Tag: etf

  • Sejarah Baru! Vanguard Buka Akses untuk Bitcoin dan Crypto ETF

    Keputusan mengejutkan datang dari Vanguard, manajer aset terbesar kedua di dunia, yang akhirnya membuka akses perdagangan ETF dan reksa dana terkait kripto, termasuk Bitcoin, kepada 50 juta nasabah brokernya. Langkah besar yang pertama kali diungkap Bloomberg ini menandai perubahan sikap paling drastis sepanjang sejarah perusahaan yang selama ini terkenal paling anti-kripto.

    Mulai 2 Desember 2025, investor kini bisa memperdagangkan ETF kripto yang diatur secara resmi lewat platform Vanguard, sebuah sinyal kuat bahwa pasar aset digital telah mencapai tingkat kematangan yang tak lagi bisa diabaikan oleh institusi keuangan tradisional.

    Permintaan Investor Jadi Pemicu Utama

    Keputusan ini datang di tengah melonjaknya minat investor terhadap aset digital. ETF Bitcoin spot yang meledak pada awal 2024 mendatangkan miliaran dolar ke pasar. Salah satu contohnya, iShares Bitcoin Trust milik BlackRock, sempat menyentuh hampir USD 100 miliar pada puncaknya, membuat perusahaan konservatif seperti Vanguard semakin terdesak untuk membuka akses serupa.

    Infrastruktur Pasar Dinilai Sudah Matang

    Andrew Kadjeski, Kepala Brokerage & Investments Vanguard, menyebut bahwa infrastruktur ETF kripto kini telah “cukup likuid, matang, dan aman” bagi investor arus utama. Dalam standar Vanguard yang selama ini sangat berhati-hati, pernyataan ini menunjukkan adanya pergeseran besar dalam penilaian risiko perusahaan.

    Peran CEO Baru yang Pro-Blockchain

    Tak dapat dipungkiri, kepemimpinan CEO baru Vanguard, Salim Ramji, turut mempercepat perubahan ini. Ramji, mantan eksekutif BlackRock sekaligus pendukung teknologi blockchain, dikabarkan menjadi tokoh kunci dalam mengubah perspektif perusahaan terhadap aset digital.

    Apa Saja yang Dibuka Vanguard?

    Vanguard tetap selektif dalam langkah barunya:

    Diizinkan

    • Perdagangan ETF Bitcoin yang sudah teregulasi
    • Reksa dana terkait kripto
    • ETF dengan dukungan institusional solid
    • Akses kripto melalui akun broker reguler

    Tidak Diizinkan

    • Vanguard tidak akan membuat ETF kripto miliknya sendiri
    • Tidak akan meluncurkan token “Vanguard Coin
    • Tidak mendukung dana terkait meme coin atau produk berisiko tinggi

    Dengan strategi ini, Vanguard tetap menjaga citra konservatifnya sembari merespons perkembangan zaman.

    Dampak Instan: Bitcoin Langsung Tembus USD 86.500

    Reaksi pasar kripto berlangsung cepat. Sesaat setelah pengumuman, Bitcoin melonjak melewati USD 86.500, dipicu oleh euforia investor. Di saat yang sama, raksasa lain seperti BlackRock juga meningkatkan kepemilikan pada ETF Bitcoin spot mereka hingga 14%, memperkuat tren masuknya institusi besar ke aset digital.

    Para analis menilai langkah Vanguard sebagai “penanda legitimasi terbesar” bagi industri ETF kripto sejauh ini.

    Kesimpulan

    Keputusan Vanguard membuka pintu bagi ETF kripto menjadi momen bersejarah bagi adopsi Bitcoin di dunia finansial tradisional. Jika salah satu institusi paling konservatif akhirnya ikut bermain, hal ini menandakan satu hal: aset digital kini telah menjadi bagian sah dari investasi arus utama.

    Dengan masuknya raksasa institusional, masa depan akses kripto yang lebih luas dan teregulasi tampak semakin jelas di depan mata.

    Baca juga: ETF Jadi Penentu, Akankah Solana Oktober Ini Reli 30%?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dogecoin Pecahkan Rekor: Grayscale Resmi Luncurkan ETF Pertama

    Grayscale, salah satu manajer aset kripto paling berpengaruh di dunia, akhirnya mengguncang pasar dengan mengumumkan tanggal peluncuran resmi Grayscale Dogecoin Trust ETF (GDOG). Produk investasi ini siap debut di NYSE Arca pada Senin, 24 November 2025, menjadi salah satu momen paling simbolis dalam sejarah memecoin.

    Menariknya, ini adalah ETF Dogecoin pertama yang terdaftar di bawah Securities Act 1933. Pendekatan ini menawarkan pengawasan regulasi yang lebih ringan, namun juga datang dengan risiko lebih tinggi. Meski demikian, aksesnya jauh lebih mudah bagi investor tradisional dan institusional.

    Dogecoin ETF: Ketika Budaya Bertemu Crypto

    Dilaporkan The Crypto Basic, Grayscale menyebut kelahiran GDOG sebagai momen “when culture meets crypto.” Dogecoin, yang awalnya hanya lelucon internet, kini resmi memasuki bursa Wall Street sebagai aset yang dapat dibeli melalui akun broker biasa, dengan biaya manajemen sebesar 0,35%.

    ETF ini memberikan eksposur tidak langsung kepada Dogecoin tanpa perlu membeli aset aslinya. Hal ini membuka pintu bagi lebih banyak investor untuk terlibat dalam pasar kripto, khususnya dari kalangan institusi.

    Grayscale juga menegaskan bahwa Dogecoin telah berkembang menjadi fenomena budaya global, melampaui statusnya sebagai memecoin semata.

    Analis ETF: GDOG Bisa Masuk “Top 10” Produk Terbaik

    Presiden NovaDius Wealth, Nate Geraci, mengonfirmasi peluncuran GDOG dan menyebutnya sebagai “highly symbolic launch.” Ia melihat kehadiran GDOG sebagai bukti perubahan besar dalam regulasi crypto Amerika Serikat dalam satu tahun terakhir.

    Menurut Geraci, banyak pihak mungkin meremehkan ETF ini, namun ia menilai peluncuran tersebut merupakan simbol monumental dari pergeseran kebijakan kripto AS. Ia bahkan menyebut ticker GDOG sebagai salah satu yang terbaik di pasar ETF.

    Peluncuran GDOG juga bertepatan dengan debut ETF XRP milik Grayscale, GXRP, yang melantai di NYSE Arca pada hari yang sama, memperluas portofolio ETF aset digital Grayscale.

    Regulasi Crypto AS Telah Berubah Drastis

    Sebagai catatan, Amerika Serikat baru menyetujui ETF crypto pertama pada Januari 2024 setelah bertahun-tahun penolakan. Keputusan itu pun terjadi setelah Grayscale memenangkan gugatan terhadap SEC di pengadilan.

    Kini, bukan hanya Bitcoin, tetapi altcoin bahkan memecoin pun mulai mendapatkan persetujuan ETF. Meski ada kekhawatiran terhadap volatilitas dan kurangnya nilai intrinsik, para pakar tetap optimis bahwa GDOG akan berkembang.

    Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Senin, 24 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Senin, 24 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Dari Meme Menjadi Alat Keuangan Global

    Dalam pernyataannya kepada The Crypto Basic, Grayscale memuji Dogecoin yang kini mendukung pembayaran cepat dan murah, tipping online, transaksi sehari-hari, serta memiliki komunitas global yang sangat aktif.

    Krista Lynch, Senior Vice President ETF Capital Markets di Grayscale, mengatakan bahwa uplisting GDOG akan memberi akses lebih luas bagi investor ke jaringan Dogecoin yang memproses ribuan transaksi cepat dan terjangkau setiap hari.

    Ia menambahkan bahwa Dogecoin telah berevolusi dari meme internet menjadi alat keuangan yang relevan, sejalan dengan misi Grayscale untuk memperluas akses ke aset digital.

    Baca juga: Lonjakan Dogecoin Picu Harapan Reli Wyckoff Bullish


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Meme Coin Jadi Mainstream! ETF Dogecoin Bitwise Rilis dalam 20 Hari!

    Dogecoin, sang raja meme coin, kembali jadi sorotan setelah kabar mengejutkan: Bitwise dilaporkan siap meluncurkan ETF Dogecoin paling cepat akhir November 2025! Ya, kamu tidak salah baca, DOGE bakal resmi masuk ke dunia investasi institusional lewat produk ETF terbaru.

    Bitwise Gerak Cepat, SEC di Ujung Tanduk

    Dilaporkan Decrypt, Dalam pengajuan terbarunya ke U.S. Securities and Exchange Commission (SEC), Bitwise menghapus “delaying amendment” dari dokumen registrasi S-1 untuk Bitwise Dogecoin ETF. Artinya? Jika SEC tidak mengajukan keberatan dalam 20 hari ke depan, maka ETF ini otomatis disetujui dan bisa langsung diperdagangkan di pasar.

    Langkah ini menunjukkan keberanian Bitwise untuk membawa aset “berbau meme” ke ranah investasi serius, langkah yang bisa jadi game changer untuk altcoin lain.

    Dogecoin ETF Sebelumnya Sudah Panas!

    Sebelum Bitwise melangkah, Rex Shares dan Osprey Funds telah lebih dulu merilis DOJE ETF pada September lalu, ETF pertama di AS yang memberikan eksposur langsung ke Dogecoin. Dalam waktu singkat, produk ini mencatatkan volume perdagangan mencapai $17 juta, dan kini bahkan tengah dipersiapkan versi “riskier leveraged”-nya yang memberikan eksposur hingga 150% terhadap pergerakan harga DOGE harian.

    DOGE Bangkit Lagi!

    Harga Dogecoin (DOGE) sendiri saat ini melambung sekitar 13% dalam 24 jam terakhir, diperdagangkan di kisaran $0.18 per koin, menurut data CoinGecko. Dengan kapitalisasi pasar sekitar $25,4 miliar, DOGE masih bertahan sebagai 10 besar kripto terbesar di dunia, meski belum mampu menembus rekor tertingginya di tahun 2021, yaitu $0.73.

    Tren ETF Kripto Makin Panas

    Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Sabtu, 8 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Sabtu, 8 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: ETF Dogecoin Siap Meluncur! Terungkap Bisa Tanpa Persetujuan SEC!

    Data dari Bloomberg menunjukkan lebih dari 90 aplikasi ETF altcoin telah diajukan ke SEC, baik dari perusahaan kripto maupun institusi keuangan tradisional. Tren ini makin deras setelah regulator melonggarkan standar listing untuk produk berbasis komoditas digital.

    Kesuksesan ETF Bitcoin dan Ethereum, yang kini masing-masing mengelola sekitar $150 miliar dan $20 miliar aset, mendorong permintaan investor untuk produk serupa di aset kripto lainnya, termasuk Dogecoin.

    Komentar Ahli

    Menurut Ric Edelman, pendiri Digital Assets Council of Financial Advisors, langkah Bitwise ini adalah strategi cerdas:

    “Investor seharusnya bisa memilih aset apa pun yang mereka yakini, dan Bitwise berupaya keras memberikan sebanyak mungkin opsi,” ujarnya kepada Decrypt.

    Edelman menambahkan bahwa ETF altcoin kemungkinan akan mencapai proporsi aset yang mirip dengan dominasi altcoin terhadap Bitcoin di pasar kripto secara keseluruhan.

    Dari Meme ke Mainstream

    Dogecoin memulai hidupnya sebagai lelucon internet, tapi sekarang, dengan kemungkinan ETF resmi dari Bitwise, ia bisa segera melangkah ke lantai bursa besar AS. Jika peluncuran ini benar-benar terjadi, DOGE mungkin akan menjadi simbol era baru investasi kripto, di mana meme bukan lagi sekadar candaan, tapi peluang besar.

    Baca juga: Lonjakan Dogecoin Picu Harapan Reli Wyckoff Bullish


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Tembus $110.000! Arus Masuk ETF BlackRock Capai $20 Juta

    Bitcoin (BTC) masih kokoh di kisaran $110.604, naik tipis 0,37% pada Jumat (24/10), setelah mencatat arus masuk ETF senilai $20,3 juta, sebagian besar berasal dari iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock yang menyumbang $107,8 juta. Namun, sorotan utama datang dari sisi lain: Ethereum untuk pertama kalinya menyalip Bitcoin dalam arus masuk ETF kuartalan.

    Menurut data Messari, sepanjang Q3 2025, ETF Ethereum mencatat inflow $8,7 miliar, melampaui ETF Bitcoin sebesar $7,5 miliar. Pergeseran ini menandakan perubahan besar dalam strategi investor institusional yang kini semakin mendiversifikasi eksposurnya ke aset kripto dengan potensi utilitas lebih luas.

    BlackRock Dominasi Bitcoin ETF, Tapi ETHA Pimpin Pertumbuhan di Ethereum

    Meski Bitcoin masih menjadi jangkar likuiditas pasar, persaingan di dunia ETF kripto makin ketat. IBIT tetap menjadi pemimpin dengan aliran dana terbesar, disusul Fidelity FBTC ($7,2 juta) dan Bitwise BITB ($17,4 juta).

    Sebaliknya, Grayscale GBTC (-$60,5 juta) dan ARKB (-$55 juta) mengalami arus keluar besar, mencerminkan rotasi keuntungan jangka pendek, bukan hilangnya minat investor.

    Sementara itu, ETF Ethereum Spot (ETHA) milik BlackRock mencatat pertumbuhan fantastis 266% QoQ, naik dari $4,4 miliar menjadi $16 miliar AUM, mendominasi 58% pangsa pasar ETF Ethereum. Kinerja ini didorong oleh meningkatnya aktivitas staking dan penggunaan smart contract yang memperkuat daya tarik Ethereum sebagai aset produktif.

    Baca juga: Tren Bitcoin 27-31 Oktober 2025: M2 Supply Kuncinya

    ETF Kini Jadi Penggerak Utama Harga Bitcoin

    Dilaporkan Tradingnews, sejak awal 2024, arus masuk dan keluar ETF spot terbukti menjadi indikator utama pergerakan harga Bitcoin. Ketika inflow meningkat, harga cenderung menembus resistance; sebaliknya, outflow sering kali menandai fase koreksi.

    Kini, ETF Bitcoin di AS memegang sekitar 1,66 juta BTC, atau 6,4% dari total pasokan, menjadikannya kekuatan dominan dalam menentukan arah pasar. Dengan BlackRock dan Fidelity menguasai sebagian besar kepemilikan, “whale” baru di pasar kripto bukan lagi individu, melainkan lembaga keuangan.

    Menariknya, aktivitas whale klasik juga meningkat. Sebuah dompet penambang lama yang menyimpan 4.000 BTC ($442 juta) aktif kembali setelah 14 tahun, memindahkan sebagian asetnya. Namun analis menilai langkah ini lebih sebagai realokasi strategis, bukan tanda jual panik.

    Sinyal Teknis: Support $110K Kuat, Target $118.500 di Depan Mata

    Secara teknikal, Bitcoin mempertahankan support di $110.000, dengan zona resistensi utama di $115.800.

    Indikator RSI di 56 menunjukkan momentum netral-bullish, sementara MACD memperluas sinyal positifnya.

    Jika Bitcoin mampu menutup harian di atas $112.000, analis memperkirakan potensi reli menuju $118.500, sejalan dengan pola historis ETF inflow dua hari berturut-turut yang biasanya diikuti lonjakan 5–8%.

    Sisi Makro Mendukung Arah Positif

    Di pasar derivatif, volume futures Bitcoin di Binance naik ke $543,3 miliar pada Oktober, naik signifikan dari September ($418 miliar). Dengan yield obligasi AS 10 tahun stabil di 4,3% dan inflasi CPI turun ke 3% YoY, minat risiko kembali meningkat, memperkuat narasi “risk-on rally” menjelang akhir tahun.

    Outlook: “BUY” — Momentum Institusional Dorong Target $130.000

    Meski Ethereum mencuri perhatian di Q3, Bitcoin tetap menjadi jangkar utama pasar global. Dengan inflow ETF yang kembali positif, volume futures yang melonjak, serta pasokan di bursa yang terus menurun, struktur pasar jangka menengah Bitcoin masih sangat bullish.

    Target jangka pendek berada di $115.800–$118.500, sementara target jangka menengah Q1 2026 diproyeksikan di $125.000–$140.000, jika tren inflow ETF berlanjut dan kondisi makro tetap kondusif.

    Verdict: BUY BTC/USD, Institusi masih mendominasi panggung, dan momentum ETF tampaknya baru saja memulai babak berikutnya dalam reli Bitcoin.

    Baca juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin di $111.000, Market Cap $2,22 T


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • T. Rowe Price Masuk Kripto! Siap Luncurkan ETF Rp28.000 Triliun

    Langkah mengejutkan datang dari manajer aset global raksasa T. Rowe Price, yang mengelola dana senilai $1,77 triliun. Perusahaan ini resmi mengajukan ETF kripto aktif kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), menandai salah satu ekspansi paling ambisius dari institusi keuangan tradisional ke ruang aset digital.

    ETF yang diberi nama T. Rowe Price Active Crypto ETF ini bertujuan mengungguli Indeks FTSE Crypto US Listed melalui investasi langsung ke sejumlah aset kripto terkemuka seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL), XRP, Cardano (ADA), Avalanche (AVAX), hingga Shiba Inu (SHIB).

    Jika disetujui, ETF tersebut akan terdaftar di NYSE Arca, menawarkan jalur investasi teregulasi bagi investor institusional maupun ritel untuk memperoleh eksposur terhadap pasar kripto dengan cara yang lebih aman dan transparan.

    Strategi: Gabungan Model, Fundamental, dan Fleksibilitas Penuh

    Dilaporkan News Bitcoin, dalam dokumen resmi Formulir S-1 yang diajukan pada 22 Oktober 2025, T. Rowe Price menjelaskan bahwa dana ini akan dikelola secara aktif, dengan strategi berbasis model dan analisis fundamental. Tujuannya adalah memanfaatkan inefisiensi pasar kripto dan mengambil posisi berbeda dari bobot indeks untuk menghasilkan kinerja unggul dalam jangka panjang.

    “Tujuan investasi Dana ini adalah untuk mengungguli Indeks dalam jangka panjang, yaitu biasanya dalam jangka waktu satu tahun atau lebih,” tulis pengajuan tersebut.

    ETF ini juga akan menahan kas, setara kas, dan stablecoin untuk kebutuhan likuiditas, tanpa leverage maupun derivatif, sebuah pendekatan konservatif namun strategis untuk menarik investor tradisional yang baru menjajaki kripto.

    Perwalian ini akan disponsori oleh T. Rowe Price Sponsor LLC, dengan CSC Delaware Trust Company sebagai wali amanat, dan T. Rowe Price Associates bertindak sebagai administrator.

    Aset Kripto yang Dianggap “Memenuhi Syarat”

    Dalam pengajuannya, T. Rowe Price mencantumkan daftar aset kripto yang memenuhi kriteria kelayakan, meliputi: BTC, ETH, SOL, XRP, ADA, AVAX, LTC, DOT, DOGE, HBAR, BCH, LINK, XLM, dan SHIB.

    Dengan daftar ini, ETF tersebut tampaknya berupaya menghadirkan paparan luas terhadap ekosistem kripto utama, mencakup layer-1, token utilitas, hingga koin meme populer.

    Respons Analis: “Langkah yang Tak Terduga, tapi Sangat Masuk Akal”

    Langkah T. Rowe Price ini mendapat sambutan besar di kalangan analis Wall Street.
    Analis ETF Bloomberg, Eric Balchunas, menyebut pengajuan ini sebagai langkah “setengah mengejutkan tapi masuk akal.”

    “Mereka termasuk dalam 5 besar manajer aktif berdasarkan aset, kebanyakan reksa dana. Tidak menyangka mereka akan melangkah sejauh ini, tapi saya paham. Akan ada perburuan lahan besar untuk sektor ini juga,” ujarnya di platform X.

    Sementara itu, Nate Geraci, Presiden Novadius Wealth Management, menilai langkah T. Rowe Price sebagai momen penting bagi integrasi keuangan tradisional dan aset digital.

    “Manajer aset lama sedang berusaha keras menerapkan strategi kripto. Mereka tidak ingin mengulangi kesalahan masa lalu dengan melewatkan peluang booming ETF. Berharap kripto menghilang bukanlah strategi bisnis yang baik,” tegasnya.

    Gelombang Baru di Dunia ETF Kripto

    Langkah T. Rowe Price memperkuat tren bahwa institusi besar semakin percaya pada masa depan kripto sebagai kelas aset arus utama. Setelah persetujuan ETF spot Bitcoin dan Ether di awal tahun, kini perhatian beralih ke produk-produk ETF kripto aktif yang memberi ruang bagi manajer aset untuk menunjukkan keahlian mereka dalam navigasi pasar digital yang volatil.

    Jika disetujui oleh SEC, ETF ini berpotensi mengubah lanskap investasi global, membuka jalan bagi investor konservatif untuk memasuki pasar kripto dengan eksposur yang lebih terukur dan diawasi.

    Dengan reputasi sebesar T. Rowe Price dan portofolio senilai triliunan dolar, langkah ini bukan sekadar percobaan, ini adalah pernyataan kuat bahwa kripto kini tak bisa lagi diabaikan oleh keuangan tradisional. Bila SEC memberikan lampu hijau, ETF Kripto Aktif T. Rowe Price bisa menjadi salah satu produk paling berpengaruh yang mempercepat adopsi kripto secara global.

    Baca juga: ETF Jadi Penentu, Akankah Solana Oktober Ini Reli 30%?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ETF Bitcoin dan Ethereum Digoyang Arus Keluar Besar, Investor Panik?

    Arus masuk institusional ke ETF (Exchange-Traded Fund) mata uang kripto terus menurun drastis, menandai geliat kehati-hatian di pasar menjelang akhir tahun. Produk ETF Bitcoin dan Ethereum mencatat arus keluar bersih besar-besaran, sinyal yang semakin memperkuat kekhawatiran investor profesional.

    Dilaporkan Finance Feeds, data dari Farside Investors dan The Block menunjukkan ETF Bitcoin spot di AS mengalami arus keluar sekitar $40,5 juta pada hari Senin, menandai empat hari berturut-turut tekanan jual. Sementara itu, ETF Ethereum lebih parah, dengan arus keluar mencapai $145 juta, mencerminkan menurunnya kepercayaan terhadap stabilitas harga ETH jangka pendek.

    Para analis menekankan bahwa rentetan arus keluar ini bukan sekadar angka, ini merupakan cerminan penghindaran risiko yang lebih luas di seluruh kelas aset digital. Penurunan volume perdagangan spot, menurunnya minat pada kontrak berjangka, hingga aktivitas spekulatif yang melemah mempertegas bahwa investor sedang menahan diri. Bitcoin pun kesulitan mempertahankan level support di atas $65.000, menambah tekanan bagi ETF terkait.

    Arus Keluar ETF Cerminkan Kehati-hatian

    Baca juga: ETF Bitcoin Banjir Modal, Harga BTC Siap Melonjak Menuju $165.000!

    Meskipun dana besar seperti iShares Bitcoin Trust (BlackRock) dan Wise Origin Bitcoin Fund (Fidelity) masih mencatat arus masuk moderat, total AUM ETF Bitcoin menurun secara konsisten, membawa kepemilikan ke level terendah dalam lebih dari sebulan. Sementara itu, ETF Ethereum yang dulu digadang sebagai katalis adopsi institusional, kini menghadapi kesulitan menarik minat, menunjukkan bahwa aksi ambil untung dan kehati-hatian terhadap ETH masih tinggi.

    Pasar kripto secara keseluruhan juga terkena imbas kondisi makroekonomi: data inflasi yang fluktuatif, ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve, serta likuiditas yang lebih ketat menekan partisipasi institusional. Meski begitu, total AUM ETF kripto tetap jauh di atas level pertengahan tahun, menandakan institusi besar masih melihat potensi jangka panjang dalam ekosistem aset digital.

    Para pakar memperkirakan arus ETF akan terus berfluktuasi di minggu-minggu mendatang, dipengaruhi perkembangan makro dan pergerakan teknis Bitcoin. Namun tren arus keluar saat ini menjadi pengingat keras: pasar kripto tetap sangat sensitif terhadap sentimen investor dan kondisi risiko global.

    Baca juga: ETF Jadi Penentu, Akankah Solana Oktober Ini Reli 30%?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Resmi Meluncur! ETF Spot SUI Pertama Hadir dengan Fitur Staking

    Dua ETF spot SUI resmi melantai di bursa pada Rabu (18/2), membuka akses baru bagi investor untuk mendapatkan eksposur langsung terhadap harga token SUI sekaligus imbal hasil dari staking. Peluncuran ini dilakukan oleh Canary Capital dan Grayscale, menandai tonggak penting bagi ekosistem Sui.

    Canary Luncurkan SUIS di Nasdaq

    Dilaporkan The Block, Canary Capital memperkenalkan Canary Stake SUI ETF dengan kode ticker SUIS di bursa Nasdaq. Produk ini dirancang untuk melacak harga spot SUI serta memungkinkan investor memperoleh net staking rewards melalui mekanisme proof-of-stake (PoS) milik jaringan Sui.

    CEO Canary Capital, Steven McClurg, menyatakan bahwa ETF ini memberikan eksposur terhadap SUI dalam struktur terdaftar dan diperdagangkan di bursa, sekaligus membuka peluang bagi investor untuk mendapatkan imbal hasil staking secara langsung melalui instrumen ETF.

    Grayscale Konversi Trust Jadi ETF

    Pada hari yang sama, Grayscale juga meluncurkan ETF SUI dengan mengonversi trust yang sudah ada menjadi ETF. Produk tersebut akan diperdagangkan dengan kode GSUI di NYSE Arca.

    Langkah ini memperluas pilihan investor yang ingin mendapatkan eksposur terhadap SUI melalui kendaraan investasi yang teregulasi.

    Baca Juga: Sui Network Dapat Dukungan Google, Token SUI Siap Melambung Lagi?

    SUI dan Posisi Pasarnya

    Sui merupakan blockchain Layer 1 yang dikembangkan oleh Mysten Labs. Token SUI digunakan untuk membayar biaya transaksi, menjalankan smart contract, serta mendukung berbagai fungsi di dalam jaringan.

    Saat ini, SUI menempati peringkat ke-31 berdasarkan kapitalisasi pasar dengan nilai sekitar US$3,7 miliar.

    Pergerakan harga Sui (SUI/USDT) pada Minggu, 22 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Sui (SUI/USDT) pada Minggu, 22 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Sebelumnya, 21Shares telah meluncurkan ETF leveraged 2x SUI, menjadikannya produk pertama yang melacak harga SUI dalam bentuk leveraged. Peluncuran ETF spot ini semakin memperluas eksposur SUI di pasar tradisional, seiring dengan tren meningkatnya jumlah ETF kripto yang hadir dalam setahun terakhir, termasuk yang melacak DOGE, LTC, XRP, dan SOL.

    Co-founder dan Chief Product Officer Mysten Labs, Adeniyi Abiodun, menyebut peluncuran ini sebagai momen penting bagi akses institusional dan ritel terhadap ekosistem Sui. Menurutnya, langkah ini membuka peluang lebih luas bagi investor yang percaya pada teknologi yang mendasari inovasi tersebut.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, peluncuran ETF SUI menandai tonggak sejarah baru bagi ekosistem Layer 1 ini dalam menarik modal institusional.

    “Fitur staking yang disertakan menjadikannya produk investasi yang lebih menarik dibandingkan ETF spot biasa karena memberikan dividen on-chain, yang berpotensi mengunci suplai SUI dalam jumlah besar untuk jangka panjang,” analisanya.

    Baca Juga: Harga SUI Bisa Melonjak 150%! Kolaborasi Google Cloud dan Isu ETF Jadi Katalis


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Abu Dhabi Borong ETF Bitcoin, Nilainya Kini US$803 Juta

    Dana yang didukung pemerintah Abu Dhabi tercatat memiliki lebih dari US$1 miliar di ETF spot Bitcoin milik BlackRock pada akhir 2025. Namun, pelemahan harga Bitcoin sepanjang tahun ini membuat nilai kepemilikan tersebut turun menjadi sekitar US$803 juta.

    Berdasarkan dokumen terbaru yang diajukan ke SEC, Mubadala Investment Company dan Al Warda Investments, yang terafiliasi dengan Abu Dhabi Investment Council, secara kolektif memegang hampir 21 juta saham iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock hingga akhir 2025.

    Mubadala dan Al Warda Perbesar Kepemilikan

    Pada saat pelaporan, posisi Mubadala di IBIT bernilai sekitar US$630 juta, sementara Al Warda memegang saham senilai sekitar US$408 juta. Total eksposur keduanya melampaui US$1 miliar.

    Dilaporkan News Bitcoin, kuartal keempat 2025 menjadi periode ekspansi signifikan. Mubadala meningkatkan kepemilikannya dari sekitar 8,7 juta saham pada kuartal ketiga menjadi sekitar 12,7 juta saham di akhir tahun, atau bertambah hampir 4 juta saham. Al Warda juga menambah posisi dari 7,96 juta saham menjadi lebih dari 8,2 juta saham.

    Langkah ini menegaskan komitmen jangka panjang dana kekayaan negara tersebut terhadap eksposur Bitcoin melalui instrumen ETF teregulasi.

    Tim Research Tokocrypto melihat pencapaian angka ,1 miliar ini mengukuhkan kawasan Timur Tengah sebagai pilar likuiditas institusional utama bagi Bitcoin.

    “Pengalihan modal dari sektor energi (minyak) ke aset digital strategis oleh dana kedaulatan negara memberikan jaminan fundamental yang sangat kuat terhadap eksistensi Bitcoin di pasar modal global,” ungkapnya.

    Baca juga: ETF Ethereum Kembali Catat Inflow, Harga ETH Siap Bangkit?

    Nilai Tergerus Seiring Koreksi Bitcoin

    Meski akumulasi berlanjut, kondisi pasar berubah. IBIT tercatat turun sekitar 22,5% sejak awal tahun, seiring koreksi harga Bitcoin. Dengan harga saham terbaru di kisaran US$38,44, nilai gabungan kepemilikan Mubadala dan Al Warda kini menyusut menjadi sekitar US$803 juta.

    Mubadala sendiri pertama kali menambahkan IBIT ke portofolionya pada kuartal keempat 2024, dengan eksposur awal minimal US$436 juta. Laporan terbaru menunjukkan keyakinan terhadap aset ini tetap bertahan meski volatilitas meningkat.

    ETF Bitcoin AS Juga Alami Penurunan AUM

    Penurunan nilai kepemilikan Abu Dhabi terjadi di tengah tekanan yang lebih luas pada ETF spot Bitcoin di Amerika Serikat. Secara kolektif, aset kelolaan (AUM) ETF spot Bitcoin AS turun lebih dari US$31 miliar tahun ini, dari US$116,7 miliar menjadi sekitar US$85,5 miliar.

    Bagi investor institusional jangka panjang seperti dana kekayaan negara, fluktuasi harga jangka pendek kerap dianggap bagian dari dinamika pasar. Namun, koreksi ini menyoroti ketegangan antara narasi adopsi institusional dan volatilitas tinggi yang masih melekat pada pasar kripto.

    Baca Juga: Pasokan Ethereum di Binance Langka, Sinyal Harga Bakal Meroket?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Jepang Siap Buka Pintu ETF Kripto, Investor Global Diminta Bersabar

    Jepang dilaporkan akan menyetujui peluncuran exchange-traded fund (ETF) kripto pertamanya pada 2028. Informasi ini disampaikan oleh Nikkei Asia, yang menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari reformasi regulasi pasar keuangan negara itu.

    Badan Jasa Keuangan Jepang atau Financial Services Agency (FSA) disebut tengah merancang kebijakan untuk memasukkan aset kripto ke dalam daftar aset dasar ETF. Kebijakan ini juga akan dibarengi dengan penguatan perlindungan bagi investor, seiring meningkatnya minat terhadap produk keuangan berbasis aset digital.

    Dilaporkan The Block, dua institusi keuangan terbesar Jepang, Nomura Holdings dan SBI Holdings, diperkirakan akan menjadi pelopor dengan meluncurkan ETF kripto pertama yang akan diperdagangkan di Tokyo Stock Exchange.

    Rencana Jepang ini mengikuti keberhasilan besar ETF kripto di Amerika Serikat. Hingga saat ini, ETF bitcoin spot di AS telah mengelola aset bersih senilai US$115,8 miliar, atau sekitar 6,5% dari total kapitalisasi pasar bitcoin.

    Baca juga: Suku Bunga Jepang Tertinggi dalam 30 Tahun, Bitcoin Sempat Anjlok

    Keberadaan ETF Kripto

    Jepang Bakal Uji Coba CBDC Yen Digital di Tahun 2023.
    Jepang Bakal Uji Coba CBDC Yen Digital di Tahun 2023.

    Keberadaan ETF kripto di AS dinilai telah memperluas akses institusional terhadap aset digital. Sejumlah investor besar seperti dana pensiun, family office, hingga dana abadi universitas — termasuk Universitas Harvard, tercatat telah berpartisipasi.

    Regulator di Amerika Serikat juga baru-baru ini menyederhanakan proses pencatatan produk aset digital. Langkah ini mendorong penerbit ETF untuk meluncurkan berbagai produk berbasis altcoin. Pada akhir 2025, ETF spot untuk XRP, Solana, Dogecoin, Chainlink, Litecoin, dan Hedera resmi meluncur, dengan produk baru lainnya diperkirakan menyusul sepanjang tahun ini.

    Di kawasan Asia, Jepang bukan satu-satunya negara yang bergerak ke arah ETF kripto. Hong Kong telah lebih dulu meluncurkan ETF kripto pada 2024, sementara Korea Selatan tengah mempersiapkan kerangka regulasi serupa yang ditargetkan rampung dalam waktu dekat.

    Dengan langkah ini, Jepang berpotensi memperkuat posisinya dalam ekosistem keuangan digital global, meski investor masih harus menunggu beberapa tahun sebelum produk ETF kripto resmi hadir di pasar domestik.

    Baca juga: Lonjakan 32% Open Interest Futures XRP: Sinyal Bullish atau Bearish?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Arah Baru Bank of America Kini Dorong ETF Bitcoin ke Nasabah

    Bank of America mengambil langkah strategis baru dengan menyetujui empat spot Bitcoin exchange-traded fund (ETF) untuk direkomendasikan secara aktif oleh penasihat keuangannya. Kebijakan ini mencerminkan pergeseran sikap bank besar terhadap aset kripto, dari pendekatan pasif menjadi lebih terstruktur.

    Persetujuan tersebut mencakup Bitwise Bitcoin ETF, Fidelity Wise Origin Bitcoin Fund, Grayscale Bitcoin Mini Trust, dan BlackRock iShares Bitcoin Trust. Keempat produk ini merupakan ETF Bitcoin spot terbesar dan paling likuid di Amerika Serikat.

    Melalui keputusan Chief Investment Office (CIO), penasihat di jaringan Merrill, Bank of America Private Bank, dan Merrill Edge kini dapat merekomendasikan ETF Bitcoin tanpa harus menunggu permintaan klien. Sebelumnya, akses terhadap produk ini hanya tersedia bagi klien wealth tertentu dan bersifat client-led.

    Bank of America Terbitkan Alokasi Kripto

    bank of america

    Bank of America juga menerbitkan panduan alokasi resmi yang menempatkan kripto, khususnya Bitcoin, pada kisaran 1% hingga 4% dari portofolio klien yang sesuai dengan profil risikonya. Riset CIO dan pelatihan penasihat turut disiapkan untuk mendukung implementasi kebijakan tersebut.

    Meski membuka ruang lebih luas bagi Bitcoin, Bank of America belum menyertakan ETF Ethereum atau aset kripto lain dalam daftar persetujuan. Bank menyatakan setiap keputusan investasi tetap tunduk pada regulasi dan profil risiko masing-masing klien.

    Baca juga: Harvard University Borong ETF Bitcoin Gila-Gilaan, Tanda Bull Run?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com