Tag Archives: minum kopi

Minum Kopi Campur Cokelat Menyehatkan Jantung, Apa Benar?


Jakarta

Kopi memang bisa diracik dengan bahan apa saja, termasuk cokelat. Campuran kopi dan cokelat dikenal bermanfaat untuk kesehatan jantung. Apakah benar?

Kopi tidak dinikmati begitu saja, tetapi bisa juga dinikmati dengan campuran berbagai bahan. Kamu bisa mencampur kopi dengan susu, gula, krim, rempah-rempahan, hingga bubuk cokelat atau kakao.

Di antara bahan tambahan pada kopi ini, cokelat menjadi salah satu yang direkomendasikan. Sebab, disebut-sebut kopi campur cokelat dapat menyehatkan jantung.


Kopi sendiri sebenarnya memiliki manfaat baik bagi jantung. Menurut John Hopkin Medicine, minum satu hingga dua cangkir kopi dalam sehari dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung dan gagal jantung.

Lantas, bagaimana jika kopi itu dicampur cokelat. Apakah manfaatnya akan sama, lebih baik, atau buruk? Berikut penjelasannya seperti dilansir dari wellandgood.com (11/02):

1. Minum kopi dikaitkan umur panjang

Kopi bisa mencegah AlzheimerKopi sendiri diketahui memiliki manfaat baik bagi jantung. Minum kopi pun dikaitkan dengan hidup lebih panjang. Foto: iStock

Sebelum membahas racikan kopi campur cokelat, ketahui dulu kaitan antara kebiasaan minum kopi dengan umur yang lebih panjang.

Menurut Nikki Bart, MD, ahli jantung di Victor Chang Cardiac Research Institute, “Para penikmat kopi seharusnya senang mengetahui bukti bahwa kopi sekarang mendukung (kesehatan) Anda.”

Penelitian yang disebut Well and Good menunjukkan, minum kopi dalam jumlah sedang dapat meningkatkan umur panjang dan kesehatan jantung.

Pada studi Januari 2022 di European Journal of Preventive Cardiology, peneliti juga menemukan bahwa minum tiga cangkir kopi per hari dapat menurunkan risiko kematian seseorang akibat penyakit jantung dan stroke.

Namun, menurut Dr. Bart, bukan berarti seseorang harus meneguk kopi setiap hari. Manfaat kopi bisa dirasakan ketika seseorang mengonsumsinya dalam takaran tepat.

Menurut Dr,Bart, takaran yang tepat sekitar satu hingga tiga cangkir kopi. Jika berlebihan bisa merugikan diri sendiri.

2. Minum kopi campur cokelat mengurangi peradangan

kopiKopi campur cokelat juga disebut mampu mengurangi peradangan hingga mendukung kesehatan jantung. Foto: Getty Images/iStockphoto/PeopleImages

Kopi memiliki manfaat bagi kesehatan jantung. Namun, ketika kopi dicampur dengan kakao atau bubuk cokelat, rupanya manfaatnya jauh lebih tinggi.

Menurut Dr. Bart, bubuk kakao juga mengandung flavonoid yang memiliki efek anti inflamasi, mengendurkan pembuluh darah, dan meningkatkan kontrol gula darah.

Secara lebih rinci, flavonol adalah senyawa kimia yang ada pada tumbuhan. Flavanol termasuk dalam keluarga antioksidan yang disebut flavonoids.

Flavonol terbukti mengurangi peradangan dan meningkatkan aliran darah. Konsumsinya berdampak positif pada kesehatan jantung dan merelaksasikan pembuluh darah.

Oleh karena itu, minum kopi dengan bubuk kakao memiliki manfaat sehat. Sebab, bubuk kakao mengandung flavonoid yang mendukung kesehatan jantung.

Namun, perlu diingat, kakao dan cokelat biasa bukanlah hal yang sama. Bubuk kakao lebih rendah lemak jenuh dan memiliki sedikit bahkan tidak ada tambahan gula.

Mau tau tips bikin kopi cokelat yang menyehatkan? simak di halaman selanjutnya!

3. Tips bikin kopi cokelat yang menyehatkan jantung

kopiTerdapat beberapa tips yang bisa dilakukan untuk membuar racikan kopi cokelat yang mendukung kesehatan jantung. Foto: Getty Images/iStockphoto/PeopleImages

Pertama, kamu harus memerhatikan ukuran porsi. Jangan terlalu banyak menggunakan bubuk kakao. Pilih juga bubuk kakao tanpa pemanis.

Collete Micko, RD, seorang ahli gizi merekomendasikan, menambah dua sendok makan bubuk kakao ke dalam kopi agar mendapat manfaat kesehatan jantung maksimal.

Kedua, jangan gunakan tambahan gula dan krim. Kopi adalah minuman alami tanpa kalori. Namun, jika ditambah dengan krim, gula, atau perasa lainnya, kalorinya bisa menumpuk.

Dr. Bart pun mengatakan, hal tersebut dapat berdampak negatif pada kesehatan jantung.

Micko juga menyarankan untuk hindari penambahan susu berlemak atau mentega ke dalam kopi karena semuanya tinggi lemak jenuh.

Ketiga, disarankan memilih bahan-bahan organik ketika membeli kopi maupun cokelat bubuk.

Micko mengungkap, “Biji kopi konvensional dan biji kakao biasanya banyak disemprot pestisida dalam praktik pertanian.”

Oleh karena itu, sebisa mungkin cari bahan-bahan organik. Cari bubuk kakao yang dibuat secara alami. Pastikan juga bahan pertamanya adalah cokelat bukan gula. Micko juga menegaskan untuk memilih bubuk cokelat tanpa pemanis.

(aqr/adr)



Sumber : food.detik.com

Apakah Minum Kopi Tiap Pagi Aman untuk Kesehatan Usus?


Jakarta

Minum kopi di pagi hari telah menjadi kebiasaan makan orang. Namun, apakah rutinitas minum kafein ini baik untuk kesehatan usus atau justru sebaliknya?

Minum secangkir kopi di pagi hari memang bermanfaat untuk membuatmu lebih bersemangat dan membantu mendorong energi. Namun, masih banyak yang meragukan manfaatnya terhadap kesehatan usus.

Padahal, minuman berkafein ini dapat memberi dukungan bagi miliaran mikroba ramah yang tinggal dalam sistem pencernaan.


Pasalnya, menurut sejumlah penelitian yang disebut Telegraph.com, ada bukti yang menunjukkan espresso dapat memengaruhi mikrobioma secara positif, dan mengarah pada kesehatan lebih baik secara keseluruhan, dan bahkan umur lebih panjang.

Menurut Nicola Shubrook, ahli gizi dan praktisi pengobatan fungsional mengungkap, kopi mengandung beberapa senyawa yang berfungsi sebagai prebiotik.

Berarti senyawa itu memberi nutrisi pada bakteri probiotik yang bermanfaat dengan menyediakan nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan fungsi.

Lantas, apa sebenarnya efek minum kopi di pagi hari pada kesehatan usus? Berikut penjelasannya seperti dilansir dari telegraph.com (23/06/2024).

1. Efek minum kopi pagi hari

minum kopiMinum kopi tiap pagi sebenarnya bisa memberi manfaat pada pencernaan. Foto: Getty Images/Pheelings Media

Sebenarnya minum kopi di pagi hari bisa membantu menjaga kesehatan usus serta mencegah berbagai macam penyakit.

Menurut ahli gizi Nicola Shubrook, dampak kopi pada flora usus ada dua. Pertama, kafein bertindak sebagai stimulan yang mampu meningkatkan jumlah bakteri baik dalam usus.

Kopi juga mengandung senyawa tanaman disebut polifenol. Kategori senyawa ini secara alami ditemukan dalam makanan nabati, seperti buah, sayur, rempah, teh, cokelat, dan anggur.

Polifenol dikenal bertindak sebagai antioksidan dan anti-inflamasi yang dapat mengurangi risiko kanker dengan menetralkan radikal bebas berbahaya.

Polifenol khusus dalam kopi dikenal dengan sebutan asam klorogenat.

Menurut studi tahun 20202 yang diterbitkan dalam Experimental and Clinical Science, pasien yang mengonsumsi kopi kaya akan asam klorogenat, mampu menurunkan risiko diabetes tipe-2 dan penyakit hati berlemak.

Penelitian yang sudah ada juga menunjukkan efek baik kafein untuk usus. Kafein dapat merangsang usus besar dan menyebabkan buang air besar secara teratur.

Dalam banyak hal, tampaknya secangkir kopi bermanfaat bagi kesehatan usus. Namun, jenis kopi apa yang terbaik untuk mendapat manfaat ini?

2. Racikan kopi terbaik untuk kesehatan usus

Minum Kopi Hitam di Pagi Hari Bisa Bantu Turunkan Berat BadanPilihan terbaik yaitu dengan minum kopi hiitam saja tanpa gula atau pemanis buatan. Foto: Ilustrasi iStock

Para ahli yang disebut Telegraph cenderung sepakat bahwa kopi hitam lebih baik daripada cappuccino, latte, flat white, atau kopi susu lainya.

Menurut Julia Kopczyńska, ahli mikrobiologi di Institut Biokimia dan Biofisika Polandia menyebut susu terbukti menghambat penyerapan polifenol.

Ia juga mengungkap, penambahan banyak krim dan gula akan mengubah kpi menjadi sebuah dessert. Gula akan lebih membahayakan dan merusak manfaat kopi.

Oleh karena itu, lebih baik memilih kopi hitam tanpa tambahan gula atau pemanis buatan apapun.

Jenis biji kopi sampai takaran cangkir yang harus diminum bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

3. Jenis biji kopi yang lebih baik

Tidak hanya racikannya, biji kopi yang dipilih juga perlu diperhatikan.

Terdapat dua jenis biji kopi utama, yaitu Arabika dan Robusta. Masing-masing memiliki kualitas berbeda pada tahap pemanggangan tertentu.

Julia mengungkap, meskipun biji kopi panggang ringan umumnya memiliki kandungan kafein lebih tinggi, biji kopi ini yang mempertahankan lebih banyak antioksidan daripada biji kopi yang dipanggang gelap.

Terlepas dari kondisi panggangannya, jenis biji kopinya juga perlu dilihat karena keduanya menawarkan manfaat berbeda.

Biji kopi robusta yang dipanggang ringan memiliki lebih banyak antioksidan daripada biji kopi panggang arabika yang dipanggang ringan juga.

Lamanya waktu penyimpanan biji kopi juga memengaruhi kadar polifenol, dengan penurunan terlihat pada biji kopi yang disimpan selama 12 bulan atau lebih.

4. Berapa cangkir yang harus diminum?

Ilustrasi kopi hitamMeskipun sehat, tetapi asupannya perlu dibatasi. Foto: Getty Images/iStockphoto/PeopleImages

Meskipun kopi bermanfaat untuk usus atau organ tubuh lain, tetapi kamu tetap perlu membatasi asupannya.

Julia menyetujui, jumlah kafein maksimum yang direkomendasikan adalah 400 mg sehari. Pasalnya, minum kopi diatas 600 mg telah dikaitkan dengan insomnia dan tekanan darah tinggi.

Menurut Julia, secangkir kopi seduh rumahan mengandung antara 70 mg dan 140 mg kafein, tergantung biji kopi dan metode penyeduhan.

Sementara itu, kopi di coffee shop rata-rata mengandung 180 mg kafein. Espresso dan cappucino siap saji juga mengandung kafein serupa, atau bahkan lebih tinggi, mencapai 325 mg.

Untuk mendapatkan manfaat maksimal, lebih baik membatasi asupan kopi dan memperhatikan jenis kopi mana yang lebih baik.

Kamu juga bisa membuat kopi lebih sehat untuk usus dan keseluruhan tubuh dengan menambahkan rempah-rempah sebagai pengganti pemanis buatan.

Misalnya, menambah kapulaga yang bersifat anti radang dan dapat mengatur kadar gula darah. Jahe juga bisa ditambah karena dapat meningkatkan kesehatan pencernaan dan menurunkan kolesterol.

(aqr/adr)



Sumber : food.detik.com

Catat! Ini Waktu Terburuk untuk Minum Kopi dan Teh


Jakarta

Kopi dan teh umum dikonsumsi dan menjadi jenis minuman yang populer. Kalau ingin merasakan manfaatnya, perhatikan waktu tepat mengonsumsinya.

Kopi dan teh merupakan jenis minuman populer yang umum dikonsumsi setiap hari. Kedua minuman ini juga diketahui menyimpan beragam manfaat sehat untuk tubuh.

Sebenarnya banyak orang menikmati kedua minuman ini kapan saja. Beberapa suka menikmati pada pagi hari, tak jarang juga yang sore hari.


Dilansir dari Food NDTV (22/7), ternyata mengonsumsi kopi dan teh ada waktu terbaiknya. Naming ada juga waktu terburuk untuk menikmatinya.

Hal ini diungkapkan oleh ahli diet, Dr Dixa Bhavsar Savaliya. Ia mengungkapkan dalam unggahan video Reels Instagram.

Berikut konsisi atau waktu terburuk untuk mengonsumi kopi dan teh:

1. Saat Perut Kosong

Minum kopi setelah makan dagingMinum kopi setelah makan daging Foto: iStock

Kopi dan teh adalah minuman yang mengandung kafein tinggi. Oleh karenanya tak baik jika langsung dikonsumsi saat pagi hari saat perut masih kosong.

Dr Savaliya juga menyarankan untuk tidak mengonsumsi kopi dan teh pada waktu tersebut. Karena, kafein yang dikonsumsi saat perut kosong dapat mengganggu produksi kortisol, hormon stres utama, dan memunculkan rasa cemas, serta hilang keseimbangan.

2. Saat Makan

Minum kopi dan teh juga sebaiknya menghindari waktu makan. Karena, kopi dan teh bersifat asam yang dapat menghambat pencernaan.

Jika mengonsumsinya bersamaan dengan makanan yang mengandung protein tinggi, maka akan menghambat proses pencernaan. Hal ini dikarenakan kafein bersifat asam.

Selain itu, teh juga dapat mengganggu penyerapan zat besi jika dikonsumsi segera setelah makan. Untuk mengoptimalkan pencernaan dan penyerapan nutrisi, sebaiknya menghindari kopi atau teh dalam kurun waktu 1 jam sebelum dan sesudah makan.

3. Sore Hari Setelah Pukul 16.00

Kopi dan teh ini sebaiknya juga dihindari saat sore hari, terutama setelah pukul 16.00. Bagi mereka yang menikmati secangkir minuman di malam hari, ketahuilah kalau kafein dapat memberikan dampak yang buruk.

Dr Savaliya merekomendasikan untuk menghindari kafein dari kopi dan teh setidaknya 10 jam sebelum tidur. Hindari mengonsumsinya setelah pukul 16.00, karena dapat meningkatkan kualitas tidur, mendukung detoksifikasi hati, mengurangi kadar kortisol, hingga meningkatkan pencernaan.

Lantas, berapa banyak asupan atau konsumsi kopi yang aman?

Menurut Indian Council of Medical Research (ICMR), baik kopi maupun teh mengandung kafein. Kandungan ini dapat merangsang sistem saraf pusat dan menyebabkan ketergantungan.

Batas harian mengonsumsi kopi dan teh tidak disarankan melebihi 300 miligram. Secangkir kopi seduh (150 ml) mengandung 80-120 mg kafein. Lalu, kopi instan mengandung sekitar 50-65 mg kafein, sedangkan secangkir teh mengandung 30-65 mg kafein.

(yms/odi)



Sumber : food.detik.com

3 Makanan Ini Sebaiknya Tak Dikonsumsi Bersamaan dengan Kopi


Jakarta

Ternyata tak semua jenis makanan dapat dikonsumsi bersamaan dengan kopi. Seperti 3 jenis makanan ini yang dianjurkan tidak dikonsumsi bersama kopi.

Kopi adalah salah satu minuman sumber zat antioksidan yang tinggi dan tergolong sehat. Tentu saja jika dikonsumsi sebagai kopi hitam tanpa susu dan pemanis tambahan.

Biasanya, kopi ini dinikmati bersama dengan camilan ringan, seperti cookies, pisang goreng, dan lainnya. Meski umum dilakukan, ternyata ada beberapa jenis makanan yang tergolong tak baik dikonsumsi bersamaan dengan kopi.Karena bisa mengurangi asupan zat gizinya.


Dilansir dari News Ukraine (22/11/2023), setidaknya ada 3 jenis makanan yang bisa terhambat penyerapan nutrisinya jika dikonsumsi bersama dengan kopi. Mulai dari daging hingga gorengan.

Berikut 3 jenis makanan yang tak sesuai secara nutrisi jika dikonsumsi bersama kopi.

1. Daging

Makanan yang harus dihindari saat minum kopiMakanan yang harus dihindari saat minum kopi Foto: Getty Images/iStockphoto

Minum kopi dan makan daging secara bersamaan adalah ide yang buruk. Minuman ini mengandung tanin yang membentuk senyawa dengan beberapa mineral yang terdapat dalam daging.

Oleh karena itu, jika mengonsumsi protein hewani dengan kopi, hal itu dapat menyebabkan pengeluaran zinc dari organisme. Padahal, unsur ini sangat penting untuk berfungsinya tubuh dengan baik.

Para ahli menyarankan untuk tidak minum kopi setelah mengonsumsi makanan yang tinggi kandungan zinc. Di antaranya makanan itu adalah daging merah, tiram, unggas, dan kacang-kacangan.

2. Produk Susu

Makanan yang harus dihindari saat minum kopiMakanan yang harus dihindari saat minum kopi Foto: Getty Images/iStockphoto

Sebenarnya, kopi dan susu adalah dua komponen yang sangat umum ditemui. Karena, kombinasi susu pada kopi ini dapat melembutkan rasa pahit dan membuat rasa minuman lebih menyenangkan.

Namun, sebenarnya produk susu yang ada pada kopi ini justru bisa menimbulkan masalah bagi kesehatan. Kopi dapat mempersulit tubuh untuk menyerap kalsium yang ada terdapat pada produk susu.

Produk susu yang perlu dihindari adalah susu, krim, es krim, dan lainnya. Oleh karena itu, racikan yang paling sehat adalah kopi hitam polos saja.

3. Gorengan

Makanan yang harus dihindari saat minum kopiMakanan yang harus dihindari saat minum kopi Foto: Getty Images/iStockphoto

Umum ditemui di Indonesia, teman minum kopi adalah gorengan. Jenis gorengan itu biasanya berupa pisang atau singkong goreng. Apalagi jika dinikmatinya sore hari, terasa nikmat sekali.

Sayangnya, gorengan bukan makanan yang baik jika dinikmati bersama kopi. Lantaran, gorengan mengandung banyak lemak dan kolesterol jahat dan jika dipadukan dengan kopi dapat menyebabkan peningkatan pesat kadar kolesterol jahat dalam tubuh.

Jika menyantap gorengan dengan kopi juga bisa menimbulkan rasa begah pada perut. Dampaknya perut bisa kembung atau sembelit jika dikonsumsi bersamaan.

Lantas, makanan seperti apa yang baik dikonsumsi bersama dengan kopi?

Buah jeruk ternyata sangat cocok dipadukan dengan kopi. Buah lain yang juga cocok adalah anggur, pisang, dan nanas.

(yms/odi)



Sumber : food.detik.com

Terungkap! Waktu Minum Kopi Paling Ideal Menurut Dokter


Jakarta

Minum kopi jadi bagian dari keseharian banyak orang. Untuk mendapat manfaat maksimal dari asupannya, ini waktu minum kopi paling ideal menurut dokter.

Kopi adalah minuman sumber kafein populer di dunia. Mengonsumsinya mendatangkan banyak manfaat sehat, seperti meningkatkan kewaspadaan, menjaga kesehatan jantung, meningkatkan metabolisme, hingga mengurangi penyakit kronis.

Manfaat tersebut didapat dari kandungan antioksidan di dalam kopi yang ampuh menangkal paparan radikal bebas penyebab banyak penyakit. Lalu, kapan waktu terbaik minum kopi?


Pada dasarnya, waktu terbaik untuk minum kopi akan bergantung pada masing-masing individu. Namun, umumnya para ahli akan merekomendasikan waktu di pagi hari.

“Waktu terbaik untuk minum kopi adalah tengah hingga akhir pagi, biasanya pukul 9.00 – 11.00,” ujar dokter spesialis tidur dari Sleepopolis Raj Dasgupta, melansir Today.

Dasgupta juga menyarankan agar kopi setidaknya diminum sekitar 1-3 jam setelah bangun tidur.

Bukan Mitos! Ini 5 Manfaat Minum Kopi Tanpa GulaMinum Kopi Foto: Ilustrasi iStock

Manfaat minum kopi pagi hari

Ahli gizi Julia Zumpano mengatakan bahwa minum kopi di pagi hari lebih baik secara fisiologis. Berikut beberapa manfaat minum kopi di pagi hari.

1. Tingkatkan fokus dan mood
Kafein merupakan stimulan sistem saraf yang bisa memberikan kewaspadaan dan energi.

Minum kopi pukul 9.00 – 11.00 WIB dapat memberi Anda dorongan untuk melewati rasa loyo yang biasa muncul di pagi hari. Kafein dapat meningkatkan fungsi kognitif saat Anda memulai hari.

Kopi juga dapat meningkatkan suasana hati karena kafein mampu merangsang dopamin. Nama terakhir merupakan neurotransmitter yang dikaitkan dengan perasaan senang.

2. Jaga kesehatan jantung
Studi baru menunjukkan, minum kopi sebelum siang hari dapat menekan risiko penyakit jantung dan kematian dini dibandingkan minum kopi di sore atau malam hari.

Penelitian yang diterbitkan dalam European Heart Journal pada Februari lalu menemukan, minum kopi sebelum pukul 12 siang memiliki kemungkinan risiko kematian dini 16 persen lebih rendah dan risiko penyakit jantung 31 persen lebih rendah.

3. Melawan peradangan
Banyak manfaat kopi didapat dari senyawa antioksidan yang ditemukan di dalamnya. Sifat antioksidan diketahui dapat membantu melawan peradangan, meningkatkan sensitivitas insulin, dan menurunkan risiko detak jantung tidak teratur.

Masih pada penelitian yang sama menunjukkan beberapa penanda inflamasi mencapai puncaknya di pagi hari.

“Oleh karena itu, efek anti-inflamasi dari konsumsi kopi yang terkonsentrasi di pagi hari mungkin lebih bermanfaat,” tulis para peneliti.

Apa boleh langsung minum kopi setelah bangun tidur?

Para ahli menyarankan minum kopi setidaknya satu jam setelah bangun tidur.

“Jika Anda minum kopi tepat setelah bangun tidur, Anda menumpuk kafein di atas kortisol yang sudah tinggi, yang dapat meningkatkan kegelisahan dan mengurangi efek kafein,” jelas Dasgupta.

Idealnya, kopi diminum saat atau setelah sarapan. Mengonsumsinya bersama makanan dapat membantu meningkatkan energi.

Meski aman dalam kebanyakan kasus, namun minum kopi saat perut kosong bisa memicu efek samping. Salah satunya sering terjadi pada orang dengan masalah asam lambung. Minum kopi saat perut kosong dapat meningkatkan refluks.

Hentikan asupan kopi setidaknya 6-8 jam sebelum tidur. Jika Anda terbiasa tidur jam 22.00 WIB, maka hentikan asupan kopi setidaknya pada pukul 16.00 WIB.

Orang yang lebih sensitif terhadap kafein perlu berhenti minum kopi lebih awal. Jika Anda mengalami kesulitan tidur, pertimbangkan asupan kafein dan konsultasikan dengan dokter.

Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Jam Minum Kopi yang Paling Tepat Menurut Dokter”

(yms/adr)



Sumber : food.detik.com

Perlu Waspada! Minum Kopi Tiap Hari Bisa Picu Risiko Stroke


Jakarta

Meskipun minum kopi mendatangkan manfaat baik, tetapi efeknya juga perlu diwaspadai. Selain masalah insomnia, minum kopi tiap hari juga bisa memicu risiko stroke.

Kopi telah menjadi minuman yang dikonsumsi rutin oleh sebagian orang. Kandungan kafein di dalamnya diincar karena bisa memberikan efek stimulan pada sistem saraf pusat, meningkatkan kewaspadaan, dan mengurangi rasa kantuk.

Penelitian juga telah banyak menunjukkan manfaat dari minum dua cangkir kopi setiap hari. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan majalah American College of Cardiology tahun 2022, penurunan risiko serangan jantung, diabetes, dan Alzheimer pada orang yang mengonsumsi dua cangkir kopi.


Namun, apapun yang dikonsumsi secara berlebihan bisa menimbulkan efek berbahaya. Salah satunya berkaitan dengan risiko terkena stroke.

Pasalnya, kopi dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung, yang dapat menjadi pemicu stroke. Terutama pada individu dengan hipertensi (tekanan darah tinggi).

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di salah satu majalah Organisasi Stroke Dunia, orang yang mengonsumsi lebih dari empat cangkir kopi per hari memiliki risiko peningkatan stroke.

Melansir Times of India (03/05/2025), salah satu studi terbesar tentang stroke dunia yang disebut Interstroke sempat dilakukan pada tahun 2007 sampai 2015.

minum kopiMenurut penelitian, minum kopi yang terlalu banyak bisa menyebabkan stroke. Foto: Getty Images/simarik

Dalam penelitian tersebut, 26.950 pasien di 32 negara dan 5 benua dianalisis dengan berbagai jenis stroke. Penelitian ini pun mengumpulkan bahwa konsumsi kafein yang tinggi seperti minum kopi lebih dari empat cangkir per hari dikaitkan dengan risiko stroke iskemik yang lebih tinggi.

Stroke iskemik merupakan jenis stroke yang paling umum. Terjadi karena adanya penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah di otak.

Pasien yang mengonsumsi lebih dari empat cangkir kopi per hari juga memiliki masalah pembekuan di pembuluh darah otak. Sebesar 37% lebih tinggi daripada mereka yang mengonsumsi dalam jumlah sedang.

minum kopiRisiko stroke terlihat pada mereka yang minum empat atau lebih dari itu dalam sehari. Foto: Getty Images/simarik

Namun, kabar baiknya teh bisa menjadi alternatif asupan kafein daripada kopi. Sebab, menurut penelitian yang disebut situs Times Of India, pasien yang minum teh secara teratur memiliki risiko stroke lebih rendah. Mereka memiliki risiko penurunan sebesar 19% pada stroke iskemik dibandingkan mereka yang tidak minum teh.

Memang risiko stroke ini tidak sama pada semua subkelompok. Namun, pecandu kopi tetap harus waspada.

Disarankan untuk mengonsumsi kopi dalam jumlah wajar, 2 cangkir atau kurang per hari karena bisa membantu meningkatkan kesehatan tubuh. Minum kopi dalam batas wajar dikaitkan dengan penurunan risiko serangan jantung, penyakit Alzheimer, dan diabetes.

Jenis kopi yang diminum sehari hari juga perlu diperhtikn. Pilihan terbaik minum kopi hitam tanpa tambahan gula, pemanis buatan, susu, atau krimer.

(aqr/odi)



Sumber : food.detik.com

Apa Benar Campuran Kopi dan Buah Bit Bisa Mencerahkan Kulit?


Jakarta

Sebuah unggahan di media sosial mengklaim campuran buah bit, kopi, dan tepung bikin kulit menjadi cerah bersinar hanya dalam waktu 20 menit. Apakah klaim ini benar?

Kopi dan buah buah bit merupakan dua jenis bahan makanan yang kaya manfaat.

Kopi dikenal dapat meningkatkan energi, fokus, serta meningkatkan metabolisme. Di dalamnya juga terkandung antioksidan tinggi yang dapat mencegah berbagai penyakit.


Di sisi lain, buah bit juga sering dikonsumsi secara utuh atau diolah menjadi jus karena manfaatnya. Buah ini mampu menurunkan tekanan darah, mencegah pikun, menjaga kadar gula darah, dan meningkatkan kinerja fisik.

Namun, bagaimana jika bahan ini dicampur menjadi satu? Apakah manfaat yang didapat jadi lebih besar?

Sebuah unggahan video di Instagram pun menunjukkan bagaimana campuran bahan ini dapat membuat kulit lebih cerah bersinar.

Berikut faktanya seperti dilansir dari thip.media.com (11/04/2025).

1. Buah bit dan kopi bikin wajah cerah

Apa Benar Campuran Kopi dan Buah Bit Bisa Mencerahkan Kulit?Campuran buah bit, kopi, dan tepung ini dipercaya bisa mencerahkan kulit. Foto: Instagram @juju_saiyad dan @jujucare0000

Dalam video Instagram @juju_saiyad dan @jujucare0000 di India terlihat campuran berbahan buah bit, bubuk kopi, tepung gandum (atta) dan tepung kacang (besan). Campuran ini dibuat menjadi pasta yang dioleskan ke kulit.

Klaim manfaatnya dapat menghilangkan warna cokelat, bintik hitam dan putih, serta mengurangi pigmentasi. Selain itu, campuran bahan ini juga bisa mencerahkan kulit dan membuat wajah berseri hanya dalam waktu 20 menit.

Orang di dalam video tersebut sampai berani menjamin 100% jika olesan ini akan mendatangkan manfaat langsung.

2. Efeknya tidak instan

Sebenarnya tidak ada proses yang bisa menghasilkan efek instan. Begitu juga ketika ingin mencerahkan kulit dengan campuran ramuan ini.

Kulit yang menggelap biasanya terjadi karena penumpukan melanin setelah terpapar sinar matahari. Butuh waktu bagi kulit supaya bisa melepaskan sel-sel berpigmen ini secara alami.

Meskipun bahan-bahan, seperti tepung kacang (besan) dan tepung gandum (atta) dapat mengeksfoliasi kulit secara ringan, tetapi tidak bisa mengembalikan kecerahan kulit sekaligus.

Efek ‘lebih cerah’ yang dirasakan beberapa pengguna kemungkinan besar disebabkan oleh eksfoliasi sementara, bukan efek sebenarnya.

3. Bubuk kopi tidak selalu bisa memudarkan pigmentasi

Manfaat bubuk kopi instanBubuk kopi tidak selalu memudarkan pigmenatasi di wajah. Foto: iStock

Kopi mengandung antioksidan yang telah diteliti khasiatnya sebagai anti peradangan. Namun, tidak ada bukti ilmiah kuat bahwa kopi saja dapat memudarkan pigmentasi di kulit.

Kopi memang bisa memperbaiki tekstur kulit atau memberikan efek eksfoliasi ringan, tetapi tidak akan bisa mengatasi gangguan pigmentasi yang lebih serius.

Jika ingin mendapatkan efek kulit cerah dan bercahaya, kopi harus diminum secara teratur. Manfaatnya juga lebih besar karena kandungan vitamin B3 di dalamnya bisa sekaligus mencegah kanker kulit akibat paparan sinar matahari.

Namun, penting diingat efek kopi pada kulit dapat bervariasi dan tergantung individu serta jenis kopi yang diminum. Manfaat lebih baik bisa dirasakan jika kopi yang dipiluh adalah kopi hitam tanpa tambahan susu atau gula.

Efek buah bit dan penjelasan selengkapnya ada di halaman selanjutnya!

4. Bit sebenarnya tidak berefek

Red Beetroot with herbage green leaves on wooden backgroundBuah bit berefek tetapi tidak instan dan tidak bisa mengatasi pigmentasi atau bercak putih. Foto: iStock

Bit mengandung antioksidan dan pigmen, seperti betalain yang dapat memberikan manfaat kesehatan kulit secara umum. Namun, tidak ada bukti ilmiah bahwa bit dapat mengurangi bintik hitam atau mencerahkan bercak putih, seperti penyakit vitiligo.

Menurut Dr. Rashi Soni, buah bit memang dapat membuat kulit sedikit merah muda dan bercahaya sementara karena pigmen alaminya. Namun, bukan berarti bisa mengatasi pigmentasi atau bercak putih karena kondisi seperti ini jauh lebih kompleks dan memerlukan perawatan tepat.

5. Campuran ini tidak bisa mencerahkan kulit dalam 20 menit

Campuran kopi, buah bit, dan tepung-tepungan itu mungkin membuat kulit tampak segar setelah digunakan, tetapi sifatnya hanya sementara.

Kesehatan kulit maksimal bisa dicapai jika melakukan rangkaian perawatan yang tepat. Selain memakai produk dari luar, asupan makanan dari dalam juga penting.

Jadi, klaim yang menyebut campuran ini bisa membuat kulit cerah secara cepat tidak 100% terjamin.

(aqr/adr)



Sumber : food.detik.com

Apa Benar Minum Kopi Campur Kayu Manis Bantu Bakar Lemak Perut?


Jakarta

Ramai tren di TikTok yang mencampurkan kopi dengan sesendok bubuk kayu manis. Kombinasi ini dikenal dapat membantu membakar lemak di perut. Namun, apakah benar?

Kopi memang menawarkan berbagai manfaat sehat, mulai dari mencegah penyakit serius, menjaga kesehatan hati, mendorong energi, hingga meningkatkan konsentrasi.

Efek tersebut disebut-sebut baru akan efektif ketika kopi diminum begitu saja, tanpa tambahan pemanis. Lantas, bagaimana jika kopi ditambah dengan rempah-rempahan, seperti kayu manis?


Pasalnya, muncul tren di TikTok yang mengklaim jika minum kopi selama satu minggu dengan menambahkan satu sendok teh kayu manis bisa membantu membakar lemak. Apakah klaim tersebut benar? Melansir theconversation.com (10/10/2024), berikut penjelasannya.

1. Tidak semua kayu manis sama

Sebuah studi menunjukkan bahwa rempah-rempah kayu manis memiliki senyawa bioaktif. Hal itu dapat meningkatkan fungsi otak, terutama memori dan pembelajaran.Kayu manis ada banyak jenisnya. Perhatikan dulu jenis kayu manis yang hendak dipakai. Foto: Getty Images/iStockphoto/yulka3ice

Terdapat beberapa jenis kayu manis yang mungkin mengandung bahan aktif alami. Dua di antaranya adalah kayu manis cassia dan ceylon.

Kayu manis jenis cassia merupakan yang paling umum dan kerap ditemukan di produk kayu manis yang dijual di supermarket. Punya rasa pahit dan mengandung bahan cinnamaldehyde, bahan aktif yang tinggi. Sekitar 95% kayu manis Cassia mengandung senyawa ini. Senyawa ini memberikan rasa dan aroma pada kayu manis.

Jenis kayu manis lainnya yaitu ceylon yang rasanya lebih manis. Kayu manis ini mengandung sekitar 50-60% sinamaldehida, yaitu senyawa aktif yang memiliki sifat fungsional, seperti antioksidan, antimikroba, dan antiinflamasi.

2. Apakah kayu manis membakar lemak?

Sebuah studi menunjukkan bahwa rempah-rempah kayu manis memiliki senyawa bioaktif. Hal itu dapat meningkatkan fungsi otak, terutama memori dan pembelajaran.Menurut penelitian, penambahan kayu manis bisa membakar lemak meskipun sedikit. Foto: Getty Images/iStockphoto/Milan Krasula

Menurut penelitian yang disebut The Conversation, tinjauan terhadap 35 penelitian melihat apakah kayu manis dapat memengaruhi lingkar pinggang.

Ditemukan bahwa dosis kayu manis di bawah 1,5 gram per hari (sekitar setengah sendok teh) dapat mengurangi lingkar pinggang hingga 1,68 cm. Namun, mengonsumsi lebih dari 1,5 gram per hari tidak memiliki efek signifikan.

Sebuah meta-analisis dari 21 uji klinis dengan total 1,480 peserta menemukan bahwa kayu manis juga mengurangi indeks massa tubuh sebesar 0,40 kg/meter persegi dan berat badan sebesar 0,92 kg. Namun, ini tidak mengubah komposisi lemak atau massa otot bebas lemak peserta.

Tinjauan menyeluruh lainnya yang mencakup semua meta-analisis menemukan sedikit efek kayu manis pada penurunan berat badan.

Para peserta kehilangan berat badan rata-rata sebesar 0,67 kilogram, dan massa indeks nya sebesar 0,45 kilogram.

Secara keseluruhan penurunan berat badan yang terlihat di penelitian ini sangat kecil, berkisar antara dua hingga enam bulan dan sebagian besar tidak mengalami perubahan dalam komposisi tubuh.

Penelitian tersebut juga melibatkan orang-orang dengan berbagai penyakit, sehingga belum bisa dipastikan bagaimana efeknya pada orang-orang dengan profil kesehatan lain.

Cara kerja kayu manis untuk menurunkan berat badan bisa dibaca pada halaman selanjutnya!

3. Cara kayu manis menurunkan berat badan

7 Bahan Tambahan Ini Bikin Kopi Lebih Menyehatkan, Kayu Manis hingga CokelatKandungan bahan di dalam kayu manis bisa membuat kayu manis bermanfaat untuk membakar lemak. Foto: Getty Images/iStockphoto/Avtor

Ada beberapa kemungkinan yang membuat kayu manis dapat menurunkan berat badan.

Kayu manis memungkinkan glukosa darah memasuki sel-sel tubuh lebih cepat. Akhirnya menurunkan kadar glukosa darah dan dapat membuat insulin bekerja lebih efektif. Hal tersebut juga memungkinkan peningkatan pemecahan lemak pada seseorang ketika mereka membutuhkan energi.

Kayu manis juga dapat membuat tubuh merasa kenyang lebih lama dengan memperlambat seberapa cepat makanan dikeluarkan dari lambung ke usus halus.

4. Risiko mencampurkan kayu manis ke kopi

Kayu manis umumnya dianggap aman jika digunakan dalam masakan. Namun, beberapa bulan terakhir, Amerika Serikat dan Australia telah mengeluarkan peringatan kesehatan tentang tingkat timbal dan logam berat yang ditemukan pada beberapa olahan kayu manis.

Timbal masuk sebagai kontaminan selama pertumbuhan dan saat kayu manis dipanen.

Beberapa orang juga dapat mengalami efek samping akibat kayu manis, termasuk nyeri gastrointestinal dan reaksi alergi. Salah satu bahan aktif di dalamnya, seperti kumarin juga bisa beracun bagi sebagian orang.

Menambah kayu manis ke dalam kopi memang memiliki efek pada penurunan berat badan, sekalipun hanya sedikit. Namun, efek tersebut tidak berarti tanpa penyesuaian gaya hidup lainnya.

Efek penambahan kayu manis untuk pembakaran lemak juga tergantung dari kayu manis yang dipakai dan bagaimana kayu manis itu disimpan. Sebab, faktor-faktor seperti ini dapat memengaruhi atau menurunkan kandungan aktif di dalam kayu manis.

Menambahkan kayu manis dalam jumlah lebih banyak juga belum tentu memberi manfaat tambahan. Malah, bisa meningkatkan risiko efek samping.

(aqr/adr)



Sumber : food.detik.com

Apakah Bahaya Minum Kopi yang Sudah Berjamur?


Jakarta

Pencinta kopi mungkin pernah menemukan kopinya berjamur dan khawatir bisa membahayakan kesehatan. Untuk mengetahui efeknya, simak penjelasan pakar berikut!

Penemuan jamur pada makanan dan minuman sering kali bikin seseorang panik. Pasalnya, makhluk hidup itu bisa berbahaya dan menyebabkan keracunan pada makanan.

Namun, bagaimana dengan jamur yang ditemukan pada kopi? Apakah membahayakan juga?


Menurut Everyday Health, beberapa kopi memang mengandung jamur dan racun. Hal ini disebabkan proses penanaman, pemanenan, dan pengangkutan kopi yang terdiri dari beberapa tahap.

Meskipun jamur biasanya tumbuh pada makanan yang tidak disimpan dengan benar atau rusak, tetapi keberadaan jamur pada kopi sebenarnya tidak bisa terlalu dikendalikan.

Untuk mengetahui apakah jamur ini berbehaya atau tidak dan faktor yang menyebabkan jamur tumbuh di kopi, simak penjelasan dari everydayhealth.com (26/07/2024) berikut:

1. Jamur pada kopi bisa berdampak negatif

Jangan Terkecoh, Ini 5 Tanda Biji Kopi Sudah Tidak SegarJamur pada kopi bisa saja membahayakan, efeknya langsung atau beberapa lama setelahnya. Foto: Getty Images/iStockphoto/Alexthq

Sama seperti jamur yang tumbuh di makanan, jamur pada kopi juga bisa berdampak buruk dan menghasilkan zat beracun disebut mikotoksin. Mengonsumsi mikotoksin dalam jumlah tinggi berpotensi membuat seseorang sakit.

Dalam jangka pendek, keracunan mikotoksin juga dapat menyebabkan gejala gastrointestinal, seperti mual, muntah, atau diare. Dalam jangka panjang, paparan racun ini pun dikaitkan dengan berbagai dampak negatif kesehatan, termasuk risiko kanker hati dan ginjal.

Namun,belum jelas apakah racun atau jamur di kopi benar-benar membahayakan kesehatan manusia atau tidak.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebagian besar bukti toksisitas ginjal dan kanker ginjal akibat paparan okratoksin A terjadi pada hewan, dan tidak begitu jelas hubungannya pada manusia.

Sebuah penelitian di Spanyol yang dilakukan terhadap remaja dan orang dewasa meneliti risiko 21 mikotoksin berbeda yang ditemukan dalam kopi. Hasil kesimpulannya adalah kopi tidak menimbulkan risiko kesehatan apapun.

2. Jamur tumbuh pada kopi yang begini

kopi legendaris di BatamJamur dapat tumbuh pada kopi karena faktor pemanenan dan pemrossesan. Foto: Google Review

Jamur dapat muncul dalam kopi karena beberapa faktor. Menurut Jae Hyuk Yu, PhD, profesor bakteriologi di Universitas Wisconsin Madison, salah satu faktornya yaitu praktek pemanenan dan pemrosesan yang buruk hingga kondisi penyimpanan dengan kadar air tinggi.

Ia mengatakan pernah menemukan jamur tumbuh di labnya. Hal ini pun terjadi karena mereka sengaja merendam kopi dalam air selama beberapa jam, lalu membiarkannya di udara terbuka selama beberapa hari.

Dr. Yu menyebut aturan nomor satu yaitu dengan menjaga biji atau bubuk kopi dalam keadaan kering. Pencinta kopi rumahan bisa menyimpan di tempat yang sejuk dan kering.

Segera habiskan kopi karena umumnya kopi akan kehilangan senyawa organik volatilnya setelah digiling dan rasanya tidak akan nikmat. Membiarkan kopi terlalu lama juga menimbulkan risiko berjamur.

3. Mikotoksin yang ditemukan pada kopi

Penelitian Terbaru Sebut Minum Kopi Bisa Melindungi Kesehatan JantungKopi yang tumbuh jamur bisa menimbulkan mikotoksin yan berbahaya. Foto: Ilustrasi iStock

Mikotoksin yang ditemukan dalam kopi biasanya Ochratoxin A dan Aflatoksin.

Ochratoxin A adalah mikotoksin yang diproduksi oleh jamur Aspergillus dan Penicillium. Zat ini biasa ditemukan dalam biji-bijian yang terkontaminasi, seperti gandum, oat, dan barley. Namun, juga sering ditemukan pada kopi, anggur, dan minuman berbahan dasar anggur.

Sedangkan Aflatoksin adalah mikotoksin yang dibuat oleh jamur Aspergillus tertentu, dan dapat ditemukan dalam kopi.

Meskipun begitu, Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) memantau secara ketat dan memastikan kadar racun yang aman dalam kopi. Badan tersebut menetapkan kadar maksimum mikotoksin tertentu yang diizinkan sekitar 20 bagian per miliar untuk aflatoksin, tetapi tidak ada tingkat maksimum untuk okratoksin A.

Cara menghindari jamur hingga hal yang perlu diketahui terkait kopi berjamur bisa diliihat pada halaman selanjutnya!

4. Seduh kopi kurangi potensi racun

Hendon dan Yu sepakat bahwa jamur dan racun yang dihasilkan pada kopi tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Bahkan, menyeduh kopi yang berjamur dapat mengencerkan konsentrasi jamur. Kafein juga tampaknya membantu membatasi racun.

Meskipun okratoksin A dan aflatoksin dapat ditemukan dalam kopi, tetapi kadarnya secara umum masih dalam batas aman. Proses penyeduhan juga dapat membantu mengencerkan racun (menguranginya), sehingga tidak begitu menimbulkan risiko bahaya bagi kesehatan.

Namun, akan lebih baik jika mencegah pertumbuhan jamur yaitu dengan menyimpan kopi dalam wadah kedap udara dan segera menghabiskannya.

(aqr/adr)



Sumber : food.detik.com

Konsumsi Kopi ‘Light Roast’ Berkhasiat Cegah Keriput pada Kulit Wajah


Jakarta

Minum kopi kerap dikaitkan dengan meningkatkan fungsi otak. Namun, penelitian terbaru ini menunjukkan minum kopi juga dapat memperlambat penuaan dini pada kulit wajah.

Manfaat minum kopi telah diakui banyak orang karena kandungan kafeinnya yang dapat mengusir rasa kantuk, meningkatkan fungsi otak, hingga menstimulasi sistem saraf pusat.

Selain kafein, kopi juga mengandung antioksidan dan beragam nutrisi dan vitamin lainnya. Seperti vitamin B2, B5, B1, folat, kalsium, magnesium, dan fosfor yang dapat mencegah berbagai penyakit serius.


Tidak hanya manfaat yang tersebut di atas, baru-baru ini sebuah penelitian juga membuktikan manfaat kopi untuk memperlambat tanda-tanda penuaan wajah.

Melansir Very Well Health (10/09/2024), penelitian dalam Journal of Cosmetics Dermatology membandingkan empat minuman yang dikonsumsi oleh lebih dari 16.000 orang Eropa yakni, kopi, teh, alkohol, dan minuman manis. Diantara keempatnya, kopi adalah salah satu minuman yang menunjukkan hasil signifikan untuk pencegahan penuaan dini kulit wajah.

Para peneliti mengungkap bahwa sifat antioksidan kopi dapat melawan stres oksidatif dan peradangan. Kandungan polifenol di dalam biji kopi yang dipanggang juga dapat meningkatkan elastisitas dan hidrasi kulit, sehingga menunda munculnya kerutan halus dan tanda-tanda penuaan lainnya.

KopiKonsumsi kopi dari biji yang dipanggang ringan (light roast) disebut dapat membantu mencegah penuaan dini. Foto: Getty Images/iStockphoto/Kateryna Bibro

Namun, tidak semua jenis kopi menunjukkan hasil positif ini. Tyler Long, DO, seorang dermatologist di Skin and laser Center New Jersey menyebut jika kopi yang dipanggang ringan (light roast) dengan kopi yang dipanggang atau disangrai dark roast menunjukkan efek berbeda karena polifenol sensitif terhadap panas.

Kopi yang dipanggang lebih ringan (light roast) merupakan kopi yang dipanggang dalam suhu sekitar 180-205 derajat celcius. Menghasilkan karakteristik rasa lembut dengan kilau minyak yang tipis pada permukaan biji kopi.

Sedangkan kopi yang dipanggang gelap (dark roast) biasanya dipanggang pada suhu di atas 225 derajat celcius. Menghasilkan kopi yang terlihat sangat mengkilap karena minyak kopi yang dikandungnya keluar cukup banyak akibat proses sangrai yang lama.

Tyler Long, DO pun mengungkap jika kopi yang dipanggang ringan justru lebih bermanfaat dalam hal pencegahan penuaan daripada yang dipanggang gelap. Sebab, paparan suhu tinggi yang lebih lama selama proses panggangan tersebut dapat merusak polifenol. Padahal, polifenol ini yang memberikan efek anti-penuaan pada kulit.

Tyler Long juga menunjukkan contoh jenis kopi yang ia lebih sukai, pilihannya antara espresso dengan coffee drip atau kopi tetes yang diseduh manual dengan cara membiarkan air kopi menetes perlahan dari alat yang digunakan.

kandungan kafein pada espressoAhli Taylor lebih memilih konsumsi espresso daripana drip coffe. Foto: Getty Images/iStockphoto

Ia secara pribadi lebih memilih espresso daripada drip. Karena menurutnya, espresso lebih pekat atau lebih terkonsentrasi dengan proses pemanggangan biji kopi ringan, sehingga kandungan polifenolnya lebih bermanfaat.

Moderasi dan konsistensi adalah kunci untuk mendapatkan manfaat kesehatan dari minuman kopi ini.

Hannah Kopelman juga mengungkap takaran kopi yang disarankan untuk mendapat manfaat anti-penuaan. Menurutnya, dua hingga tiga cangkir kopi berukuran 5 ons (28,413 ml ) sudah cukup mendatangkan manfaat anti penuaan sepenuhnya.

Meskipun mendatangkan manfaat untuk mencegah penuaan kulit, tetapi Long memperingati untuk tidak mengonsumsi kopi berlebihan. Menurut Long, minum kopi berlebihan bisa menyebabkan mulut kering, gangguan tidur, dan gejala tidak menyenangkan lainnya.

Lebih baik minum kopi secukupnya tetapi lakukan secara konsisten setiap hari karena antioksidan dan senyawa anti peradangan lainnya dapat terakumulasi dalam tubuh.

Penambahan krim dan gula ke dalam kopi juga tidak disarankan jika ingin memaksimalkan manfaat anti-penuaannya. Sebab, gula dapat menyebabkan glikasi, yaitu efek gula yang menempel pada kolagen dan jenis material struktural lainnya di kulit. Menurut Long, gula juga dapat meningkatkan stres oksidatif di jaringan.

Jika ingin menambahkan susu ke kopi, Long menyarankan untuk menggunakan susu murni daripada susu skim. Sebab, susu skim memiliki indeks glikemik tinggi, yang dapat menyebabkan lonjakan gula darah.

(aqr/odi)



Sumber : food.detik.com