Tag: kopi

  • Orang dengan 11 Kondisi Tubuh Ini Sebaiknya Tak Minum Kopi


    Jakarta

    Kopi jadi asupan tepat untuk menambah energi di pagi hari. Namun, tak semua orang boleh minum kopi karena kondisi tubuhnya.

    Kopi dikenal sebagai salah satu minuman menyehatkan dan kaya manfaat. Jika diminum tanpa gula, kopi diketahui dapat mengurangi risiko berbagai penyakit termasuk masalah jantung.

    Orang yang tidak boleh minum kopi

    Namun, bagi orang-orang tertentu, asupan kopi bisa memberikan efek negatif. Misalnya, kopi bisa memicu rasa gelisah atau mendorong buang air besar.


    Kopi bisa memengaruhi kesehatan dengan cara yang sama sekali tidak diketahui. Oleh karena itu, beberapa orang disarankan untuk menghindari asupan kopi. Berikut di antaranya, melansir Eat This Not That.

    1. Orang dengan IBS

    Orang yang tidak boleh minum kopi pertama adalah mereka yang mengidap sindrom iritasi usus besar (IBS).

    Ahli gizi Angel Planells mengatakan, kafein dapat meningkatkan keinginan buang air besar pada pengidap IBS. “Termasuk juga meningkatkan [intensitas] diare yang jadi gejala utama IBS,” tambahnya.

    2. Orang dengan glaukoma

    Penderita glaukoma juga disarankan menghindari asupan kopi. Glaukoma merupakan sebutan bagi sekelompok masalah mata yang merusak saraf optik.

    Planells mengatakan, tekanan intraokular akan meningkat pada penderita glaukoma saat meminum kopi.

    “Jadi penderita glaukoma disarankan untuk membatasi dan menghindari asupannya,” tambah Planells.

    Sebuah penelitian yang pernah dilakukan Mount Sinai juga menemukan, asupan kafein dalam jumlah besar dapat meningkatkan risiko glaukoma pada mereka yang punya masalah peningkatan tekanan mata.

    3. Orang yang sering kencing

    Sexual Problem, Urology, ConceptIlustrasi. Orang yang sering kencing, salah satu kelompok orang yang tidak boleh minum kopi.

    Asupan kopi diketahui dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Hal ini tentu berbahaya bagi orang yang punya masalah kandung kemih terlalu aktif atau overactive bladder.

    4. Penderita aritmia

    Aritmia merupakan kondisi detak jantung yang tidak teratur. Asupan kopi bisa memperparah kondisi aritmia.

    “Kafein dari kopi dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung,” ujar ahli gizi Kelli McGrane.

    Penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukan potensi lonjakan tekanan darah dalam jangka pendek saat mengonsumsi kafein. Namun, tak ada cukup bukti konklusif mengenai efek panjangnya terhadap tekanan darah atau kesehatan jantung.

    5. Ibu hamil

    American College of Obstetrics and Gynecology merekomendasikan ibu hamil untuk membatasi kafein hingga 200 miligram atau setara dengan dua cangkir kopi setiap hari. Pembatasan ini diperlukan untuk menurunkan risiko keguguran, kelahiran prematur, dan berat badan lahir rendah.

    Namun demikian, sebuah ulasan yang diterbitkan dalam British Journal of Medicine menyimpulkan tak ada batas aman asupan kafein selama kehamilan. Ibu hamil perlu mendiskusikannya dengan dokter.

    6. Ibu menyusui

    Sifat stimulan dan diuretik pada kafein dikhawatirkan dapat membuat ibu menyusui mengalami dehidrasi. Ibu disarankan untuk menghindari asupan kafein sebanyak mungkin selama kehamilan dan menyusui.

    7. Pengidap gangguan cemas

    McGrane mengatakan, kafein adalah stimulan yang dapat memperburuk kecemasan pada beberapa individu. Mereka yang mengalami gangguan cemas dan panik disarankan untuk menghindari asupan kopi.

    Sebuah penelitian dari General Hospital Psychiatry menemukan, kadar kafein yang tinggi berpotensi memicu serangan panik pada orang-orang dengan gangguan cemas.

    8. Orang yang sedang diare

    Ilustrasi toilet atau sakit perutsakit perut Foto: Getty Images/iStockphoto/Tharakorn

    Secangkir kopi di pagi hari memang bisa memperlancar proses buang air besar. Namun, efek ini akan menjadi negatif jika kamu sedang mengalami diare.

    9. Pengidap epilepsi

    Beberapa penelitian menemukan, konsumsi kopi dalam jumlah besar dapat meningkatkan frekuensi kejang pada penderita epilepsi. Namun demikian, diperlukan lebih banyak penelitian untuk membuktikan hal tersebut.

    10. Anak-anak di bawah 12 tahun

    McGrane mengatakan, dosis kecil kafein dapat menimbulkan efek yang lebih nyata pada anak-anak. Terlalu banyak kafein pada anak dapat memicu peningkatan detak jantung, rasa cemas, kesulitan berkonsentrasi, dan sakit perut.

    Sementara pada balita, kopi dapat menghilangkan rasa lapar. Akibatnya, si kecil tak bakal merasa lapar dan tak mau makan.

    11. Pengidap GERD

    Bukan rahasia lagi, pengidap GERD juga jadi salah satu kelompok orang yang tidak boleh minum kopi.

    Pasalnya, kafein dapat melonggarkan katup esofagus bagian bawah yang dapat memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan.

    (yms/odi)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Anna Pelzer

  • Ini 5 Efek Samping Kesehatan Jika Minum Kopi Berlebihan


    Jakarta

    Meski pada dasarnya kopi memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Tapi jika dikonsumsi secara berlebihan bisa memicu efek samping untuk kesehatan.

    Pecinta kopi penting untuk mengetahui efek minum kopi setiap hari. Ada yang berefek positif dan ada pula yang berefek negatif.

    Di seluruh dunia, kopi dikenal sebagai minuman pagi hari. Minum kopi juga sudah menjadi gaya hidup, karenanya pencinta kopi tak pernah terlewatkan satu hari pun. Kopi memang dikenal dengan sederet manfaat sehatnya seperti menambah energi, meningkatkan daya ingat hingga menjaga fungsi otak.


    Namun, apa yang terjadi dalam tubuh jika kamu minum kopi setiap hari? Kopi mengandung kafein yang berperan aktif, sehingga berefek pada tubuh. Tak selamanya positif, kafein juga bisa berefek negatif. Apalagi jika kopi diminum secara berlebihan dan tidak mengikuti anjuran takaran kopi yang berlaku.

    Sehingga ada baiknya untuk mengonsumsi kopi dalam batas wajar. Disarankan oleh ahli gizi dan dokter untuk konsumsi kopi tak lebih dari 4 cangkir sehari. Dengan perkiraan per cangkir kopi hitam ukuran 240 ml mengandung 95 mg kafein. Sehingga 200 mg kafein setara dengan dua cangkir kopi.

    Dilansir dari berbagai sumber (03/03), berikut beberapa efek samping yang bisa muncul karena kebiasaan ngopi yang salah.

    1. Cemas dan Panik

    Penelitian minum kopi yang menemukan bisa membuat seseorang banyak gerak, juga memberikan efek kurang tidur.Penelitian minum kopi Foto: Getty Images/iStockphoto

    Minum kopi setiap hari juga bisa berefek negatif jika dikonsumsi secara berlebihan. Beberapa efeknya seperti kecemasan, panik, tidur gelisah, susah tidur dan ketergantungan kafein.

    “Peran kafein dapat berhenti 12-24 jam setelah dosis terakhir mengonsumsi kafein. Ini sembuh dalam 24-48 jam. Gejala yang paling menonjol adalah sakit kepala,” ungkap American Heart Association.

    Selain itu, sebuah studi menunjukkan dosis yang mematikan dari mengonsumsi kafein adalah 236 mililiter. Namun, itu tidak bisa disamakan semua orang, tergantung dengan metabolisme tubuh masing-masing.

    2. Memicu Diare

    Ilustrasi toilet atau sakit perutIlustrasi toilet atau sakit perut Foto: Getty Images/iStockphoto/Tharakorn

    Bagi orang-orang yang memiliki masalah pada sistem pencernaan seperti masalah maag atau iritasi lambung, sangat tidak disarankan minum kopi. Kandungan dalam kopi bisa membuat saluran cerna mengalami iritasi yang lebih parah.

    Efek asam pada kopi membuat lapisan lambung melemah, akibatnya berbagai masalah pun muncul di saluran cerna. Beberapa dampaknya yakni kram perut, diare, sembelit dan iritasi pada saluran usus besar.

    3. Terlalu Banyak Gula

    Tambahkan Madu ke Kopi untuk Dapatkan Rasa dan Manfaat ManisKopi Manis. Foto: Ilustrasi iStock

    Penambahan pemanis, termasuk gula ke dalam secangkir kopi, bisa menambah nilai kalori secangkir kopi. Hal ini harus dihindari pelaku diet.

    Selain itu, praktik menambahkan banyak gula juga berisiko membuat umur kamu pendek. Penelitian mengungkap terlalu banyak konsumsi gula berisiko pada kematian dini.

    Hal ini bukan karena obesitas atau kenaikan berat badan yang disebabkan karena gula, melainkan fakta bahwa gula bisa memicu dehidrasi. Pada akhirnya hal ini menjadi gejala gula darah tinggi dan jika tidak diatasi akan menyebabkan diabetes. Penyakit ini termasuk berbahaya dan mengancam nyawa.

    4. Kebiasaan Minum Kopi Berlebihan

    Pecinta kopi seringkali tak sadar kalau sudah terlalu banyak minum kopi. Kebiasaan ini tidak baik untuk kesehatan dalam jangka panjang.

    Sebuah penelitian yang mengamati konsumsi kopi 40 ribu orang dewasa menemukan mereka yang minum lebih dari 4 cangkir kopi per hari alami efek negatif terkait masa hidupnya. Padahal anjuran minum kopi yang disarankan oleh ahli kesehatan berkisar 2-4 cangkir dalam sehari sesuai kondisi tubuh dan kebutuhan setiap orang.

    Penulis penelitian itu menjelaskan bahwa minum 28 cangkir kopi per minggu (yang mana 4 kali sehari) tak masalah untuk kesehatan, tetapi minum lebih dari jumlah tersebut bisa berdampak negatif dalam kaitannya dengan umur panjang.

    5. Meningkatkan Kadar Kolesterol

    Doctor with stethoscopeFoto: Getty Images/iStockphoto/isayildiz

    Kolesterol meningkat bisa menjadi salah satu efek minum kopi setiap hari. Karenanya perhatikan bagaimana cara kamu menyeduhnya, karena cara menyeduh dapat mempengaruhi kadar kolesterol dalam kopi.

    Jika kamu menyeduh dengan cara French Press, perkolator atau lebih suka minum espresso, maka kopi mengandung kafestol dalam jumlah yang lebih tinggi daripada menyeduh menggunakan kertas yang disaring atau instan.

    Kofestol sendiri merupakan senyawa alami yang hanya ditemukan pada kopi. Senyawa tersebut dapat menyebabkan kadar kolesterol LDL pada tubuh menjadi baik. Itu karena kemampuan filter untuk memisahkan kopi dari minyak peningkat kolesterol yang disebut terpene.

    (sob/odi)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Anna Pelzer

  • 5 Efek Minum Kopi Sore Hari yang Bisa Pengaruhi Kualitas Tidur


    Jakarta

    Kopi merupakan minuman yang umum dikonsumsi setiap hari. Sebagian orang suka minum kopi pada sore hari. Beberapa efek minum kopi bisa dirasakan tubuh.

    Kopi merupakan minuman yang umum dikonsumsi setiap hari. Punya rasa pahit nutty, namun banyak yang menggemarinya karena kandungan kafein pada kopi dapat berperan dalam meningkatkan energi.

    Biasanya kopi rutin dikonsumsi pagi hari, tapi tak jarang yang mengonsumsinya sore hari. Meskipun bisa meningkatkan energi yang menambah semangat, kemungkinan besar memberikan efek buruk.


    Dilansir dari Live Strong (20/1), efek buruk minum kopi ini bisa memengaruhi tidur seseorang:

    1. Timbulkan Rasa Gelisah

    Ahli diet, May Zhu mengungkapkan kalau kopi dapat meningkatkan energi, karena kandungan kafeinnya. “Kopi mengandung kafein yang merupakan stimulan untuk membuat tubuh merasa lebih terjaga dan waspada,” katanya.

    Namun, sejumlah kafein yang dikonsumsi sore hari justru bisa membuat gelisah. Selain gelisah, bisa memberikan efek gugup dan jantung berdebar kencang ini bisa menjadi tanda kalau minum terlalu banyak kopi.

    2. Pengaruhi Waktu Tidur

    Ilustrasi Susah TidurIlustrasi Susah Tidur Foto: iStockphoto/Getty Images/torwai

    Umumnya waktu tidur yang normal adalah 8 jam per hari. Namun, waktu tidur seseorang bisa menjadi pendek karena efek minum kopi di sore hari.

    Zhu mengungkapkan, “Karena kafein menstimulasi sistem saraf pusat yang membuat waspada dan terjaga. Jika mengonsumsinnya menjelang waktu tidur dapat mengganggu waktu tidur nyenyak yang kita perlukan untuk merasa segar ketika bangun.”

    Studi pada Februari 2017 dalam Sleep Medicine Reviews menemukan bahwa kafein tidak hanya membuat orang terjaga, tapi juga mengurangi jumlah dan kualitas tidur seseorang.

    Soalnya, jika minum kopi sore hari menjadi kebiasaan, hal itu bisa membahayakan kesehatan dalam jangka panjang. Kurang tidur kerap dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terkena diabetes, depresi, dan masalah jantung.

    3. Lebih Sering Kencing Malam Hari

    Saat tidur malam hari, kita kerap bangun karena ingin kencing. Hal ini kemungkinan besar penyebabnya karena secangkir kopi yang dikonsumsi sore hari.

    Zhu menyebutkan kalau kafein dapat memberikan efek diuretik ringan yang berarti membuat seseorang lebih sering buang air kecil. Ini termasuk gangguan tidur yang dapat mengganggu kinerja kognitif di siang hari.

    4. Berkeringat Malam Hari

    Efek dari minum kopi sore hari, salah satunya juga berpengaruh pada jumlah keringat. Keringat yang keluar malam hari saat tidur ini dikarenakan asupan kafeinnya.

    Keringat juga dapat dikaitkan dengan faktor kecemasan dan menopause. Sebuah studi pada Februari 2015, menemukan hubungan antara asupan kafein dan peningkatan keringat malam pada orang menopause.

    5. Lapar Malam Hari

    Rasa lapar malam hari juga kerap memengaruhi kualitas tidur seseorang. Zhu menjelaskan, “Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kafein dapat memiliki efek menekan nafsu makan, terutama bila dikonsumsi 30 menit hingga 4 jam sebelum makan.”

    Hal ini juga dapat mempengaruhi rasa lapar di malam hari ketika tidur. Oleh karenanya, jangan terbiasa mengonsumsi kopi saat sore hari.

    (yms/odi)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Ella Olsson

  • Catat! Ini 5 Manfaat Kebiasaan Ngopi di Pagi Hari


    Jakarta

    Selain bisa membuat tubuh terasa lebih segar dan tidak mengantuk, kopi memiliki sejumlah manfaat untuk tubuh saat dikonsumsi pagi hari. Begini kata ahli.

    Daya tarik kopi terletak pada aroma dan cita rasanya yang menggiurkan. Selain itu, kopi juga memiliki kandungan kafein yang bisa membuat pencintanya ketagihan untuk meminumnya.

    Tak heran setiap harinya ada jutaan orang di berbagai negara yang minum kopi di pagi hari. Selama beberapa tahun terakhir banyak bermunculan penelitian tentang efek minum kopi. Ada yang mengulas tentang manfaat minum kopi hingga mengenai dampak dan efek sampingnya.


    Meski konsumsi kopi sering menimbulkan pro dan kontra, ada beberapa manfaat kopi yang sudah tidak perlu diragukan lagi. Seperti membantu menjaga berat badan, meningkatkan metabolisme tubuh, sampai meningkatkan suasana hati.

    Dilansir dari berbagai sumber berikut lima manfaat kesehatan dari kebisaan ngopi pagi hari:

    1. Menambah Kecerdasan

    Catat! Ini 5 Manfaat Kebiasaan Ngopi di Pagi HariCatat! Ini 5 Manfaat Kebiasaan Ngopi di Pagi Hari Foto: Ilustrasi iStock

    Mengonsumsi kopi bisa membuat seseorang lebih berenergi. Hal itu karena kandungan kafein yang terdapat di dalam kopi segera meresap ke dalam aliran darah hingga ke otak.

    Kandungan kafein juga membuat beberapa fungsi otak bertambah, seperti memori, kewaspadaan, hingga mental secara umum. Studi pada tahun 2020 mengungkap bahwa orang yang diberi pil kafein 200 mg (setara dengan secangkir kopi) mengalami peningkatan kemampuan dalam memecahkan masalah.

    Peneliti menemukan meningkatnya fokus, akurasi, dan durasi seseorang memecahkan masalah usai minum kopi. Namun tak ditemukan kaitan dengan berpikir kreatif. Studi yang sama pada tahun 2018 mengungkap kalau mencium aroma kopi saja bisa membantu kemampuan matematika seseorang.

    2. Mencegah Depresi

    Catat! Ini 5 Manfaat Kebiasaan Ngopi di Pagi HariCatat! Ini 5 Manfaat Kebiasaan Ngopi di Pagi Hari Foto: Ilustrasi iStock

    Depresi bisa menurunkan kualitas hidup seseorang. Studi Harvard tahun 2011 mengungkap manfaat minum kopi di pagi hari bagi wanita yang minum 4 cangkir atau lebih per hari yakni menurunkan risiko 20% terkena depresi.

    Selain itu, penelitian juga menunjukkan pada 208 ribu partisipan yang mengonsumsi 4 cangkir kopi atau lebih per hari memiliki kemungkinan 53% lebih kecil untuk bunuh diri.

    Tak ketinggalan konsumsi kopi disebut dapat meningkatkan suasana hati atau mood. Karena kafein yang terkandung dalam kopi memiliki korelasi langsung pada otak.

    3. Membakar Lemak

    Makanan yang bisa membantu membakar lemakMinuman yang bisa membantu membakar lemak Foto: Getty Images

    Kafein diketahui merupakan zat alami pembakar lemak. Dalam studi terungkap kalau kafein meningkatkan pembakaran lemak pada orang obesitas sebesar 10% dan orang kurus 29%. Dalam penelitian lain, kafein diketahui meningkatkan laju metabolisme 3 sampai 11%.

    Kafein di dalam kopi juga akan menekan nafsu makan sehingga keinginan untuk makan akan lebih sedikit. Jika memang ingin menurunkan berat badan, tambahkanlah kopi hitam sebagai menu minuman harian.

    Namun ingat, kopi yang dikonsumsi tersebut tidak boleh ditambah dengan pemanis yang berbahaya seperti gula, sirup, ataupun krimer karena itu justru akan memicu penyakit berbahaya. Disarankan bagi yang mau diet atau menurunkan berat badan untuk mengkonsumsi kopi hitam saja.

    4. Jaga Kesehatan Jantung

    Catat! Ini 5 Manfaat Kebiasaan Ngopi di Pagi HariCatat! Ini 5 Manfaat Kebiasaan Ngopi di Pagi Hari Foto: Ilustrasi iStock

    Minum kopi di pagi hari juga sering dikaitkan dengan kemampuannya untuk melindungi jantung serta menurunkan tekanan darah.

    Sebuah studi yang dilaporkan oleh situs NIH.gov menemukan bahwa orang yang mengonsumsi kopi memiliki tekanan darah lebih rendah daripada mereka yang tidak minum kafein.

    Tinjauan studi klinis juga menemukan bahwa kopi dapat memberikan perlindungan terhadap penyakit arteri koroner.

    Para ahli percaya bahwa dengan minum kopi, kafein di dalamnya dapat bekerja menurunkan volume dalam darah. Kondisi ini tentu bisa membantu melindungi organ jantung dari kerusakan.

    5. Membersihkan Perut

    Catat! Ini 5 Manfaat Kebiasaan Ngopi di Pagi HariCatat! Ini 5 Manfaat Kebiasaan Ngopi di Pagi Hari Foto: Ilustrasi iStock

    Tak hanya kopi hitam saja, hampir setiap jenis kopi mengandung sifat diuretik. Kondisi ini membuat banyak orang sering buang air kecil setelah minum kopi.

    Namun jika meminum kopi hitam tanpa campuran gula atau susu, kandungan diuretik di dalamnya bisa mengeluarkan racun hingga bakteri dari tubuh. Tentunya bakteri dan racun ini keluar bersama urine.

    Selain tubuh lebih sehat, perut juga jadi lebih bersih. Jadi punya banyak ruang kosong untuk mencerna makanan sehat seperti sayuran hingga buah.

    (sob/adr)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Ella Olsson

  • Ini Waktu Terbaik Untuk Minum Kopi Setelah Bangun Tidur


    Jakarta

    Minum kopi di pagi hari telah menjadi rutinitas. Namun, berapa lama jarak waktu yang tepat antara bangun tidur dan minum kopi? Ini jawabannya!

    Mengawali pagi hari dengan secangkir kopi dapat memberikan manfaat untuk tubuh. Salah satunya dapat membangkitkan energi karena kandungan kafein di dalamnya.

    Selain itu, manfaat minum kopi juga bisa meningkatkan suasana hari hingga meningkatkan fungsi otak. Untuk mendapatkan manfaatnya, ada tips penting saat minum kopi.


    Hal itu berkaitan dengan waktu meminum kopi. Mengingat banyak orang yang minum kopi setelah bangun tidur, maka ada jeda waktu disarankan antara bangun tidur dan minum kopi.

    Dikutip dari Live Holos (08/09/23) jeda waktu antara bangun tidur dan minum kopi disebut juga dengan istilah ’90 minutes rule’. Apa artinya?

    1. Jeda waktu bangun tidur dan minum kopi

    Minum Kopi Hitam di Pagi Hari Bisa Bantu Turunkan Berat Badan’90 minutes rule’ merupakan istilah untuk menentukan jeda waktu antara bangun tidur dan minum kopi. Foto: Ilustrasi iStock

    ’90 minutes rule’ merupakan istilah untuk menentukan jeda waktu antara bangun tidur dan minum kopi. Artinya, disarankan untuk menunggu waktu 90 menit setelah bangun tidur, baru diperbolehkan minum kopi.

    Menurut Andrew Huberman, ahli saraf terkemuka dan peneliti di Stanford University School of Medicine, tips minum kopi tersebut bisa meningkatkan energi.

    “Disarankan untuk menunggu waktu 90-120 menit setelah bangun tidur, baru kamu bisa minum kopi. Jeda waktu itu membuat kamu merasakan manfaat dari kopi itu sendiri,” tutur Andrew.

    2. Mempengaruhi hormon kortisol

    Tips minum kopi pagi hariMenunggu 90 menit setelah bangun tidur juga akan memungkinkan kadar adenosin sedikit meningkat. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Dengan menunggu jeda waktu antara 90-120 menit akan mempengaruhi hormon kortisol dalam darah yang cenderung menurun dengan drastis hingga kita bisa merasakan efek dari minum kopi yang bisa mengatasi rasa kantuk.

    Menunggu 90 menit setelah bangun tidur juga akan memungkinkan kadar adenosin sedikit meningkat. Artinya, kafein lebih efektif memblokir reseptor dan membuat kita tetap waspada sepanjang hari.

    Tak hanya itu, manfaat dari 90 minutes rule untuk minum kopi ini akan memungkinkan tubuh untuk lebih mengandalkan mekanisme terjaga alaminya, sehingga mengurangi risiko ketergantungan kafein.

    3. 3 waktu minum kopi yang disarankan

    5 Tips Kurangi Rasa Gelisah dan Cemas Efek Minum KopiAda tiga waktu tepat yang disarankan untuk minum kopi. Foto: Ilustrasi iStock

    Dikutip dari Telegraph ada tiga waktu tepat yang disarankan untuk minum kopi. Tentunya tiga waktu tersebut merupakan momen di mana kortisol dalam tubuh sedang menurun.

    Namun, tetap mengikuti aturan 90 minutes rule. Waktu pertama adalah pada pukul 08.00-09.00 di pagi hari, 12.00-13.00 di siang hari, dan 18.00-19.00 di sore hari.

    Tak hanya waktu minum kopi, penting juga untuk memilih kopi berkualitas terbaik agar merasakan manfaat maksimal dari kopi dan hindari penggunaan gula tambahan.

    (raf/odi)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Ella Olsson

  • Apakah Sehat Minum Kopi Setiap Hari? Ini Anjuran Ahli Gizi


    Jakarta

    Kopi mengandung senyawa penting yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Namun, amankan jika mengonsumsi kopi setiap hari?

    Kopi identik dengan kandungan kafein atau disebut juga sebagai stimulan alami. Kafein tersebut bekerja dengan merangsang otak dan sistem saraf pusat.

    Manfaatnya bisa meningkatkan energi, mencegah rasa lelah, hingga menghindari risiko penyakit kronis. Selain kafein, kopi juga mengandung senyawa penting lainnya.


    Hal tersebut telah dibuktikan oleh seorang ahli gizi, Lorraine Kearney, RD, CDN, dan CEO New York City Nutrition. Dikutip dari Delish (19/01/24) berikut penjelasannya.

    1. Nutrisi penting kopi

    Minum Kopi Hitam di Pagi Hari Bisa Bantu Turunkan Berat BadanKopi ini mengandung beberapa nutrisi penting selain kafein, seperti magnesium dan polifenol. Foto: Ilustrasi iStock

    Kopi diekstraksi dari biji kopi yang dipanggang dan digiling. Kopi ini mengandung beberapa nutrisi penting selain kafein, seperti magnesium dan polifenol.

    Nutrisi tersebut berperan sebagai antioksidan dalam tubuh. Banyak penelitian dan ahli gizi yang menemukan potensi manfaat kesehatan dari kopi.

    “Kopi kaya akan antioksidan, stimulan alami yang dapat meningkatkan fungsi kognitif, konsentrasi, dan kewaspadaan,” ujar Kearney.

    Kearney mengatakan dengan rutin mengonsumsi kopi dikaitkan dengan penurunan risiko kanker tertentu, penyakit Parkinson hingga Alzheimer.

    2. Risiko kesehatan dari kopi

    Meski dikemas dengan nutrisi penting, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa minum kopi juga bisa menimbulkan risiko atau efek samping pada kesehatan.

    “Kandungan kafein dalam kopi bisa berbeda-beda, tergantung faktor seperti jenis biji kopi, cara penyeduhan, dan takaran saji,” tutur Kearney.

    Menurut Kearney, secangkir kopi umumnya mengandung 95-200 mg kafein. Sementara itu, Food and Drug Administration (FDA) menyebutkan 400 mg kafein adalah jumlah yang tidak dikaitkan dengan efek negatif.

    3. Efek kafein

    Minum Kopi Hitam di Pagi Hari Bisa Bantu Turunkan Berat BadanMinum Kopi Hitam di Pagi Hari Bisa Bantu Turunkan Berat Badan Foto: Ilustrasi iStock

    Lebih lanjut, FDA menjelaskan bahwa efek kafein bisa berbeda-beda di setiap orang tergantung seberapa sensitif tubuh mereka terhadap kafein.

    Juga seberapa cepat tubuh mereka dapat memetabolismenya. Kearney mengatakan bahwa terlalu banyak minum kopi bisa menyebabkan kecemasan, masalah pencernaan, tremor otot, sakit, kepala, ketergantungan kafein, hingga gangguan penyerapan kalsium.

    Selain itu, kafein yang berlebih juga dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Kearney menyarankan agar mereka yang memiliki masalah jantung dan refluks asam menghindari kopi.

    4. Batasan kafein

    Kafein pada kopi bisa berakibat fatal jika dikonsumsi berlebihan. Sebelumnya FDA mengatakan bahwa 400 mg kafein setiap hari masih batas aman.

    Khusus untuk wanita hamil, disarankan membatasi kafein hingga 300 mg per hari. Yang pasti, jangan sampai berlebihan hingga mencapai 1.200 mg kafein per hari.

    FDA menjelaskan bahwa jumlah tersebut dapat menyebabkan efek toksik seperti kejang. Bahkan pada 2023 lalu, ada kasus kematian seorang siswa dengan penyakit jantung yang terjadi usai minum Charged Lemonade yang mengandung kafein.

    5. Bolehkan minum kopi setiap hari?

    Racikan kopi campur lada hitamMinum kopi setiap hari aman asalnya tidak berlebihan. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Sehat atau tidaknya minum kopi setiap hari pada akhirnya tergantung pada kondisi kesehatan masing-masing dan seberapa banyak kamu mengonsumsi kopi.

    “Ini bervariasi berdasarkan toleransi individu terhadap kafein dan seberapa sensitif mereka terhadap efeknya, juga seberapa cepat mereka metabolismenya,” ujar Kearney.

    Untuk pilihan rendah kalori, Kearney merekomendasikan untuk mengonsumsi kopi hitam dengan sedikit gula, krim, atau perasa. Akan lebih baik tanpa gula tambahan.

    (raf/odi)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Ella Olsson

  • 3 Tips Minum Kopi Supaya Tak Sakit Perut di Pagi Hari


    Jakarta

    Kopi kerap dinikmati saat sarapan. Namun, pada sebagian orang menyebabkan gangguan pada pencernaan. Atasi dengan tips mudah berikut ini.

    Banyak orang menikmati kopi pagi hari saat sarapan. Minum kopi di pagi hari bisa membangkitkan energi yang diperlukan tubuh untuk beraktivitas seharian.

    Manfaat kopi di pagi hari ini dapat dirasakan oleh sebagaian orang. Namun, banyak juga yang justru mendapatkan gangguan masalah kesehatan pada pencernaan.


    Dilansir dari Well and Good (21/1), Maddie Pasquariello selaku ahli diet menjelaskan efek yang ditimbulkan saat minum kopi. “Minum kopi menyebabkan lambung memproduksi asam. Mungkin juga mengalami peningkatan pergerakan usus, peningkatan detak jantung, dan peningkatan tekanan darah ketika minum kopi saat perut kosong,” jelasnya.

    Pasquariello mengatakan bahwa minum kopi ini bisa berpotensi menyebabkan sakit maag. “Terus menerus minum kopi saat perut kosong dapat menyebabkan sakit maag,” katanya.

    Kopi juga disebut dapat menekan nafsu makan, oleh karenanya banyak yang mengonsumsinya sebagai minuman diet. Namun, kopi juga bisa menghambat kemampuan dalam menjalankan pola makan yang bergizi seimbang.

    “Dengan minum kopi alih-alih sarapan padat nutrisi, mungkin kamu bisa kehilangan kesempatan untuk berkontribusi terhadap keseluruhan asupan makronutrien pada hari itu,” ungkapnya.

    Kalau kamu memiliki usus yang sehat, tidak perlu khawatir saat minum 1-2 cangkir kopi di pagi hari. Namun, jika memang memiliki gangguan pada kesehatan usus, harus dipertimbangkan kembali.

    Beberapa tips mungkin bisa diterapkan agar minum kopi di pagi hari tak menimbulkan gangguan pencernaan.

    Berikut 3 tips minum kopi yang mudah diikuti:

    1. Minum air putih dulu

    Saat tertidur lelap, tubuh akan mengeluarkan air melalui pernapasan. Penting menjaga tubuh terhidrasi dengan baik, oleh karena itu minumlah air putih saat baru bangun tidur.

    Minum air putih ini juga dapat mengurangi efek kafein saat meminum kopi di pagi hari. “Ini membantu tubuh mendapatkan kembali cairan setelah tidur malam, meningkatkan pencernaan, dan meningkatkan metabolisme yang sehat,” ujar Pasquariello.

    2. Lengkapi dengan menu sarapan

    Tips minum kopi pagi hariTips minum kopi pagi hari Foto: Getty Images/iStockphoto

    Jangan hanya minum kopi saat sarapan, sebaiknya ditemani dengan menu sarapan. Karena, menyantap makanan walaupun sedikit dapat membantu meningkatkan kesehatan pencernaan saat minum kopi.

    “Dengan makan sedikit, ini akan membantu dalam menyerap asam lambung yang diproduksi dan menghindari gejala tidak menyenangkan,” ungkap Pasquariello.

    Pasquariello menyarankan untuk mengonsumsi sarapan bergizi seimbang. Di antaranya berisikan karbohidrat, protein, dan lemak.

    3. Pemilihan jenis kopi

    Jika memang harus minum kopi di pagi hari, Pasquariello menyarankan untuk memperhatikan jenis kopi yang diminum. Bisa mengurangi volume kopi atau mengganti jenisnya.

    “Menurunkan jumlah shots espresso dari tiga menjadi dua, beralih ke kopi dark roast, atau memilih drip coffee drip daripada cold brew,” sarannya.

    Pasquariello merekomendasikan pengurangan dosis secara perlahan untuk menghindari rasa sakit akibat berhenti mengasup kafein. Bisa juga mengganti kopi berkafein dengan kopi decaf tanpa kafein.

    (yms/odi)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Ella Olsson

  • Waspada! Kafein Kopi Bisa Menyebabkan Keracunan, Ini Sebabnya!


    Jakarta

    Kopi memang bisa membuat orang berenergi dan memberikan banyak manfaat sehat. Namun, kafein pada kopi juga bisa menyebabkan keracunan.

    Kopi banyak diminati bukan hanya karena enak, tetapi juga karena mendatangkan manfaat baik. Banyak zat di dalam kopi yang memberikan manfaat, salah satunya kafein.

    Kafein adalah stimulan alami yang bekerja untuk memberi stimulasi pada otak dan sistem saraf pusat agar mencegah seseorang dari rasa lelah. Kafein juga dapat meningkatkan mood dan fungsi otak.


    Namun, terlalu banyak mengonsumsi kafein juga tidak baik. Kafein bisa memberi efek buruk. Jika terlalu banyak, kafein justru berubah menjadi racun dalam tubuh. Kafein pun menimbulkan rasa gelisah hingga membuat seseorang sulit tidur.

    Oleh karena itu, penting mengukur batasan kafein yang dikonsumsi setiap harinya agar tidak menimbulkan potensi keracunan kafein.

    Untuk mengetahuinya lebih jelas, simak penjelasan berikut, seperti yang dirangkum dari wellandgood.com (28/06/2023).

    1. Mengenal sensitif kafein dan keracunan kafein

    5 Tips Kurangi Rasa Gelisah dan Cemas Efek Minum KopiKeracunan kafein berbeda dengan sensitif kafein karena gejalanya pun berbeda. Foto: Ilustrasi iStock

    Penting mengetahui tanda-tanda sensitif kafein dengan keracunan kafein.

    Seorang Dokter bernama Dr. Boyer mengungkap, sensitif kafein adalah suatu reaksi buruk terhadap kafein yang menimbulkan kegelisahan hingga hipervigilensi dan memicu buang air kecil. Di sisi lain, keracunan kafein ditandai dengan peningkatan detak jantung yang sering dan dramatis, tekanan darah sangat rendah, muntah, dan kejang.

    Untuk mengetahui seberapa banyak kafein yang bisa ditolerir, kamu mungkin akan melakukan dengan cara coba-coba. Misalnya, dengan minum kafein di pagi hari saat perut kosong atau meminumnya sampai tiga cangkir untuk mengetahui seberapa kuat tubuh mendapat asupan kafein.

    Namun, keracunan kafein yang sebenarnya memerlukan perhatian medis. Keracunan kafein terjadi ketika seseorang terlalu banyak konsumsi kafein dalam waktu singkat.

    2. Jumlah kafein yang bisa jadi racun

    Sirup maple untuk campuran kopiPotensi keracunan kafein bisa dilihat dari seberapa banyak kafein yang dikonsumsi dalam waktu cepat. Foto: iStock

    Dr.Boyer mengatakan, beberapa keadaan bisa menentukan potensi keracunan kafein.

    “Jumlah kafein yang bisa menjadi racun tergantung pada berapa lama waktu yang dibutuhkan seseorang untuk mengasup kafein, toleransi terhadap zat, dan lain sebagainya,” ujar Dr. Boyer.

    FDA (Food and Drug Administration) mencatat, efek toksik biasanya terjadi saat orang mengonsumsi 1.200 miligram kafein dalam jangka waktu singkat.

    Jumlah kafein dalam setiap minuman yang kamu minum tergantung dari banyak faktor. Misalnya espresso yang punya 64 miligram kafein atau kopi instan yang punya 62 miligram kafein.

    Perlu diingat, kopi bukanlah salah satu sumber kafein. Kafein juga bisa didapat dari beberapa minuman lain, seperti teh putih, teh hijau, atau teh hitam yang mengandung 12 gram kafein. Minuman berenergi juga mengandung kafein sekitar 80 sampai 150 miligram per dua kaleng minuman.

    Untuk menjaga asupan kafein, sebaiknya lakukan beberapa perhitungan. Sejumlah otoritas, termasuk FDA di Amerika merekomendasikan untuk maksimal mengonsumsi 400 miligram kafein per hari.

    Batasan asupan kafein yang aman bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Batas asupan kafein yang aman

    Dr.Boyer mencatat, keracunan kafein telah menjadi hal umum dalam beberapa waktu terakhir. Terutama karena meningkatnya minat dalam mengonsumsi minuman kafein, seperti kopi, teh, atau minuman berenergi.

    Namun, tidak semua keracunan kafein membawa malapetaka. Menurut Dr.Boyer, keracunan kafein yang parah sampai mematikan masih jarang terjadi.

    Hal ini juga disebabkan karena penanganan medis yang cepat dan tepat. Saat orang keracunan kafein ditandai dengan lonjakan dalam detak jantung, muntah dan kejang.

    Minum kopi, teh, atau minuman kafein lainnya boleh saja. Asalkan bijak dalam mengonsumsi kafein. Jika batasan harian 400 miligram masih membuat gelisah dan detak jantung lebih cepat, sebaiknya dosisnya dikurangi.

    (aqr/odi)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Ella Olsson

  • Minum Kopi Campur Cabai Bisa Turunkan Berat Badan, Ini Kata Pakar


    Jakarta

    Tidak hanya kopi campur rempah saja yang berkhasiat, tetapi kopi campur cabai ternyata juga mampu membantu menurunkan berat badan. Begini kata pakar.

    Kopi merupakan minuman sehari-hari yang memberikan efek baik untuk tubuh. Selain diminum begitu saja, kopi juga bisa ditambah dengan bahan alami, seperti madu, aneka rempah, bahkan cabai.

    Racikan kopi campur cabai mungkin terdengar aneh, tetapi sebenarnya menawarkan banyak manfaat sehat.


    Campuran kopi dengan cabai bisa membantu tubuh membakar kalori lebih efisien. Racikan ini bisa dimasukkan ke dalam rutinitas harian, terutama jika berfokus pada diet sehat dan mendukung penurunan berat badan.

    Lantas, apa yang membuat racikan kopi campur cabai bermanfaat? Merangkum beberapa sumber, berikut penjelasannya.

    1. Cabai jadi pilihan sehat campuran kopi

    Cabai merah besarCabai menjadi pilihan sehat untuk digabungkan bersama dengan kopi. Foto: Devteo Mahardika/detikJabar

    Menambahkan kopi dengan sejumput rempah-rempahan memang biasa dilakukan. Biasanya, rempah-rempahan yang dipakai yaitu kayu manis, kapulaga, jahe, atau kunyit.

    Namun, bagaimana dengan cabai? Baik kopi maupun cabai sebenarnya menawarkan manfaat kesehatan bagi tubuh.

    Menurut para ahli gizi di Universitas Johns Hopkins School of Medicine, antioksidan dan zat aktif di dalam kopi dapat mengurangi peradangan dan membantu menurunkan kemungkinan terkena kanker dan penyakit tertentu.

    Di sisi lain, cabai, khususnya jenis cayenne pepper merupakan sumber vitamin yang baik. Kandungan vitamin A di dalamnya penting untuk penglihatan, reproduksi, kesehatan sistem kekebalan tubuh, dan fungsi organ tertentu. Kandungan capsaicin di dalam cabai juga diyakini bisa mengurangi peradangan dan nyeri.

    2. Alasan perlu minum kopi campur cabai

    kopi cabaiMinum racikan kopi cabai bisa membantu menurunkan berat badan. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Capsaicin merupakan senyawa kimia organik yang bertanggung jawab atas rasa pedas dalam cabai.

    Melansir dailywrap.com (23/11/2024), capsaicin juga memiliki efek menghangatkan dan stimulasi termogenesis yang membuatnya mendukung metabolisme dan pembakaran lemak. Capsaicin bisa meningkatkan pengeluaran energi tubuh, membakar lemak, sehingga pada akhirnya membantu menurunkan berat badan.

    Sifat anti-inflamasi di dalamnya juga bisa meningkatkan sirkulasi darah dan mendukung pencernaan. Konsumsi capsaicin dalam jumlah kecil secara teratur bisa mengurangi nafsu makan karena sifatnya membantu menekan sekresi hormon lapar (ghrelin).

    Karenanya, racikan kopi campur cabai bisa jadi menu diet ideal. Namun, penting diingat untuk meminumnya dalam batas wajar. Pemakaian cabai juga perlu diperhatikan, terutama bagi mereka yang punya sistem pencernaan sensitif.

    Cara menyiapkan kopi campur cabai bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Cara bikin kopi campur cabai

    Aneh! Pegawai di Perusahaan Ini Harus Makan Cabai Jika Lakukan KesalahanUntuk membuat racikan kopi cabai, tentu kamu perlu bahan utama kopi favoriit dan bubuk cabai. Foto: X @ActualidadRT

    Untuk bikin kopi campur cabai ada dua bahan utama yang dibutuhkan, yaitu kopi dan sejumput bubuk cabai. Namun, kamu juga bisa menyiapkan bahan opsional, seperti kayu manis, madu, dan susu.

    Pertama, seduh kopi dengan metode yang biasa kamu lakukan. Tambahkan sejumput bubuk cabai lalu aduk sampai rata.

    Jika kamu ingin meningkatkan rasanya, bisa tambah pemanis alami, seperti kayu manis atau madu. Jika ingin rasanya lebih ringan dan teksturnya creamy, bisa tambah susu pilihan.

    Racikan kopi cabai lebih baik diminum dalam keadaan hangat dan diminum pagi hari untuk meningkatkan metabolisme sepanjang hari.

    4. Apakah cocok dikonsumsi semua orang?

    Meskipun racikan ini menawarkan manfaat sehat, terutama dalam hal penurunan berat badan, tetapi tidak cocok untuk dikonsumsi semua orang.

    Mereka yang pencernaannya sensitif disarankan tidak meminumnya. Rasa pedas di dalam cabai bisa mengiritasi sistem pencernaan mereka.

    Orang yang punya masalah refluks asam, asam lambung, atau tukak lambung juga sebaiknya menghindari kombinasi ini. Pasalnya kandungan capsaicin di dalamnya bisa memperparah gejala rasa terbakar, nyeri ulu hati, atau sakit perut.

    Ibu hamil juga tidak dianjurkan karena rempah pedas bisa memengaruhi sistem pencernaan dan beberapa reaksi tubuh selama masa kehamilan. Anak kecil dan orang yang memiliki alergi kandungan cabai juga perlu menghindarinya.

    Jika tidak memiliki masalah atau dalam kondisi kesehatan seperti disebutkan sebelumnya, kamu bisa menambah cabai dan rempah-rempahan lainnya dalam jumlah sedikit ke dalam kopi. Penambahan bahan ini bisa sekaligus meningkatkan sirkulasi, mendukung metabolisme, dan menambah energi sepanjang hari.

    Supaya konsumsinya lebih aman dan efektif, coba konsultasi dulu kepada para ahli.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Tips Minum Kopi yang Benar dan Menyehatkan dari Ahli Biokimia


    Jakarta

    Minum kopi dengan cara yang tepat dapat memberikan manfaat kesehatan yang segudang. Jessie Inchauspé, ahli biokimia asal Perancis, bagikan cara tepat minum kopi.

    Kopi secara alamiah diproduksi dari buah ceri kopi. Sama halnya dengan tumbuhan lain ada banyak kandungan nutrisi dan mineral di dalamnya yang bermanfaat untuk tubuh jika dikonsumsi.

    Namun cara konsumsi kopi juga harus diperhatikan. Tidak disarankan menikmati kopi dengan tambahan pemanis dalam bentuk gula apapun.


    Adalah Jessie Inchauspé, ahli biokimia asal Perancis, yang membagikan cara minum kopi dengan baik agar tetap mempertahankan manfaat sehatnya. Mulai dari pemilihan pemanis hingga susu yang ditambahkan, Jessie punya beberapa saran.

    Baca juga: 5 Tradisi Sajian Tahun Baru di Dunia yang Dipercaya Bawa Keberuntungan

    Campuran kopi dan kayu manis ternyata lebih menyehatkanMenambahkan kayu manis ke dalam kopi dapat menjadi alternatif pemanis alami. Foto: Getty Images

    1. Mengandalkan kayu manis

    Dibandingkan berbagai jenis racikan kopi, Jessie lebih menyarankan untuk mengonsumsi kopi hitam. Kopi hitam yang alami dan tidak menggunakan penambahan pemanis jauh lebih berkhasiat dan aman jika dikonsumsi secara rutin.

    Jessie tidak menyarankan untuk menggunakan gula pasir atau apapun jenis gula putih. Melainkan, ia lebih menyarankan untuk menambahkan rempah-rempah atau stevia guna memberi rasa tambahan untuk racikan kopi hitam.

    Kayumanis disebutnya sebagai rempah yang paling cocok untuk kopi. Selain menambahkan semburat manis berempah, kayu manis juga memberikan aroma yang menenangkan ketika dihirup sambil menyeruput kopi.

    2. Memilih susu yang tepat

    “Susu yang ditambahkan ke dalam kopimu juga sangat penting,” ujarnya.

    Jessie tidak merekomendasikan susu nabati untuk dicampur ke dalam racikan kopi. Seperti susu oat yang populer untuk tambahan kopi, faktanya susu jenis tersebut memiliki kadar gula yang cukup tinggi.

    Bagaimanapun ia tetap merekomendasikan kopi susu dengan campuran susu sapi. Bahkan tak ada jenis susu sapi secara khusus, ia menyarankan untuk sekadar menggunakan susu sapi biasa.

    Baca juga: Anies Baswedan Jajal Kehidupan Skena dengan Ngopi di Kafe

    Adapun bagi konsumen kopi susu yang intoleran laktosa, ia mempersilakan untuk menggunakan susu dari kacang-kacangan. Tetapi dengan catatan untuk menggunakan susu yang tanpa pemanis tambahan dalam bentuk apapun.

    Minum Kopi Hitam Bagus untuk Sarapan? Ini 5 FaktanyaMinum kopi setelah sarapan lebih ampuh untuk mengendalikan gula darah. Foto: iStock

    3. Minum kopi setelah sarapan

    Selain campuran pemanis dan susu, waktu minum kopi masih sering menuai perdebatan. Apalagi tentang minum kopi di pagi hari yang membingungkan sebagian orang untuk dilakukan setelah sarapan atau sebelum sarapan.

    “Kalau kamu orang yang lebih sering merasa kelelahan pada pagi hari, coba untuk konsumsi kopi hanya setelah sarapan,” lanjutnya.

    Tetapi jika sekadar ingin menambah fokus saja, tak ada salahnya untuk mengonsumsi kopi sebelum sarapan. Konsumsi kopi pagi hari setelah sarapan lebih ampuh untuk menyeimbangkan kadar gula darah sehingga tidak membuat tubuh mudah kelelahan.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com