Tag Archives: hikmah

7 Hadits tentang Menjalin Silaturahmi yang Penuh Keutamaan


Jakarta

Menjalin silaturahmi adalah hal yang umum dilakukan oleh kaum muslimin terhadap orang terdekatnya. Baik itu keluarga, teman sejawat, saudara, kerabat, dan lain sebagainya.

Allah SWT bahkan sangat senang dengan hamba-Nya yang mengikat tali persaudaraan. Dalam sejumlah dalil bahkan disebutkan terkait keutamaan menjalin silaturahmi.

Menukil Keajaiban Shalat, Sedekah, dan Silaturahmi karya H Amirulloh Syarbini, istilah silaturahmi berasal dari dua kata gabungan dalam bahasa Arab, yaitu shilah dan ar-rahim. Secara bahasa kedua kata tersebut diartikan sebagai menghubungkan tali kekerabatan atau rasa kasih sayang terhadap sesama manusia.


Allah SWT berfirman dalam surah An Nisa ayat 36,

وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْجَارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْۢبِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ وَمَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًاۙ

Artinya: “Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.”

Selain dalil Al-Qur’an, ada juga sejumlah hadits yang menerangkan tentang silaturahmi. Merangkum arsip detikHikmah dan buku Ensiklopedi Akhlak Rasulullah Jilid 1 susunan Syaikh Mahmud Al-Mishri.

Kumpulan Hadits tentang Silaturahmi

1. Hadits Perintah Silaturahmi

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW menyebut terkait perintah silaturahmi yang berbunyi:

“Beribadahlah pada Allah SWT dengan sempurna jangan syirik, dirikanlah salat, tunaikan zakat, dan jalinlah silaturahmi dengan orang tua dan saudara.” (HR Bukhari)

2. Hadits Ancaman Memutus Tali Silaturahmi

Saking pentingnya silaturahmi, Allah SWT dan Rasulullah SAW bahkan menyebut terkait ancaman bagi orang yang memutus tali persaudaraan.

“Allah SWT yang Maha Besar dan Maha Kuasa berfirman: Aku adalah yang Maha Pengasih (Ar-Rahman). Aku membuat ikatan persaudaraan dan memberinya nama dari namaKu. Jika siapa saja mempertahankan ikatan silaturahmi, mempertahankan hubungan dengannya. Dan Aku akan memutus hubungan dengan siapa saja yang memutuskan silaturahmi.” (HR Abu Daud)

3. Hadits Manfaat Silaturahmi

Silaturahmi mengandung berbagai keutamaan, termasuk manfaat bagi mereka yang melaksanakannya. Rasulullah SAW bersabda,

“Ketika tamu datang pada suatu kaum, maka ia datang dengan membawa rezekinya. Ketika ia keluar dari kaum, maka ia keluar dengan membawa pengampunan dosa bagi mereka.” (HR Ad-Dailami)

4. Hadits Silaturahmi Dapat Melapangkan Rezeki

Silaturahmi dapat mendatangkan rezeki bagi siapa saja. Nabi Muhammadd SAW bersabda,

“Barangsiapa yang senang agar dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” (HR Bukhari)

5. Hadits Silaturahmi Memperpanjang Umur

Selain mendapat rezeki, silaturahmi juga dapat memperpanjang umur kaum muslimin sebagaimana bunyi sabda Rasulullah SAW,

“Silaturahmi dapat menambah umur, sedangkan sedekah dengan sembunyi-sembunyi dapat meredam murka Allah.” (HR Ath-Thabrani)

6. Hadits Silaturahmi Sebagai Penghapus Dosa

“Tidaklah dua orang muslim bertemu lalu saling bersalaman, kecuali keduanya diampuni dosanya sebelum keduanya berpisah.” (HR Abu Dawud)

7. Hadits Menjalin Silaturahmi Diganjar Surga

“Sembahlah Allah, janganlah berbuat syirik pada-Nya, dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan jalinlah tali silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat).” (HR Bukhari)

(aeb/kri)

Sumber : www.detik.com

Image : unsplash.com/ David Rodrigo

Teks Doa Hari Kesaktian Pancasila 2023, Bisa Dibaca saat Upacara



Jakarta

Doa Hari Kesaktian Pancasila bisa dibaca saat menggelar upacara di instansi pemerintah ataupun satuan pendidikan. Doa ini berisi permohonan kepada Allah SWT sang Maha Pencipta agar senantiasa mendapatkan curahan perlindungan dan kasih sayang.

Hari Kesaktian Pancasila termasuk salah satu peringatan nasional yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober. Tahun ini Hari Kesaktian Pancasila jatuh pada hari Minggu, 1 Oktober 2023.

Setiap memperingati Hari Kesaktian Pancasila, pemerintah akan menghimbau masyarakat untuk melakukan upacara sebagai bentuk penghormatan. Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang pedoman hidup masyarakat dalam berbangsa dan bernegara.


Penyelenggaraan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2023 digelar di tingkat pusat, daerah, kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri, dan satuan pendidikan.

Adapun tema upacara Hari Kesaktian Pancasila 2023 adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Maju”.

Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2023

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلاةُ وَالسَّلامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Penyayang,
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih

Pagi ini kami berkumpul di tempat dan waktu yang Engkau rahmati.

Kami bersimpuh, tengadahkan tangan, persembahan puja-puji.
Kami bersyukur atas kemerdekaan serta anugerah yang tak terbilang dan tercurah di bumi pertiwi.

Dalam suasana yang penuh kekhidmatan ini, kami dengan rendah hati menyampaikan penghormatan, pujian, syukur, dan doa kepada-Mu. Kami memohon rahmat dan kasih sayang-Mu untuk para pahlawan kesatria kusuma bangsa, yang telah mendahului kami.

Sesuai dengan janji-Mu ya Allah, lipat gandakanlah pahala atas keikhlasan pengabdian dan pengorbanan mereka. Terimalah dharma bakti dan amal shaleh mereka, jadikanlah mereka sebagai syuhada dan pahlawan bangsa yang Engkau ridhai. Dekatkanlah mereka di sisi-Mu ya Allah dan dekatkanlah pula hati kami dengan semangat juang mereka.

Ya Allah, Tuhan Maha Pemersatu,

Jadikanlah Hari Kesaktian Pancasila ini sebagai momentum agar dapat merekatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa kami, jauhkanlah bangsa kami dari perselisihan dan perpecahan. Limpahkanlah karunia-Mu, baik yang datang dari langit maupun dari bumi. Mantapkan tekad kami untuk membangun negara dan bangsa kami untuk menjadi bangsa yang beriman, bertaqwa, berakhlaq mulia, makmur, adil, dan sejahtera, Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbun Ghafur.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Penyayang,

Berilah kami dan para pemimpin kami kekuatan dan keteguhan hati untuk menegakkan kebenaran dan mengedepankan keadilan. Tanamkanlah dalam diri kami dan para pemimpin kami kebijaksanaan dalam berpikir, kecermatan dalam bertindak, serta kejujuran dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kami. Semoga setiap langkah yang kami lakukan membawa manfaat yang berarti bagi bangsa dan negara kami.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Bijaksana,

Tegurlah kami jika kami lupa dan khilaf atau melakukan kesalahan dalam hidup bermasyarakat. Janganlah Engkau memberikan beban yang berat kepada kami seperti yang Engkau berikan kepada generasi sebelum kami. Janganlah Engkau membebani kami dengan hal-hal yang kami tidak mampu memikulnya. Berikanlah pengampunan, maaf, dan rahmat-Mu kepada kami. Engkaulah Penolong kami yang sejati.

Ya Allah Tuhan Yang Maha Pengampun dan Pengabul segala Do’a,

Ya Allah, ampunilah segala dosa kami, dosa ibu bapak kami, dosa guru kami, dosa para pemimpin kami, dan dosa para pendahulu kami. Terimalah amal dan perjuangan kami yang telah kami lakukan. Kabulkanlah permohonan dan doa kami, karena Engkaulah Yang Maha Pengampun dan Maha Mengabulkan segala doa.

رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْإِيْمَانِ وَلاتَجْعَلْ فِي قُلُوْبِنَا غِلَا لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. بِفَضْلِ سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

Doa upacara Hari Kesaktian Pancasila ini dapat digunakan oleh berbagai instansi ataupun masyarakat umum yang memperingati serta menggelar upacara Hari Kesaktian Pancasila 2023.

(dvs/erd)

Sumber : www.detik.com

Image : unsplash.com/ Fahrul Azmi

5 Hadits tentang Zina, Salah Satunya Jadi Tanda Kiamat


Jakarta

Zina merupakan perbuatan yang dikecam dan dilarang dalam Islam. Kata zina berasal dari bahasa Arab زَنَى-يَزَنِي- زِنًى- وزِناَءً yang artinya adalah berbuat nista.

Perbuatan zina termasuk bagian dari dosa besar yang paling dibenci oleh Rasulullah SAW. Allah SWT bahkan melarang hamba-Nya untuk mendekati segala sesuatu yang dapat menjerumuskannya ke jurang perzinaan.

Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi melalui Kitab Minhajul Muslim mengartikan zina sebagai perbuatan haram dengan melakukan hubungan badan, baik melalui kemaluan atau dubur oleh dua orang yang bukan pasangan suami istri. Dalam Al-Qur’an, zina dikatakan perbuatan yang keji dan jalan yang buruk.


Allah SWT berfirman dalam surat Al Isra ayat 32,

وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا

Artinya: “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”

Dalam sejumlah hadits diterangkan juga mengenai zina. Berikut bahasannya yang dinukil dari buku Zina: Problematika dan Solusinya susunan Prof Dr Fadhel Ilahi.

Hadits yang Membahas Tentang Zina

1. Hadits Larangan Zina

Dari Utsman bin Affan RA ia mendengar Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Tidak halal darah seorang muslim kecuali karena salah satu dari tiga perkara berikut: Lelaki yang berzina sedangkan ia telah menikah (muhsan), maka dirajam hingga mati, atau lelaki yang membunuh jiwa tanpa alasan yang dibenarkan, atau lelaki yang murtad setelah Islam.” (HR Ibnu Majah)

2. Hadits Orang yang Berzina Tidak Dikabulkan Doanya

Dari Utsman bin Abu al-Ashr bahwa Nabi SAW bersabda:

“Pintu-pintu langit akan dibuka pada pertengahan malam, lalu berserulah malaikat, ‘Siapa saja yang berdoa pasti akan dikabulkan. Siapa saja yang meminta pasti akan diberi. Siapa saja yang dalam kesulitan, akan diringankan.’ Tak henti-hentinya seorang muslim berdoa melainkan telah dikabulkan oleh Allah SWT kecuali wanita pezina yang berkeliaran menjajakan kemaluannya atau pencatut (uang rakyat).”

3. Hadits tentang Hukuman Bagi Pezina

Dari Ubadah bin Shamit RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Belajarlah dariku, belajarlah dariku. Allah telah memberi jalan keluar bagi mereka: Perjaka yang berzina dengan gadis didera seratus kali dan diasingkan. Laki laki yang sudah menikah berzina dengan perempuan yang sudah menikah, didera seratus kali dan dirajam.” (HR Muslim)

4. Hadits Pezina Diazab Pedih di Akhirat Kelak

“Pada suatu malam aku bermimpi melihat dua orang laki-laki menghampiriku, seraya berkata, ‘Pergilah.’ Lalu kami pergi ke sebuah lubang seperti tungku yang atasnya sempit dan bagian bawahnya luas, dan api menyala-nyala dari bawah tungku itu. Setelah mendekat, tiba-tiba isi tungku terangkat hingga hampir keluar. Ketika api dingin mereka kembali masuk ke dalam tungku, yang ternyata di dalamnya sekelompok laki-laki dan perempuan yang telanjang. Lalu aku bertanya, ‘Siapa mereka ini?’ Dua orang itu menjelaskan, …, dan yang engkau lihat dari lubang itu adalah para pezina…” (HR Bukhari)

5. Hadits Zina sebagai Tanda Datangnya Kiamat

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya di antara tanda-tanda kiamat yaitu diangkatnya ilmu dan kebodohan tampak jelas, dan banyak yang minum khamar dan banyak orang berzina secara terang-terangan.” (HR Bukhari dan Muslim).

(aeb/erd)

Sumber : www.detik.com

Image : unsplash.com/ Dwi Asy Syafa’Atul Ulyah

5 Doa Mohon Rezeki Halal dan Berkah agar Dicukupkan Semua Kebutuhan



Jakarta

Islam mengajarkan kepada umatnya untuk senantiasa berusaha diiringi dengan doa agar dapat memperoleh rezeki halal dan berkah. Dalam Al-Qur’an, umat manusia telah diperintahkan untuk mencari rezeki yang halal sebagaimana termaktub dalam surat Al-Baqarah ayat 168, Allah SWT berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ كُلُوا۟ مِمَّا فِى ٱلْأَرْضِ حَلَٰلًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

Latin: Yā ayyuhan-nāsu kulụ mimmā fil-arḍi ḥalālan ṭayyibaw wa lā tattabi’ụ khuṭuwātisy-syaiṭān, innahụ lakum ‘aduwwum mubīn


Artinya: “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS Al-Baqarah: 168).

Mengutip dari buku Minhajul Muslimah karya Muhammad Syafii Masykur, rezeki halal adalah rezeki yang diperoleh dengan jalan kebaikan yang dihalalkan oleh Allah dan Rasulullah SAW. Sedangkan rezeki yang berkah berarti rezeki yang membuat kebaikan seseorang bertambah.

Berikut ini dipaparkan beberapa doa mohon rezeki halal dan berkah yang bisa diamalkan setiap hari oleh umat muslim berdasarkan buku Kumpulan Doa Pembuka Rezeki karya Ust. Fayumi Al-Maliki.

Kumpulan Doa Mohon Rezeki Halal dan Berkah

1. Doa Mohon Rezeki Halal dan Berkah

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُولِكَنَبِيِّ الرَّحْمَةِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ عَدَدَ مَا أَحَاطَ به علمُكَ وَجَرَى به قَلَمُكَ وَنَفَذَ به حُكْمُكَ اللَّهُمَّ يَا مَنْ بَيَدِهِ حَزَائِنُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ يَقُولُ لِلشَّيْءٍ كُنْ فَيَكُونُ أَسْأَلُكَ اَنْ تُصَلِّيَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَأَنْ تُعَافِيَنِي مِنَ الدَّيْنِ وَتُغْنِنِي مِنَ الفَقْرِ وَأَنْ تَرْزُقَنِي رِزْقًا حَلَالًا واسعًا مُبَارَكًا فِيهِ وَانْتَقْضِيَ جَمِيْعَ حَاجَتِي وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Latin: Allahumma sholli ‘alaa sayyidina muhammad ‘abdika wa rasulika nabiyyir rahmati wa ‘alaa aalihii wa shahbihii wa sallama ‘adada maa ahaatha bihii ‘ilmuka wa jaraa bihii qalamuka wanafadza bihi hukmuka. Allahumma yaa man biyadihii khazaa’inus samaawaati wal ardhi, wa man yaquulu lisyai’in kun fayakuun, as ‘aluka antushalliya ‘alaa sayyidina muhammadin wa ‘alaa aali sayyidinaa muhammadin wa an tu’aafiyanii minad daini wa tughninii minal faqri wa an tarzuqanii rizwan halaalan waasi’an mubaarakan fiihii wa an taqdhiya jamii’a haajatii wa shallallahu ‘alaa sayyidina muhammadin wa ‘alaa aalihii wa shahbihi wasallam.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat-Mu kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, seorang hamba dan juga Rasul-Mu, Nabi pembawa rahmat, dan kepada semua keluarga serta sahabatnya. Limpahkanlah salam kesejahteraan sebanyak bilangan sesuatu yang berada di bawah pengetahuan-Mu dan sejalan dengan perjalanan pena-Mu dan sesampainya hukum-Mu karenanya. Ya Allah, wahai Dzat yang Maha menguasai rahasia-rahasia langit dan bumi, wahai Dzat yang Maha menghendaki berkata kepada sesuatu dengan kun fayakun (jadi maka jadilah), aku memohon agar hendaknya Engkau melimpahkan rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, dan kepada semua keluarganya dan hendaknya Engkau menyelamatkan diriku dari hutang. Hendaklah Engkau memberi kecukupan kepadaku dari kefakiran, dan melimpahkan rezeki kepadaku dengan rezeki yang halal lagi luas, mengandung keberkahan di dalamnya. Hendaklah Engkau meluluskan semua hajat keperluanku dan semoga Engkau senantiasa melimpahkan rahmat dan salam kesejahteraan-Mu kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW dan semua keluarga serta para sahabatnya.”

2. Doa Mohon Rezeki Melimpah dan Baik

اللَّهُمَّ يَا أَحَدُ يَا وَاحِدُ يَا مَوْجُوْدُ يَا جَوَّادُ يَابَاسِطُ يَا كَرِيمُ يَاوَهَّابُ يَاذَا الطُّوْلِ يَاغَنِيُّ يَا مُغْنِي يَافَتَاحُ يَارَزَّاقُ يَا عَلَيْمُ يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ يَارَحْمَنُ يَا رَحِيمُ يَابَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ يَاذَا جَلَالِ وَالْإِكْرَامِ يَا حَنَّانُ يَامَنَّانُ الْفَحْنِي مِنْكَ بِنَفْحَةِ خَيْرٍ تُغْنِنِي عَمَّنْ سَوَاكَ

Latin: Allaahumma yaa ahadu ya waahidu ya maujuudu yaa jawwaadu yaa baasithu yaa kariimu ya wahhaabu yaa dzath thauli yaa ghaniyyu yaa mughnii yaa fattaahu yaa razzaaqu yaa ‘aliimu yaa hayyu yaa qayyuumu yaa rahmaanu yaa rahiimu yaa badii’us samaawati wal ardhi yaa dzal jalaali wal ikraam yaa hannaanu yaa mannaanu infahnii minka binafhati khairin tughninii ‘amman siwaaka.

Artinya: “Ya Allah, wahai Dzat yang Maha Esa tiada terbagi-bagi, wahai Dzat yang Maha Esa tiada bersekutu, wahai Dzat yang Maujud, wahai Dzat yang Maha Pemurah, wahai Dzat yang Maha Pembagi, wahai Dzat yang Maha Mulia, wahai Dzat yang Maha Pemberi, wahai Dzat yang Memiliki Anugrah, wahai Dzat yang Maha Kaya, wahai Dzat yang Maha Pemberi wahai Dzat yang Maha pembuka pintu rezeki, wahai Dzat yang Maha Mengetahui, wahai Dzat yang Maha Hidup, wahai Dzat yang Maha Pengasih, wahai Dzat yang Maha Penyayang, wahai Dzat yang Maha Pemberi Anugrah, limpahkanlah rezeki dari-Mu dengan kelimpahan sebaik-baiknya yang dapat memberikan kecukupan bagi diriku, terlepas dari pengharapan pemberian siapapun selain Engkau.”

3. Doa Mohon Rezeki Halal dan Cukup

اللَّهُمَّ يَا أَحَدُ يَا وَاحِدُ يَا مَوْجُوْدُ يَا جَوَّادُ يَابَاسِطُ يَا كَرِيمُ يَاوَهَّابُ يَاذَا الطُّوْلِ يَاغَنِيُّ يَا مُغْنِي يَافَتَاحُ يَارَزَّاقُ يَا عَلَيْمُ يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ يَارَحْمَنُ يَا رَحِيمُ يَابَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ يَاذَا جَلَالِ وَالْإِكْرَامِ يَا حَنَّانُ يَامَنَّانُ الْفَحْنِي مِنْكَ بِنَفْحَةِ خَيْرٍ تُغْنِنِي عَمَّنْ سَوَاكَ

Latin: Allaahumma yaa ghaniyyu, yaa hamiidu, yaa mubdi’u yaa mu’iidu yaa rahiimu yaa waduudu, aghnini bihalaalika ‘an haraamika, wa bithaa’atika ‘an ma’shiyatika, wa bifadhlika ‘amman siwaaka.

Artinya: “Ya Allah, wahai Dzat yang Maha Kaya, Dzat yang Maha Terpuji, Dzat yang Maha Memulai, Dzat yang Maha Mengembalikan, Dzat yang Maha Pengasih, Dzat yang Maha Penyayang, kayakanlah pada diriku akan rezeki yang halal, jauhkan dari rezeki yang haram, dan dengan ketaatan kepada-Mu jauh dari perilaku maksiat kepada-Mu dan dengan kecukupan-kecukupan karunia-Mu jauh dari siapapun selain Engkau.”

4. Doa Mohon Dimudahkan Mendapat Rezeki

اللَّهُمَّ يَاغَنِيُّ يَا حَمِيْدُ يَا مُبْدِعُ يَا مُعِيْدُ يَا رَحِيْمُ يَاوَدُودُ أَغْنِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَبِطَاعَتِكَ عَنْ مَعْصِيَتِكَ وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Latin: Allaahumma inni as’aluka an tarzuqanii rizqan halaalan waasi’an thayyiban min ghairi ta’bin wa laa masyaqqatin wa laa dhairin wa laa nashabin innaka ‘alaa kulli syai’in qadiir.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar melimpahkan rezeki untukku berupa rezeki yang halal, luas, dan tanpa susah payah, tanpa memberatkan, tanpa membahayakan, dan tanpa meletihkan dalam memperolehnya. Sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu.”

5. Doa Mohon Rezeki yang Membawa Kebahagiaan

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِي رِزْقًا حَلَالًا وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعْبِ وَلَامَشَقَّةٍ وَلَاضَيْرٍ وَلَا نَصَبٍ أَنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Latin: Allahumma asyba’ta wa arwaita fahanni’naa wa razaqtanaa fa aktsarta wa athabta fazidnaa. Allahumma qannni’nii bima razaqtani wa baariklii fiihi wakhluf ‘alayya kulla ghaa ‘ibatin lii bi khairin.

Artinya: “Ya Allah, Engkau telah mengenyangkan dan menyegarkan, maka berilah kenikmatan kepada kami. Engkau telah memberikan rezeki kepada kami maka perbanyaklah. Engkau telah membaguskan maka tambahlah kami. Ya Allah, berilah aku rasa kecukupan terhadap rezeki yang telah Engkau berikan kepadaku dan berkahilah di dalamnya. Berilah ganti setiap sesuatu yang hilang dariku dengan ganti yang lebih baik.”

Itulah 5 doa mohon rezeki halal dan berkah yang bisa diamalkan sehari-hari. Semoga bermanfaat ya, detikers!

(lus/lus)



Sumber : www.detik.com

Zikir Ya Hayyu Ya Qayyum agar Dimudahkan Segala Urusan



Jakarta

Zikir Ya Hayyu Ya Qayyum merupakan zikir yang dipanjatkan Rasulullah SAW saat menghadapi suatu masalah. Harapannya Allah SWT akan memberikan kemudahan atas kesulitan yang kita hadapi.

Bacaan zikir Ya Hayyu Ya Qayyum dijelaskan oleh Ibnul Qayyim al-Jauziyah dalam Kitab Al-Jawabul Kafi Liman Saala ‘Anid Dawaaisy-Syafi sebagaimana dinukil Ustadz Syauqi Abdillah Zein dalam buku Jurus-Jurus Langit Pengguyur Rezeki, bahwa Ya Hayyu Ya Qayyum dikenal sebagai Ismullahil ‘Adzham.

Ismul a’dzham atau Ismullahil a’dzham merupakan nama Allah SWT yang paling agung yang ada di dalam Al-Qur’an. Maka, apabila berzikir atau berdoa menggunakan nama-nama ini, doa kita akan dikabulkan oleh Allah SWT.


“Ismullah al-A’dzham yang jika digunakan untuk berdoa, maka Allah SWT akan mengabulkan doanya, (yakni) yang terdapat dalam tiga surah Al-Qur’an, yaitu surah Al-Baqarah, surah Ali Imran, dan surah Thaaha.” (HR Ibnu Majah, Hakim, dan Thabrani)

Imam Ghazali juga menjelaskan mengenai keutamaan Ya Hayyu Ya Qayyum. Menurutnya, orang yang mengalami kesusahan dan menghadapi berbagai masalah sangat dianjurkan untuk memperbanyak membaca, “Ya Hayyu Ya Qayyum Birahmatika Astaghisu” (Wahai Dzat yang Maha Hidup dan yang Maha Berdiri Sendiri, dengan segala rahmat Engkau-lah aku memohon bantuan.)

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam Kitab Al-Jawabul Kafi Liman Saala’Anid Dawaaisy-syafi turut menukil sejumlah riwayat yang menjelaskan bahwa Rasulullah SAW senantiasa berzikir dengan bacaan Ya Hayyu Ya Qayyum saat mendapat suatu masalah.

Abu Hurairah RA berkata, “Apabila Rasulullah SAW menghadapi suatu masalah, beliau mengangkat kepalanya ke langit, jika bersungguh-sungguh dalam berdoa, beliau mengucapkan ‘Ya Hayyu, Ya Qayyum.” (Jami’ Tirmidzi)

Al-Qasim mencari ayat-ayat tersebut ternyata adalah “al-Hayyu al-Qayyum.”

Tirmidzi berkata, “Ini adalah hadits shahih.”

Hamid Ahmad ath-Thahir dalam buku Ensiklopedia Doa, menjelaskan mengenai doa dalam segala keadaan, terutama saat sedang dalam kesulitan.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, bahwasanya Rasulullah SAW ketika sedang dalam kesempitan berdoa,

لاَ إِلَهَ إلا الله العَظِيمُ الْحَلِيمُ، لاَ إلَهَ إِلا اللَّهُ رَبُّ العَرْشِ الْعَظِيمِ، لَا إِلَهَ إِلا اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ السَّبْعُ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

Artinya: “Tidak ada ilah selain Allah Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tidak ada ilah selain Allah Pemilik ‘Arasy yang agung. Tidak ada ilah selain Allah Rabb Sang Pemilik ke tujuh tingkat langit, Sang Pemilik bumi, dan Sang Pemilik ‘Arasy yang mulia.”

Diriwayatkan dari Abu Umamah dari Nabi SAW beliau bersabda,

إن اسْمَ اللهِ الْأَعْظَمِ فِي ثَلَاثِ سُوَرٍ مِنَ الْقُرْآنِ، فِي سُوْرَةِ الْبَقَرَةِ، وَآلِ عِمْرَانَ، وَطَهَ قَالَ الْقَاسِمُ: فَالْتَمِسْتَهَا إِنَّهُ: الْحَيُّ الْقَيُّومُ

Artinya: “Sesungguhnya nama Allah yang agung itu ada pada tiga surah Al-Qur’an, yakni surah Al-Baqarah, Ali Imran, dan Thaaha.” Kata Al-Qasim, “Setelah aku cari, ternyata hal itu ada pada satu ayat, yakni Al-Hayyu Al-Qayyum (Yang Maha hidup lagi Maha Mengurus Makhluk).” (Hadits ini hasan)

Bacaan Ya Hayyu Ya Qayyum Arab dan Artinya

يَاحَيُّ يَا قَيُّومُ

Ya Hayyu ya Qayyum

Artinya: “Wahai Sang Mahahidup dan Sang Mahamandiri.”

(kri/kri)



Sumber : www.detik.com

Apa Arti Syafakillah dan Syafakallah? Bisa jadi Doa ketika Menjenguk Orang Sakit



Jakarta

Tatkala menjumpai bahwa orang terdekat baik kenalan, teman, saudara, kerabat, dan anggota keluarga yang sakit maka kerap kali kita mengucapkan ‘syafakillah‘ atau ‘syafakallah’. Ungkapan ini bermakna doa bagi kesembuhan.

Ungkapan syafakillah dan syafakallah terbilang familier di masyarakat, bahkan semakin populer. Hal ini tentu menjadi tren yang positif karena mendoakan sesama saudara muslim adalah amalan yang terpuji di mata Allah.

Lantas, apa sebenarnya arti dan makna dari syafakillah dan syafakallah?


Anjuran Menjenguk Orang Sakit

Imam Muslim meriwayatkan beberapa hadits tentang keutamaan menjenguk orang yang sedang sakit. Hadits tersebut berbunyi: “Sesungguhnya seorang Muslim ketika menjenguk saudaranya sesama muslim, maka dia senantiasa berada di khurfah surga hingga ia kembali.”

Khurfah surga yang dimaksud dalam hadits tersebut maksudnya adalah kebun, sebagaimana dijelaskan dalam buku Adab Menjenguk Orang Sakit yang ditulis oleh Hafidz Muftisany, seseorang yang menjenguk orang sakit akan mendapat pahala yang banyak seperti halnya orang yang berada di kebun surga Allah SWT.

Mengutip buku Fiqih Ibadah Bagi Orang Sakit dan Bepergian oleh Enang Hidayat, M.Ag. dijelaskan menurut Ibnu Taimiah, menjenguk orang sakit yang beragama Islam hukumnya fardhu kifayah, artinya wajib dilakukan tetapi apabila sudah dilakukan oleh muslim yang lain maka gugur kewajiban tersebut.

Sedangkan Ibnu Hazm berpendapat, menjenguk orang sakit beragama Islam hukumnya fardhu, sekalipun hanya sekali. Akan tetapi, beliau tidak menjelaskan lebih lanjut terkait hukum fardhu tersebut, apakah fardhu ‘ain atau fardhu kifayah.

Namun, berdasarkan kesepakatan para ulama (ijma’), hukum menjenguk orang sakit hukumnya sunnah. Hal ini didasarkan pada anjuran Rasulullah yang selalu mendoakan orang sakit karena menurut beliau, banyak sekali manfaat yang didapat apabila kita menjenguk orang yang sakit.

Bagi orang yang menjenguk, dapat mengambil hikmah dan pelajaran atas sakit yang diderita oleh orang yang sakit. Adapun bagi orang yang sakit, dapat menjadi penghiburan sehingga orang tersebut mendapat kekuatan untuk melawan penyakitnya tersebut.

Bahkan, meskipun terkesan sepele, menjenguk orang yang sakit juga dapat menjaga tali silaturahmi yakni dengan mengirimkan dukungan dan doa kepada orang lain.

Arti Syafakillah dan Syafakallah

Syafakillah atau syafakallah diambil dari hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ مُذْهِبَ الْبَاسِ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِى لاَ شَافِىَ إِلاَّ أَنْتَ ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

Arab-latin: “Allahumma rabban naas mudzhibal ba’si isyfi antasy-syaafii laa syafiya illaa anta syifaa’an laa yughaadiru saqoman.”

Artinya: “Ya Allah Wahai Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakitnya, sembuhkanlah ia. (Hanya) Engkaulah yang dapat menyembuhkannya, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dariMu, kesembuhan yang tidak kambuh lagi.” (HR. Bukhari, no. 5742; Muslim, no. 2191).

Dikutip dari buku Menulis Buku, Alternatif bagi Guru oleh Ardhi Aditya, syafakallah (شفاك الله) merupakan ucapan doa bagi orang yang sakit, yang artinya “Semoga Allah menyembuhkanmu.”

Jika orang yang sakit itu perempuan, maka ucapan itu berubah menjadi syafakillah. Jadi, yang membedakan keduanya hanya kepada siapa doa tersebut ditujukan, tergantung subjeknya.

Untuk orang ketiga aturannya secara kebahasaan berbeda lagi. Misalnya, dalam kasus ada kabar bahwa seorang saudara jauh sedang sakit. Maka kalimat yang dikatakan adalah syafahullah jika yang sakit laki-laki dan syafahallah jika yang sakit perempuan.

Kedua kalimat berikut berarti, “Semoga Allah menyembuhkannya.”

Doa Menjenguk Orang Sakit

Selain doa singkat syafakillah dan syafakallah, kita juga dapat memanjatkan doa agar orang yang sakit segera diangkat penyakit serta dosa-dosanya oleh Allah SWT.

Ini juga dapat menjadi bentuk dukungan dalam kebaikan, sebagaimana doa yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW ketika menjenguk orang sakit.

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا

Arab latin: Allahumma rabban naasi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syaafi. Laa syaafiya illā anta syifaa’an lā yughaadiru saqaman.

Artinya: “Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri.”

Dalam menjenguk, hendaknya juga memperhatikan adab seperti misalnya menutup aurat, membawakan buah tangan dengan ikhlas meski sederhana, dan juga berkata baik karena perkataan tersebut dapat menjadi doa, utamanya akan kesembuhan.

Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Ummu Salamah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila kalian menghadiri orang yang sakit atau mayit maka ucapkanlah ucapan yang baik karena sesungguhnya malaikat mengaminkan atas apa yang kalian ucapkan.”

Demikian penjelasan dari syafakillah dan syafakallah yang banyak digunakan orang untuk mendoakan orang sakit. Semoga dapat menjadi amalan saat menjenguk keluarga atau kerabat yang sakit.

(dvs/dvs)



Sumber : www.detik.com

8 Doa Keselamatan Dunia Akhirat Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya



Jakarta

Doa keselamatan dunia dan akhirat bisa diamalkan muslim setiap hari seusai mengerjakan sholat fardhu. Memohon keselamatan dunia maupun akhirat oleh Allah SWT menjadi hal yang sudah seharusnya diminta oleh seorang hamba kepada Tuhannya.

Dalam Islam, bacaan doa keselamatan dunia akhirat dipanjatkan agar seorang muslim mendapat kebaikan dalam sgala urusan di dunia maupun akhirat.

Doa keselamatan dunia akhirat menjadi salah satu bacaan yang paling sering dipanjatkan oleh Rasulullah SAW. Bahkan, Allah SWT menyukai seseorang yang sering berdoa, sebagaimana firmannya dalam surah Al Mu’min ayat 60.


وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ

Arab latin: Wa qāla rabbukumud’ụnī astajib lakum, innallażīna yastakbirụna ‘an ‘ibādatī sayadkhulụna jahannama dākhirīn

Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina,”

Imam Nawawi dalam Kitab Al Adzkar menyebut Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa Allah akan mengabulkan doa dari setiap muslim. Ia meriwayatkan dalam Sunan At Tirmidzi dari Ubaddah bin Ash-Shamit bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Di muka Bumi ini tidak ada seorang muslim yang berdoa kepada Allah dengan suatu doa, melainkan Allah memberikannya, atau Allah memalingkannya dari keburukan semisalnya, selama dia tidak berdoa dengan dosa atau memutus tali silaturahmi.” Seorang lelaki berkata, “Kalau begitu kita memperbanyak doa.” Rasulullah SAW bersabda, “Allah lebih memperbanyak mengabulkan,” (HR At Tirmidzi).

Oleh karenanya, apabila seorang muslim memohon keselamatan di dunia dan di akhirat bagi dirinya melalui doa, maka pasti Allah akan mengabulkan. Berikut bacaan doa yang bisa dilafalkan, yang dinukil dari buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki tulisan KH Sulaeman Bin Muhammad Bahri dan Kitab Al Adzkar.

Doa Memohon Keselamatan Dunia Akhirat

1. Doa Keselamatan Dunia Akhirat Versi Kesatu

اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الْأُمُوْرِ كُلّهَا وَأَجِرْنَا مِنْ حِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْأَخِرَةِ

Arab latin: Allahumma ahsin ‘aaqibatanaa fil umuuri kullihaa wa ajirnaa min hizyid dunyaa wa ‘adzaabil aakhirah

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah semua perkara kami berakhir dengan baik dan selamatkanlah kami dari menerima malu di dunia dan adzab di akhirat,”

2. Doa Keselamatan Dunia Akhirat Versi Kedua

اللهم الطف بي في تيسير كل عسير، فإن تيسير كل عسير عليك يسير، وأسألك اليسر والمعافاة في الدنيا والآخرة

Arab latin: Allaahummalthuf bii fii taisiiri kulli ‘asiirin, fa inna taisiira kulli ‘asiirin ‘alaika yasiir, as ‘alukal yusra wal mu’aafaata fid dun-yaa wal aakhirati

Artinya: “Ya Allah, berilah taufik, kebajikan, atau kelembutan kepadaku dalam hal kemudahan pada setiap kesulitan, karena sesungguhnya kemudahan pada setiap yang sulit adalah mudah bagiMu, dan aku mohon kemudahan serta perlindungan di dunia dan di akhirat,” (HR Thabrani).

3. Doa Keselamatan Dunia Akhirat Versi Ketiga

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Arab latin: Rabbanā, ātinā fid dunyā hasanah, wa fil ākhirati hasanah, wa qinā ‘adzāban nār

Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka,” (QS Al Baqarah: 201).

4. Doa Keselamatan Dunia Akhirat Versi Keempat

رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا مَعَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ

Arab latin: Rabbanaa laa taj’alnaa ma’al qaumidzh dzhaalimiin

Artinya: “Ya tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama kaum yang dzalim itu,” (QS Al-A’raf: 47).

5. Doa Keselamatan Dunia Akhirat Versi Kelima

اللَّهُمَّ اِنِّى اَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمُ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الشَّرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وآجِلِهِ مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ

Arab latin: Allahumma inni as’aluka minal khairi kullihii ‘aajilihi wa aajilihi maa ‘alimtu minhu wa maa lam a’lam wa a’uudzu bika minasy syarri kullihii ‘aajilihi wa aajilihi maa ‘alimtu minhu wa maa lam a’lam

Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu semua kebaikan yang segera atau terlambat, yang diketahui dan tidak diketahui, dan saya berlindung dari semua kejahatan yang segera dan yang terlambat, yang diketahui dan yang tidak diketahui,”

6. Doa Keselamatan Dunia Akhirat Versi Keenam

(25) رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي
(26) وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي
(27) وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي
(28) يَفْقَهُوا قَوْلِي

Arab latin: Robbisyroh lii shodrii, wa yassir lii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaanii, yafqohu qoulii

Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku,” (QS Taha: 25-28).

7. Doa Keselamatan Dunia Akhirat Versi Ketujuh

رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Arab latin: Rabbanaa maa khalaqta haadza baathilan subhaanaka faqinaa ‘adzaaban naar

Artinya: “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Mahasuci Engkau. Lindungilah kami dari azab neraka,” (QS Ali Imran: 191).

8. Doa Keselamatan Dunia Akhirat Versi Kedelapan

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ

Arab latin: Rabbanaa laa tuaakhidznaa in nasiinaa au ahtha naa rabbanaa walaa tahmil ‘alainaa isran kamaa hamaltahuu ʻalal ladziinaaa min qablinaa rabbanaa walaa tuhammilnaa maa laa thaaqata lanaa bih wa’fu ‘annaa waghfirlanaa warhamnaa anta maulaanaa fansurnaa ‘alal qaumil kaafiriin

Artinya: “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami. Maka, tolonglah kami dalam menghadapi kaum kafir,” (QS Al-Baqarah: 286).

Itulah delapan doa keselamatan dunia dan akhirat yang bisa detikers baca. Semoga bermanfaat!

(aeb/erd)



Sumber : www.detik.com

Hadits Keutamaan Sahur dan Berbuka dengan Kurma



Jakarta

Ada beberapa sunnah yang bisa dikerjakan ketika menjalani ibadah puasa, seperti ketika sahur dan berbuka. Ternyata makan kurma menjadi anjuran Rasulullah SAW.

Sahur sangat dianjurkan sebelum menjalani puasa. Selain untuk mengisi energi agar kuat berpuasa seharian, sahur juga menjadi waktu yang spesial karena terdapat keberkahan di dalamnya.

Sebagian besar umat muslim akan sahur dengan mengonsumsi berbagai makanan dan minuman. Namun sebenarnya ada satu makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi ketika sahur. Bahkan Rasulullah SAW menyebut makanan ini adalah yang terbaik.


Makanan Sahur Terbaik Ala Rasulullah SAW

Mengutip buku 80 Hadits Pilihan Beserta Biografi Perawi dan Faedah Ilmiyah oleh DR. Muhammad Murtaza bin Aish disebutkan sebuah hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:

نِعْمَ سَحُورُ الْمُؤْمِنِ التَّمْرُ

Artinya: “Sebaik-baik sahurnya seorang mukmin adalah Tamar (kurma kering).” (HR Abu Dawud)

Ada beberapa makna yang terkandung dari hadits tersebut, berikut penjelasannya:

1. Disunnahkan untuk sahur dengan kurma. Ini merupakan sunnah yang banyak dilalaikan oleh masyarakat, mereka mengira kurma hanya sunnah untuk berbuka saja.

2. Kurma adalah buah yang diberkahi, dan memakannya ketika sahur merupakan keberkahan di atas keberkahan.

3. Makan sahur akan membantu dalam melakukan kewajiban dan ketaatan. Maka seorang muslim harus selalu melakukannya. Makan sahur bisa dengan makanan sedikit atau banyak sebagaimana bisa dengan hanya makan kurma, bahkan bisa dengan hanya minum air putih saja, namun sahur dengan kurma lebih utama.

Sunnah Buka Puasa dengan Kurma

Disebutkan dalam hadits riwayat Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian berbuka, maka berbukalah dengan kurma , sebab kurma itu mendatangkan berkah. Namun apabila tidak ada, berbukalah dengan air karena air itu bersih.”

Rasulullah SAW menyebutkan bahwa kurma adalah makanan yang membawa keberkahan. Hal ini senada dengan deretan ayat Al-Qur’an yang juga menjelaskan bahwa kurma merupakan buah yang istimewa.

Disebutkan dalam Al-Qur’an surat Maryam ayat 25:

وَهُزِّىٓ إِلَيْكِ بِجِذْعِ ٱلنَّخْلَةِ تُسَٰقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا

Artinya: “Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.”

Kemudian juga disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al Syuara ayat 148

وَزُرُوعٍ وَنَخْلٍ طَلْعُهَا هَضِيمٌ

Artinya: “Dan tanam tanaman serta pohon pohon kurma yang mayangnya lembut.”

Keistimewaan buah kurma juga turut disebutkan dalam Al-Qur’an surat An Nahld ayat 67:

وَمِنْ ثَمَرَاتِ النَّخِيلِ وَالْأَعْنَابِ تَتَّخِذُونَ مِنْهُ سَكَرًا وَرِزْقًا حَسَنًا ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

Artinya: Dan dari buah kurma dan anggur, kamu buat minuman yang memabukkan dan rezeki yang baik. Sesunggguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan.

Kurma Buah yang Kaya Manfaat

Abdul Syukur al-Azizi dalam bukunya yang berjudul Hadits-Hadits Sains menjelaskan deretan manfaat buah kurma.

Rasulullah SAW menganjurkan untuk berbuka puasa dan sahur dengan kurma. Hal ini ternyata mempunyai manfaat yang sangat besar untuk menambah stamina sekaligus baik bagi kesehatan.

Sebagaimana dinyatakan dalam sebuah penelitian, secara kimiawi dan biologis, kurma yang dimakan setara dengan 85-87% dari beratnya. Dan, itu mengandung sekitar 20-24% air, 70-75% zat gula, 2-3% protein, 8,5% serat, dan kadar lemak yang rendah, yang tentu saja sangat baik bagi kesehatan.

Di samping itu, kurma juga memiliki rasa yang manis dan enak sehingga disukai banyak kalangan.

(dvs/lus)



Sumber : www.detik.com

Bacaan Doa Malam Lailatul Qadar untuk Orang Tua



Jakarta

Membaca dan memperbanyak doa pada malam lailatul qadar merupakan salah satu amalan yang dianjurkan untuk dilakukan pada malam lailatul qadar. Salah satunya kita dapat membaca doa lailatul qadar untuk orang tua.

Sayyid Sabiq dalam Kitab Fiqih Sunnah – Jilid 2 mengatakan, beribadah dan berdoa pada malam lailatul qadar sangat dianjurkan.

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda,


مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ، إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Siapa yang mengerjakan salat malam lailatul qadar dengan penuh keimanan dan mengharapkan ridha Allah SWT, maka dosa-dosanya yang terdahulu diampuni.”

Imam Ahmad, Ibnu Majah, dan Tirmidzi meriwayatkan sebuah hadits yang dinyatakan shahih olehnya, dari Aisyah RA, dia berkata, Aku bertanya kepada Rasulullah SAW, ‘Wahai Rasulullah bagaimanakah menurutmu jika aku mengetahui malam lailatul qadar, apa yang mesti aku ucapkan ketika itu? Beliau bersabda, “Ucapkanlah

اللهم إنك عفو كري، تحبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَلَى

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Mulia. Engkau senang memberi maaf, maka maafkanlah aku.”

Hal serupa juga dijelaskan oleh Nasrudin Abd Rohim dalam buku Jangan Lelah Berdoa, bahwa pada malam lailatul qadar kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, termasuk memperbanyak doa.

Menurutnya, hal itu di sebabkan malam lailatul qadar merupakan malam diturunkannya Al-Qur’an. Malam ini lebih utama daripada 1000 bulan.

Sesuai dengan hadits Ummul Mu’minin Aisyah RA yang meminta diajarkan ucapan yang sebaiknya diamalkan ketika malam lailatul qadar. Hal ini menunjukkan bahwa pada malam lailatul qadar kita dianjurkan memperbanyak doa, terutama dengan lafaz yang diajarkan tersebut.

Selain membaca doa untuk memohon ampun bagi diri sendiri, bisa juga membaca doa untuk orang tua. Mengutip buku Keutamaan Doa dan Dzikir Untuk Hidup Bahagia Sejahtera karya Khalilurrahman Al Mahfani berikut bacaan doa untuk orang tua.

Bacaan Doa Malam Lailatul Qadar untuk Orang Tua

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Rabighfirlii wa liwaalidayya warhamhuma kamaa rabbayaanii shaghiiraa

Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku, kasihanilah mereka sebagaimana mereka telah mengasihiku pada waktu kecil.”

Doa malam lailatul qadar untuk orang tua tersebut diambil dari penggalan surah Nuh ayat 28 dan surah Al Isra ayat 24.

Mendoakan Orang Tua Merupakan Bentuk Birrul Walidain

Mengutip dari Magnet Rezeki Keluarga Amalan-Amalan Sunah untuk Berlimpahnya Rezeki dan Kebahagian Keluarga karya Ustadz Arifin Ibnu Jumani, seorang muslim berkewajiban untuk berbuat baik, memuliakan, tunduk, menghormati, mengasihi, dan menyayangi kedua orang tua.

Allah SWT juga memerintahkan supaya kita berbakti kepada orang tua atau birrul walidain yang disebutkan dalam sejumlah ayat dalam Al-Qur’an. Salah satunya,

وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا

Artinya: “Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik” (QS Al-Israa: 23)

Berbakti kepada orang tua termasuk perbuatan yang paling disukai oleh Allah SWT, seperti yang dijelaskan dalam hadits berikut,

عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَانِ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللهِ تَعَالَى قَالَ: الصَّلَاةُ عَلَى وقتها قلتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: ر الْوَالِدَيْنِ قُلْتُ: ثُمَّ أَيَّ؟ قَالَ: اَلْجِهَادُ فِي سَبِيلِ الله

Artinya: “Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud RA berkata, ‘Rasulullah saw. bersabda, ‘Saya bertanya kepada Rasulullah saw., ‘Perbuatan apa yang paling disukai oleh Allah?’ Rasulullah menjawab, Shalat pada waktunya.” Saya bertanya, “Kemudian apa lagi?’ Rasulullah menjawab, ‘Berbakti kepada kedua orang tua. Saya bertanya, Kemudian apa lagi? Rasulullah menjawab. Berjuang menegakkan agama Allah.” (HR Bukhari dan Muslim)

(kri/kri)



Sumber : www.detik.com

Doa Setelah Sholat Idul Fitri, Yuk Amalkan Agar Ibadah Makin Sempurna!



Jakarta

Rasulullah SAW pertama kali sholat Id (Idul Fitri dan Idul Adha) pada tahun kedua Hijriah. Sholat sebanyak dua rakaat ini memiliki banyak keutamaan sehingga besar pahalanya apabila setelah melaksanakan sholat Idul Fitri seseorang membacakan doa.

Berikut ini adalah doa yang dapat dibaca setelah menunaikan sholat Idul Fitri.

Doa Setelah Melaksanakan Sholat Idul Fitri

Mengutip buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki dan Kesuksesan yang disusun oleh Deni Lesmana, S.Pd, sebenarnya tidak ada doa khusus yang dianjurkan bagi umat Islam untuk dibaca dalam sholat Id atau pada hari Id.


Akan tetapi umat Islam dianjurkan untuk bertakbir, tasbih, tahlil, dan tahmid pada malam dua hari raya dan paginya hingga selesai khutbah pada hari Idul Fitri. Maka, sebelum menyimak khutbah hendaknya membaca lafadz takbir, tasbih, tahlil, dan tahmid.

اَللَّهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً ـ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَلاَنَعْبُدُ اَلاَّ اِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ لآاِل اِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْـدَهُ وَنَصَرَعَبِدَهُ وَاَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ . اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ

Allahu akbaru kabiiran walhamdu lillaahi katsiiraan, wa subhaanal-laahi bukrataw-wa ashillaan. Laa-ilaaha illallaahu walla na’budu alla iyyaahu mukhlishiina lahud-dina walawkarihal-kaafiruuna laa ilaaha illal-llahu wahdahu, shadaqa wa’dahu, wanashara abdahu, wa a’azza jundahu, wahazamal-ahzaaba wahdahu. Laa-ilaaha illallahu. Akbar allahu akbar walillahil hamdu.

Artinya: “Allah maha besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya. Dan maha suci Allah sepanjang pagi dan sore. Tiada Tuhan selain Allah dengan keesaan-Nya. Dia menepati janji, menolong hamba dan memuliakan bala tentara-Nya serta melarikan musuh dengan keesaan-Nya. Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam meskipun orang kafir, munafiq, dan musyrik membencinya. Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar. Allah maha besar dan segala puji bagi Allah.”

Adapun untuk doa lainnya, umat muslim dapat membaca doa berikut ini.

اَللّهُمَّ أَعْطِنِي خَيْرَ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا فِيْهِ، وَاْصرِفْ عَنِّي شَرَّهُ وَشَرَّ مَا فِيْهِ، اَللَّهُمَّ اكْتُبْ لِي فِيْهِ كُلَّ خَيْرٍ وَاجْعَلْنِي بَارًّا فِيْهِ بِوَالِدَيَّ، وَاجْعَلْنِي يَا الله مِنْ عِبَادِكَ الْمغْفٌوْرِ لَهُمْ فِي هَذَا الْيَومِ الْمُبَارَكَ، اللهُمَّ ارْحَم ْمَوْتَنا وَمَوْتَى الْمُسْلِمِيْنَ، .اللهم تَقَبَّلْ ِمنَّا الطَّاعَاتِ وَاغْفِر ْلَنَا الْخَطَايَا وَالسَّيِّئَاتَ.

Allahumma’thini khaira hadzal yaum wa khaira ma fihi. Washrif anni syarra ma fihi. Allahummaktubli fihi kulla khairin waj’alni barran fihi bi walidayya, waj’alni ya Allah min ibadikal maghfur lahum fi hadzal yaum al-mubarak. Allahumarham mautana wa mautal muslimin. Allahumma taqabbal minna tha’ati waghfir lanal khathaya was sayyi’at

Artinya: “Ya Allah berikanlah aku kebaikan dari hari ini, dan kebaikan dari setiap hal yang ada pada hari ini. Dan jauhkanlah aku dari kejelekan di hari ini dan kejelekan setiap sesuatu yang ada pada hari ini. Ya Allah catatlah pada hari ini setiap kebaikan dan jadikanlah kebaikan bagi kedua orang tuaku dan jadikanlah aku sebagai hamba-Mu yang Engkau ampuni pada hari yang berkah ini. Ya Allah ampunilah dosa para keluarga kami yang sudah meninggal dan seluruh kaum muslimin yang sudah meninggal. Ya Allah terimalah ketaatan kami dan ampunilah segala kesahalan dan keburukan yang telah kami perbuat.”

Doa dan Ucapan Hari Raya Idul Fitri

Yusuf Burhanudin dalam bukunya Misteri Bulan Ramadhan menyebutkan bahwa selain doa setelah melaksanakan sholat Idul Fitri, terdapat doa lainnya yang juga kerap kali diamalkan selama berlangsungnya hari raya.

تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك

Taqabbalallahu minna wa minkum

Artinya: “Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan amal ibadah kalian semua.” (HR Ahmad).

Ucapan selamat (tahniah) adalah sebagai bentuk penghormatan seorang muslim kepada muslim lainnya. Islam mengajarkan untuk selalu menghormati sesama dengan ucapan yang baik karena selamat tak ubahnya adalah doa kebaikan bagi orang lain.

Doa di atas menggambarkan harapan agar semua jerih payah kita semua senantiasa mendapatkan pahala di sisi Allah SWT. Sungguh rugi apabila kemudian jerih payah berupa amalan-amalan yang dikerjakan di bulan Ramadan tidak menuai manfaat apa-apa bagi diri sendiri dan orang lain.

Hari Raya Idul Fitri di Indonesia umumnya diwarnai dengan tradisi saling memaafkan dosa secara lahir dan batin sesuai dengan anjuran dari Rasulullah. Hendaknya kita memohon maaf dari yang sekiranya kita bersalah kepadanya.

Tradisi ini selalu berjalan karena merupakan sebuah kebiasaan yang baik guna mempererat tali silaturahmi tidak hanya terhadap kerabat dan keluarga terdekat tetapi juga pada setiap sesama muslim yang lainnya.

(dvs/dvs)



Sumber : www.detik.com