Tag: etf

  • Harga Cardano Bisa Melejit 55%: ETF ADA Jadi Katalis Utama?

    Ekosistem Cardano (ADA) berada di titik krusial dengan prospek peluncuran Exchange-Traded Fund (ETF) yang semakin dekat.

    Minat institusional yang terus meningkat, ditambah sinyal teknis yang bullish, membuka peluang besar bagi ADA untuk mencatat lonjakan harga hingga 55% dalam beberapa bulan ke depan.

    ETF ADA: Katalis Kenaikan Besar?

    DIlaporkan Investx, investor kripto tengah menanti keputusan Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) terkait ETF ADA Grayscale. Menurut data Polymarket, peluang persetujuan produk investasi ini kini mencapai 83%, melonjak tajam dari hanya 42% pada Juni lalu.

    Apabila disetujui, ETF ADA diperkirakan akan diluncurkan pada 27 Oktober 2025. Dengan volume perdagangan harian lebih dari $1,3 miliar, likuiditas Cardano menjadi faktor penting yang membuatnya menarik bagi investor institusional.

    Sebagai pembanding, peluncuran ETF Bitcoin dan Ethereum sebelumnya sukses mencatatkan arus masuk dana masing-masing lebih dari $54 miliar dan $13,6 miliar. Jika tren serupa terjadi, Cardano berpotensi mendapat dorongan besar dari masuknya modal baru.

    Analisis Teknis: Bullish Momentum Kian Kuat

    Pergerakan harga Cardano (ADA/USDT) pada Sabtu, 30 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Cardano (ADA/USDT) pada Sabtu, 30 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: 180 Juta ADA Diborong Whale, Harga Cardano Naik 9%

    Dari sisi teknikal, ADA telah menunjukkan pola yang sangat positif. Harga telah membentuk double bottom di level $0,516 sebelum reli menuju $0,850. Saat ini, indikator teknis memperlihatkan persilangan bullish antara rata-rata pergerakan 50-hari dan 200-hari, yang biasanya menandakan tren kenaikan jangka panjang.

    Sejak awal tahun, ADA sudah menguat hampir 70%, dan saat ini diperdagangkan di sekitar $0,862 per 28 Agustus. Dengan tren penguatan tersebut, target teknikal berikutnya diproyeksikan berada di $1,325, yang berarti potensi kenaikan lebih dari 55% dari level saat ini.

    Faktor Pendukung Lain

    Selain ETF, ada sejumlah faktor fundamental lain yang berpotensi mendukung harga ADA:

    • Kemitraan baru: Charles Hoskinson, pendiri Cardano, menyebutkan peluang kerja sama dengan Ripple (XRP).
    • Sidechain Midnight: proyek sidechain terbaru yang membawa fitur privasi tambahan sedang dikembangkan.
    • Airdrop Glacier: distribusi token NIGHT kepada pemegang ADA yang menambah daya tarik ekosistem.

    Prospek ADA ke Depan

    Dengan kombinasi faktor fundamental dan teknis, Cardano berpotensi membentuk pola bendera bullish yang bisa mendorong harga ke puncak tertinggi baru sejak November tahun lalu.

    Namun, perlu dicatat bahwa lonjakan ini sangat bergantung pada keputusan SEC terkait ETF ADA. Jika persetujuan diberikan, Cardano berpeluang masuk ke fase pertumbuhan signifikan, mengikuti jejak Bitcoin dan Ethereum.

    Baca juga: Cardano Integrasi Apple Pay: Target 500 Juta Pengguna


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Terkuak! Ini Faktor Utama Dibalik Breakout Ethereum ke $4.300

    Ethereum (ETH) baru saja menembus level krusial $4.300, memicu gelombang optimisme di kalangan investor.

    Apa sebenarnya yang menghidupkan momentum bullish ini, dan apakah reli ini bisa berlanjut di masa depan?

    Masuknya Dana Besar Lewat ETF

    Dalam satu tahun penuh, dana ETF Ethereum spot secara perlahan mengalir sekitar $8,7 miliar, menciptakan ‘buy wall’ institusional yang kuat.

    Posisi ini memperkuat fondasi harga jangka menengah, terutama karena investor besar kini bisa berinvestasi lewat saluran yang familiar dan teregulasi.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 11 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 11 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca Juga: Eric Trump Beri Peringatan Keras Terhadap Penantang Ethereum

    Pembaruan Jaringan yang Meningkatkan Kepercayaan

    Upgrade besar-besaran melalui Pectra hard fork pada Mei lalu membawa beberapa perubahan krusial:

    • Peningkatan batas validator — memberi ruang lebih luas untuk staking dan yield yang lebih baik
    • Gas fee lebih stabil — memperbaiki pengalaman pengguna
    • Fondasi untuk optimasi ke depan
      Ditambah, Ethereum Foundation meluncurkan inisiatif keamanan besar untuk mengantisipasi gelombang adopsi modal besar berikutnya.

    Momentum Pasar & Breakout Teknis

    Dalam sebulan terakhir, harga ETH naik hampir 49%, dipicu oleh kombinasi ETF bulge, inovasi teknis, dan robust-nya arah pengelolaan proyek menuju pendekatan pasar.

    Saat menembus level $4.300, yang sebelumnya menjadi resistance ketat terakhir, Ethereum menunjukkan potensi peluncuran fase bull terbaru.

    Sentimen Ekonomi & Regulasi yang Makin Menguat

    Beberapa perkembangan makro dan kebijakan turut memperkuat bullish momentum:

    • Pemerintah AS mengeluarkan regulasi stablecoin dan dorongan kebijakan ‘Project Crypto’, yang memperkuat ekosistem DeFi berbasis Ethereum.
    • Perusahaan publik semakin agresif mengoleksi ETH sebagai cadangan; BitMine dan Ether Machine memimpin aksi akumulasi ini.

    Target Jangka Panjang: Dari $4.300 ke $12.000?

    Analis melihat breakout di $4.300 sebagai pintu pembuka fase bull selanjutnya. Menurut beberapa proyeksi:

    • Jika breakout ini terkonfirmasi, target berikutnya adalah $4.500, bahkan sempat dikaitkan dengan rally menuju $12.000 dalam jangka panjang.
    • Momentum ini didukung juga oleh faktor teknis seperti short squeeze besar dan dominasi spot inflows dibandingkan Bitcoin.
    Faktor Pendorong Dampak Terhadap ETH
    ETF Inflows Membentuk dukungan harga, dominasinya mulai terlihat jelas
    Upgrade Jaringan Stabilitas, efisiensi, dan jalur ke adopsi institusional
    Regulasi & Stablecoin Meningkatkan utilitas ETH sebagai infrastruktur keuangan
    Aksi Treasury dan Staking Menguatkan sentimen bullish fundamental
    Breakout Teknis ETH melewati resistance kunci, momentum bullish terbuka

    Baca Juga: Selamat! Transaksi Ethereum Capai Rekor Tertinggi

    Ethereum kini terlihat kembali bergairah setelah breakout $4.300. Kombinasi adopsi institusional lewat ETF, upgrade teknikal (Pectra), dan dinamika makro yang menguntungkan mendorong ETH ke momentum baru.

    Jika tren ini terus berlanjut, Ethereum bukan hanya sekadar bertahan, tetapi dapat kembali menyalip rekor tertingginya dalam waktu dekat.

    Tapi, pasar tetap menuntut kehati-hatian: breakout ini perlu konfirmasi dan follow-through yang konsisten agar menjadi bull run bukti nyata.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ripple Menang Lawan SEC, BlackRock Masih Ogah Gelar ETF XRP

    BlackRock, manajer aset terbesar dunia, menegaskan bahwa mereka tidak berencana untuk meluncurkan ETF spot untuk XRP atau Solana (SOL) dalam waktu dekat.

    Kendati Ripple berhasil memenangkan sengketa hukum dengan SEC, keputusan ini menandai kelanjutannya tetap fokus pada Bitcoin dan Ethereum.

    Tekad Memilih yang Terpercaya: BTC & ETH

    Seorang juru bicara resmi BlackRock menyatakan bahwa saat ini mereka hanya akan memperkuat ETF berbasis Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH).

    Kendati investor dan analis sempat berharap inklusi altcoin seperti XRP atau SOL, posisi mereka jelas bahwa perluasan ini belum menjadi prioritas.

    Analisis ini juga menyentuh aspek internal perusahaan. Pergantian kepemimpinan mendefinisikan ulang strategi produk, mendorong fokus ke aset-aset utama yang telah memiliki regulasi dan adopsi kuat.

    Baca Juga: BlackRock Cetak Rekor: ETF Ethereum Tembus $10 Miliar

    Apakah Ada Pergeseran Strategis di Horizon?

    Di sisi lain, beberapa analis ETF, termasuk Nate Geraci, optimis bahwa BlackRock akan mengajukan ETF spot untuk XRP dan Solana di masa mendatang, namun dengan catatan menunggu kerangka regulasi yang lebih jelas.

    Geraci menyebut pendekatan indeksasi aset kripto sebagai bagian dari strategi multi-chain BlackRock, dan menyebut bahwa menolak altcoins seperti XRP dan SOL berarti mengabaikan peluang pasar yang berkembang.

    Apa Dampaknya bagi XRP dan Solana?

    • Likuiditas Institusional untuk XRP & SOL Masih Tertunda
      Tanpa ETF dari BlackRock, yang memiliki akses luas ke institusi dan dana ritel besar, potensi limpahan modal masih terbatas bagi altcoin seperti XRP dan SOL.
    • Momentum Adopsi Tertunda
      Ripple baru saja menyelesaikan sengketa hukumnya dengan sec; banyak pihak berharap ini membuka jalan bagi ETF XRP. Namun, keputusan BlackRock saat ini tidak memberi stimulus harga maupun akses mainstream.

    Lansekap ETF Altcoin di Pasar Global

    Meskipun BlackRock belum bergerak, banyak perusahaan lain telah melakukan lobby atau pengajuan terhadap SEC.

    Franklin Templeton, Bitwise, WisdomTree, Grayscale, hingga Canary Capital telah mengajukan spot ETF untuk XRP dan Solana.

    Namun, JP Morgan memperingatkan bahwa dana masuk untuk altcoin ETF kemungkinan akan lebih modest dibanding ETF Bitcoin atau Ethereum karena keterbatasan kesadaran dan fundamental token tersebut.

    Ringkasan Cepat

    Faktor Dampak Saat Ini
    BlackRock Fokus pada ETF BTC & ETH; tak ada rencana untuk XRP/SOL ETF
    Analisis Perkiraan: bisa ajukan setelah regulasi lebih jelas
    Pasar Altcoin XRP & SOL masih kekurangan akses institusi besar
    Persaingan ETF Banyak pemain lain sudah mulai mengajukan altcoin ETF
    Risiko & Peluang ETF altcoin tetap prospektif tapi menanti kepastian legal

    Baca Juga: Harga XRP Tertekan, Arus Keluar Holder Tembus Rekor 7 Bulan

    Bagi investor, ini berarti altcoin ETF masih mungkin datang, namun mungkin bukan dari BlackRock paling awal.

    Momentum sebenarnya bisa datang dari mana saja, tergantung pada regulasi dan strategi korporasi lainnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Berguncang, ETF Ethereum Pantang Goyang

    Dalam gelombang volatilitas pasar kripto yang belum mereda, satu fenomena menarik justru mencuri perhatian: ETF Ethereum milik raksasa manajemen aset BlackRock justru tetap kokoh tanpa satu pun arus keluar dana (outflows).

    Di saat sebagian besar investor memilih untuk menarik investasi mereka dari aset digital, ETF ini menunjukkan daya tahan yang mencerminkan kepercayaan institusional yang kuat terhadap masa depan Ethereum.

    Ketangguhan di Tengah Guncangan Pasar

    Selama beberapa pekan terakhir, pasar kripto secara keseluruhan mengalami tekanan signifikan.

    Bitcoin, Ethereum, dan berbagai altcoin lainnya menurun nilainya akibat kombinasi sentimen makroekonomi global, kebijakan suku bunga, dan tekanan regulasi yang terus membayangi.

    Namun, menariknya, ETF Ethereum yang diterbitkan BlackRock justru tidak mengalami penarikan dana. Ini bukan sekadar statistik biasa, tetapi sinyal penting bahwa investor besar tetap memandang Ethereum sebagai aset strategis jangka panjang.

    Baca Juga: 5 Cara Analisa Harga Ethereum Tanpa Harus Melihat Chart

    Apa Itu ETF Ethereum dan Mengapa Penting?

    ETF (Exchange Traded Fund) Ethereum adalah produk investasi yang memungkinkan investor untuk mendapatkan eksposur terhadap harga Ethereum tanpa perlu langsung membeli dan menyimpan koinnya.

    Dengan ETF, para investor institusi seperti perusahaan asuransi, dana pensiun, atau hedge fund bisa masuk ke dalam pasar aset digital dengan cara yang lebih teratur dan sesuai regulasi.

    Ketika ETF Bitcoin spot mulai mencuri perhatian sejak awal 2024, muncul pula ekspektasi terhadap peluncuran produk serupa untuk Ethereum.

    BlackRock, sebagai manajer aset terbesar di dunia, mengambil inisiatif dan meluncurkan ETF Ethereum yang kini terbukti menjadi instrumen tangguh di tengah krisis likuiditas kripto.

    Mengapa BlackRock Bisa Bertahan?

    Ada beberapa faktor yang menjelaskan mengapa ETF Ethereum BlackRock tidak mengalami arus keluar dana:

    1. Kepercayaan terhadap Ethereum 2.0: Dengan transisi sukses Ethereum ke model konsensus Proof-of-Stake, jaringan Ethereum menjadi lebih hemat energi dan lebih siap untuk skala besar. Ini menjadi nilai jual yang kuat bagi investor institusional.
    2. Diversifikasi portofolio institusional: Banyak manajer investasi kini melihat Ethereum bukan hanya sebagai aset spekulatif, tetapi sebagai bagian dari diversifikasi aset digital yang matang.
    3. Kepercayaan terhadap manajemen BlackRock: Reputasi BlackRock sebagai pengelola dana yang prudent memberikan kepercayaan lebih pada produknya, termasuk dalam sektor yang penuh risiko seperti kripto.
    4. Stabilitas relatif dibandingkan altcoin lain: Meski mengalami koreksi harga, Ethereum tetap dianggap sebagai salah satu aset digital paling mapan dan bernilai guna tinggi berkat ekosistem DeFi dan NFT yang terus berkembang.

    Implikasi Jangka Panjang bagi Pasar Kripto

    Keberhasilan ETF Ethereum BlackRock bertahan tanpa arus keluar dana di tengah gejolak pasar dapat menjadi preseden penting.

    Ini menunjukkan bahwa investor besar tidak begitu saja panik oleh volatilitas jangka pendek. Sebaliknya, mereka melihat peluang jangka panjang—baik dari sisi teknologi blockchain maupun potensi pertumbuhan ekonomi digital.

    Lebih jauh lagi, ini bisa memperkuat argumen bagi SEC dan regulator global untuk mempercepat persetujuan ETF kripto lainnya.

    Jika produk seperti ini bisa menunjukkan stabilitas dan likuiditas, maka pasar aset digital bisa menjadi lebih terintegrasi ke dalam sistem keuangan tradisional.

    Baca Juga: ETF Ethereum Tarik Rp 4,8 Triliun, Bitcoin Justru Alami Arus Keluar

    ETF Ethereum milik BlackRock mungkin bukan headline harian seperti lonjakan harga Bitcoin atau meme coin viral.

    Namun, daya tahannya dalam menghadapi tekanan pasar memberikan pelajaran penting tentang arah masa depan investasi kripto.

    Di tengah ketidakpastian, kepercayaan institusional terhadap Ethereum justru semakin menguat, dan itu menjadi sinyal bullish yang patut diperhatikan, terutama bagi mereka yang percaya bahwa dunia kripto baru saja memulai babak transformasi berikutnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BlackRock Cetak Rekor: ETF Ethereum Tembus $10 Miliar

    Minat investor terhadap Ethereum melonjak tajam, ditandai dengan keberhasilan dana iShares Ethereum Trust (ETHA) milik BlackRock yang mencapai nilai aset kelolaan (AUM) sebesar $10 miliar hanya dalam waktu 251 hari sejak peluncurannya. Prestasi ini menjadikan ETHA sebagai ETF dengan pertumbuhan tercepat ketiga dalam sejarah industri dana yang diperdagangkan di bursa (ETF), menurut data dari Bloomberg.

    ETHA hanya kalah cepat dari dua ETF Bitcoin yakni iShares Bitcoin Trust (IBIT) yang memerlukan 34 hari dan Fidelity Wise Origin Bitcoin Fundspot yang hanya butuh 53 hari untuk mencapai level serupa. Dalam periode 10 hari terakhir saja, ETHA berhasil menambahkan $5 miliar dalam aset, sebuah pertumbuhan yang disebut “tidak biasa” oleh Eric Balchunas, Analis Senior ETF Bloomberg.

    “Pergerakan dari $5 menjadi $10 miliar ini sebagian besar karena lonjakan harga Ethereum, namun arus masuk dana juga sangat kuat. Saya belum pernah melihat ETF tumbuh secepat ini,” ujar Balchunas kepada Decrypt.

    Pertumbuhan pesat ETF Ethereum ini beriringan dengan lonjakan harga Ethereum (ETH) yang sempat menyentuh $3.850 pada awal pekan ini, titik tertingginya sejak Desember 2021, sebelum terkoreksi tipis ke kisaran $3.710. Meskipun hubungan antara arus masuk dan harga ETH belum sepenuhnya bisa dijelaskan, para analis menilai keduanya saling memengaruhi seperti fenomena “ayam dan telur”.

    Baca Juga: ETF Ethereum Catat Lonjakan Rekor $1 Miliar Hanya dalam Dua Hari

    Lingkungan Regulasi yang Lebih Bersahabat Dorong Antusiasme

    Analis melihat iklim politik di bawah pemerintahan Presiden AS Donald Trump turut memengaruhi percepatan adopsi produk kripto, termasuk ETF Ethereum. Salah satu faktor pendorong adalah pengesahan Undang-Undang GENIUS yang mendukung perkembangan aset digital, termasuk Ethereum yang merupakan tulang punggung transaksi stablecoin global.

    Sembilan ETF Ethereum yang terdaftar di AS berhasil mencatatkan arus masuk lebih dari $1,1 miliar hanya dalam tiga hari pertama pekan ini, menurut laporan dari Farside Investors. Kendati demikian, nilai AUM gabungan mereka masih jauh tertinggal dari 12 ETF Bitcoin yang kini mengelola lebih dari $140 miliar aset, dipimpin oleh IBIT dengan lebih dari $70 miliar AUM.

    Analis: Ini Sinyal Bahwa Minat terhadap Ethereum ETF Telah Tiba

    Sumit Roy, Analis Senior di ETF.com, mengatakan bahwa dirinya terkejut dengan lamanya waktu yang dibutuhkan investor untuk mulai serius melirik ETF Ethereum, terutama setelah ETF Bitcoin menunjukkan performa luar biasa.

    “Semuanya berubah dalam beberapa minggu terakhir. Antusiasme terhadap stablecoin dan strategi keuangan perusahaan berbasis Ethereum telah mendorong permintaan terhadap ETHA,” tulis Roy dalam pernyataannya. “Mungkin ini katalis yang akhirnya mendorong harga ETH keluar dari kisaran stagnannya.”

    Dengan akselerasi tajam yang terjadi dalam kurun waktu singkat, ETHA dinilai telah menandai fase baru dalam pasar ETF kripto. Para pengamat pun kini menantikan apakah momentum ini dapat terus berlanjut dan membawa Ethereum ke level harga yang lebih tinggi dalam jangka menengah hingga panjang.

    Baca Juga: ETF Ethereum Tarik Rp 4,8 Triliun, Bitcoin Justru Alami Arus Keluar


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ETF Ethereum Tarik Rp 4,8 Triliun, Bitcoin Justru Alami Arus Keluar

    ETF (Exchange-Traded Fund) Ethereum mencatat arus masuk harian sebesar $296 juta pada Selasa (22/7), memperpanjang tren positif selama 12 hari berturut-turut. Sebaliknya, ETF Bitcoin mengalami arus keluar sebesar $131 juta, mengakhiri rekor arus masuk yang telah berlangsung selama hampir dua minggu.

    Data dari SoSoValue menunjukkan bahwa ETF Bitcoin spot mencatatkan arus keluar harian pertamanya sejak 1 Juli. Dana ARKB milik Ark & 21Shares menjadi penyumbang terbesar dengan penarikan sebesar $77,46 juta, disusul oleh dana dari Grayscale, Fidelity, Bitwise, dan VanEck. IBIT milik BlackRock, yang merupakan ETF Bitcoin spot terbesar berdasarkan aset kelolaan, tidak mencatat arus keluar pada hari tersebut, bersama enam ETF lainnya.

    Dilaporkan The Block, selama periode 12 hari sebelumnya, ETF Bitcoin spot telah mengumpulkan arus masuk bersih senilai $6,12 miliar.

    Arus Masuk ETF Ethereum Tinggi

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 22 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 22 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Minat Institusional Kian Tinggi, Ethereum Bidik $4.000

    Sementara itu, ETF Ethereum spot mencatatkan arus masuk sebesar $296,6 juta pada hari yang sama. FETH milik Fidelity menyumbang arus masuk terbesar senilai $126,93 juta, diikuti oleh ETHA milik BlackRock sebesar $102 juta. Mini Ethereum Trust dari Grayscale dan ETHW dari Bitwise juga mencatatkan arus masuk bersih.

    Dengan ini, ETF Ethereum telah mengumpulkan total arus masuk sebesar $3,53 miliar sejak diluncurkan pada 24 Juli, dan dalam beberapa hari terakhir bahkan melampaui arus masuk harian ETF Bitcoin.

    Analis Riset Presto, Min Jung, menyebut pergerakan ini mencerminkan rotasi pasar yang lazim dari Bitcoin ke Ethereum dan altcoin berkapitalisasi besar lainnya.

    “Bitcoin telah menguat signifikan sepanjang tahun ini. Bagi investor yang merasa telah ‘tertinggal’ dari reli BTC, Ethereum menjadi langkah alami berikutnya,” ujar Jung. “Dominasi Bitcoin telah turun 5% dalam sepekan terakhir, yang menjadi indikasi awal perputaran modal ke aset dengan risiko lebih tinggi. Secara historis, musim altcoin dimulai ketika harga ETH naik dan dominasi BTC menurun.”

    Meski demikian, Jung menambahkan bahwa belum pasti apakah rotasi ini akan meluas ke altcoin berkapitalisasi kecil, mengingat reli pasar saat ini masih didorong oleh modal institusional.

    Berdasarkan data harga dari The Block, pada hari yang sama Bitcoin turun 1,27% menjadi $116.868, sementara Ether turun 2,17% ke level $3.679.

    Baca juga: Cara Cek Harga Ethereum dalam Rupiah dan Cara Beli Modal Rp100.000


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ETF Ethereum Catat Lonjakan Rekor $1 Miliar Hanya dalam Dua Hari

    Produk investasi berbasis Ethereum kembali mencuri perhatian pasar keuangan global. ETF (Exchange-Traded Fund) spot Ethereum yang baru-baru ini diluncurkan di Amerika Serikat mencatatkan rekor arus masuk sebesar $1 miliar hanya dalam waktu dua hari, menurut data dari Farside Investors.

    Menurut laporan Coindoo, antara tanggal 16 dan 17 Juli, ETF Ethereum mengumpulkan total dana sebesar $1,32 miliar. Lonjakan ini didorong terutama oleh ETHA, produk ETF besutan raksasa manajemen aset BlackRock, yang menyumbang sekitar 79% dari total arus masuk tersebut. Pada tanggal 16 Juli saja, arus masuk mencapai lebih dari $726 juta—menjadikannya hari dengan rekor tertinggi untuk arus masuk ETF Ethereum sepanjang sejarah.

    Kinerja luar biasa ini langsung mengangkat posisi ETHA ke peringkat kelima di antara seluruh ETF global dalam hal arus masuk mingguan. Per 18 Juli, ETHA telah menarik dana sebesar $1,26 miliar dalam seminggu, bergabung bersama ETF Bitcoin spot BlackRock, IBIT, sebagai dua dari lima ETF dengan arus masuk mingguan terbesar di dunia dari lebih dari 4.300 produk yang dipantau.

    Baca juga: Bit Digital Borong 19.683 ETH, Jadi Pemegang Ether Raksasa

    Persaingan ETF Ethereum dan Bitcoin

    Tak hanya itu, persaingan antara Ethereum dan Bitcoin pun semakin ketat. Sepanjang minggu ini, ETF Ethereum mencatatkan total arus masuk sebesar $1,78 miliar, dibandingkan dengan $2,02 miliar untuk Bitcoin. Hal ini membawa rasio arus masuk ETH terhadap BTC ke angka 88%—rasio tertinggi ketiga dalam sejarah. Rekor tertinggi sendiri terjadi pada Februari lalu dengan rasio mencapai 206,2%.

    Lonjakan ini menunjukkan betapa cepatnya daya tarik institusional terhadap Ethereum berkembang, terutama setelah peluncuran ETF spot di pasar AS. Para analis melihat ini sebagai sinyal kuat bahwa Ethereum kini semakin dipandang sebagai aset investasi utama di kalangan institusi, menyusul langkah serupa yang sebelumnya dialami oleh Bitcoin.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ETF Solana Melejit: $222 Juta Volume Perdagangan Sejak Diluncurkan

    Pasar kripto AS menggemparkan dunia keuangan digital setelah peluncuran REX‑Osprey Solana + Staking ETF.

    ETF Staking Solana tersebut dibuat untuk pertama kalinya dan eksklusif yang menggabungkan spot SOL dengan staking yield.

    ETF ini debut di Cboe BZX, berhasil mencatat volume $33 juta dan inflow $12 juta pada hari pertama, sekaligus menandai antusiasme institusi menyusul era spot Bitcoin dan Ethereum ETF sebelumnya.

    Baca Juga: Proyeksi Gila Harga Solana Naik ke $331, Mungkinkah Terjadi?

    Momentum Harga & Bubble Short Squeeze

    Begitu kabar ETF ini menyebar, harga SOL sempat melonjak ~100% hingga mendekati $160, memicu likuidasi posisi short senilai hampir $9 juta dalam hitungan menit.

    Katalis ini semakin memperkuat rangkaian bullish altcoin, mendorong SOL melewati resistance kunci dan menarik volume senilai $160 juta sejak debut.

    Kenapa Ini Terobosan Besar?

    1. Yield + Spot dalam 1 Produk
      Investor institusional kini bisa menikmati pertumbuhan harga SOL sekaligus mendapatkan hasil staking—tanpa perlu memegang token langsung.
    2. Lintas Batas Regulasi
      ETF dibentuk di bawah Investment Company Act of 1940, bukan melalui proses Spot ETF tradisional, menggunakan struktur unik yang menghindari hambatan dari SEC.
    3. Infrastruktur Aman bagi Institusi
      Anchorage Digital—salah satu custodian federal untuk aset kripto sehingga dijadikan mitra resmi untuk stake, menambah kepercayaan investor besar.

    Analisis Teknikal & Indikator Pasar

    • Konfirmasi bullish: SOL diperdagangkan di atas EMA 20‑hari ($148,67), meski masih menunggu konfirmasi di EMA 50‑hari ($151,41).
    • Volume melonjak: Volume harian meningkat hingga 49% mencapai $4,6 miliar, menunjukkan akumulasi besar dan positioning institusional.
    • Momentum seimbang: RSI di angka 51 dan MACD positif—menunjukkan kekuatan tapi liabilitas koreksi tetap ada.

    Potensi Jangka Pendek & Risiko

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 18 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 18 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Jika SOL mampu bertahan di atas $160–$165, target selanjutnya bisa berada di kisaran $180–$200, terutama saat gelombang altcoin ETF makin meluas.

    Namun, jika harga gagal melewati EMA 50 atau terjadi penumpukan profit taking, koreksi ke zona $140–$150 masih sangat mungkin.

    Strategi untuk Investor

    Tipe Investor Strategi Disarankan
    Trader Aktif Manfaatkan breakout ke atas $160–$165 dengan target jual di $180–$200. Pasang stop-loss di bawah EMA 20 ($148).
    Investor Jangka Menengah Akomodasi masuk saat harga me-retest EMA 20; tahan untuk potensi upside ETF selanjutnya.
    Institusi & Dana Pertimbangkan eksposur diversifikasi ke produk yield-spot, tapi perhatikan ketentuan pajak & biaya operasional ETF.

    Baca Juga: Liquid Staking Multi-Exchange Bisa Dorong Harga Solana Ke $185?

    Peluncuran REX‑Osprey Solana + Staking ETF bukan hanya sekadar produk investasi baru. Ini adalah simbol kongkret kematangan altcoin di ranah keuangan tradisional.

    Dengan potensi adopsi lebih luas dan dukungan institusi, SOL kini punya pijakan kuat untuk jadi pemimpin altcoin ETF generasi berikutnya.

    Dengan volume awal mencapai $160 juta dan inflow solid, pintu rally jangka menengah hingga panjang tampak terbuka. Namun, disiplin manajemen risiko dan pemahaman teknis tetap mutlak—karena volatilitas tinggi bisa dengan cepat mengubah momentum pasar.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BlackRock Kejutkan Pasar Kripto, Ajukan ETF Ethereum Staking ke SEC!

    Raksasa manajemen aset dunia, BlackRock, kembali membuat gebrakan di industri kripto. Perusahaan ini resmi mengajukan permohonan kepada Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat untuk meluncurkan Exchange-Traded Fund (ETF) Ethereum berbasis staking.

    Langkah ini menyusul kesuksesan besar ETF Bitcoin BlackRock yang diluncurkan pada 2024. Produk tersebut mencatatkan kinerja luar biasa, bahkan melampaui pendapatan tahunan seluruh ETF tradisional BlackRock lainnya yang telah beroperasi lebih dari 20 tahun. Keberhasilan itu kini menjadi sinyal positif bagi Ethereum, karena berpotensi menarik lebih banyak investor institusional dan konvensional ke ekosistem kripto terbesar kedua di dunia tersebut.

    Apa Itu Staking Ethereum?

    Dilaporkan Cryptonomist, staking merupakan mekanisme di mana pemilik aset kripto “mengunci” koin mereka untuk membantu jaringan memverifikasi transaksi. Sebagai imbalannya, investor akan memperoleh reward staking dalam bentuk aset yang sama, menyerupai dividen pada saham. Untuk Ethereum, imbal hasil staking umumnya berada di kisaran 3–4 persen per tahun (APY).

    Sejak 2022, Ethereum telah beralih dari mekanisme Proof-of-Work (PoW) ke Proof-of-Stake (PoS). Perubahan ini menghilangkan proses penambangan dan menjadikan staking sebagai komponen utama dalam validasi transaksi jaringan Ethereum.

    Baca juga: BlackRock Diam-Diam Daftarkan Staked Ethereum Trust

    ETF Ethereum Staking: Pilihan Baru Investor

    Sebelumnya, BlackRock telah memiliki ETF Ethereum, namun produk tersebut belum mengakomodasi fitur staking karena belum mendapat persetujuan regulator saat peluncuran. Alih-alih mengubah ETF yang sudah ada, BlackRock memilih mengajukan ETF baru khusus Ethereum staking.

    Jika disetujui, investor akan dihadapkan pada dua pilihan: ETF Ethereum yang hanya mengikuti pergerakan harga, atau ETF Ethereum yang sekaligus menghasilkan imbal hasil dari staking. Dengan tingginya minat investor terhadap produk berimbal hasil, ETF staking diperkirakan akan menjadi opsi favorit.

    Sebelum BlackRock, Grayscale tercatat sebagai manajer aset pertama yang meluncurkan ETF Ethereum staking pada Oktober 2025. Kehadiran produk Grayscale disebut membuka jalan bagi masuknya pemain besar lainnya, termasuk BlackRock.

    ETF vs Kepemilikan Langsung Kripto

    Meski ETF menawarkan kemudahan bagi investor tradisional, terdapat perbedaan mendasar dibandingkan kepemilikan kripto secara langsung (self-custody). Dalam ETF, aset kripto disimpan dan dikelola oleh pihak penerbit, sehingga investor tidak memiliki kontrol penuh atas aset tersebut.

    Konsekuensinya, transaksi jual beli hanya bisa dilakukan pada jam perdagangan pasar, serta dikenakan biaya pengelolaan tahunan. Sebaliknya, kepemilikan langsung melalui dompet kripto memungkinkan pengguna memindahkan, menukar, atau menjual aset kapan saja, dengan biaya terbatas pada ongkos transaksi jaringan.

    Karena alasan tersebut, sebagian investor tetap memilih self-custody wallet untuk mengelola aset kripto mereka secara mandiri, termasuk untuk memanfaatkan peluang staking di luar ETF.

    Dampak bagi Pasar

    Pengajuan ETF Ethereum staking oleh BlackRock dinilai sebagai sinyal kuat meningkatnya adopsi kripto oleh institusi keuangan global. Jika disetujui SEC, produk ini berpotensi memperluas akses investor tradisional ke Ethereum sekaligus memperkuat posisi aset kripto sebagai instrumen investasi berimbal hasil di pasar keuangan global.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!

    Raksasa manajemen aset BlackRock kembali mengguncang industri kripto dengan mengajukan iShares Staked Ethereum Trust ETF, produk pertama perusahaan di Amerika Serikat yang memberikan eksposur langsung pada staking Ethereum bagi investor institusional.

    Langkah ini muncul setelah dana Ethereum BlackRock sebelumnya melampaui $11 miliar aset kelolaan, menandai meningkatnya minat pasar terhadap strategi kripto yang tidak hanya mengandalkan harga, tetapi juga menghasilkan imbalan (yield) dari staking.

    Dalam prospektus awal tertanggal 5 Desember, BlackRock menjelaskan bahwa ETF ini akan mencerminkan performa harga ETH sekaligus mengumpulkan reward staking dari sebagian aset yang di-stake. Nilai aset bersih (NAV) trust akan ditingkatkan oleh reward tersebut, meski perusahaan mengingatkan adanya risiko regulasi dan operasional yang dapat mempengaruhi kinerja.

    Diperkuat Struktur Multi-Custodian: Coinbase, BNY Mellon, hingga Anchorage Digital

    Untuk menegaskan kepatuhan dan mengurangi risiko, BlackRock menyiapkan model kustodian berlapis:

    • Coinbase Custody akan menjadi penjaga aset ETH.
    • BNY Mellon bertindak sebagai kustodian kas sekaligus administrator.
    • Anchorage Digital Bank ditunjuk sebagai kustodian tambahan.

    BlackRock Fund Advisors akan menjadi trustee, sementara iShares Delaware Trust Sponsor LLC berperan sebagai sponsor.

    Struktur ini menunjukkan upaya BlackRock memosisikan produk tersebut sebagai infrastruktur institusional yang aman dan terstandarisasi.

    Baca juga: BlackRock Diam-Diam Daftarkan Staked Ethereum Trust

    Tidak Operasikan Validator Sendiri, Andalkan Penyedia Staking Pihak Ketiga

    Alih-alih menjalankan node validator sendiri, BlackRock akan menggandeng penyedia staking pihak ketiga yang telah disetujui. Alokasi staking akan ditentukan berdasarkan performa, reputasi, dan tingkat keandalan penyedia.

    Dilaporkan Crypto News, reward dan risiko slashing menjadi faktor utama yang disebut dalam dokumen.

    ETF ini direncanakan listing di NASDAQ dengan ticker “ETHB”, dan akan menerbitkan serta menebus unit dalam paket 40.000 saham.

    Permintaan Institusional Mulai Bergeser ke Produk Kripto Berbasis Yield

    Pengajuan ETF staked ETH ini menegaskan perubahan strategi besar di kalangan investor institusional. Mereka tak lagi puas dengan produk kripto yang hanya menawarkan eksposur harga, melainkan mulai mencari instrumen tokenisasi yang menghasilkan pendapatan operasional.

    Jika disetujui regulator, ETF ini bisa memengaruhi bagaimana reward staking diklasifikasikan secara hukum, sebuah isu yang hingga kini masih terus dibahas di Amerika Serikat.

    BlackRock, dengan langkah ini, tampak berambisi memimpin fase baru adopsi aset digital.

    Sementara Itu, ETF Bitcoin BlackRock Catat Outflow Terburuk: $2,7 Miliar Keluar

    Di tengah inovasi baru ini, performa dana Bitcoin BlackRock justru berjalan sebaliknya. iShares Bitcoin Trust mencatat lima minggu berturut-turut penarikan dana, total lebih dari $2,7 miliar hingga 28 November.

    Penarikan berlanjut pada Kamis dengan tambahan $113 juta keluar, menempatkan ETF ini pada jalur rekor enam minggu outflow beruntun, meskipun harga Bitcoin relatif stabil.

    Fenomena ini memperlihatkan pergeseran sentimen investor, dari Bitcoin menuju instrumen kripto yang memberi imbal hasil, seperti staking Ethereum.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com