Tag Archives: kopi

Pro dan Kontra Kopi Instan, Jenis Kopi Populer Karena Praktis


Jakarta

Kopi instan dalam bentuk sachet banyak digemari karena lebih praktis dan murah. Namun, meskipun populer ada beberapa pro dan kontra soal kopi ini.

Penikmat kopi mungkin merasa rumit jika perlu menyeduh dan meracik kopi sendiri. Terlebih, tidak banyak waktu dan keterbatasan peralatan untuk melakukan hal tersebut.

Karena alasan ini, akhirnya banyak orang lebih memilih untuk menikmati kopi instan. Kopi instan hanya perlu diseduh dengan air panas lalu dinikmati, tanpa repot-repot meraciknya dengan gula atau tambahan bahan lain.


Bentuknya yang praktis, mudah larut dan harganya lebih terjangkau ini membuat para penikmat kopi beralih ke kopi instan.

Namun, konsumsi kopi instan kerap menimbulkan perdebatan. Banyak pro dan kontra terkait jenis kopi ini yang mungkin akan membuatmu orang berpikir dua kali sebelum mengonsumsinya.

Merangkum espresso-works.com, berikut pro dan kontra kopi instan yang perlu kamu ketahui!

1. Apa itu kopi instan?

kopi instanBegini tampilan dalam kopi instan yang sering jadi pilihan karena dianggap lebih praktis. Foto: Getty Images/AsherDB

Sebelum mengetahui pro dan kontranya, ketahui dulu jenis kopi satu ini. Kopi instan adalah kopi dalam bentuk bulir yang biasa dikemas dalam kemasan sachet.

Kopi instan bisa diseduh dalam beberapa menit saja. Hanya perlu menambah air panas, mengaduknya agar tidak ada gumpalan, dan bisa langsung dinikmati.

Sayangnya, kopi instan terbuat dari kopi yang diproses dengan metode direhidrasi. Pengolahan dengan suhu tinggi yang membuat bubuk kopi menjadi sangat halus, bahkan mudah larut dalam air.

Kopi instan pun mengandung kafein yang sebenarnya lebih sedikit dari bubuk kopi yang digiling segar. Dalam 226 gram kopi segar mengandung 145 mg kafein. Sedangkan dalam takaran yang sama, kopi instan hanya mengandung sekitar 63 mg kafein.

Profil rasa kopi instan sebenarnya bervariasi. Kopi instan mayoritas terbuat dari biji kopi robusta yang kandungan gula dan lemaknya lebih sedikit daripada biji kopi Arabika yang baru digiling.

Saat kopi diseduh, kamu mendapatkan hasil akhir kopi yang kurang beraroma dan cenderung rasa kopinya pahit, bukan asam. Namun, secara keseluruhan, rasanya cenderung manis. Sebab, kopi instan biasanya sudah dicampur dengan gula atau krimer.

2. Kelebihan minum kopi instan

kopi instanTerdapat beberapa kelebihan mengonumsi kopi instan. Foto: Getty Images/AsherDB

Dari sisi positif, kopi instan ternyata tetap menjadi sumber antioksidan yang baik. Kopi sendiri sudah kaya akan polifenol. Dari semua makanan dan minuman lain yang dikonsumsi, kopi akan menyumbang 47% dari seluruh polifenol.

Artinya, kopi instan sekalipun tetap menawarkan polifenol yang berperan terhadap aktivitas antioksidan.

Meskipun jumlahnya lebih sedikit, kopi instan tetap mengandung kafein. Kafein dikaitkan dengan manfaat yang dapat membantu meningkatkan fungsi otak. Bahkan, berpotensi mencegah penyakit, seperti Alzheimer dan Parkinson.

Selain itu, konsumsi kopi instan juga disebut dapat meningkatkan metabolisme, sehingga membantu dalam membakar lemak.

Menurut penelitian yang disebut Espresso Work, minum kopi dalam jumlah sedang dapat merangsang bagian tertentu di tubuh yang memiliki banyak jaringan adiposa di dalamnya. Tubuh pun dapat memetabolisme makronutrien dengan lebih cepat.

Kontra kopi instan bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

3. Kontra minum kopi instan

kopi instanNamun, kopi instan juga punya kekurangan atau banyak kontranya karena sejumlah hal. Foto: Getty Images/AsherDB

Kopi instan tentu memiliki sisi negatifnya. Kopi instan diketahui memiliki jumlah akrilamida jauh lebih tinggi. Akrilamida merupakan senyawa hasil cemaran yang dapat terbentuk selama proses penyaringan kopi.

Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) telah menghubungkan akrilamida dengan penyebab kanker dan menyatakan jika itu bersifat karsinogenik.

Penelitian yang disebut Espresso Work juga menunjukkan, kadar akrilamida dalam kopi instan lebih banyak dua kali lipat dari kopi biasa. Oleh karena itu, sebelum memilih kopi instan, sebaiknya pertimbangkan risikonya.

Selain itu, kafein lebih sedikit dalam kopi instan dikaitkan mampu mengurangi manfaatnya. Manfaat seperti metabolisme hingga meningkatkan fungsi otak mungkin mungkin tidak diterima secara optimal.

Untuk mendapatkan manfaat dari kafein tersebut, kamu perlu dosis yang lebih besar. Sayangnya, hal ini bukanlah ide yang tepat, mengingat kadar akrilamida yang didapat akan lebih tinggi.

Kopi instan juga banyak yang sudah ditambah gula atau pemanis tambahan. Jika dikonsumsi dalam jumlah terlalu banyak hanya akan menimbulkan risiko penyakit tekanan darah tinggi, kerusakan otot, hingga diabetes.

4. Saran terbaik mengonsumsi kopi

Setelah melihat pro dan kontra ini, dapat disimpulkan jika kopi biasa lebih baik daripada kopi instan. Mulai dari segi kesehatan maupun intensitas rasa.

Kopi instan memang lebih mudah disiapkan dan harganya lebih terjangkau, tetapi tidak memungkinkan kamu mengatur takaran untuk seberapa banyak kopi atau bahan lain yang diinginkan.

Sedangkan, dengan menyeduh kopi biasa, kamu memiliki kendali penuh atas bagaimana rasa kopi diekstraksi di setiap langkah proses persiapan.

Kamu bisa memilih jenis biji kopi yang diinginkan, menggilingnya sendiri, bahkan menyeduh dengan berbagai macam metode. Mulai dari pakai mesin espresso, french press, dan lain sebagainya.

(aqr/odi)



Sumber : food.detik.com

Ini 4 Penyebab Sakit Perut Setelah Minum Kopi Pagi Hari


Jakarta

Ngopi di pagi hari memang bikin melek dan semangat. Tapi ternyata ada beberapa penyebab mengapa orang sering sakit perut usai ngopi.

Selain rasa dan aromanya yang nikmat, kopi juga menjadi pilihan minuman favorit karena khasiatnya. Kandungan kafein dalam kopi terbukti ampuh membuat otak bekerja lebih maksimal dan fokus, mencegah kanker, menurunkan berat badan hingga menurunkan resiko diabetes.

Apalagi kopi juga bisa dikreasikan menjadi berbagai olahan dengan aneka campuran seperti susu, karamel ataupun cokelat. Sayangnya tidak semua bisa nyaman menikmati kopi.


Ada orang yang suka kopi tetapi kadang tersiksa karena merasa sakit perut usai meneguk kopi? Mungkin kopi yang kamu konsumsi terlalu kuat atau kondisi perut sedang dalam keadaan tak sehat.

Dilansir dari berbagai sumber (20/03), ada beberapa alasan mengapa kopi bisa mengganggu kesehatan perut terutama lambung. Orang yang memiliki masalah lambung memang disarankan untuk mengonsumsi kopi dalam porsi terbatas atau pilih kopi khusus yang tidak terlalu kuat.

Berikut penyebab masalah kesehatan lambung usai minum kopi:

1. Minum Kopi saat Perut Kosong

Ini 4 Penyebab Sakit Perut Setelah Minum Kopi Pagi HariIni 4 Penyebab Sakit Perut Setelah Minum Kopi Pagi Hari Foto: Ilustrasi iStock

Kafein menyebabkan banyak kemungkinan, salah satunya memberi efek gelisah dan cemas. Kafein dari satu cangkir kopi dapat bertahan di sistem pencernaan selama berjam-jam. Rata-rata orang masih memiliki kandungan kafein kopi setelah 5-6 jam konsumsi kopi.

Ketika kamu menyadari memiliki perut yang sensitif terhadap kafein, sebaiknya jangan mengonsumsi kopi saat perut dalam keadaan kosong. Usahakan makan camilan sebelum minum kopi, terutama saat pagi hari.

Jika memaksa memasukkan kafein dalam keadaan perut kosong, sama artinya seperti memancing gangguan lambung. Dengan perut yang sudah terisi makanan, efek kafein menjadi tidak terlalu keras.

2. Kandungan Kafein yang Tinggi

Ini 4 Penyebab Sakit Perut Setelah Minum Kopi Pagi HariIni 4 Penyebab Sakit Perut Setelah Minum Kopi Pagi Hari Foto: Ilustrasi iStock

Kafein pada kopi dipercaya dapat membangkitkan energi seseorang. Namun, ada sebagian orang yang justru sensitif terhadap kafein, sehingga menyebabkan sakit perut setiap kali minum kopi. Dilansir dari Java Presse, kafein bisa membuat perut memproduksi lebih banyak asam dari biasanya.

Jadi, walaupun kopi itu tidak terlalu asam, tetapi karena kafein di dalamnya dapat meningkatkan produksi asam yang membuat tidak nyaman. Untuk mengatasi masalah ini, cobalah untuk memilih kopi tanpa kandungan kafein (decaf). Selain itu, perhatikan juga berapa kali kamu minum kopi dalam sehari.

Pastikan agar tidak terlalu banyak. Satu hingga dua cangkir kopi dalam sehari sudah cukup. Cara lain untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mengonsumsi pisang setelah minum kopi. Pisang memiliki sifat basa yang dapat menghilangkan efek asam yang dihasilkan kafein.

3. Konsumsi Kopi Terlalu Banyak

Ini 4 Penyebab Sakit Perut Setelah Minum Kopi Pagi HariIni 4 Penyebab Sakit Perut Setelah Minum Kopi Pagi Hari Foto: Ilustrasi iStock

Banyak yang bertanya, apakah kopi menyebabkan sakit maag? Jawabannya adalah tidak, kopi tidak menyebabkan sakit maag secara langsung, tetapi minum kopi dalam jumlah banyak akan memperburuk kondisi orang yang memiliki masalah maag.

Batasi konsumsi kopi jika memang mengalami sakit perut usai menikmati secangkir kopi atau alternatifnya adalah pilih kopi decaf alias kopi non kafein. Bisa juga memilih kopi cold brew yang lebih ramah di lambung.

4. Kadar Keasaman Kopi

Salah satu penyebab utama sakit perut setelah minum kopi adalah keasaman. Kopi secara alami memiliki pH sekitar 5, dan semakin rendah pH kopi maka semakin asam sifatnya.

Sebagai perbandingan, air mineral memiliki pH 7 dan pH lemon sekitar 2,5. Sementara pH kopi tidak melulu di angka 5 namun ini angka rata-rata. Salah satu hal yang mempengaruhi pH kopi adalah proses roasting atau pemanggangan kopi.

Ketika kopi diminum, itu membuat lambung secara otomatis meningkatkan produksi asam lambung dan sebenarnya mengeluarkan lebih banyak asam lambung. Hal inilah yang menyebabkan rasa mulas, gangguan pencernaan, refluks asam, dan sakit perut umum.

(sob/odi)



Sumber : food.detik.com

5 Manfaat Minum Kopi Biji Kurma, Bebas Kafein dan Baik untuk Jantung


Jakarta

Banyak orang ingin minum kopi tetapi khawatir dengan kafeinnya. Sebagai alternatif lebih sehat, kamu bisa coba konsumsi kopi biji kurma yang punya 5 manfaat ini.

Kopi mengandung kafein yang bermanfaat bagi tubuh, seperti mendorong energi dan membangkitkan semangat. Sayangnnya, kafein juga memiliki efek samping. Kandungan kafein inilah yang terkadang membuat sebagian orang berpikir dua kali untuk minum kopi.

Kabar baiknya, ada alternatif kopi yang sebenarnya bisa kamu nikmati jika memang tidak menyukai atau menghindari kafein. Kopi itu adalah kopi biji kurma yang disebut-sebut juga memiliki beberapa manfaat sehat.


Menurut hasil yang diterbitkan dalam jurnal Komunikasi Uji Klinis Kontemporer, manfaat minum kopi biji kurma yaitu mengurangi stress oksidatif, peradangan, nyeri otot, dan meningkatkan kesehatan mental dan kinerja.

Kopi biji kurma dibuat dengan cara mengeringkan biji kurma, memanggang, dan menggilingnya. Biji yang sudah menjadi bubuk bisa diseduh dan disajikan sebagai minuman yang disebut kopi biji kurma.

Jenis ‘kopi’ ini pun bisa menjadi alternatif bagi mereka yang suka minum kopi tetapi tidak bisa menikmati kafein. Selain itu, ada banyak keuntungan yang didapat dari minum ini.

Merangkum olymyhealth.com (30/01), berikut 5 manfaat sehat minum kopi biji kurma.

1. Bebas kafein

Kopi kurmaKopi kurma dikenal bebas kafein karena bahan dasarnya adalah biji kurma, bukan biji kopi. Foto: Getty Images/iStockphoto/bhofack2

Meskipun kafein lekat dengan kopi dan disebut bisa memberi energi dan meningkatkan daya konsentrasi, tetapi asupan berlebihan bisa menyebabkan efek buruk. Mulai dari insomnia, rasa gugup, dan meningkatnya tekanan darah.

Seseorang yang minum kafein juga bisa mengalami masalah pencernaan dan kecemasan, Inilah sebabnya mengapa kopi biji kurma dianggap sebagai alternatif kopi sehat. Sebab, kopi biji kurma bebas kafein.

Minuman ini bisa memberikan rasa seperti kopi tanpa efek stimulasi kafein.

2. Baik untuk jantung

Kopi kurmaKopi kurma dikenal baik untuk kesehatan jantung karena biji kurma mengandung sejumlah kandungan baik. Foto: Getty Images/iStockphoto/bhofack2

Kurma merupakan buah-buahan yang dikenal punya banyak khasiat. Selain buahnya secara utuh, biji kurma juga menawarkan manfaat sehat tersendiri, yaitu baik untuk jantung.

Riset yang diterbitkan Functional Properties of Traditional Foods menunjukkan, biji kurma mengandung asam oleat, serat, dan polifenol yang dikaitkan dengan kesehatan jantung lebih baik.

Biji kurma juga mengandung antioksidan yang dapat membantu menetralkan radikal bebas dalam tubuh. Biji kurma bisa mengurangi stress oksidatif dan peradangan, serta berkontribusi terhadap manfaat kesehatan jantung.

Manfaat minum kopi biji kurma lainnya bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

3. Menyehatkan usus

Biji kopi merupakan sumber serat yang baik, karena bisa mendukung kesehatan pencernaan. Namun, kopi dari biji kurma tidak kalah menawarkan manfaat kesehatan serupa.

Penelitian terbaru yang disebut Only My Health menemukan hubungan kuat antara kesehatan bakteri usus dan kesehatan kardiovaskular. Sebab, bakteri mengandung senyawa yang dapat menurunkan kolesterol, mengurangi peradangan, dan mengatur tekanan darah.

4. Aman bagi penderita diabetes

Kopi kurmaKopi biji kurma juga aman dikonsumsi penderita diabetes karena bisa membantu mengatur kadar gula darah. Foto: Getty Images/iStockphoto/bhofack2

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), pasien diabetes dua kali lebih mungkin terkena penyakit jantung atau stroke dibandingkan seseorang yang tidak memiliki penyakit itu.

Oleh karena itu, penderita diabetes penting memantau kadar gula darah dan melakukan perbaikan dengan mengelola pola makan.

Salah satu makanan atau minuman yang bisa mendukung kesehatan tersebut ialah kopi biji kurma ini.

ION Publishing Ltd. meninjau berbagai makalah penelitian. Mereka menemukan bahwa bahan aktif dalam biji kurma dapat meningkatkan fungsi sel penghasil insulin di pankreas. Hal yang berpotensi menghasilkan kontrol gula darah lebih baik, terutama bagi pasien hiperglikemia.

5. Efek anti-inflamasi

Penelitian yang ditinjau Only My Health juga menemukan bahwa biji kurma bermanfaat dalam mengatasi masalah inflamasi atau peradangan.

Dalam riset yang diterbitkan di Saudi Pharmaceutical Journal menunjukkan, konsumsi biji kurma terbukti mengurangi ekspresi sitokin inflamasi pada wanita paruh baya. Pada gilirannya, mampu memperkuat sistem kekebalan tubuh dan mengurangi risiko penyakit kronis.

(aqr/adr)



Sumber : food.detik.com

Kopi Campur Soda Kue Bisa Atasi Asam Lambung, Ini Faktanya!


Jakarta

Kopi memiliki sifat asam yang bisa mengganggu bagi mereka dengan lambung sensitif. Ini bisa diatasi dengan menambahkan soda kue pada kopi.

Kopi merupakan minuman asam dengan ph sekitar 5. Bagi orang dengan kondisi perut sensitif akan mengalami berbagai gejala yang mengganggu kesehatan.

Namun, ada tips untuk mengurangi efek dari keasaman kopi dan juga mengurangi rasa pahitnya. Tipsnya adalah mencampurkan kopi dengan sejumput soda kue.


Dikutip dari Your Dream Coffee (18/01/24) berikut penjelasannya:

1. Meningkatkan karakter kopi

Sama-sama Kopi Hitam, Apa Bedanya Americano, Long Black, dan Kopi Tubruk?Kopi dicampur soda kue bisa meningkatkan karakteristik kopi. Foto: Getty Images/grandriver

Tak hanya dapat mengembangkan adonan kue, soda kue juga cocok dicampur ke dalam seduhan kopi. Soda kue tersebut akan menetralkan asam alami dari kopi.

Selain itu, soda kue juga akan meningkatkan karakter kopi, seperti memberi sentuhan rasa manis dan mengurangi rasa pahit pada kopi. Dengan begitu, kopi jadi lebih halus dan rasanya lebih nikmat.

Menambahkan soda kue ke kopi tidak akan berdampak buruk. Justru kopi dengan keasaman rendah juga akan mengurangi kemungkinan mulas, refluks, dan sakit perut.

2. Takaran soda kue untuk campuran kopi

Cara terbaik untuk menambahkan soda kue ke dalam kopi adalah dengan mencampurkan langsung ke dalam kopi sebelum diseduh air panas.

Namun, perhatikan jumlah soda kue agar tidak terlalu banyak. Kamu bisa menambahkan setengah sendok teh hingga satu sendok teh soda kue untuk secangkir kopi.

Jumlah tersebut akan menurunkan tingkat keasaman kopi, menghaluskan rasa pahit, dan meningkatkan rasa manis dan membuat rasa kopi lebih nyaman di perut.

3. Menurunkan kadar asam urat

Kopi campur garamKopi campur soda kue bisa mengatasi asam urat. Foto: Getty Images/iStockphoto

Soda kue memiliki kandungan alkalinitas natrium bikarbonat. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal farmakologi “Diabetes, Obesity, and Metabolism,”, kandungan tersebut dapat mengatasi asam urat.

Natrium bikarbonat berperan mengatur pH urine dan menurunkan kristal asam urat yang ditemukan dalam urine. Karenanya, penderita asam urat dapat meredakan nyeri dengan menambahkan soda kue ke kopi.

Namun, peneliti juga menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan hal ini.

4. Tidak menambahkan kalori

Menambahkan kopi dengan soda kue dirasa sebagai pilihan yang baik. Mengingat soda kue yang mudah didapat dan harganya relatif terjangkau.

Selain itu, soda kue juga tidak menambahkan kalori jika dicampur ke dalam seduhan kopi, sehingga aman untuk dikonsumsi khususnya bagi pelaku diet.

Mencampurkan kopi dengan soda kue juga tidak akan merusak rasa kopi itu sendiri, seperti yang terjadi ketika menambahkan gula atau bahan campuran lainnya.

5. Aman untuk perut sensitif

Spoonful of baking soda and glass of waterKopi campur soda kue bisa menenangkan perut. Foto: iStock

Mereka dengan kondisi perut sensitif akan terganggu ketika minum kopi. Sifat asam pada kopi lah yang menyebabkan sakit perut hingga menyebabkan asam lambung.

Solusinya adalah dengan mencampurkan soda kue ke seduhan kopi. Soda kue akan menurunkan tingkat keasaman pada kopi secara alami. Hal tersebut telah dibuktikan oleh sebuah penelitian Universitas Harvard.

(raf/odi)



Sumber : food.detik.com

Penikmat Kopi, Ini 4 Manfaat Minum Kopi Robusta


Jakarta

Selain arabika, robusta juga banyak penikmatnya. Rasa kopinya cenderung lebih pahit dan sensasinya nutty. Selain dinikmati sebagai minuman, kopi juga memiliki beragam manfaat.

Kopi diketahui memiliki 3 jenis varietas, yaitu arabika, robusta, dan liberika. Robusta menjadi yang populer selain arabika. Karena, rasanya yang tak kalah enak.

Robusta dikenal sebagai biji kopi yang rasanya tak sekompleks arabika, tapi cenderung lebih pahit. Sensasi rasa asam juga tak ditemukan pada arabika, justru tercecap sensasi nutty.


Dilansir dari Coletti Coffee dan Bonavita (4/3), ternyata robusta tak hanya bisa dijadikan minuman yang nikmat, tapi memiliki sejumlah manfaat. Di antaranya cocok dibawa saat berkemah hingga mengandung kafein ekstra.

Berikut 4 manfaat dari robusta:

1. Sempurna untuk Berkemah

Kopi dengan biji robusta jika diseduh memiliki rasa pahit yang nendang. Biasanya racikan kopinya dijadikan seduhan kopi tubruk.

Kopi robusta dapat dikonsumsi kapanpun, tergantung keinginan penikmatnya. Namun, kopi robusta juga cocok dibawa saat berkemah.

Minuman ini bisa menjadi ideal untuk pemburu dan berkemah di pagi hari. Biasanya mereka menghabiskan 3 cangkir kopi saat berkemah.

2. Cocok untuk diet

Kalau sedang melakukan diet, kopi robusta bisa menjadi pilihan minuman yang pas. Kopi ini efektif untuk program penurunan berat badan karena dapat meningkatkan metabolisme, pengeluaran energi, dan lainnya.

Selain itu, kopi robusta juga memberikan efek tanpa terlalu padat kalori. Pada 1 cangkir kopi robusta bisa membakar lemak. Jumlah kalorinya juga hanya sekitar 2 kcal saja.

3. Kaya zat antioksidan

Fakta unik kopi RobustaFakta unik kopi Robusta Foto: iStock

Diketahui kalau kopi menyimpan banyak zat kafein. Kafein itulah yang berperan sebagai zat antioksidan pada tubuh. Kopi robusta menjadi salah satu jenis yang banyak mengandung antioksidan.

Biji robusta memiliki 25-80 persen lebih banyak asam klorogenat (CGA) dibandingkan arabika. Zat tersebut sangat bagus untuk mengurangi peradangan baik di dalam maupun luar. Zat antioksidan itu juga berperan dalam membantu mengatasi nyeri sendi, masalah kulit, hingga diabetes.

4. Kadar kafein tinggi

Kopi dikenal mengandung kafein tinggi yang biasanya dikonsumsi untuk meningkatkan energi. Ternyata, kadar kafein pada robusta lebih besar dibandingkan arabika.

Kadarnya sebanyak 2,7 persen, sedangkan arabika hanya 1,5 persen. Minum kopi robusta ini bisa mendapatkan energi yang kuat.

(yms/odi)



Sumber : food.detik.com

Selain Enak, Kopi Campur Matcha juga Bisa Menurunkan Gula Darah


Jakarta

Selain bisa meningkatkan rasa dan aroma, perpaduan kopi dan matcha juga bagus untuk kesehatan. Mulai dari menurunkan gula darah hingga menambah energi.

Kopi merupakan minuman favorit sejuta umat. Karakteristik kopi yang asam dan pahit membuat banyak orang mengombinasikan dengan berbagai bahan campuran.

Salah satu yang populer adalah memadukan kopi dan matcha. Matcha merupakan bubuk teh hijau yang terbuat dari daun teh hijau kering lalu ditumbuk halus.


Memadukan kopi dan matcha akan menghasilkan cita rasa dan tekstur yang lebih berkarakter. Selain itu, keduanya juga sama-sama kaya dengan nutrisi penting.

Berikut faktanya!

1. Karakteristik kopi campur matcha

Kopi campur matchaKopi dan matcha merupakan kombinasi yang populer. Foto: Shutterstock

Kopi dan matcha merupakan kombinasi yang populer. Tak heran jika banyak kafe kekinian yang menawarkan menu kopi dicampur matcha. Itu karena rasanya yang unik.

Mengingat matcha memiliki profil rasa yang agak pahit. Sementara kopi dengan profil rasa asam dan sedikit pahit. Mencampurkan kopi dan matcha akan menghasilkan rasa yang utuh dan seimbang.

2. Manfaat kopi campur matcha

Kopi yang dipadukan dengan matcha tidak hanya meningkatkan rasa dan teksturnya saja, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan. Mengingat keduanya sama-sama mengandung antioksidan.

Kopi dikemas dengan kafein yang berperan sebagai stimulan. Begitu pun dengan matcha yang dikemas dengan katekin yang berperan sebagai antioksidan.

Mengonsumsinya di pagi hari dapat memberikan dorongan energi. Selain itu juga dapat membuat tubuh menjadi rileks dan suasana hati menjadi tenang.

Dikutip dari teacrossing.com (06/07), kopi yang dicampur matcha juga akan mempertajam kemampuan kognitif, membantu tubuh melawan radikal bebas, dan menurunkan gula darah.

3. Efek samping

Racikan kopi campur lada hitamKopi dan matcha sama-sama dikemas dengan kafein. Foto: Getty Images/iStockphoto

Namun perlu waspada adanya efek samping dari mencampurkan kopi dengan matcha. Mengingat kopi dan matcha sama-sama mengandung kafein. Jika dicampurkan bisa meningkatkan asupan kafein.

Sementara setiap orang punya batasan tersendiri untuk mengasup kafein. Satu sendok matcha mengandung sekitar 78 miligram kafein.

Sementara secangkir kopi mengandung sekitar 95 miligram kafein. Dengan mencampurkan keduanya mungkin akan membuat rasa yang kuat dan menyebabkan gelisah pada beberapa orang.

(raf/odi)



Sumber : food.detik.com

Minum Kopi Pagi Hari Menyehatkan Mata? Ini Faktanya


Jakarta

Minum kopi di pagi hari mungkin bisa membangkitkan semangat dan memberikan energi tambahan. Namun, apakah efeknya juga bagus untuk kesehatan mata?

Kopi sering dijadikan pendamping menu sarapan. Banyak orang suka minum kopi di pagi hari karena efek kafeinnya yang dapat mendorong energi dan membuat otak lebih konsentrasi.

Namun, apakah kopi yang diminum pagi hari juga ikut memberi manfaat baik untuk mata? Selama beberapa tahun terakhir, banyak berita terkait efek kafein pada kesehatan mata.


Kabar baiknya, menurut dokter mata Massaro Giodano, mengonsumsi kafein dalam jumlah sedang tampaknya tidak meningkatkan risiko penyakit mata bagi kebanyakan orang.

Menurutnya, risiko muncul tergantung pada berbagai faktor. Termasuk, seberapa banyak kafein yang diminum. Memiliki masalah mata atau sering mengalami masalah mata sebelumnya juga bisa berpengaruh.

Secara umum, Massaro-Giodano dan para ahli mengatakan, saran mereka terhadap konsumsi kafein sama dengan saran untuk aspek kesehatan lainnya yaitu dengan mengonsumsi kopi atau minuman kafein dalam jumlah sedang.

Untuk mengetahui lebih detail terkait bagaimana kafein mempengaruhi kondisi mata, simak penjelasan berikut, seperti dilansir dari aarp.org (31/01/23).

1. Kafein justru bisa membantu kondisi mata kering

close up of woman show her red sick eye with fingerMinum kopi diketahui mampu mengatasi masalah mata kering. Foto: iStock

Mata kering merupakan salah satu masalah mata yang sering muncul. Ditandai dengan gatal-gatal dan iritasi. Sedangkan, kafein sendiri dipercaya bersifat diuretik ringan. Artinya, kafein bisa memaksa lebih banyak air keluar dari tubuh.

Studi tahun 2022 yang diterbitkan dalam jurnal Cornea terhadap 85.000 peserta menemukan, konsumsi kafein tidak meningkatkan risiko mata kering atau memperburuknya.

Faktanya, penelitian terbaru yang diungkap dokter mata di Weill Cornell Medicine di New York, Christopher Starr mengungkap, kafein sebenarnya justru memperbaiki kondisi tersebut dengan menstimulasi kelenjar yang memproduksi air mata.

Dua penelitian terkontrol plasebo lainnya juga menunjukkan peserta yang diberi kafein menghasilkan lebih banyak air mata.

2. Kafein bisa meningkatkan risiko glaukoma

Minum Kopi di Pagi Hari Kurang Baik Untuk Kesehatan, Ini Kata PenelitiNamun, hati-hati, minum kopi juga bisa menyebabkan peningkatan glaukoma. Terlebih kepada mereka yang punya riwayat dalam keluarga. Foto: Getty Images/iStockphoto/Suwanmanee99

Meskipun kafein diketahui mampu meningkatkan tekanan mata sementara, tetapi penelitian terbaru menunjukkan, kebanyakan orang mengonsumsi kafein tidak mengalami peningkatan risiko glaukoma, penyakit kebutaan karena terlalu banyak tekanan.

Namun, sebuah studi tahun 2021 yang diterbitkan jurnal Ophthalmology mengungkap, kafein memang meningkatkan risiko bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga menderita glaukoma. Kecenderungan genetik terhadap penyakit tersebut lah yang bisa memicu.

Khawaja, ahli bedah mata di Rumah Sakit Mata Moorfields, London mengungkap, “Jika Anda memiliki risiko genetik yang tinggi, membatasi konsumsi kafein mungkin dapat membantu melindungi Anda.”

Efek kopi terhadap mata lainnya bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

Simak Video ‘Mitos atau Fakta: Makan Taoge Bantu Tingkatkan Kesuburan Pria”:

[Gambas:Video 20detik]

3. Kafein memperburuk kedutan di kelopak mata

Minum Kopi Hitam di Pagi Hari Bisa Bantu Turunkan Berat BadanKafein pada kopi juga bisa menjadi alasan mengapa kelopak mata sering kedutan. Foto: Ilustrasi iStock

Kamu mungkin pernah mengalami kedutan mata di bagian kelopak. Kondisi yang disebut myokymia ini juga bisa berlangsung berjam-jam atau berhari-hari.

Hal ini pun menjadi pertanda jika kamu perlu mengurangi kafein. Sebab, menurut Starr, kafein lah yang menjadi penyebab umum myokymia. Terutama jika seseorang lelah atau sedang stress.

Oleh karena itu, disarankan menghindari konsumsi kafein. Jika belum bisa menghindari sepenuhnya, setidaknya konsumsi dengan batasan. Gunakan rekomendasi FDA (Food and Drug Administration) untuk minum maksimal 400 mg kafein per hari.

4. Kafein dapat mengatasi katarak

Minum Kopi Hitam di Pagi Hari Bisa Bantu Turunkan Berat BadanSecangkir kopi juga mampu membantu mencegah masalah katarak. Foto: Ilustrasi iStock

Secangkir kopi di pagi hari tidak hanya menghilangkan rasa pening. Namun, juga dikenal dapat membantu mencegah katarak.

Penelitian dalam Clinical Ophthalmology tahun 2016 menemukan, mereka yang minum lebih banyak kopi secara signifikan lebih kecil kemungkinannya terkena kebutaan katarak, dibandingkan mereka yang minum lebih sedikit kopi.

5. Kafein memperlambat perkembangan penyakit retina

Kopi juga mengandung antioksidan kuat yang dapat mencegah atau memperlambat kerusakan retina, disebabkan karena penuaan atau penyakit tertentu.

Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2022 di Frontiers in Pharmacology menemukan, kafein berpotensi menekan respons peradangan yang menyebabkan kerusakan retina akibat degenerasi makula terkait usia.

Sifat anti-inflamasi yang sama diyakini menjadi alasan mengapa kopi terbukti mampu mengurangi risiko penyakit lain, termasuk Parkinson.

(aqr/adr)



Sumber : food.detik.com

Minum Kopi di Pagi Hari Kurang Baik Untuk Kesehatan, Ini Kata Peneliti


Jakarta

Para ahli ungkap hasil penelitian dan pengamatan terhadap kebiasaan minum kopi. Hasilnya minum kopi di pagi hari tak sehat untuk tubuh. Ini penjelasannya.

Banyak beredar tips-tips untuk mengonsumsi kopi yang mudah ditemukan di internet. Sebagian menyebut ada beberapa cara yang bisa dilakukan saat minum kopi untuk mendapatkan khasiat terbaiknya.

Termasuk penelitian yang juga memaparkan waktu-waktu terbaik untuk mengonsumsi kopi. Salah satunya tips bagaimana kopi bisa menyehatkan jika diminum di pagi hari.


Sayangnya beberapa informasi yang dikemukakan ahli justru masih belum jelas. Bahkan ada pernyataan terbaru yang menyebut minum kopi dipagi hari tidak tergolong menyehatkan.

Baca juga: Awas Jangan Salah Beli! 6 Kurma Ini Ditanam dan Diekspor oleh Israel

Minum Kopi di Pagi Hari Kurang Baik Untuk Kesehatan, Ini Kata PenelitiSering dinilai sehat, ternyata konsumsi kopi di pagi hari punya efek samping yang berbahaya. Foto: Getty Images/iStockphoto/Suwanmanee99

Dr. Deborah Lee selaku ahli kualitas tidur dari Get Laid Beds memaparkan pada News24 (19/2) bahwa minum kopi setelah bangun tidur bukan hal yang baik. Kebiasaan ini justru harus dikurangi atau bahkan ditinggalkan jika memungkinkan.

“Saat kamu bangun tidur, hormon kortisol pemicu stress sedang berada pada puncaknya, yang artinya hormon ini akan membuat otak lebih fokus dan siaga, begitu pula dengan efek metabolisme dan respon sistem imunitas,” kata dr. Lee.

Dampaknya ketika kortisol sedang tinggi, asupan kafein justru akan berbahaya bagi tubuh. Respon sistem imun yang juga sedang bekerja secara efektif justru akan membuat tubuh kebal terhadap kafein.

Efeknya akan terjadi ketika kebiasaan minum kopi setelah bangun tidur selalu dilakukan pada waktu yang lama. Jika hal ini sudah menjadi kebiasaanmu, dr. Lee menyarankan untuk segera mengatasinya secara bertahap.

Baca juga: Penistaan! Mie Instan Campur Minuman Berenergi Ini Dinyinyiri Netizen

Minum Kopi di Pagi Hari Kurang Baik Untuk Kesehatan, Ini Kata PenelitiAda beberapa dampak yang dijelaskan ahli untuk sebaiknya dihindari. Foto: Getty Images/iStockphoto/Suwanmanee99

Selain itu hormon kortisol juga secara alami akan menyesuaikan dengan jadwal tidur setiap tubuh manusia. Ketika kortisol tinggi pada pagi hari dan mulai menurun secara perlahan menjelang malam, kondisi ini yang seharusnya terjadi agar tidur yang berkualitas tetap didapatkan oleh tubuh.

Tetapi ketika hormon kortisol bertemu dengan asupan kafein di pagi hari tentu akan ada pergeseran pada saraf otak yang mengatur waktu tidur malam. Sebenarnya kopi tetap boleh diminum saat pagi hari, hanya saja waktunya harus lebih dipertimbangkan.

Dr. Lee mengatakan ia tidak melarang sepenuhnya konsumsi kopi pada pagi hari. Tetapi menurut sarannya kopi lebih aman dikonsumsi paling cepat 45 menit setelah bangun dari tidur ketika hormon kortisol mulai menurun dan tidak pada puncaknya.

Lebih lanjut ia juga mengatakan bahwa ada waktu berhenti konsumsi kopi yang harus diperhatikan. Setidaknya 6 jam sebelum tidur tubuh sudah tidak boleh menerima asupan kafein yang tinggi seperti pada segelas kopi, hal ini bertujuan agar tidak mengganggu kualitas tidur malam.

(dfl/odi)



Sumber : food.detik.com

Makan Pisang Bersamaan Minum Kopi Bikin Mood Lebih Baik


Jakarta

Minum kopi enaknya ditemani dengan camilan manis. Kamu bisa memilih buah pisang sebagai camilan minum kopi karena bisa bikin bahagia. Ini penjelasannya!

Biasanya orang minum kopi selalu ditemani dengan camilan manis. Mulai dari biskuit, kue, roti, dan sejenisnya. Namun, ada pilihan lain yang lebih menyehatkan.

Salah satunya buah pisang, yang jika dikonsumsi berbarengan dengan minum kopi bisa memberikan rasa bahagia. Selain itu, masih banyak manfaat kesehatan lainnya.


Dikutip dari foodandfizz.com kopi dan pisang adalah perpaduan sempurna. Pisang dan kopi sama-sama dapat memberikan dorongan energi yang dibutuhkan sepanjang hari.

Berikut fakta makan kopi bersamaan dengan makan pisang punya manfaat sehat:

1. Perpaduan rasa yang sempurna

Makan pisang sambil minum kopiMakan pisang sambil minum kopi Foto: iStock

Pisang dan kopi mungkin kelihatan seperti kombinasi yang aneh. Namun, keduanya memiliki perpaduan rasa yang saling melengkapi.

Kopi dengan karakteristik rasa asam dan sedikit pahit, sementara pisang dengan karakteristik rasa manis dan tekstur yang lembut sehingga cocok dipadukan.

2. Efek konsumsi pisang dan kopi berbarengan

Tidak ada efek buruk yang disebabkan oleh kombinasi spesifik pisang dan kopi terhadap pencernaan. Mengingat sistem pencernaan manusia dirancang untuk dapat mengonsumsi berbagai jenis makanan sekaligus.

Namun, itu semua kembali kepada kondisi tubuh masing-masing. Pasalnya ada orang yang memiliki toleran terhadap beberapa jenis makanan tertentu.

3. Kopi dan pisang memberi energi

Makan pisang sambil minum kopiMakan pisang sambil minum kopi Foto: iStock

Dikutip dari whatbanana.com (13/10/21) kopi mengandung kafein yang berperan sebagai antioksidan. Begitu juga pisang yang kaya akan kandungan potasium, magnesium, dan triptofan.

Senyawa tersebut juga dapat berperan sebagai stimulan. Keduanya juga mengandung karbohidrat yang dapat mendorong energi dengan sempurna.

4. Kopi dan pisang dapat meningkatkan suasana hati

Manfaat mengonsumsi pisang sembari minum kopi juga pernah dibahas oleh Dr. Zaidul Akbar. Lewat kanal YouTubenya, perpaduan keduanya dapat meningkatkan suasana hati.

Menurut Dr. Zaidul Akbar, kopi dapat berperan meningkatkan suasana hati. Jika dipadukan dengan pisang, maka manfaatnya akan maksimal.

Mengingat pisang memiliki manfaat yang sama. “Pisang itu salah satu produsen hormon serotonin dan dia mengandung bahan yang bisa membuat tubuh kita lebih bahagia,” tuturnya.

5. Pisang jadi camilan yang baik sebelum minum kopi

Makan pisang sambil minum kopiMakan pisang sambil minum kopi Foto: iStock

Kamu tidak disarankan untuk minum kopi dalam keadaan perut kosong. Kondisi tersebut dapat memicu pelepasan asam klorida dalam sistem pencernaan.

Dengan mengonsumsi pisang, bisa jadi solusi yang baik untuk minum kopi dengan perut terisi. Makan pisang setelah minum kopi juga memiliki manfaat yang berbeda.

Khususnya ketika kamu tidak menambahkan susu ke seduhan kopi. Itu karena kopi bisa memengaruhi penyerapan kalsium dalam tubuh, yang kemudian terbuang lewat urine.

Selain itu, mengasup kafein dapat menurunkan kadar kalium. Karenanya, makan pisang langsung setelah minum kopi dapat mengisi kembali kadar potasium dalam tubuh.

(raf/odi)



Sumber : food.detik.com

5 Fakta Kopi dan Depresi, Benarkah Ampuh Atasi Stres?


Jakarta

Manfaat dan efek samping minum kopi masih menjadi perdebatan yang terus diperdalam ahli. Benarkah minum kopi bisa atasi stres dan cegah depresi? Ini faktanya.

Kopi tidak hanya dianggap sebagai minuman biasa, tetapi kandungan kafeinnya juga banyak dipercaya sebagai stimulan. Umumnya kopi dikonsumsi untuk membantu produksi energi dalam waktu yang singkat guna membantu tubuh terjaga saat beraktivitas.

Pada waktu tertentu, kopi juga dipercaya sebagai minuman untuk menemani waktu bersantai. Beberapa orang mempercayai bahwa kopi dapat membantu relaksasi dan menenangkan diri dari stres selama beraktivitas.


Namun ketika mengonsumsi kopi terlalu banyak, kandungan kafeinnya juga dapat memicu timbulnya kecemasan hingga depresi. Lantas benarkah kopi dapat mengatasi stres atau sebaliknya?

Baca juga: Yuk! Konsumsi 5 Ikan Enak Ini untuk Atasi Hipertensi

Berikut 5 fakta kopi terhadap stres dan depresi menurut Psych Central:

5 Fakta Kopi dan Depresi, Benarkah Ampuh Atasi Stres?Kafein dapat berfungsi dengan cara memblokir reseptor adenosin pada otak. Foto: Getty Images/Svetlana Denisova

1. Pengaruh kopi pada otak

Kandungan kafein pada kopi dapat memberikan efek yang kompleks pada otak dan pusat sistem saraf. Kopi dapat menstimulasi kafein berinteraksi dengan adenosin yang memiliki peran untuk mengirimkan sinyal kantuk pada tubuh.

Ketika adenosin aktif dan sinyalnya ditangkap oleh reseptor adenosin, kondisi hilang fokus dan mengantuk akan ditimbulkan oleh otak. Banyak orang yang akhirnya memilih minum kopi ketika mulai mengantuk hingga akhirnya membuat kafein bekerja dengan cara memblokir reseptor adenosin.

Sehingga otak akan kembali tajam dan lebih ‘melek’ setelah mengonsumsi kopi. Sayangnya beberapa riset menyebutkan dampak dari efek kafein tersebut dapat mengganggu produksi serotonin, dopamin, dan noradrenalin yang berkaitan dengan kondisi depresi.

2. Efek jangka panjang kopi

Namun pada penelitian lain disebutkan juga bahwa kopi memiliki kaitannya dengan mengurangi risiko depresi. Pengamatan ini diungkap melalui penelitian tahun 2010 yang melibatkan 2.232 partisipan di Finlandia.

Para peneliti menemukan bahwa konsumen kopi kelas berat justru mengalami pengurangan risiko depresi daripada mereka yang tidak minum kopi. Dilanjut dengan penelitian yang melibatkan 50.739 partisipan wanita di Amerika Serikat ditemukan bahwa risiko depresi berkurang pada konsumen kopi dalam cakupan yang lebih masif.

Namun beberapa penemuan ini dibatasi hanya pada pengamatan konsumen kopi berkafein. Masih dibutuhkan pengamatan lebih lanjut karena hubungan depresi dan kopi decaf belum ditemukan.

Fakta lainnya ada di halaman selanjutnya.

3. Kopi mengurangi inflamasi

Jika melihat dari kandungan kimianya, kopi justru memiliki komponen antiinflamasi. Banyak manfaat yang bisa diberikan untuk mengatasi inflamasi yang kronis pada tubuh manusia.

Salah satu yang disebabkan oleh inflamasi adalah kondisi depresi. Juga beberapa penyakit kronis seperti gangguan jantung, kanker, rematik, hingga penyakit Alzheimer.

Melalui pengamatan peneliti secara ilmiah, ditemukan bahwa konsumen kopi mengalami penurunan risiko gangguan kesehatan fisik secara signifikan. Manfaat ini dikaitkan dengan khasiat dari kopi yang dapat menurunkan inflamasi pada tubuh.

4. Mencegah kecenderungan dorongan depresi

5 Fakta Kopi dan Depresi, Benarkah Ampuh Atasi Stres?Kopi ternyata dapat meminimalisir kecenderungan penyintas depresi untuk menyakiti diri sendiri. Foto: Getty Images/Svetlana Denisova

Pada depresi kelas berat, biasanya penderita akan memiliki kecenderungan untuk menyakiti dan membahayakan dirinya sendiri. Hal ini juga menggelitik peneliti guna melihat apakah kopi dapat berdampak positif bagi penderita depresi berat?

Hasilnya sebuah penelitian yang dilakukan pada sekelompok orang di tahun 1993 menemukan efek konsumsi kopi dapat meminimalisir kecenderungan yang tidak diinginkan. Para penderita depresi berat mengalami keinginan untuk menyakiti dan membahayakan dirinya sendiri.

Para peneliti saat itu sempat berspekulasi bahwa kondisi serupa dapat diatasi dengan konsumsi kafein dalam dosis yang tinggi. Tetapi konsumsi kopi tidak terbukti dapat memperbaiki maupun membantu penderita depresi untuk mengelola emosinya.

5. Potensi efek negatif

Lantas apa yang mungkin terjadi dalam kondisi terburuknya? Psikolog dan psikiater menyebut kopi memiliki komponen psikoaktif yang wajib diwaspadai.

Kandungan tersebut dapat memicu gangguan psikiatrik seperti kecemasan, depresi, dan psikosis ada beberapa orang. Pada penelitian tahun 2011 ditunjukkan gejala-gejala depresif pada konsumen kafein tahap tinggi.

Bagi sebagian orang kopi justru dapat memicu gangguan pada kesehatan mental mereka, yang disebabkan oleh kondisi caffeine crash di dalam tubuh. Namun kopi dinilai cukup aman untuk dikonsumsi dalam dosis yang ringan sebagai pelepas stres apalagi setelah beraktivitas.

(dfl/adr)



Sumber : food.detik.com