Tag Archives: hikmah

2 Bacaan Doa ketika Ada Petir, Amalkan saat Hujan Deras


Jakarta

Doa ketika ada petir dapat dipanjatkan oleh kaum muslimin. Saat hujan, kilatan petir kerap muncul bersama dengan gemuruh guntur yang menggelegar.

Sambaran petir dapat membahayakan dan menelan korban jiwa. Selain itu, petir juga mengakibatkan tumbangnya pohon ketika tersambar.

Allah SWT menjelaskan terkait petir dalam surah Ar Ra’d ayat 13,


وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهٖ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ مِنْ خِيْفَتِهٖۚ وَيُرْسِلُ الصَّوَاعِقَ فَيُصِيْبُ بِهَا مَنْ يَّشَاۤءُ وَهُمْ يُجَادِلُوْنَ فِى اللّٰهِ ۚوَهُوَ شَدِيْدُ الْمِحَالِۗ ١٣

Artinya: “Dan guruh bertasbih dengan memuji-Nya, (demikian pula) malaikat karena takut kepada-Nya. Dia (Allah) melepaskan petir, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Sementara itu, mereka (orang-orang kafir) berbantah-bantahan tentang kekuasaan Allah, padahal Dia Maha Keras hukuman-Nya.” (QS Ar Ra’d: 13)

Doa ketika Ada Petir yang Dipanjatkan Rasulullah SAW

Doa ketika ada petir merujuk pada sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Azzubair RA. Berikut bunyi doanya seperti dikutip dari Terjemah Kitab Al-Adzkar susunan Imam Nawawi yang diterjemahkan oleh Ulin Nuha.

1. Doa ketika Ada Petir Versi Pertama

سُبْحانَ الَّذي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالمَلائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

Arab latin: Subhaanal ladzii yusabbihur ra’du bihamdihii wal malaa-ikatu min khiifatih.’

Artinya: Maha Suci Allah, Yang petir bertasbih dengan memuji kepada-Nya, dan para malaikat takut kepada-Nya.”

Rasulullah SAW menganjurkan untuk membaca doa ketika ada petir sebanyak tiga kali. Dengan memanjatkan doa tersebut, Allah SWT akan melindungi kaum muslimin dari petir dan suara gemuruhnya yang menggelegar.

2. Doa ketika Ada Petir Versi Kedua

Selain doa di atas, ada juga doa ketika ada petir versi lainnya yang dapat dipanjatkan oleh umat Islam sebagaimana merujuk pada sumber yang sama.

اللَّهُمَّ لا تَقْتُلْنَا بِغَضَبِكَ، وَلا تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ ، وَعَافِنَا قَبْلَ ذَلِكَ

Arab latin: Allahumma la taqtulna bighodobika wala tuhlikna biadzabika waafina qobla dzalika

Artinya: “Ya Allah, janganlah Engkau bunuh kami dengan murka-Mu, dan janganlah Engkau binasakan kami dengan azab-Mu, dan maafkanlah kami sebelum itu.”

Itulah doa ketika ada petir yang bisa dibaca oleh kaum muslimin. Jangan lupa diamalkan ya!

(aeb/lus)



Sumber : www.detik.com

5 Hadits tentang Anak Yatim dan Anjuran Menyantuninya


Jakarta

Dalam ajaran Islam, memuliakan anak yatim akan diganjar berbagai keutamaan. Pengertian yatim sendiri merujuk pada seseorang yang ditinggal wafat oleh sang ayah.

Menukil dari buku Mari Mencintai Anak Yatim karya Muhsin M K, ada berbagai cara memuliakan anak yatim. Salah satunya mengangkat harkat dan martabat hidup mereka.

Allah SWT berfirman dalam surah An Nisa ayat 8,


وَاِذَا حَضَرَ الۡقِسۡمَةَ اُولُوا الۡقُرۡبٰى وَالۡيَتٰمٰى وَالۡمَسٰكِيۡنُ فَارۡزُقُوۡهُمۡ مِّنۡهُ وَقُوۡلُوۡا لَهُمۡ قَوۡلًا مَّعۡرُوۡفًا

Artinya: “Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir beberapa kerabat, anak-anak yatim dan orang-orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekadarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.”

Selain ayat Al-Qur’an, dalam sejumlah hadits juga disebutkan terkait anak yatim. Mengutip buku 1100 Hadits Terpilih oleh Muhammad Faiz Almath.

Hadits tentang Anak Yatim

1. Menyantuni Anak Yatim akan Mendapat Jaminan Surga

Rasulullah SAW bersabda,

“Barang siapa mengikutsertakan seorang anak yatim di antara dua orang tua Muslim, dalam makan dan minumnya, sehingga mencukupinya maka ia pasti masuk surga.” (HR Thabrani)

2. Orang yang Merawat Anak Yatim Dekat Kedudukannya dengan Nabi SAW

Orang yang merawat anak yatim niscaya kedudukannya dekat dengan Nabi Muhammad SAW di surga kelak. Kedekatan ini bahkan diibaratkan seperti jari telunjuk dan jari tengah.

“Bahwa aku dan orang-orang yang memelihara anak yatim dengan baik akan berada di surga, bagaikan dekatnya jari telunjuk dengan jari tengah, lalu Nabi mengangkat tangannya dan memperlihatkan jari telunjuk dan jari tengahnya, lalu ia renggangkan.” (HR Bukhari)

3. Ketentuan Zakat Harta Benda Anak Yatim

Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hanifah, Rasulullah SAW bersabda:

“Harta benda anak yatim tidak terkena zakat sampai dia baligh.” (HR Abu Hanifah)

4. Wali Harta Anak Yatim

Nabi Muhammad SAW bersabda dalam sebuah hadits,

“Barangsiapa menjadi wali atas harta anak yatim hendaklah diperkembangkan (diperdagangkan) dan jangan dibiarkan harta itu susut karena dimakan sodaqoh (zakat).” (HR Baihaqi)

5. Menyayangi Anak Yatim akan Diselamatkan pada Siksa Kiamat

Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT berfirman,

“Demi yang Mengutusku dengan Hak, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, menyayangi keyatiman dan kelemahannya.” (HR Thabrani)

(aeb/lus)



Sumber : www.detik.com

Arti Doa Rabbighfirli Waliwalidayya untuk Orang Tua


Jakarta

Sebagai anak yang berbakti kepada kedua orang tua, potongan lafal doa “rabbighfirli waliwalidayya” tentu saja tidak asing di telinga. Namun, apa arti doa rabbighfirli waliwalidayya tersebut?

Mendoakan kedua orang tua merupakan salah satu kewajiban bagi anak. Doa ini tidak hanya dipanjatkan ketika keduanya masih hidup di dunia, namun juga ketika mereka sudah meninggal.

Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk mendoakan dan berbakti kepada orang tua, sebagaimana termaktub dalam surah Al-Isra’ ayat 24 yang berbunyi,


وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ

Artinya: Rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua (menyayangiku ketika) mendidik aku pada waktu kecil.”

Salah satu doa yang sering dipanjatkan untuk kedua orang tua memiliki potongan lafal yang berbunyi “rabbighfirli waliwalidayya”. Lantas apa artinya? Berikut lafal selengkapnya dan artinya.

Arti Doa Rabbighfirli Waliwalidayya

Sebagaimana disebutkan oleh Ahmad Rasyid dalam bukunya yang berjudul Zikir Lengkap Pagi-Sore, lafal “rabbighfirli waliwalidayya” adalah potongan dari doa untuk kedua orang tua.

Berikut adalah lafal doa untuk kedua orang tua beserta Arab, latin, dan artinya.

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Latin: Rabbighfirli waliwalidayya war-ham-humaa kamaa rabbayaanii shagiiraa.

Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku. Kasihilah keduanya sebagaimana mereka mengasihiku sewaktu kecil.”

Sebagai anak hendaknya senantiasa mengucapkan doa untuk kedua orang tua ini setiap hari sebagai bentuk kebaktiannya kepada kedua orang tua. Terlebih lagi, agar keduanya selalu mendapat perlindungan dari Allah SWT dan diri sendiri mendapat pahala dari-Nya.

Selain doa di atas, terdapat doa lain yang bisa dipanjatkan untuk kedua orang tua dan orang yang beriman di seluruh dunia. Doa tersebut berbunyi,

رَّبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيْتِي مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا تَبَارًا

Latin: Rabbigh-firlii wa liwaalidayya wa liman dakhala baytiya mu minan wa lilmu`miniina wal-mu`minaati wa laa tazidizh- zhaalimiina ‘illa tabaaraa.

Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah aku, kedua orang tuaku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman, dan semua orang yang beriman laki-laki serta perempuan. Dan, janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.”

Perintah Berbakti dan Bersyukur kepada Kedua Orang Tua

Mendoakan kedua orang tua, salah satunya dengan doa “rabbighfirli waliwalidayya,” merupakan kewajiban setiap muslim yang beriman.

Selain itu, Mutia Mutmainnah dalam bukunya Keajaiban Doa & Ridho Ibu menyebutkan, bersyukur kepada Allah SWT dan kepada kedua orang tua juga tak kalah penting.

Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Luqman ayat 14 yang berbunyi,

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ ١٤

Artinya: Kami mewasiatkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun.) (Wasiat Kami,) “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu.

Menurut tafsir Al Qur’an Kemenag, ayat ini menjelaskan tentang perintah Allah SWT kepada manusia agar berbakti kepada kedua orang tuanya dengan berusaha melaksanakan perintah-perintahnya dan mewujudkan keinginannya.

Terdapat beberapa cara untuk berbakti kepada kedua orang tua yang disebutkan oleh Harjan Syuhada dan Fida’ Abdilah dalam Akidah Akhlak Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII, yaitu:

1. Memperlakukan kedua orang tua dengan baik, sopan, hormat, dan penuh kasih sayang

2. Mematuhi semua perintahnya selama tidak bertentangan dengan agama

3. Wajib mengikuti semua nasihat yang telah diberikan keduanya kepada kita

4. Membantu pekerjaan kedua orang tua sehari-hari

5. Anak memiliki kewajiban untuk memelihara kedua orang tua, terutama ketika mereka sudah tidak bisa menjaga diri lagi, seperti saat sakit atau sudah tua

(dvs/dvs)



Sumber : www.detik.com

Jangan Emosi! Ini 7 Keutamaan Menahan Marah Sesuai Hadits



Jakarta

Marah terjadi jika emosi yang dialami oleh setiap manusia meluap. Namun dalam Islam, menahan marah dianggap sebagai tindakan luhur yang membawa keberkahan dan pahala.

Seorang muslim juga akan mendapatkan keutamaan yang mulia jika ia mampu menahan marahnya. Lantas, bagaimana cara menahan marah? Dan apa saja keutamaan menahan marah?

Keutamaan Menahan Marah

Merujuk pada buku Ihya Ulumiddin: Menghidupkan Kembali Ilmu-ilmu Agama oleh Imam Al-Ghazali, berikut beberapa keutamaan menahan marah sesuai dengan hadits:


1. Allah SWT akan Menahan Siksa-Nya

Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja yang menahan kemarahannya, niscaya Allah menahan siksa-Nya daripadanya, dan siapa saja yang mengemukakan alasannya kepada Rabbnya, niscaya Allah menerima alasannya, dan siapa saja yang menyimpan lidahnya, niscaya Allah menutupi auratnya (segala sesuatu, yang dianggap malu). (HR Thabrani dan lainnya)

2. Termasuk Orang yang Kuat

Rasulullah SAW bersabda, “Orang-orang yang kuat di antara kalian adalah orang yang dapat mengalahkan hawa nafsunya ketika marah, dan orang yang paling santun di antara engkau adalah orang yang memaafkan ketika mampu.” (HR Ibnu ad-Dunya dan lainnya)

3. Mendapat Ridha dari Allah SWT pada Hari Kiamat

Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja yang menahan marah di mana seandainya ia mau melaksanakannya, maka ia dapat melaksanakannya, niscaya Allah memenuhi kalbunya dengan keridhaan pada hari Kiamat.”

Dalam riwayat lain dinyatakan, “Niscaya Allah memenuhi kalbunya dengan rasa aman, dan keimanan.” (HR Ibnu ad-Dunya dan lainnya)

4. Mendapatkan Pahala yang Besar

Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang hamba meneguk tegukan yang lebih besar pahalanya daripada seteguk kemarahan yang ditahannya karena mengharapkan keridhaan Allah.” (HR Ibnu Majah)

5. Terlindung dari Neraka Jahannam

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya neraka Jahannam mempunyai pintu yang tidak memasukinya kecuali orang yang sembuh kemarahannya dengan perbuatan maksiat kepada Allah Ta’ala.”

6. Hatinya Dipenuhi dengan Keimanan

Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada tegukan yang lebih disukai oleh Allah SWT daripada tegukan kemarahan yang ditahan oleh seorang hamba. Dan tidaklah seorang hamba menahannya, kecuali Allah memenuhi kalbunya dengan keimanan.” (HR Ibnu ad-Dunya)

7. Mendapatkan Bidadari

Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja menahan kemarahan, sedang ia mampu melaksanakannya, maka Allah memanggilnya di hadapan makhluk-makhluk dan Dia menyuruhnya memilih mana bidadari yang dikehendaki.”

Cara Menahan Marah

Agar mendapatkan keutamaan dari menahan marah, maka setiap muslim harus mampu menahan perasaan marah dari dirinya. Merujuk pada Buku Ajar Akidah Akhlak oleh Syafiuddin dan Machnunah Ani Zulfah, berikut cara menahan marah:

1. Menahan marah dengan beristighfar

Jika seseorang sedang marah dalam keadaan berdiri, maka cara meredamnya dengan duduk. Namun jika marah dalam keadaan duduk, maka berusaha untuk tiduran atau berbaring sambil membaca istighfar.

2. Meredam marah dengan menahan diri

Pada suatu saat, datanglah seorang laki-laki yang meminta wasiat Rasulullah SAW. Kemudian Rasulullah SAW memberinya wasiat agar jangan marah.

3. Meredam marah dengan berwudhu

Wudhu menjadi salah satu cara untuk meredam rasa marah. Sebab, wudhu mampu mensucikan semua tindakan yang kurang suci, seperti rasa marah.

4. Meredam marah dengan berdiam diri

Obat yang sangat ampuh ketika marah muncul adalah diam. Sebab, jika sedang marah pasti kata-kata kasar akan keluar karena tidak bisa mengontrol. Maka dari itu, alangkah baiknya diam ketika sedang marah.

5. Meredam marah dengan membaca ta’awudz

Dengan membaca ta’awudz, maka seseorang memohon perlindungan Allah SWT dari godaan setan yang selalu membangkitkan rasa marah. Melalui syari’at Allah SWT yang agung, Allah SWT melindungi hamba-Nya dari segala kelicikan dan keburukan setan jika hamba-Nya membaca ta’awudz.

(dvs/dvs)



Sumber : www.detik.com

Doa Akhir dan Awal Tahun, Bisa Dibaca Jelang Pergantian Tahun Baru 2024



Jakarta

Ada doa yang bisa dibaca saat melewati pergantian tahun. Doa ini berisi ungkapan syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT sekaligus berisi harapan agar diberi kemudahan dalam menjalani hidup.

Doa akhir dan awal tahun dapat dibaca jelang pergantian tahun baru 2024. Usahakan agar menanamkan sikap dan sifat tawakal kepada Allah SWT, Sang Maha Kuasa.

Merangkum dari buku Tuntunan Doa & Zikir untuk Segala Situasi & Kebutuhan karya Ali Akbar bin Aqil dijelaskan bahwa doa berasal dari bahasa Arab da’aa-yad’uu. Doa memiliki banyak arti dan makna yang berbeda. Dalam setiap arti ini terdapat hikmah dan pelajaran.


Abu Qasim Al-Qusyairi dalam bukunya yang berjudul Al-Asmaaa Al Husnaa, menjelaskan doa memiliki beberapa pengertian. Doa dapat bermakna ibadah kepada Allah SWT, doa juga dapat bermakna memohon bantuan dan pertolongan. Tak hanya itu, doa juga bermakna percakapan, memanggil dan memuji.

Anjuran berdoa pun sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al Quran surat Gafir ayat 60.

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَࣖ

Artinya: Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.”

Doa menjadi amalan yang bisa dikerjakan oleh seluruh muslim dan dapat dilakukan dalam berbagai kondisi. Doa juga dianjurkan untuk dibaca ketika momen pergantian tahun.

Doa Akhir dan Awal Tahun

Dikutip dari buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun oleh Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, doa akhir tahun bisa dibaca dengan harapan dapat terhindar dari godaan atau tipu daya setan dan diampuni dosanya setahun sebelumnya.

1. Doa Akhir Tahun

اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْه وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِي وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

Arab latin: “Allahumma ma ‘amiltu min ‘amalin fi hadzihis sanati ma nahaitani ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fiha ‘alayya bi fadhlika ba’da qudratika ‘ala ‘uqubati, wa da’autani ilat taubati min ba’di jara’ati ‘ala ma’shiyatik. Fa inni astaghfiruka, faghfirlî wa ma ‘amiltu fiha mimma tardha, wa wa’attani ‘alaihits tsawaba, fa’as’aluka an tataqabbala minni wa la taqtha’ raja’i minka ya karim.”

Artinya: “Ya Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini termasuk yang Engkau larang sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Engkau maklumi karena kemurahanMu sementara Engkau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Engkau perintahkan untuk tobat sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakaiMu. Karenanya aku memohon ampun kepadaMu, ampunilah aku. Ya Tuhanku, aku berharap Engkau menerima perbuatanku yang Engkau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahalaMu. Janganlah pupuskan harapanku, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.”

2. Doa Awal Tahun

اَللَّهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِه، وَالعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

Arab latin: “Allahumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘ala fadhlikal ‘azhimi wa karimi judikal mu’awwal. Hadza ‘amun jadidun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fihi minas syaithani wa auliya’ih, wal ‘auna ‘ala hadzihin nafsil ammarati bis su’i, wal isytighala bima yuqarribuni ilaika zulfa, ya dzal jalali wal ikram.”

Artinya: “Ya Tuhanku, Engkau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karuniaMu yang besar dan kemurahanMu yang mulia, Engkau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepadaMu dari bujukan iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolonganMu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. KepadaMu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmatMu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.”

Demikian bacaan doa akhir dan awal tahun yang bisa dibaca muslim. Selain berdoa, lakukan amalan lain seperti memperbanyak dzikir dan sholawat agar bisa meraih banyak keutamaan. InsyaAllah!

Ada sejumlah pendapat terkait pembacaan doa akhir dan awal tahun. Di antaranya ada yang menyebut bahwa membaca doa itu termasuk dianjurkan, ada juga yang berpandangan bahwa doa tersebut bukan anjuran Nabi SAW.

Sebagaimana penelusuran detikHikmah, belum ditemukan dalil shahih dari Al-Qur’an dan hadits mengenai anjuran membaca doa akhir dan awal tahun. Namun, sebagian ulama menyandarkan dalil doa ini terhadap dalil tentang berdoa secara umum.

(dvs/lus)



Sumber : www.detik.com

3 Versi Doa Sebelum Wudhu, Muslim Amalkan Yuk!



Jakarta

Doa sebelum wudhu dapat dibaca ketika hendak memulai wudhu. Pelaksanaan wudhu dimaksudkan untuk bersuci sebelum melakukan salat.

Allah SWT berfirman dalam surah Al Maidah ayat 6,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ


Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki.”

Dijelaskan dalam buku Sifat Wudhu & Shalat Nabi oleh Syaikh Muhammad Fahd dan Syaikh bin Baz, wudhu berarti menggunakan air suci ke atas anggota tubuh tertentu yang telah dijelaskan dan disyariatkan oleh Allah SWT.

Adapun, terkait doa sebelum wudhu terdiri dari berbagai versi. Menukil dari buku Kumpulan Dzikir dan Doa Shahih oleh Anshari Taslim, berikut bacaannya yang dapat diamalkan.

3 Versi Doa Sebelum Wudhu

1. Doa Sebelum Wudhu Versi Pertama

Sebelum wudhu, hendaknya kaum muslimin membaca basmalah. Sebagaimana merujuk dari hadits, Nabi SAW bersabda:

“Tidak ada salat tanpa wudhu dan tidak ada wudhu tanpa membaca nama Allah padanya.” (HR Abu Daud)

Lafaz basmalah ialah sebagai berikut,

سْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Arab latin: Bismillahirrahmanirrahim

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

2. Doa Sebelum Wudhu Versi Kedua

Setelah membaca basmalah, kaum muslimin bisa melafalkan doa sebelum wudhu yang juga disebut sebagai niat.

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Arab latin: Nawaitul whuduua liraf’il hadatsil asghari fardal lillaahi ta’aalaa

Artinya: “Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardhu karena Allah Ta’ala.”

3. Doa Sebelum Wudhu Versi Ketiga

Selain doa di atas, ada doa sebelum wudhu versi lain yang dapat dipanjatkan seperti dikutip dari buku Tuntunan Doa & Zikir untuk Segala Situasi & Kebutuhan karya Ali Akbar bin Aqil.

doa wudhu

Arab latin: Bismillaahir rohmaanir rohiim, robbi a’uudzu bika min hamazaatisy syayaathiin wa a’uudzu bika robbi an yahdhuruun

Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari gangguan setan dan aku berlindung kepada-Mu pula dari kehadiran mereka di sisiku.”

Doa Setelah Wudhu: Arab, Latin dan Arti

Merujuk pada sumber yang sama, usai melaksanakan wudhu ada doa yang bisa dibaca dengan bunyi sebagai berikut,

اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

Arab latin: Allahummaj ‘alnii minattawwaabiina waj ‘alnii minal mutathahhiriin.

Artinya: “Ya Allah, jagalah agar aku termasuk dalam golongan yang bertaubat dan yang menyucikan diri.” (HR Tirmidzi)

Ada juga doa setelah wudhu versi panjang,

أَشْهَدُ أَنْ لا إله إلا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَ اجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ ، سُبْحانَكَ اللّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Arab latin: Asyhadu anlaa ilaaha illallaah wahdahu laa syariikalahu, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu warasuuluhu, allaahummaj’alnii minat tawwaabiina, waj’alnii minal mutathahhiriina, subhanakallahumma wa bi hamdika, asyhadu anlaa ilaahaillaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, yang Maha Esa, yang tidak memiliki sekutu. Aku juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk dalam orang-orang yang bertaubat dan yang menyucikan diri. Engkau Maha Suci, ya Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau. Aku memohon ampunan kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Itulah doa sebelum wudhu dan sesudahnya yang dapat diamalkan kaum muslimin. Jangan lupa dibaca ya!

(dvs/erd)



Sumber : www.detik.com

Doa Masuk Rumah Sesuai Sunnah, Yuk Baca agar Berkah!



Jakarta

Rasulullah SAW menganjurkan untuk membaca doa setiap memasuki rumah. Doa ini dilafalkan dengan harapan agar rumah tersebut membawa keberkahan.

Selain membaca doa, dianjurkan juga untuk mengucapkan salam dan memperbanyak dzikir. Salam ketika memasuki rumah bisa dilafalkan baik saat di rumah tersebut ada orang ataupun tidak ada.

Dalam kitab Al-Adzkar: Doa dan Dzikir dalam Al-Qur’an dan Sunnah oleh Imam Nawawi dijelaskan ketika masuk rumah dianjurkan untuk berdoa, “Bismillah (Dengan nama Allah).”


Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah dalam Al-Qur’an Surat An Nur ayat 61,

لَّيْسَ عَلَى ٱلْأَعْمَىٰ حَرَجٌ وَلَا عَلَى ٱلْأَعْرَجِ حَرَجٌ وَلَا عَلَى ٱلْمَرِيضِ حَرَجٌ وَلَا عَلَىٰٓ أَنفُسِكُمْ أَن تَأْكُلُوا۟ مِنۢ بُيُوتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ ءَابَآئِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أُمَّهَٰتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ إِخْوَٰنِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أَخَوَٰتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أَعْمَٰمِكُمْ أَوْ بُيُوتِ عَمَّٰتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أَخْوَٰلِكُمْ أَوْ بُيُوتِ خَٰلَٰتِكُمْ أَوْ مَا مَلَكْتُم مَّفَاتِحَهُۥٓ أَوْ صَدِيقِكُمْ ۚ لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَأْكُلُوا۟ جَمِيعًا أَوْ أَشْتَاتًا ۚ فَإِذَا دَخَلْتُم بُيُوتًا فَسَلِّمُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِّنْ عِندِ ٱللَّهِ مُبَٰرَكَةً طَيِّبَةً ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلْءَايَٰتِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

Artinya: Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, dan tidak (pula) bagi dirimu sendiri, makan (bersama-sama mereka) di rumah kamu sendiri atau di rumah bapak-bapakmu, di rumah ibu-ibumu, di rumah saudara-saudaramu yang laki-laki, di rumah saudaramu yang perempuan, di rumah saudara bapakmu yang laki-laki, di rumah saudara bapakmu yang perempuan, di rumah saudara ibumu yang laki-laki, di rumah saudara ibumu yang perempuan, di rumah yang kamu miliki kuncinya atau di rumah kawan-kawanmu. Tidak ada halangan bagi kamu makan bersama-sama mereka atau sendirian. Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah-rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayatnya(Nya) bagimu, agar kamu memahaminya.

Doa Masuk Rumah dan Artinya

Diriwayatkan dalam Kitab At-Tirmidzi, dari Anas bin Malik, dia mengatakan; Rasulullah SAW berkata kepadaku, “Wahai putraku, apabila engkau menemui keluargamu, maka ucapkanlah salam sehingga menjadi berkah bagimu dan bagi keluargamu.”

Berikut bacaan doa masuk rumah:

اللّٰهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ المَوْلِجِ وَ خَيْرَ المَخْرَجِ, بِاسْمِ اللّٰهِ وَ لَجْنَا، بِاسْمِ اللّٰهِ خَرَجْنَا، وَ عَلَى اللّٰهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا

Arab latin: Allahumma innii as-aluka khairal mauliji, bismillahi wa lajnaa, wa bismillahi kharajnaa, wa ‘alallahi rabbanaa tawakkalnaa

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan tempat masuk dan kebaikan tempat keluar, dengan menyebut nama-Mu kami masuk, dengan menyebut nama-Mu kami keluar, dan hanya kepada Allah, Tuhan kami, kami bertawakal.

Doa ini sebagaimana diriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud, dari Abu Malik Al-Asy’ari, yang bernama asli Al-Harits, ada pula yang mengatakan Ubaid, ada juga yang mengatakan Ka’ab atau Amr. Rasulullah SAW bersabda,

“Apabila seseorang masuk rumahnya, maka hendaklah dia berdoa, ‘Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadamu kebaikan tempat masuk dan kebaikan tempat keluar. Dengan nama Allah kami masuk, dengan nama Allah kami keluar, hanya kepada Allah kami bertawakal,’ lalu hendaklah dia mengucapkan salam kepada keluarganya.”

Dari Abu Umamah Al-Bahili yang bernama asli Shadayyu bin Ajlan, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda,

“Ada tiga orang yang kesemuanya mendapat jaminan dari Allah: Seseorang yang berjuang di jalan Allah, maka dia mendapat jaminan dari Allah hingga Allah mewafatkannya lalu memasukkan ke dalam surga-Nya atau menolaknya tergantung pahala yang diperoleh dan ghanimahnya; seseorang yang pergi ke masjid, maka dia berhak mendapat jaminan dari Allah hingga Dia mewafatkannya lalu memasukkan surga-Nya atau menolaknya tergantung pahala yang dịperoleh dan ghanimahnya; dan seseorang yang masuk rumahnya dengan mengucapkan salam, maka dia berhak mendapatkan jaminan dari Allah yang Mahasuci dan Mahaluhur”

Hadits lain yang diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah, dia mengatakan, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Apabila seseorang masuk rumahnya lalu berdzikir kepada Allah ketika masuk dan ketika makan, setan berkata, “Tiada tempat menginap bagi kalian dan tidak pula makan malam.’

Apabila dia masuk lalu tidak berdzikir kepada Allah ketika masuk, setan berkata, ‘Kalian dapat menginap di tempat ini.’ Jika dia tidak berdzikir ketika makan, setan berkata, ‘Kalian dapat menginap dan makan malam di tempat ini’.” (HR Muslim)

Dalam Kitab lbnu As-Sunni, dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash, dia mengatakan; Apabila Rasulullah kembali ke rumah pada siang hari, beliau berdoa, “Segala puji bagi Allah yang mencukupi kebutuhanku dan memberikan tempat tinggal kepadaku. Segala puji bagi Allah yang memberiku makan dan minum. Segala puji bagi Allah yang melimpahkan anugerah kepadaku. Aku memohon kepada-Mu agar menjauhkanku dari api neraka.”

Wallahu a’lam.

(dvs/rah)



Sumber : www.detik.com

Kumpulan Doa agar Langit Cerah dan Tidak Hujan, Amalkan Yuk!


Jakarta

Doa agar langit cerah dan tidak hujan dapat dibaca ketika cuaca sedang buruk. Meski tergolong sebagai rahmat dari Allah SWT, hujan yang mengguyur terus menerus dalam volume besar dapat menimbulkan kerusakan.

Membaca doa agar langit cerah dan tidak hujan sama seperti mengharapkan perlindungan dari Allah SWT. Dalam Al-Qur’an sendiri terkait fenomena hujan, mendung, petir dan guruh disebutkan dalam sejumlah ayat.

Allah SWT berfirman dalam surah An Nur ayat 43,


أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يُزْجِى سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُۥ ثُمَّ يَجْعَلُهُۥ رُكَامًا فَتَرَى ٱلْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَٰلِهِۦ وَيُنَزِّلُ مِنَ ٱلسَّمَاءِ مِن جِبَالٍ فِيهَا مِن بَرَدٍ فَيُصِيبُ بِهِۦ مَن يَشَاءُ وَيَصْرِفُهُۥ عَن مَّن يَشَاءُ يَكَادُ سَنَا بَرْقِهِۦ يَذْهَبُ بِٱلْأَبْصَٰرِ

Artinya: “Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.”

Kumpulan Doa Agar Langit Cerah dan Tidak Hujan

Setidaknya ada sejumlah doa yang dapat dibaca agar langit cerah dan tidak hujan. Apa saja? Berikut bacaannya yang dinukil dari buku Fikih Sunnah susunan Sayyid Sabiq.

1. Doa Agar Langit Cerah dan Tidak Hujan Versi Pertama

Dari Anas bin Malik, berikut bacaan doa yang dilafalkan Rasulullah SAW kala langit gelap dan hujan turun secara terus menerus:

اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَ

Arab latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

Artinya: “Ya Allah, turunkan lah hujan di sekitar kami, bukan yang untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, sebagian anak bukit, perut lembah, dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.” (HR Bukhari)

2. Doa Agar Langit Cerah dan Tidak Hujan Versi Kedua

Selain itu, ada juga doa pereda hujan versi lainnya sebagaimana diriwayatkan dari hadits Abu Daud dan Tirmidzi:

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Arab latin: Bismillahilladzi la yadhurru ma’asmihi syaiun fillardhi wala fissamai wahuwassami’ul ‘alim.

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat), dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

3. Doa Agar Langit Cerah dan Tidak Hujan Versi Ketiga

مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِةِ

Arab latin: Muthirnaa bi fadh-lillaahi wa rahmatih

Artinya: “Dicurahkannya hujan ini kepada kami atas karunia dan rahmat Allah.” (HR Bukhari, dari Zaid bin Khalid)

Itulah sejumlah doa agar langit cerah dan tidak hujan yang bisa dipanjatkan. Jangan lupa diamalkan ya!

(aeb/lus)



Sumber : www.detik.com

3 Doa Penutup Majelis, Dibaca Usai Mencari Ilmu agar Berkah



Jakarta

Membaca doa bisa diamalkan kapanpun, termasuk saat menghadiri majelis ilmu. Sebagaimana yang dianjurkan bagi muslim, menimba ilmu adalah sebuah kewajiban dan Allah SWT meninggikan derajat orang yang berilmu.

Sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an Surat Al-Mujadalah Ayat 11,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ


Artinya: Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Dalam Islam, majelis ilmu memiliki kedudukan yang penting. Rasulullah SAW bahkan mengistilahkan majelis ilmu sebagai taman-taman surga.

Mengutip buku Adab dalam Majelis oleh Hafidz Muftisany disebutkan bahwa majelis ilmu yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah pertemuan yang membahas ilmu agama maupun ilmu umum.

Ketika berada dalam majelis ilmu, ada adab yang perlu diperhatikan. Diantara adab dalam majelis itu salah satunya yakni membaca doa penutup majelis.

Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda,

“Barang siapa yang duduk di sebuah majelis dan banyak berkata terjadi kegaduhan di dalamnya (bersenda gurau), kemudian sebelum berdiri ia mengucapkan, (doa penutup majelis), niscaya akan diampuni dosanya selama ia berada di majelisnya itu,” (HR Tirmidzi).

Doa Penutup Majelis Ilmu Sesuai Sunnah

1. Doa Penutup Majelis Versi Pertama

سُبْحانَكَ اللَّهُمَّ وبِحَمْدِكَ أشْهَدُ أنْ لا إِلهَ إِلاَّ أنْتَ أسْتَغْفِرُكَ وأتُوبُ إِلَيْكَ

Bacaan latin: Subhânakallâhumma wa bihamdika asyhadu an-lâilâha illâ anta astaghfiruka wa atûbu ilaik

Artinya: “Maha Suci Engkau, ya Allah. Segala sanjungan untukMu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku memohon ampun dan bertaubat kepadaMu.” (HR Tirmidzi).

2. Doa Penutup Majelis Versi Kedua

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Bacaan latin: Subhaana rabbikaa rabbil ‘izzati ‘ammaa yashifuun, wa salaamun ‘alal mursaliin, wal hamdulillahi rabbil ‘aalamiin

Artinya: “Mahasuci Tuhanmu, Tuhan pemilik kemuliaan dari apa yang mereka sifatkan. Selamat sejahtera bagi para rasul. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.” (QS As Saffat ayat 180-182).

3. Doa Penutup Majelis Versi Panjang

Berdasarkan keterangan hadits yang dikisahkan dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW jarang meninggalkan majelis ilmu sebelum membaca doa ini untuk para sahabatnya (HR Tirmidzi).

Doa yang dimaksud juga mengandung permohonan agar diberi keselamatan dunia dan akhirat. Mengutip H. Hamdan Hamedan, MA dalam buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit, berikut bacaan doa penutup majelis yang dimaksud selengkapnya.

اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا. اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْهُ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ عَاداَنَا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَاوَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا

Bacaan latin: Allahummaqsim lana min khasy-yatik, maa tahulu bainanaa wa baina ma’shiyyatik, wa min thaa’atika maa tuballighuna bihi jannatak wa minal yaqiini ma tuhawwinu bihi ‘alaina mashaaibad dunya.

Allahumma matti’naa bi asmaa’inaa wa abshaarina wa quwwatinaa ma ahyaytana waj’alhul waaritsa minna waj’alhu tsa’ranaa ‘alaa man ‘aadanaa wa laa taj’al mushiibatanaa fii diininaa wa laa taj’alid dunya akbara hamminaa wa laa mablagha ‘ilminaa wa laa tusallith ‘alainaa man laa yarhamunaa.

Artinya: “Ya Allah, anugerahkanlah untuk kami rasa takut kepada-Mu, yang dapat menghalangi antara kami dan perbuatan maksiat kepada-Mu, dan (anugerahkanlah kepada kami) ketaatan kepada-Mu yang akan menyampaikan Kami ke surga-Mu dan (anugerahkanlah pula) keyakinan yang akan menyebabkan ringannya bagi kami segala musibah dunia ini.

Ya Allah, anugerahkanlah kenikmatan kepada kami melalui pendengaran kami, penglihatan kami dan dalam kekuatan kami selama kami masih hidup, dan jadikanlah ia warisan dari kami. Jadikanlah balasan kami atas orang-orang yang menganiaya kami, dan tolonglah kami terhadap orang yang memusuhi kami, dan janganlah Engkau jadikan musibah kami dalam urusan agama kami, dan janganlah Engkau jadikan dunia ini sebagai cita-cita terbesar kami dan puncak dari ilmu kami, dan jangan Engkau jadikan orang-orang yang tidak menyayangi kami berkuasa atas kami,” (HR Tirmidzi).

Itulah beberapa doa penutup majelis yang bisa dibaca usai mencari ilmu. Doa ini tentu saja berisi harapan agar Allah SWT memberikan keberkahan atas ilmu yang didapat.

(dvs/lus)



Sumber : www.detik.com

Sakit Disebut Jadi Penggugur Dosa, Begini Haditsnya


Jakarta

Dalam Islam, sakit bukan hanya sekadar kondisi kesehatan melainkan juga ujian yang Allah SWT berikan. Mereka yang sakit memiliki keistimewaan.

Pada sebuah hadits bahkan disebutkan bahwa sakit dapat menjadi penggugur dosa seseorang. Benarkah demikian?

Hadits Sakit Penggugur Dosa

Menukil buku Bimbingan Orang Sakit susunan Saiful Hadi El-Sutha, apabila kaum muslimin dapat menyikapi sakit yang ia derita dengan sabar sekaligus berserah diri kepada Allah SWT niscaya sakitnya akan menjadi berkah. Setidaknya ada beberapa hadits yang menjelaskan terkait sakit sebagai penggugur dosa.


Diriwayatkan oleh Al Hakim, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala akan menguji hamba-Nya dengan penyakit hingga penyakitnya itu akan menghapus segala dosa darinya.” (HR Al Hakim)

Dalam redaksi lain, terdapat juga hadits yang membahas sakit dapat menggugurkan dosa sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang berbunyi, “Tidaklah menimpa seorang muslim suatu penyakit, keletihan, kepedihan, kesedihan, hingga kecemasan yang dirasakannya, melainkan dengan semua itu Allah akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya.” (HR Muslim)

Bahkan, Allah SWT berfirman dalam surah Al An’am ayat 17,

وَاِنْ يَّمْسَسْكَ اللّٰهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهٗٓ اِلَّا هُوَ ۗوَاِنْ يَّمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Artinya: “Dan jika Allah menimpakan keburukan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia sendiri. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagimu, maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Selain itu, sakit dapat menjadi kesempatan bagi seseorang untuk memperbanyak ibadah dan doa kepada Allah SWT. Hal ini sejalan dengan hadits Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa orang yang sakit akan mendapat pahala yang sama dengan orang yang sehat jika ia tetap memperbanyak ibadah dan doa kepada Allah SWT.

Dr. Zaprulkhan menyebutkan dalam bukunya Hikmah Sakit Mereguk Kasih Sayang Ilahi, Allah SWT menghadirkan bermacam-macam penyakit kepada hamba-Nya dalam rangka membersihkan dosa-dosa yang telah dikerjakan. Jadi, sakit dapat menggugurkan dosa karena dosa merupakan salah satu dari musibah atau bencana yang dapat menguji keimanan seorang hamba.

Rasulullah bersabda, “Tiada henti-hentinya suatu bencana menimpa kepada orang mukmin lelaki maupun perempuan, baik mengenai dirinya atau sanak keluarganya, atau harta kekayaannya hingga ketika wafat dia menghadap Allah sudah dalam keadaan bersih dari dosa-dosa.” (HR At Tirmidzi)

Anjuran Menjenguk Orang Sakit

Kaum muslimin juga dianjurkan untuk menjenguk sesamanya jika ada yang sakit. Dalam Kitab Al-Adzkar oleh Imam Nawawi dikatakan Nabi Muhammad SAW menjenguk sahabatnya yang sakit.

Ketika menjenguk kerabat yang sakit, Rasulullah SAW mendoakan kesembuhan dengan berbagai doa yang dibacakan untuk mengharapkan kesembuhannya.

Ada doa yang dibacakan Rasulullah SAW untuk mengharap kesembuhan orang yang sakit. Diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA, Nabi SAW bersabda:

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا

Arab latin: Allāhumma rabban nāsi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syāfi. Lā syāfiya illā anta syifā’an lā yughādiru saqaman.

Artinya: “Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri.”

(aeb/rah)



Sumber : www.detik.com