memiliki potensi untuk terus berkembang dan memainkan peran penting dalam ekosistem kripto global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • SEC Tinjau ETF Staking Solana dan Ethereum

    Pada awal Juni 2025, Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) tengah meninjau dua proposal dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) yang menawarkan eksposur terhadap staking Ethereum (ETH) dan Solana (SOL).

    ETF ini diajukan oleh REX Shares dan Osprey Funds, dan dirancang untuk memberikan investor akses ke imbal hasil dari staking aset kripto.

    Namun, SEC menyatakan kekhawatiran mengenai kepatuhan regulasi dan klasifikasi hukum dari produk-produk ini.

    Struktur Unik dan Tantangan Regulasi

    REX Shares dan Osprey Funds mengusulkan struktur C-corporation yang jarang digunakan dalam industri ETF.

    Struktur ini memungkinkan dana untuk memiliki anak perusahaan di Kepulauan Cayman yang akan membeli dan melakukan staking ETH dan SOL.

    Tujuannya adalah untuk menghindari proses persetujuan 19b-4 yang biasanya diperlukan untuk ETF baru.

    Namun, SEC menyatakan bahwa ETF ini mungkin tidak memenuhi definisi perusahaan investasi di bawah hukum sekuritas federal.

    Selain itu, SEC menyoroti masalah dalam pernyataan pendaftaran dan pengungkapan informasi yang dapat menyesatkan investor.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 1 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 1 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Dampak terhadap Pasar dan Harga Aset

    Meskipun ada ketidakpastian regulasi, namun Coincu melaporkan pada Minggu (1/6) bahwa harga Ethereum menunjukkan ketahanan.

    Per 1 Juni 2025, ETH diperdagangkan sekitar $2.525,97 dengan kapitalisasi pasar sebesar $304,94 miliar, mengalami kenaikan 36,80% dalam 30 hari terakhir.

    Meski begitu, dalam 24 jam terakhir, harga ETH mengalami sedikit penurunan sebesar 0,06%.

    Solana juga menunjukkan performa positif, dengan harga sekitar $155,18 dan kenaikan 1,54% dari penutupan sebelumnya.

    Harga tertinggi intraday mencapai $157,96, sementara terendahnya $152,79.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 1 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 1 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca Juga: Staking ETF Solana dan Ethereum Akan Hadir Lebih Cepat di Pasar AS

    Pandangan Analis dan Prospek Ke Depan

    Analis ETF dari Bloomberg, James Seyffart, menyatakan bahwa struktur C-corporation yang diusulkan adalah pendekatan inovatif untuk mempercepat peluncuran ETF ini.

    Namun dalam kondisi yang sama, ia juga mengakui bahwa tantangan regulasi tetap menjadi hambatan utama.

    Greg Collett, penasihat umum di REX Financial, menyatakan keyakinannya bahwa mereka dapat memenuhi persyaratan SEC dan tidak akan meluncurkan dana tersebut hingga masalah regulasi terselesaikan.

    Baca Juga: Anomali Pasar, Tren Bullish Solana di Depan Mata?

    Peninjauan SEC terhadap ETF staking Ethereum dan Solana mencerminkan kompleksitas regulasi dalam industri aset digital.

    Meskipun struktur inovatif dapat membuka jalan bagi produk keuangan baru, kepatuhan terhadap hukum sekuritas tetap menjadi prioritas utama.

    Investor disarankan untuk memantau perkembangan ini dengan cermat dan mempertimbangkan risiko yang terkait dengan investasi dalam produk keuangan berbasis kripto.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Jadi Tujuan Baru Meme Coin DOG dari Bitcoin

    Solana kembali menarik perhatian dunia kripto dengan kedatangan DOG, salah satu meme coin terbesar di jaringan Bitcoin.

    Decrypt mengbarkan pada Minggu (23/2) bahwa keputusan DOG untuk melakukan ekspansi ke Solana melalui bridge dua arah dari Mine Labs menunjukkan pengaruh besar Bitcoin dalam dunia kripto, bukan tanda kemunduran ekosistem meme coin di Bitcoin.

    DOG, yang dikenal dengan nama lengkap DOG GO TO THE MOON, kini bisa diperdagangkan di Solana dalam bentuk token wrapped.

    Hal ini memungkinkan pengguna Solana untuk membeli dan menjual DOG tanpa harus berinteraksi langsung dengan jaringan Bitcoin.

    Langkah ini dinilai sebagai strategi untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan adopsi DOG di pasar yang lebih luas.

    Menurut pencipta DOG yang dikenal dengan nama samaran Leonidas, keputusan ini bukan bentuk menyerah terhadap ekosistem Bitcoin, melainkan cara untuk membawa produk berbasis Bitcoin ke pusat perhatian pasar.

    Dengan adopsi aplikasi DeFi di Solana yang semakin meningkat dari waktu ke waktu, DOG melihat peluang besar untuk menarik lebih banyak pengguna.

    Momentum ini juga datang di tengah gejolak dunia meme coin di Solana, termasuk insiden Libra yang mengalami kenaikan dan penurunan tajam dalam waktu singkat.

    Dengan semakin banyaknya diskusi tentang pentingnya peluncuran token yang adil, DOG ingin menunjukkan transparansi dan distribusi yang merata tanpa tim inti atau alokasi khusus untuk pencipta.

    Sekadar informasi, DOG pernah mencapai kapitalisasi pasar hampir $1 miliar (Rp 16,3 triliun) pada Desember lalu, tetapi kini turun menjadi sekitar $300 juta (Rp 4,8 triliun).

    Meski begitu, DOG tetap mempertahankan prinsip desentralisasi khas Bitcoin dan menolak membayar biaya listing yang mahal di bursa terpusat besar seperti Coinbase atau Binance.

    Ekspansi DOG ke Solana menjadi langkah strategis untuk menjangkau lebih banyak investor tanpa harus bergantung pada platform sentral.

    Langkah ini sejalan dengan visi Bitcoin untuk menciptakan ekosistem keuangan yang lebih terbuka dan tanpa izin.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Canary Capital Listingkan Litecoin Spot ETF dengan Ticker LTCC

    Canary Capital telah mencatatkan Litecoin Spot ETF di sistem Depository Trust and Clearing Corporation (DTCC) dengan ticker LTCC, menandai langkah penting menuju peluncuran dana tersebut.

    Dikutip dari Cryptobriefing, pada Sabtu (22/2), meskipun telah terdaftar di DTCC, persetujuan dari Securities and Exchange Commission (SEC) masih dalam proses.

    Pencatatan di DTCC ini memastikan infrastruktur perdagangan yang diperlukan untuk ETF. DTCC sendiri adalah penyedia utama layanan kliring dan kustodian untuk transaksi sekuritas di AS.

    Dengan masuknya LTCC dalam sistem DTCC, investor melihat ini sebagai sinyal positif bagi pasar Litecoin.

    Menunggu Keputusan SEC

    Sebelumnya, Canary Capital mengajukan aplikasi ETF Litecoin Spot pada Oktober 2024 lalu, bersama dengan perusahaan lain seperti Grayscale dan CoinShares.

    Namun, aplikasi dari Canary Capital diprediksi akan menjadi yang pertama mendapatkan keputusan dari SEC.

    Sementara itu, analis ETF dari Bloomberg, Eric Balchunas dan James Seyffart, menilai prospek ETF berbasis Litecoin lebih menjanjikan dibandingkan dengan dana kripto lainnya.

    Mereka mencatat bahwa ETF ini memenuhi persyaratan persetujuan, karena Litecoin sudah diklasifikasikan sebagai komoditas oleh Commodity Futures Trading Commission (CFTC).

    Lonjakan Harga Litecoin

    Pergerakan harga Litecoin (LTC/USDT) pada Sabtu, 22 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Litecoin (LTC/USDT) pada Sabtu, 22 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Sejak pengajuan pertama ETF Litecoin ke SEC, harga aset digital ini telah naik lebih dari 100%, menurut data dari CoinGecko. Saat ini, Litecoin diperdagangkan di sekitar $130 (Rp 2,1 juta), dengan kenaikan 2% dalam satu jam terakhir.

    Dengan pencatatan di DTCC dan prospek persetujuan dari SEC, Litecoin Spot ETF milik Canary Capital berpotensi menjadi pionir di sektor ini.

    Investor semakin optimis terhadap dampaknya terhadap pasar kripto secara keseluruhan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Litecoin (LTC) Berpotensi Mengekor Kesuksesan XRP dan Solana (SOL)

    Litecoin (LTC) mungkin bukan nama yang paling sering diperbincangkan dalam dunia kripto.

    Namun, tidak ada hype besar atau tren media sosial harian. Namun, pertumbuhan yang stabil bisa berbicara lebih keras daripada sekadar popularitas.

    Baru-baru ini, Litecoin telah menunjukkan performa yang sulit untuk diabaikan oleh para investor, seperti dikabarkan oleh U Today pada Sabtu (22/2).

    Selama dua minggu terakhir, kapitalisasi pasar Litecoin melonjak 46%. Selain itu, aktivitas jaringannya mengalami pertumbuhan signifikan.

    Pada Agustus 2024, volume transaksi harian Litecoin mencapai $2,8 miliar (Rp 45,6 triliun). Kini, angka tersebut telah meningkat drastis menjadi $9,6 miliar (Rp 156,5 tiriliun) per hari.

    Lonjakan ini menunjukkan bahwa semakin banyak pengguna yang bertransaksi menggunakan LTC.

    Potensi ETF Litecoin

    Salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan Litecoin adalah pembicaraan mengenai ETF (Exchange-Traded Fund). CoinShares, sebuah perusahaan keuangan ternama, telah mengajukan permohonan untuk mencatatkan ETF Litecoin di Nasdaq.

    Saat ini, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (U.S. Securities and Exchange Commission / SEC) sedang meninjau proposal tersebut. Meskipun belum ada jaminan, para analis pasar memperkirakan peluang persetujuan ETF ini mencapai 90% sebelum akhir 2025.

    Jika disetujui, ETF Litecoin akan memungkinkan investor untuk mendapatkan eksposur terhadap LTC melalui pasar saham yang diatur.

    Hal ini akan membuka peluang baru bagi adopsi institusional tanpa harus berurusan dengan dompet kripto atau pertukaran terpusat.

    Dampak ETF bagi Pasar Kripto

    Bitcoin telah lebih dulu mendapatkan ETF pada awal 2024, dan kini Litecoin menjadi kandidat berikutnya. Jika ETF Litecoin mendapatkan lampu hijau, ini bisa menjadi preseden bagi altcoin lain seperti XRP, Solana, dan Chainlink untuk mengikuti jejak yang sama.

    Proses ini menandakan bahwa pasar kripto semakin matang dan diterima dalam sistem keuangan tradisional. Litecoin mungkin bukan aset kripto yang paling mencolok, tetapi langkah-langkah yang diambil saat ini sangat signifikan.

    Dengan pertumbuhan stabil, peningkatan transaksi harian, dan potensi persetujuan ETF, LTC berpotensi mengalami lonjakan harga lebih lanjut.

    Jika berhasil, Litecoin tidak hanya mengukuhkan posisinya tetapi juga membuka jalan bagi altcoin lain untuk masuk ke pasar yang lebih luas.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin dan Ethereum Terancam, $2 Miliar Kedaluwarsa!

    Ethereum menghadapi momen kritis di pasar kripto seiring dengan kedaluwarsanya opsi senilai $2,04 miliar (Rp 33,2 triliun), yang berpotensi meningkatkan volatilitas harga.

    Bersama dengan sang raja kripto, Bitcoin, Ethereum diproyeksi bakal mengalami ketidakpastian arah pergerakan harga dalam jangka pendek.

    Coinpaprika menyebutkan bahwa para analis memperingatkan bahwa tekanan jual atau beli dapat meningkat, tergantung pada pergerakan harga saat mendekati level yang menyebabkan opsi menjadi tidak bernilai.

    Dampak Kedaluwarsa

    Opsi terhadap Ethereum Sebanyak 150.000 kontrak Ethereum akan kedaluwarsa, sehingga berpotensi menimbulkan pergerakan harga yang signifikan.

    Rasio put-to-call Ethereum berada di bawah 1, yang menunjukkan bahwa lebih banyak trader bertaruh pada kenaikan harga dibandingkan penurunan.

    Namun, teori “max pain” menyatakan bahwa harga cenderung bergerak ke level yang menyebabkan sebagian besar opsi berakhir tanpa nilai, yang dapat memicu koreksi harga.

    Zona Support dan Resistensi Kritis

    Saat ini, Ethereum menghadapi tantangan dalam mempertahankan level support kuncinya. Jika gagal bertahan di zona ini, harga Ethereum dapat turun ke kisaran yang lebih rendah.

    Sebaliknya, jika mampu bertahan atau mengalami rebound, ETH dapat kembali menguji level resistensi psikologis yang lebih tinggi.

    Para analis menyoroti bahwa meskipun volatilitas tampak rendah dalam jangka pendek, pasar kripto sering kali mengalami pergerakan mendadak.

    Sentimen Pasar dan Prediksi Pergerakan Harga

    Sentimen pasar terhadap Ethereum saat ini cenderung bearish dengan sebagian besar trader masih ragu-ragu dalam mengambil keputusan.

    Para analis di Greeks.live menyebutkan bahwa kegagalan untuk mempertahankan level support dapat memicu aksi jual besar-besaran.

    Meskipun beberapa investor berharap akan stabilitas harga dalam waktu dekat, sejarah menunjukkan bahwa pasar kripto sering kali bergerak tak terduga.

    Dari segi teknikal, indikator Relative Strength Index (RSI) Ethereum berada di level netral, menandakan bahwa aset ini tidak dalam kondisi overbought maupun oversold.

    Volume perdagangan juga menjadi perhatian, di mana konsentrasi aktivitas tinggi di dekat level resistensi menunjukkan tekanan jual yang kuat.

    Sebaliknya, area dengan volume rendah di dekat level support bisa mempercepat penurunan harga jika ETH tidak mampu bertahan.

    Pasar kripto sedang menghadapi momen yang penuh ketidakpastian dengan kedaluwarsanya opsi senilai $2 miliar (Rp 32,6 triliun).

    Jika Ethereum dapat mempertahankan level support-nya, potensi rebound masih terbuka. Namun, jika support tersebut jebol, harga ETH bisa anjlok lebih dalam, meningkatkan volatilitas di pasar.

    Para trader dan investor akan terus memantau pergerakan harga dengan cermat untuk mengantisipasi potensi perubahan arah dalam beberapa hari ke depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Masa Depan Dompet Kripto: Keamanan dan UX Jadi Kunci Utama

    Dalam dunia aset digital yang terus berkembang, dompet kripto menjadi elemen penting untuk menyimpan dan mengelola aset dengan aman.

    Mengutip laman Coinpaprika pada Sabtu (22/2), Trust Wallet menegaskan bahwa masa depan dompet kripto akan ditentukan oleh peningkatan keamanan dan pengalaman pengguna (UX), yang memungkinkan adopsi lebih luas di sektor keuangan digital.

    Pentingnya Dompet Kripto dalam Ekosistem Digital

    Seiring meningkatnya penerimaan global terhadap mata uang kripto seperti Bitcoin dan Ethereum, kebutuhan akan dompet digital yang aman dan mudah digunakan semakin meningkat.

    Dengan institusi besar mulai mengadopsi aset kripto, termasuk melalui Exchange-Traded Funds (ETFs), pasar dompet digital diprediksi akan berkembang pesat.

    Namun, adopsi dompet kripto masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal kemudahan penggunaan dan keamanan.

    Banyak pengguna baru yang merasa kesulitan dengan proses onboarding di platform Web3 dan DeFi, sehingga para developer perlu berfokus pada penyederhanaan pengalaman pengguna.

    Kemudahan Penggunaan Jadi Kunci Adopsi

    Sementara itu, Pierre Lavarague, Head of Business Development di Trust Wallet, berpendapat bahwa dompet kripto seharusnya tidak lagi dianggap sebagai produk khusus, melainkan sebagai aplikasi fintech standar yang bisa digunakan dengan mudah oleh siapa saja.

    Oleh karena itu, desain UI/UX yang intuitif menjadi prioritas utama agar pengguna bisa bertransaksi dengan cara yang mirip dengan aplikasi perbankan tradisional.

    Banyak pengguna merasa rumit dengan transaksi kripto yang melibatkan langkah-langkah kompleks.

    Untuk mengatasi hal ini, pengembang dompet digital berupaya menciptakan pengalaman yang lebih sederhana dan mirip dengan sistem keuangan konvensional. Sehingga blockchain lebih mudah diakses oleh masyarakat umum.

    Peran AI dalam Personalisasi dan Keamanan

    Di sisi lain, kecerdasan buatan (AI) diharapkan memainkan peran penting dalam meningkatkan pengalaman pengguna dompet kripto.

    AI dapat menyesuaikan antarmuka berdasarkan preferensi, riwayat transaksi, dan aktivitas on-chain, sehingga pengalaman setiap pengguna menjadi lebih personal dan relevan.

    Dari aspek keamanan, AI juga dimanfaatkan untuk mendeteksi kerentanan dalam kontrak pintar dan sistem blockchain. Dengan teknologi ini, dompet digital dapat melakukan penilaian risiko secara real-time dan mencegah serangan siber sebelum terjadi.

    AI juga dapat memantau transaksi mencurigakan, meningkatkan kemungkinan pemulihan aset yang dicuri, dan memperketat perlindungan bagi pengguna.

    Seiring dengan meningkatnya popularitas aset digital, ancaman keamanan juga semakin berkembang. Laporan terbaru menunjukkan peningkatan kasus peretasan dan pencurian dana dalam jumlah besar.

    Eve Lam, Chief Information Security Officer di Trust Wallet, menekankan bahwa peningkatan keamanan berbasis AI sangat penting untuk melindungi pengguna dari ancaman siber.

    Teknologi pemantauan ancaman yang canggih dan mekanisme pemulihan yang lebih baik menjadi solusi utama dalam menghadapi serangan siber.

    Dengan alat berbasis AI, transaksi mencurigakan dapat diidentifikasi lebih cepat, dan analisis forensik di blockchain dapat membantu dalam mengamankan kembali aset pengguna.

    Masa Depan Dompet Kripto

    Dengan meningkatnya adopsi kripto, developer dompet digital terus berinvestasi dalam teknologi mutakhir untuk meningkatkan keamanan, menyederhanakan onboarding, dan mengintegrasikan solusi blockchain ke dalam sistem keuangan sehari-hari.

    Keseimbangan antara kemudahan penggunaan dan perlindungan yang kuat akan menjadi faktor utama dalam memastikan pengalaman yang lebih aman dan nyaman bagi semua pengguna.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • SEC Beri Sinyal Positif, ETF XRP Segera Disetujui?

    Persetujuan ETF XRP oleh SEC semakin nyata setelah regulator keuangan Amerika Serikat tersebut mengakui pengajuan Bitwise untuk spot ETF XRP seperti dikabarkan oleh Ambcrypto.

    Ini merupakan pengajuan ketiga yang diakui setelah aplikasi dari Grayscale dan 21Shares. Saat ini, hanya pengajuan dari Canary Funds dan Wisdom Tree yang belum mendapat lampu hijau dari SEC. Lantas, apakah SEC akan mencabut gugatan terhadap Ripple?

    Dalam sebuah podcast terbaru, analis ETF Bloomberg, Eric Balchunas, mengutip Scott Johnson yang menyebut bahwa perkembangan ini bisa menjadi sinyal bahwa SEC akan mencabut gugatan terhadap Ripple.

    Johnson, seorang pengacara keuangan ternama, berpendapat bahwa SEC tidak bisa menyetujui ETF XRP jika mereka masih menganggapnya sebagai sekuritas.

    Peluang Persetujuan ETF XRP Meningkat

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 21 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 21 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Menurut platform prediksi Polymarket, peluang persetujuan ETF XRP pada akhir 2025 mencapai 78%. Persentase tersebut menunjukkan optimisme yang tinggi dari pasar terhadap masa depan ETF XRP.

    Dengan semakin banyaknya pengajuan yang diakui, SEC tampaknya mulai melunak terhadap regulasi aset kripto seperti XRP.

    Saat ini, XRP menjadi salah satu altcoin dengan performa terbaik, mempertahankan kenaikannya pasca pemilu AS. Harga XRP naik 416% sejak November lalu dan mencapai $2,5 (Rp 40 ribu) pada saat berita ini ditulis.

    Pasokan XRP di Bursa Menurun

    Sementara itu, rasio pasokan di bursa mengalami penurunan dari 0,032 menjadi 0,028, menandakan tekanan jual yang lebih rendah.

    Namun, meskipun XRP bertahan di zona bawah dari channel naiknya, tekanan jual lebih lanjut atau penurunan harga Bitcoin bisa mendorong XRP ke level support $2 (Rp 32 ribu).

    Momentum bullish juga belum terlalu kuat, dengan indikator RSI harian yang masih berfluktuasi di sekitar level netral. Persetujuan ETF XRP oleh SEC bisa menjadi momen bersejarah bagi Ripple dan ekosistem kripto secara keseluruhan.

    Jika ETF XRP benar-benar disetujui, hal ini dapat memberikan sentimen positif yang lebih luas di pasar dan meningkatkan legitimasi aset kripto di mata investor institusional.

    Namun, investor tetap harus mencermati perkembangan regulasi dan pergerakan harga Bitcoin sebagai faktor yang dapat memengaruhi pergerakan XRP ke depannya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com