Tag Archives: eth

Reli Altcoin Memanas: Ethereum Melejit, BlackRock Serok $98 Juta ETH

Pasar altcoin tengah bersiap menghadapi potensi reli besar menjelang akhir tahun 2025, dengan Ethereum (ETH) memimpin pergerakan pasar. Harga ETH kini mendekati level teknikal penting dan diperdagangkan di dekat puncak formasi segitiga simetris yang telah terbentuk selama empat tahun terakhir.

Sentimen pasar pun semakin positif dengan masuknya investor institusional besar seperti BlackRock, yang baru saja mengakumulasi Ethereum senilai $98 juta.

Formasi Segitiga Simetris: Ethereum Siap Tembus Resistensi?

Grafik bulanan Ethereum menunjukkan pola teknikal segitiga simetris yang telah membatasi pergerakan harga ETH sejak akhir 2021. Menurut analis kripto Ash Crypto, Ethereum kini diperdagangkan mendekati level $2.440 dan bergerak menuju puncak pola tersebut, yang berada dekat resistensi kunci di kisaran $3.000.

Dilaporkan The Coin Republic, pola teknikal ini kerap menjadi sinyal awal dari pergerakan harga besar, terutama ketika volume perdagangan mulai meningkat. Ethereum sebelumnya mencetak rekor tertinggi di $4.800 pada 2021 sebelum memasuki fase konsolidasi dan akumulasi ulang. Kini, dengan lilin bulanan yang mengindikasikan tekanan beli yang meningkat, pasar bersiap menyambut potensi breakout besar.

Jika ETH berhasil menembus resistensi segitiga ini dengan volume dan momentum tinggi, analis memperkirakan potensi target harga baru yang bisa membawa ETH kembali ke level all-time high atau bahkan melampauinya.

Baca juga: Fokus Trader 2025: Web3 AI, ETH, LINK, & ARB Jadi Altcoin Pilihan

BlackRock Serok ETH, Sinyal Kuat Minat Institusional

BlackRock, raksasa manajemen aset global, dilaporkan telah membeli Ethereum senilai $98 juta. Langkah ini memperkuat tanda-tanda minat institusional terhadap altcoin utama tersebut. Sebelumnya, BlackRock telah masuk ke pasar Bitcoin melalui pengajuan ETF spot dan produk derivatif terkait.

Pembelian besar ini membuka kemungkinan bahwa Ethereum kini masuk ke dalam portofolio berbagai institusi keuangan tradisional, memberikan tambahan kepercayaan dan potensi likuiditas baru di pasar. Apalagi, pembahasan regulasi ETF Ethereum di Amerika Serikat juga semakin memperkuat potensi Ethereum sebagai aset keuangan institusional.

Pasar Altcoin Cerminkan Siklus 2019–2021, Reli Diproyeksi Akhir 2025

Menurut Ash Crypto, struktur grafik altcoin saat ini sangat mirip dengan pola pasar antara 2019 dan 2021. Kala itu, altcoin mengalami fase reli awal, koreksi besar, lalu konsolidasi panjang sebelum melonjak secara luas menjelang akhir siklus.

Siklus tersebut kini tampaknya terulang kembali. Setelah reli pertama pada 2024 dan koreksi sekitar 60%, pasar telah menyerap tekanan jual dan mulai memasuki fase akumulasi kedua. Berdasarkan model berbasis Fibonacci, Ash memperkirakan reli besar altcoin akan dimulai sekitar akhir 2025.

Analis lain seperti Atlas dan Danny Crypto juga mengamati tanda-tanda serupa. Mereka menyebutkan munculnya golden cross pada kapitalisasi pasar altcoin dan mencatat bahwa Juli menjadi bulan penting dalam siklus sebelumnya, termasuk altseason besar pada 2017 dan 2021.

Ethereum: Kompas Tren Pasar Altcoin

Ethereum secara historis telah menjadi indikator utama bagi pasar altcoin. Reli ETH pada 2017 dan 2021 terbukti menjadi pendorong bagi lonjakan harga di berbagai token lain. Dengan dominasi Ethereum dalam sektor DeFi, NFT, dan Layer-2, performa ETH seringkali menjadi acuan pergerakan pasar secara keseluruhan.

Saat ini, aktivitas on-chain menunjukkan adanya akumulasi besar oleh pemegang besar (whales), diperkuat oleh aksi beli institusi seperti BlackRock. Data ini memperkuat narasi bahwa Ethereum berperan penting dalam memulai siklus reli berikutnya.

Masuknya institusi besar seperti BlackRock dan struktur teknikal yang mengarah pada potensi breakout membuat Ethereum menjadi pusat perhatian dalam potensi altseason berikutnya. Jika pola historis terulang, maka pasar bisa saja menyaksikan lonjakan besar di akhir tahun 2025, dipimpin oleh Ethereum sebagai pemicu utama momentum altcoin.

Baca juga: Altcoin Anjlok Saat AS Serang Iran, Pasar Kripto Alami Likuidasi Besar


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Ethereum Melonjak, Target $4.000 di Depan Mata

Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar, kembali menunjukkan tanda-tanda kebangkitan setelah sempat menyentuh titik terendah lokal di $2.177 pada akhir pekan lalu. Saat ini, ETH diperdagangkan di sekitar level $2.412, mengikuti pemulihan yang lebih luas dari pasar kripto global.

Meskipun secara mingguan masih mencatatkan penurunan sekitar 2,9%, dan 2,4% dalam dua pekan terakhir, para analis melihat potensi bullish yang mulai terbentuk kembali, dengan target harga ambisius yang kembali mencuat: $4.000.

EMA 50 Hari Jadi Kunci Pergerakan Ethereum

Menurut analis dari CryptoQuant, İbrahim COŞAR, Ethereum kini berada di fase penting yang dapat menentukan arah pergerakan selanjutnya. Fokus utamanya tertuju pada Exponential Moving Average (EMA) 50 hari, sebuah indikator tren teknikal yang sering dijadikan acuan oleh para trader profesional.

Dilaporkan Newsbtc, COŞAR menilai, jika ETH mampu menembus dan mempertahankan posisinya di atas EMA 50 hari, maka harga berpotensi terdorong naik ke $2.800 dalam waktu dekat. Bahkan, jika tekanan beli terus meningkat, harga dapat kembali menyentuh dan melampaui $4.000—angka yang menjadi puncak sebelumnya dalam siklus pasar ini.

“Untuk konfirmasi breakout, Ethereum harus menutup candle harian secara konsisten di atas kisaran $2.500–$2.600,” tulis COŞAR dalam laporannya. Ia juga menambahkan bahwa ETH pernah menunjukkan reli kuat dari zona konsolidasi serupa, yakni antara $2.100 dan $2.800, menuju $4.000.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 26 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 26 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Arus Masuk $4 Miliar di ETF Ethereum Spot, Dipimpin BlackRock

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa faktor eksternal seperti kondisi geopolitik dan ekonomi makro—terutama yang melibatkan AS, Israel, dan Iran—masih dapat memicu volatilitas. Oleh karena itu, investor disarankan untuk tidak menggunakan leverage berlebihan.

Proyeksi Lebih Optimis: ETH Bisa Capai $8.500?

Sementara itu, analis pasar kripto Javon Marks menawarkan pandangan yang lebih agresif. Dalam analisis teknikal terbarunya, ia menyebut bahwa ETH telah berhasil menembus garis tren menurun jangka menengah, yang biasanya menandakan pembalikan arah menuju tren naik yang lebih kuat.

Marks memperkirakan Ethereum dapat mengalami kenaikan hingga 81% dari posisinya saat ini, dengan target utama di $4.811,71. Bahkan, bila momentum pasar tetap kuat, ETH bisa melonjak hingga 77% lebih lanjut—menuju level $8.557,68.

Tentu saja, proyeksi ini bersifat spekulatif dan belum menjadi kepastian. Namun, pergerakan grafik dan tren historis mendukung pandangan bahwa struktur pasar Ethereum tengah menguat, dan peluang tren naik terbuka lebar.

Analisis harga Ethereum. | Sumber: İbrahim COŞAR di CryptoQuant Quicktake.
Analisis harga Ethereum. | Sumber: İbrahim COŞAR di CryptoQuant Quicktake.

Sentimen Pasar Berubah Positif, Tapi Tetap Waspada

Terlepas dari fluktuasi harga yang masih cukup tinggi, sentimen pasar terhadap Ethereum tampaknya kembali membaik. Aktivitas “whale” atau pemegang besar juga meningkat tajam, dengan pembelian ETH senilai lebih dari $422 juta dalam kurun waktu sebulan terakhir, menurut laporan terbaru.

Hal ini menunjukkan kepercayaan investor besar terhadap potensi jangka menengah dan panjang Ethereum. Namun, sebagaimana peringatan dari para analis, volatilitas pasar kripto masih sangat dipengaruhi oleh berita eksternal dan kebijakan global.

Kebangkitan Ethereum menuju $4.000 bukan lagi sekadar impian, melainkan skenario yang semakin realistis jika kondisi teknikal dan fundamental mendukung. Namun, investor perlu tetap cermat dalam membaca tren dan memitigasi risiko, mengingat potensi guncangan pasar yang bisa datang kapan saja.

Baca juga: Rebound Kuat, Harga Ethereum Tembus $2.350


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Arus Masuk $4 Miliar di ETF Ethereum Spot, Dipimpin BlackRock

Exchange Traded Fund (ETF) Ethereum spot di Amerika Serikat mencetak tonggak penting dengan mencatatkan arus masuk bersih kumulatif lebih dari $4 miliar per 23 Juni 2025. Capaian ini diraih hanya 11 bulan setelah peluncurannya pada 23 Juli 2024, menunjukkan antusiasme pasar terhadap produk investasi berbasis aset kripto yang makin matang.

Setelah butuh 216 hari perdagangan untuk mencapai arus masuk senilai $3 miliar, ETF Ethereum spot menambahkan $1 miliar berikutnya hanya dalam 15 sesi perdagangan—periode yang mewakili hanya 6,5% dari total 231 hari perdagangan tetapi menyumbang 25% dari total arus dana sejak debutnya.

Dominasi BlackRock dan Perlambatan Grayscale

Dilaporkan Cryptoslate, pemain utama dalam pertumbuhan ini adalah iShares Ethereum Trust (ETHA) milik BlackRock, yang memimpin pasar dengan arus masuk bruto mencapai $5,31 miliar. Di belakangnya, Fidelity (FETH) mencatat arus masuk sebesar $1,65 miliar, disusul oleh Bitwise (ETHW) dengan $346 juta.

Sementara itu, Grayscale yang mengonversi produk lamanya (ETHE) menjadi ETF, justru mencatat arus keluar sebesar $4,28 miliar, meskipun perlambatan penukaran Grayscale turut membantu mendorong arus agregat ETF Ethereum ke arah positif.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 25 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 25 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Harga Ethereum Terkoreksi, Mengapa Whale Ogah Angkat Kaki?

Biaya Rendah dan Rebalancing Portofolio Jadi Daya Tarik

Faktor pendorong lonjakan arus masuk ini berasal dari kombinasi biaya manajemen rendah, kekuatan hubungan institusional, dan strategi alokasi multi-aset yang berkembang. ETHA dan FETH sama-sama mengenakan biaya 0,25%, jauh lebih kompetitif dibanding ETHE milik Grayscale yang membebankan biaya 2,5%.

Laporan dari CoinShares menyebut bahwa sejumlah pengelola kekayaan mulai memasukkan Ethereum ke dalam portofolio sebagai bagian dari diversifikasi strategis, bukan sekadar spekulasi aset digital. Tren ini juga diperkuat oleh panduan dari IRS terkait perlakuan pajak atas pendapatan staking dalam struktur ETF, yang menambah kepercayaan institusional terhadap produk ini.

Dengan batas waktu pelaporan kuartalan Formulir 13F yang jatuh pada pertengahan Juli, publik akan segera mengetahui apakah lonjakan ini turut didorong oleh peningkatan alokasi dari manajer investasi profesional. Saat ini, ETF Ethereum spot masih didominasi oleh investor ritel, dengan institusi besar hanya menguasai sekitar 33% dari total aset per 31 Maret lalu—menandakan masih adanya ruang pertumbuhan yang luas di sektor ini.

Baca juga: Rebound Kuat, Harga Ethereum Tembus $2.350


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Rebound Kuat, Harga Ethereum Tembus $2.350

Ethereum (ETH) kembali menunjukkan kekuatannya usai rebound lebih dari 8%, berhasil menembus resistance krusial di $2.350.

Menurut laporan terbaru dari NewsBTC pada Selasa (24/6), terdapat beberapa faktor pemicu kenaikan ini dan berpotensi menimbulkan efek domino di Masa depan.

Pemantik Rebound dari $2.120

Rebound ini bermula saat ETH mempertahankan support penting di $2.120, yang berfungsi sebagai dasar rebound teknikal utama. Pendorong momentum tersebut antara lain:

  • Penembusan area resistance di $2.200–$2.250 dan 100-hourly SMA.
  • Breakout garis downtrend yang menahan selama beberapa hari, tepat di $2.240 pada grafik satu jam.
  • Penembusan Fibonacci 61,8% dari rentang tertinggi-ke-terendah sebelumnya ($2.568 menjadi $2.114).

Ketiga konfirmasi teknikal ini menjadi sinyal kuat bahwa tren pemulihan mulai membentuk.

Level Resistance Berikutnya: $2.460–$2.500

Pergerakan saat ini menunjukkan ETH berkonsolidasi di $2.300–$2.350, dengan target jangka pendek di berikutnya:

  1. Resistance pertama di $2.440–$2.460, mendekati level Fibonacci 76,4%.
  2. Jika breakout, jalan terbuka untuk menyentuh $2.500, dan bila momentum bull bertahan, potensi hingga $2.550$2.650 dalam beberapa sesi ke depan.

Baca Juga: Harga Ethereum Terkoreksi, Mengapa Whale Ogah Angkat Kaki?

Risiko Koreksi Kembali

Namun, jika ETH gagal menembus $2.460, potensi koreksi kembali terbuka dengan support penting di:

  • Potensi harga Ethereum di rentang $2.340–$2.320,
  • Jika area tersebut tembus → target berikut di $2.250, dan
  • Jika break lebih dalam → $2.150, menyentuh kembali area support awal di $2.120.

Indikator MACD harian sudah mulai kehilangan momentum bullish, dan RSI baru naik di atas 50 yang menandakan ruang kenaikan masih ada, namun potensi pelemahan juga perlu diantisipasi.

Rangkuman Level & Strategi

Area Signifikansi Rekomendasi
$2.350–$2.360 Konfirmasi breakout awal Entry perlahan; target awal di $2.440–$2.460
$2.460–$2.500 Resistance kuat Jika tembus, pertimbangkan target tambahan hingga $2.650
$2.320–$2.340 Support jangka pendek Entry jika rebound; gunakan stop-loss di bawah $2.320
$2.120–$2.150 Support utama Jika kembali ke area ini, peluang rebound lebih besar

Outlook dan Tips untuk Trader/Investor

  1. Trader jangka pendek: Entry beli di $2.350–$2.360 dengan target $2.440–$2.500; stop-loss di $2.320.
  2. Swing trader: Simak reaksi ETH di resistance 2.460; breakout dengan volume bisa membuka peluang lebih tinggi.
  3. Investor jangka menengah: Konsolidasi di atas $2.350–$2.400 memberi sinyal pemulihan, tapi tetap antisipasi koreksi jika kondisi makro memburuk.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 24 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 24 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: ETF Ethereum Anjlok, Harga ETH Terjun di Bawah $2.400

Ethereum menunjukkan rebound teknikal yang signifikan berdasarkan breakout di $2.350 dan beberapa konfirmasi teknikal positif. Resistance utama berikutnya berada di kisaran $2.460–$2.500. Penembusan sukses bisa mempercepat kenaikan menuju $2.550–$2.650.

Namun bila momentum melemah, peluang koreksi kembali ke tingkat support solid $2.320–$2.120 harus diantisipasi.

Gerakan harga selanjutnya akan sangat bergantung pada kemampuan menembus level resistance kritikal serta konfirmasi indikator teknikal yang solid.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Ethereum Terkoreksi, Mengapa Whale Ogah Angkat Kaki?

Meskipun harga Ethereum (ETH) terkoreksi dan membentuk pola double-top yang mirip dengan level puncak siklus 2021, data terbaru dari CryptoQuant menunjukkan bahwa para whales besar justru tidak mengalirkan aset mereka ke luar exchange. Sebaliknya, mereka tetap bertahan di on-chain.

Pada tahun 2021, saat Ethereum menyentuh harga tertingginya, terlihat lonjakan transaksi keluar dari exchange, menandakan profit-taking besar-besaran.

Tapi kali ini, tidak muncul pola serupa. Outflows besar seperti dulu belum terlihat, yang menunjukan sikap “bertahan” di kalangan besar.

Whales Tetap On‑Chain: Sinyal Kepercayaan atau Strategi?

Karena tidak terlihat exit, analis berasumsi:

  1. Keyakinan jangka panjang tinggi – kemungkinan tailwinds dari ETF dan faktor makro mendorong optimisme.
  2. Cengkeraman posisi strategis – tidak ada panik terdorong tekanan harga, whales tetap hold.
  3. Indikator jangka menengah memperhatikan – perilaku ini menjadi sinyal bahwa bulls mungkin belum menyerah.

Baca Juga: ETF Ethereum Anjlok, Harga ETH Terjun di Bawah $2.400

Data Tambahan: Akumulasi Besar dan Turunnya Supply di Exchange

  • Sebelumnya AInvest mencatat whales mengakumulasi 1,29 juta ETH baru-baru ini, secara signifikan mengurangi pasokan di exchange – sebuah indikasi penting adanya akumulasi.
  • Selain itu, whales juga menambahkan 1,49 juta ETH atau setara $3,8 miliar selama Juni, sementara dana masuk ETF spot mencapai $1,37 miliar.

Ini berarti dua kekuatan sedang bersaing di pasar:akumulasi dari whales on-chain versus minat institusi lewat ETF.

Namun, Waspadai Profit-Taking Sekali Lagi

Meskipun whales saat ini terlihat tenang, sinyal dari profit-taking kedua muncul dalam beberapa laporan Coindoo.

Mereka mewanti-wanti bahwa pada tahap initial rebound, para holder besar bisa mulai mengambil keuntungan lagi. Itu artinya, harga bisa kembali terkoreksi jika aksi jual besar muncul.

Outlook Pasar & Strategi

Kondisi Pasar Indikasi Strategi
Akumulasi & supply turun Persiapan jangka panjang; crypto bisa rebound kuat pada break key resistance.
Profit-taking dari whales Potensi selling pressure saat rebound awal terjadi.
Resistensi teknikal (sekitar $2.681) Konfirmasi breakout di atas level ini akan membuka jalan ke $3.000+.

Trader dan investor disarankan untuk:

  • Waspadai area resistensi teknikal sebagai titik exit dan pivot.
  • Pantau data on-chain seperti outflows dan penurunan supply di exchange.
  • Perhatikan pertarungan antara akumulasi whales dan potensi profit-taking.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 23 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 23 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Ethereum Dekati Level Baru? Open Interest Melonjak, Pasar Optimis

Meski struktur grafik Ethereum menyerupai puncak siklus sebelumnya, para whales kali ini belum menunjukkan tanda-tanda keluar aset (exit).

Sebaliknya, mereka masih on-chain, sementara sebagian besar institusi terlihat memasuki pasar melalui ETF.

Hal ini mencerminkan sikap optimisme, namun tetap disertai kehati-hatian, terutama jika indikator profit-taking kembali muncul.

Pasar jangka pendek bisa menghadapi fluktuasi, tetapi bagi investor jangka menengah, inilah momentum penting untuk mencermati apakah Ethereum akan menembus resistensi utama atau kembali terkoreksi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

ETF Ethereum Anjlok, Harga ETH Terjun di Bawah $2.400

ETF spot Ethereum di Amerika Serikat mencatat arus keluar sebesar lebih dari $11 juta pada Jumat (20/6), menjadikannya arus keluar harian terbesar sejak pertengahan Mei. Arus keluar ini terjadi menjelang penurunan harga Ether (ETH) yang jatuh di bawah level $2.400 pada Sabtu sore.

Penurunan ini dipimpin oleh dana ETHA milik BlackRock yang mencatat arus keluar sebesar $19,7 juta. Meskipun begitu, dana tersebut masih menjadi yang terbesar di pasar dengan total aset kelolaan (AUM) senilai $4,03 miliar—sedikit lebih tinggi dari gabungan dua dana milik Grayscale, yaitu ETHE dan ETH, yang total AUM-nya mencapai $4,02 miliar, berdasarkan data dari SoSoValue.

Baca juga: Ethereum Dekati Level Baru? Open Interest Melonjak, Pasar Optimis

Arus Masuk ETF Ethereum

Beberapa arus masuk juga tercatat, seperti dana ETH milik Grayscale yang menerima tambahan $6,6 juta dan dana ETHV milik VanEck yang mencatat arus masuk sebesar $1,8 juta. Adapun total AUM ETHV saat ini berada di angka $114,8 juta.

Harga ETH telah turun sekitar 5% dalam tujuh hari terakhir, menurut data dari halaman Harga Ethereum milik The Block, dengan penurunan signifikan hingga di bawah $2.400 pada akhir pekan.

Meski sempat mengalami tekanan, ETF Ethereum secara kumulatif masih membukukan arus masuk bersih sekitar $840 juta sepanjang bulan Juni. “Data menunjukkan lembaga tetap konstruktif terhadap prospek jangka menengah kripto, tetapi fase pengejaran Ethereum tampaknya telah berakhir,” ujar Valentin Fournier, Analis Riset Utama di BRN, kepada The Block.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 22 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 22 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

ETF Bitcoin Masih Kuat

Di sisi lain, ETF spot Bitcoin justru mencatat rekor arus masuk bersih kumulatif baru selama lima hari perdagangan berturut-turut, dengan total mencapai $46,7 miliar hingga Jumat. Meskipun arus masuk pada hari yang sama hanya sebesar $6,4 juta—terendah sejak 6 Juni—IBIT milik BlackRock mencatat arus masuk $46,9 juta, sementara dana FBTC milik Fidelity mengalami arus keluar sebesar $40,6 juta.

ETF Bitcoin spot kini mencakup sekitar 25% dari volume perdagangan Bitcoin global. Namun, aktivitas transaksi di jaringan blockchain Bitcoin justru berada pada titik terendah dalam 18 bulan terakhir. Inisiatif berbasis Bitcoin seperti protokol Runes dan Ordinals sejauh ini belum menunjukkan dampak signifikan terhadap permintaan pasar.

Harga Bitcoin tercatat turun sekitar 1% dalam 24 jam terakhir menurut data The Block.

Baca juga: Ethereum Luncurkan Web3SOC: Standar Keamanan Baru DeFi


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Luncurkan Web3SOC: Standar Keamanan Baru DeFi

Sekelompok pengembang terkemuka di ekosistem Ethereum resmi meluncurkan Web3SOC, sebuah kerangka kerja baru yang bertujuan menstandarkan praktik keamanan dan kepatuhan dalam sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi).

Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan institusional terhadap DeFi yang selama ini masih menghadapi tantangan terkait transparansi dan risiko keamanan.

Web3SOC, singkatan dari Web3 System and Organizational Controls, diumumkan pada Jumat (20/6) dengan dukungan dari sejumlah nama besar di industri seperti Uniswap Labs, Morpho, Maple Finance, Kiln, dan Steakhouse Financial. Selain itu, firma keamanan siber Cantina dan Secureum juga turut berkontribusi dalam pengembangan standar ini.

Ethereum Web3SOC

Dilaporkan Coindoo, Web3SOC dirancang sebagai kerangka klasifikasi terstruktur untuk aplikasi Web3. Fokus utamanya adalah pada peningkatan transparansi, penguatan keamanan, dan penerapan tata kelola kolaboratif di seluruh ekosistem. Standar ini menyediakan metodologi bersama yang dapat digunakan oleh lembaga keuangan maupun pengembang DeFi untuk mengevaluasi praktik keamanan dan memastikan kepatuhan operasional.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 21 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 21 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Ethereum dan Perebutan Yield: Apakah ETH Bisa Kembali Unggul?

Dalam pernyataan resminya, para penggagas Web3SOC menyebut bahwa kerangka ini akan menjadi acuan bagi praktik terbaik dalam pengembangan kontrak pintar (smart contracts), mitigasi risiko protokol, serta tata kelola proyek. Hal ini menjadi semakin penting seiring meningkatnya minat institusi keuangan tradisional dalam mengintegrasikan teknologi blockchain ke dalam sistem mereka.

Komunitas Mendukung

Selain melibatkan komunitas pengembang, Web3SOC juga mendapat masukan dari investor institusional dan pemangku kepentingan lain di sektor ini. Partisipasi mereka menunjukkan meningkatnya permintaan terhadap transparansi dan keandalan di ruang DeFi, yang selama ini kerap dibayangi eksploitasi keamanan dan isu tata kelola.

Peluncuran Web3SOC dianggap sebagai langkah penting dalam upaya profesionalisasi infrastruktur DeFi. Dengan adanya standar ini, proyek-proyek DeFi diharapkan dapat lebih mudah dipercaya oleh institusi besar maupun regulator, sekaligus membuka jalan bagi integrasi yang lebih luas antara keuangan tradisional dan teknologi terdesentralisasi.

Baca juga: Ethereum Dekati Level Baru? Open Interest Melonjak, Pasar Optimis


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Dekati Level Baru? Open Interest Melonjak, Pasar Optimis

Ethereum (ETH) menunjukkan tanda-tanda kuat akan mengalami penembusan harga signifikan, di tengah lonjakan Open Interest dan arus masuk institusional yang mencetak rekor baru.

Open Interest Ethereum mencapai level tertinggi sepanjang masa sebesar $34,80 miliar pada 18 Juni, menandakan posisi agresif dari para pedagang derivatif dan meningkatnya minat spekulatif di pasar. Di sisi lain, arus masuk bersih mingguan ke Ethereum melampaui $500 juta, menunjukkan akumulasi kuat dari investor institusi.

Kombinasi kedua indikator ini dinilai menjadi sinyal positif bahwa Ethereum tengah membangun fondasi menuju tren naik yang lebih besar. Beberapa analis bahkan menyamakan dinamika saat ini dengan siklus bullish Bitcoin antara tahun 2017 hingga 2021.

“Trajektori Ethereum saat ini sangat mirip dengan pola Bitcoin saat itu — mulai dari koreksi 85%, reli 350%, hingga penurunan tajam 62%,” ungkap analis kripto, TedPillows.

Optimisme yang hati-hati

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 20 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 20 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Ethereum Golden Cross Semakin Dekat: Akankah Reli Besar Terulang?

Menurutnya, bila sejarah berulang, maka fase parabola berikutnya kemungkinan akan dimulai begitu ETH menembus level resistensi penting di $4.000. Jika skenario ini terjadi, Ethereum berpotensi mengalami lonjakan seperti Bitcoin yang mencetak kenaikan hingga 1.190% pada siklus sebelumnya.

Dilaporkan AMBcrypto, secara teknikal, Ethereum saat ini diperdagangkan di kisaran $2.541, bertahan di atas EMA 50 dan 200 hari — indikasi struktur pasar yang bullish. Indeks RSI berada pada 50,20, memperlihatkan ruang untuk kenaikan lebih lanjut tanpa memasuki wilayah overbought. Sementara itu, indikator MACD masih berada di zona bearish namun mulai menunjukkan tanda-tanda konvergensi, yang bisa menjadi sinyal pelemahan tekanan jual.

Meski begitu, analis memperingatkan bahwa penembusan jangka pendek masih memerlukan katalis yang kuat. ETH perlu menembus $2.600 disertai volume besar untuk mengonfirmasi pergerakan lanjutan.

Untuk saat ini, pasar tampaknya sedang dalam fase tenang sebelum badai. Para trader dan investor disarankan untuk terus mencermati dinamika volume dan sentimen makro yang bisa menjadi pemicu reli Ethereum berikutnya.

Baca juga: Ethereum dan Perebutan Yield: Apakah ETH Bisa Kembali Unggul?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum dan Perebutan Yield: Apakah ETH Bisa Kembali Unggul?

Sebagai blockchain Proof‑of‑Stake (PoS) terbesar, Ethereum telah lama menjadi pilihan utama bagi pengguna yang mencari yield on‑chain melalui staking.

Namun, sekarang yield-nya turun di bawah 3%, yang menjadikannya kalah saing dibanding protokol DeFi dan stablecoin beryield tinggi.

Kini yang menjadi pertanyaan, apakah ETH bisa mengatasinya dan merebut kembali posisi unggul?

Baca Juga: Ethereum Terkonsolidasi: Rebound ke $4.000 atau Koreksi ke $2.100?

Yield Staking ETH Turun di Bawah 3%

  • Pengguna yang mengunci ETH (tingkat staking) kini menerima hasil di bawah 3% per tahun, menurun dari puncak sekitar 5,3% setelah The Merge.
  • Dari total pasokan sekitar 35 juta ETH, atau sekitar 28%, saat ini digunakan untuk staking.
  • Pilihan staking non‑solo seperti Lido atau via bursa mengenakan biaya 10–25%, makin menurunkan hasil bersih yang diterima pengguna.

Kompetisi Ketat dari Stablecoin Ber-yield

Stablecoin on‑chain yang membayar yield—seperti sUSDe, SyrupUSDC, sUSDS, USDY, dan OUSG—sekarang menawarkan 4–6,5% APR, jauh melebihi staking ETH.

  • sUSDe milik Ethena bahkan sempat memberikan 10–25%, sekarang menurun ke sekitar 6%.
  • SyrupUSDC saat ini memberikan ~6,5%, sementara USDY dan OUSG dari Ondo Finance menawarkan 4–4,5%.
  • Sector ini telah tumbuh 235% sepanjang tahun, mengukuhkan posisi stablecoin yield sebagai alternatif yang semakin diminati.

DeFi Lending: Fleksibel & Kompetitif

Protokol lending seperti Aave, Compound, dan Morpho juga menawarkan yield melalui pinjaman kripto:

  • Yields stabil rata-rata berada di kisaran 5% untuk USDC dan 3,8% untuk USDT, bisa melonjak saat bull market aktif.
  • Model ini menguntungkan karena bersifat algoritmik, fleksibel, dan tidak terkait suku bunga bank tradisional.

Ekosistem ETH Masih Kuat

Meskipun yield staking ETH turun, sebagian besar produk kompetitor, stablecoin yield dan DeFi lending yang dijalankan di atas jaringan Ethereum:

  1. Mereka meningkatkan usage & aktivitas transaksi ETH.
  2. Fee jaringan (priority fee, MEV) turut memberi imbalan tambahan bagi validator/stakers.
  3. Permintaan staking, walau turun, tetap stabil karena lock‑up jangka panjang dari institusi.

Sehingga tidak benar ETH kalah total dalam “yield wars”—ia hanya bertransformasi: yield sudah menyebar ke produk yang dijalankan di atasnya.

Prospek ETH di Arena Yield

Tantangan Potensi ETH
Yield lebih dari 3% Masih lebih baik dari Solana (~2.5%) dan inflasi relatif rendah (~0.7%)
Kompetisi stablecoin/protokol Namun berbagai instrumen ini memperkuat penggunaan Ethereum
Adopsi institusi & staking ETF Permintaan institusi meningkat (lihat inflasi staking tinggi)
Ekosistem DeFi & RWA Protokol tokenisasi obligasi dan stablecoin yield turut membuat ETH krusial sebagai lapisan dasar.

Strategi untuk Stakeholder

  • Staker Solo: Masih memperoleh yield terbaik, tapi butuh 32 ETH dan sumber daya teknis.
  • Pengguna Liquid Staking (Lido, stETH): Menawarkan fleksibilitas untuk dipakai dalam DeFi, meski potensi hasil lebih rendah.
  • Investor DeFi: Bisa mencari yield dari stablecoin dan lending, sambil tetap mendukung jaringan Ethereum.
  • Institusi: Dapat memanfaatkan staking ETF, custody, dan layanan seperti Lido/stETH via custodian—semakin didukung oleh kejelasan regulasi.

Baca Juga: Ethereum Golden Cross Semakin Dekat: Akankah Reli Besar Terulang?

Ethereum tengah bersaing dalam “battle for yield”, menghadapi stablecoin dan DeFi lending yang menawarkan hasil lebih tinggi.

Meski yield staking turun di bawah 3%, ekosistem ETH tetap kuat sebagai lapisan infrastruktur bagi banyak instrumen ini.

Sebaliknya, banyak yield-bearing stablecoin dan protokol DeFi bergantung sepenuhnya pada Ethereum untuk operasional.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 19 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 19 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dengan dukungan institusi dan adopsi protokol yield lain di atasnya, Ethereum mungkin tidak “kalah”, tetapi sedang berevolusi dari center of yield menjadi center of infrastruktur ekonomi on-chain.

Ini bisa menjadi kekuatan tersendiri dalam jangka panjang, apalagi jika yield staking kembali naik seiring berkurangnya ETH yang tersedia untuk staking dan meningkatnya penggunaan jaringan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Golden Cross Semakin Dekat: Akankah Reli Besar Terulang?

Ethereum (ETH) kembali menjadi sorotan di tengah gejolak pasar global yang dipicu oleh ketegangan geopolitik antara Israel dan Iran. Meskipun kondisi makro penuh ketidakpastian, ETH menunjukkan ketahanan dengan tetap bertahan di atas level $2.500. Kini, semua mata tertuju pada potensi terbentuknya golden cross — sinyal teknikal yang secara historis menandai awal dari tren naik yang signifikan.

Golden Cross di Ujung Mata Panah

Menurut analis teknikal terkemuka, Ted Pillows, Ethereum hampir menyelesaikan pola golden cross, yakni ketika moving average 50 hari melintasi ke atas moving average 200 hari. Dalam sejarah pergerakan ETH, sinyal ini kerap kali diikuti oleh reli harga besar.

Dilaporkan Newsbtc, golden cross terakhir yang terjadi menghasilkan kenaikan lebih dari 35% hanya dalam beberapa minggu. Kini, dengan posisi ETH yang semakin mendekati skenario serupa, para investor mulai berspekulasi: akankah sejarah kembali terulang?

Ethereum daily golden cross semakin dekat | Sumber: Ted Pillows di X.
Ethereum daily golden cross semakin dekat | Sumber: Ted Pillows di X.

Baca juga: Ethereum Foundation Danai Pembelaan Roman Storm Sebesar $1,25 Juta

Resistensi Kritis Menjadi Penghalang

Saat ini, Ethereum diperdagangkan tepat di bawah zona resistensi krusial di kisaran $2.675–$2.700 — level yang telah beberapa kali menggagalkan upaya breakout sejak awal Juni. Jika level ini berhasil ditembus, pintu terbuka lebar bagi ETH untuk melaju menuju $2.850 hingga $3.000.

Namun, jika tekanan jual terus bertahan dan ETH gagal menembus zona ini, harga dapat terkoreksi kembali ke area support jangka pendek di $2.575, bahkan berisiko menyentuh ulang level psikologis $2.500. Penurunan lebih lanjut hingga ke $2.400 bisa mengubah sentimen pasar menjadi bearish.

Pasar Menanti Katalis Pemicu

Secara teknikal, pergerakan ETH menunjukkan konsolidasi dengan volume yang cenderung menurun dan moving average yang mendatar. Ini mencerminkan keragu-raguan pasar — sebuah kondisi “diam sebelum badai” yang sering mendahului pergerakan besar.

Jika bulls berhasil mempertahankan support di $2.500 dan mendorong ETH menembus resistensi $2.800, maka Ethereum berpotensi memasuki fase breakout yang kuat. Skenario ini bukan hanya membuka jalan bagi ETH menuju $3.000, tetapi juga dapat memicu optimisme baru di pasar altcoin secara keseluruhan, memulai apa yang disebut sebagai altseason.

ETH menguji level kunci | Sumber: Grafik ETHUSDT di TradingView.
ETH menguji level kunci | Sumber: Grafik ETHUSDT di TradingView.

Momentum atau Koreksi? Hari-H Penentuan Mendekat

Dengan latar belakang makro yang belum pasti dan tekanan resistensi yang masih kuat, beberapa hari ke depan bisa menjadi penentu arah Ethereum. Apakah golden cross ini akan menjadi pemicu reli berikutnya? Atau justru menjadi sinyal palsu di tengah tekanan global?

Investor dan trader disarankan untuk memantau level-level kunci dengan saksama. Pertarungan antara bull dan bear semakin mendekati titik kulminasi — dan Ethereum bisa saja menjadi pemenangnya.

Baca juga: Ethereum Terkonsolidasi: Rebound ke $4.000 atau Koreksi ke $2.100?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com