Tag: kopi

  • 5 Kelompok Orang Ini Tidak Disarankan Minum Kopi, Ini Alasannya


    Jakarta

    Kopi memang mengandung banyak manfaat untuk tubuh. Akan tetapi ada beberapa kelompok orang yang tidak disarankan untuk mengonsumsi minuman ini.

    Selain bisa membuat tubuh terasa lebih segar dan tidak mengantuk, kopi memiliki sejumlah manfaat untuk tubuh saat dikonsumsi pagi hari.

    Selain itu daya tarik kopi terletak pada aroma dan cita rasanya yang menggiurkan. Selain itu, kopi juga memiliki kandungan kafein yang bisa membuat pencintanya ketagihan untuk meminumnya.


    Tak heran setiap harinya ada jutaan orang di berbagai negara yang minum kopi di pagi hari. Selama beberapa tahun terakhir banyak bermunculan penelitian tentang efek minum kopi. Ada yang mengulas tentang manfaat minum kopi hingga mengenai dampak dan efek sampingnya.

    Salah satunya ada anjuran bagi sekelompok orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, tidak dianjurkan untuk minum kopi.

    Dilansir dari Eat This (07/01), berikut penjelasannya:

    1. Orang dengan Penderita IBS

    5 Kelompok Orang Ini Tidak Disarankan Minum Kopi, Ini Alasannya5 Kelompok Orang Ini Tidak Disarankan Minum Kopi, Ini Alasannya Foto: Ilustrasi iStock

    Ahli gizi diet ternama yang berbasis di Seattle, Washington, AS, Angel Planells menjelaskan, orang yang tidak dianjurkan minum kopi adalah mereka yang memiliki sindrom iritasi usus besar (IBS).

    “Kafein dapat meningkatkan keteraturan buang air besar, termasuk meningkatkan kemungkinan diare, gejala utama sindrom iritasi usus besar (atau IBS),” katanya.

    Oleh karena itu, pengidap sindrom iritasi usus besar, dianjurkan untuk membatasi atau bahkan menghindari minuman berkafein

    2. Orang yang Memiliki GERD

    5 Kelompok Orang Ini Tidak Disarankan Minum Kopi, Ini Alasannya5 Kelompok Orang Ini Tidak Disarankan Minum Kopi, Ini Alasannya Foto: Ilustrasi iStock

    orang yang tidak disarankan untuk minum kopi berlebih atau harus membatasi asupan kopinya adalah pengidap Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).

    Kafein dapat melonggarkan sfingter esofagus bagian bawah, yaitu katup antara esofagus dan lambung. Hal ini dapat menyebabkan isi asam lambung masuk ke kerongkongan, sehingga menimbulkan gejala GERD yang tidak nyaman.

    “Jika Anda mengidap GERD, lihat apakah beralih ke kopi tanpa kafein bisa membantu,” ungkap ahli diet Sue Heikkinen.

    3. Orang dengan Glaukoma

    5 Kelompok Orang Ini Tidak Disarankan Minum Kopi, Ini Alasannya5 Kelompok Orang Ini Tidak Disarankan Minum Kopi, Ini Alasannya Foto: Ilustrasi iStock

    Kopi juga tak dianjurkan untuk mengidap glaukoma atau kondisi medis berupa gangguan penglihatan yang disebabkan oleh kerusakan saraf mata.

    Biasanya, kerusakan saraf mata tersebut terjadi karena adanya tekanan tinggi pada bola mata.

    “Tekanan intraokular meningkat pada pengidap glaukoma saat mengonsumsi kopi, jadi disarankan untuk membatasi atau menghindari asupannya, namun diperlukan lebih banyak penelitian,” kata Planells.

    Selain itu, menurut penelitian yang dilakukan oleh Mount Sinai, meminum kafein dalam jumlah besar meningkatkan risiko glaukoma pada mereka yang memiliki kecenderungan peningkatan tekanan mata.

    4. Anak-anak

    5 Kelompok Orang Ini Tidak Disarankan Minum Kopi, Ini Alasannya5 Kelompok Orang Ini Tidak Disarankan Minum Kopi, Ini Alasannya Foto: Ilustrasi iStock

    Kafein dapat menimbulkan efek samping yang lebih nyata dan serius pada anak-anak. Asupan berlebih dapat menyebabkan peningkatan detak jantung, peningkatan perasaan cemas, kesulitan berkonsentrasi, dan sakit perut.

    Aspek lain yang perlu dipertimbangkan, terutama pada balita, adalah bahwa kopi dapat menutupi isyarat rasa lapar, sehingga balita mungkin tidak akan merasa lapar. Selain itu, perlu diingat bahwa kopi cukup asam, sehingga dapat merusak enamel gigi dan meningkatkan risiko gigi berlubang. Menurut beberapa penelitian kopi baru aman dikonsumsi oleh anak-anak yang berusia 12 tahun ke atas tentunya dengan porsi kopi yang berbeda dengan orang dewasa.

    5. Wanita Hamil dan Menyusui

    5 Kelompok Orang Ini Tidak Disarankan Minum Kopi, Ini Alasannya5 Kelompok Orang Ini Tidak Disarankan Minum Kopi, Ini Alasannya Foto: Ilustrasi iStock

    American College of Obstetrics and Gynecology merekomendasikan wanita hamil untuk membatasi kafein hingga 200 miligram (kira-kira setara dengan dua cangkir kopi) setiap hari untuk meminimalkan risiko keguguran, persalinan prematur, dan berat badan lahir rendah.

    Namun, ulasan pada 2020 yang diterbitkan di British Journal of Medicine menyatakan tidak ada tingkat asupan kafein yang aman selama kehamilan. Wanita hamil harus mendiskusikan asupan kafeinnya dengan dokter.

    Selain itu, wanita yang sedang menyusui juga disarankan untuk mengurangi atau bahkan menghentikan kebiasaan minum kopi. Ini karena kafein bersifat stimulan dan diuretik. Juga, ibu menyusui dapat berisiko mengalami dehidrasi akibat dari minum kopi.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Minum Kopi di Pagi Hari Bisa Membuat Orang Panjang Umur


    Jakarta

    Minum kopi di pagi hari disebut bisa membantu orang lebih panjang umur. Klaim ini didukung oleh penelitian yang membahas hal ini.

    Hidup sehat dan panjang umur adalah impian dari banyak orang. Ada beragam cara yang dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut, mulai dari menjaga pola makan, menghindari rokok, rajin berolahraga, dan lain sebagainya.

    Selain hal-hal tersebut, sebagian orang juga percaya rutin minum kopi dapat memperpanjang umur. Tapi, apakah benar kopi bisa bikin panjang umur?


    Faktanya, sejumlah penelitian memang menganalisa kaitan antara kopi dan panjang umur. Dilansir dari Prevention (22/01), minum kopi di waktu tertentu juga disebut bisa membuat orang lebih panjang umur.

    Rutin Minum 2 Cangkir Kopi Hitam Sehari Bikin Panjang UmurRutin Minum 2 Cangkir Kopi Hitam Sehari Bikin Panjang Umur Foto: Getty Images/iStockphoto/thawisak rattanasit

    Hal ini disebutkan dalam European Heart Journal yang menganalisa 40,725 orang dewasa di U.S National Health dan Nutrition Examination Survey (NHANES), dalam rentang waktu 1999-2018. Peserta yang mengikuti penelitian ini ditanya tentang makanan dan minuman yang mereka konsumsi setiap harinya, termasuk pola mereka minum kopi.

    Kemudian semua informasi yang dikumpulkan ini dikaitkan dengan data kematian hingga penyebab kematian dalam rentang waktu 10 tahun terakhir.

    Para peneliti menemukan bahwa orang yang minum kopi di pagi hari memiliki kemungkinan 16% lebih rendah risikonya untuk meninggal karena penyebab apa pun, dan memiliki risiko 31% lebih rendah untuk meninggal akibat penyakit jantung, dibandingkan dengan yang tidak minum kopi.

    Namun, tidak ada penurunan risiko pada orang yang minum kopi sepanjang hari, dibandingkan dengan yang tidak minum kopi.

    Peneliti menemukan bahwa orang yang minum kopi di pagi hari memiliki risiko kematian dan penyakit jantung yang lebih rendah. Ini berlaku baik bagi mereka yang minum 2-3 cangkir kopi per hari, maupun yang minum lebih dari 3 cangkir. Sementara itu, orang yang hanya minum satu cangkir atau kurang di pagi hari, efek penurunan risikonya lebih kecil.

    Saat Menikmati Kopi, Bagusnya Cepat atau Pelan-pelan?Saat Menikmati Kopi. Foto: iStock

    “Temuan kami menunjukkan bahwa bukan hanya jumlah kopi yang diminum, tapi juga waktu meminumnya yang penting,” kata Lu Qi, profesor di Celia Scott Weatherhead School of Public Health and Tropical Medicine di Tulane University.

    “Biasanya, kami tidak memberikan saran soal waktu dalam panduan diet, tapi mungkin di masa depan, hal ini perlu dipertimbangkan.” lanjutnya.

    Lalu bagaimana kopi dapat memberikan manfaat bagi kesehatan? Selain membuat seseorang merasa lebih semangat dan bertenaga, kopi juga mengandung asam fenolat dan flavonoid, antioksidan yang melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

    Selain itu ahli spesialis jantung Adedapo Iluyomade, di Baptist Health Miami Cardiac & Vascular Institute menambahkan bahwa ada kaitan jelas antara waktu minum kopi dan panjang umur.

    Karena jika orang rajin minum kopi di waktu-waktu tertentu, maka bisa mempengaruhi ritme sirkadian tubuh. Misalnya mengonsumsi kopi di sore hari, kandungan kafeinnya ini bisa mengganggu pola tidur dan sekresi melatonin yang bisa mengurangi manfaat kesehatan dari kopi itu sendiri.

    Sementara minum kopi di pagi hari tidak akan terlalu mengganggu ritme tubuh seseorang.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Segini Takaran Kayu Manis untuk Racikan Kopi Penurun BB


    Jakarta

    Kayu manis menjadi salah satu rempah yang bagus ditambahkan ke kopi. Selain menambah rasa, kayu manis juga berkhasiat menurunkan berat badan asalkan takarannya tepat.

    Selain diminum begitu saja, kopi juga bisa ditambah dengan bahan-bahan lainnya. Salah satu tambahan yang disarankan yaitu kayu manis. Rempah alami ini bisa menambah rasa dan aroma sedap pada kopi. Selain itu, penambahan kayu manis juga dapat menambah manfaat kesehatan pada segelas kopi.

    Pasalnya, kayu manis bisa menurunkan gula darah dan memangkas lemak. Kayu manis juga mengandung polifenol hingga antioksidan kuat yang dapat melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas sehingga bisa memperlambat proses penuaan.


    Untuk membuat racikan kopi kayu manis lebih efektif, ada panduan takaran yang perlu diperhatikan.

    Menurut penelitian yang disebut Times Of India (19/11/2024), ditemukan bahwa tambahan kayu manis 1,5 gram per hari (setengah sendok teh) dapat mengurangi lingkar pinggang hingga 1.68 cm. Namun, kayu manis yang ditambahkan lebih dari 1.5 gram tidak menunjukkan efek apapun.

    Satu sendok teh kayu manis mengandung 1,6 gram serat, yang dapat bantu mencukupi kebutuhan serat harian, serta meningkatkan rasa kenyang.

    kopi kayu manisSebuah penelitian menunjukkan hasil minum kopi kayu manis terhadap penurunan BB. Foto: Getty Images/iStockphoto/nerudol

    Kayu manis juga bisa mengurangi efek buruk dari konsumsi makanan berlemak tinggi dan memiliki efek positif terhadap kadar glukosa darah, serta menurunkan berat badan.

    Memang kayu manis tidak bisa menurunkan berat badan dalam jangka waktu panjang, tetapi bisa jadi tambahan sehat jika dikombinasikan dengan diet seimbang dan olahraga tepat.

    Sebuah studi menunjukkan bahwa rempah-rempah kayu manis memiliki senyawa bioaktif. Hal itu dapat meningkatkan fungsi otak, terutama memori dan pembelajaran.Kayu manis menawarkan berbagai macam manfaat kesehatan selain membantu bakar lemak. Foto: Getty Images/iStockphoto/Milan Krasula

    Pastikan untuk menambah bubuk kayu manis dalam batas seperempat hingga setengah sendok teh saja. Jangan berlebihan karena bisa menyebabkan masalah kesehatan.

    Kayu manis berlebihan bisa mengiritasi mulut dan bibir, serta menyebabkan luka. Konsumsi kayu manis, terutama jenis Cassia dalam jumlah banyak juga bisa menyebabkan masalah hati. Jika dikombinasikan dengan obat diabetes, kayu manis bisa meningkatkan risiko gula darah rendah.

    Selain memerhatikan takaran kayu manis, perhatikan juga asal usul kayu manis. Lebih baik menggunakan kayu manis utuh daripada bubuk yang sudah dihaluskan. Perhatikan juga kemurniannya. Terlalu banyak bisa menyebabkan lebih banyak kerugian daripada manfaat.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Ini Waktu Terbaik Minum Kopi untuk Dapatkan Manfaatnya Secara Maksimal

    Jakarta

    Kopi diyakini menawarkan banyak manfaat, antara lain menambah energi, menghindari kantuk, hingga bagus untuk kesehatan jantung. Karena itu, kopi biasa diminum pada pagi dan siang bahkan malam hari.

    Meski bisa diminum kapan saja, khasiat kopi ternyata dapat diperoleh secara maksimal jika dikonsumsi pada waktu tertentu. Lalu, kapan waktu paling baik untuk minum kopi?

    Waktu Terbaik Minum Kopi

    Mengutip Cleveland Clinic, minum kopi di pagi hari antara jam 09.30-11.00 dianggap akan memperoleh manfaat kopi paling banyak. Dengan syarat, tidak meminumnya segera setelah bangun tidur.


    Rekomendasi waktu minum kopi ini dikuatkan oleh temuan studi baru yang diterbitkan dalam European Heart Journal pada 8 Januari 2025 lalu.

    Studi mengungkap minum kopi di pagi hari memiliki risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular yang lebih rendah dibandingkan dengan peminum kopi sepanjang hari (pagi, siang, malam). Meminumnya saat pagi juga berisiko lebih kecil untuk meninggal dunia karena sebab penyakit apa pun.

    Sayangnya, penelitian tersebut tidak memberikan penjelasan mengapa minum kopi di pagi hari dapat mengurangi risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular.

    Alasan Pagi Hari Jadi Waktu Terbaik Minum Kopi

    Disarankannya minum kopi pada waktu pagi dan tidak sesaat setelah bangun tidur bisa dikaitkan dengan kadar kortisol, hormon yang dapat meningkatkan kewaspadaan dan fokus, mengutip Healthline.

    Sekitar 30-45 menit setelah bangun tidur di pagi hari, hormon kortisol sedang berada pada tingkat puncaknya. Kadar hormon ini akan perlahan menurun dan mencapai lebih rendah antara jam 09.30-11.00.

    Menunda waktu minum kopi di pagi hari sesaat usai bangun tidur berguna untuk mencegah peningkatan kadar kortisol karena efek kafein. Minum kopi saat kortisol sedang tinggi-tingginya dapat semakin meningkatkan kadar hormon ini.

    Tingkat kortisol yang tinggi mungkin disenangi oleh sebagian orang karena berpotensi membuat lebih berenergi, sementara yang lain bisa merasa lebih cemas dan gelisah.

    Namun yang perlu digarisbawahi, kadar kortisol yang terus tinggi dalam jangka waktu lama bisa mengganggu sistem imun tubuh yang pada akhirnya dapat menyebabkan diabetes, masalah jantung, dan gangguan kesehatan lainnya.

    Hindari Minum Kopi Sebelum Tidur

    Studi sebelumnya juga menyoroti bahwa minum kopi di sore atau malam hari dapat mengganggu ritme sirkadian dan melatonin. Kopi akan menekan kadar melatonin yang memicu tidur di otak sehingga gangguan tidur bisa terjadi.

    Hal itu sejalan dengan beberapa penelitian yang menyarankan untuk menghindari minuman berkafein, seperti kopi, setidaknya 8-9 jam sebelum tidur, dilansir Verywell Health. Kopi yang dikonsumsi pada sore menjelang malam dapat mempengaruhi durasi dan kualitas tidur. Kurang tidur pada ujungnya meningkatkan risiko obesitas dan sindrom metabolik.

    Meski waktu minum kopi yang direkomendasikan adalah pagi hari, setiap orang memiliki respons berbeda-beda terhadap efek kafein. Hal inilah yang juga perlu menjadi perhatian. Dengan begitu, setiap orang dapat mempertimbangkan kembali kapan waktu terbaik bagi mereka untuk meminum kopi.

    (azn/fds)



    Sumber : food.detik.com

  • Matcha vs Kopi, Mana yang Lebih Kuat Dongkrak Energi?


    Jakarta

    Matcha dan kopi sama-sama minuman populer yang diandalkan untuk memicu energi. Ternyata keduanya memiliki kandungan yang berbeda. Lantas, mana yang lebih ampuh?

    Matcha tergolong dalam jenis teh yang diandalkan oleh non peminum kopi untuk mendongkrak energi. Begitupula dengan kopi yang dipercaya dapat memberikan dorongan tenaga hingga menahan kantuk.

    Perdebatan antara khasiat teh dan kopi masih terus bergulir. Sebagian ahli menyebut teh lebih bermanfaat untuk tubuh dan sebagian lainnya mendukung kopi lebih berkhasiat.


    Salah satu jenis teh yang populer ialah matcha. Ternyata di dalam kandungan matcha ada kemiripan khasiat dengan kopi yang bantu mendongkrak energi. Lantas mana yang lebih ampuh?

    Baca juga: Keren! 5 Minimarket Ini Viral Gegara Punya Pemandangan Indah

    Matcha vs Kopi, Mana yang Lebih Kuat Dongkrak Energi?Kopi yang tinggi kafein seringkali dibandingkan dengan teh. Foto: Getty Images/Nenad Stojnev

    Melansir akun TikTok @matchamonk_ryo (31/1), Matcha Master asal Tokyo ini menjelaskan perbedaan matcha dan kopi hitam. Keduanya ternyata memiliki kandungan serupa dengan efek yang berbeda ketika diterima tubuh.

    Matcha dan kopi hitam diungkapkan sama-sama memiliki kandungan kafein di dalamnya. Tetapi kadarnya yang berbeda membuat kedua minuman tersebut tak bisa disamakan.

    Kopi hitam memiliki kafein sebanyak 95 miligram per cangkir dengan takaran 250 mililiter. Sementara matcha hanya memiliki kandungan kafein 70 miligram saja untuk takaran yang sama.

    Lebih lanjut Ryo menjelaskan bahwa cara kerja kafein dari kopi dan matcha memiliki alur yang berbeda. Saat meminum kopi, konsumennya hanya akan merasakan efek dorongan energi 1-3 jam saja.

    Matcha vs Kopi, Mana yang Lebih Kuat Dongkrak Energi?Ternyata ada matcha yang tak kalah efektif untuk mendongkrak energi. Foto: Getty Images/Nenad Stojnev

    Tetapi ketika mengonsumsi matcha, efek dorongan energinya berlangsung 4-6 jam. Alasannya terdapat pada kandungan L-theanine di dalam matcha yang berfungsi mengikat kafein.

    Sehingga kafein akan dilepaskan lebih perlahan dan lamban ke dalam aliran darah. L-theanine yang juga terdapat dalam teh hijau tak hanya memberikan efek mirip dengan kafein.

    Konsumsi teh yang diakui memberikan rasa ketenangan juga berasal dari kandungan L-theaninenya. Kandungan tersebut juga dapat diandalkan guna memperbaiki suasana hati yang efeknya serupa dengan cokelat.

    Sehingga dapat disimpulkan bahwa matcha menghasilkan dorongan energi di dalam tubuh dengan cara yang lebih lembut dan perlahan. Matchamonk Ryo menobatkan matcha sebagai pemenang dalam memberikan dorongan energi.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Ini Jenis Kopi Terbaik untuk Dikonsumsi Penderita Diabetes


    Jakarta

    Penderita diabetes tidak boleh minum kopi sembarangan. Ada jenis kopi dan racikan terbaik untuk para penderita diabetes, seperti ini.

    Pasien diabetes perlu memerhatikan pola makan dengan lebih serius. Makanan tertentu tidak boleh dikonsumsi supaya kadar gula darahnya tidak naik.

    Meskipun begitu, bukan berarti penderita diabetes harus berhenti minum kopi. Faktanya, beberapa cara dan racikan tertentu masih aman dikonsumsi.


    Menurut Hello Sehat, orang dengan diabetes juga diperbolehkan minum kopi karena minuman ini bisa mengendalikan gula darah, menurunkan peradangan, dan mengurangi penyerapan karbohidrat.

    Namun, tentu harus dalam batas wajar dan mengonsumsi jenis dan racikan tepat.

    Lantas, kopi apa yang paling baik dikonsumsi penderita diabetes? Melansir Cafely.com (30/01/2025), berikut informasinya!

    1. Hal penting saat memilih kopi

    Ilustrasi kopi hitamPenting untuk minum kopi tanpa tambahan gula, pemanis, atau krimer. Foto: Getty Images/iStockphoto/PeopleImages

    Kopi secara umum dianggap aman untuk dikonsumsi penderita diabetes. Namun, konsumsi dalam batas wajar, paling tidak 3-4 cangkir sehari.

    Selain itu penting juga untuk minum kopi hitam tanpa tambahan gula, sirup, krimer, atau pemanis buatan lainnya yang mampu mempengaruhi kadar gula darah. Hindari juga kopi instan karena sebagian besar mengandung gula tambahan dalam jumlah banyak.

    Beberapa jenis kopi bisa menjadi pilihan tepat, mulai dari kopi organik yang ditanam tanpa pupuk kimia atau pestisida. Menghasilkan minuman yang lebih bersih dan sehat.

    Campuran kopi Robusta dan Arabika juga dapat dikonsumsi penderita diabetes karena campuran keduanya mengandung antioksidan dua kali lebih banyak daripada hanya konsumsi kopi Arabika saja.

    Kopi bebas mikotoksin juga bisa dicoba karena bisa mengurangi beban pada hati dan ginjal.

    2. Jenis biji kopi

    Menggiling biji kopiBiji kopi juga memengaruhi hasil racikan dan baik buruknya pada penderia diabetes. Foto: Getty Images/PeopleImages

    Berbagai jenis biji kopi dapat memengaruhi hasil akhir minuman.

    Biji kopi Robusta yang mengandung kafein tinggi dua kali lipat daripada Arabika bisa dikonsumsi. Manfaat utama kafein pada penderita diabetes yaitu mampu mencegah gula darah turun drastis selama berolahraga. Minum kopi Robusta juga bisa membuat olahraga lebih mudah dilakukan penderita diabetes.

    Sedangkan kopi Arabika mengandung lebih banyak lemak dan gula, tetapi unsur-unsur ini hadir dalam kadar sedikit. Jadi, kecil kemungkinan memengaruhi penderita diabetes.

    Campuran Robusta dan Arabika menjadi pilihan terbaik. Jenis biji kopi ini mampu memberi asupan kafein yang kompleks serta kandungan antioksidan tinggi.

    2. Tingkat pemanggangan kopi

    Menggiling biji kopiTingkat pemanggangan juga mampu menentukan baik buruknya kopi terhadap penderita diabetes. Foto: Getty Images/PeopleImages

    Proses pemanggangan kopi juga bisa memengaruhi rasa dan komposisi kimianya.

    Kopi light roast atau yang dipanggang ringan mengandung rasa dan aroma lebih lembut. Biasanya meliputi aroma kacang dan jeruk yang kompleks.

    Kopi ini membantu kamu mengurangi kebutuhan tambahan pemanis. Mengurangi asupan gula dan lemak yang baik dalam mengelola diabetes.

    Kopi medium roast atau yang dipanggang sedang memiliki rasa yang cerah dan lembut, seperti kopi yang dipanggang ringan tetapi kompleks, seperti kopi yang dipanggang gelap.

    Kopi dark roasted yang dipanggang gelap biasanya punya kadar gula lebih tinggi daripada kopi yang dipanggang ringan atau sedang. Hal ini terjadi karena karbohidrat polisakarida dalam biji kopi terurai menjadi gula sederhana selama proses pemanggangan.

    Gula ini kemudian terkaramelisasi, menghasilkan kopi yang manis alami. Tenang saja karena gula yang hadir juga jumlahnya tidak cukup banyak, sehingga tidak menjadi masalah bagi penderita diabetes.

    Cara kopi memengaruhi diabetes bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Cara kopi memengaruhi penderita diabetes

    Beberapa zat kimia dan nutrisi dalam secangkir kopi bisa memengaruhi banyak elemen dalam tubuh, terutama mereka yang punya kondisi diabetes.

    Sebenarnya, minum kopi 3 sampai 4 cangkir sehari telah dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena diabetes tipe-2.

    Namun, di sisi lain, kopi hitam juga disebut dapat memengaruhi sensitivitas insulin. Konsumsi kafein dalam jumlah tinggi dan jangka panjang dapat membantu tubuh kurang sensitif terhadap insulin. Hal ini bisa menjadi masalah bagi penderita diabetes karena insulin adalah hormon yang mengatur gula darah.

    Dalam hal ini, minum kopi secukupnya adalah pilihan terbaik bagi penderita diabetes. Bisa juga memilih kopi rendah kafein supaya bisa mendapat nutrisi tambahan tanpa takut mengalami efek samping akibat kafein.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Apa Benar Minum Kopi Instan Picu Risiko Kanker?


    Jakarta

    Berbagai paparan zat bisa menimbulkan risiko kanker, termasuk zat pada kopi. Contohnya zat akrilamida pada kopi instan. Namun, apakah benar bisa timbulkan kanker?

    Kanker merupakan jenis penyakit yang kompleks dengan penyebab yang tidak menentu. Mulai dari makanan, pola hidup, atau paparan zat lain bisa jadi pemicunya.

    Bahkan, minum kopi juga telah dikaitkan dengan risiko kanker. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa ada salah satu jenis kopi yang paling berisiko menyebabkan kanker.


    Melansir beberapa sumber, berikut penjelasannya.

    1. Kandungan kopi dan kaitannya dengan kanker

    Biji kopiKandungan kopi berupa zat akrilamida bisa menyebabkan kanker. Foto: iStock

    Biji kopi yang sudah dipanggang mengandung zat akrilamida, produk sampingan dari proses pemanggangan.

    Menurut medicalnewstoday.com (30/05/2023), International Agency for Research on Cancer (IARC) mengklasifikasikan akrilamida sebagai karsinogen potensial golongan 2A. Berarti ada bukti kuat menunjukkan bahwa akrilamida dapat menyebabkan kanker pada hewan.

    Namun, bukti lebih lanjut perlu dilakukan untuk menentukan apakah zat ini juga meningkatkan risiko kanker pada manusia.

    Selain itu, menurut American Cancer Society (ACS), akrilamida juga bisa hadir karena kemasan makanan, paparan rokok, hingga metode memasak.

    2. Faktor pemicu kanker

    Slurrp! 5 Racikan Kopi Hitam Nol Kalori yang Cocok Untuk DietJika kopi diminum berlebihan, bisa sebabkan kanker atau penyakit lainnya. Foto: Getty Images/Narong KHUEANKAEW

    Sejumlah faktor bisa meningkatkan kemungkinan seseorang terkena kanker. Misalnya karena jalani pola makan tidak sehat dan kurang berolahraga.

    Lantas, bagaimana dengan kopi? Minum kopi merupakan kebiasaan banyak orang. Jika diminum dalam batas wajar, kopi sebenarnya tidak menimbulkan risiko kesehatan. Namun, konsumsi kopi berlebihan dapat menyebabkan masalah kesehatan.

    Terlepas dari kanker, kandungan kafein di dalam kopi bisa membuat otak lebih waspada dan meningkatkan tekanan darah sementara. Minum kopi juga bisa menganggu tidur berkualitas.

    3. Kandungan akrilamida pada kopi instan pemicu kanker

    5 Efek Samping Sering Konsumsi Kopi Instan yang Perlu DiwaspadaiKandungan akrilamida di di dalam kopi instan diketahui dua kali lipat lebih banyak. Foto: Getty Images/Stockah

    Kopi instan sering dikonsumsi banyak orang karena praktis dan harganya lebih murah.

    Sayangnya, para ahli yang disebut dalam situs dailymail.co.uk (14/11/2024), memperingatkan bahwa minum terlalu banyak kopi instan bisa meningkatkan risiko kanker.

    Itu karena minuman berkafein ini mengandung akrilamida 2 kali lebih banyak daripada kopi bubuk. Zat ini telah dinyatakan sebagai karsinogen manusia yang dapat menimbulkan masalah.

    Pengujian laboratorium sempat mengungkap kalau akrilamida dalam makanan bisa memicu kanker paru-paru dan reproduksi pada hewan. Menurut Badan Standar Pangan (FSA), para ilmuwan pun sepakat bahwa zat ini juga berpotensi menyebabkan kanker pada manusia.

    Sebuah penelitian di Polandia tahun 2013 menganalisis 42 sampel kopi, termasuk sepuluh kopi instan. Mereka mengungkap kalau kopi instan memiliki jumlah akrilamida 2 kali lipat lebih banyak daripada kopi yang baru digiling. Namun, risikonya baru terlihat ketika seseorang minum sekitar sepuluh cangkir kopi instan sehari.

    Meskipun mengandung akrilamida, di sisi lain kopi instan mengandung lebih banyak antioksidan daripada kopi bubuk. Antioksidan itu bisa melindungi kerusakan sel.

    Dr Pál Maurovich-Horvat, direktur pencitraan medis di Universitas Semmelweis di Budapest mengungkap bahwa di dalam kopi instan terkandung Melanoidin, antioksidan yang meningkatkan keragaman bakteri di usus, dan juga membantu melindungi diri dari penyakit.

    Jenis kopi terbaik bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    4. Jenis kopi paling baik

    Kopi instan mungkin bisa menimbulkan risiko kanker karena kandungan akrilamida 2 kali lipat lebih banyak daripada kopi bubuk. Sebagai alternatif, bisa mengonsumsi jenis kopi lain yang memang terbukti lebih baik untuk kesehatan.

    Melansir dailymail.co.uk (14.11/2025), filter coffee dan espresso dianggap sebagai minuman kopi paling sehat untuk dikonsumsi pagi hari.

    Pasalnya, filter coffee dibuat dengan proses melewatkan biji kopi giling dan air panas melalui penyaring kertas atau logam. Ditemukan bahwa minum kopi ini berkontribusi terhadap rendahnya angka penyakit arteri, seperti serangan jantung.

    Kopi berbasis espresso, seperti cappucino, latte, dan flat white juga dianggap bermanfaat bagi otak dan telah dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit Alzheimer.

    Sebuah studi tahun 2017 juga menemukan hubungan antara konsumsi satu cangkir kopi sehari dengan menurunkan risiko kanker hati dan kanker dinding rahim.

    Sejalan dengan itu, studi tahun 2018 menemukan hubungan antara konsumsi kopi dengan menurunnya risiko kematian pada penderita kanker usus besar, serta menurunkan risiko kanker payudara setelah menopause.

    5. Minum kopi instan tak pasti sebabkan kanker

    5 Fakta Kopi Instan yang Disukai Banyak Orang, Kamu Sudah Tahu?Namun, minum kopi isntan tidak pasti sebabkan kanker. Foto: Getty Images/iStockphoto/eskymaks

    Sebenarnya belum ada studi secara pasti yang menunjukkan bahwa minum kopi instan bisa sebabkan penyakit kanker. Meskipun ada, hasilnya ditunjukkan ketika seseorang minum sekitar 10 cangkir kopi instan dalam sehari yang mana sudah tidak dalam batas wajar.

    Penelitian terkini juga juga menunjukkan bahwa kopi tidak menyebabkan kanker, justru bisa mengurangi risiko berkembangnya beberapa kanker.

    Meskipun begitu, sebagai bagian dari pola makan sehat, lebih baik batasi asupan kopi sehari-hari. Jangan minum lebih dari 4 cangkir kopi dalam sehari jika tidak ingin menimbulkan risiko penyakit kanker atau penyakit berbahaya lainnya.

    Akan lebih baik juga bila minum kopi hitam tanpa tambahan gula, susu, krimer, atau pemanis lainnya.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Tips Ngopi Selama Ramadan agar Kesehatan Tetap Terjaga


    Jakarta

    Kebiasaan minum kopi sering kali sulit ditinggalkan saat Ramadan. Pencinta kopi sebenarnya tetap bisa menikmati minuman favoritnya dengan cara sehat berikut ini.

    Penikmat kopi mungkin sudah tidak bisa lepas dari kebiasaan minum kopi. Namun, bulan Ramadan menjadi waktu dimana minum kopi perlu dibatasi karena umat Muslim berpuasa mulai dari fajar sampai terbenamnya matahari.

    Para penikmat kopi harus melakukan perubahan mendadak yang mampu menimbulkan rasa lelah atau sakit kepala.


    Namun, para pecinta kopi sebenarnya masih bisa menikmati kopi, hanya ritualnya diubah. Beberapa tips juga bisa diperhatikan supaya minum kopi selama Ramadan tidak membahayakan kesehatan.

    Melansir beberapa sumber, berikut 5 cara minum kopi yang sehat saat Ramadan.

    1. Optimalkan waktu minum kopi

    Bukan Mitos! Ini 5 Manfaat Minum Kopi Tanpa GulaOptimalkan waktu minum kopi baik saat sahur atau buka. Foto: Ilustrasi iStock

    Waktu minum kopi menjadi hal penting saat puasa. Melansir dekaranganjar.com, Dr Nazir menyarankan minum kopi dua jam sebelum waktu sahur berakhir. Takarannya juga tidak boleh berlebihan, cukup satu cangkir saja.

    Kopi juga bisa diminum setelah berbuka. Melansir ottencoffee.co.id(02/03/2024), para ahli menyarankan waktu terbaik untuk menikmatinya yaitu satu sampai dua jam setelah berbuka puasa.

    Minum kopi pada waktu ini bisa membantu tubuh lebih aktif dan berenergi untuk lanjut menjalankan ibadah tarawih dan tadarus.

    2. Pilih kopi rendah kafein

    Coffee cup and beans on wooden table. Top view.Kopi decaf yang lebi rendah kafein bisa dipilih. Foto: iStock

    Saat menjalani puasa, perut mungkin akan lebih sensitif terhadap makanan dan minuman yang masuk.

    Oleh karenanya, pertimbangkan untuk memilih kopi yang lebih rendah kafein. Minum kopi tinggi kafein dapat meningkatkan produksi asam lambung dan mengendurkan sfingter esofagus. Akibatnya asam lambung naik atau GERD kambuh saat puasa.

    Selama puasa, sebaiknya pilih jenis kopi decaf yang memiliki kafein lebih rendah. Menurun National Coffee Association, dalam 100 ml kopi decaf hanya mengandung 2 mg kafein yang jauh lebih kecil daripada kopi reguler dengan kandungan kafein sampai 95 mg per 100 ml.

    Cara ngopi sehat saat Ramadan bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Tetap jaga hidrasi tubuh

    Young woman drinking pure glass of waterJangan lupa tetap menjaga tubuh terhidrasi. Foto: Getty Images/seb_ra

    Hidrasi menjadi hal penting selama Ramadan. Sebab, selama berpuasa asupan cairan akan berkurang, berisiko terkena dehidrasi.

    Seimbangkan setiap cangkir kopi dengan banyak minum air putih untuk mengurangi efek diuretik kafein.

    Selain mencukupi kebutuhan air putih, bisa juga konsumsi makanan kaya air saat sahur dan buka puasa. Menikmati buah-buahan dan sayuran yang menyediakan hidrasi dan nutrisi, memastikan tubuh tetap terhidrasi dan berenergi selama puasa.

    4. Kurangi dosisnya

    Bukan Mitos! Ini 5 Manfaat Minum Kopi Tanpa GulaDosis minum kopi juga sebaiknya dikurangi saat Ramadan. Foto: Ilustrasi iStock

    Selama puasa, pola hidup juga biasanya berubah. Ritual minum kopi juga ikut berganti.

    Oleh karena itu, jika biasanya minum kopi 3 kali dalam sehari, mungkin bisa dikurangi jadi 1 atau 2 kali saja sehari.

    Dalam hitungan dosis, misalnya biasa minum 18 gram kopi, selama Ramadan dosisnya bisa dikurangi jadi 12 gram saja.

    Pasalnya, minum kopi berlebihan dapat menimbulkan risiko peningkatan asam lambung dan memperburuk sakit asam lambung yang dialami.

    5. Kurangi gula

    Selain mengurangi dosisnya, penting juga untuk mengurangi kandungan gula. Kopi akan lebih sehat jika dibuat tanpa campuran pemanis seperti gula. Hal ini juga penting karena konsumsi gula berlebihan bisa menyebabkan dehidrasi saat puasa.

    Oleh karenanya, pemanis itu bisa diganti dengan bahan campuran alami lainnya. Segelas kopi bisa ditambah rempah-rempah, seperti kayu manis atau kapulaga. Bisa juga pemanis buatannya diganti menjadi madu uang lebih sehat.

    Menjalani puasa dengan sehat membutuhkan perhatian ekstra terhadap asupan cairan dalam tubuh. Selama lebih dari 12 jam menahan haus dan lapar, tubuh kehilangan banyak cairan serta mineral esensial yang berperan dalam menjaga keseimbangan metabolisme.

    Le Minerale, dengan kandungan mineral esensial alaminya, membantu menggantikan elektrolit yang hilang, menjaga keseimbangan cairan, serta membuat tubuh tetap segar dan berenergi sepanjang hari.

    Minum Le Minerale saat sahur membantu tubuh tetap bertenaga lebih lama, sementara saat berbuka, membantu mengembalikan kesegaran setelah seharian berpuasa. Dengan asupan cairan yang cukup dan berkualitas, puasa terasa lebih ringan, tubuh tetap bugar, dan aktivitas harian tetap optimal.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Peneliti Temukan Bakteri Baik pada Kopi yang Sehatkan Usus


    Jakarta

    Ilmuwan baru saja menemukan manfaat besar kopi bagi kesehatan. Ada banyak kandungan bakteri baik pada kopi untuk kesehatan usus. Ini penjelasannya!

    Kopi telah lama disebut-sebut memiliki banyak manfaat kesehatan. Mulai dari kesehatan jantung, otak, hingga hati. Mengingat kopi memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi.

    Selain itu, ada banyak ribuan senyawa yang terkandung dalam setiap cangkir. Belum lama ini sebuah penelitian menemukan temuan baru, kaitan antara kopi dan kesehatan usus.


    Penelitian yang diterbitkan dalam Nature Microbiology tersebut mengungkap adanya kandungan bakteri baik dalam kopi, seperti dilansir Food and Wine (09/03/25). Berikut faktanya!

    1. Hasil temuan peneliti

    Biji kopiBiji kopi mengandung bakteri baik. Foto: iStock

    Dalam studi ini, para peneliti menganalisis sampel tinja dari 22.867 peserta untuk memahami dampak kopi pada bakteri usus.

    Mereka mengkategorikan peserta ke dalam tiga kelompok, yakni kelompok ‘tidak pernah minum kopi’, kelompok ‘peminum kopi’, dan kelompok ‘peminum kopi berat’.

    Para peneliti menemukan bahwa peminum kopi memiliki kadar yang tinggi pada satu jenis bakteri, yakni L. asaccharolyticus.

    Hasilnya menunjukkan bahwa minum kopi dapat memberikan efek positif pada usus yang akan membantu pertumbuhan bakteri baik.

    2. Pentingnya kesehatan usus

    Profesor klinis di University of Chicago sekaligus kepala staf ilmiah di Endeavor Health Michael Caplan, MD mengatakan bahwa mikrobioma dalam usus sangatlah penting.

    “Bakteri baik dalam usus kita sangat penting untuk kesehatan kita secara keseluruhan, dan memiliki mikrobioma yang beragam sangatlah penting,” tutur Michael Caplan.

    Menurutnya, usus yang sehat dapat membantu mencegah diare yang disebabkan oleh antibiotik, dan bahkan dapat berperan dalam mengatasi obesitas, penyakit jantung, dan hasil kemoterapi.

    Usus juga menampung sebagian besar sel imun, sehingga sangat penting untuk melindungi dan menjaga kekuatannya. Usus yang sehat juga mendukung pencernaan, mengurangi peradangan, dan memengaruhi pikiran kita.

    Fakta tentang manfaat kopi untuk usus ada di halaman selanjutnya.

    3. Korelasi kopi pada bakteri baik

    Minum Kopi Hitam di Pagi Hari Bisa Bantu Turunkan Berat BadanKandungan polifenol pada kopi bagus untuk kesehatan usus. Foto: Ilustrasi iStock

    Lebih lanjut, Dr. Caplan menunjukkan bahwa sebenarnya bukan hanya kafein yang meningkatkan bakteri baik. Kopi tanpa kafein pun dapat memberikan efek positif pada usus.

    Hal tersebut karena peran dari polifenol, termasuk asam klorogenat dan asam kuinat, yang ditemukan dalam kopi yang membantu meningkatkan pertumbuhan bakteri baik.

    Penelitian juga menunjukkan bahwa polifenol bertindak seperti prebiotik. Mereka memberi makan dan mendorong pertumbuhan bakteri baik di usus.

    4. Berapa banyak konsumsi kopi untuk mendapatkan manfaat ini?

    Dr. Caplan mengatakan bahwa untuk mendapatkan manfaat ini disarankan minum 1-2 cangkir kopi setiap hari. Jumlah itu cukup untuk merangsang flora usus agar siap meningkatkan kesehatan.

    “Jumlah tersebut sejalan dengan rekomendasi Food and Drug Administration (FDA), yang membatasi asupan kafein tidak lebih dari 400 miligram dalam sehari atau sekitar 4 cangkir,” tuturnya Dr. Caplan.

    Bisa juga menambahkan sedikit susu dan gula, karena menurut Dr. Caplan bahan tambahan tersebut tidak akan memengaruhi manfaat kesehatan usus, asalkan tidak berlebihan.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Minuman Tanpa Gula Ini Bisa Turunkan Kadar Gula Darah


    Jakarta

    Memiliki kandungan antioksidan yang tinggi dan rendah kalori, beberapa minuman ini bagus untuk menurunkan kadar gula darah. Asalkan tidak ditambah pemanis.

    Gula darah atau glukosa darah merupakan jumlah gula dalam darah yang berasal dari karbohidrat makanan yang kita konsumsi. Gula darah menjadi sumber energi utama bagi tubuh.

    Namun, jika kadarnya terlalu tinggi, justru bisa berisiko untuk kesehatan. Normalnya, kadar gula darah pada orang dewasa berada di angka 80-100 mg/dL (4.4-5.5 mmol/L).


    Jika terlalu tinggi, bisa menyebabkan diabetes. Kondisi ini dapat dicegah dengan mengonsumsi minuman yang kaya antioksidan ini dan rendah kalori ini.

    Dikutip dari Eating Well (29/11/24) berikut 5 minuman tanpa gula yang bagus untuk gula darah.

    1. Teh

    shincha, teh hijau Jepang saat musim semiTeh hijau kaya akan antioksidan. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Teh merupakan minuman bebas kalori yang bagus untuk kesehatan asalnya tidak ditambah pemanis, seperti gula, susu, atau krimer. Teh sangat bagus untuk menurunkan gula darah.

    “Teh dapat meningkatkan aktivitas insulin hormon yang akan membantu menurunkan gula darah,” ujar ahli gizi Marie Spano.

    Sebuah penelitian menemukan bahwa teh hitam, teh hijau, dan teh oolong kaya akan antioksidan dan senyawa bioaktif yang berperan untuk menjaga gula darah tetap stabil.

    2. Kopi

    Sebuah penelitian menemukan hubungan antara mengonsumsi kopi secara teratur dan risiko lebih rendah terkena diabetes tipe 2. Ini karena kopi mengandung senyawa penting.

    Senyawa tersebut dikenal dengan sebutan asam klorogenat yang dapat membantu mengelola gula darah. Namun, manfaat tersebut akan rusak jika kamu menambahkan gula, sirup, dan krimer ke kopi

    Dengan menambahkan pemanis justru akan menyebabkan kadar gula darah melonjak. Alih-alih menambahkan gula, kamu bisa menambahkan kayu manis yang bagus untuk gula darah.

    Minuman yang dapat menurunkan kadar gula darah ada di halaman selanjutnya.

    3. Susu

    Kopi campur susu kedelaiSusu kedelai jadi piilihan sehat yang rendah kalori. Foto: Getty Images/iStockphoto/

    Minum segelas susu dapat mendukung kadar gula darah yang lebih baik. Manfaat ini didapatkan karena kandungan nutrisi, seperti karbohidrat, protein, dan lemak.

    Untuk manfaat gula darah yang lebih baik, disarankan mengonsumsi susu murni atau bebas laktosa. Ini bagus untuk stabilitas gula darah, karena lemak dan proteinnya membantu memperlambat penyerapan gula.

    Ahli gizi Spano juga menyarankan agar memilih susu rendah lemak seperti susu kedelai tanpa tambahan pemanis. Susu kedelai jadi pilihan tepat karena rendah kalori dan lemak jenuh.

    4. Infused Water

    Infused Water merupakan air putih yang direndam dengan buah-buahan. Mulai dari strawberry, lemon, hingga rempah-rempahan seperti daun mint dan basil.

    Air yang direndam lemon jadi pilihan terbaik, karena kandungan asam pada lemon dapat mengikis lapisan enamel gigi jika dikonsumsi berlebihan.

    Atau bisa juga direndam kayu manis. Rempah-rempahan yang satu ini dikemas dengan antioksidan yang disebut flavonoid yang berperan untuk menurunkan gula darah.

    5. Sparkling Water

    Sparkling water and lemon slice on glass with an ice, sunny day - narrow focus on middle of the glassSparkling water rendah kalori. Foto: iStock/The Daily Meal

    Sparkling water merupakan air minum yang berkarbonasi atau mengandung gelembung gas karbon dioksida. Minuman ini bisa jadi pilihan untuk menurunkan kadar gula.

    Minuman ini memiliki rasa yang alami dan tidak mengandung gula, kalori, dan karbohidrat tambahan, sehingga menjadi pilihan yang ideal untuk mendukung keseimbangan gula darah.

    Selain itu, sparkling water juga dapat membantu melancarkan pencernaan dan meredakan gejala sembelit hingga bisa menghidrasi tubuh dengan baik.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com