Tag Archives: hikmah

Bacaan dan Keutamaan yang Terkandung


Jakarta

Doa kedua orang tua dipanjatkan sebagai tanda bakti anak terhadap ayah dan ibunya. Mendoakan orang tua dapat dilakukan ketika mereka hidup maupun sudah meninggal dunia.

Berbakti kepada orang tua tercantum dalam sejumlah ayat Al-Qur’an dan hadits, salah satunya surah Luqman ayat 14.

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ


Artinya: “Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.”

Lantas, doa seperti apa yang dapat dipanjatkan untuk kedua orang tua?

Doa Kedua Orang Tua: Arab, Latin dan Artinya

Mengutip dari buku Doa Yuk: Kumpulan Doa Sehari-Hari untuk Pembentukan Karakter Anak oleh Mochamad Soleh, berikut doa kedua orang tua yang dapat dipanjatkan.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Arab latin: Allahummaghfirlii waliwaalidayya war ham humaa kama rabbayaanii shagiiraa

Artinya: “Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku (ibu dan bapakku), sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku di waktu kecil.”

Selain itu, ada juga doa kedua orang tua versi lainnya yang merujuk pada surah Al Isra ayat 24.

رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرً

Arab latin: Rabbir-ḥam-humā kamā rabbayānī ṣagīrā

Artinya: “Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua (menyayangiku ketika) mendidik aku pada waktu kecil.”

Disebutkan dalam buku Doa-Doa Mustajab Orang Tua untuk Anaknya: Kekuatan Doa Orang Tua Bisa Mengubah Takdir, Bahkan Menghidupkan Anak yang Sudah Mati susunan Aulia Fadli, doa kedua orang tua juga bersumber dari firman Allah SWT dalam surah Ibrahim ayat 41.

رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ

Arab latin: Rabbanagfir lī wa liwālidayya wa lil-mu’minīna yauma yaqūmul-ḥisāb(u).

Artinya: “Ya Tuhan kami, ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan orang-orang mukmin pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat).”

Keutamaan Mendoakan Orang Tua

Mendoakan orang tua menjadi salah satu bakti seorang anak. Ada keutamaan yang terkandung di dalamnya, salah satunya termasuk sebagai amal yang paling utama seperti disebutkan dalam hadits..

Dari Abdullah bin Mas’ud RA, ia bertanya kepada Rasulullah SAW, ‘Wahai Rasulullah, apakah amal paling utama?’ ‘Salat pada waktunya,’ Jawab Rasul. a bertanya lagi, ‘Lalu apa?’ ‘Lalu berbakti kepada kedua orang tua,’ jawabnya. Ia lalu bertanya lagi, ‘Kemudian apa?’ ‘Jihad di jalan Allah,’ jawabnya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Selain itu, doa anak yang berbakti kepada orang tuanya menjadi doa yang mustajab. Mendoakan kedua orang tua yang masih hidup tergolong sebagai salah satu bentuk bakti anak kepada ibu bapak yang paling utama. Keutamaannya bahkan melebihi jihad fii sabilillah di medan perang.

Itulah doa kedua orang tua dan keutamaan di baliknya. Jangan lupa diamalkan ya!

(aeb/lus)



Sumber : www.detik.com

7 Doa Sebelum Ujian, Panjatkan agar Diberi Kelancaran


Jakarta

Doa sebelum ujian dapat dibaca pelajar ketika hendak mengerjakan ulangan. Tujuannya sendiri agar Allah SWT memberi kemudahan dan ujian berlangsung dengan lancar.

Pada dasarnya, sebagai hamba Allah SWT sudah sepatutnya kaum muslimin memanjatkan doa. Hal ini tercantum dalam surah Al Mu’min ayat 60,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ


Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.”

Doa Sebelum Ujian: Arab, Latin dan Terjemahnya

Berikut kumpulan doa sebelum ujian yang bisa dibaca sebagaimana dinukil dari Kitab Doa Mustajab Terlengkap susunan Ustaz H Amrin Ali Al-Kasyaf dan Kitab Al-Adzkar oleh Imam Nawawi yang diterjemahkan Ulin Nuha.

1. Doa Sebelum Ujian Versi Pertama

بِسْمِ اللهِ وَسُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَلا حَوْلَ وَلا قوَّةَ إِلا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ عَدَدَ كُلِّ حَرْفٍ كُتِبَ وَيُكْتَبُ أَبَدَ الْأَبِدِيْنَ وَدَهْرَ الدَّاهِرِينَ

Arab latin: Bismillaahi wa subhaanallaahi wal hamdulillaahi walaa ilaaha illallaahu wallaahu akbaru wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiimil ‘aziizil ‘aliimi ‘adada kulli harfiin kutiba wa yuktabu abadal abidiina wadahrad daahiriina

Artinya: “Dengan menyebut asma Allah, Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. Tiada daya dan kekuatan kecuali atas izin Allah Yang Maha Mulia, Maha Agung, Maha Perkasa, dan Maha Mengetahui bilangan huruf yang telah ditulis dan sedang serta akan ditulis sepanjang masa.”

2. Doa Sebelum Ujian Versi Kedua

اللَّهُمَّ بِحُبِّ ذَاتِكَ تَحَصِّنَّ يَا اَللهُ لا إلهَ إِلَّا اللَّهُ سَيِّدُنَا مُحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ حَقًّا وَصِدْقًا

Arab latin: Allaahumma bihubbi dzaatika tahashshinna yaa allah, laa ilaaha illallahu sayyidunaa muhammadur rasuulullaahi haqqan wa sidqan

Artinya: “Ya Allah, dengan mencintai Dzat-Mu, kuatkanlah kami ya Allah, tiada Tuhan selain Allah, Nabi Muhammad adalah utusan Allah yang benar dan yang haq.”

3. Doa Sebelum Ujian Versi Ketiga

قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي
وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي
وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي
يَفْقَهُوا قَوْلِي

Arab latin: Rabbisyraḥ lī ṣadrī wa yassir lī amrī waḥlul ‘uqdatam mil lisānī yafqahụ qaulī

Artinya: “Ya Rabb-ku, lapangkanlah dadaku, dan ringankanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.” (QS Thaha: 25-28)

4. Doa Sebelum Ujian Versi Keempat

رَبِّ يَسِّرْ وَأَعِنْ وَلَا تُعَسِّرْ

Arab latin: Rabbi yassir wa a’in wa laa tu’assir

Artinya: “Wahai Rabb-ku, mudahkanlah (urusanku). Bantulah aku, jangan Engkau persulit.”

5. Doa Sebelum Ujian Versi Kelima

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ لَأَعِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا وَ عَلَّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا وَبَارِكْ لَنَا فِي مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الحَكِيمُ

Arab latin: Subhaanakallaahumma laa ‘ilma lanaa illaa maa ‘allamtanaa wa’allimnaa maa yanfa’unaa wa baarik lanaa fii maa ‘allamtanaa innaka antal ‘aliimul hakiimu

Artinya: “Maha Suci Engkau ya Allah, kami tidak akan memiliki ilmu kecuali Engkau mengajari kami, maka ajarilah kami ilmu yang bermanfaat bagi kami dan berkahilah kami dalam apa yang telah Engkau ajari untuk kami. Sesungguhnya Engkau Maha Tahu lagi Maha Bijaksana.”

6. Doa Sebelum Ujian Versi Keenam

اللَّهُمَّ الْطُّفْ بِنَا فِي تَيْسِيرِ كُلِّ عَسِيرٍ فَإِنَّ تَيْسِيرُ الْعَسِيْرِ عَلَيْكَ يَسِيرٌ وَنَسْتَلُكَ الْيَسِيرُ وَالْمُعَافَةَ فِي الدُّنيا وَالآخِرَة

Arab latin: Allaahummalthuf binaa fii taisiiri kulli ‘asiirin fa inna taisiiral ‘asiiri ‘alaika yasiirun wa nas-alukal yasiira walmu’aafaata fiddunya wal aakhirati

Artinya: “Ya Allah, berilah kami taufiq dalam mempermudah segala sesuatu yang sukar, karena sesungguhnya mempermudah yang sukar amatlah mudah bagi Engkau, dan kami memohon kepada Engkau sesuatu yang mudah dan ampunan di dunia dan akhirat.”

7. Doa Sebelum Ujian Versi Ketujuh

اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

Arab latin: Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa

Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah.”

Itulah doa sebelum ujian yang dapat dibaca. Jangan lupa diamalkan ya!

(aeb/erd)



Sumber : www.detik.com

Amalan Sunnah dan Doa ketika Hujan, Yuk Amalkan agar Menjadi Berkah!



Jakarta

Rasulullah SAW mencontohkan beberapa hal yang bisa menjadi amalan sunnah saat turun hujan. Amalan saat turun hujan ini membawa keutamaan bagi muslim yang mengerjakannya.

Hujan merupakan nikmat yang diturunkan Allah SWT dari langit ke bumi. Melalui hujan, Allah SWT kemudian menumbuhkan aneka tanaman dengan subur dan mengisi aliran sungai dengan air yang berlimpah.

Dalam surat Nuh Ayat 10-12, Allah SWT berfirman,


(10) فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا
(11) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا
(12) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

Artinya: maka aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.”

Merangkum buku Amalan Pembuka Rezeki karya Haris Priyatna dijelaskan hujan merupakan nikmat dari Allah SWT yang diturunkan dari langit. Semua kehidupan di dunia menjadi asri karena adanya hujan.

Ternyata hujan bukan hanya membawa nikmat dan Rahmat Allah SWT saja, hujan juga menjadi waktu terkabulnya doa. Berdoa saat hujan menjadi satu amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan.

Rasulullah SAW bersabda,
“Doa tidak tertolak pada dua waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika turun hujan.” (HR Al Hakim)

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda,
“Berdoalah pada waktu doa-doa diperkenankan Tuhan, yakni pada saat berjumpa dengan pasukan musuh, ketika akan melaksanakan sholat dan ketika turun hujan.” (HR Asy Syafi’i)

Amalan saat Hujan

Berikut beberapa amalan yang bisa dikerjakan saat turun hujan:

1. Menyingkap pakaian

Rasulullah SAW menyingkap bajunya saat hujan hingga rintik-rintiknya membasahi sebagian tubuhnya. Hal itu dilakukan karena Nabi SAW hendak menunjukkan bahwa hujan termasuk rahmat yang diciptakan Allah SWT.

Diriwayatkan (Imam) Muslim dalam kitab Shahihnya, dan (Imam) Abu Dawud, dari Anas, ia berkata: Nabi ketika melihat hujan, beliau membuka bajunya. (Riwayat lain dari Imam) Abu Dawud, (Anas) bekata: Nabi menyingkap pakaiannya hingga terkena guyuran hujan. Kami berkata: Ya Rasulullah, kenapa engkau berbuat seperti ini? Rasulullah menjawab: Karena hujan merupakan rahmat yang diberikan Allah.

2. Berdoa saat melihat awan hitam

Rasulullah akan bergegas meninggalkan semua pekerjaannya dan langsung membaca doa berikut ini (HR Imam Abu Dawud, Imam Ahmad, dan Imam al-Baihaqi):

وروت عائشة رضي الله عنها أن النبي صلي الله عليه وسلم كان إذا رأي ناشئا في أفق السماء ترك العمل, وإن كان في الصلاة ثم يقول: ((اللهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا)) فإن أمطرنا قال: (اللهُمَّ صَيِّبًا هَنِيْئًا)

Artinya: Diriwayatkan Sayyidah Aisyah RA sesungguhnya Nabi SAW ketika melihat awan hitam di langit, beliau langsung meninggalkan pekerjaan, meskipun beliau sedang melakukan shalat, kemudian berucap: Allahumma innî a’ûdzu bika min syarrihâ. (ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari keburukan awan ini).

3. Berdoa saat hujan

Ketika turun hujan, Rasulullah SAW berucap: Allahumma shayyiban nâfi’an (ya Allah turunkanlah hujan yang membawa manfaat dan kesenangan).

Rasulullah SAW bersabda,

Dari Sayyidina Abu Hurairah RA beliau berkata: Aku mendengar Nabi SAW bersabda: Angin adalah bagian dari pemberian Allah, bisa membawa rahmat dan juga bisa membawa azab. Jika kalian melihatnya, jangan mencelanya, mohonlah kepada Allah kebaikannya dan berlindunglah kepada Allah dari keburukannya. (HR. Abu Dawud, al-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad) )

Doa ketika Hujan

1. Doa saat Turun Hujan

اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَيِّبًا نَافِعًا

Arab-latin: Allahummaj’alhu shayyiban naafi’an.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat.”

2. Doa saat Hujan Disertai Petir

Menurut hadits Imam Malik, Rasulullah SAW pernah membaca doa turun hujan yang disertai petir:

سُبْحَانَ الَّذِي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

Subhaanalladzii yusabbihur ro’du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatih.

Artinya: “Maha Suci Allah yang dengan memuji-Nya bertasbillah halilintar dan juga para malaikat karena takut kepadaNya.”

Diriwayatkan juga oleh Abdullah bin Umar dan ayahnya, Umar bin Al-Khattab R.A. bahwa ketika Nabi s.a.w. akan mendengar suara guntur, dia akan berkata:

اللَّهُمَّ لاَ تَقْتُلْنَا بِغَضَبِكَ وَلاَ تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ وَعَافِنَا قَبْلَ ذَلِكَ

Allahumma la taqtulna bi-ghadobika, wa-la tuhlikna bi-‘adhabika, wa-‘afina qabla dhalik

Artinya: “Ya Allah, jangan bunuh kami dengan murka-Mu, dan jangan hancurkan kami dengan hukuman-Mu, dan maafkan kami sebelum itu” (H.R. At-Tirmizi)

3. Doa Setelah Hujan

مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

Arab-latin: Muthirnaa bi-fadhlillaahi wa rahmatih.

Artinya: “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.”

Berdasarkan riwayat hadits, Rasulullah SAW pernah berkata, “Barangsiapa yang mengatakan, ‘Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah’, maka orang itu beriman kepada Allah dan tidak beriman terhadap bintang-bintang.

Sebaliknya orang yang berkata, ‘Kita diberi hujan oleh bintang ini atau bintang itu, maka orang tersebut kafir terhadap-Ku (Allah) dan beriman kepada bintang-bintang.” (HR Muslim no. 71).

4. Doa agar Hujan Berhenti

اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا اللَّهُمَّ عَلَى الأَكَامِ وَالظِرَابِ وَبُطُوْنِ الأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Arab-latin: Allaahumma hawaa laynaa wa laa ‘alaynaa. Allaahumma ‘alal-aakaami wazh-zhiraabi, wa buthuunil-awdiyati wa manaabitisy-syajar.

Artinya: “Ya Allah, hujanilah di sekitar kami, jangan kepada kami. Ya Allah, berilah hujan ke daratan tinggi, beberapa anak bukit dasar lembah dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.”

Doa tersebut bersandar pada hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, ia menceritakan, “Ada sekelompok orang datang kepada Rasulullah SAW dan meminta agar beliau berdoa supaya hujan berhenti.

Rupanya hujan tersebut telah berlangsung selama satu minggu sehingga hewan ternak mereka terancam mati dan jalanan pun terputus. Rasulullah SAW lalu berdoa dengan doa ini dan hujan pun berhenti.” (HR Bukhari no. 1014).

(dvs/lus)



Sumber : www.detik.com

Hadits tentang Sabar, Sikap Mulia yang Perlu Diteladani Muslim


Jakarta

Sabar termasuk ke dalam akhlak terpuji yang patut dimiliki oleh kaum muslimin. Terkait sabar, Allah SWT berfirman dalam surah Al Kahfi ayat 28,

وَٱصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِٱلْغَدَوٰةِ وَٱلْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُۥ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُۥ عَن ذِكْرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمْرُهُۥ فُرُطًا

Artinya: “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.”


Mengutip buku Sabar dan Syukur susunan Ulya Ali Ubaid, Allah SWT mensifatkan orang-orang yang sabar dengan sejumlah sifat dan menyebutkan kata sabar sebanyak 70 kali di dalam Al-Qur’an. Sabar diartikan sebagai menahan jiwa atau diri untuk tidak galau, menahan lisan untuk tidak mengeluh dan semacamnya.

Kumpulan Hadits tentang Sabar

Selain dalil Al-Qur’an, ada juga sejumlah hadits yang menjelaskan sifat sabar. Menukil buku Hikmah Sabar oleh Pracoyo Wiryoutomo, berikut hadits tentang sabar.

1. Hadits tentang Sabar Mendatangkan Kemenangan

Sifat sabar dapat mendatangkan kemenangan, sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang berbunyi:

“Ketahuilah, sesungguhnya datangnya kemenangan itu bersama dengan kesabaran. Bersama kesempitan pasti akan ada jalan keluar. Bersama kesusahan pasti ada kemudahan.” (HR Abd Humaid)

2. Hadits tentang Sabar sebagai Sesuatu yang Baik

Sebagai akhlak mulia, tentu sabar termasuk ke dalam sesuatu yang baik. Dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW dalam hadits dari Suhaib RA,

“Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mukmin, yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar karena ia mengetahui bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.” (HR Muslim)

3. Hadits tentang Sabar Dapat Menggugurkan Dosa

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Tidaklah seorang muslim mendapatkan kelelahan, sakit, kecemasan, kesedihan, marabahaya, dan juga kesusahan, hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan dosa-dosanya dengan hal tersebut.” (HR Bukhari dan Muslim)

4. Hadits Orang Sabar akan Dijaga Oleh Allah SWT

Orang yang memiliki sifat sabar akan dijaga oleh Allah SWT sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Bukhari,

“Barangsiapa yang berusaha menjaga diri, maka Allah menjaganya, barangsiapa yang berusaha merasa cukup, maka Allah mencukupinya. Barangsiapa yang berusaha bersabar, maka Allah akan menjadikannya bisa bersabar dan tidak ada seorang pun yang dianugerahi sesuatu yang melebihi kesabaran.” (HR Bukhari)

5. Hadits tentang Ganjaran Sabar bagi Orang yang Tertimpa Musibah

“Sesungguhnya sabar terhadap musibah ditulis tiga ratus derajat bagi seorang hamba, sabar dalam ketaatan ditulis enam ratus derajat bagi seorang hamba, dan sabar dari maksiat-maksiat ditulis sembilan ratus derajat bagi seorang hamba.” (Diriwayatkan Ibnu Abu Ad-Dunya dan Ibnu Jarir Ath-Thabari)

Itulah sejumlah hadits tentang sabar. Semoga kita senantiasa diberi kesabaran dalam menghadapi segala ujian hidup yang diberikan Allah SWT.

(aeb/lus)



Sumber : www.detik.com

5 Amalan Sebelum Sholat Jumat, Laki-laki Muslim Wajib Tahu!



Jakarta

Ada amalan yang bisa dikerjakan sebelum melaksanakan sholat Jumat. Amalan ini sebagaimana dilakukan dan dicontohkan Rasulullah SAW semasa hidupnya.

Amalan sebelum sholat Jum’at ini bisa dikerjakan laki-laki muslim sebelum berangkat ke masjid untuk menunaikan kewajiban sholat Jum’at.

Mengutip buku Super Berkah Shalat Jumat: Menggali dan Meraih Keutamaan dan Keberkahan di Hari Paling Istimewa karya Firdaus Wajdi dijelaskan, Rasulullah SAW rutin melakukan beberapa hal sebelum melaksanakan sholat Jum’at. Hal-hal tersebut secara lahiriah berhubungan erat dengan kebersihan jasmani.


Dalam ajaran Islam, kaum muslimin memang diperintahkan untuk senantiasa memperhatikan aspek kebersihan.

Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda, “Islam adalah agama yang bersih. Maka, jagalah kebersihan karena tidak akan masuk ke dalam surga kecuali orang yang bersih.” (HR. Ath Thabrani)

Amalan Sebelum Sholat Jum’at

Berikut beberapa amalan yang bisa dikerjakan sebelum berangkat sholat Jumat:

1. Mandi

Ada banyak hadits Rasulullah SAW yang menerangkan perintah mandi sebelum melaksanakan sholat Jumat. Salah satunya yang diriwayatkan dari Abdullah bin Umar, Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah satu dari kalian melaksanakan sholat Jumat maka hendaknya ia mandi terlebih dahulu.” (HR Bukhari)

Dalam hadits lain, dari Abdullah bin Abi Qatadah ra bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang mandi pada hari Jumat maka ia berada dalam kesucian sampai Jumat berikutnya.” (HR Al Hakim)

Mandi sebelum sholat Jumat juga menjadi amalan penghapus dosa. Dari Abu Umamah, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Mandi pada hari Jumat itu dapat mencerabut kesalahan hingga ke akar rambut.” (HR Ath Thabrani)

2. Bersiwak

Bersiwak menjadi amalan sunnah sebelum sholat Jumat. Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk selalu menjaga kebersihan mulut.

Dari Aisyah ra. Nabi Muhammad bersabda, “Siwak itu dapat membersihkan mulut dan membuat senang Allah.” (HR An Nasa’i)

Dalam hadits lain, dari Abu Sa’id Al Khudri, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Mandi pada hari Jumat adalah keharusan bagi orang yang sudah balig, dan hendaknya bersiwak dan memakai wewangian semampunya.” (HR Muslim)

3. Mengenakan Pakaian Terbaik

Amalan sunnah selanjutnya adalah mengenakan pakaian yang terbaik. Pakaian yang baik mencerminkan kemuliaan orang yang mengenakannya. Pakaian juga mencerminkan kemuliaan momen dan orang yang ditemui di momen tersebut.

Sholat Jumat merupakan Hari Raya bagi umat Islam. tentu hari ini menjadi momen yang mulia.

Dari Abu Sa’id Al Khudri, Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang telah balig hendaknya mandi di hari Jumat dan mengenakan salah satu pakaian terbaik yang ia miliki. Jika ia memiliki minyak wangi maka oleskanlah.” (HR Ahmad)

Maksud dari pakaian terbaik ini bukanlah baju yang baru dan mewah tetapi baju yang menutup aurat, bersih, tidak terbuat dari sutra, tidak mencolok, tidak bergambar, dan dianjurkan berwarna putih.

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda, “Pakailah pakaian yang berwarna putih. Sesungguhnya itu adalah sebaik-baik pakaian yang kalian gunakan. Dan kafankanlah orang yang meninggal dengan pakaian putih.” (HR At Tirmidzi)

4. Memakai wewangian dan mengoleskan minyak rambut

Amalan lain sebelum sholat Jumat adalah memakai wewangian dan mengoleskan minyak rambut.

Dari Az Zuhri Thawus berkata, aku bertanya pada Ibnu Abbas mereka mengatakan bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Mandilah kalian jika hendak menunaikan sholat Jumat dan basuhlah kepala kalian walaupun kalian tidak sedang junub, dan pakailah wewangian.”(HR Al Bukhari)

Dalam hadits lain, dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda, “Wahai manusia, hendaklah di hari ini (Jumat) kalian mandi. Pakailah minyak wangi dan minyak rambut terbaik yang kalian miliki.” (HR Al Hakim)

5. Memotong kuku dan mencukur kumis

Anggota tubuh yang dianjurkan untuk dirapikan sebelum melaksanakan sholat Jumat adalah kuku dan kumis. Rasulullah SAW menganjurkan untuk memotong kuku dan mencukur kumis sebelum sholat Jumat.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW memotong kukunya dan mencukur kumisnya pada hari Jumat sebelum berangkat sholat. (HR Al Baihaqi)

Itulah beberapa amalan yang dapat dilakukan sebelum berangkat sholat Jumat.

(dvs/erd)



Sumber : www.detik.com

Doa Setelah Mendengar Adzan dan Adabnya yang Perlu Dipahami Muslim


Jakarta

Doa setelah mendengar adzan dapat dibaca oleh kaum muslimin. Amalan yang satu ini juga dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Adzan sendiri dimaknai sebagai seruan dari seorang muadzin yang diberikan kepada muslim untuk mengumumkan waktu salat. Biasanya, adzan dikumandangkan di tempat terbuka atau tempat ibadah Islam seperti masjid dan mushola.

Anjuran membaca doa setelah mendengar adzan tertuang dalam hadis yang diriwayatkan oleh Jabir RA kepada Bukhari sebagai berikut.


Rasulullah SAW bersabda,

“Siapa saja yang berdoa ketika mendengar seruan adzan ‘Allahumma rabba hadzihid dakwatit tammah, was shalatil qa’imah, ati muhammadanil wasilata wal fadhilah, wab’atshu maqamam mahmudanil ladzi wa’attah,’ niscaya jatuhlah syafaatku padanya di hari kiamat.”

Doa Setelah Adzan: Arab, Latin dan Terjemahnya

Mengutip buku Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq oleh Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al Faifi, berikut doa setelah mendengar adzan yang diriwayatkan oleh Al Bukhari.

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ اِنَكَ لاَ تُخْلِفُ اْلمِيْعَاد

Arab latin: Allahumma rabba haadzihid da’watit taammah. Wash shalaatil qaa-imah. Aati muhammadal wasiilata wal fadhiilah, wab’atshu maqoomam mahmuudal ladzii wa’adtahu innaka la tukhliful mi’ad.

Artinya: “Ya Allah, Tuhan yang memiliki panggilan ini, yang sempurna dan memiliki sholat yang didirikan. Berilah Nabi Muhammad wasilah dan keutamaan, serta kemuliaan dan derajat yang tinggi, dan angkatlah dia ke tempat yang terpuji sebagaimana yang Engkau telah janjikan.”

Namun perlu dipahami, ada bacaan khusus yang bisa ditambahkan untuk adzan Maghrib, berikut bunyinya:

اللّٰهُمَّ هَذَا إِقْبَالُ لَيْلِكَ وإدْبَارُ نَهَارِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فَاغْفِرْ ليْ

Arab latin: Allahumma hadza iqbalu lailika wa idbaru naharika wa ashwatu du’aika faghfir lii.

Artinya: “Ya Allah, ini menjelang datang malam-Mu, dan telah berlalu siang-Mu, telah diserukan seruan-Mu, maka ampunilah aku.”

Adab Setelah Adzan Berkumandang

Dijelaskan dalam buku Adab dan Doa Sehari-hari untuk Muslim Sejati oleh Thoriq Aziz Jayana, terdapat beberapa adab setelah usai adzan selain membaca doa sesudah adzan.

Kaum muslimin disarankan untuk berdoa sesuai dengan kebutuhan kita. Hal ini karena berdoa antara adzan dan iqamah tergolong mustajab sebagaimana dijelaskan dalam hadits,

“Sesungguhnya doa yang tidak tertolak adalah doa antara adzan dan iqamah, maka berdoalah pada saat itu.” (HR Ahmad)

Selanjutnya muslim dianjurkan memperbanyak bacaan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Berikut bacaannya,

أَللَّهُمَّ صَلَّ عَلَى سَيّدِنا مُحَمَّدُ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٌ

Arab latin: “Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala ali sayyidina Muhammad.”

Artinya: “Ya Allah tambahkanlah kemuliaan dan kesejahteraan kepada Nabi Muhammad dan atas keluarga Nabi Muhammad.”

Atau dapat membaca sholawat-sholawat yang lebih panjang seperti salat ibrahimiyyah (sebagaimana sholawat dalam tahiyat salat) atau wiridan yang lain.

Selain itu, setelah mendengar azan berkumandang, sebaiknya muslim segera pergi ke masjid untuk melaksanakan salat. Kecuali jika ada kewajiban lain yang menghalangi kehadiran di masjid.

Itulah doa setelah mendengar adzan dan adabnya yang perlu diperhatikan. Jangan lupa diamalkan ya!

(aeb/lus)



Sumber : www.detik.com

Sesama Muslim Adalah Saudara, Ini Hadits dan Penjelasannya



Jakarta

Ikatan saudara bukan hanya bagi yang memiliki keterikatan darah saja. Rasulullah SAW dalam haditsnya menyebutkan bahwa sesama muslim adalah saudara.

Berbuat dan bersikap baik merupakan anjuran yang tegas diperintahkan bagi seluruh umat Islam. Kepada sesama muslim, wajib hukumnya untuk saling bersikap baik.

Ada beberapa hadits Rasulullah SAW yang menjelaskan tentang persaudaraan sesama muslim.


Abu Hurairah RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesama muslim adalah saudara, tidak boleh saling mendzalimi, mencibir atau merendahkan. Ketakwaan itu sesungguhnya di sini,” sambil menunjuk dada dan diucapkannya tiga kali. (Rasul melanjutkan): “Seseorang sudah cukup jahat ketika ia sudah menghina sesama saudara muslim. Setiap muslim adalah haram dinodai jiwanya, hartanya dan kehormatannya.”

Hadits ini diriwayatkan Imam Muslim dalam kitab Shahih-nya, Imam Tirmidzi dalam Sunan-nya dan Imam Ahmad dalam Musnad-nya.

Merangkum buku 60 Hadits Shahih karya Faqihuddin Abdul dijelaskan bahwa hadits Abu Hurairah ini mengajarkan prinsip yang paling mendasar dalam Islam. Yaitu prinsip kemanusiaan melalui persaudaraan. Sesama muslim adalah saudara.

Dalam hadits ini juga tegas diharamkan saling merendahkan, mencibir, menghina, dan apalagi mendzalimi. Perbuatan tercela ini termasuk tindak kejahatan.

Secara umum, hadits ini bersifat universal yakni tentang persaudaraan sesama manusia. Meskipun hadits ini menyebutkan sesama muslim, tetapi sebenarnya tidak terbatas hanya pada muslim saja.

Sebagaimana dijelaskan dalam hadits lain bahwa keimanan adalah “mencintai sesuatu untuk manusia sebagaimana sesuatu itu kamu cintai untuk dirimu, dan menghindarkan sesuatu dari mereka sebagaimana sesuatu itu tidak kamu sukai terjadi pada dirimu.” (HR Ahmad)

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW juga banyak menegaskan tentang persaudaraan. Rasulullah SAW bersabda,

اَلْمُـسْــلِمُ أَخُو اْلمُسْلِمَ لَا یَظْـلِمُ وَلَایُظْلَمُ ـ منفق علیھ

Artinya : “Orang Muslim sesama muslim adalah saudara tidak boleh saling menzalimi dan dizalimi.”

وَااللهُ فِى عَوْنِ اْلعَـبْــدِ مَـا كَا نَ اْلعَـبْـدُ فِى عَـوْنِ أَخِـیْھِ ـ رواه مسلم

Artinya : “Dan Allah senantiasa menolong hambanya selama hamba Nya itu menolong Saudaranya”(HR. Muslim)

سَ االلهُ عَـنْـھُ كُرْبَــةً
َ نْـیَـا نَفَ
مِنْ كُـرَ بَ الد
مَنْ نَفَّـسَ عَـنْ مُـؤْ مِـنٍ كُـرْ بَـة
مِنْ كُـرَ بٍ یَـوْ مَ اْلقِبَــا مَـةِ ـ رواه مسلم

Artinya : “Dan barang siapa memberikan jalan keluar kepada sesama muslim dari problem hidupnya, maka Allah akan berikan jalan keluar baginya dari kesulitan di akhirat”(HR. Muslim)

ُّ نْـیَا وَلْأ خِــرَةِ ـ رواه مسلم
وَمَنْ سَــتَرَ مُسْـــلِمًا سَــتَرَةُااللهُ فِى الد

Artinya : “Dan barang siapa menutup aib/ cela seseorang muslim maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan diakhirat”(HR. Muslim)

Hadits-hadits ini menunjukkan bahwa Islam hadir untuk kebaikan dan kerahmatan bagi manusia. Setiap manusia, baik laki-laki maupun perempuan, berhak atas kerahmatan, kemaslahatan, kebaikan dan keadilan.

Perintah untuk berbuat baik pada sesama juga termaktub dalam Al-Qur’an Surat Al-Hujurat Ayat 10 dan surat An Nisa ayat 36.

إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Artinya: Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. (QS Al Hujurat:10)

Surat An Nisa ayat 36,

وَٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا۟ بِهِۦ شَيْـًٔا ۖ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا وَبِذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْجَارِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْجَارِ ٱلْجُنُبِ وَٱلصَّاحِبِ بِٱلْجَنۢبِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُكُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

Artinya: Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.

Mengutip tafsir ringkas Kementerian Agama RI, ayat ini menekankan tentang perintah untuk menyembah Allah SWT yang menciptakan kamu dan pasangan kamu, dan jaangaanlan kamu sekali-kali mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah dengan sungguh-sungguh kepada kedua orang tua, juga kepada karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh walaupun tetangga itu nonmuslim, teman sejawat, ibnu sabil, yakni orang dalam perjalanan bukan maksiat yang kehabisan bekal, dan hamba sahaya yang kamu miliki.

Allah SWT tidak menyukai dan tidak melimpahkan rahmat dan kasih sayang-Nya kepada orang yang sombong dan membanggakan diri di hadapan orang lain. Ayat yang lalu ditutup dengan ungkapan ketidaksenangan Allah kepada orang-orang yang sombong dan membanggakan diri. Mereka itu adalah orang yang kikir, dan juga menyuruh orang lain agar berbuat kikir dengan cara menghalangi orang lain berinfak dengan ucapan, dan memberi contoh berinfak dengan jumlah yang sangat ke-cil, dan juga secara terus menerus menyembunyikan karunia yang telah diberikan Allah kepadanya dengan tidak mau menginfakkannya. Untuk itu, kami telah menyediakan hukuman untuk orang-orang kafir dalam bentuk azab yang menghinakan atas kesombongan mereka itu.

(dvs/lus)



Sumber : www.detik.com

Doa saat Angin Bertiup Kencang dan Hujan Lebat



Jakarta

Ada doa yang bisa dibaca ketika melihat atau merasakan angin bertiup kencang disertai hujan yang lebat. Doa ini diajarkan Rasulullah SAW dan bisa dipanjatkan agar mendapat perlindungan Allah SWT dari bencana.

Angin dan hujan merupakan tanda kekuasaan Allah SWT yang dapat dirasakan langsung oleh seluruh makhluk di Bumi. Dalam Al-Qur’an, hujan dan angin disebutkan dalam beberapa ayat, salah satunya dalam surat Al-Baqarah ayat 164,

إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ وَٱلْفُلْكِ ٱلَّتِى تَجْرِى فِى ٱلْبَحْرِ بِمَا يَنفَعُ ٱلنَّاسَ وَمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مِن مَّآءٍ فَأَحْيَا بِهِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَآبَّةٍ وَتَصْرِيفِ ٱلرِّيَٰحِ وَٱلسَّحَابِ ٱلْمُسَخَّرِ بَيْنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ


Artinya: Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

Angin dan hujan merupakan berkah yang diturunkan oleh Allah SWT sebagai bentuk rahmat-Nya. Namun ada kalanya angin dan hujan juga bisa menjadi azab yang diturunkan Allah SWT kepada umat yang dzalim.

Sebagaimana yang ditimpakan Allah SWT kepada Kaum ‘Ad di masa Nabi Hud. Kaum ‘Ad yang sombong akhirnya binasa diterjang angin dan hujan badai.

Kisah ini diabadikan dalam Al-Quran surat Al-Aḥqaf ayat 24, Allah SWT berfirman:

فَلَمَّا رَاَوْهُ عَارِضًا مُّسْتَقْبِلَ اَوْدِيَتِهِمْ قَالُوْا هٰذَا عَارِضٌ مُّمْطِرُنَا ۗبَلْ هُوَ مَا اسْتَعْجَلْتُمْ بِهٖ ۗرِيْحٌ فِيْهَا عَذَابٌ اَلِيْمٌۙ

“Maka, ketika melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, mereka berkata, “Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kita.” (Bukan,) tetapi itu azab yang kamu minta agar disegerakan kedatangannya, (yaitu) angin yang mengandung azab yang sangat pedih.

Imam Abu Bakr al-Thuthusyi al-Andalusi dalam kitabnya, al-Du’a al-Ma’tsûr wa Âdâbuhu wa Mâ Yajibu ‘alâ al-Dâ’î Ityâ’nuhu wa Ijtinâbuhu menuliskan hadits yang diriwayatkaan Abu Daud, Ahmad dan Baihaqi, Rasulullah ketika melihat awan hitam yang kelam. Beliau akan meninggalkan semua pekerjannya dan langsung membaca doa.

Doa Ketika Angin Kencang dan Hujan Lebat

Merangkum buku Panduan Lengkap Shalat, Doa, Zikir & Shalawat karya Ust Enjang Burhanudin Yusuf, M.Pd, ada bacaan doa yang bisa dibaca ketika angin berhembus kencang dan hujan turun dengan lebat.

Doa ketika angin bertiup kencang diriwayatkan dalam hadits Abu Dawud dan Ibnu Majah. Rasulullah bersabda agar umat islam berdoa ketika melihat angin kencang

“Maka apabila kalian melihat angin kencang, jangan lah kalian memakinya, tetapi minta lah kepada Allah kebaikannya dan berlindung lah kepada Allah dari kejahatannya.”

Adapun, doa angin kencang sesuai sunnah sebagai berikut

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا

Latin: Allahumma innii as’aluka khairahaa wa a’uudzubika min syarriha

Artinya: Ya Allah, sungguh aku mohon kepadaMu kebaikan angin ini, serta aku berlindung kepadaMu dari keburukannya.

Selain itu, doa ketika angin kencang lainnya yang diriwayatkan dalam hadits riwayat Muslim dan At Tirmidzi

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلْتَ بِهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلْتَ بِهِ

Latin: Allahumma innii as’aluka khairahaa wa khaira maa fiiha wa khaira maa ursilat bihi wa a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiiha wa syarri maa ursilat bihi.

Artinya: Ya Allah, sungguh aku mohon kepadaMu kebaikan angin ini, kebaikan apa yang ada padanya, dan kebaikan pada tujuan angin ini dihembuskan. Aku berlindung kepadaMu dari keburukan angin ini, keburukan apa yang ada padanya, dan keburukan tujuan angin ini dihembuskan.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW juga berdoa ketika melihat awan gelap dan angin yang berhembus kencang.

عن أبي هريرة قال: سمعت النبي صلي الله عليه وسلم يقول: الريح من روح الله تعالي تأتي بالرحمة وتأتي بالعذاب, فإذا رأيتموها فلا تسبوها واسألوا الله خيرها واستعيذوا بالله من شرها

Artinya: “Dari Sayyidina Abu Hurairah ra. beliau berkata: “Aku mendengar Nabi SAW bersabda: ‘Angin adalah bagian dari pemberian Allah, bisa membawa rahmat dan juga bisa membawa azab. Jika kalian melihatnya, jangan mencelanya, mohonlah kepada Allah kebaikannya dan berlindunglah kepada Allah dari keburukannya.”

Dari Sayyidah Aisyah ra. sesungguhnya Nabi SAW ketika melihat awan hitam di langit, beliau langsung meninggalkan pekerjaan, meskipun beliau sedang melakukan shalat, kemudian berucap: “Allahumma innî a’ûdzu bika min syarrihâ” (ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari keburukan awan ini).” Dan ketika turun hujan, beliau berucap: “Allahumma shayyiban nâfi’an (ya Allah turunkanlah hujan yang membawa manfaat dan kesenangan).”

Ibnul Qayyim mengatakan, “Ketika hujan semakin lebat, para sahabat meminta Nabi SAW supaya berdoa agar cuaca kembali menjadi cerah. Akhirnya beliau membaca doa.” Berikut bacaan doa Rasulullah SAW saat hujan deras.

اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Bacaan latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.” (HR Bukhari).

(dvs/lus)



Sumber : www.detik.com

Doa saat Terjadi Bencana Alam, Yuk Baca agar Dilindungi Allah SWT


Jakarta

Tidak ada yang tahu kapan bencana alam akan terjadi. Ketika tertimpa ataupun menyaksikan bencana, usahakan untuk selalu mengingat Allah SWT dengan berdoa kepada-Nya.

Bencana alam merupakan bentuk ujian Allah SWT kepada hamba-Nya. Melalui bencana alam seperti gunung meletus, banjir, tanah longsor atau bahkan tsunami, Allah SWT ingin melihat sejauh mana kesabaran hamba-Nya.

Dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah Ayat 155 dan 156, Allah SWT berfirman tentang adanya bencana dan musibah yang menimpa manusia,


وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ

Artinya: Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

Surat Al-Baqarah Ayat 156

ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوٓا۟ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ

Artinya: (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.

Di balik hadirnya bencana ini, tentu Allah SWT sudah menakar sesuai kemampuan hamba-Nya. Jadi setiap ujian yang diberikan, tentu sudah sesuai dengan batas kemampuan setiap orang.

Sebagai makhluk yang tidak berdaya tanpa kekuatan dan perlindungan dari Allah SWT, kita wajib memohon pertolongan saat dilanda bencana. Berdoa bisa menjadi cara untuk meminta pertolongan Allah SWT serta memohon agar diberi kesabaran, juga kekuatan.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda,

“Berlindunglah kalian kepada Allah dari kerasnya musibah, turunnya kesengsaraan yang terus menerus, buruknya qadha serta kesenangan musuh atas musibah yang menimpa kalian.” (HR. Bukhari)

Dalam hadits lain, dari Abu Sa’id al-Khudri dan Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda,

“Tidaklah seorang muslim ditimpa sesuatu seperti kelelahan, penyakit (yang tetap), kekhawatiran (terhadap sesuatu yang kemungkinan akan menyakitinya), kesedihan, gangguan, dan duka cita karena suatu kejadian, sampai duri yang menusuknya, kecuali Allah akan menggugurkan dosa-dosanya dengan sebab itu.” (HR. Bukhari no. 5642; Muslim no. 2572).

Doa saat Terjadi Bencana

Merangkum buku Setiap Saat Bersama Allah yang ditulis oleh Islah Gusmian, berikut adalah bacaan doa yang dapat dibaca saat melihat orang tertimpa bencana:

الـحَمْدُ لِلَّـهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّـا ابْتَلاكَ بِهِ، وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلاً

Arab-latin: Alhamdulillahilladzi afani mimmabtalaka bihi wafadhalani ‘ala katsirin mimman khalaqa tafdhila

Artinya: Segala puji bagi Allah yang menyelamatkan kami dari bencana yang menimpa ini, dan mengutamakan kami melebihi orang-orang dengan kelebihan yang nyata (HR Imam At-Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi, “Kitab Al-Da’awat”, nomor: 3353).

Adapun selain doa, terdapat juga ucapan yang dapat dilakukan sebagaimana yang Rasulullah lakukan. Saat mendengar musibah menimpa seseorang, Rasulullah SAW menganjurkan untuk senantiasa mengucapkan:

مِنْهَا خَيْرًا لَهُمْ فْ وَأَخْلِمُصِيبَتِهِمْ، فِي أجرْهُم اللَّهُمَّ رَاجِعُونَ، إِلَيْهِ وَإِنَّا لِلَّهِ إِنَّا

Arab-latin: Innalillahi wa inna ilaihi roji’un, Allahumma ajirhum fii mushibatihim, wa akhlif lahum khoiron minha

Artinya: Sesungguhnya kita milik Allah dan sungguh hanya kepada-Nya kita akan kembali. Ya Allah, berilah mereka pahala dalam musibah mereka dan berilah ganti yang lebih baik.

Doa Memohon Perlindungan dari Bencana

Doa bisa diamalkan kapan saja, termasuk ketika memohon perlindungan dari bencana. Amalkan doa ini seraya berpasrah kepada Allah SWT dan yakin bahwa hanya Allah SWT satu-satunya yang Maha Kuasa atas segala kejadian.

Berikut beberapa bacaan doa yang bisa dibaca untuk memohon perlindungan dari datangnya bencana:

1. Doa agar terhindar dari bencana

Dalam Hadits Abu Daud dan Tirmidzi dari Ustman bin Affan radhiyallahu’anhu, dirinya pernah mendengar Rasulullah SAW memanjatkan doa agar terhindar dari bahaya. Berikut bacaan doanya:

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Arab Latin: Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim.

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat). Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui).”

2. Doa memohon perlindungan

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَىَّ

Arab Latin: Allahumma inni a-‘udzu bika an adhilla aw udholla, aw azilla aw uzalla, aw azhlima aw uzhlama, aw ajhala aw yujhala ‘alayya.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu, janganlah sampai aku tersesat atau disesatkan (syaitan atau orang jahat), tergelincir atau digelincirkan orang lain, menganiaya atau dianiaya orang lain, dan berbuat bodoh atau dibodohi orang lain.” (HR Abu Dawud dan At Tirmidzi).

3. Doa memohon keselamatan

اَللَّهُمَّ عَافِنِى فِى بَدَنِى اللَّهُمَّ عَافِنِى فِى سَمْعِى اللَّهُمَّ عَافِنِى فِى بَصَرِ

Arab Latin: Allahumma afini fi badani allahumma afini fi sam’i allahumma afini fi bashari la ilaha illa anta.

Artinya : “Ya Allah, sehatkanlah badan ku. Ya Allah sehatkanlah pendengaranku. Ya Allah sehatkanlah penglihatanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau”.

4. Doa berlindung dari takdir buruk

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوْءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ.

Arab latin: Allahumma innii a-‘uudzubika min jahdil balaa-i, wa darakisy syaqaa-i, wa suu-il qadhaa-i, wa syamaatatil a’daa-i

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari susahnya bala (bencana), hinanya kesengsaraan, keburukan qadha’ (takdir), dan kegembiraan para musuh.” (HR Bukhari dan Muslim).

(dvs/lus)



Sumber : www.detik.com

Kumpulan Hadits tentang Adab Menurut Islam


Jakarta

Dalam Islam, segala sesuatu memiliki adabnya tersendiri. Adab erat kaitannya dengan perilaku mulia atau akhlakul karimah.

Mengutip buku Berguru Adab kepada Imam susunan Malik Masykur Lc, para ahli ibadah mendefinisikan adab sebagai kepandaian atau ketepatan mengurus segala sesuatu. Bahkan pada sejumlah hadits turut diterangkan mengenai adab.

Adab lebih tinggi kedudukannya daripada ilmu. Dijelaskan dalam buku Adab dan Doa Sehari-hari untuk Muslim Sejati oleh Toriq Aziz, orang cerdas yang tidak beradab dapat melakukan keburukan, kemaksiatan, dan kesewenang-wenangan.


Berikut sejumlah hadits tentang adab yang dapat dijadikan pedoman hidup seperti dinukil dari sumber yang sama dan arsip detikHikmah.

1. Adab Memberi Salam

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang berbunyi,

“Kamu memberi makan, menebarkan salam baik terhadap orang yang kamu kenal maupun terhadap orang yang tidak kamu kenal.” (HR Bukhari).

2. Adab Bertetangga

Terkait adab bertetangga juga dijelaskan dalam hadits riwayat Muslim, berikut bunyinya:

“Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak sempurna keimanan seseorang hingga ia menyukai bagi tetangganya apa yang ia sukai bagi dirinya.” (HR Muslim)

3. Adab ketika Menguap

Dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Menguap itu berasal dari setan. Oleh karena itu, apabila seorang di antara kalian menguap, maka tahanlah semampunya.” (HR Muslim)

4. Adab Berteman

Berteman juga ada adabnya tersendiri. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Majah,

“Jika kalian bertiga, maka janganlah dua orang dari kalian berbisik tanpa menyertakan orang ketiga, sebab hal itu akan membuatnya sedih.” (HR Ibnu Majah)

5. Adab ketika Buang Hajat

Nabi Muhammad SAW melarang umatnya membuang hajat di tempat yang sering dilalui oleh orang-orang. Hal ini termasuk ke dalam adab ketika buang hajat yang diriwayatkan oleh Muslim.

“Hati-hatilah dengan al la’nain (orang yang dilaknat oleh manusia)!” Para sahabatnya lantas bertanya, “Siapa itu al la’nain wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Mereka adalah orang yang buang hajat di jalan dan tempat bernaungnya manusia.” (HR Muslim)

6. Adab Mengucap Salam

Saat bertemu dengan saudara, seorang muslim hendaknya mengucap salam terlebih dahulu. Ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang tergolong sebagai adab mengucap salam dalam Islam,

“Bila seorang berjumpa dengan saudaranya sesama muslim, hendaknya ia mengucapkan: Assalaamu’alaikum warrahmatullaah (semoga keselamatan dan rahmat Allah atasmu).” (HR Ahmad)

(aeb/lus)



Sumber : www.detik.com