Tag: Market

  • 600.000 Bitcoin Venezuela Akan Disita Trump, Apa Dampaknya?

    Beberapa pekan terakhir, dunia kripto diramaikan oleh rumor bahwa pemerintah AS di bawah Trump akan menyita cadangan Bitcoin milik Venezuela senilai puluhan miliar dolar, diperkirakan sekitar 600.000 BTC. Isu ini mencuat menyusul tindakan militer dan penahanan Presiden Nicolás Maduro oleh pasukan AS, serta spekulasi bahwa aset digital tersebut kini berada dalam kendali AS atau bisa segera disita.

    Menurut laporan dari MSN, proses akumulasi dimulai sejak 2018, dan melibatkan penukaran emas, dimana Venezuela dilaporkan menjual 73,2 ton emas senilai $2,7 miliar melalui perantara di Turki dan UEA, kemudian dikonversi menjadi BTC melalui mixer untuk menyembunyikan jejak.

    Tapi sampai saat ini tidak ada bukti on-chain yang ditemukan oleh firma seperti Arkham Intelligence, “Kami belum mengidentifikasi kepemilikan sebesar itu saat ini,” kata Matteo Colledan, Wakil Presiden Pengembangan Bisnis di perusahaan pengawasan blockchain Arkham.

    Secara historis, Venezuela terbilang memang aktif di dunia kripto, contohnya pada 2018, Venezuela meluncurkan Petro, mata uang digital berbasis minyak yang gagal karena kritik sebagai alat penghindaran sanksi. Adopsi kripto di kalangan rakyat juga tinggi karena hiperinflasi (500% pada 2025), tingginya adopsi ini terbukti dengan tercatatnya Venezuela sebagai peringkat 11 dalam adopsi aset digital global, menurut data dari TRM Labs.

    Baca juga: Apa itu Quantum Computing yang Dianggap Acaman Bagi Bitcoin?

    Venezuela Jadi Negara dengan Bitcoin Terbanyak

    Jika benar Venezuela berhasil mengumpulkan lebih dari 600.000 Bitcoin melalui skema “shadow reserve” sejak 2018, maka posisinya bukan hanya akan melampaui El Salvador yang saat ini memiliki sekitar 7.500 BTC, tetapi juga jauh di atas Amerika Serikat dengan cadangan hasil sitaan sekitar 325,293 BTC, serta China yang diperkirakan menyimpan 190.000 BTC.

    Di sisi korporasi, angka Venezuela bahkan mendekati kepemilikan MicroStrategy, perusahaan publik yang dikenal sebagai akumulator Bitcoin terbesar dengan lebih dari 672.497 BTC. Dengan estimasi nilai lebih dari 60 miliar dolar AS, Venezuela akan berdiri sebagai negara dengan cadangan Bitcoin terbesar di dunia, melampaui semua catatan resmi yang ada.

    Baca juga: 2025 Wrapped: Ini Kejadian Penting di Pasar Kripto Sepanjang Tahun 2025.

    Apa Jadinya Jika 600.000 Bitcoin Venezuela Benar-Benar Disita Trump?

    Meskipun belum ada data pasti yang menyebutkan bahwa Venezuela memiliki 600.000 Bitcoin, mari kita bayangkan jika 600.000 Bitcoin yang setara dengan 3% dari total suplai Bitcoin ini benar-benar nyata dan disita oleh Trump.

    Chart Bitcoin setelah Jerman mendjual Bitcoin. Sumber: Binance @TradingHeihgts

    Pasar kripto sebenarnya bukan pertama kali menghadapi isu penjualan aset strategis milik negara, contohnya pada 2024 Jerman menjual 50.000 BTC yang mereka miliki dan menyebabkan koreksi 15-20%.

    Sebagai perbandingan, jika kita kalkulasikan maka Bitcoin milik Venezuela adalah 12x lebih banyak dari Bitcoin yang di jual oleh Jerman pada 2024 kemarin.

    Tentunya hal ini akan memicu volatilitas pasar, karena ketakutan dan ketidakpastian.

    Namun melihat Amerika Serikat yang pro crypto dan telah mengesahkan Bitcoin strategic reserve, maka skenario Trump menyimpan Bitcoin hasil sitaan tersebut sebagai aset strategis AS untuk jangka panjang mungkin saja terjadi–sehingga bukan tidak mungkin pasar kembali bullish karena BTC sitaan ini berkurang secara tidak langsung dari sirkulasi karena disimpan untuk cadangan strategis AS, dan memperkuat narasi kelangkaan BTC.

    Jika kamu tertarik untuk membeli Bitcoin, pastikan kamu memilih exchange lokal resmi yang mengikuti prosedur yang berlaku seperti Tokocrypto, agar kamu bisa menikmati proses penarikan dana yang aman, transparan, dan cepat.

    Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

    Sumber: 

    Bitcoin’s price could be hit by Venezuela’s 3% BTC reserve: Here’s how – AMBCrypto

    Does Venezuela own a colossal Bitcoin hoard? Here’s everything we know – DL News





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Menanti Data CPI AS Terbaru

    Pasar kripto hari ini, Selasa (13/1) bergerak aktif jelang rilis data CPI AS, dengan altcoin seperti DOLO, DUSK, dan JELLYJELLY memimpin kenaikan di tengah meningkatnya spekulasi pasar.

    Semantara itu, Bitcoin dan Ethereum cenderung fluktuatif karena CPI masih berada di atas target, membuat kepastian pemangkasan suku bunga The Fed belum jelas, meski ETH tetap membidik area $3.200 seiring tren positif. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

    Deretan Altcoin Potensial Jelang Rilis CPI AS

    • Lonjakan 59% membawa harga DOLO ke titik $0.06673.
    • DUSK mencatatkan kenaikan 26% dan mencapai level $0,0746.
    • JELLYJELLY tumbuh 19% menjadi $0,077665 pada perdagangan hari ini.

    Laporan CPI AS Hari Ini: Dampak pada Harga BTC & ETH

    • CPI di atas target, pemangkasan suku bunga masih belum pasti.
    • BTC fluktuatif; data CPI bisa picu breakout harga.
    • ETH incar $3.200, didorong tren positif dan optimisme pasar.

    Tahun Baru, Cashback langsung GAS! Total Hadiah Rp25 JUTA!*

    Altcoin Potensial Pekan Kedua Januari 2026

    • Migrasi token MANTRA bisa picu lonjakan OM jangka pendek.
    • Polygon soroti stablecoin Wyoming, waspada aksi ambil untung.
    • Aptos terancam volatilitas akibat token unlock $20,58 Juta.

    Solana Incar $200 Usai Laporan Dominasi WisdomTree

    • Harga SOL pulih, tren bullish diprediksi berlanjut.
    • WisdomTree: Dominasi jaringan Solana bersifat struktural.
    • Analisis fokus pada pengguna, pengembang, dan pendapatan on-chain.

    Baca juga: Riset Kripto 05-09 Jan 2026: Konflik Geopolitik: Bom Waktu Bitcoin?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Investor Wajib Tahu! 5 Agenda Pekan Ini Bisa Ubah Arah Pasar kripto

    Pasar kripto memasuki pekan ini dengan sinyal optimisme baru di tengah meningkatnya perhatian investor terhadap sejumlah agenda ekonomi global. Kapitalisasi pasar kripto tercatat naik 0,73% dalam 24 jam terakhir, sejalan dengan tren mingguan positif sebesar 0,84%, meski masih membukukan penurunan tipis 0,84% secara bulanan.

    Bitcoin terus bertahan di atas level psikologis USD 90.000, menguatkan sentimen bullish di pasar. Ethereum juga stabil di atas USD 3.100, sementara Binance Coin (BNB) bertahan di atas USD 900 dan membuka peluang pemulihan lanjutan. Di tengah pergerakan harga yang relatif stabil, investor kini mencermati sejumlah agenda makroekonomi yang berpotensi menentukan arah pasar kripto dalam jangka pendek.

    Berikut lima peristiwa utama terkait ekonomi dan kebijakan moneter yang dinilai krusial bagi pergerakan aset kripto pekan ini:

    Senin: Pidato Pejabat FOMC Jadi Sorotan Awal Pekan

    Dilaporkan Coingape, pekan dibuka dengan pidato pejabat Federal Open Market Committee (FOMC). Pernyataan yang disampaikan akan menjadi petunjuk penting terkait arah kebijakan suku bunga ke depan. Nada hawkish berpotensi menekan aset berisiko seperti kripto, sementara sinyal dovish dapat memicu optimisme pasar terhadap peluang pelonggaran moneter.

    Selasa: Data CPI Tentukan Arah Inflasi

    Bureau of Labor Statistics AS dijadwalkan merilis data Consumer Price Index (CPI) pada 13 Januari. Pada laporan sebelumnya, inflasi utama tercatat turun ke level 2,7% dan Core CPI ke 2,6%, lebih rendah dari perkiraan. Analis memperkirakan inflasi dapat kembali turun hingga 1,9%. Jika tren penurunan berlanjut, ekspektasi penurunan suku bunga dapat menguat dan mendorong pasar kripto. Sebaliknya, lonjakan inflasi berpotensi menekan harga aset digital.

    Baca juga: Pasar Kripto Hari Ini 12 Januari 2026: Awal Pekan Sideaways, Kenapa?

    Rabu: PPI Jadi Indikator Awal Tekanan Harga

    Data Producer Price Index (PPI) untuk periode Oktober dan November akan dirilis pada 14 Januari. PPI mencerminkan biaya di tingkat produsen dan kerap menjadi sinyal awal tekanan inflasi. Penurunan PPI secara konsisten dapat memperkuat keyakinan bahwa inflasi melandai, yang umumnya berdampak positif bagi aset berisiko termasuk cryptocurrency.

    Kamis: Klaim Pengangguran Uji Ketahanan Pasar Tenaga Kerja

    Laporan klaim pengangguran mingguan menunjukkan kenaikan 8.000 klaim menjadi 208.000 pada awal Januari. Meski masih mencerminkan pasar tenaga kerja yang relatif stabil, lonjakan yang tidak terduga dapat memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi. Stabilitas tenaga kerja dinilai penting dalam menjaga minat risiko investor di pasar kripto.

    Jumat: Neraca The Fed Ungkap Arah Likuiditas

    Federal Reserve akan memperbarui data neraca keuangannya pada akhir pekan. Besaran neraca ini mencerminkan jumlah likuiditas yang beredar di sistem keuangan. Penyusutan neraca mengindikasikan pengetatan likuiditas, sementara ekspansi neraca dapat menjadi katalis positif bagi pasar kripto.

    Dengan kombinasi data inflasi, kondisi pasar tenaga kerja, dan kebijakan moneter, rangkaian agenda ekonomi pekan ini diperkirakan akan menentukan volatilitas jangka pendek sekaligus arah pergerakan pasar kripto hingga akhir Januari.

    Baca juga: Riset Kripto 05-09 Jan 2026: Konflik Geopolitik: Bom Waktu Bitcoin?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Hari Ini 12 Januari 2026: Awal Pekan Sideaways, Kenapa?

    Pasar kripto hari ini, Senin (12/1) membuka pekan dengan sentimen yang relatif konstruktif, tercermin dari penguatan altcoin seperti CARV, FXS, dan KOM. Bitcoin dan XRP bergerak stabil sambil menunggu putusan tarif Mahkamah Agung pada 14 Januari 2026, dengan akumulasi ETF institusional mulai terlihat di tengah ketidakpastian kebijakan.

    Fokus pasar juga tertuju pada data makro penting seperti CPI, PPI, dan neraca The Fed yang berpotensi mendorong likuiditas ke aset berisiko. Di sisi lain, optimisme terhadap BNB menguat setelah CZ memberi sinyal supercycle, dengan target psikologis $1.000 yang kian diperhatikan jika sentimen makro mendukung. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

    Deretan Altcoin Potensial di Awal Pekan Ini

    • Lonjakan 19% membawa harga CARV ke titik $0,1241.
    • FXS mencatatkan kenaikan 16% dan mencapai level $0,892.
    • KOM tumbuh 14% menjadi $0,0002399 pada perdagangan hari ini.

    Prediksi Harga BTC & XRP Jelang Putusan Tarif MA (14 Jan 2026)

    • Harga BTC & XRP stabil menanti putusan Tarif Mahkamah Agung.
    • ETF institusional mulai akumulasi di tengah ketidakpastian kebijakan.
    • Tembus level resitensi berpotensi picu reli kripto jangka pendek.

    Cashback Spesial untuk Para TKO Holder Hadiah Rp10 JUTA*

    5 Peristiwa Kripto Pekan Ini: Potensi Bullish?

    • Data CPI & PPI pekan ini siap ubah sentimen pasar.
    • Neraca Fed tunjukkan tren likuiditas ke aset berisiko.
    • Klaim pengangguran stabil dukung ketahanan pasar kripto.

    Target BNB $1.000: Sinyal Supercycle dari CZ

    • BNB tertahan di $900, buyer bidik target $1.000.
    • Prediksi supercycle CZ dongkrak kepercayaan institusi.
    • Data makro pekan ini berpotensi picu reli besar.

    Baca juga: Riset Kripto 05-09 Jan 2026: Konflik Geopolitik: Bom Waktu Bitcoin?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Anak Purbaya Soroti Pentingnya Keamanan Aset Kripto, Apa yang Perlu Investor Tahu?

    Anak Menteri Purbaya, Yudo Sadewa kembali membuat menjadi sorotan komunitas kripto setelah menyoroti tentang penarikan aset milik nasabah dari exchange lokal melalui Instagram pribadinya.

    Yudo Sadewa sendiri diketahui adalah seorang investor kripto yang sukses. Kekayaannya sebagian besar berasal dari investasi di aset kripto, termasuk meme coin, dan ia sering berbagi pengalaman melalui Instagram, dan TikTok pribadi miliknya. Sebagai anak dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, pernyataannya sering menjadi perdebatan, meskipun ia menegaskan bahwa pandangannya bersifat pribadi.

    Yudo sadewa membagikan pentingnya self-custody melalui tiktok pribadinya @yudosadewa.

    Tentu, alasan anak Metri Purbaya ini bukan hanya karena iseng belaka, melainkan menekankan tentang pentingnya konsep self-custody dalam pengelolaan aset kripto. Menurutnya, “exchange sebaiknya hanya digunakan sebagai tempat jual beli, bukan untuk menyimpan aset.” selain itu ia juga menyampaikan bahwa sebagian besar aset kriptonya disimpan di cold wallet untuk meminimalisir risiko peretasan.

    Lalu apa saja yang perlu investor tahu mengenai pentingnya keamanan aset kripto? Simak lebih lengkap yuk!

    Mengenal Self-Custody, Konsep yang Digaungkan Anak Menteri Purbaya

    Self-custody adalah konsep penyimpanan aset kripto di mana kamu menyimpan sendiri aset kripto yang kamu miliki, beserta private-key dari dompet aset kripto tersebut.

    Yudo Sadewa menyoroti prinsip dasar “Not your keys, not your coins” yang artinya, jika kunci private-key dari aset kripto pribadi kamu masih berada di tangan exchange, aset tersebut bukan sepenuhnya milik kamu, karena tidak benar-benar dalam “genggaman” kamu saat itu juga.

    Biasanya aset kripto self-custody disimpan di dompet dalam bentuk fisik (cold wallet) maupun dompet kripto digital (hot wallet). Sehingga jika kamu menggunakan metode ini, maka kepemilikan aset benar-benar berada di tangan kamu, karena akses dan otorisasi transaksi hanya bisa dilakukan dengan private-key kamu kamu pegang sendiri–dan tidak bisa diretas, kecuali private-key tersebut dimiliki oleh orang lain.

    Baca juga: Dana Nasabah Crypto Aman atau Tidak? Ini Penjelasan Regulasi di Indonesia

    Kenapa Menyimpan Aset Kripto di Exchange Bukan Self-Custody?

    Menyimpan aset kripto di exchange bukanlah self-custody, sebab ketika kamu menyimpan kripto di exchange, kamu sebenarnya mempercayakan penyimpanan dan pengelolaan aset kepada platform tersebut–meskipun sebenarnya, di Indonesia sendiri, exchange resmi seperti Tokocrypto diwajibkan menyimpan aset nasabah di kustodian yang telah berizin OJK paling sedikit 70% dari aset nasabah.

    Baca juga: Dana Nasabah Crypto Disimpan di Mana? Skema Penyimpanan di Exchange Lokal

    Tips untuk Kamu yang Ingin Lakukan Self-Custody

    Tokocrypto sangat mendukung penuh kendali pengguna atas private-keys nasabah—maka dari itu proses penarikan di Tokocrypto dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. Berikut beberapa tips bagi kamu yang ingin melakukan self-custody:

    • Gunakan cold wallet (misalnya Ledger atau Trezor) untuk aset jangka panjang.
    • Selalu backup 12-24 kata seed phrase atau private-key di tempat aman, seperti safe deposit box–jangan disimpan secara digital untuk meminimalisir risiko peretasan.
    • Simpan sebagian kecil di hot wallet untuk jaga-jaga jika kamu ingin melakukan penjualan atau trading dalam jangka pendek.
    • Jangan bagikan seed phrase atau private-key kepada siapapun.
    • Ikuti tutorial tarik aset kripto ke wallet untuk self-custody di sini.

    Bagi kamu yang memilih untuk tetap menyimpan di exchange resmi, seperti Tokocrypto–berikut beberapa tips agar meminimalisir risiko yang tidak diinginkan:

    • Aktifkan metode autentikasi dua faktor (2FA).
    • Hindari menggunakan password yang sama dengan akun lain.
    • Jangan klik tautan mencurigakan, dan pastikan selalu mengakses website atau aplikasi resmi Tokocrypto.
    • Pastikan software, termasuk sistem operasi, aplikasi, dan antivirus, selalu diperbarui ke versi terbaru.
    • Hindari membagikan kode OTP atau data login ke siapa pun.
    • Aktifkan kode anti-phising.

    Baca juga: Perlindungan Dana Nasabah Crypto di Indonesia: Apa Peran Regulator?

    Pastikan kamu memilih exchange lokal resmi yang mengikuti prosedur yang berlaku seperti Tokocrypto, agar kamu bisa menikmati proses penarikan dana yang aman, transparan, dan cepat.

    Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

    Sumber: TikTok @yudosadewa



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tim Developer Zcash Bubar! Gimana Nasib Proyeknya?

    Zcash (ZEC) merupakan cryptocurrency yang lahir pada 2016, dikenal sebagai koin dengan privasi tinggi berkat teknologi zk-SNARKs yang memungkinkan transaksi anonim tanpa jejak. 

    Zcash ditenagai oleh tim dari perusahaan Electric Coin Company (ECC) yang didirikan oleh Zooko Wilcox. ECC diawasi oleh Bootstrap, sebuah organisasi nonprofit 501(c)(3) yang bertugas memastikan misi Zcash tetap selaras dengan kepentingan publik.

    Di tengah altcoin lain yang mengalami penurunan, justru Zcash memberikan performa luar biasa dengan semakin digaungkannya narasi privasi, harga ZEC naik lebih dari 800%, dan menjadikan Zcash top performer di antara altcoin lain. 

    Namun, pada 7 Januari 2026 kemarin, Zcash mendadak bearish ketika seluruh tim ECC resign massal.

    Baca juga: Zcash (ZEC) Naik 400%, Narasi Privacy Jadi Tren Selanjutnya?

    Kronologi Singkat Alasan Tim ECC Zcash Bubar 

    Berdasarkan tweet dari akun X, Josh Swihart, mantan CEO ECC pada 7 Januari 2026, timnya secara resmi mengumumkan “constructively discharged” yang merupakan istilah hukum AS untuk kondisi dimana pekerja paksa resign akibat kondisi kerja yang tak bisa ditoleransi. 

    Swihart menuduh mayoritas board Bootstrap yang kemudian disebut sebagai ZCAM, tidak selaras dengan misi Zcash, yakni membangun “unstoppable private money“.

    Wallet Zcash, Zashi mobile wallet. Sumber: z.cash

    Singkatnya, konflik ini berawal dari Tim developer ECC ingin memisahkan (spin out) Zashi, wallet mobile Zcash yang mereka bangun, menjadi entitas privat. Dengan tujuan agar mampu bergerak lebih cepat, punya fleksibilitas bisnis, dan bisa menggalang modal dari investor.

    Namun jajaran petinggi dari Bootstrap menolak karena secara hukum, mereka tidak boleh mengizinkan aset nonprofit dialihkan ke perusahaan privat demi keuntungan dan Bootstrap menilainya melanggar batasan hukum nonprofit.

    Akhirnya Tim ECC merasa terjebak dan mereka tidak bisa mengembangkan Zashi sesuai visi karena dibatasi aturan nonprofit yang disebut oleh Josh Swihart sebagai constructive discharge atau resign yang dipaksa keadaan.

    Wallet baru Zcash, cashZ dari pengembang Zcash. Sumber: cashZ.org

    Setelah keluar, tim ECC mendirikan cashZ, perusahaan privat baru yang melanjutkan pengembangan wallet berbasis Zashi.

    Baca juga: Anak Purbaya Soroti Pentingnya Keamanan Aset Kripto, Apa yang Perlu Investor Tahu?

    Bagaimana Nasib Zcash ke Depan?

    Pergerakan harga Zcash (ZEC/USDT) pada Minggu, 11 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Pasca-resign massal tim Electric Coin Company (ECC), Zcash mengalami gejolak besar. Harga Zcash turun sekitar 28%, karena adanya FUD tersebut.

    Meskipun begitu, protokol blockchain Zcash tetap berjalan normal dan aman, karena sifatnya yang open-source dan decentralized—tidak bergantung pada satu entitas saja.

    Zcash foundation pun turun tangan untuk memberikan klarifikasi mengenai keberlangsungan jaringan ke depannya dan menegaskan bahwa jaringan blockchain Zcash akan senantiasa terus terus berjalan dengan lancar dan aman, seperti biasanya—tanpa gangguan.

    Dinamika ini justru membawa Zcash semakin berkembang dengan munculnya opsi wallet baru dari tim Electric Coin Company (ECC) yakni CashZ, wallet yang dibangun dari codebase wallet Zashi sebelumnya dan tetap 100% fokus pada pengembangan serta adopsi Zcash sebagai “unstoppable private money” tanpa meluncurkan token baru melalui hard fork yang dapat memecah komunitas.

    Tertarik dengan aset kripto Zcash? Trading atau investasi aset kripto Zcash bisa kamu mulai dengan deposit Rp50.000 aja lho! Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

    Sumber:

    @SevaFTW: tldr on zcash;

    Yahoo: Zcash Developer Team Resigns: What the Governance Crisis Means for ZEC Price





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Suku Bunga Turun, Institusi Masuk, Market Bangkit?

    Tim Riset Tokocrypto mencatat tahun 2025 sebagai salah satu tahun terberat dalam sejarah pasar kripto dari sisi performa harga. Bagaimana dengan di tahun 2026?

    Namun di balik tekanan tersebut, justru terjadi perubahan struktural yang penting. Kripto mulai dipandang lebih serius sebagai bagian dari sistem keuangan global. Masuknya institusi besar, perbankan, serta hadirnya produk seperti ETF membuat kripto tidak lagi sekadar dianggap sebagai aset spekulatif jangka pendek.

    Sayangnya, kondisi makroekonomi global yang ketat membuat kinerja pasar kripto secara keseluruhan melemah. Bitcoin cenderung stagnan, sebagian besar altcoin terkoreksi dalam hingga 50–70%, sementara hanya sektor tertentu seperti Real World Assets (RWA) yang mencatatkan kenaikan signifikan. Lalu, bagaimana prospek pasar kripto di tahun 2026?

    Prediksi 1: Era Suku Bunga Tinggi Akan Berakhir

    Suku bunga tinggi tidak dapat bertahan dalam jangka panjang, terutama di tengah beban utang Amerika Serikat yang terus membengkak. Tekanan pembayaran bunga utang menjadi salah satu faktor utama yang mendorong The Fed untuk mempertimbangkan penurunan suku bunga lebih cepat.

    Pada 2026, suku bunga diperkirakan turun ke kisaran 2%. Kondisi ini secara historis mendukung aset lindung nilai seperti emas dan Bitcoin, sekaligus mendorong minat investor kembali ke aset berisiko, termasuk kripto.

    Prediksi 2: Utang AS Mempercepat Penurunan Suku Bunga

    Tingginya utang pemerintah AS membuat suku bunga tinggi semakin sulit dipertahankan. Untuk menjaga stabilitas fiskal, The Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga secara bertahap hingga mendekati 2%.

    Penurunan suku bunga ini berpotensi mengembalikan likuiditas global. Dana institusi yang sebelumnya tertahan mulai kembali masuk ke aset kripto. Seiring meningkatnya aliran modal, regulator dan pemerintah juga terdorong menghadirkan aturan yang lebih jelas demi menjaga stabilitas dan keamanan pasar.

    Prediksi 3: Regulasi Makin Matang, Adopsi Terus Meningkat

    Di Indonesia, perpindahan pengawasan aset kripto ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi tonggak penting bagi kepastian hukum industri kripto. Kerangka regulasi yang lebih jelas ini diperkirakan akan terus berkembang sepanjang 2026.

    Dari sisi adopsi, data OJK mencatat jumlah investor kripto Indonesia mencapai 18,1 juta orang pada 2025, tumbuh sekitar 36%. Chainalysis juga menempatkan Indonesia di peringkat ke-7 dunia dalam adopsi kripto. Dengan regulasi yang semakin matang, tren pertumbuhan adopsi ini diproyeksikan berlanjut di 2026.

    Prediksi 4: Bitcoin Berpeluang Cetak All-Time High Baru

    Sepanjang 2025, Bitcoin mengalami dua koreksi besar, masing-masing sekitar -30% pada April dan -35% pada November. Meski demikian, Bitcoin tetap mampu bertahan di atas area $75.000–$100.000, menunjukkan struktur pasar yang semakin matang dibanding siklus sebelumnya.

    Dengan inflow ETF mencapai sekitar $26 miliar, valuasi on-chain yang wajar di kisaran $125.000, serta target harga minimum 2026 di $150.000, Bitcoin diprediksi memiliki peluang besar untuk mencetak rekor harga tertinggi (all-time high) baru pada 2026.

    Prediksi 5: Valuasi Layer 1 Naik Meski Pendapatan Turun

    Token Layer 1 (L1) menunjukkan fenomena unik. Rasio valuasi L1 melonjak dari sekitar 40x pada 2021 menjadi 536x di 2025, meskipun pendapatan jaringan justru turun hingga 52%.

    Di 2026, Layer 1 diperkirakan tetap menjadi aset inti dalam portofolio investor. Minat terhadap L1 bukan semata karena kinerja bisnis jangka pendek, melainkan karena perannya sebagai fondasi utama ekosistem blockchain, mirip dengan posisi Bitcoin dan Ethereum di pasar kripto.

    Prediksi 6: Prediction Market Masuk Arus Utama

    Prediction market mengalami pertumbuhan pesat dengan total volume mencapai $36,3 miliar sepanjang 2025. Sekitar 98% volume tersebut dikuasai oleh Polymarket dan Kalshi, menandakan meningkatnya minat pasar terhadap instrumen ini.

    Kripto menjadi pendorong utama pertumbuhan prediction market. Di Polymarket, kategori kripto menyumbang sekitar 28% dari volume mingguan. Dengan masuknya pasar Amerika Serikat, sektor ini diperkirakan akan semakin berkembang pada 2026.

    Prediksi 7: Real World Assets Memasuki Fase Pertumbuhan

    Sektor Real World Assets diproyeksikan memasuki fase ekspansi besar. Total nilai aset dunia nyata yang ditokenisasi diperkirakan menembus $500 miliar pada 2026, melonjak tajam dari sekitar $35 miliar di 2025.

    Tokenisasi kredit diprediksi melampaui $50 miliar, sementara tokenisasi saham yang saat ini bernilai sekitar $700 juta berpotensi tumbuh hingga lebih dari $10 miliar. Masuknya institusi keuangan tradisional menjadi katalis utama pertumbuhan ini.

    Prediksi 8: Stablecoin Menjadi Infrastruktur Inti Kripto

    Pada 2025, total nilai stablecoin mencapai sekitar $306 miliar, tumbuh 57% secara tahunan. Angka ini diproyeksikan menembus $1 triliun pada akhir 2026.

    Stablecoin seperti USDT dan USDC semakin banyak digunakan untuk pembayaran, remitansi lintas negara, hingga DeFi. Hal ini menandakan stablecoin telah berevolusi dari sekadar alat trading menjadi infrastruktur keuangan digital yang krusial.

    Prediksi 9: Perpetual DEX Semakin Dominan

    Volume transaksi perpetual DEX terus meningkat. Pada 2025, pangsa volume Perp DEX terhadap CEX hampir mencapai 19%, menunjukkan pergeseran minat trader ke platform on-chain.

    Hyperliquid mencatat volume transaksi sekitar $3 triliun sepanjang 2025, naik signifikan dari sekitar $565 miliar pada 2024. Kehadiran pemain baru diperkirakan akan memperketat persaingan dan mendorong inovasi lebih lanjut di sektor ini pada 2026.

    Kesimpulan

    Tahun 2026 diproyeksikan menjadi fase pematangan pasar kripto. Penurunan suku bunga, regulasi yang semakin jelas, serta masuknya dana institusi menciptakan fondasi pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

    Fokus pasar diperkirakan bergeser ke sektor-sektor dengan penggunaan nyata seperti Bitcoin, stablecoin, Real World Assets, serta layanan blockchain yang memiliki permintaan riil. Era spekulasi jangka pendek perlahan berganti menuju ekosistem kripto yang lebih matang, terstruktur, dan terintegrasi dengan sistem keuangan global.

    Baca juga: Linea: Kuda Hitam Layer-2 Ethereum Siap Geser Arbitrum dan zkSync!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Perlindungan Dana Nasabah Crypto di Indonesia: Apa Peran Regulator?

    Banyak yang mengira bahwa exchange crypto di Indonesia menyimpan langsung dana dan aset nasabah secara penuh. Namun faktanya, sesuai ketentuan regulator Indonesia, aset nasabah ternyata tidak disimpan langsung oleh exchange lho! Melainkan disimpan di lembaga kliring dan kustodian yang terdaftar resmi.

    Terus apa sih peran regulator dalam perlindungan nasabah crypto di Indonesia? Simak lebih lengkapnya yuk!

    Baca juga: Dana Nasabah Crypto Disimpan di Mana? Skema Penyimpanan di Exchange Lokal

    Peran Regulator dalam Perlindungan Dana Nasabah Crypto di Indonesia

    Regulasi kripto di Indonesia diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak Januari 2025, yang mengambil alih pengawasan dari Bappebti berdasarkan UU P2SK, dengan OJK mengatur aset kripto sebagai Aset Keuangan Digital (AKD) melalui POJK, sementara Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mengatur aspek pajaknya.

    Adapun menurut Jurnal Kolaboratif Sains, meskipun tidak secara tegas menyebut aset kripto, berdasarkan regulasi UU P2SK, regulasi yang berlaku tetap memberikan landasan hukum bagi perlindungan pengguna layanan keuangan digital, selama layanan tersebut ditawarkan oleh exchange yang berada di bawah pengawasan OJK, seperti Tokocrypto.

    Peran tersebut mencakup: memastikan transparansi, menjamin mekanisme ganti rugi, memberikan sanksi peidana bagi penyelenggara yang melanggar, mewajibkan pemisahan antara dana operasional exchange dengan dana nasabah. Lebih lengkapnya sebagai berikut:

    Memastikan Transparansi

    Pasal 38 mengatur kewajiban OJK terkait tata kelola, pelaporan, dan transparansi keuangan. Meski tidak menyebut “cryptocurrency” secara eksplisit, aturan ini berimplikasi pada perlindungan hukum pengguna aset kripto pada exchange yang ada di bawah pengawasan OJK. 

    Mekanisme pelaporan dan akuntabilitas ini memastikan dana diawasi dengan tepat, sehingga setiap penyimpangan dapat segera terdeteksi dan konsumen di sektor keuangan digital mendapat perlindungan lebih kuat.

    Menjamin Mekanisme Ganti Rugi (Restorative Justice) 

    Pasal 48B menyediakan landasan bagi penyelesaian sengketa di mana OJK dapat menghitung nilai kerugian yang dialami konsumen akibat pelanggaran penyelenggara. 

    Jika permohonan penyelesaian disetujui, pihak penyelenggara wajib membayar ganti rugi kepada nasabah sebagai syarat penghentian penyidikan, sehingga hak finansial pengguna dapat dipulihkan secara langsung tanpa proses peradilan yang panjang .

    Memberikan Sanksi Pidana dan Denda Berat

    Sebagai langkah preventif, Pasal 53 dan Pasal 54 menetapkan sanksi pidana penjara (4 hingga 12 tahun) dan denda administratif (mencapai ratusan miliar rupiah) bagi pihak yang mengabaikan kewenangan atau perintah OJK.

    Sanksi tegas ini berfungsi untuk meminimalkan risiko penipuan dan memastikan penyedia layanan mematuhi aturan demi melindungi kepentingan dan dana pengguna.

    Mewajibkan Pemisahan Aset Nasabah

    Dalam aturan turunannya (POJK No. 27 Tahun 2024), OJK mewajibkan exchange untuk memisahkan dana milik pengguna dari kekayaan operasional perusahaan dan menyimpannya di lembaga keuangan yang disetujui. 

    Mekanisme ini bertujuan mencegah penyalahgunaan dana dan memastikan aset nasabah tetap aman serta dapat dikembalikan meskipun penyelenggara mengalami kebangkrutan.

    Baca juga: Dana Nasabah Crypto Aman atau Tidak? Ini Penjelasan Regulasi di Indonesia

    Kesimpulan

    Berdasarkan kerangka regulasi yang berlaku saat ini, dana maupun aset kripto nasabah diawasi secara ketat melalui aturan perundang-undangan yang berlaku.

    Sehingga diharapkan mampu mengurangi risiko seperti yang terjadi pada kasus FTX di mana dana nasabah dicampur dan disalahgunakan.

    Pastikan kamu memilih exchange lokal resmi yang mengikuti prosedur yang berlaku seperti Tokocrypto, agar kamu bisa menikmati proses penarikan dana yang aman, transparan, dan cepat.

    Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!

    Baca juga: Penarikan Dana dari Exchange Lokal Berapa Lama? Ini Gambaran Umumnya


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

    Sumber data: Peryanto, J., Napitupulu, D. R. W., & Saragi, P. (2025). Perlindungan hukum bagi pengguna cryptocurrency menurut UU No. 4 Tahun 2023 tentang P2SK. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(5), Mei 2025.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sentimen Fear and Greed Netral

    Pasar kripto hari ini, Rabu (7/1) bergerak relatif netral dengan sejumlah altcoin seperti JASMY, SPK, dan DIA mencatat penguatan signifikan, menandakan minat selektif investor di tengah kondisi pasar yang menunggu katalis.

    Optimisme menguat seiring prediksi John Bollinger yang menilai Bitcoin berpotensi melonjak hingga $107.000, dengan perhatian pasar tertuju pada rilis data ketenagakerjaan AS yang berpotensi memicu volatilitas. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

    Deretan Altcoin Potensial di Tengah Sentimen Pasar yang Netral

    • JASMY melonjak 26% ke harga $0,00951.
    • SPK naik 11%, kini di level $0,026319.
    • DIA menguat 10% menjadi $0,338881.

    Bitcoin Diprediksi Tembus $107.000 Jelang Data Ketenagakerjaan AS

    • John Bollinger prediksi harga Bitcoin melonjak ke $107.000.
    • Bollinger adalah pencipta indikator populer Bollinger Bands.
    • Fokus pasar tertuju pada data pekerjaan AS hari Rabu dan Jumat.

    Saatnya Main Lucky Holiday Blast! Hadiah Rp60 JUTA!*

    Prediksi 3 Kripto Teratas: DOGE, ADA, dan LINK Siap Melonjak

    • DOGE, ADA, dan LINK alami terobosan bullish dan momentum kuat.
    • Pasar kripto tumbuh, nilai altcoin dan kepercayaan investor meningkat.
    • ETF dan arus masuk dana dorong optimisme pada LINK, ADA, dan DOGE.

    Alasan Mengapa Harga Solana Akan Mencapai $200 Bulan Ini

    • Harga Solana naik berkat pengajuan ETF dan minat institusi.
    • Lonjakan volume DEX dukung potensi kenaikan harga Solana.
    • Aktivitas pengembang yang tinggi perkuat prospek Solana bulan ini.

    Baca juga: Riset Kripto 29 Des 2025 – 02 Jan 2026: Nasib Pasar di Awal Tahun 2026


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Penarikan Dana Crypto ke Rekening Bank: Apa yang Perlu Diketahui

    Baik investor atau trader pasti setuju jika momen paling menyenangkan adalah saat ketika kita melakukan penarikan dana dari crypto ke rekening bank saat merealisasikan keuntungan.

    Agar kamu tidak bingung saat melakukan penarikan dana crypto ke rekening bank, berikut beberapa hal yang harus kamu ketahui!

    Bagaimana Cara untuk Melakukan Penarikan Dana Crypto ke Rekening Bank?

    Secara umum, penarikan dana crypto ke rekening bank dilakukan melalui beberapa tahapan berikut:

    1. Menjual aset kripto ke rupiah (IDR)
      Aset kripto seperti Bitcoin atau Ethereum perlu dikonversi terlebih dahulu menjadi saldo rupiah di akun exchange. Di Tokocrypto, kamu bisa menjuat aset kripto kamu dengan cara market order, spot-limit, atau dengan menggunakan fitur Beli/Jual untuk mendapatkan potongan gratis biaya trading.
    2. Mengajukan penarikan (withdraw) IDR
      Setelah saldo rupiah ada di akun kamu, kamu bisa mengajukan penarikan ke rekening bank pribadi.
    3. Proses verifikasi dan pemrosesan sistem
      Exchange akan memverifikasi permintaan penarikan sesuai prosedur keamanan dan kepatuhan.
    4. Dana dikirim ke rekening bank
      Dana diproses melalui sistem perbankan dan masuk ke rekening kamu.

    Di Tokocrypto, kamu bisa menarik dana crypto kamu dengan beberapa langkah:

    1. Pilih Menu Penarikan: Masuk ke menu penarikan, kemudian klik “IDR” atau pilih “IDR” di saldo dompet kamu.
    2. Tambah Rekening Bank: Klik tombol “Tambah akun” untuk menambahkan informasi rekening bank Anda. Isi nama bank dan nomor rekening dengan benar.
    3. Periksa Nomor Rekening: Pastikan nomor rekening sudah sesuai, lalu klik “Tambah”.
    4. Rekening Berhasil Ditambahkan: Setelah berhasil ditambahkan, pilih akun bank tujuan kamu.
    5. Masukkan Jumlah Penarikan: Masukkan nominal IDR yang ingin kamu tarik.

    Gimana cukup mudah bukan? Yuk cobain Tokocrypto dengan daftar di sini 👉 Tokocrypto beli/jual gratis potongan biaya trading

    Baca juga: Dana Nasabah Crypto Disimpan di Mana? Skema Penyimpanan di Exchange Lokal

    Berapa Lama Penarikan Dana Crypto ke Rekening Bank?

    penarikan dana rupiah dari exchange lokal membutuhkan waktu beberapa menit hingga maksimal 1 hari kerja. Dalam kondisi normal:

    • Permintaan yang diajukan pada jam kerja biasanya diproses di hari yang sama
    • Penarikan di malam hari atau akhir pekan (22:59 – 05:00 WIB) bisa lebih lama karena mengikuti jadwal bank mitra

    Exchange lokal resmi seperti Tokocrypto beroperasi sesuai dengan regulasi Indonesia, serta bekerja sama dengan bank dan payment gateway resmi untuk memastikan dana sampai dengan aman ke rekening pengguna.

    Di Tokocrypto sendiri proses penarikan bisa dibilang instan atau dalam hitungan menit, namun estimasi maksimalnya adalah 1×24 jam tergantung waktu kliring bank, kondisi jaringan (traffic tinggi), atau maintenance sistem bank.

    Lebih lengkap, kamu bisa baca di sini: Penarikan Dana dari Exchange Lokal Berapa Lama? Ini Gambaran Umumnya

    Biaya, Limit, dan Waktu Proses

    Biaya dan limit penarikan di Tokocrypto dirancang kompetitif untuk mendukung trader retail hingga institusi.

    Berikut tabel ringkasan biaya dan limit:

    Aspek Keterangan
    Biaya Penarikan IDR Rp10.000 per transaksi.
    Biaya Konversi/Trading Maker: 0,10% – 0,15%; Taker: 0,15% – 0,20%; plus PPh final 0,21%.
    Minimal Penarikan Rp100.000.
    Limit Harian (KYC Level 1) Rp250.000.000 dan 3 BTC.
    Limit Harian (KYC Level 2) Rp5.000.000.000 dan 100 BTC.
    Waktu Proses Kurang dari 5 menit hingga maksimal 1×24 jam kerja.

    Baca lebih lengkap mengenai biaya dan limit terbaru Tokocrypto di sini: Berapa Limit Penarikan Bitcoin dan IDR Per Hari di Tokocrypto? dan Informasi Biaya Transaksi di Tokocrypto

    Tips Agar Penarikan Dana Crypto ke Rekening Lebih Cepat

    Agar proses penarikan berjalan cepat dan minim kendala, kamu bisa melakukan beberapa hal berikut:

    1. Pastikan data akun dan rekening bank sudah benar
    2. Ajukan penarikan di jam kerja
    3. Pastikan nama akun dan nama rekening penerima sama
    4. Pastikan minimal dana yang akan ditarik memenuhi syarat ketentuan
    5. Pilih bursa resmi dan terpercaya seperti Tokocrypto

    Baca juga: Dana Nasabah Crypto Aman atau Tidak? Ini Penjelasan Regulasi di Indonesia

    Pastikan kamu memilih exchange lokal resmi yang mengikuti prosedur yang berlaku seperti Tokocrypto, agar kamu bisa menikmati proses penarikan dana yang aman, transparan, dan cepat.

    Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com