Tag: nft

  • Inilah Alasan Seniman NFT Memilih Aliran Kartun untuk Karyanya

    Perbincangan mengenai Non-Fungible Token atau NFT masih terus hangat hingga sekarang. Tak bisa dipungkiri, hadirnya teknologi ini sangat memengaruhi banyak hal, tak terkecuali dunia kesenian. Kini, sering terdengar istilah ‘seniman NFT’ yang merujuk pada para seniman yang berkecimpung di dunia NFT. 

    Para seniman NFT tersebut pun menekuni berbagai jenis dan aliran yang berbeda-beda. Mulai dari seni rupa, visual, hingga kartun. Sudah banyak ditemukan seniman NFT yang memilih aliran kartun untuk karyanya di marketplace NFT, lho. Dikarenakan masih tergolong jarang, sebenarnya apa alasan mereka memilih aliran kartun untuk karya seni NFT? Yuk, baca terus artikel ini untuk informasi selengkapnya!

    Kenalan dengan Profesi Kartunis

    Sebelum itu, mari berkenalan dengan profesi kartunis terlebih dahulu. Mengutip Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Kartunis adalah sebutan yang digunakan untuk seorang ahli dalam menggambar beraliran kartun, di mana berbentuk sebuah gambar yang memberikan kesan yang lucu dan berkaitan dengan peristiwa yang sedang terjadi.

    Profesi yang satu ini seringkali dianggap sama dengan komikus. Padahal, keduanya sangat berbeda, lho. Sebab, komikus adalah istilah untuk ahli dalam menggambar komik, yang berbentuk cerita bergambar yang lucu dan umumnya dibagi ke dalam beberapa bagian.

    Sekilas tentang NFT dan Seniman NFT

    ilustrasi bentuk fisik non fungible token

    Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, saat ini sudah banyak seniman NFT yang memilih kartun sebagai aliran untuk karya seni yang dipamerkan hingga diperjualbelikan. Namun, kenali konsep NFT terlebih dulu, yuk!

    Jadi, NFT adalah kependekan dari Non-Fungible Token yang merupakan sebuah aset digital berupa token yang unik, bisa dimiliki secara penuh oleh pemiliknya, dan dibangun di dalam blockchain. Pada tiap keping NFT, terdapat kode unik yang membuatnya berbeda dengan yang lain dan tidak bisa digandakan. Hal itulah yang membuat NFT istimewa dan eksklusif.

    Sementara itu, seseorang yang membuat karya seni NFT biasa disebut dengan seniman NFT atau kreator NFT. Sedangkan, para pembeli atau pengoleksi NFT dikenal dengan sebutan kolektor NFT.

    Sebelumnya, kami telah mewawancarai seorang kartunis dan komikus dalam negeri yaitu Dhany Pramata mengenai perjalanan karier sebagai seniman NFT di pasar NFT di Indonesia. Berdasarkan wawancara tersebut, ia menyatakan bahwa pasar NFT di Indonesia masih didominasi oleh NFT art. Jenis NFT art sendiri terdiri mulai dari lukisan, ilustrasi, sampai komik dan kartun yang bentuk akhirnya berupa digital.

    Baca juga: Wajib Tahu! Inilah Ragam Jenis NFT yang Diperjualbelikan

    Sepak Terjang Kartunis sebagai Seniman NFT

    Peran kartunis sebagai seniman NFT sendiri terus berkembang secara global. Banyak kartunis yang akhirnya berhasil menjual karya seni NFT miliknya dengan harga yang luar biasa tinggi. Berikut adalah sederet karya NFT dengan aliran kartun yang meraih kesuksesan, yaitu:

    1. Dastardly Ducks – Thorne Merchel & Mandy Musselwhite

    Karya seni NFT beraliran kartun yang pertama adalah Dastardly Ducks. Proyek NFT yang terdiri dari 10.000 koleksi gambar kartun seekor bebek ini merupakan hasil karya dua orang bernama Thorne Merchel dan Mandy Musselwhite. Masing-masing koleksinya disematkan kode unik yang menciptakan 100 karakter berbeda, membuat seluruh koleksinya tidak ada yang sama.

    Selain karena keunikannya dalam memilih pendekatan kartun sebagai aliran karya seni, koleksi Dastardly Ducks ini juga digarap hanya dalam waktu dua minggu saja, lho. Tidak butuh waktu yang lama pula bagi proyek NFT ini untuk terjual. Enam jam setelah peluncurannya pada 19 Januari 2022, seluruh koleksi NFT ini terjual dan menghasilkan sekitar 120 ribu USD atau setara dengan Rp1.7 miliar. Sungguh fantastis, bukan? 

    contoh ilustrasi seniman nft michael mandy dan maussel white

    Source: OpenSea – Dastardly Ducks

    Saat ini, koleksi Dastardly Ducks dengan harga termahal jatuh kepada “Dastardly Ducks #8538” seharga 8 ETH atau sekitar Rp209.4 juta.

    2. MOAR – Joan Cornella

    Kartunis sekaligus komikus besar asal Spanyol, Joan Cornella, juga berhasil meluncurkan koleksi NFT dengan aliran kartun yang menjadi ciri khasnya dengan nama MOAR. Proyek NFT yang terdiri dari 5555 keping NFT yang dilengkapi dengan lebih dari 180 fitur ini diluncurkan pada April 2022 lalu.

    contoh ilustrasi seniman nft joan cornella

    Source: OpenSea – MOAR by Joan Cornella

    Sama seperti NFT Dastardly Ducks, masing-masing keping NFT MOAR juga tidak ada yang identik antara satu dengan yang lainnya. Proyek NFT ini menggambarkan sosok karakter perempuan dan laki-laki khas ciptaan Joan Cornella, dengan beragam ekspresi dan penampilan. Saat ini, koleksi “MOAR #4780” tercatat sebagai keping yang paling mahal harganya, yaitu 7777 ETH atau sekitar Rp203 miliar.

    3. Jungle Freaks Motor Club – George Trosley

    Terakhir datang dari kartunis ternama George Trosley. Bersama Jungle Freaks Motor Club (JFMC), ia meluncurkan proyek NFT bertajuk Jungle Freaks Motor Club pada 18-20 Maret 2022 lalu. Proyek NFT ini terdiri dari 8.888 keping yang diolah secara acak dari 350 kartun hasil gambar tangan George Trosley.

    contoh ilustrasi seniman nft george trosley

    Source: OpenSea – Jungle Freaks Motor Club

    Koleksi NFT ini terdiri dari beragam desain mobil sport yang dilengkapi dengan karakter serta latar yang berbeda. NFT Jungle Freaks Motor Club ini sengaja dirilis dalam rangka mendukung pembuatan NFT P2E game oleh JFMC, di mana nantinya game tersebut merupakan game balap mobil yang berlatarkan Metaverse. Saat ini, titel NFT Jungle Freaks Motor Club termahal dipegang oleh “JFMC-7009” seharga 10 ETH atau sekitar Rp261.8 juta. 

    Baca juga: Metaverse adalah Gambaran Masa Depan? Begini Cara Kerjanya

    2 Alasan Seniman NFT Memilih Aliran Kartun untuk Karyanya

    Bukan tanpa alasan banyak seniman NFT yang memutuskan untuk memilih aliran kartun dalam berkarya di dunia NFT. Ambil contoh Dhany Pramata atau yang lebih akrab disapa dengan “Bang Dhan”. Bang Dhan merupakan seorang kartunis sekaligus komikus yang dikenal luas berkat koleksi karyanya bertajuk #illustory. Saat ini, Bang Dhan juga aktif berkarya melalui medium NFT di marketplace NFT TokoMall.

    Lewat wawancara bersama kami, Bang Dhan mengungkapkan alasan di balik karya seni NFT miliknya yang banyak menggunakan aliran kartun, yaitu:

    Latar belakang yang mendarah daging

    Alasan pertama akhirnya seorang kreator memilih aliran kartun dalam karya seni NFT miliknya adalah karena sesuai dengan latar belakang yang sebelumnya telah dimiliki. Mulai dari pengalaman, skill, juga industri yang sudah lama ditekuni para seniman.

    Dalam wawancaranya bersama kami, Bang Dhan menyatakan bahwa ia memilih aliran kartun dikarenakan sebelumnya ia memang telah berkarier di dunia seni konvensional sebagai kartunis juga komikus. Hal ini didukung pula dengan menghasilkan karya-karya besar, seperti kartun tukang parkir hingga komik bertajuk Heart dan Walkman.

    Kartun punya peminat yang banyak

    Selain dikarenakan sudah berpengalaman dalam berkesenian dengan aliran kartun, alasan lainnya adalah peminat aliran kartun cenderung luas dan banyak. Sebab, gambar kartun sendiri umumnya mengacu pada peristiwa yang sedang berlangsung dan sifatnya universal.

    Hal ini didukung dengan pernyataan Bang Dhan melalui wawancara bersama kami, di mana ia menyatakan bahwa penikmat dan pasar kartun serta komik sangat luas dan bisa berasal dari seluruh lapisan maupun kalangan masyarakat. Berkat hal tersebut, aliran kartun juga komik memiliki peluang yang bisa dimanfaatkan oleh seniman NFT.

    Itulah penjelasan mengenai sepak terjang seniman NFT yang memilih aliran kartun dalam berkarya di dunia NFT. Apakah Anda tertarik untuk menyelami seluk-beluk dunia NFT? Saatnya daftarkan diri Anda di marketplace NFT Indonesia TokoMall sebagai Official Partner (Kreator) maupun Creator (Kolektor). Jangan lupa juga untuk gabung ke komunitas NFT TokoMall di Discord dan juga Telegram agar tidak ketinggalan berita seputar NFT, ya!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • PFP adalah: Pengertian, Contoh dan Cara Menggunakannya

    PFP adalah singkatan dari profile picture. Istilah ini sering digunakan di media sosial seperti Twitter, Instagram, hingga Facebook. Dengan menambahkan PFP, maka profil Anda di media sosial pun akan lebih mudah dikenali. Beberapa akun besar atau selebriti bahkan punya PFP khusus yang menjadi ciri khas mereka.

    PFP adalah Bagian dari Identitas Orang

    Seperti yang telah disebutkan pada bagian awal, PFP atau profile picture adalah bagian dari identitas seseorang, terutama saat ia sedang menggunakan internet. Bisa dibilang, PFP merupakan representasi Anda di dunia maya atau sederhananya, Anda dalam versi digital. Oleh karenanya, pengguna internet pun memilih hal yang berkaitan dengan dirinya sebagai PFP.

    Paling banyak ditemukan adalah PFP yang menggunakan foto diri. Namun, banyak juga yang menggunakan gambar lain untuk memberikan anonimitas. Walau begitu, biasanya gambar yang dipilih pun secara tidak langsung masih berhubungan. Misalnya, menjadikan foto idol Korea sebagai avatar akun Twitter yang digunakan untuk fangirling. Atau bisa juga menggunakan PFP bergambar kucing untuk masuk dalam komunitas pecinta kucing di Facebook.

    Tren Penggunaan NFT sebagai PFP

    Akhir-akhir ini, Anda mungkin sering menemukan PFP atau avatar khas saat berselancar di media sosial. Tak jarang, muncul beberapa akun berbeda yang menggunakan PFP dengan karakter mirip atau bahkan sama.

    Ternyata, PFP tersebut adalah NFT atau non-fungible token. Beberapa PFP tersebut bahkan merupakan milik pesohor atau selebritas. Salah satu NFT yang banyak digunakan sebagai PFP adalah token dari Bored Ape Yacht Club. Ciri khas dari NFT ini adalah karakter monyet dengan berbagai kostum.

    Awal Mula Terjadinya Tren PFP NFT

    Sebenarnya, penggunaan NFT sebagai PFP bukanlah hal baru. Tren ini dimulai pada 2017 oleh Matt Hall dan John Watkinson. Keduanya berasal dari Larva Labs dan kala itu sedang menjalankan sebuah proyek bernama CryptoPunks. Pada proyek itu, mereka membuat gambar pixel yang diambil dari beberapa gambar orang (punk) secara acak. Hasil gambar tersebut kemudian dijadikan NFT.

    Nah, penggunaan NFT sebagai PFP sebenarnya tak jauh dari kegiatan promosi mereka. PFP tersebut merupakan salah satu strategi marketing agar NFT mereka diketahui oleh pengguna internet. Strategi tersebut terbukti manjur karena CryptoPunks menjadi viral. Di samping itu, Hall dan Watkinsons juga mendorong lahirnya token kripto baru seperti ERC-20 dan ERC-721.

    Twitter Melakukan Verifikasi terhadap PFP NFT

    Penggunaan NFT sebagai PFP di media sosial menjadi semakin solid setelah Twitter menghadirkan sebuah sistem verifikasi baru. Dalam sistem verifikasi tersebut, user yang menggunakan NFT sebagai PFP akan mendapatkan pertanyaan untuk membuktikan kepemilikan token.

    Sistem verifikasi Twitter ini mulai berlaku sejak Januari 2022 lalu. Anda bisa menggunakan NFT seperti CryptoPunk sebagai PFP di Twitter. Jika Twitter dapat memverifikasi kepemilikan NFT Anda, maka PFP akan memiliki bingkai heksagonal. Namun, jika Anda menemukan PFP NFT tanpa bingkai tersebut, bisa dipastikan akun tersebut tidak memiliki ownership atas NFT.

    Cara Menggunakan PFP NFT di Twitter

    apa itu twitter blue

    Source by Twitter Blue

    PFP NFT adalah temuan menarik yang bisa menjadi identitas unik untuk Anda selama menggunakan media sosial. Ingin mengubah avatar Twitter Anda dengan NFT? Tenang, caranya mudah. Namun, pastikan Anda adalah pemilik resmi NFT agar bingkai heksagonal muncul pada PFP.

    1. Pertama, masuk ke akun Twitter Anda. Setelah itu, klik PFP yang akan diganti. Akan muncul opsi untuk “choose NFT”.
    2. Dalam menu tersebut, sistem akan menampilkan pesan “Show off your prized possessions” dan tombol “Connect my wallet”. Klik tombol tersebut untuk terhubung dengan wallet Anda.
    3. Dari situ, Anda bisa langsung menemukan koleksi NFT. Pilih NFT yang diinginkan.
    4. Selesai! Kini Anda sudah menggunakan NFT sebagai PFP berbingkai heksagonal.

    Belum ada NFT yang cocok untuk dijadikan PFP di Twitter? Tak perlu risau. Anda bisa mulai “berburu” NFT menarik yang sesuai dengan kepribadian Anda di TokoMall. Di TokoMall, tersedia berbagai koleksi NFT dari para kreator. Pilih yang paling cocok dengan karakter Anda dan kemudian jadikan PFP Twitter.

    Ingat, PFP adalah identitas Anda di dunia maya, jadi pastikan memilih NFT terbaik, ya! Yuk, mulai koleksi NFT di TokoMall! Jangan lupa bergabung dengan Komunitas Resmi di Telegram dan Discord, ya!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Si Juki, Berawal dari Webtoon hingga ke NFT

    Bagi Anda pencinta komik atau karya visual, mungkin sudah tidak asing lagi dengan kartun asli asal Indonesia bernama Si Juki. Karakter kartun ini mulai terkenal pada 2012. Berkat popularitasnya yang terus meningkat, karakternya pun terus berkembang dan banyak muncul di media atau platform lain. Contohnya kehadiran karya visual satu ini dalam bentuk film dan web series, serta yang baru-baru ini ramai adalah dalam bentuk NFT. 

    Memangnya, siapakah kreator di balik karakter yang populer ini? Lalu, bagaimana kartun Indonesia ini berhasil menjadi NFT? Simak penjelasannya di bawah ini!

    Beberapa dari Anda mungkin sudah mengenal tokoh kartun satu ini. Tokoh Si Juki merupakan seorang anak laki-laki yang terlihat cuek, usil, menyebalkan, tidak tahu malu, namun anehnya ia selalu dipenuhi keberuntungan. Bahkan, itulah asal mula namanya. Juki merupakan singkatan dari Juru Hoki. Maka, tidak salah jika karakter utama dari kartun ini sering beruntung.

    Karakter yang seronok ini muncul pertama kali dalam komik online berjudul DKV4 pada akhir 2011. Kemudian, penerbit Bukune menerbitkannya dalam judul ‘Ngampus! Buka-bukaan Aib Mahasiswa’. Sebelum komik Si Juki naik cetak, sang kreatornya terlebih dahulu memanfaatkan media online. Komik yangi muncul melalui media sosial pada 2012. Bahkan sejak komik ini semakin terkenal di dunia online, sang kreatornya pun akhirnya membuka website serta menjual merchandise Si Juki.

    Hingga 2021, sudah ada tujuh buku di mana Si Juki menjadi karakter utama dalam komik. Seri komiknya pun terdiri dari tiga macam. Seri pertama bercerita tentang kehidupan Juki sebagai mahasiswa, yang kedua bercerita saat Juki menjadi anak kelas tiga SMA, dan yang terakhir bercerita tentang Juki yang mencari kerja.

    Dengan followers Instagram yang sudah mencapai 796 ribu, tak hanya muncul sebagai karakter komik, Karakter satu ini juga sudah muncul dalam sebuah film berjudul ‘Si Juki the Movie’ dan web series berjudul ‘Si Juki Anak Kosan’. Ketenarannya sudah tidak perlu dipertanyakan lagi dalam dunia kartun Indonesia.

    Saat ini, webtoon ini sudah mulai merambah dalam membagikan karya seninya di dunia NFT. Selain dengan menjalankan proyek NFT ‘Jukiverse NFT’, Si Juki juga aktif minting karya seni NFT di marketplace NFT dalam negeri yaitu TokoMall.

    Sebelum membahas kiprah Si Juki di dunia NFT lebih dalam, kenalan dulu dengan orang di balik tokoh ini, yuk!

    Sosok di Balik Kesuksesan Webtoon Ini

    Bila berbicara tentang kesuksesan komik Si Juki, tak lengkap rasanya bila tidak mengetahui sosok di balik karakter tersebut. Kreator dari komik ternama ini dikenal dengan panggilan Faza Meonk. Faza adalah seorang desainer grafis yang lahir dengan nama asli Faza Ibnu Ubaidillah Salman.

    Pria kelahiran 23 Agustus 1991 ini sudah bercita-cita menjadi komikus sejak SMP. Pasalnya, saat ia masih duduk di bangku SMP, Faza sangat senang membaca komik. Akhirnya, ia pun mengejar cita-citanya tersebut dengan melanjutkan ke jenjang pendidikan SMK di jurusan animasi. Setelah itu, ia mengambil jurusan DKV – Animasi di Universitas Bina Nusantara atau BINUS.

    Pada saat ia berkuliah, banyak teman-temannya yang menyukai hasil karya yang Faza buat. Bagi mereka, komik buatan Faza sangat kreatif dan juga memiliki pesan yang menyentil pembaca. 

    Saat ini, Faza sudah memiliki toko komiknya sendiri yang berdiri di kawasan komplek M Bloc Space, Melawai, Jakarta Selatan. Harga komiknya dibanderol dengan harga mulai dari Rp40.000.

    Kartun Si Juki Merambah ke Dunia NFT

    nft glass box

    Sukses muncul sebagai komik, film dan juga web series, kini karakter Juki tampil dalam bentuk NFT. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, awal mula Si Juki terjun di dunia NFT adalah dengan mengadakan rangkaian pameran Jukiverse NFT. 

    Sebelum mengadakan pameran NFT yang terdiri dari ragam koleksi ‘Lost in Jukiverse’, Si Juki mengawalinya dengan koleksi yang diberi nama ‘Jukiverse X’. Koleksi ini terdiri dari 34 keping NFT yang masing-masing memiliki ciri khas berbeda. Sebab, setiap kepingnya dibuat oleh seniman dalam negeri yang diajak untuk berkolaborasi. 

    koleksi nft si juki

    Source: OpenSea – #17 Owange Monkibot – Kong Andri

    Sejumlah koleksi tersebut diperjualbelikan melalui marketplace NFT OpenSea dengan harga yang beragam. Keping NFT dari koleksi ‘Jukiverse X’ yang mencatat harga tertinggi saat ini adalah ‘#17 Owange Monkibot – Kong Andri’. NFT tersebut dibanderol harga senilai 9 ETH atau senilai lebih dari Rp150 juta, lho!

    Dalam pameran Jukiverse NFT yang digelar pada 3-12 Juni 2022 lalu di Sarinah, Faza merilis sebanyak 3456 koleksi NFT berjudul ‘Lost in Jukiverse’. Hebatnya, koleksi tersebut habis terjual dalam hitungan menit saja. Luar biasa, bukan? Pameran Jukiverse NFT sendiri merupakan pameran NFT hybrid pertama di Indonesia. Artinya, pameran ini diselenggarakan offline dan di metaverse secara bersamaan.

    Source: Jukiverse

    Pameran ini merupakan upaya memperkenalkan karakter karya anak bangsa ke dunia internasional. Faza berharap keberadaan karakter buatannya semakin dikenal ke pasar yang lebih luas. Sang kreator juga mengungkapkan bahwa komunitas Jukiverse NFT sendiri sudah berkembang sangat pesat. Kini, pengikutnya di Twitter mencapai 90.000. Komunitas tersebut tentunya diisi oleh orang-orang dari berbagai negara seperti Amerika, Italia, Filipina, India, dan China.

    Baca juga: Metaverse adalah Gambaran Masa Depan? Begini Cara Kerjanya

    Popularitas dan kualitas karya anak bangsa tentu tidak perlu dipertanyakan lagi. Sekarang, media atau platform untuk memperkenalkan karya sudah semakin banyak dan mudah untuk dicapai, salah satunya lewat marketplace NFT seperti TokoMall. 

    Bagi para Creator (Kolektor) dan Official Partner (Kreator) yang ingin membeli, mengoleksi atau memamerkan karya seni NFT seperti Si Juki, Anda dapat melakukannya melalui TokoMall. Gabung juga di komunitas TokoMall pada Discord dan juga Telegram agar tidak ketinggalan berita seputar dunia NFT!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Upland: Kenalan dengan Game NFT Jual Beli Properti Secara Virtual

    Perkembangan teknologi yang semakin canggih telah mengubah berbagai aspek kehidupan, tak terkecuali dunia game. Saat ini, pengembang game pun sudah beralih membuat permainan berbasis teknologi blockchain. Salah satu game tersebut yaitu Upland. Game NFT ini memungkinkan para pemainnya menjual serta membeli tanah virtual! Artinya, Anda bisa mendapatkan keuntungan hanya dengan memainkan game nft ini. 

    Anda tertarik mencoba memainkan game yang satu ini? Simak terlebih dahulu penjelasan mengenai game nft satu ini serta cara bermainnya disini!

    Apa Itu Game NFT Upland?

    Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Upland merupakan game berbasis blockchain. Para pemain bisa melakukan aktivitas jual-beli properti virtual yang mereka miliki di dunia nyata. Upland adalah game real estate yang akan menjadikan pemainnya memiliki predikat pemilik tanah digital. 

    Melalui game Upland, Anda bisa memiliki dan membangun properti yang diinginkan serta mendapatkan koin UPX. Game ini dibuat dan dikembangkan oleh Uplandme, Inc. Berkat menggunakan blockchain EOS, setiap properti di dalam game nft ini akan terikat dalam bentuk NFT.

    Tak hanya membangun properti, Anda juga bisa memperdagangkan aset properti Anda dengan menggunakan koin UPX tersebut. Untuk mendapatkan UPX, Anda bisa melakukan investasi di properti yang memberi lebih banyak keuntungan.

    Baca Juga: League of Kingdoms, Game NFT yang Bisa Bikin Cuan, Lihat Cara Mainnya di Sini

    Fitur-fitur yang ditawarkan oleh game NFT Upland

    tampilan game nft upland

    Source: https://www.upland.me/

    Dalam setiap game, pasti terdapat fitur-fitur menarik. Upland juga mempunyai fitur yang perlu Anda ketahui terlebih dahulu sebelum memainkannya. 

    1. Token

    Fitur yang pertama adalah token. Cara melakukan penjualan aset adalah dengan token UPX. Pihak Upland akan merilis token tersebut setiap bulan, jadi para pemilik akan mendapatkan penghasilan bulanan yang dikirimkan pihak pengembang. 

    Upland memberikan Anda kemungkinan melakukan perdagangan real estate. Jika Anda berhasil menjualnya, maka uang akan ditransferkan ke akun Paypal Anda secara nyata. Menarik, bukan? 

    2. Property Hunting

    Tak hanya itu, Anda juga bisa melakukan property hunting. Pengembang game ini mempunyai pasar bagi para pemain untuk membeli NFT real estate. Pemain juga diberikan sebuah robot penjelajah untuk menemukan area baru di game.

    3. Uplander

    Pemain game ini akan menjadi Uplander saat nilai token UPX serta real estate yang dimiliki sudah mencapai 10 ribu token UPX. Jika sudah demikian, NFT yang di peroleh baru bisa sepenuhnya Anda miliki.

    Cara Kerja Game Upland

    Cara kerja game ini sebenarnya tidak sulit. Karena Anda bisa memainkan game ini melalui PC atau bahkan ponsel pintar Anda. 

    Aplikasi tersedia untuk ponsel dengan sistem operasi iOS dan juga Android. Jadi, Anda dapat menemukan game ini di App Store atau Google Play Store. 

    Siapa saja bisa memainkan game ini dengan melakukan pendaftaran terlebih dahulu pada situs web mereka.

    Langkah-langkah Bermain Game Upland

    game nft upland

    Source: https://www.upland.me/

    Langkah-langkah bermain game Upland ini tak begitu sulit. 

    1. Anda dapat melakukan pendaftaran di situs Upland dan mengunduh game di ponsel Anda. 
    2. Setelahnya, Anda bisa membuat akun dan melakukan misi pertama, yaitu memilih Explorer atau Block Explorer. 
    3. Block Explorer merupakan kunci untuk membuka setiap fitur yang ditawarkan oleh game Upland, sedangkan Explorer akan menjadi peta Anda selama dalam permainan.
    4. Sesudah itu, Anda akan menerima sejumlah UPX untuk melakukan permainan. Anda bisa membeli, menukar, atau menjual aset digital yang Anda terima. 
    5. UPX bisa Anda dapatkan dengan membelinya atau mengumpulkannya melalui properti yang Anda miliki. 
    6. Untuk membeli properti, Block Explorer akan membawa Anda menjelajahi kota terpilih. 
    7. Properti yang tersedia untuk dibeli akan memiliki tanda hijau. Setelah melakukan pembelian, properti pun menjadi milik Anda.
    8. Anda bisa melakukan penjualan properti dengan mendaftarkannya di marketplace pilihan. Caranya sangat mudah, pilihlah properti yang ingin dijual dan pencet tombol ‘Sell’. Jangan lupa untuk memberikan harga yang Anda inginkan. 
    9. Anda juga bisa membuka kesempatan bagi pemain lain untuk menawar properti dalam bentuk UPX atau trade property.

    Bagaimana? Bermain sebagai pemilik real estate di game Upland sangat mudah dan menyenangkan, bukan? Dengan game ini, Anda berpotensi memiliki keuntungan bahkan di dunia nyata! Tertarik untuk tahu lebih banyak tentang perkembangan Upland dan NFT? Yuk, Join Discord dan Telegram TokoMall agar Anda bisa mendapatkan informasi terkini tentang NFT!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Memahami Aset Kripto, NFT dan Gagasan “Greater Fool Theory”

    Pembahasan mengenai gagasan “Greater Fool Theory” terhadap investasi aset kripto dan NFT ramai dibicarakan akhir-akhir ini. Pemicunya Bill Gates dalam interview dengan TechCrunch, mengatakan bahwa NFT dan kripto adalah “100 persen didasarkan pada greater fool theory.” 

    Tidak hanya Gates, Warren Buffett pada tahun 2020, menyebutkan “aset kripto pada dasarnya tidak memiliki nilai. Anda tidak dapat melakukan apa pun dengannya kecuali menjualnya kepada orang lain.” Poin yang dibuat Gates dan Buffett adalah bahwa kripto tidak menawarkan nilai “dunia nyata”. 

    Dengan dua pandangan tokoh tersebut, seberapa adil analisis mereka dalam memandang aset digital, seperti kripto dan NFT ini?

    ilustrasi bentuk fisik non fungible token
    ilustrasi bentuk fisik non fungible token atau NFT.

    Apa Itu Greater Fool Theory?

    VP Growth Tokocrypto, Cenmi Mulyanto, mencoba menjelaskan aset kripto dan NFT dari sudut pandang yang berbeda. Ia mengakui saat ini meskipun benar bahwa hanya ada sedikit aplikasi kripto dan NFT di kehidupan nyata, masih terlalu dini untuk mengatakan dengan pasti apakah Bitcoin atau aset kripto lainnya praktis tidak berguna. 

    “Sebelumnya kita pahami dulu “Greater Fool Theory” dalam literatur keuangan adalah Anda tidak boleh berinvestasi dalam sesuatu, jika nilainya hanya bergantung pada penjualannya kepada orang lain dengan harga lebih tinggi. Kripto dan NFT kini hanya dipandang hanya sebatas permukaan dari potensi besar Bitcoin dan teknologi blockchain,” kata Cenmi.

    Cenmi menganalogikan Bitcoin seperti komoditas minyak bumi pada tahun awal penemuannya, di mana kegunaannya hanya sebatas menjadi penerangan, tetapi belum bisa digunakan untuk menggerakkan mobil, pesawat, dan lainnya. Sama seperti Bitcoin, minyak bumi adalah adalah komoditas yang terbatas, tetapi penggunaan di dunia nyata bermakna. 

    ilustrasi token bitcoin
    ilustrasi token Bitcoin.

    Baca juga: Ini 5 Game NFT Gratis yang Dapat Memberi Keuntungan

    “Bitcoin saat ini penggunaannya masih terbatas, hanya untuk menyimpan tabungan di luar sistem mata uang fiat, transfer uang melintasi perbatasan dan untuk menyelesaikan transaksi besar dengan cepat dan tidak dapat diubah. Di negara-negara tertentu, ini merupakan terobosan yang dinantikan untuk revolusi layanan keuangan sentralisasi,” terangnya.

    Adopsi Kripto Masih Dipermukaan

    Investor yang membeli Bitcoin hari ini bertaruh akan ada penggunaan masa depan yang dibangun di atas kemampuan yang sekarang dengan bantuan teknologi blockchain dan bisa berdampak lebih besar daripada kapitalisasi pasarnya saat ini. 

    Bitcoin dan minyak bumi sama-sama terbatas atau langka. Logika di balik nilai Bitcoin bagi investor saat ini, bukan hanya tentang berharap untuk ‘orang bodoh’ membeli lebih besar, melainkan membeli aset yang langka sebelum permintaan berkembang sepenuhnya. 

    Ilustrasi Bitcoin vs emas.
    Ilustrasi Bitcoin vs emas.

    Baca juga: Kenal Lebih Aset Kripto dForce (DF) dan Bonfida (FIDA)

    “Membeli Bitcoin hari ini seperti membeli minyak pada abad ke-18 setelah melihat kegunaan awalnya. Dan tidak seperti minyak, dengan Bitcoin, investor tidak terburu-buru, karena sebagai aset digital, dapat menyimpannya dengan murah selama bertahun-tahun sambil menunggu permintaan meningkat,” tutur Cenmi.

    Perkembangan dunia digital tergolong skeptis pada awalnya. Orang tidak mengira media digital akan menggantikan surat kabar, tidak percaya bahwa iklan digital dapat bersaing dengan media cetak dan TV, dan sangat skeptis bahwa e-commerce bersaing dengan toko fisik. Bitcoin dan teknologi blockchain dalam jalan yang sama untuk adopsi yang lebih besar dan bermanfaat bagi masyarakat di berbagai sektor.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kompas Rilis Koleksi NFT Tampilkan Arsip Halaman Muka Koran

    Harian Kompas mulai masuk ke industri blockchain dengan merilis koleksi non-fungible token (NFT). Kompas mengikuti jejak media Republika yang telah meluncurkan NFT terlebih dahulu di awal tahun 2022.

    Kompas rilisan koleksi NFT yang menampilkan 57 arsip halaman muka koran dari setiap tahun sejak media tersebut berdiri sampai kini (1965–2022) yang dijual di NFT marketplace, OpenSea.

    Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas, Budiman Tanuredjo, mengatakan koleksi NFT yang dirilis Harian Kompas bernama Narasi Fakta Terkurasi untuk memperingati HUT ke-57 pada 28 Juni 2022. Sebagai rilisan perdana, NFT Kompas menghadirkan tema “Indonesia dalam 57 Peristiwa”.

    Inisiatif ini menjadi langkah Harian Kompas untuk selalu bergerak selaras dengan perkembangan teknologi. Media nasional terbesar di Indonesia ini ingin mendistribusikan kekayaan arsip, yang menjadi kekuatan Harian Kompas, melalui jaringan blockchain dalam bentuk NFT.

    “NFT Kompas disebut Narasi Fakta Terkurasi. Kata kuncinya pada terkurasi. NFT Kompas tidak menjadi banal, tetapi dikurasi oleh redaksi Kompas agar tetap sejalan dengan visi dan misi Kompas. NFT Kompas adalah karya seni berbasiskan arsip koran Kompas yang kemudian diolah dalam format NFT,” kata Budiman dikutip dari siaran persnya.

    NFT Kompas
    Ilustrasi NFT Kompas. Foto: Screenshot NFT.kompas.id.

    Baca juga: Kenalan dengan Immutable X, Marketplace NFT yang Bebas Gas Fee

    Budiman melanjutkan merekam arsip dalam bentuk NFT menjadi pilihan Harian Kompas untuk merawat sejarah, mengabadikan nilainya, dan membuat kekayaan sejarah ini bisa dirayakan serta dimiliki pula oleh publik yang lebih luas. Masuknya Kompas ke dunia NFT dan blockchain sesuai dengan falsafah perusahaan menjadi kawan dalam perubahan. “Ketika teknologi berubah, ketika platform berkembang, Kompas pun hadir mengikuti perubahan zaman.”

    Koleksi NFT Kompas Muat Kisah Sejarah

    Sebagai rilisan perdana NFT Kompas, “Indonesia dalam 57 Peristiwa” menampilkan beberapa rekam peristiwa menarik dalam rentang 1965-2022. Dalam setiap item NFT yang dirilis Harian Kompas akan diiringi dengan ekshibisi konten inklusif.

    Beberapa item NFT di antaranya, yaitu tentang dimulainya penggunaan Ejaan yang Disempurnakan (EYD) pada 1972, peluncuran Satelit Palapa pada 1976, perolehan emas pertama RI pada olimpiade 1992, mundurnya Soeharto sebagai presiden pada 1998, tsunami Aceh pada 2004, hingga musibah KRI Manggala pada 2021.

    Semua koleksi NFT kompas bisa didapatkan OpenSea dan situs nft.kompas.id. Untuk minting NFT sendiri dilakukan di jaringan Ethereum (ETH). Rilisan perdana “Indonesia dalam 57 Peristiwa” yang hanya tersedia sebanyak 57 copy (1 copy untuk masing-masing arsip) akan dapat dimiliki secara eksklusif dengan 0,1 ETH.

    NFT Kompas tersedia di jaringan blockchain Ethereum. Alasan utama pemilihan jaringan ini adalah data yang menunjukkan bahwa Ethereum merupakan jaringan paling populer di Indonesia.

    “Selain itu, Ethereum juga serius untuk mengurangi dampak emisi karbon yang dihasilkan,” jelas Project Lead NFT Kompas, Helman Taofani.

    NFT Kompas
    Ilustrasi NFT Kompas. Foto: Screenshot NFT.kompas.id.

    Baca juga: Digaet Binance, Cristiano Ronaldo Akan Luncurkan NFT Eksklusif

    Utilitas NFT Kompas

    Dijelaskan dalam whitepaper NFT Kompas punya karakteristik sebagai berikut: Berupa olahan arsip Kompas ke dalam format collectible items berbentuk NFT; Terbit berkala dengan tema tertentu (menyesuaikan momentum); Mempunyai nilai guna (utilitas) yang memberi manfaat bagi pemiliknya; Dan mempunyai nilai kembang (investasi) yang memiliki peran dalam rencana-rencana jangka panjang project.

    Produk NFT Kompas hadir dengan nilai guna (utilitas) yang bisa dimanfaatkan oleh penggunanya. Saat ini, nilai guna produk NFT Kompas baru bisa dinikmati oleh pembeli pertama.

    Nilai guna yang hadir bersama dengan produk antara lain:

    • Akses ke portal berita kompas.id selama 12 bulan untuk 5 pengguna (email address).
    • 1 (satu) buah kaos eksklusif bergambar edisi NFT yang dimiliki.
    • Diskon 30% untuk pembelian buku dan merchandise Kompas di gerai.kompas.id yang berlaku selama 12 bulan.
    • Gratis 1 (satu) kali kepesertaan di Kompas Institute dan diskon 30% untuk seluruh kepesertaan selama 12 bulan.

    Benefit-benefit lainnya seperti tiket event, merchandise khusus, dan sebagainya, akan diumumkan berkala dalam kanal-kanal komunitas yang bisa diakses pemegang NFT Kompas pada saat itu (current holders).

    Baca juga: Simak Alasan Seniman NFT Memilih Aliran Kartun untuk Karyanya

    Catatan redaksi: Artikel ini telah mengalami perubahan konten dan judul dari sebelumnya “Koran Kompas Jadi Media Pertama di Indonesia yang Rilis Koleksi NFT



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Portofolio adalah Kumpulan Karya. Apa yang Perlu Diketahui Pemula?

    Bagi para seniman, desainer grafis, dan artis visual, menunjukkan hasil kerja mereka sangatlah penting. Maka dari itu, untuk menunjukkan karya-karya yang telah mereka hasilkan, diperlukan portofolio. Pada dasarnya, portofolio adalah kumpulan hasil pekerjaan atau karya yang dilakukan oleh seorang pekarya. 

    Kumpulan hasil karya atau portofolio ini bisa ditunjukkan melalui format daring maupun luring. Karena pesatnya perkembangan teknologi hari ini, menunjukkan karya seorang pekerja seni visual melalui platform online sangatlah perlu. Mengapa portofolio online begitu perlu bagi seniman hari ini? Yuk, kita bahas!

    Apa itu Portofolio?

    Sebelumnya, kita sudah menjelaskan mengapa para pekerja kreatif di bidang visual butuh menunjukkan karyanya melalui portofolio online. Hal ini dikarenakan, Portofolio adalah kumpulan hasil karya seseorang yang nantinya akan dijadikan pertimbangan bagi orang lain yang akan menggunakan jasa atau membeli karya mereka. Dengan portofolio ini, seorang pekarya tak hanya bisa menunjukkan hasil pekerjaannya, namun juga bisa menjadi salah satu cara untuk memiliki daya tawar terhadap klien atau orang yang akan menggunakan jasanya.

    Apa Beda CV dan Portofolio?

    Beberapa orang masih belum tahu apa perbedaan antara Curriculum Vitae atau CV dengan Portofolio. Pasalnya, keduanya sama-sama penting, terlebih untuk Anda yang ingin melamar pekerjaan atau ingin menunjukkan hasil kerja Anda. Ada beberapa perbedaan yang signifikan antara keduanya, di antaranya:

    Isi atau Konten

    Hal pertama yang membedakan antara CV dengan portofolio adalah dari segi konten atau isinya. Apabila portofolio adalah kumpulan hasil karya seseorang, Curriculum Vitae merupakan informasi yang diberikan oleh sang pemberi CV yang memberitahukan tentang pengalaman kerja, latar pendidikan dan juga pengalaman lainnya yang berhubungan dengan bidang yang ditekuni secara lengkap. Ditambah lagi, di dalam CV terdapat kontak berupa surel ataupun nomor ponsel. 

    Fungsi 

    Selain itu, yang membedakan CV dengan portofolio adalah fungsinya. Fungsi dari CV adalah untuk menarik minat para perekrut. Sedangkan, portofolio adalah untuk membuktikan bahwa seorang kandidat memiliki nilai di mata perekrut atau klien.

    Kelengkapan Data

    Perbedaan lain yang bisa kita lihat antara keduanya adalah dari kelengkapan datanya. Meski dalam CV para kandidat harus menunjukkan informasi secara lengkap, mereka harus menunjukkannya dengan singkat. Sementara itu, semakin banyak hasil karya yang ditunjukkan para pekarya dalam portofolionya, semakin tinggi peluang kerja atau diterima oleh klien.

    Bagaimana cara membuat portofolio?

    Tentu untuk menunjukkan hasil karya Anda, ada beberapa cara yang perlu Anda lakukan agar klien atau perekrut bisa tertarik dengan Anda. Berikut beberapa cara yang bisa Anda implementasikan untuk menunjukkan portofolio Anda.

    Menggunakan media sosial

    Seperti yang kita ketahui, media sosial kini semakin berkembang. Di sini Anda tak hanya bisa berinteraksi dengan orang lain, namun bisa menunjukkan karya Anda. Platform seperti Instagram memungkinkan Anda menunjukkan hasil karya seni visual dengan mudah. 

    Menggunakan situs untuk portofolio online

    Bagi para pekarya visual, Anda bisa menggunakan situs-situs seperti Behance untuk menunjukkan hasil karya Anda. Di samping itu, dengan mengunduh hasil karya Anda ke situs tersebut, klien atau perekrut bisa dengan mudah mencari hasil karya Anda.

    Menggunakan situs marketplace NFT

    Di era Web3 yang kini sedang berkembang, NFT bisa menjadi tempat untuk Anda yang ingin menunjukkan hasil karya Anda. Tak hanya itu saja, Anda bisa menjual secara langsung hasil karya Anda. 

    Situs tempat membuat portofolio online

    Selain itu, sudah banyak website yang bisa digunakan untuk para pekarya untuk menunjukkan karya mereka, seperti Instagram, Behance, dan masih banyak lagi. Ditambah lagi, di era Web3 di mana sistem blockchain sudah semakin berkembang, para seniman visual juga bisa menjadikan NFT sebagai portofolio untuk hasil-hasil karya mereka. Berikut situs untuk Anda yang ingin membangun portofolio online Anda:

    1. Instagram

    Siapa yang tidak kenal dengan media sosial satu ini. Tak hanya sebagai tempat orang-orang untuk memamerkan foto-fotonya, Instagram kini bisa menjadi tempat para pekarya atau seniman visual untuk menunjukkan hasil karyanya.

    2. Dribble

    Dribble merupakan salah satu situs yang memungkinkan para desainer grafis, ilustrator atau seniman visual bisa menunjukkan hasil karyanya. Terlebih lagi, Dribble menyediakan layanan portofolio online dengan gratis.

    3. Tokomall.io 

    Sistem blockchain tak hanya memungkinkan Anda untuk berinvestasi aset kripto, namun juga memudahkan Anda dalam menjual karya seni Anda melalui NFT. Salah satu tempat untuk menjual NFT Anda adalah Tokomall. Tokomall adalah marketplace NFT pertama di Indonesia. Dengan menjual hasil karya Anda di Tokomall, Anda tak hanya mendapatkan pundi-pundi dengan menjual hasil karya Anda, namun juga bisa dijadikan portofolio online.

    4. Behance

    Situs ini tidak asing lagi bagi para desainer ataupun ilustrator. Hal ini disebabkan oleh komunitas desainer yang besar di situs ini. Dengan demikian, Anda tak hanya bisa memamerkan hasil karya Anda, namun juga bisa berjejaring dengan seniman lainnya. 

    Contoh Portofolio Desain

    Portofolio Desain Grafis: 

    contoh portfolio desain grafis

    Source: Marta Gawin Behance Account

    Anda ingin memperlihatkan hasil karya desain grafis Anda? Anda bisa menjadikan akun Behance dari seorang art director dan desainer grafis asal Polandia bernama Marta Garwin ini sebagai referensi Anda. Di situ ia menunjukkan berbagai hasil karya yang sudah ia kerjakan.

    Portofolio Desain Interior atau Arsitektur

    contoh portfolio artistektur

    Source: Mojtaba Ashour Behance Account

    Tak hanya desain grafis saja yang bisa Anda tunjukkan di Behance. Anda juga bisa memamerkan hasil karya desain interior Anda melalui situs ini seperti seorang desainer interior asal Turkey bernama Mojtaba Ashour ini. 

    Portofolio Fotografi

    contoh portfolio fotografi

    Source: Andrea Jelić Dribble Account

    Anda ingin bekarier sebagai fotografer profesional? Tentu dengan menunjukkan portofolio online, Anda bisa memamerkan hasil karya Anda di depan klien atau perekrut. Sebagai referensi, Anda bisa melihat akun situs Dribble seorang fotografer terkenal bernama Andrea Jelić ini. 

    Portofolio Ilustrasi

    contoh portfolio illustrator

    Source: Si Juki Tokomall Account

    Tokomall tak hanya bisa menjadi tempat Anda menjual karya dalam bentuk NFT, namun juga bisa Anda jadikan sebagai tempat portofolio online Anda, contohnya seperti Si Juki ini. Nah, Anda tertarik mencoba membuat portofolio online Anda melalui NFT? Maka dari itu, buat akun Tokomall Anda!

    Baca Juga: Si Juki: Berawal Dari Webtoon Hingga Ke NFT

    Mengapa Menggunakan NFT Menjanjikan sebagai Kreator?

    Secara teknis, NFT adalah token digital yang tersimpan dalam jaringan blockchain yang mana hampir mustahil dapat diretas. Sehingga, pemilik karya digital menyimpan sebuah tautan berbentuk file digital pada jaringan blockchain sebagai bukti atas kepemilikan karya-karya tersebut.  

    Karya seni yang terdigitalisasi menjadi NFT melalui proses minting, karya tersebut bersifat unik dan tidak dapat diduplikasi kembali. 

    Sistem teknologi ini yang menguntungkan kreator karena tidak perlu khawatir karya-karya yang ditampilkan portofolio akan dicuri maupun dipakai tanpa izin.

    ilustrasi konsep nft

    Tak hanya itu, para kreator juga dapat menjual karya seni mereka dan berhak mendapat royalti atas penjualan kembali karya mereka sehingga dapat menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan. 

    Karya-karya yang dapat di-mint NFT tidak terbatas pada karya seni berupa gambar saja. Namun juga dalam bentuk karya seni dalam bentuk musik, sneakers, video, benda koleksi, hingga barang-barang dalam permainan (in-game item).

    Beberapa kelebihan NFT Pada Dunia Karya Seni

    1. Para kreator dan artis memiliki kendali atas karya mereka

    Teknologi NFT mengizinkan artis untuk memiliki kendali atas karya mereka dengan kemampuannya menjadikan sebuah karya seni unik dan tidak dapat diduplikasi. 

    Sebelum teknologi karya seni dalam bentuk NFT ada, para kreator dan artis memasarkan karya mereka di berbagai platform jual beli, namun orang dapat menyalin dan bahkan menjual kembali karya seni yang mereka pasarkan. 

    Hal ini dikarenakan tidak adanya bukti atas kepemilikan karya yang menjadikan karya tersebut unik dan tidak dapat diduplikasi kembali.

    2. Mengurangi praktik ‘calo’ karya seni

    Dengan adanya platform jual beli NFT, para artis dan kreator tidak lagi perlu bertransaksi dengan para calo karya seni yang cenderung memainkan harga. 

    Artis dan kreator dapat menjangkau para pembeli secara langsung melalui marketplace. Hal ini menguntungkan baik bagi kreator maupun kolektor dengan valuasi seni yang lebih adil.

    Potensi Pasar NFT di Indonesia

    contoh digital art nft

    Bagaimana dengan potensi pasar NFT bagi para artis yang memiliki portofolio digital di Indonesia?

    Berdasarkan riset internal Tokocrypto ke berbagai platform pasar NFT global, total kunjungan dari Indonesia telah mencapai 1 juta penjunjung pada tahun 2021. 

    Data ini didukung dengan adanya 11 juta investor aset kripto di Indonesia per 2021.

    Baca Juga: Masih Tentang Game NFT, Begini Fitur dan Cara Kerja Game Upland!

    Semakin meningkatnya kesadaran masyarakat di Indonesia akan aset digital kripto, potensi pertumbuhan pasar NFT juga meningkat. 

    Implementasi NFT ke dalam berbagai platform seperti Metaverse yang menjanjikan dunia virtual tanpa batas tentunya juga akan mendorong peningkatan permintaan aset digital yang menjadi peluang bagi para kreator untuk berkembang secara karya dan finansial.

    Bagi kamu para kreator dan artis yang ingin menjual karyamu dalam bentuk NFT, yuk bergabung menjadi Official Partner dari Toko Mall. Kalau kamu kolektor yang suka mengoleksi karya seni NFT, kamu bisa membeli dan mengoleksi NFT dari berbagai artis terkemuka di Toko Mall.

    Biar nggak ketinggalan berita seputar NFT, join komunitas Discord atau Telegram TokoMall.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Riset: Industri NFT Bakal Tetap Tumbuh, Meski Bear Market

    Industri NFT dikhawatirkan akan mengalami penurunan pertumbuhan di saat market aset kripto diketahui sedang lesu. Namun sebuah laporan riset terbaru, menyebutkan sektor NFT masih dapat tumbuh, meski industri kripto sedang bear market.

    Laporan terbaru dari perusahaan akutan publik, Deloitte bersama Credit Suisse Research Insititute menjelaskan industri NFT masih akan terus tumbuh ke depannya, terlepas dari penurunan pasar yang terjadi saat ini. Namun, dari data saat ini, pasar NFT sedang mengalami penurunan, jika dibandingkan dengan loncatan drastis yang terjadi di tahun 2021.

    Total volume transaksi di kuartal pertama 2022 menurun menjadi hampir US$ 17 miliar, tapi masih jauh di atas volume pada periode yang sama tahun lalu. Jumlah transaksi NFT juga turun cukup drastis sejak mencapai puncaknya di kuartal ketiga 2021.

    Menurut laporan itu, ada banyak faktor yang memengaruhi fluktuasi pasar NFT. Salah satunya sentimen investor yang melemah akibat guncangan situasi geopolitik global yang sedang terjadi.

    ilustrasi stok nft
    Ilustrasi NFT.

    Baca juga: Apa Itu Web3: Konsep Baru Internet di Masa Depan

    Meski begitu, Deloitte memprediksi sektor NFT akan terus berkembang dalam hal popularitas dan keberagaman, dan yang lebih penting, di atas basis fundamental ketimbang sebatas pertumbuhan spekulatif seperti yang terjadi tahun lalu. Di sisi lain, ekosistem metaverse play-to-earn (P2E) menciptakan peluang bagi kripto asli untuk menghasilkan uang terlepas dari kondisi pasar.

    Seperti yang telah kita lihat dari siklus pasar sebelumnya, ekosistem kripto selalu kembali. Mengikuti tren saat ini, NFT dan metaverse tampaknya menjadi DApps yang paling disukai di era ini. Tahun lalu, NFT mencatat penjualan lebih dari US$ 25 juta sementara penilaian metaverse meroket hingga lebih dari US$ 1 Miliar.

    Kategori NFT

    Laporan Deloitte membagi NFT menjadi lima kategori: Crypto art, Collectible, Gaming, Metaverse dan Utility. Pertama, NFT Collectible mengacu pada aset-aset NFT berupa avatar yang umumnya dikoleksi untuk membentuk suatu komunitas atau digunakan dalam video game dan olahraga merupakan salah satu segmen yang populer di kategori ini.

    Di posisi kedua ada NFT Gaming dengan volume transaksi sebesar US$ 5,17 miliar. Contoh NFT yang masuk kategori ini adalah senjata atau equipment di game RPG, maupun skin eksklusif buat karakter. Kategori ketiga, NFT Crypto art, dengan proyek-proyek artistik yang terjual dengan harga fantastis, semisal NFT bikinan Beeple yang laku US$ 69 juta pada bulan Maret 2021.

    ilustrasi nft marketplace
    Ilustrasi NFT.

    Baca juga: Memahami Aset Kripto, NFT dan Gagasan “Greater Fool Theory”

    Posisi keempat dan kelima ditempati oleh kategori NFT Metaverse dan Utility, masing-masing dengan volume transaksi di kisaran setengah miliar dolar AS. Kategori metaverse umumnya tak hanya mengacu aset NFT yang merepresentasikan lahan virtual, melainkan juga pakaian dan aksesori untuk mendandani avatar di dunia virtual.

    Kategori NFT utility mengacu pada aset yang berfungsi sebagai nama domain, tiket konser, maupun kode akses ke konten eksklusif. Data dari NonFungible.com, tercatat kategori collectible adalah yang terbesar volume transaksinya, dengan angka mencapai US$ 8,47 miliar per akhir 2021 lalu.

    Dari kelima kategori tersebut, NFT Gaming adalah yang paling likuid, jika ditinjau dari segi jumlah pemilik, wallet, dan jumlah transaksi. Harga rata-rata NFT Gaming berada di kisaran US$ 200, sementara harga rata-rata NFT Metaverse dan Crypto art bisa mahal menembus angka US$ 3.500.

    Melihat fundamental ini, beberapa analis memperkirakan bahwa NFT dan metaverse tidak hanya akan bertahan di bear market, tetapi juga berkembang setelah pembalikan terjadi. Bagaimanapun, seni secara historis merupakan lindung nilai inflasi yang baik. Pergerakan crypto bull berikutnya kemungkinan akan didominasi oleh NFT dan dunia metaverse P2E yang menawarkan insentif yang besar.

    Baca juga: Ini 5 Game NFT Gratis yang Dapat Memberi Keuntungan



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar NFT Tumbuh 1785% Selama 2021

    Pasar NFT (Non-Fungible Token) tumbuh 1.785 persen selama 2021. Angka itu kelanjutan panasnya aset kripto unik itu sejak medio tahun 2020. Berikut perkembangan terkini!

    Permintaan NFT terus meningkat. Dan hingga kini pasar NFT juga tidak menunjukkan tanda-tanda perlambatan.

    Secara year-to-date, dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan, kapitalisasi pasar gabungan dari proyek-proyek besar NFT telah meningkat sebesar 1.785 persen.

    Sebagian besar karena transaksi NFT karya Beeple, juga karena banyaknya figur publik yang mulai berinvestasi dan merilis NFT mereka sendiri. Dari tren ini menyebabkan volume penjualan yang meroket.

    Baca Juga: 5 Crypto Potensial untuk Mengakhiri Maret dengan Keuntungan

    THETA, ENJ, SAND dan AXS adalah beberapa aset kripto yang terkait langsung dengan NFT. Sebagian dari itu berfokus pada game dan mengalami pengubahan ulang dalam beberapa bulan terakhir.

    Akibatnya, pasar utama NFT semisal Rarible dan Opensea mengalami peningkatan penjualan sebesar 50 kali lipat hingga 100 kali lipat dalam tiga bulan terakhir.

    Opensea, sebagai contoh, hampir tidak memperoleh US$5 juta dalam penjualan kumulatifnya pada pekan pertama Januari 2021.

    Sejak itu, hanya dalam waktu tiga bulan lonjakan penjualan kumulatifnya menjadi lebih dari US$100 juta.

    “Opensea mendukung CryptoPunks & HashMasks. Sistemnya memberikan kemampuan penerbitan dan memfasilitasi transaksi di Ethereum. Penjualan kumulatifnya pun melampaui US$100 juta lebih dari 50.000 pengguna,” Kata Mira Christanto, peneliti dari Messari, Selasa (30/3/2021), dilansir dari Forbes.

    Dampaknya, proyek dan perusahaan NFT mulai muncul di berbagai ekosistem blockchain.

    Pasar NFT melihat investasi besar yang datang dari perusahaan, dana, bursa, dan perusahaan ventura tradisional.

    Opensea sendiri mendapatkan dana investasi sebesar US$23 juta utamanya oleh Andreessen Horowitz.

    Hal ini juga menunjukkan kepercayaan diri terhadap modal perusahaan dalam jangka panjang terhadap pasar NFT.

    Sementara Recur berhasil mengumpulkan US$5 juta dana crypto dari investor-investor seperti Hashed dan Gary Vaynerchuk.

    Blind Boxes, platform NFT di Binance Smart Chain baru-baru ini juga menyelesaikan penjualan strategisnya yang mencapai US$590 juta dalam beberapa hari setelah peluncuran.

    Baca Juga: Ada Michael Jordan di Platform NFT Ini

    Di bulan mendatang, beberapa platform NFT pun tengah bersiap meluncur.

    Ada Moonrock Capital, investor dalam ekosistem Polkadot, sementara menginkubasi Polkamon; sebuah game dan platform koleksi digital beranimasi, bersama Morningstar Ventures.

    Polkamon saat ini menjalankan kampanyenya yang diberi slogan #ClaimYourEgg. Pengklaiman “telur” di platform-nya itu harus menggunakan blockchain Ethereum.

    Karena biaya transaksi rata-rata pada Ethereum berkisar sekitar US$15 pada saat itu, jadi lebih dari US$1,5 juta kemungkinan dihabiskan oleh pengguna gas fee.

    Crypto Prophecies mengumpulkan dana DeFi teratas dan Polygon, dinilai menjadi solusi kedua terbesar dalam membangun permainan NFT.

    Refinable menerima investasi langsung dari Binance untuk membangun salah satu pasar NFT pertama Binance Smart Chain.

    Platform NFT asuransi dan beberapa platform lainnya sudah melihat investasi besar pada DeFi, yang memungkinkan seluruh infrastruktur NFT meningkat pesat dalam beberapa bulan mendatang.

    Pasar NFT, asuransi, fraksionalisasi, perdagangan, dianggap sebagai wilayah invetasi yang paling banyak diinvestasikan di pasar.

    Jika tren ini berlanjut, dua sektor NFT kemungkinan akan mendapat cuan paling banyak yakni pasar NFT, studio game blockchain, dan alternatif blockchain yang menargetkan NFT.

    Efinity Enjin adalah alternatif blockchain terbaru yang menargetkan game blockchain dan NFT.

    Ada juga Sandbox, Axie Infinity, yang merupakan proyek blockchain dengan fokus game lainnya menunjukkan minat besar setelah melihat lonjakan kuartal pertama 2021.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Daftar 7 Koin NFT Terpopuler Saat Ini yang Bisa Cuan

    Mengetahui daftar koin NFT yang sedang populer saat ini akan membantu Anda dalam mengelola aset digital. Koin NFT sendiri merupakan aset digital yang bisa menjadi alternatif mata uang kripto. Aset digital berupa NFT menjadi menarik karena sifatnya yang “one of a kind” sehingga sulit untuk ditiru. Simak ulasan berikut untuk mengetahui daftar koin NFT terpopuler saat ini!

    Naiknya Popularitas NFT

    Memasuki tahun 2021, NFT menjadi semakin populer. Hal ini bisa dibuktikan dengan peningkatan penjualan NFT secara online. Pada kuartal pertama 2021, total penjualan NFT mencapai US$2 biliun. Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan yang amat tajam dari tahun 2020. Tercatat, total penjualan NFT pada 2020 “hanya” mencapai angka US$250 juta.  

    Meski begitu, sebenarnya popularitas NFT tidak dibangun dalam sekejap mata. Jika diurut, penjualan NFT bahkan tidak langsung menanjak sejak diperkenalkan oleh Robert Dermody, Adam Krellenstein, dan Evan Wagner pada 2014 silam. NFT baru mulai ramai diperbincangkan pada 2017, tepatnya saat CryptoPunks muncul dan standar operasional seperti ERC-721 diperkenalkan.

    Apa itu Koin NFT?

    Koin NFT merujuk kepada kepemilikan aset digital yang baru Anda bisa didapatkan melalui kepemilikan digital atas suatu aset. Menariknya lagi, koin NFT tidak memiliki nilai tukar seperti Bitcoin, sehingga tiap koin NFT memiliki sifat yang unik. 

    Perbedaan Koin NFT dengan Mata Uang Kripto

    Meski sama-sama bisa digunakan untuk bertransaksi di dunia digital, koin NFT memiliki perbedaan mendasar dengan mata uang kripto. Mata uang kripto masih mirip dengan uang konvensional karena sifatnya yang fungible atau dapat ditukarkan. Katakanlah Anda punya satu Bitcoin, maka nilainya sama dengan satu Bitcoin lain.

    Di sisi lain, koin NFT bersifat non-fungible alias tidak dapat ditukar. Seperti yang sudah disebutkan di atas, nilai satu koin NFT belum tentu sama dengan nilai koin NFT lainnya. Sebab, masing-masing koin NFT memiliki sertifikat autentikasi khusus yang unik dan tidak bisa diduplikasi.

    Daftar Koin NFT dengan Kapitalisasi Terbesar

    Daftar Koin NFT dengan Kapitalisasi Terbesar

    Lalu, apa saja daftar NFT yang populer saat ini? Jika melihat data dari Coinmarketcap, terlihat bahwa koin AXS dari Axie Infinity merupakan koin NFT dengan kapitalisasi terbesar. Berikut adalah daftar koin atau token NFT dengan kapitalisasi terbesar mengikuti standar ERC-721 dan ERC-1155 yang dirangkum dari situs Coinmarketcap.

    1. AXS (US$10,247 biliun)

    AXS Coins

    Koin AXS dari Axie Infinity menempati urutan pertama pada daftar  NFT dengan kapitalisasi terbesar menurut Coinmarketcap. Hingga November 2021, token AXS berhasil mencatat kapitalisasi pasar sebesar US$10.247.008.859.

    2. THETA (US$7,372 biliun)

    Theta coinPeringkat berikutnya ada Theta Network dengan native token-nya yang bernama Theta. Adapun yang menjadi daya tarik dari platform ini sendiri adalah ia menghadirkan infrastruktur video streaming yang terdesentralisasi. Per November 2021, Theta memiliki market cap sebesar US$7.372.728.385.

    3. FLOW (US$4,215 biliun)

    Flow coinDi peringkat ketiga ada koin Flow yang dikelola oleh jaringan Flow. Memasuki 2021, performa koin Flow memang cukup baik hingga mampu mencapai kapitalisasi pasar sebesar US$4.215.255.643. Awal November 2021 lalu, satu  Flow-nya ada pada kisaran US$13,57.

    Baca Juga: Cara Memilih Koin Micin Potensial dan Rekomendasinya

    4. MANA (US$3,874 biliun)

    MANA CoinDecentraland memang selalu bisa diandalkan untuk masalah token NFT. Melalui token MANA, Decentraland mencapai kapitalisasi pasar sebesar US$3.874.516.003, membuatnya berada di peringkat keempat daftar  NFT paling populer menurut Coinmarketcap. Pada awal November 2021 lalu, satu koin MANA dihargai US$2,85.

    5. ENJ (US$3,094 biliun)

    Enjin Coin

    Berikutnya ada Enjin Coin atau lebih dikenal dengan kode namanya, ENJ. Pada penghujung tahun 2021 ini, ENJ mampu mempertahankan performanya dan meraih kapitalisasi pasar sekitar US$3.094.924.191. Sedangkan, harga ENJ stabil pada level US$3,26.

    6. CHZ (USD2,515 biliun)

    token CHZ

    Bagi Anda yang baru mulai melakukan transaksi NFT, token CHZ dari Chiliz bisa dipertimbangkan. Sebab, harga per koinnya relatif terjangkau, sekitar US$0,49. Meski begitu, kemampuannya bisa dibilang stabil dari waktu ke waktu. Terbukti dari total kapitalisasi pasarnya yang mencapai angka US$2.515.267.769.

    7. SAND (US$4,94 biliun)

    SAND CoinTerakhir ada token SAND dari The Sandbox. Memasuki bulan Desember 2021, performa SAND memang terus meningkat. Harga satu SAND terbilang aman di level US$2,64. Untuk kapitalisasi pasarnya, The Sandbox mampu mencapai angka US$2.403.476.637 pada penghujung tahun 2021 ini.

    Tertarik untuk menggunakan koin NFT sebagai alat transaksi? Kini Anda bisa mendapatkannya dengan mudah di NFT Marketplace milik Tokocrypto, bursa kripto terkemuka di Indonesia. Langsung saja buka website Tokocrypto, klik menu Toko Token, lalu pilih Toko NFT.

    Anda juga bisa memulai dengan TKO yang merupakan utility token asli dari Tokocrypto. TKO saat ini bahkan dapat diperjualbelikan dan ditukarkan dengan utility token lain. Klik di sini untuk mulai transaksi dengan koin NFT!  



    Sumber : news.tokocrypto.com